Anda di halaman 1dari 10

TUGAS 4

SI-6162 - SISTEM INFORMASI


MANAJEMEN INFRASTRUKTUR

Oleh:
Rizky Indra Nugraha

(25014031)

PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL


KELOMPOK KEAHLIAN REKAYASA MANAJEMEN INFRASTRUKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2015

Integrasi Sistem Informasi di Universitas


Salah satu contoh integrasi sistem informasi di universitas adalah sistem e-learning.
Sistem e-learning merupakan sebuah sistem yang menggabungkan media elektronik dan
teknologi-teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan informasi dan juga komunikasi untuk
mengembangkan pendidikan. Banyak nama lain untuk sistem ini seperti multimedia learning
dan online education. Pada umumnya, sistem ini bersumber pada komputer dan penggunaan
internet sebagai wadah penampung informasi-informasi yang dibutuhkan orang, dalam hal ini
pihak universitas, untuk mempemudah mereka dalam melakukan berbagai kegiatan yang
berkaitan dengan universitas.
Sistem e-learning ini mencakup berbagai bentuk informasi baik berupa tulisan, suara,
gambar, dan bisa juga berupa aplikasi teknologi lain yang berbasis teknologi. Penggunaan elearning sebagai wadah informasi dapat menimbulkan masalah integrasi jika tidak ada suatu
aplikasi pengelolaan data. Hal ini berarti jika aplikasi pengelolaan data atau administratif tidak
digunakan, maka akan menambah biaya karena diperlukan pengelolaan data secara manual.
Dampak yang muncul adalah semakin berkurangnya baik penerimaan sistem e-learning dalam
masyarakat maupun peluang untuk sistem dapat bertahan dan digunakan dalam skala besar.
Hal ini memicu penggunaan suatu integrasi khusus untuk sistem e-learning dengan
menggunakan aplikasi administratif. Pihak universitas atau lembaga pendidikan yang
menggunakan sistem e-learning yang bersangkutan juga mendapatkan keuntungan dengan
adanya berbagai fungsi untuk mengakses informasi secara sendiri (tanpa tergantung pada
komputer atau pihak lain secara manual).
Tujuan yang ingin dicapai dari penggunaan sistem administratif adalah untuk
mencipatakan sebuah aplikasi e-learning yang befungsi serupa dengan sebuah pintu yang
menyediakan akses ke berbagai informasi yang sesuai pada suatu pusat. Sistem harus
menyediakan layanan dalam kuantitas yang besar seperti melakukan pengecekan terhadap bagian
admisi mengenai ujian mahasiswa dan hasil dari ujian yang bersangkutan. Masalah utama yang
dapat muncul dari banyaknya pihak yang bersangkutan ini adalah adanya kemungkinan identitas
yang berbeda dari sistem lain.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan inovasi-inovasi yang biasanya muncul ketika
integrasi antara administrasi dan perkuliahan semakin padat. Evaluasi dari seluruh hal yang
terjadi dalam perkuliahan baik jumlah mata kuliah, jumlah mahasiswa yang mengambil mata
kuliah, dan hasil ujian dari mahasiswa memiliki pengaruh yang besar terhadap alokasi dari
sumber-sumber yang ada. Hal ini mengindikasikan bahwa biaya untuk mencapai sistem yang
diinginkan tersebut juga meningkat. Dengan adanya hal ini, beberapa infrastruktur harus siap
untuk menerima masukan data dari layananlayanan lain contohnya melalui kartu Binusian Flazz
atau pun layanan informasi yang terdapat di Binusmaya.
Adanya peluang untuk pengembangan dalam pendidikan mengenai publikasi dan
pengajaran material yang ada dalam perkuliahan memungkinkan material tersebut dapat dikelola
oleh mahasiswa sendiri. Misalnya, melalui Binusmaya mahasiswa dapat menggunakan fungsi
download untuk mendapatkan material yang berkaitan dengan perkuliahan. Selain sistem elearning, akses ke perpustakaan digital dan sistem manajemen konten juga menggunakan sistem
administrative. Dengan demikian, kinerja universitas dalam mengelola informasi akan semakin
mudah dan terstruktur sehingga tidak akan memakan banyak waktu dalam pengolahan data.

A. Analisis Kebutuhan Integrasi Sistem di Universitas


Rancangan target dari aplikasi berbasis teknologi informasi didassarkan pada konsep
perencanaan sumber daya terintegrasi atau disebut juga ERP. ERP ini digunakan untuk
merepresentasikan alur kerja suatu proses bisnis dari berbagai bagian dalam suatu perusahaan
melalui pendekatan yang sudah dipadukan. Jika dikaitkan dengan universitas, ada beberapa hal
yang bisa digunakan untuk membedakan proses bisnis yang terjadi di dalamnya yaitu bagian
produksi yang mengembangkan penelitian dan pendidikan dan juga administrasi yang lebih
menekankan pada penyusunan data dan mengakomodasikan fungsionalitas.
Sistem e-learning merupakan wadah yang pada umumnya memfokuskan penggunaannya
dalam bidang pendidikan. Dengan adanya bukti ini, maka sistem e-learning terbukti memenuhi
kebutuhan untuk mengintegrasikan seluruh bagian -bagian sistem. Integrasi yang dimaksud
meliputi 3 aspek :

Kerja sama dengan sistem informasi dan sistem administrasi dari universitas

Menghubungkan sistem yang baru dengan sistem yang sudah ada sebelumnya

Integrasi perpustakaan digital atau sistem manajemen konten

Sistem e-learning menyediakan fungsi fungsi untuk mengubah konten konten yang
berkaitan dengan pengajaran, tetapi tidak pada sampai tingkat untuk dapat mengubah konten
secara keseluruhan atau lebih spesifik. Oleh karena itu, diperlukan suatu dukungan yang
mencakup berbagai format dan bagaimana mengolah data yang tidak dapat dikenali sebelumnya.
Dukungan ini adalah metadata yang selain berfungsi untuk memenuhi kebutuhan format juga
digunakan untuk menghubungkan data data di sistem administrasi lain. Hal ini dapat
mendukung kemungkina penggunaan kembali konten konten perkuliahan yang diperlukan.

B. Kebutuhan-kebutuhan Universitas Pada Sistem Informasi


Adanya beberapa kebutuhan yang diperlukan untuk mengintegrasikan sebuah sistem
informasi di universitas. Beberapa di antaranya adalah :
1. Komunikasi
Sebuah sistem informasi universitas yang terintegrasi harus dapat meningkatkan

komunikasi

antara mahasiswa dan pihak-pihak yang terkait dalam universitas. Nilai tambah didapatkan
ketika ada kelompok khusus untuk kebutuhan yang-beda misalnya daftar mahasiswa dari suatu
mata kuliah.
2. Layanan mandiri
Definisi layanan untuk mewujudkan suatu sistem yang bekerja mandiri diperlukan untuk
mengembangkan fungsi administrasi. Contohnya melalui registrasi mata kuliah oleh mahasiswa
dapat menggunakan modul tertentu yang sudah ada dengan menyambungkannya ke sistem elearning ataupun melalui pengembangan sesuai dengan keinginan pemilik sistem.

3. Manajemen isi dan penerbitan


Integrasi dari sebuah perpustakaan digital atau menghubungkan konten ke suatu manajemen
dokumen membuka berbagai cara baru untuk menyediakan lebih banyak lagi informasi digital.
Bagian penting dari layanan informasi yang disediakan kepada mahasiswa adalah jadwal
universitas dibandingkan dengan jadwal kuliah untuk mereka. Untuk mempermudah
pemberitahuan informasi ini, dapat dilakukan berbagai cara seperti menggabungkannya dengan
sistem e-learning untuk diunduh.

4. Pembuatan laporan dan statistika


Integrasi informasi juga dapat menguntungkan dalam pembuatan laporan misalnya dalam
membuat laporan pendidikan yang diperlukan pihak pemerintahan tertentu ataupun laporan dari
pengajar mengenai perkuliahan. Peran pembuatan laporan akan semakin meningkat dengan
adanya kemungkinan pemindahan pembuatan laporan dari bagian tertentu di atas ke universitas
secara keseluruhan. Dengan adanya kemungkinan ini, peninjauan kinerja dan staf universitas
perlu dihubungkan dengan data universitas yang lain.
5. Ekstrasi informasi dari berbagai sumber data
Adanya berbagai jadwal mata kuliah yang berbeda untuk setiap mahasiswa menunjukkan bahwa
suatu informasi dapat dibuat dengan menggabungkan beberapa sistem menjadi satu. Eksistensi
kedua sistem ini didasarkan pada beberapa alasan khususnya karena kedua sistem yang
bersangkutan telah dipasang di waktu yang berbeda. Ketika menggabungkan kedua sistem ini,
jadwal mata kuliah tadi dapat dibuat dengan format yang fleksibel untuk menciptakan hasil yang
berbeda.
6. Keamanan dan Privasi Data
Pembuatan infrastruktur keamanan adalah dasar dari akses ke sistem aplikasi ke publik. Hal ini
mencakup berbagai tugas seperti manajemen pusat pengguna, klasifikasi, dan pengelompokkan
dari pengguna untuk menerapkan berbagai peraturan yang dibutuhkan. Kelompok pengguna
pada umumnya adalah pihak fakultas, pengambil mata kuliah, professor, dan alumni. Ketika
menciptakan sebuah kelompok pengguna, harus ditentukan seberapa jauh kategorisasi dapat
dibuat untuk sebuah sistem. Contohnya adalah sistem e-learning diklasifikasikan berdasarkan
kemampuan yang diperbolehkan bagi pengguna tersebut dalam mengubah konten yang ada. Hal
ini mengindikasikan bahwa definisi kelompok pengguna secara umum tidak dapat dijadikan
acuan bahwa mereka relevan untuk sistem lainnya. Isu penting dari autorisasi untuk seluruh
aplikasi adalah pengenalan solusi manajemen identitas dan user provisioning yang membantu
dalam membatasi kemampuan berbagai pengguna sistem. Data data yang ada dalam universitas
sendiri pada umumnya merupakan data yang bersifat privat meskipun dapat juga disebarkan
secara luas di internet sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
7. Pengelolaan rekan kerja sama
Selain mahasiswa dan staf yang berkaitan dengan universitas, partner lain seperti

dalam

bidang penelitian harus juga dilibatkan dalam sistem informasi. Hal ini berarti basis data harus

dikembangkan dengan menambahkan informasi mengenai pihak-pihak yang bersangkutan tadi


kepada alumni.

C. Integrasi Sistem yang Berbeda


Pengintegrasian sistem mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
1. Menjaga konsistensi seluruh data yang dihadapkan pada redundansi penyimpanan.
2. Dapat memasukkan banyak data dalam satu waktu ke dalam sumber data utama.
3. Mengurangi aktivitas manual.
4. Mengkombinasikan data data untuk mengimplementasikan fungsi baru.
Untuk membuat aplikasi yang berbeda-beda dapat bekerja sama, sebuah perangkat lunak
tambahan dibutuhkan, yaitu middleware. Pesan pesan dan event saling bertukar dalam sistem
untuk mengintegrasi data dan fungsi. Konsep tersebut diteruskan dalam pendekatan EAI
(Enterprise Application Integration) di mana aplikasi-aplikasi yang berdiri sendiri dipasangkan
secara longgar melalui middleware. Layer middleware membangun koneksi pada aplikasiaplikasi yang ada dengan menggunakan adaptor atau konektor, mengkonversi format data yang
berbeda, membuat skema peta dan memungkinkan pertukaran data antar aplikasi yang berbeda.
Tidak seperti EAI, konsep dasar dari integrasi informasi adalah penggabungan data data
dalam sebuah basis data virtual terdistribusi yang juga dapat menerima data dari aplikasi
komersial seperti SAP. Integrasi informasi mengikuti pendekatan multi-database (Sheth, 1990).
Pendekatan lainnya, yaitu EII (Enterprise Information Integration) merupakan
pendekatan

integrasi

pada

tingkat

perusahaan

dan

menyediakan

dasar

untuk

mengimplementasikan portal atau aplikasi analitis. Tidak seperti EII, EAI menggunakan
mekanisme pertukaran data event-driven tanpa menguasai arahnya.
Ada tingkat-tingkat integrasi yang berbeda, yaitu: integrasi antarmuka pengguna,
integrasi data, integrasi fungsi dan integrasi proses. Integrasi data adalah integrasi yang paling
umum karena relational database merupakan dasar dari sistem-sistem untuk diintegrasikan.
Saat mengintegrasikan sistem-sistem yang berbeda, terdapat dua jenis teknik
penggabungan, yaitu longgar dan rapat. Pada integrasi yang longgar, terdapat interval antar
pertukaran data dalam sistem. Pengiriman data dapat difasilitasi dengan mendefinisikan format
data yang sesuai dalam XML di mana transformasi dapat dilakukan menggunakan
XSLT.Masalah yang muncul dari integrasi longgar adalah modifikasi data disebarkan secara

berlainan. Hal ini memunculkan masalah konsistensi ketika sistem sistem yang berbeda
mencoba untuk memodifikasi data yang sama.Pada integrasi rapat, sistem-sistem dipasangkan
secara permanen. Data dipertukarkan dalam tabel basis data yang umum digunakan. Usaha
rekonsiliasi hanya dapat dilakukan antar sistem dalam vendor yang sama.

D. Perancangan Sistem Arsitektur EAI


Jenis integrasi yang paling sederhana, A2A (Application to Application) memiliki
arsitektur berupa koneksi poin-ke-poin antar dua aplikasi. Suatu sistem tunggal melakukan
komunikasi secara langsung dan menggunakan sejumlah besar protokol dan format yang
menghasilkan sebuah hubungan dengan arsitektur spaghetti (Pezzini, 2003). Pada EAI, jenis
yang dipakai bukan jenis sederhana ini, melainkan dua jenis berbeda, yaitu hub & spoke dan bus.
Pada kedua jenis ini, sistem tidak berinteraksi secara langsung, tetapi melakukan pengiriman
pesan melalui bus atau broker.
Prinsip dasar pada arsitektur bus merupakan publish-subscribe, yaitu: informasi yang
dibuat dalam sebuah aplikasi dikirimkan ke bus pusat (publish) dan kemudian disebarkan ke
aplikasi-aplikasi lain yang terhubung dengan bus (subscribe). Tidak ada server pusat yang
mengkoordinasi distribusi suatu pesan tunggal. Bus pusat hanya meneruskan pesan ke aplikasiaplikasi lainnya. Arsitektur bus digunakan saat suatu sistem tunggal memproduksi data untuk
banyak pengguna atau sebaliknya. Dengan demikian, perhatian utamanya adalah pada
pendistribusian data masal yang identik. Potensi aplikasinya terutama pada integrasi berorientasi
data.
Berbeda dengan arsitektur bus, pada arsitektur hub & spoke terdapat suatu hub informasi
pusat yang menghubungkan semua aplikasi dan sistem dengan cara yang sama. Hub informasi
pusat ini mengatur seluruh lalu lintas data dalam beberapa sistem. Aturan-aturan bisnis pokok
direpresentasikan sebagai alur kerja yang diatur oleh hub yang menggunakan prosedur processoriented. Jadi, hub mengatur proses bisnis dan juga aturan-aturan teknis integrasi.
Pengimplementasian sistem hub & spoke lebih mudah karena adanya pemisahan ketat
antar konektor sistem dan alur kerja business-oriented. Dengan demikian, arsitektur ini cocok
digunakan dalam lingkungan infrastruktur yang dinamis. Arsitektur ini dapat digunakan dalam
skenario pengiriman data yang kompleks, seperti proses bisnis yang berjalan di beberapa aplikasi
berbeda. Satu kelemahannya adalah posisi hub pusat yang berpotensi mengalami kemacetan.

E. Strategi Integrasi Sistem


Dalam mengintegrasikan sistem informasi pada suatu organisasi, ada 2 pendekatan yang
dapat digunakan, yaitu :

Pendekatan Total & Homogen

Pendekatan ini menekankan pada integrasi yang dilakukan pada semua aspek bisnis dengan
menggunakan suatu kerangka yang umum. Pendekatan ini dilakukan secara merata pada setiap
bidang dari organisasi yang bersangkutan. Komponen-komponen yang digunakan merupakan
komponen yang berasala dari suatu sistem yang sama atau disebut juga dengan komponen
homogeny. Komponen ini dimaksudkan agar mempermudah dalam proses integrasi sistem.
Contoh pendekatan ini bisa berupa

implementasi sebuah toko produk melalui program SAP,

aplikasi Oracle, atau dengan aplikasi lain yang bersangkutan. Kelemahan dari pendekatan ini
adalah

biaya

yang

dibutuhkan

mahal

dan

waktu

yang

diperlukan

untuk

mengimplementasikannya tergantung pada tingkat pemahaman dari organisasi atau teknologi


informasi yang berkaitan.

Pendekatan Bertahap

Pendekatan ini dimulai dari tingkat bawah dan menggunakan sistem informasi yang sudah ada
sebelumnya. Sistem informasi yang digunakan dalam pendekatan ini disusun mengikuti sebuah
pola integrasi dan didasarkan pada kebutuhan informasi yang akan digunakan dalam masa yang
akan datang. Sama seperti pendekatan total dan homogen, pendekatan bertahap juga memerlukan
waktu yang lama dan juga harus dikerjakan secara konstan untuk mengimplementasikan
hasilnya. Selain itu, pendekatan ini juga membutuhkan sebuah strategi khusus yang bersifat non
teknis termasuk di dalamnya adalah kemauan politik dari pimpinan organisasi yang
bersangkutan. Akan tetapi, biaya untuk implementasi pendekatan ini lebih murah jika
dibandingkan dengan pendekatan homogen.
Integrasi suatu sistem harus didasarkan pada target yang jelas. Hal ini dikarenakan
integrasi mengarah pada sebuah tujuan akhir yaitu perbaikan proses atau layanan yang
disediakan sistem informasi tersebut. Untuk mewujudkan suatu integrasi, maka diperlukan fokus
pada beberapa hal yaitu proses yang terjadi di dalamnya. Proses yang dimaksud adalah proses
bisnis atau birokrasi dari sistem informasi dan bukan menekankan pada sistem sistem
informasi yang ada.

Selain itu, aktivitas aktivitas yang ada harus menciptakan sebuah alur yang mendukung
proses integrasi. Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam mendukung integrasi sistem
adalah melakukan identifikasi pihak pihak yang terlibat dengan sistem. Hal yang perlu dilihat
adalah peran, tugas, otoritas, dan aktivitas yang dilakukan oleh pihak tersebut. Setelah melihat
semua ini, maka perlu dibuat sebuah rangkaian dari keseluruhan aspek untuk membantu dalam
menciptakan alur yang dibutuhkan tadi untuk mendukung proses integrasi.
Kesamaan pandangan terhadap integrasi sistem perlu dibangun untuk menciptakan suatu
proses bisnis yang baik. Untuk menciptakan pandangan yang sama, maka diperlukan beberapa
aspek lain seperti tata kelola dan sumber daya yang di dalamnya bisa menyangkut hal-hal lain
seperti legalitas dari pengelolaan sistem informasi, biaya yang diperlukan untuk implementasi
dan sebagainya.
Jika suatu sistem informasi belum diimplementasikan, berbagai parameter untuk
mendukung integrasi seperti format data, protokol komunikasi data, database, dan user interface
dapat ditetapkan secara lebih mudah. Akan tetapi, jika sistem sudah ada dan sistem tersebut
berbeda dari sistem yang sudah ada sebelumnya, maka dapat dilakukan beberapa langkah :

Memilih salah satu sistem dan menjadikannya sebagai sistem pegangan yang harus
diikuti sistem lain.

Membangun ketentuan yang baru dan memaksa semua sistem harus mengikuti ketentuan
yang sudah dibuat ini.

Membangun standar baru dan membiarkan semua sistem yang sudah ada sebelumnya
seperti apa adanya dan integrasi dilaksanakan oleh sebuah sistem pengintegrasian.

F. Proses Analisa
Proses analisa suatu bisnis membutuhkan pengidentifikasian sumber data primer. Hal ini
adalah sistem informasi dari administrasi universitas dan berbagai departemen yang
bertanggungjawab untuk mengelola proses. Data yang relevan dengan sistem e-learning, sebuah
sistem manajemen konten situs atau metadata dapat diekstrasi dari basis data yang ada. Definisi
proses bisnis memberikan gambaran mengenai deskripsi suatu organisasi dari universitas untuk
mengidentifikasi peran aktor yang bertanggungjawab untuk data yang sudah ada.
Salah satu contoh untuk menunjukkan proses analisa adalah dengan menggunakan
perangkat ARIS (Architecture of Integrated Information Systems). ARIS ini sesuai untuk

mendeskrispikan suatu organisasi dan juga dapat diaplikasikan kepada universitas. ARIS
mengklarifikasikan sistem secara keseluruhan ke dalam beberapa pandangan baik dari segi
organisasi, data, fungsi, dan proses. Konsep yang digunakan ARIS ini menggunakan beberapa
metodologi dan salah satu di antaranya adalah event-driven process chain (EPC). EPC
memungkinkan pemodelan pandangan akan proses yang juga bertanggungjawab untuk integrasi
pandangan lainnya. Proses transfer data antar berbagai sistem juga dapat dimodelkan dengan
metodologi EPC.
Contoh arsitektur yang menjelaskan suatu proses bisnis :

Arsitektur Berbasis Layanan

Arsitektur berbasis layanan / SOA merupakan konsep rancangan yang menjelaskan


penyediaan layanan bisnis dan fungsionalitas dalam rangka layanan. Sebuah layanan adalah
sebuah sumber sistem yang dapat dipesan melalui sebuah antar muka yang umum. Proses bisnis
kompleks juga dapat diimplementasikan dengan menggabungkan panggilan panggilan layanan
atau disebut juga dengan orkestrasi. Logika bisnis tidak terletak pada sebuah program tunggal
melainkan didistribusikan di beberapa layanan lainnya. SOA dapat diimplementasikan dengan
teknologi berbasis layanan seperti WSDL dan UDDI. Sebuah layanan dapat mengenkapsulasi
akses data dalam cara yang khusus. Hal ini mengurangi redudansi data dan berkontribusi ke
pengembangan modular dari sistem universitas.

Arsitektur dari Target Sistem

Sistem informasi universitas masa depan muncul sebagai sebuah pusat layanan terintegrasi
(ESB). Layanan layanan tersebut dapat digunakan di aplikasi aplikasi khusus. Lokasi fisik
dari data bersifat transparan untuk pengguna layanan. Secara internal, beberapa bagian dari
sistem dihubungkan secara lepas dalam suatu hub. Hal ini membutuhkan definisi dari pandangan
umum terhadap hub yang dimaksud. Pertukaran data antar hub dan aplikasi lokal didasarkan
pada XML. Banyak dari aplikasi yang tidak mendukung eksport data dalam format XML. Tugas
penting dari pertukaran data sendiri adalah definis dari ketentuan ketentuan umum dokumen
XML untuk administrasi universitas seiring dengan banyaknya pertumbuhan aplikasi berbasis egovernment.