Anda di halaman 1dari 3

TANGGUNGJAWAB HUKUM AKUNTAN PUBLIK

Profesi akuntan publik merupakan profesi yang menghadapi resiko yang


sangat tinggi. Hampir semua akuntan publik menyadari bahwa mereka harus
memberikan jasa profesionalnya sesuai dengan SPAP, mentaati kode etik akuntan
public dan memiliki standar pengendalian mutu. Jika tidak akuntan public bisa salah
dalam memberikan opini. Akuntan publik bisa dituntut secara hukum oleh klien jika
tidak bisa memenuhi kontrak yang dibuat dengan klien atau tidak hati-hati (lalai)
dalam memberikan jasa profesionalnya.
Tuntutan hukum juga bisa terjadi karena business failure, audit failure, dan
audit risk.
Business

failure

terjadi

manakala

perusahaan

tidak

mampu

membayar

kewajibannya atau tidak bisa memenuhi harapan investor karena kondisi ekonomi
atau bisnis yang memberatkan.
Audit failure terjadi manakala akuntan publik memberikan opini yang salah karena
gagal mematuhi apa yang diatur dalam standar auditing.
Audit risk adalah risiko bahwa akuntan publik menyimpulkan bahwa laporan
keuangan disajikan secara wajar dan memberikan opini wajar tanpa pengecualian
padahal dalam keyataannya laporan keuangan mengandung salah saji material.
Tanggungjawab hukum akuntan publik terjadi jika timbul kelalaian atau akuntan
publik tersangkut fraud. Jenis pelanggaran dapat dibedakan menjadi :
Ordinary negligence (kesalahan ringan, manusiawi, tidak sengaja) ini
merupakan pelanggaran ringan.
Gross negligence (kesalahan agak berat, harusnya tidak terjadi jika auditor
menerapkan due professional care)
Constructive fraud (pelanggaran berat, akuntan public terlibat secara
langsung atau tudak langsung membantu dalam farud yang dilakukan
manajemen).

Fraud (pelanggaran sangat berat, akuntan public secara sadar terlibat


bersama manajemen dalam melakukan fraud)

Di Indonesia, tuntutan hukum bisa berasal dari :


Klien
Investor
Bapepam-LK
PPAJ-Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Pengguna Laporan Keuangan
Sanksi

yang

diberikan

PPAJP-Departemen

Keuangan

bisa

dalam

bentuk

peringatan tertulis, penghentian sementara pemberian jasa akuntan public atau,


usulan kepad Menteri Keuangan untuk pencabutan izin praktik akuntan public
tergantung berat atau ringannya pelanggaran.
Sanksi yang diberikan Bapepam-LK dalam bentuk peringatan tertulis, larangan
pemberian jasa di pasar modal. Pihak lainnya (Klien, Investor BI, Pengguna laporan
keuangan) bisa mengajukan tuntutan hukum ke pengadilan jika merasa dirugikan.
Beberapa hal yang bisa dilakukan akuntan publik untuk menghindari tuntutan
hukum antara lain :
Jangan sembarang menerima klien, pilih klien yang memiliki integritas
Pilih audit staf yang kualified dan memiliki integritas
Pertahankan independensi
Patuhi standar auditing, kode etik akuntan publik
Miliki sistem pengendalian mutu

Pahami betul bisnis klien


Lakukan audit yang berkualitas
Dukung laporan audit dengan kertas kerja yang lengkap
Untuk setiap penugasan harus ada kontrak kerja
Dapatkan surat pernyataan langganan sebelum mengeluarkan audir report
Jaga data confidental klient
Jika memungkinkan asuransikan jasa profesional yang diberikan
Jika memungkinkan miliki penasihat hukum
Terapkan sikap skeptis yang profesional
Selain itu IAI dan IAPI juga bisa membantu anggotanya dengan cara :
Menyediakan pelatihan bagi anggotanya melalui PPL dengan biaya yang
reasonable
Menerapkan peer review
Mengupdate standar auditing dan aturan etika
Melakukan research di bidang auditing
Melakukan lobby ke regulator untuk mencegah undang-undang dan peraturan
yang merugikan anggota
Memberikan edukasi kepada pengguna laporan keuangan
Berikan sanksi yang tegas untuk anggota yang melakukan pelanggaran.