Anda di halaman 1dari 17

Bab 1.

Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Infeksi Saluran Kemih (ISK) dapat menyerang siapa saja, dengan kejadian
lebih banyak pada wanita dari pada pria. Hal ini disebabkan oleh uretra wanita
yang lebih pendek dari pria, serta letak orificium urethrae externus wanita yang
berdekatan dengan anus. Keadaan lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya
ISK diantaranya berhubungan dengan aktivitas seksual yang tinggi, homoseksual,
kehamilan, adanya obstruksi saluran kemih, diabetes, dan pemakaian kateter urin.
ISK sendiri yaitu suatu invasi mikroorganisme pada ginjal, ureter, kandung
kemih, atau uretra. ISK dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, atau
mikroorganisme lainnya. Bakteri penyebab ISK diantaranya adalah Escherichia
coli (80% dari seluruh ISK), Staphylococcus spp., Proteus spp., Klebsiella spp.,
Pseudomonas aeruginosa, dan Enterococcus spp. Diagnosis ISK biasanya
ditegakkan melalui kriteria mikrobiologi, yaitu didapatkannya _105 CFU/mL pada
pemeriksaan urin midstream (WHO, 2002). Sekitar 150 juta orang di seluruh
dunia menderita ISK setiap tahunnya dan merugikan ekonomi dunia sebesar 6
milyar Dolar Amerika.
ISK yang persisten dan tidak diobati dapat menyebabkan terjadinya berbagai
komplikasi diantaranya adalah urosepsis, penurunan fungsi ginjal, bahkan
kematian. Cranberry di Amerika tidak hanya untuk konsumsi saja tetapi
digunakan juga untuk obat, karena cranberry mengandung antibiotik dan
antioksidan yang tinggi. Biasanya digunakan sebagai anti kanker, antioksidan dan
untuk mengmusnahkan bakteri. Efek anti-adhesi pada cranberry diperkirakan
dapat mencegah perlekatan bakteri, terutama Escherichia coli, pada dinding
saluran kemih sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi saluran kemih
1.2 Tujuan
Untuk mengetahui efek Cranberry sebagai alternatif untuk mencegah
infeksi saluran kemih

Bab 2. Tinjauan Teori


2.1 Pengertian
Infeksi saluran kemih adalah ditemukannya bakteri pada urine di kandung
kemih yang umumnya steril. (Arif mansjoer, 2001) Infeksi Saluran Kemih (ISK)
adalah infeksi yang terjadi sepanjang saluran kemih, terutama masuk ginjal itu
sendiri akibat proliferasi suatu organisme (Corwin, 2001 : 480) Infeksi Saluran
Kemih (ISK) atau Urinarius Tractus Infection (UTI) adalah suatu keadaan adanya
invasi mikroorganisme pada saluran kemih. (Agus Tessy, 2001)
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah suatu tanda umum yang ditunjukkan
pada manifestasi bakteri pada saluran kemih (Engram, 1998 : 121). Infeksi
Saluran Kemih (ISK) adalah berkembangnya mikroorganisme di dalam saluran
kemih

yang

dalam

keadaan

normal

tidak

mengandung

bakteri,

virus/mikroorganisme lain.
2.2 Epidemiologi

Infeksi saluran kemih adalah infeksi bakteri yang paling sering terjadi
pada perempuan. Infeksi paling sering terjadi antara usia 16 hingga 35 tahun,
dengan 10% perempuan mengalami infeksi setiap tahun dan 60% mengalami
infeksi pada suatu waktu dalam hidupnya. Infeksi sering berulang, dimana hampir
separuh orang mengalami infeksi kedua dalam setahun. Bahkan beberapa wanita
mengalami infeksi saluran kemih berulang hingga 3x atau lebih dalam
setahunnya. Seseorang wanita yang terkena infeksi saluran kemih pada masa
muda, sekitar 20 persennya akan mengalami infeksi berulang selama hidupnya.
Infeksi saluran kemih muncul empat kali lebih sering pada perempuan
dibandingkan laki-laki, tetapi infeksi pada laki-laki seringkali lebih parah daripada
wanita, karena bakteri dapat bersembunyi pada jaringan prostat. Pielonefritis
terjadi sekitar 20-30 kali lebih jarang. Ini adalah penyebab paling umum dari

infeksi yang didapatkan di rumah sakit yakni sekitar 40%. Tingkat bakteri
asimtomatik di urin meningkat seiring usia dari dua hingga tujuh persen pada
perempuan usia subur hingga mencapai 50% pada perempuan lanjut usia di panti
jompo. Tingkat bakteri asimtomatik dalam urin di antara laki-laki di atas usia 75
tahun adalah sekitar 7-10%.
Infeksi saluran kemih mungkin dialami 10% orang saat masa anak. Pada
anak, infeksi saluran kemih paling sering terjadi pada anak laki-laki berusia di
bawah tiga bulan yang belum disunat, diikuti oleh anak perempuan berusia di
bawah satu tahun. Akan tetapi perkiraan frekuensi pada anak sangat bervariasi.
Pada sekelompok anak yang mengalami demam, pada usia baru lahir hingga dua
tahun, 2 20% didiagnosis ISK

2.3 Etiologi
Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan ISK, antara lain:
1.

Pseudomonas, Proteus, Klebsiella

2.

Escherichia Coli

3.

Enterobacter, staphylococcus epidemidis, enterococci, dan-lain-lain.

Pada umumnya faktor-faktor resiko yang berhubungan dengan perkembangan


infeksi saluran kemih adalah :
1.

Wanita cenderung mudah terserang dibandingkan dengan laki-laki.


Faktor-faktor postulasi dari tingkat infeksi yang tinggi terdiri dari urethra
dekat kepada rektum dan kurang proteksi sekresi prostat dibandingkan
dengan pria.

2.

Abnormalitas Struktural dan Fungsional

Mekanisme yang berhubungan termasuk stasis urine yang merupakan media


untuk kultur bakteri, refluks urine yang infeksi lebih tinggi pada saluran
kemih dan peningkatan tekanan hidrostatik.
Contoh : strikur,anomali ketidak sempurnaan hubungan uretero vesicalis
3.

Obstruksi
Contoh : Tumor, Hipertofi prostat

4.

Gangguan inervasi kandung kemih


Contoh : Malformasi sum-sum tulang belakang kongenital, multiple
sklerosis

5.

Penyakit kronis
Contoh : Gout, DM, hipertensi

6.

Instrumentasi
Contoh : prosedur kateterisasi

2.4 Tanda dan gejala


1. Tanda dan gejala ISK pada bagian bawah adalah :
a. Nyeri yang sering dan rasa panas ketika berkemih
b. Spasame pada area kandung kemih dan suprapubis
c. Hematuria
d. Nyeri punggung dapat terjadi

2. Tanda dan gejala ISK bagian atas adalah :


a. Demam
b. Menggigil
c. Nyeri panggul dan pinggang
d. Nyeri ketika berkemih
e. Malaise
f. Pusing

g. Mual dan muntah

2.5 Patofisiologi
Masuknya mikroorganisme ke dalam saluran kemih dapat melalui:
1. Penyebaran endogen yaitu kontak langsung dari tempat terdekat saluran
kemih yang terinfeksi.
2. Hematogen yaitu penyebaran mikroorganisme patogen yang masuk melalui
darah yang terdapat kuman penyebab infeksi saluran kemih yang masuk
melalui darah dari suplay jantung ke ginjal.
3. Limfogen yaitu kuman masuk melalui kelenjar getah bening yang
disalurkan melalui helium ginjal.
4. Eksogen sebagai akibat pemakaian alat berupa kateter atau sistoskopi.
Dua jalur utama terjadi infeksi saluran kemih ialah hematogen dan
ascending. Tetapi dari kedua cara ini, ascending-lah yang paling sering
terjadi.
Infeksi hematogen kebanyakan terjadi pada pasien dengan daya tahan tubuh
yang rendah karena menderita suatu penyakit kronik atau pada pasien yang
sementara mendapat pengobatan imun supresif. Penyebaran hematogen bisa
juga timbul akibat adanya infeksi di salah satu tempat misalnya infeksi
S.Aureus pada ginjal bisa terjadi akibat penyebaran hematogen dari fokus
infeksi dari tulang, kulit, endotel atau di tempat lain.
Infeksi ascending yaitu masuknya mikroorganisme dari uretra ke kandung
kemih dan menyebabkan infeksi pada saluran kemih bawah. Infeksi
ascending juga bisa terjadi oleh adanya refluks vesico ureter yang mana
mikroorganisme yang melalui ureter naik ke ginjal untuk menyebabkan
infeksi.

Infeksi tractus urinarius terutama berasal dari mikroorganisme pada


faeces yang naik dari perineum ke uretra dan kandung kemih serta
menempel pada permukaan mukosa. Agar infeksi dapat terjadi, bakteri harus
mencapai kandung kemih, melekat pada dan mengkolonisasi epitelium
traktus urinarius untuk menghindari pembilasan melalui berkemih,
mekanisme pertahan penjamu dan cetusan inflamasi.
2.6 Komplikasi & prognosis
A. Komplikasi
1. Gagal ginjal akut
2. Ensefalopati hipertensif
3. Gagal jantung, edema paru, retinopati hipertensif

B. Prognosis
Walaupun tanpa perawatan antibiotik, penyakit cenderung menjadi
jinak dan berhenti sendiri. Fase simptomatik penyakit biasanya
berlangsung tidak lebih dari seminggu, walaupun bakteriuria dapat
bertahan lebih lama. Pada kasus yang terkait factor fredisposisi, maka
penyakit ini dapat kambuh atau kronis.
1. ISK bawah akut (sistitis akut): Prognosis pada ISK bawah akut
dapat sembuh sempurna, kecuali bila terdapat faktor-faktor
predisposisi yang lolos dari pengamatan
2. ISK bawah kronis (sistitis kronis): Prognosis pada ISK bawah
kronis baik bila diberikan:
-antibiotik yang intensif dan tepat
-faktor predisposisi mudah dikenal dan diberantas
3. ISK atas akut (pielonefritis akut): Prognosis pielonefritis baik bila
memperlihatkan penyebuhan klinis maupun bakteriologis terhadap
antibiotik

4. ISK atas kronis (pielonefritis kronis):m Bila diagnosis pielonefritis


kronis terlambat dan kedua ginjal telah menyusut pengobatan
konserfatif semata-mata untuk mempertahankan faal jaringan ginjal
yang masih utuh.
2.7 Pengobatan
Tatalaksana umum : atasi demam, muntah, dehidrasi dan lain-lain. Pasien
dilanjutkan banyak minum dan jangan membiasakan menahan kencing untuk
mengatasi disuria dapat diberikan fenazopiridin (pyriduin) 7-10 mg/kg BB hari.
Faktor predisposisi dicari dan dihilangkan. Tatalaksana khusus ditujukan
terhadap 3 hal, yaitu pengobatan infeksi akut, pengobatan dan pencegahan
infeksi berulang serta deteksi dan koreksi bedah terhadap kelamin anatamis
saluran kemih.

1. Pengobatan infeksi akut : pada keadaan berat/demam tinggi dan keadaan


umum lemah segera berikan antibiotik tanpa menunggu hasil biakan urin
dan uji resistensi kuman. Obat pilihan pertama adalah ampisilin,
katrimoksazol, sulfisoksazol asam nalidiksat, nitrofurantoin dan sefaleksin.
Sebagai pilihan kedua adalah aminoshikosida (gentamisin, amikasin, dan
lain-lain), sefatoksin, karbenisilin, doksisiklin dan lain-lain, Tx diberikan
selama 7 hari.

2. Pengobatan dan penegahan infeksi berulang : 30-50% akan mengalami


infeksi berulang dan sekitar 50% diantaranya tanpa gejala. Maka, perlu
dilakukan biakan ulang pada minggu pertama sesudah selesai pengobatan
fase akut, kemudian 1 bulan, 3 bulan dan seterusnya setiap 3 bulan selama 2
tahun. Setiap infeksi berulang harus diobati seperti pengobatan ada fase
akut. Bila relaps/infeksi terjadi lebih dari 2 kali, pengobatan dilanjutkan
dengan terapi profiloksis menggunakan obat antiseptis saluran kemih yaitu

nitrofurantorin, kotrimoksazol, sefaleksi atau asam mandelamin. Umumnya


diberikan dosis normal, satu kali sehari pada malam hari selama 3 bulan.
Bisa ISK disertai dengan kalainan anatomis, pemberian obat disesuaikan
dengan hasil uji resistensi dan Tx profilaksis dilanjutkan selama 6 bulan,
bila perlu sampai 2 tahun.

3. Koreksi bedah : bila pada pemeriksaan radiologis ditemukan obstruksi,


perlu dilakukan koreksi bedah. Penanganan terhadap refluks tergantung dari
stadium. Refluks stadium I sampai III bisanya akan menghilang dengan
pengobatan terhadap infeksi pada stadium IV dan V perlu dilakukan koreksi
bedah

dengan

reimplantasi

ureter

pada

kandung

kemih

(ureteruneosistostomi). Pada pionefrosis atau pielonefritis atsopik kronik,


nefrektami kadang-kadang perlu dilakukan
2.8 Pencegahan
1.

Jaga kebersihan

2.

Sering ganti celana dalam

3.

Banyak minum air putih

4.

Tidak sering menahan kencing

5.

Setia pada satu pasangan dalam melakukan hubungan

2.9 Pathway

Bab 3. Intervensi yang disarankan


3.1 PICOT FRAME WORK
Analisis jurnal dari jurnal utama yang berjudul Self-care management strategies
among individuals living with type 2 diabetes mellitus: nursing interventions
berdasarkan analisa jurnal menggunakan PICOT sebagai berikut:
1. Patient and Clinical Problem (P)
Penelitian ini digunakan di Amerika yang menjelaskan tenytang review
dari penggunaan alternatif cranberry untuk ISK. Walaupun cranberry
sudah jelas memiliki manfaat yang besar tetapi belu ada yang dapat
merekomendasikan dengan pasti penggunaan cranberry.
Pada jurnal ini cranberry ada yang dijelaskan dijadikan dalam sebuah
kapsul, karena menurut peneliti, lebih efektif untuk mengkonsumsi kapsul
cranberry dari pada jus cranberry. Jus cranberry dapat mempenggaruhi dari
pola eliminasi yang mengkonsumsi
2. Intervention (I)
Penelitian menggunakan berbagai bentuk produk cranberry untuk
mengevaluasi efek dari cranberry dalam mengurangi ISK: sembilan studi
yang digunakan jus cranberry / koktail, 12 digunakan cranberry tablet /
kapsul, dan dua lainnya digunakan jus dan kapsul berdasarkan preferensi
peserta atau kombinasi jus dan tablet. Kebanyakan penelitian yang
digunakan produk cranberry tersedia secara komersial, tetapi salah satu
penelitian yang digunakan khusus diformulasikan produk untuk memenuhi
kebutuhan penelitian, enam percobaan tidak menentukan informasi ini.
Suatu penulis studi ini dihubungi untuk menentukan apakah produk
cranberry yang tersedia secara komersial. Hanya dua penulis memberikan
informasi. studi menggunakan produk cranberry dipesan khusus untuk
studi mereka. Dalam studi di mana informasi itu dilaporkan, jumlah
cranberry diberikan setiap hari berkisar antara 15 mL sampai 750 mL
dalam bentuk jus dan 200 mg untuk 8.000 mg dalam bentuk
kapsul. Delapan uji coba tambahan dilaporkan dosis komponen aktif

(konsentrasi proantosianidin dari 11,175 ug / g untuk 108 mg /


hari). Durasi intervensi bervariasi, mulai dari 30 hari sampai 12 bulan.
3. Comparator (C)
Dalam jurnal ini tidak membandingkan dengan penanganan di negara lain
karena cranberry masih jarang dijumpai pada daerah lain, yang banyak
ditemukan di negara Amerika. Cranberry tumbuh di tanah lembab sedikit
asam yang banyak tersebar di bumi belahan utara. Amerika Serikat
merupakan produsen Cranberry terbesar di dunia dengan pasokan terbesar
datang dari negara bagian Wisconsin. Budidaya Cranberry juga dilakukan
di Chile, negara-negara Balkan dan Eropa Timur. Jadi untuk di Indonesia
mungkin jarang ditemukan cranberry.
4. Outcome (O)
Pada hasil dari jurnal ini untuk durasi optimal untuk pemberian, dosis
standar, dan bentuk produk cranberry untuk pencegahan ISK tidak
ditetapkan. Hidrasi yang lebih baik dapat menyebabkan sering buang air
kecil dan mengakibatkan penurunan ISK ketika mengkonsumsi jus
cranberry bukan tablet atau kapsul. Belum ada studi dibandingkan dua
bentuk cranberry. Sebuah tinjauan sistematis terbaru menyarankan dosis
frekuensi lebih dari dua kali sehari untuk efek pencegahan yang lebih baik
meskipun tidak ada penelitian yang sudah ada yang dieksplorasi
pentingnya hal tersebut.
Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme kerja di
samping kekuatan dan jumlah produk cranberry serta metode yang paling
hemat

biaya

administrasi

(bentuk,

dosis,

frekuensi

dosis,

dan

durasi). Dengan demikian, studi lebih lanjut harus mencakup kejadian


gejala atau tanpa gejala ISK dengan definisi standar. Untuk mendapatkan
bukti ilmiah lebih lanjut tentang khasiat cranberry dalam pencegahan ISK,
uji klinis lebih untuk efektivitas biaya harus dilakukan, desain kelompok

acak ganda paralel dengan ukuran sampel yang sesuai dan durasi yang
optimal dari intervensi.

3.2 Sumber literature


Jurnal utama yang penulis angkat untuk dianalisa sebagai berikut :
No
.
1.

Judul

Keterangan

Sumber

The Effects of

Nama jurnal: Clinical Nursing


Research 2014, Vol. 23(1) 5479
Tahun terbit : 2014
Peneliti
: Cha-Nam Shin, PhD,
RN1

http://www.n
cbi.nlm.nih.g
ov/pubmed/2
3396043

Cranberries
on Preventing
Urinary
Tract Infections

Penulis dalam menganalisa jurnal membutuhkan jurnal pendukung agar


memperkuat analisa jurnal utama yang penulis angkat. Adapun jurnal pendukung
yang dapat memperkuat jurnal utama sebagai berikut :
No.
1.

Judul
Cranberries and lower
urinary tract infection
prevention

2.

Cranberries for
Preventing Urinary
Tract Infections
(Review)
The Cochrane

Keterangan
Nama
jurnal
:
DOI:10.6061/clinics/2012(06)
18
Tahun terbit : 2012
Peneliti
: Marcelo
Hisano,I Homero
Bruschini,I
Antonio Carlos
Nicodemo,II
Miguel SrougiI
Nama jurnal :
Tahun terbit : 27 January 2012
Peneliti
: W. J. W. Botzen
& J. C. J. H. Aerts &
J. C. J. M. van den Bergh

Sumber
http://ww
w.scielo.b
r/pdf/clin/
v67n6/18.
pdf

http://ww
w.cranber
ryinstitute
.org/HCP/
Cochrane
ReviewFA
QR4.pdf

3.

4.

5.

Collaboration
Effectiveness of
Cranberry Capsules to
Prevent Urinary Tract
Infections in
Vulnerable Older
Persons: A DoubleBlind
Randomized PlaceboControlled Trial in
Long-Term Care
Facilities

Nama Jurnal :
Tahun terbit : januari 2014
Peneliti: Monique A. A.
Caljouw, MSc,* Wilbert B.
van den Hout, PhD, Hein
Putter, PhD,
Wilco P. Achterberg, PhD,*
Herman J. M.
Cools,
PhD,*
and
Jacobijn
Gussekloo,
PhD*

http://onli
nelibrary.
wiley.com
/store/10.
1111/jgs.
12593/as
set/jgs12
593.pdf

Nama Jurnal : nutrition bytes


Tahun terbit : 2015
Prevention of Urinary
Peneliti
: Eagan, Michael,
Tract Infection in
University
of
California, Los
Women
Angeles
Recurrent
Urinary Nama Jurnal : sogc clinical
practice
Tract Infection
guideline
Tahun terbit : november 2010
Peneliti
: Annette Epp,
MD, Saskatoon SK
Annick Larochelle, MD, St.
Lambert.

http://esc
holarship.
org/uc/ite
m/97q108
hd.pdf

Cranberry Juice for

http://sog
c.org/wpcontent/u
ploads/20
13/01/gui
250CPG1
011E_001
.pdf

3.3 Teori dan konsep Intervensi


3.3.1 Definisi
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah berkembangnya mikroorganisme di
dalam saluran kemih yang dalam keadaan normal tidak mengandung
bakteri, virus/mikroorganisme lain. Seiring perkembangan jaman buah tidak
hanya dimakan saja, juga bisa dijadikan obat. Seperti buah cranberry yang
tidak hanya bisa dimakan tapi juga dapat dibuat alternatif untuk Infeksi
saluran kemih.

3.3.2 Mekanisme

Untuk cranberry sendiri bisa dijadikan jus/koktail yang mudah dan


tidak hanya merasakan kesegarannya saja tetapi juga manfaat yang sangat
banyak sekali dari cranberry. Untuk cranberry sendiri dipercaya memiliki
berbagai manfaat, diantaranya adalah sebagai anti-kanker, antioksidan,
antibiotik dan yang terutama adalah memiliki efek anti-adhesi terhadap
bakteri tertentu yang efektif untuk alternatif pencegahan ISK.
3.3.3 Indikasi dan kontraindikasi
A. Indikasi yaitu terhadap
1. orang yang memiliki riwayat Infeksi Saluran Kemih
2. penderita penyakit kanker
3. penderita ISK
B. kontraindikasi
1. Ibu Hamil
3.3.4 Efek samping
Cranberries tidak mencegah bakteri tumbuh di saluran kemih mereka
hanya membuat bakteri lebih sulit untuk bertahan. Jus cranberry juga tidak
mengobati infeksi saluran kemih setelah infeksi sudah mulai menyebar.
Karena keasaman mereka, cranberry bisa sulit bagi beberapa orang karena
efek samping yang tidak menyenangkan seperti penyakit gastroesophageal
reflux ( GERD ), sakit perut, mual, dan diare. Dalam studi banyak orang
yang juga menolak keras dari rasa cranberry sendiri. Orang-orang yang
tidak suka jus cranberry mungkin lebih memilih tablet cranberry lebih
mudah untuk menelan. Selain efek positif, jus cranberry juga dapat memiliki
efek negatif pada saluran kemih. Jus cranberrymempunyai kandungan
garam yang tinggi disebut oksalat. Ketika orang terlalu banyak minum jus
cranberry, garam-garam ini dapat mengkristal menjadi batu oksalat keras
pada kemih, terutama pada orang yang sudah atau beresiko terkena batu
ginjal. Orang-orang yang sedang menggunakan obat pengencer darah
(warfarin) harus menghindari konsumsi cranberry karena cranberry dapat
berinteraksi dengan warfarin dan menyebabkan pendarahan.
3.3.5

Efektivitas dan keamanan penggunaan

Beberapa studi telah menemukan bahwa meminum jus cranberry atau


mengkonsumsi pil cranberry dapat mencegah ISK, terutama pada wanita
yang berisiko untuk infeksi ini : Suatu penelitian mengamati sekelompok
wanita yang memiliki riwayat infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh
bakteri E. coli. Wanita yang meminum 1,7 ons jus cranberry- lingonberry
konsentrat setiap hari selama enam bulan dapat menurunkan risiko terkena
ISK dibandingkan dengan 20 % wanita yang tidak menggunakan.
Adapula studi lain, konsumsi jus cranberry dan tablet cranberry
terkait dengan kecilnya jumlah pasien yang mengalami setidaknya satu
gejala ISK. Dalam studi tersebut, wanita yang aktif secara seksual
mengambil satu tablet cranberry dua kali sehari, atau meminum sekitar 8
ons jus cranberry murni tanpa pemanis tiga kali sehari selama 12 bulan.
Orang dewasa yang mengkonsumsi cranberry sekitar 50 % lebih
mungkin untuk memiliki bakteri dan sel-sel darah pISKh dalam urin mereka
untuk pengaturan gejala ISK. Namun penelitian lain pada orang tua
menunjukkan tidak ada perbedaan gejala ISK pada orang yang
menggunakan cranberry dan mereka yang tidak.
3.4 Implikasi dan Rekomendasi Intervensi
Cranberry sangat bisa sekali untuk di jadikan alternatif dalam
pencegahan ISK, tetapi untuk di Indonesia akan kesusahan karena cranberry
tidak banyak tumbuh di Indonesia. Pasti akan mengeluarkan badget yang
besar untuk mengkonsumsi cranberry karena jarang ada di Indonesia.
Untuk hal yang harus dilakukan melakukan penyelidikan lebih lanjut
untuk memahami mekanisme kerja, di samping kekuatan dan jumlah produk
cranberry serta metode yang paling hemat biaya administrasi (bentuk, dosis,
frekuensi dosis, dan durasi). Studi lebih lanjut harus mencakup kejadian
gejala atau tanpa gejala ISK. Untuk mendapatkan bukti ilmiah lebih lanjut
tentang khasiat cranberry dalam pencegahan ISK, uji klinis lebih dilakukan
pula untuk efektivitas biaya harus dilakukan.

Bab 4. Penutup

4.1 Kesimpulan
Infeksi Saluran

Kemih

(ISK)

adalah

berkembangnya

mikroorganisme di dalam saluran kemih yang dalam keadaan normal


tidak mengandung bakteri, virus/mikroorganisme lain. ISK sering
sekali terjadi pada wanita dari pada pria, karena ureter wanita yang
pendek sehingga lebih mudah bakteri masuk. Seiring dengan
perkembangan zaman, banyak peneliti yang menemukan buah yang
memiliki banyak sekali manfaat, seperti buah cranberry yang memilki
antioksidsn dan antibiotik yang tinggi. Cranberry dapat digunakan
untuk mencengah ISK. Cranberry dapat dijadikan jus maupun kapsul
yang dapat dikonsumsi secara praktis. Tetapi belum ada rekomendasi
dari tenaga medis untuk mengkonsumsi rutin produk cranberry untuk
mencegah ISK. Yang pasti cranberry dapat menjadi obat alternatif
yang efisien untuk pencegahan ISK
Sedangkan untuk di Indonesai

sendiri

mungkin

butuh

mengeluarkan biaya yang mahal karena cranberry masih langka di


Indonesia, karena cranberry sendiri tumbuh di dunia bagian utara.
4.2 Saran
Pada jurnal ini harus ada penelitian lanjutan yang menyatakan
bahwa cranberry dapat digunakan rutin dan lain sebagainya. Agar
seluruh masyarakat bisa tahu manfaat dan kegunaan. Dan dapat
mengkonsumsinya dengan baik. Agar angka untuk ISK dapat menurun
di seluruh belahan dunia

Daftar Pustaka
Lampiran