Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran sebagai seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung
proses belajar peserta didik, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal
yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di
dalam diri peserta didik. Pembelajaran juga merupakan sebuah upaya membelajarkan
siswa untuk berperan lebih aktif dari gurunya,sedangkan guru hanya berperan sebagai
pemberi informasi, pemberi motivasi, mediasi, dan menyiapkan segala bahan ajar
yang dibutuhkan. Salah satu pembelajaran yang ada di sekolah adalah pembelajaran
Bahasa Indonesia dan pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang penting karena
Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional yang digunakan di Negara ini. Selain
itu, Bahasa Indonesia juga bahasa resmi yang digunakan sebagai pengantar
pendidikan.
Pada kurikulum 2013 pembelajaran Bahasa Indonesia menginginkan peserta
didiknya untuk lebih produktif, kreatif, dan afektif. Untuk menghasilkan peserta didik
yang bersikap demikian maka aktivitas mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan
mengomunikasikan. Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013
menggunakan pendekatan dengan berbasis teks. Salah satu bentuk teks yang terdapat
pada pembelajaran Bahasa Indonesia yang menerapkan Kurikulum 2013 adalah teks
procedural, teks procedural yang terdapat ialah teks

kompleks. Teks

kompleks

merupakan teks yang menjelaskan suatu langkah-langkah atau cara dalam


menghadapi suatu hal, teks ini bertujuan untuk memudahkan pembaca memahami
yang belum dipahaminya. Pembelajaran teks

kompleks siswa dituntut untuk

memahami struktur teks dan kaidah kebahasaan teks kompleks kemudian


membandingkan teks

kompleks. Target belajar dapat diukur dengan cara melihat

perubahan sikap dan kemampuan siswa selama melalui proses pembelajaran.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Menulis adalah sesuatu aspek dalam sebuah ketrampilan yang mempunyai
makna Keterampilan menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut
pandang yang berbeda. Sudut pandang tersebut adalah kegiatan atau aktivitas dalam
melaksanakan keterampilan menulis dan hasil dari produk menulis itu.Klasifikasi
keterampilan menulis berdasarkan sudut pandang kedua menghasilkan pembagian
produk menulis atau empat kategori, yaitu; karangan narasi, eksposisi, deskripsi, dan
argumentasi. Di berikut ini akan dijelaskan satu persatu.
B. JENIS TEKS
1. EKSPOSISI
Eksposisi adalah tulisan yang bertujuan menjelaskan atau memberikan
informasi tentang sesuatu (Semi, 1990: 37). Eksposisi biasanya dikembangkan
dengan susunan logis dengan pola pengembangan gagasanseperti definisi, klasifikasi,
ilustrasi, perbandingan dan pertentangan, analisis fungsional.Dalam tulisan eksposisi,
teramat dipentingkan informasi yang akurat dan lengkap. Eksposisi merupakan
tulisan yang sering digunakan untuk menyampaikan uraian ilmiah, seperti makalah,
skripsi, tesis, desertasi, atau artikel pada surat kabar atau majalah.
Jika hendak menulis bagaimana peraturan bermain sepak bola, cara kerja
pesawat, bagaimana membuat tempe, misalnya, maka jenis tulisan eksposisi sangat
tepat untuk digunakan. Ekposisi berusaha menjelaskan atau menerangkan.Parera
(1993 : 5) mengemukakan bahwa Seorang pengarang eksposisi akan mengatakan,
Saya akan menceritakan kepada kalian semua kejadian dan peristiwa ini dan
menjelaskan agar Anda dapat memahaminya. Penulis harus memiliki pengetahuan
memadai tentang objek yang akan digarapnya. Untuk itu, maka seorang penulis harus
memperluas pengetahuan dengan berbagai cara seperti membaca referensi yang
berkaitan dengan masalah yang dikaji melakukan penelitian, misalnya wawancara,

merekam pembicaraan orang, mengedarkan angket, melakukan pengamatan terhadap


objek dan sebagainya. Dikembangkan lagi dengan beberapa pikiran penjelas.Pikiran
penjelas tersebut dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa rincian yang
diperlukan.Untuk menghasilkan tulisan ekposisi yang baik maka pikiran utama dan
pikiran penjelas harus diorganisir dalam bentuk kerangka karangan yang pada
umumnya dibagi dalam tiga bagian yaitu, bagian pembuka (pendahuluan) bagian
pengembangan (isi), dan bagian penutup yang merupakan penegasan ide.Untuk
karangan yang bersifat kompleks, harus diuraikan dalam bentuk sub-bagian yang
lebih rinci.Dalam karangan seperti itu. Dapat disusun dalam bentuk bab dan diperinci
lagi menjadi sub-sub bab. (Semi, 1990; 38) menyatakan ciri penanda karya eksposisi
sebagai berikut :

Berupa tulisan yang memberikan pengertian dan pengetahuan


Menjawab pertanyaan tentang apa, mengapa, kapan, dan bagaimana
Disampaikan dengan lugas dengan bahasa yang baku
Menggunakan nada netral, tidak memihak, dan memaksakan sikap penulis
terhadap pembaca

a. Struktur Teks Eksposisi


Struktur dalam sebuah teks eksposisi terdiri dari beberapa bagian, yaitu
pembukaan, tesis (pendapat), argumen, dan penutup. Berikut ini penjelasannya satu
per satu:

Pembukaan
Dalam suatu teks eksposisi, bagian pembukaan adalah suatu bagian yang isinya
memuat tentang pandangan awal penulis ketika menempatkan topik dalam
suatu rangkaian yang relevan. Pandangan awal ini sifatnya opsional, artinya

boleh ada boleh tidak.


Tesis (Pendapat)
Tesis dalam struktur teks eksposisi adalah suatu bagian yang berisi pendapat
penulis atau orang lain terkait topik yang dipermasalahkan dalam teks
eksposisi. Bagian tesis menjadi tempat gagasan utama atau prediksi dari penulis
terkait permasalahan yang dilandasi fakta. Bagian ini juga berfungsi sebagai

tempat bagi penulis untuk; setuju atau tidak, boleh atau tidak boleh, halal atau

haram, dan sejenisnya. Di bagian inilah pendirian penulis diperlihatkan.


Argumen
Dalam sebuah teks eksposisi, bagian argumen ini memuat alasan berupa bukti
yang dapat mendukung tesis penulis. Berisi penjelasan secara lebih mendalam
tentang pernyataan tesis (pendapat) yang diyakini kebenarannya lewat
pengungkapan fakta-fakta sebagai penjelasan argumen penulis. Bagian ini di
tandai dengan kalimat-kalimat yang menyatakan pendapat penulis terkait

permasalahan yang menjadi topik pembicaraan.


Penutup
Bagian penutup dalam teks eksposisi biasanya berupa penguatan atau
penegasan kembali tesis (pendapat) yang dikemukakan oleh penulis namun
dengan kalimat yang berbeda. Pendapat ini telah ditunjang sebelumnya oleh
keseluruhan fakta dalam bagian argumentasi.

b. Jenis-Jenis Teks Eksposisi


Eksposisi definisi
Eksposisi Proses
Eksposisi Klasifikasi
Eksposisi Ilustrasi
Ekskposisi Perbandingan
Eksposisi Laporan
c. Ciri-Ciri Teks Eksposisi
Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan
Gaya informasi yang mengajak
Penyampaian secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku
Tidak memihak artinya ialah tidak memaksakan kemauan si penulis terhadap
si pembaca
Fakta dipakai sebagai alat kontribusi serta juga alat kontritasi
d. Contoh Teks Eksposisi
Bertahun-tahun aku mengeluti usaha ini dengan sabar.Sebagai pengusaha
kecil yang bermodal kecil. Aku menghadapi berbagai macam tantangan.Persaingan
dengan pengusaha-pengusaha lain yang bermodal besar yang sering berjalan tidak
sehat hampir-hampir membuat aku putus asa. Tetapi aku telah bertekad tidak akan
mundurdalam berusaha. Sedikit demi sedikit perusahaanku memperoleh kemajuan.
Salah satu prinsip dalam kemajuan dalam memajukan perausahaanku adalah
4

melayani konsumen aku harus dapat melayani mereka sabaik-baiknya. Mutu


produksi selalu kujaga benar. Harga tetap aku kuusahakan agar tidak melebihi harga
produksi serupadari perusahaan lain. Sekarang, alhamdulillah perusahaanku sudah
masuk dalam kelompok usaha menengah, aku tidak mengalami kesulitan modal
lagi.Pemasaran hasil produksi bisa lancar.Tantangan tantangan bukanlah tidak
ada.Selama perususahaan masih berjalan, selama itu pula tantangan perusahaan pasti
ada.Tantangan itu bisa muncul dari dalam perusahaan itu sendiri, maupun dari luar.
Tetapi aku yakin, kalau dalam perusahaan menjadi seperti sekarang ini, tentu dalam
masa sekarang ini aku akan dapat menghadapi tantangan-tantangan itu dengan baik.
Bagiku tantangan itu merupakan hak yang menarik untuk diselesaikan, bukan sesuatu
yang mesti aku takuti. Aku yakin kita berusaha dengan sungguh-sungguh dengan
jalan yang benar, tentu Tuhan akan membukakan pintu keberhasilan bagi kita.
2. DESKRIPSI
Deskripsi adalah tulisan yang tujuannya memberikan perincian atau detail
tentang objek sehingga dapar memberi pengaruh pada sensivitas dan imajinasi
pembaca atau pendengar, bagaikan mereka ikut melihat, mendengar, merasakan atau
mengalami langsung objek tersebut (Semi, 1990:42).Ciri-ciri umumnya adalah (Semi,
1990: 43) :

Lebih berupaya memperlihatkan detail atau perincian tentang objek


Lebih bersifat memberi pengaruh sensivitas dan membentuk imajinasi

pembaca
Disampaikan dengan gaya yang memikatdan dengan pilihan kata yang

menggugah
Lebih banyak memaparkan tentang sesuatu yang dapat didengar, dilihat, dan
dirasakan sehingga objeknya pada umumnya benda, alam, warna, dan

manusia
Organisasi penyampaiannya lebih banyak menggunakan susunan ruang

a. Ciri-Ciri Kalimat Deskripsi


Ciri-ciri kalimat deskripsi adalah sebagai berikut.

Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.


Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan

indra.
Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.

b. Struktur Teks Deskripsi


Teks deskripsi tersusun atas beberapa struktur yaitu:

Deskripsi umum
Pada bagan deskripsi umum dijelaskan tentang definisi/identitas objek yang
dideskrpsikan). Deskripsi umum dalam teks deskripsi "Tari Saman" terdapat

pada paragraf ke-1.


Deskripsi bagian
Pada bagian deskripsi bagian dijelaskan pengklasifikasian objek yang
dideskripsikan. Pengklasifikasian dijelaskan secara lebih rinci dengna
memberikan gambaran-gambaran yang jelas. Deskripsi bagian terdapat pada
paragraf ke-2 dan ke-3.

c. Contoh Karangan Deskripsi


Kuamati penampilanku sendiri pada cermin besar itu. Tampak di seberang
kaca, seorang pemuda berwajah kasar.,sepasang mata menyala-nyala, bergairah, tapi
dalam lingkungan roman muka yang ... ya, siapa pun tidak perlu berkhayal terlalu
jauh untuk mampu menemukan persamaannya dengan moncong seekor anjing
Buldog. Tidak itu saja, tubuh yang kukuh kekar, pendek berotot, lengan dengan bisep
bak paha pemain sepak bola, dada bidang menambah-nambah imajinasi orang yang
melihatnya, bahwa aku ini tak ubahnya seperti seekor anjing Buldog saja.
3. Fabel
Fabel adalah Cerita pendek berupa dongeng yang menggambarkan watak dan
budi pekerti manusia yang diibaratkan pada binatang. Karakter-karakter yang terdapat
pada binatang tersebut dianggap mewakili karakter-karakter manusia dan diceritakan
mampu berbicara dan bertidak seperti halnya manusia. Fabel diceritakan bukan

dengan tujuan menghibur semata, Tetapi juga sebagai media pendidikan moral
didalamnya terselip nilai luhur, yakni pengenalan tentang budi pekerti .
a. Ciri-ciri Teks Cerita Fabel
Menggunakan tokoh hewan dalam penceritaannya (Handelnde Figuren sind

Tiere)
Hewan yang sebagai tokoh utama dapat bertingkah seperti manusia

(berbicara, berfikir)
Menunjukkan penggambaran moral/unsur moral dan karakter manusia dan

kritik tentang kehidupan di dalam ceritanya.


Penceritaan yang pendek (knappe Erzhlung)

b. Struktur Teks Fabel


Sebagai teks cerita naratif, teks cerita fabel memiliki struktur orientasi,
komplikasi, resolusi, dan koda.

Orientasi, Bagian awal yang berisi pengenalan tokoh, latar tempat dan waktu,

dan awalan masuk ke tahap berikutnya.


Komplikasi, berisi urutan kejadian yang dihubungkan secara sebab akibat,
pada struktur ini anda mendapatkan karakter atau watak pelaku cerita karena
beberapa kerumitan mulai bermunculan. Bagian ini tokoh utama berhadapan
dengan masalah (problem). Bagian ini menjadi inti teks narasi; harus ada. Jika

tidak ada masalah, masalah harus diciptakan.


Resolusi, pada struktur ini pengarang mengungkapkan solusi yang yang
dialami tokoh. Bagian ini merupakan kelanjutan dari komplikasi, yaitu

pemecahan masalah. Masalah harus diselesaikan dengan cara yang kreatif.


Koda merupakan bagian akhir cerita yang biasanya berupa kesimpulan.

4. ULASAN
Teks ulasan yaitu teks yang berisi ulasan atau penilaian terhadap suatu karya
(drama atau film). Mengulas suatu film dan drama mengharuskan kita untuk bersikap
kritis. Sikap kritis ini sangat penting agar ulasan yang kita tulis tersebut berkontribusi
bagi kemajuan film dan drama itu sendiri.
a. Struktur Teks Ulasan

Struktur teks itu adalah bagian-bagian yang membangun sebuah teks sehingga
menjadi suatu teks yang utuh. Adapun struktur yang membangun teks ulasan terdiri
dari orientasi, tafsiran, evaluasi, dan rangkuman. Baiklah mari kita bahas struktur teks
ulasan dibawah ini yang telah saya susun lengkap agar dapat dipelajari dengan mudah
oleh sobat-sobat semua.

Orientasi, berisi pengenalan tentang gambaran umum mengenai sebuah karya


(film dan drama) yang akan diulas. Gambaran umum ini menyiapkan "latar

belakang" bagi pembaca mengenai apa yang akan diulas.


Tafsiran, berisi gambaran detail mengenai sebuah karya (film dan drama)
yang diulas, misalnya bagian-bagian dari hasil karya, keunikan, keunggulan,

kualitas, dan sebagainya.


Evaluasi, berisi pandangan dari pengulas mengenai hasil karya yang diulas.
Hal ini dilakukan setelah melakukan tafsiran yang cukup terhadap hasil karya
tersebut. Pada bagian ini penulis akan menyebutkan bagian yang bernilai
(kelebihan) atau bagian yang kurang bernilai (kekurangan) dari suatu karya

(film dan drama).


Rangkuman, berisi kesimpulan dari ulasan terhadap suatu karya (film dan
drama). Bagian ini juga memuat komentar penulis apakah hasil karya tersebut

bernilai/berkualitas atau tidak untuk ditonton/disaksikan.


b. Contoh Teks Ulasan
Di Balik 98 adalah sebuah film produksi MNC Pictures yang bercerita
tentang peristiwa rusuh 1998. Rakyat Indonesia tentu tahu mengenai peristiwa Mei
1998. Ya, waktu itu adalah waktu-waktu yang genting bagi tahta kepresidenan
Soeharto dan Orde Baru. Tetapi Di balik 98, dibalik panasnya situasi politik, ada
cerita-cerita yang bisa dipetik nilai kemanusiaannya.
Dikisahkan, Diana (Chelsea Islan), seorang mahasiswi Trisakti akhirnya
memutuskan untuk menjadi demonstran. Masa kekuasaan Soeharto, menurutnya
harus segera diakhiri. Memilih untuk menjadi demonstran merupakan aplikasi yang
kurang tepat, mengingat Diana kini tinggal dengan kakaknya, Salma (Ririn Ekawati),
seorang pegawai Istana Negara, dan suami Salma, Bagus (Donny Alamsyah), seorang
Letnan Dua, Angkatan Darat.

5. EKSEMPLUM
Teks eksmplum adalah jenis teks rekaan yang berisi insiden yang menurut
partisipannya tidak perlu terjadi. Secara pribadi, partisipan menginginkan insiden itu
dapat diatasi, tatapi ia tidak dapat berbuat apa-apa.
a. Struktur
Abstrak inti peristiwa sebagai pengantar yang menggambarkan peristiwa

yang akan diceritakan.


Orientasi bagian pembuka cerita atau awalan cerita.
Insiden peristiwa yang tidak diinginkan.
Interpretasi makna atau pesan dari peristiwa yang tidak diinginkan.
Koda bagian penutup cerita.

b. Ciri ciri
Berisi peristiwa yang tidak diinginkan terjadi
Menunjukkan urutan peristiwa yang jelas
Menggunakan bahasa naratif
Mempunyai struktur lengkap, yaitu abstrak, orientasi, insiden, interpretasi,
dan koda.
c. Karakteristik
Berisi peristiwa yang tidak sering terjadi
Peristiwa merupakan hal yang tidak diinginkan
Menimbulkan penyesalan bagi partisipan
Menghadirkan diri penulis dalam interpretasi dan koda
Mengandung nilai nilai yang disarankan oleh peristiwa
d. Contoh
Pencurian
Sabtu sore, aku pulang dari lapangan Tenis Indoor FIK. Aku baru saja
menghadiri Monitoring dan Evaluasi di sana. Sampai kos sudah maghrib, aku
langsung mandi. Setelah mandi, aku solat maghrib, lalu aku istirahat sebentar di
kamar. Di kamar, aku mengobrol dengan Hala. Tak terasa, waktu cepat berlalu. Jam
24.00 WIB teman sekamarku pulang, Mbak Devi namanya. Kami mengobrol sampai
pukul 1.00 WIB. Minggu pagi, aku dan Devi bangun di pagi yang kacau. Kami
kemalingan. Dua laptop, dua handphone, satu modem, dan tasku hilang. Seseorang
telah mencurinya semalam. Diperkirakan antara pukul 1.00 sampai pukul 3.00.
9

Sebab, teman sebelah kamarku bangun pukul 3.00 dan tahu bahwa pintu kamarku
terbuka. Tapi, ia juga belum tahu kalau kami baru saja kehilangan beberapa barang
penting. Aku bertanya pada Devi, apakah ia belum mengunci kamar ketika tidur,
ternyata Devi lupa tidak mengunci kamar kami.
Setelah itu, aku dan Devi langsung lapor ke Bapak Kos, kami disuruh untuk
lapor ke kepolisian. Pagi itu, kami langsung ke Polsek Gunung Pati, pukul 08.00
kami tiba, membuat keterangan, surat kehilangan dan menyerahkan barang bukti
berupa tas yang ditnggalSi Pencuri di Jemuran. Jam 10.00 WIB polisi datang ke kos
untuk melihat dan menyelidiki kasus ini. Meski polisi juga belum bias menemukan
pelakunya. Kami betul-betul tidak menyangka kejadian seperti ini menimpa kami.
Kejadian ini adalah peringatan besar untuk kami. Sejak itu, saya dan Devi
terus waspada. Aku telah memasang gembok di pintu belakang. Dan kamarku selalu
dikunci meski kami hanya keluar sebentar. Barang-barang itu bisa kembali
Alhamdulillah, tapi kami juga tidak menaruh harapan terlalu banyak. Aku dan Devi
masih sehat dan selamat juga sudah bagus. Aku berjanji, akan terus waspada, berhatihati dalam menjalankan aktivitas- aktivitas di hari berikutnya.

6. DISKUSI
Teks diskusi adalah salah satu jenis teks yang memberikan dua pendapat
mengenai suatu hal. Pendapat tersebut tentu ada yang selaras dan juga ada yang
bertentangan. Ketika kita berdiskusi tentang suatu hal, tidak dipungkiri diskusi kita
tersebut memiliki berbagai argumen / pendapat yang beragam. Begitu juga dengan
teks diskusi ini memiliki dua pendapat yang berbeda; satu, pendapat yang setuju dan,
dua, pendapat yang tidak setuju. Oleh karena itu kita harus memiliki pandangan luas
mengenai suatu masalah jika kita ingin membuat teks diskusi.
Teks diskusi (discussion text) bisa di definisikan sebagai sebuah teks yang
berisi tentang sebuah wacana yang bermasalah. Wacana yang bermasalah ini adalah
wacana yang memiliki dua kubu antara pro (mendukung) dan contra (penentang),
antara pendukung isu dan penentang isu. Masalah yang dihadirkan dalam teks diskusi

10

nantinya akan didiskusikan berdasarkan dua sudut pandang tersebut (Point of View)
tersebut, pro (pendukung) dan kontra (penentang). Tujuan komunikatif dari teks
diskusi itu sendiri adalah untuk mengetengahkan suatu masalah atau isu yang ditinjau
paling tidak dari dua sudut pandang, sebelum sampai pada suatu kesimpulan atau
rekomendasi.

Dari dua definisi di atas dapat disimpulkan secara sederhana bahwa

yang disebut dengan teks diskusi adalah tulisan yang mengulas sebuah masalah (isu)
dengan disertai argumen/pendapat baik yang mendukung maupun yang menentang
isu tersebut serta diakhiri dengan simpulan atau rekomendasi penulis.
a. Struktur Teks Diskusi
Suyatno menyebutkan bahwa struktur isi teks diskusi meliputi: Isu, Argumen
pro dan kontra, Konklusi/Simpulan. (Bahan presentasi pelatihan menulis jenis
teks,2014,Unesa). Pada sebuah laman internet menyebutkan secara sederhana bahwa
struktur isi teks diskusi mencakup:
1.

Isu (masalah)

2. Argumen (pendapat)
a. Pendapat Yang Mendukung(Supporting Points)
b. Pendapat Yang Bertentangan(Contrasting Points)
3.

Kesimpulan / Saran(Conclusion / Recommendation)

b. Ciri Teks Diskusi


Istilah Umum
Ciri kebahasaan pertama adalah pengunaan istilah umum. Istilah umum
adalah istilah yang sudah diketahui oleh kebanyakan orang. Biasanya
berhubungan dengan isu yang dibahas. Contohnya : Isunya bolehkan anak

membawa hp ke sekolah. Nah, contoh istilah umumnya adalah handphone.


Kata Perbandingan
Selanjutnya adalah kata perbandingan. Teks diskusi juga berisi kata yang
menunjukkan perbandingan. Perbandingan disini sama saja dengan konjungsi
pertentangan. Contohnya : Berbeda dengan pendapat di atas, justru, akan
tetapi

11

Kata Pendukung/Penolak
Yang terakhir, kata pendukung/penolak. Ciri ini sangat jelas. Jika tidak ada
kata pendukung/penolak, itu bukan teks diskusi. Contohnya : hal lainnya,
selain itu, tidak setuju, menyetujui.

c. Contoh
Siswa Tidak Boleh Membawa Hanphone di Sekolah
Larangan membawa hanphone (telepon genggam) bagi para siswa di sekolah dengan
harapan

agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, ternyata banyak

menyebabkan perdebatan di lingkungan sekolah itu sendiri.Berbagai alasan,baik yang


mendukung dan menentang larangan itu terus mengemuka sebagai polemik.
Bagi pihak yang menyetujui pelarangan membawa hanphone di sekolah itu
alasannya sederhana saja. Alasan pertama,coba Anda bayangkan ketika para peserta
didik sedang serius dan berkonsentrasi dalam pembelajaran, tiba-tiba dering
hanphone berbunyi, seketika konsentrasi kelas tertuju pada sumber suara itu.
Akibatnya, buyarlah konsentrasi belajar siswa. Alasan kedua, para peserta didik yang
notabennya adalah masih berusia anak-anak dan remaja berkecenderungan suka
bermain. Setiap hanphone dilengkapi dengan fitur-fitur permainan (game). Dengan
demikian kecenderungan bermain mereka boleh jadi akan dilakukan juga di dalam
kelas tatkala pembelajaran sedang berlangsung. Alasan lainnya adalah jika peserta
didik diperkenanankan membawa hanphone bukan tidak mungkin mereka akan
melakukan persaingan bagus-bagusan atau mahal-mahalan harga alat komunikasi ini.
Dan masih banyak alasan yang lain.
Terlepas dari alasan-alasan di atas, tidak dapat dipungkiri bahwa para peserta
didik suatu ketika sangat membutuhkan jasa handphone, khususnya yang dapat
dipakai untuk mengakses internet. Kita ketahui bersama bahwa salah satu sumber
yang dipergunakan dalam mengumpulkan informasi data adalah berasal dari internet.
Hanphone adalah sarana yang sangat efektif untuk dibawa dan dipergunakan untuk
mengakses data yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Bahkan, untuk Kurikulum

12

2013 memprasaratkan media internet sebagai salah satu sumber penting dalam
mengeksplorasi informasi pembelajaran.
Tampaknya argumen-argumen yang ada di atas dapat kita terima
kebenarannya, akan tetapi kita harus bijak bersikap.Artinya,sekolah memperbolehkan
siswa membawa HP asal tidak diaktifkan ketika kegiatan belajar mengajar sedang
berlangsung atau boleh diaktifkan di dalam kelas apabila alat ini dibutuhkan untuk
mengunduh informasi pembelajaran melalui internet.

13

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Memahami Informasi Tertulis dalam Berbagai Bentuk Teks, Sumber informasi
terdiri atas sumber informasi yang berbentuk media cetak, media elektronik, dan
langsung dari narasumber. Dalam konteks Memahami Informasi ini meliputi
1.

Mengidentifikasi sumber informasi dengan teknik membaca cepat.

2.

Jenis -Jenis Teks Tertulis.

3.

Penanda masalah, gaya tulisan, fakta, opini, dan hasil yang terdapat dalam

teks.
4.

Membaca grafik, tabel, dan bentuk informasi.

5. Teknik membuat catatan.


Pada materi memahami informasi tertulis dalam berbagai bentuk Teks ini
diharapkan para penulis mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
serta menggunakan ejaan bahasa yang telah disempurnakan (EYD), Sedangkan
Memahami Informasi diharapkan para warga Indonesia mampu memahami informasi
tertulis dalam berbagai teks.

14

DAFTAR PUSTAKA
Jamaludin, Jajang. 2006. Menulis Populer. http://www. smeru.or.id/ report/training/
menjembatani_penelitian_dan_kebijakan
/untuk_
organisasi_
advokasi/file/83. Keraf, Gorys. 2004. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
Soeseno, Slamet. 1982. Teknik Penulisan Ilmiah-Populer. Jakarta: Gramedia.
Wiyata, A. Latief. 2008. Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah-Pendahuluan,
Pendekatan, dan Metodologi. http://www. unissula.ac.id/ perpus/images/
stories/ Jurnal/latief%20wiyata%20(pendahuluan).

15