Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL PROJEK MANEJEMEN AGRIBISNIS

HORTIKULTURA TANAMAN BAYAM (Amaranthus spp)

Disusun Oleh :
Fajar Randa Rifai

20130210164

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2015

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Peranan produksi tanaman sayuran pada masa mendatang sangat diperlukan guna
pemenuhan gizi. Komoditas sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang
diperlukan untuk kesehatan tubuh dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Tanaman bayam merupakan jenis sayuran daun yang sudah lama dikenal oleh banyak
kalangan dan merupakan salah satu sumber bahan makanan yang bergizi tinggi
dengan harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Bayam (Amaranthus sp.) merupakan sayuran daun yang banyak digemari
masyarakat. Cara mengonsumsi bayam sangat mudah, yaitu dapat langsung dimakan
sebagai lalapan, diolah menjadi sayur ataupun produk olahan lain. Kegunaan bayam
selain sebagai bahan pelengkap pangan dapat juga digunakan sebagai obat dan bahan
kecantikan. Kandungan gizi yang terdapat pada bayam yaitu zat besi, mineral dan
vitamin (Rukmana, 2005).Bayam memiliki sifat meruah, sukulen (berair), dan lebih
mudah rusak (perishable) sehingga diperlukan penanganan pasca panen yang baik
agar kualitasnya tidak turun. Kerusakan hasil selama pasca panen sebagian besar
disebabkan oleh berkurangnya kadar air, busuk,kerusakan fisik, ataupun gangguan
respirasi yang mengakibatkan produk tidak dapat dimanfaatkan lagi. Persentase
kehilangan hasil sayuran di Indonesia tergolong tinggi, yaitu mencapai 25-40 %
(Muchtadi dan Anjarsari, 1995). Produksi bayam di Indonesia dari tahun 2004 hingga
2008 mengalami kenaikan dengan rata-rata kenaikannya sebesar14.02 % (BPS,
2009).
Bayam merupakan tanaman holtikultura yang sudah lama dibudidayakan di
Indonesia. Produksi bayam sangat dipengaruhi oleh luas lahan. Menurut Rukmana
(2005) bahwa pusat penanaman bayam di Indonesia adalah Jawa Barat (4.273 hektar),
Jawa Tengah (3.479 hektar), dan Jawa Timur (3.022 hektar). Propinsi lainnya berada
pada kisaran luas panen antara 3.0 - 2.376 hektar. Di Indonesia total luas panen
bayam mencapai 31.981 hektar atau menempati urutan ke-11 dari 18 jenis sayuran
komersial yang dibudidayakan dan dihasilkan oleh Indonesia. Produk bayam nasional
sebesar 72.369 ton atau rata-rata 22,63 kuintal per hektar

B. Tujuan
1. Untuk membudidayakan tanaman hortikultura yaitu tanaman bayam secara
baik dan benar guna mendapatkan hasil produksi yang bagus, serta
mengetahui analalisis kelyakakan suatu produksi bayam.

II.

RENCANA USAHA

A. Budidaya Bayam
1. Syarat Tumbuh
Bayam dapat tumbuh sepanjang tahun dimana saja, baik di dataran rendah,
maupun di dataran tinggi. Pertumbuhan paling baik pada tanah subur dan banyak
sinar matahari. Suhu yang baik 25 35 C dan pH tanah antara 6-7. Waktu tanam
terbaik pada awal musim hujan atau pada awal musim kemarau.
2.

Pengolahan Tanah
Pencangkulan tanah untuk tanaman bayam sedalam 20-30 cm dan diberi pupuk

kandang atau kompos yang telah jadi sebanyak 30 - 40 kg / m2, atau 3000 kg untuk
luasan lahan 1000 m2 . Tanah dan pupuk harus harus bercampur merata agar tanahnya
gembur. Setelah tanah diratakan, dibuat bedengan-bedengan tanaman selebar 1 - 1,5
m setinggi 12 15 cm dan jarak antara bedengan satu dengan bedengan lainnya 30 40 cm.
3.

Penanaman
Sebelum disebar dibedeng, biji bayam yang halus dicampur dengan abu dapur

kering atau pasir sebanyak 10 kali jumlah biji sampai tercampur rata, lalu disebar
dalam alur barisan membujur, jarak antar barisan sekitar 20 cm. Jumlah biji yang
diperlukan untuk tiap 10 m2 bedengan sekitar 10 gr, jadi untuk satu Ha dibutuhkan
biji sekitar 10 kg, sehingga untuk penggunaan lahan 1000 m 2 membutuhkan benih 1
kg. Biji yang sudah disebar, harus ditutup dengan tanah halus atau pupuk kandang
yang sudah matang. Lebih baik lagi bila ditutup dengan lapisan jerami. Biasanya
setelah 3 5 hari setelah benih disebar maka biji akan berkecambah. Setelah biji
mulai tumbuh, penutup tanah harus dibuka.
4. Pemeliharaan
a. Pemupukan
Pupuk kandang diberikan dengan dosis 10 ton/ha atau 1 kg/10 m2 bila
kondisi tanahnya kurang subur/kandungan bahan organiknya rendah. Sehingga
penggunaan pupuk apabila di konversikan kedalam 1000 m 2 membutuhkan
pupuk kandang 1000 kg atau setara dengan 1 ton. Pupuk buatan yang diberikan
adalah 120 k N/ha, 90 kg/ha P2O5 dan 50 kg/ha K2O atau setara 30 g Urea, 20

g SP-36 dan 10 g tiap m2 luas bedengan, sehingga apabila dikonversikan


kedalam luasan lahan 1000 m2 yaitu setara dengan 12 kg Urea, 9 kg Ponska, 5
kg KCL.
b. Pengairan
Pada fase awal pertumbuhan, sebaiknya penyiraman dilakukan rutin dan
intensif 1-2 kali sehari, terutama di musim kemarau. Waktu yang paling baik
untuk menyiram tanaman bayam adalah pagi atau sore hari, dengan
menggunakan alat bantu gembor (emrat) agar air siramannya merata.
c. Pengendalaian OPT
Jenis pestisida yang digunakan untuk tanaman bayam adalah Dithane M-45
dengan dosis 1,5-2 gram/liter air, Ambush 2 EC atau Lannate 2 EC dengan
konsentrasi 2 gram per liter air. Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan
alat penyemprot berupa tangki sprayer. Cara penyemprotan yaitu jangan
dilakukan ketika angin bertiup kencang dan jangan menentang arah datangnya
angin. Jangan melakukan penyemprotan pada saat akan hujan dan sebaiknya
dicampurkan bahan perekat. Waktu penyemprotan dilakukan pada pagi hari
benar atau sore hari ketika udara masih tenang. Hal tersebut untuk menghindari
matinya lebah atau serangga lainnya yang menguntungkan.
B. Panen dan Pasca Panen
Bayam cabut biasanya dipanen apabila tingginya sudah mencapai kirakira 20
cm, yaitu pada umur antara tiga sampai empat minggu setelah tanaman tumbuh.
Tanaman ini dapat di cabut dengan akarnya atau dengan cara memotong pada bagian
pangkal rata - rata 2 cm di atas permukaan tanah. Sedangkan untuk bayam petik
biasanya mulai dapat di panen pada umur antara satu sampai setengah bulan dengan
interval pemetikan seminggu sekali. Tanaman bayam yang terpelihara dengan baik
dapat berproduksi mencapai 5 sampai 10 t/ha.
C. Pemasaran
Pemasaran merupakan hal penting dalam proses usaha tani, karena hasil dari
pertanian pada akhirnya akan dipasarkan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan.
Setrategi pemasaran yang dilaksanakan dalam usaha tani bayam ini pula sebaiknya

dilakukan dengan perhitungan yang benar agar dapat dihasilkan keuntungan yang
besar dan kotinyuitas. Dalam kenyataannya, pemasaran bayam dapat dilakukan
dengan sedikitnya tiga cara yaitu:
1) Menjual bayam dilahan ketika panen dengan menghadirkan pembeli atau
pengumpul datang. dengan sistem penjualan ini akan melibatkan pengepul yang
membeli produk bayam yang dimungkinkan dihargai lebih murah.
2) Menitipkan atau memasokan produk tani bayam ke swalayan-swalayan yang
memungkinkan dapat menerima pasokan sayuran. Seperti hasil survey
sebelumnya, produk-produk sayuran bisa dipasok atau dititipkan untuk
dipasarkan kepada mini market-mini market terdekat. Misalnya mini maket yang
sudah disurvey diantaranya mini market Rizky sekitar kampus UMY, mini
market pak Rajiman utara UMY.
3) Menjual langsung produk usaha tani bayam kepada konsumen langsung.
Pemasaran ini dapat dilakukan dengan cara penjualan langsung di pasar
tradisional yang ada misalnya pasar gamping yang terdekat dengan kampus
UMY, atau pemasaran dapat dengan strategi penyediaan sayuran khusus bayam
kepada kantin-kantin kampus. Pemasaran tersebut telah disurvey sebelumnya,
untuk kantin-kantin kampus bersedia membeli produk sayuran tertentu kepada
pemasok yang datang langsung ke tempat.
D. Struktur Organisasi
DIREKTUR UTAMA
HENDI

MANAGER PRODUKSI
FAJAR RANDA RIFAI

SEKERTARIS
IRMA FITRIANA

MANAGER PEMASARAN
HERI AFRIZA
1.

DIREKTUR UTAMA

HRD
VERY ADI S

MANAGER KEUANGAN
NURUL FARAH

Direktur (dalam jumlah jamak disebut Dewan Direktur) adalah seseorang


yang ditunjuk untuk memimpin Perseroan terbatas (PT). Direktur dapat
seseorang yang memiliki perusahaan tersebut atau orang profesional yang
ditunjuk oleh pemilik usaha untuk menjalankan dan memimpin perseroan
terbatas. Penyebutan direktur dapat bermacam-macam, yaitu dewan manager,
dewan gubernur, atau dewan eksekutif. Pada umumnya direktur memiliki tugas
antara lain:
a. Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan
perusahaan.
b. Memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan
kepala bagian (manajer).
c. Menyetujui anggaran tahunan perusahaan.
d. Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja
perusahaan.
2.

MANAGER PRODUKSI
Tugas Manager produksi adalah bertanggung jawab atas
segala mekanisme manejemen produksi secara teknis yang
meliputi pengawasan dan pengendalian proses produksi. Tugas
Manager produksi dalam perusahaan meliputi :
a. Melakukan

perencanaan

dan

pengorganisasian

jadwal

produksi
b. Menentukan standart control kualitas produk
c. Mengawasi proses produksi
d. Mengorganisir perbaikan dan pemeliharaan rutin peralatan
produksi
e. Mengawasi stff junior
f. Menilai kelayakan proyek
g. Mengelola pemesanan dan pembelian bahan baku produksi
h. Menjadi

penghubung

penjualan

dengan

pembeli,

pasar

dan

staff

i. Memperkirakan serta melkaukan negosiasi rentang waktu


dengan klien dan manager dalam hal berkaitan dengan proses
produksi.
3.

SEKERTARIS
Sekretaris adalah dari segi asal katanya, istilah sekretaris asalnya dari kata

secretum yaitu bahasa latin yang artinya rahasia. Kata secretum lalu
kemudian berubah menjadi kata secretarius yaitu dalam bahasa Perancis, lalu
secretary dalam bahasa Inggris, lalu akhirnya menjadi kata secretaries yaitu
dalam bahasa Belanda, dan masuk ke Indonesia yang dikenal dengan istilah
sekretaris yang berasal dari kata secretaries bahasa Belanda. Sekretaris
adalah orang, pegawai ataupun karyawan yang di berikan tugas dan juga
pekerjaan yang berhubungan dengan masalah rahasia suatu negara atau
perusahaan. Atau dapat di katakan definisi sekretaris yaitu seseorang yang
membantu seorang pemimpin atau badan pimpinan ataupun suatu perusahaan,
terutama untuk penyelenggaraan kegiatan administratif yang akan menunjang
kegiatan manajerial seorang pemimpin atau kegiatan operasional perusahaan.
Adapun tugas-tugas nya meliputi :
a.

Menyiapkan

laporan,

menyiapkan

agenda

rapat,

menyiapkan

pidato/pernyataan pimpinan.
b.

Membuat ikhtisar dari berbagai berita dan karangan yang termuat dalam surat
kabar, brosur, majalah dan berbagai macam media lain, yang ada kaitannya
dengan kepentingan kantor atau perusahaan.

c.

Mengoreksi berbagai bahan cetakan, misal seperti: undangan, formulir, brosur


serta daftar yang dikonsep oleh perusahaan.

d.

Mewakili pimpinan dalam berbagai macam resepsi atau pertemuan.

4. MANAGER KEUANGAN
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran,
pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang
dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Manajemen keuangan berhubungan

dengan 3 aktivitas, yaitu :Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk


menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas
untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber
dana eksternal perusahaanAktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh
dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin.Tugas
Manager keuangan yakni
a. Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta
kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
b. Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan
membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
c. Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk
memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
d. Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada
untuk operasional kegiatan perusahaan.
e. Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan
dan mengamankan dana tersebut.
f. Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan
dan sistem keuangan pada perusahaan.
g. Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan
yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
h. Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan
perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi
5. MANAGER PEMASARAN
Sebuah proses yang di gunakan oleh suatu lembaga ataupun Organissi dalam
sebuah perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan berjalannya perusahaan
tersebut dan bisa mendapatkan keuntungan atau laba, Konsep dari manager
pemasaran meliputi :
a. Pasar sasaran dan segmentasi
b. Tempat pasar, ruang pasar, dan metamarket

c. Pemasar dan calon pelanggan


d. Kebutuhan, keinginan, dan permintaan
e. Produk, tawaran, dan merek
f. Nilai dan kepuasan
g. Pertukaran dan transaksi
h. Relasional dan jaringan kerja
i. Saluran pemasaran
j. Rantai pasokan
k. Persaingan
l. Lingkungan pemasaran
m. Program pemasaran
6.

HRD
Arti lain dari Human Resources Development (Sumber Daya Manusia/SDM)

adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan,
pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas
organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau
unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia.
Manajemen sumber daya manusia juga dapat diartikan sebagai suatu prosedur yang
berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan
dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat
pada saat organisasi memerlukannya. Adapun tugas dan fungsinya :
a. HRD bertugas melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja ( Preparation and
Selection
b. Persiapan
c. Rekruitmen Tenaga Kerja
d. Seleksi Tenaga Kerja

III.

ANALISIS USAHA

Dalam melakukan analisis usaha tani pertanian tentunya para petani


mengharapkan memperoleh keuntungan dari hasil yang diusahakannya, khusunya
untuk para petani bayampun mengharap keuntungan dari produksi bayamnya. Dalam
analisis usaha tani dihitung besarnya biaya total yang terdiri dari biaya tetap dan
biaya variable , besarnya penerimaan dari produksi bayam yang nantinya dihasilkan ,
keuntungan dari penerimaan tersebut, imbangan antara penerimaan dan total biaya
serta titik impas dari usaha penanaman bayam tersebut.
Menurut Supriono (2009), analisa usaha tani dilakukan untuk mengetahui
kelayakan usaha, beberapa hal yang dibahas dalam analisis ini adalah :
A. Biaya Tetap
B. Biaya Variabel
C. Penerimaan
D. Keuntungan
E. R/C ratio serta,
F. BEP
A. Analisis Usaha Tani
Uraian
A. Biaya Tetap
1. Sewa Lahan
Total
B. Biaya Variabel
1. Alat
a. cangkul
b. Sprayer
c. Gembor
d. Sabit
2. Bahan
a. Benih
b. Pupuk- Kandang
Urea
Ponska
KCL
c. Pestisida Nabati

Volume

Satuan

Harga

1000 m2

2
1
1
2
3
1000
12
9
5
1

Jumlah
Rp500.000
Rp500.000

Buah
Buah
Buah
Buah

Rp3.000
Rp5.000
Rp30.000
Rp3.000

Rp6.000
Rp5.000
Rp30.000
Rp6.000

kg
kg
kg
kg

Rp35.000
Rp200
Rp4.500
Rp2.000
Rp1.400
Rp20.000

Rp105.000
Rp200.000
Rp54.000
Rp18.000
Rp 7.000
Rp20.000

3. Tenaga Kerja
a.Pengolahan Tanah

b.Penanaman

c. Penyaiangan

d. Pemupukan

f. Pemeliharaan

g. Panen
Biaya Pemasaran
Total
Total Biaya Produksi
Hasil
Keuntungan

2
8

(1
HOK)
(1
HOK)
(1
HOK)
(1
HOK)
(1
HOK)
(1
HOK)
Liter

4000

Ikat

Rp45.000

Rp180.000

Rp40.000

Rp80.000

Rp40.000

Rp80.000

Rp40.000

Rp80.000

Rp40.000

Rp80.000

Rp40.000
Rp7.100

Rp1.000

Rp80.000
56800
Rp1.087.800
Rp1.587.800
Rp4.000.000
Rp2.412.200

B. Cash Flow
Keterangan

Rp(532.000)

Saldo awal
Arus kas masuk
Total Penjualan
Total arus kas masuk
Arus kas keluar

Sewa Lahan
Benih
cangkul
Sprayer
Gembor
Sabit
Pupuk- Kandang
Urea
Ponska
KCL
Pestisida Nabati
Pengolahan Tanah

Minggu
3

Rp (80.000) Rp(319.000) Rp(180.000)


Rp4.000.000

Rp105.000
Rp 6.000
Rp 5.000
Rp30.000
Rp6.000
Rp200.000
Rp54.000
Rp18.000
Rp 7.000
Rp 20.000
Rp180.000

Penanaman
Penyaiangan
Pemupukan
Pemeliharaan
Panen
Biaya Pemasaran

Rp80.000
Rp80.000
Rp 80.000
Rp 80.000

Rp 319.000

Rp 80.000
Rp 80.000

Total arus kas keluar

Rp 532.000

Rp80.000

Saldo akhir

Rp(532.000)

Rp (80.000) Rp(319.000) Rp(180.000)

Perhitungan penyusutan alat :


1.

Cangkul : Harga Beli


Umur
Nilai sisa
Penyusutan/tahun
Penyusutan/bln
2. Sprayer :Harga Beli
Umur
Nilai sisa
Penyusutan/tahun

3.

4.

Penyusutan/bln
Gembor: Harga Beli
Umur
Nilai sisa
Penyusutan/tahun
Penyusutan/bln
Sabit
:Harga Beli
Umur
Nilai sisa
Penyusutan/th

Penyusutan/bln
C. Analisis Rasio Finansial
1. Biaya tetap

= Rp 130.000
= 4 th
= Rp 10.000
= Rp 130.000 Rp 10.000
4
= Rp 30.000/th
= Rp 30.000/12 = Rp 2.500/bln
= Rp 200.000
= 4 th
=0
= Rp 200.000 0
4
= Rp 50.000/th
= Rp 50.000/12 = Rp 4.000/bln
= Rp 30.000
= 4 th
=0
= Rp 30.000 0
4
= Rp 7.500/th
= Rp 8.333/12 = Rp 625/bln
= Rp 5.000
= 4 th
=0
= Rp 5.000-0
4
= Rp 1.250
= RP 1.250/12 = Rp 100/bln

Rp 180.000

Rp 80.000
Rp56.800
Rp136.800
Rp3.863.200

Biaya tetap ialah biaya yang jumlah totalnya akan sama dan tidak akan berubah
sedikitpun walaupun jumlah barang yang diproduksi dan dijual berubah-ubah dalam
kapasitas normal. Dalam hal ini biaya tetap meliputi sewa lahan dan peralatan yang
dapat menunjang produksi. Total biaya tetap yang dikeluarkan untuk produksi bayam
yakni sebesar Rp 5.000.000
2. Biaya variable
Biaya variable adalah biaya yang berfluktuasi secara proporsional dengan
kuantitas output. Biaya variable dapat berhubugan dengan biaya bahan baku, serta
tenaga kerja yang dibutuhkan. Dalam hal ini biaya variable meliputi bahan tanm
berupa benih, pupuk, pestisida serta tenaga kerja. Total yang dikeluarkan untuk satu
kali musim tanam produksi bayam sebesar Rp1.562.800
3. Penerimaan
Penerimaan atau Revenue adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan
barang atau outputnya.
TR

=PxQ
= Rp 1000 x 4000
= Rp 4.000.000

Keterangan :

P = Harga, Q = Jumlah

4. Pendapatan atau keuntungan


Penghasilan adalah hasil akhir penghitungan dari pendapatan dan keuntungan
dikurangi beban dan kerugian dalam periode tersebut. Keuntungan dapat dihitung
dengan menggunkan rumus sebagai berikut
PD

= TR TC
= Rp 4.000.000 Rp1.587.800
= Rp 2.412.200

Keterangan

: TR = Pendapatan, TC= Total Biaya

5. Produktifitas Tenaga Kerja


Kemampuan karyawan dalam berproduksi dibandingkan dengan input yang
digunakan. Dalam mencari produktifitas tenaga kerja menggunakan rumus sebagai
berikut:

= Rp 172.300

Sehingga dari hasil yang telah dicari bahwa nilai produktifitas TK> tingkat upah
yang telah diberikan, sehingga ini dapat dikatakan layak.
6. Produktifitas Modal
Produktifitas modal yaitu perbandingan antara keuntungan yang didapat dibagi
dengan jumlah total biaya yang dikeluarkan selam proses produksi dalam bentuk
persen. Berikut merupakan rumus produktifitas modal :
ROI=

x 100%

x 100%

= 65 %
7. BEP (Break Event Point)
Analisis Break Even Point adalah suatu teknis analisis untuk mempelajari hubungan
antara biaya tetap, biaya variable, keuntungan dan volume kegiatan. BEP terdiri dari BEP
harga dan BEP produksi dengan rumus sebagai berikut:
a. BEP Harga

=
= Rp 396/ Ikat< Rp 1000= Layak
b. BEP Produksi

=
=
= Rp 1.587 ikat <4.000 = Layak

8. Analisis Kelayakan atau Revenue Cost Ratio ( R/C)


R/C ratio merupakan perbandingan antara penerimaan total dan biaya total. R/C
ratio digunakan untuk menganalisis penerimaan yang diperoleh dari usahatani

menunjukkan penggunaan satu satuan biaya yang digunakan untuk menghasilkan


sejumlah penerimaan. R/C ratio dapat dirumuskan
R/C

=
=
= 2,5

Sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha ini layak dikarenakan hasil analisis
R/C menunjukkan lebih dari satu

KESIMPULAN
1. Dari hasil analisis usaha tani didapatkan berupa analisis yang berbentuk kelayakan
dari usaha tersebut seperti biaya yang keluar, penerimaan, keuntungan,
produktifitas kerja, produktifitas kerja, BEP harga, BEP modal, serta analisis R/C
ratio.
2. Hasil yang didapat bahwa [roduksi tenaga kerja untuk budidaya bayam layak
karena nilai produktifitas TK> tingkat upah yang telah diberikan, sehingga ini
dapat dikatakan layak.
3. Untuk BEP harga dan juga BEP produksi dapat dikatakan layak dikarenakan BEP
harga lebih kecil dari pada harga yang dijual, begitu juga dari BEP produksi lebih
kecil dari hasil yang telah didapat.
4. Dalam analisis kelayakan R/C ratio, bahwa tanaman bayam ini cukup layak untuk
terus diusahakan hal ini dikareanakan hasil R/C lebih dari satu.

DAFTAR PUSTAKA
Dedi. 2013. Budidaya Dan Produksi Benih Bayma.
http://dedi.staf.narotama.ac.id/2013/06/26/budidaya-dan-produksi-benihbayam/. Diakses pada tanggal 18 Desember 2015
Fitriana. 2010. Budidaya Bayam.
http://trianurfitria.blogspot.co.id/2010/12/budidaya-bayam.html. Diakses
pada tanggal 19 Desember 2015
Joko. 2015. Cara Mudah Budidaya Bayam.
http://jokowarino.id/cara-mudah-budidaya-bayam-amaranthus-sp/.
Diakses pada tanggal 17 Desember 2015
Muchtadi, D., dan B. Anjarsari. 1995. Penanganan Pascapanen dalam Meningkatkan
Nilai Tambah Komoditas Sayuran. Prosiding Seminar Ilmiah Nasional
Komoditas Sayuran. Lembang.Hal 91-105.
Rukmana, rahmat. 2005. Bertanaman Sayuran Di Pekarangan. Yogyakarta :
Kanisius.
Siska. 2014. Laporan Managemen Usaha Tani.
http://siskannajwa.blogspot.co.id/2014/02/laporan-manajemen-usahatani.html. Diakses pada tanggal 17 Desember 2015.
Wahyu. 2010. Budidaya Bayam.
https://wahyuningsihagronmi.wordpress.com/2010/02/06/budidayabayam/. Diakses pada tanggal 18 Desember 2015