Anda di halaman 1dari 119

ELEKTROKIMIA

Disusun oleh : Yelmida


A.

12/28/15

ELEKTROKIMI
A

Elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari


hubungan antara perubahan (reaksi) kimia
dengan kerja listrik.

Metode elektrokimia :
Biasanya melibatkan sel elektrokimia yang
menerapkan prinsip reaksi redoks dalam
aplikasinya.

Proses berlangsung pada elektroda yang


sama/berbeda dalam suatu sistim
elektrokimia.
12/28/15

Karena

didasarkan pada reaksi redoks,


pereaksi utama yang berperan dalam
metode ini adalah elektron yang di pasok
dari suatu sumber listrik.
Sesuai dengan reaksi yang berlangsung,
elektroda dalam suatu sistem
elektrokimia dapat dibedakan menjadi

Katoda, yakni elektroda di mana reaksi


reduksi (reaksi katodik) berlangsung
Anoda di mana reaksi oksidasi (reaksi
anodik) berlangsung.
12/28/15

Sel elektrokimia yang menghasilkan energi listrik


karena terjadinya reaksi spontan di dalamnya di
sebut SEL GALVANI
Sel elektrokimia di mana reaksi tak-spontan
terjadi di dalamnya di sebut SEL ELEKTROLISIS.
Peralatan dasar dari sel elektrokimia adalah
Dua elektroda -umumnya konduktor logamElektrolit, konduktor ion (yang dapat berupa
larutan maupun cairan) elektroda dicelupkan ke
dalam elektrolit ini.
Sumber arus.

12/28/15

Aplikasi metode elektrokimia


untuk lingkungan dan
laboratorium pada umumnya
didasarkan pada proses
elektrolisis, yakni terjadinya
reaksi kimia dalam suatu sistem
elektrokimia akibat pemberian
arus listrik dari suatu sumber
luar.

Misalnya dalam sel bahan bakar


(fuel-cell), pemurnian logam dan
elektroplating, elektroanalitik,
elektrokoagulasi, elektrokatalis,
elektrodialisis dan elektrorefining
12/28/15

Aplikasi lain yang sekarang sedang marak


dikembangkan adalah elektrosintesis.
Teknik/metode elektrosintesis adalah suatu cara
untuk mensintesis / membuat dan atau
memproduksi suatu bahan yang didasarkan pada
teknik elektrokimia.
Pada metode ini terjadi perubahan unsur/ senyawa
kimia menjadi senyawa yang diinginkan.
Keuntungan metode ini seperti :
peralatan yang diperlukan sangat sederhana,
potensial elektroda dan rapat arusnya dapat diatur
tingkat polusi sangat rendah dan mudah dikontrol.

12/28/15

DASAR TEORI

Reaksi elektrokimia melibatkan perpindahan


elektron elektron bebas dari suatu logam
kepada komponen di dalam larutan.

Dalam bidang elektrokimia, antaraksi fisika yang


penting adalah antaraksi elektromagnetik.

Dasar antaraksi elektromagnetik adalah adanya


gaya tarik atau gaya tolak antara dua muatan,
yaitu Q1 dan Q2.

Hukum ini dirumuskan sebagai Hukum Coulomb


12/28/15

DASAR TEORI

Hukum Coulomb
Tarikan dan tolakan
antara dua muatan (Q1 dan
Q2)
dimana
F = gaya Coulomb
Q = muatan
= tetapan dielektrik
r = jarak antar muatan
0 = permitivitas ruang bebas

Q1Q2
F
2
4 0r

Untuk menggerakkan muatan dari satu titik ke titik lain


diperlukan beda potensial listrik
12/28/15

DASAR TEORI

Kekuatan medan listrik yang mengalir melalui


suatu penghantar, misal larutan elektrolit,
ditentukan oleh beda potensial dan tahanan
Menurut Hukum OHM :
dimana :
I = kuat arus (Ampere)
V = beda potensial (Volt)
R = tahanan (Ohm)
12/28/15

V
I
R

DASAR TEORI

Coulomb (jumlah listrik ) : jumlah listrik yang


diangkut oleh listrik 1 Ampere selama 1detik
1 C = 1A. 1s
Q=I.t
dimana :
Q = jumlah listrik (Coulomb)
I = kuat arus (A)
t = waktu (detik)
1 mol elektron = 1 Faraday = 96.500 Coulomb
12/28/15

10

DASAR TEORI

Tahanan (R) : rintangan yang terdapat


dalam sistem terhadap arus listrik
Dari hukum Ohm :
V

Hantaran (Konduktansi) : arus listrik yang


dibawa oleh ion-ion atau elektron
Konduktansi merupakan kebalikan dari
tahanan, dimana :

L = konduktansi (mho) atau (ohm )


-1

12/28/15

1
L
R
11

DASAR TEORI

KONDUKTIVITAS ( Hantaran jenis) () :

A
L

L.
A

atau

dimana :

L.

l /A = K = konstanta sel (m )
A = daerah elektroda (m )
l = jarak antar elektroda (m)
= hantaran jenis (konduktivitas) (mho. m
-1

12/28/15

12

-1

Elektrolit : suatu senyawa yang bila dilarutkan


dalam pelarut (misal : air), akan
menghasilkan larutan yang dapat
menghantar arus listrik
Pada suatu larutan elektrolit yang diukur adalah
konduktansinya, bukan tahanannya.
Untuk mengukur hantaran / konduktansi suatu
larutan dapat digunakan alat yang disebut : SEL
KONDUKTANSI
Konstanta sel suatu sel konduktansi ( l / A) diukur
dengan jalan menempatkan suatu larutan yang
telah diketahui konduktivitasnya (misalnya KCl)
ke dalam sel.
Nilai konstanta sel ===== Tetap

12/28/15

13

KONDUKTANSI SPESIFIK ( ) atau


(Hantaran Molar) yaitu : hantaran larutan
yang mengandung 1 mol elektrolit dan
ditempatkan diantara dua elektroda sejajar
yang berjarak sejauh satu meter

dimana

c = konsentrasi elektrolit ( mol/dm3)


= konduktivitas (mho m-1)
= konduktansi spesifik (mho m2 mol-1)
12/28/15

14

Contoh soal :
1.
Hantaran larutan KCl 0,0075 mol/ dm 3 adalah
1,49 . 103 mho. Jika konstanta sel 105 m-1,
hitunglah konduktivitas () dan konduktansi

spesifik () larutan
Jawab :
= K. L
= (105 m-1)(1,49, 103 mho) = 1,565.105
mho/m

= /c = 1,565.105. 10-6 mho/m = 0,021 mho.m2


0,0075x1000mol/m3
12/28/15

mol
15

Dimensi elektroda yang digunakan dalam sel


hantaran adalah 0,95 cm dan 1,015 cm. Jika
kedua elektroda diikat pada jarak antara 0,45
cm, hitunglah konstanta sel (K)
Jawab :
2.

K = l / A=

12/28/15

0,45. 10 -2 m
=
(0,95.10-2m)(1,015.10-2m)

46,8 m-1

16

Tahanan larutan KCl 0,1M dalam suatu sel


konduktansi adalah 325 ohm dan konduktivitasnya
1,29 mho/m. Jika tahanan larutan NaCl 0,05 M
dalam sel yang sama adalah 752,4 ohm,
berapakah konduktansi spesifik larutan NaCl tsb ?
Jawab :
Konstanta sel : K = / L = R
= (1,29 mho/m)(325 ohm) = 419 m-1
3.

Konduktivitas NaCl :
= K/ R = 419m-1 / 752,4 ohm = 0,557 mho/m

12/28/15

17

Maka konduktansi spesifik NaCl adalah :


= /c = 0,557 mho m-1 = 0,011 mho m2 /mol
0,05 mol/dm3

TUGAS UNTUK DIKERJAKAN :


Dari buku SK.Dogra soal No. : 15,3; 15.4 ; 15.5

12/28/15

18

KONDUKTANSI EKUIVALEN

Satu mol ion ( apa saja ! ) mengandung jumlah


ion sebesar No =6,023 x 1023 sama dengan satu
mol ion lain
No = bilangan Avogadro
sehingga :
Suatu ion akan mengandung jumlah muatan
(+) dan (-) sama dengan ion lain

Satuan ini dikenal dengan : GRAM EKUIVALEN


atau BERAT EKUIVALEN
12/28/15

19

Berat molekul
Gram ekivalen
Jumlah total muatan ion
Setiap gram ekivalen mengandung muatan yang
sama yaitu sebanyak 1 Faraday 96500 C ekiv.
Contoh :
- Massa 1mol HCl terlarut = 36,46 gr, maka 1 grek =
36,46
- Massa 1mol AlCl3 = 133,33 gr, maka 1 grek = 44,44
gr
12/28/15

20

Catatan :
Istilah gram ekivalen pada elektrolit
dengan gram ekivalen pada reaksi redoks
tidak ada hubungannya
Misal :
Gram ekiv. FeSO4 pada elektrolit = BM / 2
Gram ekiv. FeSO4 pada redoks = BM

Dengan menggunakan gram ekiv.zat, maka


definisi KONDUKTANSI EKIV. adalah :

Konduktan antara 2 elektroda yang berjarak


satu meter yang diantaranya terdapat larutan
yang mengandung tepat 1 gram elektrolit

12/28/15

21

12/28/15

22

Konduktansi ekivalen lebih berarti dibanding


konduktansi, karena pada konduktansi ekiv.
semua perhitungan didasarkan pada satuan
konsentrasi
Konduktansi ekivalen :

1000.c

c = konsentrasi
ekiv / m3

atau

c
12/28/15

c =mol / m3
23

Kurva sebagai fungsi


cuntuk berbagai larutan pada 25 o
C, memperlihatkan bahwa elektrolit kuat memotong sumbu
vertikal sehingga nilai o dapat diperoleh dengan cukup tepat.
Untuk elektrolit lemah o sulit ditentukan. Pada pengenceran
tak hingga (c ~ o), o dari CH3COOH sulit ditentukan karena
kurva hampir sejajar sumbu vertikal
30
0
NaOH

200
100
Mho ekiv-1cm2

KCl
CH3COOH

0,5
12/28/15

Kurva sebagai
fungsi

1,0

Ekiv/liter

C1/2
24

Pada pengenceran tak terhingga (c ~ o),


konduktansi ekiv. :

dimana

o konduktansi ekiv.katio n
o konduktansi ekiv.anion

HUKUM MIGRASI BEBAS KOHLRAUSCH


Hubungan dan konsentrasi, dikemukakan
oleh KOHLRAUSCH :
= o B C1/2
12/28/15

25

Pada pengenceran tak hingga, gaya interionik


kecil sekali sehingga akan terlihat konduktansi
yang sesungguhnya.

CONTOH SOAL
1.
Dari data dibawah ini, hitunglah nilai oNH4OH
pada 25o C:
o (NaOH) = 247,8 x 10-4 mho ekiv-1m2
o (NaCl)

= 126,45 x 10-4 mho ekiv-1m2

o (NH4Cl) = 149,7 x 10-4 mho ekiv-1m2

12/28/15

26

Jawab :
Konduktansi ekiv.NH4OH pada 298oK adalah :
o = o (NH4+ ) + o (OH-)
maka
o(NH4OH) = o(NH4+)+ o(Cl-) + o(Na+) + o(OH-) o (Na+) - o (Cl-)
= o(NH4Cl) + o(NaOH) - o(NaCl)
= (149,7+ 247,8 - 126,45 ) x 10-4
= 271,05 x 10-4 mho ekiv-1 m2
PR : SK.DOGRA = 15.10 ; 15.11 ; 15.14
12/28/15

27

Bilangan Transport & Mobilitas Ionik


BILANGAN TRANSPORT : fraksi dari jumlah
arus total yang dibawa oleh sebuah ion tertentu
Simbol bil.transport ; kation : t +
anion : t
Untuk suatu elektrolit tertentu :

+ t

=1

Bil.transport pada pengenceran tak hingga, c~ o


disimbolkan dengan :

t dan t

12/28/15

28

Bil.transport kation dan anion dapat ditentukan


dengan cara :
Mengukur perubahan konsentrasi elektrolit
disekitar katoda dan anoda saat elektrolisis,
artinya bil.transport tergantung pada
konsentrasi
Menggunakan mobilitas ioniknya

MOBILITAS IONIK (U) : laju gerakan suatu


ion (m/det) yang melalui suatu medan dengan
gradien potensial 1 volt/m
Mobilitas kation dan anion : U+ dan U12/28/15

29

Mobilitas Ionik :

x
U d
t. dx

dimana : x = jarak (m)


t = waktu (detik)
d/dx = kekuatan medan (volt/m)

Konduktansi juga dipengaruhi oleh mobilitas ionik

Jika z = jumlah muatan ion ( z+ dan z - ),


sedangkan c adalah konsentrasi (c+ dan c -)
(mol/m3) , maka dalam larutan terdapat :
z.c ekiv/m3 ion
12/28/15

30

Jika u+ dan u- adalah mobilitas kation dan anion :


= (z+c+u++ z-c-u-) F

z+c+= z-c-, maka

= (u+ + u-) F = ++ Pada konsentrasi tertentu :


+= z+u+F
atau - = z-u-F
atau :

u
12/28/15

zF

z F
31

Karena bil.transport merupakan fraksi total arus


yang dibawa oleh ion, maka :

u
t

u u

Atau

u
t

u u

dan

dan t

Untuk pengenceran tak hingga :

to

12/28/15

dan

to

o
32

CONTOH SOAL
2.
Hitunglah mobilitas ionis dari ion K+ dan OH- pada
pengenceran tak hingga, jika o(K+) = 73,50. 104mho m2 mol- dan o
-4
2
(OH-) = 197,6 . 10 mho m
mol-

Jawab :
Mobilitas ionik : untuk kation K+
o
-4
2

73,50
.10
mho
m
mol
u K

z K .F 1.ekiv.mol . 96500coulomb / ekiv

u 7,62m / volt. det


2

12/28/15

33

Mobilitas ionik : untuk anion OH-

197,6 .10 mho m mol


u

zOH .F 1.ekiv.mol . 96500coulomb / ekiv

o
OH

-4

u 2,05m 2 / volt. det


.o to . o
.o t o . o

KONDUKTANSI IONIK
Konduktansi spesifik setiap ion pada pengenceran tak

hingga :
o
o
o

. t .

dimana v+ & v- = jumlah ion


yang berasosiasi
12/28/15

. t . o

34

Contoh Soal
3. Konduktan spesifik HCl pada 0,05M adalah 399.
10-4mho m2 mol - dan bilangan transport ion H+
adalah 0,829. Hitunglah konduktansi spesifik ion
H+ dan Cl
JAWAB :
Untuk H+ :

H+ = t H+ . HCl
= (0,829). (399. 10-4mho m2 mol )
= 330,80. 10-4mho m2 mol Untuk ClCl- = (1 0,829) .(399. 10-4mho m2 mol )

= 68,24.10-4mho m2 mol
12/28/15

35

12/28/15

36

Elektrokimia adalah cabang dari ilmu kimia


yang mempelajari perubahan Energi Listrik
dan Energi Kimia.
Proses elektrokimia menerapkan prinsip
reaksi REDOKS.
Energi kimia
------- Energi Listrik
(reaksi spontan) ------- sel Galvani / Volta
Energi Listrik
------- Energi kimia
(reaksi tidak spontan) ------- sel elektrolisis

12/28/15

37

Terminologi
Redoks

12/28/15

38

Setengah reaksi oksidasi terjadi di anoda.


Elektron diberikan oleh
senyawa teroksidasi (zat pereduksi) dan
meninggalkan sel melalui anoda

Setengah reaksi reduksi terjadi di katoda.


Elektron diambil oleh senyawa tereduksi
(zat pengoksidasi) dan masuk sel melalui
katoda

12/28/15

39

Sel
Elektrokimia

a. Logam Zn dimasukan kedalam larutan


yang mengandung Cu2+
b. Logam Cu mengendap dan logam Zn larut
c. Logam Cu dimasukkan ke dalam larutan
yang mengandung Ag+
d. Logam Ag mengendap dan logam Cu larut
(biru)12/28/15
40

Fenomena ini berlangsung secara spontan.


Reaksi yang terjadi adalah sbb :
ANODA (kutub - ) : Zn(s --- Zn2+(aq) + 2e
(oksidasi)
KATODA (kutub +) : Cu2+(aq) + 2e --- Cu (s)
(reduksi)

Reaksi total : Zn(s)+ Cu2+(aq)--- Zn2+(aq)+ Cu(s)

Jika reaksi diatas disusun sedemikian rupa


dengan seperangkat alat yang dapat
membangkitkan arus listrik dari reaksi
spontan tersebut maka seperangkat alat
tersebut disebut --- SEL GALVANI ATAU SEL
VOLTA
12/28/15

41

Adanya aliran elektron dari anoda ke katoda


menunjukkan adanya perbedaan potensial antara
anoda dan katoda.

Jika diukur dengan voltmeter, maka harga


potensial yang terukur disebut Potensial Sel atau
Gaya Gerak Listrik (GGL) atau electromotive
force (emf) E.

Notasi yang menjadi kesepakatan untuk


menyatakan sel galvani disebut DIAGRAM SEL

Untuk sel di atas dengan mengasumsikan


konsentrasi larutan Zn2+ dan Cu2+ adalah 1M :

Zn(s)| Zn2+(1M) Cu2+(1M)| Cu


12/28/15

(s)
42

Sebuah garis vertikal melambangkan batas fasa.


Double garis vertikal melambangkan jembatan
garam. Berdasarkan kesepakatan reaksi di anoda
ditulis disebelah kiri garis ll.
Jembatan garam diperlukan bila larutan pada
anoda & katoda dapat saling bereaksi yang
berfungsi untuk memperoleh sebuah rangkaian
listrik yang lengkap.
Bisa dibuat dari kertas saring yang direndam
dalam larutan elektrolit seperti NH4NO3 atau KCl

Penumpukan ion (+) diwadah kiri atau ion (-)


dikanan dapat dihindari dengan jembatan garam,
dengan jalan mendiffusikan ion kekanan atau kiri

12/28/15

43

Sel elektrokimia :
Sel Galvani selalu terdiri dari dua elektroda :
Tempat terjadinya rx Oksidasi ----
ANODA, bermuatan negatif (-)
Tempat terjadinya rx reduksi ----
KATODA, bermuatan positif (+)
Pada sel elektrolisis, terjadi sebaliknya ,
anoda bermuatan positif dan katoda
bermuatan negatif

12/28/15

44

Pada sel Galvani : elektron bergerak dari


anoda ke katoda pada sirkuit eksternal

Pada sel elektrolisis : elektron bergerak dari


sumber tegangan luar (accu atau baterai)
masuk ke katoda dan keluar lewat anoda

Baik sel Galvani ataupun sel elektrolisis :

Anoda ----- elektroda tempat oksidasi


Katoda ----- elektroda tempat reduksi

12/28/15

45

12/28/15

46

Transport muatan dalam sel

12/28/15

47

12/28/15

48

Konstruksi dan Operasi Sel


Volta

12/28/15

49

Elektron mengalir melalui sirkuit luar dari anoda (Zn)


menuju elektroda Cu (katoda
12/28/15

50

Setengah sel oksidasi: anoda berupa batang


logam Zn dicelupkan dalam ZnSO4
Setengah sel reduksi: katoda berupa batang
logam Cu dicelupkan dalam CuSO4
Terbentuk muatan relatif pada kedua elektroda
dimana anoda bermuatan negatif dan katoda
bermuatan positif
Kedua sel juga dihubungkan oleh jembatan
garam
Dimungkinkan menggunakan elektroda inaktif
yang tidak ikut bereaksi dalam sel volta ini
misalnya grafit dan platinum

12/28/15

51

Sel Volta dengan Elektroda Inaktif


Grafit|I2(s)|I-(aq) H+(aq), MnO4-(aq), Mn2+
(aq)|Grafit

12/28/15

52

Aspek Thermodinamika
Meninjau kespontanan reaksi sel elektrokimia
Dilihat dari perubahan energi Gibbs standar,
hubungan tegangan sel dinyatakan :
Go = - n F Eo
atau
Go = - z F Eo
dimana
z = n = jumlah elektron yang terlibat
F = bilangan Faraday
= 96500 C/mol
Eosel = daya gerak listrik (DGL) standar

12/28/15

53

Untuk reaksi spontan : G = ( - ) ---- Esel = (+)


non spontan : G = (+) ---- Esel = (-)
seimbang : G = 0 ---- Esel = 0
Untuk proses spontan Esel > 0, semakin positif
Esel semakin banyak kerja yang bisa dilakukan
oleh sel
Satuan yang digunakan : 1 V = 1 J/C
Potensial sel sangat dipengaruhi oleh suhu dan
konsentrasi, oleh karena itu potensial sel standar
diukur pada keadaan standar (298o K, 1 atm untuk
gas, 1 M untuk larutan dan padatan murni untuk
solid)
12/28/15

54

Pada dasarnya semua jenis sel elektrolisis


termasuk elektrosintesis selalu berlaku
hukum Faraday yakni:
Jumlah perubahan kimia yang terjadi
dalam sel elektrolisis, sebanding dengan
muatan listrik yang dilewatkan di dalam sel
tersebut
Jumlah muatan listrik sebanyak 96.500
coulomb akan menyebabkan perubahan
suatu senyawa sebanyak 1,0
gramekivalen (grek)

12/28/15

55

Contoh: Proses elektrokimia dalam Sel Daniell


suis

Gambar 1
G

Logam zink

Larutan zink
sulfat

Logam kuprum

Membran
berpori

Larutan
kuprum (II)
sulfat

Gambar : Sel Daniell menggunakan membran berpori


12/28/15

56

Jembatan garam

Gambar 2:
G

Logam zink

Logam
kuprum

Zink sulfat

kuprum(II)
sulfat

Gambar : Sel Daniell menggunakan jembatan garam

12/28/15

57

Potensial Elektroda Standar (Eo1/2)


Potensial elektroda standar adalah potensial yang
terkait dengan setengah reaksi yang ada (wadah
elektroda)
Menurut kesepakatan potensial elektroda standar
selalu ditulis dalam setengah reaksi reduksi
Bentuk teroksidasi + ne bentuk tereduksi Eo1/2 sel

Potensial elektroda standar seperti halnya


besaran termodinamika dapat dibalik dengan
mengubah tandanya

Eosel = Eokat - Eoano


12/28/15

58

Eosel

daya gerak listrik (DGL) standar


Ditentukan dengan asumsi aktifitas = 1
Nilai Eosel ditentukan dari besarnya
potensial elektroda (reduksi) standar Eo
Sebagai standar Eo Hidrogen

Bila E
Bila E

Atau

> Eo H2 reduksi
o < Eo
H2 oksidasi
o

Eosel = Eored - Eooks


12/28/15

59

Elektroda Hidrogen Standar

12/28/15

60

Elektroda Hidrogen Standar

Ilmuwan telah menyepakati untuk memilih


setengah reaksi rujukan dengan nilai 0 untuk
reaksi:
2H+(aq, 1 M) + 2e H2(g, 1 atm) Eorujukan = 0,00
H2(g, 1 atm) 2H+(aq, 1 M) + 2e Eorujukan= 0,00

Dengan nilai rujukan ini kita bisa menyusun sel


volta yang menggunakan elektroda hidrogen
standar sebagai salah satu elektrodanya dan
mengukur potensial sel dengan alat ukur,
kemudian kita dapat menentukan potensial
elektroda standar banyak zat secara luas
12/28/15

61

Elektroda Hidrogen
Standar

Elektroda Hidrogen standar, terdiri


dari elektroda Pt yang dilapisi Pt-hitam.
Elektroda dicelupkan dalam larutan asam H +
dengan aktifitas, aH+ = 1 dan dialiri /
digelembungkan gas H2 dengan tekanan 1 atm
Pt bertindak sebagai katalis reaksi dekomposisi
H2 ====> H. Reaksi ini diikuti dengan pelepasan
elektron membentuk proton : H ====>H+(aq) + e Pada kondisi aH+ = 1 & P = 1atm, dianggap
potensial = nol

12/28/15

62

Elektroda Hidrogen
Standar

Elektroda Hidrogen Standard disebut standard


primer, kerana ia ditakrifkan.
Elektroda Hidrogen sukar dibuat dan digunakan,
sehingga dipakai elektroda pembanding lain yang
telah distandarisasi dengan elektroda Hidrogen,
Elektroda pembanding ini disebut Standard
sekunder yang dibuat berdasarkan standard
primer .
Dengan menggabungkan elektroda lain dengan
elektroda Hidrogen standar, maka GGL elektroda
lain dapat ditentukan

12/28/15

63

Standard sekunder digunakan dalam praktek


karena standard primer sukar disediakan.
Contoh standar sekunder ialah elektroda Ag,
AgCl standard
Setengah reaksinya adalah:
AgCl(s) + e
Ag(s) + Cl(aq); Eo = 0.22233 V
Satu lagi elektroda standar sekunder adalah
elektroda kalomel.
Hg2Cl2(s) + e
Hg(c) + Cl(aq); Eo = 0.3337 V
(KCl 0.1 m; 0.2412 V jika KCl jenuh)

12/28/15

64

12/28/15

65

12/28/15

66

Dari tabel potensial elektroda standar untuk


setengah reaksi reduksi, terlihat bahwa elektroda
hidrogen (H+ | H2 | Pt) merupakan batas pembanding
dengan nilai potensial 0,0000 V.
Bila elektroda pengukur mempunyai nilai lebih besar
dari elektroda hidrogen (bernilai positif), maka
elektroda tersebut mempunyai kecenderungan
untuk tereduksi (bersifat oksidator).
Bila elektroda pengukur mempunyai nilai lebih kecil
dari elektroda hidrogen (bernilai negatif), maka
elektroda tersebut mempunyai kecenderungan
untuk teroksidasi (bersifat reduktor).

12/28/15

67

Penentuan GGL Standar Sel (Eosel)


Nilai Eosel ditentukan dengan rumus
Eosel = Eoreduksi Eooksidasi
Eored adalah nilai potensial elektroda standar
pada elektroda yang mengalami reduksi
Eooks adalah nilai potensial elektroda standar
dari elektroda yang mengalami oksidasi.
12/28/15

68

Misal, suatu sel elektrokimia :


Pt, H2(1bar)|H+(1m) Cl (1m)|AgCl(s)|Ag,
Eo = 0.3337 V
Katoda terdiri dari logam Ag, yang bersentuhan
dengan larutan AgCl dan kedua-duanya terendam
dalam larutan KCl dengan konsentrasi ion Cl 1m.
Reaksi sel:
Anoda : 2H+(aq) + 2e
H2(g); Eo = 0.00 V
Katoda: AgCl(s) + e
Ag(s) + Cl(aq);
0.3337 V
Total reaksi :
H2(g) + AgCl(s)
H+(aq) + Ag(s) + Cl(aq)
Eo = Eored Eooks = 0.3337 - 0.00 = 0.3337 V
12/28/15

69

Dari tabel data Eo standard, reaksi :


O2 + 4H+ + 4e
2H2O; Eo = 1.229 V
MnO4- + 8H+ + 5e

Mn 2+ + 4H2O; Eo = 1.52 V

Gabungkan dua setengah reaksi ini sehingga


menghasilkan sel elektrokimia
Misalkan:
Anoda : 5O2 + 20H+ + 20e
10H2O
Katoda : 4MnO4- + 32H+ + 20e
4Mn2++ 16H2O
Reaksi total : 4MnO4- + 12H+

4Mn2++ 6H2O + 5O2

Eo = Eored Eooks = 1.52 - 1.229 = 0.291 V


Maka,susunan sel adalah : H2O | O2 MnO4- | Mn 2+
12/28/15

70

Jika kita menggabungkan dua reaksi tadi


sebaliknya :
"Anoda : 4MnO4- + 32H+ + 20e
4Mn2++
16H2O
"Katoda : 5O2 + 20H+ + 20e
10H2O
Reaksi Total : 4Mn2+ + 6H2O + 5O2
4MnO4- +
12H+
Eo = Eored Eooks = 1.229 - 1.52 = - 0.291 V
Nilai Eo yang negatif menunjukkan bahwa
gabungan di atas adalah "terbalik", anoda
seharusnya menjadi katoda dan katoda menjadi
anoda.
12/28/15

71

Penentuan GGL Sel (Esel) dan


Perubahan Energi Bebas Gibbs (G)

Beda potensial antara elektroda kanan (reduksi)


dan elektroda kiri (oksidasi) ditentukan dengan
perhitungan GGL sel (Esel).

G nFE sel

nFE

o
sel

dan
Bila nilai GGL sel positif, maka G negatif dan reaksi
berlangsung secara spontan.
Sedangkan bila GGL sel negatif,maka G positif dan
reaksi berlangsung tidak spontan

12/28/15

72

Menurut kesetimbangan kimia,


G G o RT ln Q
Bila perubahan energi Gibbs dinyatakan sebagai
potensial kimia, maka
o
i i RT ln a i
Jika nilai i disubstitusi ke persamaan G, maka

o
nFE sel nFE sel
RT ln ai i
i

Atau :

E sel E

o
sel

RT

ln K
nF

Persamaan Nernst
12/28/15

73

K adalah tetapan kesetimbangan yang


nilainya sama dengan perbandingan aktifitas
spesi teroksidasi terhadap spesi tereduksi.
[ a oksidasi ]
K
[ a reduksi ]

Pada kesetimbangan, nilai Esel = 0 sehingga

RT
E

ln K
nF
Maka nilai K pada kesetimbangan dapat
o
ditentukan :
nFE sel
o
sel

K e

12/28/15

RT
74

Contoh Soal 1:
Hitung Eosel pada 25oC untuk sel berikut :
Cd Cd 2+ Cu 2+ Cu
Jawab :
Reduksi : Cu 2+ + e- == Cu Eo = 0,339 V
Oksidasi : Cd == Cd 2+ + e-Eo = - 0,4022 V +
Total : Cu 2+ + Cd == Cu + Cd 2+ Eosel= 0,7412 V

12/28/15

75

Contoh Soal 2.
Carilah potensial standar cell ,Ecell, dibawah ini
dan prediksikan arah aliran electron bila kedua
electroda ini dihubungkan
Cu(s) | Cu 2+ || Cl | AgCl(s) | Ag(s)
Jika diketahui potensial reduksi standar :
Cu 2+ | Cu = 0,337 volt
Cl - | AgCl(s) | Ag(s) = 0,222 volt

12/28/15

76

Jawab:
Reaksi total untuk cell ini :
2 Ag(s) + 2 Cl(aq) + Cu 2+(aq) AgCl(s) +
Cu(s)
Pada reaksi ini terjadi reverse potensial
reduksi AgCl, shg :
Ecell = (.337 + .222) v = .559 v
Karena potential = (+), maka reaksi bergeser
ke kanan atau bersifat spontan dan electron
dilepaskan oleh elektroda Cu dan mengalir
melalui circuit external menuju electroda Ag.

12/28/15

77

Contoh Soal 3.
Hitung E untuk electroda Fe 3+/ Fe(s) dari data
potential standar Fe 3+ /Fe 2+ dan Fe 2+ /Fe(s)
Jawab:
Dari perhitungan data potensial reduksi, hitung G
sebagai berikut :
(i) Fe3++ e Fe2+
E1 = .771 v , G1 = .771F
(ii) Fe2++ 2 e Fe(s) E2 = .440 v, G2 = +.880F
(iii)Fe3++ 3 e Fe(s) E3 = ? , G3 = + .109 F
Energy bebas untuk setengah reaksi (iii) adalah = .
109nF, sehingga E3 = .109/3 = .036 v
12/28/15

78

Contoh Soal 4.
Suatu object logam yang akan dilapisi dengan
Cu ditempatkan dalam larutan CuSO4.
a) Ke elektroda manakah object logam harus
dihubungkan supaya arus bisa dialirkan?
b) Berapa berat Cu yang dapat terendapkan
jika arus sebesar 0.22 amp mengalir dalam
rangkaian sel selama 1.5 jam?

12/28/15

79

Penyelesaian :
a) Selama ion Cu2+ direduksi, object logam
bertindak sebagai katoda dan harus dihubungkan
ke terminal negatif (tempat dari mana elektron
mengalir)
b) Banyaknya muatan yang melewati sel adalah :
(0.22 amp) (5400 sec) = 1200 c atau
(1200 c) (96500 c F1) = 0.012 F
Selama reduksi, 1mol ion Cu2+ memerlukan 2 mol
elektron, maka masa Cu yang mengendap adalah:
(63.54 g mol1) (0.5 mol Cu/F) (0.012 F) = 0.39 g
Cu
12/28/15

80

current

(ampere) adalah banyaknya


muatan yang dipindahkan atau mengalir
per detik ; 1 amp = 1 c/sec.
power (watts) yaitu banyaknya energy
yang diproduksi atau dikonsumsi;
1 w = 1 J/sec = 1 volt-amp;
1 watt-sec = 1 J,
1 kw-h = 3600 J.
12/28/15

81

Contoh soal 5
Berapa daya listrik yang dibutuhkan untuk
menghasilkan 1 metric ton (1000 kg) gas
chlorine dari larutan brine, bila diasumsikan
cell beroperasi pada 2.0 volts selama 24 jam
dan efficiency 100 %?
Penyelesaian ;
Mol Cl2 yang dihasilkan : (106 g) 70 g mol1 =
14300 mol Cl2

Muatan faraday : (2 F/mol) (14300 mol) =


28600 F

12/28/15

82

Muatan dalam coulomb : (96500 c/F) (28600 F) =


2.76 109 c
Lama electrolysis: (3600 s/h) x (24 h) = 86400 s
Arus yang mengalir : (2.76 10 9 amp-sec) (86400
sec) = 32300 amps
Daya (volt-amps): (2.0 v)(32300 a) = 64.6 kw
Energy dalam kW-h: (64.6 kw) (24 h) = 1550 kw-h
Energy dalam joule : (1550 kw-h) (3.6Mj/kw-h) =
5580 Mj (megajoules)

12/28/15

83

TUGAS UNTUK DIKERJAKAN


1. Permanganat bereaksi dalam larutan basa
dengan ion oksalat membentuk ion karbonat dan
mangan dioksida padat. Seimbangkan reaksi
redoks berikut:
MnO4-(aq) + C2O42-(aq) MnO2(s) + CO32-(aq)
2. Seimbangkan persamaan reaksi berikut dengan
suasana larutan basa
MnO4-(aq) + I-(aq) MnO42-(aq) + IO3-(aq)

12/28/15

84

3.Hitunglah GGL standar untuk se-sel dibawah ini


dengan menggunakan tabel potensial reduksi
standar.
Zn Zn 2+ (1M) H2+ (1M) H2 (g,1atm)Pt
Zn Zn 2+ (1M) Cu 2+ (1M) Cu
Cu Cu 2+ (1M) Fe 2+ (1M), Fe3+(1M) Pt
Pt, H2(1 bar)|H+ (1 m) Cl (0.1m) |Hg2Cl2(s)|Hg

Buatkan reaksi oksidasi dan redaksi serta reaksi


total untuk ketiga sel diatas
12/28/15

85

4. Suatu sel volta memiliki reaksi antara larutan


bromine dan logam Zn
Br2(aq) + Zn(s) Zn2+(aq) + 2Br-(aq) Eosel = 1,83 V
Hitung Eo untuk oksidasi Br-(aq) jika EoZn = -0,76 V
5. Suatu sel volta memiliki Eosel = 1,39 V berdasarkan
reaksi:
Br2(aq) + 2V3+(aq) + 2H2O(l) 2VO2+(aq) + 4H+(aq)
+ 2Br-(aq)
Berapa potensial elektroda standar reduksi VO2+
menjadi V3+ ?

12/28/15

86

Jenis-Jenis Elektroda
Sellogam ion logam
Elektroda

Yaitu elektroda yang berisi logam yang


berada dalam kesetimbangan dengan larutan
ionnya, contohnya elektroda Cu | Cu 2+ .
Elektroda amalgam
Amalgam adalah larutan logam dalam Hg cair.
Pada elektroda ini, amalgam logam M akan
berada dalam kesetimbangan dengan ionnya
(M 2+ ). Logam logam aktif seperti Na dan
Ca dapat digunakan sebagai elektroda
amalgam.
12/28/15

87

Jenis-Jenis Elektroda Sel

Elektroda redoks
Yaitu elektroda yang melibatkan reaksi
reduksi oksidasi di dalamnya, contohnya
elektroda Pt | Fe 3+ , Fe 2+ .
Elektroda logam garam tak larut
Elektroda ini berisi logam M yang berada
dalam kesetimbangan dengan garam sangat
sedikit larutnya
Contoh : elektroda Ag AgCl yang terdiri dari
logam Ag, padatan AgCl, dan larutan yang
mengandung ion Cl- dari KCl atau HCl.
12/28/15

88

Jenis-Jenis Elektroda Sel

Elektroda gas
Yaitu elektroda yang berisi gas yang berada
dalam kesetimbangan dengan ion ion
dalam larutan, misalnya elektroda Pt | H 2(g) |
H+(aq).
Elektroda non logam non gas
Yaitu elektroda yang berisi unsur selain
logam dan gas, misalnya elektroda brom (Pt |
Br2(l) | Br-(aq)) dan yodium (Pt | I2(s) | I-(aq)).
Elektroda membran
Yaitu elektroda yang mengandung membran
semi permiabel.
12/28/15

89

Sel Konsentrasi
Sel Konsentrasi : sel yang reaksi totalnya hanya
berupa perubahan konsentrasi
Pada sel konsentrasi, kedua elektroda dalam sel
sama. Perbedaan keduanya terletak pada
konsentrasi larutan ion-ionnya. Konsentrasi anoda
berbeda dengan konsentrasi katoda
Reaksi keseluruhan adalah perpindahan materi
dari konsentrasi (aktivitas) tinggi ke aktivitas lebih
rendah
RT
a1
sel
ln
nF
a2

12/28/15

90

Sel Konsentrasi

12/28/15

91

Penentuan pH
Konsentrasi

ion H+ pada larutan aqueous


dapat bervariasi mulai 1 mol/L dalam 1
mol/L HCL sampai dengan 10-14 dalam 1
mol/L NaOH. Karena jangkauan nilai yang
luas ini, Sorenson (1909) mendefinisikan
pH sebagai
pH = - log [H+]

Saat

ini, pH dapat didekati sebagai minus


logaritma dari aktifitas ion hidrogen
pH = - log aH+
12/28/15

92

pH dapat diukur dengan menggunakan elektroda


hidrogen (sebagai elektroda pengukur) dan
elektroda kalomel (sebagai elektroda
pembanding).
Kedua elektroda dihubungkan oleh jembatan
garam, dengan notasi sel
Pt | H2(g) | H+(aH+)
Cl- | Hg2Cl2 | Hg.

Reaksi setengah sel yang terjadi pada kedua


elektroda adalah
Hg2Cl2 + e- == Hg + Cl- Eo = 0,2802 V
H+ + e- == H2(g)
12/28/15

Eo = 0,0000 V
93

Nilai GGL untuk sel diatas adalah :

sel
sel

0
sel

0
sel

oksidasi
0,0591 log
reduksi

0,0591 log

PH 2

P 0

Jika PH2 = Po
Esel = Eosel 0,0591 log [aH+]
= 0,2802 V 0,0591 log [aH+]
Esel - 0,2802 = - 0,0591 log [aH+]
Esel - 0,2802 = 0,0591 pH , maka :

E sel 0,2802
pH
0,0591
12/28/15

94

Pengukuran pH biasanya
tidak dilakukan dengan
elektroda hidrogen, tetapi
dengan elektroda kaca,
untuk menghindari
keterlibatan ion hidrogen
dari elektroda (yang dapat
mempengaruhi pengukuran)
Elektroda kaca terdiri dari
elektroda kalomel atau
elektroda Ag AgCl

Elektroda kaca dan elektroda


kalomel dalam pHmeter
12/28/15

95

Baterei

Baterei adalah sel elektrokimia yang dapat


digunakan sebagai sumber arus searah dengan
tegangan konstan.

Akumulator (Aki)

12/28/15

96

Akumulator (Aki)

Lead-acid storage cell


1859 - Gaston Plant (French)

12/28/15

97

Baterei Kering (C-Zn)


LeClanch "dry cell"

Zn (s) === Zn 2+ (aq) + 2e (anoda)


2MnO2 (s) + 2NH4+ (aq) + 2e === Mn2O3 (s) + 2 NH3(aq) +
H2O (katoda)
12/28/15

98

Baterai

sekali pakai disebut juga


dengan baterai primer, sedangkan
baterai isi ulang disebut dengan baterai
sekunder.
Baterai primer hanya bisa dipakai
sekali, karena menggunakan reaksi
kimia yang bersifat irreversible . Baterai
sekunder dapat diisi ulang karena
reaksinya reversible
12/28/15

99

12/28/15

100

Baterei
alkalin

. Edison cell

Pada Baterei alkalin


Zn (s) + 2OH - (aq) == ZnO (s) + H2O + 2e (anoda)

MnO2 (s) + H2O + 2e== Mn2O3 (s) + 2OH - (aq)


(katoda)
12/28/15

101

Baterei Perak Oksida


(untuk jam, kalkulator, dll)

Zn (s) + 2OH - (aq)== ZnO (s) + H2O + 2e


(anoda)
Ag2O (s) + H2O + 2e == 2Ag (s) + 2OH - (aq)
(katoda)

12/28/15

102

Korosi

12/28/15

Korosi adalah peristiwa perapuhan


logam karena proses elektrokimia.

103

Salah satu cara untuk menghidari


korosi besi selain dengan
melapisinya juga dapat dengan
cara yang disebut Perlindungan Katodik
(menyambungkan besi dengan logam lain
yang lebih mudah teroksidasi) .
Terlihat paku yang disambung dengan Zn
tidak mengalami korosi, sedangkan paku
besi yang lain mengalami korosi.

12/28/15

104

Elektrolisis
Elektrolisis

adalah proses dimana energi


listrik digunakan agar reaksi kimia yang
tidak spontan dapat terjadi.
Contoh : Elektrolisis NaCl cair.
Na+(l) + e == Na(l)
(katoda)
2Cl-(l)== Cl2 (g) + 2e
(anoda)

12/28/15

105

12/28/15

106

Elektrolisis Larutan
NaCl

12/28/15

107

Aplikasi
Elektrolisis

Penyepuhan

12/28/15

atau Electroplating

108

Produksi
Alumunium

12/28/15

109

Diagram Electrolisis
pada
refining aluminum

12/28/15

110

Produksi
Natrium

12/28/15

111

Industry chloralkali

Electrolysis brine untuk


produksi skala industri
chlorine dan soda caustic
(sodium hydroxide).

Skema diagram cell produksi chlorine


12/28/15

112

Fuel cell / Sel Bahan Bakar


Prinsip sel bahan bakar pertama kali
didemonstrasikan tahun 1839 oleh Sir William
Grove (ahli kimia amatir).
Air bisa didecomposisi jadi hydrogen dan
oxygen dengan electrolysis; Grove mencoba
merecombinasikan kedua gas ini dalam
apparatus yang sederhana dan menyebutnya
"reverse electrolysis" yakni menggabungkan
kembali H2 dan O2 jadi air yang
menimbulkan beda potensial diantara dua
elektroda

12/28/15

113

Reaksi pada fuel cell Grove :


anoda:
H2(g) 2 H+ + 2e E = 0 v
katoda:

O2 + 2H+ + 2e H2O(l) E = +1.23 v

Total :

H2(g) + O2(g) H2O(l) E = +1.23 v

Tahun 1959 fuel cell hydrogen-oxygen


dikembangkan oleh Francis Thomas Bacon
(England)
Anoda : H2(g) + 2 OH 2 H2O + 2 e E = 0 v

katoda : O2 + 2 H2O + 2 e 2 OHE = +1.23 v


Total : H2(g) + O2(g) H2O E = +1.23 v
12/28/15

114

Skema fuel cell hydrogen-oxygenmodern

12/28/15

115

Fuel cell menghasilkan potensial listrik dengan cara


membakar bahan bakar pada kondisi tertentu

Digolongkan menurut suhu


kerja

Suhu rendah (25 100 C)


Suhu sedang (100 500 C)
Suhu tinggi (500 1000 C)
Suhu sangat tinggi
o

(<1000oC)

12/28/15

116

Portable fuel cell dikembangkan NASA

Kelebihan sel bahan bakar :

Pada suhu tinggi tidak

12/28/15

memerlukan katalis kuat


Dapat digunakan untk
pesawat ruang angkasa
Air yang dihasilkan dapat
dikonsumsi
Efisiensi 75%

117

Stoikiometri pada
Elektrolisis

1 mol elektron = 1 Faraday = 96.500 Coulomb


1 C = 1A. 1s
(Q=Ixt)
Langkah-langkah untuk menentukan jumlah zat yang
direduksi atau dioksidasi dalam elektrolisis :
Arus(A) dan Waktu ( detik)
Muatan (Coulomb)
Jumlah mol elektron
Jumlah mol zat yang
tereduksi atau teroksidasi
gram zat yang
tereduksi atau teroksidasi
12/28/15

118

Thank you for


your attention

12/28/15

119