Anda di halaman 1dari 15

MOMENTUM DAN IMPULS

MOMENTUM
Momentum adalah besaran vektor yang arahnya sama dengan arah
kecepatan. Momentum biasanya dilambangkan oleh simbol p, dan secara
matematis ditulis sebagai berikut:
p=m.v ( 1 )
Gaya diperlukan untuk mengubah momentum benda , baik untuk
menambah

momentum,

menguranginya

(seperti

membawa

benda

bergerak untuk berhenti ), atau untuk mengubah arahnya. Hukum ke dua


Newton berbunyi : laju perubahan momentum sebuah benda sebanding
dengan gaya total yang dikenakan padanya. Hal ini dapat dituliskan
dalam sebuah persamaan:

(2)
Dengan:

= resultan gaya yang bekerja pada benda ( Newton )

= perubahan momentum ( kg.m/s )


= perubahan waktu ( sekon )
Kita dapat dengan mudah menurunkan betuk hukum kedua yang sudah
dikenal,

Contoh soal :
Air meninggalkan selang karet dengan laju1,5 kg/sekon dengan
kecepatan

20

m/s

dan

membentur

sebuah

dinding

yang

menghentikannya. Berapakah gaya yang didesakkan oleh air ke dinding ?


Penyelesaian : dalam setiap sekon air dengan momentum p=(1,5
kg)(20m/s)=30 kg m/s dibawa ke keadaan diam. Pada saat air membentur
dinding. Besarnya gaya (dianggap tetap) yang harus didesakkan dinding
untuk mengubah momentum air sebanyak itu adalah :

Tanda minus menunjukkan bahwa gaya pada air berlawanan dengan


kecepatan asal. Dinding mendesakkan gaya 30 N untuk menghentikan air,
sehingga dengan hukum Newton ketiga, air mendesakkan gaya sebesar
30 N ke dinding.
HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM

Dua buah bola masing-masing mempunyai massa m1 dan m2,


dimana m1 = m2. m1 bergerak kearah m2 yang diam (v2 = 0). Setelah
tumbukan kecepatan benda berubah menjadi v1 dan v2 . Bila F12 adalah
gaya dari m1 yang dipakai untuk menumbuk m2 dan F21 gaya dari m2 yang
dipakai untuk menumbuk m1, maka menurut Hukum III Newton :

Jumlah momentum dari benda 1 dan benda 2 sebelum dan sesudah


tumbukan

adalah

sama/tetap.

Hukum

ini

disebut

sebagai

Hukum

Kekekalan Momentum.
Contoh soal :
1. Sebuah trem 10.000 kg berjalan dengan laju 24 m/s menabrak trem
sejenis yang berhenti. Jika trem menempel bersama sebagai akibat
tumbukkan, berapa laju bersama mereka sesudahnya?
Penyelesaian:

Setelah tumbukan, momentum total akan sama tetapi akan disebar


merata pada kedua trem. Karena kedua trem menempel, mereka
akan memiliki kecepatan sama, sebut v' . Maka :

2. Hitung kecepatan lompatan mundur setelah senapan 5,0 kg yang


menembakkan sebuah peluru 0,050 kg pada kecepatan120 m/s.
Penyelrsaian :

Karena senapan mempunai massa ang lebih besar, kecepatan (lompatan


mundur)-nya lebih kecil daripada peluru. Tanda minus menunjukkan
bahwa

kecepatan

(dan

momentum)

senapan

berada

dalam

arah

berlawanan dengan peluru.

TUMBUKAN DAN IMPULS


Kekekalan momentum merupakan sebuah sarana yang sangat bermanfaat
untuk membahas proses tumbukan. Contoh tumbukan dalam kehidupan
sehari-hari : sebuah raket tenis atau sebuah gada bisbol menabrak

sebuah bola, mobil trem menabrak trem lain, sebuah palu mengenai paku,
dsb.

Pada saat raket mengenai bola, gaya yang diberikan raket pada bola
teradi dalam waktu yang sangat singkat. Impuls adalah besaran vektor
yang arahnya sama dengan arah gaya. Secara matematis ditulis:

Dengan :

: Impuls

gaya

yang

bekerja

dalam waktu singkat (Ns)


F

: Gaya (N)

: Selang

waktu

saat

dikenai gaya (sekon)

benda

Peristiwa tumbukan antara dua buah benda dapat dibedakan menjadi


beberapa jenis. Perbedaan tumbukan-tumbukan tersebut dapat diketahui
berdasarkan nilai koefisien elastisitas (koefisien restitusi) dari dua buah
benda yang bertumbukan. Koefisien elastisitas dari dua benda yang
bertumbukan sama dengan perbandingan negatif antara beda kecepatan
sesudah tumbukan dengan beda kecepatan sebelum tumbukan. Secara
matematis, koefisien elastisitas dapat dinyatakan sebagai berikut:

dengan :
e = koefisien elastisitas ( 0 < e <>

TUMBUKAN
< equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8">
Ketika dua buah benda saling bergerak mendekati kemudian bertumbukan
(bertabrakan), setidaknya ada tiga jenis tumbukan yang terjadi.
1) Tumbukan Lenting Sempurna
Pada peristiwa tumbukan lenting sempurna, berlaku :
a. Hukum kekekalan energi mekanik
b. Hukum kekekalan momentum
c. Koefisien restitusi e = 1

Tumbukan

lenting

sempurna

2) Tumbukan Lenting Sebagian


Pada peristiwa tumbukan lenting sebagian, berlaku :
a. Hukum kekekalan momentum
b. Koefisien restitusi (0 <>1)

Tumbukan Lenting Sebagian

3) Tumbukan Tak Lenting


sama sekali
Pada tumbukan tak lenting
sama sekali, berlaku :
a. Seluruh energi mekanik
terserap.
b. Berlaku hukum kekekalan momentum.
c. Setelah tumbukan, benda menyatu.
d. Koefisien restitusi e = 0.
e. Kecepatan sesudah tumbukan :

f. Untuk kasus tumbukan tak elastis dan benda kedua dalam


keadaan diam (v2 = 0), maka nilai perbandingan energi kinetik
kedua sistem :

Untuk mencari nilai kecepatan benda setelah tumbukan, dapat kita


gunakan rumus cepat di bawah ini :

1. Sebuah bola kasti bermassa 100 gr mendekati Amir dengan kelajuan


10 m/s. Amir memukul bola tersebut dengan gaya 40 N. Jika selang
waktu saat bola menyentuh pemukul adalah 0,2 sekon, berapakah
kelajuan bola sesaat setelah dipukul oleh Amir?
Besaran yang diketahui :
Massa bola : m = 100 gr = 0,1 kg = 10-1 kg
Kelajuan awal bola sebelum dipukul : v1 = 10 m/s
Gaya Impuls : F = 40 N
Selang waktu bola menyentuh pemukul : t = 0,2 s = 2 10-1 s
Kelajuan bola setelah dipukul....?
Gunakan

pengertian

momentum bola :

bahwa

impuls

merupakan

perubahan

2. Sebuah peluru bermassa 10 gr ditembakkan ke dalam suatu balok


yang digantung dan bermassa 1,49 kg hingga balok bergerak naik.
Balok berayun hingga ketinggian 45 cm dan peluru bersarang di
dalamnya. Jika percepatan gravitasi 10 ms -2, berapakah laju peluru
pada saat ditembakkan?

Pada kasus seperti ini, terjadi peristiwa tumbukan tak lenting.


Karena setelah tumbukan, peluru menyatu dengan balok. Dengan
kata lain, setelah tumbukan terjadi, kelajuan peluru maupun balok
adalah sama.
Kelajuan awal balok vB = 0 (balok diam) Kelajuan awal peluru : vP
= ....?
Massa balok : mB = 1,49 kg Massa peluru : mP = 10 gr = 10-2 kg
Untuk

menentukan

kelajuan

awal

peluru

(sebelum

peluru

menyentuh balok), terlebih dulu kita menentukan besarnya kelajuan


peluru dan balok setelah mereka bertumbukan. Untuk menentukan

kecepatan balok dan peluru setelah tumbukan, gunakan rumus


gerak jatuh bebas :

Hukum kekekalan momentum menyatakan bahwa momentum


sistem benda sebelum tumbukan sama dengan momentum sistem
benda setelah tumbukan :

Sebelum ditumbuk peluru, balok dalam keadaan diam, sehingga


mBvB = 0.
Setelah tumbukan, peluru dan balok bergerak dengan kelajuan
sama : vB = vP = v
Sehingga persamaan di atas menjadi :

Kesimpulan
Momentum ialah : Hasil kali sebuah benda dengan kecepatan benda itu
pada suatu saat.
Momentum merupakan besaran vector yang arahnya searah dengan
Kecepatannya.

Satuan dari mementum adalah kg m/det atau gram cm/det


Impuls adalah : Hasil kali gaya dengan waktu yang ditempuhnya. Impuls
merupakan
Besaran vector yang arahnya se arah dengan arah gayanya.
Perubahan momentum adalah akibat adanya impuls dan nilainya sama
dengan impuls.
IMPULS = PERUBAHAN MOMENTUM

LATIHAN SOAL
1. Seorang pemain bisbol akan memukul bola yang datang padanya
dengan massa 2 kg dengan kecepatan 10 m/s, kemudian dipukulnya
dan bola bersentuhan dengan pemukul dalam waktu 0,01 detik
sehingga bola berbalik arah dengan kecepatan 15 m/s.
a. Carilah besar momentum awal
b. Carilah besar momentum akhir
c. Carilah besar perubahan momentumnya.
d. Carilah besar impulsnya.
e. Carilah besar gaya yang diderita bola.
2. Dua buah benda massanya 5 kg dan 12 kg bergerak dengan
kecepatan masing-masing 12 m/s dan 5 m/s dan berlawanan arah.
Jika bertumbukan sentral, hitunglah :

a. Kecepatan masing-masing benda dan hilangnya energi jika


tumbukannya elastis sempurna.
b. Kecepatan masing-masing benda dan energi yang hilang jika
tumbukannya tidak elastis sama sekali.
3. Massa perahu sekoci 200 kg bergerak dengan kecepatan 2 m/s. dalam
perahu tersebut terdapat orang dengan massa 50 kg. Tiba-tiba orang
tersebut meloncat dengan kecepatan 6 m/s. Hitunglah kecepatan
sekoci sesaat (setelah orang meloncat)
Jika :
a. arah loncatan berlawanan dengan arah sekoci.
b. arah loncatan searah dengan arah perahu.
3. Benda jatuh di atas tanah dari ketinggian 9 m. Ternyata benda
terpantul setinggi 1 meter. Hitunglah :
a. Koefisien kelentingan.
b. Kecepatan pantulan benda.
c. Tinggi pantulan ketiga.
4. Sebuah peluru dari 0,03 kg ditembakkan dengan kelajuan 600 m/s
diarahkan ppada sepotong kayu yang massanya 3,57 kg yang
digantung pada seutas tali. Peluru mengeram dalam kayu, hitunglah
kecepatan kayu sesaat setelah tumbukan ?
5. Bola seberat 5 newton bergerak dengan kelajuan 3 m/s dan
menumbuk sentral bola lain yang beratnya 10 N dan bergferak
berlawanan arah dengan kecepatan 6 m/s. Hitunglah kelajuan
masing-masing bola sesudah tumbukan, bila :
a. koefisien restitusinya 1/3

b. tumbukan tidak lenting sama sekali


c. tumbukan lenting sempurna.
6. Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 1 m di atas sebuah lantai
lalu memantul setinggi 0,9 m. Hitunglah koefisien restitusi antara
bola dan lantai
7. Sebuah truk dengan berat 60.000 newton bergerak ke arah utara
dengan kecepatan 8 m/s bertumbukan dengan truk lain yang
massanya 4 ton dan bergerak ke Barat dengan kecepatan 22 m/s.
Kedua truk menyatu dan bergerak bersama-sama. Tentukan besar
dan arah kecepatan truk setelah tumbukan.
8. Dua buah benda A dan B yang masing-masing massanya 20 kg dan
40 kg bergerak segaris lurus saling mendekati. A bergerak dengan
kecepatan 10 m/s dan B bergerak engan kecepatan 4 m/s. Kedua
benda kemudian bertumbukan sentral. Hitunglah energi kinetik yang
hilang jika sifat tumbukan tidak lenting sama sekali.
9. Sebuah peluru massanya 20 gram ditembakkan pada ayunan balistik
yang massanya 5 kg, sehingga ayunan naik 0,2 cm setelah umbukan.
Peluru mengeram di dalam ayunan. Hitunglah energi yang hilang.

Jawaban.

06. a. 5 m/s, 2 m/s

01. a. 20 kg m/s

b. 3 m/s , 3 m/s

b. 30 kg m/s

c. nol , 9 m/s

c. 50 kg m/s

07. 0,7746

d. 50 kg m/s

08. 10,02 m/s

e. 5.000 newton

tg = 1,8333

02. a. -5 m/s dan 12 m/s , nol


09. 1306
b. nol , 510 joule
10. 50,1 joule.
03. a. 4 m/s
======o0o======
b. 1 m/s

04. a.
b. 2

m/s

c.
05. 5 m/s
Label: Impuls, Momentum

Anda mungkin juga menyukai