Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN OPERASI CYTO

Nama Pasien
Hari/Tanggal

:
:

Ny. HAN
Minggu, 8
November 2015

Operator 1
Asisten 1

:
:

dr. Asrul Sani


Diah Septia Liantari, S.Ked

Alamat
No.MR
Jenis Anastesi

:
:
:

Bandarlampung

Asisten 2
Anastesi
Instrument

:
:
:

Muhammad Fadlilah, S.Ked


dr. Bambang Eko,Sp.An
Yulianto, SKM

17.41.38
Spinal Anastesi

22.30 WIB : OPERASI DIMULAI

Penderita dalam posisi terlentang dalam keadaan spinal anastesi.


Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah abdomen dan sekitarnya.
Lapangan operasi dipersempit dengan doek steril.
Dilakukan insisi pfannensteil di atas symphisis sepanjang 9cm di atas luka lama. Insisi
diperdalam secara tajam dan tumpul sampai menembus peritoneum.
Setelah peritoneum dibuka, tampak uterus sebesar kehamilan aterm. Diputuskan dilakukan
Seksio Sesaria Transperitonealis Profunda (SSTP) dengan cara sbb:
Membuka plika vesiko uterina, kemudian vesika urinaria disisihkan ke bawah dan
dilindungi dengan haak besar
Insisi SBR semilunar sepanjang 5cm secara tajam kemudian bagian tengah
ditembus secara tumpul dengan jari sampai menembus kavum uteri dan diperlebar
kelateral kanan dan kiri, didapatkan ketuban hijau, keruh, bau (), mekonium (+)
Janin dilahirkan dengan ekstraksi bokong

22.40 WIB : Lahir neonatus hidup laki-laki,BB 3100 gr, PB 50 cm, A/S 7/8 FTAGA
22.45 WIB : Lahir plasenta lengkap, BP 500 gr, PTP 48 cm, 18x19cm

Kedua sudut luka dijahit secara figure of eight


Dilanjutkan penjahitan SBR satu lapis secara sejulur feston dengan vicryl no.1
Dilanjutkan dengan reperitonealisasi secara jejulur dengan benang plain catgut no.2.0.
Perdarahan dirawat sebagaimana mestinya
Dilanjutkan pembersihan cavum abdomen dengan NaCl 0,9%, kemudian dilakukan
penutupan dinding abdomen lapis demi lapis dengan cara sebagai berikut:
Peritoneum dijahit jelujur dengan plain catgut no2.0
Lapisan otot dijahit jelujur dengan plain catgut no2.0.
Fascia dijahit jelujur feston dengan vicryl no.0
Subkutis dijahit secara jelujur dengan plain catgut no.2.0
Kutis dijahit subkutikuler dengan vicryl no.3.0
Luka operasi ditutup dengan sufratule, kassa dan hypafix.

23.20WIB : OPERASI SELESAI

Diagnosis pra bedah

: G4P1A2 hamil 37 minggu inpartu kala I fase laten + bekas SC


1x JTH presbo

Diagnosis pasca bedah

: P2A2post SSTP a.i bekas SC 1x + presbo

Tindakan

: Seksio Sesaria Transperitoneal Profunda (SSTP)

Pembuat Laporan

Operator

M.Fadlilah

dr. Asrul Sani

No.

Tanggal

Identitas

Diagnosis
Pre Operasi

Tindakan

Diagnosis
Post Operasi

Operator

1.

Minggu,
8
Novemb
er 2015

Ny.
HAN/32t
h/174138

D/ G4P1A2
hamil 37
minggu
inpartu kala I
fase laten +
bekas SC 1x
JTH presbo

Seksio
P2A2post SSTP
sesaria
a.i bekas SC
transperiton 1x + presbo
ealis
profunda

dr. Ratih
SariPutri
dr. Asrul
Sani

Intraoperatif:

Penderita dalam posisi terlentang dengan spinal anastesi. Dilakukan


aseptik dan antiseptik pada daerah operasi dan sekitarnya. Daerah operasi
dipersempit dengan doek steril.

Dilakukan insisi Pfannenstiel pada abdomen 9 cm. Insisi diperdalam


secara tajam dan tumpul sampai menembus peritoneum. Setelah
peritoneum terbuka dan tampak uterus sebesar kehamilan aterm.

Diputuskan dilakukan SSTP

Bayi dilahirkan dengan ekstraksi bokong

Lahir neonatus hidup laki-laki, BB 3100 gr, PB 50 cm, A/S 7/8 FTAGA

Lahir plasenta lengkap dengan tarikan ringan pada tali pusat.

Pukul 23.20 WIB Operasi Selesai

LAPORAN OPERASI CYTO

Nama Pasien
Hari/Tanggal

:
:

Ny.HAB
Selasa, 10
November 2015

Operator 1
Asisten 1

:
:

dr. Ratih Sari Putri


dr. Asrul Sani

Alamat
No.MR
Jenis Anastesi

:
:
:

Candimas

Asisten 2
Anastesi
Instrument

:
:
:

Muhammad Fadlilah, S.ked


dr. BambangEko,Sp.An
Wahyu Setioko, Amd.Kep

43.09.72
Spinal Anastesi

23.45 WIB : OPERASI DIMULAI

Penderita dalam posisi terlentang dalam keadaan spinal anastesi.


Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah abdomen dan sekitarnya.
Lapangan operasi dipersempit dengan doek steril.
Dilakukan insisi pfannensteil di atas symphisis sepanjang 9cm di atas luka lama. Insisi
diperdalam secara tajam dan tumpul sampai menembus peritoneum.
Setelah peritoneum dibuka, tampak uterus sebesar kehamilan preterm. Diputuskan dilakukan
Seksio Sesaria Transperitonealis Profunda (SSTP) dengan cara sbb:
Membuka plika vesiko uterina, kemudian vesika urinaria disisihkan ke bawah dan
dilindungi dengan haak besar
Insisi SBR semilunar sepanjang 5cm secara tajam kemudian bagian tengah
ditembus secara tumpul dengan jari sampai menembus kavum uteri dan diperlebar
kelateral kanan dan kiri, didapatkan ketuban hijau, keruh, bau (), mekonium (-)
Janin dilahirkan dengan meluksir kepala

00:00 WIB : Lahir neonatus pertama hidup laki-laki, BB 1200 gr, PB 40 cm, A/S 4/5PTAGA
00:05 WIB : Lahir neonatus kedua hidup laki-laki, BB 1200 gr, PB 40 cm, A/S 4/5 PTAGA
00.10WIB : Lahir plasenta pertama lengkap, BP 250 gr, PTP 38 cm, 16x15cm
Lahir plasenta kedua lengkap, BP 250 gr, PTP 35 cm, 16x15cm

Kedua sudut luka dijahit secara figure of eight


Dilanjutkan penjahitan SBR satu lapis secara sejulur feston dengan vicryl no.1
Dilanjutkan dengan reperitonealisasi secara jejulur dengan benang plain catgut no.2.0.
Perdarahan dirawat sebagaimana mestinya
Dilanjutkan pembersihan cavum abdomen dengan NaCl 0,9%, kemudian dilakukan
penutupan dinding abdomen lapis demi lapis dengan cara sebagai berikut:
Peritoneum dijahit jelujur dengan plain catgut no2.0
Lapisan otot dijahit jelujur dengan plain catgut no2.0.
Fascia dijahit jelujur feston dengan vicryl no.0
Subkutis dijahit secara jelujur dengan plain catgut no.2.0
Kutis dijahit subkutikuler dengan vicryl no.3.0
Luka operasi ditutup dengan sufratule, kassa dan hypafix.

00.45WIB : OPERASI SELESAI

Diagnosis pra bedah

: G3P2A0 hamil 32 minggu belum inpartu dengan HAP e.c


plasenta previa totalis JGH preskep-preskep

Diagnosis pasca bedah

: P2A0post SSTP a.i Plasenta Previa Totalis

Tindakan

: Seksio Sesaria Transperitoneal Profunda (SSTP)

Pembuat Laporan

Operator

dr. Asrul Sani

dr. Ratih Sari

No.

Tanggal

Identitas

Diagnosis
Pre Operasi

Tindakan

Diagnosis
Post Operasi

Operator

1.

Selasa,
10
Novemb
er 2015

Ny.HAB/
31th/4309
72

D/G3P2A0
hamil 32
minggu
belum inpartu
dengan HAP
e.c plasenta
previa totalis
JGH preskeppreskep

Seksio
P2A0post SSTP
sesaria
a.i Plasenta
transperiton Previa Totalis
ealis
profunda

dr. Ratih
Sari Putri
dr. Asrul
Sani

Intraoperatif:

Penderita dalam posisi terlentang dengan spinal anastesi. Dilakukan


aseptik dan antiseptik pada daerah operasi dan sekitarnya. Daerah operasi
dipersempit dengan doek steril.

Dilakukan insisi Pfannenstiel pada abdomen 9 cm. Insisi diperdalam


secara tajam dan tumpul sampai menembus peritoneum. Setelah
peritoneum terbuka dan tampak uterus sebesar kehamilan preterm.

Diputuskan dilakukan SSTP

Bayi dilahirkan dengan ekstraksi bokong

Lahir neonatus pertama hidup laki-laki, BB 1200 gr, PB 40 cm, A/S 4/5

PTAGA,lahir neonatus kedua hidup laki-laki, BB 1200 gr, PB 40 cm, A/S


4/5 PTAGA

Lahir plasenta lengkap dengan tarikan ringan pada tali pusat.

Pukul 00.45 WIB Operasi Selesai

LAPORAN OPERASI CYTO

Nama Pasien
Hari/Tanggal

:
:

Ny. SAF
Jumat, 6
November 2015

Operator 1
Asisten 1

:
:

dr. Ratih Sari Putri


dr. Asrul Sani

Alamat
No.MR
Jenis Anastesi

:
:
:

Bandarlampung

Asisten 2
Anastesi
Instrument

:
:
:

Muhammad Fadlilah, S.ked


dr. Indra Faisal,Sp.An, M.Kes
Yulianto, SKM

43.41.72
Spinal Anastesi

07.30 WIB : OPERASI DIMULAI

Penderita dalam posisi terlentang dalam keadaan spinal anastesi.


Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah abdomen dan sekitarnya.
Lapangan operasi dipersempit dengan doek steril.
Dilakukan insisimediana. Insisi diperdalam secara tajam dan tumpul sampai menembus
peritoneum.
Setelah peritoneum dibuka, tampak uterus sebesar kehamilan aterm. Diputuskan dilakukan
Seksio Sesaria Transperitonealis Profunda (SSTP) dengan cara sbb:
Insisi SBR semilunar sepanjang 5cm secara tajam kemudian bagian tengah
ditembus secara tumpul dengan jari sampai menembus kavum uteri dan diperlebar
kelateral kanan dan kiri, didapatkan ketuban hijau, keruh, bau (), mekonium (+)
Janin dilahirkan dengan ekstraksi bokong

07.40 WIB : Lahir neonatus hidup laki-laki,BB 3600 gr, PB 50 cm, A/S 7/8 FTAGA
07.45 WIB : Lahir plasenta lengkap, BP 500 gr, PTP 45 cm, 16x17cm

Kedua sudut luka dijahit secara figure of eight


Dilanjutkan penjahitan SBR satu lapis secara sejulur feston dengan vicryl no.1
Dilanjutkan dengan reperitonealisasi secara jejulur dengan benang plain catgut no.2.0.
Perdarahan dirawat sebagaimana mestinya
Dilanjutkan pembersihan cavum abdomen dengan NaCl 0,9%, kemudian dilakukan
penutupan dinding abdomen lapis demi lapis dengan cara sebagai berikut:
Peritoneum dijahit jelujur dengan plain catgut no2.0
Lapisan otot dijahit jelujur dengan plain catgut no2.0.
Fascia dijahit jelujur feston dengan vicryl no.0
Subkutis dijahit secara jelujur dengan plain catgut no.2.0
Kutis dijahit subkutikuler dengan vicryl no.3.0
Luka operasi ditutup dengan sufratule, kassa dan hypafix.

08.25WIB : OPERASI SELESAI

Diagnosis pra bedah

: G3P2A0 hamil 40 minggu inpartu kala I fase laten dengan


KPD 6 jam JTH presbo

Diagnosis pasca bedah

:P3A0post SSTP a.i KPD + presbo

Tindakan

: Seksio Sesaria Transperitoneal Profunda (SSTP)

Pembuat Laporan

Operator

dr. Asrul Sani

dr. Ratih Sari Putri

No.

Tanggal

Identitas

Diagnosis
Pre Operasi

Tindakan

Diagnosis
Post Operasi

Operator

1.

Jumat, 6
Novemb
er 2015

Ny.
D/G3P2A0
SAF/36th/ hamil 40
434172
minggu
inpartu kala I
fase laten
dengan KPD
6 jam JTH
presbo
Intraoperatif:

Seksio
P3A0 Post
sesaria
SSTP a.i KPD
transperiton + presbo
ealis
profunda

dr. Ratih
Sari
dr. Asrul
Sani

Penderita dalam posisi terlentang dengan spinal anastesi. Dilakukan


aseptik dan antiseptik pada daerah operasi dan sekitarnya. Daerah operasi
dipersempit dengan doek steril.

Dilakukan insisi mediana. Insisi diperdalam secara tajam dan tumpul


sampai menembus peritoneum. Setelah peritoneum terbuka dan tampak
uterus sebesar kehamilan aterm.

Diputuskan dilakukan SSTP

Bayi dilahirkan dengan ekstraksi bokong

Lahir neonatus hidup laki-laki, BB 3600 gr, PB 50 cm, A/S 7/8 FTAGA

Lahir plasenta lengkap dengan tarikan ringan pada tali pusat.

Pukul 08.25 WIB Operasi Selesai