Anda di halaman 1dari 4

SEJARAH UNIVERSITAS KEBANGSAAN MALAYSIA

Universiti Kebangsaan Malaysia merupakan salah satu universitas yang ada di


Malaysia. Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) didirikan secara resmi pada 18 Mei 1970.
Kampus sementaranya dibuka di Lembah Pantai, Kuala Lumpur. Kini, kampus utama
Universitas Kebangsaan Malaysia terletak di Bandar Baru Bangi, Selangor. Ada juga sebuah
rumah sakit pengajar, Pusat Medis Universitas Kebangsaan Malaysia (PPUKM) di Cheras,
Kuala Lumpur dan sebuah kampus cabang, juga di Kuala Lumpur.
Kebutuhan pendidikan tinggi untuk orang Melayu mulai dibangkitkan pada 1903
dalam Rapat Dewan Raja-raja. Pada tahun 1917, Za'ba, seorang cendekiawan
membangkitkannya dalam koran Lembaga Melayu. Ini diikuti pada tahun 1923, seorang
tokoh pendidik A. Kadir Adabi, mengajukan memorandum gagasan tersebut kepada DYMM
Sultan Kelantan. Setelah merdeka, masalah perpanjangan pelajaran bagi siswa sekolah
menengah aliran Melayu dan sekolah agama Islam menyemarakkan lagi ide ini.
Kini UKM telah berkembang pesat dan memiliki 13 buah fakultas, 14 buah institut,
12 buah pusat, dan sebuah sayap swasta UKM Holdings Sdn Berhad. UKM merupakan salah
satu dari 4 universitas di Malaysia yang berkelas universitas riset.
Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menempati tangga ke-31 dalam peringkat
Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings tahun 2012 untuk universitas di
bawah 50 tahun berdirinya dan menempati tangga ke-53 (2011) dan ke-58 (2012) dalam
ranking QS Top 500 Asian University Rankings.
UKM

telah

berkembang

pesat

dibandingkan

saat

awal

pendiriannya.

Sejarah awal dimulai dengan komitmen dan aspirasi pemerintah di bawah pimpinan Perdana
Menteri pada saat itu, Allahyarham Tun Abdul Razak bin Datuk Hussain untuk menyediakan
tempat pengajian tinggi di tingkat universitas untuk siswa lulusan sekolah khususnya untuk
siswa aliran Melayu. Atas dasar dan sifatnya yang memartabatkan bahasa nasional sebagai
bahasa ilmu, maka itu lembaga ini bernama Universitas Nasional.
Selanjutnya ia juga merupakan perintis, pendukung dan puncak dari sistem
pendidikan nasional. Akibatnya UKM tampil sebagai universitas pertama yang menggunakan
bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar dalam pengajaran dan pembelajaran. Walaupun
begitu, ia tetap unggul sebagai lembaga generator ilmu dan profesionalisme.
Untuk mengenang jasa beliau, Tun Razak telah ditunjuk sebagai Kanselir UKM yang
pertama mulai 7 Juli 1970 sampai 14 Januari 1976 sebelum diganti dengan Kanselir sekarang

ini yaitu Duli Yang Maha Mulia Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan Darul Khusus,
Tuanku Ja'afar Ibni Almarhum Tuanku Abdul Rahman.
Sementara organisasi dan administrasi UKM pula telah dipimpin oleh delapan Wakil
Rektor yaitu dimulai dari Prof. Emeritus Tan Sri Dato 'Dr. Mohd. Rashdan Baba (1969-1971),
Datuk Dr. Ariffin Ngah Marzuki (1971-1974), Prof. Datuk Dr. Mohd. Ghazali Haji Abd.
Rahman (1974-1975) (Akting), Tan Sri Dr. Anuwar Mahmud (1975-1980), Prof. Emeritus
Tan Sri Dato 'Dr. Awang Had Salleh (1980-1984), Prof. Tan Sri Dato 'Dr. Haji Abd. Hamid
Haji Abd. Rahman (1984-1993), Prof. Emeritus Dato 'Dr. Mohd. Sham Mohd. Sani (19931998), Prof. Tan Sri Datuk Dr. Anuwar Ali (1998-2003) dan yang terakhir adalah Prof. Dato
'Dr. Mohd. Salleh Mohd. Yasin (mulai 1 Mei 2003).
Dari segi manajemen pula, selain UKM telah dikorporatkan (dari segi governan) sejak
15 Maret 1998, Dewan Universitas juga telah dibubarkan diganti oleh Dewan Universitas
(LPU) dengan ketua pertamanya adalah Dr. Mohd. Rashdan Baba.
Perubahan manajemen dan administrasi telah menyebabkan pertambahan jumlah
siswa seiring dengan pertambahan tenaga pengajar dan fakultas baru yang dibuat.
UKM dimulai dengan sebanyak 190 orang mahasiswa yaitu 37 siswa Fakultas Islam, 37
mahasiswa Fakultas Sains dan 116 siswa Fakultas Sastra. Namun, lulusan sulung yang dirilis
pada 1973 adalah sebanyak 167 orang.
Kini UKM telah berkembang pesat dibandingkan dengan saat awal pendiriannya. Dari
tiga fakultas perintis yaitu Fakultas Sains, Fakultas Sastra dan Fakultas Studi Islam, kini
jumlahnya telah bertambah khususnya setelah pindah ke kampus tetap di Kampus Induk
Bangi dengan luas 1,096.29 hektar pada 16 Oktober 1977.
Selain itu, UKM memiliki dua buah lagi kampus yaitu Kampus Kuala Lumpur seluas
19 hektar dan Kompleks Rumah Sakit UKM (HUKM) dengan luas 22.03 hektar di Cheras,
Kuala Lumpur. Kompleks ini siap pada 1 Juli 1997 sebelum diresmikan pada 14 Juli 1998.
Fakultas, Pusat dan Institut yang terletak di Kampus Induk Bangi adalah Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Studi Islam, Fakultas Sains dan Teknologi,
Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan, Fakultas
Teknologi Ilmu dan Informasi, Institut ATMA, Institut Lingkungan dan Pembangunan,
Institut Studi Malaysia dan Internasional, Institut Teknik Mikro dan Nanoelektronik, Institut
Sains Antariksa, Lembaga Kajian Oksidental, Pusat Pascasarjana, Pusat Studi Umum, Pusat
Pengembangan Mahasiswa, Pusat Pengembangan Akademik, Pusat Manajemen Penelitian
dan Pusat Hubungan Publik dan Internasional (PUSPA).

Kampus Kuala Lumpur UKM pula menempatkan Fakultas Kedokteran (Departemen


Praklinikal), Fakultas Ilmu Kesehatan Sekutu dan Fakultas Kedokteran Gigi.
Sementara itu, Kompleks HUKM di Cheras merupakan rumah sakit pengajar yang
mampu memenuhi kebutuhan selama dalam aspek pendidikan, layanan dan penelitian medis.
Fakultas Kedokteran (departemen Klinis) dan Institut Kedokteran Molekuler terletak di sini.
Paling membanggakan Fakultas Kedokteran Pasca Ijazah UKM adalah yang terbesar di
Malaysia dalam melahirkan dokter-dokter spesialis. Fakultas Kedokteran juga telah berhasil
melakukan operasi PACAKAN koklear pada pasien pertama yaitu Ang Boon Su pada 14
Desember 1995 dalam program Implan Koklea yang pertama di negara ASEAN.
Sejalan dengan pertambahan jumlah fakultas, jumlah tenaga pengajar turut
bertambah. Menurut statistik hingga 10 Oktober 2004, jumlah tenaga pengajar adalah
sebanyak 1.784 orang yaitu 187 orang Profesor, 358 profesor, dua Dosen Senior, 1.017 orang
dosen, 68 orang Guru Bahasa dan 152 orang Tutor.
Jumlah lulusan yang dikeluarkan oleh UKM sejak 1973 hingga Oktober 2004 adalah
97,562 sarjana, 7,535 master dan 494 doktor.
Selama lebih dari tiga dekade ini, UKM telah mencapai berbagai keunggulan,
pengakuan, penghargaan dan sanjungan yang dirangkul oleh staf dan warga akademiknya
baik dari dalam atau luar negeri. Selain menghasilkan berbagai penemuan baru yang berguna
untuk industri dan masyarakat.
Keunggulan dalam melahirkan tokoh akademik memang terbukti dan diakui. Contoh
paling jelas adalah pelantikan Prof. Emeritus Tan Sri Dato 'Dr. Awang Had Salleh sebagai
Wakil Rektor pertama Universitas Utara Malaysia dan Prof. Tan Sri Dr. Abu Hassan Othman
sebagai

Wakil

Rektor

pertama

Universitas

Malaysia

Sabah.

Bak kata Direktur Institut Alam dan Tamadun Melayu (ATMA), UKM, Prof. Dato 'Dr.
Shamsul Amri Baharuddin, `Universitas ini merupakan pembibitan akademisi universitas
baru di Malaysia.`
Menurutnya lagi, UKM melalui ATMA telah berhasil mengangkat citra dan
keanggunan peradaban dan budaya Melayu melalui teknologi terkini secara online di Portal
Tamadun Melayu (www.malaycivilization.com) yang lebih dikenal dengan nama PADAT dan
secara offline melalui CD interaktif sejarah Melayu dalam tiga bahasa; Melayu, Inggris dan
Arab. Ini telah diakui oleh UNESCO sebagai sumber digital pengajian Melayu pada tahun
2003. Kandungannya yang komprehensif menarik minat Departemen Seni, Budaya dan
Warisan untuk membuat ATMA sebagai sayap penyelidikannya dalam Rancangan Malaysia
Ke-Sembilan.

Setelah Prof. Dato 'Dr. Hood Salleh memegang krusi Pengajian Melayu Pertama di
Victoria University of Wellington, Selandia Baru (mulai 1997-akhir 2000), UKM telah
menjadi pusat referensi global dalam bidang terkait bahasa, budaya dan peradaban Melayu.
Misalnya 200 orang siswa dari seluruh dunia telah mengikuti Kursus Keterampilan Bahasa
Melayu untuk Penelitian untuk periode lima tahun yang lalu.
UKM turut menerima augerah di Pameran Geneva, Swiss dimulai dengan partisipasi
pertama pada tahun 1993 oleh Prof. Dr. Ibrahim Abdullah yang memenangkan medali Perak
melalui penelitian berjudul Liquid and Themoplactic Natural Rubber. Ini diikuti dengan
partisipasi pada tahun 1998 (1 Emas), 1999 (2 Emas), 2000 (2 Emas dan 1 Perunggu), 2001
(1 Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu), 2002 (2 Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu) , 2003 (2 Emas, 2
Perak dan 2 Perunggu), 2004 (4 Emas, 3 Perak dan 2 Perunggu) dan tahun 2005 ini dengan 2
Emas, 8 Perak dan 3 Perunggu.
Antara penghargaan dan prestasi terbaru UKM adalah Pameran Teknologi, Desain
Industri, Inovasi dan Kreasi Internasional (I.TEX 2003) dengan meraih 10 medali (satu
medali emas, empat medali perak dan lima perunggu); enam medali melalui 31st
International Exhibitions of Inventions, New Techniques and Products on Jenewa (2003); 10
medali melalui Ekspo Sains dan Teknologi 2002; memenangkan Amugerah Khusus di
Pameran Seoul International Invention Fair 2002 (SIIF 2002); Wakil Juara di World
Universities Debating Championship 2004 dan yang terbaru dimenangi di Ekspo Sains,
Teknologi dan Inovasi Malaysia 2004 (42 medali).
Penghargaan-penghargaan lain termasuk penghargaan Langkawi, penghargaan Sains
Nasional, penghargaan Desainer Cipta Negara, Penghargaan Penulis Asia Tenggara dan
Ilmuwan Muda Negara.
http://ww2.utusan.com.my/utusan/special.asp?pr=UKM35tahun&pg=ukm_02.htm
https://ms.wikipedia.org/wiki/Universiti_Kebangsaan_Malaysia#Asas_penubuhan_UKM