Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Anak dan Remaja menurut Undang-Undang

Sistem hukum di Indonesia hanya mengenal istilah anak dan dewasa. Keduanya
dibedakan atas dasar usia dan status perkawinan. Berdasarkan usia pun dalam masing-masing
undang-undang juga memiliki batasan usia yang berbeda tergantung pada latarbelakang
dibuatnya peraturan perundang-undangan tersebut. Berikut adalah beberapa batas usia anak
dan remaja dalam hukum Indonesia.
1. Menurut UU No. 25 tahun 1997 tentang ketenagakerjaan Pasal 1 nomor 20 anak adalah
orang laki-laki atau wanita yang berumur kurang dari 15 tahun
2. Menurut UU No. 3 TAHUN 1997 Tentang Pengadilan Anak Pasal 1 nomor 1 Anak
adalah orang yang dalam perkara Anak Nakal telah mencapai umur 8 (delapan) tahun
tetapi belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun dan belum pernah kawin
3. Menurut UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 1 nomor 1 Anak
adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih
dalam kandungan.
4. Menurut UU No. 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak Pasal 1 nomor 2 Anak
adalah seseorang yang belum mencapai umur 21 (dua puluh satu) tahun dan belum pernah
kawin.
5. UU No.39 thn 1999 ttg HAM Pasal 1 nomor 5 Anak adalah setiap manusia yang
berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum menikah, terrnasuk anak yang
masih dalam kandungan apabila hal tersebut adalah demi kepentingannya.
6. Pasal 45 KUHPidana anak yang belum dewasa apabila seseorang tersebut belum
berumur 16 tahun.
7. Pasal 330 ayat (1) KUHperdata Seorang belum dapat dikatakan dewasa jika orang
tersebut umurnya belum genap 21 tahun, kecuali seseorang tersebut telah menikah
sebelum umur 21 tahun.
8. UU Perkawinan Nomor 1 Tahun 1994 menyampaikan bahwa perkawinan dapat
dilangsungkan jika anak sudah cukup matang yaitu apabila pihak pria mencapai umur 19
(sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 (enam belas) tahun atau
jika belum mencapai umur tersebut harus dengan izin orang tua.

Kontradiktif dengan pengertian Kesehatan Reproduksi Remaja, Kesehatan Remaja, dan


Kesehatan Reproduksi:
Masa remaja merupakan masa yang sangat penting dikarenakan terjadinya
pembentukan perilaku yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor biopsikososial.
Masa ini sangat rentan terjadi berbagai masalah sehingga harus ditunjang dengan

kesehatan remaja yang baik. Masalah-masalah yang sering terjadi pada remaja antara lain
hubungan seksual sebelum menikah, aborsi, kecelakaan, infeksi menular seksual,
konsumsi alkohol dan narkoba. Sedangkan dalam undang-undang kita hanya dibedakan
menjadi anak dan dewasa sehingga apabila terjadi masalah yang menyangkut remaja
maka akan sulit untuk dicari dasar hukumnya. Dilihat dari segi kesehatan anak tersebut
masih dianggap seorang remaja tetapi dari sisi hukum anak tersebut sudah dikatakan
dewasa.
Solusi yang dapat dilakukan yaitu:
1. Keberagaman definisi tentang anak dan tidak terdefinisikannya remaja dalam undangundang harus segera dipikirkan penyelesaiannya. Salah satu solusi yang bisa
ditawarkan yaitu dengan kesepakatan semua pihak untuk menerapkan azas"undangundag terkini menghapus undang-undang yang terdahulu". Azas ini biasanya
dinyatakan secara eksplisit dalam aturan peralihan hampir semua undang-undang
yang baru disahkan, bahwa sejak berlakunya undang-undang ini, aturan-aturan yang
serupa dalam perundang-undangan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.
2. Memaksimalkan pemberian pelayanan kesehatan remaja sehingga tidak hanya remaja
yang sakit saja yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Selama ini perhatian
masyarakat hanya tertuju pada upaya peningkatan kesehatan fisik remaja semata tapi
kurang memperhatikan faktor non-fisik seperti. Kurangnya perhatian pada faktor nonfisik dapat menyebabkan seorang remaja hanya sehat fisiknya saja, namun secara
psikologis rentan terhadap stres (tekanan hidup).
3. Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat juga sangat penting dalam membentuk
seorang anak dan remaja.
4. Peran media
Media diharapkan mampu memberikan tayangan atau berita tanpa kekerasan (jam
tayang sesuai usia) dan dapat menyampaikan berita dengan kalimat benar dan tepat
(tidak provokatif).
Daftar Pustaka:
Dhamayanti M, 2013. Overview adolescent health problems and services [online]
available at: http://idai.or.id/public-articles/seputar-kesehatan-anak/overview-adolescenthealth-problems-and-services.html [Diakses 08 Oktober 2015]
Prijambodo, S.W. 2015. Bunga Rampai Hukum dan Filsafat di Indonesia: Sebuah
Catatan Pemikiran. Yogyakarta: Deepublish. hlm: 43
Irianto S. 2006. Perempuan dan Hukum: Menuju Hukum yang Berspektif Kesetaraan dan
Keadilan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. hlm 266