Anda di halaman 1dari 32

HORMON

1. Pengertian hormon
Menurut (Asiah 2007) hormon merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh
kelenjar endoktrin (buntu), dimana sekret yang dihasilkan tidak dialirkan
melalui suatu pembuluh melainkan langsung ke dalam darah

SISTEM ENDOKRIN, merupakan suatu sistem yang dapat menjaga


berlangsungnya integrasi kegiatan organ tubuh.

pada Sistem endokrin terdapat kelenjar-kelenjar endokrin bekerja sama dengan


sistem syaraf mempunyai peranan dalam mengendalikan kegiatan organ- organ
tubuh kita
Kelenjar Endokrin tersebut mengeluarkan suatu zat yang disebut HORMON

Kelenjar Endokrin tidak mempunyai saluran, jadi hormon yg dihasilkan diangkut


melalui sistem peredaran darah ke sel-sel yang dituju guna melangsungkan proses
yg diperlukan oleh tubuh

Sifat sifat hormon


Hormon Berbentuk amine,
polipeptide/protein, steroid.
Hormon Sebagai katalisator reaksi kimia
dalam tubuh
Beberapa hormon peptida dibuat sebagai
prekursor yang tidak aktif.

Hormon-hormon berfungsi dalam


konsentrasi yang sangat kecil dan sebagian
besar berumur pendek.
Beberapa hormon bereaksi segera, lainnya
bereaksi lambat.
Hormon berikatan dengan reseptor spesifik
pada atau didalam sel target.
Hormon mungkin memiliki pembantu
pesan kedua intraseluler

3.Klasifikasi Hormon
Menurut kusnawidjaja (1987) berdasakan
struktur kimianya hormon dapat dibagi menjadi
tiga kelompok yaitu:
1.Golongan yang terdiri dari steroida.
2.Golongan yang terdiri dari asam amino.
3.Golongan yang terdiri dari peptida dan
protein

1. Hormon golongan steroid


Terdapat 4 golongan hormon yang
termasuk hormon steroid yaitu:
a)Hormon Progesteron
b)Hormon Estrogen
c)Hormon Testosteron
d)Hormon Kortikosteroida

a) Hormon progesteron
CH3
C

Progresteron
(Sumber: kusnawidjaja,1987 )

Hormon ini berfungsi :


1) Mempersiapkan masa kehamilan dengan menebalkan dinding uterus.
2) Menjaga kelenjar susu dalam menghasilkan air susu.

b) Hormon estrogen
O

HO

OH

HO

Estron

Estradiol
OH

OH

HO

Estiol

(Sumber: kusnawidjaja,1987 )

hormon ini berfungsi untuk : memperlihatkan ciri-ciri kelamin sekunder


wanita.

c) Hormon Testosteron
OH

Testosteron

(Sumber: kusnawidjaja,1987 )

Fungsi Hormon Testosteron :


Mengatur ciri kelamin sekunder.
Mempertahankan proses spermatogenesis.
.

d) Hormon Kortikosteroida
Sebagai hormon korteks adrenal terdahulu hanya dikenal kortin, tetapi melalui
penelitian-penelitian dikemukakan sekitar 30 hormon yang strukturnya hampir
bersamaan. Yang paling utama adalah kortikosteroida atau disebut juga
kortikoida.

2. Hormon golongan yang terdiri dari


asam amino
Hormon adrenal : Memicu

reaksi terhadap tekanan dan kecepatan

gerak tubuh. Memicu reaksi terhadap efek


lingkungan, seperti suara yang tinggi, intensitas
cahaya
Tiroksin

: mengatur

metabolisme karbohidrat, perkembangan

mental ,kegiatan sistem saraf, dan mempengaruhi


pertumbuhan perkembangan diferensiasi sel
Metalonin : warna/pigmen

kulit melanin. Hormon ini dapat juga

mengatur rasa kantuk pada diri seseorang.

Berdasarkan sifat kelarutan molekul hormonLipofilik :


a. Kelompok hormon yang dapat larut dalam lemak contohnya
hormon golongan asteroid ( estrogen, progesteron,
testoreon,glukokortikoid,aldostreon) dan tironin (misalnya
trioksin).
b. Hidrofilik yaitu kelompok hormon yang dapat larut dalam air ,
contohnya insulin , glukagon, hormon adrenokortikropik
(ACTH) gastrin dan katekolamin (misalanya dopamin ,
norepinefrin , epinefrin).

Berdasarkan lokasi reseptor hormon


a. Hormon yang berkaitan dengan hormon dengan reseptor
intraseluler
b. Hormon yang berkaitan dengan reseptor permukaan sel
(plasmamembran)
Berdasarkan sifat sinyal yang mengantarai kerja hormon di
dalam sel
Yaitu kelompok hormon yang mengginakan kelompok
second mesengger senyawa seperti CAMP, CGMP, Ca2+,
fosfoinistol , lintasan kinase sebagai mediator itraseluler

Berdasarkan pola siklus sekresi hormon , maka dibedakan atas :


a. Sekresi diumal dalah pola yang naik dan turun dalam
periode 24 jam contohnya kortisol, dimana kadar kortisol
mengikat pada pagi hari dan turun pada malam hari.
b. Pola sekresi hormonal pilsatif dan siklik naik turun sepaanjang
waktu tertentu , seperti bulanan , contohnya estrogen dimana
merupakan non siklik dengan puncak dan lembahnya
meneybabakan siklus mensturasi.
c. Tipe sekresi hormonal yang ketiga adalah variabel dan
tergantung pada kadar subtart lainnya , contohnya hormon
paratroid diman proses sekresinya tergantung respons terhadapkadar
kalsium serum.

3. Golongan yang terdiri dari peptida dan


protein
Hormon
Insulin

Kelenjar

Dayanya

Pankreas

Penurunan

gula

darah

(glikogenesis)
Glukagon

Pankreas

Peningkatan

gula

darah

(glukogenensis)
Paratiroida

Kelenjar para tiroid

Mobilisasi Ca++

Ralaksin

Ovarium

Pelunakan simfise

Vasopresin

Nourohipofise

Hambatan diurese

Ositosin

Nourohipofise

Kontraksi rahim

Melanotropsin

Hipofise

(Adiuretin)

pars Mengembangkan melanofor.

intermedia

SUMBER : KUSNAWIDJAJA,1987

3. Golongan yang terdiri dari peptida dan


protein
Folikel

stimulasi Hipofise anterior

Stimulasi produkdsi estadiol

hormon (FSH)
Tireotropin (TSH)

Hipofise anterior

Stimulasi kelenjar paratiroid

Luteomanotropin

Hipofise anterior

Stimulasi korteks adrenal

Hipofise anterior

Stimulasi produksi ASI dan

(Polakti/ LTH)
Interseluler-stimulasi
hormon (LSH)
Intraseluler-stimulasi

progesteron
Hipofise anterior

hormon (ICSH)

Stimulasi

produksi

hormon

seksual

Somatropin

Hipofise anterior

Pertumbuhan dan metabolisme

Koriongonadotropin

Plasenta

Stimulasi
seksual

produksi

hormon

SUMBER SUMBER HORMON


A. Kelenjar pineal
Kelenjar ini menghasilkan hormon melatonin dan hormon
vasotocin

Sumber : http://www.valdezlink.com/pages/media/pineal.gif

SUMBER SUMBER HORMON


B. Kelenjar Hipofisis
Hipofisis anterior mensintesis dan mengeluarkan hormon
endokrin penting, seperti:

Hormon adrenokortikotropik (ACTH)

Thyroid-stimulating hormone (TSH),

Follicle-stimulating hormone (FSH),

Luteinizing hormone (LH),

Hormon pertumbuhan (GH)

Hormon Releasing Hormone (GHRH),

Prolaktin,

SUMBER SUMBER HORMON


C. Kelenjar tiroid
Kelenjar tiroid di leher bagian depan dan terdiri atas
dua lobus. Kelenjar tiroid menyekresikan hormon
tiroksin dan kalsitonin

Sumber : http://healindonesia.files.wordpress.com/2009/06/thyroid.jpg

SUMBER SUMBER HORMON


D. Kelenjar paratiroid
Kelenjar paratiroid terletak di dekat kelenjar tiroid dan
menghasilkan hormon paratiroid (parathormon).

Sumber : http://healindonesia.files.wordpress.com/2009/06/thyroid.jpg

SUMBER SUMBER HORMON


E. Kelenjar adrenal
Kelenjar adrenal berupa struktur kecil yang terletak di
atas ginjal,

sehingga

disebut

juga

kelenjar

anak

ginjal

(suprarenalis). Hormon yang dihasilkan yaitu mineralokortikoid,


glukokortikoid dan adrenalin
F. Kelenjar pulau pulau langerhans
Kelenjar pulau-pulau langerhans merupakan sekelompok sel
yang terletak di dalam kelenjar pankreas. Hormon yang
dihasilkan adalah insulin dan glukagon

SUMBER SUMBER HORMON


G. Kelenjar kelamin
Hormon yang dihasilkan yaitu hormon androgen, hormon
estrogen,hormon progresterondan hormon relaksin.
H.Kelenjar VENTRICULUS
Dihasilkan Hormon Gastrin
Hormon ini berfungsi :
a. Memacu pengeluaran sekret/getah lambung.
b. Membantu dalam proses pencernaan.
I. Kelenjar USUS
1. Hormon Sekretin
Berfungsi memacu sekresi getah usus dan pankreas.
2. Hormon Kolesistokinin
Berfungsi memacu sekresi getah empedu dan pankreas.

MEKANISME KERJA HORMON :

Earl Sutherland memulai penelitian tentang mekanisme kerja


enzim pada th 1950 awal penelitian ttg bagaimana epinefrin dan
glukagon bekerja pada reaksi pemecahan glikogen dan
pembentukkan glukosa oleh hati.
Ternyata pd awalnya reaksi pemecahan glukagon menjagi glukosa
dipercepat oleh hormon-hormon tsb (epinefrin dan glukagon)
Selanjutnya Sutherland menemukan bhw pd reaksi diatas telah
menimbulkan terbentuknya suatu zat tahan panas sebagai zat
antara AMP siklik (adenosin 3,5 monofosfat)
AMP siklik ini terbentuk dari ATP oleh enzim adenil siklase. AMP
siklik dapat dihidrolisis oleh enzim fosfodiesterase menjadi AMP

Mekanisme kerja hormon :

Adanya rangsangan dari luar maupun dari dalam --- menyebabkan


kelenjar endokrin memproduksi dan mengeluarkan hormon ke dalam
plasma darah
Setelah sampai pada sel yang menjadi tujuan, hormon bergabung dengan
reseptor dan meningkatkan akvifitas adenil siklase yang terdapat pada
membran
Aktivitas adenesil siklase yg meningkat ini menyebabkan peningkatan
pembentukan AMP siklik yg terdapat dalam plasma sel yg dapat
mengubah proses di dalam sel tsb (ex: aktivitas enzim, permeabilitas
membran dsb)

Mekanisme kerja hormon :

Sumber : (poedjiadi : 2009)

SISTEM PENGENDALIAN HORMON

Mekanisme kerja sistem endokrin dikendalikan oleh


hipotalamus, yaitu suatu organ tubuh yang terletak di
bawah otak, sebesar biji kacang, yang mempunyai
sistem syaraf tertentu

Hipotalamus mempengaruhi kelenjar pituitari atau


hipofisis yang dapat mengeluarkan beberapa macam
hormon

Sebagian dari hormon tsb dapat merangsang kelenjar


lain untuk mengeluarkan hormon-hormon tertentu

Pengaruh Hipotalamus Terhadap Sistem Endokrin


Sistem syaraf pusat
Hipotalamus
Faktor pelepas
Pituitari / hipofisis
Hormon pertumbuhan

FSH

TSH

ACTH

LH

FSH
LH
ACTH
TSH

gonad

tiroid

adrenal
korteks

hormon kelamin
: follithyroid stimulating hormone
: liteinising hormone
: adreno cortico trophic hormone
: thyroid stimulating hormone

tiroksin

kortison

Penyakit akibat gangguan


hormon
Penyakit Addison
Penyakit Addison terjadi karena sekresi yang berkurang dari
glukokortikoid. Hal ini dapat terjadi misalnya karena kelenjar
adrenal terkena infeksi atau oleh sesab autoimun.
Syndrome Cushing
Kumpulan gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh sekresi
berlebihan dari glukokortikoid seperti tumor adrenal dan
hipofisis. Juga dapat disebabkan oleh pemerian obat-obatan
kortikosteroid yang berlebihan.

Lanjutan.....
Peokromositoma
Tumor adrenal medulla yang menyebabkan hipersekresi adrenalin dan
nonadrenalin dengan akibat sebagai berikut :
Basa metabolism meningkat
Glukosa darah meningkat
Jantung berdebar
Tekanan darah tinggi
Berkurangnya fungsi saluran perncernaan
Keringat pada telapak tangan
Hipertiroidea
Keadaan dimana hormone tiroid disekresikan melebihi kadar normal.
Gejala-gejalanya berupa berat badan menurun, gemetaran, berkeringat,
nafsu makan besar, dan jantung berdebar. Hipertiroidea paling sering
terdapat pada penyakit Graves, suatu penyakit auto imun dimana terbentuk
antibody terhadap reseptor TSH pada sel-sel tiroid, mengaktifkan reseptorreseptor.

Lanjutan.....

Tiroiditis
Tiroiditis adalah suatu peradangan pada kelenjar tiroid yang
disebabkan infeksi viral seperti HFV dan virus beguk pada tiroiditis
dubakut.

Tumor tiroid
Tumor tiroid adalah neuplasma unik pada kelenjar tiroid yang sangat
kerap disertai dengan metastasis pada organ yang jauh dari lokasi
primer.

Hiperparatiroid
Penurunan produksi hormone oleh kelenjar paratiroid menyebabkan
kadar kalsium dalam darah rendah

Daftar
pustaka
Asiah.2007.Biologi Dasar. Banda Aceh : Syiah Kuala University Press

Hartopo.2013. Hormon Tiroid dan Efeknya pada Jantung. Jurnal


Continuing Medical Education.60.9; 647-650.
Kusnawidjaja, K.1987.Biokimia.Bandung:Alumni.
Lehninger, A.L.1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta:erlangga.
Marks, D. B., ddk. 2000. Biokimia Kedokteran Dasar. Jakarta EGC.
Montgomery,R. 1993. Biokimia Suatu Pendekatan Berorientasi Kasus.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Murray, R.K., dkk. 2000. Biokimia Harper. Jakarta:buku kedokteran
EGC.
Poedjiadi, A dan F.Msuprianti. 2009. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta :UI.
Syaifuddi.2002. Struktur dan Komponen Tubuh Manusia. Jakarta:Widya
Medika.