Anda di halaman 1dari 13

KOROSI PADA

ALUMINIUM
DISUSUN OLEH

IKHWAN NASUARDI

115060200111065

HARRIES ARSEN115060207111004

KOROSI
Korosi atau yang lebih dikenal oleh masyarakat

dengan sebutan karat. Semua benda logam


baikferromaupunnon-ferropun
bisa
mengalami korosi. Korosi adalaah proses
perusakan logam, dimana logam akan
mengalami penurunan mutu (degradation)
karena bereaksi dengan lingkungan baik
secara kimia atau elektro kimia.

ALUMINIUM
Aluminium adalah logam yang ringan dan cukup penting

dalam kehidupan manusia. Sering digunakan untuk kontruksi


pesawat terbang dan berbagai macam alat-alat industri.
Aluminium merupakan unsur kimia golongan IIIA dalam sistim
periodik unsur, dengan nomor atom 13 dan berat atom 26,98
gram per mol (sma). Di udara bebas aluminium mudah
teroksidasi membentuk lapisan tipis (Al2O3) yang tahan
terhadap korosi. Aluminium juga merupakan logam ringan
yang mempunyai ketahanan korosi yang baik dan hantaran
listrik yang baik dan sifat sifat yang baik lainnya sebagai
sifat logam.

KOROSI PADA ALUMINIUM


Dibandingkan dengan logam seperti tembaga, besi, atau seng,

aluminium memiliki kelebihan yaitu tahan terhadap korosi,


ringan
dan
mudah
dibentuk.
Aluminium
mempunyai
lapisanAl2O3yang bisa melindungi logam terhadap pengkorosi
pada pH antara 4 s/d 9 diluar kisaran itu aluminium bisa
terkorosi, baik pada suasana asam maupun basa.

Logam sulit dibuat homogen karena ada faktor pengotor,


sehingga menimbulkan beda potensial yang bisa menyebabkan
korosi galvanis (adanya anoda, katoda, elektrolit dan konuktor)
diantara butiran dalam logam tersebut.

KOROSI PADA ALUMINIUM


Korosi yang umumnya terjadi pada logam aluminium

adalah korosi sumuran (Jones 1992) . Korosi sumuran


membentuk lubang-lubang kecil yang kasat mata pada
awalnya. Korosi ini berlangsung ketika logam aluminium
bereaksi dengan udara lembab. Karena itu korosi pada
aluminium ini bisa berkibat pada kebocoran pada material
tanpa diketahui sebelumnya, yang artinya fatal jika terjadi
pada material industri yang membutuhkan kepresisian
tinggi. Jadi perlu perlakuan khusus untuk mencegah hal
ini.

REAKSI KIMIA PADA


ALUMINIUM YANG
TERKOROSI PADA SUASANA
ASAM
2Al (s) + 6HCl (aq) _ 2AlCl3 (aq) + 3H2 (g)
2AlCl3 (aq) _ 2Al3+ (aq) + 6 Cl (aq)

seterusnya :

2Al3(aq) + 6H2O(l) _ 2Al(OH)3(s) + 6 H+


2Al(OH)3 (s) _ Al2O3 (s) + 3 H2O (l)

SOLUSI PENCEGAHAN
KOROSI PADA ALUMINIUM
Tentu saja korosi merupakan peristiwa reaksi yang tidak diinginkan, tidak

hanya menurunkan kualitas suatu logam tetapi juga dari sisi dekoratif akan
berkurang keindahannya jika suatu logam yang digunakan sebagai bahan
mengalami korosi. Ada beberapa cara yang biasanya digunakan untuk
melindungi logam dari korosi antara lain:
Perlindungan katodik dan anodik
Pemilihan material
Pelapisan
Penggunaan inhibitor

PERLINDUNGAN KATODIK
Perlindungan katodik hanya efektif untuk besi

atau baja yang lingkungannya berada di dalam


air atau didalam tanah. Misalnya pada kapal
laut dan jaringan pipa dalam tanah.
Sedangkan perlindungan anodik hanya efektif
pada lingkungan yang stabil.

PEMILIHAN MATERIAL
Metode pemilihan material dilakukan
dengan caramemilih material yang beda
potensialnya tidak terlalu besar dengan
lingkungan, agar pertukaran ion-ionnya
tidak berlangsung cepat.

PELAPISAN MATERIAL
Pelapisan yaitu metode yang digunakan

dengan memberi lapian pada permukaan


logam yang berfungsi sebagiai isolator.
Lapisan ini akan mencegah logam kontak
langsung
dengan
elektrolit
dan
lingkungan.

INHIBITOR
Inhibitor ditambahkan pada permukaan logam agar mengurangi reaksi

antar muka logam dengan lingkungan. Penurunan laju korosi karena


berkurangnya daerah anodik, hal ini terjadi akibat terbentuknya lapisan
pasif yang menghambat laju pertukaran ion-ion pada logam.

Aluminium memiliki ketahanan terhadap korosi yang cukup baik, sehingga

dalam metode pelapisan digunakan sebagai pelapis. Sedangkan dua


metode yang lain lebih efektif pada logam-logam yang memiliki tingkat
korosifitas yang tinggi. Jadi dari keempat metode perlindungan pada logam
yang lebih baik digunakan pada aluminum yaitu metode penggunaan
inhibitor. Pemilihan inhibitor korosi di tentukan sesuai kondisi lingkungan
dimana korosi terjadi (Fontana,1987)