Anda di halaman 1dari 9

SAMPLING BATUBARA

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu tugas mata kuliah


Teknik Pemerconto
Pada Prodi Teknik Pertambangan
Universitas Islam Bandung

Disusun Oleh :

Helvijar Putra Utama

(10070111134)

Damar Mukti Nsantra

(10070111090)

Arie Prasetio

(10070111141)

PRODI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
1437 H / 2016
BAB I
PENDAHULUAN

Sampling secara umum dapat didefinisikan sebagai; Suatu proses


pengambilan sebagian kecil contoh dari suatu material sehingga karakteristik contoh
material tersebut mewakili keseluruhan material
Didalam industri pertambangan batubara, sampling merupakan hal yang
sangat penting, karena merupakan proses yang sangat vital dalam menentukan
karakteristik batubara tersebut. Dalam tahap explorasi, karakteristik batubara
merupakan salah satu penentu dalam study kelayakan apakah batubara tersebut
cukup ekonomis untuk ditambang atau tidak. Begitu pun dalam tahap produksi dan
pengapalan atau penjualan batubara tersebut karakteristik dijadikan acuan dalam
menentukan harga batubara.

BAB II
SAMPLING BATUBRA

2.1

Pengambilan Contoh Batuara


Pengambilan conto (sampling) batubara adalah suatu proses pengambilan

conto dengan massa yang kecil dari suatu massa yang besar dan cukup representatif
serta merata.
Pemikiran utama pada sampling ialah menentukan berat material yang akan
di ambil dari lot dan kemudian menentukan berapa berat minimum yang di ambil
setelah dilakukan preparasi sample.
Persoalan yang dihadapi dalam proses pengambilan conto adalah bagaimana
supaya dicapai suatu hasil yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya dengan
biaya seekonomis mungkin.
Pengambilan conto dapat dilakukan pada singkapan batubara in-situ yang
terlihat/tertutup overburden, pemboran inti atau cutting, dan dari massa batubara
yang telah lepas seperti dari ban berjalan (belt conveyor), kereta api atau tempat
penimbunan (stockpile).
Pengambilan conto untuk analisis air lembab (moisture) kadang diambil
secara terpisah apabila batubara tersebut tampak basah.
2.2

Pada Batubara Insitu


Pengambilan conto batubara in-situ dari singkapan atau endapan batubara

yang tidak terlalu dalam dilakukan dengan pillar sampling atau chanel sampling
dengan arah tegak lurus terhadap lapisan batubara.
Pada pilar sampling dibuat blok-blok yang berukuran lebar 30-45 cm dan luas
450 cm2 (luas potongan melintang). Cara ini jarang digunakan karena memerlukan

waktu yang lama dan sukar dalam penanganannya hingga dengan sendirinya biaya
menjadi mahal.
Channel sampling dilakukan dari suatu sumur/parit uji. Luas minimal
potongan melintang 100 cm2 dan contoh yang diambil + 15 kg batubara untuk setiap
ketebalan lapisan.
Pengambilan contoh dengan pemboran pada endapan batubara yang jauh dari
permukaan harus menggunakan inti (core), sedangkan untuk endapan yang dangkal
bisa dilakukan pemboran tanpa inti (cutting), walaupun cara ini kurang baik karena
adanya kontaminasi.
Garis tengah ini biasanya berkisar antara 45-60 mm. Ukuran inti dengan garis
tengah 200 mm diperlukan dalam pengambilan contoh khusus untuk pengujian
washability.
Pengambilan contoh dengan pemboran ini harus memperhatikan perolehan
dari pemboran. Berat contoh (core) dihitung dari panjangnya (perolehan x kemajuan
pemboran) dikalikan dengan kepadatan relatif batubara yang bersangkutan).
Dalam proses pengambilan contoh bisa timbul kesalahan-kesalahan yang
berkenaan dengan hal-hal antara lain :

jumlah/berat contoh yang tidak mencukupi;


cara pengambilan contoh yang tidak tepat;
penentuan lokasi pengambilan contoh;
penanganan contoh di lapangan.
2.3

Pada Penabangan
Secara garis besar sampling dibagai menjadi 4 golongan dilihat dari tempat

pengambilan dimana batubara berada dan tujuannya yaitu; Explorasi sampling, Pit
sampling, Production sampling, dan loading sampling (barging dan transhipment).
Explorasi sampling dilakukan pada tahap awal pendeteksian kualitas batubara
baik dengan cara channel sampling pada outcrop atau lebih detail lagi dengan cara
pemboran atau drilling. Tujuan dari sampling di tahap ini adalah untuk menentukan
karakteristik batubara secara global yang merupakan pendeteksian awal batubara
yang akan di exploitasi.
Pit sampling dilakukan setelah explorasi bahkan bisa hampir bersamaan
dengan progress tambang didalam satu pit atau block penambangan dengan tujuan

lebih mendetailkan data yang sudah ada pada tahap explorasi. Pit sampling ini
dilakukan oleh pit control untuk mengetahui kualitas batubara yang segera akan
ditambang, jadi lebih ditujukan untuk mengkontrol kualitas batubara yang akan
ditambang dalam jangka waktu short term. Pit sampling ini juga dapat dilakukan
dengan pemboran juga dengan channel pada face penambangan kalau diperlukan
untuk mengecek kualitas batubara yang dalam progress ditambang.
Production sampling; dilakukan setelah batubara di proses di prosesing plant
dimana proses ini dapat merupakan penggilingan (crushing) pencucian (washing),
penyetokan dan lain-lain. Tujuannya adalah mengetahui secara pasti kualitas
batubara yang akan di jual atau dikirim ke pembeli supaya kualitasnya sesuai dengan
spesifikasi yang ditentukan dan telah disepakati oleh kedua belah pihak. Dengan
diketahuinya kualitas batubara di stockpile atau di penyimpanan sementara kita dapat
menentukan batubara yang mana yang cocok untuk dikirim ke Buyer tertentu dengan
spesifikasi batubara tertentu pula. Baik dengan cara mencampur (blending) batubarabatubara yang ada di stockpile atau pun dengan single source dengan memilih
kualitas yang sesuai.
Loading Sampling; Dilakukan pada saat batubara dimuat dan dikirim ke
pembeli baik menggunakan barge maupun menggunakan kapal. Biasanya dilakukan
oleh independent company karena kualitas yang ditentukan harus diakui dan
dipercaya oleh penjual (Shipper) dan pembeli (Buyer). Tujuannya adalah
menentukan secara pasti kualitas batubara yang dijual yang nantinya akan
menentukan harga batubara itu sendiri karena ada beberapa parameter yang sifatnya
fleksibel sehingga harganya pun fleksibel tergantung kualitas actual pada saat
batubara dikapalkan.
Sampling, preparasi dan analisa sample batubara dengan berbagai tujuan
seperti telah dijelaskan di atas,dilakukan dengan menggunakan standard standard
yang telah ada. Dimana pemilihannya tergantung keperluannya, biasanya tergantung
permintaan pembeli atau calon pembeli batubara. Standard yang sering digunakan
untuk keperluan tersebut diantaranya ; ASTM (American Society for Testing and
Materials), AS (Australian Standard), Internasional Standard, British Standard, dan

banyak lagi yang lainnya yang berlaku baik di kawasan regional maupun
internasional.

2.4

Pada Stockpile
Pengambilan contoh di stockpile dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut

pengambilan contoh dilakukan dengan sistem blok dengan cara mengukur

panjang, lebar, dan tinggi stockpile.


jika ukuran-ukuran di atas telah diketahui, area stockpile dibagi sesuai dengan

jumlah increment yang harus diambil.


jika pengambilan contoh dilakukan secara manual, maka increment diambil
dengan menggunakan sekop atau auger. Dalam hal ini contoh diambil dari
kedalaman 30 cm. Apabila kadar air tampak tinggi (basah), contoh diambil
lebih ke dalam lagi sampai setengah tinggi/tebal timbunan batubara di
stockpile. Jika dilakukan secara mekanis, maka untuk ketebalan batubara
lebih dari empat meter, pengambilan contoh dilakukan pada dua level atau

lebih, dengan catatan tiap level tidak lebih dari empat meter.
Contoh kemudian diberi identitas pada container-nya, dan siap dikirim ke
laboraturium untuk dianalisa.

2.5

Diatas Belt Conveyor


Pengambilan contoh di atas belt conveyor dapat dilakukan sebagai berikut:

Pengambilan contoh dapat dilakukan secara manual atau mekanis. Jika


dilakukan secara manual, untuk batubara dengan ukuran maksimum partikel

80 mm hanya bisa dilakukan jika belt conveyor dihentikan sejenak.


Jika pengambilan contoh dilakukan secara sistematis kecepatan dari belt
conveyor harus dijaga agar tetap konstan. Pengambilan sebaiknya dilakukan

2.6

pada ujung dari belt conveyor.


Contoh kemudian diberi identitas dan siap dikirim untuk di analisis.
Pengambilan Diatas Gerbong Kereta Api
Pengambilan contoh dapat dilkukan sebagai berikut:

Bagian atas gerbong kereta api/barge dibuat blok-blok yang berbetuk

bujur sangkar berukuran 1 x 1 meter

Pengambilan contoh bisa dilakukan dengan menggunakan sekop atau


auger dengan kedalaman pengambilan sampai 30 cm. Jika batubara
nampak basah, maka pengambilan harus lebih dalam hingga mencapai
setengah tinggi timbunan batubara di dalam gerbong.

Contoh selanjutnya diberi identitas dan kemudian dikirim ke laboraturium


untuk dianalisa.

BAB III
KESIMPLAN

Didalam industri pertambangan batubara, sampling merupakan hal yang


sangat penting, karena merupakan proses yang sangat vital dalam menentukan
karakteristik batubara tersebut. Dalam tahap explorasi, karakteristik batubara
merupakan salah satu penentu dalam study kelayakan apakah batubara tersebut
cukup ekonomis untuk ditambang atau tidak. Begitu pun dalam tahap produksi dan
pengapalan atau penjualan batubara tersebut karakteristik dijadikan acuan dalam
menentukan harga batubara.

DAFTAR PUSTAKA

Gusyanti.Neni. (2013, Mei). Sampling Batubr. Retrieved from de'Arthur Jr:


http://dearthurjr.blogspot.com/2013/05/Sampling-Batubra.html