Oleh
Abd.Hamid
Laboratorium
Politeknik Akamigas Palembang
Maret 2013
BIODATA
Dosen Pengajar
Nama Lengkap : Ir. H. Abdul Hamid
Tempat/Tgl. Lahir : Martapura, 28 Maret 1949
Pekerjaan : - Pensiunan PT. PERTAMINA (Persero) UP III
Plaju Bagian Laboratorium (1972-2004)
- Kepala UPT Laboratorium & Dosen Praktisi TPM
Politeknik Akamigas Palembang (2007-2009)
- Ka.Prodi TPM (2009 - 2012)
- Ka.Laboratorium (2012- sekarang)
Status : Kawin (206)
Alamat : Jl. A. Yani Lr. Fuad 762 Rt.14. Rw.05. 16 Ulu.
Kec. Seberang Ulu II Plaju - Palembang
Telp. : (0711) 518 716 / 081532773142
PENDAHULUAN
Tinjauan Umum
Judul materi ini untuk membekali mahasiswa tentang analisa batubara
secara umum termasuk didalamnya tentang analisa proksimate dan
analisa Ultimate.
Tujuan umum :
Diharapkan mahasiswa mampu memahami tentang analisa batubara
secara umum.
Tujuan khusus.
Setelah mengikuti materi ini diharapkan mahasiswa mampu :
Memahami analisa proksimate
Memahami analisa Ultimate
Menjelaskan tentang analisa batubara secara umum
Memahami prosedur sampling dan persiapan/preparation sample
PENDAHULUAN
Diskripsi singkat tentang Batubara
1. Batubara merupakan sediment batuan yang dapat
terbakar yang terbentuk dari sisa bermacam-macam
tumbuhan dan menjadi padat disebabkan karena
tertimbun lapisan diatasnya.
Perbedaan sifat batubara disebabkan adanya
perbedaan sumber materialnya, lingkungan sewaktu
pengendapannya, keadaan dan kondisi serta derajat
perubahan dalam macam jumlah dan distribusi
pengotornya
PENDAHULUAN
2. Pada umumnya sistem dan analisa batubara
dikembangkan dan digunakan secara luas untuk
kepentingan perdagangan. Beberapa diantaranya
bersifat mendasar dan hanya dilakukan untuk
mengetahui hal-hal pokok unsur pembentuk
batubara, misalnya untuk mengetahui kadar sulphur,
karbon dan hidrogen yang ada didalam batubara.
Analisa lain yang bersifat lebih subjektif dan
empirik, dilakukan untuk mengetahui pengaruh
yang terjadi pada saat batubara dipanaskan dengan
kondisi yang berbeda-beda.
PENDAHULUAN
3. Batubara adalah bahan bakar organik yang komposisinya
sangat kompleks dengan adanya mineral(anorganik) yang
terdapat didalamnya. Karena begitu kompleks nya, struktur
molekul batubara tidak pernah dianalisis untuk keperluan
perdagangan.
Mineral yang terdapat didalam batubara tidak akan terbakar
melainkan akan teroksidasi menjadi abu(ash).
Analisa komposisi abu tidak diperlukan dalam operasi
pencucian batubara, namun analisa komposisi abu sampai
ke unsur-unsur pembentuknya biasanya dilakukan untuk
mengetahui karakteristik abu pada saat pembakaran.
Komposisi abu batubara harus sudah diteliti dengan
seksama pada saat dilakukan perhitungan cadangan
batubara,yaitu pada tahap kegiatan eksplorasi.
PENDAHULUAN
4. Analisa kimia batubara merupakan proses pemilihan
unsur atau mineral menjadi bagian-bagian
pembentuknya,dan proses perhitungan kadar dari
masing-masing unsur yang terkandung didalam
contoh batubara. Kegiatan analisis dilakukan di
Laboratorium.
Analisa umum yang dilakukan pada batubara, baik
oleh perusahaan pertambangan atau oleh pembeli
disebut sebagai Analisa Proksimat(Proximate
Analysis).
Analisa proksimat ini cukup sederhana tetapi
memerlukan ketelitian dengan menggunakan
peralatan khusus dan standar.
PENDAHULUAN
MATERI PEMBAHASAN
Pendahuluan
Parameter Uji
Prosedur Pengujian
Preparasi sample
Sampling batubara
PENDAHULUAN
BATUBARA ???
Batubara merupakan batuan sediment yang padat, dapat
dan mudah terbakar.
Batubara terbentuk dari ber macam-macam fosil tumbuhan
sehingga menjadi padat akibat pengaruh kondisi
(Tempratur,Tekanan dan Waktu) lalu tertimbun oleh lapisan
atasnya.
Perbedaan sifat batubara dapat disebabkan:
- Sumber materialnya
- Lingkungan sewaktu pengendapan
- Kondisi
- Impurities
PENDAHULUAN
BATUBARA ???
Zat asal batubara, telah diketahui berupa materi
tetumbuhan yang dahulunya pernah hidup subur
dipermukaan bumi.
Disamping itu kondisi lingkungan tempat sisa
tumbuhan tersidementasi, ditambah adanya
pengaruh tekanan dan panas bumi yang terjadi
setelah itu, serta pergerakan struktur kerak bumi.
PENDAHULUAN
Secara ekstrim, barang kali dapat dikatakan bahwa
suatu bongkahan kecil batubara tidak akan ada yang
sama persis kualitasnya dengan bongkahan kecil
lainya.
Preparasi batu bara secara sederhana adalah suatu
usaha memisahkan batubara yang telah ditambang
menjadi batubara bersih dari zat zat pengotor melalui
proses fisika ataupun mekanik. Prepasi batubara
dapat pula dikatakan sebagai teknologi pemrosesan
batubara hasil penambangan guna memenuhi
permintaan pasar.
PENDAHULUAN
Dari sisi perdagangan, agar pemasarannya jadi lancar
dan mudah diketahui oleh konsumen karakteristik
batubara yang dipasarkan, maka perlu terlebih
dahulu diadakan pengujian laboratorium.
Beberapa variable yang sering atau umum diminta
pasar adalah nilai kalori, kandungan abu, kandungan
air, kandungan zat terbang dan kadar belerang/
sulphur content.
PENDAHULUAN
Batubara :
Bahan bakar Organik + Anorganik(mineral)
Panas + Reaksi kimia
Carbon (C) dan Hydrogen(H)
Kadar sulphur, Nitrogen, Oxygen, Logam-logam
C & H + O2 CO2 + H2O + Panas
Mineral-mineral teroksidasi menjadi Abu
ANALISA BATUBARA
Apakah analisa batubara itu ???
Analisa batubara merupakan proses
penyelidikan unsur atau material
pembentuk batubara serta perhitungan
kadar dari masing-masing unsur yang
terkandung di dalam tubuh batubara
ANALISA BATUBARA
Lokasi kegiatan analisa Batubara ???
Kegiatan analisa biasanya dilakukan di
dalam suatu laboratorium, dimana setelah
dilakukannya analisa batubara maka akan
diketahui karakter dari batubara itu sendiri
sehingga batubara tersebut dapat
dimanfaatkan sesuai peruntukannya
ANALISA BATUBARA
Difinisi Analisa Batubara menurut kamus :
1. Membaginya menjadi elemen yang rinci untuk
mengetahui isi, sifat, dan sebagainya dari sesuatu.
2. Proses, metode aktivitas intelektual, yaitu
memecahkan suatu objek, gejala, konsep dlsb
dengan membaginya ke dalam struktur bagiannya,
elemen, kondisi dsbg nya terlebih dahulu.
3. Mencari klasifikasi unsur yang terkandung dalam
suatu zat maupun jumlah secara kimia.
ANALISA BATUBARA
Analisa Kimia Batubara :
1. Analisa Kwalitatif :
Proses pemilihan dan penentuan jenis
unsur/mineral
2. Analisa Kwantitatif :
Proses perhitungan kadar /jumlah masing
masing unsur.
Analisa Batubara
KWALITAS BATUBARA
Baik buruknya suatu kwalitas batubara ditentukan
oleh penggunaan batubara itu sendiri.
Batubara yang berkwalitas baik untuk penggunaan
tertentu, belum tentu baik pula untuk penggunaan
yang lainnya, begitu juga sebaliknya.
ANALISA BATUBARA
KWALITAS BATUBARA
Kwalitas suatu batubara dapat ditentukan dengan
cara analisa parameter tertentu baik secara fisika
maupun secara kimia.
Parameter yang ditentukan dari suatu analisa
batubara tergantung tujuan untuk apa batubara
tersebut digunakan
Analisa Batubara
PARAMETER KWALITAS BATUBARA
Total Moisture
Proximate analysis
Ultimate analysis
Total Sulphur
Calorific Value
HGI
Ash Fusion Temprature
Ash Analisis.
ANALISA BATUBARA
Jenis analisa batubara
Proksimat Ultimat
Untuk tingkat pemanfaatan Untuk menentukan
Batubara dalam industri-in tingkat kelas/grade-nya
dustri pengguna batubara atau unsur pembentuk
itu sendiri. batubara tsb.
ANALISA BATUBARA
Apakah
Analisa Proksimat(Proximate Analisis) itu ????
Analisa proksimat adalah analisa umum
yang dilakukan pada batubara baik oleh
perusahaan pertambangan, pihak ketiga
atau pembeli/konsumen. Analisa proksimat
cukup sederhana tetapi memerlukan
peralatan yang khusus dan standar
ANALISA BATUBARA
Analisis Proksimat
yaitu untuk menentukan :
Kadar air (Moisture Content).
Kadar abu (Ash Content).
Kadar zat terbang (Volatile Matter Content),
Kadar karbon padat (Fixed carbon).
Note :
1. Keempat nilai ini totalnya harus 100 %.
2. Keempat nilai diatas tidak dapat memberikan
gambaran atau data mengenaik struktur batubara,
tetapi untuk mengetahui tingkat pemanfaatan
batubara didalam industri pengguna batubara tsb.
3. Untuk mengetahui nilai panas.
ANALISA BATUBARA
Analisa Ultimat
(Ultimate Analysis)
Analisa ultimat merupakan jenis analisa batubara
yang menyelidiki unsur pembentuk batubara yang
sangat kompleks.
Analisa ini biasanya digunakan untuk
pemanfaatan batubara secara khusus seperti
Gasifikasi, Likuifaksi atau penentuan senyawa
penyusun abu batubara untuk memilih tungku
dan sistem pembakaran batubara
ANALISA BATUBARA
Nilai apa saja yang dianalisa pada Ultimate Analysis
yaitu untuk menentukan :
Kadar karbon (C)
Kadar hidrogen (H)
Kadar belerang (S)
Kadar nitrogen (N)
Kadar oksigen (O)
ANALISA BATUBARA
No Parameter Keterangan/Kegunaan
1 Lengas Total Penting untuk Transportasi dan Perhitungan lain
Analisa Proksimat
Lengas Bawaan Data Dasar dalam mendeskripsikan Jenis Batubara.
2 Kandungan Abu Jumlahnya sama dengan 100%
Zat Terbang
Karbon Terhambat
Penting bagi Batubara yang akan digunakan sebagai
3 Nilai Kalori
bahan bakar.
4 Kadar Sulfur Berkaitan dengan masalah lingkungan
Indeks Ketergerusan Perkiraan sulit mudahnya Batubara untuk tergerus
5 (Handgrove Grindability Index) sehingga dapat ditentukan penggerus apa yang
digunakan pada saat preparasi.
Karakter Abu
SiO2 Pentinguntuk memperkirakan sifat abu, khususnya
Al2O2 untuk mengidentifikasi kadar komponen tertentu
Fe2O3 yang tinggi yang dapat memberikan masalah
6 TiO2 pada saat pemakaian.
Mn3O4
CaO
MgO
ANALISA BATUBARA
COMPOSITION OF COAL
Pure Coal
Mineral Matter Moisture
(C,H,N,O,S,N, Trace Element)
Inherent Adherent
Ash LOI Volatile Matter Fixed Carbon
Moisture Moisture
LOI : Loss On Ignition
ANALISA BATUBARA
Kadar Lengas/Kandungan air
(Moisture content)
Kandungan air didalam batubara dapat dibagi menjadi dua jenis:
Pertama adalah inherent moisture atau residuel moisture, yaitu
air yang terserap ke dalam batubara manakala batubara berada
dalam kesetimbangan kelembaban dengan udara bebas.
Kedua adalah surface moisture atau hydroscopic moisture(uap
air hidroskopis) yaitu air yang terserap dan menempel pada
batubara oleh adanya proses sekunder, misalnya dari air tanah,
air penyiraman saat penambangan, air yang dipakai untuk
hydrolic mining, air pada proses preparasi batubara, air hujan,
dan sebagainya.
Jumlah kandungan kedua jenis air didalam batubara inilah yang
disebut dengan kandungan air total (Total Moisture)
ANALISA BATUBARA
Kadar Lengas/Kandungan air
(Moisture content)
Kandungan Air Total(Total Moisture) adalah
merupakan keseluruhan jumlah kandungan air
berbagai jenis yang terdapat dalam sampel
batubara yang di ambil.
Pada prinsipnya, hal ini dihitung dari jumlah
penurunan berat pra pengeringan(Pre-drying loss)
pada tempratur < 35oC ditambah penurunan berat
pengeringan panas pada 107oC
ANALISA BATUBARA
Peringkat Batubara
Semakin tingi peringkat suatu batubara semakin
kecil porositas batubara tersebut atau semakin
padat batubara tersebut. Dengan demikian akan
semakin kecil juga moisture yang dapat diserap
atau ditampung dalam pori batubara tersebut. Hal ini
menyebabkan semakin kecil kandungan
moisturenya khususnya inherent moisturenya.
ANALISA BATUBARA
SIZE DISTRIBUSI
Semakin kecil ukuran partikel batubara,
maka semakin besar luas permukaannya.
Hal ini akan menyebabkan semakin tinggi
surface moisturenya. Pada nilai inherent
moisture tetap, maka Total Moisturenya
akan naik yang dikarenakan naiknya surface
mois ture.
ANALISA BATUBARA
Kadar Lengas/Kandungan air
(Moisture content)
Kadar lengas adalah jumlah cairan yang terdapat pada
tubuh batubara.
Kadar Lengas dapat menempel dipermukaan partikel
batubara atau berada bagian dalam partikel batubara.
sehingga dikenal :
Kadar Lengas bebas (Free Moisture)
Kadar Lengas bawaan (Inherent Moisture)
Kadar Lengas Total(Total Moisture), yaitu total
jumlah lengas bebas dan lengas bawaan.
ANALISA BATUBARA
Lengas Bebas.
Lengas bebas adalah lengas yang terdapat
pada batubara dimana lengas tersebut
terbentuk tidak bersamaan dengan
pembentukan batubara itu sendiri, atau
dengan kata lain lengas tersebut ada pada
tubuh batubara setelah batubara tersebut
terbentuk. Biasanya lengas tersebut berasal
dari hujan,limpasan air sungai atau aliran
air yang termasuk kedalam tubuh batubara.
ANALISA BATUBARA
Lengas Bebas.
Sifat lengas tersebut adalah temporer atau
sementara karena air tersebut hanya berada
dipermukaan tubuh batubara saja.
Untuk menghilangkan lengas bebas dari tubuh
batubara dapat ditempuh dengan cara sederhana
seperti mengangin-anginkan batubara tersebut
pada suhu kamar selama 24 jam atau dimasukkan
kedalam oven dengan suhu 70oC selama 1 jam
ANALISA BATUBARA
Lengas Bebas.
Kadar Lengas bebas :
Lengas /Moisture yang terlepas/hilang ke udara
apabila batubara tsb dibiarkan dalam suatu ruang
pada suhu kamar, sehingga terjadi kesetimbangan
dengan kondisi udara sekitarnya.
Atau:
Kehilangan berat selama sampel batubara tersebut
ditempatkan di dalam ruangan pada suhu kamar
ANALISA BATUBARA
Kadar Lengas Total :
Sampel batubara yang diterima langsung
digerus hingga ukuran 3 mm, lalu
dipanaskan dalam oven pada suhu 105oC
110oC. Lengas yang hilang sebelum dan
sesudah proses pemanasan disebut sebagai
Lengas Total(Total Moisture).
ANALISA BATUBARA
Kondisi Sampling
Total Moisture dapat dipengaruhi oleh
kondisi pada saat batubara tersebut di
sampling :
Kondisi batubara pada saat disampling.
Size distribusi Sample batubara yang
diambil terlalu besar atau terlalu kecil
Cuaca pada saat pengambilan sample.
ANALISA BATUBARA
Lengas Bawaan (Inherent Moisture)
Merupakan lengas yang terdapat pada
batubara dimana lengas tersebut berada
ditubuh batubara sejak batubara
tersebut terbentuk.
Biasanya lengas tersebut berasal dari
kandungan air yang terdapat ditubuh
tumbuhan pembentuk batubara
ANALISA BATUBARA
Lengas Bawaan (Inherent Moisture)
Secara fisik lengas bawaan/inherent
moisture yang ada didalam tubuh batubara
terdapat di pori-pori tubuh batubara.
Untuk menghilangkan lengas bawaan ini
lebih sulit dibandingkan menghilangkan
lengas bebas dari tubuh batubara yaitu
dengan cara memasukkan batubara
kedalam oven pada suhu 1070C selama 1
jam.
ANALISA BATUBARA
Kadar Lengas Bawaan
(Inherent Moisture)
Inherent Moisture : Kehilangan Berat yang terjadi
setelah sampel batubara (tanpa lengas
bebas) dipanaskan dalam tungku pada
tempratur 105oC 110oC.
Secara fisik :
Lengas Inherent :
- Terdapat dalam pori internal batubara
- Tidak sensitif pada kondisi atmosfir
- Menggambarkan karakteristik dasar batubara
ANALISA BATUBARA
Lengas inherent
Lengas inherent semakin tinggi akan semakin
rendah peringkat batubara
IM 1 % - 2 % Antrasit
2% - 4% Low Volatile Bitumenous
5 % - 10 % High Volatile Bitumenous
>> 45 % Lignit
ANALISA BATUBARA
Alat analisa kadar air(Moisture content) batubara
gambar peralatan !!!
ANALISA BATUBARA
Rumus :
M4
Ms = ----- x 100 %
Mo
Keterangan :
Ms = Moisture content (kandungan air)
M4 = Selisih berat cawan dan sampel sebelum
dipanaskan dlm oven dengan setelah dlm
oven.
Mo = Berat sampel (1 gr)
ANALISA BATUBARA
Catatan:
Antara kandungan zat terbang dan karbon tetap
terdapat korelasi yang saling berlawanan, dalam
arti bila kandungan zat terbang naik maka nilai
karbon tetap akan turun, dan demikian
sebaliknya.
Secara umum bila tingkat pembatubaraan
semakin tinggi, maka kandungan zat terbang akan
semakin turun, sebaliknya nilai karbon tetap akan
bertambah
ANALISA BATUBARA
Apakah kadar abu (Ash Content) itu ???
Kadar abu pada batubara adalah material sisa
pembakaran batubara yang berasal dari mineral-
mineral seperti: P, K, Al, Fe, dll yang ada didalam
tubuh batubara yang terbakar secara sempurna.
Kadar abu batubara diukur dengan cara membakar
batubara yang sudah tidak mengandung lengas
ditungku pembakaran dengan suhu 815oF. Setelah
terbakar maka abu sisa pembakaran ditimbang dan
dibandingkan dengan berat batubara sebelum
pembakaran ditungku
ANALISA BATUBARA
ASH CONTENT
Batubara sebenarnya tidak mengandung abu,
melainkan mengandung mineral matter. Namun
sebagian mineral matter dianalisa dan dinyatakan
sebagai kadar abu(ash content).
Mineral Matter atau ash dalam batubara terdiri dari
inherent dan extarneous.
Inherent ash ada dalam batubara sejak pada masa
pembentukan batubara dan keberadaan dalam
batubara terikat secara kimia dalam struktur molekul
batubara.
Extarneous ash, berasal dari dilusi atau sunber abu
yang berasal dari luar batubara.
ANALISA BATUBARA
Sifat-Sifat kadar abu
Kadar abu dalam batubara tergantung pada
banyaknya dan jenis mineral matter yang
dikandung oleh batubara baik yang berasal dari
inherent atau dari extarneous.
Kadar abu relatif lebih stabil pada batubara yang
sama. Oleh karena itu ash sering dijadikan
parameter penentu dalam beberapa kalibrasi alat
preparasi maupun alat sampling.
Semakin tinggi kadar abu pada jenis batubara yang
sama, semakin rendah nilai kalorinya.
Kadar abu juga sering mempengaruhi nilai HGI
batubara
ANALISA BATUBARA
Hubungan antara kadar abu dgn Nilai kalori
Rumus Umum : Upper seam : Main Seam : Lower Seam :
7.000
6.500
Nilai Kalori (Kkal/Kg)
6.000
5.500
5.000
4.500
4.000
3.500
3.000
5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Kadar Abu (%)
ANALISA BATUBARA
Karakter Abu (Ash Caracters)
Abu batubara pada dasarnya
tersusun dari senyawa kimia seperti
Silikon(S), Aluminium(Al), Besi(Fe),
dan Kalsium(K) serta sejumlah
kecil Titanium(Ti), Mangan(Mn)
dan sebagainya.
ANALISA BATUBARA
Zat mineral
(Abu/ash dan Inorganik volatile matter)
Dilihat dari proses kejadianya, kandungan
abu pada batubara dibagi menjadi :
Kandungan abu bawaan(inherent ash)
Kandungan abu serapan.
ANALISA BATUBARA
Kandungan abu bawaan:
Kandungan abu bawaan diperoleh dari abu yang
terkandung pada tumbuh-tumbuhan yang menjadi batubara,
jumlahnya sedikit, dan sulit untuk diambil melalui proses
pemisahan.
Pada Batubara kilap (bright coal) atau Vitrite yang berasal
dari proses pembatubaraan zat kayu pada tumbuhan, jumlah
kandungan abunya sedikit. Abu ini diduga merupakan abu
bawaan (inherent ash) yang banyak mengandung kapur dan
mineral alkali (basa), sedangkan kandungan asam silikat dan
alumina-nya sedikit.
Disisi lain, Batubara kusam (dull coal) yang berupa durite
(atau durain) dan fusite (atau fusain) berasal dari serpihan
kayu, kulit pohon, serbuk bunga, spora dan lain-lain yang
bercampur dengan lumpur dan pasir, lalu tersedimentasi dan
mengalami proses pembatubaraan. Karena itu, kandungan
abunya banyak.
ANALISA BATUBARA
Kandungan Abu Serapan :
Kandungan Abu Serapan terjadi akibat adanya intrusi
lumpur dan pasir saat tetumbuhan tersedimentasi. Atau
bisa pula terjadi setelah proses pembatubaraan
berlangsung, dimana akibat adanya retakan dan
sebagainya, menyebabkan lumpur dan pasir ikut
tercampur masuk (intrusi).
Abu jenis ini terdistribusi secara tidak merata di
dalam Batubara, dan banyak mengandung zat-zat
seperti batu Lanau (Shale), Pirit, Gypsum, Silikat,
Karbonat, Sulfat dan sebagainya, dimana kandungan
asam silikat dan alumina-nya banyak.
ANALISA BATUBARA
Senyawa Batubara(Coal Matter)
Senyawa batubara terdiri dari Organik volatile matter
dan Fixed Carbon !!
Organik Volatile Matter, kebanyakan tersusun dari:
Gas-gas yang dapat dibakar seperti hidrogen, carbon
monoksida dan methan
Uap yang dapat mengembun seperti Tar dengan sedikit
gas tidak dapat dibakar, uap seperti CO2 dan air, yang
terbentuk dari penguraian senyawa carbon secara
termis.
Bila batubara memiliki kandungan zat terbang yang tinggi,
maka sifat penyalaan (Ignition) nya pun baik. Akan tetapi
hal ini juga mengandung resiko swabakar(spontaneous
combustion) yang tinggi
ANALISA BATUBARA
ASH CONTENT IN INDONESIAN COAL
SUMATERA
PT. Allied Indo Coal : 10 %
PT. BA Ombilin : 8 %
PT. BA Tanjung Enim : 7-8 %
KALIMANTAN
PT. Adro Indonesia : 1 - 1.2 %
PT. Bahari Cakrawala Sebuku : 5.9 23.2 %
PT. Arutmin Indonesia : 8 - 15 %
PT. Kendilo Coal Indonesia : 11 %
PT. Kideco Jaya agung : 3-4 %
PT. Tanito Harum : 3-7 %
PT. Multi Harapan Utama : 4-5 %
PT. Indominco Mandiri : 3-5 %
PT. Kaltim Prima Coal : 4-7 %
PT. Berau Coal : 3 3.5 %
ANALISA BATUBARA
Kadar Abu(Ash Content)
1. Definisi:
Residu anorganik yang terjadi setelah
batubara dibakar dalam tungku/Furnace
tempratur 815oC.
Merupakan sisa pembakaran mineral
mineral yang terdapat dalam batubara.
Mineral semakin tinggi maka ash content
semakin tinggi
ANALISA BATUBARA
Kadar Abu(Ash Content)
2. Kadar abu dapat dilakukan analisa lebih lanjut
untuk mengetahui kandungan mineral matter
baik secara kwalitatif maupun kwantitatif (Ash
Content Analysis) dengan alat AAS
AAS = Atomic Absorption Spectrophotometer
yaitu alat yang menggunakan serapan atom
untuk mengetahui unsur atom.
ANALISA BATUBARA
Alat analisa kandungan abu(Ash Content)batubara
ANALISA BATUBARA
Rumus :
M4
Ash Content = ----- x 100 %
Mo
Dimana : M4 = Selisih berat cawan dan sampel
sebelum dipanaskan dengan setelah
dipanaskan.
Mo = Berat sampel ( 1 gram)
ANALISA BATUBARA
VOLATILE MATTER
(Zat Terbang)
Apakah Zat terbang itu ???
Zat terbang adalah bagian dari batubara yang
menguap (misalnya CH4) pada saat batubara
dibakar didalam tungku tertutup pada suhu
900oC.
Cara mengetahui zat terbang adalah dengan
memasukkan sampel batubara kedalam tungku
silika selama 7 menit, maka kehilangan berat dari
sampel tubuh batubara merupakan zat terbang
(Volatile Matter).
ANALISA BATUBARA
Alat analisa Volatile Matter batubara
ANALISA BATUBARA
Volatile Matter(Zat Terbang)
Zat Terbang :
Losses batubara (menguap) saat dipanaskan
pada tempratur 900oC.
Merupakan bagian batubara yang mudah
menguap misalnya CH4 atau hasil penguraian
senyawa kimia pembentuk batubara.
Note:
Setelah pemanasan akan tertinggal berupa residu
padat yang terdiri dari carbon dan mineral-
mineral.
ANALISA BATUBARA
Rumus :
Vm = {(M4/Mo) x 100 % } Ms
Keterangan:
Vm = Volatile Matter ...%
M4 = Selisih berat sebelum dipanaskan dengan
setelah dipanaskan (M2-M3) gram
Mo = Berat awal sampel (1 gr)
Ms = Kandungan air...%
ANALISA BATUBARA
Analisa Fixed Carbon
Fixed Carbon, merupakan bagian dari residu yang tersisa
setelah moisture dan volatile matter dihilangkan.
Fixed carbon dapat dibakar, terdiri dari carbon, hydrogen,
Oksigen, Sulphur dan nitrogen.
Kandungan carbon tetap didapatkan dari analisa tak
langsung, dan dihitung dari persamaan berikut. Dari
sisa pembakaran, setelah hasilnya dikurangi dengan
kadar abu, maka hasilnya inilah yang berupa nilai
karbon tetap.
Fixed Carbon(%)=100% - (Moisture+Ash+Volatile)%
ANALISA BATUBARA
Analisa Fixed Carbon
Antara kandungan zat terbang dan karbon tetap
terdapat korelasi yang saling berhubungan
berlawanan,dalam arti bila kandungan zart
terbang naik, maka nilai karbon tetap akan turun
dan demikian sebaliknya.
Secara umum bila tingkat pembatubaraan
semakin tinggi maka kandungan zat terbang akan
semakin turun, sebaliknya nilai karbon tetap akan
bertambah.
ANALISA BATUBARA
Rasio Bahan Bakar(Fuel Ratio)
Kandungan zat terbang dan karbon tetap dalam analisis
proksima,menunjukkan kandungan efektif batubara
sebagai bahan bakar.
Fuel Ratio yang ditunjukkan oleh persamaan berikut ini,
nilainya akan naik secara signifikan sebanding dengan
tingkat pembatubaraan yang dialami.
Karena itu Fuel Ratio merupakan salah satu parameter
didalam penentuan klasifikasi ataupun untuk
menunjukkan karakteristik khusus batubara.
Fuel Ratio = Fixed Carbon(%)/Volatile Matter(%)
ANALISA BATUBARA
Rasio Bahan Bakar(Fuel Ratio)
Umumnya nilai Fuel Ratio untuk masing-masing
kelompok batubara diberikan sebagai berikut:
Brown Coal (Lignite) : Kurang dari 1
Batubara Bituminus : 14
Antrasit : Lebih dari 4
ANALISA BATUBARA
Sifat-sifat lain dari batubara
Beberapa sifat batubara sebagai bahan bakar, yang
penting antara lain:
1. Nilai Panas (Specific energy)
2. Suhu Leleh Abu (Ash Fusion Temprature, Ash
Composition)
3. Kekerasan batubara (Hardgrove Grindability
Index, Abrasion Index).
4. Sifat batubara Kokas (Coking Coal)
ANALISA BATUBARA
1. Nilai Panas:
Nilai kalori merupakan panas yang dilepas saat
unit kuantitas batubara terbakar sempurna.
Nilai kalori ini dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Gross Calorific Value
b. Net Calorific Value
ANALISA BATUBARA
2. Suhu Leleh Abu(Ash)
Saat batubara dibakar, maka abu dan kandungan
inorganik lain akann meleleh. Lelehan ini lalu akan
menempel dan mengeras dipermukaan penghantar
panas pada tungku membentuk klingker.
Adanya klingker ini akan menyebabkan berbagai
masalah seperti penurunan daya hantar panas
maupun daya ventilasi.
Titik leleh abu mempunyai hubungan erat dengan
Pembentukan Klingker.Bila titik lelehnya rendah,
maka klingker akan mudah terbentuk.Titik leleh abu
umumnya berada pada kisaran 1000oC s/d 1500oC,
dan idealnya bernilai 1300oC keatas.
ANALISA BATUBARA
3. Kekerasan Batubara (Hardgrove Grindability)
Kekerasan atau Ketergerusan merupakan sifat
mudah-sulitnya batubara tersebut untuk diremuk
atau digerus/dihancurkan.
Besar kecilnya nilai ketergerusan ini, dinyatakan
dengan suatu indeks yang disebut Hardgrove
Grindability Index atau HGI.
Semakin kecil nilai HGI berarti semakin sulit
penggerusannya, dan sebaliknya nilai HGI semakin
besar maka semakin mudah penggerusannya
ANALISA BATUBARA
Metode Pengujian
1. Kadar lengas total Iso 589 Hard Coal.
2. Kadar Abu Iso 1171 Solid Mineral Fuels
3. Zat Terbang Iso 562 - Hard Coal and Coke.
4. Carbon tertambat (Fixed Carbon) :
100 % - (% Kadar Lengas + % Kadar Abu + % Zat
Terbang)
ANALISA BATUBARA
Contoh data hasil analisa Proksimat Batubara
Sampel Kadar Kadar Zat Fixed Total
Batubara Lengas Abu Terbang Carbon
% wt % wt % wt % wt %wt
A 2.2 4.9 41.3 51.6 100.0
B 1.4 11.4 31.3 55.8 100.0
ANALISA BATUBARA
Analisa Ultimat/Ultimate analysis
Suatu analisa yang bermanfaat untuk menentukan
kelas batubara.
Menggambarkan atau menunjukkan unsur
pembentuk batubara/unsur-unsur kimia
pembentuknya, antara lain :
- Sulphur ..................... S
- Karbon ..................... C
- Hydrogen .................. H
- Oxygen ..................... O
- Nitrogen ................... N
ANALISA BATUBARA
Analisa Ultimat/Ultimate analysis
Hasil analisa ultimate biasanya digunakan
untuk menentukan kwalitas dan jenis
lapisan batubara, cadangan batubara,
sehingga batubara dapat di kelompokkan
atas kelasnya untuk keperluan teknis
lainnya.
ANALISA BATUBARA
Kadar Sulphur
Kadar sulphur (Sulphur Content) adalah jumlah unsur sulphur yang
terdapat didalam tubuh batubara. Sulphur didalam tubuh batubara
terdapat 3 bentuk, yaitu :
1. Sulphur Piritik (FeS2)
Jumlahnya sekitar 20 % s/d 30% dari sulphur total dan terasosiasi
dalam abu. Sulphur jenis ini dpt dihilangkan dengan cara pencucian.
2. Sulphur Organik.
Jumlahnya 20% s/d 80% dari sulphur total, dan secara kimia terikat
didalam tubuh batubara.Biasanya berasosiasi dengan sulphida(H2S)
selama proses pembatubaraan.
3. Sulphur Sulfat.
Kebanyakan sbg kalsium sulfat, natrium sulfat dan besi sulfat.
Jumlahnya sangat kecil kecuali pada batubara yang telah terekspose
dan teroksidasi.
ANALISA BATUBARA
Peta Indonesia
ANALISA BATUBARA
SULPHUR CONTENT IN INDONESIAN COAL
SUMATERA
PT. Allied Indo Coal : 0.5 %
PT. BA Ombilin : 0.5 %
PT. BA Tanjung Enim : 0.7 0.9 %
KALIMANTAN
PT. Adaro Indonesia : 0.1 %
PT. Bahari Cakrawala Sebuku : 0.1 0.5 %
PT. Arutmin Indonesia : 0.7 0.9 %
PT. Kendilo Coal Indonesia : 0.8 %
PT. Kideco Jaya agung : 0.2 %
PT. Tanito Harum : 0.3 - 0.8 %
PT. Multi Harapan Utama : 0.8 %
PT. Indominco Mandiri : 0.8 1.0 %
PT. Kaltim Prima Coal : 0.4 0.5 %
PT. Berau Coal : 0.8 0.9 %
Sumber : Direktorat Batubara-ESDM
ANALISA BATUBARA
Analisa Ultimat/Ultimate analysis
SULPHUR
a. Sulphur Piritik :
- FeS2, sekitar 20% - 30% dari Sulphur Total.
- Terasosiasi dalam abu
- Terjadi sebagai makro/micro deposit
- Umumnya dapat dihilangkan dengan proses
pencucian/Treating.
ANALISA BATUBARA
SULPHUR
b. Sulphur Organik
Jumlah berkisar antara 20 80 % dari sulphur total
Terasosiasi berupa sulphat (SO4) dan sulpida (H2S)
selama proses pembentukannya/proses
pembatubaraan.
c. Sulphur Sulphat
Umumnya dalam bentuk :
- Kalium sulphate .................. K2SO4
- Natrium Sulphate ................ Na2SO4
- Besi Sulphate ........................ FeSO4.
ANALISA BATUBARA
Kadar Sulphur
Pengaruh adanya sulphur :
Nilai jual batubara relatif rendah karena nilai
panas/calorific value rendah.
Batubara sebagai bahan bakar dapat menciptakan
gas SO2 & SO3 sehingga dapat menimbulkan
hujan asam.
Merusak system pemanasan lengas didalam boiler
pada pembangkit tenaga listrik.
ANALISA BATUBARA
Pengaruh Kadar Sulphur dalam
pembakaran Batubara
S + O2 SO2
2S + 3O2 SO3
Sulphur Piritik
(FeS2) O2 (Tdk teroksidasi)
Sulphur Sulphat
(K2SO4, Na2SO4, FeSO4)
ANALISA BATUBARA
Pengaruh Kadar Sulphur dlm pembakaran batubara
Sulphur Piritik (FeS2) &
Sulphur Sulphate (K2SO4, Na2SO4, FeSO4)
Tidak teroksidasi
Akan tertinggal dalam abu batubara
Menjadi Sulfida Anorganik berupa Na2S, FeS2 dan
Kalium, Calsium, Magnesium, Mangan sulfida dlsb.
ANALISA BATUBARA
Pengaruh Kadar Sulphur dlm pembakaran batubara
Pengaruh kadar sulphur bila batubara dipakai sebagai
bahan bakar antara lain :
1. Besi sulphat, FeSO4 :
- Mempengaruhi titik leleh (Ash Fusion Temp-AFT)
- Menurunkan suhu awal deformasi( Initial
Deformation Temprature).
2. Absorpsi sulphur oksida(SO3) dalam abu batubara
akan mengakibatkan Fouling, sehingga akan
menimbulkan korosif pada dinding Boiler .
3. Gas SO3 dalam gas pembakaran dapat membentuk
sulphate, H2SO4 yang bersifat korosif.
ANALISA BATUBARA
Pengendalian Emisi Sulphur
1. Wet Scrubing : Metode penangkapan gas SO2 dengan
lumpur Limestone/Magnesium oksida MgO sehingga
mampu mereduce 80 s/d 93 % bahkan s/d 99%.
2. Dry Sorbent System : Metode panangkapan gas SO2
dengan Carbon Aktif atau campuran Alumina dan
Tembaga( Al2Cu3) shg. mampu menyerap/meng
absorp s/d 90 % gas SO2.
ANALISA BATUBARA
Basis Uji Sampel
ANALISA BATUBARA
Basis Uji & Analisis Serta Singkatan yang dipakai
Basis Unsur Kandungan Singkatan
As Received Sama seperti saat diterima ar
Air dried Dikeringkan dengan udara bebas ad
Dry Tanpa kandungan air d
Dry, ash free Tanpa kandungan air dan abu daf
Pure coal
Tanpa kandungan air dan zat mineral lain dmmf
(Dry mineral matter free)
ANALISA BATUBARA
Tampilan hasil analisis
1. Adanya tampilan air dried basis.
Menunjukkan bahwa uji dan analisis dilakukan
dengan menggunakan sampel uji yang telah
dikeringkan pada udara terbuka, yaitu sampel
ditebar tipis pada suhu ruangan sehingga terjadi
kesetimbangan dengan lingkungan ruangan
laboratorium,sebelum akhirnya diuji dan
dianalisis
ANALISA BATUBARA
Tampilan hasil analisis
2. Tampilan dry basis.
Tampilan dry basis menunjukkan bahwa hasil uji dan
analisis dengan menggunakan sampel uji yang telah di-
keringkan diudara terbuka seperti diatas, lalu dikonversi
perhitungannya untuk memenuhi kondisi kering.
3. Tampilan Pure coal basis.
Tampilan ini berarti batubara tsb diasumsikan dalam
keadaan murni dan tidak mengandung air serta zat
mineral lainnya. Kondisi ini disebut pula nama dry &
mineral matter free basis.
ANALISA BATUBARA
4. Tampilan dry & ash free basis.
Tampilan ini merupakan suatu kondisi asumsi dimana
batubara sama sekali tidak mengandung air maupun
abu.
Adanya tampilan dry & ash free basis menunjukkan
bahwa hasil analisis dan uji terhadap sampel yang
telah dikeringkan di udara terbuka seperti diatas, lalu
dikonversi perhitungannya sehingga memenuhi
kondisi tanpa abu dan tanpa air.
ANALISA BATUBARA
Contoh data Analisa Ultimat.
Unsur A(%wt) B (%wt)
Karbon / C 82.80 86.80
Hydrogen / H 5.73 5.71
Nitrogen / N 2.00 1.70
Oksigen / O 8.50 5.10
Sulphur / S 0.83 0.38
99.86 99.69
Note:
1. C, H, N, O dry ash free basis
S dry basis.
2. Pirit dapat dihilangkan dengan pencucian/penggerusan
3. Sulphur tinggi nilai jualnya rendah
ANALISA BATUBARA
Basis pelaporan hasil analisa
Kadar lengas Moisture
Kadar Abu Ash Basis pelaporan ?
Kadar Mineral Volatile
Basis Pelaporan yang umum digunakan :
As Received (ar )
Air Dried Basis ( adb)
Dry (d)
Dry ash free ( daf)
Dry mineral matter free (dmmf)
ANALISA BATUBARA
Basis pelaporan hasil analisa
As Received (ar) : Lengas total dihitung(sampel
basah)
Air dried basis (adb) : Kadar lengas terkoreksi
sesuai kelembaban udara terbuka. Bila kadar lengas
ini ditentukan, maka diperoleh kadar lengas adb.
Basis dry : Keadaan kering sehingga kadar lengas = 0
(nol) Ash & Volatile mudah
ditentukan.
ANALISA BATUBARA
Kualitas Batubara
Kwalitas batubara dapat ditentukan oleh analisa sbb:
Proksimat analisis.
Ultimat Analisis.
Calorific Value
Kekerasan, HGB (High Grindability Index)
Kadar Sulphur.
Karakteristik abu unsur pembentuk abu
Quiz-I
Analisa Batubara
1. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang analisa kimia
batubara, dan coba bedakan Proximate & Ultimate
Analysis.
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Lengas Inherent
yang dikaitkan dengan peringkat/kelas batubara.
3. Coba jelaskan secara singkat pengertian Volatile
matter & Ash content dalam analisa Proksimat
batubara.
4. Jelaskan beberapa pengaruh adanya kandungan
sulphur dalam produk batubara sebagai bahan
bakar.
5. Bedakan basis pelaporan berikut ini : As
Received(ar)-Air Dried Basis(adb) dan basis Dry(d)
ANALISA BATUBARA
Nilai Kalori
Nilai Kalori (Calorific Value) merupakan nilai yang
menunjukkan jumlah bahang(heat) yang dihasilkan
apabila sejumlah tertentu batubara dibakar.
Nilai kalori ditentukan berdasarkan kenaikan suhu
apabila batubara dibakar didalam kalorimeter atau
Bomb Calorimeter.
Data nilai kalori sangat diperlukan terutama bila
batubara dipakai sebagai bahan bakar misalnya pada
boiler Pembangkit Listrik Tenaga Uap(PLTU).
Ada dua jenis nilai kalori yakni:
Gross Calorific Value(GCV)
Net Calorific Value(NCV)
ANALISA BATUBARA
Nilai Kalori
Nilai kalori (Calorific Value) merupakan jumlah
panas yang dihasilkan apabila sejumlah batubara
dibakar.
Alat yang digunakan untuk analisa adalah
Calorimeter(Bomb Calorimeter).
Satuan panas : Mega Joul/kg, MJ/kg atau Kilo-
kalori/kg, k.cal/kg.
Nilai kalori : GCV (Gross Calorific Value)
NCV(Net Calorific Value).
Merupakan parameter utama(paling penting) apabila
batubara tsb digunakan sebagai bahan bakar.
ANALISA BATUBARA
Nilai Kalori Batubara.
Definisi.
GCV : Panas yang dihasilkan oleh pembakaran bahan
bakar batubara tanpa memperhitungkan panas
hilang akibat penguapan dan kondensasi uap
air/lengas/moisture.
Dengan kata lain GCV adalah nilai kalori total, dan nilai ini adalah
nilai yang diperoleh dari hasil analisis.
Didalam nilai tersebut, terkandung pula nilai kalor laten(=Panas
tersembunyi) dari uap air yang terbentuk akibat pembakaran
kandungan air dan hydrogen dalam batubara.
Akan tetapi, pada pembakaran sebenarnya dengan menggunakan
Boiler dan sebagainya, uap air ini dilepas begitu saja lewat
cerobong asap tanpa prose kondensasi, sehingga pada hakikatnya
kalor laten tersebut tidak dapat dimanfaatkan.
ANALISA BATUBARA
Net Calorific Value(Hn)
NCV : Panas yang dihasilkan oleh pembakaran bahan
bakar batubara setelah dikurangi panas hilang
akibat proses penguapan dan kondensasi uap air.
Dengan kata lain, NCV merupaka nilai kalori murni,
yaitu setelah dikurangi dengan panas laten-nya.Nilai ini
tidak tergantung kepada hasil pengukuran, dan hanya
ditentukan berdasarkan persamaan berikut:
Hn = Hg 600 (9H+W) kcal/kg
Dimana H adalah kandungan hydrogen pd kondisi
equilibrium moisture (kg) dan W adalah kandungan air
(kg). Batubara boiler yang biasa dipakai saat ini, banyak
yang memiliki nilai Hg antara 6000 7000 kcal/kg.
ANALISA BATUBARA
Nilai Kalori Batubara
Rumus/Persamaan standar menghitung nilai NCV :
1. Iso R.1928 :
NCV = GCV0.212(H)0.0008(O)0.0245(M) MJ/kg
2. BSI 526 :
NCV = GCV0.212(H)0.0007(O)0.0244(M) MJ/kg
3. ASTM D.407 :
NCV = GCV 0.024 { 9(H) + M } MJ/kg
Dimana :
H = % wt Hydrogen, diluar lengas.
O = % wt Oxygen, diluar lengas.
S = % wt Sulphur total, diluar lengas
M = % wt Lengas.
ANALISA BATUBARA
Nilai Kalori Batubara
Nilai NCV juga dapat dihitung dari data ultimate
analysis dengan menggunakan Persamaan Dulong
sebagai berikut :
NCV =81(C)+340(H)(O)/8 + 22(S)5.84{9(H)+(M)}
k.cal/kg
Factor konversi satuan panas :
1 Btu (British thermal unit) = 0.2520 kcal
= 2.9307 x 10 -4 kWh (1watt = 1 joul/detik)
1 Btu = 0.55555 kcal/kg = 0.002326 MJ/kg
maka 1 MJ/kg = 238.85 kcal/kg
ANALISA BATUBARA
Hardgrove Grindability Index
(HGI)
HGI merupakan kemampugerusan yaitu nilai yang
menyatakan seberapa besar batubara mampu menjadi
butiran-butiran yang lebih kecil bila terkena gaya tekan.
Cara menentukan kemampugerusan adalah sejumlah
sampel batubara yang sudah tidak mengandung lengas lagi
digerus dalam penggerus bola. Produk yang dihasilkan
diayak dan nilai HGI dihitung berat yang lolos ayakan 74
micrometer dibanding dengan jumlah awal dikalikan 100%.
Semakin besar persentase HGI maka semakin mudah
batubara tersebut digerus.
Nilai HGI berguna untuk menentukan alat penggerus apa
yang akan digunakan nantinya pada pabrik pencucian
batubara(Washing Plant).
ANALISA BATUBARA
Hardgrove Grindability Index
(HGI)
Kekerasan Batubara (Hardgrove Grindability)
Kekerasan atau Ketergerusan merupakan sifat
mudah-sulitnya batubara tersebut untuk diremuk
atau digerus/dihancurkan.
Besar kecilnya nilai ketergerusan ini, dinyatakan
dengan suatu indeks yang disebut Hardgrove
Grindability Index atau HGI.
Semakin kecil nilai HGI berarti semakin sulit
penggerusannya, dan sebaliknya nilai HGI semakin
besar maka semakin mudah penggerusannya
ANALISA BATUBARA
Hardgrove Grindability Index
(HGI)
HGI : Nilai yang menyatakan kemampu gerusan
(Grindability) suatu batubara yang lolos melalui
pengayakan ukuran tertentu.
- Penggerus (Ball-ring type mill)
- Penggerusan 60 kali putaran
- Berat sampel 50 gram
- Curva kalibrasi Hub.HGI vs Lolos 200 #(grm).
Note: Makin tinggi nilai HGI, artinya Batubara tsb
semakin mudah digerus.
Nilai HGI mempunyai hubungan degan zat
terbang
ANALISA BATUBARA
Hardgrove Grindability Index
15 -
HGI lolos 200 #
12 - 40 4.35
Lolos 200# 58 7.14
(gram) 9 - 83 10.44
107 14.53
6 -
3
30 40 50 60 70 80 90 100 110
HGI
ANALISA BATUBARA
Karakteristik Abu Batubara
Kadar abu batubara pada dasarnya terdiri dari
senyawa : Alumina, Besi, Silica, Calsium, dan
sejumlah kecil senyawa Ti, Mn, Mg, Na dan K.
Komposisi abu batubara lainnya : Arsen(As),
Tembaga(Cu), Timbal(Pb), Nickel(Ni), Seng(Zn),
dan Uranium.
Secara umum abu batubara terdiri dari :
a. Inherent mineral matter.
b. Extraneous mineral matter.
ANALISA BATUBARA
Karakteristik Abu Batubara
Inherent Mineral Matter:
Mineral yang terbentuk bersama-sama saat proses
pembentukan batubara(pembatubaraan).
Kadarnya antara 0.5% s/d 1.0 %.
Extraneous Mineral Matter :
Mineral asing yang tercampur ke dalam batubara
selama pembentukan batubara (dalam bentuk
slate, Sandstone, Clay atau Limestone) atau
sebagai pengotor lain yg terjadi saat melakukan
penambangan batubara.
ANALISA BATUBARA
Rumus-Rumus perhitungan Kadar Mineral Matter:
MM = 1.08 A + 0.55 Stot
MM = 1.13 A + 0.47 Spyr + Cl
MM = 1.10 A + 0.53 Stot + 0.74 CO2 - 0.36
MM = 1.13 A+0.5 Spyr +0.8 CO22.8 Sabu+2.8 Ssul+0.31Cl
MM = 1.10 A + 0.55 CO2
MM = 1.10 A
Note : Pers. Diatas berbasis ad(air dried) dimana :
MM = Mineral Matter. A = Abu.
Stot = Sulpur Total. Spyr = Sulpur Pirit.
Sabu = Sulphur Abu. Ssul = Sulphur sulphat.
CO2 = Carbon dioksida. Cl = Chlor
ANALISA BATUBARA
Pengaruh Mineral Matter dalam Pengerusan
Meningkatkan energi yang diperlukan
utk pengerusan(karena sifat kekerasan
batubara akibat adanya mineral
matter).
Mempercepat keausan permukaan alat
pengerus baik ball-nya, maupun ring
type-nya. ( Index Abrasi).
ANALISA BATUBARA
Karakteristik Abu
Karakteristik Abu sangat ditentukan oleh
komposisi kandungan abu batubara itu sendiri.
Karakteristik Abu yang sangat perlu diperhatikan a.l:
- Titik leleh abu batubara (Ash Fusion Tempratur, AFT)
- Viscosity (Slag Viscosity)
- Silica rasio (Nisbah Silica)
- Asam-basa rasio (Nisbah asam-basa)
- Dolomit rasio
- Piritik rasio
ANALISA BATUBARA
Nilai Ash Fusion Temprature-AFT
(Titik Leleh Abu)
Nilai Ash Fusion Tempratue- AFT sangat dipengaruhi
oleh komposisi abu nya. Sebagai contoh antara lain:
Senyawa Alumina Silica Al2O3. 2SiO3.
Senyawa Calsium, Magnesium dan Besi Oksida
(CaO, MgO dan Fe2O3). Menurunkan AFT.
Senyawa oksida lainnya seperti : FeO, Na2O, K2O.
Kadar Sulphur tinggi menurunkan suhu initial
deformmation dan melebarkan rentang suhu leleh
Note : Nilai AFT /titik leleh abu Umumnya berkisar
antara 1000oC 1600oC
Quiz-2
Analisa Batubara
1. Sebutkan Parameter utama batubara bilamana
batubara tersebut digunakan sebagai bahan bakar
Jelaskan!!.
2. Apa yang dimaksud dengan Hardgrove Grindability
Index (HGI), dan jelaskan dengan curva yang
menggambarkan hubungan antara HGI vs Kadar Zat
terbang.
3. Jelaskan perbedaan antara Inherent dan Extraneous
Mineral Matter, dan apa pengaruhnya terhadap proses
peremukan batubara.
4. Sebutkan beberapa metode pengendalian emisi sulphur
dalam produk batubara.
5. Jelaskan beberapa pengaruh sulphur content dalam
proses pembakaran batubara.
Jawaban quiz-2
1. Nilai kalori (Calorific Value), yaitu merupakan sejumlah panas tertentu (Btu, k.cal/kg,
MJ/kg) yang dihasilkan apabila sejumlah batubara dibakar dengan menggunakan alat
Bomb Calorimeter. Nilai kalori : GCV (Gross Calorific Value) dan Net Calorific Value).
GCV = Panas yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar batubara tanpa memperhi-
tungkan panas hilang akibat penguapan dan kondensasi uap air/lengas/moisture
NCV = Panas yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar batubara setelah dikurangi
panas hilang akibat proses penguapan dan kondensasi uap air.
2. HGI = Nilai yang menyatakan kemampu gerusan (Grindability) suatu batubara yang
dinyatakan lolos melalui pengayakan ukuran tertentu.
Semakin tinggi nilai HGI, artinya batubara tersebut semakin mudah digerus/
dihancurkan.
Lolos
200 #
HGI
Jawaban quiz-2
3. Inherent Mineral Matter:
Mineral yang terbentuk bersama-sama saat proses pembentukan batubara
(pembatubaraan). Kadarnya antara 0.5% s/d 1.0 %.
Extraneous Mineral Matter :
Mineral asing yg tercampur ke dalam batubara selama pembentukan batubara
pembatubaraan (dalam bentuk slate, Sandstone, Clay atau Limestone) atau
sebagai pengotor lain yang terjadi saat melakukan penambangan batubara.
Pengaruh mineral matter terhadap proses pengerusan/peremukan :
Meningkatkan energi yang diperlukan utk pengerusan(karena sifat
kekerasan batubara akibat adanya mineral matter).
Mempercepat keausan permukaan alat pengerus baik ball-nya, maupun
ring type-nya. ( Index Abrasi).
4. Metode Pengendalian emisi sulphur :
a. Wet Scrubing : Metode penangkapan gas SO2 dengan lumpur Limestone/
Magnesium oksida MgO sehingga mampu me-reduce 80 s/d 93 % bahkan
s/d 99%.
b. Dry Sorbent System : Metode panangkapan gas SO2 dengan Carbon Aktif
atau campuran Alumina dan Tembaga( Al2Cu3) shg. Mampu nyerap/meng
absorp s/d 90 % gas SO2.
Jawaban quiz-2
5. Pengaruh Kadar Sulphur dlm pembakaran batubara:
Pengaruh kadar sulphur bila batubara dipakai sebagai bahan bakar
antara lain :
1. Besi sulphat, FeSO4 :
- Mempengaruhi titik leleh (Ash Fusion Temp-AFT)
- Menurunkan suhu awal deformasi( Initial Deformation
Temprature).
2. Absorpsi sulphur oksida(SO3) dalam abu batubara akan meng-
akibatkan Fouling, sehingga akan menimbulkan korosif pada
dinding Boiler .
3. Gas SO3 dalam gas pembakaran dapat membentuk sulphate,
H2SO4 yang bersifat korosif.
4. Menurunkan nilai calori batubara itu sendiri.
PREPARATION BATUBARA
Materi Pembahasan
Pendahuluan
Kondisi-kondisi pembentukan
Zat Mineral
Gambaran umum proses Preparasi batubara
Peremukan(Crushing)
PREPARATION BATUBARA
Pendahuluan
Mekanisme pembatubaraan /pembentukan batubara
akan mempengaruhi :
Sifat-sifat batubara.
Perkembangan pengolahan batubara
Dengan demikian maka,
Lapisan batubara yang dihasilkan memiliki sifat-sifat
yang dipengaruhi oleh :
Jenis tumbuhan pembentuk
Kondisi dimana material rawa terakumulasi
Kondisi dimana metamorfose terjadi
PREPARATION BATUBARA
Kondisi Kondisi Pembentukan BB
Para ilmuwan menyebut batubara sebagai Laurasia,vegetasi
terakumulasi di rawa-rawa yang besar, dikelilingi dataran
rendah yang cukup luas. Vegetasi tersebut tumbuh dengan
cepat karena adanya iklim yang hangat dan lembab. Ketika
vegetasi tersebut mati maka ia akan terakumulasi dibawah
permukaan rawa, sehingga mengalami proses pembusukan
aerobik.
Proses pembusukan vegetasi ini tetap berlangsung, setelah
melalui fase seperti Gel, yang akhirnya bermetamorfose
menjadi zat pembentuk batubara yang berwarna hitam
kilap, yang secara kolektif dikenal Vitrinite.
PREPARATION BATUBARA
PREPARATION/PERSIAPAN
PREPARASI
Persiapan untuk mem- Persiapan untuk analisa
Peroleh batubara yang contoh batubara baik
Bersih dari zat pengotor. analisa Proksimat mau-
(Proses pemisahan batu- pun analisa ultimat
bara bersih dari zat kotor)
Kwantitas Kwalitas
PREPARATION BATUBARA
Proses pembentukan batubara
Tetumbuhan Purba
Sisa-sisa tumbuhan berbagai jenis
Merupakan zat Organik
Masa hidupDaerah keterdapatannya
Umur Geologi
Pengaruh tekanan dan panas bumi
Pergerakan struktur kerak bumi
PREPARASI BATUBARA
Definisi
Praparasi batubara merupakan suatu upaya
memisahkan batubara yang telah ditambang menjadi
batubara bersih dari zat pengot0r baik melalui proses
fisika maupun mekanik.
dengan kata lain
Sebagai teknologi pemerosesan batubara hasil
Penambangan untuk memenuhi persyaratan sesuai
dengan permintaan pasar
PREPARATION BATUBARA
Adapun kegiatan-kegiatan dalam proses preparasi
antara lain meliputi :
Pemisahan (utama)
Penyimpanan batubara (bersih atau kotor)
Pencampuran/Blending
Penggolongan ukuran/Sizing.
Transportasi
Pengawasan/Monitoring
PREPARATION BATUBARA
Kegiatan-kegiatan dalam proses Preparasi dapat
dikelompokan antara lain sebagai berikut :
Pra pemisahan : Proses peremukan & Sizing, tujuan
agar pemisahan lebih efektif.
Pasca Pemisahan : Proses penanganan terhadap batubara
produk(bersih) dengan batuan pengotor
(buangan)
Pengawasan/Monitoring :
- Penimbangan batubara mentah maupun bersih
- Pengambilan sampel / sampling.
- Analisa Laboratorium/Pemeriksaan kwalitas
Upaya penyimpanan dan pengangkutan dilakukan untuk
memperlancar proses kegiatan.
PREPARATION BATUBARA
Proses Preparasi Batubara
Penerimaan : - Penyimpanan batubara mentah
- Blending
- Sizing (Peremukan)
Pemisahan : - Dewatering
- Penyimpanan
- Blending
- Pengiriman batubara
PREPARATION BATUBARA
Dalam melakukan kegiatan proses pemisahan batubara,
karakteristik/sifat fisika maupun sifat kimia-fisika yang
dimiliki oleh batubara dimanfaatkan sepenuhnya.
Adapun bentuk/Karakteristik baik fisika
maupun kimia-fisika dapat berupa:
Bentuk
Kekerasan
Ukuran batubara
Density
Sifat permukaan
Kelistrikan & Kemagnitan
PEREMUKAN BATUBARA
Peremukan/Crushing
Tujuan :
- Untuk memisahkan/melepaskan batubara & mineral
yang menempel.
- Memperkecil ukuran/size untuk tujuan tertentu
seperti analisa laboratorium.
- Pengangkutan/Transportasi dan penggunaan
batubara itu sendiri
Kesulitan:
Kesulitan proses ini adalah manakala batubara & mineral
melekat satu sama lain atau batubara tsb terselubung oleh
mineral lain membentuk bongkahan.
PEREMUKAN BATUBARA
Pada dasarnya metode pemisahan dalam preparasi
batubara sejak dahulu adalah pemisahan berdasarkan
berat jenisnya. Hanya saja yang membedakannya
adalah saat ini menggunakan kapasitas mesin yang
semakin besar dan ada suatu sistem sehingga batubara
halus dapat di kumpulkan kembali(Recovery) dimana
sebelumnya batubara halus terbuang pada proses
pemisahan.
PEREMUKAN BATUBARA
Peremukan/Crushing
Beberapa catatan :
Factor-factor yang mempengaruhi proses
peremukan/crushing adalah tergantung pada
kondisi dan asal mula mineral tersebut berikatan
dengan batubara.
Semakin kecil ukuran hasil peremukan maka
partikel bebas menjadi naik.
Secara umum semakin kecil ukuran butirnya,
harganya semakin rendah
PEREMUKAN BATUBARA
Peremukan/Crushing
Kerugian :
Sebagai bahan komoditi (dagangan) harga pasar
dipengaruhi oleh ukuran. Secara umum semakin
kecil ukuran butirnya, harganya semakin rendah.
Ukuran yang kecil akan menimbulkan masalah
debu batubara dan mudah terbakar (Spontaneous
Combustion).
Semakin kecil ukuran butiran batubara, Energi yang
diperlukan untuk peremukan/crushing menjadi lebih
tinggi. Sebagai perbandingan :
Ukuran kerakal (+ 10 mm)
Kecil/halus (10-0.5 mm) 1:3:5
Sangat halus (<< 0.5 mm)
PEREMUKAN BATUBARA
Mesin Peremuk (Crusher)
Jenis crusher
Bradford Breaker
Imfact Crusher
Single roll crusher
Roll Crusher Double roll crusher
Jaw Crusher
Roll - Race Mill
Mesin Penggerus Cage Mill
PEREMUKAN BATUBARA
Mesin Peremuk (Crusher)
*Bradford Breaker*
Fungsi :
Dapat berfungsi sebagai peremuk & mengayak
(screening) batubara secara bersamaan.
Dapat berfungsi sebagai pemisah batubara dengan
batuan(pengotor) secara sederhana.
Note:
Kemampuan alat Bradford Breaker ini memang tidak
terlalu mengesankan, tapi tetap dapat memisahkan batubara
dengan batuan hingga tingkat tertentu. Bahkan di Amerika
mesin ini dipakai untuk preparasi batubara mentah yang ber
kwalitas bagus yaitu sedikit kandungasn abunya
PEREMUKAN BATUBARA
Mesin Peremuk (Crusher)
*Bradford Breaker*
Spesifikasi Alat :
Diameter Silinder : 2 3.6 meter
Panjang : 5 6 meter
Jumlah putaran : 10 11 kali / menit
Kapasitas Pengolahan : 50 80 ton/jam
Daya : 22 24 Kw
PEREMUKAN BATUBARA
Imfact Crusher
Mekanisme system kerja : Benturan / imfact
Menghasilkan produk yang representatif dengan
bentuk yang relatip ideal (tidak pipih, tidak lonjong
atau tidak berujung tajam)
Mudah pengangkutan & penggunaannya.
Ratio peremukan cukup besar (7-10 : 1)
Untuk jenis batubara yang mudah remuk, alat ini
akan menghasilkan serbuk halus(debu) yang lebih
banyak (kelemahan !!)
PEREMUKAN BATUBARA
Roll Crusher
Peremukan dengan menjepit benda (batubara) yang
hendak diremukkan diantara 2 buah roller yang berputar
dan dilengkapi dengan pegas.
Tidak menghasilkan serbuk halus/debu.
Keunggulan:
- Tidak melakukan peremukan yang berlebihan (over
crushing/over granding) yang dapat menghasilkan
serbuk halus.
- Jarang terjadi penyumbatan pada ruang peremukan.
Kerugian/kelemahan:
Kapasitas kecil, karena peremukan hanya berlangsung
pada sebagian kecil saja dari keseluruhan badan roller
yang besar.
PEREMUKAN BATUBARA
Jaw Crusher
Mekanisme kerjanya mirip dengan kerja rahang atas
dan bawah seekor binatang.
Untuk melakukan peremukan, batubara yang
mengandung mineral dijepit diantara 2 buah rahang
yang terdiri dari rahang tetap(fixed jaw) dan rahang
ayun(swing jaw/ movable jaw), lalu dihancurkan
dengan gaya tekan-remuk.
Ada 2(dua) type posisi tumpukan rahangnya :
- Type Blake : Titik tumpuannya dibagian atas.
- Type Dodge : Titik tumpuannya dibagian bawah.
PEREMUKAN BATUBARA
Jaw Crusher
Sudut yang dibentuk oleh dua buah rahang tersebut
disebut Nip Angle
Bila sudut/Nip Angle terlalu besar, maka batubara
mentah yang akan diremuk tidak dapat dijepit,malah
justru terpental keatas.
Ratio penggerusan adalah perbandingan besarnya
ukuran partikel sebelum & sesudah peremukan.
Ratio peremukan dari Jaw Crusher sekitar 4:1 s/d 6:1.
Ukuran besarnya alat sering dinyatakan dengan ukuran
vertikal dan horizontal sedangkan untuk menyatakan
kapasitas pengolahan bijih dinyatakan dengan m3/t atau
t/h
PEREMUKAN BATUBARA
Jaw Crusher
Kegunaan :
- Untuk menyeragamkan ukuran butir batubara
mentah
- Untuk meremukkan batubara buangan sebelum
dibuang dengan Belt Conveyor, agar tidak mudah
tergelincir jatuh dari belt.
Jumlah putaran :
Gerakan rahang untuk Jaw crusher tipe kecil : 220 -
250 rpm, tipe sedang : 170 200 rpm, tipe besar: 120
150 rpm. Sedangkan jumlah putaran maksimum
berkisar pada batasan 300 rpm.
PEREMUKAN BATUBARA
Jaw Crusher
Kekurangan :
Pada mulut discharge mudah tersumbat
Posisi mulut discharge jauh dari titik tumpuan
gaya maka peremukan bongkahan yang besar,
tenaganya relatif lemah.
Karena hal tsb diatas , Jaw Crusher tipeDodge(titik
tumpu rahang ayunnya ada diujung bawah) biasanya
dipakai untuk peremukan sedang dengan ukuran
bongkahan yang relatif kecil dan kapasitas pengolahan
tidak terlalu besar
SAMPLING BATUBARA
Preparasi conto analisa Batubara
Dasar pemikiran :
Batubara merupakan zat organik dan berasal dari sisa
berbagai jenis tumbuhan.
Tetumbuhan purba itu masa hidup dan jenisnya
berbeda sesuai :
Umur geologinya.
Daerah keterdapatannya
Kondisi lingkungan dimana batubara tsb
sedimentasi.
Tekanan & Panas bumi
Pergerakan struktur kerak bumi, dlsb.
SAMPLING BATUBARA
Petunjuk
Pengambilan contoh padatan(batubara)
A. Ruang lingkup :
Standar ini meliputi definisi, istilah dan cara pengambilan
contoh, cara penanganan dan penyajian contoh padatan.
B. Definisi.
1 Petunjuk pengambilan contoh padatan adalah petunjuk
yang harus digunakan utk pengambilan contoh padatan,
dan tujuan mendapatkan contoh yang mewakili tanding,
baik yang berbentuk curah maupun yang terkemas.
2. Yang dimaksud dengan padatan adalah padatan yang
berbentuk serbuk atau butiran.
SAMPLING BATUBARA
Petunjuk
Pengambilan contoh padatan(batubara)
C. Istilah :
1. Contoh Tanding : Jumlah keseluruhan bahan.
2. Contoh Primair : (Primary sample) : Contoh yang
diambil dari tanding.
3. ContohBulk(Bulk Sample) : Kumpulan contoh-contoh
primair.
4. Contoh Sub-Bulk(Sub-Bulk Sample) : Bagian-bagian
yang bersudut berlawanan arah dari contoh Bulk yang
telah diaduk rata dan dibagi menjadi empat.
5. Contoh Laboratorium : Contoh yang dikirim ke
laboratorium dan merupakan bagian dari contoh Sub-
Bulk dan mewakili contoh tanding.
SAMPLING BATUBARA
Petunjuk
Pengambilan contoh padatan(batubara).
D. Cara Pengambilan Contoh.
D.1 Peralatan :
Alat pengambil contoh harus dibuat dari bahan yg tidak
mempengaruhi sifat-sifat kimia dari contoh.
1. Pasak spiral.
Pasak spiral dengan pemegang bentuk T, dipergunakan
untuk mengambil contoh bentuk curah, untuk tanding
yang sesuai
SAMPLING BATUBARA
Petunjuk
Pengambilan contoh padatan(batubara).
2. Pasak tipe bayonet.
Kedua bentuk dibawah dipergunakan untuk mengambil
contoh berupa bubuk, butiran-butiran kecil (gula,beras)
dalam karung, dengan jalan memasukkan kewadah
contoh, untuk tanding yang sesuai.
a. Bentuk A : Berupa pipa, ujungnya meruncing dan di-
potong tajam.
SAMPLING BATUBARA
Petunjuk
Pengambilan contoh padatan(batubara).
b. Bentuk B.
Berupa pipa paralel, ujungnya runcing, bagian atas pipa
diberi lubang tempat masuk contoh.
3. Sekop.
Kedua bentuk di bawah yaitu sekop tangan dan sekop
panjang dipergunakan untuk mengambil contoh dalam
bentuk curah.
SAMPLING BATUBARA
Petunjuk
Pengambilan contoh padatan(batubara).
a. Sekop tangan.
b. Sekop Panjang.
SAMPLING BATUBARA
Petunjuk
Pengambilan contoh padatan(batubara).
4. Alat alat pengambil contoh Automatis.
Alat alat pengambil contoh Automatis, diantaranya pasak
vakum yang menggunakan prinsip pembersih vakum, yg
dapat dipergunakan untuk mengambnil contoh-contoh
dalam bentuk curah.
5. Alat alat lain yang dapat digunakan untuk mengambil
contoh padatan yang mewakili tanding,
SAMPLING BATUBARA
D.2 Cara kerja.
Pada waktu pengambilan contoh, alat yang dipergunakan
harus bersih dan kering. Pengambilan dilaksanakan ditempat
yang terlindung dari hal-hal yg dapat mempengaruhi contoh
(debu,hujan,suhu dan lain-lain).
a. Dalam gudang atau kapal.
Contoh diambil pada waktu bahan bergerak melalui pipa penyalur
dari gudang ke kapal. Contoh diambil pada selang waktu tertentu
yang ditentukan oleh percobaan tergantung pada sifat bahan.
b. Dalam alat pengangkut
Contoh-contoh primer diambil beberapa kali masing-masing
bobotnya kira kira sama dari seluruh lapisan(atas,tengah,bawah)
SAMPLING BATUBARA
c. Tanding Berbentuk Terkemas
- Kemasan dalam wadah karung atau kotak/peti.
Contoh-contoh primer diambil dari beberapa
karung/kotak,tergantung kepada banyaknya karung/kotak.
Tiap contoh mewakili maksimum 1000 karung/kotak,
diambil dari akar pangkat dua jumlah karung/kotak
Soal UAS TPB-Smst.IV 2011-2012
Analisa conto Batubara
1. Apa tujuan dilakukannya analisa Proksimat & Ultimat terhadap Batubara. Jelaskan !!.
2. Jelaskan secara singkat pengertian Moisture content, Volatile matter & Ash content dalam analisa
Proksimat batubara.
3. Jelaskan beberapa pengaruh kandungan sulphur dalam produk batubara sebagai bahan bakar dan
sebutkan metode pengendalian emisi sulphur dlm produk batubara.
4. Nilai kalori merupakan parameter utama dalam produk Batubara sebagai bahan bakar. Jelaskan !!
5. Jelaskan secara umum tujuan dilakukannya peremukan/crushing terhadap produk batubara.
6. Dalam prosedur preparation/persiapan sampel untuk analisa contoh batubara, diperkenalkan istilah
sbb:Contoh tanding(Induk), Primary Sample, Bulk Sample, Sub.Bulk Sample dan Laboratory
Sample. Jelaskan istilah tsb dengan skets/gambar.
7. Apa yang dimaksud dengan Hardgrove Grindability Index (HGI), dan jelaskan dengan curva yang
menggambarkan hubungan antara HGI vs Kadar Zat Terbang (lolos 200#).
8. Jelaskan perbedaan antara Inherent dan Extraneous Mineral Matter, dan apa pengaruhnya terhadap
proses peremukan batubara.
SEMOGA KESUKSESAN MENYERTAIMU