Anda di halaman 1dari 3

PITIRIASIS ROSEA

SOP
PUSKESMAS
PEMURUS DALAM

Pengertian

Kode
Penyakit

Tujuan

Alat & Bahan


SOP

No. Documen
No. Revisi

:
:

Tgl. Terbit

Halaman

:
dr. Hj. Novita
NIP.19761124 200501 2 011

Pengelolaan Penyakit ini belum diketahui sebabnya, dimulai dengan sebuah


lesi inisial berbentuk eritema dan skuama halus (mother patch), kemudian
disusul oleh lesi-lesi yang lebih kecil di badan, lengan dan paha atas, yang
tersusun sesuai dengan lipatan kulit. Penyakit ini biasanya sembuh dalam
waktu 3-8 minggu. Pitiriasis rosea didapati pada semua umur, terutama
antara 15-40 tahun, dengan rasio pria dan wanita sama besar.
No. ICPC II : S90 Pityriasis rosea
No. ICD X : L42 Pityriasis rosea
Dokter dapat melakukan pengelolaan penyakit pitiriasis rosea yang meliputi
a. Anamnesis
b. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang sederhana
c. Penegakan diagnosis
d. Rencana penatalaksanaan
Alat
1. Lup
1. Anamnesis ( Subyektif )
Keluhan
Pasien datang dengan keluhan lesi kemerahan yang awalnya satu
kemudian diikuti dengan lesi yang lebih kecil yang menyerupai pohon
cemara terbalik.
Lesi ini kadang-kadang dikeluhkan terasa gatal ringan.
Faktor Risiko
Etiologi belum diketahui, ada yang mengatakan hal ini merupakan infeksi
virus karena merupakan self limited disease
2. Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang
Sederhana( Objektif )
Pemeriksaan Fisik
Gejala konstitusi pada umumnya tidak terdapat, sebagian penderita
mengeluh gatal ringan.
Penyakit dimulai dengan lesi pertama (herald patch), umumnya di
badan, soliter, berbentuk oval, dan anular, diameternya sekitar 3 cm.
Lesi terdiri atas eritema dan skuama halus di atasnya. Lamanya
beberapa hari sampai dengan beberapa minggu.
Lesi berikutnya timbul 4-10 hari setelah lesi pertama, dengan
gambaran serupa dengan lesi pertama, namun lebih kecil, susunannya
sejajar dengan tulang iga, sehingga menyerupai pohon cemara terbalik.
Tempat predileksi yang sering adalah pada badan, lengan atas bagian
proksimal dan paha atas.

PITIRIASIS ROSEA

SOP
PUSKESMAS
PEMURUS DALAM

No. Documen
No. Revisi

:
:

Tgl. Terbit

Halaman

:
dr. Hj. Novita
NIP.19761124 200501 2 011

Gambar 40. Pitiriasis rosea


Sumber: http://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/toc-imagepicture-of-pityriasis-rosea
Pemeriksaan Penunjang
Bila diperlukan, pemeriksaan mikroskopis KOH dilakukan untuk
menyingkirkan Tinea Korporis.
3. Penegakan Diagnosis ( assessment )
Diagnosis Klinis
Pitiriasis rosea
Diagnosis Banding
a. Tinea korporis
b. Erupsi obat
Komplikasi
Tidak ada komplikasi bermakna
4. Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
Terapi adalah dengan pengobatan simptomatik, misalnya untuk gatal
diberikan antipruritus seperti bedak asam salisilat 1-2% atau mentol 0.250.5%.

Unit Terkait

Konseling dan Edukasi


Edukasi pasien dan keluarga bahwa penyakit ini swasirna
Kriteria rujukan
Tidak perlu dirujuk
Loket
Poliklinik
Laboratorium

PITIRIASIS ROSEA

SOP

No. Documen
No. Revisi

:
:

Tgl. Terbit

Halaman

:
dr. Hj. Novita

PUSKESMAS
PEMURUS DALAM

NIP.19761124 200501 2 011


Farmasi