Anda di halaman 1dari 42

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Mesin Bubut


Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong
benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja
yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan
pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda
kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan
translasi dari pahat disebut gerak umpan. Dengan mengatur perbandingan kecepatan
rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam
ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar
roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.
Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan
pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi
besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi
penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk
konversi dari ulir metrik ke ulir inci

2.1.1 Jenis-Jenis Mesin Bubut Konvensional


Dilihat dari segi dimensinya, mesin bubut konvensional dibagi dalam
beberapa kategori, yaitu: mesin bubut ringan, mesin bubut sedang, mesin bubut
standar, dan mesin bubut berat.

1. Mesin Bubut Ringan


Mesin bubut ini dimaksudkan untuk latihan dan pekerjaan ringan. Bentuk
peralatannya kecil dan sederhana. Dipergunakan untuk mengerjakan benda-benda
kerja yang berukuran kecil. Mesin ini terbagi atas mesin bubut bangku dan model
lantai, konstruksinya merupakan gambaran mesin bubut bangku dan model lantai,
konstruksinya merupakan gambaran mesin bubut yang besar dan berat.

Gambar 2.1 Mesin bubut ringan

2. Mesin Bubut Sedang


Konstruksi mesin ini lebih cermat dan dilengkapi dengan penggabungan
peralatan khusus. Oleh karena itu mesin ini digunakan untuk pekerjaan yang lebih
banyak variasinya dan lebih teliti. Fungsi utama adalah untuk menghasilkan atau
memperbaiki perkakas secara produksi.

Gambar 2.2 Mesin bubut sedang

3. Mesin Bubut Standar


Mesin ini dibuat lebih berat, daya kudanya lebih besar daripada yang
dikerjakan mesin bubut ringan dan mesin ini merupakan standar dalam pembuatan
mesin-mesin bubut pada umumnya. Jenis mesin bubut standar disebut sebagai mesin
bubut standar karena di samping memiliki komponen seperti pada mesin ringan dan
sedang juga telah dilengkapi berbagai kelengkapan tambahan yaitu kran pendingin,
lampu kerja, bak penampung beram, dan rem untuk menghentikan mesin dalam
keadaan darurat.

Gambar 2.3 Mesin Bubut Standart

4. Mesin Bubut Beralas Panjang


Mesin bubut beralas panjang mempunyai alas yang panjangnya mencapai 5
sampai dengan 7 meter dengan diameter cekam sampai dengan 2 meter sehingga
cocok untuk industri besar dan membubut diameter benda yang besar, misalnya poros
baling-baling kapal, menyelesaikan hasil cetakan roda mesin pengeras jalan (wheel
vibrator), roda-roda puli yang besar, dan sebagainya.

Gambar 2.4 Mesin bubut beralas panjang

5. Mesin Bubut Lantai


Mesin bubut lantai mempunyai kegunaan yang sama dengan mesin bubut
beralas panjang, tetapi memiliki kapasitas lebih besar lagi sehingga pergerakan
penjepit pahat,kepala lepas, dan pengikatan benda kerjanya pun harus dilakuka
dengan cara hidraulik, pneumatik, ataupun elektrik.

Gambar 2.5 Mesin bubut lantai

6. Mesin Bubut Tegak


Jenis mesin bubut tegak dilihat dari kontruksinya berbeda dengan mesin bubut
sebelumnya, karena letak kepala tetap dan kepala lepasnya pada posisi tegak. Cekam

kepala tetapnya berada di bawah sedang kepala lepasnya berada di atas, khususnya
untuk keperluan produksi poros dengan diameter relatif besar dan panjang.

Gambar 2.6 Mesin bubut Tegak

7. Mesin Bubut Ulir


Mesin bubut ulir berfungsi khusus untuk membuat batang ulir luar (baut),
kontruksinya hampir sama dengan mesin bubut konvensional ukuran sedang. Karena
mesin ini dikhususkan untuk membuat ulir, sehingga sangat cocok untuk membuat
ulir luar secara massal yang memiliki ukuran panjang dan jenis ulir yang sama.

Gambar 2.7 Mesin Bubut Ulir

2.1.2 Bagian-Bagian Utama Mesin Bubut


Bagian-bagian utama pada mesin bubut konvesional pada umumnya sama
walaupun merk atau buatan pabrik yang berbeda, hanya saja terkadang posisi
handle/tuas, tombol, table penunjukan pembubutan, dan rangkaian penyusunan roda

gigi untuk berbagai jenis pembubutan letak/posisinya berbeda. Demikian juga cara
pengoperasiannya karena memiliki fasilitas yang sama juga tidak jauh berbeda.
Berikut ini akan diuraikan bagian-bagian utama mesin bubut konvesional (biasa)
yang pada umumnya dimiliki oleh mesin tersebut.

1. Sumbu Utama (Main Spindle)


Gambar di atas adalah sumbu utama mesin bubut yang berfungsi sebagai
dudukan chuck (cekam), plat pembawa, kolet, senter tetap, dan lain-lain. Terlihat pada
gambar sudah terpasang sebuah cekam yang di dalamnya terdapat susunan roda gigi
yang dapat digeser melalui tuas/handle untuk mengatur putaran mesin. Putaran mesin
diatur

sesuai

dengan

kebutuhan

pembubutan.

Pada gambar sebelah kanan menunjukkan gambar sumbu utama, G adalah senter
tetap atau kepala tetap yang berfungsi sebagai tempat dudukan benda kerja saat
pembubutan dilakukan diantara dua senter. Di dalam kepala tetap ini terdapat
serangkaian susunan roda gigi dan roda pulley bertingkat ataupun roda tunggal
dihubungkan dengan sabuk V atau sabuk rata. A. C, dan F merupakan tuas pengatur
kecepatan yang digunakan untuk mengubah-ubah hubungan roda gigi dan roda pulley
bertingkat maupun tunggal sehingga dapat memperoleh putaran yang berbeda-beda.
Putaran yang dihasilkan ada dua macam, yaitu putaran cepat dan putaran lambat.
Putaran cepat biasanya digunakan pada kerja tunggal untuk membubut benda kerja
dengan sayatan tipis. Sedangkan putaran lambat untuk kerja ganda yang biasa
dilakukan untuk membubut dengan tenaga besar dan sayatan tebal (pengasaran).

Gambar 2.9 Sumbu Utama (Main Spindle)

2. Meja Mesin (Bed)


Meja mesin bubut berfungsi sebagai tempat dudukan kepala lepas, eretan,
penyangga diam (steady rest), dan merupakan tumpuan gaya pemakanan waktu
pembubutan. Permukaannya halus dan rata, sehingga gerakan kepala lepas dan lainlain di atasnya lancar. Bila alas ini kotor atau rusak akan mengakibatkan jalannya
eretan tidak lancar sehingga akan diperoleh hasil pembubutan yang tidak baik atau
kurang presisi.

Gambar 2.10 Meja mesin bubut

3. Eretan (Carriage)
Eretan terdiri atas eretan memanjang (longitudinal carriage) yang bergerak
sepanjang alas mesin, eretan melintang (crosscarriage) yang bergerak melintang alas
mesin, dan eretan atas (top carriage) yang bergerak sesuai dengan posisi penyetelan
di atas eretan melintang. Kegunaan eretan ini adalah untuk memberikan pemakanan
yang besarnya dapat diatur menurut kehendak operator yang dapat terukur dengan
ketelitian tertentu yang terdapat pada roda pemutarnya. Perlu diketahui bahwa semua
eretan dapat dijalankan secar otomatis ataupun manual.

Gambar 2.11 Eretan ( carriage )

4. Kepala Lepas (Tail Stock)


Kepala lepas (tail stock) digunakan sebagai dudukan senter putar (rotary
centre), senter tetap, cekam bor (chuck drill) dan mata bor bertangkai tirus yang
pemasanganya dimasukkan pada lubang tirus (sleeve) kepala lepas. Senter putar
(rotary centre) atau senter tetap dipasang pada kepala lepas dengan tujuan untuk
mendukung ujung benda kerja agar putarannya stabil, sedangkan cekam bor atau
mata bor dipasang pada kepala lepas dengan tujuan untuk proses pengeboran. Untuk
dapat melakukan dorongan senter tetap/ senter putar pada saat digunakan untuk
menahan benda kerja dan melakukan pengeboran pada kedalaman tertentu sesuai
tuntutan pekerjaan, kepala lepas dilengkapai roda putar yang disertai sekala garis
ukur (nonius) dengan ketelitian tertentu, yaitu antara 0,01 s.d 0,05 mm. Kepala lepas
ini dapat digeser sepanjang alas (bed) mesin. Tinggi senter kepala lepas sama
dengan tinggi senter kepala tetap. Kepala lepas ini terdiri dari dua bagian yaitu alas
dan badan, yang diikat dengan 2 baut pengikat yang dapat digeser untuk keperluan
kedua senter sepusat, atau tidak sepusat yaitu pada waktu membubut tirusan tinggi
senter kepala tetap. Kepala lepas ini terdiri dari dua bagian yaitu alas dan badan, yang
diikat dengan 2 baut pengikat yang dapat digeser untuk keperluan kedua senter
sepusat, atau tidak sepusat yaitu pada waktu membubut tirus

Gambar 2.12 Kepala lepas (Tail Stock)

5. Tuas Pengatur Kecepatan Transporter dan Sumbu Pembawa


Tuas pengatur kecepatan (A) pada Gambar 2.13, digunakan untuk
mengatur kecepatan poros transporter dan sumbu pembawa. Ada dua pilihan
kecepatan yaitu kecepatan tinggi dan kecepatan rendah. Kecepatan tinggi digunakan
untuk pengerjaan benda-benda berdiameter kecil dan pengerjaan penyelesaian,
sedangkan kecepatan rendah digunakan untuk pengerjaan pengasaran, ulir, alur,
mengkartel, dan pemotongan (cut off). Besarnya kecepatan setiap mesin berbeda-beda
dan dapat dilihat pada plat tabel yang tertera pada mesin tersebut.

Gambar
2.13 Tuas

Pengatur
kecepatan

6. Pelat Tabel
Pelat tabel, adalah tabel besarnya kecepatan yang ditempel pada mesin
bubut yang menyatakan besaran perubahan antara hubungan roda-roda gigi di dalam
kotak roda gigi ataupun terhadap roda pulley di dalam kepala tetap (head stock).
Tabel ini sangat berguna untuk pedoman dalam pengerjaan sehingga dapat dipilih
kecepatan yang sesuai dengan besar kecilnya diameter benda kerja atau menurut jenis
pahat dan bahan yang dikerjakan.

7. Tuas Pengubah Pembalik Transporter dan Sumbu Pembawa


Tuas pembalik putaran (C) pada Gambar 2.14, digunakan untuk
membalikkan arah putaran sumbu utama, hal ini diperlukan bilamana hendak
melakukan pengerjaan penguliran, pengkartelan, ataupun membubut permukaan.

Gambar 2.14 Tuas Pembalik putaran

8. Plat Tabel Kecepatan Sumbu Utama

Plat tabel kecepatan sumbu utama (E) pada Gambar 2.15, menunjukkan
angka-angka besaran kecepatan sumbu utama yang dapat dipilih sesuai dengan
pekerjaan pembubutan.

Gambar 2.15 Plat table kecepatan.

9. Penjepit Pahat (Tools Post)


Penjepit pahat digunakan untuk menjepit atau memegang pahat, yang
bentuknya ada beberapa macam di antaranya seperti ditunjukkan pada Gambar 2.16.
Jenis ini sangat praktis dan dapat menjepit pahat 4 (empat) buah sekaligus sehingga
dalam suatu pengerjaan bila memerlukan 4 (empat) macam pahat dapat dipasang dan
disetel sekaligus.

Gambar 2.16 Penjepit Pahat

10. Eretan Atas


Eretan atas sebagaimana Gambar 2.17, berfungsi sebagai dudukan penjepit
pahat yang sekaligus berfungsi untuk mengatur besaran majunya pahat pada proses
pembubutan ulir, alur, tirus, champer (pingul), dan lain-lain yang ketelitiannya bisa
mencapai 0,01 mm. Eretan ini tidak dapat dijalankan secara otomatis, melainkan
hanya dengan cara manual.

Gambar 2.17 Eretan Atas


11. Transporter dan Sumbu Pembawa
Transporter atau poros transporter adalah poros berulir segi empat atau
trapesium yang biasanya memiliki kisar 6 mm, digunakan untuk membawa eretan
pada waktu kerja otomatis, misalnya waktu membubut ulir, alur, atau pekerjaan
pembubutan lainnya. Sedangkan sumbu pembawa atau poros pembawa adalah poros
yang selalu berputar untuk membawa atau mendukung jalannya eretan.

Gambar 2.18 Poros Transporter

12. Tuas Penghubung

Tuas penghubung sebagaimana digunakan untuk menghubungkan roda gigi


yang terdapat pada eretan dengan poros transpoter sehingga eretan akan dapat
berjalan secara otomatis sepanjang alas mesin. Tuas penghubung ini mempunyai dua
kedudukan. Kedudukan di atas berarti membalik arah gerak putaran (arah putaran
berlawanan jarum jam) dan posisi ke bawah berarti gerak putaran searah jarum jam.

13. Eretan Lintang


Eretan lintang berfungsi untuk menggerakkan pahat melintang alasmesin atau
arah ke depan atau ke belakang posisi operator yaitu dalam pemakanan benda kerja.
Pada roda eretan ini juga terdapat dial pengukur untuk mengetahui berapa panjang
langkah gerakan maju atau mundurnya pahat

2.1.3 PAHAT / ALAT POTONG


Yang dimaksud dengan alat potong adalah alat/pisau yang digunakan untuk
menyayat produk/benda kerja.Dalam pekerjaan pembubutan salah satu alat potong
yang sering digunakan adalah pahat bubut. Jenis bahan pahat bubut yang banyak
digunakan di industri-industri dan bengkel-bengkel antara lain baja karbon, HSS,
karbida, diamond, dan keramik.

1. Geometris Alat Potong


Hal yang sangat penting diperhatikan adalah bagaimana alat potong dapat
menyayat dengan baik, dan untuk dapat menyayat dengan baik alat potong diperlukan
adanya sudut baji, sudut bebas, dan sudut tatal sesuai ketentuan, yang semua ini
disebut dengan istilah geometris alat potong.Sesuai dengan bahan dan bentuk pisau,
geometris alat potong untuk penggunaan setiap jenis logam berbeda.Gambar 2.30

menunjukkan geometris pahat bubut, dan Tabel 1 menunjukkan penggunaan sudut


tatal dan sudut bebas pahat bubut.

Gambar 2.19 Geometri Pahat

A. Pahat Bubut Rata Kanan


Pahat bubut rata kanan memiliki sudut baji 80 dan sudut-sudutbebas lainnya
sebagaimana Gambar 2.31, pada umumnya digunakanuntuk pembubutan rata
memanjang yang pemakanannya dimulaidari kiri ke arah kanan mendekati posisi
cekam.Gambar

Gambar 2.20 Pahat bubut rata kanan

B. Pahat Bubut Rata Kiri


Pahat bubut rata kiri memiliki sudut baji 55 dan sudut-sudut bebas lainnya
sebagaimana Gambar 2.32, pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata
memanjang yang pemakaiannya dimulai dari kiri ?ke arah kanan mendekati posisi
kepala lepas.

Gambar 2.21 pahat bubut rata kiri

C. Pahat Bubut Muka


Pahat bubut muka memiliki sudut baji 55 dan sudut-sudut bebaslainnya
sebagaimana Gambar 2.33, pada umumnya digunakan untukpembubutan rata
permukaan benda kerja (facing) yang pemakanan-nya dapat dimulai dari luar benda
kerja 2 arah mendekati titik senterdan juga dapat dimulai dari titik senter 2 arah luar
benda kerjatergantung arah putaran mesinnya.

Gambar 2.22 Pahat bubut muka

D. Pahat Bubut Ulir


Pahat bubut ulir memiliki sudut puncak tergantung dari jenis ulir yang akan
dibuat, sudut puncak 55 adalah untuk membuat ulir jenis whitwhort. Sedangkan
untuk

pembuatan

ulir

jenis

metrik

sudut

puncak

pahat

ulirnya

dibuat

60.menunjukkan besarnya sudut potong pahat ulir metrik.

2.23 Pahat bubut ulir


Sudut potong dan sudut baji merupakan sudut yang di-Persaatkan
untukmemudahkan pemotongan benda kerja, sudutbebas adalah sudut untuk
membebaskan pahat dari bergesekanterhadap benda kerja dan sudut tatal adalah sudut
untuk member jalan tatal yang terpotong.

2. Penggunaan Pahat Bubut Luar


Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa salah satu alat potong yang sering
digunakan pada proses pembubutan adalah pahat bubut. Bentuk, jenis, dan bahan
pahat ada bermacam-macam yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Prosesnya
adalah benda kerja yang akan dibubut bergerak berputar sedangkan pahatnya
bergerak memanjang, melintang, atau menyudut tergantung pada hasil pembubutan
yang diinginkan. Gambar 2.24 menunjukan macam-macam pahat bubut dan
penggunaannya.

Gambar 2.24 Penggunaan pahat bubut luar


Keterangan:
a. Pahat kiri, b. Pahat potong, c. Pahat kanan, d. Pahat rata, e. Pahat radius, f. Pahat
alur, g. Pahat ulir, h. Pahat muka, i. Pahat kasar

3. Pahat Bubut Dalam


Selain pahat bubut luar, pada proses pembubutan juga sering menggunakan
pahat bubut dalam. Pahat jenis ini digunakan untuk membubut bagian dalam atau
memperbesar lubang yang sebelumnya telah dikerjakan dengan mata bor. Bentuknya
juga bermacam-macam dapat berupa pahat potong, pahat alur ataupun pahat ulir, ada
yang diikat pada tangkai pahat (Gambar 2.25). Bentuk ada yang khusussehingga tidak
diperlukan tangkai pahat. Contoh pemakaian pahat bubutdalam ketika memperbesar
lubang (Gambar 2.25a) dan membubut ratabagian dalam (Gambar 2.25b)

Gambar 2.25 Pahat bubut dalam (a dan b)


4. Pahat Potong
Pahat potong adalah jenis pahat potong yang meng- gunakan tangkai
digunakan untuk memotong benda kerja.

Gambar 2.26 Pahat potong

5. Pahat Bentuk
Pahat bentuk digunakan untuk membentuk permukaan benda kerja,
bentuknya sangat banyak dan dapat diasah sesuai bentuk yang dikehendaki
operatornya. Gambar 2.38a, b, dan c adalah jenis-jenis pahatberbentuk radius.

Gambar 2.27 (a,b dan c) Pahat bentuk

6. Pahat Keras

Pahat keras yaitu pahat yang terbuat dari logam keras yang mengandung
bahan karbon tinggi yang dipadu dengan bahan-bahan lainnya, seperti Cemented
Carbid, Tungsten, Wide, dan lain-lain. Pahat jenis ini tahan terhadap suhu kerja
sampai dengan kurang lebih 1.000 C, sehingga tahan aus/gesekan tetapi getas/rapuh
dan dalam pengoperasiannya tidak harus menggunakan pendingin, sehingga
cocokuntuk mengerjakan baja, besi tuang, dan jenis baja lainnya denganpemakanan
yang tebal namun tidak boleh mendapat tekanan yang besar. Di pasaran pahat jenis
ini ada yang berbentuk segi tiga, segi empat, dan lain-lain (Gambar 2.39) yang
pengikatan dalam tangkainya dengan cara dipateri keras (brassing) atau dijepit
menggunakan tangkai dan baut khusus.

Gambar 2.28 Pahat keras

7. Bor Senter
Bor senster digunakan untuk membuat lubang senter di ujung benda kerja
sebagai tempat kedudukan senter putar atau tetap yang kedalamannya disesuaikan

dengan kebutuhan yaitu sekitar 1/3 +2/3dari panjang bagian yang tirus pada bor
senter tersebut.Pembuatan lubang senter pada benda kerja diperlukan apabila
memilikiukuran yang relatif panjang atau untuk mengawali pekerjaan pengeboran.

Gambar 2.29 Bor senter

2.2 Mesin Frais/Milling


2.2.1 Prinsip Kerja
Tenaga untuk pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah menjadi gerak
utama oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan
melalui suatu transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin
milling. Spindel mesin milling adalah bagian dari sistem utama mesin millingyang
bertugas untuk memegang dan memutar cutter hingga menghasilkan putaran atau
gerakan pemotongan. Gerakan pemotongan pada cutter jika dikenakan pada benda
kerja yang telah dicekam maka akan terjadi gesekan/tabrakan sehingga akan
menghasilkan pemotongan pada bagian benda kerja, hal ini dapat terjadi karena
material penyusun cutter mempunyai kekerasan diatas kekerasan benda kerja.
2.2.2 Bagian-bagian Mesin Frais

1. Spindle utama
Merupakan bagian yang terpenting dari mesin milling. Tempat. untuk mencekam alat
potong.
2. Meja / table
Merupakan bagian mesin milling, tempat untuk clamping device atau benda kerja.
3. Motor drive
Merupakan bagian mesin yang berfungsi menggerakkan bagian bagian mesin yang
lain seperti spindle utama, meja ( feeding ) dan pendingin ( cooling ).
4. Tranmisi
Merupakan bagian mesin yang menghubungkan motor penggerak dengan yang
digerakkan.

5. Knee
Merupakan bagian mesin untuk menopang / menahan meja mesin. Pada bagian ini
terdapat transmisi gerakan pemakanan ( feeding ).
6. Column / tiang
Merupakan badan dari mesin. Tempat menempelnya bagian bagian mesin yang lain.
7. Base / dasar
Merupakan bagian bawah dari mesin milling. Bagian yang menopang badan / tiang.
Tempat cairan pendingin.
8. Control
Merupakan pengatur dari bagian bagian mesin yang bergerak.

Gambar 2.31 Bagian-bagian mesin frais/milling


2.2.3 Kecepatan Potong dan Pemakanan
Keberhasilan pemotongan dengan mesin frais dipengaruhi oleh kemampuan
pemotongan

alat

potong

dan

mesin.

Kemampuan

pemotongan

tersebut

menyangkut kecepatan potong dan pemakanan. Kecepatan potong pada mesin frais
dapat didefenisikan sebagai panjangnya bram yang terpotong oleh satu mata potong

pisau frais dalam satu menit. Kecepatan potong untuk tiap-tiap bahan tidak sama.
Umumnya makin keras bahan, makin kecil harga kecepatan potongnya dan juga
sebaliknya. Kecepatan potong dalam pengefraisan ditentukan berdasarkan harga
kecepatan potong menurut bahan dan diameter pisau frais. Jika pisau frais
mempunyai diameter 100 mm maka satu putaran penuh menempuh jarak p x d = 3.14
x 100 = 314 mm. Jarak ini disebut jarak keliling yang ditempuh oleh mata pisau frais.
Bila pisau frais berputar n putaran dalam satu menit, maka jarak yang ditempuh oleh
mata potong pisau frais menjadi p x d x n. jarak yang ditempuh mata pisau dalam satu
menit disebut juga dengan kecepatan potong (V). Pemakanan juga menentukan hasil
pengefraisan. Pemakanan maksudnya adalah besarnya pergeseran benda kerja dalam
satu putaran pisau frais. Pemakanan mempengaruhi gerakan bram terlepas dari benda.
Faktor dalamnya pemotongan dan tebalnya bram juga menentukan proses
pemotongan. Besarnya pemakanan di hitung dengan rumus :
2.2.4

Macam-macam Pisau Frais

Hasil-hasil bentuk dari pekerjaan mesin frais tergantung dari bentuk pisau frais yang
digunakan, karena bentuk utama frais tidak berubah walaupun sudah diasah, jadi
tidak seperti pada pahat bubut yang disesuaikan menurut kebutuhan dan disamping
bentuk-bentuk yang sudah tetap frais itu sekelilingnya mempunyai gigi yang berperan
sebagai mata pemotongnya. Pada lubangnya tedapat alur untuk kedudukan pasak agar
pisau freis tidak ikut berputar. Bahan pisau freis umumnya terbuat dari HSS, atau
Karbida.
Yaitu:
1.

Cutter

Cutter jenis ini dipakai untuk mesin frais horizontal.

Mantel

Gambar 2.32 Cutter Mantel


2. Cutter Alur Cutter
Digunakan untuk membuat alur-alur pada batang atau permukaan benda lainnya.

Gambar 2.33 Cutter Alur Cutter


3. Cutter Modul
Cutter ini dalam satu set terdapat 8 buah. Cutter ini dipakai untuk membuat roda-roda
gigi.
Gambar 2.34 Cutter Modul

4. Cutter Radius Cekung


Cutter ini dipakai untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius dalam
(cekung)

Gambar 2.35 Cutter Radius Cekung


5. Cutter Radius Cembung
Cutter ini dipakai untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius luar
(cembung)

Gambar 2.36 Cutter Radius Cembung


6. Cutter Alur T
Alat ini hanya digunakan untuk untuk membuat alur berbentuk T seperti halnya
pada meja mesin frais.

Gambar 2.37 Cutter Alur T


7. Cutter Ekor Burung
Cutter ini dipakai untuk membuat alur ekor burung. Cutter ini sudut kemiringannya
terletak pada sudut-sudut istimewa yaitu : 30, 45, 60

2.38 Cutter Ekor Burung


8. Cutter Endmill
Ukuran cutter ini sangat bervariasi mulai ukuran kecil sampai ukuran besar. Cutter ini
biasanya dipakai untuk membuat alur pasak dan ini hanya dapat dipasang pada mesin
frais vertical.

Gambar 2.39 Cutter Endmil


2.2.5

Kepala Pembagi

Pada mesin frais selain mengerjakan pekerjaan-pekerjaan pengefraisan rata,


menyudut, membelok, mengalur dan sebagainya, dapat pula mengerjakan benda kerja
yang berbidang-bidang atau bersudut-sudut. Yang dimaksud dengan benda kerja yang
berbidang-bidang adalah benda kerja yang mempunyai beberapa bidang atau bersudut
atau beralur yang beraturan, misalnya:
Segi banyak beraturan
Batang beralur
Roda gigi
Roda gigi cacing, dsb
Kepala pembagi ini berfungsi untuk membuat bagian pembagian atau mengerjakan
benda kerja yang berbidang tadi dalam sekali pencekaman. Dalam pelaksanaannya,
operasi tersebut diatas ada 4 cara pembagian yang merupakan tingkatan, yaitu:
1. Pembagi langsung (direct indexing)
2. Pembagi sederhana (simple indexing)
3. Pembagi sudut (angel indexing)
4. Pembagi diferensial (differensial indexing)
Keempat cara tersebut diatas memang merupakan tingkatan-tingkatan cara
pengerjaan, artinya bila dengan cara pertama tidak bisa digunakan, kita gunakan cara
kedua dan seterusnya.

2.2.6

Cara Kerja Kepala Pembagi

Cara kerja kepala pembagi adalah sebagai berikut: Pada kepala pembagi ini teipasang
roda gigi cacing (worm gear) dan poros cacing (worm shaft). Apabila poros cacing
diputar 1 putaran, maka roda gigi cacing akan berputar 1/40 putaran dan ada juga
1/80 putaran.
1.1

Roda gigi

2.1

Cacing

3.1

Plat pembagi
Gambar 2.40 Bagian dan Kepala Pembagi

Untuk mengatur pembagian-pembagian tersebut, dilengkapi dengan plat pembagi


(diving plat). Untuk memegang benda kerja dan alat-alat bantu lainnya dilengkapi
dengan chuck dan kepala lepas (tail stock). Untuk membuat segi banyak beraturan

atau membuat roda gigi, dapat menggunakan ramus sebagai berikut:


n=

N
Z

Dimana :
n = putaran poros cacing
N = karakteristik kepala pembagi
Z = jumlah alur atau gigi yang akan dibuat Plat pembagi dilengkapi dengan
lubang-lubang pembagi dengan jumlah lubang masing-masing antara lain :

15,16,17,18,19,20,21,23,24,27,29,31, 33,37,39,41,43,47,49
2.2.7

Melepaskan Piring Pembagi

Lepaskan mur yang ada diujung sumbu cacing dan engkol pemutarnya dilepas keluar.
Buka skrup pengunci gunting dan lepaskan ring penjepitnya, kemudian gunting
keluarkan. Buka semua skrup pengikat piring pembagi dan kemudian keluarkan
piring pembagi dari sumbu cacing. Untuk pemasangan dilakukan dari kebalikan
urutan diatas.

Gambar 2.41 Cara Melepaskan Piring Pembagi


2.2.8

Memasang Benda Kerja Pada Kepala Pembagi

Kepala pembagi diwaktu mengfrais benda kerja harus membuat putaran tertentu
sekiter sumbunya. Spindle kepala pembagi dapat dibuat dalam kedudukan tegak
mulai 5 dibawah mendatar dan 5 lebih dari kedudukkan tegak lurus. Benda kerja
dipasang antara dua senter, satu senter dipasang dalam lubang spindle kepala pembagi
dan lainnya dipasang pada kepala lepas.

Gambar 2.6 Cara Memasang Benda Kerja pada Kepala Pembagi

2.2.9

Memasang Benda Kerja Pada Penjepit Universal Dengan Tiga Cekam

Penjepit cekam dipasang pada kepala pembagi dalam keadaan tegak Iurus terhadap
meja kerja. Penjepit cekam tiga biasanya untuk menjepit benda kerja yang bulat dan
pendek.
Gambar 2.42 Pemasangan Benda Kerja pada Cekam Universal

2.2.30

Cara Menghitung Roda Gigi

Roda gigi dibedakan dalam tiga bentuk, yaitu : Modul (M) Daimeter pitch (DP)
System cirrular pitch. Mata pisau roda gigi (gear cutter) pun ada dua macam sesuai
nama yang akan digunakan. Roda gigi terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut:
Lingkaran kepala

- Lingkaran tusuk

Lingkaran kaki

- Tinggi kepala

Tinggi kaki
Rumus roda gigi system modul:
Jarak tusuk (Dt) = Z x M
Jarak antar gigi = (P) = 1
Lingkaran luar (D) = (Z +
Dalam gigi = 1,8 Tebal gigi (t) = P/2 Tinggi kepala (s) = 1 x M Tinggi kaki 0,8 M
Kebebasan gigi pada alas (f
Gambar 2.43 Perhitungan Mesin Frais
Pada frais gigi untuk tiap-tiap ukuran DP terdiri dari satu set yang mempunyai 8

nomor yaitu dari no. 1 s/d 8. nomor-nomor tersebut gunanya untuk pembuatan jumlah
gigi-gigi tertentu sesuai kebutuhannya. Dibawah ini dapat diperhatikan contoh dari
satu set cutter modul frais gigi.
Nomer cutter
Jumlah Gigi

1
12-

2
14-

3
17-

4
21-

13

16

20

25

2.3 MESIN SEKRAP


2.3.1

Pengertian Mesin Sekrap

5
26-34

6
35-

7
55-

8
135-

54

134

rack

Mesin sekrap adalah mesin perkakas yang mempunyai gerak utama bolakbalik horizontal dan berfungsi untuk merubah bentuk dan ukuran benda kerja sesuai
dengan yang dikehendaki.Mesin sekrap (shap machine) disebut pula mesin ketam
atau serut.Mesin ini digunakan untuk mengerjakan bidang-bidang yang rata,
cembung, cekung, beralur dalam kedudukan mendatar, tegak ataupun miring.

Gambar 2.44 Mesin Sekrap


Prinsip pengerjaan pada mesin sekrap adalah benda yang disayat atau dipotong
berada pada keadaan diam, sementara pahat bergerak lurus bolak-balik melakukan
penyayatan (gerak translasi).Dalam proses pengetaman ada beberapa jenis gerakan
yang perlu diperhatikan dalam mesin sekrap yaitu :
1. Gerakan utama
Gerakan ini merupakan gerakan yang ditunjukkan oleh pahat.Pada saat pahat
bergerak maju terjadi langkah kerja dimana pahat akan menyayat permukaan benda
kerja sementara saat pahat bergerak mundur terjadi langkah bukan kerja karena pahat
tidak menyayat benda kerja.
2. Gerakan feeding (langkah pemakanan)
Gerakan ini menghasilkan chip atau ketebalan tatal yang terpotong.
3. Dalamnya penyayatan

Pada pengaturan dalamnya pemotongan ini akan menghasilkan kedalaman


pemotongan yang diinginkan yang juga terkait dengan perencanaan waktu
pemesinan.Pada mesin sekrap ada beberapa jenis penyayatan yang bisa dilakukan
antara lain penyayatan permukaan (facing), alur(slotting), dan tangga (steps).

Gambar 2.45 Pemakanan Mesin Sekrap


2.3.2 Komponen Mesin Sekrap
Komponen komponen mesin sekrap:
1. Badan Mesin
Merupakan keseluruhan mesin tempat mekanik penggerak dan tuas pengatur.
2. Meja Mesin
Merupakan tempat kedudukan atau penjepit benda kerja.Pada meja mesin dilengkapi
dengan eretan lintang dan eretan tegak.Gerakan pada eretan lintang bisa diatur
bergerak secara otomatis.
3. Lengan
Berfungsi untuk menggerakkan pahat maju mundur.Pada bagian depan lengan
membawa Tool slide sebagai tempat toolpost yang memegang pahat.Tool slide dapat
diatur miring untuk proses penyekrapan miring.
4. Eretan Pahat

Bagian ini berfungsi untuk mengatur ketebalan pemakanan pahat.Dengan memutar


roda pemutar maka pahat akan naik atau turun.
5. Pengatur Kecepatan
Berfungsi untuk mengatur atau memilih jumlah langkah lengan mesin per
menit.Untuk pemakanan tipis kecepatan bisa tinggi.
6. Tuas panjang langkah
Berfungsi untuk mengatur panjang pendek langkah pahat atau lengam sesuai panjang
benda kerja.Pengaturan dilakukan dengan memutar tap ke kanan atau kiri.
7. Tuas posisi pahat
Bagian ini ada di lengan mesin dan berfungsi untuk mengatur kedudukan pahat
terhadap benda kerja.
8. Tuas pengatur gerakan otomatis meja melintang
Untuk mengatur gerakan sekrap secara otomatis.Namun diperlukan pengaturanpengaturan panjang engkol yang mengubah gerak putar mesin pada roda gigi menjadi
gerak lurus meja.Dengan demikian meja melakukan gerak ingsutan (feeding).

Gambar 2.46 Bagian Bagian Mesin Sekrap

2.3.2 Jenis Mesin Sekrap


Mesin sekrap yang umumnya digunakan adalah jenis messin sekrap
horizontal.Proses sekrap ada dua macam yaitu sekrap shaper untuk benda kerja yang
relative kecil dan sekrap planer untuk benda kerja yang besar.Berikut ini beberapa
jenis mesin sekrap antara lain :
1. Sekrap Horizontal (Shaper)

Pada mesin ini pahat melakukan gerak bolak-balik, maju mundur sementara benda
kerja melakukan gerak ingsutan.Umumnya digunakan untuk benda kerja pendek dan
tidak terlalu berat.
2.

Sekrap Vertikal (Slotter)

Pada mesin sekrap jenis ini digunakan untuk melakukan gerakan pemotongan dalam,
menyerut dan bersudut serta untuk pengerjaan permukaanyang sukar dijangkau.Pada
mesin ini pahat bergerak naik turun sementara benda kerja bergeser secara melintang
dan memanjang.Pada mesin sekrap ini dilengkapi dengan meja putar sehingga mesin
bisa dilakukan pengerjaan pembagian bidang yang sama besar.
3.

Sekrap Eretan (Planer)

Mesin ini digunakan untuk pengerjaan benda kerja dengan ukuran panjang dan besar
(berat).Benda kerja dipasang pada eretan yang melakukan gerakan bolak-balik

sedangkan pahat membuat gerakan ingsutan.Lebar benda ditantukan oleh jarak antar
tiang-tiang mesin.
2.3.4 Jenis Pahat Pada Mesin Sekrap
Pada proses penyekrapan ada berbagai bentuk permukaan benda kerja yang
dikerjakan mulai dari mendatar, beralur, menyudut, atau bentuk profil.Untuk
menunjang pengerjaan tersebut ada beberapa jenis pahat yang bisa digunakan pada
proses penyekrapan.Pahat-pahat tersebut antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pahat kasar lurus


Pahat kasar lengkung
Pahat sejrap datar
Pahat sekrap runcing
Pahat sekrap sisi
Pahat sekrap sisi kasar
Pahat sekrap datar
Pahat sekrap profil
Elemen Dasar Proses Sekrap

Kecepatan Potong Rata-Rata


V=(N_p.L_t.(1+R_s))/2100
Lt = lv+lw+ln
Np = jumlah langkah permenit
Kecepatan makan
V_f=f.n_p
f = Gerak makan
Kecepatan penghasilan tatal
Z=a.f.v
Waktu pemotongan
t_c=w/(v.f)

2.3.5 Mekanisme Kerja Mesin Sekrap


Pada mesin sekrap terdapat motor penggerak yang berfungsi untuk
menyalurkan putaran untuk menghidupkan mesin, untuk menyampaikan putaran dari
roda gigi ke komponen-komponen mesin yang bergerak, maka terdapat beberapa
elemen mesin yang digunakan seperti:

Belt

Puli

Rangkaian roda gigi

Poros engkol

Poros transporter

Porong lurus

Dan lain-lain

Dengan adanya elemen-elemen tersebut maka dapat terjadi mekanisme sebagai


berikut:
Tenaga dari motor penggerak disalurkan langsung ke puli yang terhubung
langsung dengan motor penggerak. Kemudian dari puli yang terhubung langsung
dengan motor penggerak disalurkan lagi ke puli yang terhubung dengan poros engkol
dengan menggunakan belt.
Setelah itu pada poros engkol yang terhubung dengan puli terdapat poros dengan
rangkaian roda gigi, dimana roda gigi tersebut berfungsi sebagai roda gigi pengatur
kecepatan.
Setelah itu di atas poros roda gigi pertama, terdapat rangkaian roda gigi II yang
berfungsi sebagai penyalur gerakan kerangkaian roda gigi yang ke III. Dimana
rangkaian roda gigi tersebut terhubung dengan roda gigi besar (roda gigi heliks ) yang
berfungsi sebagai penggerak lengan ayun. Dimana ketiga rangkaian roda gigi ini
tersusun secara pararel.

Pada lengan ayun terdapat poros yang terhubung dengan roar gigi besar akan
tetapi tidak sesumbu, dimana pad aporos tersebut terdapat pelat yang apabila poros
tersebut semakin menjauh dari sumbu maka gerakan ayun akan semakin besar dan
begitupun sebaliknya.
Selain itu, pada lengan ayun terdapat pula poros berulir yang tersusun
melintang(tegak lurus terhadap lengan ayun), yang berfungsi sebagai pembawa/
penggerak lengan luncur. Selain itu pada poros berulir tersebut terdapat pila roda gigi
yang berfungsi sebagai pengatur posisi langkah, serta baut pembuka dan pengunci
posisi langkah dan panjang langkah.
Gerakan melintang meja diatur oleh adanya poros yang terhubung dengan roda
gigi, dimana prinsip kerjanya yaitu poros mendorong roda gigisehingga terjadi
putaran roda gigi yang menyebabkan terjadi gerakan melintang.
Prosedur Menghidupkan Mesin
Tata cara menghidupkan mesin sekrap :
Lengan digerakkan dengan cara memutar roda pemeriksauntuk melihat
kemungkinan tertabraknya lengan.
Menghidupkan motor mesin dengan cara memutar saklar
Ketika tuas kopling dimasukan maka mesin akan mulai bekerja.
Kemudian mencoba langkah pemakanan (feeding) dari meja, mulai dari
langkah halus sampai langkah kasar. Perhatikan seluruh gerak mesin.
Ketika ingin mematikan mesin maka keluarkan tuas kopling terlebih dahulu,
kemudian tekan tombol OFF mesin, setelah itu tekan tombol emergency mesin,
kemudian kembalikan posisi saklar dalam keadaan OFF
Pencekaman Benda Kerja
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat mencekam benda kerja yaitu:
1)

Karena benda yang akan dibuat berbentuk balok, maka alat cekam yang

digunakan adalah ragum

2)

Sebelum melakuka pencekaman benda kerjamaka terlebih dahulu ragum yang

digunakan harus disejajarkan dengan menggunakan dial indicator.


3)

Dalam melakukan pencekaman dibutuhkan beberapa alat bantu seperti:

Palu lunak
Karton
Pararel pad
Penyiku
4)

Gunakan pararel pad sebagai landasan benda kerja agar permukaan bidang

kontak rata.
5)

Kemudian kencangkan lengan ragum sambil memukul permukaan benda kerja

dengan pelan, untuk mengencangkan pencekaman


6)

Benda kerja yang dicekam minimal 2/3 bagian.


Pencekaman Alat Potong

Adapun macam-macam metoda pencekaman alat potong yaitu:

Pahat dipasang pada rumah ayunan kira-kira 30-40 mm keluar dari rumah

ayunan. Pada posisi

ini pahat cukup kuat untuk menahan beban potong. Jika terlalu

panjang maka pahat akan lentur dan mungkin akan patah.

Rumah ayunan dimiringkan berlawanan dengan sisi potong pahat

Rumah ayunan dipasang tegak lurus dalam proses pembuatan alur

Proses Pemotongan Mesin Sekrup


Pemotongan datar
Untuk melakuka pemakanan yang banyak maka digunakan pahat kasar. Besar feeding
yaitu 1/3 dari tebal pemakanan. Kedalaman pemotongan dilakukan dai eretan alat
potong, feeding dilakukan oleh gerakan meja, meja bergeser pada saat lengan luncur
bergerak mundur.
Pemotongan tegak

Kedalaman pemotongan dilakukan oleh gerakan meja dan feeding dilakukan oleh
gerakan eretan alat potong.
Pemotongan menyudut
Kedalaman pemotongan dilakukan oleh gerakan meja dan feeding dilakukan oleh
eretan alat potong.
Penyetingan mesin
Pengaturan Kecepatan Langkah Mesin
Langkah langkah yang dapat dilakukan untuk mensetting kecepatan langkah mesin:
1)

Mesin benar-benar harus dalam kondisi OFF


2)

Atur handle pengatur kecepatan langkah mesin pada posisi yang diinginkan

(24,32,42,60,80,120)
3)

Pastikan handle pengatur kecepatan langkah mesin benar-benar telah

tersambung dengan roda gigi yang mengatur kecepatan langkah yang distel
L. Pemarkingan
Setelah bakal balok telah diproleh maka selanjutnya lakukan pemarkingan benda
kerja sesuai dengan gambar kerja.
Alat- alat yang dihunakan dalam proses pemarkingan yatu:
Kongkol penggores
Mistar baja
Bevel protector
Penyiku
M. Proses Penyekrapan Alur V
Pada proses ini pahat yang digunakan adalah pahat sekrap kasar lurus.
Adapun proses penyekrapannya sebagai berikut :
1)

Metode pemotongan yang dilakukan adalah pemotongan tegak, dimana posisi

pahat sekrap tegak luruus dengan benda kerja.


2)

Kemudian pahat sekrap diletakkan ditengah-tengah alur V yang akan dibentuk

3)

Setelah itu lakukan pemotongan step demi step sampai mendekati garis.

4) Kemudian untuk proses finishing dengan menggunakan metoda pemotongan


menyudut, dimana ktool post pada mesin sekrap dimiringkan 45 0
5)

Kemudian lakukan pemotongan hinggah alur V menjadi halus

6)

Periksa kesimetrisan alur V.


N. Proses Penyekrapan Alur U

Dalam proses pembuatan alur U, maka pahat sekrap yang digunakan adalah pahat
sekrap alur U. Adapun proses pembuatannya yaitu:
1)

Pasang pahat alur pada bagian benda yang akan dibuat alur U, usahakan pahat

tidak melewati batas pemarkingan.


2)

Gunakan metode pemakanan secara zig-zag untuk menghindari kemungkinan

pahat akan terjepit pada benda kerja.


3)

Metode pemotongan yang dilakukan adalah pemotongan tegak, dimana pahat

sekrap tegak lurus terhadap benda kerja.


4)

Lakukan pemotongan hingga mendekati ukuran yang ditentukan

5)

Setelah itu lakukan proses finishing hingga ukuran yang telah ditentukan,

usahakan permukaan alur U halus.