0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
446 tayangan12 halaman

Memahami Mesin Bubut dan Fungsinya

Dokumen tersebut membahas tentang penelitian mengenai mesin bubut. Secara garis besar dibahas tentang pengertian mesin bubut, bagian-bagian utama mesin bubut beserta fungsinya, prinsip kerja mesin bubut, dan jenis-jenis teknik membubut."

Diunggah oleh

exordinary
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
446 tayangan12 halaman

Memahami Mesin Bubut dan Fungsinya

Dokumen tersebut membahas tentang penelitian mengenai mesin bubut. Secara garis besar dibahas tentang pengertian mesin bubut, bagian-bagian utama mesin bubut beserta fungsinya, prinsip kerja mesin bubut, dan jenis-jenis teknik membubut."

Diunggah oleh

exordinary
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENELITIAN MESIN BUBUT

Disusun Oleh:
Nama : Vicario Dennies Haryadi
Nim

: 121.03.1012

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2014

KATA PENGANTAR
Terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa Telah membantu penyusun untuk
menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Karena tanpa pertolongan Tuhan yang
Maha Esa penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini sengaja di buat untuk menambah pengetahuan pembaca mengetahui
mesin bubut dan pembahasan mesin bubut lainya dan akan menambah wawasan pembaca
mengenai mesin bubut. mengambil isi pokok pembahasan dalam makalah ini dari berbagai
sumber. Tetapi yang pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama menambanh pengetahuan
pembaca mengenai mesin bubut.
Tidak lupanya mengucapkan terima kasih kepada dosen bahasa Indonesia yaitu bapak
Drs Purwito yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara
menyusun makalah bahasa indonesia yang baik dan sesuai kaidah.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan kepada
pembaca meskipun makalah ini banyak kekurangan penysun memohon kritik dan sarannya
agar bisa dapat memperbaikinnya .

Yogyakarta,23 Desember 2014


Penulis

Vicario Dennies Haryadi

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan
untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan
suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan
dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat
yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari
benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong
relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan.
Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan
kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir
dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan
jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros
spindel dengan poros ulir.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan diatas,maka perumusanmasalahnya
dalam pembuatan perancanaan perawatan ini adalah :
1.2.1 .Apa itu mesin bubut ?
1.2.2. Apa fungsi utama komponen mesin bubut ?
1.2.3. Apa sajakah sumber yang terkaitpekerjaan perawatan mesin bubut
1.2.4 .Bagai mana langkah-langkah perawatan mesin bubut
1.2.4 Bagai mana sistematis pelumasan eretan pada mesin bubut?
1.3 Tujuan Penelitian
Dari penelitian di harapkan bisa lebih memahamin
1.3.1 Agar pembaca mengerti atau mengetahui tentang mesin bubut
1.3.2 Agar bisa mendalamin ilmu mesin bubut

BAB II

LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Mesin Bubut
Pengertian Mesin Bubut adalah Alat untuk mengubah bentuk benda kerja
dengan jalan menyayat dengan mengunakan pahat.Mesin bubut mempunyai primsip
kerja. Poros spindel akan memutar benda kerja melalui roda gigi penghubung, putaran
akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir
tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat.Mesin
Bubut di bagi menjadi beberapa jenis yaitu :
2.1
2.2
2.3
2.4

Mesin Bubut Universal


Mesin Bubut Khusus
Mesin Bubut Konvensional
Mesin Bubut CNC

2.2 Bagian-bagian utama mesin


2.2.1 .Kepala tetap
2.2.2. Kepala lepas
2.2.3. poros transportir
2.2.4.Eretan
2.2.5.Bed
2.3 Teknik-Teknik Membubut
2.3.1.Cekam Benda kerja bagian
2.3.2.Benda kerja ditumpu dengan kepala lepas
2.3.3.membubut dengan mengunakan 2 center
2.4 Cara Kerja Mesin Bubut
Mesin bubut merupakan salah satu jenis mesin perkakas. Prinsip kerja pada
proses turning atau lebih dikenal dengan proses bubut adalah proses penghilangan
bagian dari benda kerja untuk memperoleh bentuk tertentu. Di sini benda kerja akan
diputar/rotasi dengan kecepatan tertentu bersamaan dengan dilakukannya proses

pemakanan oleh pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar
dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan
gerakkan
Tetapi

translasi

dari

pengertian

pahat

disebut

lain

gerak

menyebutkan

umpan

(feeding).

bahwa

Bubut merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan
dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan
secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari
benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut
gerak

umpan.

Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi
pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda.
Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang
menghubungkan

poros

spindel

dengan

poros

ulir.

Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan
ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai
dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan
jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik
ke

ulir

inci.

Prinsip kerja mesin bubut


Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga
memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan
disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut
diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada
benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.

Bagian-bagian utama mesin bubut konvensional

Bagian-bagian
umumnya
hanya

utama

sama

saja

pada

walaupun

terkadang

mesin

merk

posisi

atau

bubut
buatan

handel/tuas,

konvesional

pabrik

tombol,

yang

tabel

pada

berbeda,

penunjukan

pembubutan dan rangkaian penyusunan roda gigi untuk berbagai jenis


pembubutan

letak/posisinya

pengoperasianya

karena

memilki

berbeda.
fasilitas

Demikian
yang

sama

juga
juga

cara
tidak

jauh

berbeda.
Berikut

ini

akan

diuraikan

bagian-bagian

utama

mesin

bubut

konvesional (biasa) yang pada umumnya dimilki oleh mesin tersebut.


2.5 Sumbu Utama (Main Spindle)
Sumbu utama atau dikenal dengan main spindle (Gambar 19 a
dan 19 b) merupakan suatu sumbu utama mesin bubut yang berfungsi
sebagai dudukan chuck (cekam), plat pembawa, kolet, senter tetap
dan lain-lain. Terlihat pada (Gambar 19 a) adalah sebuah sumbu
utama mesin bubut yang terpasang sebuah chuck atau cekam
diamana didalamnya terdapat susunan roda gigi yang dapat digesergeser
melalui handel/tuas untuk mengatur putaran mesin sesuai
kebutuhan

pembubutan.

Terlihat pada (Gambar 19 b) adalah jenis lain sumbu utama


mesin bubut yang ujungnya sedang terpasang sebuah senter tetap
(G), yang berfungsi sebagai tempat dudukan benda kerja pada saat
pembubutan dintara dua senter. Di dalam kepala tetap ini terdapat
serangkaian susunan roda gigi dan roda pulley bertingkat ataupun
roda tunggal dihubungkan dengan sabuk V atau sabuk rata. Dengan
demikian kita dapat memperoleh putaran yang berbeda-beda apabila
hubungan diantara roda tersebut diubah-ubah menggunakan
handel/tuas pengatur kecepatan (A), (C) dan (F). Roda (Pully V)
bertingkat ini biasanya terdiri dari 3 atau 4 buah keping dengan sumbu
yang

berbeda

dan

diputar

oleh

sebuah

motor

listrik.

Putaran yang dihasilkan ada dua macam yaitu putaran cepat


dan putaran lambat. Putaran cepat biasanya dilakukan pada kerja
tunggal untuk membubut benda dengan sayatan tipis sedangkan
putaran lambat untuk kerja ganda yaitu untuk membubut dengan
tenaga besar dan pemakananya tebal (pengasaran). Arah putaran

mesin dapat dibalik menggunakan tuas pembalik putaran (C), hal ini
diperlukan dengan maksud misalnya untuk membubut ulir atau untuk
membubut dengan arah berlawanan sesuai dengan sudut mata potong
pahat.
2.6 Meja Mesin (bed)
Meja

mesin

bubut

Gambar

20)

berfungsi

sebagai

tempat

dudukan kepala lepas, eretan, penyangga diam (steady rest) dan


merupakan tumpuan gaya pemakanan waktu pembubutan. Bentuk
alas ini bermacam-macam, ada yang datar dan ada yang salah satu
atau kedua sisinya mempunyai ketinggian tertentu. Permukaannya
halus dan rata sehingga gerakan kepala lepas dan lain-lain di atasnya
lancar. Bila alas ini kotor atau rusak akan mengakibatkan jalannya
eretan tidak lancar sehingga akan diperoleh hasil pembubutan yang
tidak

baik

atau

kurang

presisi.

2.7 Eretan (carriage)


Eretan

terdiri

atas

eretan

memanjang

(longitudinal

carriage) yang bergerak sepanjang alas mesin, eretan melintang


(cross carriage) yang bergerak melintang alas mesin dan eretan atas
(top carriage), yang bergerak sesuai dengan posisi penyetelan d atas
eretan melintang. Kegunaan eretan ini adalah untuk memberikan
pemakanan yang besarnya dapat diatur menurut kehendak operator
yang dapat terukur dengan ketelitian tertentu yang terdapat pada roda
pemutarnya. Perlu diketahui bahwa semua eretan dapat dijalankan
secara

otomatis

ataupun

manual.

2.7 Kepala Lepas (tail stock)


Kepala lepas sebagaimana (Gambar 22) digunakan untuk
dudukan senter putar sebagai pendukung benda kerja pada saat
pembubutan, dudukan bor tangkai tirus dan cekam bor sebagai

menjepit bor. Kepala lepas dapat bergeser sepanjang alas mesin,


porosnya berlubang tirus sehingga memudahkan tangkai bor untuk
dijepit. Tinggi kepala lepas sama dengan tinggi senter tetap. Kepala
lepas ini terdiri dari terdapat dua bagian yaitu alas dan badan, yang
diikat dengan 2 baut pengikat (A) yang terpasang pada kedua sisi alas
kepala lepas sekaligus berfungsi untuk pengatur pergeseran badan
kepala lepas untuk keperluan agar dudukan senter putar sepusat
dengan senter tetap atau sumbu mesin, atau tidak sepusat yaitu pada
waktu

membubut

tirus

diantara

dua

senter.

Selain roda pemutar (B), kepala lepas juga terdapat dua lagi
lengan pengikat yang satu (C) dihubungkan dengan alas yang
dipasang mur, dimana fungsinya untuk mengikat kepala lepas
terhadap alas mesin agar tidak terjadi pergerakan kepala lepas dari
kedudukannya. Sedangkan yang satunya (D) dipasang pada sisi
tabung luncur/rumah senter putar, bila dikencangkan berfungsi agar
tidak terjadi pergerakan longitudinal sewaktu membubut.

2.8 Penjepit Pahat (Tools Post)


Penjepit

pahat

digunakan

untuk

menjepit

atau

memegang

pahat,

yang bentuknya ada beberapa macam diantaranya seperti ditunjukkan


pada gambar 27. Jenis ini sangat praktis dan dapat menjepit pahat 4
(empat) buah sekaligus sehingga dalam suatu pengerjaan bila
memerlukan 4 (empat) macam pahat dapat dipasang dan disetel
sekaligus.
2.9 Eretan Atas
Eretan

atas

sebagaimana

gambar

28,

berfungsi

sebagai

dudukan penjepit pahat yang sekaligus berfungsi untuk mengatur


besaran majunya pahat pada proses pembubutan ulir, alur, tirus,
champer (pingul) dan lain-lain yang ketelitiannya bisa mencapai 0,01
mm.

Eretan ini tidak dapat dijalankan secara otomatis, melainkan


hanya dengan cara manual. Kedudukannya dapat diatur dengan
memutarnya sampai posisi 360, biasanya digunakan untuk
membubut

tirus

dan

pembubutan

ulir

dengan

pemakanan

menggunakan eretan atas.

2.10

Transporter dan Sumbu pembawa


Transporter atau poros transporter adalah poros berulir segi

empat atau trapesium yang biasanya memiliki kisar 6 mm, digunakan


untuk membawa eretan pada waktu kerja otomatis, misalnya waktu
membubut ulir, alur dan atau pekerjaan pembubutan lainnya.
Sedangkan sumbu pembawa atau poros pembawa adalah poros
yang selalu berputar untuk membawa atau mendukung jalannya
eretan.

BAB III

ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Dari pengamatan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
.chack terjadi kebalingan
.baut pengikat poros chack dalam kurang satu
Baut chack patah satu.
Maka chack tersebut harus menyetel kembali semula agar hasil penyayatan lebih
baik.
SUMBER - SUMBER YANG TERKAIT
Sumber Daya Manusia (SDM) Sumber daya manusia.

Sumber Daya Alat Sumber daya alat.


Material.
Spare Part
Data Teknik Mesin Bubut
LANGKAH LANGKAH PERAWATAN
Perawatan Alat/ Tool
Perawatan Umum
Perawatan Khusus
Perawatan Kedudukan Mesin

Bab IV

KESIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan
Jadi, pada pengerjaan mesin bubut harus memperhatikan proses pengerjaannya dari
proses dan apa-apa saja mesin bubut seperti
4.1.1
4.1.2
4.1.3
4.1.4

Mesin Bubut Universal


Mesin Bubut Khusus
Mesin Bubut Konvensional
Mesin Bubut CNC9

4.2 Saran
Di dalam melakukan pengerjaan mesin bubut di harapkan harus memperhatikan
keselamatan dari k3 karena baik itu dalam pengerjaan yang melihat dari hasil pengerjaan
yang baik pekerja harus memperhatikan keselamatanyanya juga.

DAFTAR PUSTAKA
http://eko-m228.blogspot.com/2011/01/bagian-bagian-utama-mesin-bubut.html

http://www.scribd.com/doc/62098732/Makalah-an-Perawatan-Mesin-BUbut
http://yakinmajusentosabdg.blogspot.com/2011/09/turning-and-milling
machine.html

Anda mungkin juga menyukai