Anda di halaman 1dari 31

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dimasa yang serba modern ini, sangat dibutuhkan tenaga yang terampil baik di
kota ataupun di desa. Karena dengan adanya teknologi yang serba canggih ini
juga sangat membantu dan mempermudah dalam melakukan suatu pekerjaan.
Teknik membubut merupakan salah satu dasar dan merupakan keterampilan
yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa teknik mesin. Pada umumnya setiap
mahasiswa teknik mesin harus dapat memahami serta menguasai teknik-teknik
dalam membubut pada mesin bubut. Di dalam praktikum mesin bubut ini juga
akan membahas tentang cara dalam proses membubut, pengenalan mesin
bubut, alat-alat yang digunakan dalam praktikum mesin bubut dan faktor-faktor
keamanan selama praktikum mesin bubut.
Dengan menguasai teknik-teknik dasar membubut, diharapkan agar setiap
mahasiswa teknik mesin mempunyai keahlian yang dapat diandalkan untuk
mengimbangi kemajuan teknologi.[1]
1.2 Tujuan.
Adapun tujuan dari praktikum mesin bubut ialah :
1. Untuk

melatih

kemampuan

mahasiswa

teknik

mesin

dalam

mengoperasikan mesin bubut.


2. Agar setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui komponen
komponen dan fungsi dari mesin bubut.
3. Agar setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui proses dan langkahlangkah pengerjaan benda kerja dengan menggunakan mesin bubut
4. Agar setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui dari jenis-jenis alat
dan bahan yang digunakan dalam parktikum mesin bubut.
5. Agar setiap mahasiswa teknik mesin tebiasa dalam pembuatan setiap
laporan.

1.3 Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum mesin bubut ialah :
1. Setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengoperasikan mesin bubut dengan
baik.
2. Setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui cara kerja dari mesin
bubut.
3. Setiap mahasiswa teknik mesin mampu berkreatifitas sesuai dengan
keahliannya.
4. Setiap mahaiswa teknik mesin mampu menciptakan rasa tanggung jawab
dan kekompakan dalam tim.
5. Setiap mahasisiwa teknik mesin agar bisa lebih disiplin dan tepat waktu
dalam setiap pembuatan laporan.

BAB II

LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Mesin Bubut
Mesin bubut mencakup segala mesin perkakas yang memproduksi bentuk
silindris yang mana prinsip kerjannya gerak makan dilakukan oleh pahat dan
gerak potong dilakukan benda kerja, pahat bergerak translasi, benda kerja
bergerak dengan berputar. Meskipun mesin ini terutama disesuaikan untuk
pekerjaan silindris, tetapi dapat juga digunakan untuk pembubutan permukaan
rata, berikut adalah gambar mesin bubut yang ada pada model sekarang.[1]
Ukuran dari mesin ini diukur dari jarak senter kepala tetap sampai kesenter
kepala lepas. Ini merupakan jarak terpanjang dari benda kerja yang bisa
dibubut. Dan tergantung pula pada tinggi atau jarak dari ujung senter ke
permukaan alas mesin (bed) yakni sebagai setengah diameter benda kerja yang
dapat dikerjakan

Gambar 2.1 Mesin Bubut Standart

2.2 Penggolongan Pembubut

1. Pembubutan kecepatan
Pembubutan kecepatan yang paling sederhana dari segala pembubutan, terdiri
dari atas bangku, kepala tetap, ekor tetap dan peluncur yang dapat disetel untuk
mendukung pahat. Biasanya digerakkan oleh moor kecepatan variable yang
dipasangkan ke dalam kepala tetap. Pembubutan kecepatan terutama digunakan
dalam pembubutan kayu, memberikan pusat pada silinder logam sebelum
dikerjakan lebih lanjut pada pembubut mesin, dan dalam pemusingan logam.
Pengerjaan kayu
Pemusingan logam
Pemolesan
2. Pembubutan mesin
Yang membedakan dari

pembubut kecepatan adalah mempunyai ciri

tambahan untuk mengendalikan kecepatan spindle dan untuk menyangga dan


mengendalikan hantaran dari pahat pemotong tetap.

Penggerak puli kerucut bertingkat


Penggerak roda gigi tangan
Penggerak kecepatan variabel
Pembubut bangku
Nama pembubut bangku diberikan kepada pembubut kecil yang dipasangkan
pada bangku kerja. Dalam disainnya mempunyai cirri yang sama dengan
pembubut kecepatan atau pembubut mesin dan hanya berbeda dalam ukuran
dan pemasangannya. Disesuaikan untuk benda kerja kecil, dan mempunyai
kapasitas putaran maksimum sebesar 25 mm pada plat muka.
Pembubut ruang perkakas
Pembubut ruang perkakas dilengkapi dengan segala perlengkapan yang
diperlukan untuk pekerjaan perkakas yang teliti, merupakan pembubut kepala
beroda tiga yang digerakkan secara tersendiri dengan kecepatan spindel yang
jangkaunya sangat luas.
4. Pembubut kegunaan khusus
5. Pembubut turet.

Horizontal
Vertical
Otomatis

2.3 Bagian-Bagian Utama Mesin Bubut

Bagian-bagian mesin bubut dapat dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya


sebagai berikut :
1.

Kepala tetap
Kepala tetap berfungsi untuk menempatkan cak atau pencekam benda kerja

Gambar 2.2 Kepala Tetap


2.

Kepala lepas
Untuk memegang atau sebagai tempat senter tetep, senter putar, senter drill .

Gambar 2.3 Kepala Lepas


3.

Eretan
untuk sebagai tempat atau kedudukan dari mata pahat dan penggerak mata pahat
dalam saat proses pemakanan benda kerja.

Gambar 2.4 Eretan


4.

Landasan (bed)
Kerangka utama mesin, yang diatasnya terdapat eretan serta kepala lepas.
Adapun alur dari landasan ini berbentuk V; datar atau rata.

Gambar 2.5 Landasan (Bed)


2.4 Proses yang Biasanya Dilakukan Mesin Bubut
1. Bubut silindris
2. Bubut muka
3. Bubut alur
4. Pemotongan
5. Meluas lubang
6. Bubut bentuk
7. Bubut inti
8. Bubut silindrik dengan penumpu

2.5 Jenis-Jenis Mesin Bubut


1. Mesin Bubut Turet
Mesin bubut turet memiliki ciri khusus yang terutama meneyesuaikanya kepada
produksi. Karakteristik utama dari mesin bubut golongan ini adalah bahwa
pahat untuk operasi yang berurutan dapat distel dalam kesiagaan unutk
penggunaan dalam urutan yang sesuai. Meskipun diperlukan keterampilan
sangat tinggi untuk mengunci dan mengatur pahat dengan tepat, tetapi sekali
sudah benar, maka hanya sikit keterampilan untuk mengoperasikanya, dan
banyak suku cadang dapat di produksi.
Perbedaan antara bubut turet dengan bubut mesin yaitu :
Perbedaan utama antara kedua mesin adalah mesin bubut turet disesuaikan
untuk produksi banyak. Sedangkan bubut mesin digunakan untuk berbagai
penugasan, ruang perkakas, atau pekerjaan operasi tunggal .cirri utama dari
bubut turet yang membuatnya menjadi mesin produksi banyak adalah sebagai
berikut :

Pahat dapat dikunci secara permanen dalam turet pada urutan yang sesuai

dari penggunaan.
Setiap stasiun dilengkapi dengan penghenti hantaran atau pelompat
hantaran sehingga masing-masing pemotongan oleh pahat adalah sama

dengan pemotongan sebelumnya.


Pemotongan majemuk dapat diambil dari stasiun yang sama pada saat yang

sama.
Pemotongan kombinasi dapat dibuat dengan yaitu pahat pada peluncur
menyilang dapat digunakan pada saat yang sama denagn pahat yang dituret

yang memotong.
Kekakuan yang berlebih dalam memegang benda kerja dan pahatnya

dibangun ke dalam mesin untuk pemotongan kombinasi dan majemuk.


Mereka mungkin dipasangkan dengan berbagai perlengkapan misalnya
untuk pembubutan tirus, pembubutan ulir dan lain-lain.

Jenis-jenis dari mesin bubut turet yaitu :


1). Mesin bubut turet horizontal
Mesin bubut jenis ini dibuat dalam dua rancangan dan dikenal sebagai ram dan
sade. Mesin bubut turret ini dapat juga diklasifikasikan sebagai mesin
pencekam atau batang.

Gambar 2.6 Mesin Bubut Turret Horizontal


2). Mesin bubut turret otomatis
Mesin bubut jenis ini mirip dengan mesin jenis sadel standart tetapi operasinya
otomatis sepenuhnya agar seseorang operator dapat menangani dua mesin atau
lebih. Mesin jenis ini digunakan pada tugas pencekam yang berjalan lama, yang
usaha untuk penyetelan dan pemahatannya dapat diperluas kepada banyak suku
cadang. Keuntungan dari mesin ini adalah penghapusan elemen manusia dari
daur waktu, kemungkinan untuk operator mengawasi untuk beberapa mesin
dalam produksi yang lebih cepat.

Gambar. 2.7 Mesin Bubut Turet Horizontal Otomatis.

3). Mesin bubut yang dikendalikan oleh pita


Dalam gambar ditunjukkan sebuah bubut turret dua suhu tugas berat dengan
kendali numeris, yang dirancang khusus untuk produksi berat. Mesin ini dapat

distel dengan cepat untuk pekerjaan suku cadang kecil biasanya dengan hanya
menukar pencekam rahang, pita pengendali, dan mungkin satu atau dua
pemotongan.

Gambar. 2.8 Bubut Turret yang Dikendalikan oleh Pita.


4). Mesin bubut turret vertical.
Mesin bubut turret vertical adalah sebuah mesin yang mirip freis pengebor
vertical, tetapi memiliki karakteristik pengaturan turet untuk pemegangan
pahat. Mesin ini dilengkapi dengan system kendali yang memungkinkan
operasi otomatis tiap kepala termasuk kecepatan arah antaran. Kecepatan
produksi dari mesin ini sangant meningkat melebihi dan dioperasikan dengan
tangan karena mesin ini beroperasi secara kontiniu.

Gambar 2.9 Mesin Bubut Turret Vertical


5). Mesin bubut stasiun jamak vertikal, otomatis.
Mesin jenis ini dirancang untuk produksi tinggi dan biasanya dilengkapi
dengan lima atau sembilan stasiun kerja dan kedudukan kemuatan pada
setasiun kecuali stasiun pemuat sebuah operasi dilakukan yang menuju
kepenyelesaian dari suku cadang. Keuntungan dari mesin ini bahwa segala
operasi dapat dilakukan secara serentak dan dalam urutan yang sesuai.

10

Gambar2.10 Mesin Bubut Pencekam Vertical Stasiun.


6. Mesin bubut otomatis
Mesin bubut jenis ini perkakasnya secara otmatis dihantarkan kepada benda
kerja dan mundur setelah daurnya diselesaikan, karena mesin bubut pada
umumnya dari jenis ini memerlukan adanya opertor untuk menempatkan suku
cadang yang harus di mesin. Mesin dalam golongan ini berbeda secara prinsip
dalam cara menghantarkan pahat dalam benda kerja. Mesin ini dapat juga
mempunyai dua peluncur pahat samping, mesin ini juga dapat membuat
pemotongan secara serentak yang mempunyai cirri pembalikan pahat cepat,
yang membebaskan benda kerja untuk melepaskannya.

Gambar 2.11 Mesin Bubut Otomatis

7. Mesin bubut duplikat.


Mesin bubut duplikat memproduksi kembali sejumlah suku cadang dari
bentuk induk ataupun contoh dari benda kerja hanpir setiap mesin bubut

11

standar dapat dimodifikasi untuk pekerjaan penduplikasian atau terdapat mesin


bubut duplikat otomatis khusus. Reproduksinya dari sebuah pola baik bulat
atau datar, biasanya dipasangkan di belakang mesin bubut.
Dalam gambar ditunjukkan pandangan dari sebuah mesin bubut duplikat
yang dikendalikan numeris atau otomatis. Model ini biasanya dilengkapi
dengan system kendali numeris. Ketitik yang memiliki masukan dial desimal
pembacaan langsung. Unit penduplikasi adalah sebuah system elektromekanis
yang tersusun dari tiga bagian yaitu:
1.

Sebuah penguat listrik

2.

sebuah penguat daya mekanis

3.

Sebuah jarum sayat.

Ciri lain dari mesin ini blok pahat pengarah dua kedudukan terkendali secara
otomatis yang terpasang di atas benda kerja.

Gambar 2.12 Mesin Bubut Duplikat.


8. Mesin bubut center
Fungsinya untuk membuat benda kerja yang sesumbu dan meratakan
permukaan benda kerja yang belum rata serta dapat menghaluskan benda kerja.

Gambar 2.13 Mesin Bubut Center

12

5. Mesin bubut tugas berat


Mesin bubut tuas berat berfungsi untuk benda kerja yang bergulir berupa
aliran simetris dan lain-lainnya

Gambar 2.14 Mesin Bubut Tuas Berat


2.6 Jenis-jenis Pahat Bubut dan Cara Mambuat Pahat Bubut
Adapun jenis-jenis pahat bubut
1)

Pahat potong

2)

Pahat alur

3)

Pahat serong

4)

Pahat serong 45

5)

Pahat pisau kanan

6)

Pahat lurus bulat

7)

Pahat ulir luar

8)

Pahat rata muka

9)

Pahat rata bulat

Gambar 2.15 Pahat Bubut


Pada poros penyayatan benda kerja yang dilakukan benda mesin bubut kita
perlu banyak menggunakan pahat bubut dalam berbagai bentuk. Kita ketahui
ada tiga jenis bubut yang sering digunakan :
1.

Pahat tepi rata

13

2.

Pahat rata kasar

3.

Pahat camper

Gambar 2.16 Pahat Bubut Poros


Ada beberapa cara pembuatan pahat yang dapat dilakukan dengan bagianbagian tertentu dengan sudutnya
1. Cara pembuatan pahat tepi rata

Gambar. 2.17 Pahat Tepi Rata

2. Pahat rata kasar

14

Gambar 2.18 Pahat Rata Kasar


3. Pahat champer

Gambar 2.19 Pahat Champer

2.7 Penjepit Benda Kerja (Chuck)


Chuck berfungsi sebagai untuk menjepit benda kerja yang berbentuk selindris,
persegi dan benda kerja yang permukaan rata. Ada beberapa jenis chuck yaitu:
1. Chuck dengan tiga pencekam
2. Chuck dengan empat pencekam
3. Chuck pencekam rata

Gambar 2.20 Chuck dengan Tiga Pencekam

15

Gambar 2.21 Chuck dengan Empat Pencekam


2.8 Elemen Dasar Mesin Bubut
Elemen dasar dari mesin bubut dapat diketahui atau dihitung menggunakan
rumus yang diturunkan dengan kondisi pemotongan ditentukan sebagai berikut:

Benda kerja: do

Diameter mula-mula ; mm

Dm

Diameter akhir ; mm

Lt

Panjang pemesinan ; mm

Lt

L. pengawalan + benda kerja + L. pengakhiran


Sudut potong utama ; o

Pahat Kr

Yo

Sudut geram ; o

Mesin bubut a =

Kedalaman potong : mm

(do dm) /2

Gerak makan ; mm / r

Putaran poros utama (benda kerja) ; r / min

Konstanta kecapatan memotong unsur suatu umur pahat


pahat.

Elemen dasar dapat dihitung dengan rumus-rumus berikut :

Kedalaman potong (a) mm


a

dodm/2; mm

Kecepatan potong (v) m / min :


v

Dimana,

.d.n/1000 ; mm/min
d

(do+dm)/2 ; mm

16

Kecepatan makan :
vf

Waktu pemotongan :
tc

f.n ; mm/min

lt/vf ; min

Kecepatan penghasilan geram :


Z

A. v

Dimana, penampang geram sebelum terpotong :

f.a ; mm2

Maka Z

f.a.v ; cm3/min

Putaran poros utama :


n

2.9

= V. 1000/.D m/min

Pekerjaan-Pekerjaan Membubut
Jenis-jenis pekerjaan membubut yaitu sebagai berikut:

1.

Membubut Lurus
Pada proses memanjang gerak jalan pahat sejajar dengan poros benda

kerja sedang untuk pembubutan yang datar pahat ini pada benda kerja. Dalam
pembubutan yang otomatis pahat dapat digeserkan maju dan mundur kearah.[2]
[[melintang. Cara pembubutan lurus ini adalah cara kerja yang paling
sederhana didalam pekerjaan membubut.

Gambar 2.22 Membubut lurus


2.

Membubut Tirus
Untuk membubut tirus dapat dikerjakan dengan tiga cara taitu:
a. Dengan menggeser posisi kepala lepas kearah melintang
b. Dengan menggeser sekian derajat eretan atas (penjepit pahat)
c. Dengan memasang perkakas pembentuk.

17

Gambar 2.23 Membubut Tirus


3.

Membubut Eksenteris
Bila garis hati dari dua atau lebih silinder dari sebuah benda kerja

sejajar maka benda kerja ini disebut eksentris, jarak antara garis-garis hati itu
disebut eksentrisitas.

Gambar 2.24 Membubut Eksenteris


4.

Membubut Alur
Membuat alur digunakan pahat bubut pengalur.

Gambar 2.25 Membubut alur


5.

Memotong Benda Kerja


Memotong benda kerja berbentuk batang pada mesin bubut digunakan

pahat alur dan pahat penyayat yang sangat ramping, sebuah benda kerja yang
dijepit diantar senter-senter tidak boleh putus Karena dapat melentur dan
menghimpit pahat

18

Gambar 2.26 Memotong benda kerja


6.

Membuat Lubang
Pengerjaan membuat lubang pada mesin bubut dengan cara benda

kerja yang berputar dan driil senter yang berputar.

Gambar 2.27 Pembuatan lubang


7.

Membubut dalam
Untuk membesarkan lubang yang sudah ada kita dapat gunakan pahat

dalam, caranya tidak jauh beda dengan membubut lurus. Pahatnya juga
mempunyai bentuk tersendiri

Gambar 2.28 Membubut dalam


Keterangan:
1. Pahat bubut dalam serong
2. Pahat bubut dalam rata

19

3. Pahat kait
4. Pahat kait
5. Pahat ulir dalam
8.

Membubut Profil
Pada umumnya membuat dengan menggunakan pahat profil tidak

terdapat kesukaran, untuk membubut pembulatan pahatnya diasah menurut


bentuk profilnya, pahat profil terutama cocok membuat profil pada produkproduk yang pendek, pada umumnya pahat bubut itu tidak begitu tebal
sehingga umur pemekaiannya pendek.

Gambar 2.29 Membubut profil


2.10 Pendinginan (coolant)
Sistem pendingin (Air Coolant) pada mesin bubut adalah system yang
digunakan untuk mendinginkan benda kerja pada saat melakukan penyayatan
benda kerja agar benda kerja tidak terjadi keausan. Pada setiap pekerjaan
pemesinan akan menggunakan bahan pendingin (coolant) yang digunakan pada
saat pengerjaan benda kerja. Adapun fungsi dari cairan pendingin ini adalah
sebagai berikut :
1.

Mengurangi gesekan antara pahat (tool) dan benda kerja.

2.

Menaikkan umur pahat.

3.

Mengurangi suhu pahat dan benda kerja.

4.

Memperbaiki penyelesaian permukaan benda kerja.

5.

Membersihkan pahat dan benda kerja dari serpihan.

6.

Mengurangi kemungkinan korosi pada pahat, benda kerja dan mesin

bubut.
2.11 Toleransi

20

Toleransi adalah ukuran atau takaran yang diizinkan pada suatu pembuatan
benda kerja , benda kerja yang dibuat tidak harus pas dengan yang ditentukan
tetapi boleh dari ukuran yang ditentukan , toleransi terbagi dua yaitu tanda ( +
) dan toleransi bawah dengan tanda ( - ).
Toleransi adalah nilai penyimpangan ( perbedaan

penyimpangan ) yang

diizinkan dan sesuai fungsional, dalam pengerjaan suatu benda kerja dan
toleransi yang diizinkan dalam pembuatan benda kerja yaitu 0,1 mm. Pada
umumnya toleransi terbagi tiga (3) yaitu :
1. Toleransi linier
2. Toleransi sudut
3. Toleransi geometri
Pada pekerjaan dengan menggunakan mesin TNC milling digunakan toleransi
geometri dan toleransi sudut.
Sekelompok toleransi yang dianggap mempunyai ketelitian yang setaraf untuk
semua ukuran dasar, telah ditentukan 18 kwalitas yang disebut toleransi standar
yaitu:
IT 01. IT 0, IT sampai dengan IT 16
IT 01 sampai dengan IT 4 diperuntukkan pekerjaan yang sangat teliti seperti
alat ukur, instrument-instrument optic. Tingkat IT 5 sampai dengan IT 11
dipakai dalam bidang pemesinan umum untuk bagian-bagian mampu tukar ,
yang dapat digolongan pula dalam pekerjaan yang sangat teliti dan pekerjaan
yang biasa. Tingkat IT 12 sampai dengan IT 16 dipakai untuk pekerjaan kasar

21

BAB III
JURNAL PRAKTIKUM

1.1 Maksud dan tujuan


1. Mahasiswa dapat mengetahui komponen-komponen mesin bubutserta
Jenisnya.
2. Mahasiswa dapat memahami gambar kerja.
3. Mahsiswa dapat melakukan praktikum dengan efisien.
4. Mahasiswa dapat mengoprasikan mesin bubut.
5. Mahasiswa dapat bekerja sama.
1.2 Alat dan bahan
a. Alat
1. Mesin bubut.
2. Jangka sorong.
3. Pahat.
4. Tools box.
5. Kunci cekam.
6. Kuas.

22

7. Penggaris baja.
b. Bahan
1. Besi poros pangjang 150mm dan berdiameter 20mm.

1.3 Langkah kerja


1. Siapkan alat dan bahan.
2. Ukur benda kerja sesuai rencana (bubut bertingkat : tingnkat pertama diameter
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

19mm dan tingkat kedua 16mm panjang masing- masing tingkat 40mm.
Potong benda kerja paada ragum mengggukan gergaji bbesi.
Pasang benda kerja pada chuck/ atau cekam.
Nyalakan mesin bubut (pasang kabel, atur spindle, on mesin).
Buat rata permukaan sampng.
Tentukan titik tengah menggunakan drilling.
Atur mata pisau yang aka digunakan.
Atur kedalaman pahat untuk benda yang akan disayatsesuai gambar yang

direncakan.
10. Buat benda kerja sesuaigambar yang direncanakan.
11. Lakukan pengecekan benda kerja jika proses sudah selesai, dan pastikan
benda kerja sesuai dengan yang diinginkan.
12. Rapihkan area kerja dan kembalikan tools ke tempat semula.

23

3.4 Gambar benda kerja

24

3.5
1.
2.
3.
4.
5.

Kesimpulan
Mahasiswa dapat memahami tentang proses pengerjaan mesin bubut.
Mahasiswa dapat mengikuti prosedur kerja yang diberikan pembibing.
Mahasiswa dapat melatih kreatifitas dalam proses pembubutan.
Mahasiswa dapat melatih kekompakan.
Mahasiswa dapat mengetahui langkah kerja dalam proses pembubutan.

25

BAB IV
SOAL DAN JAWABAN
1.1 Soal
1. Gambar skema mesin bubut, tuliskan bagian-bagiannya serta
kegunaannya dan ceritakan cara kerjanya.
2. Ada berapa gerakan pada mesin bubut dan bagaimana menentukan
besarnya suatu mesin bubut.
3. Ada berapa mesin bubut dan terangkan masing-masing kegunaannya.
4. Apa saja yang dapat dikerjakan pada mesin bubut dan beerikan
contohnya.
5. Bagaimana

cara

mengetahui

waktu

yang

diperlukan

untuk

pemotongan pada proses pembubutan.


6. Gambarkan roda gigi kwadran dan dan apa kegunaannya.
7. Bagaimana cara menentukan kecepatan putaran yang sesuai dengan
diameter benda kerja dan berikan contoh perhitungannya.
8. Gambarkan macam macam pahat bubut dan kegunaannya.
9. Buat skema macam-macam pemotongan pada mesin bubut dan gaya
gaya yang terjadi.
10. Ada berapa cara pembuatan konis, buat skema dan buat contoh
perhitungan.
11. Tentukan susunan roda gigi kwadranbila diketahui jarak tirus suatu
ulir
12. Apa kegunaan dari sudut side cutting edge, cunter rest, pace palte,
conpound rest.
13. Apa yang menentukan tebal gram dan bubutan.
14. Bagaimana cara mendapatkan permukaan bubut relative halus.

26

1.2 Jawaban
1.

Gambar 4.1 Meain Bubut


a.

Kepala tetap
Kepala tetap berfungsi untuk menempatkan cak atau pencekam benda kerja.

b. Kepala lepas
Untuk memegang atau sebagai tempat senter tetep,senter putar,senter drill .
c. Eretan
untuk sebagai tempat atau kedudukan dari mata pahat dan penggerak mata
pahat dalam saat proses pemakanan benda kerja.
d. Landasan (bed) Gambar gigi
Kerangka utama mesin, yang diatasnya terdapat eretan serta kepala lepas.
Adapun alur dari landasan ini berbentuk V; datar atau rata.
e. Tool post
2. Ada dua Yaitu berputar kekanan dan kekiri.
3. Mesin Bubut Turet Mesin bubut turet memiliki ciri khusus yang terutama
meneyesuaikanya kepada produksi. Karakteristik utama dari mesin bubut
golongan ini adalah bahwa pahat untuk operasi yang berurutan dapat distel
dalam kesiagaan unutk penggunaan dalam urutan yang sesuai. Meskipun
diperlukan keterampilan sangat tinggi untuk mengunci dan mengatur pahat
dengan tepat, tetapi sekali sudah benar, maka hanya sikit keterampilan untuk
mengoperasikanya, dan banyak suku cadang dapat di produksi
Mesin bubut otomatis
Mesin bubut jenis ini perkakasnya secara otmatis dihantarkan kepada benda
kerja dan mundur setelah daurnya diselesaikan, karena mesin bubut pada
umumnya dari jenis ini memerlukan adanya opertor untuk menempatkan suku
cadang yang harus di mesin.
4. Menyayat, membuat ulir luar

27

Gambar 4.2 cara membuat ulir


5. Menentukan kecepatan pada spindle.
6. Gambar roda gigi kwadran.

Gambar 4.3 gigi kwadran


7. Elemen dasar dari mesin bubut dapat diketahui atau dihitung menggunakan
rumus yang diturunkan dengan kondisi pemotongan ditentukan sebagai berikut:
Benda kerja: do
=
Diameter mula-mula ; mm
Dm
=
Diameter akhir ; mm
Lt

Panjang pemesinan ; mm

Lt

L. pengawalan + benda kerja + L. pengakhiran

Pahat Kr
=
Yo
=
Mesin bubut a
f
n
C

Sudut potong utama ; o


Sudut geram ; o
=
Kedalaman potong : mm
=
(do dm) /2
=
Gerak makan ; mm / r
=
Putaran poros utama (benda kerja) ; r / min
=
Konstanta kecapatan memotong unsur suatu

umur pahat suatu pahat.


Elemen dasar dapat dihitung dengan rumus-rumus berikut :
. Kedalaman potong (a) mm
a
=
dodm/2; mm
Kecepatan potong (v) m / min :
v
=
.d.n/1000 ; mm/min
Dimana,
d
=
(do+dm)/2 ; mm
. Kecepatan makan :
vf
=
f.n ; mm/min
. Waktu pemotongan :
tc
=
lt/vf ; min
Kecepatan penghasilan geram :
Z
=
A. v
Dimana, penampang geram sebelum terpotong :
A
=
f.a ; mm2

28

Maka Z
=
f.a.v ; cm3/min
. Putaran poros utama :
n = V. 1000/.D m/min
8. Gambar amacam pahat mesin bubut.

Gambar 4.4 Jenis Pahat


a.

Pahat potong

b.

Pahat alur

c.

Pahat serong

d.

Pahat serong 45

e.

Pahat pisau kanan

f.

Pahat lurus bulat

g.

Pahat ulir luar

h.

Pahat rata muka

i.

Pahat rata bulat

9. Gambar skema pembubutan.

Gambar 4.5 Skema pembubutan

29

BAB V
KESIMPULAN
6.1 Kesimpulan
1. Mahasiswa dapat memahami tentang proses pengerjaan mesin bubut.
2. Mahasiswa dapat mengikuti prosedur kerja yang diberikan pembibing.
3. Mahasiswa dapat melatih kreatifitas dalam proses pembubutan.
4. Mahasiswa dapat melatih kekompakan.
5. Mahasiswa dapat mengetahui langkah kerja dalam proses pembubutan.

30

DAFTAR PUSTAKA
1. Arizl. 2013. Pengaruh kecepatan dan pemotonganterhadap
kebulatan proses S45C proses bubut konvensional.

2. Rilley, Wiliam F. Sturges, Leroy D. dan Morris, Don H. 1999.


Mechanic of Material, fifth edition, New York; John Willey &
Son

31