Anda di halaman 1dari 28

TUGAS PROSES PRODUKSI 1

MESIN BUBUT

KETUA KELOMPOK : Rizki Septianto (27413906)

ANGGOTA KELOMPOK : Muhamad Dewangga (25413713)

Andika Ardijianto (20413881)

Hari Aji (23413921)

Ichiamil Purji Antoro (24413190)

Ryan Hutama Putra (28413151)

UNIVERSITAS GUNADARMA
TEKNIK MESIN
DEPOK 2013
KATA PENGANTAR
Terimakasih kepada tuhan yang maha esa yang telah membantu penyusun
untuk menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Karena tanpa
pertolongan tuhan yang maha esa penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan
makalah ini dengan baik.
Makalah ini sengaja di buat penyusun untuk muenambah pengetahuan pembaca
mengenai mesin bubut, jenis-jenis mesin bubut, cara kerja mesin bubut, nama-nama
komponen mesin bubut, fungsi komponen, dan berbagai pembahasan tentang mesin
bubut lainnya yang akan menambah wawasan pembaca mengenai mesin bubut.
Penyusun mengambil isi pokok pembahasan dalam makalah ini dari berbagai
sumber. Tetapi yang pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama yaitu menambah
pengetahuan pembaca mengenai mesin bubut.
Penyusun juga mengucapkan terimakasih kepada dosen/guru yang telah
memberikan tugas kepada penyusun karena dengan tugas tersebut penyusun jadi
lebih mengetahui mengenai mesin bubut.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan kepada
pembaca, meskipun makalah ini ada kelebihannya dan kekurangannya penyusun
mohon kritik dan saranya agar penyusun bisa memperbaikiya.

Terimakasih

Penyusun

i|Page
Daftar isi
KATA PENGANTAR.........................i
DAFTAR ISI...ii

BAB I
PENDAHULUAN.................................................................................................iii
LATAR BELAKANG.......iii
PERUMUSAN MASALAH......iii
TUJUAN................................iii
METODE PENULISAN...................iv

BAB II
ISI............................................................................................................................1
PENGERTIAN MESIN BUBUT..1
SEJARAH PERKEMBANGAN MESIN BUBUT..........................................1
JENIS-JENIS MESIN BUBUT.............................................................................4
JENIS-JENIS MESIN BUBUT BERDASARKAN PRINSIPNYA...........6

SUMBER - SUMBER YANG TERKAIT..................................................................9


KOMPONEN MESIN BUBUT ......................................................................14

PERAWATAN MESIN BUBUT....................................................................16

BAB III
PENUTUP.............................................................................................................22
KESIMPULAAN..................................................................................................22
SARAN..................................................................................................................22

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................23

ii | P a g e
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Mesin bubut adalah mesin yang dibuat dari logam, gunanya
untuk membentuk benda kerja dengan cara menyayat, gerakan utamanya
adalah berputar.Di bidang industri, keadaan mesin bubut sangat berperan, terutama
didalam industri permesinan. Misalnya dalam industri otomotif, mesin
bubut berperan dalam pembuatan komponen-komponen kendaraan, seperti mur,
baut,roda gigi, poros, tromol dan lain sebagainya.Penggunaan mesin bubut juga
dapat dihubungkan dengan mesin lainseperti mesin bor (drilling machine), mesin
gerinda (grinding machine), mesinfrais (milling machine), mesin sekrap (shaping
machine), mesin gergaji ( sawing machine) dan mesin-mesin yang lainnya. Namun
ada salah satu hal yang paling penting dari sebuah mesin adalah perawatannya.
Perawatan dilakukan untuk menjaga kondisi mesin dalam keadaanyang baik.
Sebelum kegiatan perawatan dilaksanakan, diperlukan kegiatan perencanaan
perawatan terlebih dahulu. Ini bertujuan agar proses perawatan berjalan sesuai
rencana.

1.2.Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan diatas, maka
perumusanmasalah dalam pembuatan perencanaan perawatan ini adalah :
a. Apa itu mesin bubut ?
b. Bagaimana sejarah perkembangan mesin bubut ?
c. Apa fungsi utama komponen mesin bubut ?
d. Apa sajakah sumber yang terkait dengan pekerjaan perawatan mesin bubut?
e. Bagaimana langkah langkah perawatan mesin bubut
f. Bagaimana sistematika pelumasan eretan pada mesin bubut?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan perencanaan perawatan ini adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui pengertian mesin bubut.
b. Mengetahui fungsi utama komponen mesin bubut.
c. Mengetahui sumber yang terkait dengan pekerjaan perawatan mesin bubut.
d. Mengetahui langkah langkah perawatan mesin bubut.Mengetahui sistematika
pelumasan eretan pada mesin bubut.

iii | P a g e
1.4 Metode penulisan
Metode penulisan pada makalah ini berhubungan dengan pokok
pembahasan pada mesin bubut. Sumber data yang di bahas dalam makalah ini di
ambil dari internet.

iv | P a g e
BAB II
ISI
2.1. Pengertian Mesin Bubut
Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong
benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja
yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan
pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda
kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan
translasi dari pahat disebut gerak umpan. Dengan mengatur perbandingan
kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh
berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan
dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel
dengan poros ulir.

Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan


pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi
besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda
gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk
konversi dari ulir metrik ke ulir inci.

2.2. Sejarah Mesin Bubut

Sejarah berawal ketika manusia pertama kali


membangun sebuah rangka kaku bantalan untuk
mendukung benda kerja yang dapat diputar pada
sebuah kumparan dan dipotong menjadi bentuk
melingkar dengan alat genggam.

Metode ini digunakan pertama kali untuk pembuatan


mangkuk dangkal pada tahun 1200 SM dan ditemukan di
sebuah kuburan di Mycenae yang diyakini telah berubah.
Tak terbantahkan lagi contoh paling kuno dari seni
pembubutan sejauh ini ditemukan adalah fragmen dari
sebuah mangkuk kayu Etruscan, yang dibuat sekitar tahun
700 SM dan ditemukan di Makam Pejuang di Cornetto.

1|Page
Pembubut dari Timur awalnya duduk di tanah
pada mesin bubut primitif mereka, dengan
menggunakan satu tangan untuk memutar
kumparan sambil membungkuk sementara tangan
lain memegang gagang pahat. Mereka
menggunakan satu kaki untuk menjaga kestabilan
mesin bubut dan bertindak sebagai alat penumpu, sementara ujung kaki yang lain
digunakan untuk memandu titik alat pemotongan. Alat primitif seperti mesin bubut
kuno masih dapat kita lihat saat ini dan digunakan di pasar-pasar di Timur Dekat
dan Asia.

Di China, orang duduk di mesin bubut dan


menggunakan kakinya untuk membuat gerakan
bolak-balik (reciprocating) oleh pedal secara
bergantian kaki kiri dan kanan pada papan yang
dikaitkan pada tali yang dililitkan pada mesin
spindle bubut, sehingga membuat kedua tangan
bebas untuk memegang dan mengarahkan pahat
pemotong.

Orang Barat, lebih memilih untuk berdiri di


mesin bubut. Mereka mengembangkan mesin
bubut tiang dimana hanya satu kaki yang
dibutuhkan untuk gerakan bolak-balik. Ilustrasi
pertama yang diketahui dari mesin bubut tiang
muncul pada abad ke-13 di jendela kaca patri di
Chartres yang diberikan oleh pembubut gilda
setempat untuk menghormati pelindung mereka,
Saint Julien.

Perkembangan berikutnya, terlihat di sini


dalam sebuah ilustrasi dari Mendelsches Bruderbuch 1395, menunjukkan bingkai
bubut dan eretan yang terbuat dari kayu-kayu yang berat untuk meningkatkan
kekakuan.

2|Page
Kesulitan memegang alat
pemotong dengan kuat ketika
memotong material yang keras
melahirkan penemuan eretan utama
di mana alat ini berpegang kuat dan
maju dipotong oleh sebuah slide di
bawah kendali sebuah sekrup. Ini
ilustrasi
dari Mittelalterliche Hausbuchdari 1480 menunjukkan bentuk yang sangat awal.

Pemanfaatan putaran roda memiliki keuntungan


luar biasa karena menghasilkan kecepatan konstan
dan dengan demikian meningkatkan kontrol atas alat
potong. Ilustrasi ini juga yang pertama menunjukkan
Drive antara dua bantalan dari headstock dan sebuah
tailstock dengan penyesuaian untuk memutar sekrup
benda kerja panjang yang berbeda antara pusat-pusat.

Leonardo, pengganti Jacques Besson sebagai insinyur


di Pengadilan Perancis, juga tertarik pada pengembangan
mesin bubut dan membawa beberapa ide menjadi realitas
praktis dengan membangun sebuah sekrup-pemotongan
dan dua mesin bubut hias berputar. Ilustrasi di samping ini
dari buku Besson "Teater Instrumens Mathmatiques et
des Mecanique" (1578).
Pada tahun 1615 Salomon
de Caus dari Wales menggambarkan sebuah mesin bubut
eksentrik (Eccentric Lathe) untuk mengubah benda
oval. Untuk pertama kalinya mesin bubut spindle yang dapat
diubah di bawah kendali eksentrik Cams terhadap tekanan
tegangan tali. Ini merupakan ilustrasi awal prinsip mesin
bubut.

3|Page
Pada tahun 1797, Henry Mauldslay (1771-1831) mendesain dan membuat
mesin bubut yang disebut sebagai screw cutting lathe, salah satu karyanya yang
berkembang di Negara bagian New England.
Waktu itu, Amerika Serikat masih mengalami
hambatan yang sangat ketat dengan undang-
undang negeri Inggris yang melarang ekspor
mesin-mesin ke luar negeri. Sementara undang-
undang ini merupakan penghambat untuk
sementara waktu tapi tidak memakan waktu
terlalu lama bagi bangsa Amerika yang bersifat
revolusioner untuk memberikan modal pada
perkembangan mesin bubut Maudslay. Dan
dibuatlah mesin-mesin bubut yang serupa
dengan bed-bed mesin dari kayu dan alurnya
terbuat dari besi.

2.3. Jenis-jenis Mesin Bubut

1. Mesin bubut ringan


Mesin bubut ini dimaksudkan
untuk latihan dan pekerjaan
ringan. Bentuk peralatannya kecil
dan sederhana. Dipergunakan
untuk mengerjakan benda-benda
kerja yang berukuran kecil. Mesin
ini terbagi atas mesin bubut
bangku dan model lantai, konstruksinya merupakan gambaran mesin bubut
bangku dan model lantai, konstruksinya merupakan gambaran mesin bubut
yang besar dan berat.

4|Page
2. Mesin bubut sedang (medium lathe)

Konstruksi mesin
ini lebih cermat dan
dilengkapi dengan
penggabungan
peralatan khusus. Oleh
karena itu mesin ini
digunakan untuk
pekerjaan yang lebih
banyak variasinya dan lebih teliti. Fungsi utama adalah untuk menghasilkan
atau memperbaiki perkakas secara produksi.

3. Mesin bubut standar (Standard Lathe)

Mesin ini dibuat


lebih berat, daya
kudanya lebih besar
daripada yang
dikerjakan mesin bubut
ringan dan mesin ini
merupakan standar
dalam pembuatan
mesin-mesin bubut pada umumnya.

4. Mesin bubut meja panjang (Long Bed Lathe)

Mesin ini
termasuk mesin bubut
industri yang
digunakan untuk
mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan
panjang dan besar,
bahan roda gigi dan
lainnya.

5|Page
Jenis-jenis Mesin Bubut Berdasarkan Prinsipnya

1. Mesin bubut centre lathe


Mesin bubut ini
dirancang utnuk berbagai
macam bentuk dan yang
paling umum digunakan,
cara kerjanya benda kerja
dipegang (dicekam) pada
poros spindle dengan
bantuan chuck yang
memiliki rahang pada salah satu ujungnya, yaitu pada pusat sumbu
putarnya, sementara ujung lainnya dapat ditumpu dengan center lain.

2. Mesin Bubut Sabuk

Poros spindel akan


memutar benda kerja
melalui piringan pembawa
sehingga memutar roda gigi
yang digerakkan sabuk atau
puli pada poros spindel.
Melalui roda gigi
penghubung, putaran akan
disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir
tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat.
Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.

6|Page
3. Mesin bubut vertical turning and boring milling

Mesin ini bekerja


secara otomatis, pada
pembuatan benda kerja
yang dibubut dari tangan,
pekerjaan yang tidak
dilakukan secara otomatis
hanyalah pemasangan
batang-batang yang baru
dan menyalurkan produk-
produk yang telah dikerjakan, oleh sebab itu satu pekerja dapat mengawasi
beberapa buah mesin otomatis dengan mudah.

4. Mesin bubut facing lathe

Sebuah mesin
bubut terutama
digunakan untuk
membubut benda kerja
berbentuk piringan
yang besar. Benda-
benda kerjanya
dikencangkan dengan
cakar-cakar yang dapat
disetting pada sebuah pelat penyeting yang besar, tidak terdapat kepala
lepas.

7|Page
5. Mesin Bubut Turret
Mesin bubut turret mempunyai
ciri khusus terutama menyesuaikan
terhadap produksi. Ketrampilan
pekerja dibuat pada mesin ini
sehingga memungkinkan bagi
operator yang tidak berpengalaman
untuk memproduksi kembali suku
cadang yang identik. Kebalikannya, pembubut mesin memerlukan
operator yang sangat terampil dan mengambil waktu yang lebih lama
untuk memproduksi kembali beberapa suku cadang yang dimensinya
sama. Karakteristik utama dari mesin bubut jenis ini adalah bahwa pahat
untuk operasi berurutan dapat disetting dalam kesiagaan untuk
penggunaaan dalam urutan yang sesuai. Meskipun diperlukan
keterampilan yang sangat tinggi untuk mengunci dan mengatur pahat
dengan tepat tapi satu kali sudah benar maka hanya sedikit keterampilan
untuk mengoperasikannya dan banyak suku cadang dapat diproduksi
sebelum pensettingan dilakukan atau diperlukan kembali.

6. Mesin bubut Turret Jenis Sadel

Mempunyai
turret yang
dipasangkan
langsung pada sadel
yang bergerak maju
mundur dengan
turret.

8|Page
7. Mesin bubut turret vertikal

Mesin bubut vertikal adalah


sebuah mesin yang mirip Freis
pengebor vertikal, tetapi memiliki
karakteristik pengaturan turret untuk
memegang pahat. Terdiri atas
pencekam atau meja putar dalam
kedudukan horizontal, dengan turret
yang dipasangkan diatas rel
penyilang sebagai tambahan,
terdapat paling tidak satu kepala samping yang dilengkapi dengan turret
bujur sangkar untuk memegang pahat. Semua pahat yang dipasangkan
pada turret atau kepala samping mempunyai perangkat penghenti masing-
masing, sehingga panjang pemotongan dapat sama dalam daur mesin yang
berurutan. Pengaruhnya adalah sama seperti bubut turret yang berdiri pada
ujung kepala tetap. Dan mempunyai segala ciri yang diperlukan untuk
memudahkan pemuat, pemegang dan pemesinan dari suku cadang yang
diameternya besar dan berat. Pada mesin ini hanya dilakukan pekerjaan
pencekaman.

2.4. SUMBER - SUMBER YANG TERKAIT


Dalam mesin bubut terdapat berbagai macam sumber data yang dapat diperoleh
diantaranya adalah sebagai berikut

A. Sumber Daya Manusia (SDM)


Sumber daya manusia adalah salah satu faktor penentu yang sangaterat
hubungannya dengan mesin bubut, dimana SDM yang berkualitas akanlebih
baik dalam mengoperasikan maupun melakukan perawatan mesin bubut itu
sendiri.Dalam pekerjaan perawatan, sumber daya manusia yang dibutuhkan
untuk merencanakan pekerjaan perawatan maupun perbaikan dapat dilakukan
oleh satu orang, namun dalam pelaksanaannya kegiatan perawatan dapat
dibantu oleh seorang operator. Sesuai dengan konsep kerja Total
Produktif Maintenance (TPM).

9|Page
B. Sumber Daya Alat
Sumber daya alat yang dibutuhkan dalam proses pelaksanaan pekerjaan
perawatan seperti membersihkan, pengecekan, pelumasan pengukuran,
penyetelan, penggantian.
Alat - alat yang digunakan untuk mendukung pekerjaan perawatan mesin bubut
adalah sebagai berikut :
Lap
Kunci Chuck
Kunci L
Obeng (+) dan (-)
Dan lain-lain
Kunci pas dan Kunci Ring (1 set)
Dial indicator
Micrometer
Jangka sorong
Palu

C. Material
Material mesin bubut dan perlengkapannya sangat penting
untuk menentukan pekerjaan perawatan mesin itu sendiri. Dimana
setiap bahan/material berbeda-beda cara merawatnya. Dibawah ini adalah
contoh material pada mesin bubut. Pahat biasanya menggunakan baja HSS (
High Speed Steel ) ataupun carbida. Logam-logam tersebut memiliki kekerasan
yang lebih tinggi dari bahan benda kerjanya, sehingga pahat bisa menyayat
dengan baik. Selama membubut, ujung pahat harus selalu mendapat
pendinginan yang kontinyu, karena jika ujung pahat tersebut panas, pahat akan
cepat ausdan tumpul. Cara perawatannya adalah dengan member pelumas
padasaat pengoperasiaanya, ini bertujuan agar pahat tidak cepat aus.

D. Spare Part
Ketersediaan suku cadang atau biasa disebut spare part sangat menentukan
keberhasilan perencanaan perawatan pada mesin bubut. Dibawah ini adalah
contoh spare part yang merupakan komponen dari mesin bubut.

10 | P a g e
a. Pencekam ( Chuck ) dan Pelat Pembawa.
Pelat pembawa adalah peralatan yang ada dalam mesin bubut yang
digunakan pada saat melakukan pembubutan dengan menggunakan
duasenter, yakni pada proses pembubutan 5 konis misalnya. Pelat
ini bentuknya menyerupai pelat cekam tetapi tidak memiliki penjepit.
Pelatini bergerak karena dipasangnya pembawa dan dijepit pada benda
kerja.

b. Senter
Senter merupakan peralatan mesin bubut yang digunakan
untuk menopang benda kerja yang sedang dibubut, baik pada saat dibubut
rata maupun dibubut tirus. Untuk menempatkan senter ini, ujung benda

11 | P a g e
harus dibuat lubang dengan menggunakan bor senter. Lubang ini
dimaksudkansebagai tempat atau dudukan kepala senter. Penggunaan senter
inidimaksudkan untuk menjada atau menahan benda kerja agar
kelurusannya terhadap sumbu tetap terjaga. Pada bagian kepalanya, senter
ini berbentuk runcing dengan sudut ketirusannya 60 derajat. Sementara pada
sisi yanglainnya, berbentuk tirus. Ada dua jenis senter, yaitu senter yang
ikut berputar mengikuti putaran benda kerja (senter jalan/live center)
dansenter yang tidak ikut berputar dengan putaran benda kerja
(senter mati/tail stock center). Berikut ini adalah gambar dari senter jalan
dansenter mati.

c. Collet
Collet adalah peralatan mesin bubut yang digunakan
untuk membantu menjepit benda kerja yang memiliki permukaan halus,
apabila benda kerja tersebut mau dikerjakan dalam mesin bubut. Dengan
katalain, apabila salah satu sisi benda kerja telah selesai dikerjakan dan sisii
yang satunya akan dikerjakan, maka untuk mencegah terjadina
kerusakan pada permukaan benda kerja tersebut, dalam menjepitnya harus
digunakan collet

d. Penyangga
Penyangga adalah perlatan mesin bubut yang digunakan
untuk menyangga benda panjang pada saat di bubut. Hal ini dimaksudkan
untuk menjaga benda kerja agar tidak melentur pada saat dibubut,
sehinggakelurusan benda kerja bisa tetap terjaga. Ada dua jenis penyangga
yang dapat digunakan, yaitu
penyangga tetap (stead rest) dan
penyangga jalan(follow rest). Kedua
jenis penyangga tersebut dapat dilihat
pada gambar berikut.

12 | P a g e
e. Pahat Bubut
Pahat bubut adalah perkakas potong yang digunakan dalam
membubut. Pahat ini terbuat dari bahan logam keras, seperti HSS ataupun
Carbida. Logam-logam tersebut memiliki kekerasan yang lebih tinggi
dari bahan benda kerjanya, sehingga pahat bisa menyayat dengan
baik.Selama membubut, ujung pahat harus selalu mendapat pendinginan
yang kontinyu, karena jika ujung pahat tersebut panas, pahat akan cepat aus
dan tumpul. Sesuai dengan bentuk dan penggunaannya, pahat-pahat bubut
dapat dinamakan: pahat kasar, pahat penyelesaian, pahat pemotong,
pahatalur, pahat ulir, dan pahat bentuk. Berdasarkan arah pemakanan, pahat
dapat dikelompokkan menjadi pahat kanan dan pahat kiri. Pahat kanan
adalah pahat yang arah pemakanannya dari kanan ke kiri, dan pahat kiri
adalah pahat yang arah pemakannnya dari kiri ke kan.

Gambar 2.7. Pahat Bubut


E. Data Teknik Mesin Bubut
Dimensi atau ukuran mesin bubut biasanya dinyatakan dalam
diameter benda kerja yang dapat dikerjakan pada mesin tersebut. misalnya
sebuah mesin bubut ukuran 400 mm mempunyai arti mesin bisa mengerjakan
benda kerja sampai diameter 400 mm. Ukuran kedua yang diperlukan dari
sebuah mesin bubut adalah panjang benda kerja. Beberapa pabrik menyatakan
dalam panjang maksimum benda kerja diantara kedua pusat mesin bubut,
sedangkan sebagian pabrik lain menyatakan dalam panjang bangku. Ada
beberapa variasi dalam jenis mesin bubut dan variasi dalam desainnya tersebut
tergantung cara pengoparasiannya dan jenis produksi atau jenis benda
kerja.Dilihat cara pengoperasian mesin bubut dibagi menjadi dua jenis yaitu
mesin bubut manual dan mesin bubut otomatis. Mesin bubut manual adalah
mesin bubut yang proses pengoperasiannya secara manual dilakukan oleh

13 | P a g e
manusia secara langsung, sedangkan mesin bubut atomatis adalah mesin bubut
yang perkakasnya secara otomatis memotong benda kerja dan mundur
setelah proses diselesaikan, dimana semua pegerakan sudah diatur atau
deprogram secara otomatis dengan mengunakan komputer. Mesin bubut yang
otomatis sepenuhnya dilengkapi dengan tool magazine sehingga sejumlah alat
potongdapat diletakan dimesin secara berurutan dengan hanya sedikit
pengawasan dari operator. Mesin bubut otomatis ini lebih dikenal dengan
sebutan CNC(Computer Numerical Control) Lathe Machine ( mesin bubut
dengan sistemkomputer kontrol numeric ).

2.5. KOMPONEN MESIN BUBUT

1. Kepala Tetap (Head Stock)


Kepala tetap atau Head Stock adalah bagian utama dari mesin bubut yang
digunakan untuk menyangga poros utama, yaitu poros yang digunakan untuk
menggerakkan spindle. Poros utama yang terdapat padaHead Stock tersebut juga
digunakan sebagai dudukan roda gigi untuk mengatur kecepatan putaran yang
diinginkan. Fungsi rangkaian roda gigi dalam kepala tetap adalah untuk
meneruskan putaran motor menjadi putaran spindle.
Kepala Tetap ini berfungsi sebagai:
Sebagai tempat pemicu ujung benda kerja yang dibubut
Sebagai tempat kedudukan bor pada waktu mengebor

14 | P a g e
Sebagai Tempat kedudukan penjepit bor
Kepala lepas dapat bergeser di sepanjang alas mesin.kepala lepas terdiri atas dua
bagian: yaitu alas dan ban,kedua bagian itu di ikat dengan 2 atau 3 baut.ikat dan
dapat digerakkan dipenggeser itu di perlukan apabila:
1. Kedudukan kedua senter tersebut tidak sepusat
Kedudukan kedua senter tidak harus sepusat misalnya untuk menghasilkan
pembubutan yang tirus.
2. Kedudukan kedua senter tidak harus sepusat misalnya untuk menghasilkan
pembubutan yang tirus.

2. Kepala Lepas (Tail Stock)


Kepala lepas atau Tail Stock adalah bagian dari mesin bubut yang
letaknya di sebelah kanan dan dipasang di atas alas atau meja mesin. Bagian ini
berfungsi untuk tempat pemasangan senter yang digunakan sebagai penumpu
ujung benda kerja dan sebagai dudukan penjepit mata bor pada saat melakukan
pengeboran. Tail Stock ini dapat digerakkan atau digeser sepanjang meja mesin,
dan dikencangkan dengan perantara mur dan baut atau dengan tuas pengencang.
Selain digeser sepanjang alas atau meja mesin, tail stock juga dapat digerakkan
maju atau mundur atau arah melintang saat digunakan untuk keperluan
pembubutan benda yang konis.

2. Alas(Ways)
Fungsi utama alas mesin bubut ada 3 yaitu
Tempat kedudukan kepala lepas
Tempat kedudukan eretan (cariage/support)
Tempat kedudukan penyangga diam(stendy prest)
Alas yang terbentuk memanjang merupakan tempat tumpuan gaya-gaya
pemakanan pahat saat membubut.

3. Alas Mesin (Bed)


Alas mesin adalah bagian dari mesin bubut yang berfungsi sebagai
pendukung serta lintasan eretan (support) dan kepala lepas (head stock).
Permukaan alas mesin ini yang rata dan halus dapat mendukung kesempurnaan
pekerjaan membubut (kelurusan).

15 | P a g e
4. Eretan (Support)
Eretan adalah bagian mesin bubut yang berfungsi sebagai penghantar pahat
bubut sepanjang alas mesin. Ada tiga jenis eretan, yaitu:
a. Eretan bawah, eretan ini berjalan sepanjang alas mesin.
b. Eretan lintang, eretan ini bergerak tegak lurus terhadap alas mesin.
c. Eretan atas, eretan ini digunakan untuk menjepit pahat bubut dan dapat
diputar ke kanan atau ke kiri sesuai dengan sudut yang diinginkan,
khususnya pada saat mengerjakan benda-benda yang berbentuk konis.
Eretan ini dapat digerakkan secara manual maupun otomatis.
Selain ketiga bagian utama tersebut,pada mesin bubut terdapat juga bagian-
bagian lainnya. Berikut ini adalah bagian-bagian lainnya pada mesin bubut:
a. Tuas pengendali kecepatan putaran.
b. Tuas pengatur tebal sayatan dan penguliran, berpasangan.
c. Tuas kecepatan poros kepala tetap.
d. Pen pengaman pada selongsong sambungan.
e. Roda tangan untuk gerakan arah memanjang.
f. Tuas untuk menjalankan gerakan otomatis arah memanjang dan melintang.
g. Sekrup pengunci luncuran.
h. Roda tangan penggerak luncuran melintang.
i. Tuas pengunci rumah pahat (tool-post).
j. Tuas pengunci kedudukan (support).
k. Tuas pengunci kepala lepas.
l. Roda tangan penggerak poros senter kepala lepas.
m. Tuas pengunci kedudukan senter kepala lepas.
n. Sekrup-sekrup pengunci kedudukan kepala lepas.
o. Penunjuk jarak gerakan support pada arah memanjang.
p. Saklar utama (tombol).

2.5. PERAWATAN MESIN BUBUT

Perawatan adalah Teknik perawatan adalah sesuatu system kegiatan untuk


menjaga, memelihara, mempertahankan, mengembangkan dan memaksimalkan
daya guna dari segala sarana yang ada di dalam suatu bengkel atau industri sehingga
modal/investasi yang ditanam dapat berhasil guna dan berdaya guna tinggi secara
ekonomis.

16 | P a g e
Tugas utama perawatan adalah untuk melakukan pemeliharaan , perbaikan
dari alat-alat, peralatan, mesin dan perlengkapanya serta semua unit yang
berhubungan dengan proses produksi atau kegiatan dengan penggunaan sarana
prasarana tersebut.

Seperti pada umumnya mesin,maka mesin bubut memerlukan perawatan


yang baik,agar ia dapat selalu siap untuk dioperasikan.Perawatan mesin produksi
dilakukan secara umum dan khusus.Petunjuk perawatan umum pada mesin bubut
biasanya telah diberikan oleh pabrik pembuat mesin,sedangkan perawatan khusu
harus dicari berdasarkan pengalaman dan berdasarkan teori-teori mengenai
perbaikan terhadap peralatan atau mesin.

A. BENTUK-BENTUK PERAWATAN

1. Perawatan Preventif (Preventive Maintenance)

Adalah pekerjaan perawatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya


kerusakan, atau cara perawatan yang direncanakan untuk pencegahan
(preventif). Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk: inspeksi, perbaikan
kecil, pelumasan dan penyetelan, sehingga peralatan atau mesin-mesin selama
beroperasi terhindar dari kerusakan.

2. Perawatan Korektif

Adalah pekerjaan perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan


meningkatkan kondisi fasilitas/peralatan sehingga mencapai standar yang dapat
diterima. Dalam perbaikan dapat dilakukan peningkatan-peningkatan
sedemikian rupa, seperti melakukan perubahan atau modifikasi rancangan agar
peralatan menjadi lebih baik.

3. Perawatan Berjalan

Dimana pekerjaan perawatan dilakukan ketika fasilitas atau peralatan dalam


keadaan bekerja. Perawatan berjalan diterapkan pada peralatan-peralatan yang
harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi.

4. Perawatan Prediktif

Perawatan prediktif ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan


atau kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan. Biasanya

17 | P a g e
perawatan prediktif dilakukan dengan bantuan panca indra atau alat-alat monitor
yang canggih.

5. Perawatan setelah terjadi kerusakan (Breakdown Maintenance)

Pekerjaan perawatan dilakukan setelah terjadi kerusakan pada peralatan,


dan untuk memperbaikinya harus disiapkan suku cadang, material, alat-alat dan
tenaga kerjanya.

6. Perawatan Darurat (Emergency Maintenance)

Adalah pekerjaan perbaikan yang harus segera dilakukan karena terjadi


kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga.

7. Perawatan Umum
Untuk menjaga agar mesin tidak cepat rusak diperlukan perawatan
dan pengoperasian yang benar dan seksama.prosedur perawatan mesin
bubut ini adalah:

1. Mesin bubut ini tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung
2. Dalam pelaksanaan perawatan seperti pengantian oli pelumasan mesin
dan pemberian grease,diharuskan memakai oli yang dipersyaratkan
oleh pabrik pembuat mesin
3. Setelah selesai mengoperasikan mesin,bersihkan bagian-bagian mesin
dari beram-beram hasil pemotongan dan cairan pendingin
4. Untuk pemasangan benda kerja pada poros utama,tidak diperkenakan
memukul benda kerja secara keras dengan mengunakan palu/hammer
5. Jaga dan perhatikan secara seksama selama pengoperasian
mesin,jangan sampai beram-beram yang halus dank eras terutama
beram besi tulang jatuh ke meja mesin dan terbawa oleh eretan.
6. Setelah selesai mengoperasikan mesin,atur semua handel-handel pada
posisi netral dan mematikan sumber tenaga mesin

18 | P a g e
8. Perawatan Khusus
Perawatan khusus ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah
dibuat,berdasarkan pengalaman dan buku petunjuk perawatan yang
diberikan oleh pabrik pembuat mesin.
Motor utama (motor pembangkit)
Ada dua kerusakan yang biasa terjadi pada motor pembnagkit yaitu:
1) Motor tidak mampu bekerja
Ada 7 kemungkinan yang menyebabkan motor pembangkit tidak
mau bekerja :
a) Tegangan dari sumber tenaga yang masuk ke motor pembangkit
rendah,sehingga tidak sanggup membangkitkan motor pembangkit
b) Arus yang masuk ke motor pembangkit beda phasanya, maka
diperlukan pengikuran arus yang masuk satu phasa atau tiga phasa
sesuai dengan motor pembangkit.
c) Sekring pada circuit breaker putus/terbakar,apabila terjadi hal yang
demikian,maka gantilah sekring tersebut dengan yang baru dan
spesifikasi yang sama.
d) Tidak sempurnanya kontak-kontak pada switch atau saklar.
e) Coil pada saklar terbakar
f) Tidak terjadi hubungan pada kontak limit switch
g) Rem motor tidak berfungsi secara baik

2) Motor cepat panas


Ada tiga penyebab yang mengakibatkan motor penggerak menjadi
cepat panas yaitu:
a) Perbedaan tegangan
b) Periksa tegangan listrik yang masuk
c) Beban motor yang berlebihan;
Dengan adanya beban yang berlebihan dari yang ditentukan akan
dapat menimbulkan panas berlebihan pada yang berlebihan pada
motor pengerak,untuk itu perlu diatur kembali beban agar sesuai
dengan yang telah ditentukan.

19 | P a g e
B. BAGIAN ATAU KOMPONEN PERAWATAN

1. Kepala tetap
Pada mesin bubut adalah memegang kunci utama pada
keberhasilan pekerjaan mengunakan mesin bubut. Kerusakan yang umum
terjadi pada kepala tetap mesin bubut di antaranya adalah:
a) Putaran poros utama tersendat-sendat
b) Putaran poros utama terlalu berat
c) Suhu atau temperature pada kepala lepas terlalu tinggi
d) Terjadinya suara yang bising pada kepala lepas
e) Tidak senter
2. Eretan
Kesalahan atau kerusakan yang sering timbul pada eretan adalah sebagai
berikut:
a) Eretan sangat berat meluncur pada mesin bubut.penyelesaianya lakukan
pemeriksaan baut-baut penyetel kerapatan eretan,apabila terlalu kuat
longarkan baut-baut tersebut.
b) Hasil pekerjaan tidak rata.hal ini terjedi karena adanya ganguan pada pinion
gear.usaha mengatasinya ialah dengan memperbaiki gigi pinion atau
mengganti gigi pinion yang baru
c) Pemakanan pada benda kerja tidak rata pada waktu langkah otomatis atau
penyayatan otomatis.hal ini disebabkan oleh tidak senternya poros
trasportir.
d) Terlalu berat pada waktu pemotongan menyilang.kemungkinan ini
disebabkan terlalu kuatnya pengikat baut untuk pemotongan menyilang.
e) Tidak rata permukaan penyayatan menyilang (facing).hal ini kemungkinan
di sebabkan tidak tepatnya penyetelan baut-baut pengikat poros utuk
pemakanan.
f) Teralalu keras gerakan toolpost.hal ini disebabkan oleh gangguan
pemasangan pasak.
g) Kedudukan toolpost kurang teliti sehingga pemakanan kurang baik.
h) Pompa pada apron sangat sulit dioperasikan.hal ini disebabkan minyak
pelumas yang sudah kotor.lakukan pembersian atau penggantian minyak
pelumas serta membersihkan pipa-pipasalurannya

20 | P a g e
9. Kepala lepas
Kepala lepas mudah bergetar atau tidak setabil selama
pelaksanan pembubutan. Jika hal ini terjadi kemungkinan ialah kurang kuatnya
pengikat baut pengikat kepala lepas dengan meja atau rangka mesin
Kunci chak :
a) Pada kunci chak adalah bagian alat yang sangat penting, karena alat yang
sering digunakan untuk membuka dan mengencangkan
pencekam, perawatan yang harus dilakukan adalah :
b) Periksa bagian pengencang/ mulut pengunci terlihat aus atau tidak, jika
terjadi haus maka pengencangan terjadi slip
c) Jika terjadi haus, perlu penambahan daging, dengan cara pengelasan
listrik
d) Setelah dilas kemudian, fraislah ( Mesin Milling) pengunci hingga
terbentuk persegi, ( segi empat )
e) Setelah terbentuk rapihkann bagian yang tajam agar tidak melukai pekerja

21 | P a g e
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Keselamatan kerja dalam bekerja merupakan aspek penting yang harus
diperhatikan pada saat melaksanakan suatu pekerjaan. Keselamatan kerja tersebut
harus menyangkut aspek keselamatan kerja yang terkait dengan manusia
(operator/pekerja), mesin, dan alat.Sehubungan dengan sebelum kita melakukan
suatu pekerjaan, harus diperhatikan instruksi-instruksi yang terkait dengan
keselamatan kerja.

3.2.Saran
Selalu membaca manual book mesin sebelum menggunakan mesin
Utamakan keselamatan kerja
Hindari hal-hal potensial yang menyebabkan kecelakaan.
Lindungi lintasan meja dari hubungan langsung dengan listrik
Selalu gunakan kaca mata pelindung
Jangan menghentikan spindel dengan tangan
Jangan biarkan kunci Chuck tetap menempel pada Chuck
Lakukan perawatan mesin bubut secara berkala.

22 | P a g e
Daftar pustaka:
http://www.scribd.com/doc/62098732/Makalah-an-Perawatan-Mesin-Bubut
http://yakinmajusentosabdg.blogspot.com/2011/09/turning-and-milling
machine.html
http://eko-m228.blogspot.com/2011/01/bagian-bagian-utama-mesin-bubut.html
http://afiffauzy.blogspot.com/2012/04/sejarah-dari-mesin-bubut.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_bubut
http://doelmallik.blogspot.com/2013/03/mesin-dua-tak.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_bubut
http://indopanama.blogspot.com/2011/10/teknik-perawatan-mesin-bubut.html
http://yakinmajusentosabdg.blogspot.com/2011/09/turning-and-milling
machine.html
http://www.scribd.com/doc/62098732/Makalah-an-Perawatan-Mesin-BUbut

23 | P a g e