Anda di halaman 1dari 18

1

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Karya ilmiah ini dibuat karena masih kurangnya pemahaman masyarakat


tentang mesin bubut dan pengertian kecepatan tersebut terutama masyarakat yang
tinggal diluar perkotaan atau para pemula yang mula belajar montir, sehingga sering
terjadi kesalahan dalam pemakaian dan kurang memperhatikan aspek-aspek
keselamatan kerja.

I.2 Perumusan Masalah

Permasalah yang akan dibahas pada karya tulis ini adalah masalah
menyangkut prinsip kerja mesin bubut, Keunggulan dan kelemahan mesin bubut,
serta pemeliharaan mesin bubut.

I.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai salah satu syarat
kelulusan Mata Kuliah Proses Produksi Dasar pada Universitas Sriwijaya Fakultas
Teknik Jurusan Teknik Mesin dan untuk mempelajari proses pengerjaan logam
melalui pemotongan dan mengetahui prinsip kerja mesin bubut serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari .

I.4 Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah studi
literature yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang dibahas. Sumber dari
data kepustakaan diperoleh dari buku-buku dan internet yang berhubungan dengan
mesin bubut.

1.
2

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II. 1 Pengertian Mesin Bubut

Proses bubut merupakan proses pengerjaan material dimana benda kerja dan
alat pahat bergerak mendatar(searah meja/bed mesin),melintang atau membentuk
sudut secara perlahan dan teratur baik secara otomatis atau pun manual. Pada proses
pembubutan berlangsung, benda kerja berputar dan pahat disentuhkan pada benda
kerja sehingga terjadi penyayatan. Penyayatan dapat dilakukan kearah kiri atau
kanan,sehingga menghasilkan benda kerja yang berbentuk silinder. Jika penyayatan
dilakukan melintang maka akan menghasilkan bentuk alur, pemotongan atau
permukaan yang disebut facing (membubut muka).
Selain dapat dilakukan kearah samping dan kearah melintang, penyayatan
dapat juga diarahkan miring dengan cara memutarkan eretan atas sehingga
menghasilkan benda kerja yang berbentuk konis/tirus. Penyayatan yang beralur
dengan kecepatan dan putaran tertentu dapat menghasilkan alur yang teratur seperti
membubut ulir. Penyayatan dapat dilakukan dari luar maupun dari dalam. Penyayatan
yang dilakukan dari luar disebut membubut luar(outside turning), sedangkan
penyayatan yang dilakukan dibagian dalam atau pada lubang disebut membubut
dalam(inside turning). Bubut dalam berupa rongga, ulir dalam, lubang tembus, atau
lubang tidak tembus.

I. 2 Prinsip Kerja dan Gerakan Utama Mesin Bubut

Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga
memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan
disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut
diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada
benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.
Sedangkan gerakan-gerakan utama pada mesin bubut yaitu:
a. Gerakan berputar, yaitu bentuk gerakan rotasi dari benda kerja yang
digerakanpada pahat dan dinamakan gerak potong.

2.
3

b. Gerakan memanjang, yaitu bentuk gerakan apabila arah pemotonganna


sejajar dengan sumbu kerja. Gerakan ini disebut juga dengan gerakan
pemakanan.
c. Gerakan melintang, yaitu bentuk gerakan apabila arah pemotongan
tegak lurus terhadap sumbu kerja. Gerakan ini disebut dengan gerakan
melintang atau pemotongan permukaan.

Ketiga bentuk gerakan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1
Gerakan-gerakan dalam membubut

.
4

BAB III
PEMBAHASAN

III. 1 Mesin Bubut dan Konstruksinya

Mesin bubut termasuk mesin perkakas dengan gerak utama berputar. Ditinjau
dari daya penggerak dan ukurannya, mesin bubut dikelompokkan menjadi:

A. Jenis - jenis mesin bubut


1. Mesin Bubut Ringan
Mesin bubut ringan adalah mesin bubut dengan daya dan ukuran serta
bobot yang ringan. Mesin ini biasanya diletakkan diatas meja atau bangku,
sehingga disebut mesin bubut lantai.
2. Mesin Bubut Sedang
Mesin bubut sedang adalah mesin bubut yang mempunyai daya dan
kapasitas serta ukuran sedang. Mesin ini digunakan untuk memperbaiki
peralatan-peralatan teknik yang mempunyai ukuran yang sedang. Mesin bubut
sedang terdiri atas mesin bubut Bantu dan mesin bubut lantai. Pada mesin
bubut sedang dimungkinkan untuk membubut produk yang mempunyai benda
kerja dengan bentuk yang lebih bervariasi.
3. Mesin Bubut Standar
Konstruksi mesin bubut standar mempunyai ukuran lebih besar dan
peralatan yang lebih lengkap. Mesin ini digunakan untuk membuat produk
atau memperbaiki peralatan-peralatan teknik dengan tingkat kekasaran yang
standar. Ditinjau dari transmisi dan daya penggerak sumbu utamanya, terdiri
atas
a. mesin bubut standar dengan transmisi roda sabuk: mesin bubut
yang hubungan antara putaran dari motor penggerak ke sumbu
utamanya menggunakan sabuk(belt).
b. Mesin bubut standar dengan transmisi roda rantai: mesin bubut
standar yang hubungan puatran motor penggerak ke poros
utamanya menggunakan transmisi rantai dan roda rantai.
c. Mesin bubut standar dengan transmisi roda gigi: mesin bubut
standar yang hubungan putaran dari motor penggerak kesumbu

4.
5

utamanya diatur dengan roda gigi yang terpasang pada roda gigi
transmisi.
4. Mesin Bubut Khusus
Mesin bubut khusus adalah mesin bubut yang digunakan untuk membuat
atau memperbaiki alat-alat teknik yang tidak dapat dikerjakan pada mesin
bubut standar. Mesin bubut khusus terdiri atas:

a. Mesin Bubut Beralas Panjang


Mesin bubut beralas panjang biasa digunakan untuk
mengerjakan poros-poros atau benda kerja yang berukuran panjang.
Misalnya: poros-poros kapal laut, poros-poros untuk peralatan alat-alat
pada pekerjaan tambang, dan semacamnya.
b. Mesin Bubut Carrousel
Mesin bubut carrousel adalah mesin bubut yang sumbu
utamanya vertikal dan cekam berbentuk meja putar. Benda kerja
diletakkan diatas meja putar dan pahat dapat digerakan kearah vertikal
maupun kearah melintang.
Mesin bubut carrousel dgunakan untuk membubut benda-
benda kerja yang mempunyai diameter besar dengan ukuran antara 1
m s.d 2 m.
Sedangkan untuk mesin bubut carrousel yang berukuran kecil dapat
membubut benda kerja yang mempunyai ukuran antara 300 mm
sampai dengan 400mm.
Mesin bubut carrousel mempunyai keungulan dibandingkan
dengan mesin bubut horizontal biasa. Beberapa kelebihan mesin bubut
carrousel dibandingkan degan mesin bubut horizontal biasa, antara
lain:
 Mesin bubtu carrousel tidak memerlukan tempat yang luas
dibandingkan dengan mesin bubut biasa karena arahnya
vertical (keatas).
 Mesin bubut carrousel dapat menahan beban lebih besar.
 Pengencangan pada mesin bubut carrousel jauh lebih ringan
dibandingkan dengan mesin bubut horizontal. Hal ini
dikarenakan benda kerja ditempatkan diatas meja putar.
 Benda kerja pada mesin bubut carrousel dilayani dengan
menggunakan cran. Benda-benda kerja yang dapat dikerjakan

.
6

pada mesin carrousel antara lain: rumah-rumah blower,rumah


turbin dan semacamnya.
c. Mesin Bubut Revolver
Mesin bubut revorver disebut juga mesin bubut turret. Pada
mesin bubut revolver terdapat pemegang pahat yang banyak, dengan
kedudukan dan macam pahat yang berbeda dan dapat diatur sesuai
dengan kebutuhan.
d. Mesin poros engkol
Mesin bubut poros engkol adalah mesin bubut yang digunakan
untuk memperbaiki atau membuat benda kerja yang eksentrik,
misalnya: poros eksentrik atau poros engkol.
e. Mesin bubut copy
Mesin bubut copy adalah mesin bubut yang membentuk benda
kerja dengan menggunakan contoh (maket). Pengoperasiannya
dilakukan dengan cara mengcopy dari maket yang telah dibuat
sebelumnya.

B. Bagian-bagian mesin bubut


1. Bed mesin / alas mesin: mempunyai bentuk profil memanjang yang
berfungsi untuk mendapatkan kedudukan eretan kepala lepas dan bril
atau penyangga. Bed mesin harus dilumasi supaya eretan dapat
digeserkan kekiri dan kekanan dengan lancar dan terhindar dari korosi.
Alur yag mempunayi profil digunakan sebagai jalan dari eretan dan
kepala lepas.

Gambar 2
alas mesin bubut

.
7

2. Kepala tetap: mempunyai sumbu utama dengan gerak utama


berputar. Sumbu utama merupakan poros transmisi dengan pully
bertingkat atau roda gigi bertingkat, sehingga pada kepala tetap mesin
bubut terdapat lemari roda gigi dengan handle-handle pengatur putaran
sumbu utamanya.
Pengaturan putaran dapat menggunakan pully bertingkat yang
dihubungkan dengan motor penggerak dan roda gigi bertingkat yang
berada pada lemari roda gigi.

Gambar 3
Kepala tetap

3. Eretan: bagian mesin yang digunakan untuk penyetelan, pemindahan


posisi pahat kearah memanjang, yang dapat dilakukan dengan gerakan
kekiri atau kekanan secara manual maupun otomatis. Eretan
ditempatkan diatas bed mesin yang dapat di gerakkan manual mau pun
otomatis.
a. Eretan memanjang biasanya digunakan untuk menggerakkan
atau menyetel posisi pahat kearah sumbu memanjang pada saat
mesin sedang berjalan maupun saat mesin dalam keadaan mati.
b. Eretan melintang ditempatkan memanjang dan gunanya
untuk mengatur posisi pahat kearah melintang. Pahat bubut dapat
diatur mendekati atau menjauhi operator. Jika roda pemutar
diputar kekiri maka gerakan atau posisi pahat akan mendekati
operator dan jika diputar kekanan maka akan menjauhi operator.
c. Eretan atas: antara eretan melintang dan eretan atas dipasang
support yang dilengkapi dengan skala derajat.
4. Kepala lepas mesin bubut
Adalah bagian mesin bubut yang berfungsi untuk mendapatkan senter
kepala lepas, bor, senter bor, tap atau reamer. Untuk membubut benda

.
8

kerja yang panjang, biasanya benda kerja ini dipasang diantara dua
senter kepala lepas dan kepala tetap. Kepala lepas juga berfungsi agar
benda kerja tetap berputar pada sumbunya.

Gambar 4
Kepala lepas

5. Penyangga
Penyangga digunakan pada saat membubut batang ulir yang
panjang,dapat juga berfungsi sebagai penahan gaya sentrifugal akibat
putaran tinggi.
a. penyangga tetap: Penyangga ini dikunci pada bed mesin agar
benda kerja dapat berputar tetap pada sumbunya.

Gambar 5
Penyangga tetap

b. Penyangga jalan: dipasang pada eretan yang dikunci dengan


baut. Fungsinya untuk menahan atau menyangga benda kerja dari
lengkungan akibat gaya tekan dari pahat saat pemotongan atau
penyayatan berlangsung.

.
9

Gambar 6
Penyangga berjalan

6. Batang transportur dan batang pengantar


Batang transportur dan batang pengantar berfungsi untuk
menggerakkan eretan secara otomatis kekiri atau kekanan saat operasi
pembubutan berlangsung.batang transportur tidak berulir tetapi
mempunyai alur pasak yang berfungsi untuk memutarkan roda gigi
yang berada pada eretan sehingga dapat bergerak kekiri atau kekanan
dengan teratur. Putaran pada poros transportur ini dapat diatur sesuai
dengan posisi putaran pada lemari roda gigi yang tersedia sehingga
kecepatan sayatnya dapat diatur.

7. Penjepit Pahat
Penjepit pahat yaitu rumah pahat yang dipasang diatas eretan.
Penjepit pahat berfungsi sebagai penjepit pahat bubut agar posisi mata
pahat benda tetap kuat sejajar dengan sumbu benda kerja.
Penjepit pahat ada yang mempunyai tempat pahat lebih dari
satu sehingga untuk pembubutan tertentu dapat dipasang beberapa
macam pahat sekaligus pada penjepit pahat dan digunakan sesuai
dengan urutan operasi pembubutannya.

.
10

Gambar 7
Penjepit pahat
III.2 Pahat Bubut

Pahat bubut adalah penyayat yang digunakan pada mesin bubut. benda
kerja bergerak berputar, disayat dengan pahat yang dapat digerakkan kekiri,
kekanan,atau kedepan sesuai dengan gerakkan penyayatan yang diperlukan.

1. Bahan Pahat Bubut


Bahan pahat bubut harus mempunyai sifat-sifat,yaitu:
 Tahan panas agar ketajaman sisi potong tidak mudah aus pada
suhu tinggi akibat gesekan
 Ulet sisi potong tidak mudah patah
 Keras agar dapat menyayat benda kerja
 Ekonomis sehingga dalam perawatan mudah dan pangadaannya
murah
Bahan yang memenuhi persyaratan untuk membuat pahat bubut, yaitu:
 Baja karbon tinggi: baja yang mempunyai kandungan karbon 0,5
% sampai 1.5 %. Pahat ini digunakan untuk membubut bahan
benda kerja yang lunak.
 Baja kecepatan tinggi: baja yang mengandung karbon,
kromium,vanadium dan molydenum
 Paduan cor bukan besi: bahan yang mengandung wolfram 12-15
%, cobalt 40-50 %, chrome 15- 35 % ditambah karbon 1-4 %.
 Carbide: pahat bubut carbide mengandung wolfram-carbide dan
cobalt dengan persentase berkisar 94 % wolfram-carbide dn 6 %
cobalt. Pahat ini cocok untuk membubut besi cor.
 Intan: Biasa digunakan untuk finishing pada mesin-mesin khusus.
Tahan sampai suhu 900oC.

.
11

 Ceramic: bahan ini dicampur dengan srbuk aluminium-oksida ,


titanium, magnesium, dan chrome dengan pengikat keramik.
Bahan ini mempunyai kekuatan tekanan tinggi tetapi agak rapuh.

2. Bentuk pahat bubut dan fungsinya:


 Pahat ISO 1(Staight Shank Tool)
Biasa digunakan pada proses roughing memanjang
 Pahat ISO 2(Bent shank tool)
Untuk proses roughing memanjang dan juga bias untuk membuka
muka(fancing) dan membuat Chamfer
 Pahat ISO 3(Offset corner cutting tool)
Untuk proses finishing memanjang dan facing dari arah dalam
menuju luar
 Pahat ISO 4(Board edge tool)
Untuk memebuat undercut yang lebar dan juga untuk finshing
memanjang dengan kedalaman pemakanan yang kecil
 Pahat ISO 5(Offset face turning tool)
Untuk proses facing dari arah luar menuju kedalam
 Pahat ISO 6(Offset side cutting turning tool)
Untuk proses finishing memanjang dan proses facing tetapi pahat
harus miring sedikit untuk facing kearah luar
 Pahat ISO 7(parting tool)
Untuk membuat undercut,memotong ataupun untuk finshing
memanjang
 Pahat ISO 8(Boring tool)
Untuk boring dengan lubang tembus
 Pahat ISO 9(Corner boring tool)
Digunakan untuk proses boring, dengan lubang tidak tembus

3. Bentuk Mata Pahat Bubut


Bentuk –bentuk mata bubut harus disesuaikan dengan fungsi
pengerjaannya, diantaranya:
 Pahat potong
 Pahat alur
 Pahat lurus kanan
 Pahat lurus kiri

.
12

 Pahat bengkok kiri


 Pahat bengkok kanan
 Pahat sisi kiri
 Pahat sisi kanan
 Pahat bubut dalam
 Pahat kerong
 Pahat profil
4. Sudut Mata Pahat Bubut
Pahat bubut dalam perdagangan dapat berupa batangan dengan
penampang bujur sangkar, segi empat, bulat, atau bentuk-bentuk lain.
Pada saat mengasah pahat bubut kita harus memperhatikan sudut mata
pahatnya:
 Sudut tatal
 Sudut bebas sisi
 Sudut bebas muka
 Sudut bebas mata potong

5. Pemasangan pahat bubut


Selama pengerjaan, pahat ditekan oleh tenaga potong (cutting force).
Besarnya tenaga tenaga ni tergantung dari daya tahan benda kerja dan
penampang chip.
Dengan memasang pahat pada baut pengunci (clamping bolt) ,
terjadilah getaran yang kuat di antara permukaan penyangga pahat dengan
penjepit pahat. Oleh karena itu pahat harus dipegang dengan kuat dan
aman.
Jika pahat dipasang, misalnya di atas atau di bawah center, maka
besarmya sudut bebas dan sudut buang akan berubah.
Pemasangan diatas center,maka :
Getaran yang terjadi di antara permukaan bebas dari pahat dengan benda
kerja menjadi lebih besar,sehingga chip yang lebih tebal pun dapat
dihilangkan dengan mudah. Pemasangan pahat di atas center kira-kira
sampai dengan 2% dari diameter benda kerja.
Pemasanangan di bawah center,maka :
Getaran di antara permukaan bebas dan permukaan potong menjadi lebih
kecil,chip sukar dihilangkan. Karena gaya atau tenaga potong, pahat tidak

.
13

boleh dipasang terlalu menonjol karena pahat dapat bengkok. Oleh karena
itu penonjolan pahat harus sesuai dengan batas yang diijinkan.

III.3 Sistem Pencekaman

Untuk memegang benda kerja yang akan dikerjakan dalam mesin bubut
diperlukan alat pencekam yang kokoh. Alat ini dipasang pada spindle utama dengan
beberapa metode, antara laindengan spindle bentuk berulir, dengan pasak melintang,
dengan pasangan mur dan baut.

1. Pencekaman denagan chuck


Macam-macam chuck:
 Three jaw chuck: Untuk mencekam benda kerja yang silindris atau
bidang persegi kelipatan tiga yang simetri.
 Four jaw chuck: Untuk mencekam benda kerja yang silindris atau
bidang bersegi kelipatan empat yang simetri.
Menurut gerakan rahang dari chuck maka dibedakan yaitu:
 Universal chuck, dimana rahang-rahang dari chuck dapat bergerak
maju/mundur secara bersamaan.
 Independet chuck, dimana rahang-rahang dari chuck bergerak maju /
mundur secara sendiri-sendiri. Keuntungannya yaitu bias mencekam
benda kerja yang mempunyai bentuk tidak teratur,eksentrik dan lebih
kuat.

2. Pemasangan benda kerja pada cekam


 Outside grip untuk mencekam benda berdiameter besar.
 Inside grip untuk pencekaman benda kerja dengan memberikan gaya
pada diameter dalam.
 Outside grip untuk pencekaman benda kerja berdiameter kecil.

III. 4 Parameter-Parameter Pemotongan Logam Dalam Pemesinan Bubut dan


Perhitungan Putaran Mesin

1. Kecepatan Potong

.
14

Cutting speed atau kecepatan potong adalah kecepatan potong pada


putaran utama. Bila benda kerja berputar satu kali, panjang yang dilalui oleh
pahat sama dengan keliling benda kerja.
Kecepatan potong tidak dapat dipilih sembarangan. Bila kecepatan
potong rendah akan memakan waktu dalam dalam mengerjakannya. Bila
kecepatan terlalu tinggi pahat akan kehilangan kekerasan (karena panas),cepat
rusak atau tumpul. Oleh sebab itu kecepatan potong harus ditentukan sesuai
dengan tabel.
2. Rumus
Kecepatan potong ialah panjang potongan dalam m/min (meter per
menit), maka rumusnya adalah :
V= π .d .n (m/min)
1000

Keterangan : V = Kecepatan potong


d = Diameter benda kerja
n = Putaran benda kerja

3. Kedalaman Pemotongan (Depth of Cut)


Kedalaman pemotongan adalah dalamnya masuk alat potong menuju
sumbu sumbu benda. Dalam proses pembubutan depth of cut dapat diukur
dengan menggunakan persamaan:

D0−D f
t= 2

Kedalaman pemotongan diukur tegaklurus terhadap sumbu benda kerja.

4. Waktu Pemesinan (Machining Time)


Waktu pemesinan adalah banyaknya waktu nyata yang dibutuhkan
untuk mengerjakan (membentuk atau memotong) suatu benda kerja. Waktu
pemesina dihitung dengan menggunakan persamaan:

.
15

L∗i
Tm = s∗n

Dimana:
L = panjang total yang akan dibubut
I = jumlah pemotongan
n = rpm
s = Total Feed (mm/put.)
III.5 Jenis-Jenis Pekerjaan Yang Dapat Dilakukan Dengan Mesin Bubut

Bentuk-bentuk pekerjaan yang dapat dilakukan dalam proses membubut dapat dilihat
pada gambar berikut:

Gambar 9
Jenis-jenis pengerjaan dengan mesin bubut

1. Pembubutan Muka (Facing), yaitu proses pembubutan yang dilakukan pada tepi
penampangnya atau gerak lurus terhadap sumbu benda kerja, sehingga diperoleh
permukaan yang halus dan rata.
2. Pembubutan Rata (pembubutan silindris), yaitu pengerjaan benda yang
dilakukan sepanjang garis sumbunya. Membubut silindris dapat dilakukan sekali atau
dengan permulaan kasar yang kemudian dilanjutkan dengan pemakanan halus atau
finishing.

.
16

3. Pembubutan ulir (threading), adalah pembuatan ulir dengan menggunakan pahat


ulir.
4. Pembubutan tirus (Taper), yaitu proses pembuatan benda kerja berbentukkonis.
Dalam pelaksanaan pembubutan tirus dapat dilakukan denngan tiga cara, yaitu
memutar eretan atas (perletakan majemuk), pergerseran kepala lepas (tail stock), dan
menggunakan perlengkapan tirus (tapper atachment).

5. Pembubutan drillng, yaitu pembubutan dengan menggunakan mata bor (drill),


sehingga akan diperoleh lubang pada benda kerja. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan
awal dari pekerjaan boring (bubut dalam).
6. Perluasan lubang (boring), yaitu proses pembubutan yang bertujuan untuk
memperbesar lubang. Pembubutan ini menggunakan pahat bubut dalam.
7. Knurling, yaitu proses pembubutan luar (pembubutan slindris) yang bertujuan
untuk membuat profil pada permukaan benda kerja. Pahat yang digunakan adalah
pahat khusus (kartel).

III. 6 Aspek-Aspek Keselamatan Kerja dalam Proses Pembubutan

Keselamatan kerja dalam bekerja merupakan aspek penting yang harus


diperhatikan pada saat melaksanakan suatu pekerjaan. Keselamatan kerja tersebut
harus menyangkut aspek keselamatan kerja yang terkait dengan manusia
(operator/pekerja), mesin, dan alat. Sehubungan dengan sebelum kita melakukan
suatu pekerjaan, harus diperhatikan instruksi-instruksi yang terkait dengan
keselamatan kerja. Instruksi-instruksi Standar Keselamatan Kerja dalam proses
pembubutan Ada beberapa instruksi standar keselamatan kerja terkait dengan proses
pembubutan, diantaranya adalah:
1. Baca dulu instruksi manual sebelum mengoperasikan mesin
2. Upayakan tempat kerja tetap bersih dengan penerangan yang memadai
3. Gunakan selalu kaca mata pelindung seriap saat bekerja dengan mesin
4. Hindari pengoperasian mesin pada lingkungan yang berbahaya,
5. Yakinkan bahwa switch dalam keadaan OFF sebelum menghubungkan
mesin dengan sumber listrik
6. Pertahankan kebersihan tempat kerja, bebas dari kekacauan (clutter),
7. Tetapkan batas aman untuk pengunjung

.
17

8. Ketika membersihkan mesin, upayakan mesin dalam keadaan mati, akan


lebih baik jika hubungan dengan sumber listrik diputus.
9. Gunakan selalu alat dan perlengkapan yang ditentukan.
11. Gunakan selalu alat yang benar

BAB IV
PENUTUP

IV. 1 Kesimpulan

1. Bubut merupakan suatu istilah yang sering didengar di dunia ketehnikan


khususnya bidang mekanik pabrikasi. Yaitu suatu proses pembentukan
benda kerja dengan cara pengikisan menggunakan alat dalam hal ini
disebut pisau sehingga bisa menghasilkan benda kerja yang diinginkan.
2. Mesin Bubut mencakup segala mesin perkakas yang memproduksi bentuk
silindris..
3. Tujuan utama dibuatnya makalah ini adalah agar masyarakat dapat
mengetahui cara kerja dan operasi mesin bubut.
4. Dengan dibuatnya makalah ini, diharapkan dapat memberi manfaat bagi
semua pihak yang menggunakan dan membutuhkan.

IV. 2 Saran

1. Sebuah makalah harus mempunyai tampilan yang menarik agar


pembaca merasa nyaman dan berencana untuk kembali membaca
makalah tersebut.
2. Kelengkapan tentang informasi yang ada membuat masyarakat lebih jauh
mengenal tentang mesin bubut. Sehingga nantinya masyarakat tertarik
untuk mengetahui bahkan tertarik untuk mempelajari tentang mesin ini.

.
18

DAFTAR PUSTAKA
17
Daryanto. Bambang Sugiantoro. "Mesin Perkakas Bengkel”. Erlangga ;
1998. Jakarta.
www. Google.com. “pdfdatabase.com/index.php?q=www.about-mesin
bubut+com”
www. Wikipedia.com