Anda di halaman 1dari 31

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
KLINTING (KEJUT LISTRIK ANTI MALING)
SOLUSI CERDAS PENGAMAN MOTOR BERDAYA KEJUT LISTRIK

BIDANG KEGIATAN
PKM KARSA CIPTA

Diusulkan Oleh :
Cahya Chaqiqi

(135150218114016) Angkatan 2013

Muhja Mufidah Afaf Amirah

(135150207113006) Angkatan 2013

Afifur Rozaq

(135150218113016) Angkatan 2013

Wenny Ramadha Putri

(135150207113008) Angkatan 2013

Ema Sri Nurnaningsih

(115080407113008) Angkatan 2011

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013

ii

iii

DAFTAR ISI

Halaman sampul...................................................................................................i
Halaman pengesahan...........................................................................................ii
Daftar isi.................................................................................................................iii

Ringkasan.............................................................................................................1
A. Judul...................................................................................................................2
B. Latar Belakang Masalah.....................................................................................2
C. Perumusan Masalah...........................................................................................3
D. Tujuan................................................................................................................3
E. Luaran yang Diharapkan....................................................................................4
F. Kegunaan Program.............................................................................................4
G. Tinjauan Pustaka................................................................................................4
H. Metode Pelaksanaan...........................................................................................7
I. Indikator Keberhasilan.......................................................................................9
J. Anggaran Biaya................................................................................................10

Daftar Pustaka
Lampiran-Lampiran

RINGKASAN
KLINTING (Kejut Listrik Anti Maling) merupakan terobosan baru di
bidang teknologi yang menggabungkan Integrated Cicuit (IC), microchip, Radio
Frequency Identification (RFID), dan alat kejut listrik yang terbuat dari rangkaian
capasitor dan transformator kecil dengan tegangan mencapai 20.0000 Volt. Alat
ini diciptakan sebagai pelengkap sistem keamanan pada kendaraan bermotor,
khususnya motor, sebagai upaya untuk mengurangi tingkat pencurian kendaraan
bermotor.
Klinting dapat berperan sebagai sistem pengaman ganda pada motor, karena
dilengkapi dengan Radio Frequency Identification (RFID). RFID sendiri
mempunyai dua arah gerak yaitu pembaca (reader) dan tag. RFID reader akan
dipasang pada tubuh motor, sedangkan RFID tag akan dibuat sebagai gantungan
kunci yang dibawa oleh pemilik kendaraan. Kerja alat ini yaitu apabila motor dalam
keadaan terkunci dan seseorang berusaha menyalakan motor tanpa menyentuhkan
RFID tag key ke RFID reader, maka Klinting akan aktif dan dalam keadaan siaga
bahwa kendaraan berada dalam posisi tidak aman. Selanjutnya, bila motor digas
hingga setengah rotasi gas, sensor gerak yang ada pada gas akan mengirim sinyal
ke microcontroler yang akan memerintahkan koil pada motor untuk mengalirkan
aliran listrik ke alat kejut yang akan mengeluarkan tegangan mencapai 20.000 Volt.
Aliran lstrik yang dihasilkan tentunya akan mengejutkan pembobol sehingga dapat
mencegah terjadinya kasus pencurian motor.

A. Judul
KLINTING (Kejut Listrik Anti Maling) Solusi Cerdas Pengaman Motor
Berdaya Kejut Listrik.

B. Latar Belakang Masalah


Kota Malang adalah kota metropolitan ke-2 di Jawa Timur dengan
jumlah penduduk yang cukup padat. Kepadatan penduduk di Kota Malang
disebabkan oleh banyaknya pendatang yang mengadu nasib, baik sebagai
mahasiswa maupun pegawai. Hal ini tentu saja memicu tingginya sifat
konsumtif masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Terlebih lagi, penggunaan
sepeda motor yang dinilai lebih efektif dan efisien serta didukung oleh harga
yang terjangkau, menjadikannya sebagai salah satu kendaraan yang memenuhi
setiap jalanan kota.
Namun, tingginya penggunaan kendaraan bermotor di Kota Malang
tidak diimbangi dengan sistem keamanan kendaraan yang baik. Pengaman
kendaraan bermotor, khususnya motor, yang digunakan saat ini hanyalah
berupa lock key dan alarm motor. Kelemahan dari lock key adalah pada
magnetnya sedangkan kelemahan alarm motor adalah pencuri bisa memutus
kabel alarm pada kendaraan sehingga alarm tidak berbunyi dan pemilik
kendaraan tidak akan mengetahui kendaraannya telah dicuri. Hal tersebut
ditunjukkan berdasarkan angka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor)
yang tinggi, hal Ini dibuktikan dengan data rekam Kepolisian Resort Kota
Malang pada tahun 2011, yaitu terdapat 714 kasus pencurian kendaraan
bermotor, yang berarti pada setiap bulan sedikitnya terdapat 73 kasus Curanmor
yang dilaporkan kepada pihak berwajib.
Sedangkan tingkat pencurian motor tertinggi pada tahun 2012 terjadi
pada bulan Oktober yang mencapai 88 kasus dan mengalami kerugian
keseluruhan hingga mencapai Rp 7,14 miliar akibat curanmor. 3 modus yang
paling banyak dilakukan pelaku curanmor yaitu dengan menggunakan kunci T
yang tercatat sebanyak 296 kasus,merusak gembok motor 256 kasus, dan
mengganti plat nomor 162 kasus. Sampai saat ini alat keamanan yang terdapat
pada kendaraan bermotor masih sangat rendah. Teknologi-teknologi yang ada

pun masih belum bisa mengatasi tingginya tingkat pencurian kendaraan


bermotor, khususnya di Kota Malang. Kebanyakan teknologi keamanan
kendaraan bermotor hanya memberikan simbol atau peringatan ke pemilik
kendaraan pada jarak dekat
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dalam Program Kreatifitas
Mahasiswa ini kami berusaha membuat suatu sistem pengaman motor yang
lebih efektif dengan bidang PKM-KC yang berjudul KLINTING (Kejut Listrik
Anti Maling) Solusi Cerdas Pengaman Motor Berdaya Kejut Listrik yang
diharapkan mampu mengatasi tingginya tingkat pencurian kendaraan bermotor.

C. Perumusan Masalah
Dari latar belakang program kreativitas mahasiswa ini dapat dirumuskan
beberapa permasalahan, yaitu sebagai berikut:
a. Bagaimana cara mengatasi tingginya tingkat Curanmor (Pencurian
Motor) di Indonesia khususnya di wilayah Malang?
b. Bagaimana mekanisme kerja KLINTING (Kejut Listrik Anti Maling)
pada kendaraan bermotor dan target sasaran?
c. Bagaimana tingkat efektivitas kerja Klinting dalam mengatasi tingginya
tingkat pencurian motor?

D. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam program kreativitas mahasiswa bidang
karsa cipta ini yaitu sebagai berikut:
a. Membuat suatu alat berteknologi tinggi yang mampu memadukan
integrated circuit, microcontroller, travo dan RFID (Radio Frequency
Identification) yang dipadukan dengan sumber tegangan pada kendaraan
bermotor guna mengatasi tingginya pencurian motor.
b. Mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi yang ada guna
menciptakan teknologi baru yang mempunyai daya guna lebih bagi
masyarakat.

c.

Mengetahui mekanisme kerja dan efektivitas KLINTING (Kejut Listrik


Anti Maling) pada kendaraan bermotor dan target sasaran dalam
mengatasi tingginya tingkat pencurian motor

E. Luaran yang Diharapkan


Luaran yang diharapkan dalam program kreativitas mahasiswa bidang
karsa cipta ini adalah menciptakan sebuah alat bernama KLINTING (Kejut
Listrik Anti Maling) yang

mampu menambah sistem keamanan pada

kendaraan bermotor guna mengurangi tingkat pencurian motor di Indonesia

F. Kegunaan Program
Kegunaan dari terwujudnya program kreativitas mahasiswa bidang
karsa cipta ini bagi :
1. Masyarakat
Alat ini diharapkan dapat mengurangi keresahan masyarakat terhadap
pencurian kendaraan bermotor.
2. Peneliti
Alat ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat untuk menemukan
ide-ide kreatif dan inovatif untuk berbagai keperluan dan pemecahan
masalah di masyarakat yang berpotensi untuk dikembangkan lebih
lanjut.
3. Pemerintah
Dengan terwujudnya program ini maka akan membantu program
pemerintah dalam upaya mengurangi tingkat kriminalitas.

G. Tinjauan Pustaka
1.

Keamanan
MALANG Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih saja
menjadi aksi kejahatan yang paling tinggi di Kota Malang. Pusat
perbelanjaan dan sekitar kampus menjadi lokasi favorit para pelaku
kriminal curanmor untuk menjalankan aksinya. Berdasarkan data dari
jumlah 53 tersangka berbagai tindak kejahatan, peringkat curanmor tetap

yang paling tinggi dalam ranking kriminalitas. Aksi kejahatan dilakukan


saat petang hari antara pukul 18.00 22.00. Lokasi yang paling rawan aksi
curanmor ini adalah di lokasi pusat perbelanjaan, pemukiman dan sekitar
kampus. (Kapolres Kota Malang: 2013).

2.

Alat
2.1 Radio Frequency Identification (RFID)
RFID (Radio Frequency Identification) atau Identifikasi
Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi menggunakan sarana
yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan
mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah sebuah benda
yang

bisa

dipasang

atau

dimasukkan

ke

dalam

sebuah

produk, hewan, bahkan manusia dengan tujuan untuk mengidentifikasi


sesuatu menggunakan gelombang radio. Label RFID berisi informasi yang
disimpan

secara

elektronik

dan

dapat

dibaca

hingga

beberapa meter jauhnya. Sistem pembaca RFID tidak memerlukan kontak


langsung seperti sistem pembaca kode batang (barcode).
Label RFID terdiri atas mikrochip silikon dan antena. Tujuan
RFID pada inovasi ini adalah untuk mengenali pemilik kendaraan
bermotor tersebut (sebagai access control). RFID mempunyai dua arah
gerak, yaitu pemancar dan penerima. Cara kerjanya yaitu apabila sebuah
pembaca RFID mengirimkan sinyal radio yang dikodekan untuk
memeriksa tag, tag akan menerima pesan dan merespon informasi yang
diidentifikasinya. Umumnya, pembaca (reader) mengirimkan hasil
pengamatan tersebut ke sistem komputer yang menjalankan perangkat
lunak RFID. ( Charles Walton : 1980 )

2.2 Microcontroller
Microcontroller adalah sistem mikroprosesor lengkap yang
terkandung

di

dalam

dari mikroprosesor

sebuah

chip.

Microcontroller

berbeda

yang digunakan dalam sebuah PC (Personal

Computer), karena di dalam sebuah microcontroller umumnya juga telah

berisi komponen pendukung sistem, yaitu mikroprosesor sebagai memori


dan antarmuka Input/Output. Di bawah ini adalah gambar struktur yang
terdapat di dalam IC (Intergrated Circuit) Microcontroller :

Gambar 1. Microcntroller
Microcontroller pada umumnya digunakan untuk rangkaian yang
bersifat rumit. Misalnya pada traffict light, jam digital, line follower, dan
robot-robot sederhana. Adapaun fungsi lain dari microcontroller yaitu
sebagai pengirim sinyal apabila ada seseorang yang ingin mencuri motor.
Microcontroller dihubungkan dengan stater motor yang nantinya
mengirimkan informasi kepada kita melalui remot control dan kemudian
IC bekerja kembali dengan bantuan melalui wireless. (Paul A. Reid,
Randall J. Gass, Steve M. Meehleder : 1975).

2.3 Transformator
Transformator merupakan alat yang dapat mengubah tegangan dari
6 volt menjadi 20.000 volt. Travo akan mengubah tegangan yang berasal
dari baterai yaitu 6 volt menjadi 20.000 volt. Diharapkan dengan 20.000
volt tersebut dapat melumpuhkan pencuri kendaraan bermotor, sehingga
dapat langsung ditangkap dan sepeda motor akan selamat dari pencurian.

H. Metode Pelaksanaan
1. Persiapan
1.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pembuatan alat ini akan dilaksanakan di Laboratorium Program
Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (UB).
Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan dimulai dari bulan Maret s/d
Juni 2014.

1.2 Alat dan Bahan


Alat yang digunakan dalam pembuatan proyek ini antara lain:
meteran, kertas, pensil, gunting, tang, tang kabel, personal computer,
konektor mikrokontroller, obeng plus(+), obeng minus(-), kunci pasring, dan avometer.
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan alat ini antara lain:
mikrokontoller, kabel tembaga, baterai, resistor, travo, kapasitor,
sensor gerak, sepeda motor, reader RFID dan tag RFID.

2. Tahapan Pelaksanaan
2.1 Perakitan Rangkaian
Perakitan dimulai dengan cara merancang desain dan merangkai
komponen-komponen penyusun rangkaian sehingga terbentuk skema
seperti gambar berikut ini:

Gambar 2. Skema Rangkaian Klinting (Kejut Listrik Anti Maling)

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa microcontroler merupakan


otak pada rangkaian. Microcontroler menerima input data dari RFID,

kunci kontak, dan sensor gas. Dari ketiga input data tersebut,
microcontroller mengeluarkan perintah ke dinamo starter jika ada data
yang masuk dari RFID Dag yang sesuai dan kunci kontak sehingga
mesin akan hidup. Ketika tidak ada data yang masuk ke microcontroller
dari

RFID

atau

kunci

kontak,

maka

microcontroller

akan

memerintahkan transformator untuk mengeluarkan tegangan hingga


20.000 volt.
RFID (Radio Frequency Identification) digunakan sebagai alat
pengenal pemilik kendaraan (sebagai access control). Ketika kunci
kendaraan dibobol secara ilegal, RFID akan mengirim sinyal ke
microcontroler bahwa kunci kontak tidak sesuai dikarenakan pembobol
tidak mempunyai RFID tag key atau access control yang mana sebagai
alat pengenal antara pemilik kendaraan dengan kendaraannya.

2.2 Perancangan Rangkaian


Tahap selanjutnya ialah penyelesaian akhir dari rangkaian. Alat akan
dipasang di sepeda motor dan dirangkai sesuai gambar 1. Alat dipasang
di balik body luar sepeda motor yang menempel pada kerangka sepeda
motor. Penempatan komponen-komponen alat dapat dilihat pada
gambar 2.

Gambar 2. Rancangan Klinting (Kejut Listrik Anti Maling)

Keterangan Gambar 2.
No

Nama Alat

Fungsi

1.

Baterai

Sumber Listrik Utama

2.

Kunci Kontak

Penghubung dan pemutus arus baterai

3.

Tombol Starter

Penghubung dan Pemutus Arus dari Baterai ke


Dinamo Starter

4.

Dinamo Starter

Penggerak mesin saat tombol starter di pencet

5.

Microcontroller

Otak atau micropocessor rangkaian Klinting

6.

Transformator

Pengubah tegangan 6 volt menjadi 20.000 volt

7.

Sensor Putaran Gas

Analisa pergerakan Gas

I. Indikator Keberhasilan Jangka Pendek


Indikator keberhasilan jangka pendek Program Kreativitas Mahasiswa
Karsa Cipta Klinting (Kejut Listrik Anti Maling) Solusi Cerdas Pengaman
Motor Berdaya Kejut Listrik sebagai berikut :
1. Adanya publikasi mengenai teknologi Klinting (Kejut Listrik Anti
Maling) di masyarakat.
2. Terjalinnya kerja sama dengan instansi kendaraan bermotor yang ada di
Indonesia sebagai penambah alat pengaman kendaraan bermotor.
3. Adanya keuntungan yang diperoleh dari hasil produksi dan penjualan
alat.

10

J. Anggaran Biaya
NO

JENIS PENGELUARAN

BIAYA

1.

Peralatan Penunjang

Rp 3.660.000, 00

2.

Bahan Habis Pakai

Rp 4.880.000, 00

Perjalanan :
Survei data statistik
3.

Kerja Lab

Rp 1. 830.000, 00

Pengambilan Paket
Akomodasi Pembelian Bahan
4.

Lain lain

Rp 1. 830.000, 00
TOTAL

JenisKegiatan
Studi Pustaka
Pematangan Konsep
Perancangan Alat
Perakitan Alat
Finalisasi Alat Tahap 1
Evaluasi Tahap 1
Uji Alat
Evaluasi Tahap 2
Finalisasi Akhir
Persiapan Monev dan
Pembuatan Laporan

Rp 12.200.000, 00

Bulan
1

DAFTAR PUSTAKA

Vocational Education Development Center Departemen Otomotif Malang.


2000. Bahan Ajar Pelatihan Otomotif Paket Nomor 6 TuneUp Motor. Malang:
Vocational Education Development Center Departemen Otomotif Malang.

Michele Sclocchi, Switching Power Supply Design: Continuous Mode Flyback


Converter, Application Engineer National Semiconductor.
Johan Siswahyudi, RANCANG BANGUN FLYBACK CONVERTER SEBAGAI
REGULATOR DC, Referensi TA 2007.

Garfinkel, Simson and Beth Rosenberg. 2005. RFID: Applications, Security, and
Privacy.
Miles, Stephen B, Sanjay E. Sarma & John R. Williams. 2008. RFID Technology
and Applications. Cambridge University Press, New York.
Winoto, Ardi. Mikrokontroler AVR ATmega8/16/32/8535 dan Pemrogramannya
dengan Bahasa C pada WinAVR. Informatika, Bandung.2008.

Harara, Era, sistem pendeteksi kebocoran dan pengamanan dini pada kompor
Liquid Petrolium Gas (LPG) berbasis (Field Programmable Gate Arrays) FPGA,
STIKOM-Surabaya, 2007.

Heryanto, Ary. Adi, Wisnu, 2008, Pemrograman Bahasa C untuk Mikrokontroler


ATmega8535, Andi, Yogyakarta.

Electricity and Electronics Richard M. Roberts, Howard H. Gerrish, Willian E.


Dugger, Jr. Publisher: The Goodheart-Willcox Company,Inc. Tinley Park, Illinois.

10

11

Justikasi Anggaran Kegiatan


1. Peralatan Penunjang
No

5
6

7
8
9

10

Material

Solder

Justifikasi
Pemakaian
Untuk merekatkan
setiapnkomponen
pada alat

Untuk memotong
Gunting
kertas,kabel
,dll
Untuk mengukur
ampere, voltase dan
AVO Meter
hambatan pada
rangkaian
Untuk mengetahui
ada tidaknya
Tespen
tegangan listrik
Digital
pada suatu
penghantar
Sebagai alat
Cutter
pemotong
Sebagai alat
Automotive
penunjang
Tool Set
komponen otomotif
Untuk memotong
Tang
kawat
tembaga
Untuk memotong
Tang Kabel
dan mengupas kabel
Untuk memasukkan
Proximity
data di
Encoder RFID
tag/card RFID
Untuk memasukkan
Microcontrolle
program
r
ke dalam
Programmer
microcontroller

Kuantita
s

Harga
Satuan
(Rp)

Keteranga
n

2 Buah

10000

20000

2 Buah

10000

20000

1 Buah

400000

400000

1 Buah

50000

50000

3 Buah

5000

15000

1 Set

240000
0

2400000

1 Buah

250000

250000

1 Buah

120000

120000

1 Set

150000

150000

1 Set

400000

400000

SUB TOTAL(Rp)

3825000

12

2. Bahan Habis Pakai


No

Material

Isolasi

Baut

Kawat
Tembaga

Tenol

Lem

Batterai/Accu

Premium

Justifikasi
Pemakaian
Merekatkan kabel
Untuk merakit alat
dengan
mesin
Sebagai penghantar
antar komponen
alat kejut
Sebagai perekat
yang
dikombinasikan
dengan solder
Untuk merekatkan
komponenkomponen
Sumber listrik
utama pada
kendaraan

Kuantitas
1 Buah

Harga
Satuan Keterangan
(Rp)
9000
9000

10 Buah

10000

100000

1 Rol

140000

140000

1 Roll

65000

65000

3 Buah

15000

45000

1 Buah

200000

200000

Bahan bakr untuk


motor percobaan

10 liter

6500

65000

Kunci Kontak

Kunci kontak
sepeda motor

1 buah

200000

200000

Gas Sepeda
Motor

Handle gas sepeda


motor

1 Pasang

100000

100000

10

Transformator

1 Unit

800000

800000

1 Buah

200000

200000

1 Buah

800000

800000

1 Paket

150000

150000

1 Buah

1000000

1000000

1 Buah

1000000

1000000

11

12
13
14
15

Sebagai pengubah
tegangan listrik
Integrated
Alat untuk
Circuit
mengubah data
Analog to
analog ke data
Digital
digital dari kunci
Converter
kontak
Sebagai alat
Sensor rotary
pendeteksi putaran
encoder
gas
Sebagai Smart tag
RFID tag
key
Sebagai Reader
RFID Reader
Smart tag key
Sebagai pusat
Mikrokontroller
kendali kerja alat

13

3. Perjalanan
No

Material

Justifikasi
Pemakaian

Kuantitas

Harga
Satuan
(Rp)

Keterangan

5 kali

100000

500000

5 kali

150000

750000

5 kali

40000

200000
200000
1650000

Transportasi

Transportasi

Transportasi

Perjalanan Survey
Statistik Data ke
Kepolisian
Perjalanan Kerja
Lab
Pengambilan paket

Transportasi

Pembelian alat-alat

4 kali
50000
SUB TOTAL (Rp)

Print proposal dan


laporan
Jilid hard cover
proposal dan
laporan

100
lembar

1000

100000

3 bendel

25000

75000

167000
10 kali
6000
1 lembar
SUB TOTAL (Rp)
Total (Keseluruhan)

1670000

4. Lain-Lain
1

Biaya Print

Biaya Jilid

Sewa Lab

Lab otomotif

Materai

Surat Pernyataan

6000
1851000
12200000

14

Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas

No

1.

Nama / NIM

Program

Bidang

Studi

Ilmu

Alokasi

Uraian

Waktu

Tugas

jam/minggu

Cahya
Chaqiqi /
13515021811

Ketua
Teknik
Informatika

Pelakasana
Eksak

8 jam/minggu

4016
2.

alat

Muhja
Mufidah Afaf
Amirah /
13515020711

dan perakit

Perakit alat,
Teknik
Informatika

studi
Eksak

6 jam/minggu

literatur,
dan editor

3006
3.

Afifur Rozaq
/
13515021811

Perakit alat
Teknik
Informatika

Eksak

6 jam/minggu

dan studi
literatur

3016
4.

Wenny
Ramadha
Putri /
13515020711

Perakit alat,
Teknik
Informatika

Eksak

6 jam/minggu

bendahara,
dan editor

3008
5.

Ema Sri
Nurnanigsih /

Agrobisnis

11508040711

Perikanan

3008

Perakit alat
Eksak

6 jam/minggu

dan editor

15

16

Gambaran Teknologi yang Hendak Diterapkembangkan

Gambar 1. Rangkaian KLINTING (Kejut Listrik Anti Maling) saat ada


masukan dari RFID (Radio Frequency Identification), kunci kontak dan
sensor gas (kunci kontak dalam posisi hidup).

Gambar 2. Rangkaian KLINTING (Kejut Listrik Anti Maling) saat tidak


ada masukan dari RFID (Radio Frequency Identification).

Gambar 3. Rangkaian KLINTING (Kejut Listrik Anti Maling) saat tidak


ada masukan dari RFID (Radio Frequency Identification) dan kunci
kontak (dibobol).