Panduan PKR untuk Guru SD
Panduan PKR untuk Guru SD
3-1
1. Bacalah tujuan yang diharapkan dalam unit ini, kemudian bacalah dengan seksama
uraian materi tahap demi tahap.Garis bawahi hal-hal yang menurut Anda penting
dan akan dapat meningkatkan pemahaman Anda.
2. Catatlah hal-hal yang Anda anggap sulit dipahami, kemudian diskusikan dengan
teman sejawat dan kalau perlu mintalah pendapat tutor.
3. Kerjakan setiap latihan yang diberikan untuk meningkatkan pemahaman Anda
dalam mempelajari materi pada unit ini.
4. Baca pula rangkuman materi yang ada pada bagian unit ini, dengan membaca
rangkuman Anda akan dengan mudah mengingat kembali materi yang sudah Anda
pelajari pada bagian uraian.
5. Jangan lupa mengerjakan tes formatif yang ada di bagian akhir, dengan demikian
Anda akan mengukur kemampuan dan pemahaman Anda terhadap materi yang
disajikan.
23
Sub Unit1
Penataan Ruang Kelas
Pengantar
alah satu unsur dari pengelolaan kelas adalah penataan kelas. Penataan kelas
memerlukan perhatian dan perencanaan yang sungguh-sungguh dalam proses
pembelajaran. Dalam PKR penataan ruang kelas penting untuk dilakukan dengan
terencana untuk mendukung proses pembelajaran. Aktivitas murid dan mobilitas
belajar sangat tinggi. Dimana murid dalam PKR dituntut untuk belajar mandiri,
mengerjakan tugas, mengambil dan mengembalikan bahan belajar, menyimpan alat,
melakukan pengamatan baik secara individual maupun kelompok, semuanya
dilakukan secara terarah dan tidak diawasi guru secara terus menerus.
Karena murid harus melakukan kegiatan sendiri dalam kelas, maka muridmurid tersebut harus akrab dengan ruang kelasnya. Mereka harus merasa seperti ada
dalam rumahnya sendiri, proses belajar berjalan lancar karena murid telah mengenal
ruang kelas dengan baik, dimana mereka mengambil,mengembalikan, menyimpan
sesuatu yang berkaitan dengan bahan pembelajaran sudah dihafalnya.
Untuk mendukung kegiatan murid tersebut , maka ruangan kelas harus ditata
dengan sangat baik, agar tercipta suatu lingkungan yang kondusif agar para murid
dapat belajar dengan efektif. Bagaimana caranya agar kita dapat menciptakan
lingkungan yang kondusif dalam pembelajaran?
Saudara mahasiswa, marilah kita membayangkan keadaan ruang kelas yang
tiap hari kita hadapi. Di samping ada meja guru, bangku dan tempat duduk murid,
lemari atau rak buku, bagaimana keadaan kelas tersebut? Apa ada jendela, apa
cahaya dan sirkulasi udara cukup, dan apa saja yang ada di sekitar kelas atau yang
terpajang di dinding kelas. Penataan semua benda tersebut akan mempengaruhi
terhadap murid yang belajar dan juga proses pembelajaran.
Baiklah, untuk menciptakan ruang kelas yang dapat mendukung proses
pembelajaran, maka dalam sub unit ini akan dibahas tentang:
A. Penataan ruang
B. Pengaturan denah
C. Penataan pajangan
3-3
43
3-5
B. Pengaturan denah
Berdasarkan dari pengamatan selama ini, pengaturan denah kelas yang kita
jumpai adalah seperti yang terlihat pada gambar 3.1. Guru PKR nampaknya juga
masih mengatur denah seperti tersebut. Sebenarnya dalam PKR pengaturan semacam
ini kurang sesuai. Ini disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
1. Tidak luwes jika guru ingin beralih dari bentuk kegiatan klasikal menjadi
kegiatan kelompok kecil.
2. Sulit untuk melakukan beberapa bentuk kegiatan belajar yang bervariasi
dalam waktu yang bersamaan.
3. membatasi gerak Anda untuk melakukan supervise dan memberi umpan balik
secara individual.
PAPAN TULIS
GURU
63
Bandingkan dengan denah ruang kelas berikut ini. Gambar tersebut disajikan bukan
berarti Anda harus memilih salah satu, tetapi agar Anda dapat membandingkannya.
Dengan demikian Anda akan
mempunyai wawasan yang luas dan dapat
memutuskan denah mana yang paling sesuai dengan keperluan kelas dan murid.
RAK BUKU
Tempat
Kesenian
MEJA
RAK BUKU
BAHAN
MEJA
RAK BUKU
Sumber
k tT t
RAK BUKU
RAK BUKU
RAK
TIKAR
Sofa
RAK BUKU
Tempat Diskusi
MEJ
M j
Papan Tulis
Sumber Mengajar
RAK BUKU
Beberapa keuntungan dari denah pada gambar 3.2 dan gambar 3.3 untuk PKR antara
lain adalah:
1. Semua sumber belajar ada di ruangan, guru harus mengatur penggunaannya
secara bergilir. Pengaturan ini dengan cara membagi murid dalam bentuk
kegiatan belajar yang berbeda.
2. Supervisi mudah dilakukan, karena semua murid dan kegiatan belajar
berlangsung di dalam satu ruang. Guru dapat menentukan bentuk bantuan
atau umpan balik yang diperlukan oleh siswa atau kelompok.
3. Kegiatan belajar lebih bervariasi, sehingga membuka peluang untuk
menghasilkan iklim kelas yang positif.
3-7
Berikut ini kami diberikan beberapa contoh yang lebih sederhana dari denah
gambar 3.2 dan gambar 3.3, untuk mendorong Anda menciptakan denah kelas yang
cocok dalam kelas Anda.
BAHAN
MEJA
RAK BUKU
RAK
Sofa
TIKAR
Tempat
Kesenian dan
MEJA
RAK BUKU
RAK
BUKU
RAK BUKU
Penyekat Teat
! !
!
! !
!
! !
!
!
! !
!
! !
!
! !
!
!
! !
MEJA
Tempat Diskusi
MEJA
!
!
! !
RAK
Papan Tulis
83
KELAS III
GURU
KELAS VI
PAPAN TULIS
M
PAPAN TULIS
Pada gambar 3.4 adalah variasi sederhana dari gambar 3.1, karena denah tersebut
termasuk denah kelas yang tradisional. Dengan denah 3.4, Anda akan lebih mudah
mengajar seluruh kelas pada saat yang sama, atau mengajar dua kelompok kelas yang
terpisah. Semua murid menghadapi papan tulis, tetapi mereka dibagi ke dalam dua
kelompok menurut kelas.
Gambar 3.5 adalah contoh lain dari variasi penataan ruang kelas. Perhatikan
gambar berikut dengan baik.
3-9
M
M
!
M
GURU
KELAS V
PAPAN TULIS
!
KELAS IV
PAPAN TULIS
!
M
10 3
GURU
KELAS I
KELAS III
PAPAN TULIS
PAPAN TULIS
KELAS II
!
!
!
!
KELAS IV
SEKET
Pada denah gambar 3.6 tampak lebih informal. Bangku-bangku tidak diatur
secara berjejer. Disini Anda menciptakan peluang bagi murid untuk melakukan
interaksi sosial. Mereka duduk dalam kelompok kecil dan saling berhadapan. Peran
guru adalah mendorong mereka untuk berdiskusi dan bekerja sama untuk
menyelesaikan tugas sekolah.
Ruang kelas dibagi tiga denah. Kelas I mempunyai tempat tersendiri, papan
tulis dekat mereka, meja gurupun dekat dengan murid kelas I. Hal ini dimaksudkan
karena murid kelas I dianggap lebih banyak memerlukan bantuan dan pengawasan
dari guru. Perhatikan pula pembatas tersebut, pembatas bias berupa rak buku, lemari
atau tirai dari bambu, pembatas juga dapat dipakai memajang karya murid.
3 - 11
PAPAN TULIS
GURU
Perhatikan lagi satu contoh denah kelas seperti tampak pada gambar 3.7
berikut ini.
Guru yang menggunakan denah ini percaya bahwa murid yang lebih tua dapat
membantu dapat membantu murid yang lebih muda. Murid yang membantu disebut
tutor. Dalam contoh di atas murid kelas II selain duduk dekat dengan kelas II
lainnya, mereka juga duduk dekat dengan murid kelas V. Seorang murid kelas II
dapat berpaling kearah murid murid kelas V bila memerlukan bantuan, begitu juga
yang duduk dekat dengan kelas VI.
Beberapa contoh yang telah digambarkan diatas adalah dalam satu ruang
kelas. Apabila Anda melaksanakan PKR dua kelas atau lebih, maka pilihlah bentuk
ruang yang sesuai dengan kepantingan tersebut.
Ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhitungkan sebelum Anda
memutuskan denah kelas mana yang akan Anda ciptakan, yaitu:
12 3
Mengerjakan soal
Kerja berpasangan
Diskusi kelompok
C. Mengatur pajangan
Untuk menjadikan ruang kelas yang menarik dan membuat murid betah
dikelas salah satunya adalah memasang pajangan. Pajangan dapat berbentuk gambar,
grafik, hasil karya murid yang mengandung pesan kependidikan. Kelas yang tanpa
pajangan tampak kosong dan menimbulkan suasana yang seram dan menyedihkan.
Tetapi kelas yang penuh dengan pajangan dekorasi belum tentu mengandung kualitas
pesan pendidikan.
3 - 13
Guru yang sukses adalah guru yang selalu berusaha untuk menjadikan
lingkungan kelasnya menggairahkan dan membuat murid tenang di dalamnya. Saransaran yang dapat Anda pertimbangkan untuk dilaksanakan antara lain adalah:
- Manfaatkanlah tempat yang ada untuk pajangan.
- Ciptakan lingkungan kelas yang menarik, semua murid merasa seolah-olah
kelas itu miliknya.
- Pekerjaan murid diamati sungguh-sungguh, sehingga ada kesan Anda
menghargai upaya mereka.
- Bila ada teman guru yang lebih ahli dalam menata pajangan, mintalah
petunjuk.
- Libatkan murid-murid dalam memilih benda-benda yang akan dipajang.
- Diskusi kelas untuk menentukan mana benda yang lebih menarik untuk
dipajang perlu dilakukan.
- Jagalah keseimbangan karya yang dipajang antara yang dihasilkan murid
yang pintar dan kurang pintar, murid kelas rendah dan kelas tinggi.
- Murid akan merasa bangga bila melihat namanya tertera pada karya yang
dipajangkan.
- Hindarilah memajang karya murid dalam waktu yang terlalu lama. Lakukan
perubahan dan pergantian secara teratur.
- Gunakan bahan pajangan dari bahan lokal, sehingga dapat menghemat biaya.
Anda dapat menggunakan papan sebagai tempat untuk menempelkan
pajangan baik yang dibuat oleh murid atau oleh guru. Papan pajangan tersebut
hendaknya berfungsi sebagai alat pengajaran yaitu untuk :
1) memberi informasi
2) memamerkan karya murid
3) menampilkan soal atau teka-teki
4) mendorong murid untuk bekerja sama
Latihan
Agar Anda lebih memahami materi sub unit 1 di atas, kerjakanlah soal-soal
berikut ini sebagai latihan.
1. Sebutkan hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam penataan ruang kelas.
2. Berilah penjelasan mengapa dalam PKR, guru harus mengatur denah yang sesuai
dengan bentuk kegiatan belajar?
3. Mengapa hasil karya murid perlu dipajang di ruang kelas? Dan apa saja yang perlu
dipertimbangkan dalam memajang hasil karya tersebut.
14 3
RANGKUMAN
1. Pengelolaan kelas dalam arti fisik meliputi tiga unsur yaitu penataan
ruang kelas, pengaturan denah, dan pengaturan pajangan. Penataan
ruang kelas sangat penting karena iklim pembelajaran dapat
dipengaruhi oleh keadaan fisik ruang. Penataan ruang kelas diciptakan
secara kondusif agar murid merasa betah belajar di kelas. Di samping
itu, ruang kelas yang tertata baik dapat menciptakan semangat belajar.
2. Kemampuan untuk mengelola kelas sangat penting bagi guru, terutama
guru PKR karena yang dihadapi adalah murid dari berbagai umur,
kemampuan, dan minat yang berbeda. Meskipun guru telah menguasai
materi dengan baik, dan bagusnya persiapan mengajar yang disusunnya,
kemungkinan besar ia akan menghadapi masalah pada saat proses
pembelajaran berlangsung, karena ia tidak mampu mengelola
lingkungan kelasnya.
3. Inti dari pengelolaan kelas terutama terletak pada:
1) Kemampuan guru menata denah ruang kelas antara lain yang
berhubungan dengan meja, papan tulis, sumber belajar, tempat
penyimpanan bahan dan alat, dan pajangan kelas.
2) Memanfaatkan hasil karya murid untuk dipajangkan, dan ini akan
meningkatkan karsa, dan karya murid.
3 - 15
Tes Formatif 1
Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D pada jawaban yang
menurut pendapat Anda paling tepat.
1. Dalam pengelolaan kelas aspek yang paling penting adalah..
A. Menyiapkan Satua Pelajaran
B. Pembentukan Dewan Sekolah
C. Pemilihan Ketua kelas
D. Menyusun aturan dan penataan ruang kelas
2. Berikut ini adalah kegiatan guru dalam pengelolaan kelas, kecuali
A. Mengunjungi orang tua murid
B. Menata ruang untuk memajang karya karya murid
C. Memilih bangku dan kursi yang cocok untuk murid-murid
D. Memikirkan bagaimana menempatkan meja guru yang cocok
3. Kegunaan dari sudut IPA yang paling tepat adalah..
A. Untuk melakukan kegiatan belajar IPA dengan alat yang tersedia
B. Untuk menempatkan koleksi benda yang dikumpulkan dari alam
C. Untuk tempat membaca bagi murid
D. Untuk tempat diskusi bagi bagi guru-guru yang akan mengajar IPA
4. Kelemahan yang palingmenonjol dari pengaturan denah kelas yang tradisional
adalah..
A. Meningkatkan jumlah waktu bergilir yang terbuang
B. Beban guru menjadi bertambah untuk menyiapkan pelajaran
C. Sulit untuk memberikan umpan balik secara perorangan
D. Mengurangi minat murid untuk bekerja sama
5. Dalam memilih Bentuk Kegiatan Belajar (BKB), pertimbangan terpenting
adalah.
A. Menyediakan bahan belajar yang cukup untuk setiap murid
B. Menyediakan waktu yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan
C. Memilih BKB yang sesuai dengan kemauan guru
D. Tidak menempatkan BKB individual dan kelompok saling berdekatan
6. Tujuan yang kurang begitu penting dengan adanya papan pajangan adalah
A. Melengkapi alat peraga yang akan dipakai oleh guru
B. Memupuk kerja sama anak melalui cipta dan karya
C. Meramaikan suasana dalam kelas
D. Memamerkan karya murid yang terbaik dalam kelas tersebut
7. Faktor yang paling penting akan perlunya PKR adalah
A. jumlah guru di daerah terpencil
16 3
3 - 17
Sub unit 2
Pengelolaan Murid
Pengantar
ada sub unit 1 Anda telah mempelajaran mengenai pengelolaan kelas. Tentu
Anda sudah memahami bagaimana menata ruang kelas yang menarik,
menyenangkan, membuat murid betah belajar, dan mendukung proses pembelajaran.
Pada sub unit 2 ini marilah kita mempelajari tentang pengelolaanmurid, yang
mencakup dua hal yaitu kelompok belajar dan tutor. Semua materi tersebut berkaitan
berkaitan dengan penataan aktivitas murid untuk memperlancar dan mengefektifkan
pembelajaran.
Ruang kelas bukan hanya sebagai tempat untuk mengajar guru dan murid
duduk dengan tenang untuk mendengarkan pelajaran guru. Kelas adalah tempat
kegiatan pembelajaran, dimana proses interaksi dan belajar murid berlangsung. Oleh
karena itu keserasian perpaduan pengelolaan kelas dan pengelolaan murid akan
sangat mendukung terciptanya kelas yang berinteraksi pada kegiatan pembelajaran.
Bila guru tidak memperhatikan salah satu diantara keduanya, maka kegiatan
pembelajaran yang diharapkan tidak akan terjadi dengan efektif.
Baiklah saudara mahasiswa, marilah kita membahas tentang pengelolaan
murid dalam uraian materi berikut ini.
A. Kelompok Belajar
Berdasarkan pengamatan kami di beberapa Sekolah Dasar, ternyata ada
sebagian SD telah membentuk kelompok belajar dan kegiatan murid yang dilakukan
dalam kelompok. Kegiatan tersebut merupakan modal dasar yang dapat
dikembangkan kearah yang lebih maju agar kelompok belajar benar-benar menjadi
forum belajar bagi murid, dan merupakan tempat mengembangkan kerjasama dan
saling membantu antara sesama murid.
Masih ingatkah Anda pada materi pada unit 1 yang lalu? Pada unit tersebut
dibahas tentang prinsip-prinsip PKR, salah satu prinsip adalah keaktifan murid untuk
belajar mandiri. Prinsip belajar mandiri dalam PKR merupakan dasar dari seluruh
aktivitas belajar. Apabila prinsip tersebut tidak dilaksanakan, maka PKR pun tidak
terlaksana sebagaimana yang diharapkan.
18 3
Kelompok belajar merupakan salah satu forum atau tempat untuk melakukan
belajar mandiri, karena dalam kelompok belajar murid dapat berlatih dan bekerja
bersama, saling membantu dalam belajar dan saling mendorong atau memberi
semangat dalam belajar. Kelompok belajar menjadi sangat penting karena tidak
selamanya dapat bersama murid-murid di satu kelas. Guru kadang-kadang harus
pergi ke kelas lain untuk membelajarkan kelas tersebut. Pada saat itulah kelompok
belajar menjadi sangat penting.
Kelompok belajar adalah sekumpulan murid yang terdiri dari beberapa orang
(5-6 orang) yang diorganisasiakn untuk mencapai tujuan belajar secara bersama dan
dalam waktu yang telah ditetapkan (dimodifikasi dari J. Snyder, 1986 : 211).
Bagaimana dengan sekolah Anda, apakah sudah ada kelompok belajar? Bagus
kembangkan lagi kegiatannya. Atau belum? Segeralah membentuk kelompok belajar
dulu dan perhatikan ketentuan-ketentuan yang ada pada materi berikut ini.
Dalam pembentukan kelompok belajar harus dipertimbangkan baik-baik, agar
guru dapat menggerakkan kelompok belajar menjadi kelompok yang aktif
belajar(KAB). Bagaimanakah cara membentuk kelompok belajar itu? Dan
bagaimana pula cara merencanakan kegiatan kelompok belajar agar kelompok
tersebut dapat memanfaatkan alat/bahan, dan sumber yang tersedia? Baiklah marilah
kita lanjutkan membahas materi berikut.
3 - 19
adalah bagi murid dari kelompok cepat, mereka tidak terhambat oleh murid yang
lambat. Sedangkan bagi murid dari kelompok lambat tidak akan merasa terseret oleh
murid yang lebih cepat. Pembentukan kelompok belajar seperti ini cocok dilakukan
di tiap kelas yang dirangkap, misalnya di kelas 5 dibentuk kelompok seperti ini,
begitu pula di kelas 6.
Contoh:
Di SDN I Abepura, Bu Nurul mengajar merangkap kelas III dan kelas IV. Untuk
mengkondisikan agar murid-murid dapat belajar mandiri, maka dibentuklah
kelompok belajar.Di kelas III murid dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu
A: terdiri dari anak yang pintar, B: terdiri dari anak yang berkemampuan sedang,
dan C: terdiri dari anak yang berkemampuan kurang. Begitu pula halnya yang
dilakukan di kelas IV, Bu Nurul juga mengelompokkan murid dengan cara yang
sama.
2. Kelompok berdasarkan kemampuan yang berbeda.
Dalam kelompok belajar seperti ini, murid-murid terdiri dari anak yang
kemampuannya berbeda satu sama lain. Kelompok seperti ini cocok untuk kegiatan
bersama misalnya pengamatan, kunjungan wisata, olah raga, kesenian dan
sebagainya, dimana guru dan tutor bekerja bersama-sama dengan murid-murid untuk
memberikan pengarahan dan membantu bila diperlukan.
Keuntungan dari kelompok seperti ini adalah, bagi murid yang
kemampuannya kurang dapat melaksanakan tugas bersama. Di samping itu murid
yang pandai dapat membimbing murid yang kurang dan mereka ini akan lebih
berkembang. Kelompok seperti ini cocok dilakukan dalam satu kelas atau gabungan
dari kelas misalnya terdiri dari kelas VI saja atau dari kelas VI dan kelas V.
Contoh.
Bu Ida mengajar di kelas VI, ada tugas yang harus diselesaikan murid secara
kelompok. Bu Ida membagi kelas menjadi tiga kelompok, setiap kelompok terdiri
dari murid yang kemampuannya berbeda yaitu pintar, sedang dan kurang.
Pembagian dilakukan secara seimbang. Cara lain misalnya Bu Ida mengajar
merangkap kelas V dan kelas VI, maka kelompok yang dibentuk terdiri dari
campuran murid kelas V dan kelas VI dengan pembagian berdasarkan
kemampuan yang berbeda serara merata dan seimbang.
20 3
3. Pengelompokan Sosial
Jenis kelompok ini didasarkan pada kecocokan antara murid-murid.
Kelompok ini mencerminkan keharmonisan dalam lingkungan belajar. Kelompok
seperti ini bermanfaat untuk meningkatkan keyakinan pada diri murid yang lemah.
Mereka tidak akan ragu atau segan untuk mengeluarkan pendapatnya, karena teman
sekelompoknya adalah teman akrabnya.
Kelompok seperti ini dibentuk berdasarkan pilihan dan kesukaan muridmurid untuk memilih teman kelompoknya. Pengelompokan ini cocok untuk
kelompok dalam kelas, maupun kelompok dalam kelas gabungan. Misalnya dalam
mata pelajaran PKK, olah raga, dan kesenian.
Contoh
Pak Ari mengajar merangkap kelas III dan kelas IV. Mata pelajaran yang
diajarkan Pak Ari baik di kelas III maupun di kelas IV sama yaitu IPS dengan
pokok materi Pemerintahan Desa. Murid dari kedua kelas tersebut digabung
menjadi satu, kemudian dibentuk menjadi beberapa kelompok yang setiap
kelompoknya terdiri dari campuran murid kelas III dan kelas IV. Kelompok ini
dibentuk atas pilihan murid sendiri berdasarkan kesenangannya. Setiap kelompok
dipimpin oleh seorang murid tutor.
3 - 21
22 3
Keberhasilan dari belajar bersama ini terletak pada kejelasan, murid harus
memahami apa yang harus mereka kerjakan, dan kapan murid dapat giliran untuk
memperoleh bantuan apabila ada masalah. Kejelasan dapat diperoleh melalui
perencanaan yang mantap dan melatih peran dan cara kerja sama lebih dulu.
3 - 23
c. Murid memperperhatikan dan dapat menangkap gagasan atau pendapat orang lain.
d. Menanyakan pada murit lainnya apakah mempunyai gagasan.
e. Berikan alasan untuk setiap gagasan , dan diskusikan bila ada gagasan yang
berbeda.
f. Mendorong murid murit untuk bertanya.
24 3
3 - 25
Contoh LKM tersebut diatas adalah contoh yang ideal, Anda dapat
mengembangkannya lebih sederhana, tetapi tidak kehilangan perannya sebagai
panduan dan penuntun belajar.
Kegiatan belajar dengan menggunakan LKM, sangat mengaktifkan muridmurid untuk belajar. Kelompok belajar sangat berperan sekali untuk kegiatan seperti
ini, misalnya pengamatan seperti diatas bisa dilakukan secara bersama-sama, ada
yang berperan sebagai pengamat, pencatat, mengatur alat dan bahan, dan sebagainya.
Berikut ini contoh penggunaan LKM:
a. Percobaan perkembangan biji kacang(IPA)
b. Pengamatan tentang cirri-ciri binatang serangga(IPA)
c. Pengukuran berbagai lingkaran atau segi empat untuk membuktikan rumus
(matematika).
d. Simulasi tentang musyawarah dan mufakat (PMP, IPS)
e. Pengamatan tentang keteraturan berlalu lintas(PMP)
f. Mengamati cara murid dalam mematuhi tata tertib sekolah, dalam berbaris,
membuang sampah, dan sebagainya(IPS)
g. Mengamati cara menggunakan bahasa Indonesi di sekolah (bahasa)
LKM mempunyai peran untuk mengaktifkan murid dalam belajar, di sini
tutor dapat mengambil peran lebih banyak sebagai orang yang membantu murid
belajar. LKM juga dapat berperan untuk membuat siswa belajar mandiri, sehingga
guru PKR tidak memperoleh kesulitan lagi dalam membelajarkan murid di dua kelas
atau lebih, karena murid dapat belajar secara mandiri.
26 3
3 - 27
28 3
3 - 29
murid dalam belajar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika penjaga sekolah
dimanfaatkan senagai tutor. Guru harus dapat menganalisis.
a. Memilih materi yang ringan-ringan saja.
b. Materi yang sifatnya mengulang pelajaran.
c. Membacakan materi bacaan untuk murid yang belum lancer membaca.
d. Membantu guru mengawasi murid ketika mengerjakan tugas.
e. Membantu murid yang belum mampu dalam mengerjakan tugas.
f. Mengawasi ketika sedang ulangan harian
g. Membimbing kegiatan ekstra kurikuler.
Latihan
Baiklah, setelah Anda memahami materi pada sub unit 2 ini, maka kerjakan
latihan berikut ini:
Apabila Anda harus mengajar di kelas II dan kelas IV secara bersamaan,
dan masing-masing kelas muridnya berjumlah 4(untuk kelas II) dan 6(untuk kelas
IV). Keadaan seperti itu menguntungkan Anda apabila Anda mampu memanfaatkan
konsep atau teori yang telah diuraikan di muka. Apa yang harus Anda lakukan agar
pelajaran berjalan lancer? Semua murid baik kelas II maupun kelas IV dapat
menyelesaikan tugas? Metode pembelajaran yang bagaimana yang cocok untuk ini?
Jenis tutorial mana yang paling cocok untuk keadaan seperti itu?
30 3
RANGKUMAN
1. Belajar mandiri adalah suatu kondisi dimana seseorang mengambil
inisiatif dengan atau tanpa bantuan orang lain, baik dalammendiagnosis
kebutuhan belajar, menemukan sumber belajar, memilih dan
melaksanakan strategi yang cocok, serta mengevaluasi hasil belajarnya
sendiri. Belajar mandiri adalah belajar yang sepenuhnya atau sebagian
besar dibawah kendali murid sendiri.
2. Untuk menunjang belajar mandiri, perlu adanya suatu iklim yang
mendorong murid dan guru memanfaatkan sumber belajar. Iklim tersebut
adalah menyediakan sumber belajar, menciptakan lingkungan belajar,
dan membentuk kelompok belajar. Apabila iklim itu sudah terbentuk,
maka tugas guru adalah memanfaatkan secara maksimal iklim tersebut
bagi kepentingan belajar murid.
3. Iklim yang dimaksud adalah seperti berikut ini:
a. Menyediakan sumber belajar, misalnya herbarium, insektarium, koleksi
biji-bijian, barang bekas, uang bekas, dan sebagainya.
b. Menyediakan dan membuat sumber dan alat pelajaran, misalnya
membuat kebun sekolah, kolam sekolah, peternakan sekolah, dan
membuat alat peraga.
c. Membuat kelompok belajar murid yang bertujuan untuk mengaktifkan
murid dalam belajar melalui kerja sama dalam kelompok.
d. Memanfaatkan tutor dalam pembelajaran.
4. Salah satu cara agar murid dapat belajar mandiri, dapat dilakukan
dengan menggunakan Lembar Kerja Murid (LKM). LKM merupakan
panduan bagi murid untuk melakukan pengamatan, percobaan,
Pembelajaran Kelas Rangkap
3 - 31
32 3
Tes Formatif 2
Berilah tanda silang (x) pada huruf A, B, C atau D di depan jawaban yang menurut
pendapat anda paling tepat!
1.Perangkapan kelas yang dilakukan dengan cara mengajar bergilir
menyebabkan..
A. Meningkatkan efisiensi karena dapat mengajar 2 kelas sekaligus
B. Menurunnya efisiensi dan efektifitas belajar
C. Meringankan kerja guru
D. Merepotkan kerja guru
2. Pemanfaatan tutor murid (tutor kakak dan tutor sebaya) dalam PKR adalah..
A. Kurang tepat karena tingkat pengetahuan mereka sama
B. Bertentangan dengan kodrat karena murid itu harus diajari
C. Membantu meningkatkan prestasi belajar murid
D. Untuk menggantikan guru mengajar
3. Tutor murid dipilih dari murid yang mempunyai ciri berikut..
A. Paling besar
B. Paling tua
C. Paling pintar
D. Paling dekat dengan guru
4. Pemanfaatan tutor di SD memungkinkan berdasarkan berbagai alasan, kecuali.
A. Secara alami anak-anak memerlukan bantuan
B. Bahas anak mudah dipahami oleh murid
C. Memanfaatkan murid yang padai
D. Meringankan krja guru
5. Tutor dapat dimanfaatkan pada
A. Saat guru ada kepentingan di luar sekolah
B. Saat belajar
C. Pada saat diskusi kelompok saja
D. Untuk mengawasi ulangan
6. Selama ini tutor di anggap kurang efektif dengan alasan, kecuali..
A. Pelajaran dia sebagai tutor tertanggu
B. Pelajaran yang diperoleh tutor berbeda dengan yang harus ditutorkan
C. Sulit melatih tutor
D. Murid sebaiknya hanya menerima pelajaran
7. Menurut teori mastery learning tentang murid yang dikemukakan Bloom adalah
A. Murid terdiri dari murid pintar dan murid bodoh
B. Murid cepat dan murid lambat
3 - 33
34 3
Sub Unit 3
Disiplin Kelas
Pengantar
isiplin kelas yang dimaksud dalam sub unit 3 ini, bukan suatu disiplin yang
kaku, dimana murid duduk dengan tenang, diam dan yang terdengar hanya
suara guru. Dalam PKR, disiplin kelas bukan seperti itu. Murid tetap dituntut aktif
belajar sehingga suasana kelas menjadi hidup dan hangat. Suasana kelas seperti ini
akan terkesan gaduh, tetapi tetap terarah sehingga tercapai tujuan belajar yang
efektif. Hal ini bukan berarti guru mengabaikan aturan-aturan untuk menjaga
kedisiplinan yang berkaitan dengan ketertiban sekolah.
Disiplin kelas yang dimaksud disini adalah guru menciptakan aturan dan
kegiatan agar murid terikat oleh kegiatan belajar sehingga mereka tidak sempat lagi
melakukan kegiatan-kegiatan yang mengganggu ketertiban dan disiplin kelas. Aturan
dan kegiatan tersebut dinamakan Aturan Kegiatan Kelas (ARK) dan Kegiatan
Siap (KS). Untuk jelasnya marilah ikuti uraian materi berikut ini.
3 - 35
Selain itu, ARK ini dapat dipersiapkan untuk kegiatan baik pagi hari sebelum
kelas dimulai, pada saat pembelajaran sedang berlangsung atau pada saat selesai
kegiatan kelas pada siang hari. Ini sangat penting bagi Anda, dan Anda harus sudah
mempunyai rencana yang jelas untuk kegiatan hari itu sebelum murid-murid datang
di sekolah.
Bagaimana Anda harus mempersiapkan ARK untuk diri sendiri?
Sebagai guru PKR Anda harus mempunyai ARK bagi diri sendiri. Untuk ini
Anda perlu melihat jadwal dan persiapan mengajar yang sudah dipersiapkan.
Berdasarkan hal itu, Anda harus mempersiapkan ARK untuk kegiatan-kegiatan yang
cocok dilaksanakan pada pagi hari sebelum kelas dimulai, pada saat kosong , atau
untuk megisi kegiatan menjelang siang.
Berikut ini contoh ARK bagi guru
a. Papan tulis
Papan tulis harus sudah dibersihkan sebelum pelajaran dimulai. Anda sudah
membuat tugas-tugas sebelum kelas dimulai. Kalau Anda mengajar merangkap
dua kelas dalam satu ruangan, maka papan tulis dibagi dua, dan tugas untuk kedua
kelas tersebut sudah tersedia di papan tulis. Sehingga pada saat mulai masuk kelas,
mereka sudah siap untuk mengerjakan tugas.
Kelompok A
Kelompok B
Kelompok C
1. Sendi
2. Nardi
Tugas:
Tugas:
Tugas:
Tugas:
kota Mengenali gambar Membagikan
Membaca buku Mencari
buku latihan
penghasil
emas
hal 10 s/d 20
peta
b. Alat tulis
Memeriksa persediaan kapur tulis, penggaris dan penghapus sehingga pada
saatnya Anda tidak sibuk untuk mencari-cari kapur tulis.
c. Sumber bahan
Semua sumber bahan, alat peraga, dan alat pelajaran sudah disiapkan sehingga
pada saatnya Anda tidak repot mencarinya.
d. Tutor
Sudahkah Anda mempersiapkan tutor untuk membantu murid lain yang
memerlukan bantuan. Tutor harus sudah mengetahui tugas mereka kapan saja
diperlukan. Oleh karena itu Anda sebagai guru harus sudah mempersiapkannya
dengan baik.
36 3
ARK yang efektif adalah yang memungkinkan murid untuk dapat memulai
kegiatannya secara cepat dan terarah. Murid sudah mengetahui apa yang harus
mereka lakukan dan kerjakan, tugas Anda selanjutnya untuk memotivasi belajar
murid.
3 - 37
Namun demikian, pembelajaran secara klasikal ini tetap penting dalam PKR
karena dapat digunakan sebagai kunci dalam melaksanakan PKR. Pembelajaran
klasikal dalam PKR dapat digunakan antara lain dalam hal seperti berikut:
pengajaran percakapan, pengajaran bercerita, pelajaran olah raga, pelajaran kesenian,
studi lingkungan dan presentasi kelas.
Dalam pembelajaran tersebut, pembelajaran klasikal tetap bermanfaat karena
disini diperlukan kebersamaan antara murid dalam bekerja. Dalam suasana ini tidak
diperlukan persaingan dalam belajar, namun diperlukan tukar pendapat, dan
pengalaman sehingga dapat memperkaya pengetahuan mereka. Yang penting bagi
Anda, gunakan setiap jenis pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan topiknya.
b. Pembelajaran individual
Dalam pembelajaran ini guru bekerja dengan murid secara individual. Untuk
ini Anda harus sudah mengetahui murid mana yang memerlukan bantuan. Pengertian
memberi bantuan bukan hanya bagi murid yang mendapat kesulitan dalam belajar,
tetapi berlaku juga bagi murid yang maju, yang dapat menyelesaikan pekerjaannya
lebih cepat dari yang lain. Murid ini memerlukan bantuan, berupa perhatian Anda
apakah diberi pekerjaan lain, atau diminta untuk membantu temannya.
Dalam suasana pembelajaran seperti ini, persaingan sangat besar antara
sesame murid. Menjadi catatan bagi Anda bahwa pada pembelajaran individual ini
Anda tidak harus membantu satu per satu, tetapi hanya diberikan pada yang
membutuhkan saja agar Anda tidak repot dan menghabiskan waktu.
c. Pembelajaran dalam kelompok
Dalam sub unit 2 Anda telah mempelajari cara membentuk Kelompok
Belajar(KB), dan KB dibentuk untuk kepentingan pembelajaran. Pembelajaran KB
merupakan salah satu pendekatan untuk mencapai tujuan PKR. Dengan adanya KB,
Anda harus membuat persiapan pembelajaran dan tugas-tugas yang berbeda satu
sama lain, sesuai dengan tujuan pembelajaran. Namun Anda tidak dituntut untuk
melaksanakan pembelajaran dalam kelompok ini setiap saat. Pilihlah topic-topik
yang dapat dilakukan melalui kegiatan kelompok.
Berikut ini adalah cara-cara pembelajaran dalam KB.
1. Kelompok belajar campuran
Kelompok ini terdiri dari murid dari berbagai kemampuan dan keterampilan.
Kelompok ini akan berhasil pada pengajaran proyek, dimana guru menyertakan
murid dalam kegiatan yang berkaitan dengan berbagai subyek. Misalnya ditentukan
topik tentang kependudukan. Topik ii dapat ditinjau dari berbagai mata pelajaran
baik IPS, PPKN, IPA, maupun Bahasa Indonesia. Dalam hal ini, setiap murid akan
memberi sumbangan pikiran sesuai dengan kemampuan masing-masing.
38 3
Jadi murid yang lemah tetap mempunyai kekuatan dalam hal tertentu,
temukan kekuatan itu danterus dibina dan dikembangkan. Kelompok ini sebaiknya
terdiri dari 4-5 orang murid saja agar setiap murid memperoleh kesempatan
mengeluarkan pendapat. Oleh karena itu kembanglah diskusi ini dari mulai yang
ringan.
Dalam rangka pengisian KS, Anda harus memiliki berbagai macam
permasalahan sebagai bahan KS yang dapat digunakan setiap saat. Masalah tersebut
dapat dibuat dalam setiap mata pelajaran, antara lain sebagai berikut:
a. Bahasa Indonesia: Untuk mengetahui penguasaan kosakata, misalnya mengenal
benda-benda yang ada di warung.
b. IPA: Mengapa pada saat tertentu pohon jati gugur, mengapa pohon lain daunnya
dimakan ulat.
c. IPS: Mengapa kakek baru menanam rambutan? Kapan ia akan merasakan
buahnya?
d. PPKN: Ada dua anak berkelai merebutkan mainan, tiba-tiba salah satu bapak dari
anak tersebut memukul lawan anaknya. Benarkah tindakan ayah anak itu?
Bentuk KS ini berupa permasalahan yang dapat Anda kembangkan sendiri,
tergantung dari kreativitas Anda. Begitu juga yang digunakan untuk kegiatan
pembelajaran klasikal. Anda dapat membuat permasalahan yang diajukan kepada
murid. Hal ini sangat baik untuk melatih kemampuan murid, antara lain keberanian,
daya pikir, cara mengeluarkan pendapat, dan menangkap pendapat orang lain.
2. Kelompok sama kemampuan.
Pengelompokan ini dapat berupa kelompok murid yang pintar, sedang dan
yang lambat. Keuntungan dari kelompok seperti ini adalah murid dapat bekerja sama
dengan murid yang tingkat kemampuannya sama. Mereka dapat berbagi kesempatan
menggunakan bahan belajar yang sama dan diberikan tugas yang sama.
Oleh karena itu guru harus membuat persiapan yang berbeda untuk
kelompok-kelompok murid yang kemampuannya rendah, sedang dan tinggi.
Kegiatan pembelajaran untuk kelompok sama kemampuan ini adalah simulasi,
pengamatan dan percobaan. Dengan demikian murid akan bekerja dengan baik
karena mereka bekerja dengan kemampuan dan kecepatan yang sama untuk setiap
kelompoknya.
Pembelajaran kelompok seperti ini mungkin lebih mudah bagi Anda, karena
Anda menghadapi murid yang kemampuannya sama untuk setiap kelompok.
Diharapkan dalam diskusi akan lebih lancar. Untuk ini Anda dapat mengajukan
3 - 39
persoalan kepada setiap kelompok murid. Persoalan ini bisa berbeda tetapi bisa sama
antara kelompok satu dengan yang lainnya.
3. Kelompok Sosial
Kelompok ini tidak berbeda dengan kelompok campuran seperti diuraikan
sebelumnya. Kelompok ini baik untuk membina keyakinan diri bagi murid yang
lemah, karena kelompok ini dibentuk berdasarkan keinginan murid sendiri, maka
bagi anak yang mempunyai masalah, misalnya pemalu, dan pendiam akan dapat
bercampur dengan baik bersama temannya. Keberadaan temannya menjadi
pendorong bagi dia untuk aktif berperan serta dalam berbagai kegiatan.
Kegiatan pembelajaran yang cocok untuk kelompok ini adalah pengamatan,
percobaan dan simulasi. Selain itu mereka juga dapat diberikan kegiatan permainan.
Nah, dengan demikian Anda sekarang mengetahui bahea apabila murid pada saat jam
pelajaran diikat oleh kegiatan pembelajaran yang menarik, apakah ada kesempatan
bagi murid untuk melakukan kegiatan yang melanggar disiplin kelas? Tentu Anda
setuju, bahwa disiplin dapat ditegakkan dalam suatu kelas yang kegiatan
pembelajarannya terarah.
Latihan
Kerjakan latihan berikur ini untuk mengetahui apakah Anda sudah memahami materi
pada sub unit ini.
Sebelum waktu pulang murid Anda sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat.
Buatlah kegiatan dalam bentuk permainan, yang dapat Anda berikan untuk kelas
tersebut. Coba terapkan pada murid Anda. Bila menemui kesulitan diskusikan
dengan tutor Anda! Untuk mengerjakan tugas tersebut dengan baik berpedomanlah
pasa aspek berikut ini:
- tentukan nama permainan
- tujuan apa yang akan dicapai
- kegiatan apa yang dilakukan
RANGKUMAN
Agar kegiatan pembelajaarn dalam kelas berjalan efektif dan efisien,
perlu diciptakan berbagai kegiatan yang dapat mengisi kekosongan belajar,
misalnya sebelum pelajaran dimulai, ketika kegiatan sedang berlangsung akan
tetapi ada murid yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, atau pada saat
sebelum kegiatan berakhir.
Aturan Rutin Kelas(ARK) dan Kegiatan Siap(KS) merupakan kegiatan
yang dapat diciptakan seorang guru PKR untuk mengatasi kesulitan seperti di
40 3
Tes Formatif 3
Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, dan D di depan jawaban yang
menurut pendapat Anda paling tepat.
1. Manfaat dari Aturan Rutin Kelas (ARK) adalah..
A. mengisi kegiatan pada waktu luang
B. menggantikan guru yang tidak hadir
C. memberi tugas tambahan pada murid
D. meningkatkan disiplin murid
2. Berikut ini termasuk kegiatan ARK, kecuali.
A. menyiapkan sumber belajar
B. memberikan tugas untuk setiap kelas PKR
C. menyiapkan alat pelajaran dan alat peraga
D. memberikan PR pada murid
3 - 41
42 3
X 100%
10
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai adalah:
90% - 100% = baik sekali
80% - 89%
= baik
70% - 79%
= sedang
< 70% = kurang
Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas, maka Anda dapat
melanjutkan dengan unit berikutnya . Tetapi Anda tak perlu berkecil hati apabila
tingkat penguasaanAnda masih di bawah 80%, ulangilah membaca materi sub unit
3, terutama pada bagian yang Anda belum kuasai.
3 - 43
Tes Formatif 2
1. B Perangkapan kelas secara bergilir menyebabkan pemborosan waktu
2. C Tutor murid dapat meningkatkan prestasi belajar tutor maupun yang ditutori.
3. C Tutor murid harus murid yang pintar
4. D Pemanfaatan tutor murid bukan untuk meringankan kerja guru
5. B Tutor berguna untuk membantu belajar
6. D Murid bukan hanya obyek, tetapi subyek yang harus aktif
7. B Tidak ada murid yang bodoh atau pintar, tetapi murid yang cepat dan lambat.
8. A Belajar mandiri terletak pada inisiatif dan disiplin pada murid
9. A Kelompok belajar adalah forum untuk saling membantu
10. D Dibentuknya kelompok belajar tergantung pada kebutuhan
Tes Formatif 3
1. A Peran ARK adalah mengisi waktu luang.
2. D Memberikan PR sudah termasuk ARK
3. A KS berperan untuk mengisi waktu luang pada saat proses pembelajaran
4. D LKM bukan untuk tes
5. A KS tidak mungkin diberikan secara klasikal.
6. B Pembelajaran klasikal menjadi kunci bagi penerapan PKR
7. A Berdasarkan SP dan jadwal guru lain dapat memberikan KS
8. A ARK selama ini sudah dilaksanakan guru
9. D ARK adalah dipersiapkan oleh guru, bukan oleh nurid
10 B ARK harus berkaitan dan menunjang pelajaran.
44 3
Daftar Pustaka
Aria Djalil, dkk. (2005) Pembelajaran Kelas Rangkap, Jakarta : Pusat Penerbitan
Universitas Terbuka.
Collingwood, Ian. (1991). Multiclass Teaching in Primary Schools, Unesco.
Delamont, Sara. (1983). Interaction in The Classroom (Second Ed.), London
Knowles, Malcom. (1975). Self Directed Learning, Cambridge,
Miller, Bruce A. (1989). The Multigrade Classroom: A Resource Handbook for
Small, Rural school, Nortwest Regional Laboratory, Oregon.
Moyles, JR. (1992), Organizing for learning in the primary classroom, Open
University Press, Philadelphia.
3 - 45