Anda di halaman 1dari 5

AUDIT SIKLUS

PENGGAJIAN DAN
PERSONALIA
TUGAS RANGKUMAN MATERI KULIAH

PENGAUDITAN II

Okky Nugroho (F1314155)


JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2015

Siklus penggajian dan personalia (payroll and personnel cycle) melibatkan pekerjaan
dan pembayaran kepada semua karyawan. Tenaga kerja adalah pertimbangan yang penting
dalam penilaian persediaan perusahaan manufaktur, perusahaan konstruksi, dan industry
lainnya. Penilaian dan pengalokasian tenaga kerja yang tidak tepat dapat menimbulkan
salah saji laba bersih yang material.
Perbedaan utama antara siklus penggajian dan personalia serta siklus lainnya
meliputi:

Hanya ada satu siklus transaksi untuk penggajian.


Transaksi pada umumnya jauh lebih signifikan ketimbang akun neraca terkait.
Pengendalian internal terhadap penggajian sudah efektif bagi hampir semua
perusahaan, bahkan perusahaan kecil sekalipun.

A. Akun dan Transaksi dalam Siklus Penggajian dan Personalia


Tujuan keseluruhan dari audit siklus penggajian dan personalia adalah untuk
mengevaluasi apakah saldo akun yang terpengaruh oleh siklus tersebut telah dinyatakan
secara wajar sesuai degan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum.
Dalam sebagian besar sistem, akun gaji dan upah akrual hanya digunakan pada
akhir periode akuntansi. Selama periode berjalan, beban baru akan dicatat apabila
karyawan telah benar-benar dibayar dan bukan ketika biaya tenaga kerja terjadi. Akrual
untuk tenaga kerja dicatat dengan ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode bagi setiap
biaya tenaga kerja yang dihasilkan tetapi belum dibayar.

B. Fungsi Bisnis Dalam Siklus Penggajian dan Personalia Serta Dokumen dan
Catatan Terkait
1. Personalia dan Kesempatan Kerja
Departemen sumber daya manusia menyediakan sumber yang independen untuk
mewawancarai dan merekrut personil yang memenuhi kualifikasi serta sumber
catatan yang independen bagi verifikasi internal atas informasi upah.

Catatan personalia
Meliputi data seperti tanggal mulai bekerja, investigasi personil, tingkat
pembayaran, pembayaran, pengurangan yang diotorisasi, evaluasi kinerja, dan
tanggal berhenti bekerja.

Formulir otorisasi pengurangan


Formulir ini digunakan untuk mengotorisasi pengurangan gaji, termasuk jumlah
pembebasan untuk pemotongan pajak penghasilan dan program tabungan
lainnya, obligasi tabungan, serta iuran serikat pekerja.

Formulir otorisasi tingkat pembayaran


Digunakan untuk mengotorisasi tingkat pembayaran. Sumbernya adalah kontrak
tenaga kerja, otorisasi oleh manajemen, atau otorisasi dari dewan direksi.

2. Pencatatan dan Persiapan Penggajian


Pencatatan waktu dan persiapan penggajian mempengaruhi secara langsung beban
penggajian setiap periode. Untuk mencegah salah saji dalam empat aktivitas berikut,
diperlukan penggajian yang memadai :
a. Penyiapan kartu waktu oleh karyawan
b. Pengikhtisaran dan penghitungan pembayaran kotor, pengurangan, dan
pembayaran bersih
c. Penyiapan cek gaji
d. Penyiapan catatan gaji
Kartu waktu - Dokumen yang mengindikasikan waktu per jam karyawan
mulai dan berhenti bekerja setiap hari serta jumlah jam kerja karyawan.
Tiket waktu pekerjaan - Formulir yang menunjukkan pekerjaan mana yang
dikerjakan karyawan selama periode waktu tertentu.
File transaksi penggajian - File ini mencantumkan semua transaksi
penggajian yang diproses oleh sistem akuntansi selama suatu periode.
Jurnal atau daftar penggajian - Laporan ini dibuat dari file transaksi
penggajian dan umumnya mencantumkan nama karyawan, tanggal, jumlah
penggajian kotor dan bersih, jumlah pemotongan, serta klasifikasi akun atau
klasifikasi setiap transaksi.
File induk penggajian - File komputer yang digunakan untuk mencatat
transaksi penggajian bagi setiap karyawan dan mempertahankan total upah
karyawan yang dibayar selaa tahun tersebut hingga tanggal saat ini.
Cek gaji - Cek gaji ditulis dan kemudian diserahkan kepada karyawan
sebagai pertukaran atas jasa yang dilaksanakannya. Jumlah dalam cek
tersebut merupakan pembayaran kotor dikurangi pajak dan pemotongan
lainnya.
Rekonsiliasi rekening bank penggajian - Rekonsiliasi bank independen
merupakan hal yang penting bagi semua akun kas termasuk penggajian,
untuk menemukan kesalahan dan kecurangan.
3. Penyiapan SPT Pajak Penggajian dan Pembayaran Pajak
Sebagian besar sistem penggajian yang terkomputerisasi menyiapkan SPT
Pajak penggajian dengan menggunakan informasi tentang transaksi penggajian dan
file induk. Untuk mencegah salah saji dan kewajiban pajak serta penalti yang
potensial, individu yang kompeten harus memverifikasi output secara independen.

Formulir W2 - Formulir yang dikirim ke setiap karyawan yang mengikhtisarkan


penghasilan karyawan selama tahun kalender, termasuk pembayaran kotor,
pemotongan pajak penghasilan, dan pemotongan jaminan sosial.

SPT pajak penghasilan - Formulir yang diserahkan ke unit pemerintah lokal,


negara bagian, dan federal untuk menunjukkan pembayaran pajak yang
dipotong dan pajak perusahaan.

C. Metodologi Untuk Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian


Substantif Atas Transaksi
Pengendalian internal untuk pengujian biasanya sangat terstruktur dan terkendali
dengan baik untuk mengelola pengeluaran kas, meminimalkan keluhan dan ketidakpuasan
para karyawan, serta meminimalkan kecurangan penggajian.
Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupakna bagian
paling penting dalam menguji penggajian, namun hal ini tidak bersifat ekstensif. Banyak
auditor menghadapi resiko salah saji material yang rendah, walaupun penggajian seringkali
menjadi bagian yang signifikan dari total beban. Ada tiga alasan untuk hal ini :
a. Karyawan kemungkinan besar akan mengajukan keluhan kepada manajemen
jika mereka dibayar terlalu rendah.
b. Semua transaksi penggajian secara tipikal seragam dan tidak rumit.
c. Transaksi penggajian merupakan subjek audit pemerintah negara bagian dan
federal meyangkut pemotongan pajak penghasilan, jaminan sosial, dan pajak
pengangguran.
Untuk pengujian transaksi penjualan dan penerimaan kas, pengendalian internal,
pengujian pengendalian, dan pengujian substantif atas transaksi bagi setiap tujuan audit
yang berkaitan dengan transaksi, kita harus mengenal hal hal berikut :
a. Pengendalian internal bervariasi dari perusahaan ke perusahaan; karena itu,
auditor harus mengidentifikasi pengendalian, defisiensi yang signifikan, dan
kelemahan yang material untuk setiap organisasi.
b. Pengendalian yang akan digunakan oleh auditor untuk mengurangi penilaian
risiko pengendalian harus diuji dengan pengujian pengendalian.
c. Jika klien merupakan perusahaan publik, tingkat pemahaman pengendalian dan
luas pengujian pengendalian harus mencukupi untuk menerbitkan opini tentang
keefektifan pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan.
d. Pengujian substantif atas transaksi bervariasi tergantung pada resiko
pengendalian yang dinilai dan pertimbangan audit lainnya.
e. Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi akan
digabungkan jika memungkinkan dan dilaksanakan dengan cara senyaman
mungkin, dengan menggunakan program audit format kinerja.
Pengendalian kunci bagi siklus penggajian dan personalia untuk menilai risiko pengendalian:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Pemisahan tugas yang memadai


Otorisasi yang tepat
Dokumen dan Catatan yang memadai
Pengendalian Fisik Terhadap Aktiva dan Catatan
Pengecekan yang Independen atas Kinerja
Penyiapan Formulir Pajak Penggajian
Pengujian atas Karyawan yang Tidak Ada
Pengujian atas Kecurangan Waktu

D. Metodologi Untuk Merancang Pengujian Atas Rincian Saldo


Auditor akan mengikuti metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo
setelah menyelesaikan penilaian resiko pengendalian dan melaksanakan pengujian
pengendalian serta pengujian substantif atas transaksi serta menilai kemungkinan salah saji
akun laporan keuangan dalam siklus penggajian dan personalia.
Tahapan metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo untuk kewajiban
penggajian adalah sebagai berikut :
a. Mengidentifikasi resiko bisnis klien yang mempengaruhi akun kewajiban penggajian.
b. Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai resiko inheren untuk akun
kewajiban penggajian.
c. Menilai resiko pengendalian untuk siklus penggajian dan personalia.
d. Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian serta pengujian substantif atas
transaksi untuk siklus penggajian dan personalia.
e. Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk akun kewajiban penggajian.
f. Merancang pengujian atas rincian saldo akun kewajiban penggajian untuk memenuhi tujuan
audit yang berkaitan dengan saldo.
Dua tujuan audit yang berkaitan dengan saldo yang utama dalam menguji kewajiban
penggajian adalah :
a. Akrual dalam neraca saldo telah dinyatakan pada jumlah yang benar
(Keakuratan).
b. Transaksi dalam siklus penggajian dan personalia telah dicatat pada periode
yang benar (Pisah Batas).
Perhatian utama dalam kedua tujuan itu adalah untuk memastikan bahwa tidak ada
kurang saji atau akrual yang dihilangkan. Berikut ini adalah beberapa akun kewajiban yang
utama dalam siklus penggajian dan personalia :
1. Jumlah Potongan dari Gaji Karyawan
2. Gaji dan Upah Akrual
3. Komisi Akrual
4. Bonus Akrual
5. Pembayaran Cuti Liburan, Cuti Sakit, atau Tunjangan Akrual Lainnya
6. Pajak Penggajian Akrual
7. Pengujian atas Rincian Saldo untuk Akun Beban
8. Kompensasi Pejabat
9. Komisi
10. Beban Pajak Penggajian
11. Total Penggajian
12. Tenaga Kerja Kontrak
13.Tujuan Penyajian dan Pengungkapan