Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

DEMOKRASI PANCASILA
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas pada Mata Kuliah Pendidikan
Pancasila dan Kwarganegaraan

Dosen pengantar :
Bp Teguh Setiadi, S. kom, M. kom
Disusun oleh :
Nama

: Siska Puteri Ardiani

NPM

: 888730310150077

Kelas

: KAC 15.2

Jurusan

: Komputerisasi Akuntansi

SEKOLAH TINGGI ELEKTRONIKA DAN KOMPUTER


TAHUN 2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat , karunia dan hidayah
sehingga Makalah yang berjudul DEMOKRASI PANCASILA ini tersusun. Makalah ini
dalam penyusunan dan penulisannya dilaksanakan sesederhana mungkin dengan pengertianpengertian yang mudah dimengerti oleh pembaca.
Tak lupa pula penyusun mengucapkan terima kasih kepada dosen Bapak Teguh Setiadi,
S.Kom,M.Kom yang telah memberi arahan dan ilmu sehingga penyusun dapat menyelesaikan
makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu mohon maaf
apabila terdapat kekurangan dan kesalahan baik dari isi maupun tulisan. Kritik dan saran
yang bersifat membangun akan sangat berguna untuk memperbaiki kekurangan pada makalah
ini.
Akhir kata, penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir penyelesaian. Semoga Allah
senantiasa meridhoi segala usaha kita.

Kendal, 7 Juni 2016

Siska Puteri Ardiani

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................i
DAFTAR ISI...............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................1
1.1.
Latar Belakang..................................................................................................1
1.2.
Rumusan Masalah.............................................................................................1
1.3.
Tujuan Penulisan...............................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN..............................................................................................2
2.1.
Pengertian Demokrasi Pancasila........................................................................2
a.Pengertian Demokrasi Pancasila Secara Umum..............................................2
b. Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli.......................................................3
2.2.
Sejarah Perkembangan Demokrasi Pancasila di Indonesia..................................3
a. Perkembangan Demokrasi Pancasila Pada Masa Orde Baru............................3
b. Perkembangan Demokrasi Pancasila Pada Masa Reformasi.............................4
2.3.
Asas-Asas Demokrasi Pancasila.............................................................................4
2.4.
Isi Pokok Demokrasi Pancasila...............................................................................4
2.5.
Ciri-Ciri Demokrasi Pancasila.................................................................................5
2.6.
Prinsip-Prinsip Demokrasi Pancasila.......................................................................5
2.7.
Fungsi Demokrasi Pancasila....................................................................................5
2.8.
Sistem Pemerintahan Demokrasi Pancasila..............................................................6
2.9.
Implementasi Demokrasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa...........................7
a. Implementasi Pancasila dalam bidang Politik.......................................................8
b. Implementasi Pancasila dalam bidang Ekonomi...................................................8
c. Implementasi Pancasila dalam bidang Sosial Budaya...........................................8
d. Implementasi Pancasila dalam bidang Pertahanan dan Keamanan........................9
2.10. Nilai-Nilai Moral yang Terkandung dalam Demokrasi Pancasila..............................9
BAB III PENUTUP...............................................................................................................10
3.1.
Kesimpulan.................................................................................................................10
3.2.
Saran...........................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................11

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang.
Sekarang ini jarang sekali kita menemukan warga negara Indonesia

menerapkan nilai-nilai Pancasila di dalam melakukan aktifitas sehari-harinya. 70


tahun sudah Indonesia merdeka, apa itu yang disebut merdeka?. Kita lihat saja
kejadian-kejadian yang masih mengental dalam keseharian dilingkungan kita.
Misalnya masih saja terjadi konflik bernuansa agama, kekerasan, korupsi,
kemiskinan, tawuran anak sekolah bahkan tawuran antar suku. Dari masalahmasalah ini ada kesan yang dirasakan, tetapi tidak terucap oleh rakyat banyak
bahwa mereka tidak merasakan adanya Pancasila.
Pancasila yang dalam keseluruhan konteks pembukaan UUD 1945, harus
menjadi rujukan bagi seluruh kalangan masyarakat. Karena Pancasila dirumuskan
dari kesepakatan tokoh-tokoh yang merumuskan Pancasila ini. Pancasila juga
harus menjadi landasan yang kokoh dalam pembentukan karakter bangsa. Di
tengah kehidupan masyarakat yang pruralistik, baik dari segi agama, kebudayaan,
adat istiadat, dan etnis, peranan Pancasila mempunyai nilai-nilai kebudayaan yang
mampu mempersatukan kemajemukan tersebut.
Jadi, Pancasila adalah harga mati yang harus dilaksanakan oleh seluruh
rakyat Indonesia. Dengan bentuk sosialisasi yang benar, maka dasar pancasila
akan terimplementasi dengan sempurna, sehingga dimasa depan nanti mampu
menciptakan bangsa yang berkarakter, berintegritas, bermanfaat dan mandiri yang
terbentuk dari peradaban sehat.
1.2.Rumusan Masalah.
1. Apa pengertian dari demokrasi Pancasila?
2. Bagaimana sejarah perkembangan demokrasi Pancasila di Indonesia?
3. Bagaimana implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa?

1.3.Tujuan Penulisan.
1. Mengetahui pemgertian demokrasi Pansila secara umum dan menurut para ahli.
2. Mengetahui sejarah perkembangan demokrasi Pancasila di Indonesia.
3. Agar dapat mengimplementasikan demokrasi Pancasila secara benar di Era
Reformasi.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Pengertian Demokrasi Pancasila.
Isitlah demokrasi berasal dari bahasa Yunani kuno yang diutarakan
di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Kata demokrasi berasal dari dua kata,
yaitu demos yang artinya rakyat, dan kratos yang artinya pemerintahan.
Sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat atau yang lebih dikenal
sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Menurut konsep demokrasi, kekuasaan menyiratkan arti politik dan
pemerintahan, sedangkan rakyat beserta warga masyarakat didefinisikan
sebagai warga negara. Kenyataannya, baik dari segi konsep maupun praktik,
demos menyiratkan makna diskriminatif. Demos bukan untuk rakyat
keseluruhan, tetapi populus tertentu, yaitu mereka yang berdasarkan tradisi
atau kesepakatan formal memiliki hak preogratif dalam proses
pengambilan/pembuatan keputusan publik, wakil terpilih juga tidak mampu
mewakili aspirasi yang memilihnya.
Demokrasi yang dianut di Indonesia adalah demokrasi berdasarkan
Pancasila. Dalam demokrasi Pancasila, sistem pengorganisasian negara
dilakukan oleh rakyat sendiri atau dengan persetujuan rakyat. Kebebasan
individu tidak bersifat mutlak, tetapi harus diselaraskan dengan tanggung
jawab sosial. Keuniversalan cita-cita demokrasi dipadukan dengan cita-cita
hidup bangsa Indonesia yang dijiwai oleh semangat kekeluargaan, sehingga
tidak ada dominasi mayoritas atau minoritas.
a. Pengertian Demokrasi Pancasila Secara Umum :
Demokrasi Pancasila adalah suatu sistem demokrasi yang berdasarkan
pada asas kekeluargaan dan gotong royong yang bertujuan untuk

kesejahteraan rakyat, memiliki kandungan berupa unsur-unsur kesadaran


dalam bereligius, menjunjung tinggi kebenaran, budi pekerti luhur dan
kecintaan, berkesinambungan dan berkepribadian Indonesia. Demokrasi
Pancasila merupakan demokrasi yang konstitusional berdasarkan
mekanisme kedaulatan rakyat disetiap penyelenggaraan negara dan
penyelenggaraan pemerintahan menurut konstitusi yaitu UUD 1945.

b. Pengertian Demokrasi Pancasila Menurut Para Ahli :


- Profesor Dardji Darmo Diharjo :
Demokrasi Pancasila adalah paham demokrasi yang bersumber dari
kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia, yang perwujudannya
seperti dalam ketentuan-ketentuan Pembukaan UUD 1945.
- Kansil :
Demokrasi Pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang merupakan sila
ke-4 dari dasar Negara Pancasila seperti yang tercantum dalam pembukaan
UUD 1945 alinea ke-4.
- Prof. Notonegoro :
Demokrasi Pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang berketuhanan
Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang
mempersatukan Indonesia, dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
- Ensiklopedia Indonesia :
Pengertian demokrasi Pancasila bahwa Pancasila meliputi bidang politik,
sosial dan ekonomi, serta yang dalam penyelesaian masalah-masalah
Nasional yang berusaha sejauh mungkin menempuh jalan
permusyawaratan unutk mencapai mufakat.
2.2.Sejarah Perkembangan Demokrasi Pancasila di Indonesia.
a. Perkembangan Demokrasi Pancasila Pada Masa Orde Baru.
Pada masa Orde Baru menerapkan demokrasi Pancasila untuk
menegaskan bahwasanya model demokrasi inilah yang sesungguhnya
sesuai dengan ideologi negara Pancasila. Awal Orde Baru memberi
harapan baru pada rakyat, pembangunan disegala bidang melalui Pelita

I,II,III,IV,V dan berhasil menyelenggarakan PEMILU tahun 1971, 1977,


1982, 1982, 1987, 1992 dan 1997. Namun demikian perjalanan demokrasi
pada masa itu dianggap gagal, sebab :
- Rotasi kekuasaan politik yang tertutup.
- Rekrutmen politik yang tertutup.
- Pemilu yang jauh dari semangat demokratis.
- Pengakuan HAM yang terbatas.
- Tumbuhnya KKN.
- Sebab jatuhnya Orde Baru.
- Hancurnya ekonomi nasional.
- Terjadinya krisis politik.
- TNI juga tidak bersedia menjadi alat kekuasaan Orde Baru.
- Gelombang Demonstrasi yang menghebat menuntut Presiden Soeharto
untuk turun jadi Presiden.
b. Perkembangan Demokrasi Pancasila Pada Masa Reformasi.
Sejak runtuhnya Orde Baru yang bersamaan dengan lengsernya
Presiden Soeharto, maka Indonesia memasuki suasana kenegaraan yang
baru, sebagai hasil dari kebijakan reformasi yang dijalankan hampir semua
aspek kehidupan masyarakat dan negara yang berlaku sebelumnya.
Kebijakan Reformasi ini berpuncak dengan diamandemennya UUD 1945
(bagian Batang tubuhnya) karena dianggap sebagai sumber kegagalan
tatanan kehidupan kenegaraan di era Orde Baru.
Demokrasi yang diterapkan Negara kita pada era Reformasi ini adalah
Demokrasi Pancasila, namun berbeda dengan orde baru dan sedikit mirip
dengan demokrasi Parlementer. Perbedaan demokrasi Reformasi dengan
demokrasi sebelumnya adalah :
- Pemilu yang dilaksanakan jauh lebih demokratis dari yang sebelumnya.
- Rotasi kekuasaan dilaksanakan dari mulai pemerintahan pusat sampai
pada tingkat desa.
- Pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara
terbuka.
- Sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan
menyatakan pendapat.
2.3.Asas-Asas Demokrasi Pancasila.
Demokrasi Pancasila memiliki 2 asas yang terbentuk yaitu :
- Asas kerakyatan yaitu asas yang berdasar pada kesadaran terhadap kecintaan
kepada rakyat,

nasib dan cita-cita rakyat, serta mempunyai sebuah jiwa

kerakyatan atau dalam arti untuk menghayati kesadaran bahwa semuanya


senasib dan memiliki cita-cita yang sama dengan yang lain.
- Asas musyawarah untuk meraih mufakat, yaitu asas yang berdasar pada
memperhatikan dan sikap menghargai aspirasi dari seluruh rakyat yang

berjumlah banyak dan melewati forum permusyawaratan dalam rangka untuk


pembahasan dalam menyatukan segala macam pendapat yang keluar dan
untuk mencapai mufakat yang dijalankan dengan adanya rasa kasih sayang dan
pengorbanan agar mendapatkan kebahagiaan bersama-sama.
2.4.Isi Pokok Demokrasi Pancasila.
Isi pokok demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut :
- Pelaksanaan UUD 1945 dan penjabarannya dituangkan Batang Tubuh dan
Penjelasan UUD 1945.
- Menghargai dan melindungi HAM (Hak Asasi Manusia).
- Pelaksanaan kehidupan ketatanegaraan berdasarkan dari kelembagaan.
- Sebagai sendi dari hukum yang dijelaskan dalam UUD 1945, yaitu negara
hukum yang demokratif.
2.5.Ciri-Ciri Demokrasi Pancasila.
Ciri-ciri Demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut :
- Pemerintah berjalan sesuai konstitusi.
- Terdapat Pemilu secara berkesinambungan.
- Adanya penghargaan atas Hak Asasi Manusia dan perlindungan untuk hak
minoritas.
- Merupakan kompetisi dari berbagai ide dan cara dalam menyelesaikan
masalah.
- Ide yang terbaik akan diterima ketimbang dari suara terbanyak.
2.6.Prinsip-Prinsip Demokrasi Pancasila.
Demokrasi Pancasila merupakan budaya demokrasi yang dengan karakteristik
khas Indonesia yang mengandung prinsip-prinsip. Prinsip-prinsip pokok
demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut :
1. Perlindungan Hak Asasi Manusia.
2. Pengambilan keputusan berdasar musyawarah.
3. Badan peradilan merdeka yang berarti tidak terpengaruh akan kekuasaan
pemerintah dan kekuasaan lain. Misalnya Presiden, BPK, DPR atau yang
lainnya.
4. Terdapat partai politik dan organisasi sosial yang berfungsi menyalurkan
aspirasi rakyat.
5. Sebagai pelaksana dalam pemilihan umum.
6. Kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD (Pasal 1
ayat 2 UUD 1945).
7. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
8. Pelaksanaa kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan
Yang Maha Esa, diri sendiri, masyarakat, dan negara ataupun orang lain.
9. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita Nasional.
10. Pemerintah menurut hukum, dijelaskan dalam UUD 1945 yang berbunyi :
- Indonesia adalah negara berdasarkan hukum.
- Pemerintah berdasarkan sistem konstitusi tidak bersifat absolutisme
(kekuasaan tidak terbatas)

- Kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat.


2.7.Fungsi Demokrasi Pancasila.
Demokrasi Pancasila memiliki banyak fungsi dalam pelaksanaannya terhadap
negara Indonesia. Macam-macam fungsi demokrasi Pancasila adalah sebagai
berikut
- Menjamin keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara seperti ikut
menyukseskan pemilu, pembangunan, duduk dalam badan
perwakilan/permusyawaratan.
- Menjamin berdirinya negara Republik Indonesia.
- Menjamin tetap tegaknya NKRI berdasar sistem konstitusional.
- Menjamin adanya hubungan yang sama serasi dan seimbang mengenai
lembaga negara.
- Menjamin tetap tegaknya hukum yang berasal dari Pancasila.
- Menjamin pemerintahan yang bertanggung jawab.
2.8.Sistem Pemerintahan Demokrasi Pancasila.
Landasan formil dari Republik Indonesia ialah Pancasila, UUD 1945 serta
Ketetapan-ketetapan MPR. Sedangkan sistem pemerintahan demokrasi
Pancasila menurut prinsip-prinsip yang terkandung didalam Batang Tubuh
UUD 1945 berdasarkan tujuh sendi pokok, yaitu sebagai berikut :
1. Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum.
Negara Indonesia berdasarkan hukum tidak berdasarkan atas
kekuasaan belaka. Hal ini mengandung arti bahwa baik pemerintah
maupun lembaga-lembaga negara lainnya dalam melaksanakan tindakan
apapun harus dilandasi oleh hukum dan tindakannya bagi rakyat harus ada
landasan hukumnya. Persamaan kedudukan dalam hukum bagi semua
warga negara harus tercermin di dalamnya.
2. Indonesia Menganut Sistem Konstitusional.
Pemerintah berdasarkan sistem konstitusional dan tidak bersifat
absolutisme (kekuasaan yang mutlah tidak terbatas). Sistem konstitusional
ini lebih menegaskan bahwa pemerintah dalam melaksanakan tugasnya
dikendalikan atau dibatasi oleh ketentuan-ketentuan hukum lainnya yang
merupakan pokok konstitusional, seperti TAP MPR dan Undang-Undang.
3. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
MPR sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi seperti telah
disebutkan dalam pasal 1 ayat 2 UUD 1945 pada halaman terdahulu,
bahwa (kekuasaan negara tertinggi) ada ditangan rakyat dan dilakukan
sepenuhnya oleh MPR. Dengan demikian, MPR adalah lembaga negara
tertinggi sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia.
4. Presiden.

Presiden adalah penyelenggaraan pemerintah yang tertinggi dibawah


Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Dibawah MPR Presiden adalah
penyelenggara pemerintah negara tertinggi. Presiden selain diangkat oleh
MPR juga harus tunduk dan bertanggung jawab kepada MPR. Presiden
adalah Mandataris MPR yang wajib menjalankan putusan-putusan MPR.

5. Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).


Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR, tetapi DPR mengawasi
pelaksanaan mandat yang dipegang oleh Presiden dan DPR harus saling
bekerja sama dalam pembentukan undang-undang termasuk APBN. Untuk
mengesahkan undang-undang Presiden harus mendapat persetujuan dari
DPR.
6. Menteri Negara.
Menteri Negara adalah pembantu Presiden, Menteri Negara tidak
bertanggung jawab kepada DPR. Presiden memiliki wewenang untuk
mengangkat dan memberhentikan menteri negara. Menteri ini tidak
bertanggung jawab kepada DPR, tetapi kepada Presiden. Berdasarkan hal
tersebut, berarti sistem kabinet kita adalah kabinet
kepresidenan/presidensil. Kedudukan menteri negara bertanggung jawab
kepada presiden, tetapi mereka bukan pegawai tinggi biasa. Menteri ini
menjalankan kekuasaan pemerintah dalam prakteknya berada dibawah
koordinasi presiden.
7. Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas.
Kepala negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, tetapi ia bukan
diklator, artinya kekuasaan tidak tak terbatas. Ia harus memperhatikan
sungguh-sungguh suara DPR. Kedudukan DPR kuat karena tidak dapat
dibubarkan oleh Presiden dan semua anggota DPR merangkap menjadi
anggota MPR. DPR sejajar dengan Presiden.
2.9.Implementasi Demokrasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa.
Pancasila sebagai dasar negara dan landasan idiil bangsa Indonesia,
dewasa ini dalam zaman reformasi telah menyelamatkan bangsa Indonesia dari
ancaman disintegrasi selama lebih dari 50 tahun. Namun sebaliknya sakralisasi
dan penggunaan berlebihan dari ideologi negara dalam format politik orde
baru banyak menuai kritik dan protes terhadap Pancasila.

Pada zaman reformasi saat ini pengimplementasikan Pancasila sangat


dibutuhkan oleh masyarakat. Karena didalam Pancasila terkandung nilai-nilai
luhur bangsa Indonesia yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Selain itu, kini
zaman globalisasi begitu cepat menjangkit negara-negara diseluruh dunia
termasuk Indonesia. Gelombang demokrasi, Hak Asasi Manusia, neoliberalisme, serta neo-konservatisme dan globalisme bahkan telah memasuki
cara pandang masyarakat Indonesia.
Hal demikian bisa meminggirkan sistem nilai dan idealisme baru yang
bertentangan dengan kepribadian bangsa. Adapun pengimplementasian
tersebut dirinci dalam berbagai macam bidang, yaitu :

a. Implementasi Pancasila dalam bidang Politik.


Pembangunan dan pengembangan bidang politik harus mendasar pada
dasar ontologis manusia. Hal ini didasarkan pada kenyataan objektif bahwa
manusia adalah sebagi subjek Negara, oleh karena itu kehidupan politik
harus benar-benar merealisasikan tujuan demi harkat dan martabat
manusia.
Pengembangan politik negara terutama dalam proses reformasi dewasa
ini harus mendasar pada moralitas sebagimana tertuang dalam sila-sila
Pancasila dan esensinya, sehingga praktek-praktek politik yang
menghalalkan segala cara harus segera diakhiri.
b. Implementasi Pancasila dalam bidang Ekonomi.
Di dalam ilmu ekonomi terdapat istilah yang kuat yang menang,
sehingga lazimnya pengembangan ekonomi mengarah pada persaingan
bebas dan jarang mementingkan moralitas kemanusiaan.
Hal ini tidak sesuai dengan Pancasila yang lebih tertuju kepada ekonomi
kerakyatan yang mendasar pada tujuan demi kesejahteraan rakyat secara
luas (Mubyarto, 1999). Pengembangan ekonomi bukan hanya mengejar
pertumbuhan saja melainkan demi kemanusiaan, demi kesejahteraan
seluruh masyarakat. Maka sistem ekonomi Indonesia mendasar atas
kekeluargaan seluruh bangsa.
c. Implementasi Pancasila dalam bidang Sosial Budaya.
Dalam pembangunan dan pengembangan aspek sosial budaya
hendaknya didasarkan atas sistem nilai yang sesuai dengan nilai-nilai
budaya yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Terutama dalam rangka
bangsa Indonesia melakukan reformasi di segala bidang dewasa ini.

Sebagai anti-klimaks proses reformasi dewasa ini sering kita saksikan


adanya stagnasi nilai sosial budaya dalam masyarakat sehingga tidak
mengherankan jika diberbagai wilayah Indonesia saat ini terjadi berbagai
gejolak yang sangat memprihatinkan antara lain amuk massa yang
cenderung anarkis, bentrok antara kelompok masyarakat saty dengan yang
lainnya yang muaranya adalah masalah politik.
Oleh karena itu dalam pengembangan sosial budaya pada masa
reformasi ini kita harus menjunjung nilai-nilai yang dimiliki bangsa
Indonesia sebagai dasar nilai yaitu nilai Pancasila. Dalam prinsip etika
Pancasila pada hakikatnya bersifat kemanusiaan., artinya nilai-nilai
Pancasila mendasar pada nilai yang bersumber pada harkat dan martabat
manusia sebagi makhluk yang berbudaya.

d. Implementasi Pancasila dalam bidang Pertahanan dan Keamanan.


Negara pada hakikatnya adalah merupakan suatu masyarakat hukum.
Demi tegaknya hak-hak warga negara maka diperlukan peraturan
perundang-undangan negara, baik dalam rangka mengatur ketertiban
warga maupun dalam rangka melindungi hak-hak warganya.
Karena Pancasila sebagai dasar Negara dan mendasar diri pada hakikat
nilai kemanusiaan monopluralis maka pertahanan dan keamanan negara
harus dikembalikan pada tercapainya harkat dan martabat manusia sebagai
pendukung pokok negara, dasar-dasar kemanusiaan yang beradab
merupakan basis moralitas pertahanan dan keamanan negara.
Oleh karena itu pertahanan dan keamanan negara harus
mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila
Pancasila. Dan akhirnya agar benar-benar negara meletakkan pada fungsi
yang sebenarnya sebagai suatu negara hukum dan bukannya suatu negara
yang berdasarkan atas kekuasaan.
2.10.Nilai-Nilai Moral yang Terkandung dalam Demokrasi Pancasila.
Nilai-nilai moral yang terkandung dalam demokrasi Pancasila antara lain,
yaitu :
- Adanya rasa tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Menjunjung tinggi kepada nilai-nilai kemanusian yang sesuai dengan harkat
dan martabat manusia.

- Menjamin dan dapat mempersatukan bangsa.


- Berguna untuk mewujudkan keadilan sosial.

BAB III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan.
Demokrasi Pancasila adalah suatu paham yang bersumber pada

kepribadian dan falsafah hidup bangsa yang perwujudannya seperti dalam


ketentuan-ketentuan pembukaan UUD 1945 yang meliputi berbagai bidang.
Nilai-nilai Pancasila kini dinilai belum diimplementasikan dalam kehidupan
sehari-hari dan berakibat kepada pendidikan politik bangsa menjadi menurun dan
tidak menentu. Pancasila merupakan harga mati yang harus dilaksanakan oleh
seluruh bangsa Indonesia. Dengan bentuk sosialisasi yang benar, maka dasar
Pancasila akan terimplementasi dengan sempurna, sehingga dimasa depan nanti
mampu tercipta bangsa yang berkarakter, berintegritas, bermartabat dan mandiri
yang terbentuk dari peradaban yang sehat.
Demokrasi Pancasila adalah sebuah sistem demokrasi pemerintahan, yang
keduanya bisa dipakai dinegara manapun, dengan cara masing-masing. Di
Indonesia sendiri demokrasi Pancasila sudah mendarah daging disetiap warganya,
karena demokrasi itu mencerminkan kehidupan bermasyarakat, sistem
demokrasi / pemerintahan liberal tidak cocok untuk diterapkan di Indonesia
karena adat dan budaya negara Indonesia bertolak belakang dengan negara barat,
NKRI harga mati, demokrasi Pancasila harus dibudayakan kepada anak cucu kita.
3.2.
Saran.

Mewujudkan budaya demokrasi Pancasila memang tidak mudah. Perlu ada


usaha dari semua warga negara Indonesia agar demokrasi Pancasila dapat
diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Yang paling utama tentu saja
adalah adanya niat untuk memahami nilai-nilai demokrasi Pancasila dan
mempraktekannya secara terus menerus juga membiasakannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis
akan lebih fokus dan details. Untuk saran dapat berisi kritik terhadap penulisan
juga dapat menanggapi kesimpulan dari bahasan makalah yang telah dijelaskan.

DAFTAR PUSTAKA
www.google.com
http://www.artikelsiana.com
http://inforsiana.com/pengertian-demokrasi-pancasila-ciri-dan-prinsipnya
http://sistempemerintahannegaraindonesia.blogspot.co.id/2015/11/sejarahperkemb
angan-demokrasi-diindonesia.html
http://lima59mbilan.blogspot.co.id/2013/11/makalah-demokrasipancasila_7795.html?m=1
http://serbaharis.blogspot.co.id/2011/makalah-impementasi-demokrasi.html?m=1