Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

RADIOLOGI LANJUT II
TOMOGRAFI

Disusun Oleh :
ADRIANA BHOKI
13.04.003

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIDYA HUSADA


PROGRAM STUDI DIII TEKNIK ELEKTROMEDIK
SEMARANG
2016
1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,
karena berkatNyalah makalah Radiologi Lanjut II tentang Tomografi
ini dapat penulis selesaikan. Makalah ini dibuat berdasarkan
pengetahuan dan referensi yang ada.
Selanjutnya bagi pihak-pihak yang telah berusaha membantu
penulis untuk suksesnya makalah ini, penulis ucapkan terimakasih.
Makalah ini tidak akan tersusun jika tidak ada bantuan dari pihakpihak tertentu.
Semoga makalah yang telah penulis buat ini bisa bermanfaat
bagi siapa saja yang membacanya. Apabila dalam penyusunan
makalah ini terdapat kesalahan, penulis mohon maaf.

Semarang, 12 Mei 2016

ADRIANA BHOKI

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....................................................................................................ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................2
1.1.

Latar Belakang.................................................................................................2

1.2.

Rumusan masalah............................................................................................2

1.3.

Tujuan..............................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................3
2.1. Pengertian............................................................................................................3
2.2. Sejarah Perkembangan Tomografi.......................................................................4
2.3. Manfaat CT Scan.................................................................................................6
2.4. Prinsip dasar CT Scanner....................................................................................6
2.5. Prinsip Kerja CT Scanner....................................................................................7
2.6. Komponen-komponen pesawat CT-Scan,...........................................................9
2.7. Parameter untuk merekonstruksi gambar/reconstructed image parameters......11
BAB III PENUTUP......................................................................................................12
KESIMPULAN............................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................13

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. CT scan......................................................................................................3
Gambar 2.2. Prinsip Kerja CT Scanner..........................................................................7
Gambar 2.3. Struktur Komponen Pesawat CT-Scan......................................................8

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Komputer Tomografi (CT Scan) merupakan suatu alat yang menggabungkan

teknik sinar-x dengan pemanfaatan komputer dalam menganalisa, mengolah serta


merekontruksi data menjadi suatu gambar potongan tubuh yang diperiksa.
Tujuan dari alat ini adalah untuk Mendapatkan gambaran suatu obyek dalam
bentuk volume sehingga memungkinkan tidak adanya gambaran yang overlapping
antara organ satu dengan yang lain.
Untuk mendapatkan gambaran dalam bentuk volume dibutukan beberapa
komponent yaitu Gantry yang dimana didalamnya terdapat Tabung Rontgen yang
dapat berputar 360

dengan kecepatan berputar yang tinggi, Detektor yang dapat

merubah radiasi yang telah melalui obyek menjadi sinar tampak.,fotokatode yang
mengubahcahaya tampak mennjadi sinyal-sinyal listrik, System komputer yang
mampu mengubah signal elektrik, menjadi bayangan digital dan sistem DAC mampu
menampilkan gambaran dalam bentuk gambar organ yang diperiksa pada CRT serta
Meja pemeriksaan/pasen yang mampu bergerak selama tabung berputar sambil
memancarkan radiasi.
Setiap teknisi elektromedik hendaknya mengetahui berbagai hal tentang alat
ronstgen dan salah satunya adalah Tomografi. Oleh karena itu, pada kesempatan ini
penulis akan membahas segala hal tentang alat Tomografi.
1.2.

Rumusan masalah
1) Apa itu tomografi?
2) Apa tujuan tomografi?
3) Bagaimana prinsip kerja Tomografi?

1.3.

Tujuan
Untuk mengetahui dan memahami lebih dalam tentang alat Radiologi

Tomografi.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Tomografi berasal dari bahasa Yunani tomos yang berarti memotong atau
irisan (slice). Tomografi adalah teknik untuk menghasilkan citra tampang lintang atau
struktur internal suatu obyek dengan memanfaatkan foton atau partikel yang dapat
menembus obyek dan dianalisa oleh suatu sistem deteksi. Dalam terminologi fisika,
citra dapat didefinisikan sebagai representasi distribusi suatu besaran fisis atau
kombinasi dari besaran fisis suatu obyek. Konsep yang mendasari teknik tomografi
adalah kemampuan untuk merekonstruksi struktur tampang internal obyek dari
proyeksi berkas terkolimasi yang melaluinya.
Computer Tomography (CT) Scanner merupakan alat diagnostik dengan
teknik radiografi yang menghasilkan gambar potongan tubuh secara melintang
berdasarkan penyerapan sinar-x pada irisan tubuh yang ditampilkan pada layar
monitor tv hitam putih. (RAMADHANI, 2006)
Computer Tomography (CT) biasa juga disebut Computed axial tomography
(CAT), computer-assisted tomography, atau (body section roentgenography) yang
merupakan suatu proses yang menggunakan digital processing untuk menghasilkan
suatu gambaran internal tiga dimensi suatu obyek dari satu rangkaian sinar x yang
menghasilkan gambar dua dimensi.

Gambar 2.1. CT scan

Suatu sistem tomografi terdiri dari beberapa komponen pokok diantaranya


sumber radiasi, obyek, detektor dan sistem akuisisi data. Penggunaan komputer dalam
proses akuisisi data, proses rekonstruksi citra hingga penayangan dan pengolahan
citra sangat dominan pada sistem tomografi modern, sehingga secara umum teknik ini
dikenal sebagai teknik tomografi komputer (computed tomography).
2.2. Sejarah Perkembangan Tomografi
Perkembangan tomografi komputer (TK) berawal dari teknologi sistem
radiografi ketika pada tahun 1895 Roentgen menemukan sinar-x dan menghasilkan
radiograf dari tangan istrinya. (widy, 2009)
Sejak saat itu perkembangan radiografi meningkat pesat. Sistem radiografi
menggunakan berkas radiasi sinar-x yang ditransmisikan melalui obyek. Teknik
radiografi sinar-x sudah mampu mengungkapkan struktur internal benda, tetapi citra
yang dihasilkan masih memperlihatkan efek tumpang tindih antara elemen-elemen
obyek pada arah tegak lurus sumber radiasi dengan bidang film sehingga menyulitkan
proses analisisnya
Ide dasar dari pencitraan tomografi dimulai ketika J. Radon (1917)
memberikan formulasi matematik untuk merekonstruksi sebuah fungsi dua dimensi
dari sejumlah integral garis fungsi tersebut dalam bidang dua dimensi yang
selanjutnya dikenal sebagai transormasi Radon. Penerapan dari konsep rekonstruksi
ini kemudian digunakan beberapa ahli seperti Bracewell (1956) untuk merekonstruksi
citra emisi gelombang mikro dari permukaan matahari, Cormack (1963) yang
mempelajari rekonstruksi citra menggunakan data pengukuran transmisi sinar gamma
melalui sebuah silinder Aluminium, hingga akhirnya Hounsfield (1972) yang sukses
mengimplementasikan idenya membentuk apa yang dikenal dengan TK modern. TK
saat ini mengharuskan proses akuisisi data yang efisien, interpretasi hasil pemayaran
serta citra yang akurat sehingga dapat menampilkan karakteristik bagian obyek secara
cermat. Proses tersebut sangat tergantung pada fasilitas pendukungnya seperti sumber
radiasi, sistem akuisisi data, sistem komputer dan perangkat lunak pendukungnya.
Berdasarkan letak sumber radiasi dalam pengambilan data, TK secara garis
besar terbagi menjadi dua bagian yaitu TK transmisi dan TK emisi. TK transmisi
menggunakan sebuah sumber radiasi eksternal dimana citra yang dihasilkan
4

merupakan distribusi koefisien serapan linier obyek. Teknik ini biasa disebut CT Scan
(Computed Tomography Scanner). TK emisi menggunakan sumber radiasi di dalam
obyek yang diteliti, termasuk dalam katagori ini adalah PET (Positron-Emission
Tomography) dan SPECT (Single Photon Emission Computed Tomography). Dalam
perkembangannya, TK tidak hanya menggunakan sinar-x sebagai perunut (probe)
melainkan juga telah memanfaatkan sinar , neutron, medan magnet dan ultrasonik.
Instrumen TK telah berubah secara dramatis dari tahun 1972 hingga sekarang. Karena
teknik tomografi menghasilkan citra internal obyek tanpa mengakibatkan kerusakan,
maka teknik ini dapat diaplikasikan dalam bidang yang lebih luas. Kegunaan
tomografi komputer dalam uji tak rusak( Non-Destructive Evaluation, NDE ) telah
dilakukan untuk menentukan distribusi koefisien serapan linier obyek dan pemetaan
kerapatan bahan cair. Bentuk karakterisasi material juga telah digunakan untuk
mempelajari struktur kayu dan bahan lainnya. Dalam bidang kedokteran, tomografi
komputer digunakan untuk mempelajari struktur tampang lintang otak dan dada yang
sangat berguna untuk mengetahui keberadaan penyakit seperti tumor dan infeksi.
Aplikasi tomografi komputer di bidang industri telah digunakan pada bidang
aeronautika dan ruang angkasa untuk menyelidiki motor roket, komponen industri dan
serapan paduan logam aluminium.
Sebutan generasi sistem TK digunakan untuk menjelaskan karakterisasi
geometri dari gerak sistem pemayar dan susunan sistem detektor. Sistem TK generasi
pertama juga disebut TK translasi rotasi, karena untuk mendapatkan data yang
lengkap kita harus menggerakkan posisi sumber dan detektor secara translasi dan
rotasi.Untuk mempersingkat waktu pemayaran, dilakukan penambahan jumlah
detektor dan perubahan pada prinsip pengambilan data dari geometri berkas paralel
menjadi geometri berkas kipas (fan beam). Sistem TK generasi kedua menggunakan
metode ini namun dengan orientasi sudut berkas yang kecil sehingga berkas tidak
meliputi seluruh obyek. Sistem TK generasi ketiga menggunakan berkas kipas sinar-x
yang lebih lebar dengan larik detektor tersusun melengkung membentuk kurva.
Konfigurasi sistem ini menyebabkan meningkatnya kecepatan akuisisi data.
Dibandingkan dengan generasi kedua, geometri berkas kipas dari sumber radiasi
mampu meliputi seluruh obyek. Untuk memperoleh data pemayaran yang lengkap
konfigurasi sistem generasi ketiga hanya memerlukan gerakan rotasi dari sumber dan
detektor terhadap obyek. Seperti generasi ketiga, sistem TK generasi keempat
5

menggunakan radiasi berkas kipas lebar, tetapi larik detektor stasioner membentuk
lingkaran (stasionary circular array) sehingga hanya sumber radiasi yang bergerak.
TK generasi ketiga dan keempat merupakan bentuk dasar tomografi diagnostik
untuk keperluan medis. Sistem TK kelima menggunakan larik detektor stasioner dan
sinar-x berkas kipas yang dihasilkan dari target anoda berbentuk ring dengan
pembangkit berkas elektron. Perkembangan terakhir dari sistem TK generasi ketiga
dan keempat adalah sistem tomografi spiral (helical). Pada sistem ini, gerakan sumber
yang berputar kontinyu membentuk spiral (slip ring) sewaktu proses pemayaran
dikombinasikan bersama pergerakan meja obyek sehingga data yang diperoleh bukan
hanya penampang dua dimensi, tetapi bersifat volumetrik.
2.3. Manfaat CT Scan

CT Scanner memiliki kemampuan yang unik untuk memperhatikan suatu


kombinasi dari jaringan, pembuluh darah dan tulang secara bersamaan. CT Scanner
dapat digunakan untuk mendiagnose permasalahan berbeda seperti :
Adanya gumpalan darah di dalam paru-paru (pulmonary emboli)
Pendarahan di dalam otak ( cerebral vascular accident)
Batu ginjal
Inflamed appendix
Kanker otak, hati, pankreas, tulang, dll.
Tulang yang retak
2.4. Prinsip dasar CT Scanner
Prinsip dasar CT scan mirip dengan perangkat radiografi yang sudah lebih
umum dikenal. Kedua perangkat ini sama-sama memanfaatkan intensitas radiasi
6

terusan setelah melewati suatu obyek untuk membentuk citra/gambar. Perbedaan


antara keduanya adalah pada teknik yang digunakan untuk memperoleh citra dan pada
citra yang dihasilkan. Tidak seperti citra yang dihasilkan dari teknik radiografi,
informasi citra yang ditampilkan oleh CT scan tidak tumpang tindih (overlap)
sehingga dapat memperoleh citra yang dapat diamati tidak hanya pada bidang tegak
lurus berkas sinar (seperti pada foto rontgen), citra CT scan dapat menampilkan
informasi tampang lintang obyek yang diinspeksi. Oleh karena itu, citra ini dapat
memberikan sebaran kerapatan struktur internal obyek sehingga citra yang dihasilkan
oleh CT scan lebih mudah dianalisis daripada citra yang dihasilkan oleh teknik
radiografi konvensional.
CT Scanner menggunakan penyinaran khusus yang dihubungkan dengan
komputer berdaya tinggi yang berfungsi memproses hasil scan untuk memperoleh
gambaran panampang-lintang dari badan. Pasien dibaringkan diatas suatu meja
khusus yang secara perlahan lahan dipindahkan ke dalam cincin CT Scan. Scanner
berputar mengelilingi pasien pada saat pengambilan sinar rontgen. Waktu yang
digunakan sampai seluruh proses scanning ini selesai berkisar dari 45 menit sampai 1
jam, tergantung pada jenis CT scan yang digunakan( waktu ini termasuk waktu checkin nya).
Proses scanning ini tidak menimbulkan rasa sakit. Sebelum dilakukan
scanning pada pasien, pasien disarankan tidak makan atau meminum cairan tertentu
selama 4 jam sebelum proses scanning. Bagaimanapun, tergantung pada jenis
prosedur, adapula prosedur scanning yang mengharuskan pasien untuk meminum
suatu material cairan kontras yang mana digunakan untuk melakukan proses scanning
khususnya untuk daerah perut.

2.5. Prinsip Kerja CT Scanner

Gambar 2.2. Prinsip Kerja CT Scanner

Dengan menggunakan tabung sinar-x sebagai sumber radiasi yang berkas


sinarnya dibatasi oleh kollimator, sinar x tersebut menembus tubuh dan diarahkan ke
detektor. Intensitas sinar-x yang diterima oleh detektor akan berubah sesuai dengan
kepadatan tubuh sebagai objek, dan detektor akan merubah berkas sinar-x yang
diterima menjadi arus listrik, dan kemudian diubah oleh integrator menjadi tegangan
listrik analog. Tabung sinar-x tersebut diputar dan sinarnya di proyeksikan dalam
berbagai posisi, besar tegangan listrik yang diterima diubah menjadi besaran digital
oleh analog to digital Converter (A/D C) yang kemudian dicatat oleh komputer.
Selanjutnya diolah dengan menggunakan Image Processor dan akhirnya dibentuk
gambar yang ditampilkan ke layar monitor TV. Gambar yang dihasilkan dapat dibuat
ke dalam film dengan Multi Imager atau Laser Imager.
Berkas radiasi yang melalui suatu materi akan mengalami pengurangan
intensitas secara eksponensial terhadap tebal bahan yang dilaluinya. Pengurangan
intensitas yang terjadi disebabkan oleh proses interaksi radiasi-radiasi dalam bentuk
hamburan dan serapan yang probabilitas terjadinya ditentukan oleh jenis bahan dan
energi radiasi yang dipancarkan. Dalam CT scan, untuk menghasilkan citra obyek,
berkas radiasi yang dihasilkan sumber dilewatkan melalui suatu bidang obyek dari
8

berbagai sudut. Radiasi terusan ini dideteksi oleh detektor untuk kemudian dicatat dan
dikumpulkan sebagai data masukan yang kemudian diolah menggunakan komputer
untuk menghasilkan citra dengan suatu metode yang disebut sebagai rekonstruksi.
(NN)

Gambar 2.3. Struktur Komponen Pesawat CT-Scan

Keterangan gambar:
1. Meja pemeriksaan
2. Gantry
3. Perangkat multi
4. Unit komputasi
2.6. Komponen-komponen pesawat CT-Scan,
Komponen-komponen pesawat CT scan meliputi:
a. Meja Pemeriksaan
Meja pemeriksaan merupakan tempat pasien diposisikan untuk dilakukannya
pemeriksaan CT-Scan. Meja pemeriksaan terletak dipertengahan gantry dengan posisi
9

horizontal dan dapat digerakkan maju, mundur, naik dan turun dengan cara menekan
tombol yang melambangkan maju, mundur, naik, dan turun yang terdapat pada gantry.
b. Gantry
Gantry merupakan komponen pesawat CT-Scan yang didalamnya terdapat
tabung sinar-X, filter, detektor, DAS ( Data Acquisition System ). Serta lampu
indikator untuk sentrasi. Pada gantry ini juga dilengkapi dengan indikator data digital
yang memberi informasi tentang ketinggian meja pemeriksaan, posisi objek dan
kemiringan gantry. Pada pertengahan gantry, diletakkan pasien dimana tabung sinar-X
dan detektor letaknya selalu berhadapan. Didalam, gantry akan berputar mengelilingi
objek yang akan dilakukan scanning.

a) Tabung sinar-X
Berfungsi sebagai pembangkit sinar-X dengan sifat:

Bekerja pada tegangan tinggi diatas 100 kV

Tahan terhadap goncangan

b) Kolimator
Pada pesawat CT-Scan, umumnya terdapat dua buah kolimator, yaitu:

Kolimator pada tabung sinar-X


Fungsinya: untuk mengurangi dosis radiasi, sebagai pembatas
luas lapangan penyinaran dan mengurangi bayangan penumbra dengan
adanya focal spot kecil.

Kolimator pada detektor

10

Fungsinya: untuk pengarah radiasi menuju ke detektor,


pengontrol radiasi hambur dan menentukan ketebalan lapisan ( slice
thickness).
c) Detektor dan DAS ( Data Acqusition system )
Setelah sinar-X menembus objek, maka akan diterima oleh detektor
yang selanjutnya akan dilakukan proses pengolahan data oleh DAS. Adapun
fungsi detektor dan DAS secara garis besar adalah: untuk menangkap sinar-X
yang telah menembus objek, mengubah sinar-X dalam bentuk cahaya tampak,
kemudian mengubah cahaya tampak tersebut menjadi sinyal-sinyal elektron,
lalu kemudian menguatkan sinyal-sinyal elektron tersebut dan mengubah
sinyal elektron tersebut kedalam bentuk data digital.

c. Komputer
Merupakan pengendali dari semua instrument pada CT-Scan. Berfungsi untuk
melakukan proses scanning, rekonstruksi atau pengolahan data dan menampilkan
(display ) gambar serta untuk menganalisa gambar.

d. Layar TV Monitor
Berfungsi sebagai alat untuk menampilkan gambar dari objek yang diperiksa serta
menampilkan instruksi-instruksi atau program yang diberikan.
e. Image Recording
Berfungsi untuk menyimpan program hasil kerja dari Komputer ketika melakukan
scanning, rekonstruksi dan display gambar. digunakan:
Magnetik Disk
11

Digunakan untuk penyimpanan sementara dari data atau gambaran, apabila


gambaran akan ditampilkan dan diproses. Magnetik disk dapat menyimpan dan
mengirim data dengan cepat, bentuknya berupa piringan yang dilapisi bahan
ferromagnetic, kapasitasnya sangat besar.
Floppy Disk
Biasa disebut dengan disket, merupakan modifikasi dari magnetik disk,
bentuknya kecil dan fleksibel atau lentur. Floppy disk mudah dibawa dan
disimpan. Kapasitasnya relative kecil (sekarang sudah tidak digunakan lagi).

f. Operator Terminal
Merupakan pusat semua kegiatan scanning atau pengoperasian sistem secara
umum serta berfungsi untuk merekonstruksi hasil gambaran sesuai dengan kebutuhan.

g. Multiformat Kamera
Digunakan untuk memperoleh gambaran permanen pada film. Pada satu film
dapat dihasilkan beberapa irisan gambar tergantung jenis pesawat CT dan film yang
digunakan.

2.7. Parameter untuk merekonstruksi gambar/reconstructed image parameters.

12

Gambar CT-scan yaitu gambar yang berasal dari CRT (Cathode Ray Tube)
yang dibuat oleh ribuan pixel (picture element) kecil. Setiap gambar yang
direkonstruksi Komputer akan memberi nilai bilangan CT (computed tomography)
spesifik untuk setiap pixel dari CRT (Cathode Ray Tube), dimana gambar ditunjukkan
dari CRT, operator dapat merubah sesuai keinginan untuk merubah skala yang
ditampilkan. Bilangan CT yang ditampilkan oleh CRT mendeteksi gambar yang
sebenarnya.
1. Pixel (picture element)
Yaitu : Bilangan CT (computed tomography) di layar CRT yang disusun
dari beberapa bagian terkecil, setiap bagian memiliki bagian volume dari
objek/badan. Setiap pixel memberikan bilangan CT tujuannya menampilkan
bayangan di layar.
2. Matrix
Yaitu : susunan bilangan atau angka 2 dimensi yang digunakan untuk
menggambarkan bilangan pixel di dalam gambar layar CT (computed
tomography)
3. Voxel (Volume objek)
Yaitu : elemen dasar untuk menetapkan volume jaringan dimana setiap
pixel memiliki bagian untuk merekonstruksi bayangan.
4. Bilangan CT ( CT number)
Yaitu: bilangan atau angka yang digunakan untuk menetapkan relative
koefisien penyerapan untuk setiap pixel jaringan di dalam bayangan dibanding
dengan koefisien penyerapan air. (Helical CT Scan, 2004)

13

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa :


Komputer Tomografi ( CT Scan ) merupakan suatu alat yang menggabungkan
teknik sinar-x dengan pemanfaatan komputer dalam menganalisa, mengolah
serta merekontruksi data menjadi suatu gambar potongan tubuh yang
diperiksa.
CT-scan termasuk teknik pencitraan khusus sinar-X yang menampilkan citra
khusus objek lapis demi lapis berdasarkan perbedaan sifat densitas struktur
materi penyusunan jaringan dengan bantuan teknik rekonstruksi secara
matematis.

14

DAFTAR PUSTAKA

Helical CT Scan. (2004). Diambil kembali dari http:\\ www.MedistraHospital.htm


NN. Alat Radiologi IV. Akademi Teknik Elektromedik.
RAMADHANI, P. (2006). Elektronika Kedokteran "CT Scanner". Makasar: UNIVERSITAS
HASANUDDIN.
widy, P. (2009, April 18). apa-itu-tomografi-komputer-computed-tomography. Dipetik Mey
12, 2016, dari https://physicsnext.wordpress.com

15