Anda di halaman 1dari 21

PENGERTIAN PERAN, STATUS, NILAI, NORMA DAN

BUDAYA/KEBUDAYAAN

Karya Tulis

Diajukan untuk memenuhi tugas mata pelajaran

Bahasa Indonesia

Guru Pengajar : Dra. Nur Inayah

oleh:

Nama : Nafillah Oktiza Melovie

Kelas : XI IPS 1

SEKOLAH MENENGAH ATAS ISLAM AL-AZHAR 4

KEMANG PRATAMA

2010

1
LEMBAR PENGESAHAN

Karya Tulis yang berjudul

“PENGERTIANPERAN, STATUS, NILAI, NORMA DAN


BUDAYA/KEBUDAYAAN”

Telah Dibaca dan Setujui Pada Mei 2010

Oleh:

Nafillah Oktiza Melovie

Mengetahui :

Guru Pembimbing,

Dra. Nur Inayah

2
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia-Nya
penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “PENGERTIAN PERAN,
STATUS, NILAI, NORMA DAN BUDAYA/KEBUDAYAAN”

Karya ilmiah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa dan Sastra
Indonesia. Di samping itu, penulis juga berharap karya tulis ini mampu memberikan
konribusi dalam menunjang pengetahuan para siswa khususnya dan pihak lain pada
umumnya.

Dengan terselesaikannya Karya Tulis ini, penulis mengucapkan terimakasih


kepada bebagai pihak yang telah membantu dan memberikan bantuan dalam pembuatan
karya tulis ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Penulis Menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena
itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan karya
tulis ini.

Semoga Karya tulis ini bermanfaat bagi semua.

Bekasi, 16 Mei 2010

Penyusun

Nafillah Oktiza Melovie

3
ABSTRAK

Nafillah Oktiza Melovie. 2010. Karya Tulis Mengenai “PENGERTIAN PERAN,


STATUS, NILAI, NORMA DAN BUDAYA/KEBUDAYAAN”

Karya Ilmiah ini berjudul “PENGERTIAN PERAN, STATUS, NILAI,


NORMA DAN BUDAYA/KEBUDAYAAN” yang bertujuan memberi
penjelasan dan gambaran tentang ilmu Sosiologi dipelajari juga mengenai Peran,
Status atau kedudukan, Nilai, Norma dan juga Budaya atau kebudayaan.
Kesemuanya ini merupakan hal-hal yang sangat erat kaitannya dengan ilmu
Sosiologi.

Dan dalam Karya Tulis ini akan dijelaskan pengertiannya satu demi satu .

4
DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan ……………………………………………………… 2

Kata Pengantar ……………..……………………………………………..... 3

Abstrak ……………………………………………………………. 4

Daftar Isi …………………………………………………………………… 5

BAB I : PENDAHULUAN ………………………………………. 6

1.1 Latar Belakang Masalah ………………………………… 6

1.2 Rumusan Masalah ………………………………………. 7

1.3 Tujuan Masalah ………………………………………… 7

1.4 Manfaat Penelitian ………………………………………. 7

1.5 Metode Penelitian ………………………………………… 7

5
1.6 Sistematika Penulisan……………………………………….7

BAB II : LANDASAN TEORI ………………………………………. 10

BAB III : METODOLOGI PENULISAN……………………………..15

BAB IV : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ……………….. 16

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN …..…………………………. 17

DAFTAR PUSTAKA …...……………………..……………………………. 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Secara etimologis, Sosiologi berasal dari kata latin, Socius yang berarti
kawan dan kata Yunani Logos yang berarti kata atau yang berbicara. Jadi
Sosiologi adalah berbicara mengenai masyarakat. Bagi Comte, Sosiologi
merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umun yang merupakan hasil akhir
dari perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu Sosiologi didasarkan pada
kemajuan yang telah dicapai ilmu pengetahuna sebelumnya.

Pitirim Sorokim mengatakan bahwa Sosiologi adalah suatu ilmu yang


mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-
gejala sosial (gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum
dengan ekonomi) dengan gejala lainnya (nonsosial).

6
Berbeda dengan pendapat Rouceke dan Warren yang mengatakan bahwa
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan kelompok-
kelompok.

Berdasarkan uraian di atas, maka Sosiologi adalah jelas merupakan ilmu


sosial yang objeknya adalah masyarakat sebagai ilmu. Ia berdiri sendiri karena
telah memiliki unsur ilmu pengetahuan.

Dalam ilmu Sosiologi dipelajari juga mengenai Peran, Status atau kedudukan,
Nilai, Norma dan juga Budaya atau kebudayaan. Kesemuanya ini merupakan hal-
hal yang sangat erat kaitannya dengan ilmu Sosiologi.

1.2 Rumusan Masalah


Dalam rumusan masalah di sini, maka akan dicari jawaban daripada :

Apakah pengertian Peran/peranan.role dalam ilmu Sosiologi?

Apakah pengertian Status/kedudukan dalam ilmu Sosiologi?

Apakah pengertian Nilai dalam ilmu Sosiologi?

Apakah pengertian Norma dalam ilmu Sosiologi?

Apakah pengertian Budaya/Kebudayaan dalam ilmu Sosiologi?

1.3 Maksud dan Tujuan


Penulisan makalah ini mempunyai tujuan sebagai berikut :

1. Memenuhi tugas mata kuliah Teori Sosiologi


2. Memberikan gambaran teori mengenai Peran, Status, Nilai, Norma, dan juga
Budaya/kebudayaan dalam kaitannya dengan masyarakat sebagai sasaran ilmu
Sosiologi.

7
3. Sebagai arahan agar mahasiswa dapat mengkorelasikan hubungan antara teori
Peran, Status, Nilai, Norma dan Budaya/kebudayaan dengan kehidupan
masyarakat di kehidupan yang nyata.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat Penelitian ini adalah menambah wawasan pembaca mengenai


Peran,Status,Nilai,Norma,Budaya dalam Ilmu Sosiologi .Supaya pembaca
menyadari bahwa sangat pentingnya Ilmu Sosiologi dalam kehidupan .

1.5 Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah ,metode


kepustakaan yaitu, metode dengan mengambil data dari bahan pustaka
yang relevan dengan bahan penelitian. Selain itu, metode yang digunakan
adalah metode observasi yaitu, metode dengan pengumpulan data dengan
menggunakan indra .

1.6 Sistematika Penulisan

Halaman

Lembar pengesahan

Kata pengantar

Abstrak

Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN

a. Latar belakang masalah

8
b. Batasan masalah

c. Rumusan masalah

d. Tujuan penulisan

e. Sistematika penulisan

BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR

a. Landasan teori (pengertian, dll)

b. Kerangka berpikir

BAB III METODOLOGI PENULISAN

a. Waktu dan tempat penulisan

b. Metode penulisan

c. Langkah-langkah penulisan

BAB IV PEMBAHASAN

a. Penelitian Mengenai Peran,Status,Nilai,Norma,Budaya dalam Ilmu Sosiologi


b. Manfaat Peran,Status,Nilai,Norma,Budaya dalam Ilmu Sosiologi dalam
kehidupan
c. Penjelasan tentang Peran,Status,Nilai,Norma,Budaya dalam Ilmu Sosiologi

BAB V PENUTUP

a. Kesimpulan

b. Saran

9
BAB II

LANDASAN TEORI

PENGERTIAN PERAN, STATUS, NILAI, NORMA

DAN BUDAYA/KEBUDAYAAN

A. PERAN

10
Peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan, yaitu seorang yang
melaksanakan hak-hak dan kewajibannya. Artinya, apabila seseorang
melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka dia
telah menjalankan suatu peranan. Suatu peranan paling tidak mencakup tiga hal
berikut :

1. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat


seseorang dalam masyarakat
2. Peranan merupakan suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh
individu dalam masyarakat sebagai organisasi
3. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi
struktur sosial.

Peranan yang melekat pada diri seseorang harusa dibedakan dengan posisi
dalam pergaulan masyarakat. Posisi seseorang dalam masyarakat (social-position)
merupakan unsur statis yang menunjukkan tempat individu dalam masyarakat.
Peranan lebih banyak menunjuk pada fungsi, penyesuaian diri, dan sebagai suatu
proses. Jadi, seseorang menduduki suatu posisi dalam masyarakat serta
menjalankan suatu peranan.

B. STATUS
Kedudukan (status) diartikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam
suatu kelompok sosial. Sedangkan kedudukan sosial (social status) artinya tempat
seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain,
dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya, dan hak-hak serta kewajiban-
kewajibannya. Namun untuk mempermudah dalam pengertiannya maka dalam
kedua istilah di atas akan dipergunakan dalam arti yang sama dan digambarkan
dengan istilah “kedudukan” (status) saja.

Masyarakat pada umumnya mengembangkan dua macam kedudukan(status),


yaitu sebagai berikut :

11
1. Ascribed Status yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa
memerhatikan perbedaan-perbedaaan rohaniah dan kemampuan. Kedudukan
ini diperoleh karena kelahiran
2. Achieved Status yaitu kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usaha-
usaha yang disengaja. Kedudukan ini bersifat terbuka bagi siapa saja,
tergantung dari kemampuan masing-masing dalam mengejar serta mencapai
tujuan-tujuannya.
Kadang-kadang dibedakan lagi satu macam kedudukan, yaitu Assigned Status
yang merupakan kedudukan yang diberikan. Status ini sering berhubungan erat
dengan Achieved Status, dalam arti bahwa suatu kelompok atau
golonganmemberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang yang berjasa
yang telah memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan
masyarakat.

C. NILAI

Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa
yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Sebagai
contoh, orang menanggap menolong memiliki nilai baik, sedangkan mencuri
bernilai buruk. Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk umum yang
telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam
kehidupan sehari-hari.

Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak
pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh
kebudayaan yang dianut masyarakat. tak heran apabila antara masyarakat yang
satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai. Contoh, masyarakat
yang tinggal di perkotaan lebih menyukai persaingan karena dalam persaingan
akan muncul pembaharuan-pembaharuan. Sementara apda masyarakat tradisional

12
lebih cenderung menghindari persaingan karena dalam persaingan akan
mengganggu keharmonisan dan tradisi yang turun-temurun.

Drs. Suparto mengemukakan bahwa nilai-nilai sosial memiliki fungsi umum


dalam masyarakat. Di antaranya nilai-nilai dapat menyumbangkan seperangkat
alat untuk mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku. Selain
itu, nilai sosial juga berfungsi sebagai penentu terakhir bagi manusia dalam
memenuhi peranan-peranan sosial. Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk
mewujudkan harapan sesuai dengan peranannya. Contohnya ketika menghadapi
konflik, biasanya keputusan akan diambil berdasarkan pertimbangan nilai sosial
yang lebih tinggi. Nilai sosial juga berfungsi sebagai alat solidaritas di kalangan
anggota kelompok masyarakat. Dengan nilai tertentu anggota kelompok akan
merasa sebagai satu kesatuan. Nilai sosial juga berfungsi sebagai alat pengawas
(kontrol) perilaku manusia dengan daya tekan dan daya mengikat tertentu agar
orang berprilaku sesuai dengan nilai yang dianutnya.

a. Kimball Young
Mengemukakan nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak
disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat.

b. A.W.Green
Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi
terhadap objek
c. Woods
Mengemukakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah
berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan
sehari-hari
d. M.Z.Lawang
Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan,yang
pantas,berharga,dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai
tersebut

13
d. D.Hendropuspito
Menyatakan nillai sosial adalah segala sesuatu yang dihargaii masyarakat karena
mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia(smaeli-
pare.org)

D. NORMA
Norma dalam sosiologi adalah seluruh kaidah dan peraturan yang
diterapkan melalui lingkungan sosialnya. Sanksi yang diterapkan oleh norma ini
membedakan norma dengan produk sosial lainnya seperti budaya dan adat. Ada/
tidaknya norma diperkirakan mempunyai dampak dan pengaruh atas bagaimana
seseorang berperilaku.

Dalam kehidupannya, manusia sebagai mahluk sosial memiliki ketergantungan


dengan manusia lainnya. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok, baik
kelompok komunal maupun kelompok materiil.

Kebutuhan yang berbeda-beda, secara individu/kelompok menyebabkan benturan


kepentingan. Untuk menghindari hal ini maka kelompok masyarakat membuat
norma sebagai pedoman perilaku dalam menjaga keseimbangan kepentingan
dalam bermasyarakat.

E. BUDAYA/KEBUDAYAAN
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-
hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris,
kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah
atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata
culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

14
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J.
Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang
terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh
masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu
generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai,
norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan
lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi
ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang


kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan
Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta
masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai


kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi
sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam
kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan
kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk
yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya
pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan
lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

15
16
BAB III
METODOLOGI PENULISAN

a. Waktu dan tempat penulisan

Bekasi, Mei 2010

b. Metode penulisan

Metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah metode kepustakaan yaitu,
metode dengan mengambil data dari bahan pustaka yang relevan dengan bahan
penelitian. Selain itu metode yang digunakan adalah metode observasi yaitu, metode
dengan pengumpulan data dengan menggunakan indra .

c. Langkah-langkah penulisan

Cover,Lembar Pengesahan,Kata Pengantar,Abstraks,Daftar Isi,BAB I Pendahuluan,


BAB II Landasan teori dan kerangka berfikir, BAB III Metodologi Penulisan,BAB
IV Pembahasan,BAB V Penutup

17
BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Banyak sekali diantara kita tidak mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku
.Sama saja kita telah melanggar norma dan nilai social .Di dalam hubungan masyarakat
terdapat nilai-nilai dan norma-norma yang dianut dan ditaati bersama .Nilai-nilai dan
norma tersebut merupakan landasan bagi setiap orang untuk berhubungan dengan orang
lain dalam masyarakat .Pembahasan tentang PENGERTIAN PERAN, STATUS,
NILAI, NORMA DAN BUDAYA/KEBUDAYAAN sama saja sebagai pedoman dalam
berperilaku dalam berinteraksi dengan sesama .

18
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Peranan adalah aspek dinamis dari kedudukan, yaitu seorang yang
melaksanakan hak-hak dan kewajibannya.

Status adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial.
Sedangkan kedudukan sosial (social status) artinya tempat seseorang secara
umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain, dalam arti
lingkungan pergaulannya, prestisenya, dan hak-hak serta kewajiban-
kewajibannya. Namun untuk mempermudah dalam pengertiannya maka dalam
kedua istilah di atas akan dipergunakan dalam arti yang sama dan
digambarkan dengan istilah “kedudukan” (status) saja.

Nilai (Nilai Sosial) adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai
apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat.

19
Norma adalah seluruh kaidah dan peraturan yang diterapkan melalui
lingkungan sosialnya.

Budaya adalah hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Kebudayaan merupakan keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu


pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain,
tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri
khas suatu masyarakat.

B. SARAN

Agar suatu norma berfungsi dengan baik, diperlukan sejumlah syarat.


Diantaranya sebagai berikut

1. Norma harus diketahui oleh masyarakat

2. Norma harus dipahami dan dimengerti oleh masyarakat

3. Norma harus dihargai karena bermanfaat

4. Norma harus ditaati dan dilaksanakan

20
DAFTAR PUSTAKA
Abdul syani.2002.Sosiologi: Skematika, Teori, dan Terapan. Jakarta : Bumi
Aksara

Herkey, Wila. 1982.Pengantar Sosiologi.Surabaya: Usaha Nasional

Soerjono Soekanto.2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo


Persada

Ensiklopedi Indonesia, 16.45, 18 Februari 2009 www.id.wikipedia.org

21