Anda di halaman 1dari 57

a

b

1.50 d

9.39 c pp

PRODUK STAN DAR UNTUK

JALAN PERKOTAAN

-,

..__- "

POT. I-I

»>

50

Februari 1987

[J

DEPARTEMEN PEKER'-'AAN UMUM

DIREKTORAT '-'ENDERAL BINA MARGA

KATA PENGANTAR

Di dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.13 tahun 1980 Tentang Jalan, disebutkan bahwa jalan mempunyai peranan yang penting dalam mewujudkan perkembangan kehidupan bangsa.

Dalam rangka merealisasikan perwujudan tersebut, maka perlu adanya suatu pembinaan yang menjurus kearah professionalisme dibi -

dang jalan.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan selama ini terutama pada jalan-jalan kota, masih terlihat adanya produk-produk fi sik yang tidak seragam. Hal ini disebabkan kurangnya petunjuk - petunjuk yang mengarah ke dalam suatu keseragaman baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun pemanfaatannya.

Dalam rangka menuju ke produk fisik jalan yang lebih effisien dan seragam, maka diterbitkanlah buku STANDAJR mengenai jalan perkotaan yang dapat digunakan sebagai buku pegangan di dalam perencanaan jalan kota.

Menyadari akan belum sempurnanya STANDAR terbitan per-

tama ini, maka kritik-kritik dan saran-saran dari semua akan kami hargai untuk penyempurnaannya dikemudian hari.

pihak

i

Jakarta,

Februari

1987

DIREKTUR JENDERAL BINA MARGA

r

--...._".-,. .. --_..

SURYATIN SASTROMIJOYO

PRODUK STANDAR BINA MARGA

ii

D AFT A R

I S I

Balaman

KATA PENGANTAR MARKA JALAN PEMBERBENTlAN BIS

K ERE B

TROTOAR

PERGAMAN TEPl PERSlMPANGAN PEMISAB ~ SEPARATOR) URBAN DAMAJA/DAMIJA PERBAIKAN KERUSAKAN PERKERASAN ASPAL

i

............................

1 20 21 31 36 42 49 51 53

PRODUK STANDAR 81NA MARGA,-----

MARKA JALAN

BNKT/Ol/87

A. GARIS TERPUTUS (DOTTED LINE)

I. GARIS SUMBU DAN PEMISAH (CENTRE LINE AND DIVIDER)

Dua Jalur, Dua Arah b~ 5,50 m)

Warna garis : putih

oj. ~ 60 KM/J

x I •
to.12 / '"
5.00 3.00 I
x I •
/ "-
5.00 3.00

5.00

, 3.00

bJ. > 60 KM/J

5.00

8.00

2. HANYA GARIS SUMBU (CENTRE LINE ONLY )

Dua Jalur, Dua Arah (b < 5,50 m)

x j •
c:J c:::J ,+0.12 CJ c:::J /
,·°9 5.00 ,,"0Q 5.00 11.°9 5.00 11.°°1 3. GARIS PERINGATAN

Untuk Jalur Percepatan/Perlambatan dan Penghampiran pada Penghalang atau pada Garis Dilarang Menyiap di Tikungan.

Warna garis Putih

L-- __~ 10.15

3.00

1.50

3.00

1.50

3.00

L = 0,3 x V

L = GARIS PENDEKATAN [ M ]

V = KECEPATAN RENCANA (KM/JAM)

4. YIELD LINE (PADA PERTEMUAN TANPA TANDA nSTopn)

Warna garis Putih

CJ CJ [:=:J c=J c=J 1°·30

I 0.6°1 I 0.60 I 60.60 I 1°.60 I 36°·60 I

0.30 0.3 0.30 0.

PRODUK STANDAR BINA MARGA -----

1

BNKT/Ol/87

MARKA JALAN

B. GARIS PENUH (SOLID LINE)

I. GARIS SUMBU DAN PEMISAH

Jalur Jarnak, tanpa Median Warna garis : putih

!0.12 x x j . •
/ \
rl2 x x x s : .
0.10 / *) \
0.12 CATATAN

Untuk 3 jalur tidak digunakan garis sumbu pemisah

- Kecuali pada penambahan jalur (jalur pendakian) diperlakukan sebagai jalur jamak.

- Digunakan juga pada tikungan dimana jarak pandangan tidak memenuhi (*)

2. GARIS TEPI (PAVEMENT EDGE LINE )

Tepi Perkerasan Dalam Warna garis : Putih

.:i <f_

c=====================~~~~ __ ~ __ x x ~~~

1

putih

Tepi Perkerasan Luar Warna garis : Putih

putih _j <t.
toy x x
"'-.1
.i. x 1. I

/ " I
Garis pada Marginal Strip I
Warna garis : Putih
<t.
putih x -'I
to/, x

PROD UK STANDAR BIN A MARGA

2

MARKA JALAN

3

BNKT/Ol/87

3. GARIS PENGARAH

GARIS PENGARAH

Untuk Pengarah Pada Persimpangan Warna garis : Putih

putih

w@wlOwmUO/momWlW/OOMIlUMmmmllllwmttftIUtUftIJ,II,»

I---~

~ ~M~in~.~2~o~m~. ~ '\

4. GARIS DILARANG PINDAH JALUR ATAU MENDAHULUI

Ditempat Tertentu Atau Pada Daerah Tikungan Dengan Jarak Pandangan Yang Kurang Memadai.

a. Dilarang pinaah jalur atau menyiap bagi kendaraan disebelah kiri dan kanan.

Warna garis Putih
to.12 ---. x r, 0
.-
Putih 'I
...., x x 0 0 r-
~OIO
2' I
I I i
--.. x x x
~
II f
x x x X I
...., 'T b. Dilarang pindah jalur Warna garis : Putih

~ Arah dilarang pindah jalur
putih }
c::J c::J c::J c::J f6.~ ., x x I x , x r+
0.12
~ I 3.00
5.00 Arah boleh pindah jalur atau <t
I
Arah boleh pindah jalur -, x x I x x ,l-
c::J c::::J ! Arah dilarang pindah jalur

PRODUK STANDAR 61NA MARGA

MARKA JALAN

BNKT/Ol/87

5. GARIS DILARANG MENDAHULUI

~ Arah Dilarang Mendahului
1012
c:=J t::::l c::::J c:::l 0.12°.10
~ Arah Boleh Mendahului
~ Arah Boleh Mendahului
to. 12
c:J t::::J c:::::J t:::::J 0.12°.10
~ Arah Dilarang Mendahului 6. GARIS STOP

Warna garis

Putih

Digunakan pada Perternuan Major dan Minor Road

'-- --' 1°·30

7. GARIS PENDEKAT

c:::J 0.15t ~ _

GARIS PENDEKAT

L =0.3 xV

V = KECEPATAN (km/j)

JALAN UTAMA (MAJOR ROA D )

4

PRODUK STANDAR 81NA MARGA ----~

GARIS STOP

MARKA JALAN

BNKT/Ol/87

PENJELASAN PENGGUNAAN GARIS DILARANG MENDAHULUI

a. LENGKUNG HORI ZONTAL

b. LENGKUNG VERTIKAL

c

\ TINGGI MATA

TINGGI OBYEK

I L

- - - - - :====:-=-:=I==~-=--==-==-==il- - - - .

L

M : Jarak pandangan yang memenuhi

L Garis Peringatan

_________________ PRODUK STANDAR BINA MARGA ----

5

MARKA JALAN

BNKT/Ol/87

C. ZEBRA CROSS DIPERSIMPANGAN

PERSIMPANGAN SIKU

PERSIMPANGAN TIDAK SIKU

......__---------- PRODUK STANDAR 8lNA MARGA ---'"

6

BNKT/Ol/87

MARKA JALAN

I. GARIS STOP DAN ZEBRA CROSS (PERSIMPANGAN SIKU)

a. Garis Stop Pada Pertemuan Major dan Minor Road

Tidak digunakan Zebra-cross dan Lampu Lalu Lintas. Warna garis : Putih.

L __,J JO.30

j JALAN UTAMA (MAJOR ROAD)

t r>

GARIS STOP :

I -~-

b. Garis Stop Dengan Zebra-Cross
(Persimpangan Siku)
- - r-- 1
3,
I 1-
t030
I I 0.30 I/) f!_J~ =
j:! :5 ~c
z ~ r
_.J
I I I unoun
;:) l
_.J
<!
_.J
I I a:
;:)
_.J
<!
-,
I I

- - - .._ -
MIN. 2.50 "* 1.00 0.30 GARIS STOP * tergantung dari kebutuhan pejalan kaki

-------------------- PRODUK STANDAR BINA MARGA

7

MARKA JALAN

BNKT/Ol/87

2. GARIS STOP DENGAN ZEBRA CROSS (PERSIMPANGAN TIDAK SIKU)

/ /

/ 7
tO~
0.30
/ 7


/ /


MIN. 2.50 1.00 ._-------------- PRODUK STANDAR BINA MARGA

8

9

MARKA JALAN

BNKT/Ol/87

D. CHEVRON.

=)

Warna garis Putih

"* 2m

! 015

=)

(=

0.15

>

* 2m

0.15

(=

CATATAN I

~ Arah Lalu-Lintas

2 rn Jarak Batas Chevron

PRODUK STAN DAR BINA MARGA

MARKA JALAN

10

BNKT/Ol/87

E. MARKA PULAU ( Island) PADA PERSIMPANGAN

__ _ __ -7 MARKA PERIN_GA_~A_N - -I

~~~~==~ c:::::J .:::::=::l C=:::l t=::I ~ r:=:::. t:::I c:::::::I c::::::::I c:::::a::::..-_--t

KERES

0.12

MARKA MARGINAL

PULAU

PRODUK STANDAR 81NA MARGA ----

BNKT/Ol/87

MARKA JALAN

F. GARIS DILARANG PARKIR

I. GARIS DlATAS KEREB , MENERUS

a. Garis Di atas Kereb, Menerus Warna garis : Kuning

11

KEREB

JALUR PEJALAN KAKI

JALUR LALU - LlNTAS

JALUR P~ALAN KAKl4 7

/
/ /

't
JALUR LALU - LlNTAS
- ,._ L I~NIN.

'1fJ x

2. GARIS DIANTARA TEPI PERKERASAN DAN GARIS MARGINAL ( PADA MARGINAL STRIP)

Warna garis : Kuning dan terputus-putus

5.00 3.00

0.15

_~0.50

JALUR LALU - LlNTAS .

/

PRODUK STANDAR BINA MARGA ----

MARKA JALAN

BNKT/Ol/87

G. TANDA PENGARAH JALUR

Digunakan Terutama Pada Pertemuan-Pertemuan Ja1an.

Digunakan Warna

Tanda Panah

Putih

PANAH AWAL -:

/ANAH AKHIR

1----.

MIN.40M. MAX. 80M

: I __!..J

1 1 :

+-_1_Q_9~_1=0_-+1

i.. MINc..c._::2:.:::0_:__:Mc:___--+

/PANAH AWAL

~

--.

- --

I I I)

I I 1 r--

+-' _M_IN_._4_0_M _ ____:_Mc:..Ac:..X,.;_. 8-=-0.:_:..:.M:___-+-_'f--'4.:..::.0~0:__+-- 5 - 10 I

+---MIN. 20M.+_

PANAH AWAL /

~

/PANAH AK( 7..,..

_~ I

r= .... _.

I~

MIN.40M , MAX.80M

I 1 : '

~._ 4.00 I ~Q_-l-L....-- MIN.20M

,/FANAH AKHIR

/PANAH AWAL

:

MIN.40M

I I ~

MAX.80M I : 4.00 : 5 - 10 I

L, MIN.20M '

-------------------- PRODUK STANDAR BINA MARGA

12

BNKT/Ol/87

MARKA JALAN

TANDA PANAH

( TANDA PENGARAH JALUR )

5.00

2.00

3.00

2.00 3. 00

1.40

1.10

2.50

·3~·30

5.00

5.00

MAXIMUM 20.00

~r:----------~]

~ ::]L= ----.

~r-------~I

SKALA I: 500

PRODUK STANDAR BINA MARGA

13

BNKT/Ol/87

MARKA JALAN

H. MARKA HURUF a ANGKA

14

Warna

Digunakan Untuk Rambu Petunjuk Atau Rambu Perintah

Marka

Putih STOP

RAMBU STOP ( TABEL II no. I 2 LAMP. KPTS. MENHUB. )----1.

C/) ~

c=} ~d

~ .£._ =

~_',,-- ....:!u:::_ __ _. ~

= = = =

r--------------------- ,~

JALAN PENGHUBUNG

IO-25M I I

KETERANGAN

o. Lihat standar pemisah ja1ur

b. Lihat standar garis pengarah

c. Lihat standar garis stop

d. Lihat standar zebra cross

PRODUK STANDAR BINA MARGA

BNKT/Ol/87

15

MARKA JALAN

1. MARKA SIMBOL

Digunakan pada pertemuan berprioritas

1

t

1O-25M

z

d

Keterangan

v~60 km / jam;

-+---uALAN UTAMA

(YANG DIPRIORITASKAN.l

0 0.60
0 0.30
0.60
0.30
0 0.60
0 0.30
0.60
+r+
0.30 (Lihat "YIELD LINE") - Bila jalan utama menggunakan Kereb, "YIELD LINE" dipasang.

- Satu garis dengan Kereb

- Bila tanpa kereb, di-

pasang pada jarak minim 60 em dari jalur lalu lintas

x = 0.50

y = 6x m

z = 2x m

d = 0.15m

PRODUK STANDAR BINA MARGA

-

a,

~

(f)

(f) ::) CD

::) CD

~

a::

\

z
«
_J *
<{ .~
J 0.. E
0
« ~ ~
(I) 0
~ (I) 0
(( ::> ~
« m "
~ <t .J
~
a:::
<t
~
-j 5TO~ ~

16

"*

~
~
m
LLJ
en
«
~
Z .s::
'I"l
~ .j.I <t
::I (!)
Z ~ ~
~ ~
<t
~ Z
en .-t iii
a:: ~ a::
LLJ
Q.. 'I"l s
tI.l Z
« ~
a .. en
~ ~ ~
::I
~ :::>
c
Z 0
« IE
...J ..
« III
..., 'I"l
~
« &
~ ra
a:: ~
« ~
:E ~
~
8
(l) 18

0.10

MARKA JAL.AN

---------------- PRODUK STANDAR BINA MARGA----

MARKA HURUF UNTUK KECEPATAN MAKSIMUM 60 KM/JAM

0.10

I I

BNKT/Ol/87

1.80

1.62

UKURAN DALAM METER WARNA PUTIH

BNKT/02/87

PEMBERHENTIAN BIS

20

PEMBERHENTIAN BIS (BUS BAY)

a

b

c:

=::;'\'~==;I= "'W===l;:~-,t~R_·'_.....;Tc...:...R;..;;_O~..;...;O;....A_R_-t ~ -R.r--

JALUR LALU LINTAS

_. __ ._. _. -.-_._--_._._._. __ . __ ._--

Ukuran dalam meter

a b* c w Rl R2
ainimum 20 13 20 3 18 12
ainimum mut1ak 10 13 13 2.75 10 12 * Untuk setiap penambahan panjanq harus ditambah denqan 13 m. - Untuk shelter dan pe1atarannya 1ihat standar shelter

._---------------- PRODUK STANDAR BINAMARGA

rn w 0::

W ~

o I 2 o

-r-4J

21 ~

Il: <X o z

t::

(f)

.....

<

.....

·

I'd

·

'0

·

til

I

0:: « (f)

.

«

22

BNKT/03/87 KERES

B. BENTUK DAN UKURAN KEREB

I. KERES DAN KERES PENGHALANG

a

r

h

b

UKURAN (em)
TYPE
a b h r I
Al 15 17 20 5 60
BI 18 21 30 5 60 a

Cetakan Baja Mutu Beton K 300

Keteranqan

o Type Al Type Bl

"Curb" "Barrier Curb"

o Curb

Barrier Curb

Kereb

Kereb Penqhalanq

DETAIL I

o Curb diqunakan pada Pulau (Island) Barrier Curb diqunakan pada Median, Troar

A

,-


L_A ~I

30

-

\

POT. A - A

KERES DENGAN SUKAAN

dipasanq pada jarak max. 6.00

PRODUI< STANDAR BINA MARGA

23

BNKT/03/87 K EREB

2. KEREB PENINGGI (MOUNTABLE CURB)

5 20

10

15

25



DETAIL II

--------------- PRODUK STANOAR BINA MARGA

KERES

BNKT/03/87

3. KEREB BERPARIT (GUTTER CURB)

a al
1
M r = 5atau 4
h2 ./
10% h
t-.: - 11h.
hi \
b al al 600
r---;'
r = 5 atau
r 4C
h2 r
5f ---~ 10% ilh, h
-----1 1-----
I I I
hi \ I 1 1
1 I I
1 b 1O b

1

Barrier Curb

U K U RAN (Cm)

TYPE KETERANGAN

h

a

7.5 12.5

10

20 60

Curb

25

17

15

10

30 60

21

7.5 22.5

18

25

KEREB BBRPARIT DENGAN BUKAAN DIPASANG PADA JARAK MAX 6. OOm

PRODUK STANDAR BINA MARGA

24

0
«
CD
a:::
Q..
(!)
CD ~
...I
W Q..
a:: « :E s
~ 0
W 10 (!)
~ ~ N Z
::J z «
~ ~ "':I
Z
::E ~ «
::::l I ~
z ~-7 -- UJ
« ..,.~
...I z ~~
« <t ~
..J i=~
J <t
s ..., ~
a::
<t f(')~
~ CD
W 0
..J U)
CD
W
a:::
w
~
d g ~VO.LO~.L

...

26

I--

r-' -r'-
I--
--

-
- .-.
,f -.
~ "--
I-- _- -----'=
1=' __ -=
- -

CD
w /
V
A
yyV o U)

~
:::>
~
:::>
z
~
z
m :::> CJ)
(!) ~
lLJ z
~ ...J
0:: m
lLJ CJ)
~ Li!
~ :::>
CJ)
~ 0::
~ :::>
...J
z ~ - -
~ -,
...J f
~
-, z
~ ~ Il) Il)
a C\J
~
m
LaJ
0::
LaJ
~
LaJ 0
<.0
r- E
co ~
......... " -
M
0
<,
E-I
~
~ o <.0

27

I

en

~ :J o o 0::

Q..

=

==

--

:.=

--_·c.

==

F= .. -

keroiringan sesuai del)giQIl kemiringan ----

mellntang Jalur lulu lin res,

nlllllllllllil i I II III

"

o <.0

m w 0::

W ~

28

<[
o
0::
<[
<i ~ ::?!
~ o <[
(!)
z z z
iii iii iii
0::
S
Z
j:!
(J)
~
::>
Cl
§ 0
0::
a, F _ KEREB PADA JALAN MASUK BANGUNAN UMUM DENGAN JALUR FASILITAS

29

BNKT/03/87

KERE8

G. DETAIL KEREB PADA JALAN MASUK KAPLING PRIBADI / BANGUNAN UMUM

TIPE.I 18

30

30

21

60

60

21

TIPE.2

60

2.1

60

21

---------------- PRODUK STANDAR BIN A MARGA

BNKT/03/87

TIPE.3

TIPE .4

30

KERES

Dr6~

21 60

60

,_______,J 19 L, __ _____'

60

21

60

PRODUK STANDAR BINA MARGA

BNKT/04/87

TROTOAR

A. OAMIJA 01 LUAR JALUR LALU LlNTAS CUKUP LEBAR

a

b

c

KETERANGAN

a b

Dimensi disesuaikan dengan standar saluran Bervariasi tergantung luas tanah yang tersedia dan keperluan lainnya.

Lebar trotoar yang dibutuhkan sesuai dengan penggunaan Jalur Fasilitas umum/jalan

c d

*

Ukuran yang tercantum pada gambar adalah angka minimum Kebebasan samping sebesar 0.30 m diberikan bila ada halangan tetap.

*

B. OAMIJA 01 LUAR JALUR LALU LlNTAS TERBATAS

I. BANGUNAN / PERTOKOAN (Down Town Area)

TANDA PEMBATAS TROTOAR

10 r=<LIHAT STANDAR DRAINASE

._------------------- PRODUK STANDAR BINA MARGA----"'"

31

BNKT/04/87

TROTOAR

32

2. LERENG

3. JEMBATAN

b

100

2.5

b

150

4. TEROWONGAN

KETERANGAN a. AMBANG h. TROTOAR

* KEMIRINGAN MELINTANG 2-4 % * RUANG BEBAS TROTOAR YANG

BERKAITAN DENGAN RUANG BEBAS JALAN RAYA, MENGIKUTI RUANG BEBAS JALAN RAYA

5. TROTOAR PADA PEMBERHENTIAN BIS

TROTOAR PADA PEMBERHENTIAN BIS, BARUS DITEMPATKAN BERDAMPINGAN DENGAN JALUR BIS BAIK PADA DAMIJA TERSEDIA LUAS, CUKUP LUAS MAUPUN SANGAT TERBATAS

a. TROTOAR DI DEPAN PEMBERHENTIAN BIS

b

2.00

....... ----------------- PROD UK STANDAR BINA MARGA ----

33

BNKT/04/87 TROTOAR

b. TROTOAR DI BELAKANG PEMBERHENTIAN BIS

- ,

r

,

b

a

a : clearance (lihat standar shelter) b : lebar trotoar

TABEL LEBAR TROTOAR YANG DIBUTUHKAN SESUAI DENGAN PENGGUNAAN LABAN SEKITARNYA

Penggunaan Lahan sekitarnya

Lebar minimum (m)

1.50

- Perumahan

2.00

- Perkantoran

2.00

- Industri

2.00

- Sekolah

2.00

- Terminal/Stop Bis

- Pertokoan/Perbelan-

2.00

jaan

1.00

- Jembatan, tunnel

C. RUANG BEBAS TROTOAR

o Kebebasan vertikal paling rendah 2.50 m dan kedalaman minimum sebesar 1.00 m dari permukaan trotoar

o Kebebasan samping minimum 0.3Om

2.50 harus diberikan bila ada penq+ halang tetap.

o Yang dimaksud dengan penghalang tetap lihat penjelasan

o b : lebar trotoar

fZf!A'\(1

I I I

L J

p.3Q b p301

i~ I

1.00

PROD UK STANDAR SINA MARGA

TROTOAR

BNKT/04/87

D.KONSTRUKSI TROTOAR

I . BLOK BETON

ADUKAN SEMEN PASIR '::3

BETON B,

TANAH DIPADATKAN

2. BETON

BETON 1::3: 5

ADUKAN SEMEN PASIR I: 3

BETON B, ~

3. LATASIR

LATASIR

ADUKAN SEMEN PASIR I: :3

BETON B,

IPAOATKAN

L

4. PLESTERAN

AOUKAN SEMEN PASIR 1::3

BETON B, 8

-r-=-t

L

CATATAN

Kemiringan melintang trotoar 2-4%

• Hubungan Trotoar dengan Kereb lihat standar Kereb (pemasangan Kereb) •

• X = 3, untuk jalur hijau dan X = 0, untuk bukan jalur hijau.

Semua ukuran em.

. L = Lebar Trotoar ( Liha t Tabel)

-------------------- PRODUK STANDAR BINA MARGA

34

35

m w fl.

i= ..J

~

W o

0 .c 0
z
«
...J
«
....,
<,
:z: «
=>
:z:
=> a:: W
(f) «
~ ~ fl.
::J s i=
Vi f- ...J
Lt ~
a:: W
=> 0
...J
«
...., a:: <t

g

o a:: f-

<t (!) a:: « :z:

« z

iii

BNKT/05/87

PENGAMAN TEPI

36

A. 8 E S I (GUARD RAIL)

Catatan

- Guard harus terbuat dari jenis dan bentuk yang ditetapkan Standar Industri Indonesia atau Standar Internasional yang diakui

- Post dapat berupa pipa besi, besi kanal atau kayu.

- Ukuran dalam em

BAUT 5/S"

a" x a"

\

~

S"WEB I - BEAM

/:

TAMPAK SAMPING

I. UJUNG OIATAS PERMUKAAN TANAH

KONSTRUKSI UJUNG

I II
~ ~> I , ~ , I -1
, I , I
-- -- - , -' --~ -r---I-
,
I , I I
, , I ,
,
<
om ""/; '".r--",.-v "r ~ ,",w",",,,'wTj\ ,.~ \N 50

MAX, 400

MAX. 400

TAMPAK MUKA

~~o~~~~~o~~~~~o~~ TAMPAK ATAS

* Guard Rail pada lokasi timbunan

._------------------- PRODUK STAN DAR BINA MARGA -----

0:: w .....

z « ::E « (!)

z w n,

x

J

>-

::::l ::r: <I CD

a::: w

I;

z

~

<I a:: w ~ a:: w a..

a:::

V

t

Z <I <I a::

C3 ffi

~

::r: <I a:: <I

37

(

(

c

CI

..I--

11=

1=

I~

tt:--

t

t--

\ \-,-

\

W=:

o 1--+---1 I:

o

o 0 N • .-t

o o

'0:1' •

o

(

c

(

c

(

c

8

(\I

::: ( <,

c

(

IW (J) LL LL o

PENGAMAN TEPI

BNKT/05/87

B . BETON (PARAPET)

o v

DITUTUPASPAL 2%

II) co

20

15 5 20

I I

II) CD

175

.TULANGAN 8 010-20

TULANGAN A 01.0-20

o v

It) C\I

II) C\I

II)

It) Q

Q

It)

Q

Q

17.5

40

50

50

POT. I-I

POT.n-1i

TULANGAN C TULANGAN A

TULANGAN B

06,.,-15 01~20 (2I51-~O
/. c:0
/ .> -> /': T
./ /' I I
i

i T DETAIL KUPING

POT. II-II

POT. I-I

PEMBESIAN

CATATAN

1. MUTU BETON K 350

2. UNTUK CAST IN SITU PANJANG SEGMEN ANTARA 2.00-5.00, DISESUAIKAN RADIUS TIKUNGAN

3. LANTAI KERJA BETON BI

4. DIANJURKAN PADA JALAN DENGAN KECEPATAN RENCANA 80-100 KM/Jam

..... ------------------ PRODUK STANDAR BINA MARGA

38

PENGAMAN TEPI

39

BNKT/05/87

c. TANAH TIMBUNAN ~

D.r--===::::::::!

j

rPIPA e 15

I , I

~ _ -- ---300------ n - --k-------- 300------ uj I:

I I 1 J

<

70

_.-----.,,-

----:~~---

---- - PIPA 015

CATATAN

1. PENGERJAAN TANAR DILAKUKAN DENGAN PEMADATAN LAPIS DEMI LAPIS DI ATAS TANAR TIMBUNAN

2. JENIS TANAR YANG DISARANKAN ADALAH JENIS TANAR BUKAN GRANULAR (FINE GRAIN) DAN CUKUP SUBUR UNTUK DITUMBUHI RUMPUT.

3. JARAK nCROSS DRAINn ± 3,00 M

4. DIANJURKAN PADA JALAN DENGAN KECEPATAN RENCANA <ao km/jam

5. DIGUNAKAN SEBAGAI ALTERNATIP PENGAMAN DITEPI BILA DIMUNGKINKAN UNTUK INI DAN DIKAITKAN UNTUK KEINDAHAN.

PRODUK STANDAR BINA MARGA ---- ....

PENGAMAN TEPI

40

BNKT/05/87

D. PASANGAN BATU KALI

I.

30

45 I 10 I

I 30 I

2.

45

CATATAN

1. UKURAN BATU KALI DISESUAIKAN DENGAN KEADAAN SE TEMPAT

2. DIGUNAKAN SEBAGAI ALTERNATIP BANGUNAN PENGAMAN TEPI

3. TIPE INI DIKAITKAN TERUTAMA UNTUK KEINDAHAN (ESTETIKA) DAN PADA JALAN DENGAN DESIGN SPEED ~ 60 KM/JAM

70

r

10 4. BATU DAPAT DIPASANG TANPA

ATAU DENGAN PASANGAN MORTAR 1 : 3.

LANTAI KERJA

........ ------------------ PRODUK STANDAR SINA MARGA ----,

BNKT/05/87

PENGAMAN TEPI

E. BALOK KAYU

200

IOx25

ILl

t

(f)

o ILl Il::

U

Z <! (!) Z ILl o

~

o

is

I I I I I I I

I I ,- _ _I

I I I I I I I I I

I I L _ _J

I I I

I 75

I

I

I

I I

Lf-J

LI5x25 ATAU 025

CATATAN

1. BAHAN KAYU KELAS MINIMAL I B DAN DIAWETKAN

2. BAGIAN YANG DI CAT CREOSOTE TIDAK BOLEH TERLUKA (LUBANG)

3. DIANJURKAN PADA JALAN DENGAN KECEPATAN RENCANA < 40 KM/JAM DAN PADA DAERAH PARKIR

4. DIGUNAKAN SEBAGAI ALTERNATIP BANGUNAN PENGAMAN TEPI.

PRODUK STANDAR BINA MARGA -----

41

~--------------------------------------~~----------

42

PERSIMPANGAN

BNKT/06/87

A . TYPICAL PERTIGAAN

.> L1HAT STANDAR MARKA (Z ebro Cross)

/" I Li

JALAN UTAMA ( MAJOR ROAD)

~ -~r- +- __

I

LI' i L2'

I

I

L4,.,

I

I

I

JALAN PENGHUBUNG (MINOR ROAD)

Catatan

Lebar Ll untuk pertigaan tanpa lampu lalu lintas ditentukan oleh kapasitas lalu lintas dari pertigaan dan untuk pertigaan dengan lampu lalu lintas ditentukan oleh perhitungan kapasitas lampu lalu lintas.

Lebar L2 tidak kurang dari lebar rene ana yangditentukan atau tidak kurang dari L2

minimum untuk L4 = 2,75 m
= Ll - L3 ';i!; 2,75 m
= Ll - L3 ~ 2,75 m - Lebar absolut atau : L4 L4

PRODUK STANDAR 81NA MARGA

43

PERSIMPANGAN

BNKT/06/87

B. TYPICAL PEREMPATAN

TANPA JALUR PERLAMBATAN / PERCEPATAN

I I I 'I 1\

/ \

/ ,

/ "-

./ "-

_" ......

------, _,..:::z-------- <t

'- ./

" /

\ I

\ I \I

I

I

I

I

I I I I

I

t

JALAN PENGHUBUNG ( MINOR ROAD)

R : min. 6.00 m

max.9.00 m

JALAN PENGHUBUNG

( MINOR ROAD)

---------------- PRODUK STANDAR 81NA MARGA

44

- ~
ILl <X
a. ILl CD
a:
I- a. <X
i= :i!:
<X
Z
iii
a::
/ <X
---- 0
I z
~
"" Z en
./ ~ \ x:
\ :::>
0
~ " 0
Z a:
ILl a.
~ ~ ' ...... It
~ ILl -----
::E a.
Z w - '"
a:: z z
<{ w 0 ~
o a, i= iCt
Z I- frl CD
~ => ~
c en <t
a:: .J
~ => w a::
en I- ILl
...J Z a.
en « - a::
a:: o 3
IJJ n, ~
a. >-
I- z ,£.
<t ""It -
U (!) /
Z
ILl I
Q
- ).._ .............. I
I
-, I
"- =
(Ij
\ t7I
\ 101
Q)
+I
(I)
+I t7I
(Ij (Ij
..c:: 101
• .-1 0 til
..... +I (Ij
til +I
rt1 =
~ = '.-1
101 • rt1 .....
~ rt1 ro I
~ ::;
101 101 .....
- = ~ 8- rt1
- rt1 .....
::; rt1
ILl ILl +I rt1 +I rt1
~ 0. = "[ til
i= (I) rt1 '.-1
I- +I ~ .....
.. (I) = rt1
~ 101 • .-1 =
r-- (Ij (Ij rt1
00 = ~ ro ~
<, s = & t7I
+I (Ij §
1.0 rt1 § +I • .-1
0 +I til ro +I
........ rt1
~ U I
~
Z
~ PERSIMPANGAN

BNKT/06/87

D. JALUR BELOK KANAN DARI JALAN BERMEDIAN

i

I

-E----- L1HAT JALUR BELOK KIRI

1\ "

. \ «- ~~/ LlHAT STANDAR MARKA JALAN

",-+--"+

14.00 min .

<,

F 1- dw_=_.,.,:II-->·7_5_(min=) =

-------:::-_--

JALUR TUNGGU (Storage)

JALUR PERLAMBATAN1

KECEPATAN V JALUR PERLAMBATAN MIN" PANJANG MIN. TAPER*
( KM IJ) ( M) L=Vxdw/6m
40 15 20
60 30 30 Panjang jalur tunggu

2 x M x S m

tanpa lampu L.L.

LS 1.5 x N x S m dengan lampu L.L.

M Jumlah rata-rata kendaraan belok kanan/men it

N Jumlah rata-rata kendaraan belok kanan/putaran (cycle) S Jarak antara kendaraan (m)

Catatan

- Ketentuan marka, lihat standar marka jalan

* Bila panjang taper > dari jalur perlambatan marka panjang taper dianggap sebagai jalur perlambatan

PRODUK STANDA R BINA MARGA

45

46

PERSIMPANGAN

BNKT/06/87

E. JALUR BELOK KIRI

I. JALUR PERLAMBATAN TANPA JALUR TUNGGU (Storaoe)

DENGAN JALUR PERCEPATAN

JALAN UTAMA (MAJOR ROAD)

KECEPATAN V TAPER
(KM/J) (min)
40 1:10
60 t: 20 z

s ~

lLJ U 0:: lLJ a.

0:: ::J _J

« ....,

TANPA JALUR PERCEPATAN

JALAN UTAMA ( MAJOR ROAD)

o Z ::J

00 ......

::JO J::« <!)o zo:: lLJo:: a.o

z~ «~

_J-

« ....,

TAPER (min )

KECEPATAN V ( KM/J)

40

I: 10

I

<t

60

1:20

- Penentuan R min. ditetapkan berdasarkan Single Unit Truck

- Untuk perencanaan khusus periksa Peraturan Perencanaan Geo-

metrik.

-------------------- PRODUK STANDAR BINA MARGA

BNKT/06/87

(!) Z :J mo :J<I: :I: 0

~It:

"'It: 0...0

Zz <1:_

...J~

~-

PERSIMPANGAN

2. JALUR PERLAMBATAN DENGAN JALUR TUNGGU (Storage)

DENGAN JALUR PERCEPATAN DAN TUNGGU

JALAN UTAMA (MAJOR ROAD)

JALUR TUNGGU

JALUR PERLAMBATAN

( STORAGE)

KECEPATAN v (KM/J)

*

JALUR PERLAMBATAN MIN PANJANG MIN.TAPER

(M) L = V X dw/6 m

40

15

20 30

60

30

*

Bila panjang taper > dari jalur perlarnbatan maka panjang taper dianggap sebai jalur perlambatan

JALAN UTAMA (MAJOR ROAD)

TANPA JALUR PERCEPATAN

= 3.00 (min)

( STORAGE I JALUR PERLAMBATAN

20 30

T 1

I I I I

* *

KECEPATAN V JALUR PERLAMBATAN MIN. PANJANG MIN. TAPER

(KM/J)

(M)

L = V X dw/6 m

CATATAN

40 60

15 30

*

Bila panjang taper > dari jalur perlambatan maka panjang taper dianggap sebagai jalur perlarnbatan

Ketentuan marka, lihat standar marka jalan Penentuan R min, ditetapkan berdasarkan Single Unit Truck

PRODUK STANDAR BINA MARGA -----

47

PERSIMPANGAN

BNKT/06/87

F. JARAK PANDANG BEBAS

V major road = 60 km / jam

x

I

I

DAWASJA

1-· - ---

JALAN UTAMA

( Major Road)

~ --':-- r

r- __ =-t L --

I ••••• ,

I I I I

I

rrr/////;0//)//////

t::; iGARIS BATAS BANGUNAN

~ ~ ~ ~

I

I L

y

v

x

(km/Jam (m) ( m )

JALAN PENGHUBUNG (Minor Road)

60 103 16

40 70 16

V major road = 40 km / jam

x

I

,---

I

DAWASJA

-- --

JALAN UTAMA ( Major Road)

t~- =-r _ -- - -- - -- - -- _ -- _ - - """ :::.
...
1 . . DAWASJA
. . ...
--- -- - - - - - - -- -
.1. - -
~ .... .., •• ·1 - ~//l~///////
'--
I I ~ GARIS BATAS BANGUNAN
1 ~
I I I ?
/
I V
I I
I I
I 1 JALAN PENGHUBUNG (Minor Roa d )

PRODUK STANDAR BINA MARGA

48

PEMISAH (SEPARATOR)

BNKT/07/87

BUKAAN PADA JALUR PEMISAH

I. MASUK KE JALUR LAMBAT

JALUR

LAMBAT

S) 0.4 m ~ 1.8 m

JALUR MENERUS

L_ R : 10 m

JALUR

ME NERUS

JALUR LAMBA-:-

R: 15 m

JALUR _ MENERU$

-------------------- PRODUK STANDAR BINA MARGA

S 1.8 m 2.0 m 2.2 m 2.4m
L 11.0 10.5m 10.Om 9.5m S> 2-40 m

CATATAN JALUR PERLAMBAT IJALUR L INDUNG (Storage) DAPAT DISEDIAKAN PADA PEMISAH YANG LEBAR

S 2.5 m 3.0 m 3.5 m 4.0 m 4.5 m 5.0 m /5.5 m 6·0m
L 9.5 m 9.0m 8.0 m 7.0 m 6.0m 5.0 m 14.0 m 3.0 m Tabel SaL Untuk Pelaksanaan Prakfi'.l

49

51

r

C[

~

C[

:;:

C[ z iii

s::. s::.

E i 8 0 3

C[ _.

I c::! c::!
'J -:i
I :I:..J c::!
<:t..J ::i: 2:
(f) c::! c::!
::Eo: 0 0
I w3
o..c::!
o:'J
::>
..J
~
Z
c::!..J
..J"
<f..J
'Jo:
'::>
2:..J
0 ::>c::!
2:'J
U"l ::>
-: (f)
~ j:!
::E " --::J-
-'<-- IO~
0:
I 3
~o:
08
I ~~
:EI-
c;(
s
W
0..
C>
Z
<f
III
2:
c::! 52

r::
rtI
til
rtI
.jJ
rtI
..0 c;(
I-! C>
OJ a::
..0 c;(
.jJ :E
rtI c;(
0. z
rtI iii
'0 0:
r:: <{
. .., 0
rtI Z
I""i j:!
I (f)
r:: ~
. ..,
rtI ::>
I""i 0
Ui 0
co r:: a::
0'1 rtI 0..
I""i '0
<,
\.0 r::
N I;jl I;jl rtI
r:: r:: I;jl
~ rtI rtI r::
~ .,.., .jJ rtI
S C r:: I;jl
~ . .., rtI
I'd I""i '0
I""i OJ OJ I-!
rtI S S OJ
'0 0..
til til <,
S I'd rtI r::
.jJ .jJ rtI
.jJ . .., . .., 0
r:: I""i I""i ~
rtI . .., .", 0
C) .jJ .jJ .jJ
I-! ::s ::s I-!
OJ OJ
.jJ r:: r:: 0..
rtI rtI
. .., I;jl I;jl r::
.jJ r:: r:: rtI
I-! rtI I'd r::
OJ til til ::s
0.. rtI ~ I;jl
OJ s r::
til OJ OJ rtI
0. 0. ..0
rtI
.,.., I;jl r:: til
. .., r:: rtI rtI
S rtI S .jJ
I'd .jJ rtI rtI
0 r:: I""i ..0 .
. .., rtI I-! rtI
.. I""i '0 OJ .,..,
rtI OJ OJ .jJ . ..,
.,.., s ~ S
rtI r:: rtI
s til til rtI 0
rtI rtI rtI .J:i
0 .jJ .jJ rtI til
I'd rtI I""i . ..,
r:: ..0 ..0 I-!
rtI I""i ~
. .., rtI
.jJ .J:i
I-! r::
OJ s rtI
I;jl rtI I;jl
r:: I""i r::
OJ rtI OJ
~ 0 '0 z « is w :E

§ c:
"0
'J .2
0 0
'J
0 .:.:
....
c:
'=' ::i:
:E
.s;;. s:
E 0
L.
8 Q)
0
0 0 BNKT/09/87

PERBAIKAN KERUSAKAN 53

PERKERASAN ASPAL

A. RETAK BUAYA (Alligator Cracks)

I. BENTUK KERUSAKAN

~ ;~

.

. '

... .

2.CARA PENANGANAN

- Penggalian harus tegak

- Penggalian harus lebih lebar

m

- Coating

- Pengisian dan Pemadatan

.r-' _o . --'-1

/ j'

./ /

L. _._._._I

t Tack coat = 0,35 - 0,55 L/M2 t Prime coat= 0,6 - 1,50 L/M2

Pemadatan dilakukan lapis demi lapis maksimurn 10 ern perlapis pada temperatur 600 - 800 C ATB atau 600 - 1100C Binder

3.PEMBUKAAN BAGI LALU-L1NTAS

Lalu-lintas diperbolehkan lewat 2 - 4 jam setelah pernadatan terakhir.

PRODUK STANDAR B I NA MARGA ----

PERBAIKAN KERUSAKAN PERKERASAN ASPAL

54

BNKT/09/87

B. AMBLAS (Depression)

I . BENTUK KERUSAKAN

2. CARA PENANGANAN

- Penggalian harus tegak

- Penggalian harus lebih lebar

-'-'-'-'-'-'7

././0 7 /

~IL_~//

L. _. _. _. _. __I

• Tanah dasar dipadatkan t Base corse dipadatkan lapis demi lapis

• Tack coat = 0,35-0,55 L/M2 • ATB/Binder minimum 5 em; dipadatkan

t Prime coat=0,60-l,50 L/M2

pada temperatur 600 - 800 C ATB atau 600 - 1100 C BINDER

3. PEMBUKAAN BAGI LALU-LlNTAS

Lalu -lintas diperbolehkan lewat 2 - 4 jam setelah pemadatan terakhir.

PRODUK STAN DAR BINA MARGA ----

PERBAIKAN KERUSAKAN PERKERASAN ASPAL

BNKT/09/87

C. RETAK MEMANJANG TIDAK BERKEMBANG ( Non Progressive Crack) I. BENTUK KERUSAKAN

/-------'-'--'-'7

/" -;

/ _. __ ~~~~:~.~"~;C. __ • /

l/:::~<:··; '.\:/i)r~:{)i/;[Jj}!;X/{f]'·~~ :~: ~-\'Y}~,~'/·:',~',.::~i:;:' :YJ

2. CARA PENANGANAN

Celah diisi aspal cair dan ditaburi pasir.

-_._;

/ :7¢.~t·+*·~>~f:i7.~·8f~;f·~~·~:~;:~;7~~}fjJ/ /

fYJ:'~(-::;<:·::.:<:>'-L;·::'-.:·:>_::'~:;:>~::>::·")··~:':'j::,:;.:::;.:).>-::j

- Celah dibersihkan dari kotoran atau debu.

Celah yang sudah bersih diisi aspal cair (dicampur pasir bila perlu/untuk celah lebar ± 5 rom) atau dengan adonan aspal emulsi.

- Diatasnya ditaburi pasir kering.

D. RETAK MEMANJANG BERKEMBANG (Progressive Crack)

I. BENTUK KERUSAKAN: (seperti non progressive crack)

2. CARA PENAN'GANAN

BURAS t bllc perlu ) /-

1---'---', ~~~m~~bBINDER

I ]' I===~=h<;i~~'&--+ AT ROPE N

, I -~.= J' !40cm ~~~~~~~ GRADED

1_k~C!!L ._ .~~J

Penggalian dilakukan tegak dan lebih lebar

SPESIFlKASI ATB OPEN GRADED

Agregat

Size

% Passing
100
75 - 90
50 - 70
8 - 20 - Bitumen content 1,5 - 3%

- Mixing time 30 detik

2" 1,5"

930- 1210 C 4 - 10 ton

AC pen 85 - 100

- Mixing temp

- Roller

Bitumen

3/4" 3/8"

No.4

PRODUK STANDAR BINA MARGA

55

PERBAIKAN KERUSAKAN PERKERASAN ASPAL

BNKT/09/87

56

E, LUBANG (Pothole)

I. BENTUK KERUSAKAN

r-'-'-'-='7

j' '~fi'f,)~,:: /'

..... t/~

r: -'7'

2. CARA PENANGANAN (Patching Oengan Lean Concrete )

Lubang dibersihkan dari kotoran. Permukaan lubang dibahasi air secukupnya Lubang diisi lean concrete/beton kurus dan "dipadatkann dengan poker vibrator atau ditusuk-tusuk dengan besi (Tulangan) min 25 tusukan.

Bila permukaan beton kurus sudah agak kering permukaan beton dilapis dengan BURAS.

3, PEMBUATAN LEAN CONCRETE,

- Mutu beton

K 70 (Pada waktu dibuka)

- Untuk lalu lintas yang ramai (tidak boleh terlalu lama ditutup) perlu dipergunakan additive calsium chloride ± 2% dari berat semen (dan kalau perlu ditambah nUardkeep· ± 30% serta semen).

PRODUK STANDAR BINA MARGA