PROPOSAL PENELITIAN STUDI TENTANG KEPUASAN PASIEN TERHADAP MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RS AW.

SYAHRANIE SAMARINDA

Oleh : Wiyadi NIM. 010130311.B

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PROGRAM STUDI S;p1 ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2002

DAFTAR ISI Daftar Isi 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah 1.3. Tujuan Penelitian 1.4. Tujuan Umum 1.5. Tujuan Khusus 1.6. Hipotesis 1.7. Manfaat 1.8. Relevansi 2. Tujuan Teori 2.1. Konsep Mutu Pelayanan Keperawatan 2.2. Pengertian 2.3. Standar Praktek Pelayanan Keperawatan 2.4. Pengertian 2.5. Standar Praktek Keperawatan 2.6. Pengertian 2.7. Lingkup 2.8. Kepuasan Pasien 2.9. Kerangka Konsepsional 3. Metodologi Penelitian 3.1. Desain Penelitian 3.2. Kerangka konseptual Penelitian/Frame Work 3.3. Populasi, Sample dan Sampling 3.4. Populasi 3.5. Sampel dan Sampling 3.6. Identifikasi Variabel 3.7. Definisi Operasional 3.8. Pengumpulan Data dan Pengelolaan Data 3.9. Masalah Etika 3.10. Keterbatasan Daftar Pustaka Questioner

Asuhan Keperawatan yang merupakan salah satu bagian dari pelayanan Rumah Sakit harus tunduk pada wadah -wadah dan tuntutan terhadap pokok pelayanan yang diberikan sesuai keinginan Customer atau pasien Kendati untuk menilai mutu pelayanan yang sifatnya kualitatif pada organisasi nirlaba lebih sulit daripada menilai laba/keuntungan yang sifatnya melibatkan pengendalian mutu di . Pada standar jaminan mutu dijelaskan bahwa pelayanan keperawatan menjamin adanya Asuhan Keperawatan yang bermutu tinggi dengan terus menerus rumah sakit. kebijakan sektor kesehatan antara lain meluputi atas pembangunan kesehatan dan peningkatan perbaikan kesehatan masyarakat. Pernyataan ini jelas menunjukkan amanat GBHN 1993 tentang pentingnya perubahan terhadap mutu pelayanan kesehatan.I. dinyatakan bahwa dalam Pelita V. 17 Mei 2002) Adanya tuntutan pasien saat ini bukan hanya sekedar sembuh dan tarif yang murah tetapi lebih dari itu mereka menginginkan pelayanan yang balk (good service). PENDAHULUAN I.1. Keperawatan yang merupakan salah satu profesi yang ada di rumah sakit sangat berperan penting dalam mewujudkan mutu pelayanan kesehatan terutama pelayanan keperawatan. perlakuan yang manusiawi dan tentunya hanya yang wajar. Pelayanan masyarakat lebih bebas mengenai pelayanan kesehatan dan ketidakpuasan terhadap pemberian pelayanan kesehatan menyebabkan semakin meningkatnya dalam gugatan mal praktek dokter dan perawat serta rumah sakit. misalnya pada tanggal 17 Mei 2002 telah terjadi kasus gugatan dari keluarga pasien terhadap rumah sakit akibat pelayanan yang kurang baik dari RSU Mataram oleh RSI Siti Hajar Mataram (Surya. serta mutu pelayanan kesehatan. Latar Belakang Mutu pelayanan kesehatan selalu merupakan bahan kajian dan perhatian para ahli di berbagai negara di dalam GBHN 1993.

kualifikasi staf Rumah Sakit. akreditasi dan sertifikasi. Dari aspek teknik. konsumen "pasien" tidak dalam posisi yang mampu menilai secara pasti mutu pelayanan klinik yang diterimanya. Jones dan Ronberg dalam buku Health Care Delivery in the united states.kualitatif pada organisasi profit diperumit lam di bidang kesehatan. Pada "pendekatan khusus". Sedangkan komponen "basil" menandai basil pengobatan (dengan berbagai kekurangannya). Pada "Aspek pendekatan" dapat dilakukan secara umum yaitu dengan menilai kemampuan Rumah Sakit dan atau petugasnya dengan membandingkan dengan standar. . Lonaest dalam buku management practice for the health profesional di kutip oleh Aditama (2000) menyatakan bahwa ada banyak aspek yang di pakai untuk menilai mutu pelayanan kesehatan misalnya dapat dinilai dari "Struktur" pelayanan itu sendiri dan bagaimana bentuk pelayanan itu sendiri dan bagaimana bentuk pelayanan yang diberikan meliputi : ruang lingkup pelayanan tingkat pendidikan yang memberi pelayanan atau berbagai karakteristik lainnya "proses" pemberian pelayanan itu sendiri tentu juga dapat dinilai untuk mengetahui mutunya dalam hal ini dapat dilihat bagaimana interaksi antara pemberi pelayanan dengan yang dilayani. struktur organisasi. Penilaian secara umum ini akan ditandai dengan pemberian lisensi. melalui survey kepuasan pasien. Bentuk penilaian lain adalah "hasil" pelayanan kesehatan yang diberikan seperti angka mortalitas. angka kejadian infeksi nasokomial angka kecacatan dan lain-lain. Komponen "proses" menilai apa _yang terjadi antara pemberi pelayanan dengan pasiennya. yaitu struktur proses dan basil. keadaan bangunan fisik. dapat dilakukan penilaian tiga komponen. penilaian praktek dan penilaian dari organisasi profesi. dikutip oleh Aditama (2000) mengemukakan tiga aspek penilaian mutu pelayanan yaitu aspek pendekatan. Komponen Struktur menilai keadaan fasilitas yang ada. dinilai hubungan antar pasien dengan memberi pelayanan. aspek teknik dan aspek kriteria.

yang ada di dalam benak anggota tim peril-]a' . Adakah perbedaan antara umur. 1. sedang kriteria implisit adalah kriteria yang tidak tertulis.2. tingkat pendidikan.2.Aspek "kriteria" dapat dibagi menjadi kriteria eksplisit dan implisit. 1. pekerjaan. Rumah Sakit .5 Manfaat 1. sosial. Pada penelitian ini peneliti mengusulkan untuk menilai mutu pelayanan keperawatan dengan menilai hubungan interaksi antara pemberi pelayanan dengan pasien dengan cara menilai tingkat kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan keperawatan Rumah Sakit.4 Hipotesis Hi : ada hubungan antara tingkat kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan keperawatan 1.3 Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan keperawatan di Rumah Sakit AW. 1.2. jenis kelamin terhadap tingkat kepuasan pas' en.2 Rumusan Masalah 1. Syahranie Samarinda. ekonomi.1. Bagaimana tingkat kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan keperawatan Rumah Sakit 1. Kriteria eksplisit adalah kriteria yang ditulis nyata.

perubahan sosial budaya masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan. 2. Seiring dengan pelaksanaan otonomi daerah (Otda) yang membawa dampak baik langsung atau tidak 3angstmg terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tenaga Keperawatan Sebagai koreksi / evaluasi terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien selama ini. maka sistem penilaian berubah. 1. dimana salah satu aspek adalah mutu pelayanan keperawatan. maka tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan 3uga meningkat.6 Relevansi Semakin meningkatnya tingkat pendidikan. Peneliti Mengaplikasikan ilmu yang didapat di kampus terutama tentang metodologi riset keperawatan.Sebagai masukan terhadap perencanaan kebijakan peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit. 3. Untuk mengetahui sejauh mana mutu pelayanan keperawatan yang diberikan dapat dievaluasi dengan melihat tingkat kepuasan pasien yang dirawat di Rumah Sakit .

1. • Tingkat kesempurnaan dari penampilan sesuatu yang sedang diamati. 6) Accessibility. • Tingkat keserasian antara kerja yang nyata dengan kriteria yang diharapkan. 8) Adanya informasi. 7) Kesinambungan. 9) Ketepatan waktu dan 101 Kepuasan pasien. 2.2. dikutip oleh Wirawan). Pengertian Mutu Pelayanan • Bertemunya dan dipenuhinya kebutuhan dan harapan pasien tingkat kepuasan pasien yang mendapat pelayanan melalui peningkatan secara terus menerus dari semua proses kegiatan organisasi. . 5) Kenyamanan. 2) Efisiensi. Menurut Dorabedian yang dikutip oleh Wirawan (2000) mutu (quality) mempunyai karakteristik antara lain : efektifitas.1 Konsep Mutu Pelayanan Keperawatan 2. TINJAUAN TEORI Pada bab ini akan disajikan tentang konsep mutu pelayanan keperawatan yang berdasarkan pada standar keperawatan. Kedua keperawatan. 4) Keamanan.1. • Kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan (Cosby. 3) Kompetensi teknis. acceptability dan le--imitamacy. Sedangkan 10 dimensi mutu adalah : 1) Efektifitas. efficiency.

A.Y. maka mutu pelayanan tersebut belum dikatakan yang terbaik. Meningkatkan mutu asuhan keperawatan dengan memusatkan upaya dan meningkatkan motivasi perawat terhadap pencapaian tujuan. Suatu pelayanan bisa saja memenuhi standar tersebut bukan yang paling "cost effective". 1994). Pertama. Pengertian Standar praktik keperawatan adalah ekspektasi minimal dalam memberikan asuhan keperawatan yang aman efektif dan etis (PPNI 1999). Standar praktik keperawatan mempunyai tiga tujuan (Gillies. Menurut Stevans (1993) yang dikutip oleh Hamid. Kedua pelayanan tersebut memuaskan "client" atau pasien. pelayanan tersebut memasuki standar pelayanan van) dalam hal in] ditetapkan oleh para profesional atau pemerintah. 2. (2000) standar mempunyai dua pengertian. proses dan hasil.2 Standar Praktek Keperawatan l. . Selanjutnya Gillies (1994) menjabarkan standar sebagai pernyataan deskriptif tentang tingkat penampilan yang dipakai untuk menilai kualitas struktur. sebagai kriteria keberhasilan dan kedua seba2ai dasar untuk mengukur peristiwa atau perilaku.Dalam perspektif modern pelayanan kesehatan yang bermutu menyangkut 3 hal. yaitu pertama. Ketiga pelayanan tersebut haruslah "cost effective". yaitu : 1.

standar dipakai alat kontrol. 3. 1993 dikutip Saleh Hamid. Lingkup Lingkup standar praktik keperawatan perawat profesional meliputi : . artinya hasil evaluasi dibandingkan dengan standar yang ada (Keliat. serta menentukan bahwa kegagalan perawat untuk memenuhi standar dapat membahayakan pasien. Standar praktek keperawatan dapat digunakan sebagai target atau ukuran untuk menilai penampilan. Mengurangi biaya asuhan keperawatan dengan mengurangi kegiatan perawatan yang tidak penting. Standar praktek keperawatan dibedakan sesuai dengan jenis dan jenjang tenaga keperawatan. Jika standar memberi arah dan panduan langsung pada perawat dalam melakukan asuhan keperawatan. Standar praktik Keperawatan merupakan komitmen profesi keperawatan dalam melindungi masyarakat terhadap praktek yang dilakukan oleh anggota profesi. Standar praktek harus dinamik sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2000) 2. Memberikan landasan untuk menentukan kelalaian (negligence) keperawatan dengan mengantisipasi suatu hasil yang tidak memenuhi standar asuhan keperawatan yang relevan. maka standar merupakan alat kontrol terhadap penampilan kerja yang ada. Jika standar dipakai sebagai ukuran.2. Pada program evaluasi.

1994). .3 Kepuasan Pasien Seperti telah diuraikan diatas bahwa salah satu faktor untuk menilai mutu pelayanan keperawatan adalah kepuasan pasien. Individu mempunyai kebutuhannya sendiri sehingga ia dimotivasi untuk mengurangi atau memenuhi kebutuhan tersebut.1. Tergantung pada keadaan emosi pasien dan keluarga. 3. Harapan pasien dan keluarga ketika dirawat 2. (Stoner. Standar lI : Akuntabilitas Profesional 3. Tidak jarang mengabaikan konsekuensi masalah uang. Standar IV : Perencanaan 5. Standar V : Pelaksanaan 6. 1986 dikutip oleh Wirawan. Standar I : Ilmu Penaetahuan 2. Mutu pelayanan keperawatan dinilai tinggi bila pasien merasa puas (Lumento. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh : 1. 1992 dikutip oleh Wirawan). 1986 dikutip oleh Wirawan 1994). Standar III : Pengkajian 4. Teori kepuasan menekankan pemahaman faktor-faktor dalam individu yang menyebabkan mereka bertindak dengan cara tertentu. Standar VI : Evaluasi 2. Artinya individu akan bertindak atau berperilaku dengan cara yang menyebabkan kepuasan kebutuhannya (Stoner.

Perawat serius dalam pekerjaannya. jarang orang menerima sikap sekenanya dan tidak serius 4. termasuk diantaranya faktor dalam yang ada pada pasien seperti keadaan sosial ekonomi. sosial budaya. 7. Perawat memberikan informasi yang jelas berkaitan dengan kesehatannya. 6.4. Perawat bijaksana. Adanya kesenjangan antara kebutuhan dan permintaan Kepuasan terhadap pelayanan kesehatan tergantung pada banyak faktor. penuh pengertian dan menerima mereka sebagaimana adanya. ia mempunyai harapan tentang perilaku dan kemampuan orangorang yang melayaninya. Bila pasien tidak mampu mengurus din' sendiri mereka berharap perawat membantu mereka memenuhi kebutuhan mereka terutama kebersihan diri. Perawat berkompeten dan terampil dalam profesinya. bila seseorang pasien menjalani perawatan dari anggota profesi kesehatan. Pasien ingin menjadi "partner" perawat dalam perencanaan pelayanan keperawatan . sistem nilai. mengatakan bahwa. suku. 5. Akibat penyakit yang diderita (Jokobulis Samsi. perubahan kepribadian dan perubahan sikap mental _yang timbul. 2. 1982 dikutip oleh Wirawan 1994). Harapan tersebut adalah : 1. Meskipun humor dihargai. 3. sehingga mendapatkan kepuasan dari pelayanan keperawatan. Menurut Wolf / Werzed (1984) yang dikutip oleh Wirawan (1994).

. Pasien mengharapkan para perawat menjaga "privacy" mereka sejauh mungkin.8.

Mutu Pelayanan Keperawatan Ciri khas Bahan Baku manusia Morbilitas Mortalitas Penilaian Kepuasan Pasien Pelanggan = Pengguna Pelayanan Biaya Standar Praktek Keperawatan Dikutip dari Tjandrayoga Aditama (2000) yang dimodifikasi Peran Profesional .

3.1 Desain Penelitian Desain penelitian adalah seluruh dari perencanaan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mengantisipasi beberapa kesulitan yang mungkin timbul selama proses penelitian. Dan pengukuran variabel independen dan variabel dependent dilakukan pada saat pemeriksaan atau pengkajian data (Sastro Asmori dan ismail 1985 dikutip oleh Nursalam.= tidak diteliti Variabel depeden Mutu pelayanan keparawatan Variabel Pengontrol • Kepribadian • Sosial budaya • Status emosi • Sikap .2 Kerangka Konseptual Penelitian Merupakan kerangka hubungan antara variabel independen dengan variabel dependent yang dapat digambarkan dalam kerangka kerja sebagai berikut: Variabel indepeden Kepuasan pasien • Sangat tidak puas • Tidak puas • Biasa • Puas • Sangat puas Keterangan : __________ = Diteliti --------------.3. Dimana peneliti melakukan observasi atau pengukuran variabel sesaat. METODOLOGI PENELITIAN 3. 2000). Artinya subyek diobservasi satu kali saja. Berdasarkan tujuan penelitian desain penelitian yang digunakan : "Cross Sectional".

Populasi. maka besarnya sampel ditetapkan minimal 50 orang dan jumlah maksimalnya tergantung dari jumlah pasien yang). . Populasi Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti. Sampel dan Sampling Sampel adalah bagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo. dirawat pada saat penelitian. 2002) Sampling merupakan cara pengambilan sampel (Sastroasmoro Ismail. Syahranie minimal telah mendapat perawatan selama 2 hari (48 jam). Sampel dan sampling 3.3. Pengambilan sampel dengan cara acak sederhana (Sample-random sampling).2.1. populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang dirawat di Rumah sakit AW. Besar Sampel Berhubungan waktu penelitian relatif singkat.3.3. 1995). Syahranie Samarinda 3.3. Pengambilan sampel pada Penelitian ini adalah pasien yang dirawat inap di Rumah Sakit AW.

Identifikasi Variabel Variabel adalah ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggotaanggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok lain.2 Variabel Dependen (Tergantung) Adalah faktor yang diamati dan diukur untuk menentukan ada tidaknya dari variabel dependen (Nursalam.3. 2001).1 Variabel Independen (Bebas) Adalah suatu stimulus aktifitas yang dimanipulasi oleh peneliti untuk menciptakan suatu dampak pada dependen variabel (Nursalam.3 Variabel Kontrol Adalah variabel yang berhubungan dengan variabel bebas dan variabel tergantung tetapi. Syahranie Samarinda.3.3. (Notoatmodio 2000) 3. 3. Syahranie Samarinda.3.3. 2001) Pada penelitian ini variabel independen adalah tingkat kepuasan pasien yang dirawat map di Rumah Sakit AW.3.3. Pada penelitian ini variabel depend'en adaiah mutu pelayanan keperawatan yang diberikan di Rumah Sakit AW. bukan merupakan variabel antara (Sastroasmoro dan Ismail. 3995) variabel kontrol dalam penelitian ini adalah : Kepribadian Sosial budaya .3.3. 3.

4 Definisi Operasional 3. 5.4. 4. Mutu pelayanan keperawatan dikatakan : 1. 3.3.2 Mutu pelayanan keperawatan adalah suatu keadaan yang dihasilkan dari ke2iatan keperawatan yang dibandingkan dengan suatu indikator tertentu dalam hal ini yang menjadi indikatornya adalah tingkat kepuasan pasien. 2.4.3.1 Tingkat kepuasan pasien. Tingkat kepuasan pasien dikategorikan sebagai berikut : 1. 3. 2.- Status emosi Sikap mental 3. Sangat balk bila 81-100% pasien merasa puas Balk bila 61-80% pasien merasa puas Cukup bila 41-79% pasien merasa puas Kurang bila 21-40% pasien merasa puas Sangat kurang bila < 20% pasien merasa puas . 5.3. yaitu ungkapan perasaan atau tingkat kenyamanan pasien terhadap berbagai aspek pelayanan. 4. Sangat kurang puas Kurang puas Biasa / cukup puas Puas Sangat puas 3. keperawatan yang diberikan selama menjalani rawat inap.

Syahranie dan bidang keperawatan. Lembar persetujuan menjadi responden Anonymity (tanpa nama) Confidentiality (kerahasiaan) .3. 2. Syahranie Samarinda yang tembusannya disampaikan ke bidang Diklat Rumah Sakit AW. tabulasi data. dan analisa data dengan menggunakan uji statistik "chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan tergantung.6 Masalah Etika Dalam melakukan penelitian ini peneliti mendapat rekomendasi dari FK UNAIR dan permintaan ijin ke direktur Rumah Sakit AW. Setelah mendapat persetujuan barulah melakukan penelitian dengan menekankan masalah etika yang meliputi : 1. 3.7 Keterbatasan Keterbatasan adalah kelemahan atau hambatan dalam penelitian (Burn Grove dikutip oleh Nursalam. 3.3. Z001).5 Pengumpulan Data dan Pengolahan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner tertutup yang diberikan kepada responden yang sebelumnya diminta untuk menandatangani surat perjanjian untuk kesediaan menjadi responden. kemudian dikelompokkan data.3.3. Setelah data terkumpul. 3.

Pengalaman peneliti sangat terbatas (belum pernah melakukan penelitian). .Dalam penelitian ini keterbatasan yang dihadapi peneliti adalah : 1. sehingga memiliki keterbatasan dalam menganalisa basil penelitian. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner 2. Waktu biaya dan tenaga 3.

Metode _Statistik Analisa (Untuk Penarikan Kesimpulan. Manajemen Administrasi Rumah Sakit. Makalah Seminar Nasional Keperawatan Di UNAIR Surabaya.DAFTAR PUSTAKA Nursalam. Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Metodologi Penelitian Kese&1tan. Edisi VI. (1997). Metode Statistik. Hamid. Manajemen Keperawatan :Suatu Pendekatan Sistem. (1995). Philadelphia : WB Sounders Company. Jakarta : PPNI Herman (2002) RSU/RSI Tetap Diseret Ke Meja Hijau. Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta Pustaka Sinar Harapan Aditama. (2000). I Wayan Sastra (2001). . Bandung: Tarsito. Mirawan. Srikandi. Makalah Seminar pada. Soekidjo. Tjandra Yaya (1999). (2001). 23 September Gillies. Edisi Kedua. Edisi Kedua. 67 Serta Indikasinya Terhadap Perkembangan Keperawatan Terkini. Quality Assurance. Azrul (1996). Notoatmodjo. Jakarta. Standar Praktek Keperawatan dan Permenkes No. Jakarta : Sagung Seto. Jakarta : Rineka Cinta Azwar. Edisi Kedua. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinik. Surabaya : Citra Media Rafie (1993). Depkes RI (1993) Standar Asuhan Keperawatan. Surya 17 Mei Sastroasmoro S.). Achir Yani S. Pelatihan Keperawatan dan Manajemen Keperawatan bagi Kepala Ruangan di PT: C Surabaya Tidak Dipublikasikan. Sudjono (1996). Jakarta : Bina Cipta. 11-17 Maret. Pengantar S'tatistik. Standar Praktek Keperawatan Perawat Profesional. Jakarta : UI Press PPM (1999). Jakarta : Binarupa Aksara. & Ismail S. Dee Ann (1994). (2002).

Pendidikan terakhir Tidak/belum sekolah SD SLTP SMU KODE . Jenis Kelamin 3. Anda dirawat di ruang Zaal Kelas VIP/Paviliun 2. agar jangan sampai ada pertanyaan Mohon dijawab pada kolom yang tersedia dengan cara √ pada kotak sebelah kiri jawab yang anda pilih Apabila pasien tidak mampu menjawab. dapat dijawab yang terlewatkan untuk dijawab 1. Usia Pria Wanita 50 Tahun atau lebih 30 Tahun sampai 49 tahun 20 tahun sampai 29 tahun < 20 4. Status Perkawinan Belum kawin Kawin Duda atau Janda 5.KUENSIONER PETUNJUK  memberi tanda  oleh karyawan  Mohon diteliti ulang. Demografi 1.

00 – Rp.00 2.Diploma/Sarjana 6. Pekerjaan anda Karyawan BUMN Pegawai Negeri TNI/Polri Petani Rumah Tangga Mahasiswa/Pelajar Lain-lain Sebutkan ……………… 7. Reliability 1.00 – Rp 1. KUALITAS LAYANAN A. Menurut saya.000. 500.000.00 > Rp. pelayanan yang diberikan sesuai dengan yang saya harapkan .00 Rp.000. Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju KODE 2.000.000.00 Rp 250. Penghasilan Keluarga < Rp. Rumah sakit ini dalam menangani pasien dapat dipercaya 3. 500. 250.000.000. 1.000. pelayanan pada rumah sakit sesuai dengan yang harapkan. Pada saat pertama kali saya dirawat di Rumah sakit ini. Menurut saya.

Responsiveness (X2) 1. saya diberikan informasi dengan lengkap dan jelas 4. Dalam hal saya memerlukan bantuan staf Rumah sakit mereka memberikan pelayanan dengan segera. Menurut saya rumah sakti ini dalam pembuatan laporan selalu benar B. 2. Rumah sakit dimana saya dirawat memberikan pelayanan sesuai dengan informasi yang diberikan Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju 5. Assurance (X2) . Rumah sakit ini dalam menangani pasien dapat dipercaya.4. Menurut saya. Selama saya dirawat di Rumah Sakit ini. Menurut saya. Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju 3. staf rumah sakit selalu siap untuk menanggapi permintaan pasien atau keluarga pasien C.

Menurut saya. kepedulian staf Rumah sakit ini terhadap masalah para pasien adalah baik 3. Menurut saya. Empathy (X4) 1. Menurut saya kepedulian staf rumah sakit mampu memberikan kesan yang baik kepada para pasien / keluarga pasien 4. Menurut saya. Menurut saya. Menurut saya. suasana di Rumah sakit mampu memberikan kenyamanan kepada para pasien 2.1. staf rumah sakit ini mampu menanamkan kepercayaan pada para pasien/keluarga pasien 4. staf Rumah sakti sangat memperhatikan keluhan para pasien Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju 2. kepedulian staf rumah sakit mampu memahami kebutuhan para pasien . staff rumah sakit ini dalam memberikan pelayanan selalu menjaga kesopanan Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Sangat Setuju tidak setuju Tidak setuju Sangat setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju D. Menurut saya. Menurut saya. staf di Rumah sakit mempunyai kemampuan yang cukup dalam menjawab semua pertanyaan pasien dan keluhan pasien 3.

Kepuasan Pasien Pelayanan Keperawatan 1. Menurut saya profesionalisme dan keahlian staf rumah sakit adalah baik 4. Menurut saya. Tangibles (X5) 1. Menurut saya. Fasilitas-fasilitas yang terdapat pada rumah sakit cukup memadai. peralatan kedokteran yang digunakan di rumah sakit ini cukup modern 3. Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju Sangat tidak setuju Tidak setuju Biasa Setuju Sangat setuju 2. Menurut saya. 3. Menurut saya perlengkapanperlengkapan yang ada dalam rumah cukup memadai 5. Setiap pergantian memperkenalkan diri dinas. saran komunikasi dan keamanan yang ada di rumah sakit cukup memadai.E. perawat Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas .

perawat selalu menjelaskan kepada pasien tentang apa yang akan dilakukan . Perawat menjelaskan.2. Perawat menjelaskan fasilitas yang tersedia di rumah sakit kepada setiap pasien baru 5. Setiap akan melakukan tindakan. perawat yang bertanggungjawab terhadap pasien setiap pergantian dinas Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas 7. Setiap perawat selalu mendengarkan dan memperhatikan keluhan pasien 8. perawatan bersikap sopan dan ramah Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas 3. Perawat menjelaskan penyakit/masalah yang dialami kepada pasien 6. Perawat selalu menjelaskan peraturan dan tata tertib Rumah sakit kepada setiap pasien baru Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas 4. Dalam menangani pasien.

Perawat selalu mengobservasi keadaan pasien secara rutin/sesuai dengan kebutuhan pasien. Setiap akan melakukan tindakan. Semua tenaga keperawatan selalu menjaga kebersihan alat tenun dan peralatan lainnya 14. Setiap akan melakukan tindakan perawat menjelaskan prosedur yang akan dilakukan 11.9. 15. perawat menjelaskan akibat/resiko samping setelah dilakukan tindakan 12. Dalam melakukan tindakan. Setiap akan melakukan tindakan perawat menjelaskan tujuan dan manfaat dilakukan tindakan Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas 10. perawat melaksanakan sesuai dengan standar dan etika keperawatan . Setiap akan melakukan tindakan perawat menjelaskan alternatif tindakan yang akan dilakukan Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas 13.

Sangat tidak Puas Tidak Puas Biasa Puas Sangat Puas . Setiap diminta pertolongan perawat langsung memberi pelayanan keperawatan.16.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.