Anda di halaman 1dari 31

BAB III

SISTEM KOORDINASI (SARAF)

Standar Kompetensi :
Sistem koordinasi m eliputi sistem saraf, alat indera dan endokrin
mengendalikan aktivitas berbagai bagian tubuh. Sistem saraf yang meliputi
saraf pusat dan saraf tepi terdiri atas se l-sel saraf.

Kompetensi Dasar :
Siswa merahahami sistem koordinasi melalui percobaan interpretasi dan
diskusi.

RANGKUMAN MATERI

SISTEM SARAF
Fungsi :
1. Mengetahui kejadian dan perubahan di sekitar, biasanya dilakukan meialui alat indera.
2. Mengendalikan tanggapan atau reaksi terhadap keadaan sekitar
3. Mengendalikan kerja organ tubu h.

Susunan Sistem Saraf :


A. JARINGAN SARAF
Jaringan saraf terdiri atas :
1. Sel saraf (Neuron), berfungsi menghantar impuls menuju saraf pusat atau sebaliknya.
2. Neuroglea, tidak berhubungan dengan penghantaran impuls, tetapi berperan untuk :
 mendukung kerja neuron dalam bentuk suplai nutrien,
 melindungi dan mengisolasikan neuron
Struktur neuron (sel saraf) :

Gambar struktur sel saraf Gambar jenis jenis neuron

Macam sel saraf :


Berdasarkan fungsinya, sel saraf dibedakan menjadi :
1. Neuron sensorik :
Fungsi : Menghantarkan impuls berupa rangsang dari reseptor (penerima rangsang)
menuju saraf pusat
Ciri : - ujung aksonnya berhubungan dengan saraf asosiasi
- aksonnya pendek : dendritnya panjang.
2. Neuron Motorik
Fungsi : Mengirim impuls berupa tanggapan (respon) dari saraf pusat menuju efektor
(otot atau kelenjar)
Ciri : - badan selnya berada dalam saraf pusat.
- dendritnya berhubungan dengan akson saraf asosiasi,
- aksonnya sangat panjang, dendritnya pendek.
3. Neuron Asosiasi = Ajusto r = Konektor = Intermediat
Fungsi : Menghubungkan saraf motorik dan sensorik dalam saraf pusat.
Ciri : - hanya terdapat dalam saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang)
- menerima impuls dari reseptor sensorik atau saraf asosiasi lainnya.
Mekanisme terjadinya gerak :
Reseptor Rangsang
Sistem Saraf Sensorik
Saraf Saraf Asosiasi
Pusat Saraf Motorik
Efektor Gerak

B. SlSTEM SARAF PUSAT


1. MENINGES
Saraf pusat dilindungi oleh selaput yang terdiri dari jaringan ikat yang disebut
Meninges terdiri atas tiga lapisan, yaitu :
a. Durameter, lapisan paling luar, kuat
b. Arachnoid, lapisan tengah
c. Piameter, lapisan paling dalam
Diantara lapisan arachnoid dengan piameter terdapat ruang su -arachnoid yang berisi
cairan serebrospinal. Cairan ini berfungsi sebagai pelindung benturan antara otak
dan tengkorak dan sumsum tulang belakang dengan ruas -ruas tulang belakang.
2. OTAK
Struktur otak dan daerah persarafan pada otak :

Susunan otak : - Bagian luar berwarna abu-abu


- Bagian dalam berwarna putih karena mengandung dendrit dan akson.
Skema Pembagian otak : '
Tabel fungsi bagian-bagian otak :
NO. BAGIAN OTAK FUNGSI
1. Otak Besar 1. pusat pengaturan semua kegiatan alat -
(Cerebrum) alat tubuh
2. pusat kesadaran
3. tempat pengendalian emosi
2. Otak depan Talamus 4. pusat penterjemahan
Mengatur rangsang
perasaan dan gerakan

(Diensefalon) Hipotalamus Pengaturan suhu tubuh, lapar, haus

3. Otak Tengah 1. Mengendalikan keseimbangan


(Mesenfalon) 2. Mengendalikan refleks mata dan
pendengaran

4. Otak kecil 1. Mengkoordinasi gerak sadar otot -otot


(Cerebelum) 2. Mengatur keseimbangan tubuh (sikap
dan posisi tubuh)

5. Pons Varolli 1. Menghubungkan otak kecil bagian kiri


(Jembatan varol) dan kanan
2. Menghubungkan otak besar dengan
sumsum tulang belakang

6. Medula oblongata Menghantar impuls dari sumsum tulang


(Sumsum lanjutan) belakang ke otak mengendalikan refleks
fisiologi, seperti jantung, tekanan darah,
respirasi, gerak alat pencernaan, sekresi
kelenjar, bersin, batuk, berkedip.
.
3. SUMSUM TULANG BELAKANG 'mengendalikan refleks fisiologi, seperti
jantung,
Susunan : Bagian dalam kelabu dan bagian luar putih (Kebalikan dari otak)
Keterangan :
1. Akar saraf posterior (akar dorsal)
- dendritnya berhubungan dengan
reseptor
2. Akar saraf anterior (akar vetral)
- oksonnya berhubungan dengan
efektor

Gambar : Potongan sumsum tulang belakang


Fungsi : 1. menghantar impuls dari dan ke otak
2. mengendalikan gerakan refleks
Gerak Refleks :
Refleks : respon yang terjadi secara cepat dan tidak disadari karena tidak diolah lebih dulu
oleh saraf pusat
Lengkung refleks : adalah jalan terpendek untuk gerak refleks, yaitu melalui sumsum tulang
belakang

Sumsum Saraf Sensorik Reseptor Rangsang Tulang


Tulang
Belakang Saraf Motorik Efektor Gerak refleks

C. SARAF TEPI
Fungsi : menghantar impuls dari dan ke pusat saraf.
Berdasarkan tempatnya, dibedakan atas :
1. Saraf krahial (saraf otak)
- berasal dari otak
- berjumlah 12 pasang, yaitu :
Bersifat sensorik : I, II, VIII
Bersifat motorik : III, IV, VI, XI, XII
Bersifat sensorik-motorik : V, VII, IX, X
NO. NAMA SARAF ASAL SARAF MENUJU KE
I. Olfaktorius selaput lendir hidung tidak ada
II. Opfikus retina mata tidak ada
III. Okulomotorius propioseptor bola mata otot penggerak bola mata.
perubah lensa mata,
penyempitan pupil
IV. Trochlcaris propioseptor bola mata otot lain penggerak bola
mata
V. Trigeminus gigi dan kulit muka otot pengunyah
VI. Abdusena propioseptor bola mata otot lain penggerak bola
mata
VII. Fasialis ujung pengecap lidah otot muka, kelenjar ludah
VIII. Audorius kokhlea dan saluran tengah tidak ada
lingkaran
IX. Glossofaringeus ujung pengecap lidah kelenjar parotis, otot penelan
belakang
NO. NAMA SARAF ASAL SARAF MENUJU KE
X. Vagus ujung saraf alat-alat dalam saraf parasimpatik ke
paru-paru, lambung aorta jantung, lambung, usus
halus; larinks, kerongkongan
XI. Spinal otot beilikat otot belikat
XII. Hipoglosal otot lidah otot lidah

2. Saraf Spinal (Saraf Sumsum Tulang Belakang) :


- berasal dari sumsum tulang belakang
- berjumlah 31 pasang
- cabang-cabang saraf spinal mempersatukan seluruh otot rangka dan kulit
Berdasarkan asalnya, dibedakan atas :
a. 8 pasang saraf leher
b. 12 pasang saraf punggung
c. 5 pasang saraf pinggang.
d. 5 pasang saraf ekor
Berdasarkan arah impulsnya dibedakan :
1. Sistem syaraf aferen :
- Membawa impuls saraf dari reseptor menuju ke sistem saraf pusat
2. Sistim syaraf eferen :
- Membawa impuls saraf dari sistem saraf pusat ke efektor

D. SISTEM SARAF TAK SADAR (OTONOM)


Sistem saraf yang mengendalikan gerak organ -organ yang bekerja secara otomatis, misalnya :
otot, jantung, usus, pembuluh darah dan kelenjar.
Sistem saraf otonom terdiri dari atas :
a. saraf simpatik
b. saraf parasimpatik
Keduanya bekerja antagonis

Tabel fungsi saraf otonom :


SIMPATIK PARASIMPATIK
mempercepat denyut jantung memperlambat denyut jantung
memperlebar pembuluh darah mempersempit pembuluh darah
relaksasi lambung kontraksi lambung
melebarkan iris mata menyempitkan iris mata
E. BAHAYA OBAT-0BATAN, NARKOTIKA, ALKOHOL
Dapat menimbulkan :
1. kecanduan psikologis : misalnya karena gengsi terhadap teman
2. kecanduan fisiologis : misalnya menimbulkan ketergantungan

Narkotika :
 cara kerja, mempengaruhi saraf untuk menghi langkan rasa sakit dan penenang
 digunakan untuk membantu penderita penyakit tertentu dan keperluan anestesi
 disalahgunakan untuk menimbulkan efek halusinasi; hiperaktif, fly
 contoh yang beredar di masyarakat, heroin, merijuana , kokain, ganja
 pemakaian yang berkelanjutan dapat mengakibatkan kerusakan a lat respirasi,
gemetar terus menerus, kram perut, gangguan sistem saraf, bahkan kematian.

Alkohol :
 disalahgunakan untuk menekan depresi, menimbulkan ra sa senang, bergairah
 pemakaian secara teratur dan berkelanjutan dapat mengakibat kan kecanduan;
mengganggu sistem saraf, hilang kendali otot gerak, kehilangan kesadaran, denyut
jantung melemah, merusak hati, lambung, bagi wanita dapat menyebabkan kelahiran
cacat.

Barbitura :
 sebagai obat penenang (sedativa)
 jika disalahgunakan dapat menimbulkan adiksi fisiologi

Valium :
 sebagai obat penekan rasa cemas dan menimbulkan rasa tenang
 dapat menimbulkan adiksi fisiologis

Amfetamin :
 sebagai obat perangsang mampu membuat seseorang tetap t erjaga
 pemakaian yang berlebihan dapat menyebabkan mundu rnya kesehatan, karena
terjadi kelelahan yang berlebihan.
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
KOORDINASI ORGAN-ORGAN TUBUH

Pendahuluan :
Kerja anggota tubuh adalah dalam keadaan terkoordinasi dengan baik. Organ yang
berperan dalam hal tersebut adalah o tak kecil. Otak kecil tidak hanya mengatur
koordinasi antara anggota tubuh saja melainkan juga mengatur posisi tubuh dan
hubungan antara anggota tubuh dengan benda -benda di luar tubuh.
Tujuan : Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dapat memahami adanya ko ordinasi
antar anggota tubuh dengan anggota tubuh yang lain atau dengan benda -benda di
sekitarnya.

Alat dan bahan


- pensil runcing - sendok makan
- kain penutup mata - segelas sirup
- sendok es sirup (kecil panjang
1. Koordinasi mata kanan dan kiri
Langkah kerja :
 Peganglah pensil yang runcing dengan tangan kiri yang dijulurkan ke depan.
 Dengan sekali gerak pertemukan ujung jari telunjuk kanan dengan ujung pensil
tersebut. Gerakan tangan kanan, tidak langsung keujung pensil, tetapi dit arik ke
belakang dulu, lalu naik dan baru menuju keujung pensil.
 Ulangi langkah di atas dengan salah satu mata tertutup, mula -mula mata kanan
lalu mata kiri.
2. Pengenalan lokasi anggota tubuh
Langkah kerja :
 Tutuplah mata praktikan dengan kain dan berikan p ada praktikan sendok sirup.
 Sendoklah sirup dengan mata tertutup dan dengan spontan bawalah si rup ke
mulut
 Ulangi langkah di atas dengan sendok makan.
3. Mempertemukan dua ujung jari
Langkah kerja :
 Tutuplah mata dengan kain
 Taruhlah tangan dibelakang punggu ng
 Pertemukan ujung jari kiri dan kanan di depanmu dengan satu gerakan spontan
Pertanyaan :
1. Di mana ujung jari kanan mendarat di sebelah kanan atau kiri pensil bila mata kiri
ditutup, mata kanan ditutup ?
Jawab : ....................................... ............................................... ...............................
2. Mana yang lebih berhasil dengan mata t ertutup satu atau terbuka semua ?
Jawab : ...................................................................................... ...............................
3. Apakah yang akan terjadi dari kegiatan no. 2 ? Jelaskan kejadian yang kamu
peroleh mengapa bisa demikian !
Jawab : ...................................................................................... ...............................
4. Pada kegiatan no. 3 dapatkan kedua ujung jarimu bertemu ? Jelaskan jawabmu
mengapa demikian !
Jawab : ...................................................................................... ...............................

SISTEM KOORDINASI (INDERA)

Standar Kompetensi :
Sistem koordinasi meliputi sistem saraf, alat indera dan endokrin
mengendalikan aktivitas berbagai bagian tubuh. Alat indera mempunyai resept or
khusus untuk mengenali perubahan lingkungan

Kompetensi Dasar :
Siswa merahahami sistem koordinasi melalui percobaan interpretasi da n
diskusi.

RANGKUMAN MATERI

1. INDERA PENGLIHATAN
Organ : MATA
 Mata merupakan indera penglihatan yang peka tehadap rangsang cahaya:
 Terdapat : dalam rongga mata yang di lingkungi oleh tulang tengkorak.
A. Struktur luar
Bola mata dilengkapi dengan bagian -bagian :
1. Alis mata, merupakan sederet rambut yang terd apat di kening di atas mata.
Fungsi : melindungi mata dari tetesan keringat atau benda lain yang datang
dari atas.
2. Bulu mata; rambut yang tumbuh pada tepi kelopak mata
Fungsi : - melindungi mata dari debu
- menyaring cahaya matahari
3. Kelopak mata,
Fungsi : - menutup mata, sambil menjepit kelenjar air mata, sehingga
sekaligus membasahi mata.
4. Kelenjar air mata.
Fungsi : - mengeluarkan air mata, agar permukaan bola mata tidak kering.
- membunuh kuman kare na mengandung enzim
- membersihkan bola mata dari debu.

B. Struktur dalam :

Gambar : Irisan Bola Mata


Tabel : Struktur dan fungsi bagian dalam mata :
No. NAMA BAGIAN STRUKTUR FUNGSI
01. Otot penggerak bola terdapat tiga pasang menggerakkan bola mata pada
mata saat melirik ke atas, bawah,
kiri, kanan
02. Selaput bola mata, lapisan luar, tersusun - melindungi struktur halus
terdiri atas, sklera atas jaringan fibrus mata
Khoroid Komea yang kuat, memberi
wama putih mata

merupakan lapisan - mempertahankan bentuk


tengah, berisi pembuluh bola mata
darah

lapisan luar transparan - membantu memfokuskan


bayangan pada retina
03: Iris selaput berpigmen, - menentukan wama mata,
berisi otot polos dan mengubah pupil
otot sadar.
04. Pupil Bintik tengah berwama mengendalikan jumlah cahaya
hitam, merupakan celah yang memasuki mata
iris
05. Retina lapisan berisi saraf sebagai penangkap rangsang
bayangan benda
06. Binting kuning bagian retina yang mempakan bagian paling peka
(Fovea) paling banyak rangsang cahaya
mengandung saraf
07. Bintik buta tempat membelok tali merupakan bagian retina yang
saraf tidak peka cahaya
08. Lensa mata transparan bikonveks merupakan organ fokus utama
(cembung 2 permukaan) dan membiaskan berkas cahaya
dari benda
09. Vitreus humor berapa cairan pengisi rongga mata antara
memelihara lensa dan kornea
lensa dan retina dan mata.
10. Aqueus humor berupa cairan pengisi rongga mata antara
kornea dan lensa mata dan
mempertahankan bentuk mata
C. Reseptor penangkap cahaya
Mata mempunyai reseptor khusus penerima cahaya yang disebut : Fotoreseptor
Fotoreseptor ini terdapat pada retina, ada 2 (dua) tipe :
 Konus, untuk pengamatan terhadap warna, kare na sangat peka terhadap rangsang
terang
 Batang, kurang peka dibanding konus, sehingga tidak dapat membedakan warna.
Sel batang banyak mengandung : Rodopsin, suatu senyawa yang dibutuhkan
untuk dapat mel ihat di tempat yang intensitas cahayanya rendah (ge lap).
Rodopsin terurai bila suasana terang dan terbentuk kembali bila keadaan gelap
atau sewaktu memejamkan mata Jika kita pertama memasuki tempat gelap dan
tempat terang, kita tidak dapai melihat Ha l ini disebabkan selama kita berada
di tempat terang rodopsin telah terura i, setelah beberapa lama di tempat. gelap
baru terbentuk lagi. Selang wa ktu pembentukan kembali rodopsin ini disebu t
waktu adaptasi rodops in. Rodopsin dibentuk dengan bantuan vitamin A.
Sel konus banyak mengandung : eodopsin; yaitu senyawa antara retinin dan
opsin
D. Mekanisme Penglihatan :
Bayangan benda kornea Aqueus Humor pupil lensa

saraf optikus retina badan vitreus


Oleh saraf optikus rangsang dibawa menu ju daerah penglihatan pada otak, tak
ditafsirkan sehingga timbul kesan benda
E. Kelainan pada Indera Penglihatan
NO KELAlNAN STRUKTUR AKIBAT
01. Miopi lensa mata terlalu bayangan benda jatuh di
(Rabun jauh) cembung depan retina ditolong dengan
02. Hipermetropi lensa mata terlalu pipih bayangan
lensa benda jatuh di
negatif
(Rabun dekat) belakang retina ditolong
03. Presbiopi berkurangnya daya gangguan penglihatan
dengan lensa positif.
(Mata tua) akomodasi mata terhadap benda jauh maupun
dekat, ditolong dengan
04. Xeroftalmia kekurangan vitamin A rangkapkomea
selaput lengkap
mengering
05. Rabun Senja kekurangan vitamin A : kemampuan melihat
berkurang jika inte nsitas
cahaya rendah. Jika berlanjut,
06. Juling tidak serasinya otot kornea
arah kering dan
pandangan rusak
kedua bola
mata kanan dan kiri mata tidak sama
07. Buta warna faktor genetis tidak mampu membedakan
(keturunan) wama
II. INDERA PENDENGARAN
Organ : Telinga
A. Struktur

Daun telinga (pinna)


membantu mengumpulkan gelombang suara
Lubang telinga (meatus auditorius eksterna)
Telinga luar menghantar getaran suara menuju gendang teli nga
Gendang telinga (membrana tympani)
menggetarkan gelombang suara
Kelenjar minyak

Telinga tengah :
berupa rongga, yang di dalamnya terdapat :
a. 3 (tiga) tulang pendengaran, yaitu :
1. Tulang martil (Malleus), berbentuk seperti mart il.
2. Tulang landasaran (inku s), menghubungkan tulang ma rtil dengan tulang
sang gurdi.
3. Tulang Sanggurdi (Stapes) menutup ting kap jorong (fenestra vestibuli)
Fungsi tulang-tulang pendengaran :
 menghubungkan gendang telinga dengan tingkap jorong
 mengalirkan getaran suara ke telinga dal am
Antara tulang tengah dengan tenggorokan dihubungkan dengan : corong
eustachius.
a. Saluran setengah lingkaran :
 berjumlah tiga (superior, posterior, lateral)
 mengendalikan keseimbangan tubuh

Telinga dalam : Rumah Siput (Kokhlea)


 berisi cairan limfe
 berhubungan dengan ujung saraf pendengaran
 terdapat 2 (dua) tingkap :
a. Tingkap jorong (fenestra vestibuli) : ditutup stapes
b. Tingkap bundar (fenestra kokhlea) ditutup oleh
membran
B. Proses mendengar
Getaran suara Telinga luar ------> Gendang Telinga ------> Tulang Pendengaran
Cairan limfe
bergetar <------------ Tingkap bundar <------------------- Tingkap jorong
Getaran cairan limfe memberikan rangsang ke ujung saraf pendengaran,
kemudian dikirim ke pusat pendengaran di otak untuk ditafsirkan.
C. Gangguan pada Indera Pendengaran
Gangguan pendengaran terjadi jika seseorang tidak mampu menerima rangsang
getar yang berfrekuensi 20 - 200 Hz
Penyebabnya antara lain :
1. penyumbatan saluran telinga 3. pengapuran tulang pendengaran
2. penebalan atau pecahnya gendang telinga 4. kerusakan saraf pendengaran

III.I N D E R A P E M B A U
A. Organ : Hidung

Serabut-serabut saraf pembau terdapat pada bagian atas selaput lendir hidung yang
dikenal sebagai : daerah alfaktorik hidung.

B. Proses membau :
Bau merupakan hasil rangsang kim ia dalam bentuk gas terhadap serabut pembau
yang terdapat pada daerah alfaktorik hidung. Oleh saraf pembau rangsang diteruskan
ke pusat pembau yang ada dalam otak; untuk ditafsirkan. Indera pembau sangat erat
berhubungan dengan indera pengecap.

IV. I N D E R A P E N G E C A P
Organ : Lidah

Gambar Lidah

A. Struktur
1. Terdiri atas dua kelompok otot :
 otot intrinsik : melakukan semua gerakan halus
 otot ekstrinsik : mengaitkan lidah pada bagian sekitarnya dan melakukan
gerakan kasar pada waktu mengunyah dan menelan.
2. Permukaan lidah dilapisi selaput lendir (membran mukosa), agar selalu lembab.
3. Permukaan atas seperti beludru, ditutupi oleh 3 (tiga) macam, papil, yaitu :
 Pappilae sirkumvalata : berjumlah 8-12, dikelilingi lekukan semacam parit,
berjejer membentuk huruf V pada bagian belakang
lidah
 Pappilae Filiformis : terbanyak menyebar ke seluruh permukaan lidah,
menerima rangsang sentuh.
 Pappilae Fungiformis : menyebar pada bagian ujung dan sisi lidah,
berbentuk jamur.
B. Fungsi lidah :
1. Sebagai indera pengecap
2. Membantu mengatur letak makanan selama mengunyah
3. Membantu dalam proses menelan makanan
4. Sebagai alat berbicara
C. Daerah Pengecapan pada lidah
 Ujung lidah : rasa manis dan asin
 Belakang atau pangkal : rasa pahit
 Tepi atau samping : rasa asam
D. Persarafan
Lidah memiliki pelayanan saraf majemuk
 Pengecapan dilayani saraf kranial V, VII, IX
 Gerakan lidah dilayani kranial XII

V. INDERA PERABA
Organ : Kulit

Keterangan :
a. korpuskula Pacini, merupakan ujung saraf
perasa tekanan kuat.
b. ujung saraf sekeliling rambut, me rupakan ujung
saraf peraba.
c. korpuskula Rufini; merupakan ujung saraf
perasa panas
d. ujung saraf Krause, merupakan ujung saraf
perasa dingin.
e. korpuskula Meissner, merupakan ujung saraf
peraba
Gambar : kulit beserta f. Ujung saraf tanpa selaput, merupakan perasa
reseptor-reseptornya nyeri
g. lempeng Merkel, merupakan ujung saraf perasa
sentuhan dan tekanan ringan.
A. Struktur :
1. Terdiri atas lapisan-lapisan :
a. Epidermis, terdiri atas tiga lapis sel, yaitu :
 Stratum korneum : sel tipis, datar, seperti sisik, terus menerus
dilepaskan.
 Stratum tusidum : sel tidak berinti
 Stratum granulosum : selapis sel berinti, betgranula
b. Zona Germinalis : terdiri atas dua lapis sel yang terus membentuk sel -sel
epidermis
c. Dermis atau korium : terdapat pembuluh darah dan ujung -ujung saraf
sensorik indera peraba.
2. Sebagai indera peraba, pada kulit terdapat ujung -ujung saraf yang peka terhadap
sentuhan, tekanan dan rabaan
 Ujung saraf reseptor rasa sakit : menjorok masuk ke epidermis
 Ujung saraf reseptor rangsang sentuhan dan panas : terletak dekat epidermis
3. Daerah-daerah kulit yang paling banyak mengandung ujung saraf peraba antara
lain : ujung jari telunjuk, telapak tangan, bibir, telapak kaki, leher, alat kelamin.
B. Fungsi Kulit :
1. sebagai organ pengatur panas 3. Tempat penyimpanan air dan lemak
2. Sebagai indera peraba 4. Melindungi tubuh dari pengaruh luar

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)


INDERA PENGLIHATAN

Pendahuluan :
Diantara panca indera, indera mat a berfungsi untuk melihat. Agar obyek yang diamati dapat
terlihat jelas, bayangan benda harus jatuh pada bintik kuning. Kalau bayangan jatuh pada
bintik buta kita tidak dapat melihat benda itu.
Tujuan : setelah melakukan kegiatan ini diharapkan anda dapat mengetahui adanya bintik
buta.
Alat dan bahen :
1. Kertas manila berwarna putih
2. Penggaris kayu 1 meter
3. Spidol atau ballpoint
4. Gunting
Sumber bacaan : Buku Biologi SMU II

Kegiatan 1 :
1. Guntinglah kertas manila dengan ukuran panjang 14 cm dan lebar 3 cm.
2. Buatlah tanda positif (+) dan tanda negatif ( - ) dengan garis tengah 2 mm pada kertas
tersebut. Jarak antara ( + ) dan ( - ) sejauh 10 - cm.

3. Dengan tangan kita peganglah kertas tersebut sejauh 50 cm di depan mata. Ujung kertas
yang ada tanda negatif ( - ) berada di sebelah kanan.
4. Dengan mata kanan ditutup, pusatkan pandangan mata kiri tetap pada tanda Kemudian
dekatkanlah perlahan-lahan hingga tanda positif ( + ) hilang dan muncul kembali,
Ulangi percobaan 3 kali,
5. Baliklah arah letak negatif dengan menutup mata ki ta.. Ulangi seperti kegia tan nomor 4
Catatlah hasilnya dalam tabel !
Tabel hasil pengamatan :
Percobaan Mata kanan ditutup Mata kita ditutup
ke (jarak pada waktu tanda +) (jarak pada waktu tanda -)
Hilang Tampak lagi Hilang Tampak tagi
1
2
3 .
Jumlah
Rata-rata

Perlanyaan :
1. Dari hasil pengamatan di atas apa yang dapat kamu katakan tentang tanda (+) ?
Jawab : ........................ ........................................................................:................... ..........
2. Pada jarak tertentu tanda ( + ) hilang tetapi pada jarak yang lain tanda ini muncul
kembali. Apa arti semua ini ? Jelaskan !
Jawab : ........................ ........................................................................:................... ..........
3. Adakah hubungan antara peristiwa tersebut dengan buta wama ? Jelaskan !
Jawab : ........................ ...................... ..................................................:................... .........
4. Orang yang baru masuk ke tempat gelap da ri tempat yang terang, penglihatannya tiba -
tiba menjadi berkurang atau gelap. Apakah hal ini ada kesamaannya dengan hilangnya
tanda ( + ) pada percobaan di atas.? Jelaskan !
Jawab : ........................ ........................................................................:................... ..........
5. Pada kegiatan yang kamu lakukan tadi apakah matamu berakomodasi ? Apa yang sebena mya
disebut akomodasi ?
Jawab : ........................ ........................................................................:................... ..........
6. Orang yang usianya sudah lanjut umumnya menggu nakan kacamata. Jelaskan peranan
kacamata tersebut !
Jawab : ........................ ........................................................................:................... ..........

Kegiatan 2
1. Cermati gambar di bawah ini !
2. Jawab pertanyaan-pertanyaan yang ada

(a)
(c)

Pertanyaan :
1. Apakah fungsi kornea, sehingga bayangan benda dapat kita lihat dengan jelas ?
Jawab : ........................ ........................................................................:................... ..........
2. Bagaimanakah keadaan lensa kita bila kita melih at benda yang
a. jauh ? b. dekat ?
Jawab : ........................ ........................................................................:................... ..........
3. Berdasarkan gambar a. jelaskan bagaimanakah mekanisme melihat !
Jawab : ........................ ........................................................................:................... ..........
4. Kelainan apakah yang terjadi pada gambar b. bagiamanakah penderita dapat ditolong ?
Jawab : ........................ .................... ....................................................:................... ..........
5. Kelainan apakah yang terjadi pada gambar c. bagaimanakah penderita dapat ditolong ?
Jawab : ........................ ....................................................... .................:................... ..........

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)


PEMBAU DAN PENGECAP

Pendahuluan :
Bila kita sedang salesma (pilek) indera pencium kita tidak ber fungsi dengan baik. Akibatnya bau
makanan yang enakpun tidak tercium, selera makan menurun. Adakah hubungan antara indera
pembau dan indera pengecap ?

Tujuan :
Setelah melakukan kegiatan ini diharapkan anda dapat :
1. Menemukan perbedaan dan persamaan antara pembau dan indera pengecap.
2. Menemukan keterkaitan antara indera pembaca dan indera pengecap.

Alat dan bahan :


1. Apel, kentang dan bawang 4. Air jeruk nipis
2. Larutan garam 10 % 5. Larutan kina sulfat - 0,1 %
3. Larutan gula 5 % 6. Cotton bud steril
Kegiatan :
1. Dengan menutup mata dan hidung, letakkan secara bergantian sekerat apel, kentang dan
bawang di atas permukaan lidahmu. Dapatkah kamu membedakan rasa masing -masing
bahan-bahan di atas ?
2. Ulangi percobaan tersebut tanpa menutup hidung ! Dapatkah kamu membedakannya ?
3. Dari peristiwa 1 dan 2 di atas dapatkah kamu jelaskan mengapa demi kian ?
4. Dengan menggunakan cotton bud, o!eskan larutan garam 10% di seluruh permukaan lidahmu.
Pada bagian manakah kamu dapat merasakan rasa larutan tersebut ? Setelah melaku kan tugas
ini, berkumurlah sampai bersih dan jangan lupa mencatat hasilnya.
5. Lakukan seperti no. 4, masing-masing untuk larutan gula – 5%, air jeruk dan kina sulfat
- 0,1%
6. Berilah tanda arsir pada gambar permukaan lidah dibawah ini sebagai pemyataan no. 4 dan 5
diatas.

Pertanyaan :
1. Apakah seluruh permukaan lidah peka terhadap
semua jenis rasa larutan ? Mengapa demikian?
Jawab: .........................................................:......
2. Dibagian lidah manakah kamu temukan daerah peka
terhadap lebih dari satu rasa ?
Jawab: .........................................................:......
Gambar : Permukaan Lida h

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)


INDERA PENDENGAR

Pendahuluan :
Indera pendengaran dan keseimbangan terdapat dalam organ yang sama, yaitu telinga. Ada tiga
bagian utama manusia, yaitu : telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam.
Tujuan :
Setelah melakukan kegiatan ini, diharapkan anda mengeta hui bagian-bagian dan fungsi telinga
dan proses mendengar.
Kegiatan :
1. Berikut ini adalah bagian-bagian pada telinga :
1. Maleus 5. Selaput timpanik
2. Daun telinga 6. Inkus
3. Stapes 7. Koklea
4. Lubang telinga 8. Saluran semisirkuler
2. Cermati gambar telinga di bawah ini, kemudian beri angka yang sesuai dengan bagian-bagian
di atas !

3. Jawablah pertanyaan berikut !

Pertanyaan :
2. Tentukan bagian-bagian telinga tersebut yang termasuk telinga bagian luar, tengah dan dalam!
Lengkapilah dengan bagian lain jika memang ada !
Jawab : ........................ ........................................................................:................... ..........
3. Bagian manakah yang disebut tulang -tulang pendengaran ? Apakah fungsinya ?
Jawab : ........................ ........................................................................:................... ..........
4. Bagaimanakah mekanisme proses mendengar ? Buatlah dalam bentuk bagan/skema !
Jawab : ........................ .............................. ..........................................:................... ..........
5. Tentang seseorang yang menderita gangguan pendengaran :
a. Bagaimanakah dapat terjadi ?
b. Apakah kemungkinan penyebabnya ?
c. Dapatkah ditolong ?
Jawab : ........................ ......... ...............................................................:................... ..........

SISTEM KOORDINASI (HORMON)

Standar Kompetensi :
Sistem koordinasi meliputi sistem saraf, alat indera dan endokrin
mengendalikan aktivitas berbagai bagian tubuh. Hormon yang dihasilkan o!eh
kelenjar endokrin dan mengatur pertumbuhan, keseimbangan internal, reproduksi dan
tingkah laku

Kompetensi Dasar :
Siswa merahahami sistem koordinasi melalui percobaan interpretasi da n
diskusi.
RANGKUMAN MATERI

SISTEM KOORDINASI (HORMON)


Hormon dihasilkan oleh kelenjar buntu (endokrin) dan diedarkan oleh darah
Fungsi hormon :
1. Mamacu pertumbuhan
2. berperan dalam proses reproduksi
3. mengatur metabolisme
4. mempengaruhi tingkah laku
5. mengatur homeostasis tubuh
Macam-macam kelenjar hormon
1. GLANDULA THYMUS (KELENJAR KACANGAN)
Letak : rongga dada
Fungsi : Tempat penyimpanan somatot roph yang dihasilkan oleh hypofisis otak lobus
anterior. Kelenjar ini hanya dijumpai pada a nak-anak
2. GLANDULA TYREOIDEA (KELENJAR GONDOK)
Letak : di kanan/kiri trachea daerah farinks,
Jumlah : sepasang
Fungsi : Menghasilkan hormon tiroksin, yang b erperan mengatur metabolisme
3. GLANDULA PARATYREOID (KELENJAR ANAK GONDOK)
Letak : di sebelah dorsal kelenjar gondok
Fungsi : Menghasilkan parathormon, yang berfungsi mengatur distribusi Calsium antara
darah dengan tulang
4. KELENJAR PANCREAS (PULAU LANGER HANS)
Fungsi : Menghasilkan hormon insulin, yang berfungsi mengubah glukosa menjadi
glikogen
5. GLANDULA SUPRARENALIS (KELENJAR ANAK GINJAL)
a.. Bagian kortek : menghasilkan hormon korti son .
b. Bagian mendula : menghasilkan hormon adrenalin
Fungsi hormon adrenalin
 mengubah glikogen menjadi glukosa
 memacu aktivitas jantung menyempitkan pembuluh darah
 mengendorkan otot polos batang tengkorak
6. KELENJAR KELAMIN
A. Pria
Testes, menghasilkan hormon Androgen berupa testoteron, yang berfungsi membangun
spermatogenesis dan mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder. .
B. Wanita
Ovarium, menghasilkan ovum dan hormon :
1. Progesteron
Dihasilkan oleh Corpus luteum,
Fungsi progesteron
 menjaga penebalan dinding endometrium.
 mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder wanita
 berpengaruh baiik terhadap hypofisis dafam memproduksi FSH seh ingga wanita
tidak mengalami ovulasi.
2. Estrogen
Dihasilkan bagian follicle
Fungsi estrogen : - memacu penebalan dinding uterus.
- mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder wanita
7. USUS DAN LAMBUNG
a. Usus, menghasilkan hormon
Sekretin : memacu sekresi getah pancreas
Kolesistokinin : memacu sekresi getah empedu
b. Larnbung, menghasilkan hormon
Gastrin : memacu sekresi getah lambung

8. GLANDULA HYPOFISIS (MASTER GLAND)


Merupakan kelenjar buntu yang te rbesar dan menghasilkan hormon yang berfungsi
mengatur kelenjar horrnon lain:
Bagian-bagian kelenjar hypofisis
A. Lobus anterior, menghasilkan :
1. TSH (Thyroid Stimulating Hormone Tirotrof)
Fungsi : memacu kelenjar tireoid menghasilkan hormon tiroksin
2. Paratiroid
Fungsi : memacu kelenjar paratiroid menghasilkan hormon parathormon
3. LTH (Luteotropic Hormone = Protaktin)
Fungsi : memacu pembentukan air susu
4. ACTH (Adreno Corticotropic Hormone)
Fungsi : a memacu medula adrenafis mempro duksi hormon adrenalin
b memacu korteks adrenalis mempr oduksi hormon kortison
5. GH (Growth Hormone = Somatotroph)
Fungsi : memacu pertumbuhan se1 -sel somatis dan pertumbuhan cakra epifise
6. Gonadotroph
Fungsi : memacu kelenjar kelamin memproduksi hormon kelamin
Macam-macam gonadotroph :
1. FSH (Folliccle Stimulating Hormone)
Pada wanita : berfungsi : - memacu pertumbuhan follicle
- memacu ovanum memproduksi estrogen
Pada pria : berfungsi : - mempengaruhi spermatogenesis
2. LH (Luteinizing Hormone)
Pada wanita berfungsi :- memacu pengeluaran ovum
- memacu corpus luteum dalam memproduksi
progesteron
3. ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormones)
Terdapat pada pria, berfungsi mempengaru hi sel dinding pada testes untu k
menghasilkan testoteron.
B. Lobus Medial
Pada manusia bagian ini belum dike tahui fungsinya.
C. Lobus Posterior
Menghasilkan hormon :
1. Oksitosin
Fungsi : mempengaruhi kontraksi dinding uterus pada waktu akan me lahirkan,
mempengaruhi pengeluaran air susu.
2. ADH (Anti Diuretic Hormone)
Fungsi : mengatur pengeluaran u rine
3. Vasopressin dan petresin
Fungsi : mempengaruhi tekanan dara h

Tabel kelainan sekresi kelenjar hormon


NO. KELAINAN SEKRESI GEJALA PENYAKlT
01. Hiposekresi Tiroksin Hambatan pertumbuhan fisik dan mental
- Pada anak : Kretinisme (Kerdil) Metabo!ik mundur berat badan naik, gerakan
- Pada orang dewasa : Mixudema lamban, berpikir lamban, kulit tebal, kering
Hipersekresi Tiroksin Metabolik naik, gelisah, mudah marah,
(Penyakit Morbus Basedowi) denyut nadi naik, suhu tubuh cenderunq tinggi
02 Hipoparatiroidisense Kekurangan kalsium dalam darah, kejang
pada tangan dan kaki.
Hiperparatiroidisme Kalsium dikeluarkan dari darah dan tulang
masuk ke serum darah, tulang keropos
kegagalan ginjal
NO. KELAINAN SEKRESI GEJALA PENYAKlT
03. Kekurangan Kortison Ginjal gagal menyimpan natrium, penderita
(Penyakit Adison) kurus, lemah: kulit memerah, dapat
menyebabkan kematian
04. Kelebihan Kortison Badan gemuk, anggota badan kurus.
(Sindroma Cushing) Gangguan metabolisme karbohidrat dan
protein hiperkensi
05. Kekurangan Insulin Kadar gula darah tinggi, poliura, berat badan
(Diabetes Mellitus) turun, haus, kering, kulit, mulut, dan lidah
kering.
06. Kelebihan Somatotroph Tumbuh raksasa
Pada anak : Gigantisme Tulang dan jaringan lunak menjadi tebal,
Pada dewasa : Akromegali besar dan kasar
07. Kekurangan Somatotroph Terutama pada tangan, tengkorak, tulang
sebelum pubertas rahang.
Anak tumbuh menjadi orang kerdi l
(Dwarfisme)
08. Kekurangan ADH (Anti Diuretic Produksi urin berlebihan (Diabetes Insidus)
Hormone)

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)


SISTEM ENDOKRIN (HORMON)

Pendahuluan :
Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu mensekresikan hormon. Beberapa keienjar endokrin
menghasilkan satu hormon tunggal, sedang yang lain dua atau beberapa jenis hormon. Secara
umum fungsi hormon adalah merangsang suatu proses metabolisme.
Tujuan : Memahami fungsi berbagai kelenjar endokrin pada manusia
Sumber : Buku Biologi SMU Kelas 2

Keqiatan 1 :
1. Perhatikan gambar yang ada di dalam tabel
2. Isilah kolom yang tersedia di dalam tabe l
3. Jika satu kelenjar menghasilkan lebih dari satu hormon cukup tuliskan sa lah satu saja !
Gambar macam Hormon yang Fungsi hormon yang
Nama Kelenjar
kelenjar hormon dihasilkan dihasilkan

Keqiatan 2 :
Isilah TTS di bawah ini !

1 2 3 4

5 6 7

10 11

12 13

14

Mendatar :
1. Nama lain kelenjar hormon
4. Hormon pemacu kelenjar adrenal disingkat (tulis dari belakang)
5. Penghasilan testosteron (huruf E ditulis dobel)
8. Penghasil sekretin (huruf akhir ditambah E)
9. Nama lain prolaktin
10. Kelenjar penghasil hormon tiroksin (h uruf N dihilangkan)
12. Hormon pemacu kelenjar tiroid
14. Pulau ...... penghasil hormon insulin
Menurun :
1. Hormon yang mempengaruhi ciri -ciri kelamin sekunder pada wanita
2. Horman yang mempengaruhi dinding uterus pada waktu melahirkan.
3. Hormon mengatur kadar gula darah
4. Salah satu gejala penyakit kencing manis
6. Diabetes ...., nama lain penyakit gula.
7. Produk urin berlebihan disebabkan karena kekurangan hormon .....
11. Testosteron mempengaruhi ciri -ciri kelamin sekunder pada ......

SOAL-SOAL LATIHAN

I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang !
1. Jenis neuron yang berhubungan langsung dengan reseptor ya itu neutron …
a. Motoris d. ajustor
b. sensoris e. motoris
c. konektor
2. Mata rabun jauh karena lensa mata terlalu cembung, kelainan tersebut dinamakan ….
a. presbiop d. xeroptalmia
b. hipermetrop e. katarak
c. miop
3. Bagian otak yang menjadi pusat pengaturan pernafasan adalah ....
a. medulla oblongata d. sumsum tulang belakang
b. otak besar e. talamus
c. otak kecil
4. Fotoreseptor terdapat pada bagian mata ...
a. bintik buta d binting kuning
b komea e. lensa
c. retina
5. Ujung saraf krause adalah merupakan ....
a. reseptor panas d. reseptor nyeri
b. reseptor dingin e. reseptor bau
c. reseptor makanan
6. Ujung saraf ruffini adalah merupakan …. .
a. reseptor panas d. reseptor nyeri
b. reseptor dingin e. reseptor bau
c. reseptor makanan
7. 5upaya benda yang kita lihat dapat ter lihat jelas, maka bayangan benda tersebut harus
jatuh ....
a. tepat pada bintik kuning yang terdap at pada pupil mata
b. tepat pada bintik kuning yang terdapat pada iris.
c. tepat pada bintik kuning yang terdapat pada retina.
d. tepat pada bintik kuning yang terdapat pada lensa mata
e. tepat pada bintik kuning yang terdapat pada selaput putih.
8. Alat pengatur cahaya yang masuk ke dalam mata manusia yang bekerja sebagai diafragma
ialah . . . .
a. iris d. sklera
b. lensa e. kornea
c. retina
9. Bi!a ibu jari menjadi lumpuh tetapi rasa rabanya ada maka dari lengkung refleks yang
rusak adalah….
a. sensoris d. efektor
b. motoris e. reseptor
c. aferen
10. Jalan yang ditempuh oleh gerak refleks adalah….
a. efektor --> serabut saraf motorik --> konektor --> reseptor
b. efektor --> serabut saraf sensorik --> konektor --> reseptor
c. reseptor --> serabut saraf sensorik --> konektor --> serabut motorik --> efektor
d. reseptor --> serabut saraf motorik --> konektor --> serabut saraf sensorik --> efektor
e. reseptor --> serabut saraf sensorik -- > serabut motorik -- > efektor
11. Getaran suara dari luar sampai ke alat korti melalui :
1. Tulang-tulang martil, sanggurdi
2. gendang telinga
3. cairan perilimf
4. selaput lonjong
Urutan dari luar ke dalam adalah
a. 1 – 2 – 3 – 4 d. 2 – 1 – 4 – 3
b. 1 – 2 – 4 – 3 e. 2 – 3 – 1 – 4
c. 2 - 1 – 3 – 4
12. Bagian mata yang berfungsi sebagai diafragma adalah ….
a. koroid d. bintik kuning
b. sklera e. bintik buta
c. iris
13. Yang dimaksud dengan sistem Koord inasi adalah ….
a. pengaturan keserasian kerja jantung
b. pengaturan keserasian sistem saraf
c. pengaturan yang dilakukan oleh h ormon
d. pengaturan keserasian proses da lam tubuh
e. pengaturan keserasian gerak tubuh.
14. Reseptor pada kulit yang berfungsi sebagai i ndera sentuhan adalah ....
a. paccini d. ruffini
b. meisner e. ujung saraf bebas
c. krause
15. Pusat keseimbangan pada otak terdapat pada ….
a. serebelum d. talamus
b. motoris e. medula oblongata
c. Otak tengah
16. Kekurangan hormon terse but dibawah ini dapat menyebabkan penyakit diabetes melitus
a. hormon tiroksin d. hormon insulin
b. hormon kortin e. hormon adrenalin
c. hormon gastrin
17. Gangguan hormon antidiuretika dapat mengakibatkan penyakit . . . .
a. uremia d. diabetes melitus
b. nephritis e. diabetes insupidus
c. albuminaria
18. Hormon – anti – diuretik (ADH) berfungsi untuk….
a. merangsang kontraksi uterus sewaktu melahirkan bayi.
b. mengatur jumlah air yang melalui ginjal
c. mengendalikan sekresi est rogen di dalam ovarium
d. pengendali produksi sekresi dari semua organ.
e. mempertahankan korpus luteum lama hamil.
19. Kelenjar hormon yang fungsinya mempengaruhi semua kelenjar hormon yang lain adalah
kelenjar hormon….
a. hipofisa d. kacangan
b. epifisa e. kelamin
c. gondok
20. Hormon yang merangsang pembentukan sper matozoa di dalam testis adalah .....
a. ICSH (Interstitial - Cell - Stimulating - Hormon).
b. FSH (Follele - Stimulating - Hormon)
c. LH (Leteinising Horrnon)
d. ACTH (Adrenokortikotropile)
e. ADH (Hormon - Anti - Diuretik)
II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Tulislah 3 perbedaan antara sistem saraf dan sistem hormon !
Jawab : ........................................................ :...........:...................................:......... .................
2. Tuliskan hubungan antara sistem saraf simpatis dan sistem parasimpatis !
Jawab : ........................................................:...........:.............................. .....:..........................
3. Gambarkan skema lidah dengan bagian -bagian tempat perasanya !
Jawab : ........................................................:...........:...................................:......... .................
4. Sebutkan hormon-hormon yang dihasilkan oleh hypofisis lobus anterior !
Jawab : ........................................................:...........:...................................:......... .................
5. Sebutkan gangguan pada mata dan cara menolongnya !
Jawab : ........................................................:...........:...................................:......... .................

ENDOKRINOLOGI MANUSIA
Nama : Kelenjar tiroid
Letak : dua lobus di leher
Hormon : tirokson (asam amino beryodium)
Fungsi : # mengontrol laju metabolisme fungsi respirasi sel meningkatkan
laju penggunaan oksigen
# pengukuran diagnosa kelainan fungsi kelenjar tiroid dengan pengukuran
konsumsi O2 disgnosa kelainan
Penyakit :
 Hipotiroidisme : sebelum de wasa disebut penyakit kretinisme (kerdil)
Penderita tidak dapat mencapai perkembangan fisik dan mental yang normal.
 Penyebab belum jelas, lazim di daerah kurang Iodium ditambah faktor lain pencegahan
dini dengan pemberian tiroksin. Bila terlambat dan para hnya, penyembuhan hanya sedikit
diperoleh.
 Sesudah dewasa disebut penyakit niksedena.

Gejala : metabolisme rendah, berat badan berlebihan, bentuk kasar.


Penyakit sembuh dengan pemberian tiroksin adalah gondok : pembengkakan leher karena
pembengkakan kelenjar tiroid.

Contoh : laju kelenjar tiroid diatur oleh TSH yang dilepas oleh lobus anterior kelenjar
pitustan. Peningkatan TSH  peningkatan jumlah tiroksin, peningkatan jumlah tiroksin
dalam darah menekan produksi TSH  sarana agar jumlah tiroksin dalam d arah menekan
produksi TSH  sarana agar jumlah iroksin mantap.
Tetapi bila dalam makanan Iodium tidak cukup bagi tiroid untuk menyintesa tiroksin,
mekanisme kontrol terhenti.
Kelenjar pitustan tidak dihambat, jumlah TSH dihasilkan lebih banyak, sehingga me rangsang
kerja kelenjar tiroid meski tanpa/sedikit Iodium jadi kelenjar keras dan berakibat gondok.
Kelenjar Paratiroid  hormon PTH
Empat struktur kecil, dalam permukaan belakang kelenjar tiroid. Bila kelenjar tiroid dibuang,
untuk pengobatan penyakit gon dok. Kadang menimbulkan gejala kejang otot dan salah urat
yang tidak menyenangkan  menurunnya kadar ion penting dalam pembentukan tulang Ca ++,
karena lenyapnya kelenjar paratiroid.