Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN OBSERVASI

Bakso Buah Naga Bukti Jiwa Wirausaha


Mahasiswa IPB

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan


Dosen: Lucy Fauziah

Disusun Oleh :

INSTITUT PERTANIAN BOGOR


TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA
2008-2009

2
Kata Pengantar

Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT


karena atas rahmat dan hidayah dari-Nya, kami masih diberikan
kesehatan untuk melakukan Observasi Lapang dan
menyelesaikan laporan ini. Serta atas usaha yang sangat besar,
akhirnya kami bisa menyelesaikan laporan ini, yang berjudul
“Bakso Buah Naga Bukti Jiwa Wirausaha Mahasiswa IPB”. Kami
juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya:
1. Ibu Lucy Fauziah selaku dosen mata kuliah Kewirausahaan.
2. Ristia Oktora, mahasiswa Ilmu Ekonomi, angkatan 42, IPB
sebagai narasumber (pencetus pembuatan bakso buah naga).
Laporan ini diharapkan dapat bermanfaat khususnya bagi
mahasiswa dan masyarakat pada umumnya. Selain itu, laporan
ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap kreatifitas dan
memberikan suatu dorongan kepada mahasiswa Institut
Pertanian Bogor untuk lebih mengembangkan jiwa
kewirausahaan yang dimiliki. Selaku penulis, kami pun merasa
bahwa makalah ini masih belum sempurna sehingga diharapkan
kritik dan sarannya untuk menyempurnakan makalah ini.

Bogor, April 2009

Penulis

3
Daftar Isi

Kata Pengantar

Daftar Isi

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Tujuan

II. Hasil Pengmatan


5

A. Proses Awal Terbentuknya Ide Pembuatan Bonaga

B. Proses Pembuatan Bakso Bonaga

C. Jenis-Jenis Produk Bakso Bonaga

D. Pengelolaan Usaha Bakso Bonaga

10

E. Ide Pengembangan Usaha

10

4
F. Hambatan dalam Mengembangkan Usaha dan Solusinya

11

III. Penutup
12

A. Kesimpulan

12

Daftar Pustaka

13

Lampiran

14

5
I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Sekarang ini lapangan pekerjaan masih dibilang kurang.


Ini terbukti dengan masih tingginya angka pengangguran di
Indonesia. Apalagi dengan adanya krisis global yang sedang
melanda hampir seluruh negara di dunia. Maka sebagian
besar perusahaan juga merasakan dampaknya. Sehingga
tidak dapat dihindari lagi jika adanya pemutusan hubungan
kerja (PHK) karyawan di berbagai perusahaan. Akibatnya
angka pengangguran pasti akan bertambah juga, serta
naiknya angka kemiskinan pasti tidak bisa dihindari lagi.
Untuk mencegah hal ini terus berlanjut, maka dibutuhkan
lapangan pekerjaan baru.

Harapan untuk diterima di dunia kerja tentunya


tidaklah keliru, namun tidak dapat dipungkiri bahwa
kesempatan kerja pun sangat terbatas dan tidak berbandng
lurus dengan lulusan lembaga pendidikan baik dasar,
menengah maupun pendidikan tinggi. Oleh sebab itu semua
pihak harus terus berpikir dan mewujudkan karya nyata
dalam mengatasi kesenjangan antara lapangan kerja dengan
lulusan institusi pendidikan. Lulusan perguruan tinggi,
khususnya sarjana diharapkan dapat menciptakan lapangan
kerja baru.

Kesenjangan ini merupakan penyebab utama


peningkatan angka pengangguran. Sedangkan pengangguran
adalah salah satu permasalahan pembangunan yang sangat
kritis khususnya di negara Indonesia termasuk di daerah-
daerah di pelosok Nusantara. Salah satu solusinya adalah

6
dengan mencetak lulusan lembaga pendidikan yang memiliki
potensi untuk mengembangkan keterampilannya menjadi
usaha mandiri dan dapat membuka lapangan pekerjaan.
Selain menjadi solusi bagi dirinya, usaha mandiri ini
diharapkan dapat menyerap tenaga kerja pada usaha yang
dirintisnya.Namun demikian pada prakteknya tidaklah mudah
memulai suatu usaha. Rasa takut yang berlebihan akan
kegagalan dan kerugian seringkali menghantui jiwa
seseorang ketika akan memulai suatu usaha.

Keberanian untuk memulai merupakan modal utama


yang harus dimilki seseorang untuk terjun dalam dunia
usaha. Selain itu, motivasi juga sangat dibutuhkan karena
dengan motivasi yang tinggi maka itu akan mendorong untuk
berusaha lebih keras lagi. Namun itu saja tidak cukup,
keberanian tanpa disertai perhitungan dan kemampuan
berwirausaha seringkali menjerumuskan kita ke dalam situasi
kegagalan yang berkepanjangan. Sehingga berdasarkan latar
belakang tersebut, penulis tertarik untuk mengangkat suatu
tema tentang kewirausahaan yang berjudul “Bakso Buah
Naga Hasil Karya Mahasiswa Kreatif dan Berjiwa Wirausaha”

B. Tujuan

1. Melaksanakan tugas pad mata kuliah Kewirausahaan


yang diselenggarakan pada semester II.
2. Mengamati jenis usaha yang ada sebagai bahan
pertimbangan dalam memulai dan mengelola suatu usaha.
3. Mengamati dan mencari tahu cara-cara mengelola
dan mengembangkan suatu usaha sehingga menjadi
berhasil dan maju.

7
4. Menumbuhkan minat dan sikap wirausaha khususnya
mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.
5. Memberi motivasi kepada mahasiswa (khususnya)
agar tidak ragu – ragu untuk memulai dan mengembangkan
wirausaha.

8
II. Hasil Pengamatan

Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa


jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini
berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia,
seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Buah ini juga
dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia Utara dan Tiongkok
Selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari. Nama buah
naga diberikan pada buah-buah yang dapat dimakan dari
tumbuhan:
1. Hylocereus undatus, yang buahnya berwarna merah dengan
daging buah putih.
2. Hylocereus polyrhizus, yang buahnya berwarna merah muda
dengan daging buah merah.
3. Selenicereus megalanthus dengan kulit buah kuning dan
daging buah putih.
4. Hylocereus costaricensis buah naga daging super merah.

9
Gambar 1.0 Buah Naga

A. Proses Awal Terbentuknya Ide Pembuatan Bonaga

Ristia Oktora, mahasiswi jurusan Ilmu Ekonomi, angkatan


42, Fakultas Ekonomi Manajemen merupakan pencetus ide
cemerlang Bakso Buah Naga (Bonaga) itu. Ide cemerlang ini
berawal dari kebiasaannya berjualan pada waktu masih
duduk di Sekolah Menengah Pertama. Karena kebiasaannya
itulah, ketika telah menjadi mahasiswa keinginannya untuk
membuka usaha sendiri itu sangat besar. Akan tetapi
keinginannya itu terbentur masalah modal. Akhirnya untuk
mendapatkan modal tersebut, dia mengikuti Program
Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Dia pun merekrut tiga temannya
untuk masuk dalam tim penelitiannya. Ketiga mahasiswi itu
yaitu Yuli Widyaningsih, Dinta Rahmawati, Nursehafia.

10
Gambar 1.1 Ristia Oktora
(Pencetus Ide Bakso Buah
Naga)

Ide pembuatan bakso naga ini terinspirasi dari tayangan


wisata kuliner di televisi yaitu bakso buah-buahan yang
berada di Bandung. Sehingga terpikirlah ide untuk membuat
bakso yang sama, akan tetapi untuk buahnya dipilih buah
yang unik. Karena pada waktu itu tepatnya tahun 2008 buah
naga sangat terkenal, maka dipilihlah buah naga ini untuk
dibuat bakso. Mereka mencari informasi tentang buah naga
itu dari literatur, dan rekan-rekan yang ahli dibidangnya serta
dari dosen. Dibalik rasanya yang manis menyegarkan, buah
naga kaya akan manfaat. Banyak orang percaya bahwa buah
ini dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula
darah. Mengingat asalnya dari jenis buah kaktus, maka
dipercaya juga bahwa buah naga mengandung vitamin C,
beta karoten, kalsium dan karbohidrat. Yang pasti buah naga
tinggi serat, sebagai pengikat zat karsinogen penyebab
kanker dan memperlancar proses pencernaan. Selain itu,
meski di kombinasikan dengan sejenis buah, tetapi rasa khas

11
baksonya tidak hilang, karena rasa khas dari bakso itulah
yang disukai masyarakat selama ini.

B. Proses Pembuatan Bakso Bonaga

Setelah semua data tentang buah naga terkumpul


maka dicobalah pembuatan bakso buah naga tersebut.
Ternyata penambahan buah naga pada adonan bakso ini
tidak merubah rasa. Serta dengan pertimbangan khasiat dari
buah naga itu sendiri, maka disusunlah proposal rencana
bisnis tersebut untuk seleksi dan mendapatkan bantuan dana
usaha dari Dinas Pendidikan Tinggi RI sebesar Rp. 5,7 juta.
Selain itu, ternyata ide tersebut masuk ke tingkat nasional
dan mendapatkan juara II PIMNAS 2008 di Semarang.
Selanjutnya mereka diberi bantuan lagi untuk menjalankan
usaha bakso buah naga tersebut. Setelah beberapa bulan
menjalankan usahanya itu, pemerintah melakukan evaluasi
terhadap bidang usahanya itu dan hasilnya cukup
memuaskan.

Gambar 1.2 Sertifikat PIMNAS 2008

Produk mereka diberi nama Bonaga (bakso buah naga).


Bonaga adalah bakso yang terbuat dari daging sapi asli yang
berisi buah naga. Bakso Bonaga ini baik untuk orang yang

12
sedang diet, serta khasiat lainnya bisa menyembuhkan berbagai
penyakit. Inilah salah satu keunggulan dari bakso Bonaga,
dibandingkan bakso-bakso pada umumnya. Akan tetapi,
walaupun namanya bakso buah naga tetap saja dalam
pembuatannya sama dengan bakso – bakso pada umumnya dan
dicampur dengan daging sapi asli. Sehingga kekhasan rasa
baksonya masih tetap dipertahankan. Pembuatan bakso ini
masih menggunakan alat-alat yang sederhana seperti
timbangan, pisau, sendok. Tempat produksi bakso ini adalah di
tempat kos di jalan Babakan Tengah, Darmaga, Bogor. Keempat
mahasiswi itu membuat bakso secara bersama-sama dan
kadang-kadang dibantu oleh seorang pekerja.

C. Jenis-Jenis Produk Bakso Bonaga

Pada awal pembuatan bakso buah naga ini, mereka


lebih fokus kedalam produk kemasan. Produk bakso Bonaga
ini tersedia dalam produk kemasan yang bisa didapatkan di
Agrimart, swalayan Naga, dan swalayan-swalayan terdekat.
Wilayah pemasaran dari produk kemasan ini telah
menjangkau wilayah Bogor dan Jakarta. Untuk pemasaran ke
wilayah Jakarta, pada awalnya dibawa oleh keempat
mahasiswa tersebut karena rata-rata berasal dari Jakarta.
Setelah sukses dengan produk kemasan ini, ternyata
konsumen menginginkan adanya suatu warung bakso siap
saji. Karena mahasiswa pada umumnya lebih menyukai
makanan yang siap saji. Akhirnya dibukalah sebuah warung
bakso yang lokasinya terletak di jalan Babakan Tengah.
Warung itu diberi nama sesuai dengan produk yang dijualnya
yaitu Bonaga. Lokasi warung ini masih berdekatan dengan
tempat produksinya, sekaligus tempat kos dari pemiliknya.

13
Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam proses
pengontrolan.

Gambar 1.3 Tempat Penjualan

Menu bakso Bonaga siap saji ini tersedia dalam tiga


macam, yaitu bakso Bonaga, bakso Bonaga Medium, dan
bakso Bonaga Banget. Pada dasarnya ketiga menu tersebut
sama, yang membedakan hanyalah ukuran baksonya dan
pastinya juga ukuran buah naga yang ada di dalamnya.
Pertama, bakso Bonaga ini harganya Rp. 5.000,00 dengan
komposisi mie serta jumlah bakso lima buah dengan ukuran
kecil. Kedua, bakso Bonaga Banget harganya Rp. 6000,00.
Jumlah baksonya itu empat buah dan salah satu baksonya
berukuran sedang. Ketiga yaitu bakso Bonaga Banget
harganya Rp. 7000,00. Jumlah bakso dalam menu ini yaitu
tiga buah dan satu diantaranya berukuran sangat besar.

14
Gambar 1.4 Daftar harga dan Bakso Bonaga

D. Pengelolaan Usaha Bakso Bonaga

Pengelolaan usaha ini dilakukan secara bersama-


sama oleh keempat mahasiswi itu. Untuk warungnya sendiri
belum mempunyai tempat sendiri, sehingga mereka masih
menyewa tempat. Untuk menjaga warung tersebut mereka
membutuhkan seorang pekerja. Karena sebagai seorang
mahasiswi, mereka sangat sibuk dengan kuliahnya masing-
masing. Sehingga tidak ada waktu untuk menjaga warung
bakso itu seharian penuh. Mereka pun merekrut seorang
pekerja untuk menjaga warung tersebut yaitu Pak Jejen (23
tahun). Sistem gaji untuk penjaga warung bakso ini tidak
tergantung pada pendapatan setiap harinya, akan tetapi
telah ditentukan setiap harinya. Selain itu, terkadang mereka
mempekerjakan pegawai tidak tetap untuk membantu
pekerjaan mereka. Omset dari warung bakso ini setiap
harinya yaitu sekitar Rp. 100.000,00 sampai Rp. 200.000,00
(30 mangkuk). Masih relatif rendah, ini disebabkan usaha
warung bakso ini baru berjalan selama tiga bulan. Sehingga
konsumen masih belum mengetahui apa bakso buah naga

15
tersebut. Masih perlu adanya promosi sehingga masyarakat
lebih mengenal produk ini. Untuk promosi bakso buah naga
ini sendiri, mereka hanya menggunakan selebaran-selebaran.
Serta biasanya ibu-ibu juga memesan bakso Bonaga ini
dalam bentuk kemasan untuk acara-acara arisan.

E. Ide Pengembangan Usaha

Setiap orang pasti ingin usahanya lebih maju dan lebih


berhasil lagi. Sehingga untuk mencapai tujuan itu, mereka
melakukan suatu rencana kerja. Untuk rencana kedepannya,
keempat mahasiswi kreatif ini berencana untuk melakukan
suatu inovasi baru. Salah satu diantaranya akan dibuat menu
baru di warung Bonaga yaitu spaghetti. Spaghetti ini berbeda
dengan spaghetti pada umumnya, karena akan ditambah
dengan bakso buah naga. Untuk masalah bahan-bahannya
tidak ada bedanya dengan spaghetti pada umumnya, yang
membedakan hanyalah adanya penambahan bakso Bonaga
pada spaghetti tersebut. Sehingga ini bisa menjadi suatu ciri
khas dari warung Bonaga. Serta diharapkan akan menambah
atau menarik pelanggan ke warung Bonaga. Selain spaghetti
tadi, akan dibuat juga Siomay Tepung Ubi. Siomay ini
berbeda dengan siomay pada umumnya hanya pada bahan
pembuatannya saja. Biasanya siomay menggunakan tepung
sagu, tetapi siomay ini menggunakan tepung ubi sebagai
bahan bakunya. Semua hal ini diharapkan dapat memajukan
usaha ini.

F. Hambatan dalam Mengembangkan Usaha dan

Solusinya

16
Setiap orang dalam menjalankan dan
mengembangkan usahanya pasti tidaklah mulus. Akan tetapi,
ada saja hambatan yang menghadang. Begitu juga dengan
usaha bakso Bonaga ini. Salah satu masalah yang paling
umum yang pernah dirasakan oleh keempat mahasiswi itu
adalah adanya rasa lelah atau bosen dalam mengelola usaha
ini. Ini disebabkan karena kegiatan kuliah yang padat serta
adanya tanggung jawab untuk mengelola usaha bakso
Bonaga ini. Seperti yang kita ketahui, bahwa kegiatan
perkuliahan itu sangat padat, ditambah lagi dengan tugas-
tugas yang harusn segera diselesaikan. Sehingga dari itulah
timbul rasa bosan. Akan tetapi, keempat mahasiswi itu dapat
memecahkan masalah tersebut. Solusinya yaitu mereka
harus bisa mengatur waktu antara kuliah dan mengurus
usaha. Salah satunya yaitu ketika mengerjakan tugas selalu
dilakukan pada malam hari. Mereka pun sempat tidak masuk
kuliah karena sibuk mengurus usaha. Akan tetapi mereka
hanya mengambil jatah bolos kuliah. Karena kehadiran untuk
kuliah itu sebesar 80%.

Masalah berikutnya yaitu adanya komplain dari


konsumen. Mereka mengeluh kalau rasa baksonya berbeda
antara bakso hari ini dan sebelumnya. Misalnya dari rasa
baksonya serta dari ukurannya. Hal itu mungkin disebabkan
karena dalam pembuatan bakso Bonaga itu mereka masih
menggunakan alat-alat yang sederhana. Akan tetap untuk
mereka, kritik dan saran itu dijadikan sebagai sebuah
masukan untuk lebih baik lagi kedepannya.

Rahasia mereka dalam mengelola usaha sehingga


menjadi sampai sekarang ini yaitu dalam memulai suatu
usaha kita harus memiliki motivasi yang tinggi untuk

17
mewujudkan impian kita. Kita harus pintar dalam melihat
peluang dan memanfaatkannya. Hilangkanlah rasa gengsi
dan rasa malu ketika akan memulai suatu usaha,. Jalankan
usaha dengan disiplin, bertanggung jawab, kreatif, dan
inovatif.

18
III. Penutup

A. Kesimpulan

Berwirausaha itu tidak hanya sebatas pada niat dan


keinginan saja. Akan tetapi perlu suatu langkah awal untuk
memulai usaha ini. Usaha bakso buah naga (Bonaga) diawali
dari sebuah impian, yaitu impian untuk memiliki suatu usaha
sendiri. Pada prakteknya tidaklah mudah memulai suatu
usaha. Rasa takut yang berlebihan akan kegagalan dan
kerugian seringkali menghantui jiwa seseorang ketika akan
memulai suatu usaha. Faktor penghambat dalam
berwirausaha biasanya adalah factor modal. Ini juga yang
menjadi masalah dalam mengembangkan Bonaga ini. Akan
tetapi, karena adanya motivasi dan semangat yang tinggi
untuk mewujudkan impian ini, maka masalah itu dapat
diselesaikan dengan mendapatkan bantuan dana dari Dinas
Pendidikan Tinggi RI.

Keberanian untuk memulai merupakan modal utama


yang harus dimiliki seseorang untuk terjun dalam dunia
usaha. Namun itu saja tidak cukup, keberanian tanpa disertai
perhitungan dan kemampuan berwirausaha seringkali
menjerumuskan kita ke dalam situasi kegagalan yang
berkepanjangan. Selain itu juga dibutuhkan suatu impian,
sehingga dari itulah akan timbul motivasi dan semangat yang
tinggi untuk mewujudkan impian tersebut. Rasa malu untuk
memulai suatu usaha harus dihilangkan, karena hal itulah
yang menjadi masalah utama bagi mahasiswa. Seorang
wirausahawan harus jeli melihat peluang, mampu
memanfaatkan potensi diri, memanfaatkan teknologi, tekun
dan tidak putus asa, disiplin, berorientasi ke depan, serta
kreatif dan inovatif.

19
20
Daftar Pustaka

Sumantri. 2007. Cara Menanam Buah Naga di Pekarangan.


Jakarta : Bina Tani Bersama.

21
Lampiran Gambar

22