Anda di halaman 1dari 25

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

BAGIAN IV

PEGAS

Pegas adalah sebuah elemen mesin elastis yang berfungsi untuk mencegah

distorsi pada saat pembebanan dan menahan pada posisi semula pada saat

posisinya dirubah.

A. Jenis – jenis pegas :

a. Pegas tekan atau kompresi

b. Pegas tarik

c. Pegas Puntir

d. Pegas Volut

e. Pegas daun

f. Pegas piring (plat)

g. Pegas cincin

h. Pegas torsi atau batang puntir

Pegas ulir

Pegas daun f. Pegas piring (plat) g. Pegas cincin h. Pegas torsi atau batang puntir Pegas

Gb.7.1 jenis-jenis pegas

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Pegas dapat berfungsi sebagai pelunak tumbukan atau kejutan seperti pegas kendaraan, sebagai penyimpan energi seperti pada jam, untuk pengukur seperti pada timbangan, dll.

B. Bahan pegas Pegas dapat dibuat dari berbagai jenis bahan sesuai pemakaiannya. Bahan

baja dengan penampang lingkaran adalah yang paling banyak dipakai.

Bahan – bahan pegas terlihat pada tabel berikut :

Tabel 6.

Bahan – bahan pegas terlihat pada tabel berikut : Tabel 6. Material dari pegas harus memiliki

Material dari pegas harus memiliki kekuatan fatigue tinggi, ductility tinggi, ketahanan tinggi dan harus tahan creep.

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

C. Pegas helik (tekan / tarik)

2010 Mechanical Engineering C. Pegas helik (tekan / tarik) Gb.7.2 pegas tekan a. Panjang Rapat (

Gb.7.2 pegas tekan

a. Panjang Rapat (Solid length of the spring) ; = n’ d

a. Panjang Rapat ( Solid length of the spring ) ; = n’ d Dimana :

Dimana :

n’ = jumlah koil lilitan

d = diameter kawat

b. Panjang Bebas (Free length of the spring)

kawat b. Panjang Bebas ( Free length of the spring ) = n’ d + δ

=

n’ d + δ mak + (n’ – 1) x 1 mm

Dalam kasus ini, jarak antara dua kumparan yang berdekatan diambil 1 mm.

c. Indek pegas (C) didefinisikan sebagai rasio perbandingan antara diameter pegas dengan diameter kawat, persamaan matematikanya adalah :

Dimana :

Indek pegas (C) =

D

d

D = diameter lilitan / pegas

d. Spring rate (k) didefinisikan sebagai sebagai beban yang diperlukan per unit defleksi pegas, persamaan matematikanya adalah :

k =

W

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Dimana :

W = beban

δ = Defleksi dari pegas

e. Pitch. didefinisikan sebagai jarak aksial antara kumparan yang berdekatan pada daerah yang tidak terkompresi.

Pitch (p) =

panjangbebas

n'1

Atau dapat dicari dengan cara :

tidak terkompresi. Pitch (p) = panjangbebas n '  1 Atau dapat dicari dengan cara :

f. Tegangan pada pegas helik :

tidak terkompresi. Pitch (p) = panjangbebas n '  1 Atau dapat dicari dengan cara :
tidak terkompresi. Pitch (p) = panjangbebas n '  1 Atau dapat dicari dengan cara :

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Bila tarikan atau kompresi bekerja pada pegas ulir, besarnya momen puntir T (kg.mm) adalah tetap untuk seluruh penampang kawat yang bekerja. Untuk diameter lilitan rata-rata (diukur pada sumbu kawat) D (mm), berdasarkan kesetimbangan momen besar momen puntir tersebut adalah :

T = W.

D

2

Jika diameter kawat adalah d(mm), maka besarnya momen puntir kawat

yang berkorelasi dengan tegangan geser akibat torsi dari :

Torsi =

dengan tegangan geser akibat torsi dari : Torsi = Sehingga, = 8 WD  d 3

Sehingga,

dengan tegangan geser akibat torsi dari : Torsi = Sehingga, = 8 WD  d 3
dengan tegangan geser akibat torsi dari : Torsi = Sehingga, = 8 WD  d 3

=

8 WD

d

3

geser akibat torsi dari : Torsi = Sehingga, = 8 WD  d 3 (kg/mm 2

(kg/mm 2 ) dapat dihitung

Sedangkan tegangan geser langsung akibat beban W adalah :

Sedangkan tegangan geser langsung akibat beban W adalah : Sehingga, tegangan geser maksimum yang terjadi di

Sehingga, tegangan geser maksimum yang terjadi di permukaan dalam lilitan pegas ulir adalah :

akibat beban W adalah : Sehingga, tegangan geser maksimum yang terjadi di permukaan dalam lilitan pegas
akibat beban W adalah : Sehingga, tegangan geser maksimum yang terjadi di permukaan dalam lilitan pegas

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Wahyukurniawan.web.id 2010 Mechanical Engineering ( tegangan hanya mempertimbangkan pembebanan langsung) = 8 K WD d

( tegangan hanya mempertimbangkan pembebanan langsung)

( tegangan hanya mempertimbangkan pembebanan langsung) = 8 K WD d  3 = 8 K

=

8

K WD

d

3

=

8

K WC

d

2

(tegangan dengan mempertimbangkan efek lengkungan dan pembebanan )

D = diameter pegas rata-rata

d = diameter of the spring wire n = jumlah lilitan aktif

G = modulus kekakuan

W = Beban aksial C = Spring index = D/d

kekakuan W = Beban aksial C = Spring index = D / d = tegangan geser

= tegangan geser

K = faktor Wah’l

K

=

Defleksi pegas :

δ =

3

8 WD n

d

4

G

4

C

1

+

0,615

4

C

4

C

=

3

8 WC n

dG

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Contoh Permasalahan :

1.

Sebuah kumparan pegas kompresi yang terbuat dari baja paduan adalah memiliki spesifikasi sebagai berikut:

diameter koil = 50 mm; diameter kawat = 5 mm; Jumlah koil aktif = 20. Jika spring dikenakan ke beban aksial dari 500 N; hitung tegangan geser maksimum (abaikan pengaruh kelengkungan). Jawab :

Diketahui

maksimum (abaikan pengaruh kelengkungan). Jawab : Diketahui Sehingga, tegangan geser maksimum (mengabaikan pengaruh
maksimum (abaikan pengaruh kelengkungan). Jawab : Diketahui Sehingga, tegangan geser maksimum (mengabaikan pengaruh

Sehingga, tegangan geser maksimum (mengabaikan pengaruh kelengkungan kawat) :

geser maksimum (mengabaikan pengaruh kelengkungan kawat) : 2. Sebuah pegas helik terbuat dari kawat dengan diameter

2.

Sebuah pegas helik terbuat dari kawat dengan diameter 6 mm dan memiliki diameter luar dari 75 mm. Jika tegangan geser diperbolehkan 350 MPa dan modulus kekakuan 84 kN/mm2, tentukan beban aksial dan defleksi per koil pegas. Jawab

tentukan beban aksial dan defleksi per koil pegas. Jawab dapat dicari diameter pegas d = 6

dapat dicari diameter pegas d = 6 mm, D = D 0 – d = 75 – 6 = 69 mm

pegas. Jawab dapat dicari diameter pegas d = 6 mm, D = D 0 – d

a. mengabaikan efek lengkungan :

pegas. Jawab dapat dicari diameter pegas d = 6 mm, D = D 0 – d

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Tegangan geser maksimum pada kawat adalah :

Engineering Tegangan geser maksimum pada kawat adalah : Kita ketahui persamaan defleksi adalah Sehingga besarnya
Engineering Tegangan geser maksimum pada kawat adalah : Kita ketahui persamaan defleksi adalah Sehingga besarnya

Kita ketahui persamaan defleksi adalah

pada kawat adalah : Kita ketahui persamaan defleksi adalah Sehingga besarnya defleksi per koil pegas adalah

Sehingga besarnya defleksi per koil pegas adalah :

adalah Sehingga besarnya defleksi per koil pegas adalah : b. mempertimbangkan efek lengkungan kita ketahui besarnya

b. mempertimbangkan efek lengkungan

kita ketahui besarnya Wahl’s stress factor adalah :

kita ketahui besarnya Wahl’s stress factor adalah : Tegangan geser maksimum pada kawat adalah : Kita

Tegangan geser maksimum pada kawat adalah :

factor adalah : Tegangan geser maksimum pada kawat adalah : Kita ketahui persamaan defleksi adalah Sehingga

Kita ketahui persamaan defleksi adalah

maksimum pada kawat adalah : Kita ketahui persamaan defleksi adalah Sehingga besarnya defleksi per koil pegas

Sehingga besarnya defleksi per koil pegas adalah :

maksimum pada kawat adalah : Kita ketahui persamaan defleksi adalah Sehingga besarnya defleksi per koil pegas

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

3. Rancanglah pegas yang digunakan untuk mengukur beban 0 sampai 1000 N, dimana defleksi pegas 80 mm. Pegas akan dimasukkan ke dalam casing berukuran diameter 25 mm. Perkiraan jumlah koil adalah 30. Modulus kekakuan adalah 85 kN/mm 2 . Hitunglah juga tegangan geser maksimum. Jawab :

Diketahui :

Hitunglah juga tegangan geser maksimum. Jawab : Diketahui : Agar pegas dapat masuk kedalam casing, maka

Agar pegas dapat masuk kedalam casing, maka diameter pegas < diameter casing. Maka,…… Kita ketahui persamaan defleksi adalah

casing. Maka,…… Kita ketahui persamaan defleksi adalah Selanjutnya, kita asumsikan jika besarnya d = 4 mm,
casing. Maka,…… Kita ketahui persamaan defleksi adalah Selanjutnya, kita asumsikan jika besarnya d = 4 mm,
casing. Maka,…… Kita ketahui persamaan defleksi adalah Selanjutnya, kita asumsikan jika besarnya d = 4 mm,

Selanjutnya, kita asumsikan jika besarnya d = 4 mm, maka,

Selanjutnya, kita asumsikan jika besarnya d = 4 mm, maka, Untuk mencari diameter luar pegas, dicari

Untuk mencari diameter luar pegas, dicari melalui persamaan :

mencari diameter luar pegas, dicari melalui persamaan : Sehingga, Besarnya D o lebih kecil daripada diameter

Sehingga,

diameter luar pegas, dicari melalui persamaan : Sehingga, Besarnya D o lebih kecil daripada diameter casing,

Besarnya D o lebih kecil daripada diameter casing, sehingga asumsi diameter coil sebesar 4 mm telah benar. ……………

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Selanjutnya besarnya tegangan geser maksimum adalah :

Selanjutnya besarnya tegangan geser maksimum adalah : D. Pegas Torsi Helik Gb. 7.4 pegas torsi helik

D. Pegas Torsi Helik

tegangan geser maksimum adalah : D. Pegas Torsi Helik Gb. 7.4 pegas torsi helik Tegangan lentur

Gb. 7.4 pegas torsi helik

Tegangan lentur dapat dicari dengan persamaan :

torsi helik Tegangan lentur dapat dicari dengan persamaan : Dimana : Sudut defleksi : M =

Dimana :

Sudut defleksi :

M = momen lentur = W x y d = diameter kawat

K = Faktor Wahl =

4

C

C

1

4

C

2

4

C

= W x y d = diameter kawat K = Faktor Wahl = 4 C 

l = panjang kawat n = jumlah lilitan

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

defleksi,

2010 Mechanical Engineering defleksi, Jika pegas berbentuk kotak , dimana lebar = b dan tebal =

Jika pegas berbentuk kotak , dimana lebar = b dan tebal = t, maka :

berbentuk kotak , dimana lebar = b dan tebal = t, maka : Dimana Wahl’s stress

Dimana Wahl’s stress factor,

= b dan tebal = t, maka : Dimana Wahl’s stress factor , Sudut defleksi, Dalam

Sudut defleksi,

= t, maka : Dimana Wahl’s stress factor , Sudut defleksi, Dalam kasus pegas terbuat dari

Dalam kasus pegas terbuat dari kawat persegi dengan tiap sisi sama dengan b, kemudian mengganti t = b, persamaan diatas menjadi :

b, kemudian mengganti t = b, persamaan diatas menjadi : Contoh permasalahan : 1. Sebuah pegas

Contoh permasalahan :

1. Sebuah pegas torsi helik memiliki diameter 60 mm terbuat dari kawat berdiameter 6 mm. Jika torsi sebesar 6 Nm diterapkan pada pegas, tentukan tegangan lentur dan sudut defleksi (derajat) dari pegas. Jika diketahui indeks pegas adalah 10 dan modulus elastisitas untuk material pegas adalah 200 kN/mm 2 . Jumlah koil efektif sebesar 5,5.

Jawab :

10 dan modulus elastisitas untuk material pegas adalah 200 kN/mm 2 . Jumlah koil efektif sebesar

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Wahl’s stress factor,

2010 Mechanical Engineering  Wahl’s stress factor ,  Tegangan lentur :  Sudut defleksi (dalam

Tegangan lentur :

2010 Mechanical Engineering  Wahl’s stress factor ,  Tegangan lentur :  Sudut defleksi (dalam

Sudut defleksi (dalam derajat)

2010 Mechanical Engineering  Wahl’s stress factor ,  Tegangan lentur :  Sudut defleksi (dalam

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

E. Pegas Plat Spiral

Pegas plat spiral terdiri dari bahan tipis, panjang dan merupakan

material elastis seperti yang ditunjukkan pada Gambar. 7.5. Sering digunakan

dalam jam dan produk yang membutuhkan sebagai media untuk menyimpan

energy.

yang membutuhkan sebagai media untuk menyimpan energy. Gb.7.5 pegas plat spiral Analisis Pegas Plat Spiral W
yang membutuhkan sebagai media untuk menyimpan energy. Gb.7.5 pegas plat spiral Analisis Pegas Plat Spiral W
yang membutuhkan sebagai media untuk menyimpan energy. Gb.7.5 pegas plat spiral Analisis Pegas Plat Spiral W

Gb.7.5 pegas plat spiral

Analisis Pegas Plat Spiral

W

= Beban tarik ujung pegas

y

= Jarak pusat gravitasi ke titik A

l

= panjang plat pegas

b

= lebar plat

t

= tebal plat

3

I = momen inersia = bt 12

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Z = modulus permukaan =

bt

2

6

Ketika ujung pegas A ditarik oleh gaya W, maka momen lentur pada

pegas :

pegas A ditarik oleh gaya W, maka momen lentur pada pegas : Momen lentur terbesar terjadi

Momen lentur terbesar terjadi pada pegas di B yang berada pada jarak maksimum dari beban tarik W.

di B yang berada pada jarak maksimum dari beban tarik W. Tegangan lentur maksimum pada material

Tegangan lentur maksimum pada material pegas :

tarik W. Tegangan lentur maksimum pada material pegas : Dengan asumsi bahwa kedua ujung pegas dijepit,

Dengan asumsi bahwa kedua ujung pegas dijepit, sudut defleksi (dalam radian) dari pegas adalah :

dijepit, sudut defleksi (dalam radian) dari pegas adalah : Sehingga defleksinya adalah : Energi yang tersimpan

Sehingga defleksinya adalah :

sudut defleksi (dalam radian) dari pegas adalah : Sehingga defleksinya adalah : Energi yang tersimpan dalam

Energi yang tersimpan dalam pegas :

sudut defleksi (dalam radian) dari pegas adalah : Sehingga defleksinya adalah : Energi yang tersimpan dalam

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Contoh permasalahan :

Sebuah pegas terbuat dari plat dengan lebar 6 mm dan tebal 0,25 mm. Panjang plat adalah 2,5 meter. Dengan asumsi tegangan maksimum 800 MPa terjadi pada titik momen lentur terbesar. Jika E = 200 kN/mm 2 , hitunglah momen lentur, jumlah putaran pegas, dan energi regangan yang tersimpan pada pegas. Jawab :

σ b=
σ b=

Momen lentur pada pegas :

Jika M = Momen lentur pada pegas, dan kita ketahui bahwa tegangan lentur maksimum pada material pegas (σ b ) :

tegangan lentur maksimum pada material pegas ( σ b ) :  Jumlah putaran pegas :
tegangan lentur maksimum pada material pegas ( σ b ) :  Jumlah putaran pegas :

Jumlah putaran pegas :

Kita tahu bahwa sudut defleksi pegas :

putaran pegas : Kita tahu bahwa sudut defleksi pegas : Karena satu putaran pegas sama dengan

Karena satu putaran pegas sama dengan 2π radian, maka jumlah putaran untuk pegas adalah :

dengan 2 π radian, maka jumlah putaran untuk pegas adalah : putaran  Energi regangan yang

putaran

Energi regangan yang tersimpan pada pegas :

dengan 2 π radian, maka jumlah putaran untuk pegas adalah : putaran  Energi regangan yang
dengan 2 π radian, maka jumlah putaran untuk pegas adalah : putaran  Energi regangan yang

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

F. Pegas Daun

Pegas ini biasanya dibuat dari plat baja yang memiliki ketebalan 3 – 6 mm. susunan pegas daun terdiri atas 3 – 10 lembar plat yang diikat menjadi satu menggunakan baut atau klem pada bagian tengahnya. Pada ujung plat terpanjang dibentuk mata pegas untuk pemasangannya. Sementara itu bagian belakang dari plat baja paling atas dihubungkan dengan kerangka menggunakan ayunan yang dapat bergerak bebas saat panjang pegas berubah-ubah karena pengaruh perubahan beban.

panjang pegas berubah-ubah karena pengaruh perubahan beban. Pemasangan pegas daun : yaitu pegas daun dipasang diatas

Pemasangan pegas daun : yaitu pegas daun dipasang diatas poros roda belakang dan pegas daun dipasang dibawah poros roda belakang. Kebanyakan pegas daun dipasang tepat ditengah-tengah panjang pegas tersebut sehingga bagian depan dan belakang sama panjang. Tetapi ada juga pemasangan pegas

daun yang tidak tepat ditengah, yaitu bagian depan lebih pendek dari bagian

getaran yang timbul ketika kendaraan direm atau meluncur dapat

dikurangi. Pada kendaraan-kendaraan yang berat seperti truk dan bus, pegas daun

belakang

mengalami beda tekanan pada saat kosong dan berisi muatan penuh. Untuk memenuhi beban saat pengangkutan pada kendaraan berat biasanya menggunakan pegas ganda, yaitu pegas primer dan sekunder. Saat kendaraan berat tidak

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

menerima beban berat maka yang digunakan saat itu pegas primer, sedangkan saat diberi beban berat maka pegas primer dan sekunder akan bekerja bersama-sama.

Analisis Pegas Daun

Pada kasus plat tunggal, salah satu ujungnya dijepit dan ujung lainnya diberikan beban W seperti ditunjukkan pada Gambar. 7.5. Plat ini dapat digunakan sebagai pegas datar.

Gambar. 7.5. Plat ini dapat digunakan sebagai pegas datar. t = Tebal pelat, Gb. 7.5 pegas

t = Tebal pelat,

Gb. 7.5 pegas daun

b

= Lebar pelat, dan

L

= Panjang pelat atau jarak dari beban W ke ujung kantilever.

Momen lentur maksimum pada titik A,

jarak dari beban W ke ujung kantilever. Momen lentur maksimum pada titik A, Modulus permukaan :

Modulus permukaan :

jarak dari beban W ke ujung kantilever. Momen lentur maksimum pada titik A, Modulus permukaan :

Tegangan lentur pegas :

jarak dari beban W ke ujung kantilever. Momen lentur maksimum pada titik A, Modulus permukaan :

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Defleksi maksimum untuk kantilever dengan beban terkonsentrasi pada ujung bebas adalah :

dengan beban terkonsentrasi pada ujung bebas adalah : Jika pegas bukan tipe kantilever tetapi seperti balok

Jika pegas bukan tipe kantilever tetapi seperti balok tumpuan sederhana (untuk konstruksi dimana pegas ditumpu pada kedua ujungnya), dengan panjang 2L dan beban di tengah 2W, seperti yang ditunjukkan pada Gambar. 7.6

dengan panjang 2L dan beban di tengah 2W, seperti yang ditunjukkan pada Gambar. 7.6 Gb.7.6 pegas
dengan panjang 2L dan beban di tengah 2W, seperti yang ditunjukkan pada Gambar. 7.6 Gb.7.6 pegas

Gb.7.6 pegas daun dua tumpuan

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

maka :

Momen bending maksimum di tengah,

Engineering maka :  Momen bending maksimum di tengah,  Modulus permukaan  Tegangan bending maksimum

Modulus permukaan

Momen bending maksimum di tengah,  Modulus permukaan  Tegangan bending maksimum Defleksi maksimum balok

Tegangan bending maksimum

 Modulus permukaan  Tegangan bending maksimum Defleksi maksimum balok sederhana berada ditengah, yaitu :

Defleksi maksimum balok sederhana berada ditengah, yaitu :

Defleksi maksimum balok sederhana berada ditengah, yaitu : Dari atas kita melihat bahwa pegas seperti pegas

Dari atas kita melihat bahwa pegas seperti pegas mobil dengan panjang 2L di pusat dan diberikan beban 2W, dapat diperlakukan sebagai kantilever ganda.

Selanjutnya

jika

plat

kantilever

dipasang

seperti

ditunjukkan

pada

Gambar. 7.7, maka persamaan (i) dan (ii) dapat ditulis sebagai :

ditunjukkan pada Gambar. 7.7, maka persamaan (i) dan (ii) dapat ditulis sebagai : Gb.7.7 pegas dengan
ditunjukkan pada Gambar. 7.7, maka persamaan (i) dan (ii) dapat ditulis sebagai : Gb.7.7 pegas dengan

Gb.7.7 pegas dengan plat jamak

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Hubungan di atas memberikan tegangan dan defleksi pegas daun seragam. Ada dua kondisi susunan pegas, yaitu susunan pegas triangular menyamping/mendatar seperti ditunjukkan pada Gambar. 7.8 (a), dan susunan pegas triangular yang lebarnya seragam dimana ditempatkan satu di bawah yang lain (susunan menurun / vertikal), seperti yang ditunjukkan pada Gambar. 7.8 (b).

/ vertikal), seperti yang ditunjukkan pada Gambar. 7.8 (b). Gb.7.8 Susunan pegas Maka persamaan pegas triangular:

Gb.7.8 Susunan pegas

Maka persamaan pegas triangular:

(b). Gb.7.8 Susunan pegas Maka persamaan pegas triangular: n = jumlah susunan bertingkat Dengan pengaturan di

n = jumlah susunan bertingkat

Dengan pengaturan di atas pegas menjadi kompak sehingga ruang yang ditempati oleh pegas dapat berkurang. Kita lihat dari persamaan (iv) dan (vi) bahwa untuk defleksi yang sama, tegangan pada pegas susunan penuh (rata) lebih besar 50% dari pegas sususan triangular dengan asumsi bahwa setiap unsur pegas adalah elastis. Jika F dan G digunakan untuk menunjukkan perbandingan pegas daun susunan penuh dan pegas daun susunan triangular, maka :

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Wahyukurniawan.web.id 2010 Mechanical Engineering Pengembangan dari persamaan di atas diperoleh : Tegangan lentur

Pengembangan dari persamaan di atas diperoleh :

Tegangan lentur maksimum :

persamaan di atas diperoleh : Tegangan lentur maksimum : Defleksi : W = beban total =
persamaan di atas diperoleh : Tegangan lentur maksimum : Defleksi : W = beban total =
persamaan di atas diperoleh : Tegangan lentur maksimum : Defleksi : W = beban total =

Defleksi :

di atas diperoleh : Tegangan lentur maksimum : Defleksi : W = beban total = W

W = beban total = W G + W F

W G = beban yang dikenakan pada susunan bertingkat W F = beban yang dikenakan pada susunan rata

n F = jumlah plat yang tersusun rata

n G

= jumlah plat yang tersusun betingkat

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Konstruksi susunan pegas daun pada mobil :

Sebuah pegas daun umum digunakan dalam mobil adalah bentuk semi- elips seperti ditunjukkan pada Gambar. 7.10. Hal ini dibangun dari sejumlah pelat (dikenal sebagai daun). Daun biasanya diberikan kelengkungan awal atau melengkung. Daun disatukan dengan menggunakan band atau baut. Band dapat memberikan efek yang kaku dan memperkuat.

baut. Band dapat memberikan efek yang kaku dan memperkuat. Gb.7.10 konstruksi pegas daun Seperti telah disampaikan

Gb.7.10 konstruksi pegas daun

Seperti telah disampaikan didepan bahwa tegangan pada susunan rata lebih besar

50% dari susunan bertingkat, sehingga konstruksi pegas daun hal tersebut tidak diijinkan. Untuk itu harus disamakan tegangannya dengan cara sebagai berikut :

a. Ketebalan plat pegas pada susunan penuh dibuat lebih tipis dari susunan bertingkat

b. Radius kelengkungan pegas pada susunan penuh dibuat lebih besar dari susunan bertingkat, kemudian disatukan.

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Wahyukurniawan.web.id 2010 Mechanical Engineering Gb.7.11 menyamakan tegangan Pertimbangkan bahwa dalam kondisi beban

Gb.7.11 menyamakan tegangan

Pertimbangkan bahwa dalam kondisi beban maksimum, tegangan semua daun sama. Kemudian pada beban maksimum, defleksi total susunan daun bertingkat akan melebihi defleksi total susunan daun rata.

Cara diatas dapat diformulasikan sebagai berikut:

daun rata. Cara diatas dapat diformulasikan sebagai berikut: Dimana C adalah selisih. Karena tegangan dibuat sama

Dimana C adalah selisih.

Karena tegangan dibuat sama ,maka :

Dimana C adalah selisih. Karena tegangan dibuat sama ,maka : Persamaan diatas jika dimasukan dalam persamaan

Persamaan diatas jika dimasukan dalam persamaan (1) diperoleh :

C adalah selisih. Karena tegangan dibuat sama ,maka : Persamaan diatas jika dimasukan dalam persamaan (1)

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Beban W b yang dipakai untuk merapatkan pegas daun :

Beban W b yang dipakai untuk merapatkan pegas daun : Tegangan akhir dari pegas daun :

Tegangan akhir dari pegas daun :

merapatkan pegas daun : Tegangan akhir dari pegas daun : Panjang pegas daun Panjang terpendek =

Panjang pegas daun

Panjang terpendek =

panjang efektif n 1

Panjang selanjutnya =

panjang efektif

n

1

Panjang ke (n-1) =

panjang efektif

n

1

x n

(

Panjang efektif

= 2L 2L 1 -

=

l

panjang tidak efeketif

x

(2)

panjang tidak efeketif

1)

panjang tidak efeketif

Panjang tidak efektif

= jarak antar U pengikat = l

Panjang busur pegas

= 2L 1

n

= jumlah total pegas

t

= tebal pegas daun

Wahyukurniawan.web.id

2010

Mechanical Engineering

Contoh permasalahan :

Sebuah pegas truk memiliki 12 daun, dua di antaranya adalah daun yang tersusun rata. Panjang busur pegas 1,05 m dan panjang tidak efektifnya 85 mm. Beban pusat 5,4 kN dengan tegangan yang diizinkan 280 MPa. Tentukan ketebalan dan lebar pegas daun serta defleksi pegas. Perbandingan tebal total dan lebar pegas adalah 3. Jawab :

Perbandingan tebal total dan lebar pegas adalah 3. Jawab : Panjang efektif: 2L = 2L 1

Panjang efektif: 2L = 2L 1 l = 1050 – 85 = 965 mm

L = 482,5 mm

2W = 5,4 KN = 5400 N

W = 2700 N

Karena mengingat bahwa rasio dari total kedalaman pegas (n × t) dan lebar pegas (b) adalah 3,

12

t

b

3

b = 4t

Dengan asumsi bahwa daun awalnya tidak memiliki tegangan, sehingga tegangan maksimum atau tegangan lentur untuk panjang penuh daun (σF) adalah :

tegangan lentur untuk panjang penuh daun ( σ F) adalah : dan Jadi tebal plat diambil

dan Jadi tebal plat diambil 10 mm dan lebarnya b = 4x10 = 40 mm

Defleksi pegas :

panjang penuh daun ( σ F) adalah : dan Jadi tebal plat diambil 10 mm dan