Anda di halaman 1dari 3

LISTRIK MAGNET

1 Definisi

1.1 Listrik

Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Listrik, dapat juga diartikan
sebagai berikut:
 Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang
menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.
 Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan
listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.
Bersama dengan magnetisme, listrik membentuk interaksi fundamental yang dikenal sebagai
elektromagnetisme

1.2 Magnet

Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Kata magnet (magnit)
berasal dari bahasa Yunani magnítis líthos yang berarti batu Magnesian. Magnesia adalah nama sebuah
wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini bernama Manisa (sekarang berada di wilayah Turki) di
mana terkandung batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di wilayah tersebut.
Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara (north/ N) dan kutub selatan (south/ S). Walaupun
magnet itu dipotong-potong, potongan magnet kecil tersebut akan tetap memiliki dua kutub.

2 Medan Magnet

Medan magnet selain timbul dari magnet alam, juga dapat timbul di sekitar kawat berarus listrik. Hal
ini diselidiki oleh Hans Christian Ørsted. Pada 1820 ia menemukan hubungan antara listrik dan
magnetisme dalam eksperimen yang sangat sederhana. Ia menunjukkan bahwa kawat yang dialiri arus
listrik dapat menolak jarum magnet kompas.

Kesimpulan penelitian Ørsted:


a. Di sekitar penghantar berarus listrik terdapat medan magnet.
b. Arah arus listrik berpengaruh pada arah medan magnet yang ditimbulkannya.

2.1 Induksi Magnet Di Sekitar Kawat Berarus

Hubungan antara besarnya arus listrik dan medan magnet di nyatakan oleh Biot Savart, yang kemudian
dikenal dengan Hukum Biot Savart.

1
Induksi magnet di P yang berjarak r dari kawat berarus adalah:
 berbanding lurus dengan kuat arus i
 berbanding lurus dengan elemen dx
 berbanding terbalik dengan kuadrat jarak
 arah induksi magnet tersebut tegak lurus dengan bidang yang melalui elemen arus dari titik P.

Berdasarkan perumusan matematik oleh Biot-Savart maka besarnya kuat medan magnet disekitar
kawat berarus listrik dirumuskan dengan :

• B = Medan magnet dalam tesla ( T )


• μo = permeabilitas ruang hampa =
• I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
• a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)

2.2 Arah Medan Magnet

Untuk menentukan arah medan magnet disekitar penghantar berarus digunakan :


Kaidah tangan kanan, dengan ketentuan :
- ) arah ibu jari menunjukkan arah arus listrik.
- ) arah lipatan jari yang lain menunjukkan arah medan magnet

Medan magnet adalah besaran vector, sehingga apabila suatu titik dipengaruhi oleh beberapa medan
magnet maka di dalam perhitungannya menggunakan operasi vektor.

3 Sifat Kemagnetan Bahan

Berdasarkan sifat magnetis atomis, suatu bahan dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu:

a. Bahan Feromagnetik, yaitu bahan / material dapat mengalami magnetisasi secara spontan, dan
merupakan satu dari bentuk kemagnetan yang paling kuat. Contohnya: besi, baja, nikel, kobalt.
b. Bahan Paramagnetik, yaitu bahan / material yang mengalami magnetisme atau menjadi magnet
karena adanya medan magnet eksternal. Material paramagnetik tertarik oleh medan magnet, dan
karenanya memiliki permeabilitas magnetis relatif lebih besar dari satu (atau, dengan kata lain,
suseptibilitas magnetik positif). Meskipun demikian, tidak seperti ferromagnet yang juga tertarik
oleh medan magnet, paramagnet tidak mempertahankan magnetismenya sewaktu medan magnet
eksternal tak lagi diterapkan. Contoh: magnesium, wolfram, aluminium, platina.

2
c. Bahan Diamagnetik, yaitu bahan / material yang menciptakan medan magnet ketika dikenai medan
magnet. Sifat ini menyebabkan efek tolak menolak. Diamagnetik adalah salah satu bentuk magnet
yang cukup lemah, dengan pengecualian superkonduktor yang memiliki kekuatan magnet yang
kuat. Contoh: karbon, tembaga, timbal, mercuri, perak.

4 Gaya Magnet

Bila ada dua kutub magnet berbeda jenis dan didekatkan maka akan saling tolak menolak. Namun, bila
kutub berbeda akan tarik menarik dengan gaya magnetik sesuai dengan hukum Coulumb untuk magnet
yaitu:

F = K.m1.m2
r2
dengan :
F = gaya magnet (M)
K = konstanta pembanding (10-7 W/A-n)
m1.m2= kutub-kutub magnet pertama dan kedua (Am)
r = jarak anatara kedua kutub

Sedangkan besar gaya magnetik tetap pada satu kutuh magnet disebut Kuat medan magnet yang ditulis
dalam persamaan:

H = K.m
r2