Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN

PRAKTIKUM FISIKA DASAR


FISIKA 1

LABORATORIUM FISIKA DASAR


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN (UNRIKA)
BATAM
2010
Nama : SYAHRIAL
NPM : 07.03.0.010
Nomor Group : 10
Fakultas : Teknik
Jurusan : Elektro
No. Percobaan : K1
Nama Percobaan : Kalorimeter
Tanggal Percobaan : 18-Desember-2010
Minggu Ke : III
Anggota Kelompok :
1 . SYAHRIAL 07.03.0.010
2 . FEBRIWANDI 07.03.0.024
3 . DODI ERAWAN PRATAMA 10.03.0.079
4 . JOSH LOUIS LEKAHENA 10.03.0.073
5 . TOGAR MARBUN 10.03.0.043
6 . ARSYAD 04.03.0.013
7 . M. MUNIF AL-HIDAYAT 05.03.0.015
Asisten :
K1 : KALORIMETER

I . Tujuan
1. Menetukan nilai air (Na).
2. Menentukan kalor lebur es.
3. Menetukan panas jenis berbagai logam dan kaca.

II . Alat-alat
1 . Kalorimeter
2 . Termometer
3 . Pemanas (Heater)
4 . Es dan keping logam serta kaca.
5 . Breaker glass
6 . Timbangan.

III . Teori
Percobaan ini berdasarkan pada pemakaian azas Black. Teori azas Black yaitu :
a. Jika dua buah benda yang temperaturnya berlainan saling disentuhkan,
maka akan terjadi perpindahn kalor dari benda yang bersuhu tinggi ke
benda yang bersuhu lebih rendah. Maka pada keadaan setimbang
berlakulah :

Kalor yang dilepas = Kalor yang diterima


( Qlepas = Qserap )
b. Sebuah benda untuk menurunkan ΔT akan melepaskan kalor sama
besarnya dengan kalor yang dipelukan oleh benda tersebut untuk
menaikan suhunya sebesar ΔT juga.

IV. Cara Kerja


A. Menetukan Nilai air (Na)
1. Timbanglah kalorimeter dan pengaduk dalam keadaan
kosong. (Mk)
2. Isi air sebanyak ¼ bagian, kemudian timbang (Mk+a)
3. Catat temperatur kalorimeter (ta).
4. Didihkan air dalam breaker glas, dan catat temperaturnya.
(tap).
5. Campurkan air mendidih ke kalorimeter hingga ¾ bagian.
6. Aduk dan lihat kenaikan temperaturnya, kemudian catat
temperatur pada keadaan setimbang yaitu pada saat
temperatur tidak naik lagi. (ts).
7. Timbang total ( Mtotal = M k+a+p )

B. Menentukan Kalor lebur es.


1. Timbang kalorimeter dam pengaduknya dalam keadaan
kosong (Mk).
2. Isi air hingga ¼ bagian , lalu timbang (Mk+a)
3. Catat temperatur kalorimeter (ta)
4. Catat temperature es (tes).
5. Masukan es dalam kalorimeter , kemudian tutup dan aduk.
6. Lihat temperatur dan catat temperature setimbang (ts).
7. Timbang Mtotal
C. Menetukan panas jenis logam.
1. Timbang kalorimeter dan pengaduk dalam keadaan kosong
(Mk).
2. Isi dengan 1/8 air dan timbang Mk+a dan catat temperaturnya.
3. Masukan keping-keping logam, dan masukan tabung pemanas
ini kedalam breaker glass yang berisi air mendidih, catat
temperature keping pada saat temperature tidak naik lagi (tl).
4. Masukan keping-keping logam ke kalorimeter, aduk dan catat
temperatur kessetimbangan (ts).
5. Timbang Mtotal.

V. Tugas Pendahuluan
1. Lukiskan bagan sebuah kalorimeter beserta bagiannya!
2. Jelaskan rumus yang dipakai pada percobaan ini berdasrkan
azas
Black!
3.Apa yang dimaksud dengan kalor lebur dan panas jenis zat
padat?
Cantumkan juga satuannya!
4.Bagaimana bentuk rumus yang dipakai untuk mencari nilai air
kalorimeter, kalor lebur es, dan panas jenis logam!
5.Jelaskan mengenai tiga jenis perpindahan panas!

VI. Tugas Akhir


1. Hitung nilai akhir kalorimeter pada percobaan ini!
2. Hitung kalor lebur es dan cari kesalahan literaturnya!
3. Hitung panas jenis zat padat dan cari kesalahan literaturnya!
4. Berikan kesimpulan dari hasil percobaan ini, dan jelaskan factor-faktor
yang dapat menyebabkan penyimpangan literaturnya!
I . Tujuan
4. Menetukan nilai air (Na).
5. Menentukan kalor lebur es.
6. Menetukan panas jenis berbagai logam dan kaca.

II . Alat-alat
7 . Kalorimeter
8 . Termometer
9 . Pemanas (Heater)
10 . Es dan keping logam serta kaca.
11 . Breaker glass
12 . Timbangan.

III . Teori
Percobaan ini berdasarkan pada pemakaian azas Black. Teori azas Black yaitu :
c. Jika dua buah benda yang temperaturnya berlainan saling disentuhkan,
maka akan terjadi perpindahn kalor dari benda yang bersuhu tinggi ke
benda yang bersuhu lebih rendah. Maka pada keadaan setimbang
berlakulah :

Kalor yang dilepas = Kalor yang diterima


( Qlepas = Qserap )
d. Sebua benda untuk menurunkan ΔT akan melepaskan kalor sama
besarnya dengan kalor yang dipelukan oleh benda tersebut untuk
menaikan suhunya sebesar ΔT juga.

IV. Cara Kerja


D. Menetukan Nilai air (Na)
1. Timbanglah kalorimeter dan pengaduk dalam keadaan
kosong. (Mk)
2. Isi air sebanyak ¼ bagian, kemudian timbang (Mk+a)
3. Catat temperatur kalorimeter (ta).
4. Didihkan air dalam breaker glas, dan catat temperaturnya.
(tap).
5. Campurkan air mendidih ke kalorimeter hingga ¾ bagian.
6. Aduk dan lihat kenaikan temperaturnya, kemudian catat
temperatur pada keadaan setimbang yaitu pada saat
temperatur tidak naik lagi. (ts).
7. Timbang total ( Mtotal = M k+a+p )

E. Menentukan Kalor lebur es.


1. Timbang kalorimeter dam pengaduknya dalam keadaan
kosong (Mk).
2. Isi air hingga ¼ bagian , lalu timbang (Mk+a)
3. Catat temperatur kalorimeter (ta)
4. Catat temperature es (tes).
5. Masukan es dalam kalorimeter , kemudian tutup dan aduk.
6. Lihat temperatur dan catat temperature setimbang (ts).
7. Timbang Mtotal
F. Menetukan panas jenis logam.
1. Timbang kalorimeter dan pengaduk dalam keadaan kosong
(Mk).
2. Isi dengan 1/8 air dan timbang Mk+a dan catat temperaturnya.
3. Masukan keping-keping logam, dan masukan tabung pemanas
ini kedalam breaker glass yang berisi air mendidih, catat
temperature keping pada saat temperature tidak naik lagi (tl).
4. Masukan keping-keping logam ke kalorimeter, aduk dan catat
temperatur kessetimbangan (ts).
5. Timbang Mtotal.

V. Tugas Pendahuluan
1. Lukiskan bagan sebuah kalorimeter beserta bagiannya!
2. Jelaskan rumus yang dipakai pada percobaan ini berdasarkan
azas
Black!
3.Apa yang dimaksud dengan kalor lebur dan panas jenis zat
padat?
Cantumkan juga satuannya!
4.Bagaimana bentuk rumus yang dipakai untuk mencari nilai air
kalorimeter, kalor lebur es, dan panas jenis logam!
5.Jelaskan mengenai tiga jenis perpindahan panas!

JAWABAN !

1. Bagan kalorimeter dan bagiannya

(a) Kalorimeter (b) Kalorimeter


makanan

Bagian-bagian dari sebuah kalorimeter :


a. Termometer : berfungsi untuk mengukur temperatur suhu air panas
dan
suhu es kalorimeter.
b. Timbangan atau neraca : berfungsi untuk mengukur massa air dan
massa kalorimeter pada saat keadaan kosong
c. Pemanas (Heater) : berfungsi untuk memanaskan air ataupun zat yang
akan dipisahkan pada calorimeter.

2. Rumus azas Black

Azas Black adalah teori thermodinamika yang ditemukan oleh Joseph Black.
Asas ini menjelaskan, yaitu :
- Jika dua buah benda atau zat yang berbeda temperature / suhu
dicampurkan , maka benda/zat yang memiliki suhu paling tinggi akan
mengalirkan kalor/panas pada benda/zat yang memiliki suhu rendah
hingga suhu akhirnya akan sama.
- Jumlah kalor yang dilepaskan akan sama dengan jumlah kalor yang
diserap

Qlepas = Qserap
( M1 x C1) (T1-Ta) = ( M2 x C2 ) (Ta-T2)

Dimana :

M1 = Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi


C1 = Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
Ta = Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
T1 = Temperatur akhir pencampuran kedua benda
M2 = Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah
C2 = Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah
T2 = Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah

3. Kalor lebur dan panas jenis zat padat


Kalor lebur
Kalor lebur adalah besaran fisis yang menyatakan besarnya kalor yang
diterima tiap satuan massa zat , sehingga mengalami perubahan wujud
( melebur). Satuan kalor lebur menurut satuan SI adalah Joule/kg. Atau ada
juga sering dipakai satuan Kalori/gram (sistem CGS).
Misalkan besarnya kalor lebur 80 kalori/gram, artinya untuk meleburkan 1 gram
es yang bersuhu 0 0C menjadi air besuhu 0 0C dibutuhkan 80 kalori.
Jadi, kalor lebur hanya menyebabkan perubahan wujud zat saja, tidak merubah
suhu zat, hingga kalor lebur tergolong juga ke dalam kalor laten.

Panas jenis zat padat


Panas atau kalor jenis zat padat adalah banyaknya kalor yang diperlukan
untuk menaikan suhu 1 gram zat padat agar naik 1 0C. Satuannya adalah
kalori/gr0C.
Misalkan kalor jenis es 0.5 kalori/gr0C, artinya untuk menaikan 1 gram es
sebesar 10C memerlukan kalor sebanyak 0.5 kalori.

4. Rumus untuk mencari nilai air kalorimeter, kalor lebur es, dan
panas jenis logam.
Rumus untuk mencari kalor jenis suatu zat / benda adalah

Dimana :
Q = kalor yang dibutuhkan (joule)
m = massa zat/benda (kg)
c = kalor jenis zat ( Joule/kg0C)
Δt = perubahan suhu ( 0C)

5. Jenis-jenis perpindahan kalor

Ada 3 jenis perpindahan kalor, yaitu :


a. Konduksi
Adalah perpindahan kalor melalui suatu benda tanpa disertai perpindahan
partikel benda tersebut.
Contoh : Besi yang ujungnya dipanaskan, maka pada ujung lainnya akan
tersa
panas juga.

b. Konveksi
Adalah perpindahan kalor yang disrtai dengan perpindahan partikel-
partikel benda. Contoh : terjadinya angin darat dan angina laut

c. Radiasi
Adalah perpindahan kalor yang tidak memerlukan media perantara untuk
merambat. Contoh : Sinar matahari yang sampai ke bumi.
VI. TUGAS AKHIR

DATA PERCOBAAN

PERCOBAAN
A
Massa Kalorimeter Massa Kalorimeter Suhu air Suhu Air panas Suhu Mtotal
( Mk) + Air (Mk+A) (Ta) (Tap) Setimbang (Ts) = Mk+A+p
500 gr 780 gr 25 0C 80 0C 62 0C 1160 gr

PERCOBAAN
B
Massa Kalorimeter Massa Kalorimeter Suhu air Suhu Es Suhu Mtotal
( Mk) + Air (Mk+A) (Ta) (Tes) Setimbang (Ts) = Mk+A+es
500 gr 780 gr 25 0C 6 0C 18 0C 840 gr

1. Nilai air (Na) kalorimeter

Percobaan A
ΔT1 = Tap - Ts ΔT2 = Ts - Ta
= 80 - 62 = 62 - 25
= 18 0C = 37 0C

Q lepas (air panas) = Qterima (air biasa)


M(air panas)C(air) . ΔT1 = M(air biasa) . C(air). ΔT2 + Na . ΔT2
380 . 4180 . 18 = 280 . 4180 . 37 + Na . 37
28591200 = 43304800 + Na.37
Na .37 = 43304800 – 28591200
Na . 37 = 14713600
Na = 14713600 / 37
Na = 397664 J/kalori

Jadi, harga air calorimeter = 397664 / 4180


= 95, 13 gram

Percobaan B
Qlepas (es) = Qterima (air)
M.L = M . C(air) . ΔT + Na . ΔT
60. 80 = 280 . 4180 . 37 + Na . 37
4800 = 43304800 + Na. 37
Na. 37 = 43304800-4800
Na . 37 = 43300000
Na = 43300000 / 37
Na = 1170270

Maka, harga air calorimeter adalah = 1170270 / 4180


= 279,6 gram

2. Kesalahan literatur

Kesalahan literatur =
KESIMPULAN

- Perpindahan kalor pada zat dipengaruhi oleh besarnya suhu dari kedua
zat tersebut, kalor akan berpindah dari zat yang memiliki suhu tinggi
kepada zat yang suhu rendah.
- Air panas dan es akan melepaskan kalor , apabila dicampurkan dengan
air biasa, hingga suhu kedua campuran tersebut setimbang / sama.
- Faktor-faktor yang mempengaruhi percobaan:
a. Pengaruh suhu ruangan yang tidak tetap
b. Kekeliruan dalam pembacaan skala thermometer