Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH MPK AGAMA ISLAM AGAMA ISLAM, SENI, BUDAYA, DAN IPTEK

Disusun Oleh: Anugerah Indraji Fahima Komagi Dinar Luthfina Saraswati Rahmat Hidayat

Kelompok 1

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA 2011

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Agama Islam, Seni, Budaya, dan Iptek. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam serta pandangan Islam mengenai seni, budaya, dan iptek. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Zainal Abidin selaku dosen mata kuliah Agama Islam tahun 2011. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 19 Mei 2011

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN


1.1.Latar Belakang. 1.2.Rumusan Masalah 1.3.Tujuan Penulisan.. 1.4.Metode Penulisan.. 1.5.Sistematika Penulisan...

2 3 4 4 4 4 5 5

BAB II

ISI................................................................................................... 6 2.1 Pengertian Seni, Budaya, dan Iptek Dalam Pandangan Agama Islam........................................... 6 2.2 Tantangan Iptek Pada Umat Islam....................................... 7 2.3 Dampak Positif Dan Negatif Dari Perkembangan Iptek.... 9 2.4 Upaya Islam Dalam Menghadapi Dampak Negatif Iptek...10

BAB III

PENUTUP.12
3.1 Kesimpulan...12 3.2 Saran..12

DAFTAR PUSTAKA...13

BAB I PENDAHULUAN
3

1.1

Latar Belakang Indonesia adalah negara agraris dan negara bahari. Kedua sektor ini sumber kekayaan negara. Realita di Indonesia menunjukkan bahwa para petani dan nelayan yang mayoritas bagian umat Islam masih banyak yang menderita. Banyak diantara mereka yang masih terbelenggu oleh kemiskinan. Kedua sektor ini dikuasai oleh pihak luar dalam sistem perdagangan bebas. Untuk mengelola sumber daya alam ini diperlukan modal dan keterampilan. Modal saat ini tidak berada di tangan umat Islam. Keterampilan dan penguasaan teknologi tinggi untuk pengelolaan pertanian dan kelautan masih sangat tergantung dari modal asing dan teknologi canggih dari negaranegara barat dan asia timur. Itulah tantangan yang paling berat yang dihadapi oleh umat Islam Indonesia. Demikian halnya dengan BBM. Saat negara-negara timur dirundung gejolak politik akibat tuntutan demokrasi, harga minyak pun melambung. Meski Indonesia termasuk negara penghasil minyak namun harga minyak ditentukan pasar dunia. Lambat laun pemerintah secara bertahap akan mengurangi subsidi BBM yang terus mengggerogoti APBN. Akibatnya inflasi melonjak dan rakyat pun berteriak. Di sisi budaya, banyak umat Islam Indonesia cenderung mengagumi keunggulan barat dari sisi pemakaian produk teknologi dan perilaku hedonistik. Seperti fashion, party, film, dan food. Nilai-nilai positif dalam kehidupan mereka seperti kerja keras, disiplin, terampil, kreatif, dan lain sebagainya malah tidak diaplikasikan oleh umat Islam.

1.2

Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu :

Apa pengertian seni, budaya, dan iptek dalam pandangan agama Islam? Apa saja tantangan iptek pada umat Islam? Apa saja dampak positif dan negatif dari perkembangan iptek? Apa saja upaya Islam dalam menghadapi dampak negatif iptek?

1.1

Tujuan Penulisan Tujuan pembuatan makalah ini adalah mengetahui bagaimana pandangan Islam mengenai seni, budaya, dan iptek serta keterkaitan ketiganya dalam kehidupan manusia.

1.2

Metode Penulisan Pada pembuatan makalah ini penulis menggunakan studi kepustakaan dari berbagai sumber dari media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan seni, budaya dan iptek dalam pandangan agama Islam.
4

1.3

Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 3 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan. BAB II Isi, yang terdiri dari Pengertian seni, budaya, dan iptek dalam pandangan agama Islam, Tantangan iptek pada umat Islam, Dampak positif dan negatif dari perkembangan iptek, Upaya Islam dalam menghadapi dampak negatif iptek. BAB III Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran.

DAFTAR PUSTAKA

BAB II ISI 2.1 Pengertian Seni, Budaya, dan Iptek Dalam Pandangan Agama Islam

Seni berarti hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang mengandung nilai keindahan. Seni dapat berupa seni rupa, seni musik, seni tari, dan lain-lain. Aplikasi seni dalam Islam dapat dilihat dari seni kaligrafi yang seringkali kita lihat di langit-langit masjid, seni musik berupa nasyid dan lain-lain. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. IPTEK adalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat di zaman modern ini. IPTEK sangatlah berguna bagi seluruh makhluk hidup, sebab IPTEK dapat mempermudah suatu permasalahan yang rumit. Fungsi IPTEK dalam lingkungan sangat menunjang sekali. Salah satu dari perkembangan IPTEK untuk lingkungan yaitu, rekayasa genetika, kultur jaringan, bayi tabung, pupuk buatan, teknologi dan lain sebagainya. IPTEK dalam lingkungan ini sudah berkembang luas ke pelosok negeri. Namun untuk daerah terpencil sulit di kunjungi. Seharusnya pemerintah menyalurkan dana kedaerah pedesaan supaya masyarakat pedesaan mendapatkan IPTEK. IPTEK mendukung program pendidikan, dimana setiap murid supaya berpacu untuk menghasilkan karya-karya yang berguna bagi semua makhluk di bumi ini. Pemerintah pusatpun seharusnya menunjang hal seperti itu. Pekembangan IPTEK sangat mengejutkan karena telah bermunculan teknologi robot, yang dapat membantu manusia untuk menjalanin suatu masalah sehari-hari. Dilihat dari pandangan islam, budaya disebut dengan adab. Islam telah menggariskan adab-adab Islami yang mengatur etika dan normanorma pemeluknya. Adab-adab Islami ini meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Tuntunannya turun langsung dari Allah l melalui wahyu kepada Rasul-Nya. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan RasulNya Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai teladan terbaik dalam hal etika dan adab ini. Sebelum kedatangan Islam, yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Arab ketika itu ialah budaya jahiliyah. Di antara budaya jahiliyah
6

yang dilarang oleh Islam, misalnya tathayyur, menisbatkan hujan kepada bintang-bintang, dan lain sebagainya. Dinul-Islam sangat menitik beratkan pengarahan para pemeluknya menuju prinsip kemanusiaan yang universal, menoreh sejarah yang mulia dan memecah tradisi dan budaya yang membelenggu manusia, serta mengambil intisari dari peradaban dunia modern untuk kemaslahatan masyarakat Islami. Allah berfirman: "Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa dan para nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri". Barang siapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi" [Ali Imran/3:84-85]

2.2

Tantangan Iptek Pada Umat Islam Mengapa kita harus menguasai IPTEK? Terdapat tiga alasan pokok, yakni: 1. Ilmu pengetahuan yang berasal dari dunia Islam sudah diboyong oleh

negara-negara barat. Ini fakta, tidak bisa dipungkiri. 2. Negara-negara barat berupaya mencegah terjadinya pengembangan

IPTEK di negara-negara Islam. Ini fakta yang tak dapat dipungkiri. 3. Adanya upaya-upaya untuk melemahkan umat Islam dari memikirkan

kemajuan IPTEK-nya, misalnya umat Islam disodori persoalan-persoalan klasik agar umat Islam sibuk sendiri, ramai sendiri dan akhirnya bertengkar sendiri. Dalam menghadapi perkembangan budaya manusia dengan

perkembangan IPTEK yang sangat pesat, dirasakan perlunya mencari keterkaitan antara sistem nilai dan norma-norma Islam dengan perkembangan tersebut. Menurut Mehdi Ghulsyani (1995), dalam menghadapi perkembangan IPTEK ilmuwan muslim dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok; (1) Kelompok yang menganggap IPTEK moderen bersifat netral dan berusaha melegitimasi hasil-hasil IPTEK moderen dengan mencari ayat-ayat Al-Quran
7

yang sesuai; (2) Kelompok yang bekerja dengan IPTEK moderen, tetapi berusaha juga mempelajari sejarah dan filsafat ilmu agar dapat menyaring elemen-elemen yang tidak islami, (3) Kelompok yang percaya adanya IPTEK Islam dan berusaha membangunnya. Untuk kelompok ketiga ini memunculkan nama Al-Faruqi yang mengintrodusir istilah islamisasi ilmu pengetahuan. Dalam konsep Islam pada dasarnya tidak ada pemisahan yang tegas antara ilmu agama dan ilmu non-agama. Sebab pada dasarnya ilmu pengetahuan yang dikembangkan manusia merupakan jalan untuk menemukan kebenaran Allah itu sendiri. Sehingga IPTEK menurut Islam haruslah bermakna ibadah. Yang dikembangkan dalam budaya Islam adalah bentuk-bentuk IPTEK yang mampu mengantarkan manusia meningkatkan derajat spiritialitas, martabat manusia secara alamiah. Bukan IPTEK yang merusak alam semesta, bahkan membawa manusia ketingkat yang lebih rendah martabatnya. Dari uraian di atas hakekat penyikapan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari yang islami adalah memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk meningkatkan martabat manusia dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah swt. Kebenaran IPTEK menurut Islam adalah sebanding dengan kemanfaatannya IPTEK itu sendiri. IPTEK akan bermanfaat apabila (1) mendekatkan pada kebenaran Allah dan bukan menjauhkannya, (2) dapat membantu umat merealisasikan tujuan-tujuannya (yang baik), (3) dapat memberikan pedoman bagi sesama, (4) dapat menyelesaikan persoalan umat. Dalam konsep Islam sesuatu hal dapat dikatakan mengandung kebenaran apabila ia mengandung manfaat dalam arti luas. Barang siapa ingin menguasai dunia dengan ilmu, barang siapa ingin menguasai akhirat dengan ilmu, dan barang siapa ingin menguasai keduaduanya juga harus dengan ilmu (Al-Hadist). Perubahan lingkungan yang serba cepat dewasa ini sebagai dampak globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), harus diakui telah memberikan kemudahan terhadap berbagai aktifitas dan kebutuhan hidup manusia. Di sisi lain, memunculkan kekhawatiran terhadap perkembangan perilaku khususnya para pelajar dan generasi muda kita, dengan tumbuhnya budaya kehidupan baru yang cenderung menjauh dari nilai-nilai spiritualitas.

Semuanya ini menuntut perhatian ekstra orang tua serta pendidik khususnya guru, yang kerap bersentuhan langsung dengan siswa. Dari sisi positif, perkembangan iptek telah memunculkan kesadaran yang kuat pada sebagian pelajar kita akan pentingnya memiliki keahlian dan keterampilan. Utamanya untuk menyongsong kehidupan masa depan yang lebih baik, dalam rangka mengisi era milenium ketiga yang disebut sebagai era informasi dan era bio-teknologi. Ini sekurang-kurangnya telah memunculkan sikap optimis, generasi pelajar kita umumya telah memiliki kesiapan dalam menghadapi perubahan itu.

2.3

Dampak Positif Dan Negatif Dari Perkembangan Iptek Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif, yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. Sebagai contoh dulu orang naik haji dengan kapal laut bias memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. Sekarang dengan naik pesawat terbang, kita hanya perlu 12 jam saja. Dengan ditemukannya mesin jahit, dalam 1 menit bias dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan, hanya bisa 23 tusukan per menit. Dahulu Ratu Isabella (Italia) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus. Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. Tapi pada 1969, dengan sarana komunikasi canggih, dunia hanya perlu waktu 1,3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan. Dengan semakin pesatnya perkembangan iptek, seharusnya iptek yang dikembangkan manusia itu mampu meningkatkan keimanan kepada Allah SWT dengan memanfaatkannya sebaik mungkin. Akan tetapi realita yang ada ternyata perkembangan iptek membuat manusia lepas dari jalan-Nya, bahkan dikendalikan oleh penemuan manusia itu sendiri. Berbagai dampak negatif pun hadir seiring dengan pesatnya perkembangan iptek: a. Meningkatnya aksi terorisme. b. Penggunaan informasi dan situs tertentu, seperti kasus penyebaran pornografi yang semakin marak saat ini.

c. Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer seperti kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer yang dapat menyebabkan stres karena teknologi. d. Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan. e. Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental "instant". f. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat seiring dengan semakin lemahnya kontrol sosial masyarakat. g. Penyalahgunaan pengetahuan. 2.4 Upaya Islam Dalam Menghadapi Dampak Negatif Iptek Iptek adalah bidang yang harus dikuasai oleh umat Islam dengan baik. Kita tidak harus meninggalkan iptek untuk menghindari dampak negatifnya. Yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri, membekali diri dengan keimanan yang kuat, dan menguasai iptek iptek sebaik mungkin. Hal-hal yang perlu kita lakukan melalui pendidikan Islam dalam upaya menghadapi dampak negatif iptek adalah: Penyiapan Sumber Daya Manusia

Pendidikan Islam berupaya menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, berpegang teguh pada aturan Allah, dan mampu menuasai iptek dengan baik. Berbagai metode dipersiapkan dan diperkenalkan dalam pendidikan Islam untuk meningkatkan kesiapan umat dalam menghadapi arus kemajuan iptek sehingga pada perjalanannya mampu mengarahkan iptek kepada hal yang positif. Kompetisi

Menghadapi dampak negatif iptek tidak lepas dari aktivitas kompetisi. Pendidikan Islam mempersiapkan dan memotivasi umat agar mampu berkompetisi mengembangkan iptek dan mengarahkannya sebaik mungkin sehingga dampak negatif yang timbul pun dapat dicegah melalui kompetisi yang sehat. Posisi dan peran

Pendidikan Islam mengarahkan kita pada posisi dan peran yang seharusnya kita tempati. Melalui penyadaran inilah diharapkan umat Islam mampu menghadapi dampak negatif iptek yang tak terbendung. Dengan memperhatikan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya
10

pemanfaatan dan penguasaan iptek mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Kerjasama

Dalam menghadapi derasnya arus kemajuan iptek, dibutuhkan kerjasama dari seluruh elemen mayarakat untuk menghadapi dampak negatif iptek. Pendidikan Islam merumuskan kerjasama yang utuh antar pendidik, peserta didik, orang tua, masyarakat, dan pemerintah untuk bahu membahu menghadapi dampak negatif iptek tersebut. Sehingga dengan kerjasama yang baik, kita akan mampu mengendalikan dan mengarahkan iptek untuk tetap berada di posisi yang benar.

BAB III PENUTUP

1.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik dari makalah ini adalah: Seni, budaya, dan iptek merupakan bagian dari agama Islam Aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek Dalam menghadapi dampak negatif dari perkembangan iptek, upayaupaya yang dapat dilakukan oleh umat Islam diantaranya dengan penyiapan SDM, kompetisi, posisi dan peran serta kerjasama.

1.1 Saran

11

Umat Islam Indonesia hendaknya meniru dan mengadaptasi nilai-nilai seni, budaya, dan iptek yang sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai agama Islam dan tidak meniru nilai-nilai seni, budaya dan iptek bangsa asing yang menyimpang dari ajaran agama Islam serta tidak memberikan manfaat bagi kesejahteraan umat manusia.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://gapakerebet.blogspot.com/2010/06/upaya-pendidikan-islam-dalam-

menghadapi.html 2. http://www.al-shia.org/html/id/books/001/02.html 3. Mansoer Hamdan, Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum, Jakarta : DIKTI, 2004 4. Anonim, Al Quran dan Iptek, blogspot : Al-Ikhwan.net, 2008 5. Anonim, Sumber Ilmu Pengetahuan dalam Islam, blogspot : Al-Ikhwan.net, 2008

12

13