Anda di halaman 1dari 51

BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG

Sesuai dengan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi pada bidang studi IPA aspek kimia di SMP terdapat perubahan-perubahan baik pada standar kompetensi maupun kompetensi dasarnya. Hal ini tentu didasarkan pada kebutuhan pengetahuan IPA dan tingkat berpikir siswa pada level SMP. Materi larutan asam, basa dan garam merupakan salah satu materi IPA SMP, dan merupakan mata tatar dalam diklat guru IPA SMP di PPPPTK IPA. Oleh karena itu sebagai bahan Diklat guru IPA SMP perlu disusun modul tentang materi ini berikut implementasinya didalam pembelajaran. Materi larutan asam, basa, dan garam masuk di dalam standar kompetensi klasifikasi zat, dimana kompetensi dasar yang harus dicapai siswa adalah mengelompokkan sifat larutan asam, larutan basa, dan larutan garam melalui alat dan indikator yang tepat dan melakukan percobaan sederhana dengan bahanbahan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam penerapannya dikehidupan sehari-hari. Misalnya untuk memecahkan masalah pencemaran lingkungan. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Berdasarkan hal tersebut maka materi tentang larutan asam, basa dan garam di SMP harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip pembelajaran IPA. Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SMP menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui 1

penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Melalui pembelajaran tentang larutan asam, basa, dan garam, banyak keterampilan proses yang dapat dikembangkan baik dalam penyajian eksperimen maupun non eksperimen. Pada modul ini disajikan uraian materi tentang larutan asam, basa, dan garam, cara mengidentifikasi sifat asam dan basa dilampiri petunjuk praktikum untuk di untuk uji coba, serta bahan evaluasi bagi para guru di diklat. Modul ini digunakan pada Diklat Guru IPA SMP, selanjutnya guru dapat mengimplementasikan baik materi maupun petunjuk praktikumnya di kelas VII semester 1. Tetapi perlu di disain kembali sesuai dengan kompetensi dasar siswa yang telah ditetapkan pada Standar Kompetensi Mata Pelajaran IPA dan sikabus yang dikembangkan guru di sekolah masing-masing. Materi larutan asam, basa, dan garam ini merupakan materi pertama untuk aspek kimia dalam pembelajaran IPA sehingga harus disajikan semenarik mungkin agar siswa termotivasi untuk belajar kimia lebih lanjut.

B.

TUJUAN

Tujuan yang ingin dicapai setelah peserta pendidikan dan pelatihan mempelajari modul ini adalah sebagai berikut. Menguasai materi larutan asam, basa dan garam yang terdiri dari sifat, rumus, pembuatan, kegunaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk indikator alam maupun buatan untuk mengidentifikasinya.

C.

PROGRAM PENYAJIAN

Program penyajian materi ini dalam Diklat dirinci sebagai berikut. 1. Sasaran : guru SMP baik diklat Berjenjang maupun Spesialisasi. 2. Waktu : 8 jam pembelajaran (4 jam teori , 4 jam praktek). 3. Metode : diskusi, informasi dan eksperimen. 4. Pendekatan : andragogi 5. Model : inkuiri

6. Petunjuk Belajar - Brainstorming tentang pemahaman larutan asam, basa, dan garam. - Mengkaji materi dari modul dan menentukan materi esensial untuk siswa SMP sesuai SK dan KD. - Melakukan uji coba percobaan-percobaan larutan asam, basa, dan garam yang tersedia dalam modul. - Mendiskusikan implementasi materi di dalam pembelajaran. - Mengerjakan soal-soal evaluasi.

BAB II ASAM, BASA DAN GARAM

Gambar 1. Buah Jeruk

Apa yang anda pikirkan pada saat mendengar kata asam? Semua orang mengenal kata asam dari hal-hal yang rasanya asam seperti buah jeruk dan buah-buahan lainnya. Selain itu dikenal beberapa larutan asam yang sering digunakan seperti asam cuka dan asam sulfat. Asam berhubungan juga dengan penyakit serta masalah pencemaran lingkungan contohnya sakit maag karena kelebihan asam lambung dan hujan asam.

Kegunaan asam dalam kehidupan sehari-hari cukup banyak, misalnya asam cuka untuk memasak, asam askorbat atau vitamin C, dan asam sulfat yang digunakan dalam aki. Selain asam ada juga senyawa basa yang terkenal dalam kehidupan sehari-hari seperti aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida yang terdapat pada obat maag dan kalsium hidroksida atau air kapur. Larutan asam dan basa dapat dibedakan melalui pengujian dengan indikator. Indikator yang sering digunakan adalah lakmus merah dan lakmus biru. Asam basa juga dikenal di bidang pertanian dan lingkungan hidup yaitu berkaitan dengan pH atau derajat keasaman tanah atau air. pH merupakan ukuran kekuatan asam. Pengujian pH dapat ditentukan dengan indikator universal atau pH meter. Kata asam berasal dari bahasa Latin acidum atau acid bahasa Inggris. Kata asam ini dikaitkan dengan rasa asam dari senyawa-senyawanya. Lawan dari asam yaitu alkali, kata ini berasal dari bahasa Arab yang berarti abu tanam-tanaman. Senyawa alkali lebih dikenal dengan nama basa.

Menurut Rouelle (1774), basa dapat bereaksi dengan asam membentuk garam. Garam merupakan senyawa gabungan antara kation dari basa dan anion dari asam. Banyak contoh garam yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang paling utama adalah garam dapur atau natrium klorida. Pada bahasan berikutnya akan diuraikan tentang larutan asam, basa, garam dan indikator asam basa. A. ASAM Larutan asam, basa, dan garam memiliki sifat yang berbeda, hal ini dapat diamati melalui suatu percobaan dengan menggunakan indikator asam basa atau dengan mempelajari rumus dan reaksi-reaksinya. Salah satu cara yang paling mudah untuk membedakan sifat larutan asam dan basa yaitu dengan menggunakan indikator asam basa berupa kertas lakmus merah dan lakmus biru. Cara mengujinya adalah sebagai berikut.

Membedakan Sifat larutan Asam dan Basa dengan Kertas Lakmus 1. Siapkan potonganpotongan kecil kertas lakmus merah dan lakmus biru pada plat tetes. 2. Teteskan 2 tetes larutan asam cuka kepada lakmus merah dan lakmus biru, amati perubahan yang terjadi!

Gambar 2. Pengujian Asam basa

3. Ulangi percobaan dengan meneteskan larutan basa (air kapur) dan larutan garam dapur kepada lakmus merah dan lakmus biru yang lain. Amati lagi perubahan yang terjadi. Catat pada tabel pengamatan!

Tabel Pengamatan Warna Lakmus MulaMula Warna Lakmus setelah ditetesi Cuka Air Kapur Garam Dapur

Lakmus

Lakmus merah Lakmus biru Pertanyaan: 1. Bagaimana perubahan warna lakmus merah dan lakmus biru di dalam larutan asam, basa, dan garam ? 2. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini! 3. Perkirakan perubahan warna lakmus di dalam air, dan larutan yang tersedia. Pengujian larutan asam, basa dan garam dengan lakmus menghasilkan data seperti yang tertera pada tabel 2.1 Tabel 2.1 Hasil pengujian larutan asam, basa dan garam dengan kertas lakmus Warna Lakmus MulaMula Warna Lakmus setelah ditetesi Larutan Cuka Air Kapur Garam Dapur merah biru

Lakmus

Lakmus merah Lakmus biru

Merah Biru

merah merah

Biru Biru

Dari data tersebut asam, basa, dan garam dapat dibedakan dengan lakmus merah dan lakmus biru. Larutan asam dapat merubah warna lakmus biru menjadi merah, lautan basa mengubah warna lakmus merah menjadi biru. Larutan yang netral tidak mengubah warna lakmus merah maupun biru. Beberapa data pengujian larutan dengan lakmus merah dan lakmus biru tertera pada tabel berikut Tabel 2.2 Sifat larutan berdasarkan perubahan warna kertas lakmus Warna lakmus merah dan biru HCl H2SO4 HNO3 C6H12O6 NaCl NH3 NaOH Na2CO3 Biru Basa Merah Asam

Larutan

Sifat

Hidrogen klorida Hirdogen (VI) sulfat Hidrogen (V) nitrat Glukosa Garam (natrium klorida) Amonia Natrium hidroksida Natrium karbonat

Tidak berubah

Netral

a. Sifat Asam Asam merupakan zat yang dalam air rasanya asam, dapat memerahkan lakmus biru dan bersifat korosif. Senyawa asam dapat dikelompokkan berdasarkan jenis dan sifatnya. Asam merupakan larutan elektrolit yang dalam air terurai menghasilkan ion positif [H+] dan ion negatif.

Menurut Svante August Arrhenius, asam di dalam air akan melepaskan ion H+ . Penulisan reaksi ionisasi yang terjadi ditulis sebagai berikut. HxZ(aq) atau Gambar 3. Svante August Arrhenius HxZ(aq) + H2O(l) x H3O+ (aq) + Z x- (aq) xH
+ (aq)

x(aq)

Asam melepaskan ion H+ atau ion H3O+. Ion H3O+ terjadi karena ion H+ diikat oleh air. Ion H+ inilah yang merupakan pembawa sifat asam. Contoh reaksi ionisasi beberapa asam. 1) 2) 3) HCl(aq) H2SO4(aq) CH3COOH(aq) H+ (aq) + Cl-(aq) 2H
+ (aq)

+ SO4
(aq)

2(aq)

+ CH3COO-(aq)

Asam di dalam air ada yang terionisasi sempurna dan sebagian. asam yang terionisasi sempurna termasuk asam kuat, yang terionisasi sebagian termasuk asam lemah. Persamaan reaksi ionisasi pada asam kuat dituliskan dengan mencantumkan tanda panah satu arah ( ), sedangkan pada asam lemah dengan tanda bolak-balik ( ). b. Pengelompokkan Asam Asam dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah ion H + yang dilepaskannya, rumusnya, dan kekuatannya. + Berdasarkan jumlah ion H yang dilepaskan asam dikelompokkan menjadi asam monoprotik, diprotik, dan tripotik. 1) Asam monoprotik, yaitu asam yang melepaskan satu ion H + dalam pelarut air, misalnya: a) HCl(aq) H+ (aq) + Cl-(aq) b) HNO3l(aq) c) CH3COOH(aq) H+ (aq) + NO3-(aq) H+ (aq) + CH3COO-(aq) 9

2) Asam diprotik, yaitu asam yang melepaskan dua ion H + dalam pelarut air, misalnya: a) H2SO4(aq) 2H+ (aq) + SO42-(aq) b) H2SO3(aq) c) H2S (aq) 2H+ (aq) + SO3 2-(aq) 2H
+ (aq)

+ S

2(aq)

3) Asam tripotik, yaitu asam yang melepaskan tiga ion H+ dalam pelarut air, misalnya: a) H3PO4(aq) 3H+ (aq) + PO43-(aq) b) H3PO3(aq) 3H+ (aq) + PO33-(aq)

Berdasarkan rumus kimianya asam dibedakan sebagai asam non oksi, asam oksi, dan asam organik. 1) Asam non oksi yaitu asam yang tidak mengandung oksigen. Beberapa asam non oksi dan reaksi ionisasinya tertera pada tabel berikut. Tabel 2.3 Beberapa contoh asam non oksi Rumus Senyawa HCl HBr HF HCN H2S 2) Nama Asam Asam klorida Asam bromida Asam florida Asam sianida Asam sulfida Reaksi Ionisasi HCl HBr HF HCN H2S H + Cl
+ -

H+ + BrH+ + FH+ + CN2H+ + S2-

Asam oksi yaitu asam yang mengandung oksigen. Contoh beberapa asam oksi dan reaksi ionisasinya tertera pada tabel berikut.

10

Tabel 2.4 Beberapa contoh asam oksi Rumus Senyawa HclO HNO3 H2SO4 H3PO3 H3PO4 Nama Asam Asam hipoklorit Asam nitrat Asam sulfat Asam fosfit Asam fosfat HClO HNO3 H2SO4 H3PO3 H3PO4 Reaksi Ionisasi H+ + ClOH+ + NO32H+ + SO4 23H+ + PO333H+ + PO43-

3) Asam organik yaitu asam yang mengandung karbon dan oksigen, umumnya terdapat pada tumbuhan dan dikenal sebagai senyawa organik. Contoh asam organik dapat dilihat pada tabel 2.5 Tabel 2.5 Beberapa contoh asam organik Rumus Senyawa
HCOOH CH3COOH C2H5COOH C6H5COOH

Nama Asam
Asam format Asam asetat Asam propionat Asam benzoat HCOOH CH3COOH

Reaksi Ionisasi
H + HCOO
+ + -

H + CH3COO
+

C2H5COOH C6H5COOH

H + C2H5COO H + C6H5COO
+

Berdasarkan kekuatannya asam terdiri dari asam kuat dan asam lemah yang ditentukan oleh besarnya kemampuan asam untuk terionisasi. 1) Asam kuat yaitu asam yang derajat ionisasinya = 1 atau mengalami ionisasi sempurna, misalnya: HCl, HBr, HI, HNO3, HClO3, HClO4, dan H2SO4. 11

2) Asam lemah yaitu asam yang derajat ionisasinya kurang dari 1 atau mengalami ionisasi sebagian seperti: HCOOH, CH3COOH, H2CO3, HCN, dan H2S. c. Pembentukan Asam dari Oksida Non Logam Asam dapat dihasilkan dari reaksi antara senyawa oksida nonlogam dengan air dan akan dihasilkan asam oksi. Senyawa oksida nonlogam adalah senyawa antara unsur nonlogam dengan oksigen misalnya CO2, NO2, SO3, P2O5 Contoh : CO2 + H2O H2CO3 N2O5 SO3 P2O5 + + + H2O H2O 3H2O 2HNO3 H2SO4 2H3PO4

d. Asam Dalam Kehidupan Sehari-Hari Asam dan basa banyak kita kenal dalam kehidupan seharihari baik di dalam buah-buahan, minuman, atau produk industri. Senyawa asam terdapat di dalam buah-buahan. Asam askorbat dikenal dengan nama vitamin C.

Asam Askorbat

Asam Sitrat

Asam Askorbat

Gambar 4. Buah yang mengandung senyawa asam Berikut ini beberapa asam yang ada di sekitar kita dan keberadaannya.

12

Tabel 2.6 Beberapa asam yang ada di sekitar kita Nama Asam askorbat Asam karbonat Asam sitrat Asam asetat Asam klorida Asam laktat Asam sulfat Keberadaan Dalam buah-buahan dikenal sebagai vit. C Dalam minuman ringan bersoda Dalam jus jeruk atau buah-buahan Dalam cuka dapur Dalam asam lambung, pembersih lantai Dalam susu asam Dalam aki mobil

Asam sulfat diproduksi secara besar-besaran di pabrik karena banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan produk sehari-hari seperti yang tertera di gambar berikut : Asam sulfat merupakan bahan kimia dasar yang diproduksi besar-besaran untuk digunakan lagi pada pembuatan produk-produk lain yang digunakan sehari-hari contohnya sebagi bahan pembuat pupuk, bahan cat, deterjen, pembersih, bahan pembuatan plastik dan sebagainya. Chemisty for You Gambar 5. Kegunaan Asam Sulfat

13

Selain banyak manfaatnya asam dapat pula menimbulkan pencemaran udara dan air sehingga merusak lingkungan misalnya pada logam-logam dan bangunan. Asam bersifat korosif (mudah bereaksi), jika kena logam dan marmer akan bereaksi. Beberapa logam yang kena asam akan berlubang-lubang dan timbul gas dari hasil reaksinya, begitu pula reaksi asam dengan pualam. Limbah pabrik yang mengandung asam sangat berbahaya karena menimbulkan korosi pada bangunan atau jembatan.

Gambar 6. Reaksi antara pualam dengan asam Sifat Korosif Asam Langkah Kerja : 1. Siapkan kira-kira 2 mL asam klorida 1 M didalam dua buah tabung reaksi 2. Masukan kedalam tabung reaksi pertama sebuah paku yang sudah diampelas. Amati apa yang terjadi ! 3. Masukan beberapa butir pualam kedalam tabung reaksi kedua. Amati apa yang terjadi ! Pertanyaan : 1. Apa kesimpulan dari percobaan ini? 2. Bagaimana hubungan antara sifat asam dengan kerusakan lingkungan? Di beberapa daerah sekarang sering terjadi hujan asam. Asap kendaraan yang mengandung gas karbon dioksida akan bereaksi dengan air membentuk asam karbonat. Sedangkan asap pabrik yang mengeluarkan gas sulfur dioksida bereaksi dengan air membentuk asam sulfat, gas nitrogen dioksida menghasilkan asam nitrat 14

Gambar 7. Pencemaran udara oleh gas oksida asam dan akibat hujan asam B. LARUTAN BASA

Orang sakit maag atau kelebihan asam lambung biasanya diobati dengan minum obat maag atau antacid. Antacid mengandung senyawa basa sehingga dapat mengurangi kelebihan asam lambung. a. Sifat Basa Basa mempunyai sifat kebalikan dari asam, larutannya dapat membirukan lakmus merah dan berasa pahit. Menurut Arrhenius jika basa dilarutkan dalam air akan terjadi reaksi ionisasi dan terjadi ion OH-, karena itu ion OH- merupakan pembawa sifat basa. Reaksi ionisasi basa secara umum dapat ditulis: + L(OH)x(aq) L (aq) + x OH (aq) Beberapa rumus basa yang banyak digunakan adalah NaOH, Ca(OH)2, dan Mg(OH)2. NaOH(aq) Na+(aq) + OH-(aq) Ca(OH)2(aq) Mg(OH)2(aq) Ca2+(aq) + 2OH-(aq) Mg2+(aq) + 2OH-(aq) 15

Jika kita mereaksikan asam dengan basa pada jumlah yang sama akan menghasilkan larutan netral. b. Pengelompokkan Basa Basa dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah ion OH yang dilepaskannya dan kekuatannya. Berdasarkan ion OH yang dilepaskan di dalam larutannya, basa dibagi menjadi basa monohidroksi dan basa polihidroksi. Basa monohidroksi yaitu basa yang melepaskan satu ion OH - dalam larutannya. Logam penyusun basa ini berasal dari unsur logam alkali yang termasuk golongan IA dalam Tabel Periodik. sedangkan basa polihidroksi yaitu basa yang melepaskan lebih dari satu ion OH - dalam larutannya. Unsur logam pembentuk basa hidroksi dapat berasal dari unsur-unsur golongan IIA, IIIA atau unsur logam lainnya. Beberapa contoh senyawa basa dan reaksi ionisasinya tertera pada tabel berikut.

16

Tabel 2.7 Beberapa contoh senyawa basa Rumus Basa


Monohidroksi LiOH NaOH KOH Polihidroksi Mg(OH)2 Sr(OH)2 Ba(OH)2 Zn(OH)2 Cu(OH)2 Magnesium hidroksida Stronsium hidroksida Barium hidroksida Seng (II) hidroksida Tembaga (II) hidroksida Aluminium (III) hidroksida Besi (II) hidroksida Besi (III) hidroksida Mg(OH)2 Sr(OH)2 Ba(OH)2 Zn(OH)2 Cu(OH)2 Mg Sr
2+

Nama Basa

Reaksi Ionisasi

Litium hidroksida Natrium hidroksida Kalium hidroksida

LiOH NaOH KOH

Li

+
+

OH

Na + K
+

OH OH
-

+ 2OH

2+

+ 2OH

Ba

2+

+ 2OH + 2OH

Zn

2+

Cu

2+

+ 2OH

Al(OH)3

Al(OH)3

Al

3+

+ 3OH

Fe(OH)2 Fe(OH)3

Fe(OH)2 Fe(OH)3

Fe Fe

2+

+ 2OH + 3OH

3+

Berdasarkan kekuatannya basa terdiri dari basa kuat dan basa lemah yang ditentukan oleh besarnya derajat ionisasi di dalam larutan air. 1. basa kuat yaitu basa yang mengalami ionisasi sempurna, misalnya: LiOH, NaOH, KOH 2. basa lemah yaitu basa yang mengalami ionisasi sebagian seperti: Mg(OH)2, Al(OH)3, dan NH3 (aq)

17

c. Pembentukan basa dari oksida logam Basa dapat dihasilkan dari reaksi antara senyawa oksida logam dengan air. Contoh: Na2O CaO MgO + + + H2O H2O H2O 2NaOH Ca(OH)2 Mg(OH)2

Natrium hidroksida, NaOH dapat dibuat dengan mengelektrolisis air laut dengan reaksi: 2NaCl(aq) 2Na+ (aq) + 2Cl-(aq) Katode: 2H2O(l) + 2e Anode : 2Cl - (aq) 2NaCl (aq) + 2H2O H2 (g) Cl2 (g) + 2OH+ 2e

2NaOH (aq) + Cl2 (g) + H2(g)

Kalsium hidroksida, Ca(OH)2 dapat dibuat dari kapur sirih atau batu gamping, CaO dengan air. Reaksi ini termasuk reaksi eksoterm sehingga pada saat bereaksi akan timbul kalor yang dapat memanaskan air yang gejalanya adalah campuran menjadi panas dan timbul gelembung-gelembung gas. e. Basa Dalam Kehidupan Sehari-Hari Beberapa produk yang digunakan sehari-hari di mana senyawa pembentuknya ada yang bersifat basa.

Antacid Sabun Gambar 8. Bahan sehari-hari yang mengandung basa 18

Contoh nama senyawa basa pada beberapa produk tertera pada tabel berikut. Tabel 2.8 Beberapa senyawa basa yang ada di sekitar kita Nama Kalsium hidroksida Magnesium hidroksida Natrium hidroksida Keberadaan Dalam air kapur, untuk cat tembok Dalam obat antacid Dalam berbagai House hold chemistry

Basa yang banyak digunakan untuk produk industri adalah natrium hidroksida, NaOH yang dikenal sebagai soda api. NaOH banyak digunakan untuk pembuatan sabun, detergen, dan bahan pembersih lain. Seperti pada gambar berikut.

Gambar 9. Produk dari natrium hidroksida Basa dari logam alkali umumnya bersifat higroskopis atau mudah menyerap air, sehingga tidak baik disimpan dalam keadaan terbuka. Jika kena tangan akan terasa panas atau gatal. Penambahan larutan asam ke dalam larutan basa akan menghasilkan larutan yang netral jika jumlah ion H+ dari asam sama dengan jumlah ion OH- dari basa. Penetralan banyak digunakan dalam berbagai bidang sangat membantu kehidupan manusia. 19

Contoh : Pertanian

Kesehatan

Industri

Tanah sering bersifat asam sedangkan ada beberapa tumbuhan umumnya tumbuh baik pada pH antara 6-7. Umumnya petani mengurangi keasaman tanah dengan menggunakan kapur. Cairan lambung manusia bersifat asam, pH sekitar 2 atau 3. Jika terlalu asam akan menyebabkan sakit tukak lambung atau maag. Cara menetralisir kelebihan asam yaitu dengan menelan antacid yang mengandung basa lemah contohnya magnesium hidroksida, aluminium hidroksida, magnesium karbonat dan natrium bikarbonat. Di bidang industri peralatan dari logam sangat mudah korosi jika kena asam, maka air yang digunakan untuk proses industri harus dalam keadaan netral

C. GARAM Garam yang paling terkenal adalah garam dapur atau natrium klorida dengan rumus NaCl. Garam dapur terdapat di dalam air laut dengan jumlah yang cukup banyak sehingga garam dapur dapat diperoleh dengan menguapkan air laut. Di beberapa tempat, garam dapur dapat juga didapat dari dalam tanah, untuk memurnikannya dilakukan proses pemisahan campuran. Selain NaCl banyak sekali senyawa garam yang digunakan dalam produk-produk kimia sehari-hari seperti pada sabun, pupuk, obatobatan bahkan sebagai zat aditif makanan. a. Sifat-sifat garam Natrium klorida tidak mengubah warna lakmus merah menjadi biru atau lakmus biru menjadi merah berarti larutannya bersifat netral. Di laboratorium garam dapur dapat dibuat dari reaksi antara asam dan basa. Reaksi pembentukan garam dari asam dan basa disebut penetralan atau reaksi netralisasi.

20

Reaksinya: HCl (aq) H2SO4 + NaOH (aq)


natrium hidroksida

NaCl (aq)

H2O(l)
air

asam klorida
(aq)

natrium klorida

2NaOH(aq)
natrium hidroksida

Na2SO4 (aq) +
natrium sulfat

H2O(aq)
air

asam sulfat

Garam umumnya berbentuk kristal. Garam terjadi karena penggantian ion hidrogen pada asam oleh ion logam. Senyawa garam dalam air tidak semuanya bersifat netral ada yang bersifat asam maupun basa karena garam yang dilarutkan dalam air akan bereaksi dengan air dan mengalami hidrolisis, contohnya Na2CO3 dan CH3COOH bersifat basa, NH4Cl bersifat asam. Nama garam diambil dari nama ion logam dari basa dan nama asam pembentuknya. Tatanama atau cara pemberian nama garam tertera pada tabel berikut. Tabel 2.9 Tata nama garam Asam Nama Asam klorida Asam sulfat Asam fosfat Rumus HCl Ion Logam Na + K
+

Garam Nama Natrium klorida Kalium klorida Natrium sulfat Magnesium sulfat Kalium fosfat Kalsium fosfat Rumus NaCl KCl Na2SO4 MgSO4 K3 PO4 Ca3(PO4)2

H2SO4 H3PO4

Na+ Mg2+ K+ Ca2+

b. Pengelompokkan Garam Garam dapat dikelompokkan berdasarkan sifat asam basa dan kelarutannya. Garam ada yang bersifat asam, basa dan netral. Sifat asam basa suatu garam bergantung pada jenis asam dan basa pembentuknya.

21

Beberapa garam, asam basa pembentuknya dan sifatnya tertera pada tabel berikut: Tabel 2.10 Rumus, Nama, dan Sifat Garam Rumus NaCl Nama Natrium klorida Kalium klorida Natrium sulfat Amonium klorida Amonium sulfat Natrium karbonat Kalium cianida Asam pembentuk HCl Basa pembentuk NaOH Sifat Garam Netral

KCl

HCl

KOH

Netral

Na2 SO4 NH4Cl (NH4)2SO4 Na2CO3 KCN

H2 SO4 HCl

NaOH

Netral

NH4OH NH4OH NaOH

Asam

H2 SO4 H2 CO3 HCN

Asam

Basa

KOH

Basa

Berdasarkan kelarutannya garam ada yang mudah larut dan sukar larut dalam air, contohnya tertera pada tabel berikut. Tabel 2.11 Garam yang mudah larut dan sukar larut Garam yang mudah larut Rumus NaCl CaCl2 KNO3 Pb(NO3)2 22 Nama Natrium klorida Kalsium klorida Kalium nitrat Timbal( II) nitrat Garam yang sukar larut Rumus AgCl PbCl2 CaCO3 BaCO3 Nama Perak klorida Timbal( II) klorida Kalsium karbonat Barium karbonat

Garam klorida dan iodida dari golongan alkali dan alkali tanah umumnya mudah larut dalam air sedangkan garam klorida dan iodida dari logam-logam timbal dan perak tidak larut dalam air. Garam-garam nitrat umumnya larut dalam air, garam-garam karbonat sukar larut dalam air. Kelarutan garam natrium klorida, kalium klorida dan kalium nitrat pada temperatur yang berbeda dapat dilihat pada kurva berikut.
K e l a r u t a n (g / 100 g air)

Gambar 10. Kurva Kelarutan garam c. Pembuatan Garam Garam banyak kegunaannya dalam kehidupan, untuk memenuhi kebutuhan itu maka garam banyak diproduksi di pabrik. Selain melalui reaksi antara asam dan basa garam dapat dibuat dengan mereaksikan asam dengan logam, asam dengan oksida logam dan asam dengan senyawa garam karbonat. Contoh: H2SO4 (aq) + Mg (s) MgSO4 (aq) + H2 (g) H2SO4 (aq) + CuO(s) Cu SO4 (aq) + H2O (l) 2 HCl (aq) + CaCO3(s) CaCl2 (aq) + CO2 (g) + H 2O(g) Garam dapat dibuat dengan berbagai cara misalnya dengan mereaksikan Tembaga (II) oksida dengan asam sulfat, tembaga karbonat dengan asam klorida juga dengan reaksi penetralan. Untuk membuatnya dapat dilakukan percobaan berikut

23

Pembuatan garam dengan cara Kristalisasi Tembaga (II) sulfat dapat dibuat dengan mereaksikan asam sulfat dengan tembaga (II) oksida sedangkan tembaga (II) klorida dibuat dengan mereaksikan asam klorida dengan tembaga karbonat. Pembuatan garam ini dilakukan dengan cara kristalisasi. Langkah kerja :

a. Pembuatan tembaga (II) sulfat. 1. Siapkan 25 mL asam sulfat di dalam gelas kimia. Tambahkan tembaga oksida sedikit-sedikit ke dalam asam sulfat, aduk terus menerus sampai tidak larut lagi. 2. Saring campuran dan tampung filtrat yang terjadi. 3. Tuangkan sedikit filtrat ke dalam cawan penguap dan uapkan di atas air panas. Hentikan pemanasan ketika larutan sudah jenuh. 4. Biarkan beberapa hari sampai kristal garam terbentuk. (Lihat gambar)
Tembaga oksida Batang pengaduk Asam sulfat

Larutan tembaga sulfat

Penangas air

Larutan tembaga sulfat

api

Gambar 11. Proses pembuatan garam Tembaga (II) sulfat

24

b. Pembuatan tembaga (II) klorida 1. Siapkan 25 mL asam klorida tambahkan satu sendok tembaga karbonat. Aduk campuran sampai tidak terjadi lagi gelembung gas. 2. Kerjakan seperti langkah pembuatan tembaga (II) sulfat. Pertanyaan : 1. Bagaimana warna kristal garam tembaga (II) sulfat dan tembaga (II) klorida ? 2. Bagaimana reaksi pembuatan masing-masing garam pada percobaan ini ?

Garam yang sukar larut dapat pula dibuat dengan cara reaksi pengendapan. Contohnya pembuatan garam timbal (II) iodida dari reaksi antara timbal (II) nitrat dengan kalium iodida. Untuk mengenal pembuatan garam dengan pengendapan lakukan kegiatan berikut.

Pembuatan garam dengan cara pengendapan Garam dapat dibuat dengan cara pengendapan, untuk mencobanya lakukan percobaan berikut 1. Reaksikan 2 mL larutan timbal (II) nitrat dengan 2 mL larutan kalium iodida. Amati apa yang terjadi! 2. Lakukan percobaan tersebut dengan menggunakan larutanlarutan berikut. a. timbal (II) nitrat + natrium klorida b. timbal (II) nitrat + kalium klorida c. natrium karbonat + kalsium klorida d. natrium sulfat + barium klorida e. kalium kromat + barium klorida

25

Pengamatan: Keadaan Awal Larutan No Nama Wujud/ Warna 1 2 3 4 5 6

Keadaan Awal Larutan Nama Wujud/ Warna

Keadaan hasil reaksi

Pertanyaan: 1. Bagaimana wujud dan warna garam yang dihasilkan dari reaksi-reaksi pada percobaan tersebut ? 2. Tulis masing-masing reaksi pembentukan garam tersebut! 3. Bagaimana menuliskan terjadinya reaksi pengendapan dari dua macam pereaksi dalam bentuk larutan ? Perhatikan diagram berikut
campuran p e n g e n d a p a n Larutan timbal nitrat Larutan natrium iodida

Ion-ion Na+ (aq) dan NO3+ (aq)

Endapan timbal iodida

Gambar 12. Reaksi pengendapan PbI2 26

Ion Pb2+ dan ion I- dari kedua larutan akan bergabung membentuk Pb I2 Reaksi yang terjadi adalah : Pb(NO3)2 (aq) + 2 KI(aq) PbI2 (s) + 2 KNO3 (aq)

Reaksi yang terjadi dapat ditulis dalam reaksi ion-ionnya saja Pb2+(aq) + I- (aq) Pb I2 (s)
+

Garam PbI2 yang sukar larut akan mengendap sedangkan ion K dan NO3- tidak mengalami perubahan dan tetap berada dalam larutan sehingga tidak dituliskan dalam reaksi ion. Beberapa contoh reaksi pembuatan garam melalui pengendapan: Pb ( NO3)2 (aq) + 2 KCl(aq) BaCl2 (aq) Ag NO3(aq) Ag NO3(aq) + Na2CO3(aq) + NaCl(aq) + KI (aq) PbCl2(s) AgCl (s) AgI(s) + 2 KNO3 (aq) + NaNO3 (aq) + KNO3 (aq)

Ba CO3(s) + 2 NaCl (aq)

Pembuatan garam dengan mereaksikan larutan asam dengan basa dinamakan reaksi penetralan jika jumlah ion H+ dan OHdari asam dan basa sama.

Penetralan Asam Basa Garam dapat dibuat dari reaksi antara asam dengan basa, untuk membuktikan garam dihasilkan dari reaksi asam dan basa lakukan kegiatan berikut 1. Campurkan 50 mL HCL 1M dan 50 mL NaOH 1 M didalam gelas kimia, aduk sampai merata. 2. Uji campuran dengan lakmus merah dan lakmus biru. 3. Selidiki larutan yang terjadi dengan cara tuangkan sedikit campuran pada cawan penguap, panaskan diatas api sampai

27

mengering. Amati warna dan bentuk zat yang terjadi dan cicipi! 4. Apa kesimpulan anda tentang percobaan ini !

d. Garam dalam kehidupan sehari-hari Beberapa senyawa garam banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari misalnya di bidang pertanian, kedokteran, farmasi. Kegunaan beberapa senyawa garam dalam kehidupan sehari-hari tertera pada tabel berikut. Tabel 2.12 Kegunaan beberapa garam dalam kehidupan sehari-hari Senyawa Garam Bidang Rumus
Pertanian CuSO4

Kegunaan Nama
Tembaga (II) Sulfat Membasmi jamur tanaman seperti anggur dan kentang Gips untuk patah tulang Menguatkan email gigi Bahan-bahan alat pembersih Soda kue untuk pengembang roti atau pengawet Penambah asin rasa

Kedokteran

CaSO4.2 H2O

Kalsium sulfat hidrat Kalsium fluorida

CaF2

Rumah tangga

Na2CO3

Natrium karbonat

NaHCO3

Natrium hidrogen karbonat Natrium klorida

NaCl

28

BAB III IDENTIFIKASI SIFAT ASAM, BASA, DAN GARAM Sifat asam, basa, dan garam dapat diidentifikasi dengan menggunakan indikator. Indikator asam basa adalah zat yang dapat berubah warna dalam keadaan asam atau basa A. INDIKATOR BUATAN DAN INDIKATOR ALAM Indikator asam basa ada yang berupa indikator buatan dan indikator alam. 1. Indikator Buatan Indikator buatan adalah indikator yang sudah dibuat di laboratorium atau di pabrik bahan kimia, kita tinggal menggunakannya. Untuk mengidentifikasi sifat asam, basa, dan garam biasanya digunakan kertas lakmus. Kertas lakmus terdiri dari lakmus merah dan lakmus biru. Indikator asam basa buatan lainnya adalah indikator universal, fenolptalin, dan metil jingga .

Gambar 13. Lakmus Merah, Lakmus Biru dan Indikator Universal

Kertas lakmus merah dan lakmus biru biasanya hanya digunakan untuk menguji sifat asam dan basa saja. Kertas lakmus merah di dalam larutan asam akan tetap merah, di dalam larutan basa akan berwarna biru. Kertas lakmus biru di dalam larutan basa akan berwarna biru, di dalam larutan asam akan berwarna merah.

29

Indikator Universal ada yang berbentuk kertas, batangan atau stik, dan berwujud cair. Indikator ini selain untuk menentukan sifat asam basa juga dapat digunakan untuk menentukan derajat keasaman atau pH larutan. Indikator universal kertas berwarna kuning jika dicelupkan ke dalam asam akan berubah menjadi warna merah atau jingga, jika dicelupkan ke dalam basa akan berubah menjadi biru atau ungu. Indikator universal stik penggunaannya hampir sama dengan indikator universal kertas, indikator ini tinggal dicelupkan pada larutan yang akan diuji kemudian bandingkan warna yang muncul dengan warna standar yang ada pada kotaknya dan ada skala pHnya. Indikator universal cair penggunaannya hampir sama dengan indikator universal kertas, indikator ini tinggal diteteskan pada larutan yang akan diuji kemudian bandingkan dengan pita warna indikator. Indikator asam basa lainnya biasanya tersedia dalam bentuk serbuk, kita tinggal melarutkan dalam alkohol. Contohnya metil merah, metil jingga, brom timol biru dan fenolptalin.

Gambar 14. Indikator Fenolptalein

Fenolptalin berbentuk serbuk putih larutannya dalam alkohol tidak berwarna. Jika diteteskan pada larutan asam tetap tidak berwarna tetapi didalam basa akan berwarna pink. Fenolptain merupakan indikator yang sering digunakan untuk percobaan titrasi asam basa karena mudah mengamati perubahan warnanya.

2. Indikator Alam Indikator alam merupakan bahan alam yang dapat berubah warnanya dalam larutan yang sifatnya berbeda, asam, basa, atau netral. Indikator alam yang biasa digunakan untuk pengujian asam basa adalah bunga-bungaan, umbi, kulit buah dan daun yang berwarna.

30

Gambar 15. Pengujian Indikator alam

Perubahan warna indikator alam bergantung pada warna jenis tanamannya, misalnya kembang sepatu yang berwarna merah di dalam larutan asam berwarna merah dan di dalam larutan basa berwarna hijau. Kol merah yang berwarna ungu dalam larutan asam berwarna merah ungu dalam larutan basa berwarna hijau.

Membuat Indikator Alam dari Tumbuhan Banyak bahan alam yang dapat digunakan sebagai indikator yaitu dari berbagai tumbuhan yang ada disekitar kita . Pada percobaan ini akan dibuat indikator alam dari bungabungaan, daun dan kunyit, serta menentukan perubahanperubahan warnanya di dalam asam, basa, dan garam. Alat: Lumpang/alu Plat tetes Pipet tetes Labu erlenmeyer Corong Kertas saring Bahan : Air Alkohol Umbi kunyit, Bunga dan daun berwarna Larutan cuka, air kapur

31

Langkah Kerja: A. Pembuatan Indikator. 1. Tumbuk satu macam kelopak bunga sampai halus. Tambahkan 5 mL alkohol. Aduk campuran, kemudian pisahkan ekstrak bunganya yang akan digunakan sebagai indikator. Amati warna ekstrak bunga, catat pada tabel pengamatan dengan menggunakan pensil warna atau krayon yang sesuai. Buat lagi indikator alam lainnya dengan cara yang sama.

2.

3.

4.

B. Pengujian indikator alam dengan air, larutan asam dan basa 1. Siapkan 5 tetes larutan cuka, air kapur dan air dalam plat tetes 2. Tambahkan masing-masing 2 atau 3 tetes indikator, aduk dan amati perubahan warna indikator tersebut. Air kapur Amati perubahan warna masing3. masing indikator 4. Catat pada tabel pengamatan dengan menggunakan pensil warna /krayon yang sesuai.

32

Tabel Pengamatan Bahan Indikator Warna sebelum ditumbuk Warna Indikator Perubahan Warna Indikator Alam Air Air Cuka Kapur

Bunga mawar merah

................... ................... ................... ................... Pertanyaan: 1. Bagaimana kecenderungan perubahan warna dari bunga yang berwarna sama di dalam asam dan basa? 2. Bagaimana kecenderungan perubabahan warna dari daun yang berwarna sama di dalam asam dan basa? 3. Tentukan indikator alam apa yang paling baik untuk menguji sifat larutan asam dan basa, jelaskan!

Warna yang dihasilkan dicatat dan gunakan sebagai warna standar jika indikator tersebut akan digunakan untuk menguji larutan lain yang akan diuji sifatnya. Contoh warna indikator alam yang terdiri dari kelopak bunga, umbi dan kulit buah tertera pada tabel 2.13

33

Tabel 3.1 Contoh indikator alam dan perubahan warnanya. Bahan dan warna ekstrak bunga Cuka Warna dalam Air murni Air kapur

Mawar merah

merah

merah

hijau

Kunyit

kuning

kuning

coklat

Kembang sepatu

merah

merah

hijau

Kulit Manggis

merah

merah

hijau

34

B. DERAJAT KEASAMAN ( pH) Di daerah pertanian, keasaman suatu tanah sangat diperhatikan karena harus sesuai dengan tanaman yang akan diproduksi. Begitu pula di pabrik industri keasaman air untuk industri sangat diperhatikan. Untuk menentukan berapa derajat keasaman suatu larutan digunakan skala pH dan alatnya dapat berupa kertas indikator universal , indikator universal cair dan pH meter seperti gambar berikut.

Gambar 16. Indikator Universal dan pH meter 1. Pengujian pH Indikator Universal Indikator universal, yang sering digunakan umumnya berbentuk pita kertas berwarna kuning . Jika dicelupkan ke dalam larutan asam atau basa, warna kertas akan berubah sesuai keasaman dan kebasaan larutan tersebut. Cara menggunakan indikator universal berbentuk kertas adalah dengan mencelupkan kertas indikator pada larutan yang akan diuji atau meneteskan latutan yang akan diuji pada kertas indikator, kemudian warna yang muncul dibandingkan dengan pita indikator yang ada skala pH indikator seperti berikut : ASAM NETRAL BASA

2
MERAH

5
JINGGA

7
HIJAU

10

11

BIRU

Gambar 17. Kertas Indikator universal dan warnanya sesuai pH

35

Indikator universal ada yang memiliki skala pH dari 1 sampai 11, 1 sampai 14, juga yang sangat akurat dengan harga pH pecahan. Skala pH digambarkan sebagai berikut :
1 2 3 asam 4 5 6 7 netral 8 9 10 basa 11 12 13 14

Gambar 18. Skala pH Larutan Larutan yang bersifat asam mempunyai harga pH < 7, yang bersifat netral mempunyai harga pH = 7, yang bersifat basa mempunyai harga pH > 7. Contoh harga pH beberapa larutan Asam klorida 0,1M Amonia 0,1M Natrium hidroksida 0,1 M : pH = 1 pH = 12 pH = 13

Menguji pH beberapa Larutan Pada percobaan ini akan diselidiki pH beberapa larutan untuk menentukan sifat keasaman atau kebasaannya menggunakan kertas indikator universal. Alat : Kertas indikator universal, Pipet tetes Bahan : Cuka, air sabun, air mineral, air jeruk, air kapur, dan softdrink Langkah kerja : 1. Teteskan larutan cuka kepada kertas indikator universal. Bandingkan warna yang muncul dengan warna-warna pada skala pH indikator universal. 2. Lakukan percobaan dengan menggunakan larutan yang lain. 3. Catat hasil percobaan dalam tabel Pertanyaan : 1. Larutan apa yang paling asam dan percobaan ini ? 2. Urutkan keasamaan dan kebasaannya 36

paling basa pada

2. Pengujian pH dengan larutan Indikator Asam Basa Pengujian pH larutan menggunakan larutan indikator asam basa caranya dengan membandingkan warna indikator pada larutan yang diuji dengan warna indikator pada larutan yang pHnya diketahui. Pengukuran dengan indikator ini tidak dapat seakurat dengan indikator universal kertas sebab perubahan warna indikator berada dalam trayek pH tertentu. Contoh trayek pH beberapa indikator tertera pada tabel berikut: Tabel 3.2 Trayek pH beberapa indikator Trayek perubahan warna Merah-kuning Merah-kuning Tak berwarna- merah Kuning- biru

Nama Metil Jingga Metil Merah Fenolftalein Brom Timol Biru

Trayek pH 3,0 - 4,4 4,2 - 6,2 8,0 - 9,2 6,0 - 7,

37

Perubahan warna yang menunjukkan trayek pH indikator Metil Jingga, Metil Merah, Brom Timol Biru dan Fenolftalein dapat dilihat pada gambar berikut.

Indikator
Metil merah Metil jingga
0 1 2

Warna indikator pada perubahan skala pH


kuning 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

10

11

12

13

14

Fenolftalen
0 1 2 3 4 5 6 7 8

pink 9 10 11 12 13 14

Bromtimol Biru
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Gambar 19. Perubahan warna beberapa indikator cair pada skala pH

38

Contoh penentuan pH larutan dengan indikator diatas adalah : a. Larutan yang diuji adalah larutan asam klorida dengan pH 1 maka warna yang terjadi dari indikator-indikator tersebut adalah : Nama Metil Jingga Metil Merah Brom Timol Biru Fenolftalein Warna Merah Merah Kuning Tak berwarna

b. Larutan yang diuji adalah larutan air kapur dengan pH 12 maka warna yang terjadi dari indikator-indikator tersebut adalah : Nama Metil Jingga Metil Merah Brom Timol Biru Fenolftalein 3. pH METER Untuk menguji sifat larutan asam, basa larutan dapat pula menggunakan pH meter. Alat ini tinggal dicelupkan pada larutan yang akan diuji selanjutnya pada alat akan muncul angka skala pH dari larutan tersebut. Di bawah ini beberapa contoh pH-meter. Trayek pH Kuning Kuning Kuning Merah

Gambar 20. Berbagai macam pH-meter digital 39

4. pH larutan dalam kehidupan sehari-hari Beberapa larutan atau bahan yang sering digunakan sehari-hari memiliki pH tertentu, misalnya pH air murni adalah 7 atau pH softdrink umumnya 4. Berbagai pH dari beberapa bahan tersebut tertera pada bagan berikut. NaO H Ca(OH)
2

Asam Klorida Lemon Juice Cuka Orange Juice Air Soda Air Hujan Susu Sapi Air Murni

Na2CO3 Amonia Soda Kue Air Laut Darah

Gambar 21. pH beberapa zat dalam kehidupan sehari-hari

40

BAB IV RANGKUMAN 1. Kata asam untuk senyawa dikaitkan dengan rasa asam dari senyawa-senyawanya. Kata asam berasal dari bahasa Latin acidum atau acid bahasa Inggris. Lawan dari asam yaitu alkali, kata ini berasal dari bahasa Arab yang berarti abu tanam-tanaman. Senyawa alkali lebih dikenal dengan nama basa. 2. Sifat asam basa tertera pada tabel berikut ini. Asam (a) Asam terionisasi dalam air menghasilkan ion hidrogen (H+) (b) Asam berasa kecut. Basa (a) Basa terionisasi dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH-) (b) Basa terasa licin ketika di sentuh (c) Basa mengubah warna kertas lakmus merah menjadi biru. (d) Basa kuat di dalam air terionisasi seluruhnya, basa lemah di dalam air terionisasi sebagian. Contoh: Basa kuat : LiOH, NaOH, KOH Basa lemah : Mg(OH)2, Al(OH)3 dan NH3 (aq)

(c) Asam mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah. (d) Asam kuat di dalam air terionisasi seluruhnya, asam lemah di dalam air terionisasi sebagian. Contoh: Asam Kuat : HCl, HBr, HI, HNO3, HClO3, HClO4, dan H2SO4 Asam lemah : HCOOH, CH3COOH, H2CO3, HCN, dan H2S.

41

Asam (e) Asam dapat menghantarkan arus listrik.

Basa (e) Basa dapat menghantarkan arus listrik. (f) Oksida logam bila direaksikan dengan air menghasilkan larutan garam bersifat basa (g) Basa bereaksi dengan asam menghasilkan garam dan air. Reaksi ini dinamakan netralisasi. (h) Basa dikelompokkan menjadi basa monohidroksi dan basa polihidroksi

(f) Asam bereaksi dengan logam menghasilkan gas.

(g) Asam bereaksi dengan karbonat menghasilkan karbon dioksida.

(h) Asam dikelompokkan menjadi asam monoprotik, diprotik, dan tripotik Asam dibedakan sebagai asam non oksi, asam oksi, dan asam organik.

3. Garam yang paling terkenal adalah natrium klorida dengan rumus NaCl, tata nama garam diambil dari nama logam dan asam pembentuknya. Garam ada yang bersifat asam, basa dan netral. Sifat asam basa suatu garam bergantung pada jenis asam dan basa pembentuknya. Garam ada yang sukar larut dan mudah larut. Di laboratorium garam dapat dibuat dari reaksi antara asam dan basa, reaksi logam atau asam dengan senyawa karbonat. asam dengan

42

4. Indikator asam basa adalah zat yang dapat berubah warna dalam keadaan asam atau basa. Indikator asam basa ada yang berupa indikator buatan dan indikator alam. Contoh indikator buatan adalah kertas lakmus merah dan lakmus biru, indikator universal bentuk kertas, stik, dan cair, serta larutan indikator asam basa. Lakmus hanya dapat digunakan untuk menentukan sifat asam dan basa dari suatu larutan, indikator universal dapat digunakan untuk menentukan derajat keasaman atau pH larutan dari pH 1 sampai 14. Indikator asam basa lainnya seperti fenolftalin dan metil merah digunakan untuk menentukan pH larutan pada trayek pH tertentu.

43

44

BAB V EVALUASI

1. Jelaskan perbedaan sifat larutan asam dan basa dan berikan masing-masing contoh berikut reaksi ionisasinya! 2. Jelaskan pengelompokkan asam basa berikut contohnya! 3. Bagaimana cara membedakan sifat larutan asam, basa, dan garam dengan menggunakan kertas lakmus! 4. Jelaskan hubungan sifat asam dengan masalah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari! 5. Tuliskan nama senyawa asam dan basa berikut sifatnya! a. H2CO3 b. HNO3 c. H2SO4 d. HClO4 e. H2SiO3 f. H3PO4 g. NaOH h. Mg(OH)2 i. Sr(OH)2 j. Zn(OH)2 Al(OH)3

k. Fe(OH)2 l.

6. Selesaikan persamaan reaksi berikut ini dan tuliskan persamaan reaksi dalam bentuk rumus kimianya : a. natrium hidroksida + asam klorida. b. Tembaga oksida + asam sulfat c. Logam Mg. + asam sulfat

d. Natrium hidroksida + asam nitrat 7. Jelaskan cara-cara pembentukan garam yang larut dalam air dan yang sukar larut dalam air! 8. Berikan contoh penggunaan senyawa garam dalam

kehidupan sehari-hari pada berbagai bidang? 9. Jelaskan perbedaan indikator alam dengan dengan indikator buatan, berikan contohnya!

45

10. Seorang siswa menguji beberapa larutan dengan kertas indikator universal. Dia menuliskan pH-nya secara berurutan: 1, 3, 5, 7, 11, 14 tetapi dia lupa menuliskan larutannya. Dapatkah anda menolongnya untuk mencocokkan pH

dengan larutan yang tepat. Tuliskan jawaban pada tabel berikut! Larutan yang diuji Air destilat Asam sulfat Magnesium hidroksida pH Larutan yang diuji Cuka Amonia Alkohol pH

11. Dua orang siswa mencoba tembaga(II) sulfat.

membuat beberapa kristal

Mereka melarutkan asam sulfat dan serbuk hitam tembaga oksida. a. Jelaskan bagaimana mereka dapat memperoleh kristal tembaga sulfat. b. Bagaimana mereka menyatakan saat asam sulfat telah ternetralisasi. c. Tuliskan persamaan reaksinya ?

12. Berikut ini tabel yang menunjukkan beberapa kondisi pH tanah dari beberapa tumbuhan ; Tumbuhan pH Tumbuhan pH

Apel 5,0 6,5 Mint 7,0 8,0 Kentang 4,5 6,0 Bawang 6,0 7,0 Blackcurrant 6,0 8,0 Strawberi 5,0 7,0 a. Tumbuhan manakah yang tumbuh baik diatas harga pH? 46

b. Tumbuhan mana yang dapat tumbuh pada tanah yang sedikit asam? c. Jelaskan bagaimana cara anda dapat menguji pH tanah?

d. Bagaimakah anda dapat menetralisasi tanah asam?

13. Tabel berikut menunjukkan kelarutan kalium nitrat pada suhu berbeda. Suhu (0C) Kelarutan (g/100 g air)

20 32 40 64 60 110 80 169 100 246 a. Gambarkan kurva kelarutan untuk kalium nitrat sesuai data pada tabel! b. Kesimpulan apa yang dapat diambil dari kurva yang anda buat? c. Berapa kelarutan dari kalium nitrat pada suhu 50 0C dan 70 0C ? d. Apakah yang dimaksud dengan larutan jenuh? e. Bagaimana anda dapat membuat larutan jenuh kalium nitrat ?

14. Seorang siswa bersifat asam. dilakukannya

mempunyai larutan yang perkiraannya Jelaskan 3 cara pengujian yang dapat

untuk menentukan perkiraan sifat

larutan

tersebut apakah bersifat asam atau bukan ?

47

15. Di bawah ini daftar nama garam-garam yang larut dalam air natrium nitrat, kalium klorida, magnesium sulfat, kalsium klorida, timbal (II) nitrat dan barium klorida a. Tuliskan rumus dari garam tersebut ! b. Pilihlah larutan garam yang dapat dicampurkan untuk membuat garam yang tak larut dalam air! c. Tuliskan persamaan reaksinya dengan nama senyawa, dan rumus senyawanya ? d. Tuliskan persamaan reaksi ion-nya?

48

DAFTAR PUSTAKA BSNP. 2006. Standar Kompetensi Ilmu Pengetahuan Alam SMP. Jakarta: Diknas. Chang, Raymond. 2006. General Chemistry, Fourth Edition. New York:The McGrawHill Companies. Gaus. Paul. L. 2006. Acids and Bases . Microsoft, Encarta Premium DVD Hart, Richard. 1989. Beginning Science Chemistry. New York: Oxford University Press. Lee Eet Fong. 1996. Science Chemistry. Publisher Pte. Ltd. Singapore: EPB

Lewis, Michael and Guy Waller. 1997. Thinking Chemistry. London: Great Britain Oxford University Press. Mc. Duell, Bob. 1986. Chemistry 2, Foundation Skills for 11 14 years old. London: Charles Letts & Co Ltd. Petrucci, Ralph H. 2001. General Chemistry, Principles and Modern Application. Third edition. London: Macmillan Publishing Co. Poppy, K. Devi dkk. 2006. Kimia SMA II. Bandung: Rosda. Poppy, K.Devi, dkk. 2006. Ilmu Pengetahuan Alam SMP 1A. Bandung: Rosda. Ryan, Lawrie. 2001. Chemistry For You. London: Nelson Thornes. Silberberg. 2003. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change. New York: Mc Graw Hill Companies. Inc. T.n. 1999. New Stage Chemistry. Tokyo.

49

GLOSARIUM
Antacid merupakan obat maag mengandung senyawa basa sehingga dapat mengurangi kelebihan asam lambung. Asam merupakan zat yang larutannya berasa asam, dapat melepaskan ion H+ dan dapat memerahkan warna lakmus biru. Asam diprotik yaitu asam yang melepaskan dua ion H+ ke dalam pelarut air Asam kuat yaitu asam yang terionisasi sempurna. Asam lemah yaitu asam yang terionisasi sebagian. Asam monoprotik yaitu asam yang melepaskan satu ion H + dalam pelarut air. Asam tripotik yaitu asam yang melepaskan tiga ion H + ke dalam pelarut air. Asam non oksi yaitu asam yang tidak mengandung oksigen. Asam oksi yaitu asam yang mengandung oksigen. Asam organik yaitu asam oksi yang umumnya terdapat pada senyawa organik. Basa merupakan larutan yang dapat melepaskan ion OH - dan dapat membirukan lakmus merah Basa kuat yaitu basa yang terionisasi sempurna. Basa lemah yaitu basa yang terionisasi sebagian. Basa monohidroksi yaitu basa yang melepaskan satu ion OH dalam larutannya. Basa polihidroksi yaitu basa yang melepaskan lebih dari satu ion OH- dalam larutannya. Derajat ionisasi adalah perbandingan jumlah zat yang terurai dengan jumlah zat semula. 50

Derajat keasaman (pH) merupakan suatu ukuran kekuatan asam. Eksoterm adalah reaksi yang melepaskan kalor Garam netral memiliki sifat tidak mengubah warna lakmus merah menjadi biru atau lakmus biru menjadi merah. Indikator alam merupakan bahan alam yang dapat berubah

warnanya dalam situasi yang berbeda Indikator asam basa adalah zat yang dapat berubah warna dalam keadaan asam atau basa. Indikator buatan adalah indikator yang sudah dibuat di laboratorium atau di pabrik alat-alat kimia. Penetralan atau reaksi netralisasi adalah reaksi pembentukan garam dari asam dan basa. pH meter adalah alat untuk mengukur pH larutan. Titrasi asam basa adalah proses penambahan larutan standar atau larutan yang telah diketahui konsentrasinya ke dalam larutan asam atau larutan basa yang akan ditentukan konsentrasinya dengan bantuan indikator.

51