Anda di halaman 1dari 29

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sejalan semakin tingginya ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih modern, dalam penyusunan karya tulis ini dilakukan usaha untuk mengikuti perkembangan jaman yang semakin pesat. Maka ambisi untuk tetap unggul di dalam persaingan industri, mendorong para sarjana teknik dan ilmuan untuk melakukan inovasi dalam bidang teknologi dan produksi. Para sarjana teknik perlu mengetahui cara-cara pemprosesan bahan teknik dan pengaruh proses dari sifat bahan. Untuk desain atau produksi secara mampu saing, seorang sarjana teknik mesin perlu memahami kelebihan dan keterbatasan berbagai proses dan disamping itu harus dapat meramalkan toleransinya sekaligus. Ahli teknik yang berkecimpung dalam kegiatan penelitian serta pengembangan harus terus mengikuti dan memahami cara manufaktur dan perakitan yang semakin kompleks untuk itu keterkaitan penelitian dan hasilnya harus dapat berkelanjutan. Adapun dalam pokok permasalahan yang diangkat dalam penyusunan karya tulis ini mengangkat tentang mesin Gerinda. Dan penulisan literatur ini mampu mendorong dan memotivasi para sarjan teknik khususnya teknik mesin untuk dapat mengetahui bagaimana bentuk-bentuk, fungsi, dan proses pengerjaan pada mesin gerinda itu sendiri. Disampimg pada itu para sarjana teknik mesin diharapkan mampu untuk membuat mesin gerinda yang lebih canggih dari yang sebelumnya.

2 I.2 Perumusan Masalah Dalam penulisan ini, penulis membatasi hanya pada masalah bagian struktur mesin perkakas itu sendiri yang terdiri dari : 1. Pengertian dan manfaat dari mesin gerinda. 2. Jenis-jenis dan bagian utama dari mesin gerinda. 3. Bagaimana cara kerja dari mesin gerinda. I.3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan karya tulis ini adalah : a. Mahasiswa dapat mengetahui bentuk dan jenis-jenis dari mesin gerinda. b. Mahasiswa mengetahui fungsi dan manfaat dari mesin gerinda. c. Mahasiswa mampu menjelaskan cara kerja dan proses kerja dari mesin gerinda. I.4 Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini dengan mengambil intisari dari literatur yang ada sehingga saling mengisi antara satu dengan yang lain.

BAB II KERANGKA TEORITIS

II.1 Pengertian Mesin Gerinda Mesin Gerinda terutama dirancang untuk menyelesaikan suku cadang yang permukaanya silindris, datar atau penyelesaian permukaan dalam. Karena jenis permukaan yang dimesin sangat menentukan jenis dari mesin gerinda, maka sebuah mesin yang menggerinda permukaan silinder disebut menggerinda silinder. II.2 Menggerinda (Grinding) Menggerinda berarti menggosok, mengauskan dengan gesekan atau mengasah. Dalam manufaktur, ditunjukkan dengan pelepasan logam oleh suatu roda amplas putar. Gerak roda mirip dengan pemotong fris. Roda pemotong terdiri dari banyak butiran kecil yang dilekatkan bersama, masing-masing butiran berlaku sebagai mata potong miniatur. Gambar II.2.1 menunjukkan perkakas gerinda mula-mula, dengan perkakas yang ditempatkan pada plat pemandu (sebelah kiri) diatas roda gigi, yang prakteknya sekarang tidak digunakan lagi.

Gambar II.2.1. Perkakas gerinda jenis tertentu sekitar tahun 1880

Proses menggerinda mempunyai keuntungan antara lain : 1. Merupakan metoda yang umum dari pemotongan bahan seperti baja yang dikeraskan. 2. Disebabkan banyaknya mata pemotong kecil pada roda maka menimbulkan penyelesaian yang sangat halus dan memuaskan pada permukaan singgung dan permukaan bantalan. Kekerasan permukaan yang umum dipakai adalah 0,4 sampai 2200 m. 3. Penggerindaan dapat menyelesaikan pekerjaan sampai ukuran teliti dalam waktu singkat. Karena hanya sejumlah kecil bahan yang dilepas, maka mesin gerinda memerlukan pengaturan roda yang halus. Dimungkinkan untuk mempertahankan pekerjaan sampai 0.005mm dengan mudah. 4. Tekanan pelepasan logam dalam proses ini kecil, sehingga memperbolehkan untuk menggerinda benda kerja yang mudah pecah dan benda kerja yang cenderung untuk melenting menjauhi perkakas. Sifat ini memungkinkan untuk menggunakan pencekam magnetis untuk memegang benda kerja dalam banyak operasi penggerindaan.

BAB III PEMBAHASAN

III.1 Pengelompokan Mesin Gerinda III.1.1 Gerinda Silindris Mesin ini terutama digunakan untuk menggerinda permukaan silindris, meskipun permukaan tirus dan berbentuk sederhana dapat juga digerinda. Diagram skematis yang mengilustrasikan perbedaan pokok dalam menyengga benda kerja diantara kedua pusatnya dan gerinda tanpa pusat ditunjukan pada gambar III.1.1.1. kesemuanya menggunakan roda gerinda datar dengan permukaan gerinda sebagai diameter luar.

Gambar III.1.1.1. Metoda untuk mendukung benda kerja diantara kedua pusatnya dan jenis tanpa pusat dari gerinda silindris.

Ilsutrasi dari mesin gerinda silinder jenis pusat hidrolis ditunjukkan pada gambar III.1.1.2, terdapat tiga gerakan yang digunakan :

Gambar III.1.1.2. Sebuah gerinda silindris biasa berukuran 250 x 915 mm

1. Putaran cepat dari roda gerinda pada kecepatan menggerinda yang sesuai, biasanya 1675 sampai 2000 m/menit. 2. Putaran lambat dari benda kerja terhadap roda gerinda pada kecepatan yang menghasilkan prestasi paling baik. Kecepatan ini bervariasi dari 20 sampai 30 m/menit dalam menggerinda silinder baja. 3. Pergeseran horizontal dari benda kerja mundur dan maju di sepanjang roda gerinda jika untuk menggerinda keseluruhan permukaan dari potongan panjang atau menggerinda celup dengan roda yang cukup lebar untuk mencakup keseluruhan permukaan. Biasanya benda kerja harus digeser hampir keseluruh lebar dari roda selama tiap putaran. Dalam penyelesaian, pergeseran dapat dikurangi sampai setengah dari lebar roda. Jika muka roda lebih besar dari suku cadang yang akan digerinda, maka benda kerja tidak perlu digeser. Ini dikenal sebagai penggerindaan potong celup (plunge cut). Gerinda tanpa pusat dirancang sedemikian sehingga mereka menyangga dan menghantar benda kerja dengan menggunakan dua roda dan sebuah perletakan benda kerja seperti pada gambar III.1.1.3. roda yang besar adalah roda gerindanya dan roda yang kecil adalah roda pengaturan atau roda tekanan. Roda

7 pengaturan terbuat dari amplas ikatan karet, yang memiliki karakteristik gesek untuk memutar benda kerja pada kecepatannya sendiri. Kecepatan roda berputar dalam arah yang sama. Perletakannya membantu dalam menyangga benda kerja selama digerinda, mempunyai tonjolan pada kedua sisinya untuk mengarahkan perjalanan benda kerja ke dan dari roda.

Gambar III.1.1.3. Prinsip dari gerinda tanpa pusat

Gerinda tanpa pusat dapat digunakan untuk setiap suku cadang silindris dari satu diameter, seperti ditunjukkan pada gambar III.1.1.4. dalam pekerjaan produksi pada suku cadang seperti pena torak, diatur sebuah hantaran magasin, dan suku cadang dapat berjalan melintasi beberapa mesin sebelum penyelesaian, setiap gerinda akan melepaskan stok dari 0,01 sampai 0,05 mm.

Gambar III.1.1.4. Mesin gerinda tanpa pusat

8 Jika suku cadang tidak berdiameter seragam atau jika diperlukan penggerindaan bentuk misalnya bantalan peluru, lihat gambar III.1.1.5, harus digunakan gerinada tanpa pusat dari jenis hantaran dalam (infeed). Metoda operasinya sesuai dengan gerinda bentuk potong celup, dan panjang potongan yang digerinda dibatasi sampai lebar dari roda gerinda. Suku cadang diletakkan pada perletakkan benda kerja dan digerakkan terhadap roda gerinda dengan roda pengaturan. Pada penyelesaian, maka celah antara kedua roda diperlebar baik secara otomatis ataupun dengan tangan dan benda kerja dimuntahkan dari antara roda.

Gambar III.1.1.5. Gerinda tanpa pusat untuk bantalan peluru

Jenis ketiga dari gerinda tanpa pusat disebut hantaran ujung (endfeed) yang telah dilengkapi untuk digunakan pada benda kerja tirus pendek. Kedua roda dikerjakan menjadi tirus yang tepat, dan benda kerja dihantarkan secara otomatis dari satu sisi sampai suatu penghentian tetap. Keuntungan dari gerinda tanpa pusat adalah : 1. Tidak diperlukan pencekaman atau pemasangan benda kerja pada mandril atau peralatan pemegangnya yang lain. 2. Benda kerja disangga secara kaku dan tidak ada getaran atau tekukan dari benda kerja. 3. Prosesnya cepat dan terutama sesuai untuk pekerjaan produksi. Waktu tanpa kerja dari mesin dapat diabaikan. 4. Ukuran benda kerja dapat dikendalikan dengan mudah.

9 5. Karena terdapat kondisi mengapung yang sebenarnya selama proses menggerinda, maka hanya diperlukan penggerindaan stok sedikit. 6. Dapat digunakan operator mesin yang tidak begitu tinggi keterampilannya. Kerugiannya adalah : 1. Benda kerja dengan datar dan alur pasak tidak dapat digerinda. 2. Pada benda kerja berlubang, tidak ada jaminan bahwa diameter luar akan konsentris dengan diameter dalam. 3. Benda kerja yang memiliki beberapa diameter tidak dapat ditangani dengan mudah. III.1.2. Gerinda Sebalah Dalam Pekerjaan yang dilakukan pada gerinda sebelah dalam ditunjukkan secara diagramatis pada gambar III.1.2.1. lubang tirus, atau yang memiliki lebih dari satu diameter, dapat diselesaikan secara teliti dengan cara ini.

Gambar III.1.2.1. Menepatkan ukuran dengan gerinda sebelah dalam

Menurut konstruksi umumnya, terdapat beberapa jenis dari gerinda sebelah dalam antara lain : 1. Roda diputar dalam posisi tetap sementara benda kerja diputar dan digeser maju mundur secara lambat. 2. Roda diputar sambil maju mundur melalui sepanjang lubang. Benda kerja diputar lambat, tetapi tidak ada gerakan selain itu.

10 3. Benda kerja stasioner dan spindel roda putar diberi gerakan eksentris, sesuai dengan diameter yang harus digerinda. Gerinda jenis ini sering disebut jenis planet dan digunakan untuk benda kerja yang sulit diputar. 4. Dalam jenis lain dari gerinda yang mengandung prinsip dari gerinda tanpa pusat, benda kerja diputar pada diameter luar oleh rol yang digerakkan, sehingga memungkinkan untuk menggerinda lubang yang benar-benar konsentris dengan diameter luar. Sebuah sketsa diagramatis dari gerinda sebelah dalam tanpa pusat ditunjukkan pada gambar III.1.2.2. digunakan tiga rol untuk menyangga dan menggerakan benda kerja, yaitu rol pengaturan, rol penyangga dan rol tekanan. Gerinda tanpa pusat dari jenis ini dapat diatur untuk pemuatan dan penurunan muatan secara otomatis dengan mengayunkan rol tekanan keluar dari jalurnya pada akhir daur. Keuntungan dari gerinda sebelah dalam tanpa pusat mencakup peniadaan pemegang tetap dari benda kerja dan kemampuan mesin untuk menggerinda lubang lurus maupun tirus.

Gambar III.1.2.2. Gerinda sebelah dalam tanpa pusat

III.1.3. Gerinda Permukaan Penggerindaan permukaan datar atau rata dikenal sebagai gerinda permukaan. Dua jenis umum dari mesin telah dikembangkan untuk keperluan ini, yaitu yang dari jenis serut dengan meja ulak-alik dan yang memiliki meja kerja putar. Setiap jenis mesin mempunyai kemungkinan pemilikan spindel roda gerinda dalam

11 kedudukan horizontal atau vertikal. Empat kemungkinan konstruksi ditunjukkan secara diagramatis dalam gambar III.1.3.1.

Gambar III.1.3.1. Jenis dari mesin gerinda permukaan

Sebuah diagram garis, dengan bagian pokok yang diberi nama, ditunjukkan pada gambar III.1.3.2 mesin ini dilengkapi dengan kendali hidrolis dari gerakan meja dan hantaran menyilang roda. Digunakan roda lurus atau berceruk yang menggerinda permukaan luar atau keliling. Mesin dari jenis ini sesuai untuk memperbaiki cetakan, menggerinda alur mesin perkakas, dan permukaan panjang yang lain.

12

Gambar III.1.3.2. Gerinda permukaan, spindel horizontal, meja ulak-alik

Sebuah gerinda permukaan putar vertikal berdaya besar yang disusun untuk menggerinda bagian yang besar, ditunjukkan pada gambar III.1.3.3 mesin yang serupa, yang dilengkapi dengan motor berdaya tinggi, dapat melepaskan logam sampai 270 kg tiap jam dan dapat disaingkan dengan mesin perkakas pada umunya untuk kecepatan pelepasan logam dan ketelitian.

Gambar III.1.3.3. Gerinda permukaan putar vertikal, daya besar, untuk pelepasan logam dengan cepat

13 III.1.4 Gerinda Pahat dan Pemotong Dalam menggerinda pahat dengan tangan (off hand grinding), digunakan gerinda jenis bangku atau tumpuan. Pahatnya dipegang dengan tangan dan digerakkan menyilang muka roda secara kontinu untuk mencegah penggerindaan berlebihan pada satu titik. Untuk mengasah berbagai pemotong, digunakan gerinda jenis universal. Gerinda ini dilengkapi dengan kepala universal, catok, kepala tetap dan ekor tetap, serta berbagai perlengkapan lain untuk memegang dan pemotong. Ketelitian adalah sangat penting dalam pekerjaan ruang perkakas, terutama jika menggerinda pemotong pahat bentuk dan bentuk yang khusus. Gerinda seperti yang ditunjukkan pada gambar III.1.4.1, ada yang menggunakan pembesaran optis dari 10x, 20x dan 50x untuk mengamati kemajuan dan ketelitian.

Gambar III.1.4.1. Gerinda profil opti-grind

III.1.5 Gerinda Sabuk Amplas Metoda ini dugunakan untuk pelepasan stok dan persiapan permukaan. Metoda ini dilakukan dengan menggunakan sabuk amplas yang ditegangkan diatas puli

14 pada kecepatan antara 75 sampai 1800 m/menit. Gambar III.1.5.1 menunjukkan mesin gerinda sabuk. Medan penggunaan utama dari mesin ini mencakup penyiapan permukaan datar, pemipaan dan ekstrusi serta penyelesaian dari benda yang sebagain dicor, ditempa, dan ditempel.

Gambar III.1.5.1. Mesin gerinda sabuk, kepala ganda.

Meja dapat dari jenis putar atau geser. Jika mejanya dari jenis putar, maka sabuknya dicelupkan kedalam benda kerja seperti pada gambar III.1.5.2. dalam penggunaannya, satu sabuk amplas 600 mm atau lebih lebar lagi dapat menghasilkan pelepasan stok dengan kecepatan 500 cm/menit pada besi cor, dimungkinkan kedalam pelepasan stok dari 2,50 sampai 6,35 mm.

15

Gambar III.1.5.2. Mesin sabuk amplas

III.1.6. Media Besar-besaran Penyelesaian yang digunakan pada ,mesin besar-besaran ini salah satunya adalah penyelesaian tong yang merupakan metoda terkendali dari pemrosesan suku cadang untuk melepaskan beram, kerak, kilap (flash) dan oksida seperti juga untuk memperbaiki penyelesaian permukaan. Suku cadang yang akan diselasaikan ditempatkan dalam tong putar atau unit bergetar seperti pada gambar III.1.6.1 dengan suatu media amplas, air atau minyak dan biasanya beberapa campuran kimia untuk membantu operasinya. Jika tong berputar lambat maka lapisan atas dari benda kerja diberi gerakkan luncur menuju sisi yang rendah dari tong, sehingga menimbulakan aksi pengamplasan atau pemolesan.

Gambar III.1.6.1 . Dua metode penyelesaian tong. A. Gerak peluncuran, B. Pemesinan penyelesaian getar

16 III.2. Operasi Penyelesaian Pada Mesin Gerinda. III.2.1. Mengasah (Honing) Mengasah adalah proses mengamplas kecepatan rendah. Karena bahan yang dilepas dicapai pada kecepatan potong lebih rendah dari pada menggerinda, maka panas dan tekanan diperkecil, sehingga menghasilkan ukuran yang sempurna dan pengendalian metalurgis yang sangat baik. Aksi pemotongan diperoleh dari tongkat amplas (oksida alumunium dan karbida silikon) yang dipasangkan pada madril logam. Sebuah mesin dengan langkah daya untuk mengasah diameter dari 1,6 sampai 113 mm ditunjukkan pada gambar III.2.1.1.

Gambar III.2.1.1. Mesin asah yang dilangkahkan dengan tangan untuk diameter sebelah dalam.

Karena benda kerja terapung dan tidak diapit dan dicekam, maka tidak terdapat distorsi. Untuk lubang diameter kecil, digunakan sepotong mandril yang memiliki penampang melintang berbentuk U. Terdapat dua sepatu integral dan sebuah batu pengasah sempit yang memberikan persinggungan tiga garis (berjarak tidak rata) dengan daur benda kerja. Batu amplas tersebut dipasangkan

17 pada pemegang yang digerakkan dengan baji. Benda kerja diberi gerakan ulakalik lambat sementara mandril berputar, sehingga menghasilkan lubang lurus dan bulat. Suku cadang yang diasah untuk penyelesaian hanya melepaskan 0,03 mm atau kurang tetapi ketidaktelitian tertentu dapat diperbaiki dalam jumlah sampai 0,5 mm. Media pendingin penting untuk membilas serpihan kecil dan memelihara binatang dicampur dengan kerosin. Ketidaktelitian yang umum dijumpai dalam produk lubang, yang dapat diperbaiki dengan mengasah, diperlihatkan pada gambar III.2.1.2.

Gambar III.2.1.2. Kesalahan umum dalam produksi dari lubang yang dapat diperbaiki dengan mengasah.

III.2.2. Menggosok (Lapping) Kegunaan dari penggosokan adalah untuk menghasilkan permukaan yang benar secara geometris, memperbaiki sedikit cacat permukaan, memeperbaiki ketepatan dimensional, atau memberikan kesan sangat rapat antara dua permukaan singgung. Operasi ini menyinggungkan permukaan benda kerja dengan suatu penggosok (lap), keduanya saling bergerak dengan cara sedemikian sehingga secara konstan selalu dilakukan persinggungan baru.

18 III.2.3. Penyelesaian Super Penyelesaian super dari permukaan datar ditunjukkan pada gambar III.2.3.1. digunakan batu amplas berbentuk mangkok yang berputar dengan benda kerja diletakkan pada meja bulat yang dibawa oleh spindel putar.

Gambar. III.2.3.1. Gerak antara batu amplas dengan benda kerja. A penyelesaian-super silindris, B. Penyelesaian-super datar.

III.2.4. Penyikatan Kawat Sikat berputar dengan bulu kawat digunakan untuk membersihkan benda cor dan untuk melepaskan goresan, kerak, tepi tajam dan ketidak sempurnaan permukaan yang lain. Sikat tampico dengan campuran amplas yang sesuai dapat juga digunakan jika bahannya tidak terlalu keras. Sedikit logam dilepaskan

19 oleh penyikat dan penyelesaian yang mirip kain satin muncul pada permukaanya. Biasanya operasi pengelapan (buffing) diperlukan jika dikehendaki pemolesan tinggi. III.2.5. Memoles Roda poles dibuat dari piringan kain, kanvas, kulit, vilt, atau bahan serupa yang direkatkan atau dijahit untuk menghasilkan lebar muka yang dibutuhkan, dan seringkli diperkuat dengan plat sisi logam. Roda ini dilapis dengan lem atau semen dingin dan segera dirolkan dalam wadah yang berisi butiran amplas. III.2.6 Mengelap (Buffing) Pengelapan adalah operasi akhir untuk memeprbaiki pemolesan logam dan untuk menghasilkan pengkilapan maksimum. Rodanya mirip dengan yang digunakan sebagai roda poles dan biasanya terbuat dari kapas, kain sisal, flanel, linen, atau kulit kambing. Roda ini dimuat dengan ampals halus seperti rouge, tripoli atau silika pecahan. Pengelapan adalah operasi yang sering dilakukan sebelum menyepuh (plating).

DAFTAR PUSTAKA

Amstread, B. H, dkk. Teknologi Mekanik. Edisi Ketujuh. Erlangga. Jakarta : 1995 Daryanto, Drs. Mesin Perkakas Bengkel. Jilid 3. Bina Aksara. Jakarta : 1982

22

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

IV.1 Kesimpulan Berdasrkan beberapa uraian dalam bab terdahulu, terutama yang besangkut paut dengan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Mesin gerinda terutama dirancang untuk menyelesaikan suku cadang yang permukaannya silindris, datar, atau penyelesaian permukaan dalam. 2. Menggerinda berarti menggosok, mengauskan dengan gesekan atau mengasah. 3. Terdapat tiga gerakan yang digabungkan dari ilustrasi mesin gerinda silinder jenis pusat hidrolis antara lain : a. Putaran cepat dari roda gerinda pada kecepatan menggerinda yang sesuai, biasanya 1675 sampai 2000 m/menit. b. Putaran lambat dari benda kerja terhadap roda gerinda pada kecepatan yang menghasilkan prestasi paling baik. Kecepatan ini bervariasi dari 20 sampai 30 m/menit dalam mengerinda silinder baja. c. Pergeseran horizontal dari benda kerja mundur dan maJu di sepanjang roda gerinda, jika untuk menggerinda keseluruhan permukaan dari potongan panjang atau menggerinda celup dengan roda yang cukup lebar untuk mencakup keseluruhan permukaan. 4. Terdapat enam operasi penyelesaian pada mesin gerinda. a. Mengasah (Honing) b. Menggosok (Lapping) c. Penyelesaian Super d. Penyikatan kawat e. Memoles f. Mengelap (Buffing) 20

21 IV.2. Saran Sebagai akhir dari pembuatan karya tulis ini, penulis memberikan saran yaitu karya tulis ini dapat menjadi pedoman dan memotivasi pembaca untuk dapat memahami, mempelajari, dan mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang teknik mesin.

MESIN GERINDA

KARYA TULIS Dibuat untuk memenuhi salah satu syarat Mengikuti studi Mata Kuliah Metode Penulisan Ilmiah Jurusan Teknik Mesin Universitas Sriwijaya

Disusun Oleh Nama : Wenny Perwanti Nim : 03081005013

UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN INDRALAYA 2008

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Lembar Pengesahan Karya Tulis

Nama Nim Jurusan Mata Kuliah Judul Karya Tulis

: : : : :

Wenny Perwanti 03081005013 Teknik Mesin Metode Penulisan Ilmiah Mesin Gerinda

Indralaya, Dosen Pengasuh,

Desember 2008

Ir. Fusito
ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat izin dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya. Adapun maksud dari penyusunan karya tulis ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam mengikuti studi mata kuliah Metode Penulisan ilmiah pada Jurusan Teknik Mesin Universitas Sriwijaya. Penyelesaian karya tulis ini tidak lepas dari bimbingan dan petunjuk dari berbagai pihak., oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Ir. Fusito, selaku dosen pembimbing. 2. Kedua oarng tua, kakak dan adik yang telah memberi dukungan doa dan moril. 3. Teman-teman di Jurusan Teknik Mesin. 4. Serta semua pihak yang telah berperan dalam penyelesaian karya tulis ini. Penulis sadar bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapakan kritik dan saran membangun dari pembaca untuk kemajuan kita bersama. Hanya ucapan terima kasih dan doa yang dapat penulis berikan, semoga Allah senantiasa menunjukkan kepada kita jalan yang diridhoi-Nya. Akhir kata penulis berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Indralaya,

Desember 2008

Penulis iv

ABSTRAK

In this writing, writer taken a titile Gerinda Mechanical, which will research about understanding, benefit, kinds and operational of a Gerinda Mechanical. Writer get accurate data with method library research and search literatur get in touch with that title. Pursuant to analisis which writer put across, truly writer can give suggestion, that is if more understanding, learn and expand a knowledge specific in area Mhecanical Egineering.

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................................ i HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................................... ii ABSTRAK....................................................................................................................... iii KATA PENGANTAR...................................................................................................... iv DAFTAR ISI..................................................................................................................... v DAFTAR GAMBAR........................................................................................................ vi BAB I.1. I.2. I.3. I.4. BAB II II.1. II.2. BAB III I PENDAHULUAN Latar Belakang..................................................................................................... Perumusan Masalah............................................................................................ Tujuan Masalah.................................................................................................... Metode Penulisan................................................................................................. KERANGKA TEORITIS Pengertian Menggerinda...................................................................................... 3 Menggerinda (Grinding)...................................................................................... 3-4 PEMBAHASAN 1 2 2 2

III.1. Pengelompokkan Mesin Gerinda III.1.1. Gerinda Silindris........................................................................................ 4-9 III.1.2. Gerinda Sebelah Dalam............................................................................ 9-10 III.1.3. Gerinda Permukaan.................................................................................. 10-12 III.1.4. Gerinda Pahat dan Pemotong................................................................... 13 III.1.5. Gerinda Sabuk Amplas............................................................................ 13-15 III.1.6. Media Besar-besaran............................................................................... 15 III.2. Operasi Penyelesaian pada Mesin Gerinda III.2.1. Mengasah (Honing)............................................................................... 16-17 III.2.2. Menggosok (Lapping)............................................................................ 17 III.2.3. Penyelesaian Super................................................................................. 18 III.2.4. Penyikatan Kawat.................................................................................. 18-19 III.2.5. Memoles................................................................................................. 19 III.2.6. Mengelap (Buffing)................................................................................. 19 BAB IV. IV.1. IV.2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan.................................................................................................... 20 Saran............................................................................................................... 21

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 22

DAFTAR GAMBAR

Gambar

halaman

II.2.1................................................................................................................. 3 III.1.1.1............................................................................................................. 5 III.1.1.2............................................................................................................. 5 III.1.1.3............................................................................................................. 7 III.1.1.4............................................................................................................. 7 III.1.1.5............................................................................................................. 8 III.1.2.1............................................................................................................. 9 III.1.2.2............................................................................................................10 III.1.3.1............................................................................................................11 III.1.3.2............................................................................................................12 III.1.3.3............................................................................................................12 III.1.4.1............................................................................................................13 III.1.5.1............................................................................................................14 III.1.5.2............................................................................................................15

III.1.6.1............................................................................................................15 III.2.1.1............................................................................................................16 III.2.1.2............................................................................................................17 III.2.3.1............................................................................................................18

iv