Anda di halaman 1dari 7

TUGAS SENSOR GETAR

KELOMPOK 2
DONALD LUNTUNGAN MERRY PALENDENG OSCARDIAN

STMIK SAMUDRA BITUNG 2011

A. DASAR TEORI 1. Sensor Getar Sensor getar adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi tiap getaran. Banyak cara untuk membuat sensor getaran, salah satunya adalah menggunakan speaker. Speaker jika terminal-terminalnya mendapatkan sinyal listrik maka akan menghasilkan output berupa getaran pada membran dan menyebabkan terbentuknya bunyi. Sebaliknya pada saat speaker ini digunakan sebagai sensor, lapisan membran pada speaker berfungsi sebagai detektor getaran. Ketika ada getaran datang pada membran, maka membran ini juga akan ikut bergetar (beresonansi). Bergetarnya membran akan mengakibatkan lilitan membran akan bergerak relatif terhadap inti magnet tetap dan menghasilkan sinyal listrik. Namun sinyal listrik yang dihasilkan oleh speaker sangat kecil, sehingga agar dapat terbaca multimeter harus dikuatkan hingga 1000 kali penguatan.

2. Penguat Pembalik

Sebuah penguat pembalik menggunakan umpan balik negatif untuk membalik dan menguatkan sebuah tegangan. Resistor Rf melewatkan sebagian sinyal keluaran kembali ke masukan. Karena keluaran tidak sefase sebesar 180, maka nilai keluaran tersebut secara efektif mengurangi besar masukan. Ini mengurangi output keseluruhan dari penguat dan disebut dengan umpan balik negatif.

Di mana,

(karena

adalah virtual ground) , ditempatkan di

Sebuah resistor dengan nilai

antara masukan non-pembalik dan ground.

output dari penguat ditentukan dari rasio antara Rf dan Rin, yaitu:

Tanda negatif menunjukkan bahwa keluaran adalah pembalikan dari masukan. Contohnya jika Rf adalah 10.000 dan Rin adalah 1.000 , maka nilai outputnya adalah -10.000 / 1.000, yaitu -10

3. Pembagi Tegangan Menghubungkan resistor seri seperti ini pada tegangan DC memiliki satu keuntungan, tegangan yang berbeda muncul di setiap resistor menghasilkan sebuah rangkaian yang disebut Rangkaian Pembagi Tegangan. Rangkaian yang ditunjukkan di atas adalah pembagi tegangan sederhana di mana tiga 1V, 2V dan 6V dihasilkan dari satu supply tegangan battery 9V. Hukum tegangan Kirchoff menyatakan bahwa " tegangan dalam rangkaian tertutup sama dengan jumlah semua tegangan (IR) di seluruh rangkaian". Rangkaian dasar Resistor Seri sebagai Pembagi Tegangan dapat dilihat pada Gambar rangkaian dibawah ini;

B. RANGKAIAN Rangkaian op amp sebagai penguat sensor getar adalah sebagai berikut: 1. OP AMP1 (penguatan 1000kali):

To sensor

1M VRS

2. OP AMP2(penguatan 22 kali+4,5volt):

Dan Komponennya adalah sebagai berikut OP AMP1 Sensor Getar.............................1 IC LM358...................................1 VR 1M......................................1 Resistor 1K...........................1 Resistor 10K........................1 Resistor 1,5K...................... 1 Resistor 150K.....................2 Kapasitor1nF.........................1 Kapasitor100nF....................1 Elco1F/16V......................... 1

OP AMP2 IC LM741................................. 1 Resistor 47K 2........................1 Resistor 22K...........................1 Resistor 1K..........................1 Elco 100F............................1 Elco 10F..............................3

C. LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN 1. Buat rangkaian dengan software untuk membuat rangkaian pcb (protel/eagle, dll) 2. Print out dengan kertas transparan hasil lay out pcb yang telah dibuat dengan software

3. Setrika hasil print out dengan pcb agar terbentuk gambar rangkaian di pcb 4. Larutkan pcb yang telah tergambar rangkaian dengan larutan feriklorit 5. Setelah terlarut bersihkan pcb dan kemudian cek apakah ada jalur yang terputus 6. Berikan lubang dengan bor untuk memasukkan kaki komponen 7. Pasang komponen dan di solder 8. Setelah semua komponen telah terpasang, cek rangkaian apakah sudah terpasang dengan benar 9. Berikan sumber tegangan pada rangkaian sebesar 9 volt (4,5 dan -4,5), cek dengan multimeter outputnya D. DATA

1. Rangkaian op amp1:

Vout1 = Vout1=

Vin1 Vin1

2. Rangkaian op amp2: a. Pembagi tegangan: Pembagi tegangan digunakan untuk membagi tegangan agar dapat tegangan yang diharapkan sebagai adder. V2= V1=9volt V2= 9 V1

V2=4,5 volt

b. Penguatan dan adder: Adder digunakan untuk menjumlahkan tegangan agar hasil penguatan dari sensor dapat terbaca oleh VU meter Vout2 =V2+( Vout2= DATA TEORI V sensor(mv) 0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 Vout op amp1 (v) 0 -0,1 -0,2 -0,3 -0,4 -0,5 Vout op amp2 (v) 4,5 6,7 8,9 11,1 13,3 15,5 Vin2) Vin2))

DATA HASIL RANGKAIAN Pengambilan data pada rangkaian sulit dilakukan karena hasil output pada sensor sangat kecil, sehingga tidak dapat diukur dengan multimeter biasa. Sehingga sebagai perbandingan data teori dan data hasil rangkaian hanya dapat membandingkan ketika V sensor saat 0 volt, yaitu vout op amp1 adalah 0 volt dan op amp2 adalah 3,8 volt. Hasil output pada op amp2 tersebut agak menyimpang pada teori yang seharusnya 4,5 volt. Hal ini terjadi dimungkinkan karena hambatan pada rangkaian. E. KESIMPULAN Sensor getar outputnya sangat kecil, sehingga penguatan yang diperlukan agar dapat dibaca oleh volt meter sangat besar, yaitu 1000 kali atau lebih. Penguat op amp inverting sangat mudah untuk memperkirakan penguatan, karena rumus untuk penguat op amp sederhana, yaitu

Sehingga untuk memperkirakan penguatan yang kita butuhkan sangat mudah