Anda di halaman 1dari 3

PROAKTIF dan REAKTIF I. What Is Proactive And Reactive?

Proaktif atau dalam bahasa Inggris-nya "Proactive" menurut kamus thesaurus Merriam Webster adalah: 'acting in anticipation of future problems, needs, or changes'. Perbuatan untuk mengantisipasi problem yang akan datang. Dengan kata lain proaktif berkaitan dengan usaha usaha antisipasi yang berkesinambungan (continues anticipation efforts) mencegah suatu problem datang. Bersifat prefentif. Menurut kamus juga "Reactive" adalah having power to react; tending to reaction; of the nature of reaction. Jadi tentu saja reaktif adalah suatu perbuatan yang dilakukan sebagai respon dari problem yang sudah terjadi. Reaktif bersifat antisipatif Sifat proaktif dan reaktif merupakan dua sifat yang saling bertentangan. Dalam 7th Habits of Highly Effective People, Stephen R.Covey menjadikan sikap proaktif sebagai habit/kebiasaan pertama yang harus dimiliki setiap orang. Sikap proaktif artinya sikap yang selalu melihat ke depan. Proaktif bukan hanya sekedar aktif, namun mampu melihat ke depan dan berpikir apa yang bisa ia lakukan. Sikap ini jelas dibutuhkan sebagai pendukung visi/cita-cita yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain, proaktif artinya memiliki action! Reaktif adalah sikap seseorang yang bereaksi negatif terhadap lingkungannya. Mereka berasumsi kalau ia adalah korban dari lingkungan sekitar. Korban dari keluarga, teman, sekolah/universitas, tempat kerja, dsb. Mengetahui bahwa ia adalah korban lingkungan, ia pun mengambil langkah reaktif, yaitu tidak berbuat apa-apa dan hanya mengeluh saja. Mereka yang reaktif membiarkan lingkungan menyetir mereka. Padahal, manusia memiliki kemampuan untuk dapat mengubah kondisi sekitar kita. Ada halhal yang mampu kita ubah dan ada juga yang belum bisa. Tidak ada yang tidak bisa kita ubah, hanya saja kadangkala hal tersebut saat ini BELUM bisa diubah. Namun dengan mengetahui hal-hal apa saja yang bisa kita ubah dan melakukan aktivitas-aktivitas untuk mengubahnya, itulah sikap proaktif. Lingkungan seharusnya tidak menyetir kita, karena setiap orang mampu untuk menyetir lingkungannya. Orang-orang proaktif sadar betul kemampuan untuk bisa mengubah hal-hal yang masih negatif menjadi positif. Namun mereka juga sadar ada batas-batas dalam mengubah hal-hal negatif tersebut. Proaktif juga percaya bahwa rintangan itu bukan hambatan. Rumusnya adalah rintangan = tantangan yang pasti memiliki solusi. Proaktif membentuk rule of the game, bukannya mengikuti rule tersebut. Proaktif mendobrak sistem yang kaku dan sudah tidak sesuai lagi. Memang terkesan radikal, namun seperti yang ditulis dalam paragraf di atas, orang yang proaktif sadar apa yang bisa dan belum bisa mereka ubah. Mengubah keluarga kita, teman-teman kita, lingkungan sekitar kita bukan pekerjaan mudah.

Tapi yang pasti, mengubah diri kita adalah hal yang paling mudah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah sikap kita yang masih sering reaktif menjadi proaktif. Dari sanalah, kita mampu melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk terus menyempurnakan diri kita dan bukan tak mungkin, kita mampu mengubah lingkungan kita ke arah yang lebih baik. Dengan sikap proaktif, seorang Einstein lahir. Meskipun ia sering mendapat ejekan karena temuannya yang dianggap tidak benar, ia tetap percaya pada dirinya. Ia tidak menjadi orang reaktif yang menyerah pada lingkungan, namun ia mau mengubah lingkungannya ke arah yang lebih baik. Masih banyak lagi orang-orang yang mampu mengubah dirinya sendiri dan orang lain dengan sikap proaktif ini. Sebagai manusia yang dilahirkan sama, kita pun wajib menjadi pribadi yang proaktif.

Ciri2 orang yang reaktif : Respon dari orang yang reaktif terhadap stimulus merupakan fungsi dari pengkondisian dan kondisi mereka. Dengan kata lain respon dari orang yang reaktif ini merupakan produk dari kondisi mereka, berdasarkan perasaan. Sering menyalahkan keadaan, kondisi dan pengkondisian untuk perilaku mereka. Dipengaruhi oleh lingkungan sosial mereka. Jika lingkungan sosial menurut mereka menyenangkan, merekapun akan senang, begitupun sebaliknya. Digerakkan oleh perasaan, keadaan, kondisi dan lingkungan. Bahasa-bahasa reaktif aku gak bisa, memang sudah begitulah saya, aku terpaksa melakukan itu, seandainya ... seandainya saja

Ciri2 proaktif : Respon dari orang yang proaktif terhadap stimulus merupakan produk atau hasil dari pilihan sadar mereka, berdasarkan nilai. Tidak menyalahkan keadaan, kondisi, dan pengkondisian untuk perilaku mereka. Tetap dipengaruhi oleh stimulus luar, namun respon mereka terhadap stimulus tersebut, sadar atau tidak sadar, disaddarkan pada pilihan atau respon yang berdasarkan nilai tertentu. Digerakkan oleh nilai-nilai yang sudah dipikirkan secara cermat, diseleksi, dan dihayati. Bahasa-bahasa proaktif. mari kita lihat alternatif yang lita miliki. saya akan memilih respo yang sesuai

Intinya orang2 proaktif selalu mengarah kepada tindakan Visioner (kedepan,try to predictable), sedangkan reaktif mengarah kepada tindakan MOMENTUAL akibat suatu aksi. Selama belum ada stimulan aksi,orang2 reaktif akan bertindak dan berpikir pasif, orang2

reaktif akan berkata"wait for something happen" sedangkan proaktif akan berkata "I will make it happen" II. Perbedaan Proaktif Dan Reaktif

Perbedaan antara reaksi dan proaksi ini bisa kita telaah sedikitnya terdapat pada empat bagian. Pertama, dari segi landasan, proaksi memiliki landasan pada niat (inisiatif) yang kita maksudkan untuk mencapai sasaran tertentu. Sementara reaksi, seringkali tidak memiliki landasan pada niat yang disengajakan. Kedua, secara proses proaksi adalah sesuatu yang kita usahakan untuk terjadi (to make it to happen); sedangkan reaksi, adalah sesuatu yang kita biarkan terjadi (to let it to happen). Ketiga, secara posisi mental, reaksi adalah menjadi korban ajakan orang lain; sedangkan proaksi adalah keberanian berkorban. Menjadi korban rasanya berbeda dengan berkorban baik berkorban untuk diri sendiri dan berkorban untuk orang lain. Keempat , dari segi respon proaktif bersifat prefentif, sedangkan reaktif bersifat antisipatif.

III. 1. 2. 3.

Manfaat Proaktif Dapat memahami atau mengkaji sebab- sebab kegagalan yang dialami Mempunyai inspirasi untuk menemukan hal-hal baru Berani mengambil resiko dari tindakan yang diambil

IV. 1. 2. 3.

Kerugian Reaktif Biasa menyalahkan lingkungan dan cenderung menjadi korban dari lingkungannya Tidak bertanggung jawab atas kehidupan dan nasibnya Menunggu segalanya terjadi dengan sendirinya