Anda di halaman 1dari 12

FATWA KONTENPORER ULAMA BESAR TANAH SUCI

KATA PENGANTAR Segala puji hanya berhak disampaikan bagi Allah Rabbul Alamin,Rab yang mengharamkan manusia berkata atas namaNya tanpa ilmu, shalawat serta salam Allah semoga dilimpahkan kepada Rasul-Nya yang paling mulia, penutup para nabinabiNya, juga kepada segenap keluarga,shahabat dan ikhwan-nya yang berpegang teguh dengan sunnahnya dan berpedoman kepada petunjuknya hingga hari pembalasan.

Sudah merupakan hal yang lumrah menurut akal bahwa pendapat suatu golongan tentang suatu urusan tidak akan diterima kecuali jika golongan itu adalah orang-orang yang memiliki keahlian khusus dan ilmu.Orang yang sakit tidak akan menerima nasihat untuk minum obat dari orang yang tidak layak kecuali ia adalah orang bodoh.Seorang yang rusak mobil mahalnya tentu tidak menyerahkan servis perbaikan kepada montir amatiran.

Salah satu keanehan zaman pada masa kiwari ini ialah Anda menyaksikan banyak orang Islam yang dalam hal keduniaan HANYA mau menerima nasihat dari ahlinya yang berpengalaman,tetapi dalam urusan agama MAU SAJA menerima nasihat dari orang-orang yang pengetahuan agamanya dangkal.Mereka tidak lagi cermat dan hatihati dalam masalah agama karena kesibukan dalam hidupnya ,padahal mereka membaca firman Allah: v maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.[Surat An Nahl:43] Boleh jadi mereka terpesona oleh pidato-pidato yang memukau dan penuh semangat,padahal yang disampaikan itu tidak bermanfaat,bahkan merugikan mereka.Hal ini dianggap urusan yang remeh,padahal disisi Allah merupakan urusan berat.Kaum muslimin menerima fatwa dan hukum dari orang-orang yang tidak punya kualitas sehingga mereka terus menerus berada dalam kegelapan, Allah berfirman: v Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri) Atau sebuah syair : Seperti onta di padang pasir Baida yang mati kehausan,padahal air terbawa diatas punggungnya.

Alangkah seringnya kita melihat dan mendengar beberapa orang yang memberikan fatwa dengan sembrono padahal mereka belum patut dipandang ahlinya.Mereka membahas hukum-hukum,padahal mereka bukan pakarnya.Mereka mengoreksi pendapat-pendapat ahli ilmu,padahal sebenarnya mereka tidak layak mengikuti kafilah kecuali dibagian paling buncit.Sebagian dari mereka berani menerbitkan tulisan tatkala negeri kosong dari ahli ilmu.Bila diatas tanah tidak ada lagi rumput maka lumut pun jadi makanan gembalaan.

Tatkala ditengah masyarakat muncul kemalasan dan kelemahan untuk belajar dan bertanya kepada ahli ilmu,sedangkan orang-orang yang tidak berilmu berani memberikan fatwa dan pendapat,maka bencana besar menimpa masyarakat.Nabi Shalallahu alaihi wa sallam dahulu telah mengkhabarkan bahwa manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh.Mereka ditanya,lalu berfatwa tanpa ilmu,maka mereka ini telah sesat dan menyesatkan.Kalau masyarakat mau mencari kebenaran,niscaya mereka tahu bahwa setiap muslim wajib belajar sebelum beramal,bertanya sebelum berbuat.Tidak patut seorang muslim berbuat sebelum mengetahui selama ada jalan untuk mengetahuinya.Bagi yang telah mengetahui wajib mengamalkan guna memenuhi perintah Allah serta tunduk dan taat kepadaNya. Inilah karakter mukmin yang berkata: v .dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali" [Surat Al Baqarah:285] Mereka tidak memilih yang lain bila telah ada ketetapan Allah.Mereka tidak mau mendahului Allah dan Rasulnya dalam berbuat sesuatu.Hal ini seperti tersebut dalam firman Allah: v Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka[Surat Al Ahzab:36] Karena adanya kondisi seperti ini,maka menjadi kebutuhan yang mendesak penyajian fatwa dan jawaban terhadap banyak masalah yang dihadapi oleh setiap muslim dan muslimah.Hal ini menjadikan orang yang mencari kebenaran mudah memperolehnya dan menimba dari sumber aslinya,terutama dari sumber air tawar yang jernih,

Inilah sekelumit kata pengantar yang dihadirkan oleh Abu Abdillah Saad bin Abdillah al Barik -dengan polesan ringkas- dari buku kumpulan fatwa ulama internasional dunia Islam yang disusun oleh Khalid al Juraisy, semoga mereka semua mendapat limpahan pahala yang besar.Dan Insya Allah dari buku tersebut akan dicuplik beberapa hal yang dapat dihadirkan dalam mailist ini sebagai bahan pelajaran yang dapat berguna dan bermanfaat.

Al Haq (kebenaran) itu datangnya dari Allah ,sepatutnya untuk diikuti. Seri tour the Fatwa 01 Abu Ismail @ Dzulqoidah 1424H Email: apriadi27@yahoo.com

===================================================== Judul Asli : Al Fatawaa Asy Syariyyah Fil Masaail Al Ashriyyah min Fatawaa Ulamaa Al Balaadil Haraami Penyusun Khalid al Juraisy Edisi Indonesia: Fatwa Kontenporer Ulama Besar Tanah Suci Tauhid- Syirik - & Bidah Penerjemah :Usta. Muhammad Thalib Penerbit :Media Hidayah ,cet.1 September 2003 ======================================================

FATWA KONTENPORER ULAMA BESAR TANAH SUCI ***PERBUATAN SYIRIK & KUFUR***

SOAL Bagaimana pandangan hukum terhadap jawaban sebagian orang:Allah berada dimana-mana, bila ditanya :Dimana Allah? Apakah jawaban seperti ini sepenuhnya benar?

JAWAB

Jawaban seperti ini sepenuhnya batil.Apabila seseorang ditanya :Allah dimana? hendaklah ia menjawab:Di langit, seperti dikemukakan oleh seorang (budak) perempuan yang ditanya oleh Nabi Shalallahu alaihi wa sallam :Dimana Allah? jawabnya:Di langit. Adapun orang yang menjawab dengan kata-kata: Allah itu ada, maka jawaban ini sangat samar dan menyesatkan.Orang yang mengatakan bahwa Allah itu ada dimanamana dengan pengertian dzat Allah ada dimana-mana ,adalah kafir karena ia telah mendustakan keterangan-keterangan agama,bahwa dalil-dalil wahyu dan akal serta fitrah.Allah berada diatas segala mahluk.Dia berada diatas semua langit,bersemayam diatas Arsy.

Syaikh Ibnu Utsaimin Majmu Fatawaa wa Rasaail ,juz 1 halaman 132-133

Seri tour the Fatwa 04 Abu Ismail @ Dzulqoidah 1424H Email: apriadi27@yahoo.com ===================================================== Judul Asli : Al Fatawaa Asy Syariyyah Fil Masaail Al Ashriyyah min Fatawaa Ulamaa Al Balaadil Haraami Penyusun Khalid al Juraisy Edisi Indonesia: Fatwa Kontenporer Ulama Besar Tanah Suci Tauhid- Syirik - & Bidah Penerjemah :Usta. Muhammad Thalib Penerbit :Media Hidayah ,cet.1 September 2003 ======================================================

FATWA KONTENPORER ULAMA BESAR TANAH SUCI

***PERBUATAN SYIRIK & KUFUR***

1.

Mempercayai bahwa Rasul Shalallahu alaihi wa sallam ada dimana-mana

SOAL: Apakah Rasul Shalallahu alaihi wa sallam ada dimana-mana? Adakah beliau mengetahui yang ghaib? JAWAB: Dengan jelas dapat diketahui dari keterangan agama dan dalil-dalil syariat bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam tidak ada dimana-mana.Jasad beliau ada di kuburnya di kota Madinah Munawarrah.Adapun roh beliau ada disi Allah Rab yang Maha Tinggi di Syurga.HAl ini dinyatakan dalam sebuah hadits Nabi Shalallahu alaihi wa sallam ketika menjelang wafat beliau bersabda: Allahumma fir rafiiqil Alaa

Ya Allah ,Tuhan yang ada di tempat yang tinggi. [Bukhari no.4437 Kitabul Maghazi; Muslim no.2444 Kitab Fadhaailsh Shahabah] 3 kali ,kemudian beliau wafat. Para ulama dari kalangan shahabat dan sesudahnya sepakat bahwa beliau dikuburkan di rumah Aisyah (radhiallahu anha) berdampingan dengan masjid Nabawi.Jasad beliau berada ditempat itu sampai masa yang tidak diketahui dan rohnya serta roh para nabi,para rasul dan segenap kaum mukminin ada di syurga.Roh mereka menempati posisi sesuai dengan tingkatan masing-masing di surga sesuai dengan ketetapan Allah menurut ilmu,iman,dan kesabaran yang dipikul masing-masing dalam perjuangan dakwah kepada kebenaran. Adapun tentang hal ghaib,yang mengetahui hanyalah Allah.Rasul atau mahluk lainnya,hanya tahu hal ghaib yang telah diberitakan Allah kepada mereka didalam Al Quran dan Sunnah yang suci mengena masalah syurga ,neraka,keadaaan hari kiamat, dan lain-lain.Begitu pula keterangan Al Quran dan hadits-hadits shahih tentang Dajjal ,matahari terbit dfari Barat,munculnya hewan-hewan melata,turunnya kembali Isa bin Maryam pada akhir zaman,dan lain-lain sebagaimana difirman Allah : v Katakanlah: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan [Surat An Naml :65] v Katakanlah: "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan (nya)? [Surat Al Anam:50]

v Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman". [Surat Al Araf:188] Ayat serupa dalam Al Quran banyak sekali.Sungguh benar telah diriwayatkan dari Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam beberapa hadits yang menyatakan bahwa beliau tidak mengetahui hal yang ghaib, diantaranya adalah jawaban beliau kepada malaikat jibril ketika ditanya: Kapan Kiamat itu?Beliau bersabda:Yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya. Beliau kemudian bersabda: Lima perkara yang hanya Allah menetahuinya:.Kemudian beliau membaca firman Allah: v Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan,..[Surat luqman:34] [Bukhari no.50 Kitabul Iman; Muslim no.9 Kitabu;l Iman dari Abu Hurairah]

Selain itu ketika Aiysah difitnah dengan tuduhan palsu,yakni berzina,Nabi Shalallahu alaihi wa sallam tidak mengetahui kebenaran kesucian Aisyah kecuali setelah turunnya wahyu kepada beliau pada surat An Nuur.Contoh lain,tatkala Asiyah hilang pada salah satu perjalanan pulang perang,Nabi Shalallahu alaihi wa sallam tidak mengetahui tempatnya sehingga beliau megirim sejumlah orang untuk mencarinya,tetapi mereka tidak menemukannya.Tatkala unta Aiysah berdiri orangorang menemukan Aisyah dibawah untanya.Inilah sedikit contoh dari banyak kasus yang terdapat dalam hadits-hadits tentang ketidaktahuan Nabi Shalallahu alaihi wa sallam tentang hal ghaib. Anggapan sebagian golongan sufi bahwa nabi Shalallahu alaihi wa sallam mengetahui hal-hal ghaib dan hadisrnya beliau ditengah-tengah mereka diwaktu pesat peringatan Maulid Nabi [1],dan lain-lain adalah anggapan batil yang tidak punya dsar apapun.Hal ini muncul pada mereka karena kebodohan mereka dalam memahami Al Quran, Sunnah nabi Shalallahu alaihi wa sallam ,dan pegangan kaum salaf.Kita mohon kepada Allah supaya kita dan segenap kaum muslimin selamat dari cobaan ajaran mereka yang sesat dan juga supaya kita dan mereka diberi petunjuk ke jalan yang lurus.Sungguh Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa.

Syaikh Bin Baz

Al Mujaahid no.66; tahun ke-3 Muharram no.33 dan shafar no.34.

Catan kaki: [1] Insya Allah akan hadir artikel mengenai bidah Maulid Nabi mulai dari sejarah awalnya,pengagasnya,hingga syubhat-syubhat beserta jawabannya.

Seri tour the Fatwa 05 Abu Ismail @ Dzulqoidah 1424H Email: apriadi27@yahoo.com ===================================================== Judul Asli : Al Fatawaa Asy Syariyyah Fil Masaail Al Ashriyyah min Fatawaa Ulamaa Al Balaadil Haraami Penyusun Khalid al Juraisy Edisi Indonesia: Fatwa Kontenporer Ulama Besar Tanah Suci Tauhid- Syirik - & Bidah Penerjemah :Usta. Muhammad Thalib Penerbit :Media Hidayah ,cet.1 September 2003 ======================================================

Tour de Fatwa (2)

FATWA KONTENPORER ULAMA BESAR TANAH SUCI

KATA PENDAHULUAN[1]

Segala puji hanya berhak disampaikan bagi Allah Rabbul Alamin,Rab yang mengharamkan manusia berkata atas namaNya tanpa ilmu, shalawat serta salam Allah semoga dilimpahkan kepada Rasul-Nya yang paling mulia, penutup para nabinabiNya, juga kepada segenap keluarga,shahabat dan ikhwan-nya yang berpegang teguh dengan sunnahnya dan berpedoman kepada petunjuknya hingga hari pembalasan. Wa badu. Perbuatan-perbuatan maksiat merupakan sebab utama yang menimbulkan bencana pada diri manusia,menjerumuskannya pada malapetaka,nasib yang buruk,dan celaan musuh.Perbuatan-perbuatan dosa juga menyebabkan hilangnya nikmat dan munculnya kemurkaan Allah.Hal ini sebagaimana tersebut dalam firman Allah: v Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [Surat Ar Ruum:41] Tidak diragukan lagi,seorang muslim yang berakal akan menyadari bencana apapun yang menimpa dirinya adalah akibat dari dosa-dosa yang dilakukan para hamba Allah.Allah berfirman: v Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri [Surat Al Israa:7] Seringkali manusia menganggap remeh dosa-dosa kecil yang ternyata dapat mengakibatkan mereka binasa.Tersebut dalam hadits, bahwa Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Hati-hatilah kalian terhadap sikap meremhkan dosa-dosa kecil karena jika dosadosa kecil itu terkumpul pada diri seseorang niscaya akan membinasakannya.Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam memberikan perumpamaan untuk dosa-dosa kecil dengan suatu kaum yang singgah dipadang pasir,lalu datanglah ketua kaum.Laki-laki dari kaumnya pergi lalu datang membawa sebatang kayu dan laki-laki lain pun datang dengan membawa sebatang kayu sampai akhirnya mereka dapat menghimpun setumpuk kayu.Mereka lalu menyalakan api dan mereka dapat menggunakannya untuk memanggang makanan yang diletakkan diatasnya.[Ahmad 1/402] Perhatikan perumpamaan dalam hadits yang berharga ini,wahai saudara semoga Allah merahmati aku dan anda-.Bagaimana sebatang kayu kecil dapat menjadi api unggun yang berguna untuk memasak,begitu juga dengan dosa-dosa kecil yang dipandang remeh oleh manusia dapat menjadi kayu bakar dalam neraka jahannam.Semoga Allah melindungi kita.Sebaliknya amal-amal kebajikan yang oleh manusia dipandang remeh ternyata disisi Allah merupakan hal yang berharga,sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam :

Jauhkanlah dirimu dari api neraka ,sekalipun bersedekah dengan separo kurma.Barangsiapa tidak mendapati kurma cukuplah dengan kata-kata yang baik.[Bukhari no.6540 Kitabur Riqaq; Muslim no.1016 Kitabuz Zakat]

Pada masa ini banyak terjadi kebingungan ,banyak tersebar KATANYA dan KATANYA (qila wa qal) dalam memecahkan masalah-masalah penting yang wajib diketahui kebanarnnya oleh setiap muslim. Seringkali anda menemukan seorang muslim yang kurang cermat dan teliti dalam menghadapi permasalahan tertentu sehingga tidak mengetahui apakah hal tersebut haram atau boleh, berani menyatakan sesuatu atas nama agama Allah,padahal Allah telah memperingatkan golongan ini denga firmanNya: v Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan bagi mereka azab yang pedih.[Surat An Nahl:116-117] v ..Maka siapakah yang lebih lalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim. [Surat Al Anaam:144] Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Man Kazzaba alayya mutaammidan falyatabawwa maqadahu minan naar

Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka. [Bukhari no.107 Kitabul Ilmi]

Ketika saya (=penyusun, Khalid al Juraisy) menyaksikan banyak sekali orang yang memandang remeh dan tidak mau melakukan kai=jian yang benar tentang hukum dari persoalan-persoalan yang dihadapi ,padahal setiap muslim wajib bertanya kepada ahli ilmu bila menghadapai masalah kecil maupun besar,seperti tersebut dalam firman Allah: v Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.[Surat An nahl:43] Maka saya berpendapat seyogyanya saya menghadiahkan kepada setiap keluarga muslim sebuah buku kumpulan yang memuat fatwa berbagai macam masalah sosial,pilihan dari fatwa ulama-ulama kita yang tepandang, mereka adalah: 1. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu.

2. 3. 4. 5.

Syaikh Muhmaad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullahu Fadhilatus Syaikh Abdullah bin Abdurrahamn bin Jibrin Fadhilatus Syaikh Sholeh bin Fauzan Al Fauzan Lajnah Daimah,lembaga ulama-ulama terkemuka.

Fatwa-fatwa sosial yang memuat dalam kutaib (buku-buku kecil) yang pernah terbit dimasa lalu ,saya Hal ini mengingatkan diri saya dan Anda atas karunia allah kepada kita ,karena Allah telah memberi rahmat kepada kita melaui orang-orang yang mengajar dan memberi bimbingan agama kepada kita.Hal ini merupakan nikmat yang sangat besar.Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Sungguh Alah tidak akan mencabut ilmu sedikitpun dari para hambaNya.kan tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan cara mematikan para ualama sehingga jika sudah tidak ada lagi seorangpun ulama maka manusia akan mengangkat tokoh-tokoh yang bodoh.Tokoh-tokoh ini ditanya ,lalu mereka memberi fatwa tanpa ilmu,maka mereka sesat dan menyesatkan.[Bukhari no.100 Kitabu Ilm]

Tentang keutamaan ulama dan posisi mereka disebutkan dalam sabda Nabi Shalallahu alaihi wa sallam : Periumpamaan para ulama dibumi ini adalah seperti bintang-bintang dilangit yang dipergunakan sebagai pemandu diwakt u gelap didarat maupun dilaut.Apabila bintang-bintang itu tenggelam,maka nyarislah orang-orang yang mencari pedoman tersesat.[Ahmad no.12189] Setelah fatwa-fatwa ini ditampilkan maka saya berpendapat bahwa seyogyanya setiap muslim yang jujur dan ikhlas mengamalkan isinya.Ia wajib menyadari bahwa kebenaran itu tidak akan diketahui kecuali melaui ahlinya,tetapi tokoh-tokoh tersebut hanya dapat diakui apabila mereka menampilkan kebanaran.Apabila ditemukan beberapa orang yang mengaku punya ilmu memberikan fatwa tidak lah berarti bahwa fatwa yang mereka kemukakan itu benar sebelum fatwanya itu diuji dengan Al Quran dan Sunnah Nabi Shalallahu alaihi wa sallam .Apabila fwata-fatwa itu sesuai dengannya ,hal itu baik.Akan tetapi ,kalau tidak sesuai dengannya maka janganlah kita ambil.Allah berfirman: v Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benarbenar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya [Surat An Nisa:59]

Setiap muslim TIDAK patut mengambil keterangan yang masih samar untuk menolak kebenaran karena langkah seperti ini pengaruhnya sangat berbahaya terhadap nasib seorang muslim didunia dan akhirat.Allah berfirman: v Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan[Surat Yunus:36] Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Sunnguh yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas.Diantara keduanya terdapat banyak hal yang samar.Kebanyakan manusia tidak mengetahui hal-hal yang samar in.Kebanyakan manusia tidak mengetahui hal-hal yang samar itu.Barangsiapa menjauhkan diri dari hal-hal yang samar maka ia telah menyelamatkan agamanya dan kehormatannya.[Bukhari no.52 Kitabul Ilm; Muslim no.1599 Kitabul Masaqaat] Saya memohon kepada Allah agar menjadkan usaha kami ini sebagai amal yang ikhlash karenaNya dan memberi petunjuk kepada kami dan Anda sekalian pada jalan yang Dia cintai dan ridhai.

Khalid Al Juraisiy

Catan kaki; [1] Inilah pendahuluan dari penyusun kitab dengan diringkes

Seri tour the Fatwa 02 Abu Ismail @ Dzulqoidah 1424H Email: apriadi27@yahoo.com ===================================================== Judul Asli : Al Fatawaa Asy Syariyyah Fil Masaail Al Ashriyyah min Fatawaa Ulamaa Al Balaadil Haraami Penyusun Khalid al Juraisy Edisi Indonesia: Fatwa Kontenporer Ulama Besar Tanah Suci Tauhid- Syirik - & Bidah

Penerjemah :Usta. Muhammad Thalib Penerbit :Media Hidayah ,cet.1 September 2003 ==