Anda di halaman 1dari 17

ASSURANCE SERVICES

rangkuman matakuliah : PENGAUDITAN 2

ASSURANCE SERVICES
ASSURANCE SERVICES
Konsep asurance services meliputi audit yang telah di laksanakan sesuai dengan statements on auditing standard dan jasa pelaporan khusus, atestasi, serta review dan kompilasi. Jasa kompilasi merupakan bagian dari kategori assurance services yang baru karena jasa ini memberikan informasi penting bagi pemngambik keputusan, sekalipun tidak ada keyakinan eksplisist yang di berikan mengenai realibilitas informasi itu.

DEFINISI ASSURANCE SERVICES


Laporan dari AICPA Special Committee On Assurance Services mendefinisikan assurance services Assurance services adalah jasa-jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi, atau konteksnya, bagi pengambil keputusan. Assurance services dapat membantu orang-orang mengambil keputusan yang lebih baik dengan meningkatkan informasi yang terwsedia bagi mereka. Karena itu, assurance services dapat: mengambil informasi dengan menggunakan alat-alat pengukuran yang ada atau dapat disempurnakan meningkatkan realiabilitas informasi dengan mengurangi risiko informasi yang berkaitan dengan keputusan itu. Ini mungkin berada dalam lingkup jasa audit serta atestasi dan bersifat independen dari pengambil keputusan meningkatkan relevansi informasi yang di gunakan dalam pengambilan keputusan, sehingga dapat mengarahkan pada keputusan yang lebih baik dan meningkatkan hasil organisasi. Aspek assurance services ini berbeda dengan model jasa atestasi yang sudah dibahas. DUNIA JASA AKUNTAN PUBLIK

konsultasi
kompilasi

internasional
perpajakan

teknologi

keyakinan Audit/ atestasi

Perencanaan keuangan

Independensi telah tertanam dalam definisi assurance services. Para pemakai akan mendapatkan nilai dari kenyataan bahwa akuntan publik tidak mempunyai kepentingan dengan informasi itu selain dari kegunaannya. Assurance services merupakan jasa profesional yang mewajibkan Akuntan publik menaati standar kompetensi profesional, kemahiran jabatan, perencanaan dan supervisi serta data relevan yang mencukupi Jasa atestasi (misalnya, audit, review atau penugasa atestasi lain) melibatkan pemberian kesimpulan tertulis yang meneguhkan realiabilitas informasi tertulis yang di gunakan oleh pihak ketiga. Pada umumnya, ada tiga pihak yang terlibat dalam penugasan tersebut: pihak yang menyiapkan informasi dan menentukan isi informasi, pihak yang menggunakan informasi itu, dan akuntan publik. Independensi disyaratkan oleh standar seerti GAAS atau standar atestasi, dan akuntan publik menyiapkan laporan tertulis yang menyatakan kesimpulannya. Pada akhir spektrum ini, penugasan konsultasi umumnya merupakan penugasan dua pihak, yaitu antara akuntan publik dan kliennya. Tujuan penugasan konsultasi (consulting engagement) adalah untuk meningkatkan hasil organisasi. Setiap penugasan dirancang khusus dan akuntan publik akan menentukan isi informasi dan laporannya pada suatu penugasan konsultasi. Independensi tidak di wajibkan, tidak ada keyakinan eksplisit yang diberikan, dan laporan dapat berbentuk tertulis atau lisan. Rekomendasi dalam suatu penugasan konsultasi tidak diukur terhadap kriteria yang telah ditetapkan seperti standar GAAP, OCBOA atau COSO tentang pengendalian internal. Didalam spektrum assurance services terletak antara penugasan atestasi dan penugasan konsultasi. Sasaran assurance services adalah pengambilan keputusan yang lebih baik, independensi keyakinan, termasuk dalan devinisi itu, bukan di tentukan oleh standar profesional. Pada saat publik cenderung memusatkan perhatian pada peningkatan relevansi informasi, bukan hanya pada reliabilitasnya. Kriteria yang di gunakan selama penugasan biasanya akan disesuaikan dengan kebutuhan pengambilan keputusan, bukan menggunakan satu kriteria yang sesuai untuk semua GAAP dan OCBOA. Penugasan keyakinan lebih bersifat fleksibel dari pada penugasan atestasi: informasi dapat dikembangkan baik oleh akuntan publik ataupun oleh entitas yang membuat asersi: dan isi informasi dapat ditentukan baik oleh akuntan publik, penyusun maupun pemakai. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting, karena istilah keyakinan menyiratkan beberapa formulir atau laporan dimana akuntan publik akan memberikan kesimpulan yang independen tentang informasi. Akan tetapi, disini tidak diperlukan laporan tertulis. Beberapa tema utama mengalir ke dalam pekerjan AICPA Special Committee On Assurance Services yakni teknologi informasi fokus pelanggan lingkungan kompetitif untuk assurance services independensi keyakinan pengembangan standar keyakinan dalam bentuk kriteria pengukuran dan pelaporan

perbandingan jasa atestasi, keyakinan dan konsultasi


Hasil Atestasi Kesimpulan tertulis tentang relialibititas asersi tertulis dari pihak lain Keyakinan Informasi yang lebih baik bagi pengambil keputusan. Rekomendasi dapat menjadi produk sampingan Pengambilan keputusan yang lebih baik Umumnya tiga (meskipun penyusun dan pemakai dapat di pekerjakan oleh entitas yang sama); akuntan publik dibayar oleh penyusun atau pemakai Termasuk dalam definisi Keyakinan tentang reliabilitas atau relevansi informasi: kriteria dapat ditetapkan, dinyatakan, atau tidak dinyatakan Beberapa bentuk komunikasi Baik akuntan publik ataupun aserter Penyusun, akuntan publik, atau pemakai Fleksibel: misalnya dapat merupakan tingkat kompilasi, keyakinan yang eksplisit tentang kegunaan informasi untuk tujuan yang dimaksudkan, atau implisit dari keterlibatan akuntan publik Konsultasi Rekomendasi berdasarkan tujuan penugasan

Tujuan Pihak-pihak yang terlibat dalam penugasan

Independensi Substansi keluaran akuntan publik

Informasi yang dapat diandalkan Tidak ditetapkan, tetapi umumnya tiga(pihak ketiga biasasnya eksternal); akuntan publik umumnya di bayara oleh penyusun laporan Disyaratkan oleh standar Sesuai dengan kriteria yang di tetapkn atau dinyatakan

Hasil yang lebih bai Umumnya dua: akuntan publik di bayar oleh pemakai

Tidak disyaratkan Rekomendasi: tidak diukur terhadap kriteria formal

Bentuk keluaran akuntan publik Informasi penting yang di kembangkan oleh Isi informasi yang ditentukan oleh Tingkat keyakinan

Tertulis Aserter Penyususn (klien) Pemeriksaan, review, atau prosedur yang di sepakati bersama

Tertulis atau lisan Akuntan publik Akuntan publik Tidak ada keyakinan yang eksplisit

TEKNOLOGI INFORMASI DAN ASSURANCE SERVICES


Ada beberapa kecenderungan teknologi informasi (TI) yang mempunyai implikasi penting bagi akuntan publik yang memberikan assurance services. Bebrapa kecenderungan penting yang diidentifikasi oleh AICPA special committee on assurance services yaitu: Akan lebih mudah untuk menarik, memproduksi, melacak, dan menganalisis informasi. Teknologi informasi berguna untuk mempermudah penarikan dan pengendalian informasi. Banyak aspek kunci dari pengendalian internal menggunakan TI dan penggunaan teknologi seperti XBRL telah mempermudah pengambilan keputusan untuk melacak informasi. Kecenderungan ini memberikan nilai yang tinggi bagi kemampuan

akuntan publik untuk menemukan informasi yang relevan dan menganalisis informasi dalam konteks pengambilan keputusan. Teknologi sekuriti akan terus meningkat. Skema proteksi database memberikan akses hanya pada orang-orang yang berwenang. Dengan semakin meningkatnya teknologi sekuriti, lebih banyak orang akan mempunyai kemampuan untuk memperoleh akses ke informasi yang relevan bagi pengambilan keputusan, dan perusahaan yang terlibat dalam aliansi strategik akan memperoleh akses yang terbagi atas informasi. Sekuriti atau pengam,anan data semakin meningkat dapat mempermudah perusahaan karena tersedia akses bagi masyarakat investasi ke data base yang menyediakan informasi tentang perusahaan secara real-time TI akan mempercepat pergeseran kekuasaan dari mereka yang menyiapkan informasi ke mereka yang menggunakan informasi. Laporan keuangan dewasa ini adalah bersifat satu untuk- semua dimana penyusun dan auditor menyiapkan suatu laporan tunggal bagi banyak pengambil keputusan. Teknologi TI dapat membuat model yang berlaku saat ini menjadi usang, dan penting bagi akuntan publik. Akses data dapat menggantikan pelaporan. TI mengurangi biaya untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola informasi serta mempermudah untuk menghubungkan produk-produk informasi dengan pengambil keputusan melalui jaringan kerja. TI akan memungkinkan perusahaan untuk beralih dari mengirimkan atau melaporkan informasi ke investor dan kreditor menjadi memberi akses tertentu yang terbatas kepada mereka, yaitu pada bagian-bagian terpilih dari data base entitas, yang mempermudah pengembilan keputusan yang lebih baik bagi mereka yang menggunakan informasi itu TI dapat mengubah hubungan diantara pemberi keyakinan dan penyusun serta pemakai informasi. Apabila para pengambil keputusan mempunyai akses ke data base, bukan hanya akses ke informasi yang termasuk dalam laporan tahunan atau 10 K, maka mereka masih menginginkan keyakinan atas realibilitas informasi itu. Karena TI mengubah hubungan diantara entitas dan pelanggan, kreditor, investor, serta analis, maka hal itu dapat mempercepat pengembangan model-model keyakinan baru.

TEKNOLOGI INFORMASI DAN PELUANG BAGI ASSURANCE SERVICES


Karena pengambilan keputusan semakin mengendalkan pada TI untuk mendukung kebutuhan pengambilan keputusan, maka mereka mempunyai kebutuhan yang lebih besar akan keyakinan atas sistem dan pengendalian. Pengambilan keputusan yang mampu secara langsung menyadap data base suatu entitas akan sangat berkepentingan dengan realiabilitas sistem yang menciptakan data base itu. Pertumbungan pertukaran data elektronik juga akan meningkatkan permintaan akan keyakinan tentang sistem dan pengendalian. Pengambil keputusan cenderung mempunyai kebutuhan akan jenis-jenis informasi baru. Riset yang dilakukan AICPA special Committee on assurance services sudah menunjukkan adanya permintaan akan informasi tentang risiko yang dihadapi oleh pengambil keputusan, bersama dengan informasi yang lebih baik tentang kinerja dan apakah suatu entitas telah mencapai tujuannya, serta tentang mutu sistem yang menghasilkan informasi ini. Pengambilan keputusan mungkin juga memerlukan bantuan perantara yang dapat membantu melakukan navigasi di lautan data. Masalah utama yang dihadapi banyak pengambil keputusan adalah adanya informasi tidak relevan yang berlebihan. Akuntan publik dapat menolong

pengambilan keputusan dengan membantu menyusun kerangka model keputusan yang sesuai dan mengembangkan informasi yang tepat untuk model-model itu. Alur waktu dari keyakinan mungkin juga berubah. Karena pemakai mendapatkan akses langsung ke data, maka mereka mungkin menginginkan keyakinan pada waktu selain dari akhir tahun atau kuartal. Apabila pemakai secara rutin mempunyai akses real time ke data bases, maka mereka mungkin memerlukan keyakinan data yag berkesinambungan.

FOKUS PELANGGAN
Assurance services memuasatkan perhatian pada mereka yang mengambil keputusan berdasarkan informasi dan menggunakan temuan akuntan publik untuk mengambil keputusan. Dalam bebrapa kasus, pelanggan adalah klien tradisional dan dalam kasus lain pelanggan adalah pemakai informasi yang diberikan akuntan publik. Ketika mempertimbangkan assurance services, adalah penting untuk menentukan konsumen akhir dari informasi, tidak hanya klien yang membayar jasa itu karena, konsumen akhirlah yang menciptakan permintaan akan jasa itu. AICPA sepecial committee on assurance services melaporkan bahwa peranan tradisional akuntan publik dalam memenuhi kebutuhan pengambil keputusan telah dibatasi. Akuntan publik telah memusatkan perhatian pada risiko yang sempit (risiko audit dan komponennya) memusatkan perhatian pada ukuran kinerja yang sempit (ukuran keuangan historis) melaporkan kepada beberapa pemegang saham yang sempit (manajemen puncak, investor, dan kreditor) memandang sempit sistem informasi (sistem berdasarkan transaksi keuangan historis internal) namun, banyak dari assurance services baru yang direkomendasikan oleh komite akan banyak memperluas peran tradisional akuntan publik dengan melibatkan akuntan publik pada rentang informasi yang jauh lebih luas, yang ditujukan guna membantu organisasi dan pemegang sahamnya mengembil keputusan yang lebih baik

LINGKUNGAN KOMPETITIF UNTUK ASURANCE SERVICES


AICPA assurance services melaporkan bahwa selama periode 1989 sampai 1995 pendapatan dari jasa akuntansi dan auditing tradisional bagi 60 kantor akuntan terbesar jumlahnya daftar saja, berdasarkan penyesuaian-inflasi. Kekuatan penting lain yang mengubah lingkungan saat ini untuk jasa akuntansi dan auditing adalah sebagai berikut. substitusi teknologi. Perangkat lunak terus mengambil alih jasa-jasa yang mudah seperti pembukuan sederhana dan penyusunan laporan keuangan kehilangan pangsa pasar. Laporan keuangan tidak lagi menjadi sumber utama informasi keuangan bagi banyak pengambil keputusan. Banyak pemberi pinjaman mengambil keputusan kredit berdasarkan teknik skor kredit yang terkomputerisasi, dan banyak investor lebih menggandalkan pada laporan para analis keuangan, dari pada menuntut kaporan keuangan yang telah diaudit atau direview meningkatkan kecanggihan klien dan pemakai. Banyak perusahaan besar dan pemakai mempunyai karyawan yang berprofesi sebagai akuntan publik. Dengan semakin

canggihnya entitas ini, mereka dapat melaksanakan sendiri jenis-jenis pengikhtisaran dan analisis data yang biasa mereka berikan kepada kantor akuntan publik Pesaing Model assurance service yang baru adalah jenis dimana akuntan publik harus bersaing dengan profesional lain dan menjadi yang pertama memasarkan jasa berkualitas. AICPA Special Committee On Assurance Service menguraikan karakteristik berikut berkaitan dengan para pesaing yang mungkin ada di pasar ini. Bermodal Besar Pesaiang yang besar mampu mendapatkan sejumlah besar modal hutang atau ekuitas guna membiayai teknologi yang unggul, periklanan, atau menciptakan jaringan jasa yang besar. Tidak Terhambat Oleh Peraturan Akuntan Publik Daya saing akuntan publik dapat dibatasi oleh undang-undang negara bagian yang mengatur jenis-jenis penugasan yang dapat diterima seorang akuntan publik, jenis honor yang dapat di bebankan atau jenis laporan yang diterbitkan Gesit Persaing baru mungkin lebih gesit dalam memanfaatkan peluang baru. Mereka mungkin lebih bersedia memikul risiko, dan bergerak lebih cepat dibandingkan akuntan publik yang berada dalam proses penetapan standar saat ini. Pakar Suatu Masalah Seorang akuntan publik yang tidak yang tidak memiliki pengetahuan industri yang signifikan, atau akses ke pengetahuan industri yang mendalam, akan mengalami kelemahan kompetitif dibandingkan dengan pakar lain yang lebih memahami risiko bisnis yang dihadapi oleh organisasi atau faktor-faktor persaingan yang penting. Penyedia Informasi Dengan Data Base Atau Sistem Terpasang Yang Besar Persaingan untuk menyediakan informasi dan membantu pengambil keputusan dapat berasal dari organisasi yang memiliki akses ke data base atau pengetahuan publik atau pemilik modal. Persaingan juga dapat berasal dari organsisasi yang menyediakan sistem komputer dan memberikan konsultasi mengenai rancangan sistem informasi. Sertifikat Dari Disiplin Lain Profesional lain juga mendapatkan manfaat dari penunjukan profesional. Para profesional yang mendapatkan sertifikat dari American Society Of Appraisers saat ini sangat dibutuhkan di pasaran untuk melaksanakan penilaian usaha. Keunggulan Kompetitif Akuntan Publik Keunggulan kompetitif dimana mereka mampu mengangkat diri dari ke posisi yang mendominasi pasar. Penasihat Bisnis Yang Dipercaya Banyak klien memandang akuntan publik sebagai penasihat bisnis mereka yang dapat di percaya. Akuntan publik menikmati reputasi yang kuat dari segi interitas dan objektifitas.

Independensi Profesi akuntan publik mempunyai reputasi untuk bersikap independensi berdasarkan tradisinya dan aturan dalam Code Of Profesional Conduct. Independensi seringkali dinilai tinggi oleh pengambil keputusan yang memerlukan nasihat yang tidak memihak. Akses Ke Klien Akuntan publik mempunyai akses yang tidak ada bandingannya ke semua tingkat organisasi. Auditor mempunyai pemahaman yang unik atas suatu organisasi dan kebutuhannya. Pengetahuan ini, digabungkan dengan reputasi independensi, merupakan keunggulan kompetitif yang kuat. Memperhatikan Kepentian Masyarakat Akuntan publik sudah lama mempunyai tradisi menyeimbangkan kepentingan klien dan kepentingan masyarakat. Kepentingan publik dan masyarakat yang secara umum mengakui bahwa akuntan publik bersikap independen dan tidak memihak. Sistem Pengendalian Mutu Di Tempat Akuntan publik berpraktik dalam organisasi yang memiliki peer review internal dan sistem pengendalian mutu guna memastikan bahwa jasa telah diberikan secara kompeten. Kesadaran pengendalian dari suatu kantor akuntan yang menerapkan falsafah pengendalian mutu dapat memberikan nilai tentang komitmen kantor itu terhadap mutu, meskipun setiap jasa itu tidak mendapat peer review.

INDEPENDENSI KEYAKINAN (ASSURANCE)


Konsep pertimbangan yang independen merupakan bagian dari definisi assurance services. Kode prilaku profesional mencakup definisi independen untuk audit dan atestasi; namun banyak assurance services meluas di luar lingkup penugasan yang dilaksanakan sesuai dengan SASs, SSAEs dan SSARSs. Akibatnya, laporan dari AICPA special committee on assurance services mendefiniskan independensi keyakinan Independensi keyakinan (Assurance Independence) adalah tidak adanya kepentingan yang menciptakan risiko penyimpangan material yang tidak dapat diterima berkenaan dengan mutu atau konteks informasi yang menjasi pokok dari penugasan keyakinan (Assurance) Konsep risiko dan materialitas bukan merupakan barang baru bagi auditor tetapi konsep risiko dan materialitas tidak jarang diterapkan pada pembahasan tentang independensi. Menurut definisi ini, risiko penyimpangan material yang tidak dapat diterima akan ada jika seseorang yang bernalar logis dan memiliki pengetahuan tentang kepentingan pemberi keyakinan atas informasi itu dapat menyimpulkan bahwa objektivitas pemberi keyakinan telah menurun. Suatu konteks yang penting untuk mengevaluasi independensi adalah Informasi Yang Menjadi Pokok Dari Penugasan Keyakinan. Independensi adalah suatu fungsi dari risiko penyimpangan yang material berkaitan dengan informasi yang menjadi pokok penugasan keyakinan.

PENGEMBANGAN STANDAR ASSURANCE SERVICES


Standar profesional telah dikembangkan untuk memberikan perlakuan dan kriteria yang konsisten atas transaksi pelaporan dan laporan keuangan dan untuk memberi pedoman bagi

profesional dalam memberi atestasi atas informasi itu. Standar-standar ini dikembangkan dalam suatu proses yang cermat, yang mungkin memerlukan waktu cukup lama dari penentuan kebutuhan akan standar sampai penerbitan standar yang relevan. Proses penetapan standar tradisional (Traditional Standard Setting Process) untuk mengembangkan exposure draft dan mempertimbangkan dengan cermat alternatif-alternatif, perlu dilakukan dengan lambat dalam suatu lingkungan dimana sasarannya adalah standar yang sesuai untuk semua orang. Akan tetapi, assurance services dirancang untuk menanggapi kebutuhan pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang berbeda mungkin mempunyai kebutuhan yang juga berbeda, dan kriteria untuk assurance services akan efektif jika hal itu disarankan atas kebutuhan pelanggan. AICPA Special Committee On Assurance Services merekomendasikan pendekatan yang lebih responsif untuk mengembangkan kriteria assurance services yang baru. Komite ini berpendapat bahwa exposure draf dan proses pemberian komentar dapat lebih efisien dengan menerbitkan naskah terbitan atau exposure draf di Word Wide Web serta mengumpulkan masukan melalui bulletin board, pertemuan elektronik di balai kota, dan dialog secara on-line antara penyusun standar serta mereka yang ingin memberikan komentar, atau mengajukan pertanyaan tentang kriteria pengukuran dan pelaporan yang diusulkan. Komite itu juga merasa bahwa perubahan fundamental untuk mengembangkan kriteria pengukuran dan pelaporan akan menggunakan metode pengembangan standar berulang atau iteratif. Menurut proses penetapan standar berulang, standar akan segera diterbitkan setelah nilai dapat diberikan kepada pengambil keputusan dengan harapan bahwa perbaikan akan menyusul dan bahkan sering dilakukan. Ini serupa dengan model pengembangan perangkat lunak di mana sebuah perusahaan perangkat lunak mengeluarkan versi 1.0 ke pasar, kemudian menerima umpan balik dari pelanggn, memperbaiki produk, serta kemudian mengeluarkan versi selanjutnya. Proses perbaikan ini tidak akan pernah selesai dalam pasar yang bersaing atau kompetitif. Assurance services executive committee bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengkomunikasikan peluang assurance services yang baru bagi akuntan publik, yaitu peluang untuk memberikan jasa profesional independen baru yang meningkatkan mutu informasi, atau konteksnya, bagi pengambil keputusan. Jika standar kinrja diperlukan, maka satuan tugas itu bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan bekerja sama dengan komite teknis senior yang tepat atau badan lain guna membantu perumusan jika standar kinerja berasal dari bidang terakhir. Pada awal tahun 2000 Assurance Services Executive Committee mempunyai dua satuan tugas yang berbeda pada berbagai proyek. Elektronik Commerce Services Development Taks Force bertanggung jawab untuk mengembangkan assurance services e-commerce dan memberikan pedoman bagi praktisi untuk memberikan jasa tersebut. badan ini juga bertanggung jawab mengembangkan kriteria pengukuran untuk menilai integritas dan keamanan dari jaringan kerja e-commerce, pedoman kinerja serta pelaporan untuk jasa-jasa akuntan publik, dan rencana untuk mengkomunikasikan konsep jasa itu kepada para praktisi. Elektronik Commerce Service Development Task Force terlibat secara aktif dalam pengembangan prinsip dan kriteria baik untuk penugasan CPA WebTrustsm maupun Cpa SysTrustsm

CONTOH PENUGASAN ASSURANCE SERVICES


Prinsip dan kriteria telah dikembangkan untuk dua assurance services yang berkaitan dengan ecommerce dan reliabilitas sistem. Yakni: CPA WebTrust sm CPA SysTrust sm Peluang Assurance Services lain yang tidak melibatkan prinsip dan kriteria spesifik, mencakup: Jasa penilaian risiko Jasa pengukuran kinerja Jasa ElderCare

ASSSURANCE SERVICES DENGAN PRISNSIP DAN KRITERIA YANG DIKEMBANGKAN CPA WebTrust sm
Pertumbuhan Word Wide Web telah diikuti dengan banyaknya perusahaan yang menggunakan web untuk melaksanakan bisnis, pada kedua pasar, dan menjaual produk mereka kepada pelanggan. Akan tetapi, banyak pelanggan merasa bahwa risiko melakukan bisnis secara elektronik melebihi manfaat dari e-commerce. Risiko ini mencakup: praktik privasi bisnis dan informasi entitas; yaitu apakah entitas itu mengungkapkan praktik bisnis dan informasinya untuk transaksi e-commerce dan melaksanakan transaksi sesuai dengan praktik yang diungkapkan integritas transaksi: yaitu apakah entitas itu menyelenggarakan pengendalian yang efektif guna memberikan keyakinan yang memadai bahwa transaksi pelanggan, dengan menggunakan e-comerce, telah lengkap dan ditagih sebagaimana yang disetujui. Proteksi informasi: yaitu apakah entitas itu menyelenggarakan pengendalian yang efektif guna memberikan keyakinan yang memadai bahwa informasi pribadi pelanggan yang diperoleh sebagai hasil dari e-commerce telah dilindungi dari pamakaian yang tidak berkaitan dengan bisnis entitas itu.

PRINSIP WebTrust sm
PRINSIP WebTrust sm Praktik privasi bisnis dan informasi PENJELASAN DAN KRITERIA CONTOH Entitas mengungkapkan praktik privasi dan informasinya untuk transaksi e-commerce dan melaksanakan transaksi sesuai dengan praktik yang diungkapkannya Kriteria contoh entitas mengungkapkan informasi deskriptif tentang sifat barang yang akan dikirimkan atau jasa yang akan diberikan, termasuk, tetapi tidak terbatas pada yang berikut: a. kondisi barang (yaitu, apakah barang itu baru, bekas, atau diolah kembali b. uraikan jasa ( atau kontrak jasa) entitas mengungkapkan syarat dan konsisi dimana entitas mekasanakan transaksi e-commerce, termasuk, tetapi tidak terbatas pada berikut: a. kerangka waktu untuk menyelesaikan transaksi (transaksi berarti pemenuhan pesanan saat barang dijual dan pemberian jasa saat suatu jasa diberikan) entitas mengungkapkan pada situs webnya (dan/ atau dalam informasi yang

Integrasi transaksi

Proteksi informasi

diberikan bersama produk itu) tempat pelanggan dapat memperoleh jaminan, jasa reparasi, dan dukungan yang berkaitan dengan barang serta jasa yang di beli di situs web entitas mengungkapkan dalam situs webnya praktik privasi informasinya Entitas menyelenggarakan pengendalian yang efektif untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa transaksi pelanggan dengan menggunakan e-commerce telah diselaikan dan ditagih sebagaimana yang disepakati. Kriteria contoh: entitas menyelenggarakan pengendalian guna memberikan keyakinan yang memadai bahwa : a. setiap permintaan atau transaksi telah dicek ketepatan dan kelengkapannya b. pemberitahuan positif telah diterima dari pelanggan sebelum transaksi diproses entitas menyelenggarakan pengendalian untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa a. harga jual dan semua biaya/honor lain telah disajikan untuk pelanggan sebelum memproses transaksi b. transaksi telah ditagih dan secara elektronis diselesaikan sebagaimana yang disepakati Entitas menyelenggarakan pengendalian yang efektif untuk memebrikan keyakinan yang memadai bahwa informasi pribada pelanggan yang diperoleh sebagai hasil dari e-commerce telah dilindungi dari penggunaan yang tidak berkaitan dengan bisnis entitas. Kriteria conto. entitas menyelenggarakan pengendalian untuk melindungi pengiriman informasi pribadi pelanggan melalui internet dari penerima yang tidak dimaksudkan entitas menyelenggarakan pengendalian untuk melindungi informasi pribadi pelanggan yang diperoleh sebagai hasil dari e-commerce dan disimpan sistemnya dari pihak luar

Di amerika serikat, penugasan WebTrustsm dilaksanakan sebagai suatu penugasan atestasi menurut AICPA statement on standards for Attestation Engagements (SSAE) no. 1 Attestation Standards. Klien WebTrustsm membuat asersi mengenai apakah hal itu memenuhi prinsip serta kriteria WebTrustsm dan tentang praktik bisnisnya, pengendalian internalnya yang berkaitan dengan pelaksanaan transaksi sebagaimana yang disepakati bersama pelanggan dengan menggunakan e-commerce, serta pengendalian internalnya yang berkaitan dengan privasi informasi pelanggan. Akuntan independen kemudian menerbitkan laporan atestasi atas asersi manajemen. Laporan itu meliputi paragraf ruang lingkup, yang relatif standar, diikuti oleh paragraf tentang pembatasan inheren yang membahas risiko bahwa kekeliruan atau kecurangan dapat terjadi serta tidak terdeteksi dan risiko bahwa temuan masa lalu mungkin tidak berlaku untuk semua periode , karena risiko perubahan yang mungkin dalam (1) sistem atau pengendalian, (2) persyaratan pemrosesan, atau (3) perubahan lain yang diperlukan dengan berlalunya waktu. Akhirnya keyakinan bisa di berikan dalam bentuk pendapat atas asersi manajemen tentang prinsip dan kriteria webtrust

CPA SysTrust sm
Tren saat ini dalam praktik bisnis meliputi jasa outsourching yang penting bagi organisasi, tetapi bukan merupakan bagian dari kompetensi inti organsasi itu. Organisasi itu juga terlibat dalam

aliansi strategis agar lebih efisien dan efektif dalam mencapai sasaran organisasional. Ketika organisasi memasuki aliansi, kemitraan, perjanjian join venture, dan pengaturan outsourcing ini, mereka mempunyai kekhawatiran tentang reliabilitas data serta informasi yang mereka bagi bersama. Prinsip SysTrust sm menyatakan empat karakteristik yang luas yang berkaitan dengan reliabilitas sistem ketersediaan sistem; apakah sistem itu tersedia untuk operasi dan digunakan pada waktu ditetapkan dalam pernyataan atau perjanjian keamanan sistem: apakah sistem itu dilindungi terhadap akses fisik dan logis yang tidak berwenang integritas sistem; apakah pemrosesan sistem itu lengkap, akurat, tepat waktu, dan diotorisasi kemampuselenggaraan sistem: apakah sistem itu dapat dimutakhirkan apabila di perlukan dengan cara yang terus memberikan ketersediaan, keamanan, dan integritas sistem. Untuk setiap prinsip, kriteria disusun menjadi tiga kategori. Kategori yang pertama adalah komunikasi, yang menyatakan apakah entitas mempunyai tujuan, kebijakan dan standar kinerja yang telah ditentukan untuk setiap prinsip. Kategori kedua adalah prosedur, yang menyatakan apakah entitas menggunakan prosedur, orang-orang, perangkat lunak, data, dan infrastruktur untuk mencapai setiap prinsip. Kategori terakhir adalah pemantauan, yang menyatakan apakah suatu entitas memantau sistem dan mengambil tindakan untuk mencapai ketaatan terhadap prinsi-prinsip tersebut. Menurut AICPA/CICA CPA SysTrust sm Principle And Criteria For System Peliability version 1.0, akuntan publik dapat melaporkan atas salah satu dari berikur: asaersi manajemen bahwa mereka menyelenggarakan pengendalian yang efektif atas reliabilitas sistem selama periode yang diliputi oleh laporan itu masalah pokok- yaitu, efektifitas pengendalian atas reliabilitas sistem selama periode yang diliputi oleh laporan itu. Jika salah satu atau lebih kriteria belum tercapai, maka praktisi dapat mengeluarkan laporan wajar dengan pengecualian atau tidak wajar. Namun, ketika menerbitkan laporan wajar dengan pengecualian atau tidak wajar, praktisi harus melaporkan langsung pada masalah pokoknya, bukan asersi. Karena konsep reliabilitas sistem bersifat dinamis dan bukan statis, maka laporan systrust akan selalu mencakup periode waktu historis sebagai kebalikan dari titik waktu. Walaupun penentuan periode yang tepat harus menjadi pertimbangan akuntan publik dan entitas pelapiran, namun laporan AICPA/CICA tentang prinsip dan kriteria menyatakan bahwa periode pelaporan yang kurang dari tiga bulan umumnya tidak akan dianggap bernilai Laporan itu terdiri dari paragraf pendahuluan yang menyatakan asersi manajemen tentang perinsip dan kriteria SysTrust sm. Paragraf itu juga menyatakan dengan jelas mengenai lingkup pekerjaan, tanggung jawab akuntan independen, dan standar profesional yang akan diikuti. Suatu paragraf menyatakan keterbatasan inheren dari penugasan, dan akhirnya akuntan independen memberikan keyakinan salam bentuk pendapat atas asersi manajemen tentang prinsip serta kriteria SysTrust sm

Prinsip dan kriteria SysTrust sm


Prinsip SysTrust Ketersediaan: sistem itu tersedia untuk operasi dan digunakan pada waktu yang ditentukan dalam pernyataan atau perjanjian tingkat jasa Keamanan: sistem itu dilindungi terhadap akses fisik dan logis yang tidak diotorisasi
sm

Integritas: pemrosessan sistem telah lengkap, akurat, tepat waktu, dan diotorisasi

Kemampuselenggaraan: sistem itu dapat dimutakhirkan apabila diperlukan dengan cara yang terus memberikan ketersediaan, keamanan, dan integritas sistem

Kriteria SysTrust yang luas 1. entitas mendefinisikan dan mengkomunikasikan tujuan, kebijakan, dan standar kinerja untuk ketersediaan sistem 2. entitas memanfaatkan prosedur, orang-orang , perangkat lunak, data, dan infrastruktur untuk mencapai tujuan keersediaan sistem sesuai dengan kebijakan dan standar yang ditetapkan 3. entitas memantau sistem dan mengambil tindakan untuk mencapai ketaatan pada tujuan, kebijakan, dan standar ketersediaan sistem 1. entitas telah mendefinisikan dan mengkomunikasikan tujuan, kebijakan, dan standar kinerja untuk sekuriti atau keamanan sistem 2. entitas memanfaatkan prosedur, orang-orang, perangkat lunak, data, dan infrastruktur untuk mencapai tujuan keamanan sistem sesuai dengan kebijakan dan standar yang ditetapkan 3. entitas memantau sistem dan mengambil tindakan untuk mencapai ketaatan pada tujuan, kebijakan dan standar keamanan sistem 1. entitas telah mendefinisikan dan mengkomunikasikan tujuan, kebijakan, dan standar kinerja untuk sekuriti atau keamanan sistem 2. entitas memanfaatkan prosedur, orang-orang, perangkat lunak, data, dan infrastruktur untuk mencapai tujuan keamanan sistem sesuai dengan kebijakan dan standar yang ditetapkan 3. entitas memantau sistem dan mengambil tindakan untuk mencapai ketaatan pada tujuan, kebijakan dan standar keamanan sistem 1. entitas telah mendefinisikan dan mengkomunikasikan tujuan, kebijakan, dan standar kinerja untuk sekuriti atau keamanan sistem 2. entitas memanfaatkan prosedur, orang-orang, perangkat lunak, data, dan infrastruktur untuk mencapai tujuan keamanan sistem sesuai dengan kebijakan dan standar yang ditetapkan 3. entitas memantau sistem dan mengambil tindakan untuk mencapai ketaatan pada tujuan, kebijakan dan standar keamanan sistem

sm

PELUANG KEYAKINAN LAIN


Dua peluang keyakinan yaitu keyakinan atas penilaian risiko dan keyakinan atas pengukuran kinerja bisnis, mencerminkan jasa bernilai tambah yang merupakan perluasan alami dari audit laporan keuangan. ElderCare mungkin merupakan perluasan dari jasa pajak dan perencanaan keuangan yang diberikan oleh akuntan publik.

KEYAKINAN ATAS PENILAIAN RISIKO Laporan dari AICPA special committee on assurance services mendefinisikan risiko sebagai ancaman bahwa suatu peristiwa atau tindakan akan berpengaruh buruk terhadap kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan bisnisnya dan melaksanakan strateginya secara berhasil Tujuan dari penugasan keyakinan atas penilaian risiko dapat meliputi semua jasa berikut: identifikasi dan penilaian risiko potensial utama yangdihadapi oleh perusahaan atau entitas penilaian independen atas risiko yang diidentifikasi oleh entitas

evaluasi atas sistem entitas untuk mengidentifikasi dan membatasi risiko

laporan AICPA Special Committee On Assurance Services menyatakan hal-hal berikut sebagai cara yang berguna untuk mengklasifikasi risiko bisnis entitas Risiko Lingkungan Strategis ancaman faktor-faktor eksternal yang luas dari perusahaan, termasuk perubahan selera dan pilihan pelanggan, penciptaan prosukprosuk pengganti, atau perubahan lingkungan kompetitif, arena politik, atura/ peraturan hukum, dan ketersediaan modal Risiko Operasi ancaman dari proses bisnis yang tidak efektif atau tidak efisien untuk mengakuisisi, mentransformasi, dan memasarkan barang serta jasa, termasuk kerugian fisik, keuangan, informasi, intelektual, atau aktiva berdasarkan pasar, kerugian pasar atau peluang pasar, dan hilangnya reputasi Risiko Informasi ancaman dari penggunaan informasi yang bermutu buruk untuk pengambilan keputusan operasi, keuangan atau strategi dalam perusahaan, dan memberikan informasi yang menyesatkan kepada pihak luar.

KEYAKINAN ATAS PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN


Tujuan dari penugasan keyakinan atas pengukuran kinerja perusahaan adalah memberikan keyakinan (Assurance) mengenai penggunaan ukuran keuangan dan nonkeuangan oleh organisasi untuk mengevaluasi efektifitas serta efisiensi aktivitasnya. Ukuran kinerja ini dapat digunakan untuk menilai kinerja pada setiap tingkat dalam organisasi tersebut atau dapat menilai kinerja entitas secara kese3luruhan. Ukuran kinerja juga dapat digunakan untuk mengevaluasi bagaimana organisasi beroperasi dalam kaitannya dengan organisai lain pada industri yang sama. Laporan AICPA Special Committee On Assurance Services membahas spektrum jasa-jasa yang dapat di berikan akuntan publik. Setiap jasa harus dilaksanakan sebagai penugasan terpisah atau bebrapa jasa dapat digabungkan menjadi satu penugasan. Jasa-jasa yang potensial adalah sebagai berikut: Bagi organisasi yang mempunyai sistem pengukuran kinerja menilai reliabilitas informasi yang dilaporkan dari sistem pengukuran kinerja organisasi menilai relevansi ukuran kinerja (yaitu, seberapa baik hal itu menginformasikan mnajemen tentang pencapaian tujuan kinerja yang telah mereka tetapkan) Bagi organisai yang tidak mempunyai sistem pengukuran kinerja mengidentifikasi ukuran kinerja yang relevan membantu merancang dan menerapkan sistem pengukuran kinerja Bagi semua organisasi memberikan nasihat tentang bagaimana organisasi dapat meningkatkan sistem pengukuran kinerja dan hasil-hasil aktualnya. Sistem kartu-skor seimbang yang diusulkan oleh kaplan dan norton telah menerima banyak perhatian sebagai suatu sistem ukuran kinerja alternatif. Menurut pendekatan kartu-skor seimbang (balance scorecard system) suatu entitas mengembangkan tujuan pada masingmasing dari empat area : (1) persepektif pelanggan (2) perspektif internal,(3) perspektif inovasi dan (4) perspektif keuangan. Entitas itu kemudian mengembangkan ukuran kinerja yang relevan dengan tujuannya.

Perspektif pelanggan dirancang untuk mengembangkan indikator utama yang efektif dari pendapatan organisasi. Salah satu tujuan organisasi mungkin adalah meningkatkan pangsa pasar dan strategi entitas yang spesifik mungkin melibatkan peningkatan kepuasan pelanggan, pengembangan produk baru, atau akuisisi pesaing. Akuntan publik dapat menilai apakah entitas itu telah mengembangkan ukuran kinerja oprasi dan keuangan bagi masing-masing strategi Perspektif internal memusatkan perhatian pada proses inti dalam organisai seperti produksi, pemberian jasa, atau aktivitas penentuan merek produk. Perspektif pelajaran dan inovasi memusatkan perhatian pada kemampuan entitas untuk menumbuhkan dan memperluas kapabilitasnya. Perspektif keuangan memusatkan perhatian pada ukuran keuangan tradisional untuk kepentingan investor dan kreditor, pengembalian atas ekuitas, atau ukuran likuiditas seperti kemampuan entitas untuk melunasi hutang masa berjalan dengan arus kas operasi

Pendekatan kartu-skor seimbang pada pengukuran kinerja


Perspektif Pelanggan Contoh tujuan a. mutu prosuk b. c. kepuasan pelanggan akuisisi pelanggan baru Contoh ukuran a. ukuran klaim jaminan b. ihktisar evaluasi produk oleh agen peringkat independen c. ukuran penyerahan tepat waktu d. survei kepuasan pelanggan e. laporan pelanggan baru menurut peringkat volume aktivitas atau marjin laba kotor Contoh ukuran a. waktu siklus produyk b. cacat perjuta c. permintaan transaksi yang tidak dipenuhi Contoh ukuran a. persentase pendapatan dari produk baru b. jumlah sasaraan yang di ajukan dan diterapkan Contoh ukuran a. pendapatan menurut bauran produk b. pengembalian atas investasi c. pembangkit arus kas

Persfektif Internal Contoh tujuan a. efisiensi pabrikasi b. efektivitas pabrikasi c. efektivitas jasa Perspektif Inovasi Contoh tujuan a. inovasi produk Perspetif Keuangan Contoh tujuan a. tujuan pendapatan b. tujuan keuangan secara keseluruhan

CPA ElderCare
Tujuan dari penugasan CPA ElderCare adalah meyakinkan anggota keluarga bahwa mereka yang berusia lanjut dan tidak lagi mampu untuk independen secara total akan menerima jenis perawatan yang mereka perlukan. CPA ElderCare dapat menghasilkan tiga jenis penugasan yang berbeda 1. Penugasan Atestasi, seperti atestasi ketaatan dimana akuntan publik melaksanakan pengujian atas asersi fasilitas perawatan kesehatan yang sesuai dengan peraturan atau kebijakan yang telah ditetapkan. Selain itu akuntan publik juga dapat melaksanakan atestasi prosedur yang dispakati bersama dimana akuntan publik menerbitkan suatu

laporan prosedur dan temuan yang berkaitan dengan kinerja pemberian perawana yang dapat diukur . jasa atestasi juga dapat mencakup review atas kinerja keuangan dari suatu perwalian sesuai dengan AR 100 2. Jasa-Jasa Langsung, seperti membayar tagihan untuk masing-masing orang berusia lanjut atau memastikan bahwa pendapatan yang diharapkan akan diterima dalam proses mengelola masing-masing rekening bank orang berusia lanjut. Melaksanakan jasa langsung untuk seorang klien berusai lanjut dapat megganggu independensi berkaitan dengan jasa lain untuk klien itu. 3. Jasa Konsultasi, seperti membantu orang lanjut usia atau keluarga mereka dalam menentukan rentang perumahan dan perawatan alternatif. Jasa konsultasi juga dapat mencakup pelaksanaan jasa-jasa seperti membantu anggota keluarga memantau jasa perawatan hubungan perwakilan

Jasa CPA ElderCare


ASSURANCE SERVICES Keuangan a. review dan laporan atas transaksi keuangan b. pengujian untuk ketaatan pembuat asersi pada kriteria yang ditetapkan c. review ktivitas investasi dan perwakilan d. audit kalkulasi pihak ketiga, seperti pensiun, asuransi dan pembayaran annuitas e. review laporan dari fidusier non keuangan a. mengukur dan melaporkan tentang kinerja pemberi perawatan terhadap sasaran yang ditetapkan b. mengevaluasi dan melaporkan kinerja pihak luar lain, seperti kontraktor JASA LANGSUNG Keuangan a. menerima, menyetorkan, dan memperhitungkan penerimaan kien b. memastikan pendapat yang diharapkan diterima c. melakukan pengeluaran yang tepat d. menyerahkan klaim kepada perusahaan asuransi e. mengkonfirmasi ketepatan tagihan pemberi perawatan dan penggantian yang layak f. melindungi orang lanjut usia dengan mengendalikan buku cek dan aktiva lain g. memberikan perencanaan pajak penghasilan dan menyiapkan SPT pajak h. memberikan penyiapan SPT pajak untuk hadiah i. menyiapkan spt pajak karyawan untuk petugas perawatan dan bantuan rumah tangga lain non keuangan a. mengatur pengangkutan, rumah tangga, dan jasa lain b. mengelola real estat dan properti lain c. mengunjungi dan melaporkan orang lanjut usia atas nama anak-anak yang tempat tinggalnya jauh JASA KONSULTASI Keuangan Perencanaan ElderCare untuk a. kebutuhan perumahan dan jasa pendukung b. kompetensi yang menurun c. kematian atau kecacatan dari salah satu atau kedua pasangan d. biaya alternatif untuk masyarakat pensiunan dan perumahan lain e. alternatif perumahan dan perawatan f. jasa yang tersedia dalam masyarakat g. perencanaan estat perencanaan fidusier untuk:

a. keuangan atas nama pengacara b. perawatan kesehatan atas nama pengacara c. kepenjagaan d. perwalian e. surat waris yang berlaku f. pengarahan medis lanjutan evaluasi atas opsi pembiayaan perawatan kesahatan untuk: a. medicalcare dan medicaid b. asuransi TLC c. asuransi medigap d. HMO e. Anuitas f. Penyelesaian asuransi sakramen g. Hipotik balik h. Penjualan/lease kembali rumah i. Rekening pengeluaran yang fleksibel Non keuangan Fasilitas keluarga a. menengahi/ arbitrase perselisihan keluarga b. memberikan obyektivitas pada masalah yang sangat emosional c. bertindak sebagai penengah antara orang tua dan anak jasa koordinasi dukungan perawatankesehatan a. memimpin tim perawatan kesehatan, hukum, dan profesional lain jasa konsultasi lain a. membantu keluarga memantau perawatan b. menetapkan standar perawatan yang diharapkan c. mengkomunikasikan pengharapan kepada pemberi perawatan d. membuat sistem pengukuran kinerja