Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI AKTIVITAS BIOKIMIA BAKTERI

Oleh : Afifi Rahmadetiassani Rika Safira Rifky Cahyo Oktavianto Ely Akbar Dita Rahayu 083112620150008 083112620150026 083112620150010 083112620150017 083112620150001

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI DAN GENETIKA FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS NASIONAL JAKARTA 2011

AKTIVITAS BIOKIMIA BAKTERI

I. Tujuan Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui berbagai macam aktivitas atau reaksi biokimia yang dapat dilakukan oleh bakteri dan untuk mengidentifikasi suatu jenis mikroba yang belum diketahui. II. Tinjauan Pustaka Bakteri memiliki berbagai aktivitas biokimia dengan menggunakan nutrisi yang diperoleh dari lingkungan sekitarnya. Transformasi biokimia dapat timbul didalam dan diluar dari bakteri yang diatur oleh enzim. Setiap bakteri memiliki kemampuan dalam menggunakan enzim yang dimilikinya untuk degradasi karbohidrat, lemak, protein, dan asam amino, metabolisme ini biasanya menghasilkan produk yang dapat digunakan untuk identifikasi dan karakterisasi bakteri. Pada prinsipnya pengamatan aktivitas biokimia atau metabolisme mikroorganisme yang diketahui dari kemampuan mikroorganisme untuk menggunakan dan menguraikan molekul yang kompleks dan molekul-molekul sederhana. Selain itu, metabolisme seringkali menghasilkan hasil sampingan yang dapat digunakan untuk identifikasi (Ramaisyah, 2011). Aktivitas metabolisme tidak terlepas dari adanya enzim. Berdasarkan tempat bekerjanya, bakteri memiliki juga jenis enzim yaitu endoenzim dan eksoenzim. Endoenzim yaitu enzim yang berkerja dalam sel. Sistem endoenzim selain bersifat anabolik dapat juga bersifat katabolik, sedangkan eksoenzim yaitu enzim yang disekresikan ke luar sel dan berdifusi ke dalam media. Sebagian besar eksoenzim bersifat hidroliktik, yang berarti bahwa eksoenzim menguraikan molekul kompleks menjadi molekul yang molekul-molekul yang lebih sederhana. Molekul-molekul yang lebih kecil ini kemudian dapat memasuki sel dan digunakan untuk kepentingan sel (Waluyo, 2004). Uji-uji biokimia yang biasanya dipakai dalam kegiatan identifikasi bakteri atau mikroorganisme yang antara lain, uji TSIA, uji Voges-Proskauer, uji Merah Metil, uji

Indol dan lain-lain. Pengujian biokimia merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam dunia mikrobiologi (Lim, 1998). Uji TSIA (triple sugar iron agar) digunakan untuk membedakan kelompok atau genus Enterobacter, perbedaan tersebut didasarkan atas perbedaan dalam fermentasi karbohidrat dan produksi hidrogen sulfida oleh beberapa kelompok bakteri intestinal, uji indol digunakan untuk menguji adanya konversi triptofan menjadi produk metabolit dan mengalami oksidasi oleh bakteri dengan aktivitas enzimatik. Kemampuan menghidrolisis triptofan dengan memproduksi indol bukan merupakan karakteristik semua mikroorganisme, dengan begitu berarti dapat digunakan sebagai penanda biokimia (Cappucino, 2001). Uji MR (Metyl Red), yaitu pH indikator akan mendeteksi adanya konsentrasi produk akhir asam dalam jumlah tinggi. pH asam rendah stabil dan dipelihara oleh E. coli pada akhir inkubasi. Selama periode inkubasi akhir, E. aerogens mengubah asam ini menjadi produk akhir non asam seperti 2, 3-butanediol dan asetil-metilkarbinol yang secara enzimatik (Cappucino, 2001). Voges-Proskauer dicirikan oleh kemampuan beberapa organisme untuk memprodukasi produk akhir netral atau non asam (Cappucino, 2001). III. Alat, Bahan dan Cara Kerja bakteri yang telah 7. Medium gula (air pepton

Alat dan Bahan : 1. Biakan disediakan 2. Medium Starch Agar 3. Lugol 4. Lampu spirtus 5. Jarum inokulasi 6. Medium Nutrien Gelatin dengan gula glukosa, laktosa, maltosa, manitol dan sakarosa) 8. Medium TSIA 9. Medium SIM 10. Reagen Kovacks 11. Medium MR-VP 12. Indikatror merah metil 13. Reagen Barritts

14. Medium Sitrat 15. Medium Tryticase Soy Agar Cara Kerja : 1. Hidrolisis Pati a. Agar. b. c. d. 2.

16. Larutan H203 3% 17. Medium Skim Milk

Bakteri yang telah disediakan diinokulasi ke dalam medium Starch Bakteri diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam. Larutan lugol ditetesi di atas medium. Diamati dan dicatat apa yang terjadi.

Hidrolisis Protein

a. Bakteri yang telah disediakan diinokulasi ke dalam medium Skim Milk. b. Bakteri diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam. c. Diamati dan dicatat apa yang terjadi. 3. Hidrolisis Gelatin a. Bakteri yang telah disediakan diinokulasi ke dalam medium Nutrien Gelatin. b. Bakteri diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam. c. Didiamkan di dalam lemari es selama 30 menit. d. Diamati dan dicatat apa yang terjadi. 4. Fermentasi Gula a. Bakteri yang telah disediakan diinokulasi ke dalam masing-masing medium gula: Medium glukosa, kapas penutup tabung berwarna kuning Medium laktosa, kapas penutup tabung berwarna ungu Medium maltosa, kapas penutup tabung berwarna merah

Medium manitol, kapas penutup tabung berwarna hijau Medium sakarosa, kapas penutup tabung berwarna biru b. Bakteri diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam. c. Diamati dan dicatat apa yang terjadi. 5. Reaksi TSIA (Triple Sugar Iron Agar) a. Bakteri yang telah disediakan diinokulasi ke dalam medium TSIA. b. Bakteri diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam. c. Diamati dan dicatat apa yang terjadi. 6. Reaksi Indol a. Bakteri yang telah disediakan diinokulasi ke dalam medium SIM. b. Bakteri diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam. c. Ditambahkan 3 tetes reagen Kovaks. d. Diamati dan dicatat apa yang terjadi. 7. Reaksi Merah Metil a. Bakteri yang telah disediakan diinokulasi ke dalam medium MR-VP. b. Bakteri diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam. c. Ditambahkan 3 tetes indikator merah metil. d. Diamati dan dicatat apa yang terjadi. 8. Reaksi Voges Proskauer a. Bakteri yang telah disediakan diinokulasi ke dalam medium MR-VP. b. Bakteri diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam. c. Ditambahkan 3 tetes reagen Barritts dan dibiarkan selama 5 15 menit. d. Diamati dan dicatat apa yang terjadi.

9. Reaksi Sitrat a. Bakteri yang telah disediakan diinokulasi ke dalam medium Sitrat. b. Bakteri diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam. c. Diamati dan dicatat apa yang terjadi. 10. Tes Katalase a. Bakteri yang telah disediakan diinokulasi ke dalam medium Trypticase Soy Agar. b. Bakteri diinkubasi pada suhu 37C selama 24 jam. c. Ditetesi larutan H2O2 3%. d. Diamati dan dicatat apa yang terjadi. IV . Hasil dan Pembahasan

Uji Aktivitas Biokimia Bakteri Hidrolisis Pati Hidrolisis Gelatin Fermentasi Gula a. Glukosa b. Laktosa c. Maltosa d. Manitol e. Sakarosa Merah Metil Voges - Proskauer Indol (+) , tanpa gas (-) , tanpa gas (+) , tanpa gas (-) , tanpa gas (-) , tanpa gas Cincin kuning (-) Cincin kuning (-) Berflagel, cincin kuning (-) Sitrat TSIA Hijau (-) Hanya glukosa (merah/ kuning) Bacillus subtillis Tidak terhidrolisis (-) Beku (-)

Jenis Bakteri Pseudomonas Isolat Tanah 1 Isolat Tanah 2 auroginosa Tidak terhidrolisis (-) Beku (-) Terhidrolisis (+) Beku (-) Terhidrolisis (+) Beku (-)

(-) , tanpa gas (-) , tanpa gas (-) , tanpa gas (-) , tanpa gas (-) , tanpa gas Cincin kuning (-) Cincin merah (+) Tidak berflagel, cincin kuning (-)

(-) , tanpa gas (-) , tanpa gas (-) , tanpa gas (-) , tanpa gas (-) , tanpa gas Cincin kuning (-) Cincin merah (+) Tidak berflagel, cincin kuning (-) Biru (+) Tidak meragikan semua gula (merah/ merah) Tidak ada zona bening (-) Terdapat gelembung (+)

(+) , ada gas (-) , tanpa gas (+) , tanpa gas (-) , tanpa gas (+) , tanpa gas Cincin kuning (-) Cincin merah (+) Berflagel, cincin kuning (-)

Biru (+) Hanya glukosa (merah/ kuning)

Hijau (-) Tidak meragikan semua gula (merah/ merah) Tidak ada zona bening (-) Terdapat gelembung (+)

Hidrolisis Protein Katalase

Tidak ada zona bening (-) Terdapat gelembung (+)

Tidak ada zona bening (-) Terdapat gelembung (+)

Metabolisme merupakan reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada makhluk hidup. Proses metabolisme dibedakan menjadi dua jenis yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme (Biosintesis) yaitu reaksi biokimia yang merakit molekul-molekul sederhana menjadi molekul-molekul yang lebih kompleks. Misalnya pembentukkan protein dari asam amino. Secara umum proses anabolik membutuhkan energi. Sedangkan katabolisme yaitu reaksi biokimia yang memecah atau menguraikan molekul-molekul kompleks menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana. Proses katabolik melepaskan energi yang dibutuhkan oleh sel (Waluyo, 2004). Pada praktikum yang telah dilakukan, didapat hasil : Uji hidrolisis Pati menunjukkan bahwa medium tidak terhidrolisis oleh bakteri Basillus subtilis dan Pseudomonas auroginosa , hal ini ditunjukkan dengan adanya warna biru-ungu pada saat di tetesi oleh larutan lugol, dan pada bakteri tanah 1 dan bakteri tanah 2, menunjukkan warna bening/tidak ada perubahan warna yang berarti pati sudah terhidrolisis sempurna, dan bakteri tanah mempunyai enzim amilase. Uji Hidrolisis Gelatin menunjukkan hasil negatif pada ke-empat bakteri yang diujikan. Hal tersebut dibuktikan oleh medium yang tetap beku setelah dikeluarkan dari kulkas, yang berarti gelatin tidak terhidrolisis / bakteri tidak mempunyai enzim gelatinase Uji Fermentasi Gula menunjukkan aktivitas bakteri :

Bacillus subtilis : pada larutan Glukosa dan larutan Maltosa terdapat gas dan warna larutan berubah menjadi kuning (+), yang berarti proses fermentasi hanya bisa dilakukan oleh glukosa dan maltosa, dan larutan lainnya tidak terdapat gas dan tidak terjadi perubahan warna (-)

Pseudomonas auroginosa: tidak terjadi fermentasi, hal ini ditunjukkan tidak adanya perubahan warna dan keberadaan gelembung.

Isolat tanah 1 : tidak terjadi fermentasi pada semua larutan gula, dilihat tidak ada perubahan dalam tabung.

Isolate tanah 2 : terjadi fermentasi, hal ini ditunjukkan adanya warna kuning pada larutan Glukosa dan Maltosa. Dan adanya gelembung pada larutan glukosa. Sedangkan pada larutan lainnya tetap berwarna ungu.

Uji Merah-Metil yang dilakukan pada keempat bakteri menunjukkan hasil negatif, hal ini ditunjukkan dengan adanya cincin kuning pada larutan medium setelah diberi indikator Merah-Metil, yang berarti bakteri hasil akhir bakteri tersebut bukan asam organik, sehingga pH larutan tidak menjadi asam. Uji Voges-proskauer menunjukkan Cincin kuning pada bakteri Bacillus subtilis, dan menunjukkan cincin berwarna merah pada bakteri Pseudomonas auroginosa dan ke-2 bakteri isolat tanah. Hal ini menunjukkan bahwa Pseudomonas auroginosa dan ke-2 bakteri isolat tanah tersebut dapat mengkonversi asam menjadi asetil metil karbinol, keberadaan senyawa tersebut dapat dideteksi dengan reagen Barrits sehingga membentuk senyawa kompleks berwarna merah muda. Uji Indol : pada ke-4 bakteri yang di ujikan menunjukkan hasil negatif, hal ini ditunjukkan dengan adanya cincin berwarna kuning pada permukaan medium setelah ditetesi reagen Kovacs, yang berarti pada ke-4 bakteri tersebut tidak ada yang mempunyai enzim triptofanase. Uji Motilitas : Pada uji ini dilihat pergerakan bakteri setelan ditanam kedalam medium SIM/LIM. Hasil yang didapat adalah Pseudomonas aurogenosa dan isolat bakteri tanah 1 tidak berflagel, sedangkan Bacillus subtilis dan isolat bakteri tanah 2 berflagel. Pergerakan bakteri ditunjukkan dengan persebaran bakteri yang menjalar kearah samping menjauhi titik tanam, sedangkan bakteri yang tidak berflagel hanya tumbuh di titik tanam. Uji Sitrat : Bacillus Subtilis dan isolat bakteri tanah 2 menunjukkan hasil negatif (hijau), sedangkan Pseudomonas aurogenosa dan isolat bakteri tanah 1 mempunyai hasil positif (biru). Hal ini menunjukkan bahwa bakteri mempunyai

enzim sitrat permiase yang merubah asam sitrat menjadi asam piruvat dan CO2 setelah masuk kedalam dan dikonversikan dalam sel. Uji TSIA : Pada uji ini didapat hasil Bacillus subtilis dan Pseudomonas auroginosa hanya meragikan glukosa, hal ini ditandai dengan warna merah/kuning pada lapisan medium. Sedangkan pada isolat bakteri tanah 1 & isolat bakteri tanah 2 tidak meragikan semua gula, hal ini ditunjukkan dengan adanya warna merah/merah pada lapisan medium Uji Hidrolisis Protein : Pada ke empat bakteri uji menunjukkan hasil negatif, hal ini ditandai dengan tidak adanya zona bening pada medium skim milk, yang menandakan keempat bakteri tidak mempunyai enzim protease. Uji katalase : Pada uji ini ke-empat bakteri menunjukan hasil positif, hal ini ditunjukkan dengan adanya pembentukkan gelembung setelah di tetesi larutan H2O2 3%. Hal ini berarti semua bakteri uji mempunyai enzim katalase

DAFTAR PUSTAKA Cappucino, J. dan N. Sherman. Microbilogy A Laboratory Manual. Sixth edition. Benjamin Cumings. San Francisco. 2001. Lim, D. 1998. Microbiology. WCB Mcgraw-Hill. Missouri. Noverita, Ramaisyah. R. Widowati, Yulneriwarni dan Darnely. Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Fakultas Biologi Universitas Nasional. Jakarta. 2009. Aktifitas Biokimia Mikroorganisme. http://rgmaisyah.wordpress.com/2009/05/10/aktivitas-biokimiamikroorganisme/. Tanggal Akses 8 Mei 2011. Waluyo, L. 2004. Mikrobiologi Umum. Universitas Muhamadiyah Malang: Malang

LAMPIRAN

Gambar 1. Hidrolisis protein

Gambar 2. Reaksi Merah metil. Positif terdapat cincin merah, negatif terdapat cincin kuning

Gambar 3. Reaksi Voges-Proskauer. Positif terdapat cincin merah sedangkan negatif berwarna kuning

Gambar 4. Fermentasi gula. Berwarna ungu yang tidak dapat memfermentasi gula sedangkan warna kuning dapat memfermentasikan gula

Gambar 5. Reaksi TSIA

Gambar 6. Tes katalase

Gambar 7. Reaksi Indol. Negatif berwarna kuning dan positif berwarna merah