Anda di halaman 1dari 17

IDENTITAS Judul Tujuan Tanggal Kelompok 8 : Titrasi Argentometri cara Mohr : Menentukan kadar Cl- sebagai NaCl dalam sampel

air laut. : Selasa, 31 Mei 2011 : Kadek Sony Restiawan I Ketut Suarta Ni Putu Tia Ratnasari Jurusan Fakultas I. : Pendidikan Kimia : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (0913031024) (0913031026) (0913031027)

DASAR TEORI Indonesia merupakan negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri atas lautan. Air laut

mengandung 3,5% garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. Garam-garaman utama yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%) dan sisanya (kurang dari 1%) teridiri dari bikarbonat, bromida, asam borak, strontium dan florida. Tiga sumber utama garam-garaman di laut adalah pelapukan batuan di darat, gas-gas vulkanik dan sirkulasi lubanglubang hidrotermal (hydrothermal vents) di laut dalam.

Adapun garam-garam yang terkandung adalah seperti yang telah diuraikan di atas. Titrasi argentometri ini dibedakan berdasarkan atas indikator yang digunakan. Untuk dapat dijadikan indicator.(aq) + Ag+(aq) ↔ AgCl(s) Ksp = 1.5% garam. Titrasi argentometri metode Mohr menggunakan larutan kalium kromat (K2CrO4) sebagai indikator. konsentrasi kalium kromat harus ditentukan dengan cermat agar tidak terjadi reaksi antara ion kromat dengan titran sebelum ion klorida habis bereaksi dengan titran. Cl. dkk. karena metode Mohr biasanya dipergunakan untuk mengendapkan ion-ion perak.7 x 10-12 2. Agar tidak terjadi reaksi antara indikator dengan titran sebelum ion klorida habis maka perlu ditentukan dengan pasti konsentrasi ion kromat yang digunakan. tiosianat. Metode Mohr .blogspot. Pada kondisi ini tercapai titik akhir titrasi.2 x 10-10 Ksp = 1. Berdasarkan data hasil kali kelarutan maka pada titik ekivalen konsentrasi ion perak sama dengan konsentrasi ion klorida yaitu: . menggunakan indikator larutan Fe+3 3. Setelah ion klorida habis bereaksi maka akan terjadi reaksi antara ion perak dengan ion kromat dari indikator. Mula-mula akan terbentuk endapan AgCl karena adanya reaksi ion klorida pada titrat dengan ion perak pada titran.Gambar di atas merupakan diagram kandungan garam air laut yang memperlihatkan bahwa air laut terdiri dari 3. Berdasarkan indikator yang digunakan maka titrasi argentometri dibedakan menjadi tiga yaitu: 1. menggunakan indikator adsorpsi seperti fluoresein (C20H12O5) dan tetrabromo fluoresein(C20H8Br4 O5) (Selamat. (Sumber: http://oseanografi. 2008) Untuk menentukan kandungan klorida sebagai NaCl dalam air laut digunakan titrasi argentometri metode Mohr. Titrasi argentometri disebut juga titrasi pengendapan karena proses titrasi tersebut mengakibatkan terbentuknya endapan. Berikut ini reaksi yang terjadi pada titrasi argentometri metode Mohr: 1. Reaksi antara ion kromat dengan titran ini akan mengakibatkan perubahan warna pada endapan menjadi merah kecoklatan. Metode Fajans. Metode Volhard. dan ion-ion halogen yang salah satunya adalah ion klorida. menggunakan indikator kalium kromat 2.com/2005/07/salinitas-air-laut.html) Untuk menentukan kandungan klorida dalam air laut dapat dilakukan dengan titrasi argentometri. CrO42-(aq) + 2Ag+(aq) ↔ Ag2CrO4(s) Dari persamaan reaksi tersebut terlihat bahwa terjadi pengendapan bertingkat.

35 ×10 ) 1. Dalam suasana asam.0071 M Pada prakteknya digunakan konsentrasi ion kromat sekitar 2.35 x 10-5 M Pada kondisi ini maka konsentrasi ion kromat yang diperlukan agar endapan Ag2CrO4 terjadi tepat pada titik ekivalen adalah: [CrO4-] = [CrO4-] = K sp Ag 2 CrO 4 [Ag + ] 2 (1. pH 6. ion kromat sebagian berubah menjadi Cr2O7-2 dan dalam suasana basa.1. Akibat selanjutnya adalah titik akhir menjadi tidak tajam.2008).5– 9.0.dkk. Alat dan Bahan Tabel 1. menyebabkan terbentuknya endapan AgOH yang lebih lanjut akan terurai menjadi Ag2O sehingga titran yang diperlukan akan menjadi lebih banyak. sehingga titik akhir titrasi dapat diamati dengan jelas (Selamat.[Ag+] = [Cl-] = K sp A l gC = 1 2 ×0 . Titrasi dengan cara Mohr harus dilakukan dalam suasana netral atau dengan sedikit alkalis. Adapun alasan dipilihnya titrasi argentometri cara Mohr dikarenakan titrasi argentometri cara mohr ini merupakan titrasi yang langsung bereaksi dengan analit sehingga akan mengurangi kesalahan yang dapat ditimbulkan oleh II. Daftar Nama Alat No Nama Alat 1 Kaca arloji 2 Spatula 3 Batang pengaduk Ukuran Jumlah 2 buah 1 buah 1 buah .(aq) + H2O(l) Basa : 2Ag+(aq) + 2OH-(aq) ↔2AgOH(s) ↔Ag2O(s) + H2O(l) Selama titrasi Mohr.5 x 10-3M.29 ×10 -12 -5 2 [CrO4-] = 0. larutan diaduk dengan baik untuk menghindari terjadinya kelebihan titran secara lokal. METODE II. Hal ini dapat menyebabkan indikator mengendap sebelum titik ekivalen tercapai dan oklusi oleh endapan AgCl yang terbentuk kemudian.8 1 -1 0 = 1. Reaksi yang terjadi pada suasana asam dan basa dapat dituliskan sebagai berikut: Asam: 2H+(aq) + 2CrO4-2(aq) ↔ Cr2O72.

dalam sampel air laut . b. 25.2. 2.4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Neraca analitik Gelas kimia Gelas kimia Labu ukur Labu ukur Labu ukur Pipet tetes Pipet volumetri Buret Statif dan klem Corong Labu erlenmeyer Gelas ukur 100 mL 250 mL 100 mL 250 mL 500 mL 25 mL 50 mL kecil 250 mL 10 mL 1 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 set 1 buah 3 buah 1 buah Tabel 2.1 M 0. 2. Daftar Nama Bahan No 1 2 3 4 5 6 Nama Bahan Kristal AgNO3 Kristal NaCl Larutan K2CrO4 Larutan NaHCO3 Aquades Sampel air laut pelabuhan Konsentrasi 0. 4. Penetapan normalitas AgNO3 a. Dititrasi dengan larutan AgNO3 sampai larutan berwarna merah dan catat volume titran yang digunakan.0 mL larutan standar NaCl dimasukkan ke dalam erlenmeyer (gunakan pipet volume). Ditambahkan 2-5 tetes indikator K2CrO4 dan 5 tetes larutan NaHCO3 (agar larutan alkalis).1 N Jumlah 4.925 gram kristal NaCl ditimbang dan dilarutkan dengan aquades dalam labu takar 500 mL. (ulangi titrasi di atas untuk tiga kali pengulangan).25 gram kristal AgNO3 ditimbang dan dilarutkan dengan aquades dalam labu takar 250 mL.925 gram Secukupnya Secukupnya Secukupnya Secukupnya II.1 M 1% 0. Prosedur Kerja 1. Membuat larutan standar a. Penetapan kadar Cl. b. 3.25 gram 2.

Sampel air laut (mengandung ion Cl-) diambil dari pantai pelabuhan sebanyak 10 mL dan disaring kemudian diencerkan 50 kali hingga volumenya menjadi 0. HASIL PENGAMATAN DAN DISKUSI III.5 L. Prosedur Kerja 1.2500 gram dilarutkan dalam 250 mL aquades ditimbang dan dilarutkan dengan aquades dalam labu takar 250 mL.a. III. b. . 4.25 gram kristal AgNO3 Hasil Pengamatan Ditimbang kristal AgNO3 sebanyak 4.sebagai NaCl dalam sampel air laut tersebut. Titrasi larutan tersebut dengan larutan standar AgNO3 sampai terjadi warna merah dan catat volume titran yang digunakan (ulangi titrasi ini sampai 3 kali pengulangan). Membuat larutan standar a.925 gram kristal NaCl Kristal ditimbang sebanyak 1. c. d. 2.00 mL sampel air laut di atas dimasukkan ke dalam erlenmeyer (gunakan pipet volume) dan tambahkan 2-5 tetes indikator K2CrO4 1% dengan melarutkan 0. Tabel Hasil Pengamatan No. 25. Ditentukan kadar Cl.4639 gram dalam 250 ditimbang dan dilarutkan mL aquades dengan aquades dalam labu takar 500 mL.1. HASIL PENGAMATAN Tabel 1. b.5 gram dalam 50 mL aquades.

25. indikator K2CrO4 dan 5 NaHCO3 (agar larutan alkalis). .2. Penetapan normalitas AgNO3 c.0 mL larutan standar Larutan NaCl berwarna bening + 4 tettes K2CrO4 NaCl dalam Ditambahkan tetes larutan dimasukkan ke larutan menjadi kuning erlenmeyer + NaHCO3 larutan menjadi kuning pudar 2-5 tetes (gunakan pipet volume).

Larutan di atas (c) dititrasi Dari tiga kali titrasi didapatkan data sebagai berikut: Titrasi keI II III Total: Rata-rata: Volume titrat (mL) 25.5 .72 mL 25. (ulangi titrasi di atas untuk tiga kali pengulangan). pantai pelabuhan sebanyak 10 mL dan disaring kemudian diencerkan 10 kali hingga volumenya menjadi 100 mL b.d.72 25. 3. Sampel air laut Sampel air laut di pelabuhan diencerkan dari 10 mL (mengandung diambil dari ion Cl-) menjadi 100 mL.00 25.57 mL dengan larutan AgNO3 sampai larutan berwarna merah dan catat volume titran yang digunakan.69 25. 25.31 76.dalam sampel air laut a.00 25.00 mL sampel air laut Air laut berwarna bening + K2CrO4 1% larutan menjadi kuning bening di atas dimasukkan ke dalam erlenmeyer (gunakan pipet volume) dan tambahkan 2-5 tetes indikator dengan K2CrO4 melarutkan 1% 0. Penetapan kadar Cl.00 Volume titran (mL) 25.

048 ekiv/L 1 ekiv/mol M Cl.048 M Adapun konsentrasi sampel air laut sebelum diencerkan adalah sebagai berikut: 1 1 2 2 M xV =M xV .00 25.gram dalam 50 mL aquades.048 mol/L = 0.048 N 1 ekiv/mol 0.098 N Ntitrat = 12.23 mL dengan AgNO3 volume ini larutan sampai titran 3 standar terjadi yang kali warna merah dan catat digunakan (ulangi titrasi sampai pengulangan). d.098 N L 25.28 36.21 12.68 mL 12.23 mL x 0.00 Volume titran (mL) 12.00 25.048 N N=nxM M= M= M= N n 0.00 m L sebagai NaCl sampel air laut tersebut. Kadar Cl- ditentukan dalam Ekivalen titrat = ekivalen titran Vtitrat x Ntitrat = Vtitran x Ntitran 25 mL x Ntitrat = 12. Larutan di atas (b) dititrasi Dari tiga kali titrasi didapatkan data sebagai berikut: Titrasi keI II III Total: Rata-rata: Volume titrat (mL) 25. Ntitrat = 0.= 0.19 12.23 m ×0. c.

2 0.48 M x 0. sehingga kandungan NaCl pada sampel air laut adalah Kandungan NaCl = m assa (g) volum e(L) NaCl = 28.5 g/mol volume larutan = 10 mL = 0. dalam 10 mL sampel air laut mengandung 0.2808 gram Jadi.48 M Mr NaCl = 58.48 mol/L x 0.2808 gram NaCl.048 M x 100 mL = M x 10 mL 2 M = (0.01 L Mol = 0.0048 mol Mol = massa Mr Massa = mol x Mr Massa = 0.5 gram/mol Massa = 0.48 M Persentase kemurnian NaCl dalam air laut dapat dihitung sebagai berikut: [Cl-] = 0.048 M x 100 mL)/10 mL 2 M = 0.08 gram/Liter Adapun persentase (b/v)NaCl adalah sebagai .0048 mol x 58.01 L Mol = 0.01 L % kemurnian NaCl dalam sampel air laut [ Cl-] = mol volume Mol = [Cl-] x volume Mol = 0.

8 gram/mol = mol x massa molar = Volume x Molaritas x massa molar = 0. adapun massa yang diperlukan dapat dihitung sebagai berikut: .pembuatan larutan indicator K2CrO4 1%.2500 gram sehingga secara teoritis konsentrasi dari larutan AgNO3 yang dibuat adalah 0.1 M.8 gram/mol = 4.1 N diketahui dari perhitungan berikut: Konsentrasi AgNO3 = 0. b.2500 gram Dalam penimbangan diperoleh massa dari Kristal AgNO3 sebanyak 4. Sebelum sampel dianalisis dilakukan beberapa tahap diantaranya yaitu membuat larutan standar AgNO3. Pembuatan larutan NaCl Konsentrasi larutan NaCl yang dibuat pada praktikum kali ini adalah 0.1 N. larutan NaCl.25 L Massa molar AgNO3 Massa AgNO3 = 169.2500 gram AgNO3 dalam 250 mL. Massa AgNO3 yang diperlukan untuk membuat larutan 0. Larutan AgNO3 dibuat dengan melarutkan sebanyak 4.2.25 L x 0. a. sampel air laut diambil dari pantai pelabuhan untuk mengetahui kadar Cl sebagai NaCl yang terdapat pada sampel tersebut. penetapan normalitas AgNO3.1 N. 1 mol/L x 169.1 N = 0. Sampel air laut itu diambil langsung dari lokasi dekat dengan muara sungai (tukad Buleleng) kira-kira 10 m dari muara sungai tersebut. Pembuatan larutan standar AgNO3 Larutan AgNO3 dibuat dengan normalitas 0.berikut % b/v NaCl = 2.1 M (karena AgNO3 merupakan basa valensi 1) Volume larutan yang dibuat = 250 mL = 0. Pembahasan Pada percoban yang telah dilakukan. penetapan kadar Cl dalam air laut.808 % III.

5 gram/mol = mol x massa molar = Volume x Molaritas x massa molar = 0.1 M Volume larutan yang dibuat = 250 mL = 0.1 N = 0.25 L x 0.10009 N.5 gram/mol = 1.4986 gram sehingga %b/p dari K2CrO4 yang sebenarnya adalah: % b/v = berat zat (gram) ×100% pelarut (mL) %b/v = 0.25 L Massa molar NaCl Massa NaCl = 58.10009 molar maka normalitas NaCl adalah 0.Konsentrasi NaCl = 0.4639 gram sehingga konsentrasi larutan NaCl yang sebenarnya adalah: Molaritas = Molaritas = Molaritas = 0. ditentukan massa kristal K2CrO4 sebagai berikut: % b/v = berat zat (gram) ×100% pelarut (mL) Berat zat (gram) = %b/p x pelarut (mL) = 1% x 50 mL = 0.5 gram Dalam penimbangan diperoleh massa dari kristal K2CrO4 sebanyak 0. c.4986 gram ×100% 50 mL .4625 gram Dalam penimbangan diperoleh massa dari kristal NaCl sebanyak 1. Pembuatan indikator K2CrO4 1% Dalam pembutan indikator K2CrO4 1%. 1 mol/L x 58.

% b/v = 0. maka massa NaHCO3 yang digunakan dapat dihitung dengan cara sebagai berikut: [NaHCO3] = mol volume [NaHCO3] = massa Mr volume [NaHCO3] = m assa volum ×M e r Massa NaHCO3 = [NaHCO3] x volume x Mr Massa NaHCO3=0. Secara teoritis konsentrasi dari larutan AgNO3 adalah 0. e. Proses standarisasi dilakukan dengan mentitrasi larutan standar primer NaCl dengan larutan AgNO3. Dalam proses titrasi ini.05 L x 84 g/mol Massa NaHCO3 = 0.1 M. Untuk menentukan konsentarsi AgNO3 yang sebenarnya maka perlu dilakukan proses standarisasi.42 gram Dalam penimbangan diperoleh massa dari kristal NaHCO3 sebanyak 0. Pembuatan larutan NaHCO3 Larutan NaHCO3 yang digunakan adalah 0. larutan titrat . Karena AgNO3 merupakan larutan standar sekunder maka konsentrasi dari AgNO3 tidak dapat ditentukan melalui perhitungan secara teoritis saja.1 M.4212 gram dalam 50 mL sehingga konsentrasi larutan NaHCO3 yang sebenarnya adalah: Molaritas = Molaritas = Molaritas = 0.1003 molar maka normalitas NaHCO3 adalah 0.1mol/L x 0.9972 % d. Penetapan normalitas AgNO3 Titrasi argentometri cara Mohr diawali dengan pembuatan larutan standar sekunder yaitu larutan AgNO3.1003 N.

Oleh karena itu.dan sebagian berubah menjadi Cr2O72-.10009 N dapat ditunjukkan pada . ditambahkan sedikit larutan NaHCO3 untuk membuat suasana alkalis.akan bereaksi dengan ion Ag+ sehingga menyebabkan terbentuknya endapan AgOH dan lebih lanjut terurai menjadi Ag2O sehingga titran yang diperlukan menjadi lebih banyak. AgNO3 dengan NaCl akan lebih dulu membentuk endapan AgCl yang berwarna putih. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut: 2Ag+(aq) + 2OH-(aq) ↔ 2 AgOH(s) ↔ Ag2O(s) + H2O(l) Sedangkan pada kondisi pH terlalu rendah berarti konsentrasi ion H+ besar sehingga ion H+ tersebut akan bereaksi dengan ion CrO42. dan selanjutnya ditambahkan larutan natrium karbonat (NaHCO3) menyebabkan warna kuning pada larutan memudar. Besarnya ion OH.7 x 10-12 CrO42-(aq) + 2Ag+(aq) ↔ Ag2CrO4(s) Tabel 1 berikut: Tabel 1. Penambahan natrium karbonat (NaHCO3) bertujuan untuk mempertahankan reaksi agar tetap netral (dalam rentang pH 7-10) karena pada kondisi pH terlalu tinggi. berarti konsentrasi ion OH. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut: 2H+(aq) + 2CrO42-(aq) ↔ Cr2O72-(aq) + H2O(l) Dengan berkurangnya konsentrasi indikator akan menyebabkan timbulnya endapan menjadi sangat terlambat. Dalam proses titrasi ini. Namun.besar.2 x 10-10 Ksp = 1.ditambahkan indikator K2CrO4 sehingga warna larutan berubah dari bening menjadi kuning. sehingga yang seharusnya terlebih dahulu mengendap adalah Ag2CrO4. karena AgCl merupakan garam monovalen sedangkan Ag2CrO4 adalah garam divalen maka Ag2CrO4 memerlukan lebih banyak titran untuk mengendap dibandingkan dengan AgCl yang bervalensi satu. Standarisasi Larutan AgNO3 Titrasi keVolume titrat (mL) Volume titran (mL) Adapun hasil titrasi larutan AgNO3 dengan larutan NaCl 0. setelah AgCl mengendap seluruhnya barulah mulai terbentuk endapan Ag2CrO4 yang berwarna merah kecoklatan. Adapun reaksi yang terjadi dalam titrasi ini dapat dituliskan sebagai berikut: Cl.(aq) + Ag+(aq) ↔ AgCl(s) Ksp = 1. Jika dilihat dari nilai Ksp nya yaitu Ksp Ag2CrO4 (2 x 10-12) lebih kecil dari Ksp AgCl (1 x 10-10).

dalam sampel air laut Selain pada proses standarisasi.00 25.57 mL N AgNO 3 = 0.57 m L NAgNO3 = 0.00 mentitrasi larutan NaCl adalah 25.00 25. sehingga konsentrasi AgNO3 hasil standarisasi dapat ditentukan sebagai berikut mekiv NaCl NNaCl x VNaCl = mekiv AgNO3 = NAgNO3 x VagNO3 0. Adapun hasil titrasi sampel air laut dengan larutan AgNO3 0. Pada tahap ini juga digunakan indikator K2CrO4 sehingga pada proses titrasi akan terjadi pengendapan secara bertingkat seperti yang terjadi pada proses standarisasi.00 Volume titran (mL) 12.31 76.00 25.19 12.57 mL.21 12.098 N dapat ditunjukkan pada Tabel 2 berikut: Tabel 2.098 N Dari titrasi didapatkan konsentrasi larutan AgNO3 adalah 0. Penentuan kadar NaCl dalam air laut dilakukan setelah dilakukan standarisasi pada larutan AgNO3. sampel air laut diencerkan sebanyak 10 kali dari volume sampel 10 mL menjadi 100 mL.10009 N x 25.I II III Total: Rata-rata: Dari hasil 25. teknik titrasi juga dilakukan pada saat penentuan kadar NaCl dalam air laut.00 25. f.69 25.00 mL 25 . Penetapan kadar Cl.00 mL = N x 25.72 25.57 mL titrasi tersebut maka diperoleh rata-rata volume AgNO3 yang diperlukan untuk 25. Standarisasi Sampel air laut dengan larutan standar AgNO3 Titrasi keI II III Volume titrat (mL) 25.098 N.10009 N x 25.28 .72 mL 25. Sebelumnya.

048 ekiv/L 1 ekiv/mol M= M Cl.048 N 1 ekiv/mol 0.048 M Jadi.098 N L 25.Total: Rata-rata: 36.098 N Ntitrat = 12.23 mL Dari hasil titrasi tersebut maka diperoleh rata-rata volume AgNO3 yang diperlukan untuk mentitrasi sampel air laut adalah 12.048 M x 100 mL = M x 10 mL .68 mL 12.23 mL.048 M.= 0.048 N N=nxM M= N n M= 0. sehingga konsentrasi sampel air laut hasil standarisasi dapat ditentukan sebagai berikut Ekivalen titrat = ekivalen titran Vtitrat x Ntitrat = Vtitran x Ntitran 25 mL x Ntitrat = 12.048 mol/L = 0. konsentrasi sampel air laut setelah diencerkan 10 kali sebagai titrat adalah 0. Adapun konsentrasi sampel air laut sebelum diencerkan adalah sebagai berikut: 1 1 2 2 M xV =M xV 2 0.23 m ×0.23 mL x 0.00 m L Ntitrat = 0.

2 M = (0.01 L Mol = 0.01 L Mol = 0.5 g/mol volume larutan = 10 mL = 0.2808 gram Jadi.2808 gram NaCl. sehingga kandungan NaCl pada sampel air laut adalah Kandungan NaCl = m assa (g) volum e(L) .0048 mol Mol = massa Mr Massa = mol x Mr Massa = 0.48 M x 0. dalam 10 mL sampel air laut mengandung 0.01 L % kemurnian NaCl dalam sampel air laut [ Cl-] = mol volume Mol = [Cl-] x volume Mol = 0.048 M x 100 mL)/10 mL 2 M = 0.48 M Mr NaCl = 58.48 M Persentase kemurnian NaCl dalam air laut dapat dihitung sebagai berikut: [Cl-] = 0.48 mol/L x 0.0048 mol x 58.5 gram/mol Massa = 0.

Underwood. Hal ini dikarenakan pengambilan sampel air laut di pesisir pantai yang dekat dengan muara sungai sehingga kadar NaCl berkurang karena sudah tercemar dengan limbah-limbah air sungai. I Nyoman. Hasil yang didapat ini jauh berbeda dengan teori dimana menurut data kandungan NaCl dalam air laut adalah 30. Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat ditarik simpulan bahwa kadar Cl. L.Refferensi Day. 2004.808 % Dari perhitungan di atas diperoleh kadar NaCl dalam sampel air laut adalah 28. I Nyoman dan I Gusti Lanang Wiratma.6%. Singaraja : IKIP Negeri Singaraja Selamat. Jakarta : Erlangga Selamat. V. Penuntun Pratikum Kimia Analitik.sebagai NaCl dalam sampel air laut dapat ditentukan dengan menggunakan metode titrasi argentometri mohr. 1983.08 g/L atau 2. dan A.NaCl = 28. dan I Dewa Ketut Sastrawidana. Singaraja : IKIP Negeri Singaraja . IV.08 gram/Liter Adapun persentase (b/v)NaCl adalah sebagai berikut % b/v NaCl = 2. Hal ini dikarenakan pengambilan sampel air laut di pesisir pantai yang dekat dengan muara sungai sehingga kadar NaCl berkurang karena sudah tercemar dengan limbah-limbah air sungai. Adapun kadar NaCl dalam sampel air laut adalah 28.808%. 2002. I Gusti Lanang Wiratma. R.08 g/L atau 2.6%.808%. Analisa Kimia Kuantitatif Edisi 4. Hasil yang didapat ini jauh berbeda dengan teori di atas dimana menurut data kandungan NaCl dalam air laut adalah 30. Kimia Analitik Kuantitatif.A.