Anda di halaman 1dari 13

Ringkasan Bab. 3 Pendapatan Nasional: Dari Mana Berasal dan Ke Mana Perginya Buku Intermediate Macroeconomics N.

Gregory Mankiw, 6ed, 2007

GDP adalah variabel makroekonomi yang penting. GDP mengukur total output barang dan jasa suatu negara dan pendapatan totalnya. Sumber dan penggunaan GDP tergambar dalam aliran sirkuler dibawah ini:

APA YANG MENENTUKAN PRODUKSI BARANG DAN JASA TOTAL? Output barang dan jasa suatu perekonomian, dalam hal ini GDP bergantung pada: (1) jumlah input, disebut faktor-faktor produksi (2) kemampuan untuk mengubah input menjadi output, disebut fungsi produksi Faktor Produksi Definisi : input yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Dua factor produksi yang paling penting adalah modal dan tenaga kerja. Modal adalah seperangkat sarana yang dipergunakan oleh para pekerja, contohnya komputer untuk penulis, kalkulator untuk akuntan. Dinyatakan dalam simbol K

Tenaga Kerja adalah waktu yang dihabiskan orang untuk bekerja. Dinyatakan dalam symbol L Dengan anggapan factor-faktor produksi sudah baku, maka asumsi perekonomian memiliki sejumlah modal tetap dan sejumlah tenaga kerja tetap. Dinyataakn sebagai berikut:

Garis datar diatas menunjukan bahwa setiap variabel tetap. Dengan asumsi bahwa factor-faktor produksi digunakan sepenuhnya. Fungsi Produksi Dinyatakan dalam persamaan: Y = F ( K , L ) Persamaan ini menyatakan bahwa output adalah fungsi dari sejumlah modal dan tenaga kerja. Fungsi produksi mencerminkan teknologi yang digunakan untuk mengubah modal dan tenaga kerja menjadi output. Penemuan cara yang lebih baik dalam memproduksi barang, menghasilkan output lebih banyak, dengan jumlah modal dan tenaga kerja adalah tetap. Banyak fungsi produksi memiliki sifat yang disebut skala hasil konstan (constant returns to scale). Fungsi produksi memiliki skala hasil konstan jika peningkatan presentase yang sama dalam seluruh factor-faktor produksi menyebabkan peningkatan output dalam presentase yang sama. Fungsi produksi memiliki skala hasil konstan jika: zY = F ( zK, zL ) untuk semua angka positif z. Persamaan ini menyatakan bahwa jika kita mengalikan jumlah modal dan jumlah tenaga kerja dengan angka z, output juga dikalikan dengan z. Penawaran Barang dan Jasa Factor-faktor produksi dan fungsi produksi bersama-sama menentukan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan, yang sama dengan output perekonomian. Dapat dinyatakan secara matematis sebagai berikut:

BAGAIMANA PENDAPATAN NASIONAL DIDISTRIBUSIKAN KE FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI?

Faktor produksi dan fungsi produksi menentukan jumlah output barang dan jasa, juga menentukan pendapatan nasional. Teori modern tentang bagaimana pendapatan nasional dibagi di antara factor-faktor produksi. Teori ini didasarkan pada pemikiran klasik (abad ke-18) bahwa harga disesuaikan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan, yang disini diterapkan pada pasar factor produksi, bersama dengan pemikiran yang lebih baru (abad ke-19) bahwa permintaan atas setiap factor produksi tergantung pada produktivitas marjinal factor produksi tersebut. Teori ini, sering disebut teori distribusi neoklasik. Harga faktor produksi Harga factor produksi adalah jumlah yang dibayar ke factor-faktor produksi. Dua harga factor produksi adalah upah (wage) yang diterima para pekerja dan sewa (rent) yang dikumpulkan oleh para pemilik modal. Asumsi factor-faktor produksi adalah tetap. Perpotongan kurva permintaan factor berbentuk miring ke bawah dan kurva penawaran tegak lurus, karena penawaran adalah tetap. Harga yang dibayar ke tiap faktor produksi bergantung pada penawaran dan permintaan terhadap faktor tersebut. Karena kita mengasumsikan penawaran adalah tetap, kurva penawaran berupa garis vertikal. Kurva permintaan menurun landai. Perpotongan penawaran dan permintaan menentukan harga faktor produksi ekuilibrium.

Keputusan-Keputusan yang Dihadapi Perusahaan Kompetitif Perusahaan kompetitif (competitive firm) relatif kecil ukurannya terhadap pasar dimana perdagangan berlangsung, sehingga memiliki pengaruh kecil terhadap pasar. Karena perusahaan kompetitif menetapkan harga output dan inputnya sebagaimana telah ditentukan.

Untuk mendapatkan produknya, perusahaan memerlukan dua factor produksi, modal dan tenaga kerja. Sebagaimana kita lakukan untuk perekonomian agregat, kita tunjukkan teknologi produksi perusahaan itu dengan fungsi produksi Y=F(K,L) dimana Y adalah jumlah unit yang diproduksi (output perusahaan) K adalah jumlah mesin yang digunakan (jumlah modal) L adalah jumlah jam kerja (jumlah tenaga kerja) Perusahaan itu memproduksi lebih banyak output jika memiliki lebih banyak mesin atau jika pekerjanya bekerja lebih lama. Perusahaan itu menjual outputnya pada harga P, menggunakan pekerja pada upah W, dam ,emyewa modal pada bunga R. Tujuan perusahaan adalah memaksimalkan laba. Laba adalah penerimaan dikurangi biaya-penerimaan yang diperoleh pemilik perusahaan setelah membayar biaya produksi. Dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut: Laba = Penerimaan Biaya Tenaga Kerja Biaya Modal = (PxY) (WxL) (RxK) Laba bergantung pada faktor produksi, Y diganti dengan faktor produksi: Laba = P F(K,L) WL RK Dari persamaan ini dapat diketahui bahwa laba tergantung pada harga produk P, harga factor produksi W dan L, dan jumlah factor produksi L, dan K. Perusahaan kompetitif menggunakan harga produk dan harga factor produksi yang sudah ditentukan serta memilih jumlah tenaga kerja dan modal yang memaksimalkan laba. Permintaan Perusahaan terhadap Faktor-Faktor Produksi Perusahaan menggunakan tenaga kerja dan modal dalam jumlah yang akan memaksimalkan laba. Produk Marjinal Tenaga Kerja Jumlah output tambahan yang diperoleh perusahaan dari satu unit tenaga kerja tambahan, dengan mempertahankan jumlah modal tetap. Dinyatakan dalam fungsi: MPL = F (K, L + 1) F (K, L) Persamaan ini menyatakan bahwa produk marjinal tenaga kerja adalah perbedaan antara jumlah output yang diproduksi dengan L + 1 unit tenaga kerja dan jumlah yang

diproduksi hanya dengan L unit tenaga kerja. Kebanyakan fungsi produksi memiliki sifat produk marjinal yang semakin menurun (diminishing marginal product)

Output, Y MPL 1 1 MPL 1


Kemiringan fungsi produksi sama dengan produk marjinal tenaga kerja

_ F(K,L)
Ketika lebih banyak tenaga ditambahkan, produk marjinal tenaga kerja turun

Tenaga Kerja, L

Dari Produk Marjinal Tenaga Kerja ke Permintaan Tenaga Kerja Keputusan untuk menambah tenaga kerja adalah membandingkan penerimaan ekstra dari kenaikan produksi yang dihasilkan tambahan tenaga kerja. Penerimaan dari tenaga kerja tambahan adalah MPL x P. Dinyatakan dalam persamaan: Laba = Penerimaan - Biaya = (P x MPL) - W Bila P x MPL > W tambahan unit tenaga kerja akan meningkatkan laba Bila P x MPL = W perusahaan tidak akan menambah tenaga kerja lagi. Permintaan perusahaan terhadap tenaga kerja ditentukan dengan: P x MPL = W dapat dituliskan dengan MPL = W / P

W/P adalah upah riil (real wage). Untuk memaksimalkan laba, perusahaan terus menarik tenaga kerja sampai pada titik dimana produk marjinal tenaga kerja sama dengan upah riil.

Output, Y

Upah riil MPL, Permintaan tenaga kerja


Jumlah Tenaga kerja yang diminta

Unit tenaga kerja, L

Produk Marjinal Modal (MPK) dan Permintaan Modal adalah jumlah output tambahan yang diperoleh perusahaan dari unit modal tambahan, dengan mempertahankan jumlah tenaga kerja tetap konstan: MPK = F (K + 1, L) F (K, L) Kenaikan laba dari menyewa mesin tambahan adalah penerimaan tambahan dari menjual output mesin tersebut dikurangi harga sewa mesin: Laba = Penerimaan - Biaya = (P x MPK) R Untuk memaksimalkan laba, perusahaan terus menggunakan lebih banyak modal hingga MPK turun sama dengan harga sewa riil MPK = R/P Pembagian Pendapatan Nasional Dengan asumsi perusahaan dalam perekonomian adalah kompetitif dan memaksimalkan laba, maka setiap faktor produksi dibayar berdasarkan kontribusi marjinalnya pada proses produksi. Maka upah riil total yang dibayar ke tenaga kerja adalah MPL x L Dan pengembalian riil total yang dibayarkan ke pemilik modal adalah MPK x K. Pendapatan yang tersisa setelah perusahaan membayar faktor-faktor produksi adalah laba ekonomis (economic profit) dari para pemilik perusahaan. Laba ekonomis riil adalah: Laba ekonomis = Y (MPL x L) (MPK x K) Untuk menghitung Y, persamaan diatas diubah menjadi: Y = (MPL x L) + (MPK x K) + Laba ekonomis

Dengan skala hasil konstan, maka laba ekonomis harus sama dengan nol. Sesuai dengan teorema Euler, yang menyatakan bahwa jika fungsi produksi memiliki skala hasil konstan maka: F (K, L) = (MPK x K) + (MPL x L) Jika setiap faktor produksi dibayar pada produk marjinalnya, maka jumlah pembayaran faktor ini sama dengan output total. Bila pemilik modal dan pemilik perusahaan adalah orang yang sama, maka laba ekonomis dan pengembalian modal (return to capital) disatukan, jika disebut sebagai laba akuntansi, maka: Laba akuntansi = Laba ekonomis + (MPK x K) Jika asumsi ini mendekati gambaran duniat nyata, maka laba dalam pos pendapatan nasional seharusnya menjadi pengembalian modal. Fungsi Produksi Cobb-Douglas Pembagian pendapatan nasional di antara modal dan tenaga kerja tetap konstan dalam periode jangka panjang. Pendapatan Modal = MPK x K = Y dan Pendapatan Tenaga Kerja = MPL x L = (1 - )Y adalah konstanta antara nol dan satu yang mengukur bagian modal dari pendapatan. Fungsi produksi Cobb Douglas adalah F (K, L) = A K L1-
a

A adalah parameter yang lebih besar dari nol untuk mengukur bagian modal dari pendapatan. a MPL = (1 - ) A K L1- a MPK = A K L1- Kenaikan MPL akan mengurangi MPK, demikian juga sebaliknya. Perkembangan teknologi yang meningkatkan parameter A membuat produk marjinal kedua faktor produksi naik secara proporsional. MPL = (1 - ) Y / L MPK = Y / K

Y/L disebut produktivitas tenaga kerja rata-rata dan Y/K disebut produktivitas modal rata-rata. Jika fungsi produksi adalah Cobb Douglas, maka produktivitas marjinal sebuah faktor proporsional terhadap produktivitas rata-ratanya. Teori dan sejarah menunjukkan adanya kaitan yang erat antara produktivitas tenaga kerja dan upah riil. APA YANG MENENTUKAN PERMINTAAN TERHADAP BARANG DAN JASA Dengan asumsi perekonomian tertutup, terdapat 3 komponen GDP, menunjukkan tiga penggunaan barang dan jasa yang dihasilkan. Y=C+I+G Konsumsi Seluruh bentuk konsumsi bersama-sama membentuk duapertiga GDP. Rumah tangga menerima pendapatan dari tenaga kerja dan modal yang mereka miliki, membayar pajak, dan keputusan untuk menabung dan untuk dikonsumsi. Pendapatan disposable (Disposable income), adalah pendapatan setelah pajak, Y T. Dengan asumsi tingkat konsumsi bergantung secara langsung pada pendapatan disposable, semakin tinggi disposable income, semakin tinggi konsumsi, maka: C = C (Y T) Konsumsi adalah fungsi dari disposable income. Hubungan antara konsumsi dan disposable income disebut fungsi konsumsi. Marginal Propensity to Consume (Kecenderungan mengkonsumsi marjinal) / MPC adalah jumlah perubahan konsumsi ketika pendapatan disposabe meningkat sampai satu satuan unit moneter. Nilai MPC diantara nol dan satu. Konsumsi, C

Fungsi Konsumsi

MPC 1

Disposable Income, Y - T Investasi

Investasi dilakukan dengan membeli barang yang diharapkan akan menghasilkan barang lain. Jumlah barang-barang modal yang diminta tergantung pada tingkat bunga yang mengukur biaya dari dana yang digunakan untuk membiayai invetasi. Agar proyek investasi menguntungkan, hasilnya harus melebihi biayanya. Jika suku bunga meningkat, lebih sedikit proyek investasi yang menguntungkan, dan jumlah barang-barang investasi yang diminta akan turun. Tingkat bunga nominal (nominal interest rate) adalah tingkat bunga yang biasa dilaporkan; tingkat bunga yang dibayar investor untuk meminjam uang. Tingkat bunga riil (real interest rate) adalah tingkat bunga nominal yang dikoreksi untuk menghilangkan pengaruh inflasi; mengukur biaya pinjaman yang sebenarnya, membantu menentukan jumlah investasi. I pada tingkat bunga riil r : I = I ( r )

Tingkat bunga Riil, r

Fungsi Investasi, I ( r)

Kuantitas Investasi, I

Pembelian Pemerintah Pembelian pemerintah atau belanja pemerintah adalah komponen ketiga dari permintaan terhadap barang dan jasa. Pengeluaran epemerintah adalah pembelian dan pembayaran transfer ke rumah tangga. Pembayaran transfer mempengaruhi permintaan barang dan jasa secara langsung, merupakan lawan dari pajak maka meningkatkan disposable income rumah tangga. Pemerintah memiliki anggaran berimbang G = T. dengan asumsi pembelian pemerintah adalah variable eksogen. Untuk menyatakan variable adalah tetap di luar model pendapatan nasional , dapat ditulis:

APA YANG MEMBUAT PERMINTAAN DAN PENAWARAN TERHADAP BARANG DAN JASA KE DALAM EKUILIBRIUM? Ekuilibrium di Pasar Barang dan Jasa: Penawaran dan Permintaan terhadap Output Perekonomian Y=C+I+G C = C (Y T) I=I(r)

Fungsi produksi menggabungkan persamaan menjelaskan penawaran dan permintaan terhadap output. Jika kita mengganti fungsi konsumsi dan fungsi investasi menjadi identitas pendapatan nasional, didapatkan: Y = C (Y-T) + I (r ) + G. Karena variable G dan T ditetapkan oleh kebijakan, dan tingkat output Y ditetapkan oleh faktor-faktor produksi dan fungsi produksi, maka dituliskan:

Persamaan ini menyatakan bahwa penawaran outpur sama dengan permintaannya, yang merupakan jumlah konsumsi, investasi, dan pembelian pemerintah. Tingkat bunga r adalah satu-satunya variable yang ditentukan, karena tingkat bunga masih memaikan peran penting: tingkat bunga harus disesuaikan untuk menjamin bahwa permintaan terhadap barang dan jasa sama dengan penawarannya. Semakin tinggi tingkat bunga, semakin rendah investasi, karenanya permintaan barang dan jasa semakin rendah. Demikian sebaliknya. Pada tingkat bunga ekuilibrium, permintaan untuk barang dan jasa sama dengan penawarannya. Ekuilibrium di Pasar Uang: Penarawan dan Permintaan terhadap Dana Pinjaman Tingkat bunga merupakan biaya pinjaman dan pengembalian karena meminjamkan dana ke pasar keuangan. Identitas pos pendapatan nasional : YCG=I

Y C G adalah output yang tersisa setelah permintaan konsumen dan pemerintah dipenuhi, inilah yang disebut tabungan nasional (national saving) atau ringkasnya tabungan (saving, S). Dalam bentuk ini, identitas pos pendapatan nasional menunjukkan bahwa tabungan sama dengan investasi, I = S Tabungan nasional bisa dipecah menjadi 2 satu bagian tabungan sector swasta dan bagian lainnya tabungan pemerintah S = (Y T G) + (T G) = I (Y T C) adalah disposable income dikurangi konsumsi, merupakan tabungan swasta (T G) adalah penerimaan pemerintah dikurangi pengeluaran pemerintah, yaitu tabungan publik Persamaan ini menyatakan bahwa aliran ke pasar keuangan (tabungan swasta dan tabungan publik) harus menyeimbangkan arus keluar dari pasar keuangan (investasi). Dengan substitusi fungsi konsumsi dan fungsi investasi, maka: Y C (Y T) G = I (r ) Dengan G dan T ditetapkan oleh kebijakan serta Y di tetapkan oleh faktor-faktor produksi dan fungsi produksi

Sisi kiri persamaan menunjukkan bahwa tabungan nasional bergantung pada pendapatan Y dan variable kebijakan fiscal G dan T. Untuk nilai Y, G dan T, tabungan nasional S juga tetap. Sisi kanan persamaan menunjukkan bahwa investasi bergantung pada tingkat bunga.

Tingkat bunga Riil, r

Tabungan, S

Tingkat bunga Ekuilibrium

Investasi yang diinginkan, I (r )

Investasi, Tabungan, I, S S

Dari gambar, mirip dengan kurva penawaran dan permintaan barang tertentu, dapat diinterpretasikan barang adalah dana pinjaman (loanable funds) dan harga adalah tingkat bunga. Pada tingkat bunga ekuilibrium, hasrat rumah tangga untuk menabung seimbang dengan hasrat perusahaan untuk menanamkan modal dan jumlah dana pinjaman yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta. Perubahan dalam Tabungan: Dampak Kebijakan Fiskal Peningkatan Pembelian Pemerintah Kenaikan pembelian pemerintah G, dampak langsung adalah meningkatkan permintaan barang dan jasa sebesar G. Karena output total adalah tetap, disposable income (Y T) tidak berubah, konsumsi C tidak berubah, maka harus dipenuhi dengan penurunan investasi sebesar G. Agar investasi turun, tingkat bunga harus dinaikkan. Pembelian pemerintah disebut crowd out investasi. Peningkatan pengeluaran Pemerintah didanai dengan meminjang, yaitu mengurangi tabungan publik, karena tabungan publik tidak berubah maka pinjaman pemerintah ini akan mengurangi tabungan nasional.

Tingkat bunga Riil, r r2

Penurunan Tabungan

tingkat bunga meningkat

r1

Investasi yang diinginkan, I (r )

Investasi, Tabungan, I, S

Penurunan Pajak Penurunan pajak T, dampak langsung adalah peningkatan disposable income/konsumsi. Disposable income naik sebesar T, maka konsumsi naik sebesar T dikali MPC. Karena output total tetap, G tidak berubah, harus dipenuhi dengan penurunan investasi sebesar T. Penurunan pajak, seperti peningkatan pembelian pemerintah disebut crowd out investasi.

Perubahan Penerimaan Investasi

Permintaan inestasi ditingkatkan melalui inovasi teknologi, kebijakan pemerintah melalui undang-undang pajak. Dalam bab ini mengembangkan model yang menjelaskan produksi, distribusi, dan alokasi output barang dan jasa perekonomian. Model ini didasarkan pada asumsi klasik bahwa harga menyesuaikan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintan. Model ini, harga faktor produksi menyeimbangkan pasar faktor produksi dan tingkat bunga menyeimbangkan penawaran dan permintaan terhadap barang dan jasa, model ini disebut model ekuilibrium umum. Model ini menjelaskan bagaimana pendapatan dibagi di antara faktor-faktor produksi dan harga faktor bergantung pada penawaran faktor. Menjelaskan bagaimana kebijakan fiscal mengubah alokasi output diantara penggunaan alternatifnya konsumsi, investasi dan pembelian pemerintah. tingkat bunga riil , r S B
Kenaikan Tingkat bunga

I2 A I1 Investasi, Tabungan, I, S

tingkat bunga riil , r S

B Menaikan tingkat bunga

A Kenaikan Investasi yang diinginkan Investasi, Tabungan, I, S


Meningkatkan investasi dan tabungan ekuilibrium