Anda di halaman 1dari 40

BAB II

DENSITAS, SAND CONTENT DAN PENGUKURAN KADAR MINYAK PADA LUMPUR PEMBORAN
2.6.2 Pembahasan Soal 1. Apakah yang dimaksud dengan Fluida Pemboran dan lumpur pemboran ? Fluida pemboran adalah fluida yang dimasukkan ke dalam lubang bor yang berfungsi untuk membersihkan lubang pemboran. Lumpur pemboran adalah campuran fluida yang komplek yang terdiri atas zat kimia dan padatan yang terus menerus dipompakan dan disirkulasikan dari mud pit ke lubang bor. 2. Sebutkan fungsi dari penggunaan lumpur pemboran ? ( minimal 5 ) 1) Mengangkat cutting kepermukaan Fungsi ini dihubungkan dengan viskositas lumpur itu sendiri. makin kental lumpur pemboran maka pengangkatan serbuk bor semakin baik. 2) Mengontrol tekanan formasi Fungsi ini berhubungan dengan densitas lumpur pemboran. Adanya densitas lumpur bor yang terlalu besar akan menyebabkan lumpur hilang ke formasi ( loss circulation ). Sedangkan apabila densitas lumpur bor terlalu kecil akan menyebabkan kick ( masuknya fluida formasi ke lubang sumur ). 3) Mendinginkan dan melumasi bit dan drill string Adanya gaya gesekan antara pahat dengan formasi batuan dapat mengakibatkan panas, maka dari itu lumpur pemboran yang juga memiliki komposisi air dapat mendinginkan. Sedangkan untuk melumasi pahat dan drill string, supaya Peralatan dapat dipakai tahan lama dan tidak mudah aus. 4) Membersihkan dasar lubang bor

Lubang bor yang terendapkan oleh serbuk bor dapat menyebabkan pipa pemboran terjepit dan waktu pemboran akan lebih lama dari yang direncanakan. 5) Melindungi formasi produktif Karena formasi produktif biasanya pada sandstone, maka diupayakan agar formasi tersebut tidak runtuh 3. Apa yang dimaksud dengan Plug-flow, Laminer-flow, Turbulen-flow? Laminer flow adalah gerak partikel mengikuti lintasan yang teratur. Turbulen flow adalah gerakan partikel mengikuti lintasan yang tak teratur. Plug flow adalah semakin banyak jumlah gelembung yang bersatu membentuk gelembung yang lebih besar. 4. Sebutkan dan jelaskan komponen dari fasa pembentuk lumpur pemboran ? 1) Fasa Cairan Fasa cair lumpur pemboran pada umumnya dapat berupa air, minyak, atau campuran air dan minyak. 2) Fasa Padat Fasa padat dibagi dalam dua kelompok, yaitu padatan dengan berat jenis rendah dan padatan dengan berat jenis tinggi. Padatan berat jenis rendah dibagi menjadi dua, yaitu Reaktif Solid : Padatan yang bereaksi dengan air membentuk koloid (clay) Innert solid : zat padat yang tak bereaksi.

3) Fasa Additive Fasa additive atau fasa kimia; merupakan bagian dari system yang digunakan untuk mengontrol sifat-sifat lumpur. 5. Jelaskan mengapa pengontrolan densitas pada lumpur perlu dilakukan? Karena adanya densitas lumpur bor yang terlalu besar akan menyebabkan lumpur hilang keformasi ( lost circulation ). Sedangkan apabila terlalu kecil akan menyebabkan kick, maka densitas leumpur harus disesuaikan dengan keadaan formasi yang akan di bor. 2

6. Ada empat komponen pada lumpur pemboran, sebutkan dan jelaskan ! 1. Air Menciptakan viskositas awal. 2. Inert Solid Padatan padatn yang memiliki SG yang rendah seperti pasir dan padatan padatan yang memiliki SG yang tinggi seperti barit yang menghasilkan berat lumpur yang diperlukan. 3. Padatan reaktif Padatan padatan yang memiliki SG rendah seperti bentonite dan attapulgite yang bisa menyebabkan viskositas dan yield point naik. 4. Bahan additive dari zat kimia Seperti surfaktan, bertujuan mengendalikan viskositas, yield point, gel strenght, fluid loss, dan nilai pH 7. Ada empat hal yang mempengaruhi pengangkatan cutting ke permukaan, sebutkan ! Kecepatan fluida di annulus, kapasitas untuk menahan fluida, viskositas, dan gel strenght. 8. Jika dilihat pada tabel data hasil percobaan diatas, jenis additive apa yang telah digunakan ? serta jelaskan maksud dari ditambahkannya additive tersebut ! Barite dan CaCO3 kedua additive digunakan untuk menaikkan densitas. 9. Jika diketahui SG dari Bentonite adalah 2,6. Hitung dan perkirakan SG dari barite (berdasarkan data hasil percobaan) ! Diketahui : ( )
= 2,6

= 8,33 ppg

SG Bentonite

Ditanya : SG Barrite dan SG CaCO3 =.? Penyelesaian : ( lumpur ) = 8.33 x 2.6 3 = air x SG Bentoni

= 21.658 ppg Barite


ar t m

=
m

- m
ar t

- m

=
ar t

.
ar t

=
ar t

ar t

CaCO3 = 6,2475SG CaCO3 6,2475 = 13,328 6,2475SG CaCO3 = 19,5755 SG CaCO3 = 3,13 10. Jika saudara bekerja sebagai mud engineer pada suatu operasi pemboran berdasarkan pengalaman, denstas lumpur yang akan digunakan berkisar antara 9-14 ppg. Dari dua jenis material pemberat diatas, material manakah yang akan saudara gunakan? Berikan alasannya! Jawab : Yang akan saya gunakan dari 2 material pemberat tersebut dalam operasi pemboran adalah material Barrite. Apabila kita ingin menaikkan densitas lumpur pada 9-14 ppg, maka kita memerlukan additive dalam jumlah tertentu. Berdasarkan dari hasil percobaan, penggunaan Barrite akan lebih ekonomis. Dengan jumlah yang lebih sedikit, kita mampu menaikkan densitas lumpur dengan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan Bentonite. Selain itu, Barrite memiliki kandungan pasir yang kecil, inert solid, serta tidak meningkatkan besarnya sand content.

11.

Apa yang terjadi pada opersai pemboran,jika lumpur pemboran bersifat asam?

lumpur cenderung bersifat asam, maka rangkaian drillstring dan peralatan sirkulasi lainnya akan mudah terkena korosi. 12. Jelaskan apa pengruh serpih-serpih sand pada operasi pemboran ? dan bagaimana cara mengatasinya dalam operasi pemboran ? Jawab : Pengaruh dari serpih-serpih sand pada operasi pemboran adalah dapat mempengaruhi karakteristik lumpur yang disirkulasikan. Jika densitas lumpur bertambah, maka beban sirkulasi lumpur akan bertambah juga. Cara untuk mengatasi masalah dalam operasi

pemboran dengan membersihkan lumpur yang akan disirkulasikan dengan conditioningequipment yang terdiri dari shale shaker, degasser, desander, dan desilter. 13. Galena (Pbs) mempunyai harga SG sekitar 7.5 dan dapat digunakan untuk membuat lumpur dengan densitas lebih dari 19 ppg. Jelaskan mengapa material ini jarang digunakan sebagai density control additive dan hanya digunakan untuk masalah-masalah pemboran khusus ! Kareana SG Galena tinggi sehingga dapat meningkatkan densitas mencapai > 19 ppg. Apabila Galena digunakan pada kondisi standar, maka akan mengakibatkan terjadinya lost circulation. Oleh karena itu, Galena hanya digunakan dalam situasi darurat, misalnya saat terjadi kick, dimana untuk mengatasinya perlu menaikkan densitas lumpu. Dalam hal ini, Galena digunakan sebagai material pemberat. 14. Suatu saat saudara berada dilokasi pemboran.pada saat bit mencapai kedalaman 1600 ft, saudara harus menaikkan densitas 350 bbl lumpur dari 15 ppg menjadi 25 ppg dengan menggunakan Barrite (SG=4.2) dengan catatan bahwa volume akhir tidak dibatasi. Hitung jumlah Barrite yang dibutuhkan (dalam lb)! = 25 ppg = 15 ppg = 350 bbl 5

= 350 x 42 = 14700 gallon SG = 4.2 = 4.2 x 8.33 = 34986 ppg

Ditanya : W= Jawab : Ws =
-

= 514500 = 1134472 15.

Mengapa bentonite digunakan sebagai bahan dalam pembuatan fresh water mud?apa keunikan/kekhususan yang dimiliki bentonite dibandingkan dengan material-material clay lainnya yang

menyebabkan bentonite biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan fresh water base mud? Jawab: Karena selain benonite dapat mengurangi filtration loss,juga dapat mengurangi tebal mud cake dan juga dapat menaikkan viscositas. 16. Apabila kita ingin membuat salt water base mud,material clay apakah yang akan kita gunakan? Jawab: Material clay tersebut adalah Attapulgite clay. 17. Apakah ada hubungan antara batasan temperature yang dikandung oleh lumpur pemboran terhadap sifat densitas lumpur ? (berikan alasan anda). Jawab: Temperature yang dikandung lumpur berbanding terbalik dengan densitas lumpur, karena dengan adanya temperature yang

semakin tinggi maka volume bertambah, sehingga densitas berkurang. 18. Sebutkan 5 material/bahan kimia/merk dagang produk yang termasuk kedalam weighting agent materials(masing-masing

mahasiswa harus berbeda). 1) Hi-Dense R No.4 2) Baroid R 41 3) Dolomite 19. Sebutkan peralatan-peralatan pemboran yang disebut dengan Cond t on ng Equ pm nt dan j laskan mas ng-masingnya! Jawab: >Shale shaker Fungsinya membersihkan lumpur dari serpihan-serpihan atau cutting yang berukuran besar. >Degasser Fungsinya membersihkan lumpur dari gas yang mungkin masuk ke lumpur pemboran. >Desander Fungsinya membersihkan lumpur dari partikel-partikel padatan yang berukuran kecil yang biasanya lolos dari shale shaker. >Desilter Fungsinya sama dengan desanser tetapi desilter dapat membersihkan lumpur dari partikel-partikel yang berukuran kecil. 4) Surfaktan 5) M-I BAR

BAB III

PENGUKURAN VISKOSITAS DAN GEL STRENGTH


3.5.2. Pembahasan Soal 1. Apa yang dimaksud dengan viscositas,gel strength dan clay ? Viscositas adalah ukuran keengganan suatu fluida untuk mengalir. Pada proses pemboran,kegunaan utama dari viscositas adalah untuk membantu proses pengangkatan cutting. Gel Strength adalah ukuran gaya tarik menarik yang static dalam suatu system lumpur, kegunaan utama dari gel strength adalah mencegah cutting mengendap di dasar sumur yang dapat menyebabkan kesukaran pada pemboran selanjutnya. Clay dapat didefinisikan sebagai berikut : Padatan dengan diameter kurang dari 2 Partikel yang bermuatan listrik dan mampu menyerap air Material yang dapat mengembang (swelling) jika menyerap air 2. Sebutkan dan jelaskan dua macam viscositas! a) Viskositas dinamik, yaitu rasio antara shear, stress dan shear rate, disebut juga koefisien viskositas. b) Viskositas kinematik, yaitu viscositas dinamik dibagi dengan densitasnya, dinyatakan dalam satuan stoke(St) pada cgs m2S dan SI 3. Pada rheologi lumpur pemboran dikenal dengan 2 istilah, sebutkan dan jelaskan! Viscositas, adalah ukuran keengganan suatu fluida untuk mengalir. Gel Strength, adalah ukuran gaya tarik menarik yang static dalam suatu system lumpur, 4. Sebutkan empat factor yang menentukan besar tidaknya nilai dari viscositas pada lumpur pemboran ! 4 faktor yang menentukan besar tidaknya nilai dari viscositas : Bentonite Air tawar (aquades)] 8

Bahan-bahan pengencer (thinner) Dextrid

5. Apa akibat dari viskositas lumpur pemboran yang terlalu tinggi dan terlalu rendah ? Apabila viskositas lumpur bor terlalu tinggi, maka serbuk bor yang terangkat ke permukaan tidak dapat dipisahkan dengan lumpur pemboran. Sedangkan viskositas lumpur bor yang terlalu rendah dapat menyebabkan serbuk bor jatuh ke dasar lubang bor dan menyebabkan pipa dan pahat pemboran terjepit. 6. Apa akibat dari gel strenght yang terlalu tinggi dan gel strenght yang terlalu rendah ? Gel strenght yang terlalu tinggi dapat menyebabkan berat lumpur terlalu tinggi pula, dan apabila lumpur disirkulasikan dapat menyebabkan formasi pecah. Gel strenght yang terlalu rendah dapat menyebabkan serbuk bor mengendap di dasar sumur. 7. Apa yang dimaksud dengan fluida newtonian dan fluida nonnewtonian ? Fluida newtonian adalah fluida yang mempunyai perbandingan yang linier antara shear rate dan shear stress. Fluida non newtonian adalah fluida yang mengalami perubahan viskositas ketika terdapat gaya yang bekerja pada fluida tersebut. 8. Berdasarkan mineral-mineral yang dikandung sesuatu clay, maka pada umumnya clay tersebut tidak dapat dibagi menjadi 4 jenis, sebutkan dan jelaskan! Jawab: Bentonic clay, attapulgate, Illite dan chlorite. 9. Apakah ada hubungan antara gel strengtyh dan partikel dari clay. (jika ada jelaskan secara singkat). Hubungan antara gel strength dan partikel dari clay : Pada dasarnya keduanya mempunyai hubungan yang berfungsi untuk mengetahui kemampuan dari lumpur pemboran dalam mengangkat cutting pemboran ke permukaan dan salah satu factor penting pada saat 9

round trip dan keduanya merupakan sebagian indicator baik tidaknya suatu lumpur 10. Sebutkan alat yang digunakan untuk mengukur gel strenght dari suatu lumpur ? Fann VG 11. Apa perbedaan antara stromer viscosimeter dengan marsh funnel ? Stomer viscosimeter adalah alat yang diaplikasikan untuk menentukan viskositas fluida. Sedangkan marsh funnel merupakan corong dimana pengukuran alat ini merupakan jumlah detik yang dibutuhkan lumpur sebanyak 0.9463 liter untuk mengalir keluar dari corong. 12. Apakah dextrid merupakan jenis aditive ? Ya, dextrid adalah jenis aditive. 13. Dengan melihat data di atas, jelaskan maksud penambahan dextrid ke dalam lumpur ! Penambahan dextrid ke dalam lumpur pemboran adalah untuk meningkatkan viscositas plastic dan yield point serta gel strength. Additive tersebut bekerja dengan menaikkan viskositas platic yang secara tidak langsung menaikkan viskositaanya. 14. Jelaskan bagaimana additive tersebut melakukan fungsinya! Additive tersebut bekerja dengan menaikkan viskositas platic yang secara tidak langsung menaikkan viskositaanya. 15. Berikan penjelasan analogi antara dextrid dan bentonite jika berdasar pada table hasil percobaan diatas! Penambahan bentonite pada lumpur dasar dapat mengakibatkan peningkatan gel strength dan penurunan viscositas dan yield point. Sedangkan penambahan dextrid pada lumpur dasar dapat

meningkatkan viscositas dan yield point serta gel strength. 16. Dari data diatas terlihat bahwa harga GS 10 menit selalu lebih besar dari GS 10 detik, jelaskan! Karena gel strength adalah pembentuk padatan karena gaya tarik menarik antara plot-plot clay. Dan jika dalam keadaan diam ini bukan 10

dalam aliran tetapi dalam keadaan statis, dimana clai dapat mengatur sendiri. Karena itu bertambahnya waktu akan meningkatkan gel strength. 17. Jelaskan arti istilah-istilah : 4 Relative Viscosity adalah viscositas dari fluida Newtonian yang menunjukkan shear stress sama dengan shear rate. 5 Apparent Viscosity adalah perbandingan antara shear stress dan shear rate yang tidak konstan , bervariasi terhadap shear stress. Plastic Viscosity adalah ukuran untuk menyatakan hambatan fluida untuk mengalir yang disebabkan oleh jumlah tipe dan ukuran dari presentase padatan yang diberikan pada fluida , yang dinyatakan dalam dyne atau sgam. 6 Bingham Yield Point adalah bagian dari resistensi untuk mengalir oleh gaya tarik menarik dari partikel yang dinamis. Gaya tarik menarik ini disebabkan oleh muatan-muatanpada permukaan partikel yang terdispresi dalam fasa fluida. 7 Swab Pressure adalah tekanan hisap yang dimiliki oleh lumpur pemboran yang berfungsi sebagai piston. 8 Surge Pressure adalah tekanan dorong yang dimiliki oleh lumpur pemboran yang berfungsi sebagai piston. 9 Progresive Gel adalah sifat gel strength dari lumpur yang sangat kuat. Frogile Gel adalah sifat gel strength dari lumpur yang lemah.

18. Jelaskan rheologi lumpur pemboran pada tekanan dan temperature tinggi! Terhadap sifat rheolgy lumpur, temperature akan mempengaruhi viscositas palstik dan yield point. Besarnya kedua parameter tersebut sulit untuk diprediksikan pada temperature tinggi tetapi akan turun pada temperature yang semakin tinggi. Begitu juga filtration loss yang

11

berubah pada saat dibebani temperature tinggi. Pada saat tekanan dan temperature tinggi adalah menurunnya harga viskositas. 19. Sebutkan 5 material bahan kimia / merk dagang produk yang termasuk kedalam weighting agent material ? Barite, Hematite, Bentonite, Siderite, Ilminite. 20. Sebutkan additive-additive yang dapat digunakan pada temperature tinggi ( jenis dan namanya minimal 5 )! Barite Bentonite Hematite Calcium carbonate Ilmenite

12

BAB IV

FILTRASI DAN MUD CAKE


4.6.1. Pembahasan Soal 1. Apa yang diaksud dengan filtrasi dan mud cake ? Filtrasi adalah fluida pemboran yang hilang ke dalam batuan yang porous. Mud cake adalah lapisan partikel partikel pemboran yang berukuran besar yang tertahan di permukaan batuan. 2. Sebutkan dan jelaskan 2 jenis filtration ! Static Filtration, terjadi jika lumpur berada pada keadaan diam. Dynamic Filtration, terjadi jika lumpur sedang disirkulasikan. 3. Apakah filtration loss dengan mud cake saling berkaitan ? Ada hubungan antara filtration loss dengan mud cake. 4. Apa yang dimaksud dengan spurt loss dan water loss ? Spurt loss adalah perubahan fluida atau padata yang mana terjadi pada tahap awal filtrasi sebelum pori yang terbuka tertutup dan filter cake terbentuk. Water loss adalah banyaknya air yang masuk ke dalam formasi. 5. Mengapa dalam menentukan API water loss, sering kali harus memperhitungkan volume spurt loss? Dalam menentukan Api water loss, kita juga harus memperhitungkan volume spurt water loss karena jika Api lossnya besar maka akan mengakibatkan dampak kurang baik dalam proses pemboran karena bnyak air yang masuk kedalam formasi sehingga volume spurt loss harus diperhitungkan. 6. Apa akibat dari filtrate loss yang terlalu besar ? Dapat menyebabkan damage pada formasi. 7. Bagaimana cara mencegah filtrate loss yang terlalu besar ? Dengan menambahkan bahan additive pada lumpur bor, seperti dextrid, bentonit, atau quebracho. 8. Apakah mud cake diharapkan di dalam operasi pemboran ? 13

Mud cake yang tipis dapat menjadi bantalan yang baik bagi pipa pemboran dengan permukaan lubang bor. Mud cake yang tebal dapat menyebabkan pipa pemboran terjepit sehingga sulit untuk diangkat dan diputar 9. Menurut teori, api water loss dapat dicari dengan menggunakan persamaan V30 = 2 ( V apa sebabnya? sama? V7.5 t Penyelesaian : = 7.5 LD = 6.5 V2 t = 2 LD = 3.25 Vsp t = 0 LD = ? Diketahui Ditanyakan : persamaan = = 2(
.
7.5

-Vsp ) + Vsp. Dengan menggunakan data

untuk LD, periksalah apakah V30 menurut hasil percobaan? Jika tidak

sp )

sp

: apakah V30 dari perhitungan dan percobaan

14

Berdasarkan perhitungan di atas V30 = 10.932 ml sedangkan berdasarkan tabel hasil percobaan V30 = 12.8 ml. Selisih hasil antara metode perhitungan dan hasil percobaan bisa saja terjadi karena kurangnya ketelitian dari pratikan selama percobaan. 10. Berdasarkan soal no. 9 , apakah V30 yang dihitung dari persamaan tersebut sama dengan V30 menurut hasil percobaan ? jika TIDAK apa sebabnya. Dari hasil perhitungan ternyata hasilnya tidak sama, ini tergantung pada ketelitian volume filtrate yang dihitung dalam detik. 11. Berdasarkan data diatas, jelaskan fungsi penambahan dextrid, bentonite dan quebracho! Fungsi penambahan dextrid dan bentonite adalah untuk mengurangi filtration loss dan menaikkan pH lumpur. Sedangkan quebracho digunakan untuk mengurangi filtration loss dan menurunkan pH lumpur. 12. Mengapa volume filtrate dan pembentukan mud cake perlu dikontrol dan diukur. Volume filtrate dan pembentuk mud cake perlu dikontrol dan diukur, karena : Untuk mengetahui seberapa besar filtrate yang hilang /masuk kedalam formasi (filtration loss) Untuk mengetahui seberapa tebal mud cake yang terbentuk (mud cake) 13. Apa fungsi dari thinner, filtration loss additive, viscosifier, dan corossion inhibitor pada lumpur pemboran ?

15

Fungsi thinner adalah untuk mengencerkan lumpur bor. Filtration loss additive digunakan untuk mengontrol fluid loss. Viscosifier adalah bahan bahan additive yang berfungsi untuk menaikkan viskositas. Corossion inhibitor berfungsi untuk penanggulangan korosi pada peralatan pemboran. 14. Dalam percobaan ini, selain mmengukur filtrate juga dilakukan pengukuran pH. Apakah pengaruh pH terhadap kondisi lumpur pemboran? pH adalah petunjuk untuk menentukan apakah lumpur pemboran bersifat asam atau basa. Apabila Lumpur bersifat asam maka akan berakibat buruk pada pipa pemboran. 15. Apakah yang dimaksud dengan filtration loss reducer? Filtration loss reducer adalah suatu bahan kimia yang digunakan pada lumpur pemboran untuk mengurangi terjadinya kehilangan sebagian fasa cair lumpur yang masuk ke dalam formasi permeable. 16. Berikan 3 (tiga) contoh dari jenis filtration loss reducer yang anda ketahui. Jenis filtration loss reducer : Wyoming Bentonit CMC Starch 17. Apa yang anda ketahui tentang Sodium Carboxymethyl Cellulose (CMC)? CMC merupakan produk dari tumbuhan gum yang digunakan sebagai fluid loss control dan sebagai viscosifer. CMC sangat aktif meskipun terkontaminasi oleh konsentrasi ion tinggi, yang membuat CMC sangat cocok digunakan untuk inhibited mud. Kelemahan dari CMC adalah harus menggunakan thinner untuk mengatasi pengaruh viscositas additive.

16

18.

Apa yang dimaksud dengan viscosity reducing chemical, emulsifier, skin effect, API Water loss dan Spurt loss ? a. Viscosity reducing chemical adalah suatu bahan kimia yang digunakan untuk mengurangi viskositas yang terjadi pada lumpur pemboran. b. Emulsifier adalah suatu jenis surfaktan yang biasanya digunakan untuk menjaga emulsi (campuran cairan tidak saling larut) dan membantu menjaga fase terdispersi (pengendapan). c. Skin effect adalah efek penambahan resistansi yang terjadi pada aliran fluida yang menyebabkan berkurangnya pressure di lubang sumur dan atau formasi yang berada di dekat lubang sumur. d. Api water loss dan spurt loss API water loss adalah banyaknya water yang hilang pada md awal. Spurt loss adalah perubahan fluida atau padata yang mana terjadi pada tahap awal filtrasi sebelum pori yang terbuka tertutup dan filter cake terbentuk.

17

BAB V

ANALISA KIMIA LUMPUR PEMBORAN


5.6.1. Pembahasan Soal 1. Dari data diatas, tentukan : a) Alkalinitas ml ltrat = . ml . ml =

b) Kesadahan total ml E E ml trat = . ml . ml

c) Kesadahan Ca2+ dan Mg2+ ml E E ml trat = = ppm Ca2+ = epm Ca2+ x BA Ca = 13 ppm x 40 = 520 ppm Kesadahan Mg2+, ppm Mg2+ = (epm (Ca2++Mg2+) - epm Ca2+) x BA Mg2+ = ((13 + 13) 26.67) x 14 = 312 ppm d) Konsentrasi klorida = ml g g ml trat ( Cl ) ml . ml

18

. ml

. )=

e) Konsentrasi Ion Besi (I) = = ml . ml n ml trat ( )= n ( )

f) Konsentrasi Ion Besi (I) = = ml Cr . ml Cr ml trat ( . )= ( )

2. Apa gunanya penentuan alkalinitas lumpur pemboran, kandungan ion kalsium, ion magnesium dan ion klorida ? Manfaat Penentuan Alkalinitas Untuk mengetahui besar konsentrasi hidroksil, bicarbonate dan carbonat. Pengetahuan tentang konsentrasi ion-ion diperlukan misalnya untuk mengetahui kelarutan batu kapur yang masuk kesistem lumpur pada waktu pemboran menembus formasi lmestone. Manfaat Penentuan Kandungan Ion Kalsium Untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kontaminasi lumpur oleh Gypsum, yang akan merubah sifat-sifat fisik lumpur, seperti besra water loss dan gel strengthnya. Manfaat Penentuan Kandungan Ion Magnesium Untuk menyelidiki kandungan Mg2+ didalam lumpur bor (filtrat lumpur) yanga akan berguna dalam menentukan kesadahan total dari lumpur (filtrat lumpur). Manfaat penentuan kandungan ion Klorida

19

Untuk mengetahui kontaminasi garam yang masuk kesistem lumpur pada waktu pemboran menembus formasi garam ataupun kontaminasi garam yang berasal dari air formasi. 3. Apa yang dimaksud dengan volume EDTA? EDTA adalah ethylene diamine tetra acetic dan volume EDTA merupakan volume standar yang diketahui yang digunakan sebagai pembanding untuk titrasi. 4. Indikasi apa yang terjadi pada lumpur pemboran, jika tedapat kandungan ion besi yang cukup tinggi ? Kandungan ion besi yang cukup tinggi pada lumpur pemboran akan terindikasi dengan terjadinya korosi pada peralatan pemboran 5. Mengapa analisa kimia pada lumpur pemboran penting untuk dilakukan? (Jelaskan secara singkat) Untuk mengontrol kandungan ion tertentu dalam lumpur pemboran yang berpengaruh terhadap sifat-sifat fisik lumpur pemboran dan kemudian dilakukan tindakan-tindakan yang perlu dalam

penanggulangannya. 6. Apa yang dimaksud dengan kesadahan pada lumpur pemboran? Kesadahan dalam lumpur pemboran berhubungan dengan air yang mengandung sejumlah ion kalsium dan Magesium atau biasa dikenal hard water yang bisa berasal dari lumpur pemboran pada waktu membor gypsum (Ca2SO4.2H2O) 7. Jelaskan pengaruh Ph pada lumpur pemboran! pH sebagai salah satu sifat kimia lumpur pemboran merupakan faktor yang penting di dalam treatment lumpur dalam suatu operasi pemboran. pH dipakai untuk menentukan tingkat kebasaan dan keasaman dari lumpur pemboran, derajat pH pada umumnya berkisar antara 8.5 hingga 12. Jadi lumpur yang digunakan adalah dalam keadaan basa.

20

8. Jelaskan masing-masing kegunaan alkalinitas, kesadahan, kandungan ion klor, dan ion besi serta kegunaan kimia lumpur pemboran secara umum! Kegunaan alkalinitas : untuk mengetahui kelarutan batu kapur yang masuk ke sistem lumpur pada waktu pemboran menembus formasi limestone. Kegunaan kesadahan : untuk mengetahui kesadahan lumpur pemboran yang bisa berasal dari lumpur pada waktu menembus formasi gypsum. Kandungan ion klor : untuk mengetahui kontaminasi garam saat pada waktu pemboran menembus formasi garam ataupun kontaminasi garam yang berasal dari air formasi. Kegunaan kandungan ion besi : untuk mengontrol terjadinya korosi pada peralatan pemboran. Kegunaan kimia lumpur pemboran : untuk mengontrol kandungan ion-ion di atas untuk kemudian dilakukan tindakan-tindakan yang perlu dalam penanggulangannya. 9. Jelaskan masing-masing, sebab, akibat, dan cara menanggulangi lumpur yang tingkat alkalinitasnya tinggi, lumpur terlalu sadah, lumpur dengan kandungan klorida tinggi dan lumpur dengan kandungan ion besi berlebih! Alkalinitas tinggi disebabkan oleh adanya bikarbonat dan sisa-sisa dari karbonat dan hidroksida lumpur, akibatnya ada perubahan adanya senyawa garam dan asam lemah. Lumpur terlalu sadah karena adanya ion Ca2+ dan Mg2+ saat menembus formasi gypsum. Hal ini menyebabkan terbentuknya kerak pada dinding pipa dan dihilangkan menggunakan resin pelunak air komersial. Kandungan klorida terlalu tinggi karena kontaminasi ion klorida dari air formasi menyebabkan kerusakan pada pipa pemboran. Kandungan ion besi berlebih karena senyawa Fe dari korosi pipa. 21

10. Jelaskan perbedaan dari progessive gel dan fragile gel! Manakah yang lebih diinginkan? Progessive gel adalah sifat gel strength dari lumpur yang kuat sedangkakn fragile gel adalah sifat gel strength dari lumpur yang lemah. Yang lebih diinginkan adalah fragile gel karena perubahan sifatnya ditentukan oleh gaya yang diberikan,sedangkan progressive gel harus dikontrol setiap 10 detik dan 10 menit.. 11. Sebutkan masing-masing 100 istilah dalam bidang teknik pemboran, reservoir dan produksi! (urutkan sesuai abjad, sertakan juuga referensi yang digunakan) Teknik Pemboran 1) Above-ground basins 2) Accumulator Unit 3) Agitator 4) Annular 5) Back pressure manifold 6) Base coarse 7) Blowout 8) Blowout preventer 9) BOP system 10) Bushing & bowl 11) Cash and carry 12) Casing 13) Cementing 14) Centrifugal 15) centrifuge 16) Choke manifold 17) Circulating System 18) Container 22 19) Counter balance 20) Crown block 21) Daily drilling report (laporan harian pemboran) 22) Dam permanen 23) Dead anchor 24) Degasser 25) Desander 26) Desillter 27) Drainase 28) Draw work 29) Drawwork housting 30) Drill pipe 31) Driller 32) Driller Console 33) Drilling Instrumentation 34) Drilling line

35) Drilling program (program pemboran) 36) Dump truck 37) Eksploitasi 38) Eksplorasi 39) Electrical system 40) Elevator 41) Engine drawwork 42) Excaponton 43) Filltration loss 44) Flushing 45) Geograde 46) Geotextile 47) HDCB (High Density Chain Ball) 48) Hook 49) Hooker 50) Hosting system 51) Hydraulic control remote 52) Iron slag 53) Jembatan bailey 54) Kelly 55) Kelly spinner 56) Kick atau well kick atau gain 57) Leak off test (uji ketahanan formasi batuan) 58) Lighting 59) Link 23

60) Loss circulation (hilang lumpur atau hilang sirkulasi) 61) Loss circulation material 62) Mitigasi 63) Mud 64) Mud pump 65) Mud tank 66) Mud volcano 67) Offshore 68) Onshore 69) Open channel 70) Open hole 71) Overflow 72) Overtopping 73) Pipe bridge 74) Polymer 75) Recovery 76) Relief well (sumur penyumbat) 77) Resettlement 78) Rig 79) Rig down 80) Shale shaker 81) Side tracking 82) Sliding 83) Snubbing unit 84) Spillway 85) Stand pipe 86) Stuckpipe

87) Substructure /carrier 88) Subsurfaces 89) Sucker rod elevator 90) Swabbing (efek sedot) 91) Swivel 92) Tide pole 93) Top drive Referensi : http://www.id-petroleumwatch.org/wp-

94) Traveling block 95) Underbalance 96) Underground blowout 97) Water canon 98) Water pond 99) Water treatment 100) Work over

content/uploads/2007/12/05.daftar_istilah-2.pdf

Teknik Reservoir 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Accumulation Air formasi Aliran darcy Antiklin Aquifer Aromatik Bubble point pressure Cap rock Compresibility 19) Dry oil 20) Due point 21) Entry pressure 22) Flow rate 23) Formation faktor 24) Fraksi 25) Free water level 26) Gas saturation 27) Gas solubility 28) Hidrocarbon 29) High gravity oil 30) Hukum darcy 31) Imbibisi 32) Immiscible 33) Impermeable 34) Irreducible water 35) Kelarutan 36) Laju alir minyak 37) Material balance 24

10) Condensate 11) Core 12) Crude oil 13) Densitas oil 14) Densitas water 15) Desaturation 16) Displacement pressure 17) Downstream core pressure 18) Drainage

38) Migration 39) Migration path 40) Migration road 41) Napthenik 42) Non wetting phase fluid 43) Oil formation volume factor 44) Oil saturation 45) Oil wet 46) Parafinik 47) Permeabilitas 48) Permeabilitas absolut 49) Permeabilitas relatif 50) Permeable 51) Petroleum system 52) Porositas 53) Posositas absolut 54) Primary migration 55) Pyramidal 56) Reservoir infinite acting 57) Reservoir rock 58) Resistivitas 59) Resistivity index 60) Saturasi 61) Seal 62) Secondary oil recovery 63) Semi steady state 64) Shear rate 65) Shear stress 66) Sinklin 67) Source rock 25

68) Specific gravity 69) Steady state 70) Tekanan formasi 71) Tekanan kapiler 72) Tekanan kapiler dinamik 73) Tekanan overburden 74) Tekanan reservoir 75) Timing 76) Transition zone 77) Trap 78) Undesaturated oil 79) Upstream core pressure 80) Viscositas air 81) Viscositas gas 82) Viskositas 83) Volume bulk 84) Volume butiran 85) Volume pori-pori 86) Volumetric gas 87) Volumetric oil 88) Volumetrics 89) Water coning 90) Water connate 91) Water drive 92) Water formation volume factor 93) Water injection 94) Water oil contact 95) Water saturation 96) Water wet 97) Waterflooding

98) Wet gas 99) Wetting phase fluid Referensi :

100) Z factor

Ahmad tarek - Reservoir handbook second edition Ir.Sonny Irawan.MT - Diktat kuliah teknik reservoir UIR

Teknik Produksi 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Adjustable choke Armored cable Artificial lift Basic sediment water Bean perfomance Bleed off Boiler Bottom hole pressure test Burn pit 25) Destilasi 26) Diffuser 27) Disposal device 28) Drain pot 29) Drive mechanisme 30) Electrical submersible pump 31) Export gas 32) Flare 33) Floater shield 34) Flow line 35) Gas cap drive 36) Gas collector 37) Gas coning 38) Gas lift 39) Gas oil ratio 40) Glycol 41) Gradien tekanan dinamis 42) Gradien tekanan statik cairan 43) Heat exchanger 44) Heater 45) Horizontal buffle 46) Hydraulic pump 26

10) Centrifuge electric 11) Centrifuge hand 12) Choke manifold 13) Christmas tree 14) Closed installation 15) Coalesing plate 16) Colum 17) Combination cap drive 18) Continous gas lift 19) Conventional mandrel 20) Deflector plate 21) Degassing boot 22) Demister pad 23) Demulsifier 24) Depressurized shut down

47) Ignition system 48) Inergen 49) Intake 50) Knock out drum 51) Latch 52) Manifold header 53) Miscible 54) Mist exctractor 55) Molecular seal 56) Natural flowing well 57) Oil tank 58) Oil water ratio 59) Orifice meter 60) Overpressure 61) Packer 62) Pigging 63) Polimer 64) Positive displacement meter 65) Pressure sensing instrument 66) Productivity index 67) Progressive cavity pump 68) Protector 69) Purge gas 70) Reboiler 71) Retrievable mandrel 72) Rod pump Referensi : Perawatan sumur medco E&P Indonesia Flare system TOTAL 27

73) Scrubber 74) Separator 75) Side pocket mandrel 76) Solution gas drive 77) Standing valve 78) Straightening vanes 79) Sucker rod pump 80) Surfactant 81) Termocouple 82) Test rutin 83) Tubing anchor 84) Tubing hanger 85) Turbine meter 86) Valve 87) Valve guard 88) Valve removal devices 89) Venturi meter 90) Vertikal lift perfomance 91) Vortex breaker 92) Water coning 93) Water drive 94) Water injection 95) Water mist 96) Water seal 97) Water tank 98) Water utility 99) Weight of gas coloumn 100) Well head control panel

Surface facilities CEPU Subsurface facilities TOTAL

28

BAB VI

KONTAMINASI LUMPUR PEMBORAN


3.6.2. Pembahasan Soal 1. Apa yang dimaksud dengan kontaminan ? Material material yang tidak diinginkan yang masuk dalam lumpur pemboran saat proses pemboran. 2. Sebutkan kontaminasi yang sering terjadi pada sistem lumpur pemboran ! Kontaminasi Sodium Chlorida, kontaminasi gypsum, kontaminasi semen, kontaminasi air sadah,kontaminasi O2, kontaminasi CO2,dan kontaminasi H2S. 3. Kapan terjadinya kontaminasi yang telah disebutkan pada no.2 ? Kontaminasi sodium chlorida pada saat lumpur masuk ke formasi kubah garam. Kontaminasi gypsum terjadi pada saat pemboran menembus formasi gypsum. Dan kontaminasi semen terjadi karena operasi penyemenan yang kurang sempurna . 4. Sebutkan jenis jenis drilling mud ! Fresh Water muds, salt water muds, oil in water emultion muds, oil base mud, Gaseous Drilling Fluid. 5. Sebutkan kontaminasi yang terjadi pada oil base mud ! Dalam penggunaan oil base mud, diperlukan tangki yang tertutup agar hujan ataupun embun malam hari tidak akan mengubah kestabilan sifat lumpur. 6. Mengapa kita perlu mengontrol dan menambahkan sifat-sifat lumpur pemboran? Karena bila terjadi kesalahn dalam mengatai sifat-sifat fisik lumpur akan menyebabkan kegagalan dari fungsi lumpur yang pada akhirnya dapat menimbulkan hambatan pemboran dan akhirnya mengakibatkan kerugian yang sangat besar.

29

7. Mengapa

kandungan

gypsum

dan

semen

dianggap

sebagai

kontaminasi pada lumpur pemboran? Karena jika terdapat gypsum dan semen pada lumpur pemboran, maka akan mempengaruhi sifat-sifat fisik lumpur pemboran, seperti viscositas plastic , yield point, gel strength , fluid loss dan pH lumpur. 8. Perbadaan apakah yang dapat anda jelaskan dari gel strength 10 detik dan 10 menit ? Perbedaan gel strength 10 detik dan 10 menit. Gel strength pada 10 menit selalu lebih besar dari gel strength 10 detik karena gel strength dihasilkan karena adanya gaya tarik menarik pada plat clay sehingga seiring bertambahnya waktu akan semakin meningkatkan gel strength. 9. Berdasarkan tebel hasil percobaan, jelaskan maksud dari pembacaan dial reading pada 600 dan 300 RPM. Maksud dari pembacaan dial reading pada 600 dan 300 RPM : Dial reading 600 rpm pada table data hasil percobaan maksudnya adalah pembacaan skala penyimpangan maksimum pada FV setelah mencapai keseimbangan pada kecepatan 600 rpm. Dial reading 300 rpm pada table data hasil percobaan maksudnya adalah pembacaan skala penyimpangan maksimum pada FV setelah keseimbangan pada kecepatan 300 rpm. 10. Apakah tujuan dari ditambahkan Soda Ash pada komposisi lumpur dasar dan gypsum ? Untuk menipiskan mud cake, menambah menaikkan volume gel H2SO4, dan

meningkatkan

volume

EDTA,

strength

menurunkan filtration loss. 11. Apakah NH(H2PO4) itu ? Jelaskan maksud dari penambahan NH(H2PO4) tersebut pada komposisi lumpur dasar dan semen ? NH(H2PO4) adalah Monosodium Phospate yang merupakan aditif yang ditambahkan pada lumpur sebagai cara penanggulangannya lumpur yang terkontaminasi semen.

30

12. Jika ingin menanggulangi setiap jenis kontaminan, langkah apa yang saudara lakukan (analisa untuk masing masing kontaminan) ? Untuk kontaminasi NaCl, penanggulangannya dengan menambahkan NaOH. Untuk kontaminasi gypsum, penanggulangannya dilakukan dengan penambahan soda ash agar mud cake menjadi lebih tipis sehingga akan menjadi bantalan bagi pipa pemboran. Untuk kontaminasi semen penanggulangannya dengan menambahkan monosodium 13. Jika perlu dapat ditambahkan bahan bahan aditif. Sebutkan dan jelaskan macam bahan aditif tersebut dan berikan contohnya ? Extender adalah aditif yang dipakai untuk menaikkan volume suspensi samne dan mengurangi densitas lumpur semen. Contoh Bentonite dan Sodim Silikal. Rerasder adalah additrive yang digunakan untuk memperpanjang waktu pemompaan misalnya untuk zat-zat yang temperaturnya besar,karena temperatur mempercepat reaksi kimia antar lumpr dan air. Accelerator adalah aditif yang mempercepat pengerasan suspensi semen. Contoh Calsium Chlorida dan Sodium Chlorida. Low Filtration Additive adalah additive yang digunakan untuk mengontrol pengendapan padatan bila ada perbedaan tekanan yang besar antara lumpur dengan zona yang mempunyai permeabilitas. Contoh: CMHEL Lost Sirculation Additive adalah additive yang ditambahkan untuk mengatasi maslah lost sirculation. Contoh: Wood Fiber 14. Apa sajakah efek dari kontaminasi gypsum dan semen pada lumpur pemboran Akibat kontaminasi garam pada lumpur pemboran: Viscositas lumpur pemboran berubah. Yield point lumpur pemboran berubah. 31

Gel Strength lumpur pemboran berubah. Filtration loss lumpur pemboran berubah. pH lumpur pemboran berubah.

Akibat kontaminasi semen pada lumpur pemboran : Viscositas plastic berubah. Yield point berubah. Gel strength berubah. Fluid loss berubah. pH lumpur berubah.

15. Apa penyebab dari terjadinya : Kontaminasi gypsum Kontaminasi semen Penyebab kontaminasi gypsum dan semen : Penyebab kontaminasi gypsum adalah pada saat pemboran menembus formasi gypsum , lapisan gypsum yang terdapat pada formasi shale dan sandstone. Penyebab kontaminasi semen adalah akibat operasi penyemenan yang kurang sempurna atau stelah pengeboran lapisan semen dalam casing, float collar dan casing shoe. 16. Sebutkan dan jelaskan kontaminasi yang terjadi pada lumpur pemboran ? Solusi : sebab, akibat, penanggulangan Kontaminasi NaCl, kontaminasi gypsum, kontaminasi semen, kontaminasi Hard Water, kontaminasi Carbon Dioxide (CO2), Kontaminasi Hydrogen Sulfide (H2S), kontaminasi Oxygen (O2). a. Kontaminasi Sodium Chlorida

32

- Terjadi pada saat pemboran menembus kubah garam (salt dome), lapisan gypsum atau akibat air formasi yang berkadar garam tinggi. - Akibatnya yaitu berubahnya sifat sifat lumpur seperti viscositas, yield point, dan lain lain. - Penanggulangannya dengan menggunakan salt water base mud atau oil base mud. b. Kontaminasi gypsum - Disebabkan pemboran menembus formasi gypsum, lapisan gypsum yang terdapat pada formasi shale. - Akibatnya aitu akan terjadi perubahan sifat fisik lumpur - Penanggulangannya yaitu dengan menambahkan Soda Ash c. Kontaminasi Hard Water - Disebabkan oleh air yang mengandung sejumlah besar ion Ca2+ dan Mg2+ masuk ke dalam lumpur pemboran - Akibatnya sifat fisik lumpur pemboran akan berubah - Penanggulangannnya disirkulasikan dengan filtrasi pada saat lumpur

d. Kontaminasi CO2 - Disebabkan karena pemboran menembus lapisan yang mengandung CO2 - Akibatnya akan terjadi korosi pada peralatan pemboran - Penanggulangannya yaitu dengan menggunakan CO2 breaker e. Kontaminasi H2S - Disebabkan karena pemboran menembus lapisan yang mengandung H2S - Akibatnya akan menyebabkan korosi pada peralatan pemboran - Penanggulangannya dengan menggunakan H2S removal atau menggunakan Caustic Soda f. Kontaminasi O2 33

- Terjadi karena pemboran menembus formasi yang mengandung O2 - Akibatnya akan menyebabkan korosi pada peralatan pemboran - Penanggulangannya dengan menggunakan alat O2 breaker 17. J laskan asal mula t rb ntuknya salt dom d ngan plastic flow theory ? Salt dome itu terbentuk karena masuknya air laut yang memiliki kadar garam cukup tinggi sehingga lama kelamaan air laut tersebut berubah menjadi salt dome. 18. Jelaskan terjadinya kontaminasi O2 dan CO2 ! Kontaminasi CO2 - Disebabkan karena pemboran menembus lapisan yang mengandung CO2 - Akibatnya akan terjadi korosi pada peralatan pemboran - Penanggulangannya yaitu dengan menggunakan CO2 breaker Kontaminasi O2 Terjadi karena pemboran menembus formasi yang mengandung O2 - Akibatnya akan menyebabkan korosi pada peralatan pemboran - Penanggulangannya dengan menggunakan alat O2 breaker. 19. Jelaskan pengaruh fisik lumpur terhadap perubahan a. PH Penurunan PH dapat menyebabkan gangguan pada sifat fisik lumpur dimana jika PH kurang dari 7 (cenderung asam) maka akan menyebabkan korosi pada peralatan pemboran b. Kesadahan Jika pemboran menembus formasi yang banyak mengandung Ca2+ dan Mg2+ sehingga dapat menyebabkan berubahnya sifat sifat fisik lumpur pemboran c. Alkalinitas 34

- Jika lumpur sumbernya berasal hanya dari OH- menunjukkan lumpur tersebut stabil dan kondisinya baik - Jika sumbernya berasal dari CO23- maka lumpur tidak stabil tetapi masih bisa dikontrol - Jika lumpur tersebut mengandung HCO3- maka kondisi lumpur tersebut sangat jelek 20. Apa yang saudara dapatkan simpulkan tentang perubahan sifat fisik lumpur setelah terkontaminasi ? Perubahan sifat lumpur dipengaruhi adanya material material yang tidak diinginkan masuk ke dalam lumpur pada saat operasi pemboran sedang berjalan, biasanya terjadi pada saat pemboran menembus lapisan gypsum dan juga karena operasi penyemenan yang kurang sempurna.

35

BAB VII

PENGUKURAN HARGA MBT ( METHYLENE BLUE TEST )


7.6.1. Pembahasan Soal 1. Apakah MBT itu? MBT adalah metode untuk mengukur total kapasitas pertukaran kation dari suatu sistem clay dimana pertukaran kation itu tergantung dari jenis dan kristal alinitas mineral, pH larutan, jenis kation yang di pertukarkan dengan menggunakan methylene blue. 2. Mengapa Harga MBT perlu diukur? Harga MBT dipakai untuk mengukur total kapasitas pertukaran kation dari suatu sistem clay dan dari nilai tukar kation tersebut dapat diprediksikan terjadinya swelling. 3. Sebutkan fungsi dari MBT ! Menentukan harga CEC 4. Apakah maksud dari total kapasitas pertukaran katioan pada system clay? Total kapasitas tukar kation adalah pertukaan jenis kation dan konsentrasi mineral yang terdapat di dalam clay serta tergantung dari jenis cristal salinitas mineral pH larutan, jenis kation yang dipertukarkan. 5. Sebutkan jenis mineral clay dari KTK dan kapasitas tukar kationnya ! Jenis Mineral Clay Kaolinite Halloysite.2H2O Halloysite.4H2O Montmorillonite Lllite Vermiculite Chlorite Kapasitas Tukar Kation Meq/100 gram 3-15 5-10 10-40 80-150 10-40 100-150 10-40

36

Spiolite-Attapulgite

20-30

6. Apakah yang menyebabkan mineral clay memiliki kapasitas tukar kation ? Adanya ikatan yang putus disekeliling sisi unit silika alumina, akan menimbulkan muatan yang tidak seimbang sehingga agar seimbang kembali (harus bervalensi rendah) diperlukan penyerapan kation. Adanya subtitusi alumina bervalensi tiga didalam kristal untuk silika equivalen serta ion-ion bervalensi terutama magnesium didalam struktur tetrahedral. Penggantian hydrogen yang muncul dari gugusan hidroksil yang muncul oleh kation-kation yang dapat ditukar-tukarkan

(exchangeable). Untuk fakta ini masih disangsikan kemungkinannya karena tidak mungkin terjadi pertukaran hidrogen secara normal.

7. Jelaskan proses terjadinya swelling ! dan bagaimana pengaruhnya terhadap pertukaran kation ? Swelling adalah peristiwa pengembangan dari clay dikarenakan filtrastion loss, dan swelling itu mempunyai pengaruh terhadap pertukaran kation yaitu semakin cepat pertukaran kation maka semakin cepat pula swelling akan terjadi, begitu juga sebaliknya. 8. Apakah Swelling itu ? dan bagaimana pengaruhnya terhadap pertukaran kation ? Swelling adalah peristiwa pengembangan dari clay dikarenakan filtrastion loss, dan swelling itu mempunyai pengaruh terhadap pertukaran kation yaitu semakin cepat pertukaran kation maka semakin cepat pula swelling akan terjadi, begitu juga sebaliknya. 9. Bandingkan dari 2 jenis bentonite tersebut mana yang lebih bagus? Berikan alasan dan bahasannya.

37

Bentonite baroid lebih bagus dari pada bentonite indobent, karena jikadilihat dari kapasitas tukar kation baroid lebih kecil dari pada indobent artinya ketika kapasitas tukar kationnya besar maka pengembangan clay akan semakin besar sehingga akan lebih mudah terjadi kerusakan formasi (formation demage) . 10. Mencari semua jenis bahan additive yang ada beserta fungsinya! a) Viscosifier Bentonite, untuk menaikkan viscositas dan menurunkan fluida loss dari lumpur dasar air tawar. Attapulgite, berfungsi untuk menghasilkan viscositas jika digunakan pada air asin. Asbestos, untukmenghasilkan viscositas yang efektif pada lumpur air tawar, maupun air asin. Polymer, untuk mengontrol filtration loss, viscositas, flokulasi dan penstabil shale. Lime/semen, berfungsi untuk menaikkan viscositas.

b) Material pemberat Barite digunakan untuk menaikkan densitas dari semua jenis lumpur. Oksida besi, digunakan untuk menaikkan filtration loss dan menaikkan ketebalan mud cake. Galena untuk masalah pemboran khusus kick. Calcium carbonat untuk mendapatkan densitas lumpur sampai 10.8 lb/gal pada oil base mud dan fluida work over. Larutan garam, untuk memformulasikan solid free work over fluid c) Thinner

38

Phospate, untuk menghasilkan keseimbangan listrik dan memungkinkan partikel-partikel mengembang dengan bebas dalam larutan.

Sodium cartboxy methycellulose (cmc), sebagai fluid loss control dan sebagai viscosifer. XC polymer, untuk mengurangi api filter loss lumpur pemboran.

d) Emulsifier Memungkinkan terjadinya disperse mekanis fasa internal dan eksternal dan secara kimiawi membentuk emulsi yang stabil. e) Lost circulation material Fibrous material, untuk menutup rongga-rongga yang besar karena mengandung serat kasar yang dapat memberikan kemampuan membungkus dengan baik. Granular material, untuk menutup zona porous. Flakes material, untuk membuat zona porous. Barite dan bentonite, untuk menutup /menyumbat formasi yang porous. Squeeze technique, untuk menyelesaikan program-program lost circulation. f) Aditif khusus Floculant, digunakan untuk mengikat padatan yang berasaldari serbuk bor agar menggupal sehingga mudah diambil dengan cara penyaringan dan pengendapan. Corrison control agent, untuk mengontrol korosi. Defoamer, digunakan untuk memecah busa dalam lumpur pemboran. Pengatur ph , untuk mengatur ph lumpur pemboran. Pelumas lumpur, untuk pelumas bagi bit dan drill string.

39

Anti differtial sticking, untuk mencegah atau mengatasi masalah jepitan pipa.

40