Anda di halaman 1dari 2

Aturan P2TL berlaku bagi semua kapal di laut bebas dan disemua perairan yang ada hubungannya dengan

laut bebas dan dapat dilayari oleh kapal P2TL wajib dilaksanakan oleh kapal, nahkoda, ABK dan pemilik kapal Kapal = meliputi tiap jenis kendaraan air, termasuk kendaraan dan pesawat terbang laut bukan deplasement yang digunakan untuk sarana angkuatan air Kapal tenaga = setiap kapal yang digerakkan oleh mesin (menurut Aturan 3) Kapal layar = setiap kapal yang sedang berlayar dengan menggunakan ketentuan jika mempunyai mesin penggerak tidak sedang digunakan. Kapal sedang berlayar = kapal yang sedang berlayar dari satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain/pelabuhan yang dituju Penglihatan terbatas = keadaan dimana dibatasi oleh cuaca buruk, hujan lebat, badai, kabut, asap dan keadaan lain sejenisnya Saling melihat = keadaan dimana kapal satu sama yang lainnya dapat di lihat nyata oleh kapal lain Kapal yang tidak terkendali = kapal yang tidak bisa di olah gerak Kapal yang tidak dapat diolahgerak = kapal karena keadaan istimewa menyebabkan kapal tidak mampu untuk berolah gerak, untuk menyimpang dari haluan. Kapal yang dibatasi kemampuan olah geraknya = kapal yang dari sifat pekerjaanya dibatasi dalam kemampuan untuk mengolah gerak Pengamatan keliling = suatu tindakan atau kegiatan dengan menggunakan penglihatan dan pendengaran Penerangan tiang = penerangan lampu putih yang ditempatkan di atas bidang simetri muka dan belakang kapal yang memperlihatkan cahaya yang tdk terputus putus dengan bujur cakrawala 225 yang dipasang sedemikian rupa sehingga memperlihatkan cahaya dari arah lurus kedepan sampai 235 Penerangan lambung = penerangan yang berada di sebelah kiri lambung kapal yang berwarna merah dn sebelah kanan berwarna hijau yang masing2 memperlihatkan cahaya yang tdk terputus meliputi busur cakrawala 112,5. Penerangan keliling = lampu yang memperlihatkan cahaya yang tidak terputus putus, meliputi busur cakrawala sebesar 360 Lampu kelip = lampu yang berkelip kelip dengan selang waktu teratur pad frekwensi 120 kelipan atau lebih tiap menit Lampu buritan = lampu putih yang ditempatkan sedekat dapat dilaksanakan pada buritan yang memperlihatkan cahaya tidak terputus putus meliputi busur cakrawala sebesar 135 dan dipasang sedemikian rupa sehingga memperlihatkan cahaya 67,5 dari tiap belakang pada tiap lambung kapal Kecepatan aman = kecepatan dimana kapal dapat dihentikan dalam jarak yang aman dan dapat mengambil tindakan yang efektif dan efisien untuk menghindari tubrukan. Defenisi dari Aturan 5 (Pengamatan) P2TL, sarana sarana yang harus difungsikan ialah GPS, RADAR, VHF, Binocullar

Faktor yang perlu diperhatikan menentukan kecepatan aman Tingkat penglihatan Kepadatan lalu lintas Kemampuan olah gerak kapal Keadaan cuaca Sarat atau draf kapal Lampu daratn atau pantulan cahaya sendiri Yang termasuk Alur pelayaran Sempit adalah sungai, muara, selat. Hal hal yang tidak boleh dilakukan selama berlayar dalam APS : Tidak boleh berlabuh jangkar dialur Kapal tidak boleh menangkap ikan dialur Kapal tidak boleh memotong alur, apabila menghalangi kapal lain yang hanya aman berlayar didalam alur pelayaran yang sempit Kapal layar yang <20m tidak boleh merintangi jalannya kapal lain yang hanya aman berlayar dialur Berlayar dalam APS : Berlayar sedekat mungkin dengan batas luar alur, yang berada pada posisi kanan lambung kapal selama masih aman Apabila menyusul dari sisi kanan, bunyikan Apabila menyusul dari sisi kiri bunyikan Bagi kapal yang akan disusul jika setuju wajib membunyikan suling Bahaya tubrukan dianggap ada jika: Kapal berada dalam keadaan ragu ragu. Baringan kapal yang mendekati tidak mengalami perubahan yang berarti/ baringannya tetap Kapal mendekati kapal lain dalam jarak yang sangat dekat Kapal mendekati kapal lain yang ukurannya sangat besar Kapal mendekati kapal lain yang sedang menunda Sarana sarana yang digunakan untuk menentukan tindakan ada tidaknya bahaya tubrukan Tiap kapal harus menggunakan semua saran yang ada sesuai dengan keadaan suasana yang lazim untuk menentukan jika terdapat bahaya tubrukan Penggunaan rada yang harus dilakukan secara tetap, termasuk penggunaan skala jarak jauh, untuk memperoleh peringatan akan adanya tubrukan Pengamatan secara cermat atau benda yang terdeteksi Cara mengetahui diantara dua kapal haluannya bersilang akan ada bahaya tubrukan Jika baringan terhadap kapal tidak berubah Jika baringan terhadap kapal lain sangat kecil Berubah nyata atau lebih besar Jika dua kapal semakin mendekat Tindakan masing masing kapal dalam keadaan kapal saling menyilang (Aturan 15)

B A Kapal A mengurangi kecepatannya, dan merubah haluan keburitan kapal B Kapal B tetap mempertahankan haluannya Anda sedang bertugas jaga pada malam hari dan melihat penerangan navigasi dari kapal lain berupa 2 lampu tiang, 1 lampu lambung merah, posisi kapal tersebut berada dilambung sebelah kanan haluan anda, Kapal apakah itu dan berapa haluan kapal tersebut ? Jwb : Kapal tersebut adalah kapl tenaga yang panjangnya lebih dari 50 m dengan posisi menyilang/memotong terhadap kapal saya, apabila haluan saya 45, maka haluan kapal tersebut dengan posisi crossing 90 sama dengan 315 Tindakan saya, mengubah haluan kekanan kearah belakang buritan kapal tersebut, terus crossing melewati belakang buritan kapal tersebut Kapal yang termasuk dalam kategori terbatas kemampuan OGnya :Kapal keruk, tanker, cargo, kontainer. Untuk mencegah terjadinya bahaya tubrukan tiba tiba (bahaya mendadak) maka nahkoda dapat menghindar/menyimpang dari aturan P2TL, hal tersebut dapat dilaksanakan bila pada saat keadaan darurat/emergency (Aturan 8) dan menghidari dengan cara mengurangi kecepatan dan merubah haluan Kapal saling berhadapan dianggap ada jika

Isyarat bunyi untuk Alur pelayaran sempit Kapal belok kanan E

Kapal belok kiri I Kapal mundur S Peringatan masuk tikungan sempit disungai T Menyusul sisi kanan perairan G Menyusul sisi kiri perairan Z Anda boleh menyusul C

Saya ragu terhadap tindakan anda 5 Kapal memperlihatkan penerangan Penerangan mulai diperlihatkan oleh sebuah kapal pada saat matahari terbenam dan cuaca buruk atau badai dan kabut yang dapat membuat jarak pandang dengan kapal lain tidak terlihat Kapal yang terkendala oleh saratnya

Kapal tunda yang panjangnya lebih dari 200m

Kapal Pandu melaksanakan kegiatan

Kapal melakukan kegiatan dibawah air

Kapal penyapu ranjau Suatu kapal melihat kapal lainnya tepat didepan atau hampir tepat didepan Pada malam hari ia dapat melihat lampu lampu puncak tiang kapal lainnya dalam satu garis atau hampir dalam satu garis Tindakan yang dilakukan oleh masing masing kapal, merobah haluannya kelambung kanan kapal, sehingga masing akan melewati yang lain pada lambung kiri kapal Sebuah kapal tenaga yang sedang berlayar harus menyimpang jalannya (Aturan 18) : Kapal yang tidak dapat di olah gerak Kapal yang terbatas kemampuan olah geraknya Kapal ikan yang sedang menangkap ikan Kapal layar yang sedang berlayar Tindakan dalam penglihatan terbatas dan semboyan yang harus di perdengarkan (Aturan 35): Kapal sedang berlayar dan mempunyai laju harus memperdengarkan 1 tiup panjang dengan waktu 1 menit Kapal sedang berlayar tetapi tidak mempunyai laju/berhenti berlayar harus memperdengarkan 2 tiup panjang dengan waktu 2 menit dan selang waktunya 2 detik

Kapal yang terbatas kemampuan olah geraknya dan mempunyai laju terhadap air

Kapal keruk

Kapal yang tidak terkendali dan mempunyai laju terhadap air

Kapal Kandas

Kapal panjang <50m labuh jangkar Kapal tenaga <50 m berlayar 112,5 135 225 225

112,5 Serah terima tugas jaga 30 menit sebelum jaga harus dianjungan Melihat keadaan sekitar Mengamati cuaca dan keadaan laut