P. 1
Komunikasi Data Dan Jaringan Komputer

Komunikasi Data Dan Jaringan Komputer

|Views: 1,216|Likes:
Dipublikasikan oleh udinmegadata

More info:

Published by: udinmegadata on May 15, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2015

pdf

text

original

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition

Bagian 1 Komunikasi jaringan dan data

Model Komunikasi
• Sumber
—Menghasilkan data untuk ditransmisikan

• Pemancar
—Mengubah data menjadi sinyal yg dapat dipancarkan

• Sistem Transmisi
—Membawa data

• Penerima
—Mengubah sinyal yg diterima menjadi data

• Tujuan
—Pengambilan data

Tugas Komunikasi
Pemanfaatan sistem transmisi
Interfacing

Pengalamatan
Routing

Generasi sinyal
Sinkronisasi

Recovery
Format pesan

Pertukaran manajemen
Koreksi dan deteksi error

Keamanan
Manajemen jaringan

Flow control

Diagram-model komunikasi yg disederhanakan

Model komunikasi data yang disederhanakan

Networking
• Komunikasi point to point tidak selalu praktis
—Alat terlalu jauh terpisah —Peralatan yang besar memerlukan jumlah koneksi yang tidak praktis

• Solusi dalam jaringan komunikasi
—Wide Area Network (WAN) —Local Area Network (LAN)

Wide Area Networks
• • • • Area geografis yang besar Crossing public rights of way Rely in part on common carrier circuits Teknologi alternative
—Circuit switching —Packet switching —Frame relay —Asynchronous Transfer Mode (ATM)

Circuit Switching
• Komunikasi dipersembahkan selama dalam percakapan • Misal : jaringan telepon

Packet Switching
• Data dikirim sesuai urutan • Paket data secara serentak • Paket melewati dari titik ke titik antara sumber dan tujuan • Digunakan untuk komunikasi dari terminal ke komputer dan komputer ke komputer

Frame Relay
• Packet switching systems mempunyai biaya kompensasi yang besar untuk kesalahan • Sistem yang modern lebih dapat dipercaya • Errors dapat diketahui pada akhir sistem • Most overhead untuk kontrol error dilepaskan ke luar

Asynchronous Transfer Mode
• • • • • • ATM Evolusi dari frame relay Little overhead untuk kontrol error Fixed packet (called cell) yang panjang Anything from 10Mbps to Gbps Data rate yang konstan menggunaka teknik paket switching

Local Area Networks
• Lingkup lebih kecil
—Bangunan atau kampus kecil

• Biasanya dimiliki oleh organisasi yang mempunyai alat yang sama • Data rates jauh lebih tinggi • Biasanya digunakan sistem broadcast • Sekarang sistem switched dan ATM mulai dikenalkan

LAN Configurations
• Switched
—Switched Ethernet
• May be single or multiple switches

—ATM LAN —Fibre Channel

• Wireless
—Mobility —Instalasi yang mudah

Metropolitan Area Networks
• • • • • MAN Pertengahan antara LAN dan WAN Pribadi dan jaringan umum Kecepatan tinggi Area besar

Networking Configuration

Further Reading
• Stallings, W. [2003] Data and Computer Communications (7th edition), Prentice Hall, Upper Saddle River NJ, chapter 1 • Web site for Stallings book
—http://williamstallings.com/DCC7e.html

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition
Bagian 2 Arsitektur dan protokol

Need For Protocol Architecture
• E.g. File transfer
— Sumber harus mengaktifkan alur comms. Atau menginformasikan jaringan tujuan. — Sumber harus memeriksa tujuan yg disiapkan untuk menerima. — Aplikasi file transfer pada sumber harus memeriksa tujuan file management system akan menerima dan menyimpan file untuk pemakainya. — Mungkin membutuhkan translasi file format.

• Tugas yang rusak kedalam subtasks • Diterapkan secara terpisah-pisah didalam tumpukan layers. • Fungsi diperlukan didalam kedua sistem • Peer layers communicate

Elemen kunci suatu protokol
• Syntax
—Data formats —Level sinyal

• Semantics
—Control information —Error handling

• Timing
—Speed matching —Sequencing

Protocol Architecture
• Tugas dari komunikasi hingga kedalam modul • Sebagai contoh file transfer dapat menggunakan tiga modul
—File transfer application —Module Communication service —Modul akses jaringan

Simplified File Transfer Architecture

A Three Layer Model
• Network Access Layer • Transport Layer • Application Layer

Network Access Layer
• Pertukaran data antara komputer dan jaringan • Pengiriman menyediakan alamat tujuan dari komputer • May invoke levels of service • Bergantung pada jenis jaringan yang digunakan (LAN, packet switched etc.)

Transport Layer
• Pertukaran data lebih nyata • Tidak terikat pada jaringan yang sedang digunakan • Tidak terikat pada aplikasi

Application Layer
• Mendukung untuk pemakaian aplikasi yang berbeda • e.g. e-mail, file transfer

Protocol Architectures and Networks

Addressing Requirements
• Dua tingkatan dalam addressing required • Masing-masing komputer memerlukan alamat jaringan yg unik • Masing-masing aplikasi dalam (multi-tasking) komputer memerlukan suatu alamat unik dalam komputer
—The service access point or SAP —The port on TCP/IP stacks

Protocols in Simplified Architecture

Protocol Data Units (PDU)
• Pada tiap layer, protokol digunakan untuk komunikasi • Informasi kontrol ditambahkan ke data pemakai pada masing-masing lapisan • Transport layer memungkinkan membagi-bagi data pemakai • Tiap fragmen ditambahkan transport header
— Destination SAP — Sequence number — Error detection code

• This gives a transport protocol data unit

Protocol Data Units

Network PDU
• Penambahan network header
—Alamat jaringan untuk komputer tujuan —Fasilitas permintaan

Operation of a Protocol Architecture

Standarisasi Protocol Architectures
• Yang diperlukan untuk alat untuk komunikasi • Penjual mempunyai lebih banyak produk untuk dipasarkan • Pelanggan dapat meminta dg tegas peralatan yg berdasarkan standarisasi • Two standards:
—OSI Reference model
• Never lived up to early promises

—TCP/IP protocol suite
• Most widely used

• Also: IBM Systems Network Architecture (SNA)

OSI
• Open Systems Interconnection • Dikembangkan oleh the International Organization for Standardization (ISO) • Seven layers • Suatu sistem teoritis yang dikirimkan sudah terlambat • TCP/IP is the de facto standard

OSI - The Model
• A layer model • Tiap-tiap layer melakukan fungsi yang diperlukan untuk komunikasi • Tiap-tiap layer mempercayakan pada layer berikutnya yg lebih rendah untuk melaksanakan fungsi yg lebih primitif • Tiap-tiap layer menyediakan jasa untuk layer berikutnya yang lebih tinggi • Perubahan di satu layer tidak memerlukan perubahan di layer yg lain

OSI Layers

The OSI Environment

OSI as Framework for Standardization

Layer Specific Standards

Elements of Standardization
• Spesifikasi protokol
—Operasi antara lapisan yg sama pada dua sistem —Mungkin melibatkan sistem operasi yg berbeda —Spesifikasi protokol harus tepat
• Format of data units • Semantics of all fields • allowable sequence of PCUs

• Service definition
—Functional description of what is provided

• Addressing
—Referenced by SAPs

Service Primitives and Parameters
• Jasa antara layer yg bersebelahan dinyatakan dalam kaitan dengan primitif dan parameter • Primitives menetapkan fungsi untuk dilakukan • Parameters melewatkan data dan mengendalikan info

Primitive Types
REQUEST Yang dikeluarkan primitif oleh pemakai jasa untuk memohon beberapa jasa dan untuk melewatkan parameter yg diperlukan untuk menetapkan secara penuh jasa yang diminta A primitive issued by a service provider either to: indicate that a procedure has been invoked by the peer service user on the connection and to provide the associated parameters, or notify the service user of a provider-initiated action Yang dikeluarkan primitif oleh pemakai jasa untuk mengakui beberapa prosedur yg sebelumnya dilibatkan oleh permintaan pemakai jasa Yang dikeluarkan primitif oleh pemakai jasa untuk mengakui atau melengkapi beberapa prosedur yg sebelumnya dilibatkan oleh suatu permintaan dari pemakai jasa

INDICATION

RESPONSE

CONFIRM

Timing Sequence for Service Primitives

OSI Layers (1)
• Physical
—Physical menghubungkan antar alat
• • • • Mechanical Electrical Functional Procedural

• Data Link
—Mengaktifkan, memelihara dan mematikan link —Error detection and control —Higher layers may assume error free transmission

OSI Layers (2)
• Network
— Transport dari informasi — Layer tertinggi tidak memerlukan untuk mengetahui tentang teknologi layer di bawahnya — Tidak diperlukan pada direct links

• Transport
— Pertukaran data antar akhir sistem — Bebas error — In sequence — Tidak ada losses — No duplicates — Quality of service

OSI Layers (3)
• Session
—Mengendalikan dialog antar aplikasi —Dialogue discipline —Pengelompokan —Recovery

• Presentation
—Data formats and coding —Kompressi data —Encryption

• Application
—Aplikasi digunakan untuk mengakses lingkungan OSI

Use of a Relay

TCP/IP Protocol Architecture
• Dikembangkan oleh the US Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) for its packet switched network (ARPANET) • Digunakan oleh internet global • Tidak ada macam model tetapi aktif satu.
—Application layer —Host to host or transport layer —Internet layer —Network access layer —Physical layer

Physical Layer
• Physical menghubungkan antara alat transmisi data (e.g. computer) dan medium transmisi atau jaringan • Karakteristik dari medium transmisi • Signal levels • Data rates • etc.

Network Access Layer
• Pertukaran data antara sistem akhir dan jaringan • Tujuan ketetapan alamat • Permohonan jasa seperti prioritas

Internet Layer (IP)
• Sistem mungkin dipasang ke jaringan yang berbeda • Fungsi routing menyebrang ke berbagai jaringan • Implementasi di akhir sistem dan routers

Transport Layer (TCP)
• Dipercaya dalam pengiriman data • Pemesanan pengiriman

Application Layer
• Support untuk aplikasi pengguna • e.g. http, SMPT

OSI v TCP/IP

TCP
• Transport layer biasanya adalah Transmission Control Protocol
— Koneksi dapat dipercaya

• koneksi
— Temporary logical association antar kesatuan di dalam sistem yg berbeda

• TCP PDU
— Disebut dengan TCP segment — Termasuk port sumber dan tujuan (c.f. SAP)
• Identifikasi pelanggan masing - masing (applications) • Koneksi mengacu pada pair dari ports

• TCP tracks segments anatra kesatuan pada tiap – tiap koneksi

UDP
• Alternative dari TCP yaitu User Datagram Protocol • Tidak dijamin dalam pengirimannya • Tidak ada pemeliharaan dalam urutan • Tidak ada perlindungan melawan terhadap duplikasi • Minimum overhead • Adds port addressing to IP

TCP/IP Concepts

Addressing level
• Level dalam architecture dimana kesatuan dinamai • Pengalamatan unik untuk tiap akhir sistem (computer) and router • Network level address
—IP or internet address (TCP/IP) —Network service access point or NSAP (OSI)

• Proses didalam sistem
—Port number (TCP/IP) —Service access point or SAP (OSI)

Trace dari operasi sederhana
• Process dihubungkan dengan port 1 di host A mengirim pesan kepada port 2 di host B • Process yang ada menjatuhkan pesan ke TCP untuk dikirim ke port 2 • TCP menjatuhkan ke IP untuk dikirim ke host B • IP menjatuhkan ke network layer (e.g. Ethernet) untuk dikirim ke router J • Menghasilkan satu set encapsulated PDUs

PDUs in TCP/IP

Example Header Information
• Port tujuan • Urutan nomor • Checksum

Beberapa protokol dalam deretan TCP/IP

Required Reading
• Stallings chapter 2 • Comer,D. Internetworking with TCP/IP volume I • Comer,D. and Stevens,D. Internetworking with TCP/IP volume II and volume III, Prentice Hall • Halsall, F. Data Communications, Computer Networks and Open Systems, Addison Wesley • RFCs

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition
Bagian 3 Transmisi data

Terminology (1)
• Pemancar • Penerima • Media
—Guided medium
• e.g. twisted pair, optical fiber

—Unguided medium
• e.g. air, water, vacuum

Terminology (2)
• Direct link
—Tidak ada alat perantara

• Point-to-point
—Direct link —Hanya 2 peralatan yang menghubungkan

• Multi-point
—Lebih dari 2 alat yang menghubungkan

Terminology (3)
• Simplex
—Satu arah
• e.g. Television

• Half duplex
—Dua arah, tetapi hanya satu arah secara serentak
• e.g. police radio

• Full duplex
—Dua arah pada waktu yang sama
• e.g. telephone

Frequency, Spectrum and Bandwidth
• Time domain concepts
—Analog signal
• Various in a smooth way over time

—Digital signal
• Memelihara suatu level konstan kemudian mengubah ke level konstan yang lain

—Periodic signal
• Pola mengulangi dari waktu ke waktu

—Aperiodic signal
• Pola tidak mengulang dari waktu ke waktu

Analogue & Digital Signals

Periodic Signals

Gelombang sinus
• Amplitudo puncak (A)
—Kekuatan maksimum dari sinyal —volts

• Frequency (f)
—Perubahan rata – rata dari sinyal —Hertz (Hz) or cycles per second —Period = time for one repetition (T) —T = 1/f

• Phase ( )
—Posisi relatif pada waktunya

Varying Sine Waves s(t) = A sin(2 ft + )

Panjang gelombang
• Jarak dalam satu kali beredar • Jarak antara dua poin yang berfasa sama di dalam dua siklus berurutan • • Assuming signal velocity v
— = vT — f=v —c = 3*108 ms-1 (speed of light in free space)

Frequency Domain Concepts
• Sinyal biasanya terdiri dari banyak frekuensi • Komponennya adalah gelombang sinus • Dapat ditunjukkan (analisia fourier) bahwa semua sinyal terdiri dari komponen gelombang sinus • Dapat merencanakan fungsi dari frequency domain

Addition of Frequency Components (T=1/f)

Frequency Domain Representations

Spectrum & Bandwidth
• Spectrum
—range frekuensi yang terdapat dalam sinyal

• Absolute bandwidth
—Lebar dari spektrum

• Effective bandwidth —Sering disebut bandwidth
—Frekuensi Narrow band yang berisi kebanyakan dari energi

• DC Component
—Component of zero frequency

Signal with DC Component

Data Rate and Bandwidth
• Sistem transmisi manapun mempunyai band frekuensi yang terbatas • Batas ini adalah bahwa data rate dapat dibawa (carrier)

Analog and Digital Data Transmission
• Data
—Kesatuan yang menyampaikan arti/maksud

• Signals
—Penyajiian data yang elektrik atau elektromagnetik

• Transmission
—Komunikasi data dengan propagasi dan pengolahan sinyal

Analog and Digital Data
• Analog
—Nilai – nilai berlanjut dalam beberapa interval —e.g. sound, video

• Digital
—Nilai terpisah —e.g. text, integers

Acoustic Spectrum (Analog)

Analog and Digital Signals
• Berarti bahwa data dipropagasikan • Analog
—Variabel kontinyu —Macam media
• wire, fiber optic, space

—Bandwidth suara 100Hz to 7kHz —Telephone bandwidth 300Hz to 3400Hz —Video bandwidth 4MHz

• Digital
—Menggunakan dua komponen DC

Advantages & Disadvantages of Digital
• Murah • Sedikit peka terhadap noise • Attenuation lebih besar
—Pulses menjadi lebih bulat dan kecil —Leads terhadap hilangnya informasi

Attenuation of Digital Signals

Komponen Suara
• Frequency range (of hearing) 20Hz-20kHz
—Suara 100Hz-7kHz

• Dengan mudah dikonversi menjadi sinyal elektromagnetik untuk transmisi • Frekuensi bunyi dengan volume yg bermacam – macam yg diubah menjadi frekuensi elektromagnetik dengan tegangan yg bermacam • Batas range frekuensi untuk kanal suara
—300-3400Hz

Konversi suara kedalam sinyal analog

Video Components
• USA - 483 lines scanned per frame at 30 frames per second
— 525 lines but 42 lost during vertical retrace

• So 525 lines x 30 scans = 15750 lines per second
— 63.5 s per line — 11 s for retrace, so 52.5 s per video line

• Frekuensi max jika garis mengubah hitam dan putih • Resolusi horisontal sekitar 450 garis memberikan 225 siklus dari gelombang in 52.5 s • Max frequency of 4.2MHz

Binary Digital Data
• Dari terminal komputer etc. • Dua komponen dc • Bandwidth bergantung pada data rate

Konversi PC kedalam sinyal digital

Data and Signals
• Biasanya menggunakan sinyal digital untuk data digital dan sinyal analog untuk data analog • Dapat menggunakan sinyal analog untuk membawa data digital
—Modem

• Dapat menggunakan sinyal digital untuk membawa data analog
—Compact Disc audio

Sinyal analog membawa data digital dan analog

Sinyal digital membawa data digital dan analog

Analog Transmission
• • • • • Sinyal analog dipancarkan tanpa melihat isi Dapat berupa data digital atau analog Attenuated over distance Menggunakan amplifiers untuk sinyal boost Juga memperkuat noise

Digital Transmission
• Terkait dengan isi • Integritas dibahayakan oleh noise, attenuation etc. • Menggunakan Repeaters • Repeater menerima sinyal • Extracts bit pattern • Retransmits • Attenuation is overcome • Noise tidak diperbesar

Keuntungan dari transmisi digital
• Digital technology
— Low cost LSI/VLSI technology

• Data integrity
— Longer distances over lower quality lines

• Capacity utilization
— Bandwith tinggi berhubungan dengan ekonomis — Derajat tinggi dari multiplexing lebih mudah dengan teknik digital

• Security & Privacy
— Encryption

• Integration
— Dapat perlakukan data digital dan analog dg cara yg sama

Pelemahan transmisi
• Sinyal yg diterima berbeda dengan yg dipancarkan • Analog - degradation of signal quality • Digital - bit errors • Disebabkan oleh
—Attenuation and attenuation distortion —Delay distortion —Noise

Attenuation
• Kekuatan sinyal mulai jatuh dengan jarak • Bergantung pada media • Kekuatan yg diterima sinyal:
—Harus cukup untuk dideteksi —Harus lebih tinggi daripada noise untuk diterima tanpa error

• Attenuation adalah suatu peningkatan fungsi frekuensi

Delay Distortion
• Hanya didalam media yg dipandu • Macam-macam percepatan propagasi dengan frekuensi

Noise (1)
• Sinyal tambahan dimasukkan antara penerima dan pemancar • Panas
—Berkaitan dengan panas dari elektron —Didistribusikan secara seragam —White noise

• Intermodulation
—Isyarat yang menjadi penjumlahan dan perbedaan dari frekwensi asli yang berbagi suatu medium

Noise (2)
• Crosstalk
—Sinyal dari satu garis diambil oleh yang lain

• Impulse
—Pulsa tidak beraturan atau spikes —External electromagnetic interference —Short duration —High amplitude

Kapasitas Kanal
• Data rate
—Bits per second —Tingkat di mana data dapat dikomunikasikan

• Bandwidth
—Satu putaran per second of Hertz —yang dibatasi oleh medium dan pemancar

Nyquist Bandwidth
• Jika tingkat sinyal transmisi adalah 2B kemudian sinyal dengan frekwensi tidak lebih besar dibanding B cukup untuk membawa signal rate • Memberikan bandwidth B, signal rate tertinggi adalah 2B • Memberikan binary signal, data rate didukung oleh B Hz adalah 2B bps • Bisa ditingkatkan dengan menggunakan M level signal • C= 2B log2M

Shannon Capacity Formula
• Pertimbangan data rate,noise and error rate • Lebih cepat data rate memperpendek tiap bit maka pengaruh kerusakan dari pengaruh noise lebih dari bits
—Memberikan level noise, data rate tinggi yang berarti lebih tinggi dari error rate

• • • •

Signal to noise ration (in decibels) SNRdb=10 log10 (signal/noise) Capacity C=B log2(1+SNR) Ini adalah error free capacity

Required Reading
• Stallings chapter 3

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition
Bagian 4 Media Transmisi

Overview
• Guided - wire • Unguided - wireless • Karakteristik dan qualitas diberikan oleh media dan sinyal • For guided, media lebih penting • For unguided, lebar pita dihasilkan oleh antena adalah lebih penting • kuncinya rata-rata data dan jarak

Faktor Desain
• Bandwidth(lebar pita)
—Lebar pita yang tinggi diberikan ke data rata-rata yang tinggi

• Transmission impairments
—Mengurangi

• Interferensi • Jumlah dari penerima
—In guided media —Banyak penerima (multi-point) dikenalkan banyak mengurangi

Spektrum Elektromagnetik

Guided Media Transmisi
• Twisted Pair • Kabel Coaxial • Fiber Optic

Karakteristik Transmisi dari Guided Media
Frequency Range Twisted pair (with loading) Twisted pairs (multi-pair cables) Coaxial cable Optical fiber 0 to 3.5 kHz 0 to 1 MHz 0 to 500 MHz 186 to 370 THz Typical Attenuation 0.2 dB/km @ 1 kHz 0.7 dB/km @ 1 kHz 7 dB/km @ 10 MHz 0.2 to 0.5 dB/km Typical Delay 50 µs/km 5 µs/km 4 µs/km 5 µs/km Repeater Spacing 2 km 2 km 1 to 9 km 40 km

Twisted Pair

Aplikasi Twisted Pair
• Most common medium • Jaringan telepon
—Antara rumah dan local exchange (subscriber loop)

• Dalam gedung
—Untuk pertukaran cabang sendiri(PBX)

• Untuk local area networks (LAN)
—10Mbps atau 100Mbps

Twisted Pair - Pros and Cons
• • • • murah mudah bekerja dengan Rata-rata data rendah Range pendek

Karakteristik Transmisi Twisted Pair
• Analog
—Dikuatkan setipa 5km sampai 6km

• Digital
—Menggunakan kedua sinyal analog dan sinyal digital —pengulangan setiap 2km atau 3km

• • • •

Jarak dibatasi Lebar pita dibatasi (1MHz) Rata-rata data dibatasi (100MHz) Mudah terpengaruh oleh interferensi dan noise

Near End Crosstalk
• Coupling of signal from one pair to another • Coupling takes place when transmit signal entering the link couples back to receiving pair • i.e. near transmitted signal is picked up by near receiving pair

Unshielded and Shielded TP
• Unshielded Twisted Pair (UTP)
—Kabel telepon biasa —murah —Mudah diinstal — dibiarkan dari interferensi EM dari luar

• Shielded Twisted Pair (STP)
—Pita baja atau sarung untuk mengurangi interferensi —Lebih mahal —keras untuk dipegang (tebal, berat)

Kategori UTP
• Kategori 3
— Di atas 16MHz — Tingkatan voice ditemukan dalam banyak perkantoran — Panjang twist dari 7.5 cm sampai 10 cm

• Kategori 4
— Di atas 20 MHz

• Kategori 5
— Di atas 100MHz — biasanya sebelum diinstal pada bangunan gedung baru — Panjang twist 0.6 cm sampai 0.85 cm

• Kategori 5E (Enhanced) – lihat tabel • Kategri 6 • Kategori 7

Perbandingan dari Shielded dan Unshielded Twisted Pair
Attenuation (dB per 100 m)
Frequency (MHz) Category 3 UTP Category 5 UTP 150-ohm STP

Near-end Crosstalk (dB)
Category 3 UTP Category 5 UTP 150-ohm STP

1

2.6

2.0

1.1

41

62

58

4

5.6

4.1

2.2

32

53

58

16

13.1

8.2

4.4

23

44

50.4

25

10.4

6.2

41

47.5

100

22.0

12.3

32

38.5

300

21.4

31.3

Kategori dan kelas Twisted Pair
Category 3 Class C Category 5 Class D Category 5E Category 6 Class E Category 7 Class F

Bandwidth

16 MHz

100 MHz

100 MHz

200 MHz

600 MHz

Cable Type

UTP

UTP/FTP

UTP/FTP

UTP/FTP

SSTP

Link Cost (Cat 5 =1)

0.7

1

1.2

1.5

2.2

Kabel Coaxial

Aplikasi Kabel Coaxial
• Medium banyak berubah-ubah • Distribusi Televisi
—Ariel to TV —TV kabel

• Transmisi telepon jarak jauh
—Dapat membawa 10,000 panggilan suara simultan —Menjadi pengganti dari fiber optic

• Sistem links komputer jarak dekat • Local area networks(LAN)

Karakteristik Transmisi - kabel Coaxial
• Analog
—penguatan tiap sedikit km —Penutup jika frekuensi tinggi —Di atas 500MHz

• Digital
—Pengulangan setiap 1km —Penutup untuk rata-rata data yang tinggi

Fiber Optic

Keunggulan Fiber Optic
• Kapasitas besar
—Rata-rata data dari seribu dari Gbps

• • • •

Ukuran kecil & berat Attenuation rendah Isolasi Elektromagnetik Jarak pengulangan besar
—10s of km at least

Aplikasi Fiber Optic
• • • • • Penarik saluran besar-panjang Saluran besar metropolitan Saluran besar penukar di sekitar desa Subscriber loops LAN

Karakteristik Transmisi Fiber Optic
• Beraksi sebagai gelombang guide for 1014 to 1015 Hz
— Bagian dari infrared dan spectrum yang kelihatan

• Light Emitting Diode (LED)
— Lebih murah — Di operasikan pada range temperatur yang lebih lebar — Akhir terpanjang

• Injection Laser Diode (ILD)
— Lebih effisien — Rata-rata data terbesar

• Wavelength Division Multiplexing

Mode Transmisi Fiber Optic

Penggunaan Frekuensi Untuk Aplikasi Fiber
Wavelength (in vacuum) range (nm) 820 to 900 Frequency range (THz) Band label Fiber type Application

366 to 333

Multimode

LAN

1280 to 1350

234 to 222

S

Single mode

Various

1528 to 1561

196 to 192

C

Single mode

WDM

1561 to 1620

185 to 192

L

Single mode

WDM

Attenuation in Guided Media

Frekuensi Transmisi Wireless
• 2GHz sampai 40GHz
—Microwave —Highly directional —Point to point —Satelit

• 30MHz sampai 1GHz
—Omnidirectional —Pemancar radio

• 3 x 1011 sampai 2 x 1014
—Infrared —Local

Antenna
• Konduktor elektrik (atau sistem) yang digunakan untuk energi radiasi elektromagnetik atau mengumpulkan energi elektromagnetik • Transmisi
— Energi frekuensi radio dari transmitter — Di rubah ke energi elektromagnetik — oleh antenna — Radiasi dalam mengelilingi sekitar

• Penerimaan
— Energi elektromagnetik melanggar dalam antena — Di konversi untuk energi frekuensi elektrik radio — Bentuk untuk receiver

• Antena yang sama sering digunakan untuk keduanya

Pola Radiasi
• Daya diradiasikan dalam semua directions • Performa tidak sama dalam semua directions • Antena Isotropic adalah titik dalam jarak (theoretical)
—Radiasi dalam semua directions sama —Memberi pola radiasi spherical

Antena Refleksi Parabola
• Di gunakan untuk terrestrial dan satelit microwave • Parabola adalah locus dari titik equidistant dari suatu line dan suatu bagian tidak pada line tersebut • Titik tetap adalah focus
— Line adalah directrix

• Parabola berputar tentang untuk mendapat paraboloid
— Pemotongan silang paralel untuk axis memberikan parabola — Pemotongan silang tegak lurus untuk axis memberikan lingkaran

• Sumber ditempatkan pada focus akan menghasilkan gelombang refleksi dari parabola dalam pararel dengan axis
— Membuat (theoretical) pararel sinar cahaya dari/sound/radio

• Pada penerima, sinyal dipusatkan pada focus,dimana detector diletakkan

Antena Refleksi Parabola

Gain Antena
• Ukuran directional antena • Power output dalam arah particular dibandingkan dengan yg diproduksi oleh isotropic antenna • Measured in decibels (dB) • Menyebabkan kerugian pada power di arah yg lain • Area efektif berhubungan dengan ukuran dan bentuk
—Related to gain

Terrestrial Microwave
• • • • • Parabolic dish Focused beam Line of sight Long haul telecommunications Ferkuensi tinggi memberikan data rate tinggi

Satellite Microwave
• Satellite adalah stasiun relay • Satellite menerima dalam satu frekuensi, amplifies atau mengulang sinyal dan mengirim pada frekuensi yg lain • Requires geo-stationary orbit
—Height of 35,784km

• Television • Long distance telephone • Private business networks

Satellite Point to Point Link

Link Pemancar Satelite

Pemancar Radio
• • • • • Omnidirectional Radio FM Televisi UHF dan VHF Line of sight Suffers from multipath interference
—Refleksi

Infrared
• • • • Modulate noncoherent infrared light Line of sight (or reflection) Dihalangi oleh dinding e.g. TV remote control, IRD port

Propagasi Tanpa Kabel(Wireless)
• Sinyal berjalan melalui tiga rute
— Ground wave
• Follows contour of earth • Up to 2MHz • AM radio

— Sky wave
• Amateur radio, BBC world service, Voice of America • Sinyal dipantulkan oleh lapisan ionosfer dari atmosfer tertinggi • (Actually refracted)

— Line of sight
• Above 30Mhz • May be further than optical line of sight due to refraction • More later…

Propagasi Gelombang Tanah

Propagasi gelombang langit

Line of Sight Propagation

Refraction
• Velocity dari gelombang elektromagnetik adalah sebuah fungsi dari kepadatan material
— ~3 x 108 m/s in vacuum, less in anything else

• Sebagai gelombang bergerak dari satu medium ke lainnya, kecepatannya berubah
— Menyebabkan pembengkokkan arah gelombang

—Ke arah medium yang lebih padat • Index of refraction (refractive index) adalah • Sin(sudut datang)/sin(sudut bias)
— Varies with wavelength

• Mungkin menyebabkan perubahan arah mendadak pada transisi antara media • Kepadatan atmosfer berkurang dengan ketinggian
— Menyebabkan pembengkokkan ke arah bumi dari gelombang radio

Optical and Radio Horizons

Line of Sight Transmission
• Free space loss
— Sinyal membubarkan dengan jarak — Lebih baik untuk frekuensi yg lebih rendah (panjang gelombang lebih panjang)

• Penyerapan oleh atmosfer
— — — — Uap air dan oksigen menyerap sinyal radio Water greatest at 22GHz, less below 15GHz Oxygen greater at 60GHz, less below 30GHz Hujan dan kabut menghamburkan gelombang radio

• Multipath
— Lebih baik Untuk mendapatkan arah garis jika mungkin — Sinyal dapat dipantulkan yg menyebabkan berbagai salinan untuk diterima — Mungkin tidak semua sinyal dapat dipantulkan — Mungkin menguatkan atau membatalkan sinyal langsung

• Pembiasan
— Mengakibatkan sebagian atau total hilangnya sinyal pada penerima

Free Space Loss

Multipath Interference

Required Reading
• Stallings Chapter 4

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi ke 7
Bab 5 Teknik Sinyal Encoding

Teknik Encoding
• • • • Data digital, sinyal digital Data analog, sinyal digital Data digital, sinyal analog Data analog, sinyal analog

Data digital, sinyal digital
• sinyal digital
• Diskrit, pulsa tegangan diskontinyu • tiap pulsa adalah elemen sinyal • data biner diubah menjadi elemen-elemen sinyal

Ketentuan(1)
• Unipolar
– Semua elemen-elemen sinyal dalam bentuk yang sama

• Polar
– satu state logic dinyatakan oleh tegangan positif dan sebaliknya oleh tegangan negatif

• Rating Data
– Rating data transmisi data dalam bit per secon

• Durasi atau panjang suatu bit
– Waktu yang dibutuhkan pemancar untuk memancarkan bit

Ketentuan (2)
• Rating modulasi
– Rating dimana level sinyal berubah – Diukur dalam bentuk baud=elemen-elemen sinyal per detik

• Tanda dan ruang
– Biner 1 dan biner 0 berturut-turut

Menerjemahkan Sinyal
• Perlu diketahui
– Waktu bit saat mulai dan berakhirnya – Level sinyal

• Faktor-faktor penerjemahan sinyal yang sukses
– Perbandingan sinyal dengan noise(gangguan) – Rating data – Bandwidth

Perbandingan Pola-Pola Encoding(1)
• Spektrum sinyal
– Kekurangan pada frekuensi tinggi mengurangi bandwidth yang dibutuhkan – Kekurangan pada komponen dc menyebabkan kopling ac melalui trafo menimbulkan isolasi – Pusatkan kekuatan sinyal di tengah bandwidth

• Clocking
– Sinkronisasi transmiter dan receiver – Clock eksternal – Mekanisme sinkronisasi berdasarkan sinyal

Perbandingan Pola-Pola Encoding(2)
• Pendeteksian error
– Dapat dibangun untuk encoding sinyal

• Interferensi sinyal dan kekebalan terhadap noise
– Beberapa code lebih baik daripada yang lain

• Harga dan Kerumitan
– Rating sinyal yang lebih tinggi(seperti kecepatan data) menyebabkan harga semakin tinggi – Beberapa code membutuhkan rating sinyal lebih tinggi

Pola –Pola encoding
• • • • • • • • Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L) Nonreturn to Zero Inverted (NRZI) Bipolar-AMI Pseudoternary Manchester Differential Manchester B8ZS HDB3

Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L)
• Dua tegangan yang berbeda antara bit 0 dan bit 1 • Tegangan konstan selama interval bit • Tidak ada transisi yaitu tegangan no return to zero • Contoh: • Lebih sering, tegangan negatif untuk satu hasil dan tegangan positif untuk yang lain • Ini adalah NRZ-L

Nonreturn to Zero Inverted (NRZI)
• Nonreturn to Zero Inverted (NRZI) dalam kesatuan • Pulsa tegangan konstan untuk durasi bit • Data dikodekan / diterjemahkan sebagai kehadiran(ada) atau ketiadaan sinyal transisi saat permulaan bit time • Transisi (dari rendah ke tinggi atau tinggi ke rendah) merupakan biner 1 • Tidak ada transisi untuk biner 0 • Sebagai contoh encoding differential

NRZ

Encoding differential
• Data menggambarkan perubahan daripada level • Deteksi yang lebih dapat dipercaya untuk transisi daripada level • Pada transmisi yang lebih komplek layoutnya lebih mudah hilang pada polatitas

NRZ pros and cons
• Pros
– Mudah untuk teknisi – Membuat kegunaan bandwidth menjadi baik

• Cons
– Komponen dc – Kekurangan dari kapasitas sinkronisasi

• Digunakan untuk recording magnetik • Tidak sering digunakan untuk transmisi sinyal

Biner Multilevel
• • • • • • Digunakan lebih dari 2 level Bipolar-AMI Zero menggambarkan tidak adanya line signal Satu menggambarkan positif atau negatif sinyal Satu pulsa menggantikan dalam polaritas Tidak ada kerugian dalam sinkronisasi jika panjang tali (nol masih bermasalah) • Bandwidth rendah • Tidak ada jaringan untuk komponen dc • Mudah mendeteksi error

Pseudoternary
• Satu menggambarkan adanya jalur sinyal • Zero menggambarkan perwakilan dari positif dan negatif • Tidak adanya keuntungan atau kerugian pada bipolar-AMI

Bipolar-AMI and Pseudoternary

Pertukarn untuk biner multilevel
• Tidak ada efisiensi pada NZR
– Tiap elemen sinyal hanya menggambarkan satu bit – Pada 3 level sistem dapat menggambarkan log23 = 1.58 bits – Receiver harus membedakan diantara 3 level (+A, -A, 0) – Membutuhkan kira-kira lebih dari 3db kekuatan sinyal untuk kemungkinan yang sama dalam bit error

Dua fase
• Manchester
– – – – – Transisi di tengah untuk tiap periode bit Perpindahan transisi sebagai clock dan data Rendah ke tinggi menggambarkan nol Tinggi ke rendah menggambarkan zero Digunakan IEEE 802.3

• Differential Manchester
– Transisi Midbit adalah hanya clocking – Transisi dimulai saat periode bit menggambarkan zero – Tidak ada transisi yang dimulia saat periode bit dalam menggambarkan nol – Catatan : ini adalah pola differential encoding – Digunakan IEEE 802.5

Manchester Encoding

Differential Manchester Encoding

Pros dan Cons dua fase
• Con
– Paling sedikit satu transisi tiap bot time dan kemungkinan dua – Kecepatan modulasi maksimum adalah kedua NZR – Memerlukan lebih banyak bandwidth

• Pros
– Sinkronisasi dalam transisi bit mid (clocking sendiri) – Tidak ada komponen dc – Pendeteksian error
• Kehadiran dalam transisi yang diharapkan

Kecepatan Modulasi

Scrambling
• Penggunaan Scrambling untuk menggantikan rangkaian yang menghasilkan tegangan konstan. • Rangkaian Filling
– Harus cukup menghasilkan transisi untuk sinkronisasi – Harus dapat diakui oleh receiver dan digantikan dengan yang asli – Panjang sama dengan yang asli

• Tidak ada komponen dc • Tidak ada rangkaian panjang pada saluran sinyal level zero • Tidak ada penurunan pada kecepatan data • Kemampuan pendeteksian error

B8ZS
• Penggantian Bipolar With 8 Zeros • Didasarkan pada bipolar-AMI • Jika octet pada semua zero dan pulsa terakhir tegangan yang terdahulu adalah encode positif sebagai 000+-0-+ • Jika octet pada semua zero dan pulsa terakhir tegangan yang terdahulu adalah encode negatif sebagai 000-+0+• Karena dua pelanggaran pada kode AMI • Tidak mungkin untuk terjadi seperti hasil noise • Receiver mendeteksi dan menerjemahkan seperti octed pada semua zero

HDB3
• Kepadatan tinggi Bipolar 3 Zeros • Didasarkan pada bipolar-AMI • String pada empat zero digantikan dengan satu atau dua pulsa

B8ZS dan HDB3

Data digital, sinyal analog
• Sistem telepon umum
– 300Hz to 3400Hz – Menggunakan modem (modulatordemodulator)

• Amplitude shift keying (ASK) • Frequency shift keying (FSK) • Phase shift keying (PSK)

Amplitude Shift Keying
• Hasil diwakili oleh perbedaan amplitudo pada carrier • Selalu, satu amplitudo adalah zero
– Yakni,kehadiran dan ketidakhadiran pada carrier adalah digunakan

• • • •

Rentan untuk pergantian gain tiba-tiba Tidak efisien Sampai dengan 1200bps pada voice grade line Digunakan pada fiber optic

Binary Frequency Shift Keying
• Secara umum berbentuk binary FSK (BFSK) • Dua hasil biner diwakili oleh dua frekuensi yang berbeda(carrier dekat) • Tidak mudah error daripada ASK • Sampai dengan 1200bps pada voice grade line • Frekuensi radio tinggi • Tiap frekuensi tinggi pada LAN menggunakan koaksial

Multiple FSK
• • • • Digunakan lebih dari dua frekuensi Bandwidth lebih efisien Lebih mudah error Tiap elemen sinyal mewakili lebih dari satu bit

FSK pada Voice Grade Line

Phase Shift Keying
• Fase pada sinyal carrier adalah perubahan untuk mewakili data • Binary PSK
– Dua fase diwakili dua digit biner

• Differential PSK • Perubahan fase relatif untuk transmisi sebelumnya lebih dari beberapa sinyal referensi

Differential PSK

Quadrature PSK
• Penggunaan lebih efisien oleh tiap elemen sinyal diwakili lebih dari satu bit • Misalnya perubahan pada /2 (90o) • Tiap elemen diwakili dua bit • Dapat digunakan 8 sudut fase dan memiliki lebih dari satu amplitudo • 9600bps modem menggunakan sudut 12, empat pada tiap dua amplitudo • Offset QPSK (orthogonal QPSK) • Delay dalam aliran Q

QPSK dan Modulator OQPSK

Contoh pada gelombang QPSF dan OQPSK

Performance pada Pola Modulasi Digital ke Analog
• Bandwidth • Bandwidth ASK dan PSK berhubungan langsung pada kecepatan bit • Bandwidth FSK berhubungan pada kecepatan data untuk frekuensi rendah tetapi pada offset frekuensi modulasi untuk frekuensi tinggi carrier • (lihat Stallings pada math) • Pada saat noise, kecepatan bit error pada PSK dan QPSK adalah kira-kira 3dB superior untuk ASK dan FSK

Quadrature Amplitude Modulation
• QAM digunakan pada asymmetric digital subscriber line (ADSL) dan beberapa wireless • Kombinasi dari ASK dan PSK • Logical extension pada QPSK • Dikirimkan dua sinyal simultan yang berbeda dalam frekuensi carrier yang sama • Digunakan dua copy carrier,satu shifted 90° • Tiap carrier adalah modulasi ASK • Dua sinyal independen sama media • Demodulasi dan kombinasi untuk output sinyal original

QAM Modulator

Level-level QAM
• Dua level ASK
– Setiap dua aliran dalam satu keadaan – Empat sistem keadaan – Essentially QPSK

• Empat level ASK
– Kombinasi aliran menjadi satu pada 16 perubahan

• 64 dan 256 sistem keadaan memiliki implementasi • Kecepatan data diperbaiki untuk bandwidth yang dinerikan
– Ditambahkan potensial kecepatan error

Data Analog, Sinyal Digital
• Digitalisasi
– Konversi dari data analog ke data digital – Data digital dapat ditransmisikan dengan menggunakan NRZ-L – Data digital dapat ditransmisikan dengan menggunakan code selain NRZ-L – Data digital dapat dirubah menjadi sinyal analog – Konfersi analog ke digital menggunakan code – Pulse code modulation – Modulasi delta

Digitalisali Data Analog

Pulse Code Modulation(PCM) (1)
• Jika sinyal diambil pada interval regular kecepatannya lebih tinggi daripada kedua sinyal frekuensi, sample menahan banyak informasi pada sinyal original
– (Proof - Stallings appendix 4A)

• Batas data voice(suara) sampai 4000Hz • Membutuhkan 8000 sample tiap detik • Sample-sample analog (Pulse Amplitude Modulation, PAM) • Tiap sample diberikan nilai digital

Pulse Code Modulation(PCM) (2)
• Sistem 4 bit memberi 16 level • Kualitas
– Kualitas error atau noise – Kira-kira diartikan dimungkinkan untuk menutup kembali ketepatan original

• 8 bit sample memberi 256 level • Perbandingn kualitas dengan transmisi analog • 8000 samples tiap detik pada tiap 8 bit memberi 64kbps

PCM Example

PCM Block Diagram

Nonlinear Encoding
• Kualitas level bukan tempat yang rata • Mengurangi sinyal distorsi • Selalu dapat dilakukan oleh companding

Effect of Non-Linear Coding

Tipe Fungsi Companding

Modulasi Delta
• Input analog kira-kira seperti fungsi tangga rumah • Perpindahan naik atau turun satu level ( ) pada tiap sample interval • Binary behavior
– Fungsi perpindahan naik atau turun satu level pada tiap sample interval

Modulasi Delta-Contoh

Modulasi Delta- operasi

Modulasi Delta - Performance
• Menghasilkan suara yang baik
– PCM - 128 levels (7 bit) – Bandwidth suara 4khz – Harus 8000 x 7 = 56kbps for PCM

• Data compression dapat memperbaiki seperti
– Misal teknik coding interface pada video

Data Analog,Sinyal Analog
• Mengapa modulasi sinyal analog?
– Frekuensi yang tinggi dapat memberikan efisiensi lebih pentransmisian – Permits frequency division multiplexing (chapter 8)

• Tipe-tipe modulasi
– Amplitudo – Fase – Frekuensi

Modulasi Analog

Bacaan yang dibutuhkan
• Stallings bab 5

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi ke 7
Teknik Komunikasi Data Digital

Transmisi Asinkron dan Sinkron
• Masalah waktu membutuhkan mekanisme untuk menyamakan antara transmiter dan receiver • Dua salusi
– Asinkronisasi – Sinkronisasi

Asinkron
• Data ditransmisikan dalam karakter setiap waktu
– 5 to 8 bits

• Timing (waktu) hanya memerlukan pertahanan dalam tiap karakter • Sinkronisasi ulang tiap karakter

Asinkron diagram

Asinkron
• Pada aliran yang tetap, interval diantara karakter adalah sama (panjang elemen stop) • Dalam keadaan tidak lancar,receiver mengecek untuk transisi 1 ke 0 • Saat 7 interval sample berikutnya (panjang karakter) • Melihat untuk 1 ke 0 untuk karakter berikutnya • Simple • Murah • Overhead pada 2 atau 3 bit per karakter (~20%) • Baik untuk data dengan jarak yang panjang (keyboard)

Sinkron-level bit
• Block pada transmisi data tanpa start atau stop bits • Clock harus sama (sinkron) • Dapat menggunakan jalur clock yang terpisah
– Baik untuk jarak dekat – Perusakan subjek

• Meletakkan sinyal clock dalam data
– Encoding Manchester – Menemukan kembali carrier (pada modulasi digital)

Sinkron-level block
• Membutuhkan petunjuk saat start dan end pada block • Menggunakan preamble dan postamble • Yaitu series pada karakter SYN (hex 16) • Yaitu block pada 11111111 patterns ending dalam 11111110 • Lebih efisien (Overhead lebih kecil) daripada asinkron

Sinkron (diagram)

Tipe-tipe error
• Error terjadi ketika ada perubahan diantara transmitter dan receiver • Error single bit
– Diantara satu bit – Bit yang berdekatan tidak efektif – White noise

• • • • •

Burst errors Panjang B Impulse noise Memudar dalam wireless Efek lebih besar saat kecepatan data tinggi

Proses Pendeteksian Error

Pendeteksian Error
• Bit tambahan yang dibuat oleh transmitter untuk mendeteksi error code • Parity • Nilai dari Parity bit merupakan karakter even (even parity) atau odd (odd parity) dalam satu angka • Even number dari bit error berarti tidak terdeteksi

Cyclic Redundancy Check
• Untuk block pada transmitter k bit transmitter membangkitkan n bit sequence • Transmit k+n bits yang tepat membagi menjadi beberapa angka • Receiver membagi frame dengan angka
– Jika tidak ada peringatan, diasumsikan tidak ada error

• Untuk materi, lihat Stallings bab 6

Koreksi Error
• Koreksi pada pendeteksian error memerlukan block data yang dikirimkan kembali (lihat bab 7) • Tidak ada yang tepat untuk aplikasi wireless
– Kecepartan bit error tinggi
• Lebih banyak pengiriman ulang

• Waktu tunggu perambatan lebih lama dibandingkan pengiriman frame • Diperlukan koreksi error untuk penerimaan bit dalam basic

Diagram Proses Koreksi Error

Proses Koreksi Error
• Tiap k bit block mapped untuk n bit block (n>k)
– Codeword – Forward error correction (FEC) encoder

• Codeword dikirim • Diterima bit string yang sama untuk pengiriman tetapi masih ada error • Diterima codeword lalu dirubah ke FEC decoder
– – – – Jika ada error, dikeluarkan data block original Beberapa error dapat dideteksi dan dikoreksi Beberapa error dapat dideteksi tetapi tidak dapat dikoreksi Beberapa error tidak dapat dideteksi
• Hasil yang tidak dikoreksi dari FEC

Bekerja pada Koreksi Error
• Membuat redundancy untuk pengiriman pesan • Dapat menarik kesimpulan pada level kecepatan error • E.g. koreksi code block error
– Secara umum membuat (n – k ) bits menjadi end pada block
• Meberikan n bit block (codeword) • Semua original k bits termasuk dalam codeword

– Beberapa pemetaan FEC k bit input kedalam n bit codeword seperti original k bits tidak terlihat

• Kembali untuk materilihat bab 6

Konfigurasi Saluran
• Topology
– Fisik menyusun stasiun dalam media – Point to point – Multi point
• Komputer dan terminals, local area network

• Half duplex
– Hanya satu stasiun yang mungkin dikirimkan dalam satu waktu – Membutuhkan satu data path

• Full duplex
– Simultan antara dua stasiun saat pengiriman dan penerimaan – Membutuhkan dua data paths (atau echo canceling)

Konfigurasi Tradisional

Interfacing
• Peralatan pemrosesan data (atau perlengkapan terminal data, DTE) tidak selalu termasuk fasilitas pengiriman data • Dibutuhkan interface yang disebut data circuit terminating equipment (DCE)
– e.g. modem, NIC

• Pengiriman DCE bit dalam media • Komunikasi data DCE kontrol info dengan DTE
– Dilakukan pertukaran circuit – Dibutuhkan standar interface yang bersih

Interfacing Komunikasi Data

Karakteristik Interface
• Mechanical
– Connection plugs

• Electrical
– Voltage, timing, encoding

• Fungsi
– Data, control, timing, grounding

• Procedur
– Sequence of events

V.24/EIA-232-F
• ITU-T v.24 • Hanya fungsi yang spesifik dan prosedur
– Referensi standar lain untuk electrical dan mechanical

• EIA-232-F (USA)
– – – – – RS-232 Mechanical ISO 2110 Electrical v.28 Functional v.24 Procedural v.24

Spesifikasi Mechanical

Spesifikasi Electrical
• Sinyal digital • Hasil penerjemahan sebagai data atau control, bergantung dalam circuit • Lebih dari -3v adalah binary 1, lebih dari +3v adalahbinary 0 (NRZ-L) • Kecepatan Signal < 20kbps • Jarak<15m • Untuk control, lebih dari -3v adalah off, +3v adalah on

Spesifikasi Fungsi
• Kategori grup circuit
– – – – Data Control Timing Ground

• Satu circuit dalam tiap arah
– Full duplex

• Dua circuit data kedua
– Mengijinkan halt atau flow control dalam operasi half duplex

• (Lihat tabel dalam Stallings bab 6)

Local dan Remote Loopback

Spesifikasi Prosedur
• E.g. Asynchronous private line modem • Ketika diputar menyala dan siap, modem (DCE) menyatakan DCE siap • Ketika DTE siap mengirimkan data, menyatakan permintaan untuk dikirim
– Mode penerimaan dihambat juga dalam half duplex

• Modem merespon ketika siap oleh pernyataan Clear to send • DTE mengirimkan data • Ketika data datang, local modem menyatakan Receive Line Signal Detector dan mengantarkan data

Dial Up Operation (1)

Dial Up Operation (2)

Dial Up Operation (3)

Null Modem

Diagram interface fisik ISDN

Interface fisik ISDN
• Konneksi antara perlengkapan terminal (c.f. DTE) dan perlengkapan jaringan terminating (c.f. DCE) • ISO 8877 • Kables terminal dalam matching dengan 8 kontak • Pengiriman/ penerimaanmembawa kedua data dan kontrol

Spesifikasi Electrical ISDN
• Balanced transmission
– – – – – – Carried dalam dua lines, e.g. twisted pair Signals seperti currents down one conductor dan yang lain naik Signaling yang berbeda Mengandalkan hasil dalam direction pada tegangan Banyak toleransi noise dan generates less (tidak balanced, e.g. RS-232 digunakan jalur single signal dan ground) – Mengandalkan data encoding dalam kecepatan data – Kecepatan dasar 192kbps menggunakan pseudoternary – Kecepatan primer menggunakan alternative mark inversion (AMI) and B8ZS or HDB3

Foreground Reading
• Stallings bab 6 • Web pages from ITU-T on v. specification • Web pages on ISDN

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi ke 7
Bab 7 Protokol Data Link Control

Flow Control
• Memastikan pengiriman tidak overwhelm peniriman
– Preventing buffer overflow

• Waktu pengiriman
– Waktu yang diperlukan untuk memancarkan semua bit ke dalam media

• Waktu Propagation
– Waktu untuk bit mentransfer link

Model Transmissi Frame

Stop dan Wait
• Sumber mengirimkan frame • Penerimaan frame pada tujuan dan replies dengan acknowledgement • Sumber menunggu ACK sebelum mengirimkan frame berikutnnya • Tujuan dapat menghentikan aliran dengan mengirimkan ACK • Baik bekerja untuk frame besar yang sedikit

Fragmentasi
• Block data yang besar dapat dibagi-bagi menjadi frame-frame kecil
– Ukuran buffer yang terbatas – Pendeteksian error cepat (ketika frame diterima) – Saat error dibutuhkan pengiriman kembali frameframe yang kecil – Pencegahan satu stasiun menduduki media untuk waktu yang lama

• Stop dan wait menjadi tidak cukup

Penggunaan Link Stop dan Wait

Sliding Windows Flow Control
• Mengijinkan banyak frame menjadi transit • Receiver memiliki buffer W long • Transmitter dapat mengirimkan W frames tanpa ACK • Tiap frame diberi nomor • ACK termasuk nomor frame yang diharapkan selanjutnya • Nomor Sequence diloncati tiap ukuran dalam field (k)
– Frame dinomiri dengan modulo 2k

Diagram Sliding Window

Contoh Sliding Window

Sliding Window Enhancements
• Receiver dapat acknowledge frames tanpa ijin pengiriman lebih lanjut (Receive tidak siap) • Harus dikirimkan acknowledge yang normal untuk resume • Jika duplex, menggunakan piggybacking
– Jika tidak ada data yang dikirimkan, menggunakan acknowledgement frame – Jika terdapat data tetap tidak acknowledgement untuk dikirimkan,mengirimkan acknowledgement terakhir lagi, atau memiliki ACK valid flag (TCP)

Deteksi Error
• Dibuat bit tambahan oleh transmitter untuk deteksi code error • Parity
– Hasil dari parity bit seperti karakter memiliki even (even parity) or odd (odd parity) number of ones – Even number dalam bit errors tidak terdeteksi

Cyclic Redundancy Check
• Untuk block pada transmitter k bit transmitter membangkitkan n bit sequence • Transmit k+n bits yang tepat membagi menjadi beberapa angka • Receiver membagi frame dengan angka
– Jika tidak ada peringatan, diasumsikan tidak ada error

• Untuk materi, lihat Stallings bab 7

Error Control
• • • • Deteksi dan koreksi error Frame hilang Frame rusak Permintaan ulang otomatis
– Deteksi Error – Positive acknowledgment – Pengiriman kembali setelah waktu habis – Negative acknowledgement pengiriman kembali

Automatic Repeat Request (ARQ)
• Stop and wait • Go Back N • Selective reject (selective retransmission)

Stop dan Wait
• Sumber mengirim single frame • Menunggu ACK • Jika frame yang diterima rusak, discard Transmitter has timeout
– Jika tidak ada ACK setelah waktu habis, dikirim kembali

• Jika ACK rusak,transmitter tidak akan mengakuinya
– Transmitter akan mengirim kembali – Receive mendapat dua copy frame – Digunakan ACK0 dan ACK1

Diagram Stop dan Wait -

Stop dan Wait - Pros dan Cons
• Simple • Inefficient

Go Back N (1)
• Based on sliding window • Jika tidak ada error, ACK selalu disertai frame yang diharapkan • menggunakan window untuk mengintrol number of outstanding frames • Jika error, mengulang dengan rejection
– Membuang frame dan semua frame yang akan datang sampai dikirimkan frame koreksi – Transmitter harus kembalidan mengirim kembali frame dan semua subsequent frames

Go Back N – Frame Rusak
• • • • Receiver mendeteksi error dalam frame i Receiver mengirimkan rejection-i Transmitter mendapatkan rejection-i Transmitter mengirim kembali frame i dan semua subsequent

Go Back N – Frame Hilang (1)
• Frame i hilang • Transmitter mengirim i+1 • Receiver mendapatkan frame i+1 out of sequence • Receiver mengirimkan reject i • Transmitter kembali ke frame i dan mengirim kembali

Go Back N – Frame Hilang (2)
• Frame i hilang dan tidak ada frame pengganti yang dikirimkan • Receiver tidak mendaptkan apa-apadan kembali tidak ada acknowledgement atau rejection • Transmitter terlambat dan mengirimkan frame acknowledgement dengan P bit set ke 1 • Receiver menerjemahkan command ini selama acknowledges dengan nomor frame yang diharapkan berikutnya (frame i ) • Transmitter kemudian mengirim kembali frame i

Go Back N – Acknowledgement Rusak
• Receiver mendapatkan frame i mengirim acknowledgement (i+1) selama hilang • Acknowledgements bertumpuk, jadi acknowledgement berikurnya (i+n) mungkin datang setelah transmitter kehabisan waktu terhadap frame i • Jika transmitter kehabisan waktu, dikirimkan acknowledgement sebelum bit P bit • Ini dapat mengembalikan nomor sebelum dihasilkan reset adlah diinialisasi

Go Back N – Rejection Rusak
• Seperti kehilangan frame (2)

Diagram Go Back N -

Selective Reject
• Disebut juga pengiriman ulang yang selektif • Hanya frame yang direjectyang dikirim ulang • Subsequent frames disetujui oleh receiver dan dibuffer • Meminimalisasi pengiriman ulang • Receiver harus menjaga buffer yang besar • More complex login dalam pengiriman ulang

Diagram Selective Reject

High Level Data Link Control
• HDLC • ISO 33009, ISO 4335

Tipe HDLC Station
• Primary station
– Mengontrol operasi pada link – Hasil Frames disebut commands – Memelihara separate logical link untuk tiap secondary station

• Secondary station
– Dibawah control pada primary station – Hasil Frames disebut responses

• Combined station
– Dimungkinkan hasil command dan responses

Konfigurasi HDLC Link
• Unbalanced
– Satu primary dan satu atau lebih secondary stations – Mendukung full duplex dan half duplex

• Balanced
– Mengombinasikan dua stasiun – Mendukung full duplex dan half duplex

Mode HDLC Transfer (1)
• Normal Response Mode (NRM)
– Unbalanced configuration – Primary memulai transfer untuk secondary – Secondary mungkin hanya mengirim data dalam response untuk command dari primary – digunakan multi-drop lines – Host computer as primary – Terminals as secondary

Mode HDLC Transfer (2)
• Asynchronous Balanced Mode (ABM)
– Konfigurasi dibalance – Tiap station mungkin memulai pengiriman tanpa menerima ijin – Digunakan Most widely No polling overhead

Mode HDLC Transfer (3)
• Asynchronous Response Mode (ARM)
– Unbalanced configuration – Secondary mungkin memulai pengiriman tanpa menerima ijin – Primary merespon line – Digunakan rarely

Struktur Frame
• Pengiriman Synchronous • Semua pengiriman dalam frame • Single frame di format untuk semua data dan mengontrol sentral

Struktur Frame

Flag Fields
• • • • • Delimit frame at both ends 01111110 Mungkin menutup satu frame dan membuka yang lain Receiver mencari flag sequence untuk synchronize Bit stuffing digunakan untuk menghindari confusion dengan data containing 01111110
– – – – – 0 dimasukkan setelah semua sequence pada five 1s Jika receiver mendeteksi five 1s it checks next bit Jika 0, ini dihapus Jika 1 dan tujuh bit adalah 0, flag disetujui Jaka sixth dan seventh bits 1, pengirim mengindikasikan abort

Bit Stuffing

Address Field
• Identifikasi secondary stationyang mengirim atau menerima frame • Selalu panjangnya 8 bits • Mungkin extended untuk multiples pada7 bits
– LSB pada tiap octet diindikasikan bahwa octet terkhir adalah octet (1) atau not (0)

• Semua ones (11111111) adalah broadcast

Control Field
• Beda untuk tipe frame berbeda
– Informasi – data akan dikirimkan untuk (layer up selanjutnya)
• Flow dan error control piggybacked dalam frame-frame informasi

– Supervisory - ARQ ketika piggyback tidak digunakan – Unnumbered - supplementary link control

• Pertama satu atau dua bit dari control filed mengidentifikasi tipe frame • Sisa bits dijelaskan selanjutnya

Diagram Control Field

Poll/Final Bit
• Digunakan mengandalkan dalam context • Command frame
– P bit – 1 to solicit (poll) response from peer

• Response frame
– F bit – 1 indicates response to soliciting command

Informasi Field
• Hanya informasi dan beberapa frame yang tidak bernomor • Harus contain integral number pada octets • Variable length

Frame Check Sequence Field
• • • • FCS Deteksi error 16 bit CRC Optional 32 bit CRC

Operasi HDLC
• Sentral pada informasi supervisory dan frame-frame tidak bernomor • Tiga fase
– Inisialisasi – Data transfer – Disconnect

Contoh Operation (1)

ontoh Operation (2)

Bacaan yang dibutuhkan
• Stallings bab 7 • Web sites HDLC

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi ke 7
Bab 8 Multiplexing

Multiplexing

Frequency Division Multiplexing
• FDM • Penggunaan bandwidth berlebih pada media membutuhkan bandwid pada channel • Tiap sinyal di modulasi dengan frekuensi carrier berbeda • Frekuensi sinyal dipesah sehingga tidak terjasi overlap (guard bands) • e.g. broadcast radio • Channel diallokasikan jika tidak ada data

Diagram Frequency Division Multiplexing

Sistem FDM

FDM pada Tiga Voiceband Signals

Sistem Carrier Analog
• AT&T (USA) • Pola Hirarki FDM • Group
– 12 voice channels (4kHz each) = 48kHz – Range 60kHz to 108kHz

• Supergroup
– 60 channel – FDM pada 5 group sinyal dalam carriers diantara 420kHz dan 612 kHz

• Mastergroup
– 10 supergroups

Wavelength Division Multiplexing
• • • • • Banyak cahaya pada frekuensi berbeda Carried oleh optical fiber Bentuk FDM Tiap carrier warna cahaya dipisahkan pada saluran data 1997 Bell Labs
– 100 sinar – Setiap 10 Gbps – Memberikan 1 terabit per second (Tbps)

• •

Sistem komersial pada 160 channels dari 10 Gbps yang tersedia Lab systems (Alcatel) 256 channels dalam tiap 39.8 Gbps
– 10.1 Tbps – Over 100km

Operasi WDM
• Secara umum arsitekturnya sama dengan FDM • Nomor Sumber membangkitkan sinar dengan frekuensi berbeda • Multiplexer menggabungkan sumber-sumber untuk ditransmisikan pada single fiber • Optical amplifiers memperkuat semua wavelengths
– Typically tens of km apart

• • • •

Demux membagi channel-channel dalam satu tujuan Mostly 1550nm wavelength range Dahulu 200MHz tiapr channel Sekarang 50GHz

Dense Wavelength Division Multiplexing
• DWDM • Tdak ada ketentuan atau definisi standar • Secara tidak langsung lebih banyak channel lebih banyak akhiran pada WDM • 200GHz atau kurang

Synchronous Time Division Multiplexing
• Kecepatan data pada medium melebihi kecepatan data pada sinyal digital yang ditransmisikan • Multiple digital signals interleaved dalam • Dimungkinkan dalam level bit pada block-block • Time slots preassigned untuk sumber dan fixed • Time slots dialokasikan jika tidak ada data • Time slots tidak dimiliki selama diantara sumber yang didistribusikan

Time Division Multiplexing

Sistem TDM

TDM Link Control
• Tidak ada header-header dan trailers • Tidak dibutuhkan protokol data link control • Flow control
– Kecepatan data pada line dimultiplex adalah fixed – Jika satu channel receiver tidak menerima data,yang lain harus mengikuti – Sumber dikumpulkan harus diquench (dipadamkan) – Meningglkan slot kosong

• Error control
– Errors dideteksi dan dihandel oleh sistem individual channel

Data Link Control dalam TDM

Framing
• Tidak ada flag atau karakter SYNCmenggolongkan frame-frame TDM • Harus menyediakan mekanisme sinkronisasi • Membuat framing digit
– Satu kontrol bit dibuat untuk tiap frame TDM
• Seperti channel yang lain - “control channel”

– Mengidentifikasi bit patterns digunakan untuk mengontrol channel – e.g. alternating 01010101…tidak seperti dalam data channel – Dapar membandingkan incoming bit patterns tiap channel dengan sync pattern

Pulse Stuffing
• Masalah - mensikronkan sumber data • Clocks dalam sumber yang berbeda penyimpangn • Kecepatan data untuk sumber yang berbeda tidak digabungkan oleh simple rational number • Solusi - Pulse Stuffing
– Kecepatan data outgoing (excluding framing bits) lebih tinggi daripada jumlah kecepatan incoming – Stuff extra dummy bits or pulses into each incoming signal until it matches local clock – Stuffed pulses inserted at fixed locations in frame and removed at demultiplexer

TDM pada Sumber Analog dan Digital

Sistem Carrier Digital
• Hierarki pada TDM • USA/Canada/Japan menggunakan satu sistem • ITU-T menggunakan sistem yang mirip (tetapi berbeda) • US system based on DS-1 format • Multiplexes 24 channels • Tiap frame memiliki 8 bit per channel ditambah satu framing bit • 193 bits per frame

Sistem Carrier Digital(2)
• Untuk suara tiap channel berisi satu kata pada pendigitalan data(PCM, 8000 samples per sec)
– – – – Kecepatan data 8000x193 = 1.544Mbps Five out of six frames have 8 bit PCM samples Sixth frame is 7 bit PCM word plus signaling bit Bentuk aliran bit pensinyalan untuk tiap channel berisi control dan routing info

• Beberapa format untuk data digital
– 23 channels of data
• 7 bits per frame plus indicator bit for data or systems control

– 24th channel is sync

Mixed Data
• DS-1 dapat membawa mixed voice dan sinyal data • Digunakan 24 channels • Tidak ada sync byte • Dapat interleave DS-1 channels juga
– Ds-2 is four DS-1 giving 6.312Mbps

Format DS-1 Transmission

SONET/SDH
• • • • Synchronous Optical Network (ANSI) Synchronous Digital Hierarchy (ITU-T) Compatible Signal Hierarchy
– Synchronous Transport Signal level 1 (STS-1) or Optical Carrier level 1 (OC-1) – 51.84Mbps – Carry DS-3 or group of lower rate signals (DS1 DS1C DS2) plus ITU-T rates (e.g. 2.048Mbps) – Multiple STS-1 combined into STS-N signal – ITU-T lowest rate is 155.52Mbps (STM-1)

Format Frame SONET

SONET STS-1 Overhead Octets

Statistical TDM
• Dalam Synchronous TDM banyak slot yang dibuang • Statistical TDM mengallocasikan time slots dynamically based on demand • Multiplexer scans line input dan memilih data sampai frame penuh • Kecepatan data pada line lebih kecil daripada kecepatan aggregate pada line input

Statistical Format Frame TDM

Performance
• Output kecepatan data lebih buruk kecepatan data aggregate • Dimungkinkan karena masalah selama peak periods
– Buffer inputs – Menjaga ukuran buffer ke minimum smpai mengurangi delay

Ukuran Buffer dan Delay

Kabel Outlie Modem
• Dua bentuk channel dari kabel tv menyediakan dedikasi untuk transfer data
– Satu unutk tiap direction

• Tiap channel shared oleh number pada subscribers
– Pola dibutuhkan untuk alokasi kapasitas – Statistical TDM

Pengoperasian Kabel Modem
• Downstream
– Kabel scheduler mengirimkan data dalam pake-paket kecil – Jika lebih dari satu subscriber active, tiap subscriber mendapatkan kapasitas fraction downstream
• mendapatkan 500kbps sampai 1.5Mbps

– Digunakan juga untuk alokasi time slots upstream untuk subscribers

• Upstream
– User meminta timeslots dalam bagian channel upstream
• Diperuntukkan untuk slots

– Headend scheduler mengirim kembali assignment pada time slot berikutnya untuk subscriber

Pola Kabel Modem

Asymmetrical Digital Subscriber Line
• ADSL • Link diantara subscriber dan jaringan
– Local loop

• Menggunakan currently installed twisted pair cable
– Dapat membawa broader spectrum – 1 MHz atau lebih

Disain ADSL
• Asymmetric
– Kapasitas downstream lebih besar daripada upstream

• Frequency division multiplexing
– Lowest 25kHz for voice
• Plain old telephone service (POTS)

– Menggunakan echo cancellation atauFDM untuk memberikan two bands – menggunakan FDM within bands

• Range 5.5km

Konfigurasi Channel ADSL

Discrete Multitone
• • • • • DMT Multiple sinyal carrier dalam frekuensi yang berbeda Beberapa bit tiap channel 4kHz subchannels Mengirimkan tes sinyal untuk digunakan subchannels dengan snyal lebih baik dari rasio noise • 256 downstream subchannels at 4kHz (60kbps)
– 15.36MHz – Impairments memberi this down ke1.5Mbps ke 9Mbps

DTM Bits Per Alokasi Channel

Transmitter DMT

xDSL
• Kecepatan data tinggi DSL • Single line DSL • Kecepatan data sangat tinggi DSL

Bacaan yang Dibutuhkan
• Stallings bab 8 • Web sites
– ADSL – SONET

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition
Bab 9 Spektrum Yang di/tersebar

Spread Spectrum
• Data digital atau analog • Isyarat analog • Spread spectrum yang melebihi lebar bandwidth • Membuat Jamming dan interception harder • Frekwensi harapan * Signal Broadcast melebihi rangkaian frekwensi acak • Urutan Langsung (Direct Sequence) * Masing-Masing bit diwakili oleh berbagai bit dalam sinyal yang dipancarkan * Pemotongan kode (Chipping Code)

Konsep Spread Spectrum
• Memberi masukan ke dalam channel encoder * Membatasi bandwidth sinyal analog di sekitar frekwensi pusat • Sinyal termodulasi menggunakan digit sequence * penyebaran code/sequence * secara khas dihasilkan oleh pseudonoise/ pseudorandom number generator • menaikkan Bandwidth secara significan * spread spektrum • Receiver menggunakan squence yang sama untuk memodulasi sinyal • Sinyal termodulasi di inputkan kedalam Channel decoder

Model Umum dari Sistem Spread Spectrum

Gains (Penguatan)
• Imunitas dari berbagai noise dan multipath distortion * Termasuk gangguan (Jamming) • Dapat mengacak sinyal * Hanya receiver yang mengetahui pengacakan kode dapat mendapat kembali sinyal • Beberapa user dapat mengunakan bandwidth yang lebih besar dengan sedikit interferency * Telepon seluler * Code division multiplexing (CDM) * Code division multiple access (CDMA)

Jumlah Pseudorandom
• Dihasilkan Oleh Algoritme menggunakaninitial seed • Algoritma Deterministic * tidak benar-benar acak • Jika algoritma baik, hasil lewat test acak layak • Harus mengetahui algoritma dan seed untuk memprediksikan sequence

Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS)
• Sinyal broadcastmelebihi rangkaian frekwensi acak • Receiver meloncat antar frekwensi dalam sync dengan transmitter • Eavesdroppers hear unintelligible blips • Jamming pada satu frekwensi hanya mempengaruhi sedikit bit

Operasi Dasar
• 2k frekuensi carier menhasilkan 2k channels • Saluran yang mengatur jarak bersesuaian dengan bandwidth masukan • Masing-masing saluran digunakan untuk memperbaiki interval * 300 m didalam IEEE 802.11 * Beberapa jumlah bit dikirim beberapa penggunaan rencana penyandian @ Maka jadilah pecahan bit • Sequence yang didikte dengan Spreading kode

Contoh Frequncy Hopping (frequansi Harapan)

Sistem Frequency Hopping Spread Spectrum pada Transmitter

Sistem Frequency Hopping Spread Spectrum pada Receiver

Slow and Fast FHSS
• • • • • Frekwensi bergeser tiap-tiap Tc Detik Durasi dari signal element adalah Ts detik Slow FHSS memiliki Tc Ts Fast FHSS memiliki Tc < Ts Biasanya fast FHSS memberikan improved performance dalam noise (or jamming)

Slow Frequency Hop Spread Spectrum menggunakan MFSK (M=4, k=2)

Fast Frequency Hop Spread Spectrum menggunakan MFSK (M=4, k=2)

FHSS Performance Considerations
• Typically large number of frequencies used
– Improved resistance to jamming

Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)

Masing-Masing Bit yang diwakili oleh berbagai bit yang menggunakan spreading kode Kode Penyebaran menyebar sinyal ke seberang frekwensi band lebih luas * Sebanding dengan jumlah bit yang digunakan * 10 kode penyebaran bit menyebar sinyal ke seberang 10 kali luas bidang 1 kode bit Satu metoda: * Kombinasi masukan dengan kode penyebaran (spreading code ) yang menggunakan XOR * Bit Masukan 1 membalikkan bit kode penyebaran * Bit Masukan 0 tidak bisa membalikkan bit kode penyebaran * Data rate samadengan spreading code asli Performance similar ke FHSS

Contoh Direct Sequence Spread Spectrum

Direct Sequence Spread Spectrum pada Transmitter

Direct Sequence Spread Spectrum pada Receiver

Contoh Direct Sequence Spread Spectrum Menggunakan BPSK

Approximate spectrum sinyal DSSS

Code Division Multiple Access (CDMA)

• • • • • • • • •

Diri dari banyak bagian Teknik yang digunakan di spektrum di/tersebar Mulai dengan tingkat tarip isyarat data D Tingkat tarip Data Bit yang [disebut/dipanggil] Pecah;Kan masing-masing menggigit ke dalam k memotong menurut pola teladan ditetapkan;perbaiki dikhususkan untuk pemakai masing-masing User’S kode Saluran baru mempunyai data chip menilai kD chip per detik E.G. K=6, tiga para pemakai ( A,B,C) memberitahukan penerima dasar R Kode untuk A= < 1,-1,-1,1,-1,1> Kode untuk B= < 1,1,-1,-1,1,1> Kode untuk C= < 1,1,-1,1,1,-1>

Contoh CDMA

CDMA Explanation
• Mempertimbangkan Suatu memberitahukan dasar • Dasar mengetahui A’S kode • Asumsikan komunikasi telah menyamakan • Suatu kekurangan untuk mengirimkan suatu 1 • Irimkan chip mempola < 1,-1,-1,1,-1,1> • A’S kode • Suatu kekurangan untuk mengirimkan 0 • Irimkan chip[ mempola <- 1,1,1,-1,1,-1> • Komplemen A’S kode • Ahli sandi mengabaikan lain sumber ketika penggunaan A’S kode untuk memecahkan kode • Orthogonal Kode

CDMA untuk DSSS
• n para pemakai masing-masing menggunakan berbeda ORTHOGONAL PN urutan • Atur arus data para pemakai masingmasing * Menggunakan BPSK • Alikan dengan penyebaran kode pemakai

CDMA di (dalam) suatu DSSS Lingkungan

Tujuh Menggali CDMA Sandi dan Mecahkan kode

Required Reading
• Stallings bab 9

Spread Spectrum
• Data digital atau analog • Isyarat analog • Data yang di/tersebar (di) atas luas bidang lebar/luas • Buatan [yang] menyumbat dan penahanan/pemotongan lebih keras • Frekwensi [yang] mengharapkan • Isyarat menyiarkan (di) atas rangkaian frekwensi [yang] acak • Urutan Langsung • Masing-Masing bit diwakili oleh berbagai bit di (dalam) isyarat dipancarkan • Motong kode

Data dan Komunikasi Komputer Wiliam Stalling Edisi 7
Bab 10 Circuit Switching and Packet Switching

Switching Networks
• Long distance transmission is typically done over a network of switched nodes • Nodes tidak terkait dengan isi data • Aksir dari devices adalah stasiun
—komputer, terminal, telepon, dll.

• Kumpulan dari nodes and connections adalah suatu jaringan komunikasi • Data dipetakan olh swicth dari node ke node

Nodes
• Node hanya boleh dihubungkan dengan node, atau dari stasiun ke node yang lainnya • Hubungan Node to node biasanya multiplexed • Network biasanya dihubungkan secara parsial
—Beberapa hungungan yang besar (redundant) agar bisa memperoleh keandalan • Dua perbedaan teknologi Switching —Circuit switching —Packet switching

Simple Switched Network

Circuit Switching
• Alur komunikasi yang digunakan oleh dua stasiun • Tiga fasa (Three phases)
—Menetapkan (Establish) —Mengirim (Transfer) —Memutuskan (Disconnect)

• Harus memiliki kapasitas switching dan kapasitas channel untuk menetapkan/menentukan koneksi • Must have intelligence to work out routing

Aplikasi Circuit Switching
• Tidak efisian(Inefficient)
—Kapasitas Channel mempengaruhi waktu connection —Jika tidak ada data, kapasitas menjadi sia-sia

• Set up (connection) memerlukan banyak waktu • Once connected, transfer is transparent • Dikembangkan Untuk lalu lintas suara ( telepon)

Public Circuit Switched Network

Komponen Telecomms
• Subscriber - Alat yang berkait dengan jaringan • Subscriber line
— Local Loop — Subscriber loop — Connection to network — Few km up to few tens of km
— Switching centers — End office - supports subscribers — Cabang antara exchanges — Multiplexed

• Exchange
• Trunks

Circuit Establishment (bagan circuit)

Circuit Switch Elements

Konsep Circuit Switching
• Digital Switch
— Menyediakan jalur sinyal yang transparan antar devices

• Network Interface • Unit Kontrol
— Membangun koneksi
• • • • Biasanya berdasarkan permintaan Menangani dan memahami permintaan Memutuskan apakah memiliki tujuan Membangun jalur

— Memelihara koneksi — Disconnect (memutuskan koneksi)

Blocking or Non-blocking
• Blocking
—Sebuah jaringan tidak dapat terkoneksi dengan stasiun karena semua jalur telah digunakan —Sebuah jaringan yang ter blocking mengizinkan hal ini —Digunakan dalam sistem suara
• Panggilan berdurasi pendek

• Non-blocking
—Mengizinkan semua stasiun untuk terhubung (berpasangan) sekaligus —Digunakan untuk koneksi data

Space Division Switching
• Dikembangkan untuk peralatan analog • Memisahkan jalur fisik • Switch silang (Crossbar switch)
—Jumlah persimpangan (crosspoint) bertambah sebanyak n kuadrat dari jumlah stasiun —Hilangnya crosspoint dapat mencegah terjadinya koneksi —Penggunaan crosspoint yang tidak efisien
• Semua stasiun terhubung,tapi hanya beberapa yang digunakan

—Non-blocking

Space Division Switch

Multistage Switch
• Mengurangi jumlah dari crosspoints • Lebih dari satu alur yang melalui jaringan (network)
—Meningkatkan keandalan

• Control lebih rumit • Dapat ter-blocking

Tiga langkah Space Division Switch

Time Division Switching
• Sistem digital modern yang bersandar pada control kecerdasan dari space and time division elements • Menggunakan teknik digital time division untuk menset up dan merawat virtual circuits • Mempartisi bit stream berkecepatan rendah menjadi beberapa bagian yang berbagi menjadi stream berkecapatan tinggi

Fungsi Control Signaling
• Komunikasi yang bersuara dengan subscriber • Transmisi dari nomor yang dipanggil • Panggilan tidak dapat menjadi indikasi yang lengkap • Indikasi akhir panggilan • Sinyal menjadi ring telepon • Informasi tarif • Informasi status peralatan dan trunk • Informasi Diagnosa • Kontrol dari specialist equipment

Control Signal Sequence
Kedua telepon on hook Subscriber lifts receiver (off hook) End office switch signaled Switch merespon dengan dial tone Penelepon menekan nomor Jika yang dituju tidaksibuk, mengirim sinyal dering menuju subscriber • Feedback to caller (penelepon menerima feedback) • • • • • •
— Ringing tone, engaged tone, unobtainable

• • • •

Target menerima panggilan melalui receiver Switch menghentikan sinyal dering dan nada dering Switch membangun koneksi Koneksi diputus ketika subsriber sumber ditutup

Switch to Switch Signaling
• Subscribers terhubung keswitch yang berbeda • Originating switch dalam menangkap interswitch trunk • Mengirim sinyal off hook ke trunk, meminta registrasi nomor pada switch tujuan • Switch memutuskan pengiriman off hook diikuti dengan on hook (wink) untuk menunjukkan bahwa register telah siap • Originating switch mengirimkan alamat

Lokasi dari Signaling
• Subscriber ke jaringan
—Tergantung pada alat subscriber dan switch

• Dalam jaringan
—Management dari panggilan subscriber dan jaringan —ore complex

Signaling dalam Channel
• Menggunakan channel yang sama untuk signaling dan panggilan

• Inband

— Tidak memerlukan fasilitas transmisi tambahan — Menggunakan frekuensi yang sama dengan sinyal suara — Dapat pergi kemana saja seperti sinyal suara — Tidak mungkin men-set up panggilan pada jalur suara yang salah — Sinyal suara tidak menggunakan semua bandwidth 4kHz — Narrow signal band dalam 4kHz digunakan untuk kontrol — Dapat atau tidaknya dikirim tergantung pada adanya sinyal suara — Membutuhkan extra electronics — Laju sinyal yang lebih rendah (narrow bandwidth)

• Out of band

Drawbacks of In Channel Signaling
• Laju transfer rate yang terbatas • Delay antara memasukkan nomor (dialing) dan connection • Mengatasi dengan menggunakan common

channel signaling

Saluran sinyal yang bersifat umum

(Common Channel Signaling)

• Sinyal kontrol membawa beberapa jalur yang bersifat bebas pada saluran suara • Satu kontrol saluran sinyal dapat membawa sal;uran sinyal untuk pada saluran subscriber • Common control channel for these subscriber lines • Mode Associated
— Common channel menutup tracks interswitch trunks

• Mode Disassociated
— Nodes tambahan (signal transfer points) — Lebih efektif pada dua jaringan yang terpisah

Common v. In Channel Signaling

Common Channel Signaling Modes

Signaling System Number 7
• • • • • SS7 Common channel signaling scheme ISDN Teroptimisasi untuk 64k saluran jaringan digital Call control, remote control, management and maintenance • Reliable means of transfer of info in sequence • Akan bekerja pada analog dan dibawah 64k • Point to point terrestrial and satellite links

SS7 Signaling Network Elements
• Signaling point (SP)
— Setiap poin dalam jaringan yang dapat menangani kontrol pesan SS7

• Signal transfer point (STP)
— Sebuah signaling point yang dapat menjadi routing control

messages

• Control plane
— Bertanggungjawab dalam membuat dan memanajemen koneksi

• Information plane
— Setelah sebuah koneksi ter-set up, info ditransfer ke dalam information plane

Transfer Points

Signaling Network Structures
• STP capacities
—Jumlah hubungan sinyal yang dapat diatasi —Waktu transfer pesan (Message transfer time) —Kapasitas throughput

• Network performance
—Jumlah dari SPs —Signaling delays

• Availability and reliability
—Kemampuan dari jaringan untuk menyediakan services dalam menghadapi STP failures

Softswitch Architecture
• Tujuan utama computer running software untuk menjadikannya sebuah smart phone switch • Biaya yang lebih rendah • Fungsi yang lebih besar
— Packetizing of digitized voice data — Dapat mengirimkan suara melalui IP (VoIP)

• Bagian yang paling kompleks dari telephone network switch adalah

software controlling call process

— Call routing — Call processing logic — Typically running on proprietary processor

• Separate call processing from hardware function of switch • Physical switching done by media gateway • Call processing done by media gateway controller

Traditional Circuit Switching

Softswitch

Packet Switching Principles
• Circuit switching didesign untuk suara
—Resources ditujukan untuk sebuah particular call —Sebagian waktu dari koneksi data bersifat idle — Data rate tetap
• Kedua pihak harus beroperasi pada rate yang sama

Basic Operation
• Data ditransmisikan dalam paket-paket kecil
—Biasanya 1000 octets —Pesan yang panjang dibagi menjadi rangkaian paketpaket —Setiap paket berisi sebuah bagian dari user data ditambah dengan beberapa info kontrol

• Info kontrol
—Routing (addressing) info

• Paket diterima, disimpan secara ringkas (buffered) dan dilanjutkan ke node selanjutnya
—Store and forward

Use of Packets

Keuntungan
• Effisiensi Line
— Satu node ke node penghubungnya dapat berbagi berbagai macam paket setiap waktu — Paket diurutkan dan dikirimkan secepat mungkin

• Konversi DATA rate
— Setiap stasiun terhubung pada not lokal dengan kecepatan masing-masing — Nodes buffer data jika diperlukan untuk menyamakan rates

• Packet akan diterima walaupun jaringan sibuk
— Kecepatan pengiriman mungkin turun

• Prioritasnya dapat diatur

Teknik Switching
• Stasiun memecah pesan panjang menjadi paket-paket • Pengiriman Packet satu kali pada satu waktu ke jaringan • Packet di-handle dalam dua cara
—Datagram —Virtual circuit

Datagram
• • • • • Setiap paket diperlakukan secara independent Packet dapat mengambil setiap rute praktis Packet mungkin datang tidak sesuai urutan Packet mungkin dapat menghilang Tergantung pada receiver untuk mengurutkan paket dan mengembalikan paket yang hilang

Datagram Diagram

Virtual Circuit
• Membangun perencanaan rute sebelum mengirimkan paket • Panggilan permintaan dan panggilan penerimaan paket membangun koneksi (handshake) • Masing-masing paket terdiri dari sebuah pengenal virtual circuit bukan sebuah alamat tujuan • Tidak ada keputusan routing yang diperlukan untuk setiap paket • Mengosongkan permintaan untuk menggagalkan circuit • Bukan sebuah jalur yang bersifat dedicated

Diagram Virtual Circuit

Virtual Circuits v Datagram
• Virtual circuits
— Jaringan dapat menyediakan sequencing dan kontrol error — Packet diteruskan lebih cepat
• Tidak perlu membuat keputusan routing

— Kurang reliable
• Hilangnya sebuah node menyebabkan hilangnya seluruh circuit yang melaluinya

• Datagram
— Tidak memrlukan fase call setup
• Lebih baik jika paketnya sedikit

— Lebih flexible
• Routing dapat digunakan untuk menghindari tabrakan dalam jaringan

Ukuran paket

Circuit v Paket Switching
• Kemampuan (Performance)
—Propagation delay —Waktu transmission —Node delay

Event Timing

X.25
• 1976 • Interface antara host dan packet switched network • Hampir bersifat universal pada packet switched networks dan packet switching dalam ISDN • Terdiri dari tiga layer
—Physical —Link —Packet

X.25 - Physical
• Interface antara stasiun yang terhubung dan link ke node • Data terminal equipment DTE (user equipment) • Data circuit terminating equipment DCE (node) • Menggunakan -physical layer specification X.21 • Reliable transfer across physical link • Sequence of frames

X.25 - Link
• Link Access Protocol Balanced (LAPB)
—Subset dari HDLC —Lihat bab 7

X.25 - Packet
• Virtual sirkuit Eksternal • Logical connections (virtual circuits) antara subscribers

X.25 Penggunaan Virtual Circuits

Virtual Circuit Service
• Logical connection antara dua stasiun
— External virtual circuit

• Perencanaan rute yang spesifik melalui jaringan
— Internal virtual circuit

• Biasanya one to one relationship antara eksternal dan internal virtual circuits • Dapat menyediakan X.25 dengan datagram style network • External virtual circuits memerlukan saluran logical

(logical channel)

— Semua data dianggap sebagai bagian dari stream

X.25 Levels
• Data user lewat sampai X.25 level 3 • X.25 menambahkan informasi kontrol
—Header —Penjaelasan virtual circuit —menyediakan sequence numbers untukaliran dan kontrol error

• Paket X.25 diturunkan ke LAPB entity • LAPB menambahkan informasi kontrol yang lebih banyak

User Data dan X.25 Protocol Control Information

Frame Relay
• • • • Di disain lebih effisien dari pada X.25 Dikembangkan sebelum ATM Installed base yang lebih besar dari pada ATM ATM sekarang dikembangkan kearah jaringan berkecapatan tinggi

Frame Relay Background - X.25
• • • • • Paket ckontrol panggilan, dalam band signaling Multiplexing dari virtual circuits pada layer 3 Layer 2 dan 3 termaasuk flow and kontrol error Considerable overhead Tidak pantas untuk sistem digital modern dengan realibility yang tinggi

Perbedaan Frame Relay
• kontrol panggilan dibawa pada koneksi logical yang terpisah • Multiplexing dsan switching pada layer 2
—Menghilangkan satu layer proses

• Tidak ada error hop by hop atau flow control • End to end flow dan error control (jika digunakan) dilakukan pada layer yang lebih tinggi • Satu frame data user dikirimkan dari sumber ke tujuan dan ACK (dari layer yang lebih tinggi) dikirimkan kembali

Keuntungan dan kerugian
• Kehilangan link by link error dan flow control
—Meningkatkan reliability membuat masalah ini berkurang

• Proses Komunikasi Streamlined
—Delay yang lebih rendah —Throughput yang lebih tinggi

• ITU-T menyarankan frame relay diatas 2Mbps

Arsitekture Protocol

Control Plane
• Antara subscriber dan jaringan • Menggunakan saluran logikal yang terpisah
—Mirip dengan common channel signaling untuk circuit switching services

• Data link layer
—LAPD (Q.921) —Reliable data link control —Error dan flow control —Antara user (TE) and network (NT) —Digunakan untuk menukar Q.933 control signal messages

User Plane
• End to end functionality • Pengiriman info antar user • LAPF (Link Access Procedure for Frame Mode Bearer Services) Q.922
— Frame delimiting, alignment dan transparency — Frame mux dan demux menggunakan addressing field — Memastikan frame adalah sebuah angka integral octets (zero bit insertion/extraction) — Memastikan frame tidak terlalu panjang atau pendek — Deteksi pada error transmisi — Fungsi kontrol congestion

Transfer data user
• Tipe satu frame
—User data —Tidak ada frame kontrol

• Tidak ada inband signaling • Tiadk ada nomor sequence
—Tidak ada flow atau kontrol error

Informasi tambahan
• Stallings bab 10 • ITU-T web site • Telephone company web sites (not much technical info - mostly marketing) • X.25 info from ITU-T web site • Frame Relay forum

Data dan Komputer Communikasi William Stalling Edisi 7
BAB 11 Transfer Mode Asynchronous

Arsitekture Protocol
• Persamaan antara ATM dan paket switching
—Pengiriman data berbentuk discrete chunks —Berbagai koneksi logikal melalui satu interface fisik

• Dalam aliran ATM disetiap koneksi logikalnya berupa paket yang memiliki ukuran tetap yang disebut cells • Minimal error dan flow control
—Mengurangi overhead

• Data rates (layer physical) 25.6Mbps sampai 622.08Mbps

Arsitekture Protocol (diag)

Reference Model Planes
• User plane
—Disediakan untuk informasi transfer user

• Control plane
—Panggilan dan kontol koneksi

• Management plane
—Plane management
• Seluruh fungsi sistem

—Layer management
• Resources dan parameters in protocol entities

ATM Logical Connections
• • • • • • • Virtual channel connections (VCC) Analogous to virtual circuit in X.25 Basic unit of switching Antara dua end users Full duplex Fixed size cells Data, user-network exchange (control) and networknetwork exchange (network management and routing) • Virtual path connection (VPC)
— Bundle of VCC with same end points

Hubungan koneksi ATM

Keuntungan dari Virtual Paths
• Arsitekture jaringan yang dipermudah • Meningakatkan performance jaringan dan reliability • Pengurangan proses • Waktu setup koneksi yang pendek • Enhanced network services

Membangun panggilan Menggunakan VPs

Penggunaan koneksi Virtual Channel
• Antara end users
—End to end user data —Sinyal Control —VPC menyediakan kapasitas menyeluruh
• Organisasi VCC dilakukan oleh user

• Antara end user dan jaringan
—Control signaling

• Antara entitas jaringan
—Network traffic management —Routing

Karakteristik VP/VC
• Kualitas dari service • Switched dan semi-permanent channel connections • Integritas call sequence • Negosiasi parameter lalu lintas dan usage monitoring • Hanya VPC
—Pengenalan Virtual channel dilarang dalam VPC

Control Signaling - VCC
• Dilakukan dalam koneksi yang terpisah • Semi-permanent VCC • Meta-signaling channel
— Digunakan sebagai saluran sinyal kontrol permanen

• User to network signaling virtual channel
— Untuk control signaling — Digunakan untuk set up VCCs untuk membawa data user

• User to user signaling virtual channel
— Didalam VPC yang belum dibangun — Digunakan oleh dua end users tanpaintervensi jaringan untuk membangun dan membebaskan user to user VCC

Kontrol Signaling - VPC
• Semi-permanent • Customer controlled • Network controlled

Cell ATM Cells
• • • • Ukuran tetap 5 octet header 48 octet informasi field Cell kecil mengurangi delay antrian cell yang berprioritas tinggi • Cell kecil dapat di switch lebih effisien • Lebih mudah untuk mengimplementasikan switching dari cell kecil dalam hardware

Format cell ATM

Format Header
• Generic flow control
—Hanya terdapay pada user ampai interface jaringan —Controls flow hanya ada pada point ini

• Virtual path identifier • Virtual channel identifier • Payload type
—e.g. info user atau manajemen jaringan

• Cell loss priority • Header error control

Generic Flow Control (GFC)
• Kontrol traffic flow pada user dampai interface jaringan untuk meredakan short term overload • Dua set prosedur
— Uncontrolled transmission — Controlled transmission

• Adalah setiap koneksi walaupun merupakan subject to flow control atau tidak • Subject to flow control
— Mungkin satu grup (A) default — Mungkin dua grup (A and B)

• Flow control adalah dari subscriber to network
— Dikontrol oleh network side

Single Group of Connections (1)
• Terminal equipment (TE) menginisialisasi dua variabel
—TRANSMIT flag to 1 —GO_CNTR (credit counter) to 0

• Jika TRANSMIT=1 cell pada koneksi yang tidak terkontrol mungkin dapat terkirim kapan saja • Jika TRANSMIT=0 tidak ada sell yang dikirim (pada koneksi yang terkontrol maupun tidak) • Jika diterima HALT , TRANSMIT set pada 0 and tetp bernilai 0 sampai NO_HALT

Single Group of Connections (2)
• Jika TRANSMIT=1 dan tidak ada sell yang dikirim apda sembarang koneksi yang tidak terkontrol (uncontrolled connection):
—If GO_CNTR>0, TE mungkin mengirimakan sell pada koneksi yang terkontrol
• Cell marked as being on controlled connection • GO_CNTR decremented

—Jika GO_CNTR=0, TE munkin tidak mengirim pada koneksi yang terkontrol

• TE sets GO_CNTR to GO_VALUE sejak menerima SET signal
—Null signal tidak memiliki effek

Kegunan dari HALT
• Untuk membatasi effective data rate pada ATM • Should be cyclic • Untuk mengurangi separuh data rate, pengiriman HALT berpengaruh pada 50% of time • Dilakukan sebagai pola yang teratur setiap saat pada koneksi

Dua model Queue
• Dua counters
—GO_CNTR_A, GO_VALUE_A,GO_CNTR_B, GO_VALUE_B

Kontrol Error Header
• 8 bit error control field • Dihitung pada 32 bit sisa pada header • Mengizinkan error correction

Operasi HEC pada Receiver

Effek Error pada Cell Header

Dampak dari Random Bit Errors pada HEC Performance

Transmission sell ATM
• • • • • • 622.08Mbps 155.52Mbps 51.84Mbps 25.6Mbps Cell Based physical layer SDH based physical layer

Cell Based Physical Layer
• Tidak ada frame yang ditentukan • Stream yang berkelanjutan dari 53 cell octet • Cell delineation based pada header error control field

State Diagram Cell Delineation

Dampak Random Bit Errors padaCell Delineation Performance

Acquisition Time v Bit Error Rate

SDH Based Physical Layer
• • • • • Menentukan truktur pada ATM stream e.g. untuk 155.52Mbps Menggunakan frame STM-1 (STS-3) Dapat membawa ATM dan STM payloads Specific connections can be circuit switched menggunakan channel SDH • Teknik SDH multiplexing dapat mengkombinasikan beberapa ATM streams

STM-1 Payload untuk SDHBased ATM Cell Transmission

Kategori service ATM
• Real time
—Constant bit rate (CBR) —Real time variable bit rate (rt-VBR)

• Non-real time
—Non-real time variable bit rate (nrt-VBR) —Available bit rate (ABR) —Unspecified bit rate (UBR) —Guaranteed frame rate (GFR)

Real Time Services
• banyaknya delay • Variasi delay (jitter)

CBR
• Data rate berukuran tetap secara terus menerus continuously available • Tight upper bound on delay • Uncompressed audio dan video
—Video conferencing(percakapan melalui video) —Interactive audio —A/V distribution and retrieval

rt-VBR
• Aplikasi yang sensitif terhadap waktu
—Sangat tergantung pada delay dan variasi delay

• Sebuah aplikasi rt-VBR memiliki rate memiliki rate yang berfariasi setiap waktu • Contoh video yang dikomprese.g. compressed video
—Memiliki frame gambar yang berfariasi ukurannya —Aslinya (tidak dikompres) memiliki frame rate tetap —Begitu pula pada data rate

• Dapat me-multiplex connections secara statik

nrt-VBR
• Mungkin dapat memberikan karakteristik traffic flow yang diharapkan • Memperbaiki QoS dalam loss dan delay • End system specifies:
—Peak cell rate —Sustainable or average rate —Measure of how bursty traffic is

• Contoh: pemesanan tiket pesawat terbang, tansaksi pada bank

UBR
• Dapat mempunyai kapasitas yang lebih besar dari pada yang digunakan oleh CBR dan VBR traffic
—Tidak semua resources dedicated —Bursty nature of VBR

• Untuk aplikasi yang dapat mentolerir cell loss atau variable delays
—Contoh: TCP based traffic

• Cells ditransfer berbasis FIFO • Usaha servis terbaik

ABR
• Aplikasi menjelaskan peak cell rate (PCR) dan minimum cell rate (MCR) • Resources dialokasikan paling tidak untuk MCR • Kapasitas sisa dibgikan pada semua ARB sources • Contoh: interkoneksi LAN

Guaranteed Frame Rate (GFR)
• Didesain untuk mendukung IP backbone subnetworks • Servis yang lebih baik dari pada UBR untuk frame based traffic — Termasuk IP dan Ethernet • Mengoptimasi handling of frame berdasar lalu lintas dari LAN melalui Router menuju ATM backbone — Digunkan oleh enterprise, carrier dan ISP networks — Consolidation dan extension of IP over WAN • ABR Sulit untuk iimplementasikan antara routers pada jaringan ATM • GFR alternatif yang lebih baik pada pengaturan lalu lintas pada Ethernet — Jaringan diketahui dari paket atau frame nya — Jika bertbrakan, semua cell dari frame dibatalkan — Garansi kapasitas minimum — Frame tambahan dibawa pada frame yang tidak bertabrakan

ATM Adaptation Layer
• Mendukung untuk informasi transfer protocol tidak berdasar pada ATM • PCM (suara)
—Assemble bits kedalam cell —Re-assemble kedalam flow tetap

• IP
—Map IP packets kedalam ATM cells —Fragment IP packets —Menggunakan LAPF pada ATM untuk menyimpan semua infrastruktur IP

Servis ATM Bit Rate

Adaptation Layer Services
• • • • Mengatasi eorror transmisi Segmentation dan re-assembly Mengatasi lost dan misinserted cells Flow control dan timing

Tipe aplikasi yang didukung
• • • • • Emulasi Circuit VBR voice dan video General data service IP pada ATM Encapsulasi Multiprotocol pada ATM (MPOA)
—IPX, AppleTalk, DECNET)

• Emulasi LAN

Protokol AAL
• Convergence sublayer (CS)
—Mendukung untuk aplikasiyang spesifik —user AAL dimasukkan SAP

• Segmentation dan re-assembly sublayer (SAR)
—Packages dan unpacks ibfo yang diterima dari CS kedalam cell

• Empat tipe
—Tipe —Tipe —Tipe —Tipe 1 2 3/4 5

Protokol AAL

Segmentation dan Reassembly PDU

AAL Tipe 1
• CBR source • SAR packs dan unpacks bits • Setipap blok mempunyai nomor yang urut

AAL Tipe 2
• VBR • Aplikasi Analog

AAL Tipe 3/4
• Connectionless atau connected • Message mode atau stream mode

AAL Tipe 5
• Transport ter-Streamlined untuk koneksi berorientasi pada protol yang lebih tinggi

CPCS PDUs

Contoh transmisi AAL 5

Informasi tambahan
• Stallings bab 11 • ATM Forum Web site

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition
Bab 12 Routing

Routing in Circuit Switched Network
 

Membuat banyak koneksi membutuhkan jalur menuju lebih dari satu switch Perlu untuk menemukan sebuah rute (route)  Efficiency  Resilience Switch telepon umum mempunya struktur pohon  Roting static menggunakan pendekatan yang sama pada semua waktu Dynamic routing mengizinkan perubahan dalam routing,tergantung pada lalu lintas  Menggunakan sebuah peer structure untuk node

Alternate Routing

Rute yang memungkinkan antara end offices yang ditentukan Membantu switch dalam memilih rute yang cocok Route yang dicatat berdasar preference order Perbedaan pengesetan dari rute (route) mungkin digunakan/dipakai pada waktu yang berbeda

Diagram Alternate Routing

Routing dalam Packet Switched Network
 

Complex, aspek yang penting pada packet switched networks Karakteristik yang dibutuhkan



Ketepatan Kesederhanaan Ketahanan Stabilitas Fairness Optimalisasi Efisiensi

Kriteria Performance

 

Digunakan untuk seleksi dari route Minimum hop Harga paling murah

Lihat Stallings appendix 10A untuk algoritma routing

Contoh Packet Switched Network

Keputusan waktu dan tempat

Waktu

Packet atau virtual circuit basis
Didistribusikan

Tempat

Dibuat oleh masing-masing node


Dipusatkan Sumber

Sumber informasi jaringan dan Update Timing

Keputusan dari routing biasanya berdasar pada pengetahuan/kapandaian dari jaringan (tidak selalu) Distributed routing
  

Central routing

Nodes menggunakan lokal knowledge Dapat mengumpulkan info dari node yang berdekatan Dapat mengumpulkan info dari semua node pada sebuah potential route Mengumpulkan info dari semua node Ketika info jaringan yang disimpan node di-update Fixed – tidak pernah di-update Adaptive – update yang rutin

Update timing
 

Strategi Routing

 

Fixed Flooding Random Adaptive

Fixed Routing

Satu rute permanen untuk setiap pasangan sumber sampai tujuan Menentukan route menggunakan algoritma biaya termurah (appendix 10A) Route fixed, sedikitnya sampai suatu perubahan di (dalam) topologi jaringan

Table Fixed Routing

Flooding
    

Tidak ada info jaringan yang dibutuhkan Paket dikirimkan oleh node ke setiap client yang lain

(neighbor)

Paket yang datang dikirim kembali pada setiap link selain jalur pengirim Secepatnya sejumlah salinan akan tiba di tujuan Masing-masing paket telah dinomori secara uniq, jadi salinannya dapat dibuang/diputus Node dapat mengingat paket yang dikirimkan untuk menjaga agar paket tersebut tidak keluar dari jaringan Dapat memasukkan sebuah hop count kedalam paket

Contoh Flooding

Properties of Flooding

Semua rute yang mungkin dicoba

Sangat sempurna

Sedikitnya satu paket akan dapat diambil hop count route terkecil

Dapat digunakan set up virtual circuit
Sangat berguna untuk mendistribusikan informasi (Contoh: routing)

Semua node dilewati

Random Routing

 

 

Node memilih satu jalur outgoing untuk pengiriman ulang paket yang datang Seleksi dapat diacak atau round robin Dapat memilih jalur outgoing berdasar pada perhitungan probabilitas Tidak ada info jaringan yang diperlukan Rute biasanya bukan least cost atau minimum hop

Adaptive Routing
 

Digunakan oleh hampir seluruh jaringan paket switching Keputusan routing berubah ketika kondisi pada jaringan berubah
 


 

Membutuhkan informasi tentang jarinan Keputusan lebih kompleks Tradeoff antara kualitas informasi jaringan dan overhead Reaksi yang terlalu cepat dapat menyebabkan osilasi Terlalu lambat menjadi relevant

Kegagalan Kemacetan pada jalur jaringan

Adaptive Routing Advantages

 

Performance lebih baik Aid congestion control (Lihat bab 13) Sistem yang kompleks

Mungkin tidak ssuai dengan teori

Klasifikasi

Berdasar pada sumber informasi

Local (isolated)

Route menuju outgoing link dengan antrian terpendek Dapat meliputi penyimpangan untuk masingmasing tujuan
Jarang digunakan – jangan memakai info mudah yang tersedia

 

Node yang berdekatan Semua node

Isolated Adaptive Routing

Strategi ARPANET Routing (1)

Generasi pertama  1969
     

 

Distributed adaptive Estimasi delay sebagai standart performance Algoritma Bellman-Ford (appendix 10a) Node mengubah delay vector dengan neighbors Update routing table berdasar pada info yang datang Tidak mempertimbangkan kecepatan jalur, hanya panjang antrian Panjang antrian bukan sbuah ukuran yang bagus dari delay Respond lambat untuk congestion

Strategi ARPANET Routing (2)

Generasi kedua  1979
 


 

Penggunaan delay sebagai standart performance Delay dapat diukur secara langsung Menggunakan algoritma Dijkstra(appendix 10a) Good under light dan medium loads Jika terjadi heavy loads, terjadi sedikit hubungan antara reported delay dan hal-hal sebelumnya

Strategi ARPANET Routing (3)

Generasi ketiga

 

1987 Biaya perhitungan link dirubah Ukuran rata-rata delay tidak lebih dari 10 detik Normalnya berbasis pada current value dan previous results

Perhitungan kerugian terkecil

Berdasar pada routing decisions

 


 

Jaringan yang diberikan oleh node-node dikoneksikan oleh bidirectional links Masing-masing link mempunyai kelemahan di setiap tujuan Menetapkan kerugian dari jalurantara dua node node seprti jumlah kerugian dari links traversed Untuk masing-masing pasangan dari node, menemukan sebuah jalur dengan kelemahan terkecil Kelemahan Link dalam tujuan yang berbeda mungkin dapat berbeda

Dapat meminimalisasi hop dengan masing-masing link cost 1 Dapat mempunyai link value yang berbanding terbalik terhadap kapasitas

Contoh : panjang dari antrian paket

Definisi algoritma Dijkstra

   

Menemukan jalur terpendek dari sumber node yang diberikan ke semua node yang lain, Find shortest paths from given source node to all other nodes, dengn mengembangkan jalur yang dibutuhkan dari penambahan panjang jalur N = set of nodes dalam jaringan s = sumber node T = set of node yang paling jauh berdasarkan algoritma w(i, j) = beban link dari node i ke node j  w(i, i) = 0  w(i, j) = jika dua node tidak terhubung secara langsung  w(i, j) 0 jika dua node terhubung secara langsung L(n) = biaya dari least-cost path dari node s dsampai node n yang diketahui  Pada akhirnya, L(n) adalah biaya dari least-cost path dari s ke n

Metode algoritma Dijkstra

Step 1 [inisialisasi]


T = {s} Set of nodes so far incorporated consists of only source node L(n) = w(s, n) for n ≠ s Biaya awal jalur dari node yang bertetangga adalah biaya link

Step 2 [memperoleh node berikutnya]

 

menemukan neighboring node tidak dalam T dengan least-cost path from s Menggabungkan node kedalam T Juga menggabungkan sisi yang bertabrakan pada node tersebut dan sebuah node di T yang memuliki kontribusi dalam path
L(n) = min[L(n), L(x) + w(x, n)] for all n T Jika nilainya minimum,jalur dari s ke n adalah jalur dari s ke x concatenated dengan edge dari x ke n

Step 3 [Update Least-Cost Paths]
 

Algoritma berakhir ketika semua node sudah ditambahkan ke T

Catatan algoritma Dijkstra

Pada akhirnya, niali L(x) yang berasosiasi dengan setiap node x adalah biaya (panjang) dari least-cost path dari s ke x. Tambahan, T menjelaskan least-cost path dari s ke setiap node lainnya Satu iterasi dari langkah 2 dan 3 menambahkan sebuah node baru pada T  Menjelaskan least cost path dari s ke node tersebut

Contoh algoritma Dijkstra

Penyeleseian dari Algoritma Dijkstra
It er ati on T L(2) Path L(3) Path L(4) Path L(5) Path L(6 ) Path

1 2
3 4

{1} {1,4}
{1, 2, 4} {1, 2, 4, 5} {1, 2, 3, 4, 5}

2 2
2 2

1–2 1–2
1–2 1–2

5 4
4 3

1-3 1-4-3
1-4-3 1-4-5– 3 1-4-5– 3

1 1
1 1

1–4 1–4
1–4 1–4

2
2 2

4 1-4-5–6

1-4–5
1-4–5 1-4–5

5

2

1–2

3

1

1–4

2

1-4–5

4

1-4-5–6

Definisi lgoritma Bellman-Ford


  

Menemukan jalur terpendekdari subject node yang diberikan ke constraint that paths contain at most one link Menemukan jalur terpendek dengan keterbatasan dari jalur dari dua link Dan seterusnya s = source node w(i, j) = beban link dari node i ke node j
  

w(i, i) = 0 w(i, j) = Jika dua node tidak terhubung secara langsung w(i, j) 0 Jika dua node terhubung secara langsung

h = jumlah maksimum dari links dalam jalur pada current stage dari algoritma Lh(n) = biaya dari least-cost path dari s ke n dengan catatan dibawah h links

Metode algoritma BellmanFord

Step 1 [Inisialisasi]

 

Step 2 [Update] For each successive h
 

L0(n) = , for all n Lh(s) = 0, for all h

s

0

  

Menghubungkan n dengan predecessor node j yang menghasilkan minimum Mengeliminasi koneksi yang lain pada n dengan predecessor node yang berbeda yang terbentuk pada iterasi sebelumnya Jalur dari s ke n berakhir dengan link dari j ke n

For each n ≠ s, compute Lh+1(n)=minj[Lh(j)+w(j,n)]

Catatan algoritma BellmanFord

Pada masing-masing iterasi dari step 2 dengan h=K dan untuk masing-masing tujuan node n, algoritma mengkompare jalur dari s ke n dengan panjang K=1 dengan jalur dari iteresi sebelumnya Jika jalur sebelumnya terpendek maka ditahan Sebaliknya jalur baru ditetapkan

Contoh algoritma Bellman-Ford

Contoh penyeleseian Bellman-Ford
h Lh(2 Pat Lh(3 Path ) h ) Lh(4 Pat Lh(5 Path Lh(6 Path ) h ) )

0 1 2 2 2
3 2 4 2

1-2 5 1-2 4
1-2 3 1-2 3

1-3 1-4-3 1 1

1-4 1-4 2
1-4 2 1-4 2

1-4- 10 5
1-4- 4 5 1-4- 4 5

1-3-6
1-4-5-6 1-4-5-6

1-4-5- 1 3 1-4-5- 1 3

Comparison
 

Penyeleseian dari dua persetujuan algoritma Information gathered  Bellman-Ford  Perhitungan untuk node n involves knowledge of link cost ke semua neighboring nodes plus total cost ke masing-masing neighbor dari s  Masing-masing node dapat dirawat set of costs dan jalur untuk setiap node yang lain  Dapat mengubah informasi dengan direct neighbors  dapatan update costs dan pathsberdasar pada informasi dari neighbors dan knowledge of link costs  Dijkstra  Masing-masing node memerlukan topologi yang lengkap  Perlu diketahui link costs dari semua links dalam jaringan  Harus merubah informasi dengan semua node yang lain

Evaluasi
 



Tergantung pada processing time dari algoritma Tergantung pada jumlah dari informasi yang dibutuhkan dari node yang lain Implementation specific Keduanya bertemu dibawah topologi static dan costs Bertmu pada solusi yang sama Jika link costs berubah, algoritma akan mencoba untuk mengecek kembali Jika link costs tergantung pada lalu lintas, dimana tergantung pada rute yang dipilih, kemudian diumpan balikkan  Mungkin hasilnya tidak stabil

Referensi

Stalling bab 12 Routing information from Comer D.

Internetworking with TCP/IP Volume 1,
Prentice Hall, Upper Saddle River NJ.

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi 7
• Bab 13 • Congestion di Jaringan Data(Data Network)

Apa itu congestion?

• • • • •

congestion terjadi manakala paket-paket yang dipancarkan lewat jaringan mendekati paket yang menangani kapasitas jaringan Terjadi ketika sejumlah paket yang ditransmisikan buntu congestion control mengarahkan/memelihara paket di bawah level di mana bekerja secara dramatis jaringan data adalah jaringan antri Biasanya 80% pemanfaatan kritis Antrian terbatas yang berarti data mungkin hilang

Queues pada Node

Efek Congestion
• • • • Tibanya paket disimpan pada buffer masukan terbentuk routing Paket bergerak ke buffer keluaran paket paket antri untuk dipancarkan keluar.
– time division multiplexing statistik

• Jika paket paket tiba untuk dirutekan, atau untuk;menjadi keluaran, bufffer akan mengisi • Mampu membuang paket • Mampu menggunakan kontrol arus • Mampu menyebarkan congestion melalui jaringan

Interaksi dari Queues

jaringan yang ideal Penggunaan

Kemampuan Praktis
• idealnya mengasumsikan buffer tanpa batas dan tidak ada ongkos exploitasi • buffer terbatas • Biaya terjadi dalam pertukaran pesan kendali congestion

Efek dari Congestion yang tidak dikontrol

Mekanisme dari Congestion Control

Backpressure
• Jika node menjadi terlampau banyak itu dapat melambatkan atau menghentikan arus paket dari node lain • dapat berarti bahwa node lain harus menerapkan kendali pada tarip paket yang datang/yang berikutnya • Menyebarkan kembali ke sumber • Mampu membatasi ke koneksi logis yang membangitkan kebanyakan lalu lintas • Digunakan di koneksi yang mengorientasikan itu dapat meloncati kendali congestion ( e.g. X.25) • Tidak digunakan di ATM maupun pembingkai penyiaran ulang • Hanya baru-baru ini mengembang;kan untuk IP

Paket
• kendali Paket • Menghasilkan congestion node terlampau banyak • dikirim kepada node sumber • e.g. ICMP sumber memuaskan
– Dari tujuan atau penerus – Sumber memotong belakang sampai tidak ada lagi pesan – Meminta setiap paket yang dibuang, atau mengantisipasi

• Melainkan mekanisme kasar

Pensinyalan congestion secara implisit
• Transmisi delay meningkat dengan congestion • Paket mungkin dibuang • Sumber dapat mendeteksi ini sebagai indikasi yang dikandung congestion • bermanfaat pada jaringan-jaringan connectionless ( datagram)
– e.g. dasar IP
• ( TCP memasukkan congestion dan mengendalikan aliranlihat bab 17)

• Digunakan dalam bingkai relai LAPF

Pensinyalan congestion secara eksplisit
• Sistem jaringan akhir siaga meningkatkan buntu • Sistem-sistem akhir bertindak mengurangi beban yang ada • backwards
– Penghindaran congestion di dalam arah yang berkebalikan ke paket yang diperlukan

• forwards • Penghindaran congestion dalam arah yang sama sebagai paket diperlukan

Kategori pensinyalan explisit
• Biner
– Sedikit yang ditetapkan dalam suatu paket menandai adanya congestion

• Dasar kredit
– Menandai adanya paket-paket sumber yang mungkin dikirim – common untuk mengendalikan aliran dari ujung ke ujung

• Dasar Nilai • Menyediakan batas nilai data eksplisit • e.g. ATM

Pengaturan Traffic
• Kewajaran • quality of service • Ingin perawatan berbeda untuk koneksi yang berbeda • Reservasi • e.g. ATM • Kontrak lalu lintas antara jaringan dan pemakai

Congestion Control dalam Packet Jaringan Switch
• Mengirimkan paket kendali untuk beberapa atau semua node sumber
– Memerlukan lalu lintas tambahan selama congestion

• Bersandar pada informasi routing
– dapat bereaksi dengan cepat

• Ujung ke ujung paket-paket probe
– Menambah ongkos exploitasi

• Menambah info congestion ke paket sebagai pemotong node
– Salah satu backwards atau forwards

Bingkai Relay Pengatur Congestion
• Memperkecil barang buangan • Memelihara Qos yang disetujui • Memperkecil kemungkinan monoply satu pemakai akhir • Penerapan sederhana
– Ongkos exploitasi kecil pada pemakai atau jaringan

• • • •

Menciptakan lalu lintas tambahan minimal Mendistribusikan sumber daya secara wajar Membatasi penyebaran congestion Beroperasi secara efektif dengan mengabaikan arus lalu lintas • Dampak minimum pada sistem yang lain • Memperkecil perbedaan dalam QoS

Teknik
• • • • • Strategi barang buangan Penghindaran congestion Pensinyalan secara eksplisit Perbaikan congestion Mekanisme pensinyalan implisit

Pengaturan Traffic Rate
• Harus membuang bingkai untuk mengatasi congestion
– Arbitrarily, tidak memperhatikan sumber

Tidak ada penghargaan untuk pengekangan maka sistem transmisi akhir mungkin • Committed information rate( CIR)
– Data lebih dibuang – Tidak dijamin – Mengumpulkan CIR mestinya tidak dapat melebihi tingkat tarip data phisik

• •

Ukuran burst yang dilakukan Ukuran excess burst

Operasi dari CIR

Hubungan Antar Parameter congestion

Pensinyalan Explisit
• Sistem akhir jaringan siaga menumbuhkan congestion • Pemberitahuan Backward explicit congestion • pemberitahuan Forward explicit congestion • Membingkai handler memonitor antrian nya • Memberitahu beberapa atau semua koneksi logical • Tanggapan pemakai
– Mengurangi tingkat tarip

Pengaturan jalur ATM
• Kecepatan tinggi, ukuran sel kecil, bit-bit ongkos exploitasi terbatas • Masih mengembangkan • Kebutuhan
– Mayoritas jalur tidak bersedia menerima nasehat mengendalikan nasehat – Umpan balik melambat dalam kaitan dengan waktu transmisi dikurangi penundaan propagasi – Cakupan luas permintaan aplikasi

• Pola jalur berbeda • Jasa jaringan berbeda • switching dan transmisi kecepatan tinggi meningkatkan votality

Efek Latency/Speed
• ATM 150Mbps • ~ 2.8x10-6 detik untuk memasukkan sel tunggal • Waktu untuk menyilang jaringan tergantung pada delay propagasi, delay switching • Mengasumsikan penyaluran pada dua pertiga kelajuan cahaya • Jika tujuan dan sumber pada sisi berlawanan AS, waktu perkembangbiakan~ 48x10-3detik • Memberi kendali congestion tersembunyi/terkandung, pada saat itu pemberitahuan sel yang diteteskan telah mencapai sumber, 7.2x106 bit telah dipancarkan • Maka, ini bukan suatu strategi yang baik untuk ATM

Variasi Cell Delay
• Karena ATM voice/video, data adalah suatu arus sel • Delay ke seberang jaringan harus pendek/singkat • Tingkat penyampaian harus tetap • Akan selalu ada beberapa variasi dalam pemindahan • Delay penyampaian sel ke aplikasi sehingga bit tetap merawat aplikasi

Time Re-assembly dari CBR Cells

Kontribusi Jaringan ke Variasi Cell Delay
• Paket menswitch jaringan
– keterlambatan Queuing

• •

Penaklukan waktu keputusan Frame relay
– Seperti di atas tetapi lebih luas sedikit

ATM
– Kurang dari frame relay – ATM protokol merancang untuk memperkecil proses biaya pada switch – ATM switches mempunyai throughput sangat tinggi – Hanya noticeable delaysyang berasal dari congestion – Tdak dapat menerima beban yang menyebabkan congestion

Variasi Cell Delay pada UNI
• Aplikasi penghasil data pada tingkat tarip yang ditetapkan • Proses pada tiga lapisan ATM menyebabkan penundaan • Menyisipkan antar halaman sel dari koneksi yang berbeda • sel pemeliharaan dan operasi yang menyisipkan antar halaman • Jika penggunaan synchronous bingkai hirarki digital, ini dimasukkan pada lapisan fisik • Tidak mampu meramalkan keterlambatan ini

Origins of Cell Delay Variation

Kerangka Traffic dan Congestion Control
• Jalur lapisan ATM dan kendali congestion perlu mendukung kelas Qos untuk semua jasa jaringan yang dapat diduga • Mestinya tidak bersandar pada AAL protokol yang adalah jaringan spesifik, maupun protokol tingkat aplikasi lebih tinggi yang spesifik • Perlu memperkecil jaringan dan dalam kompleksitas sistem end to end

Pertimbangan Pemilihan Waktu
• • • • Waktu penyisipan sel Waktu propagasi perjalanan pulang pergi Jangka Waktu koneksi Jangka Panjang

• Menentukan apakah pemberian koneksi baru dapat diakomodasikan • Setuju parameter performance dengan langganan

Pengaturan Traffic dan Teknik Congestion Control
• Manajemen sumber daya yang menggunakan alur yang sebetulnya • Pengendali pintu masuk koneksi • Pengendali parameter pemakaian • Sel Discard yang selektif • membentuk jalur

Pengaturan Resource menggunakan Virtual Paths
• Memisahkan jalur aliran menurut karakteristik layanan • Pemakai ke aplikasi pemakai • Pemakai ke aplikasi jaringan • Jaringan ke aplikasi jaringan • Perhaitan dengan:
– Rasio Kerugian sel – Penundaan sel transfer – Variasi sel delay

Konfigurasi dari VCCs dan VPCs

Alokasi VCCs tanpa VPC
• Semua VCCS di dalam VPC perlu mempunyai kemampuan jaringan yang serupa • Pilihan untuk alokasi:
– Mengumpulkan permintaan puncak – Statistik Terdiri dari banyak bagian

Connection Admission Control
• Garis pertahanan pertama • Pemakai menetapkan karakteristik lalu lintas untuk koneksi yang baru ( VCC atau VPC) dengan memilih suatu Qos • Jaringan menerima koneksi hanya jika dapat mengimbangi permintaan • Kontrak jalur
– – – – Mencapai puncak tingkat tarip sel Variasi sel delay Tingkat Tarip sel yang Sustainable Toleransi burst

Penggunaan Parameter Control
• Memonitor Koneksi memastikan lalu lintas cinforms untuk mengontrak • Perlindungan sumber daya jaringan dari beban yang terlalu berat oleh satu koneksi • Bekerja di VCC dan VPC • Mencapai puncak nilai sel dan variasi sel delay • Nilai Sel Sustainable dan toleransi burst • Membuang sel yang tidak menyesuaikan diri ke kontrak jalur • disebut jalur yang menjaga ketertiban

Membentuk Jalur
• Melicinkan aliran jalur dan mengurangi sel yang perdu • Token bucket

Token Bucket untuk Pembentukan Traffic

Pengaturan jalur GFR

• •

• •

Bingkai yang dijamin menilai sesederhana UBR dari sudut pandang sistem akhir Menempatkan kebutuhan pada unsur-unsur jaringan ATM Mengakhiri sistem pengerjaan tanpa menjaga ketertiban atau membentuk jalur memancarkan pada garis tingkat ATM adaptor Tidak ada jaminan penyerahan
– Lapisan yang lebih tinggi ( e.g. TCP) harus melakukan kendali congestion

Pemakai dapat cadangan kapaisitas untuk masing-masing VC
– Meyakinkan aplikasi mungkin memancarkan pada tingkat tarip minimum tanpa kerugian – Jika tidak ada congestion, tingkat yang lebih tinggi barangkali digunakan

Pengenalan Bingkai
• GFR mengenali bingkai seperti halnya sel • Ketika terlampau banyak, jaringan membuang bingkai utuh dibanding sel yang individu • Semua sel dari suatu bingkai mempunyai pengaturan CLP bit yang sama • CLP=1 AAL5 frames adalah prioritas yang lebih rendah
– Upaya Terbaik

• CLP=0 frames jaminan kapasitas yang minimum

Parameter Kontrak GFR
• • • • • puncak Tingkat Tarip sel ( PCR) Tingkat maksimum Tarip sel (MCR) Ukuran maksimum burst( MBS) Ukuran maksimum bingkai ( MFS) toleransi variasi cell delay ( CDVT)

Mekanisme jaminan untuk Supporting Tingkat Tarip ( 1)
• Tagging dan menjaga ketertiban
– Membeda-Bedakan antara bingkai yang menyesuaikan diri untuk mengontrak dan . yang tidak – Menetapkan CLP=1 pada semua sel di dalam bingkai jika tidak
• Memberi prioritas yang lebih rendah

– Mungkin dilaksanakan oleh sumber atau jaringan – Jaringan mungkin membuang CLP=1 sel
• Menjaga Ketertiban

Manajemen buffer
– Perawatan sel buffer – congestion ditandai oleh pemilikan buffer yang tinggi – Membuang sel yang berlabel
• Termasuk yang telah di buffer untuk membuat ruang

– Untuk adilnya, di buffer per VC – Sel discard didasarkan pada ambang pintu queue-specific

Mekanisme jaminan untuk Supporting Tingkat Tarip ( 2)
• Penjadwalan
– Memberi perawatan istimewa ke sel untagged – Memisahkan antrian untuk masing-masing VC – Membuat per-VC menjadwal keputusan – Memungkinkan kendali tingkat tarip VCS – VCS mendapatkan alokasi kapasitas yang adil – Meski demikian menemui kontrak

Komponen dari Sistem GFR

Definisi dari Conformance
• UPC • Memonitor masing-masing VC yang aktif • Memastikan jalur menyesuaikan diri untuk mengontrak • sel nonconforming Discard atau Etiket • Bingkai menyesuaikan diri jika semua sel menyesuaikan diri • Sel menyesuaikan diri jika:
– Tingkat sel di kontrak – Semua sel dalam bingkai mempunyai CLP yang sama – Frame memuaskan parameter MFS ( melihat kemungkinan sel akhir di dalam sel atau frame< MFS)

Tes Pemenuhan Syarat
• Dua langkah proses menyaring
– Frame diuji untuk conformance kontrak
• • • • • Jika bukan, dapat membuang Jika tidak dibuang, etiket Menetapkan bentuk bagian atas Menghukum sel di atas bentuk bagian atas Implementasi mengharapkan untuk mencoba penyerahan sel berlabel

– Menentukan pilihan frame sebagai jaminan Qos
• Dalam kontrak GFR untuk VC • Menurunkan bentuk atas jalur • Frame yang memperbaiki aliran jalur di bawah ambang pintu dapat dipilih

GFR VC Kategori Frame
• Frame Nonconforming
– Sel frame ini akan berlabel atau dibuang

• Penyelarasan tetapi frame tidak memenuhi syarat
– Sel akan menerima suatu upaya terbaik

• Penyelarasan dan frame yang dapat dipilih
– Sel akan menerima suatu jaminan penyerahan

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition

Bab 14 Jaringan Selular Tanpa Kabel

Prinsip prinsip Jaringan Selular
• Dasar teknologi untuk telepon bergerak, sistem komunikasi pribadi, networking tanpa kawat dll. • Perkembangan radio telepon bergerak
– Menggantikan sistem transmitter/receiver kekuatan tinggi
• Mendukung untuk 25 saluran di atas 80km

– Menggunakan kekuatan yang lebih rendah, cakupan lebih pendek, lebih banyak pemancar

Organisasi Jaringan Selular
• Berbagai pemancar berkekuatan rendah
– 100w atau lebih sedikit

• Area dibagi menjadi sel
– Masing-Masing dengan antena sendiri – Masing-Masing dengan cakupan frekwensi sendiri – Dilayani oleh setasiun dasar
• Pemancar, penerima, unit kendali

– Sel bersebelahan dengan frekwensi yang berbeda untuk menghindari crosstalk

Bentuk Sel
• Bujur Sangkar
– Jarak d sel mempunyai empat tetangga pada jarak d dan empat pada jarak akar2 d – lebih baik Jika semua antena yang bersebelahan sama jauh
• Memilih sederhana dan menswitch antena baru

Sudut Enam
– Menyediakan antena yang sama jauh – Radius menggambarkan sebagai radius circum-circle
• Jarak dari pusat ke puncak panjang sisnya sama

– Jarak tengah radius sel R adalah akar 3 R – Tidak selalu sudut enam
• Pembatasan Secara petabumi • Kondisi-Kondisi propagasi sinyal lokal • Penempatan antena

Geometri Selular

Frekuensi Reuse
• Kekuatan kontrol dasar transceiver
– – – – – Mengijinkan komunikasi di dalam sel frekwensi yang diberi Membatasi kekuatan sel yang bersebelahan Mengijinkan re-use frekwensi di sel yang dekat Menggunakan frekwensi sama untuk berbagai percakapan 10– 50 frekwensi tiap sel Semua N sel menggunakan frekwensi yang sama K total frekwensi digunakan di dalam sistem Masing-masing sel mempunyai K/N frekwensi Mengedepankan Layanan Telepon selular ( AMPS) K=395, N=7 yang memberi 57 frekwensi stiap sel diatas rata-rata

E.G.
– – – –

Karakter Frekuensi Reuse

• • • • • • •

D= jarak tengah sel minimum yang menggunakan band frekwensi sama (disebut cochannels) R= radius dari suatu sel d= jarak tengah sel yang bersebelahan ( d= R) N= jumlah sel di dalam pola ulangan
– faktor Reuse – Masing-Masing sel dalam pola menggunakan band frekwensi yang unik

Pola sel bersudut enam, mengikuti nilai-nilai kemungkinan N
– N= I2+ J2+ ( Aku x J), I, J= 0, 1, 2, 3,…

Kemungkinan nilai-Nilai N adalah 1, 3, 4, 7, 9, 12, 13, 16, 19, 21,… D/R=akar 3N D/D=akar N

Pola Frekuensi Reuse

Meningkatkan Kapasitas (1)
• Menambahkan saluran baru
– Tidak semua saluran digunakan untuk memulai

• Frekwensi yang meminjam
– diambil dari Sel bersebelahan yang terlampau banyak – Atau menugaskan frekwensi dengan dinamis

• Sel splitting
– Distribusi Non-Uniform jalur dan topografi – Sel lebih kecil didalam area penggunaan yang tinggi
• • • • Sel asli 6.5– 13 km 1.5 km membatasi secara umum Lebih banyak frekuensi handoff Lebih banyak base station

Sel Splitting

Meningkatkan Kapasitas (2)
• Sektor sel
– Sel dibagi menjadi sektor-sektor – 3– 6 sektor tiap sel – Masing-Masing dengan channel sendiri
• Subsets saluran sel

– Antena Terarah

Microcells
– Antena-antena bergerak dari bukit dan bangunan besar ke sisi bangunan kecil dan sisi bangunan besar
• Bahkan tiang lampu di jalan

– Membentuk microcells – Kekuatan yang dikurangi – Baik untuk jalan kota, sepanjang jalan dan di dalam bangunan besar

Contoh Frekuensi Reuse

Operasi Sistem Selular

• • • •

Base station pada pusat tiap sel
– Antena, pengontrol, transceivers

pengontrol menghandle proses panggilan
– Jumlah unit dapat digunakan serentak

BS menghubungkan switching telekomunikasi gerak kantor ( MTSO)
– Satu MTSO melayani berbagai BS – MTSO ke BS dihubungkan lewat kawat atau tanpa kawat

MTSO:
– Menghubungkan panggilan antar dan dari unit ke jaringan telekomunikasi – Menugaskanh saluran suara – Melaksanakan handoffs – Memonitor panggilan penagihan

Otomatis

Ikhtisar Sistem Selular

Kanal
• Kanal Kontrol
– Pengaturan dan pemeliharaan panggilan – Menetapkan hubungan antara unit gerak derngan BS paling dekat

• Kanal Traffic • Membawa data dan suara

Tipe panggilan pada Area Single MTSO (1)
• • •
• • • •

Initialisasi unit gerak Meneliti dan memilih saluran kendali yang disediakan paling kuat Secara otomatis memilih BS antena sel
– Pada umumnya tetapi tidak selalu paling dekat ( keganjilan perkembangbiakan)

Handshake untuk mengidentifikasi pemakai dan penempatan daftar Meneliti ulang untuk memungkinkan pergerakan
– Perubahan sel

Monitor unit gerak untuk halaman ( lihatlah di bawah) Mobile originated call
– Memeriksa saluran disediakan gratis
• Memonitor pemain ( dari BS) dan menantikan kosong

Mengirimkan nomor pada saluran pre-selected

Pemberian Nomor Halaman
– MTSO mencoba untuk menghubungkan ke unit gerak – Pesan pemberian nomor halaman mengirim kepada BSS yang tergantung pada nomor;jumlah [yang] gesit disebut – Sinyal pemberian nomor halaman pada saluran yang disediakan

Tipe Panggilan dalam Area Single MTSO (2)
• Penerimaan Panggilan
– – – – Unit gerak mengenali nomor pada [saluran yang disediakan Bereaksi Terhadap BS yang mengirimkan jawaban ke MTSO MTSO yang menetapkan sirkit antar panggilan disebut BSS MTSO memilih tersedia saluran lalu lintas di dalam sel dan memberitahu BSS – BSS memberitahu saluran unit gerak

• Ongoing call
– Voice/Data ditukar sampai BSS masing-masing dan MTSO

Handoff
– Unit gerak pindah dari cakupan sel ke dalam cakupan sel yang lain – Kanal traffic mengubah ke BS yang baru
• memberi pelayanan ke pemakai tanpa gangguan

Langkahlangkah Panggilan

Fungsi lain
• • Menghalangi Panggilan
– Selama langkah panggilan mobile-initiated,jika semua jalur sibuk, gerak lagi – Setelah nomor gagal, nada sibuk dikembali[kan

Penghentian Panggilan
– – – Pemakai menggantung/kan atas MTSO di/memberi tahu Saluran lalu lintas pada dua BSS di/melepaskan BS tidak bisa memelihara kekuatan isyarat diperlukan Lalu lintas drop dan MTSO yang diberitahu

• •

Drop Panggilan
– –

Panggilan ke/dari pelanggan dan yang ditetapkan
– – – MTSO menghubungkan ke PSTN MTSO dapat menghubungkan pemakai dan menetapkan langganan via PSTN MTSO dapat menghubungkan ke MTSO remote via PSTN atau via mempersembahkan bentuk – Mampu menghubungkan pemakai dalam area nya dan pemakai

Pengaruh Propagasi Gelombang Radio
• Kekuatan isyarat
– Kekuatan isyarat antara BS dan unit yang cukup kuat untuk memelihara mutu isyarat di penerima – Tidak cukup kuat untuk menciptakan terlalu banyak gangguan cochannel – Suara gaduh bervariasi
• Pengapian mobil menyiarkan lebih besar di kota dibanding di bagian pinggir kota • Sumber isyarat lain bertukar • Kekuatan isyarat bervariasi sebagai fungsi jarak dari BS • Kekuatan isyarat bervariasi dengan dinamis sebagai unit

• Memudar
– Sekalipun kekuatan isyarat dalam cakupan yang efektif, propagasi isyarat mengganggu isyarat

Faktor-faktor Desain
• • • • • • • • Efek perkembangbiakan
– Dinamis – Susah untuk meramalkan

Tingkatan kekuatan transmit maksimum pada BS dan unit Tingginya antena unit Tersedia tingginya antena BS Faktor ini menentukan ukuran dari sel yang individu Didasarkan data [yang] empiris Menerapkan model untuk memberi lingkungan petunjuk ukuran sel E.G. model oleh Okumura et al yang disuling oleh Hata
– Analisa yang terperinci area Tokyo – Informasi kerugian alur yang diproduksi untuk suatu lingkungan yang berkenaan dengan kota – Model Hata's adalah suatu perumusan yang empiris
• Mempertimbangkan variasi kondisi dan lingkungan

Fading
• Variasi waktu dari isyarat yang diterima • Disebabkan oleh perubahan di dalam transmisi path(s) • E.G. kondisi-kondisi angkasa ( hujan) • Bergeraknya (unit) antena

Propagasi Multipath
• Refleksi
– Permukaan sanak keluarga besar ke panjang gelombang isyarat – Mempunyai pergeseran fasa dari aslinya – Batalkan aslinaya atau meningkatkannya

Difraksi
– Tepi badan yang tak dapat tembus adalah sanak keluarga besar ke panjang gelombang – Dapat menerima isyarat sekalipun tidak ada garis arah ( LOS) ke pemancar

• • •

Scattering
– Ukuran hambatan dalam panjang gelombang
• Penerang menempatkan/mengeposkan dll.

Jika LOS, diffracted dan menyebar isyarat tidak penting
– Isyarat yang dicerminkan mungkin

Jika tidak (ada) LOS, menyebar dan diffraksi adalah alat-alat resepsi yang utama

Refleksi, Difraksi, Scattering

Efek Propagasi Multipath
• Isyarat mungkin batal dalam kaitan dengan beda fase • Interferensi Intersymbol ( ISI)
– Pengiriman denyut nadi lorong pada frekwensi diberi antara antena dan unit – Dapat mengirimkan berbagai salinan pada beda waktu – Denyut nadi yang tertunda bertindak sebagai suara gaduh yang membuat sulit kesembuhan informasi bit – Perubahan pemilihan waktu sebagai perpindahan Unit
• lebih keras Untuk mendisain isyarat yang untuk menyaring ke luar efek multipath

Dua Pulsa dalam Time-Variant Multipath

Tipe-tipe Fading
• Fast Fading
– Perubahan kekuatan lebih cepat di atas jarak separuh panjang gelombang
• • 900MHz panjang gelombang adalah 0.33m 20-30dB

Slow Fading
– Perubahan lebih lambat dalam kaitan dengan bangunan yang tingginya berbeda, gap di dalam bangunan dll. – Di atas jarak lebih panjang dibanding faast fading

• •

Flat fading
– Nonselective – Mempengaruhi semua frekwensi dalam proporsi sama

Selektif Fading
– Komponen frekwensi berbeda berpengaruh dengan cara yang berbeda

Mekanisme kompensasi Error (1)

Forward error correction

– bisa diterapkan Di dalam aplikasi transmisi digital – Secara Khas, perbandingan total bit mengirim kepada bit data antara 2 dan 3 – Ongkos Exploitasi besar
• kapasitas One-Half atau sepertiga • Mencerminkan kesukaran atau lingkungan tanpa kabel

Adaptive equalization

– Transmisi yang diberlakukan bagi pembawa analog atau informasi digital – pertempuran Interferensi Intersymbol yang digunakan – Pengumpulan energi lambang dibubarkan kembali bersamasama ke dalam interval waktu asli nya – Teknik memasukkan yang disebut lumped analog sirkit dan isyarat digital canggih yang memproses algoritma

Mekanisme kompensasi Error (2)
• Diversity
– Fakta yang didasarkan pada saluran individu yang mengalami peristiwa memudar – Menyediakan berbagai saluran logis antara penerima dan pemancar – Mengirimkan bagian dari isyarat di masing-masing saluran – Tidak menghapuskan kesalahan – Mengurangi tingkat kesalahan – Persamaan, koreksi kesalahan pemain depan kemudian mengatasi tingkat kesalahan yang dikurangi – Melibatkan phisik alur transmisi
• Keaneka Ragaman ruang • Berbagai antena dekat menerima pesan atau menempatkan berbagai antena terarah

– Lebih dari biasanya, keaneka ragaman mengacu pada keaneka ragaman waktu atau frekwensi

Keaneka Ragaman Frekwensi
• Isyarat dibentangkan di suatu luas bidang yang frekwensinya lebih besar atau melanjutkan berbagai frekwensi carrier • E.G. menyebar spektrum (lihat bab 9)

Generasi Analog Pertama
• • • • Jaringan Telepon selular yang]asli Jalur Analog Awal 1980 di dalam Amerika Utara Mengedepankan Layanan Telepon( AMPS) • AT&T • Juga umum di Amerika Selatan, Australia Austria, dan Negeri China

Spectral Allocation dalam North America
• • • • • • • • • • • • • • • Dua 25-MHz band dialokasikan ke AMPS Satu dari BS ke unit ( 869–894 MHZ) lain Dari gesit untuk mendasarkan setasiun ( 824–849 MHZ) Band dipisah di dalam dua untuk mendorong kompetisi Pada setiap pasar dua operator dapat diakomodasikan Operator dialokasikan hanya 12.5 MHZ pada setiap arah spaced 30 kHz terpisah Total 416 saluran saban operator Twenty-One] dialokasikan untuk kendali 395 untuk membawa panggilan Mengendalikan saluran 10 kbps saluran data Saluran percakapan membawa analog yang menggunakan modulasi frekwensi Mengendalikan informasi juga percakapan yang diteruskan dalam burst sebagai data Jumlah saluran tidak cukup untuk pasar yang paling utama Untuk AMPS, frekwensi reuse dimanfaatkan

Operasi
• Telepon AMPS-capable mempunyai modul tugas klasifikasi ( NAM) di memori read-only
– NAM berisi jumlah telepon
• Ditugaskan oleh penyedia layanan

– Nomor urut telepon
• Ditugaskan oleh pabrikan

– Kapan telepon dipasang, memancarkan nomor telepon dan nomor urut ke MTSO ( Gambar 14.5) – MTSO mempunyai database unit yang dicuri untuk dilaporkan
• Menggunakan nomor urut untuk mengunci hingga orang tak dapa mencuri unit

– MTSO menggunakan nomor telepon untuk penagihan – Jika telepon digunakan di (dalam) kota [yang] remote, [jasa;layanan] masih ditagihkan ke penyedia [jasa;layanan] [yang] lokal pemakai

Urutan Panggilan
1. Mula-mula pelanggan menyetem dalam jumlah dan tekan mengirimkan 2. MTSO mengesahkan nomor telepon dan pemakai cek yang diberi hak untuk menempatkan panggilan
• Beberapa penyedia layanan memerlukan suatu PIN ke pencurian konter

3. MTSO mengeluarkan pesan ke telepon pemakai yang menandakan jalur siap digunakan 4. MTSO mengirimkan bunyi isyarat untuk menghubungi penerima
• Semua operasi, 2 melalui/sampai 4, terjadi di dalam 10 s dalam memulai panggilan

5. Ketika penerima menjawab, MTSO menetapkan sirkit dan informasi penagihan ketika salah satu menggantun, MTSO melepaskan sirkit, saluran radio gratis, dan menyudahi informasi penagihan

Pengontrol Saluran AMPS
• 21 full-duplex 30-kHz mengendalikan saluran • Memancarkan data digital menggunakan FSK • Data dipancarkan di frame • Mengendalikan informasi suara selama percakapan • Unit atau setasiun dasar memasukkan/menyisipkan burst data • Memadamkan transmisi suara FM untuk sekitar 100 m • Menggantikan dengan suatu pesan FSK-ENCODED • Pertukaran yang digunakan untuk pesan mendesak • Merubah tingkatan kekuatan • Handoff

Generasi kedua CDMA
• • • •
• • • •

Kualitas Sinyal bagus Kapasitas data] lebih besar Mendukung data digital Kanal traffic digital
– Lalu Lintas pemakai ( data atau digitized suara) dikonversi ke analog untuk transmisi

Encryption
– sederhana Ke encrypt jalur digital

koreksi dan Pendeteksian kesalahan
– ( lihat bab 6) – Resepsi suara [yang] sangat jelas

Kanal akses Kanal dengan dinamis digunakan via Time divisi berbagai akses ( TDMA) atau divisi kode berbagai akses ( CDMA)

Code Division Multiple Access
• Masing-Masing sel mengalokasikan luas bidang frekwensi
– Split in two
• Separuh untuk membalikkan, separuh untuk pemain depan • Direct-Sequence menyebar spektrum ( DSSS) ( lihat bab 9)

Keuntungan Code Division Multiple Access
• • Keaneka Ragaman frekwensi
– Frequency-Dependent pelemahan transmisi ( menyiarkan burst, selektipfading) mepunyai lebih sedikit efek

perlawanan Multipath
– DSSS memperdaya multipath yang memudar dengan keaneka ragaman frekwensi – Juga memotong kode yang digunakan hanya memperlihatkan korelasi salib rendah dan autocorrelation rendah – Versi isyarat delay lebih dari satu memotong interval tidak bertentangan dengan syarat dominan banyak

Keleluasaan Pribadi
– Dari spektrum yang tersebar ( lihat bab 9)

• •

Penurunan(Pangkat,Derajad) yang lemah Dengan FDMA atau TDMA, menetapkan jumlah para pemakai yang dapat mengakses sistem secara serempak
– Dengan CDMA,ketika para pemakai mengakses sistem secara serempak, menyiarkanlah tingkatan dan karenanya kesalahan menilai peningkatan – Secara berangsur-angsur sistem menurunkan pangkat

Code Division Multiple Access
• Self-Jamming
– Kecuali jika semua para pemakai disamakan, transmisi tiba dari berbagai para pemakai tidak akan dengan sempurna dibariskan pada batasan-batasan chip – Penyebaran urutan dari para pemakai yang berbeda bukan orthogonal – Beberapa korelasi salib – Dari salah satu TDMA atau FDMA
• Di Mana,karena frekwensi atau waktu guardbands yang layak, berturut-turut, isyarat yang diterima adalah orthogonal

• Jauh-dekat masalah
– Isyarat semakin dekat ke penerima diterima dengan lebih sedikit pelaifan dibanding isyarat yang lebih jauh pergi – Dengan ketiadaan [orthogonalas yang lengkap, transmisi dari unit lebih sukar untuk dipulihkan

Penerima RAKE

• • •

Jika berbagai versi isyarat tiba lebih dari satu memotong interval terpisah, penerima dapat memulihkan isyarat dengan menghubungkan urutan chip dengan isyarat yang datang/yang berikutnya Isyarat sisa[nya] memperlakukan sebagai suara gaduh Capaian lebih baik jika penerima mencoba untuk memulihkan isyarat dari berbagai lur dan berkombinasi dengan keterlambatan pantas Isyarat biner asli tersebar oleh XOR dengan kode yang memotong Menyebar urutan yang diatur untuk transmisi di saluran tanpa kabel efek Multipath menghasilkan berbagai salinan isyarat
– – – – Masing-Masing dengan suatu sejumlah waktu berbeda menunda (? 1, ? 2, dll.) Masing-Masing dengan suatu faktor pelemahan berbeda ( a1, a2, dll.) penerima Demodulates mengkombinasikan isyarat Demodulated memotong arus yang yang diberi makan ke dalam berbagai correlators, masing-masing tertunda oleh jumlah berbeda – Isyarat yang dikombinasikan menggunakan faktor yang diperkirakan dari saluran

Prinsip Penerima RAKE

IS-95
• generasi ke dua rencana CDMA • Terutama menyebar di Amerika Utara • Struktur trnsmisi berbeda pada link pemain depan dan pembalik

Struktur kanal IS-95

Link Forward IS-95 (1)
• Sampai 64 CDMA dengan masing-masing pendudukan 1228-kHz luas bidang yang sama • Empat jenis saluran:
– Pilot ( Kanal 0)
• • • • Isyarat berlanjut pada saluran tunggal Mengijinkan unit untuk memperoleh informasi pemilihan waktu Menyediakan acuan untuk proses demodulasi Menyediakan perbandingan kekuatan isyarat untuk penentuan handoff • Terdiri dari semua nol

– Sinkronisasi ( Kanal 32)
• 1200-bps kanal digunakan oleh setasiun untuk memperoleh informasi identifikasi tentang sistem selular • Waktu sistem, merindukan status kode, revisi protokol, dan lain lain

IS-95 Forward Link (2)
• Pemberian Nomor Halaman ( kanal 1 sampai 7)
– Berisi pesan untuk orang atau setasiun

• Jalur ( kanal 8 untuk 31 dan 33 untuk 63)
– 55 saluran kanal – Spesifikasi asli mendukung data tingkat sampai 9600 bps – Revisi menambahkan tingkat sampai 14,400 bps

• Semua saluran menggunakan luas bidang sama
– Memotong kode antar saluran – Memotong kode 64 orthogonal 64-bit kode yang diperoleh dari 64 x 64 Walsh Matrix

Proses Forward Link
• • • •

suara Lalu lintas disandikan pada 8550 bps Bit tambahan untuk pendeteksian kesalahan
– Nilai sekarang 9600 bps


Kapasitas penuh tidak menggunakan manakala pemakai tidak mengatakan Menenangan data periode menempatkan . ke klas khusus rendah seperti 1200 bps 2400 bps menilai digunakan untuk memancarkan penumpang sementara di dalam latar belakang menyiarkan 4800 bps menilai untuk mencampur digitized data pemberian isyarat dan pidato/suara Data dipancarkan dalam 20 m Majulah koreksi kesalahan
– Convolutional encoder dengan tingkat tarip½ – Penggandaan data efektif menilai untuk 19.2 kbps – Karena data yang lebih rendah menilai encoder bit keluaran ( lambang kode yang disebut replicated )untuk menghasilkan 19.2-kbps

Data yang terselip di antara halaman dalam blok untuk mengurangi efek kesalahan dengan menyebar

Scrambling
• • • • Setelah interleaver, data aduk Topeng keleluasaan pribadi Mencegah pengiriman pola yang berulang
– Mengurangi kemungkinan para pemakai yang mengirimkan pada kekuatan puncak pada waktu sama

berebut Dilaksanakan oleh kode [yang] panjang
– Pseudorandom jumlah diturunkan dari 42-bit-long bergeser daftar – Bergeserlah daftar initialized dengan nomor urut elektronik pemakai – Keluaran dari generator kode panjang adalah pada suatu tingkat tarip 1.2288 Mbps – 64 kali 19.2 kbps – Satu bit di dalam 64 terpilih ( dengan decimator fungsi) – Menghasilkan arus XORED dengan keluaran blok interleaver

Pengendalian Daya
• Langkah berikutnya memasukkan/menyisipkan kekuatan mengendalikan informasi di saluran lalu lintas
– Untuk mengendalikan keluaran kekuatan antena – Merampok saluran lalu lintas tingkat 800 bps dengan mencuri bit kode – 800-bps saluran membawa informasi yang mengarahkan unit untuk merubah tingkatan keluaran – Menggerakkan arus kendali multiplexed ke dalam 19.2 kbps
• Mengganti beberapa kode menggigit, menggunakan generator kode panjang untuk menyandi bit

DSSS
• • Menyebar 19.2 kbps untuk 1.2288 Mbps Penggunaan satu baris Walsh acuan/matriks
– yang ditugaskan Ke setasiun gesit selama [panggil/hubungi] susunan – Jika 0 diperkenalkan ke XOR, 64 bit dari baris ditugaskan mengirim – Jika 1 XOR diperkenalkan, bitwise baris di/mengirim

• •

Bit akhir menilai 1.2288 Mbps Menggigit arus yang yang diatur ke pengangkut menggunakan QPSK
– Data yang dipecah jadi aku dan Q ( in-phase dan kwadratur) saluran – Data pada setiap saluran XORED dengan kode yang singkat unik
• Pseudorandom angka-angka dari 15-bit-long bergeser daftar

Forward Link Transmission

Reverse Link
• Sampai 94 Kanal CDMA
– Masing-Masing pendudukan 1228-kHz luas bidang yang sama – Mendukung sampai 32 akses menggali dan 62 saluran lalu lintas

• Kanal trafik unik
– Masing-Masing setasiun mempunyai kode panjang unik menyembunyikan nomor urut [yang] didasarkan pada
• 42-bit nomor;jumlah, 242– 1 topeng [yang] berbeda • Mengakses saluran yang digunakan untuk memulai panggilan, bereaksi terhadap pemberian nomor halaman penggali pesan, dan untuk penempatan membaharui

Proses Reverse Link dan Spreading
• Langkah-Langkah pertama sama seperti saluran pemain depan
– Convolutional encoder menilai 1/3 – Melipat-Tigakan data efektif menilai ke max. 28.8 kbps – Data menghalangi terselip di antara halaman

Penyebaran menggunakan Walsh acuan/matriks
– Menggunakan dan bermaksud berbeda dari saluran pemain depan – Data dari blok interleaver yang dikelompokkan di dalam unit 6 bit – Masing-Masing 6-bit unit bertindak sebagai index untuk memilih baris acuan/matriks ( 26= 64) – Mengayuhlah diganti/ digantikan untuk masukan – Data menilai diperluas oleh faktor 64/6 untuk 307.2 kbps – yang dilaksanakan Untuk meningkatkan resepsi pada BS – Sebab persandian orthogonal [yang] mungkin, persandian blok meningkatkan algoritma pengambilan keputusan pada penerima – Juga computationally efisien – Walsh format modulasi blok yang error-correcting kode – ( n, k)= ( 64, 6) dan dmin= 32 – Sesungguhnya, semua jarak 32

Data Burst Randomizer
• Mengurangi gangguan campur tangan dari setasiun lain • Penggunaan kode panjang menyembunyikan untuk memperlancar data ke luar di atas frame 20 m

DSSS
• Merindukan kode unik ke XORED dengan keluaran randomizer • 1.2288-Mbps arus data akhir • yang diatur Menggunakan ORTHOGONAL QPSK rencana modulasi • Berbeda dengan saluran maju yang digunakan untuk unsur penundaan di dalam modulator untuk menghasilkan orthogonalas
– saluran Maju, menyebar kode orthogonal
• Berasal dari Walsh acuan/matriks

– Membalik saluran orthogonalas dalam menyebar kode tidak dijamin

Reverse Link Transmissi on

Sistem Generasi Ketiga
• • Sasaran untuk menyediakan komunikasi tanpa kabel wajar kecepatan tinggi untuk mendukung multimedia, data, dan video di samping menyatakan ITU’S Yang Internasional Telekomunikasi Gesit untuk tahun 2000 ( IMT2000) prakarsa menggambarkan ITU’S pandangan third-generation kemampuan sebagai:
– – – – – – – – – – Menyatakan kwalitas dapat diperbandingkan ke PSTN 144 kbps tersedia untuk para pemakai di atas area yang besar 384 kbps tersedia untuk pejalan kaki di area yang kecil Pen;Dukungan untuk 2.048 Mbps untuk penggunaan kantor Tingkat Tarip data [yang] tidak setangkup dan simetris Pen;Dukungan untuk packet-switched dan circuit-switched jasa Alat penghubung adaptip ke Internet Lebih [] penggunaan efisien tersedia spektrum Pen;Dukungan untuk variasi [dari;ttg] peralatan [yang] gesit Fleksibilitas untuk mengijinkan pengenalan tentang teknologi dan jasa [yang] baru

Daya Penggerak
• • Kecenderungan ke arah telekomunikasi [yang] pribadi umum
– Kemampuan orang untuk mengidentifikasi dirinya dan menggunakan manapun sistem komunikasi serentak, dalam kaitan dengan rekening/tg-jawab tunggal

Akses komunikasi [yang] umum
– Menggunakan one’s terminal di dalam suatu lingkungan yang luas untuk menghubungkan ke jasa informasi – e.g. terminal jinjing yang akan bekerja di kantor, jalan, dan naik pesawat terbang dengan sama dengan baik

• •


GSM selular yang teleponi dengan modul identitas langganan, melangkah ke arah gol Jasa komunikasi pribadi ( PCSS) dan jaringan komunikasi pribadi ( PCNS) juga membentuk sasaran hasil untuk third-generation tanpa kabel Teknologi adalah divisi waktu penggunaan digital berbagai akses atau code-division berbagai akses Pcs handsets kekuatan yang rendah, kecil dan cahaya

Interface Alternatif (1)

• • •

IMT-2000 tutup spesifikasi satuan alat penghubung radio untuk capaian yang dioptimalkan dalam lingkungan radio yang berbeda Lima alternatif untuk memungkinkan evolusi lembut dari sistem yang berjalan Alternatif mencerminkan evolusi dari generasi kedua Dua spesifikasi tumbuh menganggur pada European Telekomunikasi Institut yang Standard ( ETSI)
– Kembangkan suatu UMTS ( sistem telekomunikasi umum) sebagai 3G Europe's standard tanpa kabel – Ter/Memasukkanlah dua standard
• Wideband CDMA, atau W-Cdma
– Secara penuh memanfaatkan CDMA teknologi – Menyediakan data tinggi menilai dengan penggunaan luas bidang yang efisien

• IMT-TC, atau TD-CDMA
– Kombinasi W-Cdma dan TDMA teknologi – Diharapkan untuk menyediakan alur upgrade untuk GSM sistem TDMA-BASED

Interface Alternatif (2)
• CDMA2000
– Asal Amerika Utara – serupa Untuk, tetapi tidak cocok/bertentangan dengan, WCdma
• Sebagian karena penggunaan standard tingkat tarip chip yang berbeda • Juga, cdma2000 menggunakan multicarrier, tidak menggunakan dengan W-Cdma

• •

IMT-SC merancang untuk TDMA-ONLY jaringan IMT-FC dapat digunakan oleh kedua-duanya TDMA dan FDMA carriers
• Untuk menyediakan beberapa 3G jasa • Perkembangan Digital Mengenai Eropa Telekomunikasi Cordless ( DECT) standard

IMT-2000 Terrestrial Radio Interfaces

Pertimbangan Desain CDMA– Tingkat Bandwidth dan Chip
• • Teknologi dominan untuk 3G sistem adalah CDMA
– Tiga CDMA rencana berbeda telah diadopsi – Membagi bersama beberapa isu disain yang umum

Luas Bidang
– Membatasilah pemakaian saluran untuk 5 MHZ – Luas bidang lebih tinggi meningkatkan kemampuan penerima untuk memecahkan multipath – Tetapi tersedia spektrum terbatas dengan bersaing kebutuhan – 5 MHZ batas atas layak pada kaleng apa dialokasikan untuk 3G – 5 MHZ adalah enoughfordata tingkat 144 dan 384 kHz

Memotonglah tingkat tarip
– Dengan luas bidang, tingkat tarip chip tergantung pada data diinginkan menilai, kebutuhan untuk kendali kesalahan, dan pembatasan luas bidang – Memotong tingkat 3 Mcps atau lebih layak

Pertimbangan Desain CDMA– Multirate
• • •
• • •

Ketetapan berbagai fixed-data-rate saluran ke pemakai yang ditentukan Tingkat tarip data berbeda menyajikan saluran yang berbeda Lalu lintas pada masing-masing saluran logis dapat diswitch dengan bebas melalui jaringan yang ditetapkan tanpa kabel ke tujuan berbeda Dengan fleksibel mendukung berbagai aplikasi bersama dari pemakai Secara efisien menggunakan tersedia kapasitas dengan hanya menyediakan kapasitas yang diperlukan untuk masing-masing layanan yang dicapai Dengan TDMA rencana di dalam CDMA saluran [yang] tunggal
– Nomor;Jumlah slot berbeda saban membingkai [yang] ditugaskan untuk tingkat tarip data [yang] berbeda – Subchannels pada data ditentukan menilai dilindungi oleh koreksi kesalahan dan teknik menyisipkan antar halaman

Alternatif: menggunakan berbagai kode CDMA
– Memisahkan persandian dan menyisipkan antar halaman – Memetakan untuk memisahkan saluran CDMA

Waktu Dan Kode Multiplexing

William Stallings Data and Computer Communications th Edition 7
Bab 15 Ikhtisar Jaringan Area Lokal

Aplikasi LAN(1)
• Komputer Pribadi LANS
– Biaya yang rendah – Tingkat Tarip data yang terbatas

• Kembali jaringan akhir
– Saling behubungan sistem yang besar ( mainframe dan alat penyimpanan yang besar)
• • • • • Tingkat Tarip data [tinggi Kecepatan tinggi menghubung Akses yang dibagi-bagikan Jarak yang terbatas Terbatasnya Jumlah alat

Aplikasi LAN(2)
• Jaringan Kawasan Penumpukan Barang
– Memisahkan jaringan yang menangani kebutuhan gudang/penyimpanan – Melepaskan tugas gudang/penyimpanan dari server yang spesifik – Fasilitas gudang/penyimpanan yang bersama ke seberang jaringan kecepatan tinggi – Hard-Disk, perpustakaan tape, larik antena CD – yang ditingkatkan Client-Server akses gudang/penyimpanan Mengarahkan gudang/penyimpanan ke komunikasi gudang/penyimpanan untuk backup

• •

Kecepatan tinggi jaringan kantor
– Gambaran desktop yang memproses – Kapasitas tinggi gudang/penyimpanan lokal

Tulang Punggung LANS
– – – – Salinglah behubungan kecepatan rendah LANS [yang] lokal Keandalan Kapasitas Harga

Wilayah Penyimpanan Jaringan

Arsitektur LAN
• • • • Topologi Medium transmisi Tataruang Medium kendali akses

Topologi
• Tree • Bus
– Kasus khusus Three
• Satu batang, tidak ada cabang

• Ring • Star

Topologi LAN

Bus dan Tree
• medium Multipoint • Transmisi menyebar sepanjang medium • terdengar Secara keseluruhan setasiun
– Harus mengidentifikasi setasiun target
• Masing-Masing setasiun mempunyai alamat yang unik

• Koneksi rangkap penuh antara setasiun dan penyadap
– Mempertimbangkan resepsi dan transmisi

• Harus mengatur transmisi
– Untuk menghindari benturan – Untuk menghindari menarik perhatian
• Data di dalam blok yang kecil- bingkai

• Terminator menyerap bingkai pada akhir medium

Frame Transmission dalam Bus LAN

Topologi Ring
• Pengulang yang dihubungkan oleh penunjuk titik menghubungkan pengulangan tertutup
– Menerima data pada satu mata rantai dan retransmit pada yang lain – Menghubungkan searah – Setasiun menyertakan ke pengulang

• Data di bingkai
– Edarkan dulu semua setasiun – Tujuan mengenali alamat dan bingkai salinan – Bingkai beredar kembali ke sumber di mana dipindahkan

• Media kendali akses menentukan manakala setasiun dapat memasukkan/menyisipkan bingkai

Frame Transmissi dalam Ring LAN

Topologi Star
• Masing-Masing setasiun menghubung secara langsung ke node pusat • Pada umumnya via dua titik untuk menunjuk mata rantai • Node pusat dapat menyiarkan • Bintang phisik, bus yang logis • Hanya satu setasiun dapat memancarkan serentak • Node pusat dapat bertindak sebagai tombol frame

Pemilihan Topology
• • • • Keandalan Expandabilas Capaian Kebutuhan di dalam konteks:
– Medium – Tataruang pemasangan kabel – Kendali akses

Media Transmisi Bus LAN (1)
• Pasangan yang terbelit
– Awal LANS menggunakan kabel/telegram grade suara – Tidak ada skala untuk LANS – Tidak yang digunakan di BUS LANS sekarang

• Baseband kabel koaksial
– Menggunakan digital pemberi sinyal – Ethernet Asli

Media Transmisi Bus LAN (2)
• Kabel koaksial jalur lebar
– – – – Seperti di sistem TV kabel/telegram Isyarat Analog pada frekwensi radio Mahal, susah untuk menginstal dan memelihara Tidak lagi yang digunakan di LANS

• Serabut [ang berhubung dengan mata
– Ketukan mahal – Tersedia alternatif lebih baik – Tidak digunakan di bus LANS

• Semua susah untuk bekerja dengan topologi bintang dibandingkan dengan pasangan yang terbelit • Baseband mempunyai sumbu yang sama masih menggunakan tetapi tidak sering di dalam instalasi baru

Ring dan Star
• Ring
– Kecepatan sangat tinggi menghubungkan interlokal – kegagalan pengulang atau Mata rantai tunggal melumpuhkan jaringan

• Star
– Menggunakan tataruang pemasangan kabel alami di bangunan – terbaik Untuk menyingkat jarak – Tingkat tarip data tinggi untuk sejumlah kecil alat

Pemilihan Medium
• • • • • Dibatasi oleh topologi LAN Kapasitas Keandalan Jenis data mendukung Lingkup lingkungan

Media yang Tersedia (1)
• grade suara Unshielded membelit pasangan ( UTP)
– – – – – 3Kucing Murah Dipahami Menggunakan pemasangan kabel telepon di bangunan kantor Tingkat Tarip data rendah

• Pasangan yang terbelit yang dilindungi dan baseband mempunyai sumbu yang sama
– Lebih mahal dibanding UTP tetapi tingkat tarip data lebih tinggi

Kabel/Telegram jalur lebar
– Meski demikian tingkat tarip data lebih tinggi mahal

Media yang Tersedia (2)
• Capaian UTP yang tinggi
– 5Kucing dan di atas – Tingkat tarip data tinggi untuk sejumlah kecil alat – Topologi bintang yang diswitch untuk instalasi yang besar

Serabut yang berhubung dengan mata
– – – – – – Pengasingan electromagnetis Kapasitas tinggi Ukuran kecil mahal Untuk komponen Ketrampilan tinggi diperlukan untuk menginstal dan memelihara Harga sedang runtuh dan produk mencakup peningkatan

Arsitektur Protocol
• • • • Menurunkan model lapisan OSI IEEE 802 Phisik Kendali mata rantai logis ( LLC) Media kendali akses ( MAC)

IEEE 802 v OSI

802 Layer Fisik
• • • • Encoding/Decoding mukadimah Generation/Removal Menggigit transmission/reception topologi dan Medium transmisi

802 Layers Logical Link Control
• Menghubung ke tingkat yang lebih tinggi • kendali kesalahan dan Arus

Pengendalian Logical Link
• Transmisi mata rantai mengukur PDUS antara dua setasiun • Harus mendukung multiaccess, membagi bersama medium • Beberapa mata rantai mengakses detil lapisan MAC • melibatkan penetapan tujuan dan sumber LLC para pemakai
– Dikenal sebagai melayani poin-poin akses ( GETAH) – Tingkat Protokol secara khas lebih tinggi

Layanan LLC
• • • • Didasarkan HDLC Layanan yang connectionless Layanan koneksi gaya Layanan connectionless yang diakui

Protocol LLC
• yang diperagakan Setelah HDLC • Gaya seimbang tak serempak untuk mendukung gaya koneksi layanan LLC ( tipe 2 operasi) • Informasi PDUS tak terhitung jumlahnya untuk mendukung Acknowledged layanan connectionless ( tipe 1) • Terdiri dari banyak bagian menggunakan LSAPS

Kendali Media Access
• Perakitan data ke dalam bingkai dengan bidang pendeteksian kesalahan dan alamat • Disassembly bingkai
– Menunjuk pengenalan – Pendeteksian kesalahan

• Mengurus akses ke medium transmisi
– Tidak ditemukan di lapisan tradisional 2 data menghubungkan kendali

• Karena LLC sama, beberapa pilihan MAC tersedia

Protocol LAN dalam konteks

Kendali Media Access
• Di Mana
– Pusat
• • • • • Kendali lebih besar Logika akses sederhana pada setasiun Menghindari permasalahan koordinasi Titik kegagalan tunggal Bottleneck yang potensial

– Pembagi

• Bagaimana
– Synchronous
• Kapasitas spesifik mempersembahkan koneksi

– Tidak Serempak
• Sebagai jawaban atas permintaan

Sistem Asinkronus
• Protes
– Baik jika banyak setasiun mempunyai data untuk memancarkan periode yang diperluas

• Reservasi
– Lalu Lintas arus yang berguna

• Anggapan
– – – – – – Bursty lalu lintas yang berguna Semua setasiun sesuai waktu Membagi Sederhana Efisien di bawah beban moderat Ditujukan untuk roboh di bawah muatan berat

Format Frame MAC
• • • • • • • Lapisan MAC menerima data dari lapisan LLC Kendali MAC Alamat tujuan MAC Alamat sumber MAC LLS CRC Lapisan MAC mendeteksi kesalahan dan bingkai barang buangan • LLC secara bebas pilih retransmits bingkai yang gagal

Format Generic MAC Frame

Bridges
• • • • Kemampuan untuk memperluas di LAN tunggal Menyediakan interkoneksi ke LANS/WANS lain Menggunakan penerus atau Jembatan Jembatan lebih sederhana
– Menghubungkan LANS yang serupa – Protokol serupa untuk fiisik dan lapisan mata rantai – Proses minimal

• Penerus yang lebih umum
– Saling behubungan berbagai LANS dan WANS – melihat kemudian

Kenapa Bridge?
• • • • Keandalan Capaian Keamanan Geografi

Fungsi Bridge
• Membaca semua bingkai yang dipancarkan pada satu LAN dan menerima alamat itu untuk setasiun manapun pada LAN yang lain • Menggunakan protokol MAC untuk LAN kedua, retransmit masing-masing bingkai • Cara sama lainnya

Operasi Bridge

Aspek-aspek Desain Bridge
• • • • Tidak ada modifikasi ke format atau isi bingkai Tidak ada encapsulation Copy bingkai yang tepat Penyangga/bantalan untuk memenuhi permintaan puncak • Berisi routing dan penunjuk kecerdasan/inteligen
– Harus mampu menceritakan ke bingkai untuk meloloskan – Dapat lebih baik dibanding satu jembatan untuk memotong/menyeberang

• Dapat menghubungkan lebih dari dua LANS • Penghubung transparan ke setasiun • Tampak untuk semua setasiun pada berbagai LANS seolah-olah mereka adalah LAN tunggal

Arsitektur Protokol Bridge
• • • • • • • • • IEEE 802.1D Tingkatan MAC Setasiun menunjuk pada tingkatan ini Jembatan tidak memerlukan lapisan LLC Menyiarkan bingkai MAC Mampu membingkai sistem comms eksternal e.g. Mata Rantai yang pucat/lesu Menangkaplah bingkai Encapsulate Majulah ia/nya ke seberang menghubungkan • Memindahkan encapsulation dan maju di mata rantai LAN

Koneksi Dua LAN

Routing yang ditetapkan
• LANS Besar kompleks memerlukan rute alternatif
– Menjaga keseimbangan – Menyalahkan toleransi

• Jembatan harus memutuskan untuk forward frame • Jembatan harus memutuskan LAN mana untuk forward frame • Penaklukan yang terpilih untuk masing-masing sourcedestination penghembus LANS
– Dilaksanakan Konfigurasinya – Pada umumnya paling sedikit meloncat rute – Hanya berubah manakala topologi berubah

Bridge dan LAN dengan Rute Alternatif

Spanning Tree
• Jembatan secara otomatis kembangkan ruting • Secara otomatis membaharui jawaban • Frame forwarding • Pengalamatan • pengulangan Resolusi

Frame forwarding
• Memelihara database untuk masing-masing port
– Mendaftar alamat setasiun yang yang dicapai melalui masingmasing port

• Karena suatu bingkai tiba pada port X:
– Mencari database untuk melihat jika MAC didaftarkan untuk pelabuhan manapun kecuali X – Jika alamat tidak ditemukan, disampaikan ke semua pelabuhan kecuali X – Jika alamat didaftarkan untuk pelabuhan Y, memeriksa pelabuhan Y apa menghalangi penyampaian status – Ganjalan mencegah port dari penerima atau pemancar – Jika tidak dihalangi, memancarkan bingkai sampai pelabuhan Y

Address Learning
• Mampu menyampaikan database • Mampu belajar • Ketika bingkai tiba di pelabuhan X, telah datang format LAN yang dihubungkan dengan port X • Menggunakan sumber membaharui database pelabuhan X untuk memasukkan alamat itu • Pengatur waktu pada masing-masing masukan database • Setiap kali bingkai tiba, alamat sumber mengecek database penyampaian

Algoritma Spanning Tree
• Address learning bekerja untuk tataruang three
– Tidak ada pengulangan tertutup

• Karena grafik yang dihubungkan ada suatu pohon yang memutar yang memelihara connectivas tetapi tidak berisi pengulangan tertutup apapun • Masing-Masing jembatan menugaskan identifier • Pertukaran antar jembatan untuk menetapkan memutar pohon

Putaran Bridge

Switch Layer 2 dan Layer 3
• Sekarang banyak jenis alat untuk saling behubungan LANS • Di luar penerus dan jembatan • Lapisan tombol 2 • Lapisan tombol 3

Hubs
• •
• • • • • • • •

Unsur tataruang bintang [yang] pusat aktip Masing-Masing setasiun yang dihubungkan ke poros/pusat kegiatan oleh dua bentuk
– Pemancar dan Penerima

Poros/Pusat kegiatan bertindak sebagai suatu pengulang Ketika setasiun tunggal memancarkan, poros/pusat kegiatan mengulangi isyarat pada garis ramah untuk masing-masing setasiun Garis terdiri dari dua unshielded pasangan [yang] yang terbelit Membatasi pada sekitar 100 m
– Data tinggi menilai dan kualitas transmisi lemah/miskin UTP

Serabut berhubung dengan mata mungkin digunakan
– Max tentang 500 m

Secara phisik bintang, secara logika bus Transmisi dari setasiun manapun menerima secara keseluruhan setasiun lain Jika dua setasiun memancarkan pada waktu yang sama, benturan

Layout Hub
• Berbagai tingkatan poros/pusat kegiatan cascaded • Masing-Masing poros/pusat kegiatan punya suatu setasiun campuran dan poros/pusat kegiatan lain yang dihubungkan dari bawah • Sesuai dengan praktek pemasangan kabel bangunan
– Kamar kecil pemasangan kabel pada masing-masing lantai – Poros/Pusat kegiatan dapat ditempatkan pada setiap orang – Masing-Masing setasiun jasa poros/pusat kegiatan pada lantai nya

Dua Level Topologi Star

Buses dan Hubs
• •
• • • • • •

Bus bentuk wujud Semua setasiun membagi bersama kapasitas bus ( e.g. 10Mbps) Hanya satu setasiun memancarkan serentak Poros/Pusat kegiatan menggunakan pemasangan kawat bintang untuk menyertakan setasiun ke poros/pusat kegiatan Transmisi dari manapun setasiun yang diterima oleh poros/pusat kegiatan dan retransmitted pada semua bentuk yang ramah Hanya satu setasiun dapat memancarkan serentak Total kapasitas LAN adalah 10 Mbps Meningkatkan capaian dengan lapisan 2 tombol

Medium bersama Bus dan Hub

Medium Hub dan Layer 2 Switch

Switch Layer 2
• Poros/Pusat kegiatan pusat bertindak sebagai tombol • Bingkai yang datang/yang berikutnya dari setasiun tertentu diswitch ke garis keluaran yang sesuai • Bentuk tak terpakai dapat tombol lalu lintas lain • Setasiun lebih dari satu memancarkan serentak • Perkalian kapasitas LAN

Keuntungan Switch Layer 2

• •

Tidak ada perubahan untuk memasang alat pengkonversi BUS LAN atau poros/pusat kegiatan LAN untuk menswitch LAN Karena Ethernet LAN, masing-masing alat menggunakan protokol ETHERNET MAC Alat telah mempersembahkan kapasitas sepadan dengan LAN yang asli
– Mengumpamakan tombol mempunyai kapasitas cukup untuk menyimpan – Sebagai contoh jika tombol dapat menopang throughput 20 Mbps, masing-masing alat nampak untuk mempunyai kapasitas dipersembahkan untuk salah satu keluaran atau masukan 10 Mbps

Lapisan 2 timbangan tombol dengan mudah
– Alat tambahan berkait dengan tombol dengan meningkatkan kapasitas layer 2

Tipe-tipe Switch Layer 2
• Tombol Store-And-Forward
– – – – – Menerima bingkai pada garis masukan Penyangga/Bantalan singkat, Kemudian mengarahkannya ke garis keluaran yang sesuai Penundaan antara penerima dan pengirim Menaikkan tegangan integritas jaringan

Cut-Through tombol
– Mengambil keuntungan dari tujuan menunjuk muncul pada permulaan bingkai – Tombol mulai mengulangi bingkai ke garis keluaran secepat mengenali alamat tujuan – Throughput [yang] mungkin paling tinggi – Resiko dalam menyebarkan bingkai yang tidak baik – Tombol yang tidak mampu untuk memeriksa CRC sebelum retransmission

Switch Layer 2 v Bridge

• • • • •

Lapisan 2 tombol dapat dipandang sebagai full-duplex poros/pusat kegiatan Mampu menyertakan logika untuk berfungsi sebagai multiport jembatan Jembatan pembingkai menangani perangkat lunak Tombol melaksanakan bingkai dan pengenalan alamat di dalam perangkat keras Jembatan hanya meneliti dan ke depan satu bingkai serentak Tombol mempunyai berbagai alur data paralel
– Mampu menangani berbagai bingkai serentak

• • •

Jembatan menggunakan store-and-forward operasi Tombol dapat mempunyai cut-through operasi Jembatan menderita secara komersial
– Instalasi baru secara khas memasukkan lapisan 2 tombol dengan kemampuan jembatan bukannya jembatan

Masalah Switch Layer 2 (1)
• Ketika jumlah alat di dalam bangunan, lapisan 2 tombol mengungkapkan beberapa kekurangan • Menyiarkan beban terlalu berat • Ketiadaan berbagai mata rantai • Satuan alat dan LANS yang dihubungkan oleh lapisan 2 tombol mempunyai ruang alamat yang kempes
– Allusers membagi bersama MAC umum menyiarkan alamat – Bila ada alat mengeluarkan bingkai siaran, bingkai itu dikirimkan untuk semua alat jaringan yang dihubungkan dengan yang dihubungkan oleh lapisan 2 jembatan dantombol – Di jaringan yang besar, siaran membingkai dapat menciptakan ongkos exploitasi yang besar – Kegagalan pemakaian alat dapat menciptakan siaran ribut
• Banyak siaran membingkai jaringan bakiak

Masalah Switches Layer 2 (2)
• Arus standard untuk protokol jembatan tidak mendikte pengulangan tertutup
– Hanya satu alur antara dua alat – Mustahil dalam implementasi standards-based menyediakan berbagai alur melalui berbagai tombol alat
• Membatasi keandalan dan capaian.

• Solusi: memisahkan jaringan ke dalam subnetworks yang dihubungkan oleh penerus • MAC menyiarkan bingkai tombol dan alat yang terbatas pada terdapat di subnetwork tunggal • Penerus IP-based mempekerjakan algoritma penaklukan yang canggih
– Mengijinkan penggunaan berbagai alur antar subnetworks yang berbeda

Masalah Router
• Penerus melakukan semua IP-LEVEL yang memproses di (dalam) perangkat lunak
– LANS Kecepatan Tinggi dan high-performance lapisan 2 pompa tombol berjuta-juta paket per detik – Penerus Software-based hanya mampu menangani [yang] baik di bawah suatu juta paket per detik

• Solusi: lapisan 3 tombol
– Implementpacket-Forwarding logika penerus di (dalam) perangkat keras

• Dua kategori
– Paket [oleh/dengan] paket – Mengalirlah didasarkan

Paket dengan Paket atau Flow Based
• • Beroperasi sebagai penerus yang tradisional Order;Pesanan penting/besar meningkatkan capaian yang dibandingkan ke penerus yang software-based • Tombol Flow-based mencoba untuk meningkatkan capaian dengan mengidentifikasi paket arus IP
– Tujuan dan Sumber sama – Dilaksanakan dengan mengamati penggunaan berkelanjutan suatu label arus khusus di paket ( IPV6) – Sekali ketika aliran dikenali, rute yang sudah dikenal dapat dibentuk

Tipe Organisasi LAN Besar
• • • • • • • •
• • • •

Ribuan untuk sepuluh beribu-ribu alat Sistem desktop menghubungkan 10 Mbps untuk 100 Mbps Ke dalam lapisan tombol 2 Lan connectivas Tanpa Kabel tersedia untuk para pemakai Lapisan tombol 3 pada inti jaringan lokal Membentuk tulang punggung lokal Saling behubungan Pada 1 Gbps Menghubungkanlah ke lapisan tombol 2 pada 100 Mbps untuk 1 Gbps Server menghubungkan secara langsung ke lapisan 2 atau lapisan 3 tombol pada 1 Gbps Lower-Cost penerus software-based menyediakan WAN koneksi Melingkar di diagram mengidentifikasi LAN subnetworks yang terpisah MAC menyiarkan bingkai kepunyaan subnetwork yang terbatas

Diagram Tipe Organisasi LAN Besar

William Stallings Komunikasi Data Dan Komputer Edisi 7
Bab 16 Kecepatan tinggi LANS

Perkenalan

Cakupan teknologi :  Kecepatan dan Gigabit Ethernet  Saluran Serat  Kecepatan tinggi LANS tanpa kabel

Mengapa LANS Kecepatan tinggi?


Kantor LANS digunakan untuk menyediakan koneksi dasar  Menghubungkan PCS dan terminal ke mainframe dan midrange sistem yang menjalankan aplikasi perusahaan  Sediakan workgroup konektifitas pada tingkatan per departemen  Lalu lintas pola cahaya  Penekanan pada file yang dipindahkan dan pos elektronik Kecepatan dan kekuatan PCS telah bangkit  Graphics-Intensive Aplikasi dan GUIS Organisasi MIS mengenali LANS sebagaisesuatu yang penting  Mulai dengan client/server menghitung  Sekarang arsitektur dominan dalam lingkungan bisnis  Intranetworks  Perpindahan yang sering dari data bervolume besar

Aplikasi Menuntut LANs Berkecepatan tinggi

Server yang dipusatkan bertani
 

Pemakai memerlukan sejumlah data yang sangat besar dari berbagai server pusat E.G. Warna yang diterbitkan  Server berisi sepuluh gigabytes data gambar  Download Bagi imaging stasiun-kerja

 

Kekuatan workgroups Sejumlah kecil kerja sama para pemakai
 

Gambar file data raksasa(masive) ke seberang jaringan E.G. Kelompok Pengembangan software yang menguji versi perangkat lunak baru atau desain computeraided menjalankan simulasi Permintaan Pengolahan tumbuh LANS berkembang biak pada lokasi Interkoneksi kecepatan tinggi adalah perlu

Tulang punggung lokal kecepatan tinggi
 

Ethernet (CSMA/CD)

 

Pengangkut Merasakan Berbagai Akses dengan Pendeteksian Benturan Xerox- Ethernet IEEE 802.3

IEEE802.3 Kendali Akses Medium

Akses Acak

Stasiun mengakses medium secara acak
Stasiun diisi untuk waktu padamedium

Perkelahian

ALOHA

  


 


Radio Paket Pada saat stasiun mempunyai bingkai,ini dikirimkan Stasiun mendengarkan ( untuk perjalanan max waktu pulang pergi)plus kenaikan kecil Jika ACK, bagus. Jika tidak, dipancarkan kembali Jika tidak ada ACK setelah transmisi diulangi, menyerah Urutan Cek Bingkai ( seperti di HDLC) Jika bingkai OK dan alamat cocok dengan penerima, mengirimkan ACK Bingkai mungkin dirusakkan oleh noise atau oleh stasiun lain memancarkan pada waktu yang sama ( benturan) Kebanyakan tumpang-tindih bingkai menyebabkan benturan Max Pemanfaatan 18%

ALOHA Yang dimasukkan

 

Waktu pada slot yang seragam sama dengan waktu transmisi bingkai Memerlukan jam pusat (atau mekanisme sync yang lain) Transmisi mulai dari batas slot Bingkai yang manapun luput/kehilangan atau tumpang-tindih secara total Max Pemanfaatan 37%

CSMA


 


 

Propagasi waktu sangat sedikit dibanding waktu transmisi Semua stasiun mengetahui bahwa suatu transmisi telah dimulai hampir dengan seketika Pertama dengarkan untuk medium jelas bersih (pengangkut merasakan) Jika medium kosong, memancarkan Jika dua stasiun start pada saat yang bersamaan, terjadi benturan Nunggu waktu layak ( perjalanan pulang pergi ACK perkelahian lebih) Tidak ada ACK kemudian memancarkan kembali Max Pemanfaatan tergantung pada waktu propagasi ( panjangnya medium) dan membingkai panjangnya

Bingkai lebih panjang dan propagasi lebih pendek memberi pemanfaatan lebih baik

Nonpersistent CSMA
1.
2.

Jika medium adalah kosong, memancarkan; cara lainnya, lanjut ke 2 Jika medium sibuk, menunggu sejumlah waktu gambaran dari distribusi kemungkinan (penundaan transmisi kembali) dan ulangi 1  Keterlambatan acak mengurangi kemungkinan benturan  Pertimbangkan dua stasiun menjadi siap untuk memancarkan pada waktu sama  Pada saat transmisi lain sedang dalam proses

Kapasitas disia-siakan sebab medium akan tinggal kosong mengikuti akhir transmisi  Sekalipun satu atau lebih stasiun yang menunggu Nonpersistent Stasiun yang segan

Jika kedua stasiun menunda waktu sama sebelum mengerjakan secara beranting, keduanya akan mencoba untuk memancarkan pada waktu sama

1-PERSISTENT CSMA
 

 

Untuk menghindari waktu saluran kosong, 1persistent protokol digunakan Stasiun yang mengharapkan untuk memancarkan mendengarkan dan mematuhi berikut: 1. Jika medium kosong, memancarkan; cara lainnya, lanjut ke langkah 2 2. Jika medium sibuk, mendengarkan sampai kosong; kemudian memancarkan dengan seketika 1-persistent stasiun egois Jika dua atau lebih setasiun yang menunggu, dapat menjamin adanya benturan  Dapat disortir setelah benturan

P-persistent CSMA

 

Kompromi itu mencoba untuk mengurangi benturan  Seperti nonpersistent Dan mengurangi waktu kosong  Seperti 1-Persistent Aturan: 1. Jika medium kosong, memancarkan dengan kemungkinan p, dan menunda sekali unit dengan kemungkinan ( 1– p)  Unit Waktu [yang] yang secara khas perkembangbiakan maksimum menunda 2. Jika medium sibuk, mendengarkan sampai kosong dan mengulangi langkah 1 3. Jika transmisi di/tertunda sekali unit, mengulangi langkah 1 Apa yang dimaksud dengan nilai yang efektif p?

Besarnya nilai p?

 


      

Hindari ketidakstabilan di bawah muatan berat n penantian setasiun untuk pengiriman Akhir transmisi, mengharapkan jumlah stasiun percobaan untuk memancarkan adalah jumlah kemungkinan waktu stasiun siap memancarkan  np Jika np> 1 pada rata-rata akan ada suatu benturan Usaha yang diulangi untuk memancarkan hampir menjamin lebih banyak benturan Pengerjaan secara beranting bersaing dengan transmisi baru Secepatnya, semua stasiun berusaha untuk mengirimkan Benturan berlanjut; nol throughput Maka np< 1 untuk puncak yang diharapkan n  Jika muatan berat yang diharapkan, p kecil Bagaimanapun, jika p dibuat lebih kecil, stasiun menunggu lebih lama Pada beban rendah, ini memberi keterlambatan sangat lama

Gambar CSMA Di Sini

Perlu di edit Fig.16.1

CSMA/CD
 

Dengan CSMA, benturan menduduki medium untuk jangka waktu transmisi Stasiun mendengarkan ketika sedang memancarkan
Jika medium kosong, memancarkan, cara lainnya, ke langkah 2 Jika sibuk, mendengarkan untuk yang kosong, kemudian memancarkan Jika benturan dideteksi, lompat kemudian berhenti bertransmisi Setelah lompat, tunggu waktu acak kemudian dimulai dari langkah 1

1. 2. 3.

4.

Operasi CSMA/CD

Algoritma Ketekunan yang mana ?

 

IEEE 802.3 menggunakan 1-persistent Baik nonpersistent maupun p-persistent mempunyai permasalahan capaian 1-persistent ( p= 1) nampak lebih tidak stabil dibanding p-persistent 1. Ketamakan stasiun 2. Tetapi waktu yang disia-siakan dalam kaitan dengan benturan adalah singkat ( jika bingkai lebih panjang waktu propagasi) 3. Dengan backoff acak, yang mau tidak mau untuk menabrak pada usaha berikutnya 4. Untuk memastikan backoff memelihara stabilitas, IEEE 802.3 dan Ethernet menggunakan backoff bersifat exponen biner

Backoff Bersifat Eksponen Biner
  


Coba untuk memancarkan berulang-kali jika diulangi benturan Pertama 10 usaha, harga rata-rata dari penundaan acak menggandakan Nilai kemudian tinggal yang sama untuk 6 usaha lebih lanjut Setelah 16 usaha gagal, stasiun menyerah dan melaporkan kesalahan Seperti peningkatan buntu, stasiun mundur dengan jumlah lebih besar untuk mengurangi kemungkinan benturan. 1-persistent algoritma dengan backoff yang bersifat exponen biner lebih efisien di atas cakupan luas beban

Beban rendah, 1-Persistence Jaminan Setasiun dapat menangkap saluran sekali ketika kosong


Beban tinggi, sedikitnya sama stabil seperti lain teknik Backoff Algoritma memberi last-in, first-out efek Stasiun dengan sedikit benturan memancarkan dulu

Pendeteksian Benturan

 

 

Pada baseband bus, benturan menghasilkan voltase isyarat jauh lebih tinggi dibanding isyarat Benturan mendeteksi jika sinyal kabel lebih besar dari sinyal stasiun tunggal Sinyal menipis di atas jarak Jarak Batas ke 500m ( 10Base5) atau 200m ( 10Base2) Karena pasangan kabel lilit ( startopology) aktivitas pada port lebih dari satu adalah benturan Benturan khusus mengakibatkan sinyal

IEEE 802.3 Membingkai Format

10Mbps Specification (Ethernet)

<data rate><Signaling method><Max segment length>
10Base5 10Base2 10Base-T 10Base-F



Medium Coaxial Coaxial UTP Signaling Baseband Baseband Baseband Manchester Mancheste Manchester Topology Bus Bus Star Nodes 100 30 -

850nm fiber Manchester On/Off Star 33

100Mbps Ethernet Cepat

Penggunaan IEEE 802.3 MAC protokol dan format bingkai 100BASE-X penggunaan phisik spesifikasi medium dari FDDI  Dua phisik menghubungkan antar jalur  Transmisi Dan Resepsi  100Base-Tx menggunakan STP atau Kucing. 5 UTP  Mungkin memerlukan kabel baru  100BASE-FX menggunakan kabel fiber optik  100BASE-T4 kaleng menggunakan Cat. 3, grade suara UTP  Menggunakan empat twisted-pair bentuk antar jalur  Transmisi Data menggunakan tiga pasangan di dalam satu arah pada waktu yang sama  Star-Wire Topologi  Serupa Ke 10BASE-T

100Mbps (Ethernet Cepat)

100Base-TX
2pair,STP 2pair,Cat 5 UTP MLT-3 MLT-3

100Base-FX
2 optical fiber 4B5B,NRZI

100Base-T4
4 pair, cat 3,4,5 8B6T,NRZ


100BASE-X Data Rata-Rata dan Sandi

Data tak searah senilai 100 Mbps di atas mata rantai tunggal

Kabel lilit tunggal, fiber optik tunggal 4B/5B-NRZI Yang dimodifikasi untuk masing-masing pilihan

Sandi rencana sama seperti FDDI

100BASE-X Media

Dua spesifikasi medium fisik 100BASE-TX
 


100BASE-FX
  

Dua pasang kabel twisted-pair Satu pasangan untuk transmisi dan satu untuk resepsi STP dan Kategori 5 UTP mengijinkan MTL-3 rencana pemberian isyarat digunakan Dua kabel fiber optik Satu untuk transmisi dan satu untuk resepsi Intensitas modul digunakan untuk 4B/5B-NRZI arus kelompok kode dalam sinyal optik 1 yang diwakili oleh pulsa cahaya 0 oleh baik ketidakhadiran dari pulsa maupun intensitas sangat rendah dari pulsa


100BASE-T4

100-Mbps (di) atas lower-qualas Cat. 3 UTP
   

Tidak dapat mencapai 100 Mbps pada pasangan kabel lilit tunggal
   

Ambil keuntungan dari dasar diinstall besar Cat 5 opsional Tidak memancarkan sinyal antara paket Digunakan dalam aplikasi tenaga baterai

Arus Data membelah jadi tiga arus terpisah

Tidak menggunakan sandi NRZ
  

Menggunakan empat pasang kabel lilit Data dipancarkan dan diterima menggunakan tiga pasang kabel Dua pasang mengatur untuk transmisi bidirectional Akan memerlukan pemberian sinyal tingkat 33 Mbps pada masing-masing pasang Tidak menghasilkan sinkronisasi Ternary Rencana Pemberian sinyal ( 8B6T)

Masing-Masing dengan suatu data efektif tingkat 33.33 Mbps

100BASE-T Options

Operasi Full Duplex
 
  

Ethernet Tradisional Half-duplex  Baik memancarkan atau menerima tetapi keduanya tidak secara serempak Dengan Full-duplex, stasiun dapat memancarkan dan menerima secara serempak 100-Mbps Ethernet pada jalur full-duplex, perpindahan teoritis menilai 200 Mbps Stasiun yang dipasang harus mempunyai kartu orang yang mengadaptasikan Full-duplex Harus menggunakan menswitch poros/pusat kegiatan  Masing-masing stasiun mendasari daerah benturan terpisah  Sesungguhnya, tidak ada benturan  CSMA/CD algoritma yang tidak lagi diperlukan  802.3 MAC menggunakan format bingkai  Stasiun yang dipasang dapat melanjut CSMA/CD

Konfigurasi Campuran

Ethernet cepat men-support gabungan dari 10-Mbps LANS dan lebih baru 100-Mbps LANS E.G. 100-Mbps tulang punggung LAN untuk mendukung hub 10-Mbps  Stasiun menyertakan ke hub 10-Mbps yang menggunakan 10BASE-T  Hub menghubungkan untuk menswitch hub menggunakan 100BASE-T  Dukungan 10-Mbps dan 100-Mbps  Kapasitas tinggi dari workstation dan server menyertakan secara langsung bagi 10/100 tombol  Tombol yang dihubungkan ke hub 100-Mbps menggunakan 100-Mbps mata rantai  100-Mbps hub menyediakan membangun tulang punggung  Yang dihubungkan ke router yang menyediakan koneksi ke WAN

Konfigurasi Gigabit Ethernet

Perbedaan Dari Gigabit Ethernet

Perluasan Pembawa Sedikitnya 4096 bit-times lama(512 untuk 10/100) Bingkai meledak

Gigabit Ethernet – Fisik

1000Base-SX

Panjang gelombangnya pendek, multimode fiber

1000Base-LX

Pangjang gelombangnya panjang, multi or single mode fiber
Copper jumpers <25m, shielded twisted pair 4 pairs, cat 5 UTP

 

1000Base-CX

1000Base-T

Signaling - 8B/10B

Gbit Ethernet Medium Options (log scale)

10Gbps Ethernet - Penggunaan

  

Kecepatan tinggi, interkoneksi lokal backbone antar kapasitas besar dari switch Server bertani Kampus konektifitas luas Kemungkinkan Internet Penyedia Layanan ( ISPS) dan penyedia layanan jaringan ( NSPS) untuk menciptakan jalur dengan kecepatan yang sangat tinggi dengan biaya sangat rendah Ijinkan konstruksi MANs dan WANs

 

Ethernet bersaing dengan ATM dan teknologi WAN yang lain 10-Gbps Ethernet menyediakan nilai substansiil dari ATM

Hubungan secara geografis membubarkan LANS antar kampus atau poin-poin kehadiran ( PoPS)

10Gbps Ethernet- Keuntungan

 

 

Tidak mahal, konsumsi bandwidth dikonversi antara Ethernet Paket Dan ATM sel Jaringan adalah Ethernet, dalam garis yang bertemu ujungnya IP dan Ethernet bersama-sama menawarkan Qos dan lalu lintas yang menjaga ketertiban pendekatan ATM Lalu lintas yang maju teknologi rancang-bangun tersedia untuk para pemakai dan penyedia Variasi dari standar alat penghubung optik (panjang gelombang dan jarak saluran) yang ditetapkan untuk 10 Gb Ethernet Optimasi operasi dan harga dari LAN, MAN, atau WAN

10Gbps Ethernet - Keuntungan

 

Jarak saluran maksimum meliput 300 m sampai 40 km Hanya full-duplex mode 10GBASE-S ( pendek ):  850 nm pada multimode fiber  Di atas 300 m 10GBASE-L ( panjang )  1310 nm pada single-mode fiber  Di atas 10 km 10GBASE-E ( yang diperluas)  1550 nm pada single-mode fiber  Di atas 40 km 10GBASE-LX4:  1310 nm pada single-mode atau multimode fiber  Di atas 10 km  Wavelength-Division Multiplexing ( WDM) arus bit ke seberang empat gelombang cahaya

10Gbps Ethernet Pilihan Jarak ( Skala Log)

Tanda Bunyi( 802.5)
 

  

yang dikembangkan Dari Tanda [yang] komersil IBM's membunyikan Oleh karena Kehadiran IBM's, Tanda [Cincin/Arena] telah memperoleh penerimaan lebar Tidak pernah mencapai ketenaran Ethernet [Yang] sekarang ini, dasar tanda [yang] diinstall besar membunyikan produk Penguasaan pasar [yang] mungkin untuk merosot

Ring Operation

   


Masing-Masing Pengulang menghubungkan [bagi/kepada] dua (orang) yang lain via mata rantai transmisi searah Alur tertutup tunggal Data mentransfer sedikit-demi sedikit dari satu pengulang kepada yang berikutnya Pengulang memperbaharui dan memancarkan kembali bit masing-masing Pengulang melaksanakan penyisipan data, resepsi data, kepindahan data Pengulang bertindak sebagai titik pemasangan Paket yang dipindahkan oleh pemancar setelah satu perjalanan [membulatkan/ mengelilingi] [cincin/arena]

Mendengarkan Fungsi Status
 

  

Neliti [lewat/ sampaikan] arus bit untuk pola teladan Alamat [dari;ttg] setasiun dipasang Ijin Tanda untuk memancarkan Copy bit [datang/berikutnya] dan mengirim kepada setasiun dipasang [Sedang;Selagi] bit masing-masing penyampaian Modifikasi bit [sebagai/ketika] [itu] lewat e.g. untuk menandai (adanya) suatu paket telah dicopy ( ACK)

Memancarkan Fungsi Status


   

Setasiun mempunyai data Pengulang mempunyai ijin Mei menerima bit [datang/berikutnya] Jika [cincin/arena] menggigit panjangnya lebih pendek dibanding paket Irim . balik ke setasiun untuk mengecek ( ACK) Mei lebih dari satu paket pada [atas] [cincin/arena] Penyangga/Bantalan untuk transmisi kembali yang kemudian

Membypass Status

Isyarat menyebarkan pengulang yang lampau dengan tidak ada penundaan ( selain dari penundaan perkembangbiakan) Solusi parsial ke masalah keandalan ( lihat kemudian) Capaian yang ditingkatkan

[Cincin/Arena] Negara Pengulang

802.5 MAC Protocol


 

Bingkai kecil ( Tanda) beredar;kan ketika kosong Setasiun menantikan tanda ;Ubah satu bit di (dalam) tanda untuk membuat ia/nya SOF untuk bingkai data Nambahkan catatan istirahat bingkai data Perjalanan pulang pergi Buatan Bingkai dan diserap dengan pemancaran setasiun Setasiun kemudian memasukkan/menyisipkan tanda baru ketika transmisi telah menyelesaikan dan memimpin tepi mengembalikan bingkai tiba Di bawah beban [cahaya/ ringan], beberapa pemborosan/ketidakcakapan Di bawah muatan berat, protes

Token Ring Operation

Dedicated Token Ring

 

Poros/Pusat kegiatan pusat Tindak sebagai tombol Titik rangkap penuh untuk menunjuk mata rantai Concentrator bertindak sebagai pengulang tingkatan bingkai Tidak (ada) tanda [lewat/ sampaikan]

802.5 Physical Layer

 


Data Rate 4 16 100 Medium UTP,STP,Fiber Signaling Differential Manchester Max Frame 4550 18200 18200 Access Control TP or DTR TP or DTR DTR

Note: 1Gbit specified in 2001

Uses 802.3 physical layer specification

Fibre Channel - Background

  


   

Saluran I/O Arahkan menunjuk titik atau multipoint comms mata rantai Perangkat keras mendasarkan Kecepatan tinggi Jarak sangat pendek Data Pemakai memindahkan/bergerak dari penyangga/bantalan sumber ke destiation penyangga/bantalan Koneksi Jaringan Poin-Poin Akses yang saling behubungan Perangkat lunak mendasarkan protokol Kendali Arus, Pendeteksian Kesalahan & Kesembuhan ;Akhir;I koneksi sistem

Fibre Channel

   


  

terbaik Untuk kedua-duanya teknologi Saluran mengorientasikan Data mengetik qualifier untuk menaklukkan muatan penghasil untung bingkai Tingkatan Mata rantai membangun dihubungkan dengan I/O ops Protokol menghubungkan spesifikasi untuk mendukung Arsitektur I/O ada E.G. SCSI Jaringan mengorientasikan terdiri dari banyak bagian penuh Antar[A] berbagai tujuan Amati untuk mengamati connectivas Internetworking [bagi/kepada] lain teknologi koneksi

Kebutuhan Saluran Serat



 


      

Mata rantai rangkap penuh dengan dua serabut saban menghubungkan 100 Mbps untuk 800 Mbps pada [atas] garis tunggal rangkap penuh 200 Mbps untuk 1600 Mbps saban menghubungkan atas [Bagi/Kepada] 10 km kecil Connectors High-Capacas Pemanfaatan, Ketidakpekaan Jarak Connectivas lebih besar dibanding multidrop saluran ada Ketersediaan lebar yaitu. komponen baku Berbagai cost/performance tingkatan Sistem kecil ke supercomputers Mbawa berbagai perintah alat penghubung ada menetapkan untuk protokol jaringan dan saluran ada Gunakan mekanisme pengangkutan umum berdasar pada point-to-point mata rantai dan suatu menswitch jaringan Dukung sederhana menyandi dan membingkai rencana Pada gilirannya mendukung berbagai saluran dan protokol jaringan

Fibre Channel Elements

Akhir Sistem- [Tangkai pohon/bengkak urat] Unsur-Unsur yang diswitchjaringan atau pabrik Komunikasi ke seberang menunjuk mata rantai titik

Fibre Channel Network

Arsitektur Protokol Saluran Serat ( 1)

   


   

FC-0 Phisik Media Serabut berhubung dengan mata untuk [yang] interlokal kabel sesumbu untuk kecepatan tinggi jarak pendek/singkat STP untuk kecepatan [yang] lebih rendah jarak pendek/singkat FC-1 Protokol Transmisi 8B/10B Isyarat [yang] menyandi FC-2 Yang membingkai Protokol Topologi Bingkai format Arus Dan Kendali Kesalahan Urutan dan pertukaran ( pengelompokan bingkai logis)

Arsitektur Protokol Saluran Serat ( 2)

  

FC-3 Jasa Umum Termasuk yang multicasting FC-4 [Yang] memetakan Pemetaan saluran dan jasa jaringan ke saluran serat e.g. IEEE 802, ATM, IP, SCSI

Saluran Serat Phisik Media

  

Sediakan cakupan pilihan untuk phisik medium, data menilai pada [atas] medium, dan topologi jaringan Pasangan terbelit yang dilindungi, Kabel sesumbu Video, dan serabut berhubung dengan mata Data menilai 100 Mbps untuk 3.2 Gbps Point-To-Point dari 33 m [bagi/kepada] 10 km Saluran Serat Phisik Media

Pabrik Saluran Serat

    

Topologi umum [memanggil/hubungi] pabrik atau menswitch topologi Topologi sewenang-wenang meliputi sedikitnya satu tombol untuk saling behubungan jumlah sistem akhir Mei juga terdiri dari jaringan diswitch Sebagian dari tombol ini yang mendukung [tangkai pohon/bengkak urat] akhir Penaklukan transparan ke [tangkai pohon/bengkak urat] Masing-Masing pelabuhan mempunyai alamat unik Kapan data memancarkan ke dalam pabrik, membingkai tombol [bagi/kepada] [tangkai pohon/bengkak urat] yang (mana) memasang pelabuhan tujuan penggunaan menunjukkan menentukan penempatan Yang manapun [menyampaikan/kirim] bingkai ke [tangkai pohon/bengkak urat] berkait dengan tombol sama atau bingkai perpindahan ke tombol bersebelahan untuk mulai penaklukan ke tujuan remote

Keuntungan Pabrik


     

Scalabilas kapasitas [Sebagai/Ketika/Sebab] pelabuhan tambahan ditambahkan, mengumpulkan kapasitas peningkatan jaringan Mperkecil buntu dan perkelahian Peningkatan Throughput Protokol mandiri Jarak tidak dapat merasakan Tombol Dan Mata rantai Transmisi Teknologi boleh ber;ubah tanpa mempengaruhi keseluruhan bentuk wujud Bebankan pada [atas] [tangkai pohon/bengkak urat] memperkecil [Tangkai pohon/bengkak urat] Saluran Serat yang bertanggung jawab untuk memanage point-to-point koneksi antar[a] [dirinya] sendiri dan pabrik Pabrik yang bertanggung jawab untuk menaklukkan dan pendeteksian kesalahan

Alternative Topologies

  


   

Point-To-Point Topologi Hanya dua pelabuhan secara langsung Dihubungkan, dengan tidak ada campurtangan tombol Tidak (ada) penaklukan Topologi Pengulangan/Jerat yang diputuskan sewenang-wenang Sederhana, murah topologi atas [Bagi/Kepada] 126 [tangkai pohon/bengkak urat] di (dalam) pengulangan/jerat Operasi dengan kasar setara dengan [cincin/arena] tanda Topologi, Media Transmisi, dan data tingkat tarip mungkin (adalah) dikombinasikan

Five Applications of Fibre Channel

Fibre Channel Prospects

     

yang didukung Oleh Asosiasi Saluran Serat Kartu Alat penghubung untuk aplikasi [yang] berbeda tersedia Paling secara luas menerima sebagai alat sekeliling saling behubungan Untuk menggantikan seperti rencana SCSI [Yang] secara teknis [bagi/kepada] LAN kebutuhan kecepatan tinggi umum Harus bersaing dengan Ethernet Dan ATM LANS Harga Dan Capaian Isu [perlu] mendominasi pertimbangan [dari;ttg] ini bersaing teknologi

Required Reading

Stallings chapter 16 Web sites on Ethernet, Gbit Ethernet, 10Gbit Ethernet, Token ring, Fibre Channel etc.

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition
Chapter 17 Wireless LANs

Unlicensed Narrowband RF
• 1995, Radiolan memperkenalkan narrowband LAN tanpa kawat yang menggunakan spektrum ALIRAN tanpa SIM
— yang yang digunakan Untuk narrowband transmisi pada kuasa rendah
• 0.5 watt atau lebih sedikit

— Beroperasi pada 10 Mbps — 5.8-GHz band — 50 m di (dalam) semiopen kantor dan 100 m di (dalam) terbuka

kantor

• Konfigurasi Peer-To-Peer • Memilih satu node sebagai master
— Berdasarkan lokasi,interferensi dan kekuatan sinyal

• Master dapat berubah secara otomatis saat kondisinya berubah • Termasuk fungsi dynamic relay • Stasiun dapat menjadi repeater untuk memindah data antara stasiun yang di luar jangkauan dengan yang lain

IEEE 802.11 - BSS
• MAC protokol and spesifikasi medium phisik untuk wireless LANs • Bangunan kecil adalah basic service set (BSS)
— Jumlah statsiun — MAC protokol yang sama — Bersaing untuk akses ke media wireless yang sama

• Mungkin di isolasi atau dihubungkan ke sistem distribusi backbone (DS) melalui access point (AP)
— Fungsi AP seperti bridge

• MAC protokol mungkin dibagi atau dikendalikan oleh fungsi koordinasi pusat dalam AP • BSS biasanya sesuai dengan sel • DS dapat menjadi switch, jaringan kabel, atau jaringan wireless

Konfigurasi BSS
• Paling Sederhana: masing-masing stasiun menjadi BSS tunggal
—Di dalam cakupan hanya stasiun lain di dalam BSS

• Mampukah dua BSSs overlap
—Stasiun dapat mengambil bagian di lebih dari satu BSS

• Asosiasi antara stasiun dan BSS dinamis
— Stasiun mungkin memadamkan, datang di dalam cakupan, dan keluar cakupan

Extended Service Set (ESS)
• Dua atau lebih BSS di hubungkan oleh DS
—Biasanya, DS adalah wired backbone tetapi dapat di jaringan manapun

• Terlihat sebagai LAN tunggal ke LLC

Access Point (AP)
• Logika di dalam stasiun yang menyediakan akses ke DS
—Menyediakan DS di samping sebagai stasiun

• Untuk mengintegrasikan IEEE 802.11 arsitektur dengan wired LAN, menggunakan portal • Logika portal diterapkan dalam alat yang menjadi bagian dari wired LAN dan tersambung dengan DS
—E.g. Bridge atau router

IEEE 802.11 Architecture

Services
Service Provider Category

Association
Authentication Deauthentication Dissassociation Distribution

Distribution system
Station Station Distribution system Distribution system

MSDU delivery
LAN access and security LAN access and security MSDU delivery MSDU delivery

Integration
MSDU delivery Privacy Reassocation

Distribution system
Station Station Distribution system

MSDU delivery
MSDU delivery LAN access and security MSDU delivery

Kategori Services
• Jasa stasiun diterapkan di tiap-tiap stasiun 802.11
• Jasa distribusi diperlihatkan antara BSSs
• Tiga jasa digunakan untuk mengontrol akses dan kerahasiaan • Enam jasa digunakan untuk membantu pengiriman MAC data units (MSDUs) antar stasiun
— Blok data yang dilewati oleh pemakai MAC layer MAC — Biasanya LLC PDU — Jika MSDU terlalu besar untuk MAC frame, akan dibagi dan dipancarkan secara urut setiap frame (lihat kemudian) — Mungkin dapat di implementasikan di AP atau special-purpose device — Termasuk stasiun AP

Distribusi Messages Di dalam suatu DS
• Distribusi adalah layanan utama yang digunakan oleh stasiun untuk menukar MAC frame saat frame harus menyilang ke DS
— Dari stasiun dalam satu BSS ke stasiun di BSS yang lain — Pengiriman pesan melalui DS adalah di luar lingkup dari 802.11 — Jika stasiun di BSS yang sama, melayani distribusi secara logika melewati AP tunggal dari BSS itu

• Layanan pengintegrasian memungkinkan perpindahan data antar stasiun pada 802.11 LAN dan satu pada 802.x LAN yang terintegrasi
• Stasiun mungkin secara logika terhubung ke 802.11 LAN via layanan integrasi

— Integrasi mengacu pada wired LAN secara phisik terhubung ke DS
— Layanan pengintegrasian melindungi konversi media dan terjemahan alamat

Association Related Services
• Tujuan MAC layer memindahkan MSDUs antar kesatuan MAC • Dipenuhi oleh layanan distribusi (DS) • DS memerlukan informasi tentang stasiun di dalam ESS
— Diperlihatkan oleh layanan association-related — Stasiun harus dihubungkan sebelum berkomunikasi

• Tiga transisi jenis mobilitas didasarkan pada
— Tidak ada transisi: Keperluan atau perpindahan dalam jangkauan BSS tunggal

— BSS transisi: Dari satu BSS ke yang lain di dalam ESS yang sama
• Memerlukan kemampuan untuk bisa mengenali lokasi yang baru

• Transisi ESS: Dari BSS di satu ESS ke BSS di dalam ESS yang lain
— Hanya mendukung bahwa stasiun dapat pindah — Pemeliharaan koneksi layer atas tidak di jamin — Mungkin gangguan layanan

Penempatan Stasiun
• DS harus mengetahui di mana stasiun tujuan adalah
— Identitas AP untuk pesan mana harus dikirimkan — Stasiun harus memelihara asosiasi dengan AP di dalam BSS yang ada

• Tiga jasa berhubungan dengan keperluan ini:
— Asosiasi: Menetapkan asosiasi awal antara stasiun dan AP
• Untuk membuat identitas dan alamat yang diketahui • Stasiun harus menetapkan asosiasi dengan AP di dalam BSS tertentu • AP kemudian mengkomunikasi informasi ke APs lain di dalam ESS

— Reassociation: Memindahkan asosiasi ke AP yang lain
• Mengijinkan stasiun untuk pindah dari satu BSS ke yang lain

— Disassociation: Dari salah satu stasiun atau AP yang asosiasinya diakhiri — Diberikan sebelum stasiun meninggalkan ESS atau menutup
• MAC fasilitas manajemen melindungi dirinya sendiri melawan terhadap stasiun yang menghilang tanpa pemberitahuan

Access and Privacy Services Authentication
• Pada wireless LAN, stasiun manapun di dalam radio mencakup alat lain yang dapat memancarkan • Stasiun manapun di dalam cakupan radio dapat menerima • Pengesahan: Digunakan untuk menetapkan identitas stasiun satu sama lain
— Wired LANS mengasumsikan akses ke koneksi phisik menyampaikan otoritas untuk menghubungkan ke LAN — Bukan asumsi sah untuk wireless LANS
• Connectivas yang dicapai dengan baik untuk mengatur antena

— Layanan pengesahan yang digunakan untuk menetapkan identitas setasiun — 802.11 supports several authentication schemes
• Di ijinkan perluasan tentang rencana ini

— Tidak mengamanatkan rencana tertentu — Jangkauan dari handshaking secara relatif tidak kuat ke rencana publickey encryption — 802.11 memerlukan pengesahan bisa diterima, sukses dikenali sebelum asosiasi

Access and Privacy Services Deauthentication and Privacy
• Deauthentication: Dilibatkan saat pengesahan ada untuk diakhiri • Pribadi: Mencegah pesan dibaca oleh orang yang lain • 802.11 menyediakan penggunaan encryption yang opsional

Media Kontrol akses
• • • • MAC layer meliputi tiga area yang fungsional Pengiriman data yang dipercaya Kontrol Akses Keamanan
—Di luar lingkup

Reliable Data Delivery
• 802.11 phisik dan MAC layer tertuju pada keandalan • Noise, interferensi, dan efek propagasi mengakibatkan hilangnya frame • Sama dengan koreksi kesalahan kode, frame tidak selalu sukses diterima • Dapat dihadapkan dengan layer yang lebih tinggi, seperti TCP
— Bagaimanapun, transmisi kembali pengatur waktu pada layer atas secara khas dalam detik — Lebih efisien untuk berhubungan dengan kesalahan di MAC

• 802.11 meliputi frame penukar protokol
— Stasiun yang menerima frame mengembalikan kemampuan (ACK) frame — Pertukaran dianggap sebagai unit kecil
• Tidak yang disela oleh setasiun lain

— Jika tanpa ACK di dalam jangka waktu pendek, memancarkan kembali

Four Frame Exchange
• Perpindahan data dasar melibatkan pertukaran dua frame • Untuk lebih meningkatkan keandalan, empat frame ditukar mungkin bisa digunakan
— Sumber mengeluarkan suatu Request To Send ( RTS) frame ke tujuan — Tujuan menjawab dengan Clear To Send ( CTS) — Setelah menerima CTS, sumber memancarkan data — Tujuan merespon dengan ACK

• RTS siaga semua stasiun dalam jangkauan sumber yang menukar dalam perjalanan • CTS siaga semua setasiun dalam jangkauan tujuan • Stasiun menahan dari transmisi untuk menghindari benturan • Pertukaran RTS/CTS diperlukan Untuk fungsi MAC tetapi mungkin dapat dilumpuhkan

Media Access Control
• Pembagian pondasi wireless MAC (DWFMAC)
— Akses yang dibagi-bagikan mengendalikan mekanisme — Kendali dipusatkan di atas

• Sublayer bawah adalah distributed coordination function (DCF)
— Algoritma untuk menyediakan akses untuk semua traffic — Asynchronous traffic

• Fungsi titik koordinasi (PCF)
— MAC algoritma yang yang dipusatkan — Dibangun pada puncak DCF

IEEE 802.11 Protocol Architecture

Distributed Coordination Function
• DCF sublayer menggunakan CSMA • Jika setasiun mempunyai frame untuk memancarkan, itu didengarkan medium • Jka medium kosing, stasiun boleh memancarkan • Jika tidak harus menunggu sampai transmisi sekarang melengkapi • Tidak ada pendeteksian benturan
— Tidak dilakukan pada jaringan wireless — Cakupan sinyal yang dinamis sangat besar — Pemancar setasiun tidak bisa melihat sinyal lemah dari noise dan efek transmisinya
— Sejumlah rencana prioritas
• Interframe ruang

• DCF meliputi delay

Interframe Space
• Penundaan tunggal dikenal sebagai interframe ruang (IFS) • Menggunakan IFS, aturan untuk CSMA: 1. Stasiun dengan media frame
• Jika kosong, menunggu jika sisa yang kosong untuk satu IFS. Jika demikian, boleh memancarkan dengan segera

2. Jika sibuk (yang manapun pada awalnya atau menjadi sibuk selama IFS) stasiun menunda transmisi
• • • • Lanjut untuk memonitor sampai transmisi sekarang selesai Jika sisa kosong, back off waktu acak Jika medium masih kosong,stasiun boleh memancarkan Selama backoff waktu, jika menjadi sibuk, backoff pengatur waktu dihentikan dan mulai lagi ketika medium menjadi kosong

3. Sekali ketika transmisi arus berlebih, menunda IFS lain

Untuk memastikan stabilitas, backoff menggunakan exponen biner

IEEE 802.11 Medium Access Control Logic

Prioritas
• Menggunakan tiga nilai untuk IFS • SIFS ( IFS yang pendek):
— IFS paling pendek — Untuk semua respon tanggapan (lihat kemudian)

• PIFS (menunjukan fungsi koordinat IFS):
— Midlength IFS — Digunakan oleh pengontrol dipusatkan di PCF

• DIFS (distribusi fungsi koordinat):
— IFS terpanjang — Digunakan selama penundaan minimum untuk asynchronous frame untuk akses

SIFS Menggunakan ACK
• Stasiun menggunakan SIFS untuk menentukan transmisi yang mempunyai prioritas paling tinggi

• SIFS digunakan dalam keadaan berikut: • Kemampuan ( ACK): Stasiun merespon dengan ACK setelah menunggu SIFS gap
— Tidak ada pendeteksian maka kemungkinan benturan yang lebih besar dibanding CSMA/CD — SIFS menyediakan pengiriman efisien berbagai frame LLC PDU
• MAC-LEVEL ACK memberi recovery yang efisien

— Dalam pilihan ke stasiun menunggu waktu PIFS atau DIFS

• Stasiun dengan multiframe LLC PDU memancarkan MAC frame dalam satu waktu • Kemampuan setiap frame diakui setelah SIFS di penerima • Saat sumber menerima ACK, segera (setelah SIFS) mengirimkan frame berikutnya sesuai urutan • Satu stasiun mencakup semua saluran, itu mengontrol semua fragmen yang dikirim

SIFS Menggunakan CTS
• Clear to Send ( CTS): Stasiun dapat memastikan data frame akan melalui dengan mengeluarkan RTS
—Stasiun tujuan perlu dengan segera merespon dengan CTS jika siap untuk menerima —Semua stasiun lain mendengar RTS dan menunda

• Tanggapan Poll: Lihat Point coordination Function (PCF)

PIFS dan DIFS
• PIFS digunakan oleh pengontrol yang dipusat
—Pengeluaran tempat —Harus mendahulukan traffic yang normal —Frame menggunakan SIFS harus mendahulukan PCF

• DIFS menggunakan untuk semua asynchronous traffic yang tidak sama

IEEE 802.11 MAC Timing Basic Access Method

Point Coordination Function (PCF)
• Metode akses alternatif menerapkan di atas DCF • Polling oleh polling master (titik koordinator) • Menggunakan PIFS saat pengeluaran polls
— PIFS lebih kecil dibanding DIFS — Mampu menangkap medium dan mengunci saat asychronous traffic tidak sama saat menerima respon
— Traffic lainnya bersaing untuk akses menggunakan CSMA

• E.G. jaringan wireless mengatur beberapa stasiun dengan timesensitive traffic yang dikendalikan oleh titik koordinator

• Titik koordinator dalam round-robind ke stasiun untuk mengatur • Saat mengeluarkan poll, stasiun mungkin merespon menggunakan SIFS • Jika titik koordinator menerima respon, itu mengeluarkan poll yang lain menggunakan PIFS • Jika tidak ada tanggapan selama penggunaan waktu yang diharapkan, koordinator mengeluarkan poll

Superframe
• • Titik Koordinator akan mengunci hingga orang tak dapa lalu lintas tak serempak pengeluaran tempat pemungutan suara Superframe interval menggambarkan
— Selama bagian dari pertama superframe interval, tempat pemungutan suara protes koordinator titik kepada semua setasiun mengatur untuk menanyai — Nunjuk koordinator kemudian yang kosong untuk sisa superframe — Membiarkan periode perkelahian untuk akses tak serempak

Pada permulaan superframe, koordinator titik boleh menangkap kendali dan tempat pemungutan suara isu untuk periode diberi
— Waktu bervariasi oleh karena ukuran bingkai variabel yang dikeluarkan dengan menjawab setasiun

• •

Istirahat superframe yang tersedia untuk akses contention-based Pada akhir superframe interval, koordinator titik berkelahi/ menantang untuk akses yang menggunakan PIFS Jika kosong, koordinator titik memperoleh akses segera
— Superframe periode penuh mengikuti — Jika sibuk, koordinator titik harus menantikan kosong untuk memperoleh akses — Akibatkan superframe periode digambar perspektif untuk siklus berikutnya

IEEE 802.11 konstruksi waktu MAC PCF Superframe

IEEE 802.11 Format MAC Frame

Bidang MAC Frame (1)
• Kendali frame:
— Tipe rangka — Kendali, manajemen, atau data — Sediakan informasi kendali
• Liputi apakah bingkai akan atau dari D, pemecahan menjadi kepingan informasi, dan keleluasaan pribadi informasi

• Duration/Connection ID:
— Jika janga waktu bidang digunakan sebagai, menandai adanya waktu di dalam saluran akan jadi dialokasikan untuk transmisi MAC yang sukses membingkai — Dalam beberapa kendali membingkai, berisi koneksi atau asosiasi identifier

Alamat:
— maksud/arti dan Jumlah bidang alamat tergantung pada konteks — Jenis meliputi sumber, tujuan, memancarkan setasiun, dan setasiun menerima

Bidang MAC Frame(2)
• Urutan Kendali:
— 4-bit membagi-bagi nomor jumlah subfield — Karena pemecahan menjadi kepingan dan reassembly — 12-bit urutan nomor jumlah — Nomor Jumlah membingkai antara penerima dan pemancar diberi

• Badan frame:
— MSDU ( atau suatu fragmen LLC PDU atau MAC mengendalikan informasi)

• Pemeriksa Urutan frame:
— 32-bit siklis pemborosan cek

Kontrol Frames
• Membantu dalam penyerahan data dapat yang dipercaya • Menggerakkan Save-Poll ( PS-POLL)
— Dikirim Oleh stasiun manapun ke stasiun yang meliputi AP — Permintaan AP memancarkan frame yang buffered untuk stasiun ini pada saat stasiun dalam gaya yang power-saving

• Permintaan untuk Mengirimkan ( RTS) • Clear untuk Mengirimkan ( CTS) • • • Pengakuan ( ACK) Contention-Free ( CF)-END CF-END+ CF-ACK:

— Frame pertama pada pertukaran frame dengan empat cara
— Ke dua bingkai di (dalam) pertukaran dengan empat cara

— Umumkan akhir contention-free periode bagian dari PCF — Mengakui adanya CF-END — Terakhir contention-free periode dan setasiun pelepasan/release dari pembatasan dihubungkan

Data Frames – Data Carrying
• Delapan data membingkai subtypes, dalam dua kelompok • Pertama empat membawa upper-level data dari stasiun sumber ke stasiun tujuan • Data
— data paling sederhana Bingkai — Dapat digunakan di perpaduan atau contention-free periode

• Data+ CF-ACK
— Yang hanya yang dikirim selama contention-free periode — Membawa data dan mengakui adanya sebelumnya menerima data

• Data+ CF-POLL
— Digunakan oleh koordinator titik untuk mengirim data — Juga untuk meminta stasiun mengirimkan frame data mungkin mempunyai buffered

Data+ CF-ACK+ CF-POLL
— Berkombinasi Data+ CF-ACK dan Data+ CF-POLL

Data Frames – Bukan Data Carrying
• Empat bingkai data tersisa tidak membawa data pemakai • Fungsi null
— Membawa data, tempat pemungutan suara, atau pengakuan — Pembawa manajemen kuasa menggigit di (dalam) bidang kendali bingkai ke AP — Ditandai dengan adanya stasiun sedang mengubah ke lowpower status

• Tiga bingkai lainnya( CF-ACK, CF-POLL, CF-ACK+ CFPOLL) sama seperti bersesuaian bingkai di (dalam) daftar terdahulu ( Data+ CF-ACK, Data+ CF-POLL, Data+ CF-ACK+ CF-POLL) tetapi tanpa data

Managemen Frames
• Digunakan untuk mengatur komunikasi antar stasiun dan Aps • E.G. manajemen asosiasi
— Minta, menanggapi, asosiasi kembali, pemisahan, dan pengesahan

Lapisan fisik 802.11
• Yang dikeluarkan dalam empat langkah-langkah • Bagian pertama di 1997
— IEEE 802.11 — Meliputi MAC lapisan dan tiga spesifikasi lapisan phisik — Dua pada 2.4-GHz rombongan dan [satu/ orang] inframerah — Semua operasi pada 1 dan 2 Mbps

• Dua komponen tambahan di 1999
— IEEE 802.11a
• 5-GHz rombongan sampai kepada 54 Mbps

— IEEE 802.11b
• 2.4-GHz rombongan pada 5.5 dan 11 Mbps

• Yang paling Terbaru di 2002
— IEEE 802.g meluas IEEE 802.11b ke yang lebih tinggi data tingkat tarip

Original 802.11 Physical Layer DSSS
• Tiga media phisik • Direct-Sequence menyebar spektrum
— 2.4 GHZ rombongan ALIRAN pada 1 Mbps dan 2 Mbps — Sampai kepada tujuh saluran, masing-masing 1 Mbps atau 2 Mbps, dapat digunakan — Gantung pada luas bidang yang dialokasikan oleh berbagai peraturan nasional
• 13 di kebanyakan Negara-Negara eropa • Satu di Jepang • Masing-Masing luas bidang saluran 5 MHZ

— Masing-Masing luas bidang saluran 5 MHZ — Pengcodean DBPSK untuk 1-Mbps dan DQPSK untuk 2-Mbps

Original 802.11 lapisan fisik FHSS
• Frequency-Hopping spektrum di/tersebar
— 2.4 GHZ rombongan ALIRAN pada 1 Mbps dan 2 Mbps — Gunakan berbagai saluran — Isyarat yang meloncat dari satu menggali yang didasarkan pada yang lain suatu pseudonoise urutan — 1-MHz saluran digunakan — 23 saluran di Jepang — 70 di AS — E.G. tingkat tarip loncatan minimum Forusa adalah 2.5 loncatan per detik — Loncatan minimum Jarak 6 MHZ di (dalam) Amerika Utara dan kebanyakan dari Eropa dan 5 MHZ di (dalam) Jepang — Bit menyandi [sebagai/ketika/sebab] penyimpangan dari freknensi pembawa sekarang — Empat penyimpangan berbeda dari frekwensi pusat menggambarkan empat 2-bit kombinasi

• Skema hopping dapat disetel

• Two-Level Gauss FSK modulasi untuk 1-Mbps • Selama 2 Mbps, menggunakan

Original 802.11 Lapisan Phisik– Inframerah
• Omnidirectional • Cakup sampai kepada 20 m • 1 Mbps menggunakan 16-PPM ( posisi pulsa modulasi)
— Masing-Masing kelompok 4 bit data memetakan ke dalam salah satu 16-PPM lambang — Masing-Masing lambang terdiri dari 16 bit — Masing-Masing 16-bit terdiri dari lima belas 0s dan satu biner 1

• Untuk 2-Mbps, masing-masing kelompok 2 bit data dipetakan ke dalam salah satu empat 4-bit urutan
— Masing-Masing urutan terdiri dari tiga 0s dan satu biner 1 — Intensitas modul
• Kehadiran sesuai dengan isyarat

802.11a
• 5-GHz frekuensi • Gunakan frekuensi divisi orthogonal yang terdiri dari banyak bagian ( OFDM)
— Yang tidak spread spektrum

• Disebut multicarrier modulasi • Berbagai isyarat pengangkut pada frekwensi berbeda • Beberapa bit pada masing-masing saluran
— serupa Ke FDM tetapi semua subchannels mempersembahkan kepada sumber tunggal

• Data rate 6, 9, 12, 18, 24, 36, 48, dan 54 Mbps • Sampai kepada 52 subcarriers yang diatur menggunakan BPSK, QPSK, 16-QAM, atau 64-QAM
— Tergantung pada tingkat tarif — Subcarrier frekwensi mengatur jarak 0.3125 MHZ — Convolutional kode pada tingkat 1/2, 2/3, atau 3/4 menyediakan pemain depan koreksi kesalahan

802.11b
• Merupakan perluasan 802.11 DS-SS • 5.5 dan 11 Mbps • Memotong tingkat tarip 11 MHZ
 Sama seperti asli DS-SS  Luas bidang yang diduduki sama  Kode komplementer [yang] menyetem ( CCK) modulasi untuk mencapai yang lebih tinggi data menilai di (dalam) luas bidang sama pada tingkat tarip memotong sama  CCK modulasi kompleks

• Data diperlakukan di (dalam) blok 8 bit pada 1.375 MHZ
— 8 bits/symbol? 1.375 MHZ= 11 Mbps — Sebanyak enam bit ini memetakan ke dalam salah satu 64 urutan kode — Keluaran pemetaan, lebih dua bit tambahan, format masuk ke QPSK modulator

 Ikhtisar pada slide berikutnya

Skema modulasi 11-Mbps CCK

802.11g
• Persuasion Higher-speed key 802.11b • Combines lapisan fisik menggunakan teknik pengkodean pada 802.11a dan 802.11b yang menyediakan layanan pada berbagai tingkat tarif data

Perlu untuk dibaca
• Stallings bab 17 • Web pada 802.11

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition
Chapter 18 Internet Protocols

Fungsi Protokol
• Satuan kecil fungsi yang membentuk basis dari semua protokol • Tidak semua protokol mempunyai semua fungsi - Mengurangi duplikasi usaha - mempunyai jenis fungsi yang sama di protokol pada tingkat yang berbeda • Encapsulation • Pemisahan dan perakitan kembali • Kontrol • koneksi • Pengiriman tersusun • pengiriman perintah • Kontrol Alur • Kontrol Kesalahan • Pengalamatan • Multiflexing • Layanan transmisi

Encapsulation
• Data pada umumnya ditransfer dalam blok-blok – Protocol Data Unit( PDUs) – Masing-Masing PDU berisi data dan kontrol informasi – Beberapa PDU hanya mengendalikan • Tiga kategori kontrol • Alamat – Pengirim dan/atau penerima • Kode pendekteksian Kesalahan – Misal Memeriksa urutan farme • Kontrol protokol – Informasi tambahan untuk menerapkan fungsi-fungsi protokol • Penambahan kontrol informasi ke data adalah encapsulation • Data diterima atau dihasilkan oleh kesatuan dan encapsulated ke dalam PDU – berisi data dan kontrol informasi – Misal: TFTP, HDLC, penyiaran ulang bingkai, ATM, AAL5 ( Gambar 11.15), LLC, IEEE 802.3, IEEE 802.11

Pemecahan dan Reassembly(Segmentation– OSI)
• Penukaran data antara dua kesatuan • Ditanandai sebagai urutan beberapa PDU dari beberapa batasan ukuran – Pesan Tingkatan Aplikasi • Protokol tingkat yang lebih rendah mungkin harus memisahkan data ke dalam blok [yang] lebih kecil • Jaringan komunikasi mungkin hanya menerima blok sampai suatu ukuran tertentu – ATM 53 komposisi music 8 suara – Ethernet 1526 komposisi music 8 suara • Kontrol kesalahan yang lebih efisien – Pengiriman ulang yang lebih kecil • Lebih Adil – Mencegah stasiun yang memonopoli medium • Penyangga yang lebih kecil • Ketetapan pos pemeriksaan dan operasi ulang

Kerugian Fragmentation
• Membuat PDU-PDU sebesar mungkin sebab
– PDU berisi beberapa kontrol informasi – Blok yang lebih kecil, ongkos yang lebih besar

• Kedatangan PDU menghasilkan gangguan
– Blok yang lebih kecil, lebih banyak gangguan

• Lebih kecil waktu memproses, lebih banyak PDU

Reassembly
• Data yang terbagi-bagi harus dikumpulkan kembali ke dalam pesan • lebih rumit Jika PDU-PDU rusak

PDUS and Fragmentation
(Copied from chapter 2 fig 2.4)

kontrol Koneksi
• Pemindahan Data Tanpa Sambungan
– Masing-Masing PDU diperlakukan sendiri-sendiri – Misal: Datagram

• Perpindahan data Connection-oriented
– Lintasan yang sebetulnya

• Lebih Disukai Connection-oriented untuk pertukaran data yang panjang • Atau jika detil protokol harus terpecahkan secara dinamis • Asosiasi yang logis, atau koneksi, yang dibentuk diantara kesatuan • Terjadi tiga fasa
– – – – Penetapan koneksi Perpindahan data Penghentian koneksi Dapat menyela dan menyembuhkan pertahap untuk menangani kesalahan

Tahap Koneksi Mengorientasi Perpindahan

Penetapan Koneksi
• Kesatuan setuju untuk menukar data • Berdasarkan tipenya, satu setasiun mengeluarkan koneksi meminta
– Dalam tampilan yang tanpa koneksi

• • • • • • • •

Bisa melibatkan otoritas pusat Menerima kesatuan menerima atau menolak Bisa memasukkan negosiasi Sintaksis, ilmu semantik, dan pemilihan waktu Kedua-Duanya kesatuan harus menggunakan protokol yang sama Bisa mengiiinkan corak [yang] opsional Harus disetujui Misal protokol mungkin menetapkan MAX PDU ukuran 8000 komposisi music 8 suara; satu setasiun mungkin ingin membatasi untuk 1000 komposisi music 8 suara

Memindahkan dan Penghentian Data
• Data dan kontrol informasi ditukar •Misal: Kontrol Alur dan kontrol informasi • Data mengalir melalui dua arah • Satu sisi mungkin mengirimkan permintaan penghentian • Atau otoritas pusat untuk mengakhiri

Peruntunan

• • •

Banyak protokol connection-oriented menggunakan peruntunan
– Misal HDLC, IEEE 802.11

PDU menomori secara berurutan Masing-Masing sisi menjejaki angka-angka yangberikutnya Mendukunglah tiga fungsi utama
– Kiriman tersusun – kontrol Alur – kontrol kesalahan

Tidak menemukan dalam semua protokol connection-oriented
– Misal: Frame menyiarkan ulang dan ATM

Semua protokol connection-oriented termasuk beberapa cara dalam mengidentifikasi koneksi
– Koneksi unik identifier – Kombinasi alamat tujuan dan sumber

Penyerahan Yang Diperintah/Dipesan
• PDUS mungkin tiba rusak
– Alur berbeda melalui jaringan

• • • •

PDU memesan harus dirawat Nomor PDUs secara sekuen Mudah untuk memesan lagi PDUs yang diterima Bidang nomor;jumlah urutan yang terbatas
– Angka-Angka mengulangi modulo nomor yang maksimum – Nomor urutan maksimum yang lebih besar dibanding nomor PDUS maksimum yang bisa terkemuka – Sesungguhnya, nomor maksimum mungkin perlu untuk dua kali nomor PDUs maksimum yang bisa terkemuka

• Misal: selective-repeat ARQ

Arus kontrol
• Dilakukan dengan menerima kesatuan untuk membatasi jumlah atau tingkat data yang dikirim • Stop-And-Wait
– Masing-Masing PDU harus diakui sebelum yang dikirim berikutnya

• Kredit
– Jumlah data yang dapat dikirim tanpa pengakuan – Misal HDLC sliding-window

• Harus diterapkan di dalam beberapa protokol
– kontrol lalu lintas jaringan – Ruang;Spasi penyangga/bantalan – Banjir aplikasi

• Misal: menantikan akses disk

kontrol Kesalahan
• • Menjaga dari kerugian atau merusakkan Pendeteksian kesalahan dan retransmission
– Pengirim memasukkan/menyisipkan error-detecting kode di dalam PDU
• Fungsi bit lain di dalam PDU

– Penerima memeriksa kode pada PDU yang datang/yang berikutnya – Jika kesalahan, barang buangan – Jika pemancar tidak mendapatkan pengakuan dalam waktu yang layak, retransmit

• •

Error-Correction kode Memungkinkan penerima untuk mendeteksi dan mungkin kesalahan yang benar Kesalahan mengendalikan dilakukan pada berbagai lapisan protokol
– Antara jaringan dan setasiun – Di dalam jaringan

Pengalamatan
• • • • Tingkatan pengalamatan Lingkup pngalamatan Mengidentrifikasi koneksi Model pengalamatan

Konsep TCP/IP

Tingkatan pengalamatan
• •

Mengukur dalam arsitektur komunikasi di mana kesatuan dinamai Alamat unik untuk masing-masing sistem akhir
– Misal server atau stasiun-kerja

Dan masing-masing sistem intermediate
– ( Misal, penerus)

Network-Level alamat
– IP menunjuk atau internet alamat – OSI- jaringan melayani titik akses ( NSAP) – Rute PDU yang digunakan untuk melalui/sampai jaringan

Pada data tujuan harus menyalurkan ke beberapa proses
– Masing-Masing proses menugaskan suatu identifier – TCP/IP pelabuhan – Melayani titik akses dalam OSI

Lingkup Pengalamatan
• Alamat global
– – – – – – – Nonambiguas yang global Mengidentifikasi sistem yang unik Sinonim diijinkan Sistem mungkin punya lebih dari satu alamat yang global Applicabilas yang global Mungkin Pada manapun alamat global untuk mengidentifikasi alamat yang global lain, di dalam manapun sistem, atas pertolongan alamat global sistem yang lain Memungkinkan internet untuk mengarahkan data antara manapun dua sistem

Memerlukan alamat unik untuk masing-masing alat menghubungkan pada jaringan
– –

MAC menunjuk pada IEEE 802 jaringan dan ATM alamat tuan rumah Memungkinkan jaringan untuk mengarahkan unit data melalui jaringan dan mengirimkan untuk berniat sistem Pemasangan jaringan menunjuk alamat

• •

Menujukan lingkup hanya relevan untuk network-level alamat Pelabuhan atau SAP di atas jaringan mengukur adalah unik di dalam sistem
– – Tidak perlu serentak unik Misal: pelabuhan 80 server jaringan yang mendengarkan pelabuhan di TCP/IP

Pengidentifikasi Koneksi

• • • • • • •

Kesatuan sistem Suatu koneksi permintaan ke kesatuan 2 pada atas sistem B, menggunakan alamat B.2 yang global. B.2 menerima koneksi Koneksi identifier digunakan oleh kedua-duanya kesatuan untuk transmisi masa depan Ongkos Exploitasi yang dikurangi
– biasanya lebih pendek Dibanding identifiers yang global

Penaklukan
– Rute yang ditetapkan;perbaiki mungkin digambarkan – Koneksi identifier mengidentifikasi rute ke sistem intermediate/antara

Terdiri Dari Banyak Bagian
– Kesatuan mungkin ingin koneksi lebih dari satu secara serempak – PDUs harus dikenali oleh koneksi identifier

Penggunaan informasi status Sekali ketika koneksi di/mendirikan;tetapkan, mengakhiri sistem dapat memelihara informasi status tentang koneksi
– kesalahan dan Arus mengendalikan menggunakan angka-angka urutan

Adressing Mode
• Pada umumnya alamat mengacu pada pelabuhan atau sistem tunggal
– Alamat yang unicast atau individu

• Menunjuk dapat mengacu pada pelabuhan atau kesatuan lebih dari satu
– Berbagai penerima bersama untuk data – Siaran untuk semua kesatuan di dalam daerah – Multicast untuk subset spesifik kesatuan

Terdiri Dari Banyak Bagian
• Hubungan paralel ke dalam sistem tunggal
– Misal membingkai penyiaran ulang, kaleng mempunyai berbagai data menghubungkan koneksi yang mengakhiri di dalam sistem akhir yang tunggal – koneksi Multiplexed di atas alat penghubung phisik tunggal

• Mampu juga terpenuhi via nama pelabuhan
– Juga mengijinkan berbagai koneksi bersama – Misal:berbagai TCP koneksi untuk memberi sistem

• Masing-Masing koneksi tentang pelabuhan penghembus yang berbeda

Multiplexing Dengan Tingkatantingkatan
• Upward or inward multiplexing
– Berbagai koneksi tingkat yang lebih tinggi membagi bersama koneksi [yang] tingkat yang lebih rendah tunggal
• Lebih efisien menggunakan lower-level service • Menyediakan beberapa koneksi tingkat yang lebih tinggi di mana hanya koneksi tingkat yang lebih rendah tunggal ada

• Terdiri Dari Banyak Bagian mengarah ke bawah, atau pemisahan
– Higher-Level koneksi membangun pada puncak berbagai koneksi [yang] tingkat yang lebih rendah – Lalu lintas pada koneksi lebih tinggi dibagi antar koneksi lebih rendah

• Keandalan, capaian, atau efisiensi.

Layanan Transmisi
• • • Protokol mungkin menyediakan jasa tambahan ke kesatuan Misal: Prioritas
– Basis koneksi – Pada basis pesan
• Misal:permintaan terminate-connection

• • •

Mutu layanan
– Misal:throughput minimum atau ambang pintu penundaan [yang] maksimum

Keamanan
– Mekanisme keamanan, membatasi akses

Jasa ini tergantung pada sistem dasar transmisi dan kesatuan tingkat yang lebih rendah

Internetworking Terminologi ( 1)
• Jaringan Komunikasi
– Fasilitas yang menyediakan data layanan pemindahan

• Suatu internet
– Koleksi jaringan komunikasi yang saling behubungan oleh penerus dan/atau jembatan

• Internet- mencatat huruf besar I
– Koleksi global beribu-ribu mesin individu dan jaringan

• Intranet
– perusahaan Internet yang beroperasi di dalam organisasi – Menggunakan Internet ( TCP/IP dan http)technology untuk mengirimkan sumber daya dan dokumen

Terminologi Internetworking( 2)
• Mengakhiri Sistem
– Alat terhubung dengan salah satu dari jaringan dari suatu internet – Mendukung jasa atau aplikasi pemakai akhir

• Sistem Intermediate
– Alat digunakan untuk menghubungkan dua jaringan – Mengijinkan komunikasi antara sistem akhir jaringan berbeda yang dihubungkan

Internetworking Terminologi ( 3)
• Jembatan
– APAKAH digunakan untuk menghubungkan dua LANS yang menggunakan LAN protokol yang serupa – Menunjuk saringan yang menyampaikan paket kepada jaringan diperlukan saja – OSI lapisan 2 ( Mata Rantai Data)

• Penerus
– Menghubungkan dua orang ( mungkin berlainan) jaringan – Menggunakan internet protokol hadir di masingmasing penerus dan sistem akhir – OSI Lapisan 3 ( Jaringan)

Kebutuhan dalam Internetworkinglah
• Mata rantai antara jaringan
– Phisik minimum dan lapisan mata rantai

• Penaklukan dan penyerahan data antar[a] memproses tentang jaringan yang berbeda • status dan Jasa akuntansi info • Tidak terikat pada arsitektur jaringan

Corak Arsitektur Jaringan
• • • • • • • • • Menujukan Ukuran paket Mengakses mekanisme Timeouts Kesembuhan kesalahan Status yang melaporkan Penaklukan Pemakai mengakses kontrol Koneksi mendasarkan atau connectionless

Pendekatan Secara Arsitektur
• Connection oriented • Connectionless

Connection oriented
• Berasumsi bahwa masing-masing jaringan adalah connection oriented • Menghubungkan dua atau lebih jaringan
– Nampak sebagai untuk masing-masing jaringan – Koneksi logis yang disediakan antara ESS
• Penggabungan koneksi logis ke seberang jaringan

– Jaringan individu sirkit sebetulnya yang dihubungkan oleh IS

• Memerlukan peningkatan jasa jaringan lokal
– 802, FDDI adalah datagram jasa

Koneksi Oriented adalah Fungsi
• Penyiaran • Penaklukan • Misal X.75 digunakan untuk saling behubungan X.25 paket jaringan yang diswitch • Connection oriented tidak sering digunakan
– ( IP dominan)

Operasi Connectionless
• Sesuai dengan datagram mekanisme di dalam paket jaringan yang diswitch • Masing-Masing NPDU memperlakukan secara terpisah • Protokol lapisan jaringan yang umum untuk semua DTEs dan routers
– yang diketahui Untuk umum sebagai internet protokol

• Internet Protokol
– Satu internet protokol seperti itu dikembangkan untuk ARPANET – RFC 791 – Menurunkan lapisan protokol diperlukan untuk mengakses jaringan tertentu

Internetworking Connectionless
• Keuntungan
– Fleksibilitas – Sempurna – Tidak ada ongkos exploitasi yang tak perlu

• Tak Dapat Dipercaya
– Tidak menjamin penyerahan – Tidak menjamin order;pesanan penyerahan
• Paket dapat mengambil rute berbeda

– Keandalan adalah tanggung jawab dari lapisan berikutnya ( Misal:TCP)

Operasi IP

Disain Isu
• Routing • Datagram seumur hidup • Pemecahan menjadi kepingan dan reassembly • kontrol kesalahan • Kontrol aliran

Internet sebagai network

Routing
• Mengakhiri sistem dan router memelihara tabel routing
– Menandai router berikutnya yang mana datagram harus dikirim – Statis
• Berisi rute alternatif

– Dinamis
• Tanggapan fleksibel untuk kesalahan

• Sumber routing
– Sumber menetapkan rute sebagai percontohan daftar router untuk diikuti – Keamanan – Prioritas

• Merekam route

Datagram Seumur Hidup
• Datagrams bisa pengulangan/jerat dengan tak terbatas
– Mengkonsumsilah sumber daya – Mengangkutlah protokol mungkin memerlukan senyawa/bentuk bagian atas pada [atas]

datagram hidup
• Datagram ditandai dengan seumur hidup
– Waktu Untuk Tinggal/Hidup di dalam IP – Sekali ketika seumur hidup berakhir, datagram di/membuang ( tidak di/menyampaikan)

• Meloncat gelar ningrat • Waktu pengurangan untuk mempertahankan hidup melintas suatu masing-masing penerus
– Gelar Ningrat waktu

• Harus mengetahui berapa lama sejak penerus yang lalu • (Ke Samping: membandingkan dengan Logan’S Di/Yang Lari)

Pemecahan menjadi kepingan dan Re-Assembly
• Ukuran paket yang berbeda • Kapan ke re-assemble
– Pada tujuan
• Mengakibatkan paket menjadi lebih kecil ketika data menyilang internet

– Intermediate/Antara re-assembly
• Memerlukan penyangga besar pada router • Penyangga mengisi dengan fragmen • Semua fragmen harus berhasil menyamai router
– Menghalangi dinamis menaklukkan

Pemecahan IP ( 1)
• Ip re-assembles pada tujuan saja • Menggunakan bidang header
– Data Unit Identifier (ID)
• Mengidentifikasi sistem akhir datagram yang dimulai
– alamat tujuan dan Sumber – Lapisan protokol yang membangitkan data ( Misal TCP) – Identifikasi yang disediakan oleh lapisan itu

• Panjangnya data
– Panjangnya data pemakai di dalam komposisi music 8 suara

Pemecahan IP( 2)
– Offset
• Posisi fragmen data pemakai di dalam datagram yang asli • Di dalam 64 bit ( 8 komposisi music 8 suara)

– Lebih banyak flags
• Menunjukkan bahwa ini bukan fragmen terakhir

Contoh Fragmentasi

Berhadapan Dengan Kegagalan
• Re-Assembly mungkin gagal jika beberapa fragmen hilang • Harus mendeteksi kegagalan • Re-Assembly beristirahat
– yang ditugaskan Ke fragmen pertama untuk tiba – Jika timeout berakhir terutama sekali fragmen tiba, membuang data yang parsial

• Menggunakan paket seumur hidup ( waktu untuk tinggal di IP)

kontrol Kesalahan
• Tidak menjamin penyerahan • router perlu mencoba untuk menginformasikan sumber jika paket dibuang
– Misal:karena waktu untuk tinggal/hidup berakhir

• • • •

Sumber mungkin memodifikasi strategi transmisi Menginformasikan protokol lapisan yang tinggi Datagram identifikasi diperlukan ( Memandang ICMP)

Arus kontrol
• Mengijinkan router-router dan/atau stasiun-stasiun untuk membatasi tingkat data yang datang • Terbatas di dalam sistem yang connectionless • Mengirimkan arus untuk mengendalikan paket
– Permintaan arus yang dikurangi

• Misal:ICMP

Internet Protokol ( IP) Versi 4
• Bagian Dari TCP/IP
– Digunakan oleh Internet

• Menetapkan alat penghubung dengan lapisan yang lebih tinggi
– Misal:TCP

• Menetapkan mekanisme dan format protokol • RFC 791
– Dapatkan dan pelajari! – www.rfc-editor.org

• Akankah ( secepatnya) jadi digantikan oleh IPV6

Layanan IP
• Primitif
– Berfungsi untuk dilakukan – Format bergantung implementasi yang primitif

• Misal subroutine call
– Mengirim

• Meminta transmisi unit data
– Mengirimkan

• Memberitahu pemakai kedatangan unit data • Parameter
– Data pass yang digunakan untuk dan kontrol info

Parameter ( 1)
• Alamat sumber • Alamat tujuan • Protokol
– penerima Misal TCP – Jenis Layanan – Menetapkan perawatan unit data selama transmisi melalui jaringan

• Identifikasi
– – – – Sumber, tujuan pengalamatan dan protokol pemakai Dengan uniknya mengidentifikasi PDU Perlu untuk re-assembly dan pelaporan kesalahan Mengirimkan saja

Parameter ( 2)
• Tanpa membagi-bagi indikator
– Mampukah IP membagi-bagi data – Jika tidak,tidak mungkin untuk mengirimkan – Mengirimkan saja

• Waktu untuk tinggal/hidup
– Mengirimkan saja

• Panjang data • Data pilihan • Data pemakai

Pilihan
• • • • • Keamanan Sumber routing Merekam routing Identifikasi arus Timestamping

IPv4 Header

Bidang Header ( 1)
• Versi
– Sekarang ini 4 – IP v6- kemudian

• Panjangnya header Internet
– Di dalam 32 kata bit – Termasuk pilihan

• Jenis layanan • Total panjang • O-F datagram, di dalam komposisi music 8 suara

Bidang Header ( 2)
• Identifikasi
– Nomor; urutan – protokol pemakai dan alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi datagram dengan uniknya

• Flags
– Lebih banyak bit – tanpa fragmen

• Offset pemecahan menjadi kepingan • Waktu untuk tinggal/hidup • Protokol
– Lapisan lebih tinggi berikutnya untuk menerima bidang data pada tujuan

Bidang Header ( 3)
• Header Checksum
– Reverified dan recomputed pada masing-masing router – 16 bit melengkapi penjumlahan dari semua 16 katakata bit dalam header – Mulailah nol selama kalkulasi

• • • •

Alamat sumber Alamat tujuan Pilihan Lapisan
– Untuk mengisi 32 bit panjang

Bidang Data
• Membawa data pemakai dari lapisan berikutnya • Bilangan bulat berbagai 8 bit panjang ( komposisi music 8 suara) • Max panjangnya datagram ( header tambah data) 65,535 komposisi music 8 suara

IPv4 Address Formats

Alamat IP- Kelas A
• 32 bit internet alamat global • Bagian Jaringan dan bagian host • Kelas A
– Mulai dengan biner 0 – Semua 0 dipesan – 01111111 ( 127)disediakan untuk loopback – Mencakup 1.x.x.x ke 126.x.x.x – Semua dialokasikan

Alamat IP- Kelas B
• Mulai 10 • Mencakup 128.x.x.x ke 191.x.x.x • Ke Dua Komposisi music 8 suara juga tercakup di jaringan menunjuk • 214= 16,384 kelas B menunjuk • Semua dialokasikan

Alamat IP- Kelas C
• Mulai 110 • Mencakup 192.x.x.x ke 223.x.x.x • Ke dua dan komposisi music 8 suara ketiga juga bagian dari jaringan menunjuk • 221= 2,097,152 alamat • Hampir semua dialokasikan
– lihat IPV6

Subnets dan Topeng Subnet
• Mengijinkanl kompleksitas INTERNETWORKED LANS sewenang-wenang di dalam organisasi • Membatasi keseluruhan internet dari pertumbuhan angka-angka jaringan dan kompleksitas routing • Lokasi menantikan istirahat internet seperti jaringan tunggal • Masing-Masing LAN menugaskan subnet nomor • Porsi host alamat menyekat ke dalam subnet nomor;jumlah tuan rumah dan nomor;jumlah • Rute router lokal di dalam subnetted jaringan • Subnet topeng menandai adanya bit yang merupakan subnet n

Routing Using Subnets

ICMP
• Internet Control Message Protocol • RFC 792 • Perpindahan ( kontrol) pesan dari hosts dan routers ke hosts • Umpan balik tentang permasalahan
– Misal:waktu untuk tinggal/hidup berakhir

• Encapsulated di dalam IP datagram
– Tidak dapat dipercaya

Format Pesan ICMP

IP v6- Nomor Versi
• • • • IP v 1-3 digantikan dan digambarkan IP v4- versi yang sekarang IP v5- protokol arus IP v6- penggantian untuk IP v4
– Selama pengembangan disebut IPNG – Generasi yang Berikutnya

Mengapa Merubah IP?
• Menunjuk kelelahan ruang spasi
– Dua tingkatan yang menuju ( host dan jaringan) memboroskan ruang – Alamat jaringan menggunakan sekalipun tidak menghubungkan ke Internet – Pertumbuhan jaringan dan Internet – Penggunaan TCP/IP yang diperluas – Alamat tunggal saban tuan rumah

• Kebutuhan untuk jenis layanan yang baru

RFCS IPV6
• 1752- Pujian/Rekomendasi untuk IP Protokol Generasi [yang] Berikutnya • 2460- Keseluruhan spesifikasi • 2373- menujukan struktur • yang lain • www.rfc-editor.org

Peningkatan IPV6 ( 1)
• Ruang;Spasi alamat yang diperluas
– 128 bit

• Mekanisme pilihan yang ditingkatkan
– Memisahkan header opsional antara header IPV6 dan header lapisan pengangkutan – Kebanyakan tidak diuji oleh rute intermediate

• Kecepatan yang ditingkatkan dan penerus yang disederhanakan yang memproses • Lebih mudah untuk meluas pilihan • Menunjuk autoconfiguration
– Tugas alamat yang dinamis

Peningkatan IPV6 ( 2)
• Fleksibilitas yang menujukan yang ditingkatkan
– Anycast yang dikirimkan ke salah satu satu set node – Scalabilas yang ditingkatkan multicast alamat

• Pendukung alokasi sumber daya
– – – – Menggantikan jenis layanan Label paket ke arus lalu lintas yang tertentu Mengijinkan penanganan yang khusus Misal:video waktu yang riil

Struktrur IPv6

Perluasan Header
• Hop-By-Hop Pilihan
– Memerlukan proses pada masing-masing router

• Routing
– serupa Ke v4 sumber yang menaklukkan

• Fragmen • Pengesahan • Encapsulating muatan penghasil untung keamanan • Pilihan tujuan
– Karena node tujuan

Header IP v6

Bidang Header Ip V6 ( 1)
• Versi
–6

• Jalur Kelas
– prioritas atau paket kelas – Meski demikian di bawah pengembangan – Melihat RFC 2460

• Aliran Label
– Digunakan oleh hosts yang meminta penanganan khusus

• Panjangnya muatan penghasil untung
– Memasukkan semua perluasan header dan data pemakai yang lebih

Bidang Header Ip V6 ( 2)
• Header yang Berikutnya
– Mengidentifikasi jenis header
• Perluasan atau lapisan berikutnya

• Alamat Sumber • Alamat tujuan

Alamat IPV6
• 128 bit panjang • ditugaskan untuk menghubungkan • Alat penghubung tunggal mungkin punya berbagai alamat yang unicast • Tiga jenis alamat

Jenis alamat
• Unicast
– Alat Penghubung tunggal

• Anycast
– Satuan alat penghubung ( node yang berbeda secara khas) – Dikirimkan ke tiap penghubung – yang “ paling dekat”

• Multicast
– Satuan alat penghubung – Dikirimkan ke semua alat penghubung yang mengenali

IPv6 Extension Headers

Pilihan Hop-By-Hop
• • •
• • • • • •

Header berikutnya Panjangnya header Pilihan
– Pad1

Memasukkan satu byte lapisan ke dalam Options area header
– Padn

Memasukkan N (? 2) bytes lapisan ke dalam Options areaheader Memastikan header adalah 8 bytes
– Jumbo muatan penghasil untung

Di atas 216= 65,535 komposisi music 8 suara
– Penerus siaga

Menceritakan kepada router bahwa muatan paket menjadi perhatian utama ke router Menyediakanlah pen;dukungan untuk RSPV ( bab 16)

Pemecahan Header
• Pemecahan hanya diijinkan pada sumber • Tidak ada pemecahan pada penerus intermediate • Node harus menemukan alur untuk menemukan * MTU paling kecil jaringan intermediate • Sumber membagi-bagi untuk bertemu MTU • Jika tidak membatasi untuk 1280 komposisi music 8 suara

Pemecahan bidang Header

• • • • • •

Header yang Berikutnya Memesan Offset pemecahan menjadi kepingan Memesan Lebih bayak flag Identifikasi

Routing Header
• Daftar satu atau lebih node-node intermediate untuk dikunjungi • Header Berikutnya • Panjangnya perluasan Header • Jenis routing • Segmen ditinggalkan
– yaitu. beberapa nodes masih dikunjungi

Pilihan Tujuan
• Format sama sebagai Hop-By-Hop serudukan/palu air pilihan

William Stallings Edisi ke-7 Komunikasi Data Dan Komputer
Bab 19 Jenis-jenis Protokol Internetwork

Multicasting
• Pengalamatan yang mengacu pada kelompok dari host-host dalam satu jaringan atau lebih • Penggunaan
—Multimedia ―Siaran‖ —Teleconferencing —Database —Distribusi komputasi —Real time workgroups

Contoh Konfigurasi

Siaran and Multiple Unicast
• Menyiarkan adalah suatu sayalinan dari paket untuk setiap jaringan - Memerlukan 13 salinan paket • Berbagai Unicast
—Paket hanya dikirimkan pada jaringan yang mempunyai host dalam group —Ada 11 paket

Multicast yang benar
• Menentukan paling sedikit alur untuk masingmasing jaringan yang mempunyai host di (dalam) group • Mengirimkan paket tunggal • Routers mereplika packet-paket pada poin-poin cabang di Spanning tree • Memerlukan 8 paket

Contoh Multicast

Keperluan- keperluan untuk Multicasting (1)
• Router mungkin memiliki lebih dari satu kopian paket • Konvensi diperlukan untuk mengidentifikasi multicast alamat
— IPv4 - Class D - start 1110 — IPv6 - 8 bit sisipan, semua 1, 4 bit flags field, 4 bit scope field, 112 bit group identifier

• Titik-titik harus di terjemahkan antara alamat IP multicast dan daftar dari jaringan yang berisi anggota group • Router harus di terjemahkan antara alamat IP multicast dan alamat jaringan multicast

Requirements for Multicasting (2)
• Mekanisme di butuhkan oleh host untuk masuk dan keluar dari group multicast • Router harus mengubah info
—Dimana jaringan termasuk anggota dari group —Info dapat berkerja dalam jalur terpendek di setiap jaringan nya —Router-router harus menentukan pola jalur berdasarkan dari alamat, sumber, dan tujuan —Jalur algoritma bekerja di luar jalur terpendek

Spanning Tree dari Router C ke Group Multicast

Internet Group Management Protocol (IGMP)
• RFC 3376 • Host and router merubah info group multicast • Menggunakan jaringan LAN untuk mentransmisikan info diantara beberapa host dan router

Prinsip kerja
• Host-host mengirimkan pesan-pesan menuju router kepada pelanggan dan juga di tujukan kepada yang bukan pelanggan yang berasal dari kelompok multicast
— Group di definisikan sebagai alamat multicast

• Router-router akan memeriksa yang manakah dari kelompok multicast yang which multicast groups of interest to which hosts • IGMP saat ini versi 3 • IGMPv1
— Host dapat bergabung dalam sautu group — Router-router tersebut digunakan pewaktu untuk yang bukan anggota pelanggan

Pengoperasian IGMPv1 & v2
• Penerima harus menjadi pelanggan, lalu di bentuk group-group • Beberapa sumber tidak di haruskan untuk menjadi pelanggan yang kemudian di bentuk group • Adapun host yang dapat mengirimkan traffic ke beberapa group multicast • Permasalahan-permasalahan:
— Group group multicast sebuah spamming — Sekalipun level applikasi filter akan melewatkan paket-paket yang tidak di inginkan, namun filter akan mengambil yang berharga — Penetapan distribusi trees bermasalah — Lokasi dari sumber-sumber yang tidak di ketahui — Menemukan secara global alamat-alamat multicast yang sulit

IGMP versi 3
• Mengijinkan host-host untuk menetapkan daftar dari jalur mana saja yang ingin mereka terima
—Jalur dari host-host lain terhalang pada routers

• Mengijinkan host-host • Mengijinkan host untuk memblock paket-paket dari sumber yang mengirimkan trafik yang tidak di inginkan

IGMP format pesan permintaan keanggotaan

Permintaan keanggotaan
• Di kirimkan oleh router multicast • Query yang umum
—Kelompok yang mempunyai anggota yang telah terpasang jaringan

• Group-permintaan tertentu
—Dilakukan oleh group yang mempunyai anggotaanggota yang terpasang dalam sebuah jaringan

• Group-dan-sumber query tertentu
—Terpasang alat yang ingin mengirimkan paket menuju alamat multicast yang telah di tentukan —Dari beberapa daftar sumber yang telah ditentukan

Kolom-kolom permintaan keanggotaan (1)
• Jenis • Waktu respon maksimum
— Waktu maksimum sebelum pengiriman laporan dalam 1 unit/10 detik nya

• Checksum
— Algoritma sama sebagaimana IPv4

• Alamat Group
— Zero untuk alamat permintaan umum — Multicast menggolongkan alamat untuk group yang specific atau group-and-source

• S Flag
— 1 yang menyatakakan akan menerima jalur-jalur yang mempunyai waktu updates

Kolom-kolom permintaan keanggotaan (2)
• QRV (query's robustness variable)
— Nilai RV digunakan oleh permintaan pengirim — Router akan mengadopsi nilai query yang diterima paling akhir — Kecuali RV adalah zero, ketika kelalaian atau secara statis mengatur nilai yang di gunakan. — RV akan menghitung jumlah yang di transmisikan ulang untuk meyakinkan bahwa laporan tidak luput / hilang

• QQIC (querier's querier interval code)
— Nilai QI digunakan oleh querier — Ada pewaktu untuk mengirim queries ganda — Routers bukanlah tolak ukur utuk mengadopsi lebih banyak QI yang diterima paling akhir — QI yang tidak di gunakan bernilai zero, ketika nilai QI digunakan Number of Sources

• Alamat sumber (sources)
— Yang 32 bit alamat unicast untuk masing2 sumber

Susunan pesan IGMP Laporan Keanggotaan

Laporan-laporan Keanggotaan
• • • • Jenis Checksum Jumlah kelompok rekaman Group Records
—32-bit alamat unicast per source

IGMP Format Pesanan Group Record

Group Record
• Record Type
— See later

• Aux Panjang Data
— Dalam 32-bit kata-kata

• Jumlah Sumber • Alamat Multicast • Alamat-alamat sumber menunjukkan
— Ada 32-bit alamat unicast dalam stiap sumber

• Data pelengkap
— Saat ini, tidak ada nilai data pelengkap yang terdefinisi

IGMP Operasi-Sambungan
• Host menggunakan IGMP yang ingin membuat dirinya dikenal sebagai kelompok anggota dari host yang lain dan router dalam LAN • IGMPv3 dapat sebagai group keanggotaan dengan kemampuan yang dalam penyaringanyang berkenaan dengan sumber

• Untuk menggabung group, host mengirimkan kenggotaan IGMP dengan laporan pesan

— EXCLUDE mode – semua anggota group kecuali mereka yang telah terdaftar — INCLUDE mode – Hanya berasal dari anggota group yang telah terdaftar — Mengirim pesan pada IP datagram dengan alamat group field dari IGMP pesan dan — Sent in IP datagram with Group Address field of IGMP message and alamat tujuan menggunkan IP header yang sama — Anggota current group yang akan menerima pelajarandari anggota yang baru — Router mendengarkan semua keadaan alamat IP multicast untuk memeriksa semua laporan

Sistem kerja IGMP– Menjaga daftar agar tetap valid
• Routers secara periodic mengeluarkan pesan query IGMP yang umum
— Dalam datagram dengan semua alamat host multicast — Host yang akan meninggalkan groups harus membaca datagram dengan semua alamat host ini — Host merespon dengan laporan pesan untuk setiap group yang terdapat dalam pengakuan keanggotaan

• Router tidak perlu mengetahui setiap host dalam satu groupnya

— Perlu mengetahui sedikitnya ada satu anggota kelompok yang masih aktif — Setiap host yang berada dalam group delay waktu akan di set secara acak — Host yang mendengarkan claim pembatalan keanggotaan yang lain, akan di laporakan — Jika pewaktu telah habis, host akan mengirim laporan — Hanya ada satu anggota dalam setiap laporan group yang di tujukan ke router

IGMP Operasi-- sisa-sisa
• Host yang meninggalkan group, dengan mengirim pesan peninggalan group kepada semua router alamat multicast static • Mengirimkan laporan keanggotaan dengan EXCLUDE pilihan dan daftar yang tidak ada dari alamat sumber • Router akan menentukan bila ada beberapa anggota group yang menggunakan pesanan query tertentu

Keanggotaan Group dengan IPv6
• IGMP ditetapkan untuk IPv4
—Menggunakan 32-bit alamat

• Jaringan IPv6 memerlukan kemampuan • Kemampuan IGMP bergambung kedalam Internet Control Message Protocol version 6 (ICMPv6)
—ICMPv6 termasuk juga sbg fungsi semua fungsional dari pada ICMPv4 dan IGMP

• ICMPv6 termasuk group keanggotaan query dan kelompok keanggotaan pelaporan pesan
—Petunjuk penggunaan nya sama seperti pada IGMP

Protokol-protokol Routing
• Informasi routing
—Sekitar keterlambatan dan topologi dalam jaringan

• Algoritma routing
—Digunakan untuk membuat jalur keputusan yang didasarkan pada informasi

Sistem-sistem yang otonomi
• • • • Kelompok dari suatu router Merubah informasi Protocol routing yang lazim Mengeset router-router dan jaringan yang di atur oleh organisasi tunggal • Suatu jaringan yang di hubungkan
—Ada sedikitnya satu jalur antaran beberapa pasang node

Router Protocol bagian dalam(IRP) Routing Protocol bagian luar(ERP)
• Peninggalan informasi routing antara antara router dengan AS • Boleh jadi lebih dari satu AS dalam setiap jaringan • Algoritma routing dan tabel boleh berbeda antara AS yang berlainan • Router memerlukan beberapa informasi tentang jaringan yang berada di luar area mereka • Menggunakan protokol ruter bagian luar (ERP) • IRP memerlukan model yang terperinci • ERP mendukung ringkasan inforamsi dalam pencapaian

Applikasi dari IRP dan ERP

Pendekatan Routing – Distance-vector
• Setiap node (router atau host) merubah informasi dengan node-node tetangganya
— Tetangga-tetngga tsb, kedua-duanya di hubungkan dalam jaringan yang sama

• Generasi pertama algoritma routing adalah untuk ARPANET • Digunakan oleh protokol Informasi Routing (RIP) • Memerlukan transmisi informasi pada setiap router
— Jarak vektor untuk semua tetangganya — Berisi alur yang diperkirakan memberi beban kepada semua jaringan di (dalam) bentuk wujud — Perubahan memerlukan banyak waktu untuk penyebaran

Pendekatan Routing– Link-State
• • • • • • •

• • •

• • •

yang dirancang Untuk memperdaya kelemahan distance-vector • Kapan penerus initialized, menentukan mata rantai berharga pada masing-masing alat penghubung Mengiklankan satuan biaya-biaya mata rantai untuk semua penerus lain di dalam topolo • Tidak hanya penerus yang berdekatan Dari kemudian terpasang, memonitorlah biaya-biaya mata rantai I-F perubahan penting, penerus mengiklankan yang baru satuan biaya-biaya mata ranta Masing-Masing penerus dapat membangun topologi keseluruhan bentuk wujud • Mampukah mengkalkulasi alur paling pendek untuk masing-masing jaringan tujuan Penerus membangun menaklukkan [meja], mendaftarkan loncatan pertama untuk masing-masing tujuan Penerus tidak menggunakan algoritma penaklukan [yang] dibagi-bagikan • Menggunakan manapun algoritma penaklukan untuk menentukan alur • yang paling pendek • Dalam Praktek, Algoritma Dijkstra's Membuka alur paling pendek dulu ( OSPF) protokol menggunakan link-state yang menaklukkan. Juga generasi kedua yang menaklukkan algoritma untuk ARPANET

Protokol Router Bagian Luar– Bukan Distance-Vector
• Link-State dan distance-vector tidak efektif untuk protokol penerus bagian luar/ • Distance-Vector mengasumsikan router membagi bersama jarak umum metrik • mungkin punya prioritas yang berbeda
— Mempunyai pembatasan yang melarang penggunaan dari AS yang lain — Distance-Vector tidak memberi informasi apapun tentang AS yang dikunjungi

Protokol Router Bagian Luar – Bukan Link-State
• • • • • • Perberbedaannya menggunakan ilmu meter yang berbeda dan mempunyai pembatasan berbeda Penggenangan mata rantai menyatakan informasi untuk semua penerus tak terkendali Protokol Penerus Bagian Luar/Lahir – Path-Vector Tidaklah memerlukan menaklukkan ilmu tentang meter Menyediakanlah informasi tentang jaringan yang (mana) dapat dicapai oleh penerus ditentukan dan ASS yang dipotong untuk sampai ke sana Masing-Masing blok informasi mendaftar semua ASS yang yang dikunjungi pada [atas] rute ini
— Memungkinkanlah penerus untuk melaksanakan kebijakan yang menaklukkan — Misal. menghindarilah alur untuk menghindari pemindahan AS [yang] tertentu — Misal: menghubungkanlah kecepatan, kapasitas, kecenderungan untuk menjadi terlampau banyak, dan keseluruhan mutu operasi, keamanan — Misal: pengecilan jumlah pemindahan ASS — Tidak ter/memasukkan perkiraan biaya atau jarak — Mustahil untuk melaksanakan suatu algoritma penaklukan yang konsisten.

Protokol Router Bagian Luar – PathVector
• Tidak memerlukan penaklukan ilmu tentang meter • Menyediakan informasi tentang jaringan yang dapat dicapai oleh penerus dipotong untuk sampai ke sana
— Tidak memasukkan perkiraan biaya atau jarak

• Masing-Masing blok informasi mendaftar semua yang dikunjungi pada rute ini
— Memungkinkan router untuk melaksanakan kebijakan - Misal: menghindari alur untuk menghindari pemindahan AS yang tertentu — Misal:menghubungkan kecepatan, kapasitas, kecenderungan untuk menjadi terlampau banyak, dan keseluruhan mutu operasi, keamanan — Misal: pengecilan jumlah pemindahan ASS

Protokol Pintu Gerbang Perbatasan ( BGP)
• • • Karena menggunakan dengan TCP/IP internets EGP Yang Lebih disukai (menyangkut) Internet Pesan dikirimkan kepada TCP koneksi
— — — — Terbuka Membaharui Menyimpan hidup Pemberitahuan

Prosedur

• • •

BGP Prosedur Membuka TCP koneksi Mengirimkan Pesan yang terbuka
Penerima memilih minimum untuk waktu pegangannya dan yang dikirim itu
— Waktu maksimal antara Keep hidup dan/atau membaharui pesan — Memasukkan waktu pegangan yang diusulkan

— Didapatnya tetangga — tetangga Reachabilas — jaringan Reachabilas

Jenis Pesan
• • • Menyimpan Hidup - Untuk menceritakan kepada router lain yangrouter ini masih di sini Membaharui
— Info tentang rute tunggal melalui internet — Daftar rute yang sedang menarik mundur — Memasukkan alur info

• • • • • •

Asal ( IGP atau EGP) AS_PATH ( daftar AS di/melintasi) Next_Hop ( IP alamat penerus penumpang) Multi_Exit_Disc ( Info tentang penerus yang internal ke AS) Local_Pref ( Menginformasikan penerus lain di dalam AS Atomic_Aggregate, Aggregator ( Menggunakan struktur pohon alamat untuk mengurangi jumlah info yang diperlukan)

BGP Messages

Multicasting
• Pengalamatan yang mengacu pada kelompok dari host-host dalam satu jaringan atau lebih • Penggunaan
—Multimedia ―Siaran‖ —Teleconferencing —Database —Distribusi komputasi —Real time workgroups

Contoh Konfigurasi

Siaran and Multiple Unicast
• Menyiarkan adalah suatu sayalinan dari paket untuk setiap jaringan - Memerlukan 13 salinan paket • Berbagai Unicast
—Paket hanya dikirimkan pada jaringan yang mempunyai host dalam group —Ada 11 paket

Multicast yang benar
• Menentukan paling sedikit alur untuk masingmasing jaringan yang mempunyai host di (dalam) group • Mengirimkan paket tunggal • Routers mereplika packet-paket pada poin-poin cabang di Spanning tree • Memerlukan 8 paket

Contoh Multicast

Keperluan- keperluan untuk Multicasting (1)
• Router mungkin memiliki lebih dari satu kopian paket • Konvensi diperlukan untuk mengidentifikasi multicast alamat
— IPv4 - Class D - start 1110 — IPv6 - 8 bit sisipan, semua 1, 4 bit flags field, 4 bit scope field, 112 bit group identifier

• Titik-titik harus di terjemahkan antara alamat IP multicast dan daftar dari jaringan yang berisi anggota group • Router harus di terjemahkan antara alamat IP multicast dan alamat jaringan multicast

Requirements for Multicasting (2)
• Mekanisme di butuhkan oleh host untuk masuk dan keluar dari group multicast • Router harus mengubah info
—Dimana jaringan termasuk anggota dari group —Info dapat berkerja dalam jalur terpendek di setiap jaringan nya —Router-router harus menentukan pola jalur berdasarkan dari alamat, sumber, dan tujuan —Jalur algoritma bekerja di luar jalur terpendek

Spanning Tree dari Router C ke Group Multicast

Internet Group Management Protocol (IGMP)
• RFC 3376 • Host and router merubah info group multicast • Menggunakan jaringan LAN untuk mentransmisikan info diantara beberapa host dan router

Principle Operations
• Hosts send messages to routers to subscribe to and unsubscribe from multicast group
—Group defined by multicast address

• Routers check which multicast groups of interest to which hosts • IGMP currently version 3 • IGMPv1
—Hosts could join group —Routers used timer to unsubscribe members

Operation of IGMPv1 & v2
• • • • Receivers have to subscribe to groups Sources do not have to subscribe to groups Any host can send traffic to any multicast group Problems:
—Spamming of multicast groups —Even if application level filters drop unwanted packets, they consume valuable resources —Establishment of distribution trees is problematic —Location of sources is not known —Finding globally unique multicast addresses difficult

IGMP v3
• Allows hosts to specify list from which they want to receive traffic
—Traffic from other hosts blocked at routers

• Allows hosts to block packets from sources that send unwanted traffic

IGMP Message Formats Membership Query

Membership Query
• Sent by multicast router • General query
—Which groups have members on attached network

• Group-specific query
—Does group have members on an attached network

• Group-and-source specific query
—Do attached device want packets sent to specified multicast address —From any of specified list of sources

Membership Query Fields (1)
• Type • Max Response Time
— Max time before sending report in units of 1/10 second

• Checksum
— Same algorithm as IPv4

• Group Address
— Zero for general query message — Multicast group address for group-specific or group-and-source

• S Flag
— 1 indicates that receiving routers should suppress normal timer updates done on hearing query

Membership Query Fields (2)
• QRV (querier's robustness variable)
— RV value used by sender of query — Routers adopt value from most recently received query — Unless RV was zero, when default or statically configured value used — RV dictates number of retransmissions to assure report not missed

• QQIC (querier's querier interval code)
— QI value used by querier — Timer for sending multiple queries — Routers not current querier adopt most recently received QI — Unless QI was zero, when default QI value used

• Number of Sources • Source addresses
— One 32 bit unicast address for each source

IGMP Message Formats Membership Report

Membership Reports
• • • • Type Checksum Number of Group Records Group Records
—One 32-bit unicast address per source

IGMP Message Formats Group Record

Group Record
• Record Type
—See later

• Aux Data Length
—In 32-bit words

• Number of Sources • Multicast Address • Source Addresses
—One 32-bit unicast address per source

• Auxiliary Data
—Currently, no auxiliary data values defined

IGMP Operation - Joining
• Host using IGMP wants to make itself known as group member to other hosts and routers on LAN • IGMPv3 can signal group membership with filtering capabilities with respect to sources
— EXCLUDE mode – all group members except those listed — INCLUDE mode – Only from group members listed

• To join group, host sends IGMP membership report message
— Address field multicast address of group — Sent in IP datagram with Group Address field of IGMP message and Destination Address encapsulating IP header same — Current members of group will receive learn of new member — Routers listen to all IP multicast addresses to hear all reports

IGMP Operation – Keeping Lists Valid
• Routers periodically issue IGMP general query message
— In datagram with all-hosts multicast address — Hosts that wish to remain in groups must read datagrams with this all-hosts address — Hosts respond with report message for each group to which it claims membership

• Router does not need to know every host in a group
— Needs to know at least one group member still active — Each host in group sets timer with random delay — Host that hears another claim membership cancels own report — If timer expires, host sends report — Only one member of each group reports to router

IGMP Operation - Leaving
• Host leaves group, by sending leave group message to all-routers static multicast address • Send membership report message with EXCLUDE option and null list of source addresses • Router determine if there are any remaining group members using group-specific query message

Group Membership with IPv6
• IGMP defined for IPv4
—Uses 32-bit addresses

• IPv6 internets need functionality • IGMP functions incorporated into Internet Control Message Protocol version 6 (ICMPv6)
—ICMPv6 includes all of functionality of ICMPv4 and IGMP

• ICMPv6 includes group-membership query and group-membership report message
—Used in the same fashion as in IGMP

Routing Protocols
• Routing Information
—About topology and delays in the internet

• Routing Algorithm
—Used to make routing decisions based on information

Autonomous Systems (AS)
• • • • Group of routers Exchange information Common routing protocol Set of routers and networks managed by signle organization • A connected network
—There is at least one route between any pair of nodes

Interior Router Protocol (IRP) Exterior Routing Protocol (ERP)
• Passes routing information between routers within AS • May be more than one AS in internet • Routing algorithms and tables may differ between different AS • Routers need some info about networks outside their AS • Used exterior router protocol (ERP) • IRP needs detailed model • ERP supports summary information on reachability

Application of IRP and ERP

Approaches to Routing – Distance-vector
• Each node (router or host) exchange information with neighboring nodes
— Neighbors are both directly connected to same network

• First generation routing algorithm for ARPANET • Node maintains vector of link costs for each directly attached network and distance and next-hop vectors for each destination • Used by Routing Information Protocol (RIP) • Requires transmission of lots of information by each router
— Distance vector to all neighbors — Contains estimated path cost to all networks in configuration — Changes take long time to propagate

Approaches to Routing – Link-state
• Designed to overcome drawbacks of distance-vector • When router initialized, it determines link cost on each interface • Advertises set of link costs to all other routers in topology
— Not just neighboring routers

• From then on, monitor link costs
— If significant change, router advertises new set of link costs

• Each router can construct topology of entire configuration
— Can calculate shortest path to each destination network

• Router constructs routing table, listing first hop to each destination • Router does not use distributed routing algorithm
— Use any routing algorithm to determine shortest paths — In practice, Dijkstra's algorithm

• Open shortest path first (OSPF) protocol uses link-state routing. • Also second generation routing algorithm for ARPANET

Exterior Router Protocols – Not Distance-vector
• Link-state and distance-vector not effective for exterior router protocol • Distance-vector assumes routers share common distance metric • ASs may have different priorities
—May have restrictions that prohibit use of certain other AS —Distance-vector gives no information about ASs visited on route

Exterior Router Protocols – Not Link-state
• Different ASs may use different metrics and have different restrictions
—Impossible to perform a consistent routing algorithm.

• Flooding of link state information to all routers unmanageable

Exterior Router Protocols – Path-vector
• Dispense with routing metrics • Provide information about which networks can be reached by a given router and ASs crossed to get there
— Does not include distance or cost estimate

• Each block of information lists all ASs visited on this route
— Enables router to perform policy routing — E.g. avoid path to avoid transiting particular AS — E.g. link speed, capacity, tendency to become congested, and overall quality of operation, security — E.g. minimizing number of transit ASs

Border Gateway Protocol (BGP)
• For use with TCP/IP internets • Preferred EGP of the Internet • Messages sent over TCP connections
— Open — Update — Keep alive — Notification

• Procedures
— Neighbor acquisition — Neighbor reachability — Network reachability

BGP Messages

BGP Procedure
• Open TCP connection • Send Open message
—Includes proposed hold time

• Receiver selects minimum of its hold time and that sent
—Max time between Keep alive and/or update messages

Message Types
• Keep Alive
— To tell other routers that this router is still here

• Update
— Info about single routes through internet — List of routes being withdrawn — Includes path info
• • • • • • Origin (IGP or EGP) AS_Path (list of AS traversed) Next_hop (IP address of boarder router) Multi_Exit_Disc (Info about routers internal to AS) Local_pref (Inform other routers within AS) Atomic_Aggregate, Aggregator (Uses address tree structure to reduce amount of info needed)

Uses of AS_Path and Next_Hop
• AS_Path
—Enables routing policy
• • • • • Avoid a particular AS Security Performance Quality Number of AS crossed

• Next_Hop
—Only a few routers implement BGP
• Responsible for informing outside routers of routes to other networks in AS

Notifikasi pesan
• Kesalahan • sintaksis dan Pengesahan • Mbuka kesalahan pesan • pilihan dan Sintaksis yang tidak dikenali • pegangan tak dapat diterima Waktu • Baharui kesalahan pesan • kesalahan kebenaran dan Sintaksis • Waktu berakhir • Koneksi tertutup • mesin status terbatas Kesalahan • Berhenti • Dekat yang digunakan untuk suatu koneksi walaupun tidak ada kesalahan

Perubahan informasi BGP Routing
• Di dalam penerus membangun gambar-an topologi yang menggunakan IGP • penerus Isu Baharui pesan ke penerus lain yang diluar menggunakan BGP • Penerus ini menukar info dengan penerus lain • Penerus harus kemudian memutuskan rute terbaik

Membuka pola pertama terkecil(1)
• • • • OSPF IGP Internet Penaklukan Yang digantikan Informasi Protokol ( SOBEKAN) Penggunaan Mata rantai Status Menaklukkan Algoritma
— Masing-Masing penerus [menyimpan/pelihara] daftar status [dari;ttg] mata rantai lokal ke jaringan — Mancarkan membaharui status info — Lalu lintas sedikit/kecil [sebagai/ketika] pesan adalah kecil dan tidak mengirim sering — RFC 2328 1. Rute menghitung pada [atas] paling sedikit biaya berdasar pada pemakai berharga metrik

Membuka pola pertama terkecil (2)
• • Topologi yang disimpan sebagai grafik diarahkan Tangkai pohon/bengkak urat atau PuncakRouter
1. 2. 3. — — — — Jaringan Pemindahan Potongan/Puntung Tepi grafik Tepi Hubungkan dua penerus Hubungkan penerus ke jaringan

Contoh AS

Diresi Grafik of AS

Operasi
• Dijkstra’S algoritma yang digunakan untuk temukan paling sedikit berharga alur [bagi/kepada] semua jaringan lain • Loncatan berikutnya digunakan di (dalam) penaklukan paket

SPF cabang untuk router 6

Arsitekture Integrated Service
• Ubah di (dalam) lalu lintas permintaan memerlukan variasi mutu [jasa;layanan] • Internet telepon, multimedia, multicast • Kemampuan baru diperlukan di (dalam) penerus • Alat-Alat permintaan [yang] baru Qos • ISA • RFC 1633

Internet Traffic
• Elastis 1. Dapat mengatasi perubahan lebar/luas di (dalam) penundaan dan/atau throughput 2. FTP yang sensitip ke throughput 3. E-Mail yang tidak dapat merasakan untuk menunda 4. Jaringan Manajemen yang sensitip untuk menunda pada waktunya buntu berat/lebat 5. Web yang sensitip untuk menunda • Inelastic
— Tidak dengan mudah menyesuaikan ke variasi — e.g. lalu lintas waktu riil

Kebutuhan untuk Inelastic Traffic
• • • • • Throughput Penundaan Jitter Nunda variasi paket Kerugian

• Merlukan perawatan istimewa untuk tertentu jenis lalu lintas • lalu lintas Elastis untuk didukung juga

Pendekatan ISA
• 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Dikendalikan oleh: Penaklukan algoritma paket Barang buangan Berhubungan masing-masing paket dengan suatu arus Searah Kalengkah (adalah) multicast Pintu masuk Kendali Penaklukan Algoritma Queuing disiplin Mbuang kebijakan

Jalur ISA

Spesifikasi Token Bucket Traffic
• tanda Pengisian kembali menilai R • tingkat tarip data secara terus menerus Bisa menopang • ember Ukuran B • Jumlah bahwa tingkat tarip data dapat melebihi R untuk menyingkat periode • Selama periode waktu T jumlah data yang dikirim tidak bisa melebihi RT+ B

Skema Token Bucket

Service ISA
• Yang dijamin • data yang diyakinkan Tingkat tarip • Terikat[An] bagian atas pada [atas] queuing penundaan • Tidak (ada) kerugian yang queuing • waktu riil Playback • Beban yang dikendalikan • Dekati perilaku ke upaya terbaik pada [atas] jaringan dikosongkan • Tidak (ada) [yang] terikat[an] bagian atas spesifik pada [atas] queuing penundaan • penyerahan sangat tinggi Sukses • Upaya terbaik

Peraturan Queuing
• Tradisional FIFO
— Tidak (ada) perawatan khusus untuk prioritas [yang] tinggi mengalir paket — Paket besar dapat menghambat paket lebih kecil — Koneksi tamak dapat mendesak lebih sedikit koneksi tamak — Queuing adil — Antrian merawat pada masing-masing pelabuhan keluaran — Paket ditempatkan di (dalam) antrian untuk arus nya — Protes [yang] menservis — Lompati antrian kosong — Dapat telah menimbang adil queuing

FIFO dan Fair Queue

Sumber Reservasi: RSVP
• RFC 2205 • Aplikasi Unicast dapat memesan/mencadangkan sumber daya di (dalam) penerus untuk temu Qos • Jika penerus tidak bisa temu permintaan, aplikasi memberi tahu • Multicast jadilah lebih menuntut • Mei dikurangi • Beberapa anggota kelompok tidak boleh memerlukan penyerahan dari sumber tertentu (di) atas memberi waktu • e.g. pemilihan [satu/ orang] dari sejumlah ― saluran‖ • Beberapa anggota kelompok boleh hanya bisa menangani sebagian dari transmisi

Soft State
• Satuan status info di (dalam) penerus yang berakhir kecuali jika disegarkan • Aplikasi harus pada waktu tertentu memperbaharui permintaan selama transmisi

Karakteristik RSVP
• • • • • • Unicast Dan Multicast Simplex Penerima memulai reservasi Melihara status lembut di (dalam) internet Sediakan gaya reservasi berbeda Operasi transparan melalui/sampai penerus non-RSVP • Dukung untuk IPV4 dan IPV6

pembedaan Services
• Sediakan sederhana, mudah untuk menerapkan, ongkos exploitasi alat rendah untuk mendukung cakupan jasa jaringan membedakan pada [atas] basis capaian • IP Paket memberi label untuk berbeda Qos yang menggunakan IPV4 ada Jenis [Jasa;Layanan] atau IPV6 lalu lintas Kelas • kwalitas pelayanan Persetujuan mendirikan;tetapkan antar[a] pelanggan dan penyedia sebelum menggunakan D • Bangun di (dalam) pengumpulan • baik Scaling ke jaringan lebih besar dan beban • yang diterapkan [Oleh/Dengan] queuing dan menyampaikan didasarkan pada D komposisi music 8 suara • Tidak (ada) status info pada [atas] arus paket menyimpan

Service DS
• digambarkan Di dalam daerahD • Porsi internet [yang] berdekatan di mana [yang] konsisten satuan D kebijakan diatur • Secara khas di bawah kendali [satu/ orang] organisasi • yang digambarkan Oleh kwalitas pelayanan persetujuan ( SLA)

Parameter SLA
• • • • • [jasa;layanan] yang terperinci Capaian Throughput yang diharapkan Netes jatuh kemungkinan Latency Batasan pada [atas] ingress dan jalan ke luar poin-poin • lalu lintas Profil • e.g. parameter ember tanda • Disposisi lalu lintas lebih dari profil

Contoh Services
• • • • • Level A - low latency Level B - low loss Level C - 90% dari traffic < 50ms latency Level D - 95% pada profile traffic yangterkirim Level E - yang dibagikan dua kali luas bidang tingkatan F lalu lintas • Lalu lintas dengan hak yang lebih tinggi tetesan X kemungkinan penyerahan [yang] lebih tinggi dibandingkan dengan Y

DS Octet – penyatuan code
• Menggunakan Leftmost 6 bits • 3 titik code penyatuan • xxxxx0
—standar

• xxxx11
—experimental atau penggunaan lokal

• xxxx01
—experimental atau lokal tetapi dialokasikan untuk standar dimasa depan

DS Octet – tingkatan tertunggi
• Seleksi jalur • service Network • Aturan Queuing

Field DS

Domain DS

Kofigurasi dan operasi DS
• di dalam daerah, penafsiran D poin-poin kode adalah seragam • Penerus di (dalam) daerah adalah tangkai pohon/bengkak urat atau bagian dalam/pedalaman seragam batas • lalu lintas Pengaruh keadaan berfungsi • Penggolong • Meter • penanda • Pembentuk • Penurun

Kondisi traffic DS

Per Hop Perilaku– Expedited Forwarding
• Spesifik PHBS menggambarkan, • yang dihubungkan Dengan jasa dibedakan spesifik • RFC 3246 menggambarkan penyampaian dipercepat ( GOSONG KARANG) PHB • Dukung untuk [jasa;layanan] premi • Low-Loss, low-delay, low-jitter, meyakinkan luas bidang, end-toend melayani melalui/sampai D daerah • Ke endpoints [sebagai/ketika/sebab] point-to-point koneksi atau menyewa garis • sulit Di (dalam) internet atau jaringan packet-switching • Antrian ( penyangga/bantalan) pada masing-masing tangkai pohon/bengkak urat, atau penerus • Akibatkan kerugian, keterlambatan, dan kerlipan • Kecuali jika internet [yang] yang nyata sekali longgar, kepedulian diperlukan di (dalam) penanganan premi melayani lalu lintas

Kebutuhan tranmisi yang cepat
• • Configuring tangkai pohon/bengkak urat maka lalu lintas kumpulan mempunyai tingkat tarip keberangkatan minimum pengaruh keadaan Kumpulan ( via menjaga ketertiban dan membentuk) sedemikian sehingga kedatangan menilai kurang dari tangkai pohon/bengkak urat mengatur tingkat tarip keberangkatan minimum GOSONG KARANG PHB menyediakan dulu batas jaringan Penentu menyediakan detik/second perbatasan Tangkai pohon/bengkak urat mengendalikan lalu lintas kumpulan Batasi karakteristik ( tingkat tarip, burstiness) ke tingkatan sudah dikenal bagian dalam/pedalaman Tangkai pohon/bengkak urat tidak perlakukan lalu lintas sangat queuing efek Tidak (ada) kebijakan [yang] queuing spesifik pada bagian dalam/pedalaman tangkai pohon/bengkak urat di (dalam) RFC 3246 prioritas sederhana Rencana bisa mencapai itu EF lalu lintas memberi prioritas kemutlakan EF lalu lintas harus tidak meliputi bagian dalam/pedalaman tangkai pohon/bengkak urat Paket mengalir untuk PHB lalu lintas [yang] lain mengganggu

• • • • • •

• • • •

PHB yangb disarankan
• • • • • • • • • • • • • • Penyedia jasa terbaik Tidak memerlukan reservasi sumber daya Tidak memerlukan diskriminasi terperinci antar arus dari para pemakai berbeda alokasi Tegas/Eksplisit yang didasarkan pada Para pemakai menawarkan pilihan kelas [jasa;layanan] Masing-Masing kelas menguraikan lalu lintas profil berbeda Umpulkan tingkat tarip dan burstiness data Lalu lintas memonitor pada tangkai pohon/bengkak urat batas Masing-Masing paket ditandai di (dalam) atau ke luar dari profil Di dalam jaringan, tidak (ada) separasi lalu lintas dari para pemakai atau kelas berbeda [Yang] hanya pembedaan menjadi apakah paket ditandai di (dalam) atau ke luar Ketika terlampau banyak, ke luar paket [diteteskan/terjatuh] [sebelum/di depan] di (dalam) paket Para pemakai berbeda akan lihat tingkat yang berbeda [jasa;layanan] Sudahkah jumlah [yang] berbeda di (dalam) paket dalam jabatan antri

Keuntungan dari PHB yang disarankan
• kemudahan
—Cakupan kerja yang kecil karena internal node —Menandai traffic pada batas node didasarkan pada profil dari traffic yang dibutuhkan pada level pelayanan yang berbeda pada kelas yang berbeda

• C.f. ATM

AF PHB RFC 2597 (1)
• Empat dari AF class didefinikan:
— Profil dari empat traffic yang berbeda

• Distiap kelasnya,paket ditandai oleh pelanggan atau layanan provider
— Tiga nilai dari drop precedence
• Menentukan paket penting yang berhubungan dengan AF class

• Lebih simple daripada sumber reservasi • Flexible • Dengan titik interior DS,traffiic dari kelas yang berbeda dipisahkan
— Perbedaan banyaknya sumber(jarak buffer, kecepatan data)

AF PHB RFC 2597 (2)
• Dengan kelas,paket yang ditangani berdasarkan dari tingkatan yang lebih tinggi • Tingkatan dari asuransi bergantung pada:
—Berapa banyak sumber yangn dialokasikan untuk paket milik AF class —Banyaknya jumlah kelas —Kelas yang terlampau banyak dan dropnya tingkatan yang tertinggi

• RFC 2597 bukanlah mekanisme mandat pada titik interiror untuk menangani kepadatan AF
—Referensinya RED algoritma

Daftar Pustaka
• Stallings bab 19 • Comer, S. Internetworking dengan TCP/IP, volume 1, Prentice-Hall • semua RFCs yang dimaksudkan ditambah semua yang berhubungan dengan topik ini • Dari web site tentang TCP/IP, jalur protocol dan lain-lain

William Stallings Data and Computer Communications
Chapter 20 Transport Protocols

Koneksi yang diorientasi pada tata cara pengangkutan atau transportasi • • • • • Kemungkinan terhubung Penetapan Penghentian pemeliharaan Keandalan TCP

Keandalan dalam layanan jaringan
• Panjangnya pesan diasumsikan terserah • Keandalan pengiriman diasumsikan hampir 100% oleh layanan jaringan
—Keandalan paket dalam memilih jaringan yang menggunakan X.25 —frame relay menggunakan LAPF control protocol —IEEE 802.3 menggunakan koneksi yang diorientasikan pada layanan LLC

• Layanan transportasi dari ujung ke ujung protokol antara dua sistem pada jaringan yang sama

Protokol Transportasi sederhana pada umumnya
• • • • Pengalamatan Multiplexing Flow Control Hubungan penetapan dan penghentian

Pengalamatan
• Target pengguna ditetapkan oleh:
— Idetifikasi pengguna
• biasanya host, port
– Disebut socket di TCP

• Port menghadirkan transportasi service (TS) tertentu pengguna

— Identifikasi Transport entity
• Umumnya hanya satu per host • Jika lebih dari satu, kemudian biasanya salah satu dari masingmasing jenis
– menetapkan protokol transportasi (TCP, UDP)

— Alamat host
• Dipasang alat jaringan • Didalam internet,

— Nomer jaringan

Pencarian alamat
• Ada 4 metode
—Mengetahui alamat sebelum waktu yang ditetapkan
• Koleksi perencanaan peralatan jaringan

—Alamat dimengerti —Menyebut server —Proses pengiriman meminta ke alamat yang diketahui

Multiplexing
• Para pemakai dikerjakan pada protokol transportasi yang sama • Pemakai dikenali dengan nomer port atau service access point (SAP) • Kemungkinan multiplex dengan layanan network menggunakan
—multiplexing a single virtual X.25 sirkuit to a number of transport service user
• X.25 charges per virtual circuit connection time

Flow Control
• Delay yang panjang antara kesatuan pengiriman dibandingkan dengan waktu trasmisi sebenarnya
— Delay dalam komunikasi dari informasi flow kontrol

• Delay transmisi variabel
— Sulit untuk digunakan dalam timeout

• Flow may be controlled because: • Aliran data dapat dikontrol karena:
— User penerima tidak dapat melanjutkan — Kesatuan pengiriman tidak dapat melanjutkan

• Hasil dari buffer memenuhi

Mengkopi dengan Syarat Flow Control(1)
• Do nothing
—Segment yang overflow dibuang —Kesatuan pengiriman akan mendapat ACk dan mentrasmisikan kembali
• Akan ditambahkan pada data yang masuk

• Menolak bagian selanjutnya
—Bagian yang janggal —Sambungan multiplex dikontrol di jumlah aliran data

Mengkopi dengan Syarat Flow Control(2)
• Menggunakan sliding window protokol tertentu
—Lihat bab 7 untuk detail operasinya —Bekerja dengan baik di network yang diandalkan
• Kegagalan menerima ACK didapat sebagai indikasi flow control

—Tidak bekerja dengan baik di network yang tidak dapat diandalkan
• Tidak dapat membedakan antara segmen yang hilang dengan flow control

• Menggunakan credit scheme

Credit Scheme
• Kontrol yang lebih besar di jaringan yang diandalkan • Lebih efektif di jaringan yang tidak diandalkan • Pasangan flow control dari ACK
—Kemungkinan ACK tanpa granting credit dan sebaliknya

• Setiap octet mempunyai nomor urut • Setiap segmen transportasi mempunyai nomor urut, nomor permintaan dan ukuran window pada header

Penggunaan dari Header Fields
• Ketika pengiriman, esq. number is that of first octet in segment • ACK termasuk AN=i, W=j • Semua octets melewati SN=i-1 acknowledged
—Next expected octet is i

• Meminta ijin untuk mengirim additional window dari W=j octets
—i.e. octets through i+j-1

Credit Allocation

Pengiriman dan Penerimaan Sebenarnya

Establishment dan Termination
• Mengijinkan semua yang ada sampai akhir • Negosiasi dari parameter pilihan • Alokasi triger dari kesatuan pengangkutan sumber • Dengan persetujuan bersama

Diagram Bagian Koneksi

Connection Establishment

Not Listening
• Menolak dengan RST (Reset) • Permintaan antrian sampai hasilnya match • Sinyal TS memberitahu user atas permintaan yang tetunda
—May replace passive open with accept

Termination
• • • • Salah satu atau kedua sisi Dengan persetujuan bersama Pemberhentian yang tiba-tiba Atau pemberhentian yang lemah
—Close wait state must accept incoming data until FIN received

Side Initiating Termination
• Penguna TS menutup request • Transport entity mengirim FIN, meminta termination • Tempat koneksi di FIN WAIT state
—Melanjutkan untuk menerima data dan mengirim data ke user —Tidak mengirim data lagi

• Ketika menerima FIN, memberitahukan user dan menutup koneksi

Side Not Initiating Termination
• FIN received • Inform TS user Place connection in CLOSE WAIT state
—Continue to accept data from TS user and transmit it

• • • • •

TS user issues CLOSE primitive Transport entity sends FIN Menutup koneksi Semua data ditransmisikandari kedua sisi Kedua sisi setuju untuk diakhiri

Unreliable Network Service
• E.g.
—internet menggunakan IP, —frame relay menggunakan LAPF —IEEE 802.3 menggunakan unacknowledged connectionless LLC

• Bagian – bagiannya bisa hilang • Bagian – bagian yang tiba bisa sangat banyak/melebihi batas

Problems
• • • • • • • Ordered Delivery Retransmission strategy Duplication detection Flow control Connection establishment Connection termination Crash recovery

Ordered Delivery
• • • • Segments boleh tiba out of order Number segments sequentially TCP numbers each octet sequentially Segments are numbered by the first octet number in the segment

Retransmission Strategy
• • • • • • Segment rusak saat pemindahan Segment gagal tiba Transmitter tidak mengetahui kegagalan Receiver must acknowledge successful receipt Menggunakan pengakuan kumulatif Time out yang menantikan ACK triggers re-transmission

Timer Value
• Fixed timer
—Based on understanding of network behavior —Tidak bisa menyesuaikan untuk mengubah kondisi jaringan —Too small leads to unnecessary re-transmissions —Too large and response to lost segments is slow —Should be a bit longer than round trip time

• Adaptive scheme
—May not ACK immediately —Can not distinguish between ACK of original segment and re-transmitted segment —Conditions may change suddenly

Duplication Detection
• jika ACK hilang, bagiannya akan dikirimkan kembali • Receiver harus mengenali salinan/duplikasinya • Duplicate sebelumnya diterima untuk menutup koneksi
—Receiver menggap ACK hilang dan Asks adalah salinannya —Sender jangan bingung dengan banyaknya Asks —Sequence number space large enough to not cycle within maximum life of segment

• Duplicate diterima setelah menutup koneksi

Incorrect Duplicate Detection

Flow Control
• Alokasi credit • Masalah jika AN=i, W=0 menutup window • kirim AN=i, W=j untuk kembali membuka, tapi window akan hilang • Sender menganggap window tertutup, receiver menganggap window terbuka • Menggunakan window timer • jika waktunya berakhir, kirim sesuatu
—Could be re-transmission of previous segment

Connection Establishment
• Two way handshake
— A mengirim SYN, B membalas dengan SYN — Hilangnya SYN dapat diatasi dengan re-transmission
• Can lead to duplicate SYNs

— Ignore duplicate SYNs once connected

• Kehilangan atau keterlambatan bagian data dapat menyebabkan masalah dalam koneksi. - Segment dari old connection - Start segment numbers fare removed from previous connection
• Use SYN i • Need ACK to include i • Three Way Handshake

Two Way Handshake: Obsolete Data Segment

Two Way Handshake: Obsolete SYN Segment

Three Way Handshake: State Diagram

Three Way Handshake: Examples

Connection Termination
• Entity in CLOSE WAIT state sends last data segment, followed by FIN • FIN tiba sebelum bagian data yang terakhir • Receiver menerima FIN
— Tutup koneksi — Kehilangan bagian data yang terakhir

• Associate mengurutkan nomor dengan FIN • Receiver menunggu semua bagian sebelum FIN mengurutkan nomor • Loss of segments and obsolete segments
— Must explicitly ACK FIN

Graceful Close
• Kirim FIN i dan menerima AN i • Menerima FIN j dan mengirim AN j • Wait twice maximum expected segment lifetime

Failure Recovery
• Setelah restart semua bagian,info akan hilang • Koneksi terbuka setengah
— Side that did not crash still thinks it is connected

• Menutup koneksi menggunakan persistence timer
— Wait for ACK for (time out) * (number of retries) — ketika expired, tutup koneksi dan inform user

• Send RST i in response to any i segment arriving • User harus memutuskan kapan koneksi kembali
— Masalah masalah dengan kehilangan data

TCP & UDP
• Transmission Control Protocol
—Connection oriented —RFC 793

• User Datagram Protocol (UDP)
—Connectionless —RFC 768

TCP Services
• Tersedianya komunikasi antara pasangan suatu proses • Macam-macam jarak dari jaringan yang tersedia dan tidak serta internet • Dua pelabelan fasilitas
— Data stream push
• User TCP memerlukan transmisi semua data sampai menyentuh fleg • Receiver akan mengirimkan dengan cara yang sama • Menghindari penungguan sampai buffer penuh

— Sinyal data yang penting
• Indikasi datangnya data yang penting dalam aliran data • User memutuskan bagaimana cara menanganinya

TCP Header

Item yang melewati IP
• TCP melewati beberapa parameter sampai menuju IP
—Lebih utama —Normal delay/low delay —Normal throughput/high throughput —Normal reliability/high reliability —Security

Mekanisme TCP(1)
• Pembuatan koneksi
—Three way handshake —Antara pasangan port —Satu port dapat disambungkan ke banyak tujuan

Mekanisme TCP(2)
• Transfer data
—Aliran logis dari octets —Nomor octet modulo 223 —Flow control oleh credit alokasi dari nomor octet —Buffer data pada pengirim dan penerima

Mekanisme TCP (3)
• Connection termination
—Graceful close —TCP users issues CLOSE primitive —Transport entity sets FIN flag on last segment sent —Abrupt termination by ABORT primitive
• Entity abandons all attempts to send or receive data • RST segment transmitted

Implementation Policy Options
• • • • • Kirim Pengiriman Menerima Pengiriman kembali Mengakui

Mengirim
• Jika tidak ditekan atau close, kesatuan sambungan TCP akan tepat dengan sendirinya • Buffer data pada pengiriman buffer • Kemungkinan mendirikan segmen per data batch • Kemungkinan menunggu untuk kuantitas atau jumlah data

Pengirim
• Jika tidak ditekan, terjadi pengiriman data dengan sendirinya • Kemungkinan mengantarkan pada setiap segmen penerima • Kemungkinan buffer data lebih dari satu segment

Penerima
• Segments mungkin tiba out of order • Tujuan
—Hanya menerima segmen dalam pesanan —Pembuangan segmen yang melebihi pesanan

• Pada windows
—Menerima semua segmen dengan menerima window

Pengiriman kembali
• TCP mempertahankan antrian dari segmen pengiriman tetapi tidak diakui • TCP akan mengirimkan kembali jika ACK tidak memberikan waktu
—First only —Batch —Individual

Acknowledgement
• Segera • Kumulatif

Congestion Control
• RFC 1122, kebutuhan untuk pemakai internet • Manajemen waktu pengiriman kembali
—Perkiraan waktu perjalanan dengan mengonservasi pola dari delay —Pengesetan waktu lebih besar dari yang diperkirakan —Simple average —Exponential average —RTT Variance Estimation (Algoritma Jacobson)

Use of Exponential Averaging

Jacobson’s RTO Calculation

Exponential RTO Backoff
• Since timeout is probably due to congestion (dropped packet or long round trip), maintaining RTO merupakan ide yang tidak baik • RTO meningkat setiap kali suatu segment retransmitted • RTO = q*RTO • Commonly q=2
—Binary exponential backoff

Algoritma Karn
• Jika sebuah segmen dikirimkan kembali maka ACK mungkin akan:
—Untuk copy pertama dari segmen
• RTT lebih panjang dari yang diharapkan

—Untuk copy kedua

• No way to tell • Tidak mengatur RTT untuk re-transmitted segments • Calculate backoff ketika re-transmission terjadi • menggunakan backoff RTO sampai ACK tiba untuk segment yang belum re-transmitted

Window Management
• Start lambat
— awnd = MIN[credit, cwnd] — Start koneksi dengan cwnd=1 — kenaikan cwnd pada masing-masing ACK, ke beberapa max

• Dynamic window pada congestion
— Ketika terjadi timeout — Set slow start threshold to half current congestion window
• ssthresh=cwnd/2

— Set cwnd = 1 dan start lambat sampai cwnd=ssthresh
• Increasing cwnd by 1 for every ACK

— Untuk cwnd >=ssthresh, meningkat cwnd dengan 1 untuk setiap RTT

UDP
• User datagram protocol • RFC 768 • Tidak ada koneksi service untuk prosedur tingkatan aplikasi
—Tidak handal —Kontrol pengiriman dan duplikasi tidak terjamin

• Mengurangi eksploitasi • Manajemen jaringan (Chapter 19)

Menggunakan UDP
• • • • Pengumpulan data Pemecahan data Respon permintaan Secara langsung

UDP Header

Required Reading
• Stallings bab 20 • RFCs

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition
Bab 21 Keamanan jaringan

Hal yang dibutuhkan dlm keamanan
• Dapat dipercaya • Berintegritas • Tersedia

Menyerang pasif
• Tidak terdengar dalam transmisi • Untuk memperoleh information • Pelepasan dari isi surat
—Orang luar belajar isi dari transmisi.

• Analisa
—Dengan menangkap frekuensi dan panjang gelombang dari pesan ,enkripsi sama,komunikasi alami mungkin terkira.

• Sulit untuk deteksi • Dapat dicegah

Active Attacks
• Penyamaran
—pemberlakuan menjadi sebuah kesatuan yang berbeda

• • • •

Mengulangi Modifikasi pesan Denial of pelayanan Mudah dideteksi
—Deteksi mudah untuk pencegahan

• Melindungi

Enkripsi Simetris(sederhana)

Komposisi
• • • • • Text datar Algoratima Enkripsi Kunci rahasia Text Rahasia Algoritma deskripsi

Requirements for Security
• Algoritma enkripsi kuat
—Sama jika diketauhi, sebaiknya tidak dapat untuk dekripsi atau percobaan kunci —Sama jika sejumlah kepingan text merupakan tersedia bersama dengan text sederhana

• Pengirim dan Penerima harus memperoleh kerahasiaan kunci keamanan • Salah satu kunci yang diketahui, semua komunikasi menggunakan kunci ini untuk bisa membaca

Penyerangan enkripsi
• Analisa kript
—Menyampaikan secara alami dari algoritma ditambah beberapa pengetahuan karakteristik dari text sederhana. —Mencoba untuk menarik kesimpulan text sederhana atau kunci.

• Pemaksaan
—Mencoba setiap kemungkinan kunci sehingga text sederhana dicapai

Algorithms
• Kepingan blok
—Proses text sederhana dalam ukuran blok yang tetap menghasilkan kepingan dari text yang ukurannya sama. —Standar enkripsi data (DES) —Triple DES (TDES) —Standar enkripsi sebelumnya.

Standar data enkripsi
• • • • Standar US 64 bit text blok datar 56 bit kunci dipecahkan di tahun 1998 oleh Electronic Frontier Foundation
—Mesin khusus tujuan —Kurang dari tiga hari —DES sekarang tidak digunakan

Triple DEA
• ANSI X9.17 (1985) • Diresmikan dlm standar DEA th 1999 • mengunakan 3 kunci dan 3 esekusi dari algoritma DEA • Panjang kunci yang efektif 112 atau 168 bit • Pelan • Ukuran blok (64 bit) sangat kecil

Standar enkripsi sebelumnya
• Institut standar dan teknologi nasional/National Institute of Standards and Technology (NIST) dalam 1997 disebut Advanced Encryption Standard (AES)
— Kekuatan keamanan lebih besar sama dengan 3DES — Efesiensi mutu — Sandi rahasia simetris blok — Panjang blok 128 bits — Panjang kuncinya 128, 192, and 256 bits — Evaluasi memasukkan keamanan, efisiensi komputional,keperluan memory, kecocokan dan fleksibelitas hardware dan software — 2001, AES terbitan sebagai standar proses informasi federal (FIPS 197)

Deskripsi AES
• Mengambil kunci sepanjang 128 bit • Input adalah single 128-bit blok
— Menggambarkan sebagai matrik kotak — Blokn dikopi didalam array yang ditetapkan
• dimodifikasi disetiap tingkatan

— Setelah tingkatan terakhir, keadaan tersebut dikopi ke output matrix

• 128-bit kunci digambarkan sebagai kotak matrix dari byte
— dikembangkan didalam array mengatur kata dari kunci — Setiap 4 byte — Mengatur 44 kata total kunci dari 128 bit

• Pemesanan byte oleh kolom
— Pertama empat byte dari 128 bit input text sederhana four bytes of 128-bit plaintext input menempati kolom pertama dimatrix — Pertama empat byte dikembangkan kuncyu yang menempati kolom pertama dari w-matrix.

Enkripsi dan Dekripsi AES

Ulasan AES (1)
• Kunci dikembangkan didalam array dari empat puluh dua 32 bit kata,w[i]
— Empat kata jelas (128 bit) menjalankan sebagai deretan kunci dari setiap deretan array

• Empaty tingkat perbedaan
— Satu permutasi dan tiga subtitusi
• Substitusi byte menggunakan tabel S-bax byte untuk melakukan subtitusi byte-byte dari blik. • Penggeseran baris merupakan permutasi yang dlakukan baris oleh baris • Kolom Campuran merupakan subtitusi yang merubah setiap byte dalam kolom sebagai fungsi dari semua dari byte dikolom • Menambah rentetan kunci XOR bitwise dari edaran blok dengan porsi dari pengembangan kunci

• Struktuir sederhana
— Untuk kedua enkripsi dan dekripsi, both encryption and decryption, kepingan memulai menambah deretan stage kuncid — Diikuti oleh 9 deretan, • Setiap memasukkan semua 4 tingkatan — Diikuti oleh persepuluh tingkatan dari tiga tingkatan

Deretan enkripsi AES

Ulasan AES (2)
• Hanya menambah deretan tingkatan kunci menggunakan kunci — Dengan menambah deretan tingkatan kunci diawal dan akhir — Beberapa tingkatan yang lain awal dan akhir,dibalik tanpa kunci • Bertambah tidak aman • Menambah deretan tingkatan kunci tidak berat dengan sendirinya — 3 deretan lainnya berebut bit — mereka sendiri tidak menyediakan keamanan karena bukan kunci • Setiap deretan memutarbalik dengan mudah • Dekripsi menggunakan perkembangan kunci dalam perintah untuk memutar balik — Tidak identik algoritma enkripsi • Mudah memeriksa bahwa enkripsi menemukan kembali plaintext • Tingkat terakhir dari enkripsi dan diskripsi diantara 3 tingkatan — Untuk membuat kepingan kebalikkan

Lokasi Peralatan dari enkripsi

Hubungan enkripsi
• Masing-masing hubungan komunikasi equipped at both ends • Keamanan semua trafik • Tingkat keamanan tinggi • Banyak persyaratan dari peralatan enkripsi • Pesan harus dienkripsi di masing–masing switch untuk membaca alamat (virtual circuit number) • Security vulnerable at switches
—Particularly on public switched network

Enkripsi End to End
• Enkripsi dilakukan diakhir dari sistem • Data dalam bentuk enkripsi yang melewati jaringan unaltered • Tujuan membagi kunci dengan sumber untuk decrypt • Host hanya dapat enkripsi data user
— Jadi node switching tidak dapat membaca header atau paket routing

• Pola lalu lintas tidak aman

• Menggunakan sambungan end to end

Distribusi Key
• Kunci diseleksi A dan dikirim ke B • Three party memilih key dan mengirimkan ke A dan B • Menggunakan old key untuk enkripsi dan transmisi new key dari A dan B • Menggunakan old key untuk transmisi kunci baru dari third party ke A dan B

Distribusi key otomatik (diag)

Distribusi key otomatik
• Session Key
— Digunakan untuk durasi dari satu logical connection — Merusak pada akhir session — Digunakan untuk pemakai data

• Permanent key
— Digunakan untuk distribusi keys

• Pusat distribusi key
— Determinasi system yang boleh komunikasi — Menyediakan key satu sesi untuk koneksi

• Security service module (SSM)
— Mennjukkan enkripsi end to end — Mengandung keys untuk host

Traffic Padding
• Menghasilkan potongat text yang berkesinambungan • Jika tidak ada text datar untuk encoding, maka akan mengirim data acak • Membuat ketidakmungkian analisa traffic

Autentikfikasi pesan
• Protection against active attacks
—Pemalsuan data —Eavesdropping

• Pesan adalah authentic jika datang dari source yang diminta • Pengesahan mengijinkan receiver untuk mengklasivfikasi bahwa pesan itu asli atau authentic
—Message belum diubah —Message dari sumber yang asli —Message timeline

Authentication Using Encryption
• Mengasumsikan penerima dan pengirim yang hanya mengetahui kunci • Message meliputi:
—error detection code —sequence number —time stamp

Authentication Without Encryption
• Authentication tag generated and appended to each message • Message not encrypted • Berfungsi untuk:
—Messages broadcast ke multiple destinations
• Have one destination responsible for authentication

—One side heavily loaded
• Encryption adds to workload • Can authenticate random messages

—Programs authenticated tanpa encryption bisa dieksekusi tanpa decoding

Message Authentication Code
• Generate authentication code based on shared key and message • Common key shared between A and B • Jika hanya pengirim dan penerima yang mengetahui key dan code yang sesuai:
—Receiver assured message has not altered —Receiver assured message is from alleged sender —If message has sequence number, receiver assured of proper sequence

Message Authentication Using Message Authentication Code

One Way Hash Function
• Accepts variable size message and produces fixed size tag (message digest) • Keuntungan pengesahan tanpa encryption
—Encryption lambat —Encryption hardware mahal —Encryption hardware optimized to large data —Algorithms covered by patents —Algorithms subject to export controls (from USA)

Using One Way Hash

Secure Hash Functions
• Hash function must have following properties:
—Can be applied to any size data block —Produce fixed length output —Mudah untuk menghitung —Not feasible to reverse —Not feasible to find two message that give the same hash

SHA-1
• Secure Hash Algorithm 1 • Pesan masukan lebih kecil dari 264 bits
—Diproses di 512 bit blocks

• Keluaran 160 bit digest

Message Digest Generation Using SHA-1

Public Key Encryption
• Dibangun di mathematical algorithms • Asymmetric
—Menggunakan dua separate keys

• Ingredients
—Plain text —Encripsi algoritma —Public dan private key —Cipher text —Deskripsi algoritma

Public Key Encryption Encryption

Public Key Encryption – Authentication

Public Key Encryption Operation
• One key made public
—Digunakan untuk encryption

• Other kept private
—Digunakan untuk decryption

• Infeasible to determine decryption key given encryption key and algorithm • Either key can be used for encryption, the other for decryption

Steps
• User generates pair of keys • User places one key in public domain • To send a message to user, encrypt using public key • User decrypts menggunakan private key

Digital Signature
• Sender encrypts message with their private key • Receiver can decrypt using senders public key • This authenticates sender, who is only person who has the matching key • Does not give privacy of data
—Decrypt key is public

RSA Algorithm

RSA Example

Public Key Certificate Use

Secure Sockets Layer Transport Layer Security
• Service keamanan • Transport Layer Security didefinisi di RFC 2246 • SSL general-purpose service
—Set of protocols that rely on TCP

• Two implementation options
—Part of underlying protocol suite
• Transparent to applications

—Embedded in specific packages
• E.g. Netscape and Microsoft Explorer and most Web servers

• Minor differences between SSLv3 and TLS

SSL Architecture
• SSL menggunakan TCP untuk menyediakan keandalan end-to-end service keamanan • SSL two layers of protocols • Record Protocol provides basic security services to various higher-layer protocols
—In particular, HTTP can operate on top of SSL

• Three higher-layer protocols
—Handshake Protocol —Change Cipher Spec Protocol —Alert Protocol —Used in management of SSL exchanges (see later)

SSL Protocol Stack

SSL Connection and Session
• Connection
— Transport that provides suitable type of service — Peer-to-peer — Transient — Every connection associated with one session

• Session
— Association antara client dan server — Dibuat oleh Handshake Protocol — Define set of cryptographic security parameters — Used to avoid negotiation of new security parameters for each connection

• Maybe multiple secure connections between parties • May be multiple simultaneous sessions between parties
— Not used in practice

SSL Record Protocol
• Confidentiality
— Handshake Protocol defines shared secret key — Digunakan untuk symmetric encryption

• Message Integrity
— Handshake Protocol defines shared secret key — Digunakan untuk membentuk message authentication code (MAC)

• Each upper-layer message fragmented
— 214 bytes (16384 bytes) or less

• Compression optionally applied • Compute message authentication code • Compressed message plus MAC encrypted using symmetric encryption • Prepend header

SSL Record Protocol Operation

Record Protocol Header
• Content Type (8 bits)
— change_cipher_spec, alert, handshake, and application_data — No distinction between applications (e.g., HTTP)
• Content of application data opaque to SSL

• Major Version (8 bits) – SSL v3 is 3 • Minor Version (8 bits) - SSLv3 value is 0 • Compressed Length (16 bits)
— Maximum 214 + 2048

• Record Protocol then transmits unit in TCP segment • Menerima data decrypted, verified, decompressed, dan reassembled dan kemudian dikirim

Change Cipher Spec Protocol
• Menggunakan Record Protocol • Satu pesan
—Satu byte bernilai 1

• Cause pending state to be copied into current state
—Updates cipher suite to be used on this connection

Alert Protocol
• Convey SSL-related alerts to peer entity • Alert messages compressed and encrypted • Dua byte
—Byte pertama warning(1) atau fatal(2)
• Jika fatal, SSL dengan seketika mengakhiri koneksi • Other connections on session may continue • No new connections on session

—Byte kedua mengindikasi specific alert —E.g. fatal alert is an incorrect MAC —E.g. nonfatal alert is close_notify message

Handshake Protocol
• autentifikasi • Negotiate encryption and MAC algorithm and cryptographic keys • Digunakan sebelum semua aplikasi data dikirim

Handshake Protocol – Phase 1 Initiate Connection
• versi • acak
— Versi tertinggi SSL dimengerti oleh client — Client-menghasilkan structure yang acak — 32-bit timestamp and 28 bytes from secure random number generator — digunakan selama mengganti key untuk mencegah replay attacks
— Panjang variable — Nonzero indicates client wishes to update existing connection or create new connection on session — Zero indicates client wishes to establish new connection on new session — List of cryptographic algorithms supported by client — Each element defines key exchange algorithm and CipherSpec — Compression methods client supports

• Session ID

• CipherSuite

• Compression Method

Handshake Protocol – Phase 2, 3
• Client menunggu selama server mengirimkan pesan helo
— Prameter sama sebagai client helo

• fase 2 tergantung skema enkripsi yang pokok • Pesan terakhir dalam fase 2 server_done
— Diperlukan

• 3 fase
— Siap menerima dari server_done, client memeriksa sertifikat jika diperlukan dan mengecek parameter server_helo — Client mengirimkan pesan ke server,tergantung kunci skema pokok umum

Handshake Protocol – Phase 4
• Pengaturan komplit • Client mengirimkan pertukaran spesifikasi • Menunggu salinan CipherSpec dalam pengukur CipherSpec
— Bagian Handshake Protocol tidak dipertimbangkan — Mengirim dengan menggunakan pertukaran protokol Cipher Spec

• Client mengirimkan pesan yang terakhir dibawah algoritma baru, kunci dan rahasia • Pesan yang terakhir memeriksa pertukaran kunci dan keautentikkan • Server mengirimkan pertukaran CipherSpec-nya • Menunggu Transfer pengukur CipherSpec • Mengirimkan pesan terakhirnya • Handshake komplit

Handshake Protocol Action

IPv4 and IPv6 security
• IPSec • Mengamankan kantor cabang mengkoneksi di internet • Mengamankan jalan masuk di internet • Konektifitas Extranet and intranet • Mempertinggi perdagangan keamanan elektronik

Keleluasaan IPSec
• • • • autentikasi header Peralatan keamanan Dienkapsul Pertukaran kunci RFC 2401,2402,2406,2408

Assosiasi keamanan
• Satu jalan menghubungkan antara pengirim dan penerima • selama 2 jalan ,2 assosiasi dibutuhkan • Parameter identifikasi 3 SA
—Index parameter keamanan —Alamat tujuan IP —Pengidentifikasi keamanan protokol

Parameter SA
• • • • • • • Urutan penghitug nomor Urutan penghitung luapan Anti-jawaban windows Informasi AH Informasi ESP Seumur hidup IPSec protocol mode
Tembusan, pengangkutan atau wildcard

• Jalur kecil MTU

Autentik Header

Encapsulating Security Payload
• ESP • Pelayanan dapat dipercaya

Paket ESP

Required Reading
• Stallings bab 21 • Web sites di public/private key encryption • RFCs mentioned
—www.rfc-editor.org

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi 7
Bab 22 Distributed Applications

Electronic Mail
• Paling banyak digunakan di aplikasi pada beberapa jaringan • Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
—TCP/IP —Pengiriman pesan text yang sederhana

• Multi-purpose Internet Mail Extension (MIME)
—Pengiriman dari tipe-tipe data yang lain —Suara, gambar/photo, video

SMTP
• RFC 821 • Tidak sesuai untuk format pesan/data
— Covered in RFC 822 (see later)

• SMTP menggunakan info tertulis di envelope of mail
— Message header

• Isinya tidak terlihat
— Message body

• Kecuali:
— Standard karakter message diset ke 7 bit ASCII — Menambah log info untuk memulai dari message
• menampilkan path taken

Dasar Pengoperasian
• Mail diciptakan oleh user agen program (mail client)
—Pesan terdiri dari:
• Header containing recipient’s address and other info • Body containing user data

• Pesan diantrikan dan dikirimkan sebagai input ke SMTP sender program
—Typically a server process (daemon on UNIX)

Mail Message Contents
• Masing-masing pesan yang diantrikan memiliki:
—Text pesan
• RFC 822 header with message envelope and list of recipients • Message body, composed by user

—Daftar tujuan pesan
• • • • Derived by user agent from header Mungkin ditulis di header May require expansion of mailing lists May need replacement of mnemonic names with mailbox names

• jika BCCs diketahui, user agen perlu untuk menyiapkan format pesan yang benar

SMTP Sender
• Mengambil pesan dari antrian • Dikirimkan ke tujuan host sendiri
— Via SMTP transaction — Over one or more TCP connections to port 25

• Host memiliki bermacam-macam senders aktif • Host should be able to create receivers on demand • Ketika pengiriman selesai, sender menghapus tujuan dari daftar pesan • Ketika semua tujuan telah diproses, pesan dihapus

Optimization
• Jika tujuan pesan untuk multiple users ditentukan host, pesan dikirim hanya sekali
—Pengiriman ke users ditangani pada host tujuan

• Jika berbagai pesan siap diberikan host, sebuah koneksi TCP dapat digunakan
—Saves overhead of setting up and dropping connection

Possible Errors
• • • • Host unreachable Host out of operation Koneksi TCP gagal selama proses transfer Sender can re-queue mail
—Menyerah setelah beberapa saat

• Faulty destination address
—Kesalahan pengguna —Target/yang dituju merubah alamat —Redirect if possible —Inform user if not

SMTP Protocol - Reliability
• Digunakan untuk mengirimkan pesan dari sender to receiver melalui koneksi TCP • Berusaha untuk memberikan layanan yang dapat dipercaya • Tidak menjamin untuk mendapatkan kembali pesan yang hilang • No end to end acknowledgement to originator • Tidak menjamin adanya indikasi kesalahan dalam proses pengiriman • Umumnya dapat dipercaya

SMTP Receiver
• Menerima pesan yang datang • Places in user mailbox or copies to outgoing queue for forwarding • Receiver harus:
— Verify local mail destinations — Deal with errors
• Transmission • Lack of disk space

• Pengirim bertanggung jawab pada pesan sampai receiver memberitahukan proses transfer selesai
— Mengetahui surat yang sudah tiba di host, bukan pemakai

SMTP Forwarding
• Sering digunakan untuk transfer secara direct dari pengirim host ke receiver host • May go through intermediate machine via forwarding capability
—Pengirim dapat menspesifikasi route —Target user may have moved

Conversation
• SMTP membatasi pembicaraan antara pengirim dan receiver • Fungsi utama adalah untuk mengirimkan atau transfer pesan • Berhenti menangani mail diluar lingkup SMTP
—Mungkin berbeda antar sistem

SMTP Mail Flow

SMTP System Overview
• Perintah and respon antara sender dan receiver • Permulaan dengan sender
—melakukan koneksi TCP

• Sender mengirimkan perintah untuk receiver • HELO<SP><domain><CRLF> • Masing-masing perintah mengaktifkan satu balasan • 250 requested mail action ok; completed

SMTP Replies
• Digit terdepan menandai kategori
—Positive completion reply (2xx) —Positive intermediate reply (3xx) —Transient negative completion reply (4xx) —Permanent negative completion reply (5xx)

Operation Phases
• Setup koneksi • Sentral command-response pairs • Pembatasan koneksi

Connection Setup
• Pengrim membuka jalur koneksi TCP dengan receiver • Sekali dikoneksikan, receiver mengidentifikasi dirinya sendiri
— 220 <domain> service ready

• Sender mengidentifikasi dirinya sendiri
— HELO

• Receiver menerima identidikasi dari sender’s
— 250 OK

• Jika servis mail tidak tersedia, langkah 2 diatas menjadi:
— 421 service tidak tersedia

Mail Transfer
• Sender boleh mengirim satu pesan atau lebih ke receiver • Perintah MAIL mengidentifikasi originator
— Memberi alur kebalikan digunakan untuk error reporting — Receiver returns 250 OK or appropriate fail/error message

• Satu atau lebih perintah RCPT diidentifikasi penerima dari pesan
— Memisahkan pesan untuk masing-masing penerima

• DATA command mentransfer text pesan
— Akhir dari pesan ditandai oleh line yang hanya berisi period (.)

Closing Connection
• • • • Dua langkah Sender mengirim QUIT dan menunggu jawaban Kemudian memerintahkan TCP menutup koneksi Receiver memerintahkan TCP menutup koneksi setelah mengirimkan balasan ke QUIT

Format for Text Messages RFC 882
• Message ditampilkan mempunyai amplop dan isi • Amplop berisi informasi yang diperlukan untuk transmisi dan pengiriman message • Message is sequence of lines of text
—Uses general memo framework —Header biasanya kata kunci yang diikuti oleh tanda titik dua yang diikuti oleh argumentasi

Example Message
Date:Tue, 16 Jan 1996 10:37:17 (EST) From: “William Stallings” <ws@host.com> Subject:The syntax of RFC 822 To: Smith@otherhost.com Cc: Jones@Yet-another_host.com This is the main text, delimited from the header by a blank line.

Multipurpose Internet Mail Extension (MIME)
• Extension to RFC822 • SMTP tidak dapat transmit executables
— Uuencode and other schemes are available
• Not standardized

• Tidak dapat mengirimkan text termasuk karakter internasional (e.g. â, å, ä, è, é, ê, ë)
— butuh 8 bit ASCII

• Servers bisa menolak mail jika melebihi ukuran standar/asli • Terjemah dari ASCII dan EBCDIC tidak standar • SMTP gateways ke X.400 tidak dapat menangani sama sekali data teks di X.400 messages • Beberapa implemantasi SMTP tidak memenuhi standart
— CRLF, truncate or wrap long lines, removal of white space, etc.

Overview of MIME
• Lima bentuk header pesan baru
—MIME version —Content type —Content transfer encoding —Content Id —Content Description

• Jumlah format dibatasi • Transfer encoding dibatasi

Content Types
• Text body • Multipart
— Mixed, Parallel, Alternative, Digest

• Message
— RFC 822, Partial, External-body

• Image
— jpeg, gif

• Video
— mpeg

• Audio
— Basic

• Application
— Postscript — octet stream

MIME Transfer Encodings
• Reliable delivery across wide largest range of environments • Isi transfer encoding field
— Six values — Three (7bit, 8bit, binary) no encoding done
• Provide info about nature of data

• Quoted-printable
— Data largely printable ASCII characters — Non-printing characters represented by hex code

• Base64
— Maps arbitrary binary input onto printable output

• X-token
— Named nonstandard encoding

Radix-64 Encoding

Hypertext Transfer Protocol HTTP
• Underlying protocol of the World Wide Web • Bukan protocol untuk pengiriman hypertext
—For transmitting information with efficiency necessary for hypertext jumps

• Dapat mentransfer plain text, hypertext, audio, images, dan Informasi Akses Internet

HTTP Overview
• Transaction oriented client/server protocol • Biasanya antara Web browser (clinet) dan Web server • Menggunakan koneksi TCP • Stateless
—Each transaction treated independently —Each new TCP connection for each transaction —Terminate connection when transaction complete

Key Terms
• • • • • • • • • • • • Cache Client Connection Entity Gateway Message Origin server Proxy Resource Server Tunnel User agent

Examples of HTTP Operation

Intermediate HTTP Systems

HTTP Messages
• Requests
— Client to server

• Responses
— Server to client

• • • • • • •

Request line Response line General header Request header Response header Entity header Entity body

HTTP Message Structure

General Header Fields
• • • • • • • • Cache control Connection Data Forwarded Keep alive MIME version Pragma Upgrade

Request Methods
• Request-Line = Method <SP> Request_URL <SP> HTTP-Version <CRLF> • Methods:
— — — — — — — — — — — — — — Options Get Head Post Put Patch Copy Move Delete Link Unlink Trace Wrapped Extension-method

Request Header Field
• • • • • • • • • • • • • Accept Accept charset Accept encoding Accept language Authorization From Host If modified since Proxy authentication Range Referrer Unless User agent

Response Messages
• Status line followed by one or more general, response and entity headers, followed by optional entity body
• Status-Line = HTTP-Version <SP> Status-Code <SP> Reason-Phrase <CRLF>

Status Codes
• • • • • Informational Successful Redirection Kesalahan client Kesalahan server

Response Header Fields
• • • • • • Location Proxy authentication Public Retry after Server WWW-Authenticate

Entity Header Fields
• • • • • • • • • Allow Content encoding Content language Content length Content MD5 Content range Content type Content version Derived from • • • • • • • Expires Last modified Link Title Transfer encoding URL header Extension header

Entity Body
• Arbitrary sequence of octets • HTTP mengirimkan bermacam-macam tipe data seperti:
—text —binary data —audio —images —video

• Interpretation of data determined by header fields
—Content encoding, content type, transfer encoding

Network Management - SNMP
• Simple Network Management Protocol • Networks menjadi sangat dibutuhkan • Lebih komplek membuat kegagalan lebih mungkin • Require automatic network management tools • Standards required to allow multi-vendor networks • Covering:
—Services —Protocols —Management information base (MIB)

Network Management Systems
• • • • • Collection of tools for network management Single operator interface Kuat, mudah dalam pengesetan perintah Performing most or all management tasks Minimal amount of separate equipment
—i.e. use existing equipment

• View entire network as unified architecture • Active elements provide regular feedback

Key Elements
• • • • Management station or manager Agent Management information base Network management protocol

Management Station
• System yang berdiri sendiri atau merupakan bagian dari shared system • Interface for human network manager • Set of management applications
— Data analysis — Fault recovery

• Interface to monitor and control network • Translate manager’s requirements into monitoring and control of remote elements • Data base of network management information extracted from managed entities

Management Agent
• Hosts, bridges, hubs, routers dilengkapi dengan agent software • Allow them to be managed from management station • Respond to requests for information • Respond to requests for action • Asynchronously supply unsolicited information

Management Information Base
• MIB • Representation of network resources as objects • Each object a variable representing one aspect of managed object • MIB is collection of access points at agent for management of station • Objects standardized across class of system
—Bridge, router etc.

Network Management Protocol
• Menghubungkan antar management station dan agent • TCP/IP menggunakan SNMP • OSI menggunakan Common Management Information Protocol (CMIP) • SNMPv2 (enhanced SNMP) untuk OSI and TCP/IP

Protocol Capabilities
• Get • Set • Notify

Management Layout
• Mungkin di pusatkan di simple network • Mungkin didistribusikan di jaringan besar yang kompleks
—Multiple management servers —Each manages pool of agents —Management may be delegated to intermediate manager

Example of Distributed Network Management Configuration

Network Management Protocol Architecture
• • • • Application-level protocol Part of TCP/IP protocol suite Runs over UDP Dari management station, tiga tipe SNMP messages issued
— GetRequest, GetNextRequest, and SetRequest — Port 161

• Agent replies with GetResponse • Agent may issue trap message in response to event that affects MIB and underlying managed
— Port 162

SNMPv1 Configuration

Role of SNMP v1

SNMP v1
• Spesifikasi SNMP dikeluarkan agustus 1988 • Stand alone management stations and bridges, routers workstations etc supplied with agents • Defines limited, easily implemented MIB of scalar variables and two dimensional tables • Protocol yang diefektifkan • Kemampuan yang terbatas • Ketiadaan keamanan • SNMP v2 1993, ditinjau kembali 1996
—RFC 1901-1908

SNMP v2 (1)
• Framework on which network management applications can be built
—e.g fault management, performance monitoring, accounting

• Protocol digunakan untuk management information • Each player maintains local MIB
—Structure defined in standard

menukar

• Sedikitnya satu sistem yang bertanggung jawab untuk management
—Houses management applications

SNPM v2 (2)
• Support central atau distributed management • Didalam sistem ditribusi, beberapa elements beroperasi seperti manager dan agent • Pertukaran menggunakan SNMP v2 protocol
—Simple request/response protocol —Typically uses UDP
• Ongoing reliable connection not required • Reduces management overhead

SNMP v2 Managed Configuration

Structure of Management Information
• SMI • Defines general framework with which MIB defined and constructed • Mengidentifikasi tipe data • How resources are represented and named • Encourages simplicity and extensibility • Scalars and two dimensional arrays of scalars (tables) only

Protocol Operation
• Pertukaran pesan • Outer message header deals with security • Tujuh jenis dari PDU

SNMP v2 PDU Formats

SNMP v3
• • • • Addresses security issues of SNMP v1/2 RFC 2570-2575 Proposed standard January 1998 Menggambarkan keseluruhan kemampuan keamanan dan arsitektur • Untuk digunakan dengan SNMP v2

SNMP v3 Services
• Authentication
— Part of User-Based Security (UBS) — Assures that message:
• Datang dari identified source • belum diubah • belum delayed atau replayed

• Privacy
— Encrypted messages using DES

• Access control — Dapat mengatur agen untuk menyediakan sejumlah tingkatan
akses ke MIB — Access to information — Membatsi operations

Required Reading
• Stallings chapter 22 • WWW Consortium • Loads of web sites on SNMP

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->