Anda di halaman 1dari 1194

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition

Bagian 1 Komunikasi jaringan dan data

Model Komunikasi
Sumber
Menghasilkan data untuk ditransmisikan

Pemancar
Mengubah data menjadi sinyal yg dapat dipancarkan

Sistem Transmisi
Membawa data

Penerima
Mengubah sinyal yg diterima menjadi data

Tujuan
Pengambilan data

Tugas Komunikasi
Pemanfaatan sistem transmisi
Interfacing

Pengalamatan
Routing

Generasi sinyal
Sinkronisasi

Recovery
Format pesan

Pertukaran manajemen
Koreksi dan deteksi error

Keamanan
Manajemen jaringan

Flow control

Diagram-model komunikasi yg disederhanakan

Model komunikasi data yang disederhanakan

Networking
Komunikasi point to point tidak selalu praktis
Alat terlalu jauh terpisah Peralatan yang besar memerlukan jumlah koneksi yang tidak praktis

Solusi dalam jaringan komunikasi


Wide Area Network (WAN) Local Area Network (LAN)

Wide Area Networks


Area geografis yang besar Crossing public rights of way Rely in part on common carrier circuits Teknologi alternative
Circuit switching Packet switching Frame relay Asynchronous Transfer Mode (ATM)

Circuit Switching
Komunikasi dipersembahkan selama dalam percakapan Misal : jaringan telepon

Packet Switching
Data dikirim sesuai urutan Paket data secara serentak Paket melewati dari titik ke titik antara sumber dan tujuan Digunakan untuk komunikasi dari terminal ke komputer dan komputer ke komputer

Frame Relay
Packet switching systems mempunyai biaya kompensasi yang besar untuk kesalahan Sistem yang modern lebih dapat dipercaya Errors dapat diketahui pada akhir sistem Most overhead untuk kontrol error dilepaskan ke luar

Asynchronous Transfer Mode


ATM Evolusi dari frame relay Little overhead untuk kontrol error Fixed packet (called cell) yang panjang Anything from 10Mbps to Gbps Data rate yang konstan menggunaka teknik paket switching

Local Area Networks


Lingkup lebih kecil
Bangunan atau kampus kecil

Biasanya dimiliki oleh organisasi yang mempunyai alat yang sama Data rates jauh lebih tinggi Biasanya digunakan sistem broadcast Sekarang sistem switched dan ATM mulai dikenalkan

LAN Configurations
Switched
Switched Ethernet
May be single or multiple switches

ATM LAN Fibre Channel

Wireless
Mobility Instalasi yang mudah

Metropolitan Area Networks


MAN Pertengahan antara LAN dan WAN Pribadi dan jaringan umum Kecepatan tinggi Area besar

Networking Configuration

Further Reading
Stallings, W. [2003] Data and Computer Communications (7th edition), Prentice Hall, Upper Saddle River NJ, chapter 1 Web site for Stallings book
http://williamstallings.com/DCC7e.html

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition


Bagian 2 Arsitektur dan protokol

Need For Protocol Architecture


E.g. File transfer
Sumber harus mengaktifkan alur comms. Atau menginformasikan jaringan tujuan. Sumber harus memeriksa tujuan yg disiapkan untuk menerima. Aplikasi file transfer pada sumber harus memeriksa tujuan file management system akan menerima dan menyimpan file untuk pemakainya. Mungkin membutuhkan translasi file format.

Tugas yang rusak kedalam subtasks Diterapkan secara terpisah-pisah didalam tumpukan layers. Fungsi diperlukan didalam kedua sistem Peer layers communicate

Elemen kunci suatu protokol


Syntax
Data formats Level sinyal

Semantics
Control information Error handling

Timing
Speed matching Sequencing

Protocol Architecture
Tugas dari komunikasi hingga kedalam modul Sebagai contoh file transfer dapat menggunakan tiga modul
File transfer application Module Communication service Modul akses jaringan

Simplified File Transfer Architecture

A Three Layer Model


Network Access Layer Transport Layer Application Layer

Network Access Layer


Pertukaran data antara komputer dan jaringan Pengiriman menyediakan alamat tujuan dari komputer May invoke levels of service Bergantung pada jenis jaringan yang digunakan (LAN, packet switched etc.)

Transport Layer
Pertukaran data lebih nyata Tidak terikat pada jaringan yang sedang digunakan Tidak terikat pada aplikasi

Application Layer
Mendukung untuk pemakaian aplikasi yang berbeda e.g. e-mail, file transfer

Protocol Architectures and Networks

Addressing Requirements
Dua tingkatan dalam addressing required Masing-masing komputer memerlukan alamat jaringan yg unik Masing-masing aplikasi dalam (multi-tasking) komputer memerlukan suatu alamat unik dalam komputer
The service access point or SAP The port on TCP/IP stacks

Protocols in Simplified Architecture

Protocol Data Units (PDU)


Pada tiap layer, protokol digunakan untuk komunikasi Informasi kontrol ditambahkan ke data pemakai pada masing-masing lapisan Transport layer memungkinkan membagi-bagi data pemakai Tiap fragmen ditambahkan transport header
Destination SAP Sequence number Error detection code

This gives a transport protocol data unit

Protocol Data Units

Network PDU
Penambahan network header
Alamat jaringan untuk komputer tujuan Fasilitas permintaan

Operation of a Protocol Architecture

Standarisasi Protocol Architectures


Yang diperlukan untuk alat untuk komunikasi Penjual mempunyai lebih banyak produk untuk dipasarkan Pelanggan dapat meminta dg tegas peralatan yg berdasarkan standarisasi Two standards:
OSI Reference model
Never lived up to early promises

TCP/IP protocol suite


Most widely used

Also: IBM Systems Network Architecture (SNA)

OSI
Open Systems Interconnection Dikembangkan oleh the International Organization for Standardization (ISO) Seven layers Suatu sistem teoritis yang dikirimkan sudah terlambat TCP/IP is the de facto standard

OSI - The Model


A layer model Tiap-tiap layer melakukan fungsi yang diperlukan untuk komunikasi Tiap-tiap layer mempercayakan pada layer berikutnya yg lebih rendah untuk melaksanakan fungsi yg lebih primitif Tiap-tiap layer menyediakan jasa untuk layer berikutnya yang lebih tinggi Perubahan di satu layer tidak memerlukan perubahan di layer yg lain

OSI Layers

The OSI Environment

OSI as Framework for Standardization

Layer Specific Standards

Elements of Standardization
Spesifikasi protokol
Operasi antara lapisan yg sama pada dua sistem Mungkin melibatkan sistem operasi yg berbeda Spesifikasi protokol harus tepat
Format of data units Semantics of all fields allowable sequence of PCUs

Service definition
Functional description of what is provided

Addressing
Referenced by SAPs

Service Primitives and Parameters


Jasa antara layer yg bersebelahan dinyatakan dalam kaitan dengan primitif dan parameter Primitives menetapkan fungsi untuk dilakukan Parameters melewatkan data dan mengendalikan info

Primitive Types
REQUEST Yang dikeluarkan primitif oleh pemakai jasa untuk memohon beberapa jasa dan untuk melewatkan parameter yg diperlukan untuk menetapkan secara penuh jasa yang diminta A primitive issued by a service provider either to: indicate that a procedure has been invoked by the peer service user on the connection and to provide the associated parameters, or notify the service user of a provider-initiated action Yang dikeluarkan primitif oleh pemakai jasa untuk mengakui beberapa prosedur yg sebelumnya dilibatkan oleh permintaan pemakai jasa Yang dikeluarkan primitif oleh pemakai jasa untuk mengakui atau melengkapi beberapa prosedur yg sebelumnya dilibatkan oleh suatu permintaan dari pemakai jasa

INDICATION

RESPONSE

CONFIRM

Timing Sequence for Service Primitives

OSI Layers (1)


Physical
Physical menghubungkan antar alat
Mechanical Electrical Functional Procedural

Data Link
Mengaktifkan, memelihara dan mematikan link Error detection and control Higher layers may assume error free transmission

OSI Layers (2)


Network
Transport dari informasi Layer tertinggi tidak memerlukan untuk mengetahui tentang teknologi layer di bawahnya Tidak diperlukan pada direct links

Transport
Pertukaran data antar akhir sistem Bebas error In sequence Tidak ada losses No duplicates Quality of service

OSI Layers (3)


Session
Mengendalikan dialog antar aplikasi Dialogue discipline Pengelompokan Recovery

Presentation
Data formats and coding Kompressi data Encryption

Application
Aplikasi digunakan untuk mengakses lingkungan OSI

Use of a Relay

TCP/IP Protocol Architecture


Dikembangkan oleh the US Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) for its packet switched network (ARPANET) Digunakan oleh internet global Tidak ada macam model tetapi aktif satu.
Application layer Host to host or transport layer Internet layer Network access layer Physical layer

Physical Layer
Physical menghubungkan antara alat transmisi data (e.g. computer) dan medium transmisi atau jaringan Karakteristik dari medium transmisi Signal levels Data rates etc.

Network Access Layer


Pertukaran data antara sistem akhir dan jaringan Tujuan ketetapan alamat Permohonan jasa seperti prioritas

Internet Layer (IP)


Sistem mungkin dipasang ke jaringan yang berbeda Fungsi routing menyebrang ke berbagai jaringan Implementasi di akhir sistem dan routers

Transport Layer (TCP)


Dipercaya dalam pengiriman data Pemesanan pengiriman

Application Layer
Support untuk aplikasi pengguna e.g. http, SMPT

OSI v TCP/IP

TCP
Transport layer biasanya adalah Transmission Control Protocol
Koneksi dapat dipercaya

koneksi
Temporary logical association antar kesatuan di dalam sistem yg berbeda

TCP PDU
Disebut dengan TCP segment Termasuk port sumber dan tujuan (c.f. SAP)
Identifikasi pelanggan masing - masing (applications) Koneksi mengacu pada pair dari ports

TCP tracks segments anatra kesatuan pada tiap tiap koneksi

UDP
Alternative dari TCP yaitu User Datagram Protocol Tidak dijamin dalam pengirimannya Tidak ada pemeliharaan dalam urutan Tidak ada perlindungan melawan terhadap duplikasi Minimum overhead Adds port addressing to IP

TCP/IP Concepts

Addressing level
Level dalam architecture dimana kesatuan dinamai Pengalamatan unik untuk tiap akhir sistem (computer) and router Network level address
IP or internet address (TCP/IP) Network service access point or NSAP (OSI)

Proses didalam sistem


Port number (TCP/IP) Service access point or SAP (OSI)

Trace dari operasi sederhana


Process dihubungkan dengan port 1 di host A mengirim pesan kepada port 2 di host B Process yang ada menjatuhkan pesan ke TCP untuk dikirim ke port 2 TCP menjatuhkan ke IP untuk dikirim ke host B IP menjatuhkan ke network layer (e.g. Ethernet) untuk dikirim ke router J Menghasilkan satu set encapsulated PDUs

PDUs in TCP/IP

Example Header Information


Port tujuan Urutan nomor Checksum

Beberapa protokol dalam deretan TCP/IP

Required Reading
Stallings chapter 2 Comer,D. Internetworking with TCP/IP volume I Comer,D. and Stevens,D. Internetworking with TCP/IP volume II and volume III, Prentice Hall Halsall, F. Data Communications, Computer Networks and Open Systems, Addison Wesley RFCs

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition


Bagian 3 Transmisi data

Terminology (1)
Pemancar Penerima Media
Guided medium
e.g. twisted pair, optical fiber

Unguided medium
e.g. air, water, vacuum

Terminology (2)
Direct link
Tidak ada alat perantara

Point-to-point
Direct link Hanya 2 peralatan yang menghubungkan

Multi-point
Lebih dari 2 alat yang menghubungkan

Terminology (3)
Simplex
Satu arah
e.g. Television

Half duplex
Dua arah, tetapi hanya satu arah secara serentak
e.g. police radio

Full duplex
Dua arah pada waktu yang sama
e.g. telephone

Frequency, Spectrum and Bandwidth


Time domain concepts
Analog signal
Various in a smooth way over time

Digital signal
Memelihara suatu level konstan kemudian mengubah ke level konstan yang lain

Periodic signal
Pola mengulangi dari waktu ke waktu

Aperiodic signal
Pola tidak mengulang dari waktu ke waktu

Analogue & Digital Signals

Periodic Signals

Gelombang sinus
Amplitudo puncak (A)
Kekuatan maksimum dari sinyal volts

Frequency (f)
Perubahan rata rata dari sinyal Hertz (Hz) or cycles per second Period = time for one repetition (T) T = 1/f

Phase ( )
Posisi relatif pada waktunya

Varying Sine Waves s(t) = A sin(2 ft + )

Panjang gelombang
Jarak dalam satu kali beredar Jarak antara dua poin yang berfasa sama di dalam dua siklus berurutan Assuming signal velocity v
= vT f=v c = 3*108 ms-1 (speed of light in free space)

Frequency Domain Concepts


Sinyal biasanya terdiri dari banyak frekuensi Komponennya adalah gelombang sinus Dapat ditunjukkan (analisia fourier) bahwa semua sinyal terdiri dari komponen gelombang sinus Dapat merencanakan fungsi dari frequency domain

Addition of Frequency Components (T=1/f)

Frequency Domain Representations

Spectrum & Bandwidth


Spectrum
range frekuensi yang terdapat dalam sinyal

Absolute bandwidth
Lebar dari spektrum

Effective bandwidth Sering disebut bandwidth


Frekuensi Narrow band yang berisi kebanyakan dari energi

DC Component
Component of zero frequency

Signal with DC Component

Data Rate and Bandwidth


Sistem transmisi manapun mempunyai band frekuensi yang terbatas Batas ini adalah bahwa data rate dapat dibawa (carrier)

Analog and Digital Data Transmission


Data
Kesatuan yang menyampaikan arti/maksud

Signals
Penyajiian data yang elektrik atau elektromagnetik

Transmission
Komunikasi data dengan propagasi dan pengolahan sinyal

Analog and Digital Data


Analog
Nilai nilai berlanjut dalam beberapa interval e.g. sound, video

Digital
Nilai terpisah e.g. text, integers

Acoustic Spectrum (Analog)

Analog and Digital Signals


Berarti bahwa data dipropagasikan Analog
Variabel kontinyu Macam media
wire, fiber optic, space

Bandwidth suara 100Hz to 7kHz Telephone bandwidth 300Hz to 3400Hz Video bandwidth 4MHz

Digital
Menggunakan dua komponen DC

Advantages & Disadvantages of Digital


Murah Sedikit peka terhadap noise Attenuation lebih besar
Pulses menjadi lebih bulat dan kecil Leads terhadap hilangnya informasi

Attenuation of Digital Signals

Komponen Suara
Frequency range (of hearing) 20Hz-20kHz
Suara 100Hz-7kHz

Dengan mudah dikonversi menjadi sinyal elektromagnetik untuk transmisi Frekuensi bunyi dengan volume yg bermacam macam yg diubah menjadi frekuensi elektromagnetik dengan tegangan yg bermacam Batas range frekuensi untuk kanal suara
300-3400Hz

Konversi suara kedalam sinyal analog

Video Components
USA - 483 lines scanned per frame at 30 frames per second
525 lines but 42 lost during vertical retrace

So 525 lines x 30 scans = 15750 lines per second


63.5 s per line 11 s for retrace, so 52.5 s per video line

Frekuensi max jika garis mengubah hitam dan putih Resolusi horisontal sekitar 450 garis memberikan 225 siklus dari gelombang in 52.5 s Max frequency of 4.2MHz

Binary Digital Data


Dari terminal komputer etc. Dua komponen dc Bandwidth bergantung pada data rate

Konversi PC kedalam sinyal digital

Data and Signals


Biasanya menggunakan sinyal digital untuk data digital dan sinyal analog untuk data analog Dapat menggunakan sinyal analog untuk membawa data digital
Modem

Dapat menggunakan sinyal digital untuk membawa data analog


Compact Disc audio

Sinyal analog membawa data digital dan analog

Sinyal digital membawa data digital dan analog

Analog Transmission
Sinyal analog dipancarkan tanpa melihat isi Dapat berupa data digital atau analog Attenuated over distance Menggunakan amplifiers untuk sinyal boost Juga memperkuat noise

Digital Transmission
Terkait dengan isi Integritas dibahayakan oleh noise, attenuation etc. Menggunakan Repeaters Repeater menerima sinyal Extracts bit pattern Retransmits Attenuation is overcome Noise tidak diperbesar

Keuntungan dari transmisi digital


Digital technology
Low cost LSI/VLSI technology

Data integrity
Longer distances over lower quality lines

Capacity utilization
Bandwith tinggi berhubungan dengan ekonomis Derajat tinggi dari multiplexing lebih mudah dengan teknik digital

Security & Privacy


Encryption

Integration
Dapat perlakukan data digital dan analog dg cara yg sama

Pelemahan transmisi
Sinyal yg diterima berbeda dengan yg dipancarkan Analog - degradation of signal quality Digital - bit errors Disebabkan oleh
Attenuation and attenuation distortion Delay distortion Noise

Attenuation
Kekuatan sinyal mulai jatuh dengan jarak Bergantung pada media Kekuatan yg diterima sinyal:
Harus cukup untuk dideteksi Harus lebih tinggi daripada noise untuk diterima tanpa error

Attenuation adalah suatu peningkatan fungsi frekuensi

Delay Distortion
Hanya didalam media yg dipandu Macam-macam percepatan propagasi dengan frekuensi

Noise (1)
Sinyal tambahan dimasukkan antara penerima dan pemancar Panas
Berkaitan dengan panas dari elektron Didistribusikan secara seragam White noise

Intermodulation
Isyarat yang menjadi penjumlahan dan perbedaan dari frekwensi asli yang berbagi suatu medium

Noise (2)
Crosstalk
Sinyal dari satu garis diambil oleh yang lain

Impulse
Pulsa tidak beraturan atau spikes External electromagnetic interference Short duration High amplitude

Kapasitas Kanal
Data rate
Bits per second Tingkat di mana data dapat dikomunikasikan

Bandwidth
Satu putaran per second of Hertz yang dibatasi oleh medium dan pemancar

Nyquist Bandwidth
Jika tingkat sinyal transmisi adalah 2B kemudian sinyal dengan frekwensi tidak lebih besar dibanding B cukup untuk membawa signal rate Memberikan bandwidth B, signal rate tertinggi adalah 2B Memberikan binary signal, data rate didukung oleh B Hz adalah 2B bps Bisa ditingkatkan dengan menggunakan M level signal C= 2B log2M

Shannon Capacity Formula


Pertimbangan data rate,noise and error rate Lebih cepat data rate memperpendek tiap bit maka pengaruh kerusakan dari pengaruh noise lebih dari bits
Memberikan level noise, data rate tinggi yang berarti lebih tinggi dari error rate

Signal to noise ration (in decibels) SNRdb=10 log10 (signal/noise) Capacity C=B log2(1+SNR) Ini adalah error free capacity

Required Reading
Stallings chapter 3

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition


Bagian 4 Media Transmisi

Overview
Guided - wire Unguided - wireless Karakteristik dan qualitas diberikan oleh media dan sinyal For guided, media lebih penting For unguided, lebar pita dihasilkan oleh antena adalah lebih penting kuncinya rata-rata data dan jarak

Faktor Desain
Bandwidth(lebar pita)
Lebar pita yang tinggi diberikan ke data rata-rata yang tinggi

Transmission impairments
Mengurangi

Interferensi Jumlah dari penerima


In guided media Banyak penerima (multi-point) dikenalkan banyak mengurangi

Spektrum Elektromagnetik

Guided Media Transmisi


Twisted Pair Kabel Coaxial Fiber Optic

Karakteristik Transmisi dari Guided Media


Frequency Range Twisted pair (with loading) Twisted pairs (multi-pair cables) Coaxial cable Optical fiber 0 to 3.5 kHz 0 to 1 MHz 0 to 500 MHz 186 to 370 THz Typical Attenuation 0.2 dB/km @ 1 kHz 0.7 dB/km @ 1 kHz 7 dB/km @ 10 MHz 0.2 to 0.5 dB/km Typical Delay 50 s/km 5 s/km 4 s/km 5 s/km Repeater Spacing 2 km 2 km 1 to 9 km 40 km

Twisted Pair

Aplikasi Twisted Pair


Most common medium Jaringan telepon
Antara rumah dan local exchange (subscriber loop)

Dalam gedung
Untuk pertukaran cabang sendiri(PBX)

Untuk local area networks (LAN)


10Mbps atau 100Mbps

Twisted Pair - Pros and Cons


murah mudah bekerja dengan Rata-rata data rendah Range pendek

Karakteristik Transmisi Twisted Pair


Analog
Dikuatkan setipa 5km sampai 6km

Digital
Menggunakan kedua sinyal analog dan sinyal digital pengulangan setiap 2km atau 3km

Jarak dibatasi Lebar pita dibatasi (1MHz) Rata-rata data dibatasi (100MHz) Mudah terpengaruh oleh interferensi dan noise

Near End Crosstalk


Coupling of signal from one pair to another Coupling takes place when transmit signal entering the link couples back to receiving pair i.e. near transmitted signal is picked up by near receiving pair

Unshielded and Shielded TP


Unshielded Twisted Pair (UTP)
Kabel telepon biasa murah Mudah diinstal dibiarkan dari interferensi EM dari luar

Shielded Twisted Pair (STP)


Pita baja atau sarung untuk mengurangi interferensi Lebih mahal keras untuk dipegang (tebal, berat)

Kategori UTP
Kategori 3
Di atas 16MHz Tingkatan voice ditemukan dalam banyak perkantoran Panjang twist dari 7.5 cm sampai 10 cm

Kategori 4
Di atas 20 MHz

Kategori 5
Di atas 100MHz biasanya sebelum diinstal pada bangunan gedung baru Panjang twist 0.6 cm sampai 0.85 cm

Kategori 5E (Enhanced) lihat tabel Kategri 6 Kategori 7

Perbandingan dari Shielded dan Unshielded Twisted Pair


Attenuation (dB per 100 m)
Frequency (MHz) Category 3 UTP Category 5 UTP 150-ohm STP

Near-end Crosstalk (dB)


Category 3 UTP Category 5 UTP 150-ohm STP

2.6

2.0

1.1

41

62

58

5.6

4.1

2.2

32

53

58

16

13.1

8.2

4.4

23

44

50.4

25

10.4

6.2

41

47.5

100

22.0

12.3

32

38.5

300

21.4

31.3

Kategori dan kelas Twisted Pair


Category 3 Class C Category 5 Class D Category 5E Category 6 Class E Category 7 Class F

Bandwidth

16 MHz

100 MHz

100 MHz

200 MHz

600 MHz

Cable Type

UTP

UTP/FTP

UTP/FTP

UTP/FTP

SSTP

Link Cost (Cat 5 =1)

0.7

1.2

1.5

2.2

Kabel Coaxial

Aplikasi Kabel Coaxial


Medium banyak berubah-ubah Distribusi Televisi
Ariel to TV TV kabel

Transmisi telepon jarak jauh


Dapat membawa 10,000 panggilan suara simultan Menjadi pengganti dari fiber optic

Sistem links komputer jarak dekat Local area networks(LAN)

Karakteristik Transmisi - kabel Coaxial


Analog
penguatan tiap sedikit km Penutup jika frekuensi tinggi Di atas 500MHz

Digital
Pengulangan setiap 1km Penutup untuk rata-rata data yang tinggi

Fiber Optic

Keunggulan Fiber Optic


Kapasitas besar
Rata-rata data dari seribu dari Gbps

Ukuran kecil & berat Attenuation rendah Isolasi Elektromagnetik Jarak pengulangan besar
10s of km at least

Aplikasi Fiber Optic


Penarik saluran besar-panjang Saluran besar metropolitan Saluran besar penukar di sekitar desa Subscriber loops LAN

Karakteristik Transmisi Fiber Optic


Beraksi sebagai gelombang guide for 1014 to 1015 Hz
Bagian dari infrared dan spectrum yang kelihatan

Light Emitting Diode (LED)


Lebih murah Di operasikan pada range temperatur yang lebih lebar Akhir terpanjang

Injection Laser Diode (ILD)


Lebih effisien Rata-rata data terbesar

Wavelength Division Multiplexing

Mode Transmisi Fiber Optic

Penggunaan Frekuensi Untuk Aplikasi Fiber


Wavelength (in vacuum) range (nm) 820 to 900 Frequency range (THz) Band label Fiber type Application

366 to 333

Multimode

LAN

1280 to 1350

234 to 222

Single mode

Various

1528 to 1561

196 to 192

Single mode

WDM

1561 to 1620

185 to 192

Single mode

WDM

Attenuation in Guided Media

Frekuensi Transmisi Wireless


2GHz sampai 40GHz
Microwave Highly directional Point to point Satelit

30MHz sampai 1GHz


Omnidirectional Pemancar radio

3 x 1011 sampai 2 x 1014


Infrared Local

Antenna
Konduktor elektrik (atau sistem) yang digunakan untuk energi radiasi elektromagnetik atau mengumpulkan energi elektromagnetik Transmisi
Energi frekuensi radio dari transmitter Di rubah ke energi elektromagnetik oleh antenna Radiasi dalam mengelilingi sekitar

Penerimaan
Energi elektromagnetik melanggar dalam antena Di konversi untuk energi frekuensi elektrik radio Bentuk untuk receiver

Antena yang sama sering digunakan untuk keduanya

Pola Radiasi
Daya diradiasikan dalam semua directions Performa tidak sama dalam semua directions Antena Isotropic adalah titik dalam jarak (theoretical)
Radiasi dalam semua directions sama Memberi pola radiasi spherical

Antena Refleksi Parabola


Di gunakan untuk terrestrial dan satelit microwave Parabola adalah locus dari titik equidistant dari suatu line dan suatu bagian tidak pada line tersebut Titik tetap adalah focus
Line adalah directrix

Parabola berputar tentang untuk mendapat paraboloid


Pemotongan silang paralel untuk axis memberikan parabola Pemotongan silang tegak lurus untuk axis memberikan lingkaran

Sumber ditempatkan pada focus akan menghasilkan gelombang refleksi dari parabola dalam pararel dengan axis
Membuat (theoretical) pararel sinar cahaya dari/sound/radio

Pada penerima, sinyal dipusatkan pada focus,dimana detector diletakkan

Antena Refleksi Parabola

Gain Antena
Ukuran directional antena Power output dalam arah particular dibandingkan dengan yg diproduksi oleh isotropic antenna Measured in decibels (dB) Menyebabkan kerugian pada power di arah yg lain Area efektif berhubungan dengan ukuran dan bentuk
Related to gain

Terrestrial Microwave
Parabolic dish Focused beam Line of sight Long haul telecommunications Ferkuensi tinggi memberikan data rate tinggi

Satellite Microwave
Satellite adalah stasiun relay Satellite menerima dalam satu frekuensi, amplifies atau mengulang sinyal dan mengirim pada frekuensi yg lain Requires geo-stationary orbit
Height of 35,784km

Television Long distance telephone Private business networks

Satellite Point to Point Link

Link Pemancar Satelite

Pemancar Radio
Omnidirectional Radio FM Televisi UHF dan VHF Line of sight Suffers from multipath interference
Refleksi

Infrared
Modulate noncoherent infrared light Line of sight (or reflection) Dihalangi oleh dinding e.g. TV remote control, IRD port

Propagasi Tanpa Kabel(Wireless)


Sinyal berjalan melalui tiga rute
Ground wave
Follows contour of earth Up to 2MHz AM radio

Sky wave
Amateur radio, BBC world service, Voice of America Sinyal dipantulkan oleh lapisan ionosfer dari atmosfer tertinggi (Actually refracted)

Line of sight
Above 30Mhz May be further than optical line of sight due to refraction More later

Propagasi Gelombang Tanah

Propagasi gelombang langit

Line of Sight Propagation

Refraction
Velocity dari gelombang elektromagnetik adalah sebuah fungsi dari kepadatan material
~3 x 108 m/s in vacuum, less in anything else

Sebagai gelombang bergerak dari satu medium ke lainnya, kecepatannya berubah


Menyebabkan pembengkokkan arah gelombang

Ke arah medium yang lebih padat Index of refraction (refractive index) adalah Sin(sudut datang)/sin(sudut bias)
Varies with wavelength

Mungkin menyebabkan perubahan arah mendadak pada transisi antara media Kepadatan atmosfer berkurang dengan ketinggian
Menyebabkan pembengkokkan ke arah bumi dari gelombang radio

Optical and Radio Horizons

Line of Sight Transmission


Free space loss
Sinyal membubarkan dengan jarak Lebih baik untuk frekuensi yg lebih rendah (panjang gelombang lebih panjang)

Penyerapan oleh atmosfer


Uap air dan oksigen menyerap sinyal radio Water greatest at 22GHz, less below 15GHz Oxygen greater at 60GHz, less below 30GHz Hujan dan kabut menghamburkan gelombang radio

Multipath
Lebih baik Untuk mendapatkan arah garis jika mungkin Sinyal dapat dipantulkan yg menyebabkan berbagai salinan untuk diterima Mungkin tidak semua sinyal dapat dipantulkan Mungkin menguatkan atau membatalkan sinyal langsung

Pembiasan
Mengakibatkan sebagian atau total hilangnya sinyal pada penerima

Free Space Loss

Multipath Interference

Required Reading
Stallings Chapter 4

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi ke 7


Bab 5 Teknik Sinyal Encoding

Teknik Encoding
Data digital, sinyal digital Data analog, sinyal digital Data digital, sinyal analog Data analog, sinyal analog

Data digital, sinyal digital


sinyal digital
Diskrit, pulsa tegangan diskontinyu tiap pulsa adalah elemen sinyal data biner diubah menjadi elemen-elemen sinyal

Ketentuan(1)
Unipolar
Semua elemen-elemen sinyal dalam bentuk yang sama

Polar
satu state logic dinyatakan oleh tegangan positif dan sebaliknya oleh tegangan negatif

Rating Data
Rating data transmisi data dalam bit per secon

Durasi atau panjang suatu bit


Waktu yang dibutuhkan pemancar untuk memancarkan bit

Ketentuan (2)
Rating modulasi
Rating dimana level sinyal berubah Diukur dalam bentuk baud=elemen-elemen sinyal per detik

Tanda dan ruang


Biner 1 dan biner 0 berturut-turut

Menerjemahkan Sinyal
Perlu diketahui
Waktu bit saat mulai dan berakhirnya Level sinyal

Faktor-faktor penerjemahan sinyal yang sukses


Perbandingan sinyal dengan noise(gangguan) Rating data Bandwidth

Perbandingan Pola-Pola Encoding(1)


Spektrum sinyal
Kekurangan pada frekuensi tinggi mengurangi bandwidth yang dibutuhkan Kekurangan pada komponen dc menyebabkan kopling ac melalui trafo menimbulkan isolasi Pusatkan kekuatan sinyal di tengah bandwidth

Clocking
Sinkronisasi transmiter dan receiver Clock eksternal Mekanisme sinkronisasi berdasarkan sinyal

Perbandingan Pola-Pola Encoding(2)


Pendeteksian error
Dapat dibangun untuk encoding sinyal

Interferensi sinyal dan kekebalan terhadap noise


Beberapa code lebih baik daripada yang lain

Harga dan Kerumitan


Rating sinyal yang lebih tinggi(seperti kecepatan data) menyebabkan harga semakin tinggi Beberapa code membutuhkan rating sinyal lebih tinggi

Pola Pola encoding


Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L) Nonreturn to Zero Inverted (NRZI) Bipolar-AMI Pseudoternary Manchester Differential Manchester B8ZS HDB3

Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L)


Dua tegangan yang berbeda antara bit 0 dan bit 1 Tegangan konstan selama interval bit Tidak ada transisi yaitu tegangan no return to zero Contoh: Lebih sering, tegangan negatif untuk satu hasil dan tegangan positif untuk yang lain Ini adalah NRZ-L

Nonreturn to Zero Inverted (NRZI)


Nonreturn to Zero Inverted (NRZI) dalam kesatuan Pulsa tegangan konstan untuk durasi bit Data dikodekan / diterjemahkan sebagai kehadiran(ada) atau ketiadaan sinyal transisi saat permulaan bit time Transisi (dari rendah ke tinggi atau tinggi ke rendah) merupakan biner 1 Tidak ada transisi untuk biner 0 Sebagai contoh encoding differential

NRZ

Encoding differential
Data menggambarkan perubahan daripada level Deteksi yang lebih dapat dipercaya untuk transisi daripada level Pada transmisi yang lebih komplek layoutnya lebih mudah hilang pada polatitas

NRZ pros and cons


Pros
Mudah untuk teknisi Membuat kegunaan bandwidth menjadi baik

Cons
Komponen dc Kekurangan dari kapasitas sinkronisasi

Digunakan untuk recording magnetik Tidak sering digunakan untuk transmisi sinyal

Biner Multilevel
Digunakan lebih dari 2 level Bipolar-AMI Zero menggambarkan tidak adanya line signal Satu menggambarkan positif atau negatif sinyal Satu pulsa menggantikan dalam polaritas Tidak ada kerugian dalam sinkronisasi jika panjang tali (nol masih bermasalah) Bandwidth rendah Tidak ada jaringan untuk komponen dc Mudah mendeteksi error

Pseudoternary
Satu menggambarkan adanya jalur sinyal Zero menggambarkan perwakilan dari positif dan negatif Tidak adanya keuntungan atau kerugian pada bipolar-AMI

Bipolar-AMI and Pseudoternary

Pertukarn untuk biner multilevel


Tidak ada efisiensi pada NZR
Tiap elemen sinyal hanya menggambarkan satu bit Pada 3 level sistem dapat menggambarkan log23 = 1.58 bits Receiver harus membedakan diantara 3 level (+A, -A, 0) Membutuhkan kira-kira lebih dari 3db kekuatan sinyal untuk kemungkinan yang sama dalam bit error

Dua fase
Manchester
Transisi di tengah untuk tiap periode bit Perpindahan transisi sebagai clock dan data Rendah ke tinggi menggambarkan nol Tinggi ke rendah menggambarkan zero Digunakan IEEE 802.3

Differential Manchester
Transisi Midbit adalah hanya clocking Transisi dimulai saat periode bit menggambarkan zero Tidak ada transisi yang dimulia saat periode bit dalam menggambarkan nol Catatan : ini adalah pola differential encoding Digunakan IEEE 802.5

Manchester Encoding

Differential Manchester Encoding

Pros dan Cons dua fase


Con
Paling sedikit satu transisi tiap bot time dan kemungkinan dua Kecepatan modulasi maksimum adalah kedua NZR Memerlukan lebih banyak bandwidth

Pros
Sinkronisasi dalam transisi bit mid (clocking sendiri) Tidak ada komponen dc Pendeteksian error
Kehadiran dalam transisi yang diharapkan

Kecepatan Modulasi

Scrambling
Penggunaan Scrambling untuk menggantikan rangkaian yang menghasilkan tegangan konstan. Rangkaian Filling
Harus cukup menghasilkan transisi untuk sinkronisasi Harus dapat diakui oleh receiver dan digantikan dengan yang asli Panjang sama dengan yang asli

Tidak ada komponen dc Tidak ada rangkaian panjang pada saluran sinyal level zero Tidak ada penurunan pada kecepatan data Kemampuan pendeteksian error

B8ZS
Penggantian Bipolar With 8 Zeros Didasarkan pada bipolar-AMI Jika octet pada semua zero dan pulsa terakhir tegangan yang terdahulu adalah encode positif sebagai 000+-0-+ Jika octet pada semua zero dan pulsa terakhir tegangan yang terdahulu adalah encode negatif sebagai 000-+0+ Karena dua pelanggaran pada kode AMI Tidak mungkin untuk terjadi seperti hasil noise Receiver mendeteksi dan menerjemahkan seperti octed pada semua zero

HDB3
Kepadatan tinggi Bipolar 3 Zeros Didasarkan pada bipolar-AMI String pada empat zero digantikan dengan satu atau dua pulsa

B8ZS dan HDB3

Data digital, sinyal analog


Sistem telepon umum
300Hz to 3400Hz Menggunakan modem (modulatordemodulator)

Amplitude shift keying (ASK) Frequency shift keying (FSK) Phase shift keying (PSK)

Amplitude Shift Keying


Hasil diwakili oleh perbedaan amplitudo pada carrier Selalu, satu amplitudo adalah zero
Yakni,kehadiran dan ketidakhadiran pada carrier adalah digunakan

Rentan untuk pergantian gain tiba-tiba Tidak efisien Sampai dengan 1200bps pada voice grade line Digunakan pada fiber optic

Binary Frequency Shift Keying


Secara umum berbentuk binary FSK (BFSK) Dua hasil biner diwakili oleh dua frekuensi yang berbeda(carrier dekat) Tidak mudah error daripada ASK Sampai dengan 1200bps pada voice grade line Frekuensi radio tinggi Tiap frekuensi tinggi pada LAN menggunakan koaksial

Multiple FSK
Digunakan lebih dari dua frekuensi Bandwidth lebih efisien Lebih mudah error Tiap elemen sinyal mewakili lebih dari satu bit

FSK pada Voice Grade Line

Phase Shift Keying


Fase pada sinyal carrier adalah perubahan untuk mewakili data Binary PSK
Dua fase diwakili dua digit biner

Differential PSK Perubahan fase relatif untuk transmisi sebelumnya lebih dari beberapa sinyal referensi

Differential PSK

Quadrature PSK
Penggunaan lebih efisien oleh tiap elemen sinyal diwakili lebih dari satu bit Misalnya perubahan pada /2 (90o) Tiap elemen diwakili dua bit Dapat digunakan 8 sudut fase dan memiliki lebih dari satu amplitudo 9600bps modem menggunakan sudut 12, empat pada tiap dua amplitudo Offset QPSK (orthogonal QPSK) Delay dalam aliran Q

QPSK dan Modulator OQPSK

Contoh pada gelombang QPSF dan OQPSK

Performance pada Pola Modulasi Digital ke Analog


Bandwidth Bandwidth ASK dan PSK berhubungan langsung pada kecepatan bit Bandwidth FSK berhubungan pada kecepatan data untuk frekuensi rendah tetapi pada offset frekuensi modulasi untuk frekuensi tinggi carrier (lihat Stallings pada math) Pada saat noise, kecepatan bit error pada PSK dan QPSK adalah kira-kira 3dB superior untuk ASK dan FSK

Quadrature Amplitude Modulation


QAM digunakan pada asymmetric digital subscriber line (ADSL) dan beberapa wireless Kombinasi dari ASK dan PSK Logical extension pada QPSK Dikirimkan dua sinyal simultan yang berbeda dalam frekuensi carrier yang sama Digunakan dua copy carrier,satu shifted 90 Tiap carrier adalah modulasi ASK Dua sinyal independen sama media Demodulasi dan kombinasi untuk output sinyal original

QAM Modulator

Level-level QAM
Dua level ASK
Setiap dua aliran dalam satu keadaan Empat sistem keadaan Essentially QPSK

Empat level ASK


Kombinasi aliran menjadi satu pada 16 perubahan

64 dan 256 sistem keadaan memiliki implementasi Kecepatan data diperbaiki untuk bandwidth yang dinerikan
Ditambahkan potensial kecepatan error

Data Analog, Sinyal Digital


Digitalisasi
Konversi dari data analog ke data digital Data digital dapat ditransmisikan dengan menggunakan NRZ-L Data digital dapat ditransmisikan dengan menggunakan code selain NRZ-L Data digital dapat dirubah menjadi sinyal analog Konfersi analog ke digital menggunakan code Pulse code modulation Modulasi delta

Digitalisali Data Analog

Pulse Code Modulation(PCM) (1)


Jika sinyal diambil pada interval regular kecepatannya lebih tinggi daripada kedua sinyal frekuensi, sample menahan banyak informasi pada sinyal original
(Proof - Stallings appendix 4A)

Batas data voice(suara) sampai 4000Hz Membutuhkan 8000 sample tiap detik Sample-sample analog (Pulse Amplitude Modulation, PAM) Tiap sample diberikan nilai digital

Pulse Code Modulation(PCM) (2)


Sistem 4 bit memberi 16 level Kualitas
Kualitas error atau noise Kira-kira diartikan dimungkinkan untuk menutup kembali ketepatan original

8 bit sample memberi 256 level Perbandingn kualitas dengan transmisi analog 8000 samples tiap detik pada tiap 8 bit memberi 64kbps

PCM Example

PCM Block Diagram

Nonlinear Encoding
Kualitas level bukan tempat yang rata Mengurangi sinyal distorsi Selalu dapat dilakukan oleh companding

Effect of Non-Linear Coding

Tipe Fungsi Companding

Modulasi Delta
Input analog kira-kira seperti fungsi tangga rumah Perpindahan naik atau turun satu level ( ) pada tiap sample interval Binary behavior
Fungsi perpindahan naik atau turun satu level pada tiap sample interval

Modulasi Delta-Contoh

Modulasi Delta- operasi

Modulasi Delta - Performance


Menghasilkan suara yang baik
PCM - 128 levels (7 bit) Bandwidth suara 4khz Harus 8000 x 7 = 56kbps for PCM

Data compression dapat memperbaiki seperti


Misal teknik coding interface pada video

Data Analog,Sinyal Analog


Mengapa modulasi sinyal analog?
Frekuensi yang tinggi dapat memberikan efisiensi lebih pentransmisian Permits frequency division multiplexing (chapter 8)

Tipe-tipe modulasi
Amplitudo Fase Frekuensi

Modulasi Analog

Bacaan yang dibutuhkan


Stallings bab 5

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi ke 7


Teknik Komunikasi Data Digital

Transmisi Asinkron dan Sinkron


Masalah waktu membutuhkan mekanisme untuk menyamakan antara transmiter dan receiver Dua salusi
Asinkronisasi Sinkronisasi

Asinkron
Data ditransmisikan dalam karakter setiap waktu
5 to 8 bits

Timing (waktu) hanya memerlukan pertahanan dalam tiap karakter Sinkronisasi ulang tiap karakter

Asinkron diagram

Asinkron
Pada aliran yang tetap, interval diantara karakter adalah sama (panjang elemen stop) Dalam keadaan tidak lancar,receiver mengecek untuk transisi 1 ke 0 Saat 7 interval sample berikutnya (panjang karakter) Melihat untuk 1 ke 0 untuk karakter berikutnya Simple Murah Overhead pada 2 atau 3 bit per karakter (~20%) Baik untuk data dengan jarak yang panjang (keyboard)

Sinkron-level bit
Block pada transmisi data tanpa start atau stop bits Clock harus sama (sinkron) Dapat menggunakan jalur clock yang terpisah
Baik untuk jarak dekat Perusakan subjek

Meletakkan sinyal clock dalam data


Encoding Manchester Menemukan kembali carrier (pada modulasi digital)

Sinkron-level block
Membutuhkan petunjuk saat start dan end pada block Menggunakan preamble dan postamble Yaitu series pada karakter SYN (hex 16) Yaitu block pada 11111111 patterns ending dalam 11111110 Lebih efisien (Overhead lebih kecil) daripada asinkron

Sinkron (diagram)

Tipe-tipe error
Error terjadi ketika ada perubahan diantara transmitter dan receiver Error single bit
Diantara satu bit Bit yang berdekatan tidak efektif White noise

Burst errors Panjang B Impulse noise Memudar dalam wireless Efek lebih besar saat kecepatan data tinggi

Proses Pendeteksian Error

Pendeteksian Error
Bit tambahan yang dibuat oleh transmitter untuk mendeteksi error code Parity Nilai dari Parity bit merupakan karakter even (even parity) atau odd (odd parity) dalam satu angka Even number dari bit error berarti tidak terdeteksi

Cyclic Redundancy Check


Untuk block pada transmitter k bit transmitter membangkitkan n bit sequence Transmit k+n bits yang tepat membagi menjadi beberapa angka Receiver membagi frame dengan angka
Jika tidak ada peringatan, diasumsikan tidak ada error

Untuk materi, lihat Stallings bab 6

Koreksi Error
Koreksi pada pendeteksian error memerlukan block data yang dikirimkan kembali (lihat bab 7) Tidak ada yang tepat untuk aplikasi wireless
Kecepartan bit error tinggi
Lebih banyak pengiriman ulang

Waktu tunggu perambatan lebih lama dibandingkan pengiriman frame Diperlukan koreksi error untuk penerimaan bit dalam basic

Diagram Proses Koreksi Error

Proses Koreksi Error


Tiap k bit block mapped untuk n bit block (n>k)
Codeword Forward error correction (FEC) encoder

Codeword dikirim Diterima bit string yang sama untuk pengiriman tetapi masih ada error Diterima codeword lalu dirubah ke FEC decoder
Jika ada error, dikeluarkan data block original Beberapa error dapat dideteksi dan dikoreksi Beberapa error dapat dideteksi tetapi tidak dapat dikoreksi Beberapa error tidak dapat dideteksi
Hasil yang tidak dikoreksi dari FEC

Bekerja pada Koreksi Error


Membuat redundancy untuk pengiriman pesan Dapat menarik kesimpulan pada level kecepatan error E.g. koreksi code block error
Secara umum membuat (n k ) bits menjadi end pada block
Meberikan n bit block (codeword) Semua original k bits termasuk dalam codeword

Beberapa pemetaan FEC k bit input kedalam n bit codeword seperti original k bits tidak terlihat

Kembali untuk materilihat bab 6

Konfigurasi Saluran
Topology
Fisik menyusun stasiun dalam media Point to point Multi point
Komputer dan terminals, local area network

Half duplex
Hanya satu stasiun yang mungkin dikirimkan dalam satu waktu Membutuhkan satu data path

Full duplex
Simultan antara dua stasiun saat pengiriman dan penerimaan Membutuhkan dua data paths (atau echo canceling)

Konfigurasi Tradisional

Interfacing
Peralatan pemrosesan data (atau perlengkapan terminal data, DTE) tidak selalu termasuk fasilitas pengiriman data Dibutuhkan interface yang disebut data circuit terminating equipment (DCE)
e.g. modem, NIC

Pengiriman DCE bit dalam media Komunikasi data DCE kontrol info dengan DTE
Dilakukan pertukaran circuit Dibutuhkan standar interface yang bersih

Interfacing Komunikasi Data

Karakteristik Interface
Mechanical
Connection plugs

Electrical
Voltage, timing, encoding

Fungsi
Data, control, timing, grounding

Procedur
Sequence of events

V.24/EIA-232-F
ITU-T v.24 Hanya fungsi yang spesifik dan prosedur
Referensi standar lain untuk electrical dan mechanical

EIA-232-F (USA)
RS-232 Mechanical ISO 2110 Electrical v.28 Functional v.24 Procedural v.24

Spesifikasi Mechanical

Spesifikasi Electrical
Sinyal digital Hasil penerjemahan sebagai data atau control, bergantung dalam circuit Lebih dari -3v adalah binary 1, lebih dari +3v adalahbinary 0 (NRZ-L) Kecepatan Signal < 20kbps Jarak<15m Untuk control, lebih dari -3v adalah off, +3v adalah on

Spesifikasi Fungsi
Kategori grup circuit
Data Control Timing Ground

Satu circuit dalam tiap arah


Full duplex

Dua circuit data kedua


Mengijinkan halt atau flow control dalam operasi half duplex

(Lihat tabel dalam Stallings bab 6)

Local dan Remote Loopback

Spesifikasi Prosedur
E.g. Asynchronous private line modem Ketika diputar menyala dan siap, modem (DCE) menyatakan DCE siap Ketika DTE siap mengirimkan data, menyatakan permintaan untuk dikirim
Mode penerimaan dihambat juga dalam half duplex

Modem merespon ketika siap oleh pernyataan Clear to send DTE mengirimkan data Ketika data datang, local modem menyatakan Receive Line Signal Detector dan mengantarkan data

Dial Up Operation (1)

Dial Up Operation (2)

Dial Up Operation (3)

Null Modem

Diagram interface fisik ISDN

Interface fisik ISDN


Konneksi antara perlengkapan terminal (c.f. DTE) dan perlengkapan jaringan terminating (c.f. DCE) ISO 8877 Kables terminal dalam matching dengan 8 kontak Pengiriman/ penerimaanmembawa kedua data dan kontrol

Spesifikasi Electrical ISDN


Balanced transmission
Carried dalam dua lines, e.g. twisted pair Signals seperti currents down one conductor dan yang lain naik Signaling yang berbeda Mengandalkan hasil dalam direction pada tegangan Banyak toleransi noise dan generates less (tidak balanced, e.g. RS-232 digunakan jalur single signal dan ground) Mengandalkan data encoding dalam kecepatan data Kecepatan dasar 192kbps menggunakan pseudoternary Kecepatan primer menggunakan alternative mark inversion (AMI) and B8ZS or HDB3

Foreground Reading
Stallings bab 6 Web pages from ITU-T on v. specification Web pages on ISDN

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi ke 7


Bab 7 Protokol Data Link Control

Flow Control
Memastikan pengiriman tidak overwhelm peniriman
Preventing buffer overflow

Waktu pengiriman
Waktu yang diperlukan untuk memancarkan semua bit ke dalam media

Waktu Propagation
Waktu untuk bit mentransfer link

Model Transmissi Frame

Stop dan Wait


Sumber mengirimkan frame Penerimaan frame pada tujuan dan replies dengan acknowledgement Sumber menunggu ACK sebelum mengirimkan frame berikutnnya Tujuan dapat menghentikan aliran dengan mengirimkan ACK Baik bekerja untuk frame besar yang sedikit

Fragmentasi
Block data yang besar dapat dibagi-bagi menjadi frame-frame kecil
Ukuran buffer yang terbatas Pendeteksian error cepat (ketika frame diterima) Saat error dibutuhkan pengiriman kembali frameframe yang kecil Pencegahan satu stasiun menduduki media untuk waktu yang lama

Stop dan wait menjadi tidak cukup

Penggunaan Link Stop dan Wait

Sliding Windows Flow Control


Mengijinkan banyak frame menjadi transit Receiver memiliki buffer W long Transmitter dapat mengirimkan W frames tanpa ACK Tiap frame diberi nomor ACK termasuk nomor frame yang diharapkan selanjutnya Nomor Sequence diloncati tiap ukuran dalam field (k)
Frame dinomiri dengan modulo 2k

Diagram Sliding Window

Contoh Sliding Window

Sliding Window Enhancements


Receiver dapat acknowledge frames tanpa ijin pengiriman lebih lanjut (Receive tidak siap) Harus dikirimkan acknowledge yang normal untuk resume Jika duplex, menggunakan piggybacking
Jika tidak ada data yang dikirimkan, menggunakan acknowledgement frame Jika terdapat data tetap tidak acknowledgement untuk dikirimkan,mengirimkan acknowledgement terakhir lagi, atau memiliki ACK valid flag (TCP)

Deteksi Error
Dibuat bit tambahan oleh transmitter untuk deteksi code error Parity
Hasil dari parity bit seperti karakter memiliki even (even parity) or odd (odd parity) number of ones Even number dalam bit errors tidak terdeteksi

Cyclic Redundancy Check


Untuk block pada transmitter k bit transmitter membangkitkan n bit sequence Transmit k+n bits yang tepat membagi menjadi beberapa angka Receiver membagi frame dengan angka
Jika tidak ada peringatan, diasumsikan tidak ada error

Untuk materi, lihat Stallings bab 7

Error Control
Deteksi dan koreksi error Frame hilang Frame rusak Permintaan ulang otomatis
Deteksi Error Positive acknowledgment Pengiriman kembali setelah waktu habis Negative acknowledgement pengiriman kembali

Automatic Repeat Request (ARQ)


Stop and wait Go Back N Selective reject (selective retransmission)

Stop dan Wait


Sumber mengirim single frame Menunggu ACK Jika frame yang diterima rusak, discard Transmitter has timeout
Jika tidak ada ACK setelah waktu habis, dikirim kembali

Jika ACK rusak,transmitter tidak akan mengakuinya


Transmitter akan mengirim kembali Receive mendapat dua copy frame Digunakan ACK0 dan ACK1

Diagram Stop dan Wait -

Stop dan Wait - Pros dan Cons


Simple Inefficient

Go Back N (1)
Based on sliding window Jika tidak ada error, ACK selalu disertai frame yang diharapkan menggunakan window untuk mengintrol number of outstanding frames Jika error, mengulang dengan rejection
Membuang frame dan semua frame yang akan datang sampai dikirimkan frame koreksi Transmitter harus kembalidan mengirim kembali frame dan semua subsequent frames

Go Back N Frame Rusak


Receiver mendeteksi error dalam frame i Receiver mengirimkan rejection-i Transmitter mendapatkan rejection-i Transmitter mengirim kembali frame i dan semua subsequent

Go Back N Frame Hilang (1)


Frame i hilang Transmitter mengirim i+1 Receiver mendapatkan frame i+1 out of sequence Receiver mengirimkan reject i Transmitter kembali ke frame i dan mengirim kembali

Go Back N Frame Hilang (2)


Frame i hilang dan tidak ada frame pengganti yang dikirimkan Receiver tidak mendaptkan apa-apadan kembali tidak ada acknowledgement atau rejection Transmitter terlambat dan mengirimkan frame acknowledgement dengan P bit set ke 1 Receiver menerjemahkan command ini selama acknowledges dengan nomor frame yang diharapkan berikutnya (frame i ) Transmitter kemudian mengirim kembali frame i

Go Back N Acknowledgement Rusak


Receiver mendapatkan frame i mengirim acknowledgement (i+1) selama hilang Acknowledgements bertumpuk, jadi acknowledgement berikurnya (i+n) mungkin datang setelah transmitter kehabisan waktu terhadap frame i Jika transmitter kehabisan waktu, dikirimkan acknowledgement sebelum bit P bit Ini dapat mengembalikan nomor sebelum dihasilkan reset adlah diinialisasi

Go Back N Rejection Rusak


Seperti kehilangan frame (2)

Diagram Go Back N -

Selective Reject
Disebut juga pengiriman ulang yang selektif Hanya frame yang direjectyang dikirim ulang Subsequent frames disetujui oleh receiver dan dibuffer Meminimalisasi pengiriman ulang Receiver harus menjaga buffer yang besar More complex login dalam pengiriman ulang

Diagram Selective Reject

High Level Data Link Control


HDLC ISO 33009, ISO 4335

Tipe HDLC Station


Primary station
Mengontrol operasi pada link Hasil Frames disebut commands Memelihara separate logical link untuk tiap secondary station

Secondary station
Dibawah control pada primary station Hasil Frames disebut responses

Combined station
Dimungkinkan hasil command dan responses

Konfigurasi HDLC Link


Unbalanced
Satu primary dan satu atau lebih secondary stations Mendukung full duplex dan half duplex

Balanced
Mengombinasikan dua stasiun Mendukung full duplex dan half duplex

Mode HDLC Transfer (1)


Normal Response Mode (NRM)
Unbalanced configuration Primary memulai transfer untuk secondary Secondary mungkin hanya mengirim data dalam response untuk command dari primary digunakan multi-drop lines Host computer as primary Terminals as secondary

Mode HDLC Transfer (2)


Asynchronous Balanced Mode (ABM)
Konfigurasi dibalance Tiap station mungkin memulai pengiriman tanpa menerima ijin Digunakan Most widely No polling overhead

Mode HDLC Transfer (3)


Asynchronous Response Mode (ARM)
Unbalanced configuration Secondary mungkin memulai pengiriman tanpa menerima ijin Primary merespon line Digunakan rarely

Struktur Frame
Pengiriman Synchronous Semua pengiriman dalam frame Single frame di format untuk semua data dan mengontrol sentral

Struktur Frame

Flag Fields
Delimit frame at both ends 01111110 Mungkin menutup satu frame dan membuka yang lain Receiver mencari flag sequence untuk synchronize Bit stuffing digunakan untuk menghindari confusion dengan data containing 01111110
0 dimasukkan setelah semua sequence pada five 1s Jika receiver mendeteksi five 1s it checks next bit Jika 0, ini dihapus Jika 1 dan tujuh bit adalah 0, flag disetujui Jaka sixth dan seventh bits 1, pengirim mengindikasikan abort

Bit Stuffing

Address Field
Identifikasi secondary stationyang mengirim atau menerima frame Selalu panjangnya 8 bits Mungkin extended untuk multiples pada7 bits
LSB pada tiap octet diindikasikan bahwa octet terkhir adalah octet (1) atau not (0)

Semua ones (11111111) adalah broadcast

Control Field
Beda untuk tipe frame berbeda
Informasi data akan dikirimkan untuk (layer up selanjutnya)
Flow dan error control piggybacked dalam frame-frame informasi

Supervisory - ARQ ketika piggyback tidak digunakan Unnumbered - supplementary link control

Pertama satu atau dua bit dari control filed mengidentifikasi tipe frame Sisa bits dijelaskan selanjutnya

Diagram Control Field

Poll/Final Bit
Digunakan mengandalkan dalam context Command frame
P bit 1 to solicit (poll) response from peer

Response frame
F bit 1 indicates response to soliciting command

Informasi Field
Hanya informasi dan beberapa frame yang tidak bernomor Harus contain integral number pada octets Variable length

Frame Check Sequence Field


FCS Deteksi error 16 bit CRC Optional 32 bit CRC

Operasi HDLC
Sentral pada informasi supervisory dan frame-frame tidak bernomor Tiga fase
Inisialisasi Data transfer Disconnect

Contoh Operation (1)

ontoh Operation (2)

Bacaan yang dibutuhkan


Stallings bab 7 Web sites HDLC

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi ke 7


Bab 8 Multiplexing

Multiplexing

Frequency Division Multiplexing


FDM Penggunaan bandwidth berlebih pada media membutuhkan bandwid pada channel Tiap sinyal di modulasi dengan frekuensi carrier berbeda Frekuensi sinyal dipesah sehingga tidak terjasi overlap (guard bands) e.g. broadcast radio Channel diallokasikan jika tidak ada data

Diagram Frequency Division Multiplexing

Sistem FDM

FDM pada Tiga Voiceband Signals

Sistem Carrier Analog


AT&T (USA) Pola Hirarki FDM Group
12 voice channels (4kHz each) = 48kHz Range 60kHz to 108kHz

Supergroup
60 channel FDM pada 5 group sinyal dalam carriers diantara 420kHz dan 612 kHz

Mastergroup
10 supergroups

Wavelength Division Multiplexing


Banyak cahaya pada frekuensi berbeda Carried oleh optical fiber Bentuk FDM Tiap carrier warna cahaya dipisahkan pada saluran data 1997 Bell Labs
100 sinar Setiap 10 Gbps Memberikan 1 terabit per second (Tbps)

Sistem komersial pada 160 channels dari 10 Gbps yang tersedia Lab systems (Alcatel) 256 channels dalam tiap 39.8 Gbps
10.1 Tbps Over 100km

Operasi WDM
Secara umum arsitekturnya sama dengan FDM Nomor Sumber membangkitkan sinar dengan frekuensi berbeda Multiplexer menggabungkan sumber-sumber untuk ditransmisikan pada single fiber Optical amplifiers memperkuat semua wavelengths
Typically tens of km apart

Demux membagi channel-channel dalam satu tujuan Mostly 1550nm wavelength range Dahulu 200MHz tiapr channel Sekarang 50GHz

Dense Wavelength Division Multiplexing


DWDM Tdak ada ketentuan atau definisi standar Secara tidak langsung lebih banyak channel lebih banyak akhiran pada WDM 200GHz atau kurang

Synchronous Time Division Multiplexing


Kecepatan data pada medium melebihi kecepatan data pada sinyal digital yang ditransmisikan Multiple digital signals interleaved dalam Dimungkinkan dalam level bit pada block-block Time slots preassigned untuk sumber dan fixed Time slots dialokasikan jika tidak ada data Time slots tidak dimiliki selama diantara sumber yang didistribusikan

Time Division Multiplexing

Sistem TDM

TDM Link Control


Tidak ada header-header dan trailers Tidak dibutuhkan protokol data link control Flow control
Kecepatan data pada line dimultiplex adalah fixed Jika satu channel receiver tidak menerima data,yang lain harus mengikuti Sumber dikumpulkan harus diquench (dipadamkan) Meningglkan slot kosong

Error control
Errors dideteksi dan dihandel oleh sistem individual channel

Data Link Control dalam TDM

Framing
Tidak ada flag atau karakter SYNCmenggolongkan frame-frame TDM Harus menyediakan mekanisme sinkronisasi Membuat framing digit
Satu kontrol bit dibuat untuk tiap frame TDM
Seperti channel yang lain - control channel

Mengidentifikasi bit patterns digunakan untuk mengontrol channel e.g. alternating 01010101tidak seperti dalam data channel Dapar membandingkan incoming bit patterns tiap channel dengan sync pattern

Pulse Stuffing
Masalah - mensikronkan sumber data Clocks dalam sumber yang berbeda penyimpangn Kecepatan data untuk sumber yang berbeda tidak digabungkan oleh simple rational number Solusi - Pulse Stuffing
Kecepatan data outgoing (excluding framing bits) lebih tinggi daripada jumlah kecepatan incoming Stuff extra dummy bits or pulses into each incoming signal until it matches local clock Stuffed pulses inserted at fixed locations in frame and removed at demultiplexer

TDM pada Sumber Analog dan Digital

Sistem Carrier Digital


Hierarki pada TDM USA/Canada/Japan menggunakan satu sistem ITU-T menggunakan sistem yang mirip (tetapi berbeda) US system based on DS-1 format Multiplexes 24 channels Tiap frame memiliki 8 bit per channel ditambah satu framing bit 193 bits per frame

Sistem Carrier Digital(2)


Untuk suara tiap channel berisi satu kata pada pendigitalan data(PCM, 8000 samples per sec)
Kecepatan data 8000x193 = 1.544Mbps Five out of six frames have 8 bit PCM samples Sixth frame is 7 bit PCM word plus signaling bit Bentuk aliran bit pensinyalan untuk tiap channel berisi control dan routing info

Beberapa format untuk data digital


23 channels of data
7 bits per frame plus indicator bit for data or systems control

24th channel is sync

Mixed Data
DS-1 dapat membawa mixed voice dan sinyal data Digunakan 24 channels Tidak ada sync byte Dapat interleave DS-1 channels juga
Ds-2 is four DS-1 giving 6.312Mbps

Format DS-1 Transmission

SONET/SDH
Synchronous Optical Network (ANSI) Synchronous Digital Hierarchy (ITU-T) Compatible Signal Hierarchy
Synchronous Transport Signal level 1 (STS-1) or Optical Carrier level 1 (OC-1) 51.84Mbps Carry DS-3 or group of lower rate signals (DS1 DS1C DS2) plus ITU-T rates (e.g. 2.048Mbps) Multiple STS-1 combined into STS-N signal ITU-T lowest rate is 155.52Mbps (STM-1)

Format Frame SONET

SONET STS-1 Overhead Octets

Statistical TDM
Dalam Synchronous TDM banyak slot yang dibuang Statistical TDM mengallocasikan time slots dynamically based on demand Multiplexer scans line input dan memilih data sampai frame penuh Kecepatan data pada line lebih kecil daripada kecepatan aggregate pada line input

Statistical Format Frame TDM

Performance
Output kecepatan data lebih buruk kecepatan data aggregate Dimungkinkan karena masalah selama peak periods
Buffer inputs Menjaga ukuran buffer ke minimum smpai mengurangi delay

Ukuran Buffer dan Delay

Kabel Outlie Modem


Dua bentuk channel dari kabel tv menyediakan dedikasi untuk transfer data
Satu unutk tiap direction

Tiap channel shared oleh number pada subscribers


Pola dibutuhkan untuk alokasi kapasitas Statistical TDM

Pengoperasian Kabel Modem


Downstream
Kabel scheduler mengirimkan data dalam pake-paket kecil Jika lebih dari satu subscriber active, tiap subscriber mendapatkan kapasitas fraction downstream
mendapatkan 500kbps sampai 1.5Mbps

Digunakan juga untuk alokasi time slots upstream untuk subscribers

Upstream
User meminta timeslots dalam bagian channel upstream
Diperuntukkan untuk slots

Headend scheduler mengirim kembali assignment pada time slot berikutnya untuk subscriber

Pola Kabel Modem

Asymmetrical Digital Subscriber Line


ADSL Link diantara subscriber dan jaringan
Local loop

Menggunakan currently installed twisted pair cable


Dapat membawa broader spectrum 1 MHz atau lebih

Disain ADSL
Asymmetric
Kapasitas downstream lebih besar daripada upstream

Frequency division multiplexing


Lowest 25kHz for voice
Plain old telephone service (POTS)

Menggunakan echo cancellation atauFDM untuk memberikan two bands menggunakan FDM within bands

Range 5.5km

Konfigurasi Channel ADSL

Discrete Multitone
DMT Multiple sinyal carrier dalam frekuensi yang berbeda Beberapa bit tiap channel 4kHz subchannels Mengirimkan tes sinyal untuk digunakan subchannels dengan snyal lebih baik dari rasio noise 256 downstream subchannels at 4kHz (60kbps)
15.36MHz Impairments memberi this down ke1.5Mbps ke 9Mbps

DTM Bits Per Alokasi Channel

Transmitter DMT

xDSL
Kecepatan data tinggi DSL Single line DSL Kecepatan data sangat tinggi DSL

Bacaan yang Dibutuhkan


Stallings bab 8 Web sites
ADSL SONET

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition


Bab 9 Spektrum Yang di/tersebar

Spread Spectrum
Data digital atau analog Isyarat analog Spread spectrum yang melebihi lebar bandwidth Membuat Jamming dan interception harder Frekwensi harapan * Signal Broadcast melebihi rangkaian frekwensi acak Urutan Langsung (Direct Sequence) * Masing-Masing bit diwakili oleh berbagai bit dalam sinyal yang dipancarkan * Pemotongan kode (Chipping Code)

Konsep Spread Spectrum


Memberi masukan ke dalam channel encoder * Membatasi bandwidth sinyal analog di sekitar frekwensi pusat Sinyal termodulasi menggunakan digit sequence * penyebaran code/sequence * secara khas dihasilkan oleh pseudonoise/ pseudorandom number generator menaikkan Bandwidth secara significan * spread spektrum Receiver menggunakan squence yang sama untuk memodulasi sinyal Sinyal termodulasi di inputkan kedalam Channel decoder

Model Umum dari Sistem Spread Spectrum

Gains (Penguatan)
Imunitas dari berbagai noise dan multipath distortion * Termasuk gangguan (Jamming) Dapat mengacak sinyal * Hanya receiver yang mengetahui pengacakan kode dapat mendapat kembali sinyal Beberapa user dapat mengunakan bandwidth yang lebih besar dengan sedikit interferency * Telepon seluler * Code division multiplexing (CDM) * Code division multiple access (CDMA)

Jumlah Pseudorandom
Dihasilkan Oleh Algoritme menggunakaninitial seed Algoritma Deterministic * tidak benar-benar acak Jika algoritma baik, hasil lewat test acak layak Harus mengetahui algoritma dan seed untuk memprediksikan sequence

Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS)


Sinyal broadcastmelebihi rangkaian frekwensi acak Receiver meloncat antar frekwensi dalam sync dengan transmitter Eavesdroppers hear unintelligible blips Jamming pada satu frekwensi hanya mempengaruhi sedikit bit

Operasi Dasar
2k frekuensi carier menhasilkan 2k channels Saluran yang mengatur jarak bersesuaian dengan bandwidth masukan Masing-masing saluran digunakan untuk memperbaiki interval * 300 m didalam IEEE 802.11 * Beberapa jumlah bit dikirim beberapa penggunaan rencana penyandian @ Maka jadilah pecahan bit Sequence yang didikte dengan Spreading kode

Contoh Frequncy Hopping (frequansi Harapan)

Sistem Frequency Hopping Spread Spectrum pada Transmitter

Sistem Frequency Hopping Spread Spectrum pada Receiver

Slow and Fast FHSS


Frekwensi bergeser tiap-tiap Tc Detik Durasi dari signal element adalah Ts detik Slow FHSS memiliki Tc Ts Fast FHSS memiliki Tc < Ts Biasanya fast FHSS memberikan improved performance dalam noise (or jamming)

Slow Frequency Hop Spread Spectrum menggunakan MFSK (M=4, k=2)

Fast Frequency Hop Spread Spectrum menggunakan MFSK (M=4, k=2)

FHSS Performance Considerations


Typically large number of frequencies used
Improved resistance to jamming

Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)

Masing-Masing Bit yang diwakili oleh berbagai bit yang menggunakan spreading kode Kode Penyebaran menyebar sinyal ke seberang frekwensi band lebih luas * Sebanding dengan jumlah bit yang digunakan * 10 kode penyebaran bit menyebar sinyal ke seberang 10 kali luas bidang 1 kode bit Satu metoda: * Kombinasi masukan dengan kode penyebaran (spreading code ) yang menggunakan XOR * Bit Masukan 1 membalikkan bit kode penyebaran * Bit Masukan 0 tidak bisa membalikkan bit kode penyebaran * Data rate samadengan spreading code asli Performance similar ke FHSS

Contoh Direct Sequence Spread Spectrum

Direct Sequence Spread Spectrum pada Transmitter

Direct Sequence Spread Spectrum pada Receiver

Contoh Direct Sequence Spread Spectrum Menggunakan BPSK

Approximate spectrum sinyal DSSS

Code Division Multiple Access (CDMA)

Diri dari banyak bagian Teknik yang digunakan di spektrum di/tersebar Mulai dengan tingkat tarip isyarat data D Tingkat tarip Data Bit yang [disebut/dipanggil] Pecah;Kan masing-masing menggigit ke dalam k memotong menurut pola teladan ditetapkan;perbaiki dikhususkan untuk pemakai masing-masing UserS kode Saluran baru mempunyai data chip menilai kD chip per detik E.G. K=6, tiga para pemakai ( A,B,C) memberitahukan penerima dasar R Kode untuk A= < 1,-1,-1,1,-1,1> Kode untuk B= < 1,1,-1,-1,1,1> Kode untuk C= < 1,1,-1,1,1,-1>

Contoh CDMA

CDMA Explanation
Mempertimbangkan Suatu memberitahukan dasar Dasar mengetahui AS kode Asumsikan komunikasi telah menyamakan Suatu kekurangan untuk mengirimkan suatu 1 Irimkan chip mempola < 1,-1,-1,1,-1,1> AS kode Suatu kekurangan untuk mengirimkan 0 Irimkan chip[ mempola <- 1,1,1,-1,1,-1> Komplemen AS kode Ahli sandi mengabaikan lain sumber ketika penggunaan AS kode untuk memecahkan kode Orthogonal Kode

CDMA untuk DSSS


n para pemakai masing-masing menggunakan berbeda ORTHOGONAL PN urutan Atur arus data para pemakai masingmasing * Menggunakan BPSK Alikan dengan penyebaran kode pemakai

CDMA di (dalam) suatu DSSS Lingkungan

Tujuh Menggali CDMA Sandi dan Mecahkan kode

Required Reading
Stallings bab 9

Spread Spectrum
Data digital atau analog Isyarat analog Data yang di/tersebar (di) atas luas bidang lebar/luas Buatan [yang] menyumbat dan penahanan/pemotongan lebih keras Frekwensi [yang] mengharapkan Isyarat menyiarkan (di) atas rangkaian frekwensi [yang] acak Urutan Langsung Masing-Masing bit diwakili oleh berbagai bit di (dalam) isyarat dipancarkan Motong kode

Data dan Komunikasi Komputer Wiliam Stalling Edisi 7


Bab 10 Circuit Switching and Packet Switching

Switching Networks
Long distance transmission is typically done over a network of switched nodes Nodes tidak terkait dengan isi data Aksir dari devices adalah stasiun
komputer, terminal, telepon, dll.

Kumpulan dari nodes and connections adalah suatu jaringan komunikasi Data dipetakan olh swicth dari node ke node

Nodes
Node hanya boleh dihubungkan dengan node, atau dari stasiun ke node yang lainnya Hubungan Node to node biasanya multiplexed Network biasanya dihubungkan secara parsial
Beberapa hungungan yang besar (redundant) agar bisa memperoleh keandalan Dua perbedaan teknologi Switching Circuit switching Packet switching

Simple Switched Network

Circuit Switching
Alur komunikasi yang digunakan oleh dua stasiun Tiga fasa (Three phases)
Menetapkan (Establish) Mengirim (Transfer) Memutuskan (Disconnect)

Harus memiliki kapasitas switching dan kapasitas channel untuk menetapkan/menentukan koneksi Must have intelligence to work out routing

Aplikasi Circuit Switching


Tidak efisian(Inefficient)
Kapasitas Channel mempengaruhi waktu connection Jika tidak ada data, kapasitas menjadi sia-sia

Set up (connection) memerlukan banyak waktu Once connected, transfer is transparent Dikembangkan Untuk lalu lintas suara ( telepon)

Public Circuit Switched Network

Komponen Telecomms
Subscriber - Alat yang berkait dengan jaringan Subscriber line
Local Loop Subscriber loop Connection to network Few km up to few tens of km
Switching centers End office - supports subscribers Cabang antara exchanges Multiplexed

Exchange
Trunks

Circuit Establishment (bagan circuit)

Circuit Switch Elements

Konsep Circuit Switching


Digital Switch
Menyediakan jalur sinyal yang transparan antar devices

Network Interface Unit Kontrol


Membangun koneksi
Biasanya berdasarkan permintaan Menangani dan memahami permintaan Memutuskan apakah memiliki tujuan Membangun jalur

Memelihara koneksi Disconnect (memutuskan koneksi)

Blocking or Non-blocking
Blocking
Sebuah jaringan tidak dapat terkoneksi dengan stasiun karena semua jalur telah digunakan Sebuah jaringan yang ter blocking mengizinkan hal ini Digunakan dalam sistem suara
Panggilan berdurasi pendek

Non-blocking
Mengizinkan semua stasiun untuk terhubung (berpasangan) sekaligus Digunakan untuk koneksi data

Space Division Switching


Dikembangkan untuk peralatan analog Memisahkan jalur fisik Switch silang (Crossbar switch)
Jumlah persimpangan (crosspoint) bertambah sebanyak n kuadrat dari jumlah stasiun Hilangnya crosspoint dapat mencegah terjadinya koneksi Penggunaan crosspoint yang tidak efisien
Semua stasiun terhubung,tapi hanya beberapa yang digunakan

Non-blocking

Space Division Switch

Multistage Switch
Mengurangi jumlah dari crosspoints Lebih dari satu alur yang melalui jaringan (network)
Meningkatkan keandalan

Control lebih rumit Dapat ter-blocking

Tiga langkah Space Division Switch

Time Division Switching


Sistem digital modern yang bersandar pada control kecerdasan dari space and time division elements Menggunakan teknik digital time division untuk menset up dan merawat virtual circuits Mempartisi bit stream berkecepatan rendah menjadi beberapa bagian yang berbagi menjadi stream berkecapatan tinggi

Fungsi Control Signaling


Komunikasi yang bersuara dengan subscriber Transmisi dari nomor yang dipanggil Panggilan tidak dapat menjadi indikasi yang lengkap Indikasi akhir panggilan Sinyal menjadi ring telepon Informasi tarif Informasi status peralatan dan trunk Informasi Diagnosa Kontrol dari specialist equipment

Control Signal Sequence


Kedua telepon on hook Subscriber lifts receiver (off hook) End office switch signaled Switch merespon dengan dial tone Penelepon menekan nomor Jika yang dituju tidaksibuk, mengirim sinyal dering menuju subscriber Feedback to caller (penelepon menerima feedback)
Ringing tone, engaged tone, unobtainable

Target menerima panggilan melalui receiver Switch menghentikan sinyal dering dan nada dering Switch membangun koneksi Koneksi diputus ketika subsriber sumber ditutup

Switch to Switch Signaling


Subscribers terhubung keswitch yang berbeda Originating switch dalam menangkap interswitch trunk Mengirim sinyal off hook ke trunk, meminta registrasi nomor pada switch tujuan Switch memutuskan pengiriman off hook diikuti dengan on hook (wink) untuk menunjukkan bahwa register telah siap Originating switch mengirimkan alamat

Lokasi dari Signaling


Subscriber ke jaringan
Tergantung pada alat subscriber dan switch

Dalam jaringan
Management dari panggilan subscriber dan jaringan ore complex

Signaling dalam Channel


Menggunakan channel yang sama untuk signaling dan panggilan

Inband

Tidak memerlukan fasilitas transmisi tambahan Menggunakan frekuensi yang sama dengan sinyal suara Dapat pergi kemana saja seperti sinyal suara Tidak mungkin men-set up panggilan pada jalur suara yang salah Sinyal suara tidak menggunakan semua bandwidth 4kHz Narrow signal band dalam 4kHz digunakan untuk kontrol Dapat atau tidaknya dikirim tergantung pada adanya sinyal suara Membutuhkan extra electronics Laju sinyal yang lebih rendah (narrow bandwidth)

Out of band

Drawbacks of In Channel Signaling


Laju transfer rate yang terbatas Delay antara memasukkan nomor (dialing) dan connection Mengatasi dengan menggunakan common

channel signaling

Saluran sinyal yang bersifat umum

(Common Channel Signaling)

Sinyal kontrol membawa beberapa jalur yang bersifat bebas pada saluran suara Satu kontrol saluran sinyal dapat membawa sal;uran sinyal untuk pada saluran subscriber Common control channel for these subscriber lines Mode Associated
Common channel menutup tracks interswitch trunks

Mode Disassociated
Nodes tambahan (signal transfer points) Lebih efektif pada dua jaringan yang terpisah

Common v. In Channel Signaling

Common Channel Signaling Modes

Signaling System Number 7


SS7 Common channel signaling scheme ISDN Teroptimisasi untuk 64k saluran jaringan digital Call control, remote control, management and maintenance Reliable means of transfer of info in sequence Akan bekerja pada analog dan dibawah 64k Point to point terrestrial and satellite links

SS7 Signaling Network Elements


Signaling point (SP)
Setiap poin dalam jaringan yang dapat menangani kontrol pesan SS7

Signal transfer point (STP)


Sebuah signaling point yang dapat menjadi routing control

messages

Control plane
Bertanggungjawab dalam membuat dan memanajemen koneksi

Information plane
Setelah sebuah koneksi ter-set up, info ditransfer ke dalam information plane

Transfer Points

Signaling Network Structures


STP capacities
Jumlah hubungan sinyal yang dapat diatasi Waktu transfer pesan (Message transfer time) Kapasitas throughput

Network performance
Jumlah dari SPs Signaling delays

Availability and reliability


Kemampuan dari jaringan untuk menyediakan services dalam menghadapi STP failures

Softswitch Architecture
Tujuan utama computer running software untuk menjadikannya sebuah smart phone switch Biaya yang lebih rendah Fungsi yang lebih besar
Packetizing of digitized voice data Dapat mengirimkan suara melalui IP (VoIP)

Bagian yang paling kompleks dari telephone network switch adalah

software controlling call process

Call routing Call processing logic Typically running on proprietary processor

Separate call processing from hardware function of switch Physical switching done by media gateway Call processing done by media gateway controller

Traditional Circuit Switching

Softswitch

Packet Switching Principles


Circuit switching didesign untuk suara
Resources ditujukan untuk sebuah particular call Sebagian waktu dari koneksi data bersifat idle Data rate tetap
Kedua pihak harus beroperasi pada rate yang sama

Basic Operation
Data ditransmisikan dalam paket-paket kecil
Biasanya 1000 octets Pesan yang panjang dibagi menjadi rangkaian paketpaket Setiap paket berisi sebuah bagian dari user data ditambah dengan beberapa info kontrol

Info kontrol
Routing (addressing) info

Paket diterima, disimpan secara ringkas (buffered) dan dilanjutkan ke node selanjutnya
Store and forward

Use of Packets

Keuntungan
Effisiensi Line
Satu node ke node penghubungnya dapat berbagi berbagai macam paket setiap waktu Paket diurutkan dan dikirimkan secepat mungkin

Konversi DATA rate


Setiap stasiun terhubung pada not lokal dengan kecepatan masing-masing Nodes buffer data jika diperlukan untuk menyamakan rates

Packet akan diterima walaupun jaringan sibuk


Kecepatan pengiriman mungkin turun

Prioritasnya dapat diatur

Teknik Switching
Stasiun memecah pesan panjang menjadi paket-paket Pengiriman Packet satu kali pada satu waktu ke jaringan Packet di-handle dalam dua cara
Datagram Virtual circuit

Datagram
Setiap paket diperlakukan secara independent Packet dapat mengambil setiap rute praktis Packet mungkin datang tidak sesuai urutan Packet mungkin dapat menghilang Tergantung pada receiver untuk mengurutkan paket dan mengembalikan paket yang hilang

Datagram Diagram

Virtual Circuit
Membangun perencanaan rute sebelum mengirimkan paket Panggilan permintaan dan panggilan penerimaan paket membangun koneksi (handshake) Masing-masing paket terdiri dari sebuah pengenal virtual circuit bukan sebuah alamat tujuan Tidak ada keputusan routing yang diperlukan untuk setiap paket Mengosongkan permintaan untuk menggagalkan circuit Bukan sebuah jalur yang bersifat dedicated

Diagram Virtual Circuit

Virtual Circuits v Datagram


Virtual circuits
Jaringan dapat menyediakan sequencing dan kontrol error Packet diteruskan lebih cepat
Tidak perlu membuat keputusan routing

Kurang reliable
Hilangnya sebuah node menyebabkan hilangnya seluruh circuit yang melaluinya

Datagram
Tidak memrlukan fase call setup
Lebih baik jika paketnya sedikit

Lebih flexible
Routing dapat digunakan untuk menghindari tabrakan dalam jaringan

Ukuran paket

Circuit v Paket Switching


Kemampuan (Performance)
Propagation delay Waktu transmission Node delay

Event Timing

X.25
1976 Interface antara host dan packet switched network Hampir bersifat universal pada packet switched networks dan packet switching dalam ISDN Terdiri dari tiga layer
Physical Link Packet

X.25 - Physical
Interface antara stasiun yang terhubung dan link ke node Data terminal equipment DTE (user equipment) Data circuit terminating equipment DCE (node) Menggunakan -physical layer specification X.21 Reliable transfer across physical link Sequence of frames

X.25 - Link
Link Access Protocol Balanced (LAPB)
Subset dari HDLC Lihat bab 7

X.25 - Packet
Virtual sirkuit Eksternal Logical connections (virtual circuits) antara subscribers

X.25 Penggunaan Virtual Circuits

Virtual Circuit Service


Logical connection antara dua stasiun
External virtual circuit

Perencanaan rute yang spesifik melalui jaringan


Internal virtual circuit

Biasanya one to one relationship antara eksternal dan internal virtual circuits Dapat menyediakan X.25 dengan datagram style network External virtual circuits memerlukan saluran logical

(logical channel)

Semua data dianggap sebagai bagian dari stream

X.25 Levels
Data user lewat sampai X.25 level 3 X.25 menambahkan informasi kontrol
Header Penjaelasan virtual circuit menyediakan sequence numbers untukaliran dan kontrol error

Paket X.25 diturunkan ke LAPB entity LAPB menambahkan informasi kontrol yang lebih banyak

User Data dan X.25 Protocol Control Information

Frame Relay
Di disain lebih effisien dari pada X.25 Dikembangkan sebelum ATM Installed base yang lebih besar dari pada ATM ATM sekarang dikembangkan kearah jaringan berkecapatan tinggi

Frame Relay Background - X.25


Paket ckontrol panggilan, dalam band signaling Multiplexing dari virtual circuits pada layer 3 Layer 2 dan 3 termaasuk flow and kontrol error Considerable overhead Tidak pantas untuk sistem digital modern dengan realibility yang tinggi

Perbedaan Frame Relay


kontrol panggilan dibawa pada koneksi logical yang terpisah Multiplexing dsan switching pada layer 2
Menghilangkan satu layer proses

Tidak ada error hop by hop atau flow control End to end flow dan error control (jika digunakan) dilakukan pada layer yang lebih tinggi Satu frame data user dikirimkan dari sumber ke tujuan dan ACK (dari layer yang lebih tinggi) dikirimkan kembali

Keuntungan dan kerugian


Kehilangan link by link error dan flow control
Meningkatkan reliability membuat masalah ini berkurang

Proses Komunikasi Streamlined


Delay yang lebih rendah Throughput yang lebih tinggi

ITU-T menyarankan frame relay diatas 2Mbps

Arsitekture Protocol

Control Plane
Antara subscriber dan jaringan Menggunakan saluran logikal yang terpisah
Mirip dengan common channel signaling untuk circuit switching services

Data link layer


LAPD (Q.921) Reliable data link control Error dan flow control Antara user (TE) and network (NT) Digunakan untuk menukar Q.933 control signal messages

User Plane
End to end functionality Pengiriman info antar user LAPF (Link Access Procedure for Frame Mode Bearer Services) Q.922
Frame delimiting, alignment dan transparency Frame mux dan demux menggunakan addressing field Memastikan frame adalah sebuah angka integral octets (zero bit insertion/extraction) Memastikan frame tidak terlalu panjang atau pendek Deteksi pada error transmisi Fungsi kontrol congestion

Transfer data user


Tipe satu frame
User data Tidak ada frame kontrol

Tidak ada inband signaling Tiadk ada nomor sequence


Tidak ada flow atau kontrol error

Informasi tambahan
Stallings bab 10 ITU-T web site Telephone company web sites (not much technical info - mostly marketing) X.25 info from ITU-T web site Frame Relay forum

Data dan Komputer Communikasi William Stalling Edisi 7


BAB 11 Transfer Mode Asynchronous

Arsitekture Protocol
Persamaan antara ATM dan paket switching
Pengiriman data berbentuk discrete chunks Berbagai koneksi logikal melalui satu interface fisik

Dalam aliran ATM disetiap koneksi logikalnya berupa paket yang memiliki ukuran tetap yang disebut cells Minimal error dan flow control
Mengurangi overhead

Data rates (layer physical) 25.6Mbps sampai 622.08Mbps

Arsitekture Protocol (diag)

Reference Model Planes


User plane
Disediakan untuk informasi transfer user

Control plane
Panggilan dan kontol koneksi

Management plane
Plane management
Seluruh fungsi sistem

Layer management
Resources dan parameters in protocol entities

ATM Logical Connections


Virtual channel connections (VCC) Analogous to virtual circuit in X.25 Basic unit of switching Antara dua end users Full duplex Fixed size cells Data, user-network exchange (control) and networknetwork exchange (network management and routing) Virtual path connection (VPC)
Bundle of VCC with same end points

Hubungan koneksi ATM

Keuntungan dari Virtual Paths


Arsitekture jaringan yang dipermudah Meningakatkan performance jaringan dan reliability Pengurangan proses Waktu setup koneksi yang pendek Enhanced network services

Membangun panggilan Menggunakan VPs

Penggunaan koneksi Virtual Channel


Antara end users
End to end user data Sinyal Control VPC menyediakan kapasitas menyeluruh
Organisasi VCC dilakukan oleh user

Antara end user dan jaringan


Control signaling

Antara entitas jaringan


Network traffic management Routing

Karakteristik VP/VC
Kualitas dari service Switched dan semi-permanent channel connections Integritas call sequence Negosiasi parameter lalu lintas dan usage monitoring Hanya VPC
Pengenalan Virtual channel dilarang dalam VPC

Control Signaling - VCC


Dilakukan dalam koneksi yang terpisah Semi-permanent VCC Meta-signaling channel
Digunakan sebagai saluran sinyal kontrol permanen

User to network signaling virtual channel


Untuk control signaling Digunakan untuk set up VCCs untuk membawa data user

User to user signaling virtual channel


Didalam VPC yang belum dibangun Digunakan oleh dua end users tanpaintervensi jaringan untuk membangun dan membebaskan user to user VCC

Kontrol Signaling - VPC


Semi-permanent Customer controlled Network controlled

Cell ATM Cells


Ukuran tetap 5 octet header 48 octet informasi field Cell kecil mengurangi delay antrian cell yang berprioritas tinggi Cell kecil dapat di switch lebih effisien Lebih mudah untuk mengimplementasikan switching dari cell kecil dalam hardware

Format cell ATM

Format Header
Generic flow control
Hanya terdapay pada user ampai interface jaringan Controls flow hanya ada pada point ini

Virtual path identifier Virtual channel identifier Payload type


e.g. info user atau manajemen jaringan

Cell loss priority Header error control

Generic Flow Control (GFC)


Kontrol traffic flow pada user dampai interface jaringan untuk meredakan short term overload Dua set prosedur
Uncontrolled transmission Controlled transmission

Adalah setiap koneksi walaupun merupakan subject to flow control atau tidak Subject to flow control
Mungkin satu grup (A) default Mungkin dua grup (A and B)

Flow control adalah dari subscriber to network


Dikontrol oleh network side

Single Group of Connections (1)


Terminal equipment (TE) menginisialisasi dua variabel
TRANSMIT flag to 1 GO_CNTR (credit counter) to 0

Jika TRANSMIT=1 cell pada koneksi yang tidak terkontrol mungkin dapat terkirim kapan saja Jika TRANSMIT=0 tidak ada sell yang dikirim (pada koneksi yang terkontrol maupun tidak) Jika diterima HALT , TRANSMIT set pada 0 and tetp bernilai 0 sampai NO_HALT

Single Group of Connections (2)


Jika TRANSMIT=1 dan tidak ada sell yang dikirim apda sembarang koneksi yang tidak terkontrol (uncontrolled connection):
If GO_CNTR>0, TE mungkin mengirimakan sell pada koneksi yang terkontrol
Cell marked as being on controlled connection GO_CNTR decremented

Jika GO_CNTR=0, TE munkin tidak mengirim pada koneksi yang terkontrol

TE sets GO_CNTR to GO_VALUE sejak menerima SET signal


Null signal tidak memiliki effek

Kegunan dari HALT


Untuk membatasi effective data rate pada ATM Should be cyclic Untuk mengurangi separuh data rate, pengiriman HALT berpengaruh pada 50% of time Dilakukan sebagai pola yang teratur setiap saat pada koneksi

Dua model Queue


Dua counters
GO_CNTR_A, GO_VALUE_A,GO_CNTR_B, GO_VALUE_B

Kontrol Error Header


8 bit error control field Dihitung pada 32 bit sisa pada header Mengizinkan error correction

Operasi HEC pada Receiver

Effek Error pada Cell Header

Dampak dari Random Bit Errors pada HEC Performance

Transmission sell ATM


622.08Mbps 155.52Mbps 51.84Mbps 25.6Mbps Cell Based physical layer SDH based physical layer

Cell Based Physical Layer


Tidak ada frame yang ditentukan Stream yang berkelanjutan dari 53 cell octet Cell delineation based pada header error control field

State Diagram Cell Delineation

Dampak Random Bit Errors padaCell Delineation Performance

Acquisition Time v Bit Error Rate

SDH Based Physical Layer


Menentukan truktur pada ATM stream e.g. untuk 155.52Mbps Menggunakan frame STM-1 (STS-3) Dapat membawa ATM dan STM payloads Specific connections can be circuit switched menggunakan channel SDH Teknik SDH multiplexing dapat mengkombinasikan beberapa ATM streams

STM-1 Payload untuk SDHBased ATM Cell Transmission

Kategori service ATM


Real time
Constant bit rate (CBR) Real time variable bit rate (rt-VBR)

Non-real time
Non-real time variable bit rate (nrt-VBR) Available bit rate (ABR) Unspecified bit rate (UBR) Guaranteed frame rate (GFR)

Real Time Services


banyaknya delay Variasi delay (jitter)

CBR
Data rate berukuran tetap secara terus menerus continuously available Tight upper bound on delay Uncompressed audio dan video
Video conferencing(percakapan melalui video) Interactive audio A/V distribution and retrieval

rt-VBR
Aplikasi yang sensitif terhadap waktu
Sangat tergantung pada delay dan variasi delay

Sebuah aplikasi rt-VBR memiliki rate memiliki rate yang berfariasi setiap waktu Contoh video yang dikomprese.g. compressed video
Memiliki frame gambar yang berfariasi ukurannya Aslinya (tidak dikompres) memiliki frame rate tetap Begitu pula pada data rate

Dapat me-multiplex connections secara statik

nrt-VBR
Mungkin dapat memberikan karakteristik traffic flow yang diharapkan Memperbaiki QoS dalam loss dan delay End system specifies:
Peak cell rate Sustainable or average rate Measure of how bursty traffic is

Contoh: pemesanan tiket pesawat terbang, tansaksi pada bank

UBR
Dapat mempunyai kapasitas yang lebih besar dari pada yang digunakan oleh CBR dan VBR traffic
Tidak semua resources dedicated Bursty nature of VBR

Untuk aplikasi yang dapat mentolerir cell loss atau variable delays
Contoh: TCP based traffic

Cells ditransfer berbasis FIFO Usaha servis terbaik

ABR
Aplikasi menjelaskan peak cell rate (PCR) dan minimum cell rate (MCR) Resources dialokasikan paling tidak untuk MCR Kapasitas sisa dibgikan pada semua ARB sources Contoh: interkoneksi LAN

Guaranteed Frame Rate (GFR)


Didesain untuk mendukung IP backbone subnetworks Servis yang lebih baik dari pada UBR untuk frame based traffic Termasuk IP dan Ethernet Mengoptimasi handling of frame berdasar lalu lintas dari LAN melalui Router menuju ATM backbone Digunkan oleh enterprise, carrier dan ISP networks Consolidation dan extension of IP over WAN ABR Sulit untuk iimplementasikan antara routers pada jaringan ATM GFR alternatif yang lebih baik pada pengaturan lalu lintas pada Ethernet Jaringan diketahui dari paket atau frame nya Jika bertbrakan, semua cell dari frame dibatalkan Garansi kapasitas minimum Frame tambahan dibawa pada frame yang tidak bertabrakan

ATM Adaptation Layer


Mendukung untuk informasi transfer protocol tidak berdasar pada ATM PCM (suara)
Assemble bits kedalam cell Re-assemble kedalam flow tetap

IP
Map IP packets kedalam ATM cells Fragment IP packets Menggunakan LAPF pada ATM untuk menyimpan semua infrastruktur IP

Servis ATM Bit Rate

Adaptation Layer Services


Mengatasi eorror transmisi Segmentation dan re-assembly Mengatasi lost dan misinserted cells Flow control dan timing

Tipe aplikasi yang didukung


Emulasi Circuit VBR voice dan video General data service IP pada ATM Encapsulasi Multiprotocol pada ATM (MPOA)
IPX, AppleTalk, DECNET)

Emulasi LAN

Protokol AAL
Convergence sublayer (CS)
Mendukung untuk aplikasiyang spesifik user AAL dimasukkan SAP

Segmentation dan re-assembly sublayer (SAR)


Packages dan unpacks ibfo yang diterima dari CS kedalam cell

Empat tipe
Tipe Tipe Tipe Tipe 1 2 3/4 5

Protokol AAL

Segmentation dan Reassembly PDU

AAL Tipe 1
CBR source SAR packs dan unpacks bits Setipap blok mempunyai nomor yang urut

AAL Tipe 2
VBR Aplikasi Analog

AAL Tipe 3/4


Connectionless atau connected Message mode atau stream mode

AAL Tipe 5
Transport ter-Streamlined untuk koneksi berorientasi pada protol yang lebih tinggi

CPCS PDUs

Contoh transmisi AAL 5

Informasi tambahan
Stallings bab 11 ATM Forum Web site

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition


Bab 12 Routing

Routing in Circuit Switched Network


Membuat banyak koneksi membutuhkan jalur menuju lebih dari satu switch Perlu untuk menemukan sebuah rute (route) Efficiency Resilience Switch telepon umum mempunya struktur pohon Roting static menggunakan pendekatan yang sama pada semua waktu Dynamic routing mengizinkan perubahan dalam routing,tergantung pada lalu lintas Menggunakan sebuah peer structure untuk node

Alternate Routing

Rute yang memungkinkan antara end offices yang ditentukan Membantu switch dalam memilih rute yang cocok Route yang dicatat berdasar preference order Perbedaan pengesetan dari rute (route) mungkin digunakan/dipakai pada waktu yang berbeda

Diagram Alternate Routing

Routing dalam Packet Switched Network


Complex, aspek yang penting pada packet switched networks Karakteristik yang dibutuhkan

Ketepatan Kesederhanaan Ketahanan Stabilitas Fairness Optimalisasi Efisiensi

Kriteria Performance

Digunakan untuk seleksi dari route Minimum hop Harga paling murah

Lihat Stallings appendix 10A untuk algoritma routing

Contoh Packet Switched Network

Keputusan waktu dan tempat

Waktu

Packet atau virtual circuit basis


Didistribusikan

Tempat

Dibuat oleh masing-masing node

Dipusatkan Sumber

Sumber informasi jaringan dan Update Timing

Keputusan dari routing biasanya berdasar pada pengetahuan/kapandaian dari jaringan (tidak selalu) Distributed routing

Central routing

Nodes menggunakan lokal knowledge Dapat mengumpulkan info dari node yang berdekatan Dapat mengumpulkan info dari semua node pada sebuah potential route Mengumpulkan info dari semua node Ketika info jaringan yang disimpan node di-update Fixed tidak pernah di-update Adaptive update yang rutin

Update timing

Strategi Routing

Fixed Flooding Random Adaptive

Fixed Routing

Satu rute permanen untuk setiap pasangan sumber sampai tujuan Menentukan route menggunakan algoritma biaya termurah (appendix 10A) Route fixed, sedikitnya sampai suatu perubahan di (dalam) topologi jaringan

Table Fixed Routing

Flooding

Tidak ada info jaringan yang dibutuhkan Paket dikirimkan oleh node ke setiap client yang lain

(neighbor)

Paket yang datang dikirim kembali pada setiap link selain jalur pengirim Secepatnya sejumlah salinan akan tiba di tujuan Masing-masing paket telah dinomori secara uniq, jadi salinannya dapat dibuang/diputus Node dapat mengingat paket yang dikirimkan untuk menjaga agar paket tersebut tidak keluar dari jaringan Dapat memasukkan sebuah hop count kedalam paket

Contoh Flooding

Properties of Flooding

Semua rute yang mungkin dicoba

Sangat sempurna

Sedikitnya satu paket akan dapat diambil hop count route terkecil

Dapat digunakan set up virtual circuit


Sangat berguna untuk mendistribusikan informasi (Contoh: routing)

Semua node dilewati

Random Routing

Node memilih satu jalur outgoing untuk pengiriman ulang paket yang datang Seleksi dapat diacak atau round robin Dapat memilih jalur outgoing berdasar pada perhitungan probabilitas Tidak ada info jaringan yang diperlukan Rute biasanya bukan least cost atau minimum hop

Adaptive Routing

Digunakan oleh hampir seluruh jaringan paket switching Keputusan routing berubah ketika kondisi pada jaringan berubah

Membutuhkan informasi tentang jarinan Keputusan lebih kompleks Tradeoff antara kualitas informasi jaringan dan overhead Reaksi yang terlalu cepat dapat menyebabkan osilasi Terlalu lambat menjadi relevant

Kegagalan Kemacetan pada jalur jaringan

Adaptive Routing Advantages

Performance lebih baik Aid congestion control (Lihat bab 13) Sistem yang kompleks

Mungkin tidak ssuai dengan teori

Klasifikasi

Berdasar pada sumber informasi

Local (isolated)

Route menuju outgoing link dengan antrian terpendek Dapat meliputi penyimpangan untuk masingmasing tujuan
Jarang digunakan jangan memakai info mudah yang tersedia

Node yang berdekatan Semua node

Isolated Adaptive Routing

Strategi ARPANET Routing (1)

Generasi pertama 1969


Distributed adaptive Estimasi delay sebagai standart performance Algoritma Bellman-Ford (appendix 10a) Node mengubah delay vector dengan neighbors Update routing table berdasar pada info yang datang Tidak mempertimbangkan kecepatan jalur, hanya panjang antrian Panjang antrian bukan sbuah ukuran yang bagus dari delay Respond lambat untuk congestion

Strategi ARPANET Routing (2)

Generasi kedua 1979


Penggunaan delay sebagai standart performance Delay dapat diukur secara langsung Menggunakan algoritma Dijkstra(appendix 10a) Good under light dan medium loads Jika terjadi heavy loads, terjadi sedikit hubungan antara reported delay dan hal-hal sebelumnya

Strategi ARPANET Routing (3)

Generasi ketiga

1987 Biaya perhitungan link dirubah Ukuran rata-rata delay tidak lebih dari 10 detik Normalnya berbasis pada current value dan previous results

Perhitungan kerugian terkecil

Berdasar pada routing decisions

Jaringan yang diberikan oleh node-node dikoneksikan oleh bidirectional links Masing-masing link mempunyai kelemahan di setiap tujuan Menetapkan kerugian dari jalurantara dua node node seprti jumlah kerugian dari links traversed Untuk masing-masing pasangan dari node, menemukan sebuah jalur dengan kelemahan terkecil Kelemahan Link dalam tujuan yang berbeda mungkin dapat berbeda

Dapat meminimalisasi hop dengan masing-masing link cost 1 Dapat mempunyai link value yang berbanding terbalik terhadap kapasitas

Contoh : panjang dari antrian paket

Definisi algoritma Dijkstra

Menemukan jalur terpendek dari sumber node yang diberikan ke semua node yang lain, Find shortest paths from given source node to all other nodes, dengn mengembangkan jalur yang dibutuhkan dari penambahan panjang jalur N = set of nodes dalam jaringan s = sumber node T = set of node yang paling jauh berdasarkan algoritma w(i, j) = beban link dari node i ke node j w(i, i) = 0 w(i, j) = jika dua node tidak terhubung secara langsung w(i, j) 0 jika dua node terhubung secara langsung L(n) = biaya dari least-cost path dari node s dsampai node n yang diketahui Pada akhirnya, L(n) adalah biaya dari least-cost path dari s ke n

Metode algoritma Dijkstra

Step 1 [inisialisasi]

T = {s} Set of nodes so far incorporated consists of only source node L(n) = w(s, n) for n s Biaya awal jalur dari node yang bertetangga adalah biaya link

Step 2 [memperoleh node berikutnya]

menemukan neighboring node tidak dalam T dengan least-cost path from s Menggabungkan node kedalam T Juga menggabungkan sisi yang bertabrakan pada node tersebut dan sebuah node di T yang memuliki kontribusi dalam path
L(n) = min[L(n), L(x) + w(x, n)] for all n T Jika nilainya minimum,jalur dari s ke n adalah jalur dari s ke x concatenated dengan edge dari x ke n

Step 3 [Update Least-Cost Paths]


Algoritma berakhir ketika semua node sudah ditambahkan ke T

Catatan algoritma Dijkstra

Pada akhirnya, niali L(x) yang berasosiasi dengan setiap node x adalah biaya (panjang) dari least-cost path dari s ke x. Tambahan, T menjelaskan least-cost path dari s ke setiap node lainnya Satu iterasi dari langkah 2 dan 3 menambahkan sebuah node baru pada T Menjelaskan least cost path dari s ke node tersebut

Contoh algoritma Dijkstra

Penyeleseian dari Algoritma Dijkstra


It er ati on T L(2) Path L(3) Path L(4) Path L(5) Path L(6 ) Path

1 2
3 4

{1} {1,4}
{1, 2, 4} {1, 2, 4, 5} {1, 2, 3, 4, 5}

2 2
2 2

12 12
12 12

5 4
4 3

1-3 1-4-3
1-4-3 1-4-5 3 1-4-5 3

1 1
1 1

14 14
14 14

2
2 2

4 1-4-56

1-45
1-45 1-45

12

14

1-45

1-4-56

Definisi lgoritma Bellman-Ford

Menemukan jalur terpendekdari subject node yang diberikan ke constraint that paths contain at most one link Menemukan jalur terpendek dengan keterbatasan dari jalur dari dua link Dan seterusnya s = source node w(i, j) = beban link dari node i ke node j

w(i, i) = 0 w(i, j) = Jika dua node tidak terhubung secara langsung w(i, j) 0 Jika dua node terhubung secara langsung

h = jumlah maksimum dari links dalam jalur pada current stage dari algoritma Lh(n) = biaya dari least-cost path dari s ke n dengan catatan dibawah h links

Metode algoritma BellmanFord

Step 1 [Inisialisasi]

Step 2 [Update] For each successive h


L0(n) = , for all n Lh(s) = 0, for all h

Menghubungkan n dengan predecessor node j yang menghasilkan minimum Mengeliminasi koneksi yang lain pada n dengan predecessor node yang berbeda yang terbentuk pada iterasi sebelumnya Jalur dari s ke n berakhir dengan link dari j ke n

For each n s, compute Lh+1(n)=minj[Lh(j)+w(j,n)]

Catatan algoritma BellmanFord

Pada masing-masing iterasi dari step 2 dengan h=K dan untuk masing-masing tujuan node n, algoritma mengkompare jalur dari s ke n dengan panjang K=1 dengan jalur dari iteresi sebelumnya Jika jalur sebelumnya terpendek maka ditahan Sebaliknya jalur baru ditetapkan

Contoh algoritma Bellman-Ford

Contoh penyeleseian Bellman-Ford


h Lh(2 Pat Lh(3 Path ) h ) Lh(4 Pat Lh(5 Path Lh(6 Path ) h ) )

0 1 2 2 2
3 2 4 2

1-2 5 1-2 4
1-2 3 1-2 3

1-3 1-4-3 1 1

1-4 1-4 2
1-4 2 1-4 2

1-4- 10 5
1-4- 4 5 1-4- 4 5

1-3-6
1-4-5-6 1-4-5-6

1-4-5- 1 3 1-4-5- 1 3

Comparison

Penyeleseian dari dua persetujuan algoritma Information gathered Bellman-Ford Perhitungan untuk node n involves knowledge of link cost ke semua neighboring nodes plus total cost ke masing-masing neighbor dari s Masing-masing node dapat dirawat set of costs dan jalur untuk setiap node yang lain Dapat mengubah informasi dengan direct neighbors dapatan update costs dan pathsberdasar pada informasi dari neighbors dan knowledge of link costs Dijkstra Masing-masing node memerlukan topologi yang lengkap Perlu diketahui link costs dari semua links dalam jaringan Harus merubah informasi dengan semua node yang lain

Evaluasi

Tergantung pada processing time dari algoritma Tergantung pada jumlah dari informasi yang dibutuhkan dari node yang lain Implementation specific Keduanya bertemu dibawah topologi static dan costs Bertmu pada solusi yang sama Jika link costs berubah, algoritma akan mencoba untuk mengecek kembali Jika link costs tergantung pada lalu lintas, dimana tergantung pada rute yang dipilih, kemudian diumpan balikkan Mungkin hasilnya tidak stabil

Referensi

Stalling bab 12 Routing information from Comer D.

Internetworking with TCP/IP Volume 1,


Prentice Hall, Upper Saddle River NJ.

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi 7


Bab 13 Congestion di Jaringan Data(Data Network)

Apa itu congestion?

congestion terjadi manakala paket-paket yang dipancarkan lewat jaringan mendekati paket yang menangani kapasitas jaringan Terjadi ketika sejumlah paket yang ditransmisikan buntu congestion control mengarahkan/memelihara paket di bawah level di mana bekerja secara dramatis jaringan data adalah jaringan antri Biasanya 80% pemanfaatan kritis Antrian terbatas yang berarti data mungkin hilang

Queues pada Node

Efek Congestion
Tibanya paket disimpan pada buffer masukan terbentuk routing Paket bergerak ke buffer keluaran paket paket antri untuk dipancarkan keluar.
time division multiplexing statistik

Jika paket paket tiba untuk dirutekan, atau untuk;menjadi keluaran, bufffer akan mengisi Mampu membuang paket Mampu menggunakan kontrol arus Mampu menyebarkan congestion melalui jaringan

Interaksi dari Queues

jaringan yang ideal Penggunaan

Kemampuan Praktis
idealnya mengasumsikan buffer tanpa batas dan tidak ada ongkos exploitasi buffer terbatas Biaya terjadi dalam pertukaran pesan kendali congestion

Efek dari Congestion yang tidak dikontrol

Mekanisme dari Congestion Control

Backpressure
Jika node menjadi terlampau banyak itu dapat melambatkan atau menghentikan arus paket dari node lain dapat berarti bahwa node lain harus menerapkan kendali pada tarip paket yang datang/yang berikutnya Menyebarkan kembali ke sumber Mampu membatasi ke koneksi logis yang membangitkan kebanyakan lalu lintas Digunakan di koneksi yang mengorientasikan itu dapat meloncati kendali congestion ( e.g. X.25) Tidak digunakan di ATM maupun pembingkai penyiaran ulang Hanya baru-baru ini mengembang;kan untuk IP

Paket
kendali Paket Menghasilkan congestion node terlampau banyak dikirim kepada node sumber e.g. ICMP sumber memuaskan
Dari tujuan atau penerus Sumber memotong belakang sampai tidak ada lagi pesan Meminta setiap paket yang dibuang, atau mengantisipasi

Melainkan mekanisme kasar

Pensinyalan congestion secara implisit


Transmisi delay meningkat dengan congestion Paket mungkin dibuang Sumber dapat mendeteksi ini sebagai indikasi yang dikandung congestion bermanfaat pada jaringan-jaringan connectionless ( datagram)
e.g. dasar IP
( TCP memasukkan congestion dan mengendalikan aliranlihat bab 17)

Digunakan dalam bingkai relai LAPF

Pensinyalan congestion secara eksplisit


Sistem jaringan akhir siaga meningkatkan buntu Sistem-sistem akhir bertindak mengurangi beban yang ada backwards
Penghindaran congestion di dalam arah yang berkebalikan ke paket yang diperlukan

forwards Penghindaran congestion dalam arah yang sama sebagai paket diperlukan

Kategori pensinyalan explisit


Biner
Sedikit yang ditetapkan dalam suatu paket menandai adanya congestion

Dasar kredit
Menandai adanya paket-paket sumber yang mungkin dikirim common untuk mengendalikan aliran dari ujung ke ujung

Dasar Nilai Menyediakan batas nilai data eksplisit e.g. ATM

Pengaturan Traffic
Kewajaran quality of service Ingin perawatan berbeda untuk koneksi yang berbeda Reservasi e.g. ATM Kontrak lalu lintas antara jaringan dan pemakai

Congestion Control dalam Packet Jaringan Switch


Mengirimkan paket kendali untuk beberapa atau semua node sumber
Memerlukan lalu lintas tambahan selama congestion

Bersandar pada informasi routing


dapat bereaksi dengan cepat

Ujung ke ujung paket-paket probe


Menambah ongkos exploitasi

Menambah info congestion ke paket sebagai pemotong node


Salah satu backwards atau forwards

Bingkai Relay Pengatur Congestion


Memperkecil barang buangan Memelihara Qos yang disetujui Memperkecil kemungkinan monoply satu pemakai akhir Penerapan sederhana
Ongkos exploitasi kecil pada pemakai atau jaringan

Menciptakan lalu lintas tambahan minimal Mendistribusikan sumber daya secara wajar Membatasi penyebaran congestion Beroperasi secara efektif dengan mengabaikan arus lalu lintas Dampak minimum pada sistem yang lain Memperkecil perbedaan dalam QoS

Teknik
Strategi barang buangan Penghindaran congestion Pensinyalan secara eksplisit Perbaikan congestion Mekanisme pensinyalan implisit

Pengaturan Traffic Rate


Harus membuang bingkai untuk mengatasi congestion
Arbitrarily, tidak memperhatikan sumber

Tidak ada penghargaan untuk pengekangan maka sistem transmisi akhir mungkin Committed information rate( CIR)
Data lebih dibuang Tidak dijamin Mengumpulkan CIR mestinya tidak dapat melebihi tingkat tarip data phisik

Ukuran burst yang dilakukan Ukuran excess burst

Operasi dari CIR

Hubungan Antar Parameter congestion

Pensinyalan Explisit
Sistem akhir jaringan siaga menumbuhkan congestion Pemberitahuan Backward explicit congestion pemberitahuan Forward explicit congestion Membingkai handler memonitor antrian nya Memberitahu beberapa atau semua koneksi logical Tanggapan pemakai
Mengurangi tingkat tarip

Pengaturan jalur ATM


Kecepatan tinggi, ukuran sel kecil, bit-bit ongkos exploitasi terbatas Masih mengembangkan Kebutuhan
Mayoritas jalur tidak bersedia menerima nasehat mengendalikan nasehat Umpan balik melambat dalam kaitan dengan waktu transmisi dikurangi penundaan propagasi Cakupan luas permintaan aplikasi

Pola jalur berbeda Jasa jaringan berbeda switching dan transmisi kecepatan tinggi meningkatkan votality

Efek Latency/Speed
ATM 150Mbps ~ 2.8x10-6 detik untuk memasukkan sel tunggal Waktu untuk menyilang jaringan tergantung pada delay propagasi, delay switching Mengasumsikan penyaluran pada dua pertiga kelajuan cahaya Jika tujuan dan sumber pada sisi berlawanan AS, waktu perkembangbiakan~ 48x10-3detik Memberi kendali congestion tersembunyi/terkandung, pada saat itu pemberitahuan sel yang diteteskan telah mencapai sumber, 7.2x106 bit telah dipancarkan Maka, ini bukan suatu strategi yang baik untuk ATM

Variasi Cell Delay


Karena ATM voice/video, data adalah suatu arus sel Delay ke seberang jaringan harus pendek/singkat Tingkat penyampaian harus tetap Akan selalu ada beberapa variasi dalam pemindahan Delay penyampaian sel ke aplikasi sehingga bit tetap merawat aplikasi

Time Re-assembly dari CBR Cells

Kontribusi Jaringan ke Variasi Cell Delay


Paket menswitch jaringan
keterlambatan Queuing

Penaklukan waktu keputusan Frame relay


Seperti di atas tetapi lebih luas sedikit

ATM
Kurang dari frame relay ATM protokol merancang untuk memperkecil proses biaya pada switch ATM switches mempunyai throughput sangat tinggi Hanya noticeable delaysyang berasal dari congestion Tdak dapat menerima beban yang menyebabkan congestion

Variasi Cell Delay pada UNI


Aplikasi penghasil data pada tingkat tarip yang ditetapkan Proses pada tiga lapisan ATM menyebabkan penundaan Menyisipkan antar halaman sel dari koneksi yang berbeda sel pemeliharaan dan operasi yang menyisipkan antar halaman Jika penggunaan synchronous bingkai hirarki digital, ini dimasukkan pada lapisan fisik Tidak mampu meramalkan keterlambatan ini

Origins of Cell Delay Variation

Kerangka Traffic dan Congestion Control


Jalur lapisan ATM dan kendali congestion perlu mendukung kelas Qos untuk semua jasa jaringan yang dapat diduga Mestinya tidak bersandar pada AAL protokol yang adalah jaringan spesifik, maupun protokol tingkat aplikasi lebih tinggi yang spesifik Perlu memperkecil jaringan dan dalam kompleksitas sistem end to end

Pertimbangan Pemilihan Waktu


Waktu penyisipan sel Waktu propagasi perjalanan pulang pergi Jangka Waktu koneksi Jangka Panjang

Menentukan apakah pemberian koneksi baru dapat diakomodasikan Setuju parameter performance dengan langganan

Pengaturan Traffic dan Teknik Congestion Control


Manajemen sumber daya yang menggunakan alur yang sebetulnya Pengendali pintu masuk koneksi Pengendali parameter pemakaian Sel Discard yang selektif membentuk jalur

Pengaturan Resource menggunakan Virtual Paths


Memisahkan jalur aliran menurut karakteristik layanan Pemakai ke aplikasi pemakai Pemakai ke aplikasi jaringan Jaringan ke aplikasi jaringan Perhaitan dengan:
Rasio Kerugian sel Penundaan sel transfer Variasi sel delay

Konfigurasi dari VCCs dan VPCs

Alokasi VCCs tanpa VPC


Semua VCCS di dalam VPC perlu mempunyai kemampuan jaringan yang serupa Pilihan untuk alokasi:
Mengumpulkan permintaan puncak Statistik Terdiri dari banyak bagian

Connection Admission Control


Garis pertahanan pertama Pemakai menetapkan karakteristik lalu lintas untuk koneksi yang baru ( VCC atau VPC) dengan memilih suatu Qos Jaringan menerima koneksi hanya jika dapat mengimbangi permintaan Kontrak jalur
Mencapai puncak tingkat tarip sel Variasi sel delay Tingkat Tarip sel yang Sustainable Toleransi burst

Penggunaan Parameter Control


Memonitor Koneksi memastikan lalu lintas cinforms untuk mengontrak Perlindungan sumber daya jaringan dari beban yang terlalu berat oleh satu koneksi Bekerja di VCC dan VPC Mencapai puncak nilai sel dan variasi sel delay Nilai Sel Sustainable dan toleransi burst Membuang sel yang tidak menyesuaikan diri ke kontrak jalur disebut jalur yang menjaga ketertiban

Membentuk Jalur
Melicinkan aliran jalur dan mengurangi sel yang perdu Token bucket

Token Bucket untuk Pembentukan Traffic

Pengaturan jalur GFR

Bingkai yang dijamin menilai sesederhana UBR dari sudut pandang sistem akhir Menempatkan kebutuhan pada unsur-unsur jaringan ATM Mengakhiri sistem pengerjaan tanpa menjaga ketertiban atau membentuk jalur memancarkan pada garis tingkat ATM adaptor Tidak ada jaminan penyerahan
Lapisan yang lebih tinggi ( e.g. TCP) harus melakukan kendali congestion

Pemakai dapat cadangan kapaisitas untuk masing-masing VC


Meyakinkan aplikasi mungkin memancarkan pada tingkat tarip minimum tanpa kerugian Jika tidak ada congestion, tingkat yang lebih tinggi barangkali digunakan

Pengenalan Bingkai
GFR mengenali bingkai seperti halnya sel Ketika terlampau banyak, jaringan membuang bingkai utuh dibanding sel yang individu Semua sel dari suatu bingkai mempunyai pengaturan CLP bit yang sama CLP=1 AAL5 frames adalah prioritas yang lebih rendah
Upaya Terbaik

CLP=0 frames jaminan kapasitas yang minimum

Parameter Kontrak GFR


puncak Tingkat Tarip sel ( PCR) Tingkat maksimum Tarip sel (MCR) Ukuran maksimum burst( MBS) Ukuran maksimum bingkai ( MFS) toleransi variasi cell delay ( CDVT)

Mekanisme jaminan untuk Supporting Tingkat Tarip ( 1)


Tagging dan menjaga ketertiban
Membeda-Bedakan antara bingkai yang menyesuaikan diri untuk mengontrak dan . yang tidak Menetapkan CLP=1 pada semua sel di dalam bingkai jika tidak
Memberi prioritas yang lebih rendah

Mungkin dilaksanakan oleh sumber atau jaringan Jaringan mungkin membuang CLP=1 sel
Menjaga Ketertiban

Manajemen buffer
Perawatan sel buffer congestion ditandai oleh pemilikan buffer yang tinggi Membuang sel yang berlabel
Termasuk yang telah di buffer untuk membuat ruang

Untuk adilnya, di buffer per VC Sel discard didasarkan pada ambang pintu queue-specific

Mekanisme jaminan untuk Supporting Tingkat Tarip ( 2)


Penjadwalan
Memberi perawatan istimewa ke sel untagged Memisahkan antrian untuk masing-masing VC Membuat per-VC menjadwal keputusan Memungkinkan kendali tingkat tarip VCS VCS mendapatkan alokasi kapasitas yang adil Meski demikian menemui kontrak

Komponen dari Sistem GFR

Definisi dari Conformance


UPC Memonitor masing-masing VC yang aktif Memastikan jalur menyesuaikan diri untuk mengontrak sel nonconforming Discard atau Etiket Bingkai menyesuaikan diri jika semua sel menyesuaikan diri Sel menyesuaikan diri jika:
Tingkat sel di kontrak Semua sel dalam bingkai mempunyai CLP yang sama Frame memuaskan parameter MFS ( melihat kemungkinan sel akhir di dalam sel atau frame< MFS)

Tes Pemenuhan Syarat


Dua langkah proses menyaring
Frame diuji untuk conformance kontrak
Jika bukan, dapat membuang Jika tidak dibuang, etiket Menetapkan bentuk bagian atas Menghukum sel di atas bentuk bagian atas Implementasi mengharapkan untuk mencoba penyerahan sel berlabel

Menentukan pilihan frame sebagai jaminan Qos


Dalam kontrak GFR untuk VC Menurunkan bentuk atas jalur Frame yang memperbaiki aliran jalur di bawah ambang pintu dapat dipilih

GFR VC Kategori Frame


Frame Nonconforming
Sel frame ini akan berlabel atau dibuang

Penyelarasan tetapi frame tidak memenuhi syarat


Sel akan menerima suatu upaya terbaik

Penyelarasan dan frame yang dapat dipilih


Sel akan menerima suatu jaminan penyerahan

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition

Bab 14 Jaringan Selular Tanpa Kabel

Prinsip prinsip Jaringan Selular


Dasar teknologi untuk telepon bergerak, sistem komunikasi pribadi, networking tanpa kawat dll. Perkembangan radio telepon bergerak
Menggantikan sistem transmitter/receiver kekuatan tinggi
Mendukung untuk 25 saluran di atas 80km

Menggunakan kekuatan yang lebih rendah, cakupan lebih pendek, lebih banyak pemancar

Organisasi Jaringan Selular


Berbagai pemancar berkekuatan rendah
100w atau lebih sedikit

Area dibagi menjadi sel


Masing-Masing dengan antena sendiri Masing-Masing dengan cakupan frekwensi sendiri Dilayani oleh setasiun dasar
Pemancar, penerima, unit kendali

Sel bersebelahan dengan frekwensi yang berbeda untuk menghindari crosstalk

Bentuk Sel
Bujur Sangkar
Jarak d sel mempunyai empat tetangga pada jarak d dan empat pada jarak akar2 d lebih baik Jika semua antena yang bersebelahan sama jauh
Memilih sederhana dan menswitch antena baru

Sudut Enam
Menyediakan antena yang sama jauh Radius menggambarkan sebagai radius circum-circle
Jarak dari pusat ke puncak panjang sisnya sama

Jarak tengah radius sel R adalah akar 3 R Tidak selalu sudut enam
Pembatasan Secara petabumi Kondisi-Kondisi propagasi sinyal lokal Penempatan antena

Geometri Selular

Frekuensi Reuse
Kekuatan kontrol dasar transceiver
Mengijinkan komunikasi di dalam sel frekwensi yang diberi Membatasi kekuatan sel yang bersebelahan Mengijinkan re-use frekwensi di sel yang dekat Menggunakan frekwensi sama untuk berbagai percakapan 10 50 frekwensi tiap sel Semua N sel menggunakan frekwensi yang sama K total frekwensi digunakan di dalam sistem Masing-masing sel mempunyai K/N frekwensi Mengedepankan Layanan Telepon selular ( AMPS) K=395, N=7 yang memberi 57 frekwensi stiap sel diatas rata-rata

E.G.

Karakter Frekuensi Reuse

D= jarak tengah sel minimum yang menggunakan band frekwensi sama (disebut cochannels) R= radius dari suatu sel d= jarak tengah sel yang bersebelahan ( d= R) N= jumlah sel di dalam pola ulangan
faktor Reuse Masing-Masing sel dalam pola menggunakan band frekwensi yang unik

Pola sel bersudut enam, mengikuti nilai-nilai kemungkinan N


N= I2+ J2+ ( Aku x J), I, J= 0, 1, 2, 3,

Kemungkinan nilai-Nilai N adalah 1, 3, 4, 7, 9, 12, 13, 16, 19, 21, D/R=akar 3N D/D=akar N

Pola Frekuensi Reuse

Meningkatkan Kapasitas (1)


Menambahkan saluran baru
Tidak semua saluran digunakan untuk memulai

Frekwensi yang meminjam


diambil dari Sel bersebelahan yang terlampau banyak Atau menugaskan frekwensi dengan dinamis

Sel splitting
Distribusi Non-Uniform jalur dan topografi Sel lebih kecil didalam area penggunaan yang tinggi
Sel asli 6.5 13 km 1.5 km membatasi secara umum Lebih banyak frekuensi handoff Lebih banyak base station

Sel Splitting

Meningkatkan Kapasitas (2)


Sektor sel
Sel dibagi menjadi sektor-sektor 3 6 sektor tiap sel Masing-Masing dengan channel sendiri
Subsets saluran sel

Antena Terarah

Microcells
Antena-antena bergerak dari bukit dan bangunan besar ke sisi bangunan kecil dan sisi bangunan besar
Bahkan tiang lampu di jalan

Membentuk microcells Kekuatan yang dikurangi Baik untuk jalan kota, sepanjang jalan dan di dalam bangunan besar

Contoh Frekuensi Reuse

Operasi Sistem Selular

Base station pada pusat tiap sel


Antena, pengontrol, transceivers

pengontrol menghandle proses panggilan


Jumlah unit dapat digunakan serentak

BS menghubungkan switching telekomunikasi gerak kantor ( MTSO)


Satu MTSO melayani berbagai BS MTSO ke BS dihubungkan lewat kawat atau tanpa kawat

MTSO:
Menghubungkan panggilan antar dan dari unit ke jaringan telekomunikasi Menugaskanh saluran suara Melaksanakan handoffs Memonitor panggilan penagihan

Otomatis

Ikhtisar Sistem Selular

Kanal
Kanal Kontrol
Pengaturan dan pemeliharaan panggilan Menetapkan hubungan antara unit gerak derngan BS paling dekat

Kanal Traffic Membawa data dan suara

Tipe panggilan pada Area Single MTSO (1)



Initialisasi unit gerak Meneliti dan memilih saluran kendali yang disediakan paling kuat Secara otomatis memilih BS antena sel
Pada umumnya tetapi tidak selalu paling dekat ( keganjilan perkembangbiakan)

Handshake untuk mengidentifikasi pemakai dan penempatan daftar Meneliti ulang untuk memungkinkan pergerakan
Perubahan sel

Monitor unit gerak untuk halaman ( lihatlah di bawah) Mobile originated call
Memeriksa saluran disediakan gratis
Memonitor pemain ( dari BS) dan menantikan kosong

Mengirimkan nomor pada saluran pre-selected

Pemberian Nomor Halaman


MTSO mencoba untuk menghubungkan ke unit gerak Pesan pemberian nomor halaman mengirim kepada BSS yang tergantung pada nomor;jumlah [yang] gesit disebut Sinyal pemberian nomor halaman pada saluran yang disediakan

Tipe Panggilan dalam Area Single MTSO (2)


Penerimaan Panggilan
Unit gerak mengenali nomor pada [saluran yang disediakan Bereaksi Terhadap BS yang mengirimkan jawaban ke MTSO MTSO yang menetapkan sirkit antar panggilan disebut BSS MTSO memilih tersedia saluran lalu lintas di dalam sel dan memberitahu BSS BSS memberitahu saluran unit gerak

Ongoing call
Voice/Data ditukar sampai BSS masing-masing dan MTSO

Handoff
Unit gerak pindah dari cakupan sel ke dalam cakupan sel yang lain Kanal traffic mengubah ke BS yang baru
memberi pelayanan ke pemakai tanpa gangguan

Langkahlangkah Panggilan

Fungsi lain
Menghalangi Panggilan
Selama langkah panggilan mobile-initiated,jika semua jalur sibuk, gerak lagi Setelah nomor gagal, nada sibuk dikembali[kan

Penghentian Panggilan
Pemakai menggantung/kan atas MTSO di/memberi tahu Saluran lalu lintas pada dua BSS di/melepaskan BS tidak bisa memelihara kekuatan isyarat diperlukan Lalu lintas drop dan MTSO yang diberitahu

Drop Panggilan

Panggilan ke/dari pelanggan dan yang ditetapkan


MTSO menghubungkan ke PSTN MTSO dapat menghubungkan pemakai dan menetapkan langganan via PSTN MTSO dapat menghubungkan ke MTSO remote via PSTN atau via mempersembahkan bentuk Mampu menghubungkan pemakai dalam area nya dan pemakai

Pengaruh Propagasi Gelombang Radio


Kekuatan isyarat
Kekuatan isyarat antara BS dan unit yang cukup kuat untuk memelihara mutu isyarat di penerima Tidak cukup kuat untuk menciptakan terlalu banyak gangguan cochannel Suara gaduh bervariasi
Pengapian mobil menyiarkan lebih besar di kota dibanding di bagian pinggir kota Sumber isyarat lain bertukar Kekuatan isyarat bervariasi sebagai fungsi jarak dari BS Kekuatan isyarat bervariasi dengan dinamis sebagai unit

Memudar
Sekalipun kekuatan isyarat dalam cakupan yang efektif, propagasi isyarat mengganggu isyarat

Faktor-faktor Desain
Efek perkembangbiakan
Dinamis Susah untuk meramalkan

Tingkatan kekuatan transmit maksimum pada BS dan unit Tingginya antena unit Tersedia tingginya antena BS Faktor ini menentukan ukuran dari sel yang individu Didasarkan data [yang] empiris Menerapkan model untuk memberi lingkungan petunjuk ukuran sel E.G. model oleh Okumura et al yang disuling oleh Hata
Analisa yang terperinci area Tokyo Informasi kerugian alur yang diproduksi untuk suatu lingkungan yang berkenaan dengan kota Model Hata's adalah suatu perumusan yang empiris
Mempertimbangkan variasi kondisi dan lingkungan

Fading
Variasi waktu dari isyarat yang diterima Disebabkan oleh perubahan di dalam transmisi path(s) E.G. kondisi-kondisi angkasa ( hujan) Bergeraknya (unit) antena

Propagasi Multipath
Refleksi
Permukaan sanak keluarga besar ke panjang gelombang isyarat Mempunyai pergeseran fasa dari aslinya Batalkan aslinaya atau meningkatkannya

Difraksi
Tepi badan yang tak dapat tembus adalah sanak keluarga besar ke panjang gelombang Dapat menerima isyarat sekalipun tidak ada garis arah ( LOS) ke pemancar

Scattering
Ukuran hambatan dalam panjang gelombang
Penerang menempatkan/mengeposkan dll.

Jika LOS, diffracted dan menyebar isyarat tidak penting


Isyarat yang dicerminkan mungkin

Jika tidak (ada) LOS, menyebar dan diffraksi adalah alat-alat resepsi yang utama

Refleksi, Difraksi, Scattering

Efek Propagasi Multipath


Isyarat mungkin batal dalam kaitan dengan beda fase Interferensi Intersymbol ( ISI)
Pengiriman denyut nadi lorong pada frekwensi diberi antara antena dan unit Dapat mengirimkan berbagai salinan pada beda waktu Denyut nadi yang tertunda bertindak sebagai suara gaduh yang membuat sulit kesembuhan informasi bit Perubahan pemilihan waktu sebagai perpindahan Unit
lebih keras Untuk mendisain isyarat yang untuk menyaring ke luar efek multipath

Dua Pulsa dalam Time-Variant Multipath

Tipe-tipe Fading
Fast Fading
Perubahan kekuatan lebih cepat di atas jarak separuh panjang gelombang
900MHz panjang gelombang adalah 0.33m 20-30dB

Slow Fading
Perubahan lebih lambat dalam kaitan dengan bangunan yang tingginya berbeda, gap di dalam bangunan dll. Di atas jarak lebih panjang dibanding faast fading

Flat fading
Nonselective Mempengaruhi semua frekwensi dalam proporsi sama

Selektif Fading
Komponen frekwensi berbeda berpengaruh dengan cara yang berbeda

Mekanisme kompensasi Error (1)

Forward error correction

bisa diterapkan Di dalam aplikasi transmisi digital Secara Khas, perbandingan total bit mengirim kepada bit data antara 2 dan 3 Ongkos Exploitasi besar
kapasitas One-Half atau sepertiga Mencerminkan kesukaran atau lingkungan tanpa kabel

Adaptive equalization

Transmisi yang diberlakukan bagi pembawa analog atau informasi digital pertempuran Interferensi Intersymbol yang digunakan Pengumpulan energi lambang dibubarkan kembali bersamasama ke dalam interval waktu asli nya Teknik memasukkan yang disebut lumped analog sirkit dan isyarat digital canggih yang memproses algoritma

Mekanisme kompensasi Error (2)


Diversity
Fakta yang didasarkan pada saluran individu yang mengalami peristiwa memudar Menyediakan berbagai saluran logis antara penerima dan pemancar Mengirimkan bagian dari isyarat di masing-masing saluran Tidak menghapuskan kesalahan Mengurangi tingkat kesalahan Persamaan, koreksi kesalahan pemain depan kemudian mengatasi tingkat kesalahan yang dikurangi Melibatkan phisik alur transmisi
Keaneka Ragaman ruang Berbagai antena dekat menerima pesan atau menempatkan berbagai antena terarah

Lebih dari biasanya, keaneka ragaman mengacu pada keaneka ragaman waktu atau frekwensi

Keaneka Ragaman Frekwensi


Isyarat dibentangkan di suatu luas bidang yang frekwensinya lebih besar atau melanjutkan berbagai frekwensi carrier E.G. menyebar spektrum (lihat bab 9)

Generasi Analog Pertama


Jaringan Telepon selular yang]asli Jalur Analog Awal 1980 di dalam Amerika Utara Mengedepankan Layanan Telepon( AMPS) AT&T Juga umum di Amerika Selatan, Australia Austria, dan Negeri China

Spectral Allocation dalam North America


Dua 25-MHz band dialokasikan ke AMPS Satu dari BS ke unit ( 869894 MHZ) lain Dari gesit untuk mendasarkan setasiun ( 824849 MHZ) Band dipisah di dalam dua untuk mendorong kompetisi Pada setiap pasar dua operator dapat diakomodasikan Operator dialokasikan hanya 12.5 MHZ pada setiap arah spaced 30 kHz terpisah Total 416 saluran saban operator Twenty-One] dialokasikan untuk kendali 395 untuk membawa panggilan Mengendalikan saluran 10 kbps saluran data Saluran percakapan membawa analog yang menggunakan modulasi frekwensi Mengendalikan informasi juga percakapan yang diteruskan dalam burst sebagai data Jumlah saluran tidak cukup untuk pasar yang paling utama Untuk AMPS, frekwensi reuse dimanfaatkan

Operasi
Telepon AMPS-capable mempunyai modul tugas klasifikasi ( NAM) di memori read-only
NAM berisi jumlah telepon
Ditugaskan oleh penyedia layanan

Nomor urut telepon


Ditugaskan oleh pabrikan

Kapan telepon dipasang, memancarkan nomor telepon dan nomor urut ke MTSO ( Gambar 14.5) MTSO mempunyai database unit yang dicuri untuk dilaporkan
Menggunakan nomor urut untuk mengunci hingga orang tak dapa mencuri unit

MTSO menggunakan nomor telepon untuk penagihan Jika telepon digunakan di (dalam) kota [yang] remote, [jasa;layanan] masih ditagihkan ke penyedia [jasa;layanan] [yang] lokal pemakai

Urutan Panggilan
1. Mula-mula pelanggan menyetem dalam jumlah dan tekan mengirimkan 2. MTSO mengesahkan nomor telepon dan pemakai cek yang diberi hak untuk menempatkan panggilan
Beberapa penyedia layanan memerlukan suatu PIN ke pencurian konter

3. MTSO mengeluarkan pesan ke telepon pemakai yang menandakan jalur siap digunakan 4. MTSO mengirimkan bunyi isyarat untuk menghubungi penerima
Semua operasi, 2 melalui/sampai 4, terjadi di dalam 10 s dalam memulai panggilan

5. Ketika penerima menjawab, MTSO menetapkan sirkit dan informasi penagihan ketika salah satu menggantun, MTSO melepaskan sirkit, saluran radio gratis, dan menyudahi informasi penagihan

Pengontrol Saluran AMPS


21 full-duplex 30-kHz mengendalikan saluran Memancarkan data digital menggunakan FSK Data dipancarkan di frame Mengendalikan informasi suara selama percakapan Unit atau setasiun dasar memasukkan/menyisipkan burst data Memadamkan transmisi suara FM untuk sekitar 100 m Menggantikan dengan suatu pesan FSK-ENCODED Pertukaran yang digunakan untuk pesan mendesak Merubah tingkatan kekuatan Handoff

Generasi kedua CDMA



Kualitas Sinyal bagus Kapasitas data] lebih besar Mendukung data digital Kanal traffic digital
Lalu Lintas pemakai ( data atau digitized suara) dikonversi ke analog untuk transmisi

Encryption
sederhana Ke encrypt jalur digital

koreksi dan Pendeteksian kesalahan


( lihat bab 6) Resepsi suara [yang] sangat jelas

Kanal akses Kanal dengan dinamis digunakan via Time divisi berbagai akses ( TDMA) atau divisi kode berbagai akses ( CDMA)

Code Division Multiple Access


Masing-Masing sel mengalokasikan luas bidang frekwensi
Split in two
Separuh untuk membalikkan, separuh untuk pemain depan Direct-Sequence menyebar spektrum ( DSSS) ( lihat bab 9)

Keuntungan Code Division Multiple Access


Keaneka Ragaman frekwensi
Frequency-Dependent pelemahan transmisi ( menyiarkan burst, selektipfading) mepunyai lebih sedikit efek

perlawanan Multipath
DSSS memperdaya multipath yang memudar dengan keaneka ragaman frekwensi Juga memotong kode yang digunakan hanya memperlihatkan korelasi salib rendah dan autocorrelation rendah Versi isyarat delay lebih dari satu memotong interval tidak bertentangan dengan syarat dominan banyak

Keleluasaan Pribadi
Dari spektrum yang tersebar ( lihat bab 9)

Penurunan(Pangkat,Derajad) yang lemah Dengan FDMA atau TDMA, menetapkan jumlah para pemakai yang dapat mengakses sistem secara serempak
Dengan CDMA,ketika para pemakai mengakses sistem secara serempak, menyiarkanlah tingkatan dan karenanya kesalahan menilai peningkatan Secara berangsur-angsur sistem menurunkan pangkat

Code Division Multiple Access


Self-Jamming
Kecuali jika semua para pemakai disamakan, transmisi tiba dari berbagai para pemakai tidak akan dengan sempurna dibariskan pada batasan-batasan chip Penyebaran urutan dari para pemakai yang berbeda bukan orthogonal Beberapa korelasi salib Dari salah satu TDMA atau FDMA
Di Mana,karena frekwensi atau waktu guardbands yang layak, berturut-turut, isyarat yang diterima adalah orthogonal

Jauh-dekat masalah
Isyarat semakin dekat ke penerima diterima dengan lebih sedikit pelaifan dibanding isyarat yang lebih jauh pergi Dengan ketiadaan [orthogonalas yang lengkap, transmisi dari unit lebih sukar untuk dipulihkan

Penerima RAKE

Jika berbagai versi isyarat tiba lebih dari satu memotong interval terpisah, penerima dapat memulihkan isyarat dengan menghubungkan urutan chip dengan isyarat yang datang/yang berikutnya Isyarat sisa[nya] memperlakukan sebagai suara gaduh Capaian lebih baik jika penerima mencoba untuk memulihkan isyarat dari berbagai lur dan berkombinasi dengan keterlambatan pantas Isyarat biner asli tersebar oleh XOR dengan kode yang memotong Menyebar urutan yang diatur untuk transmisi di saluran tanpa kabel efek Multipath menghasilkan berbagai salinan isyarat
Masing-Masing dengan suatu sejumlah waktu berbeda menunda (? 1, ? 2, dll.) Masing-Masing dengan suatu faktor pelemahan berbeda ( a1, a2, dll.) penerima Demodulates mengkombinasikan isyarat Demodulated memotong arus yang yang diberi makan ke dalam berbagai correlators, masing-masing tertunda oleh jumlah berbeda Isyarat yang dikombinasikan menggunakan faktor yang diperkirakan dari saluran

Prinsip Penerima RAKE

IS-95
generasi ke dua rencana CDMA Terutama menyebar di Amerika Utara Struktur trnsmisi berbeda pada link pemain depan dan pembalik

Struktur kanal IS-95

Link Forward IS-95 (1)


Sampai 64 CDMA dengan masing-masing pendudukan 1228-kHz luas bidang yang sama Empat jenis saluran:
Pilot ( Kanal 0)
Isyarat berlanjut pada saluran tunggal Mengijinkan unit untuk memperoleh informasi pemilihan waktu Menyediakan acuan untuk proses demodulasi Menyediakan perbandingan kekuatan isyarat untuk penentuan handoff Terdiri dari semua nol

Sinkronisasi ( Kanal 32)


1200-bps kanal digunakan oleh setasiun untuk memperoleh informasi identifikasi tentang sistem selular Waktu sistem, merindukan status kode, revisi protokol, dan lain lain

IS-95 Forward Link (2)


Pemberian Nomor Halaman ( kanal 1 sampai 7)
Berisi pesan untuk orang atau setasiun

Jalur ( kanal 8 untuk 31 dan 33 untuk 63)


55 saluran kanal Spesifikasi asli mendukung data tingkat sampai 9600 bps Revisi menambahkan tingkat sampai 14,400 bps

Semua saluran menggunakan luas bidang sama


Memotong kode antar saluran Memotong kode 64 orthogonal 64-bit kode yang diperoleh dari 64 x 64 Walsh Matrix

Proses Forward Link


suara Lalu lintas disandikan pada 8550 bps Bit tambahan untuk pendeteksian kesalahan
Nilai sekarang 9600 bps

Kapasitas penuh tidak menggunakan manakala pemakai tidak mengatakan Menenangan data periode menempatkan . ke klas khusus rendah seperti 1200 bps 2400 bps menilai digunakan untuk memancarkan penumpang sementara di dalam latar belakang menyiarkan 4800 bps menilai untuk mencampur digitized data pemberian isyarat dan pidato/suara Data dipancarkan dalam 20 m Majulah koreksi kesalahan
Convolutional encoder dengan tingkat tarip Penggandaan data efektif menilai untuk 19.2 kbps Karena data yang lebih rendah menilai encoder bit keluaran ( lambang kode yang disebut replicated )untuk menghasilkan 19.2-kbps

Data yang terselip di antara halaman dalam blok untuk mengurangi efek kesalahan dengan menyebar

Scrambling
Setelah interleaver, data aduk Topeng keleluasaan pribadi Mencegah pengiriman pola yang berulang
Mengurangi kemungkinan para pemakai yang mengirimkan pada kekuatan puncak pada waktu sama

berebut Dilaksanakan oleh kode [yang] panjang


Pseudorandom jumlah diturunkan dari 42-bit-long bergeser daftar Bergeserlah daftar initialized dengan nomor urut elektronik pemakai Keluaran dari generator kode panjang adalah pada suatu tingkat tarip 1.2288 Mbps 64 kali 19.2 kbps Satu bit di dalam 64 terpilih ( dengan decimator fungsi) Menghasilkan arus XORED dengan keluaran blok interleaver

Pengendalian Daya
Langkah berikutnya memasukkan/menyisipkan kekuatan mengendalikan informasi di saluran lalu lintas
Untuk mengendalikan keluaran kekuatan antena Merampok saluran lalu lintas tingkat 800 bps dengan mencuri bit kode 800-bps saluran membawa informasi yang mengarahkan unit untuk merubah tingkatan keluaran Menggerakkan arus kendali multiplexed ke dalam 19.2 kbps
Mengganti beberapa kode menggigit, menggunakan generator kode panjang untuk menyandi bit

DSSS
Menyebar 19.2 kbps untuk 1.2288 Mbps Penggunaan satu baris Walsh acuan/matriks
yang ditugaskan Ke setasiun gesit selama [panggil/hubungi] susunan Jika 0 diperkenalkan ke XOR, 64 bit dari baris ditugaskan mengirim Jika 1 XOR diperkenalkan, bitwise baris di/mengirim

Bit akhir menilai 1.2288 Mbps Menggigit arus yang yang diatur ke pengangkut menggunakan QPSK
Data yang dipecah jadi aku dan Q ( in-phase dan kwadratur) saluran Data pada setiap saluran XORED dengan kode yang singkat unik
Pseudorandom angka-angka dari 15-bit-long bergeser daftar

Forward Link Transmission

Reverse Link
Sampai 94 Kanal CDMA
Masing-Masing pendudukan 1228-kHz luas bidang yang sama Mendukung sampai 32 akses menggali dan 62 saluran lalu lintas

Kanal trafik unik


Masing-Masing setasiun mempunyai kode panjang unik menyembunyikan nomor urut [yang] didasarkan pada
42-bit nomor;jumlah, 242 1 topeng [yang] berbeda Mengakses saluran yang digunakan untuk memulai panggilan, bereaksi terhadap pemberian nomor halaman penggali pesan, dan untuk penempatan membaharui

Proses Reverse Link dan Spreading


Langkah-Langkah pertama sama seperti saluran pemain depan
Convolutional encoder menilai 1/3 Melipat-Tigakan data efektif menilai ke max. 28.8 kbps Data menghalangi terselip di antara halaman

Penyebaran menggunakan Walsh acuan/matriks


Menggunakan dan bermaksud berbeda dari saluran pemain depan Data dari blok interleaver yang dikelompokkan di dalam unit 6 bit Masing-Masing 6-bit unit bertindak sebagai index untuk memilih baris acuan/matriks ( 26= 64) Mengayuhlah diganti/ digantikan untuk masukan Data menilai diperluas oleh faktor 64/6 untuk 307.2 kbps yang dilaksanakan Untuk meningkatkan resepsi pada BS Sebab persandian orthogonal [yang] mungkin, persandian blok meningkatkan algoritma pengambilan keputusan pada penerima Juga computationally efisien Walsh format modulasi blok yang error-correcting kode ( n, k)= ( 64, 6) dan dmin= 32 Sesungguhnya, semua jarak 32

Data Burst Randomizer


Mengurangi gangguan campur tangan dari setasiun lain Penggunaan kode panjang menyembunyikan untuk memperlancar data ke luar di atas frame 20 m

DSSS
Merindukan kode unik ke XORED dengan keluaran randomizer 1.2288-Mbps arus data akhir yang diatur Menggunakan ORTHOGONAL QPSK rencana modulasi Berbeda dengan saluran maju yang digunakan untuk unsur penundaan di dalam modulator untuk menghasilkan orthogonalas
saluran Maju, menyebar kode orthogonal
Berasal dari Walsh acuan/matriks

Membalik saluran orthogonalas dalam menyebar kode tidak dijamin

Reverse Link Transmissi on

Sistem Generasi Ketiga


Sasaran untuk menyediakan komunikasi tanpa kabel wajar kecepatan tinggi untuk mendukung multimedia, data, dan video di samping menyatakan ITUS Yang Internasional Telekomunikasi Gesit untuk tahun 2000 ( IMT2000) prakarsa menggambarkan ITUS pandangan third-generation kemampuan sebagai:
Menyatakan kwalitas dapat diperbandingkan ke PSTN 144 kbps tersedia untuk para pemakai di atas area yang besar 384 kbps tersedia untuk pejalan kaki di area yang kecil Pen;Dukungan untuk 2.048 Mbps untuk penggunaan kantor Tingkat Tarip data [yang] tidak setangkup dan simetris Pen;Dukungan untuk packet-switched dan circuit-switched jasa Alat penghubung adaptip ke Internet Lebih [] penggunaan efisien tersedia spektrum Pen;Dukungan untuk variasi [dari;ttg] peralatan [yang] gesit Fleksibilitas untuk mengijinkan pengenalan tentang teknologi dan jasa [yang] baru

Daya Penggerak
Kecenderungan ke arah telekomunikasi [yang] pribadi umum
Kemampuan orang untuk mengidentifikasi dirinya dan menggunakan manapun sistem komunikasi serentak, dalam kaitan dengan rekening/tg-jawab tunggal

Akses komunikasi [yang] umum


Menggunakan ones terminal di dalam suatu lingkungan yang luas untuk menghubungkan ke jasa informasi e.g. terminal jinjing yang akan bekerja di kantor, jalan, dan naik pesawat terbang dengan sama dengan baik

GSM selular yang teleponi dengan modul identitas langganan, melangkah ke arah gol Jasa komunikasi pribadi ( PCSS) dan jaringan komunikasi pribadi ( PCNS) juga membentuk sasaran hasil untuk third-generation tanpa kabel Teknologi adalah divisi waktu penggunaan digital berbagai akses atau code-division berbagai akses Pcs handsets kekuatan yang rendah, kecil dan cahaya

Interface Alternatif (1)

IMT-2000 tutup spesifikasi satuan alat penghubung radio untuk capaian yang dioptimalkan dalam lingkungan radio yang berbeda Lima alternatif untuk memungkinkan evolusi lembut dari sistem yang berjalan Alternatif mencerminkan evolusi dari generasi kedua Dua spesifikasi tumbuh menganggur pada European Telekomunikasi Institut yang Standard ( ETSI)
Kembangkan suatu UMTS ( sistem telekomunikasi umum) sebagai 3G Europe's standard tanpa kabel Ter/Memasukkanlah dua standard
Wideband CDMA, atau W-Cdma
Secara penuh memanfaatkan CDMA teknologi Menyediakan data tinggi menilai dengan penggunaan luas bidang yang efisien

IMT-TC, atau TD-CDMA


Kombinasi W-Cdma dan TDMA teknologi Diharapkan untuk menyediakan alur upgrade untuk GSM sistem TDMA-BASED

Interface Alternatif (2)


CDMA2000
Asal Amerika Utara serupa Untuk, tetapi tidak cocok/bertentangan dengan, WCdma
Sebagian karena penggunaan standard tingkat tarip chip yang berbeda Juga, cdma2000 menggunakan multicarrier, tidak menggunakan dengan W-Cdma

IMT-SC merancang untuk TDMA-ONLY jaringan IMT-FC dapat digunakan oleh kedua-duanya TDMA dan FDMA carriers
Untuk menyediakan beberapa 3G jasa Perkembangan Digital Mengenai Eropa Telekomunikasi Cordless ( DECT) standard

IMT-2000 Terrestrial Radio Interfaces

Pertimbangan Desain CDMA Tingkat Bandwidth dan Chip


Teknologi dominan untuk 3G sistem adalah CDMA
Tiga CDMA rencana berbeda telah diadopsi Membagi bersama beberapa isu disain yang umum

Luas Bidang
Membatasilah pemakaian saluran untuk 5 MHZ Luas bidang lebih tinggi meningkatkan kemampuan penerima untuk memecahkan multipath Tetapi tersedia spektrum terbatas dengan bersaing kebutuhan 5 MHZ batas atas layak pada kaleng apa dialokasikan untuk 3G 5 MHZ adalah enoughfordata tingkat 144 dan 384 kHz

Memotonglah tingkat tarip


Dengan luas bidang, tingkat tarip chip tergantung pada data diinginkan menilai, kebutuhan untuk kendali kesalahan, dan pembatasan luas bidang Memotong tingkat 3 Mcps atau lebih layak

Pertimbangan Desain CDMA Multirate



Ketetapan berbagai fixed-data-rate saluran ke pemakai yang ditentukan Tingkat tarip data berbeda menyajikan saluran yang berbeda Lalu lintas pada masing-masing saluran logis dapat diswitch dengan bebas melalui jaringan yang ditetapkan tanpa kabel ke tujuan berbeda Dengan fleksibel mendukung berbagai aplikasi bersama dari pemakai Secara efisien menggunakan tersedia kapasitas dengan hanya menyediakan kapasitas yang diperlukan untuk masing-masing layanan yang dicapai Dengan TDMA rencana di dalam CDMA saluran [yang] tunggal
Nomor;Jumlah slot berbeda saban membingkai [yang] ditugaskan untuk tingkat tarip data [yang] berbeda Subchannels pada data ditentukan menilai dilindungi oleh koreksi kesalahan dan teknik menyisipkan antar halaman

Alternatif: menggunakan berbagai kode CDMA


Memisahkan persandian dan menyisipkan antar halaman Memetakan untuk memisahkan saluran CDMA

Waktu Dan Kode Multiplexing

William Stallings Data and Computer Communications th Edition 7


Bab 15 Ikhtisar Jaringan Area Lokal

Aplikasi LAN(1)
Komputer Pribadi LANS
Biaya yang rendah Tingkat Tarip data yang terbatas

Kembali jaringan akhir


Saling behubungan sistem yang besar ( mainframe dan alat penyimpanan yang besar)
Tingkat Tarip data [tinggi Kecepatan tinggi menghubung Akses yang dibagi-bagikan Jarak yang terbatas Terbatasnya Jumlah alat

Aplikasi LAN(2)
Jaringan Kawasan Penumpukan Barang
Memisahkan jaringan yang menangani kebutuhan gudang/penyimpanan Melepaskan tugas gudang/penyimpanan dari server yang spesifik Fasilitas gudang/penyimpanan yang bersama ke seberang jaringan kecepatan tinggi Hard-Disk, perpustakaan tape, larik antena CD yang ditingkatkan Client-Server akses gudang/penyimpanan Mengarahkan gudang/penyimpanan ke komunikasi gudang/penyimpanan untuk backup

Kecepatan tinggi jaringan kantor


Gambaran desktop yang memproses Kapasitas tinggi gudang/penyimpanan lokal

Tulang Punggung LANS


Salinglah behubungan kecepatan rendah LANS [yang] lokal Keandalan Kapasitas Harga

Wilayah Penyimpanan Jaringan

Arsitektur LAN
Topologi Medium transmisi Tataruang Medium kendali akses

Topologi
Tree Bus
Kasus khusus Three
Satu batang, tidak ada cabang

Ring Star

Topologi LAN

Bus dan Tree


medium Multipoint Transmisi menyebar sepanjang medium terdengar Secara keseluruhan setasiun
Harus mengidentifikasi setasiun target
Masing-Masing setasiun mempunyai alamat yang unik

Koneksi rangkap penuh antara setasiun dan penyadap


Mempertimbangkan resepsi dan transmisi

Harus mengatur transmisi


Untuk menghindari benturan Untuk menghindari menarik perhatian
Data di dalam blok yang kecil- bingkai

Terminator menyerap bingkai pada akhir medium

Frame Transmission dalam Bus LAN

Topologi Ring
Pengulang yang dihubungkan oleh penunjuk titik menghubungkan pengulangan tertutup
Menerima data pada satu mata rantai dan retransmit pada yang lain Menghubungkan searah Setasiun menyertakan ke pengulang

Data di bingkai
Edarkan dulu semua setasiun Tujuan mengenali alamat dan bingkai salinan Bingkai beredar kembali ke sumber di mana dipindahkan

Media kendali akses menentukan manakala setasiun dapat memasukkan/menyisipkan bingkai

Frame Transmissi dalam Ring LAN

Topologi Star
Masing-Masing setasiun menghubung secara langsung ke node pusat Pada umumnya via dua titik untuk menunjuk mata rantai Node pusat dapat menyiarkan Bintang phisik, bus yang logis Hanya satu setasiun dapat memancarkan serentak Node pusat dapat bertindak sebagai tombol frame

Pemilihan Topology
Keandalan Expandabilas Capaian Kebutuhan di dalam konteks:
Medium Tataruang pemasangan kabel Kendali akses

Media Transmisi Bus LAN (1)


Pasangan yang terbelit
Awal LANS menggunakan kabel/telegram grade suara Tidak ada skala untuk LANS Tidak yang digunakan di BUS LANS sekarang

Baseband kabel koaksial


Menggunakan digital pemberi sinyal Ethernet Asli

Media Transmisi Bus LAN (2)


Kabel koaksial jalur lebar
Seperti di sistem TV kabel/telegram Isyarat Analog pada frekwensi radio Mahal, susah untuk menginstal dan memelihara Tidak lagi yang digunakan di LANS

Serabut [ang berhubung dengan mata


Ketukan mahal Tersedia alternatif lebih baik Tidak digunakan di bus LANS

Semua susah untuk bekerja dengan topologi bintang dibandingkan dengan pasangan yang terbelit Baseband mempunyai sumbu yang sama masih menggunakan tetapi tidak sering di dalam instalasi baru

Ring dan Star


Ring
Kecepatan sangat tinggi menghubungkan interlokal kegagalan pengulang atau Mata rantai tunggal melumpuhkan jaringan

Star
Menggunakan tataruang pemasangan kabel alami di bangunan terbaik Untuk menyingkat jarak Tingkat tarip data tinggi untuk sejumlah kecil alat

Pemilihan Medium
Dibatasi oleh topologi LAN Kapasitas Keandalan Jenis data mendukung Lingkup lingkungan

Media yang Tersedia (1)


grade suara Unshielded membelit pasangan ( UTP)
3Kucing Murah Dipahami Menggunakan pemasangan kabel telepon di bangunan kantor Tingkat Tarip data rendah

Pasangan yang terbelit yang dilindungi dan baseband mempunyai sumbu yang sama
Lebih mahal dibanding UTP tetapi tingkat tarip data lebih tinggi

Kabel/Telegram jalur lebar


Meski demikian tingkat tarip data lebih tinggi mahal

Media yang Tersedia (2)


Capaian UTP yang tinggi
5Kucing dan di atas Tingkat tarip data tinggi untuk sejumlah kecil alat Topologi bintang yang diswitch untuk instalasi yang besar

Serabut yang berhubung dengan mata


Pengasingan electromagnetis Kapasitas tinggi Ukuran kecil mahal Untuk komponen Ketrampilan tinggi diperlukan untuk menginstal dan memelihara Harga sedang runtuh dan produk mencakup peningkatan

Arsitektur Protocol
Menurunkan model lapisan OSI IEEE 802 Phisik Kendali mata rantai logis ( LLC) Media kendali akses ( MAC)

IEEE 802 v OSI

802 Layer Fisik


Encoding/Decoding mukadimah Generation/Removal Menggigit transmission/reception topologi dan Medium transmisi

802 Layers Logical Link Control


Menghubung ke tingkat yang lebih tinggi kendali kesalahan dan Arus

Pengendalian Logical Link


Transmisi mata rantai mengukur PDUS antara dua setasiun Harus mendukung multiaccess, membagi bersama medium Beberapa mata rantai mengakses detil lapisan MAC melibatkan penetapan tujuan dan sumber LLC para pemakai
Dikenal sebagai melayani poin-poin akses ( GETAH) Tingkat Protokol secara khas lebih tinggi

Layanan LLC
Didasarkan HDLC Layanan yang connectionless Layanan koneksi gaya Layanan connectionless yang diakui

Protocol LLC
yang diperagakan Setelah HDLC Gaya seimbang tak serempak untuk mendukung gaya koneksi layanan LLC ( tipe 2 operasi) Informasi PDUS tak terhitung jumlahnya untuk mendukung Acknowledged layanan connectionless ( tipe 1) Terdiri dari banyak bagian menggunakan LSAPS

Kendali Media Access


Perakitan data ke dalam bingkai dengan bidang pendeteksian kesalahan dan alamat Disassembly bingkai
Menunjuk pengenalan Pendeteksian kesalahan

Mengurus akses ke medium transmisi


Tidak ditemukan di lapisan tradisional 2 data menghubungkan kendali

Karena LLC sama, beberapa pilihan MAC tersedia

Protocol LAN dalam konteks

Kendali Media Access


Di Mana
Pusat
Kendali lebih besar Logika akses sederhana pada setasiun Menghindari permasalahan koordinasi Titik kegagalan tunggal Bottleneck yang potensial

Pembagi

Bagaimana
Synchronous
Kapasitas spesifik mempersembahkan koneksi

Tidak Serempak
Sebagai jawaban atas permintaan

Sistem Asinkronus
Protes
Baik jika banyak setasiun mempunyai data untuk memancarkan periode yang diperluas

Reservasi
Lalu Lintas arus yang berguna

Anggapan
Bursty lalu lintas yang berguna Semua setasiun sesuai waktu Membagi Sederhana Efisien di bawah beban moderat Ditujukan untuk roboh di bawah muatan berat

Format Frame MAC


Lapisan MAC menerima data dari lapisan LLC Kendali MAC Alamat tujuan MAC Alamat sumber MAC LLS CRC Lapisan MAC mendeteksi kesalahan dan bingkai barang buangan LLC secara bebas pilih retransmits bingkai yang gagal

Format Generic MAC Frame

Bridges
Kemampuan untuk memperluas di LAN tunggal Menyediakan interkoneksi ke LANS/WANS lain Menggunakan penerus atau Jembatan Jembatan lebih sederhana
Menghubungkan LANS yang serupa Protokol serupa untuk fiisik dan lapisan mata rantai Proses minimal

Penerus yang lebih umum


Saling behubungan berbagai LANS dan WANS melihat kemudian

Kenapa Bridge?
Keandalan Capaian Keamanan Geografi

Fungsi Bridge
Membaca semua bingkai yang dipancarkan pada satu LAN dan menerima alamat itu untuk setasiun manapun pada LAN yang lain Menggunakan protokol MAC untuk LAN kedua, retransmit masing-masing bingkai Cara sama lainnya

Operasi Bridge

Aspek-aspek Desain Bridge


Tidak ada modifikasi ke format atau isi bingkai Tidak ada encapsulation Copy bingkai yang tepat Penyangga/bantalan untuk memenuhi permintaan puncak Berisi routing dan penunjuk kecerdasan/inteligen
Harus mampu menceritakan ke bingkai untuk meloloskan Dapat lebih baik dibanding satu jembatan untuk memotong/menyeberang

Dapat menghubungkan lebih dari dua LANS Penghubung transparan ke setasiun Tampak untuk semua setasiun pada berbagai LANS seolah-olah mereka adalah LAN tunggal

Arsitektur Protokol Bridge


IEEE 802.1D Tingkatan MAC Setasiun menunjuk pada tingkatan ini Jembatan tidak memerlukan lapisan LLC Menyiarkan bingkai MAC Mampu membingkai sistem comms eksternal e.g. Mata Rantai yang pucat/lesu Menangkaplah bingkai Encapsulate Majulah ia/nya ke seberang menghubungkan Memindahkan encapsulation dan maju di mata rantai LAN

Koneksi Dua LAN

Routing yang ditetapkan


LANS Besar kompleks memerlukan rute alternatif
Menjaga keseimbangan Menyalahkan toleransi

Jembatan harus memutuskan untuk forward frame Jembatan harus memutuskan LAN mana untuk forward frame Penaklukan yang terpilih untuk masing-masing sourcedestination penghembus LANS
Dilaksanakan Konfigurasinya Pada umumnya paling sedikit meloncat rute Hanya berubah manakala topologi berubah

Bridge dan LAN dengan Rute Alternatif

Spanning Tree
Jembatan secara otomatis kembangkan ruting Secara otomatis membaharui jawaban Frame forwarding Pengalamatan pengulangan Resolusi

Frame forwarding
Memelihara database untuk masing-masing port
Mendaftar alamat setasiun yang yang dicapai melalui masingmasing port

Karena suatu bingkai tiba pada port X:


Mencari database untuk melihat jika MAC didaftarkan untuk pelabuhan manapun kecuali X Jika alamat tidak ditemukan, disampaikan ke semua pelabuhan kecuali X Jika alamat didaftarkan untuk pelabuhan Y, memeriksa pelabuhan Y apa menghalangi penyampaian status Ganjalan mencegah port dari penerima atau pemancar Jika tidak dihalangi, memancarkan bingkai sampai pelabuhan Y

Address Learning
Mampu menyampaikan database Mampu belajar Ketika bingkai tiba di pelabuhan X, telah datang format LAN yang dihubungkan dengan port X Menggunakan sumber membaharui database pelabuhan X untuk memasukkan alamat itu Pengatur waktu pada masing-masing masukan database Setiap kali bingkai tiba, alamat sumber mengecek database penyampaian

Algoritma Spanning Tree


Address learning bekerja untuk tataruang three
Tidak ada pengulangan tertutup

Karena grafik yang dihubungkan ada suatu pohon yang memutar yang memelihara connectivas tetapi tidak berisi pengulangan tertutup apapun Masing-Masing jembatan menugaskan identifier Pertukaran antar jembatan untuk menetapkan memutar pohon

Putaran Bridge

Switch Layer 2 dan Layer 3


Sekarang banyak jenis alat untuk saling behubungan LANS Di luar penerus dan jembatan Lapisan tombol 2 Lapisan tombol 3

Hubs

Unsur tataruang bintang [yang] pusat aktip Masing-Masing setasiun yang dihubungkan ke poros/pusat kegiatan oleh dua bentuk
Pemancar dan Penerima

Poros/Pusat kegiatan bertindak sebagai suatu pengulang Ketika setasiun tunggal memancarkan, poros/pusat kegiatan mengulangi isyarat pada garis ramah untuk masing-masing setasiun Garis terdiri dari dua unshielded pasangan [yang] yang terbelit Membatasi pada sekitar 100 m
Data tinggi menilai dan kualitas transmisi lemah/miskin UTP

Serabut berhubung dengan mata mungkin digunakan


Max tentang 500 m

Secara phisik bintang, secara logika bus Transmisi dari setasiun manapun menerima secara keseluruhan setasiun lain Jika dua setasiun memancarkan pada waktu yang sama, benturan

Layout Hub
Berbagai tingkatan poros/pusat kegiatan cascaded Masing-Masing poros/pusat kegiatan punya suatu setasiun campuran dan poros/pusat kegiatan lain yang dihubungkan dari bawah Sesuai dengan praktek pemasangan kabel bangunan
Kamar kecil pemasangan kabel pada masing-masing lantai Poros/Pusat kegiatan dapat ditempatkan pada setiap orang Masing-Masing setasiun jasa poros/pusat kegiatan pada lantai nya

Dua Level Topologi Star

Buses dan Hubs



Bus bentuk wujud Semua setasiun membagi bersama kapasitas bus ( e.g. 10Mbps) Hanya satu setasiun memancarkan serentak Poros/Pusat kegiatan menggunakan pemasangan kawat bintang untuk menyertakan setasiun ke poros/pusat kegiatan Transmisi dari manapun setasiun yang diterima oleh poros/pusat kegiatan dan retransmitted pada semua bentuk yang ramah Hanya satu setasiun dapat memancarkan serentak Total kapasitas LAN adalah 10 Mbps Meningkatkan capaian dengan lapisan 2 tombol

Medium bersama Bus dan Hub

Medium Hub dan Layer 2 Switch

Switch Layer 2
Poros/Pusat kegiatan pusat bertindak sebagai tombol Bingkai yang datang/yang berikutnya dari setasiun tertentu diswitch ke garis keluaran yang sesuai Bentuk tak terpakai dapat tombol lalu lintas lain Setasiun lebih dari satu memancarkan serentak Perkalian kapasitas LAN

Keuntungan Switch Layer 2

Tidak ada perubahan untuk memasang alat pengkonversi BUS LAN atau poros/pusat kegiatan LAN untuk menswitch LAN Karena Ethernet LAN, masing-masing alat menggunakan protokol ETHERNET MAC Alat telah mempersembahkan kapasitas sepadan dengan LAN yang asli
Mengumpamakan tombol mempunyai kapasitas cukup untuk menyimpan Sebagai contoh jika tombol dapat menopang throughput 20 Mbps, masing-masing alat nampak untuk mempunyai kapasitas dipersembahkan untuk salah satu keluaran atau masukan 10 Mbps

Lapisan 2 timbangan tombol dengan mudah


Alat tambahan berkait dengan tombol dengan meningkatkan kapasitas layer 2

Tipe-tipe Switch Layer 2


Tombol Store-And-Forward
Menerima bingkai pada garis masukan Penyangga/Bantalan singkat, Kemudian mengarahkannya ke garis keluaran yang sesuai Penundaan antara penerima dan pengirim Menaikkan tegangan integritas jaringan

Cut-Through tombol
Mengambil keuntungan dari tujuan menunjuk muncul pada permulaan bingkai Tombol mulai mengulangi bingkai ke garis keluaran secepat mengenali alamat tujuan Throughput [yang] mungkin paling tinggi Resiko dalam menyebarkan bingkai yang tidak baik Tombol yang tidak mampu untuk memeriksa CRC sebelum retransmission

Switch Layer 2 v Bridge

Lapisan 2 tombol dapat dipandang sebagai full-duplex poros/pusat kegiatan Mampu menyertakan logika untuk berfungsi sebagai multiport jembatan Jembatan pembingkai menangani perangkat lunak Tombol melaksanakan bingkai dan pengenalan alamat di dalam perangkat keras Jembatan hanya meneliti dan ke depan satu bingkai serentak Tombol mempunyai berbagai alur data paralel
Mampu menangani berbagai bingkai serentak

Jembatan menggunakan store-and-forward operasi Tombol dapat mempunyai cut-through operasi Jembatan menderita secara komersial
Instalasi baru secara khas memasukkan lapisan 2 tombol dengan kemampuan jembatan bukannya jembatan

Masalah Switch Layer 2 (1)


Ketika jumlah alat di dalam bangunan, lapisan 2 tombol mengungkapkan beberapa kekurangan Menyiarkan beban terlalu berat Ketiadaan berbagai mata rantai Satuan alat dan LANS yang dihubungkan oleh lapisan 2 tombol mempunyai ruang alamat yang kempes
Allusers membagi bersama MAC umum menyiarkan alamat Bila ada alat mengeluarkan bingkai siaran, bingkai itu dikirimkan untuk semua alat jaringan yang dihubungkan dengan yang dihubungkan oleh lapisan 2 jembatan dantombol Di jaringan yang besar, siaran membingkai dapat menciptakan ongkos exploitasi yang besar Kegagalan pemakaian alat dapat menciptakan siaran ribut
Banyak siaran membingkai jaringan bakiak

Masalah Switches Layer 2 (2)


Arus standard untuk protokol jembatan tidak mendikte pengulangan tertutup
Hanya satu alur antara dua alat Mustahil dalam implementasi standards-based menyediakan berbagai alur melalui berbagai tombol alat
Membatasi keandalan dan capaian.

Solusi: memisahkan jaringan ke dalam subnetworks yang dihubungkan oleh penerus MAC menyiarkan bingkai tombol dan alat yang terbatas pada terdapat di subnetwork tunggal Penerus IP-based mempekerjakan algoritma penaklukan yang canggih
Mengijinkan penggunaan berbagai alur antar subnetworks yang berbeda

Masalah Router
Penerus melakukan semua IP-LEVEL yang memproses di (dalam) perangkat lunak
LANS Kecepatan Tinggi dan high-performance lapisan 2 pompa tombol berjuta-juta paket per detik Penerus Software-based hanya mampu menangani [yang] baik di bawah suatu juta paket per detik

Solusi: lapisan 3 tombol


Implementpacket-Forwarding logika penerus di (dalam) perangkat keras

Dua kategori
Paket [oleh/dengan] paket Mengalirlah didasarkan

Paket dengan Paket atau Flow Based


Beroperasi sebagai penerus yang tradisional Order;Pesanan penting/besar meningkatkan capaian yang dibandingkan ke penerus yang software-based Tombol Flow-based mencoba untuk meningkatkan capaian dengan mengidentifikasi paket arus IP
Tujuan dan Sumber sama Dilaksanakan dengan mengamati penggunaan berkelanjutan suatu label arus khusus di paket ( IPV6) Sekali ketika aliran dikenali, rute yang sudah dikenal dapat dibentuk

Tipe Organisasi LAN Besar



Ribuan untuk sepuluh beribu-ribu alat Sistem desktop menghubungkan 10 Mbps untuk 100 Mbps Ke dalam lapisan tombol 2 Lan connectivas Tanpa Kabel tersedia untuk para pemakai Lapisan tombol 3 pada inti jaringan lokal Membentuk tulang punggung lokal Saling behubungan Pada 1 Gbps Menghubungkanlah ke lapisan tombol 2 pada 100 Mbps untuk 1 Gbps Server menghubungkan secara langsung ke lapisan 2 atau lapisan 3 tombol pada 1 Gbps Lower-Cost penerus software-based menyediakan WAN koneksi Melingkar di diagram mengidentifikasi LAN subnetworks yang terpisah MAC menyiarkan bingkai kepunyaan subnetwork yang terbatas

Diagram Tipe Organisasi LAN Besar

William Stallings Komunikasi Data Dan Komputer Edisi 7


Bab 16 Kecepatan tinggi LANS

Perkenalan

Cakupan teknologi : Kecepatan dan Gigabit Ethernet Saluran Serat Kecepatan tinggi LANS tanpa kabel

Mengapa LANS Kecepatan tinggi?

Kantor LANS digunakan untuk menyediakan koneksi dasar Menghubungkan PCS dan terminal ke mainframe dan midrange sistem yang menjalankan aplikasi perusahaan Sediakan workgroup konektifitas pada tingkatan per departemen Lalu lintas pola cahaya Penekanan pada file yang dipindahkan dan pos elektronik Kecepatan dan kekuatan PCS telah bangkit Graphics-Intensive Aplikasi dan GUIS Organisasi MIS mengenali LANS sebagaisesuatu yang penting Mulai dengan client/server menghitung Sekarang arsitektur dominan dalam lingkungan bisnis Intranetworks Perpindahan yang sering dari data bervolume besar

Aplikasi Menuntut LANs Berkecepatan tinggi

Server yang dipusatkan bertani


Pemakai memerlukan sejumlah data yang sangat besar dari berbagai server pusat E.G. Warna yang diterbitkan Server berisi sepuluh gigabytes data gambar Download Bagi imaging stasiun-kerja

Kekuatan workgroups Sejumlah kecil kerja sama para pemakai


Gambar file data raksasa(masive) ke seberang jaringan E.G. Kelompok Pengembangan software yang menguji versi perangkat lunak baru atau desain computeraided menjalankan simulasi Permintaan Pengolahan tumbuh LANS berkembang biak pada lokasi Interkoneksi kecepatan tinggi adalah perlu

Tulang punggung lokal kecepatan tinggi


Ethernet (CSMA/CD)

Pengangkut Merasakan Berbagai Akses dengan Pendeteksian Benturan Xerox- Ethernet IEEE 802.3

IEEE802.3 Kendali Akses Medium

Akses Acak

Stasiun mengakses medium secara acak


Stasiun diisi untuk waktu padamedium

Perkelahian

ALOHA

Radio Paket Pada saat stasiun mempunyai bingkai,ini dikirimkan Stasiun mendengarkan ( untuk perjalanan max waktu pulang pergi)plus kenaikan kecil Jika ACK, bagus. Jika tidak, dipancarkan kembali Jika tidak ada ACK setelah transmisi diulangi, menyerah Urutan Cek Bingkai ( seperti di HDLC) Jika bingkai OK dan alamat cocok dengan penerima, mengirimkan ACK Bingkai mungkin dirusakkan oleh noise atau oleh stasiun lain memancarkan pada waktu yang sama ( benturan) Kebanyakan tumpang-tindih bingkai menyebabkan benturan Max Pemanfaatan 18%

ALOHA Yang dimasukkan

Waktu pada slot yang seragam sama dengan waktu transmisi bingkai Memerlukan jam pusat (atau mekanisme sync yang lain) Transmisi mulai dari batas slot Bingkai yang manapun luput/kehilangan atau tumpang-tindih secara total Max Pemanfaatan 37%

CSMA

Propagasi waktu sangat sedikit dibanding waktu transmisi Semua stasiun mengetahui bahwa suatu transmisi telah dimulai hampir dengan seketika Pertama dengarkan untuk medium jelas bersih (pengangkut merasakan) Jika medium kosong, memancarkan Jika dua stasiun start pada saat yang bersamaan, terjadi benturan Nunggu waktu layak ( perjalanan pulang pergi ACK perkelahian lebih) Tidak ada ACK kemudian memancarkan kembali Max Pemanfaatan tergantung pada waktu propagasi ( panjangnya medium) dan membingkai panjangnya

Bingkai lebih panjang dan propagasi lebih pendek memberi pemanfaatan lebih baik

Nonpersistent CSMA
1.
2.

Jika medium adalah kosong, memancarkan; cara lainnya, lanjut ke 2 Jika medium sibuk, menunggu sejumlah waktu gambaran dari distribusi kemungkinan (penundaan transmisi kembali) dan ulangi 1 Keterlambatan acak mengurangi kemungkinan benturan Pertimbangkan dua stasiun menjadi siap untuk memancarkan pada waktu sama Pada saat transmisi lain sedang dalam proses

Kapasitas disia-siakan sebab medium akan tinggal kosong mengikuti akhir transmisi Sekalipun satu atau lebih stasiun yang menunggu Nonpersistent Stasiun yang segan

Jika kedua stasiun menunda waktu sama sebelum mengerjakan secara beranting, keduanya akan mencoba untuk memancarkan pada waktu sama

1-PERSISTENT CSMA

Untuk menghindari waktu saluran kosong, 1persistent protokol digunakan Stasiun yang mengharapkan untuk memancarkan mendengarkan dan mematuhi berikut: 1. Jika medium kosong, memancarkan; cara lainnya, lanjut ke langkah 2 2. Jika medium sibuk, mendengarkan sampai kosong; kemudian memancarkan dengan seketika 1-persistent stasiun egois Jika dua atau lebih setasiun yang menunggu, dapat menjamin adanya benturan Dapat disortir setelah benturan

P-persistent CSMA

Kompromi itu mencoba untuk mengurangi benturan Seperti nonpersistent Dan mengurangi waktu kosong Seperti 1-Persistent Aturan: 1. Jika medium kosong, memancarkan dengan kemungkinan p, dan menunda sekali unit dengan kemungkinan ( 1 p) Unit Waktu [yang] yang secara khas perkembangbiakan maksimum menunda 2. Jika medium sibuk, mendengarkan sampai kosong dan mengulangi langkah 1 3. Jika transmisi di/tertunda sekali unit, mengulangi langkah 1 Apa yang dimaksud dengan nilai yang efektif p?

Besarnya nilai p?

Hindari ketidakstabilan di bawah muatan berat n penantian setasiun untuk pengiriman Akhir transmisi, mengharapkan jumlah stasiun percobaan untuk memancarkan adalah jumlah kemungkinan waktu stasiun siap memancarkan np Jika np> 1 pada rata-rata akan ada suatu benturan Usaha yang diulangi untuk memancarkan hampir menjamin lebih banyak benturan Pengerjaan secara beranting bersaing dengan transmisi baru Secepatnya, semua stasiun berusaha untuk mengirimkan Benturan berlanjut; nol throughput Maka np< 1 untuk puncak yang diharapkan n Jika muatan berat yang diharapkan, p kecil Bagaimanapun, jika p dibuat lebih kecil, stasiun menunggu lebih lama Pada beban rendah, ini memberi keterlambatan sangat lama

Gambar CSMA Di Sini

Perlu di edit Fig.16.1

CSMA/CD

Dengan CSMA, benturan menduduki medium untuk jangka waktu transmisi Stasiun mendengarkan ketika sedang memancarkan
Jika medium kosong, memancarkan, cara lainnya, ke langkah 2 Jika sibuk, mendengarkan untuk yang kosong, kemudian memancarkan Jika benturan dideteksi, lompat kemudian berhenti bertransmisi Setelah lompat, tunggu waktu acak kemudian dimulai dari langkah 1

1. 2. 3.

4.

Operasi CSMA/CD

Algoritma Ketekunan yang mana ?

IEEE 802.3 menggunakan 1-persistent Baik nonpersistent maupun p-persistent mempunyai permasalahan capaian 1-persistent ( p= 1) nampak lebih tidak stabil dibanding p-persistent 1. Ketamakan stasiun 2. Tetapi waktu yang disia-siakan dalam kaitan dengan benturan adalah singkat ( jika bingkai lebih panjang waktu propagasi) 3. Dengan backoff acak, yang mau tidak mau untuk menabrak pada usaha berikutnya 4. Untuk memastikan backoff memelihara stabilitas, IEEE 802.3 dan Ethernet menggunakan backoff bersifat exponen biner

Backoff Bersifat Eksponen Biner


Coba untuk memancarkan berulang-kali jika diulangi benturan Pertama 10 usaha, harga rata-rata dari penundaan acak menggandakan Nilai kemudian tinggal yang sama untuk 6 usaha lebih lanjut Setelah 16 usaha gagal, stasiun menyerah dan melaporkan kesalahan Seperti peningkatan buntu, stasiun mundur dengan jumlah lebih besar untuk mengurangi kemungkinan benturan. 1-persistent algoritma dengan backoff yang bersifat exponen biner lebih efisien di atas cakupan luas beban

Beban rendah, 1-Persistence Jaminan Setasiun dapat menangkap saluran sekali ketika kosong

Beban tinggi, sedikitnya sama stabil seperti lain teknik Backoff Algoritma memberi last-in, first-out efek Stasiun dengan sedikit benturan memancarkan dulu

Pendeteksian Benturan

Pada baseband bus, benturan menghasilkan voltase isyarat jauh lebih tinggi dibanding isyarat Benturan mendeteksi jika sinyal kabel lebih besar dari sinyal stasiun tunggal Sinyal menipis di atas jarak Jarak Batas ke 500m ( 10Base5) atau 200m ( 10Base2) Karena pasangan kabel lilit ( startopology) aktivitas pada port lebih dari satu adalah benturan Benturan khusus mengakibatkan sinyal

IEEE 802.3 Membingkai Format

10Mbps Specification (Ethernet)

<data rate><Signaling method><Max segment length>


10Base5 10Base2 10Base-T 10Base-F

Medium Coaxial Coaxial UTP Signaling Baseband Baseband Baseband Manchester Mancheste Manchester Topology Bus Bus Star Nodes 100 30 -

850nm fiber Manchester On/Off Star 33

100Mbps Ethernet Cepat

Penggunaan IEEE 802.3 MAC protokol dan format bingkai 100BASE-X penggunaan phisik spesifikasi medium dari FDDI Dua phisik menghubungkan antar jalur Transmisi Dan Resepsi 100Base-Tx menggunakan STP atau Kucing. 5 UTP Mungkin memerlukan kabel baru 100BASE-FX menggunakan kabel fiber optik 100BASE-T4 kaleng menggunakan Cat. 3, grade suara UTP Menggunakan empat twisted-pair bentuk antar jalur Transmisi Data menggunakan tiga pasangan di dalam satu arah pada waktu yang sama Star-Wire Topologi Serupa Ke 10BASE-T

100Mbps (Ethernet Cepat)

100Base-TX
2pair,STP 2pair,Cat 5 UTP MLT-3 MLT-3

100Base-FX
2 optical fiber 4B5B,NRZI

100Base-T4
4 pair, cat 3,4,5 8B6T,NRZ

100BASE-X Data Rata-Rata dan Sandi

Data tak searah senilai 100 Mbps di atas mata rantai tunggal

Kabel lilit tunggal, fiber optik tunggal 4B/5B-NRZI Yang dimodifikasi untuk masing-masing pilihan

Sandi rencana sama seperti FDDI

100BASE-X Media

Dua spesifikasi medium fisik 100BASE-TX


100BASE-FX

Dua pasang kabel twisted-pair Satu pasangan untuk transmisi dan satu untuk resepsi STP dan Kategori 5 UTP mengijinkan MTL-3 rencana pemberian isyarat digunakan Dua kabel fiber optik Satu untuk transmisi dan satu untuk resepsi Intensitas modul digunakan untuk 4B/5B-NRZI arus kelompok kode dalam sinyal optik 1 yang diwakili oleh pulsa cahaya 0 oleh baik ketidakhadiran dari pulsa maupun intensitas sangat rendah dari pulsa

100BASE-T4

100-Mbps (di) atas lower-qualas Cat. 3 UTP


Tidak dapat mencapai 100 Mbps pada pasangan kabel lilit tunggal

Ambil keuntungan dari dasar diinstall besar Cat 5 opsional Tidak memancarkan sinyal antara paket Digunakan dalam aplikasi tenaga baterai

Arus Data membelah jadi tiga arus terpisah

Tidak menggunakan sandi NRZ


Menggunakan empat pasang kabel lilit Data dipancarkan dan diterima menggunakan tiga pasang kabel Dua pasang mengatur untuk transmisi bidirectional Akan memerlukan pemberian sinyal tingkat 33 Mbps pada masing-masing pasang Tidak menghasilkan sinkronisasi Ternary Rencana Pemberian sinyal ( 8B6T)

Masing-Masing dengan suatu data efektif tingkat 33.33 Mbps

100BASE-T Options

Operasi Full Duplex



Ethernet Tradisional Half-duplex Baik memancarkan atau menerima tetapi keduanya tidak secara serempak Dengan Full-duplex, stasiun dapat memancarkan dan menerima secara serempak 100-Mbps Ethernet pada jalur full-duplex, perpindahan teoritis menilai 200 Mbps Stasiun yang dipasang harus mempunyai kartu orang yang mengadaptasikan Full-duplex Harus menggunakan menswitch poros/pusat kegiatan Masing-masing stasiun mendasari daerah benturan terpisah Sesungguhnya, tidak ada benturan CSMA/CD algoritma yang tidak lagi diperlukan 802.3 MAC menggunakan format bingkai Stasiun yang dipasang dapat melanjut CSMA/CD

Konfigurasi Campuran

Ethernet cepat men-support gabungan dari 10-Mbps LANS dan lebih baru 100-Mbps LANS E.G. 100-Mbps tulang punggung LAN untuk mendukung hub 10-Mbps Stasiun menyertakan ke hub 10-Mbps yang menggunakan 10BASE-T Hub menghubungkan untuk menswitch hub menggunakan 100BASE-T Dukungan 10-Mbps dan 100-Mbps Kapasitas tinggi dari workstation dan server menyertakan secara langsung bagi 10/100 tombol Tombol yang dihubungkan ke hub 100-Mbps menggunakan 100-Mbps mata rantai 100-Mbps hub menyediakan membangun tulang punggung Yang dihubungkan ke router yang menyediakan koneksi ke WAN

Konfigurasi Gigabit Ethernet

Perbedaan Dari Gigabit Ethernet

Perluasan Pembawa Sedikitnya 4096 bit-times lama(512 untuk 10/100) Bingkai meledak

Gigabit Ethernet Fisik

1000Base-SX

Panjang gelombangnya pendek, multimode fiber

1000Base-LX

Pangjang gelombangnya panjang, multi or single mode fiber


Copper jumpers <25m, shielded twisted pair 4 pairs, cat 5 UTP

1000Base-CX

1000Base-T

Signaling - 8B/10B

Gbit Ethernet Medium Options (log scale)

10Gbps Ethernet - Penggunaan

Kecepatan tinggi, interkoneksi lokal backbone antar kapasitas besar dari switch Server bertani Kampus konektifitas luas Kemungkinkan Internet Penyedia Layanan ( ISPS) dan penyedia layanan jaringan ( NSPS) untuk menciptakan jalur dengan kecepatan yang sangat tinggi dengan biaya sangat rendah Ijinkan konstruksi MANs dan WANs

Ethernet bersaing dengan ATM dan teknologi WAN yang lain 10-Gbps Ethernet menyediakan nilai substansiil dari ATM

Hubungan secara geografis membubarkan LANS antar kampus atau poin-poin kehadiran ( PoPS)

10Gbps Ethernet- Keuntungan

Tidak mahal, konsumsi bandwidth dikonversi antara Ethernet Paket Dan ATM sel Jaringan adalah Ethernet, dalam garis yang bertemu ujungnya IP dan Ethernet bersama-sama menawarkan Qos dan lalu lintas yang menjaga ketertiban pendekatan ATM Lalu lintas yang maju teknologi rancang-bangun tersedia untuk para pemakai dan penyedia Variasi dari standar alat penghubung optik (panjang gelombang dan jarak saluran) yang ditetapkan untuk 10 Gb Ethernet Optimasi operasi dan harga dari LAN, MAN, atau WAN

10Gbps Ethernet - Keuntungan

Jarak saluran maksimum meliput 300 m sampai 40 km Hanya full-duplex mode 10GBASE-S ( pendek ): 850 nm pada multimode fiber Di atas 300 m 10GBASE-L ( panjang ) 1310 nm pada single-mode fiber Di atas 10 km 10GBASE-E ( yang diperluas) 1550 nm pada single-mode fiber Di atas 40 km 10GBASE-LX4: 1310 nm pada single-mode atau multimode fiber Di atas 10 km Wavelength-Division Multiplexing ( WDM) arus bit ke seberang empat gelombang cahaya

10Gbps Ethernet Pilihan Jarak ( Skala Log)

Tanda Bunyi( 802.5)


yang dikembangkan Dari Tanda [yang] komersil IBM's membunyikan Oleh karena Kehadiran IBM's, Tanda [Cincin/Arena] telah memperoleh penerimaan lebar Tidak pernah mencapai ketenaran Ethernet [Yang] sekarang ini, dasar tanda [yang] diinstall besar membunyikan produk Penguasaan pasar [yang] mungkin untuk merosot

Ring Operation

Masing-Masing Pengulang menghubungkan [bagi/kepada] dua (orang) yang lain via mata rantai transmisi searah Alur tertutup tunggal Data mentransfer sedikit-demi sedikit dari satu pengulang kepada yang berikutnya Pengulang memperbaharui dan memancarkan kembali bit masing-masing Pengulang melaksanakan penyisipan data, resepsi data, kepindahan data Pengulang bertindak sebagai titik pemasangan Paket yang dipindahkan oleh pemancar setelah satu perjalanan [membulatkan/ mengelilingi] [cincin/arena]

Mendengarkan Fungsi Status


Neliti [lewat/ sampaikan] arus bit untuk pola teladan Alamat [dari;ttg] setasiun dipasang Ijin Tanda untuk memancarkan Copy bit [datang/berikutnya] dan mengirim kepada setasiun dipasang [Sedang;Selagi] bit masing-masing penyampaian Modifikasi bit [sebagai/ketika] [itu] lewat e.g. untuk menandai (adanya) suatu paket telah dicopy ( ACK)

Memancarkan Fungsi Status

Setasiun mempunyai data Pengulang mempunyai ijin Mei menerima bit [datang/berikutnya] Jika [cincin/arena] menggigit panjangnya lebih pendek dibanding paket Irim . balik ke setasiun untuk mengecek ( ACK) Mei lebih dari satu paket pada [atas] [cincin/arena] Penyangga/Bantalan untuk transmisi kembali yang kemudian

Membypass Status

Isyarat menyebarkan pengulang yang lampau dengan tidak ada penundaan ( selain dari penundaan perkembangbiakan) Solusi parsial ke masalah keandalan ( lihat kemudian) Capaian yang ditingkatkan

[Cincin/Arena] Negara Pengulang

802.5 MAC Protocol

Bingkai kecil ( Tanda) beredar;kan ketika kosong Setasiun menantikan tanda ;Ubah satu bit di (dalam) tanda untuk membuat ia/nya SOF untuk bingkai data Nambahkan catatan istirahat bingkai data Perjalanan pulang pergi Buatan Bingkai dan diserap dengan pemancaran setasiun Setasiun kemudian memasukkan/menyisipkan tanda baru ketika transmisi telah menyelesaikan dan memimpin tepi mengembalikan bingkai tiba Di bawah beban [cahaya/ ringan], beberapa pemborosan/ketidakcakapan Di bawah muatan berat, protes

Token Ring Operation

Dedicated Token Ring

Poros/Pusat kegiatan pusat Tindak sebagai tombol Titik rangkap penuh untuk menunjuk mata rantai Concentrator bertindak sebagai pengulang tingkatan bingkai Tidak (ada) tanda [lewat/ sampaikan]

802.5 Physical Layer

Data Rate 4 16 100 Medium UTP,STP,Fiber Signaling Differential Manchester Max Frame 4550 18200 18200 Access Control TP or DTR TP or DTR DTR

Note: 1Gbit specified in 2001

Uses 802.3 physical layer specification

Fibre Channel - Background

Saluran I/O Arahkan menunjuk titik atau multipoint comms mata rantai Perangkat keras mendasarkan Kecepatan tinggi Jarak sangat pendek Data Pemakai memindahkan/bergerak dari penyangga/bantalan sumber ke destiation penyangga/bantalan Koneksi Jaringan Poin-Poin Akses yang saling behubungan Perangkat lunak mendasarkan protokol Kendali Arus, Pendeteksian Kesalahan & Kesembuhan ;Akhir;I koneksi sistem

Fibre Channel

terbaik Untuk kedua-duanya teknologi Saluran mengorientasikan Data mengetik qualifier untuk menaklukkan muatan penghasil untung bingkai Tingkatan Mata rantai membangun dihubungkan dengan I/O ops Protokol menghubungkan spesifikasi untuk mendukung Arsitektur I/O ada E.G. SCSI Jaringan mengorientasikan terdiri dari banyak bagian penuh Antar[A] berbagai tujuan Amati untuk mengamati connectivas Internetworking [bagi/kepada] lain teknologi koneksi

Kebutuhan Saluran Serat

Mata rantai rangkap penuh dengan dua serabut saban menghubungkan 100 Mbps untuk 800 Mbps pada [atas] garis tunggal rangkap penuh 200 Mbps untuk 1600 Mbps saban menghubungkan atas [Bagi/Kepada] 10 km kecil Connectors High-Capacas Pemanfaatan, Ketidakpekaan Jarak Connectivas lebih besar dibanding multidrop saluran ada Ketersediaan lebar yaitu. komponen baku Berbagai cost/performance tingkatan Sistem kecil ke supercomputers Mbawa berbagai perintah alat penghubung ada menetapkan untuk protokol jaringan dan saluran ada Gunakan mekanisme pengangkutan umum berdasar pada point-to-point mata rantai dan suatu menswitch jaringan Dukung sederhana menyandi dan membingkai rencana Pada gilirannya mendukung berbagai saluran dan protokol jaringan

Fibre Channel Elements

Akhir Sistem- [Tangkai pohon/bengkak urat] Unsur-Unsur yang diswitchjaringan atau pabrik Komunikasi ke seberang menunjuk mata rantai titik

Fibre Channel Network

Arsitektur Protokol Saluran Serat ( 1)

FC-0 Phisik Media Serabut berhubung dengan mata untuk [yang] interlokal kabel sesumbu untuk kecepatan tinggi jarak pendek/singkat STP untuk kecepatan [yang] lebih rendah jarak pendek/singkat FC-1 Protokol Transmisi 8B/10B Isyarat [yang] menyandi FC-2 Yang membingkai Protokol Topologi Bingkai format Arus Dan Kendali Kesalahan Urutan dan pertukaran ( pengelompokan bingkai logis)

Arsitektur Protokol Saluran Serat ( 2)

FC-3 Jasa Umum Termasuk yang multicasting FC-4 [Yang] memetakan Pemetaan saluran dan jasa jaringan ke saluran serat e.g. IEEE 802, ATM, IP, SCSI

Saluran Serat Phisik Media

Sediakan cakupan pilihan untuk phisik medium, data menilai pada [atas] medium, dan topologi jaringan Pasangan terbelit yang dilindungi, Kabel sesumbu Video, dan serabut berhubung dengan mata Data menilai 100 Mbps untuk 3.2 Gbps Point-To-Point dari 33 m [bagi/kepada] 10 km Saluran Serat Phisik Media

Pabrik Saluran Serat

Topologi umum [memanggil/hubungi] pabrik atau menswitch topologi Topologi sewenang-wenang meliputi sedikitnya satu tombol untuk saling behubungan jumlah sistem akhir Mei juga terdiri dari jaringan diswitch Sebagian dari tombol ini yang mendukung [tangkai pohon/bengkak urat] akhir Penaklukan transparan ke [tangkai pohon/bengkak urat] Masing-Masing pelabuhan mempunyai alamat unik Kapan data memancarkan ke dalam pabrik, membingkai tombol [bagi/kepada] [tangkai pohon/bengkak urat] yang (mana) memasang pelabuhan tujuan penggunaan menunjukkan menentukan penempatan Yang manapun [menyampaikan/kirim] bingkai ke [tangkai pohon/bengkak urat] berkait dengan tombol sama atau bingkai perpindahan ke tombol bersebelahan untuk mulai penaklukan ke tujuan remote

Keuntungan Pabrik

Scalabilas kapasitas [Sebagai/Ketika/Sebab] pelabuhan tambahan ditambahkan, mengumpulkan kapasitas peningkatan jaringan Mperkecil buntu dan perkelahian Peningkatan Throughput Protokol mandiri Jarak tidak dapat merasakan Tombol Dan Mata rantai Transmisi Teknologi boleh ber;ubah tanpa mempengaruhi keseluruhan bentuk wujud Bebankan pada [atas] [tangkai pohon/bengkak urat] memperkecil [Tangkai pohon/bengkak urat] Saluran Serat yang bertanggung jawab untuk memanage point-to-point koneksi antar[a] [dirinya] sendiri dan pabrik Pabrik yang bertanggung jawab untuk menaklukkan dan pendeteksian kesalahan

Alternative Topologies

Point-To-Point Topologi Hanya dua pelabuhan secara langsung Dihubungkan, dengan tidak ada campurtangan tombol Tidak (ada) penaklukan Topologi Pengulangan/Jerat yang diputuskan sewenang-wenang Sederhana, murah topologi atas [Bagi/Kepada] 126 [tangkai pohon/bengkak urat] di (dalam) pengulangan/jerat Operasi dengan kasar setara dengan [cincin/arena] tanda Topologi, Media Transmisi, dan data tingkat tarip mungkin (adalah) dikombinasikan

Five Applications of Fibre Channel

Fibre Channel Prospects

yang didukung Oleh Asosiasi Saluran Serat Kartu Alat penghubung untuk aplikasi [yang] berbeda tersedia Paling secara luas menerima sebagai alat sekeliling saling behubungan Untuk menggantikan seperti rencana SCSI [Yang] secara teknis [bagi/kepada] LAN kebutuhan kecepatan tinggi umum Harus bersaing dengan Ethernet Dan ATM LANS Harga Dan Capaian Isu [perlu] mendominasi pertimbangan [dari;ttg] ini bersaing teknologi

Required Reading

Stallings chapter 16 Web sites on Ethernet, Gbit Ethernet, 10Gbit Ethernet, Token ring, Fibre Channel etc.

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition


Chapter 17 Wireless LANs

Unlicensed Narrowband RF
1995, Radiolan memperkenalkan narrowband LAN tanpa kawat yang menggunakan spektrum ALIRAN tanpa SIM
yang yang digunakan Untuk narrowband transmisi pada kuasa rendah
0.5 watt atau lebih sedikit

Beroperasi pada 10 Mbps 5.8-GHz band 50 m di (dalam) semiopen kantor dan 100 m di (dalam) terbuka

kantor

Konfigurasi Peer-To-Peer Memilih satu node sebagai master


Berdasarkan lokasi,interferensi dan kekuatan sinyal

Master dapat berubah secara otomatis saat kondisinya berubah Termasuk fungsi dynamic relay Stasiun dapat menjadi repeater untuk memindah data antara stasiun yang di luar jangkauan dengan yang lain

IEEE 802.11 - BSS


MAC protokol and spesifikasi medium phisik untuk wireless LANs Bangunan kecil adalah basic service set (BSS)
Jumlah statsiun MAC protokol yang sama Bersaing untuk akses ke media wireless yang sama

Mungkin di isolasi atau dihubungkan ke sistem distribusi backbone (DS) melalui access point (AP)
Fungsi AP seperti bridge

MAC protokol mungkin dibagi atau dikendalikan oleh fungsi koordinasi pusat dalam AP BSS biasanya sesuai dengan sel DS dapat menjadi switch, jaringan kabel, atau jaringan wireless

Konfigurasi BSS
Paling Sederhana: masing-masing stasiun menjadi BSS tunggal
Di dalam cakupan hanya stasiun lain di dalam BSS

Mampukah dua BSSs overlap


Stasiun dapat mengambil bagian di lebih dari satu BSS

Asosiasi antara stasiun dan BSS dinamis


Stasiun mungkin memadamkan, datang di dalam cakupan, dan keluar cakupan

Extended Service Set (ESS)


Dua atau lebih BSS di hubungkan oleh DS
Biasanya, DS adalah wired backbone tetapi dapat di jaringan manapun

Terlihat sebagai LAN tunggal ke LLC

Access Point (AP)


Logika di dalam stasiun yang menyediakan akses ke DS
Menyediakan DS di samping sebagai stasiun

Untuk mengintegrasikan IEEE 802.11 arsitektur dengan wired LAN, menggunakan portal Logika portal diterapkan dalam alat yang menjadi bagian dari wired LAN dan tersambung dengan DS
E.g. Bridge atau router

IEEE 802.11 Architecture

Services
Service Provider Category

Association
Authentication Deauthentication Dissassociation Distribution

Distribution system
Station Station Distribution system Distribution system

MSDU delivery
LAN access and security LAN access and security MSDU delivery MSDU delivery

Integration
MSDU delivery Privacy Reassocation

Distribution system
Station Station Distribution system

MSDU delivery
MSDU delivery LAN access and security MSDU delivery

Kategori Services
Jasa stasiun diterapkan di tiap-tiap stasiun 802.11
Jasa distribusi diperlihatkan antara BSSs
Tiga jasa digunakan untuk mengontrol akses dan kerahasiaan Enam jasa digunakan untuk membantu pengiriman MAC data units (MSDUs) antar stasiun
Blok data yang dilewati oleh pemakai MAC layer MAC Biasanya LLC PDU Jika MSDU terlalu besar untuk MAC frame, akan dibagi dan dipancarkan secara urut setiap frame (lihat kemudian) Mungkin dapat di implementasikan di AP atau special-purpose device Termasuk stasiun AP

Distribusi Messages Di dalam suatu DS


Distribusi adalah layanan utama yang digunakan oleh stasiun untuk menukar MAC frame saat frame harus menyilang ke DS
Dari stasiun dalam satu BSS ke stasiun di BSS yang lain Pengiriman pesan melalui DS adalah di luar lingkup dari 802.11 Jika stasiun di BSS yang sama, melayani distribusi secara logika melewati AP tunggal dari BSS itu

Layanan pengintegrasian memungkinkan perpindahan data antar stasiun pada 802.11 LAN dan satu pada 802.x LAN yang terintegrasi
Stasiun mungkin secara logika terhubung ke 802.11 LAN via layanan integrasi

Integrasi mengacu pada wired LAN secara phisik terhubung ke DS


Layanan pengintegrasian melindungi konversi media dan terjemahan alamat

Association Related Services


Tujuan MAC layer memindahkan MSDUs antar kesatuan MAC Dipenuhi oleh layanan distribusi (DS) DS memerlukan informasi tentang stasiun di dalam ESS
Diperlihatkan oleh layanan association-related Stasiun harus dihubungkan sebelum berkomunikasi

Tiga transisi jenis mobilitas didasarkan pada


Tidak ada transisi: Keperluan atau perpindahan dalam jangkauan BSS tunggal

BSS transisi: Dari satu BSS ke yang lain di dalam ESS yang sama
Memerlukan kemampuan untuk bisa mengenali lokasi yang baru

Transisi ESS: Dari BSS di satu ESS ke BSS di dalam ESS yang lain
Hanya mendukung bahwa stasiun dapat pindah Pemeliharaan koneksi layer atas tidak di jamin Mungkin gangguan layanan

Penempatan Stasiun
DS harus mengetahui di mana stasiun tujuan adalah
Identitas AP untuk pesan mana harus dikirimkan Stasiun harus memelihara asosiasi dengan AP di dalam BSS yang ada

Tiga jasa berhubungan dengan keperluan ini:


Asosiasi: Menetapkan asosiasi awal antara stasiun dan AP
Untuk membuat identitas dan alamat yang diketahui Stasiun harus menetapkan asosiasi dengan AP di dalam BSS tertentu AP kemudian mengkomunikasi informasi ke APs lain di dalam ESS

Reassociation: Memindahkan asosiasi ke AP yang lain


Mengijinkan stasiun untuk pindah dari satu BSS ke yang lain

Disassociation: Dari salah satu stasiun atau AP yang asosiasinya diakhiri Diberikan sebelum stasiun meninggalkan ESS atau menutup
MAC fasilitas manajemen melindungi dirinya sendiri melawan terhadap stasiun yang menghilang tanpa pemberitahuan

Access and Privacy Services Authentication


Pada wireless LAN, stasiun manapun di dalam radio mencakup alat lain yang dapat memancarkan Stasiun manapun di dalam cakupan radio dapat menerima Pengesahan: Digunakan untuk menetapkan identitas stasiun satu sama lain
Wired LANS mengasumsikan akses ke koneksi phisik menyampaikan otoritas untuk menghubungkan ke LAN Bukan asumsi sah untuk wireless LANS
Connectivas yang dicapai dengan baik untuk mengatur antena

Layanan pengesahan yang digunakan untuk menetapkan identitas setasiun 802.11 supports several authentication schemes
Di ijinkan perluasan tentang rencana ini

Tidak mengamanatkan rencana tertentu Jangkauan dari handshaking secara relatif tidak kuat ke rencana publickey encryption 802.11 memerlukan pengesahan bisa diterima, sukses dikenali sebelum asosiasi

Access and Privacy Services Deauthentication and Privacy


Deauthentication: Dilibatkan saat pengesahan ada untuk diakhiri Pribadi: Mencegah pesan dibaca oleh orang yang lain 802.11 menyediakan penggunaan encryption yang opsional

Media Kontrol akses


MAC layer meliputi tiga area yang fungsional Pengiriman data yang dipercaya Kontrol Akses Keamanan
Di luar lingkup

Reliable Data Delivery


802.11 phisik dan MAC layer tertuju pada keandalan Noise, interferensi, dan efek propagasi mengakibatkan hilangnya frame Sama dengan koreksi kesalahan kode, frame tidak selalu sukses diterima Dapat dihadapkan dengan layer yang lebih tinggi, seperti TCP
Bagaimanapun, transmisi kembali pengatur waktu pada layer atas secara khas dalam detik Lebih efisien untuk berhubungan dengan kesalahan di MAC

802.11 meliputi frame penukar protokol


Stasiun yang menerima frame mengembalikan kemampuan (ACK) frame Pertukaran dianggap sebagai unit kecil
Tidak yang disela oleh setasiun lain

Jika tanpa ACK di dalam jangka waktu pendek, memancarkan kembali

Four Frame Exchange


Perpindahan data dasar melibatkan pertukaran dua frame Untuk lebih meningkatkan keandalan, empat frame ditukar mungkin bisa digunakan
Sumber mengeluarkan suatu Request To Send ( RTS) frame ke tujuan Tujuan menjawab dengan Clear To Send ( CTS) Setelah menerima CTS, sumber memancarkan data Tujuan merespon dengan ACK

RTS siaga semua stasiun dalam jangkauan sumber yang menukar dalam perjalanan CTS siaga semua setasiun dalam jangkauan tujuan Stasiun menahan dari transmisi untuk menghindari benturan Pertukaran RTS/CTS diperlukan Untuk fungsi MAC tetapi mungkin dapat dilumpuhkan

Media Access Control


Pembagian pondasi wireless MAC (DWFMAC)
Akses yang dibagi-bagikan mengendalikan mekanisme Kendali dipusatkan di atas

Sublayer bawah adalah distributed coordination function (DCF)


Algoritma untuk menyediakan akses untuk semua traffic Asynchronous traffic

Fungsi titik koordinasi (PCF)


MAC algoritma yang yang dipusatkan Dibangun pada puncak DCF

IEEE 802.11 Protocol Architecture

Distributed Coordination Function


DCF sublayer menggunakan CSMA Jika setasiun mempunyai frame untuk memancarkan, itu didengarkan medium Jka medium kosing, stasiun boleh memancarkan Jika tidak harus menunggu sampai transmisi sekarang melengkapi Tidak ada pendeteksian benturan
Tidak dilakukan pada jaringan wireless Cakupan sinyal yang dinamis sangat besar Pemancar setasiun tidak bisa melihat sinyal lemah dari noise dan efek transmisinya
Sejumlah rencana prioritas
Interframe ruang

DCF meliputi delay

Interframe Space
Penundaan tunggal dikenal sebagai interframe ruang (IFS) Menggunakan IFS, aturan untuk CSMA: 1. Stasiun dengan media frame
Jika kosong, menunggu jika sisa yang kosong untuk satu IFS. Jika demikian, boleh memancarkan dengan segera

2. Jika sibuk (yang manapun pada awalnya atau menjadi sibuk selama IFS) stasiun menunda transmisi
Lanjut untuk memonitor sampai transmisi sekarang selesai Jika sisa kosong, back off waktu acak Jika medium masih kosong,stasiun boleh memancarkan Selama backoff waktu, jika menjadi sibuk, backoff pengatur waktu dihentikan dan mulai lagi ketika medium menjadi kosong

3. Sekali ketika transmisi arus berlebih, menunda IFS lain

Untuk memastikan stabilitas, backoff menggunakan exponen biner

IEEE 802.11 Medium Access Control Logic

Prioritas
Menggunakan tiga nilai untuk IFS SIFS ( IFS yang pendek):
IFS paling pendek Untuk semua respon tanggapan (lihat kemudian)

PIFS (menunjukan fungsi koordinat IFS):


Midlength IFS Digunakan oleh pengontrol dipusatkan di PCF

DIFS (distribusi fungsi koordinat):


IFS terpanjang Digunakan selama penundaan minimum untuk asynchronous frame untuk akses

SIFS Menggunakan ACK


Stasiun menggunakan SIFS untuk menentukan transmisi yang mempunyai prioritas paling tinggi

SIFS digunakan dalam keadaan berikut: Kemampuan ( ACK): Stasiun merespon dengan ACK setelah menunggu SIFS gap
Tidak ada pendeteksian maka kemungkinan benturan yang lebih besar dibanding CSMA/CD SIFS menyediakan pengiriman efisien berbagai frame LLC PDU
MAC-LEVEL ACK memberi recovery yang efisien

Dalam pilihan ke stasiun menunggu waktu PIFS atau DIFS

Stasiun dengan multiframe LLC PDU memancarkan MAC frame dalam satu waktu Kemampuan setiap frame diakui setelah SIFS di penerima Saat sumber menerima ACK, segera (setelah SIFS) mengirimkan frame berikutnya sesuai urutan Satu stasiun mencakup semua saluran, itu mengontrol semua fragmen yang dikirim

SIFS Menggunakan CTS


Clear to Send ( CTS): Stasiun dapat memastikan data frame akan melalui dengan mengeluarkan RTS
Stasiun tujuan perlu dengan segera merespon dengan CTS jika siap untuk menerima Semua stasiun lain mendengar RTS dan menunda

Tanggapan Poll: Lihat Point coordination Function (PCF)

PIFS dan DIFS


PIFS digunakan oleh pengontrol yang dipusat
Pengeluaran tempat Harus mendahulukan traffic yang normal Frame menggunakan SIFS harus mendahulukan PCF

DIFS menggunakan untuk semua asynchronous traffic yang tidak sama

IEEE 802.11 MAC Timing Basic Access Method

Point Coordination Function (PCF)


Metode akses alternatif menerapkan di atas DCF Polling oleh polling master (titik koordinator) Menggunakan PIFS saat pengeluaran polls
PIFS lebih kecil dibanding DIFS Mampu menangkap medium dan mengunci saat asychronous traffic tidak sama saat menerima respon
Traffic lainnya bersaing untuk akses menggunakan CSMA

E.G. jaringan wireless mengatur beberapa stasiun dengan timesensitive traffic yang dikendalikan oleh titik koordinator

Titik koordinator dalam round-robind ke stasiun untuk mengatur Saat mengeluarkan poll, stasiun mungkin merespon menggunakan SIFS Jika titik koordinator menerima respon, itu mengeluarkan poll yang lain menggunakan PIFS Jika tidak ada tanggapan selama penggunaan waktu yang diharapkan, koordinator mengeluarkan poll

Superframe
Titik Koordinator akan mengunci hingga orang tak dapa lalu lintas tak serempak pengeluaran tempat pemungutan suara Superframe interval menggambarkan
Selama bagian dari pertama superframe interval, tempat pemungutan suara protes koordinator titik kepada semua setasiun mengatur untuk menanyai Nunjuk koordinator kemudian yang kosong untuk sisa superframe Membiarkan periode perkelahian untuk akses tak serempak

Pada permulaan superframe, koordinator titik boleh menangkap kendali dan tempat pemungutan suara isu untuk periode diberi
Waktu bervariasi oleh karena ukuran bingkai variabel yang dikeluarkan dengan menjawab setasiun

Istirahat superframe yang tersedia untuk akses contention-based Pada akhir superframe interval, koordinator titik berkelahi/ menantang untuk akses yang menggunakan PIFS Jika kosong, koordinator titik memperoleh akses segera
Superframe periode penuh mengikuti Jika sibuk, koordinator titik harus menantikan kosong untuk memperoleh akses Akibatkan superframe periode digambar perspektif untuk siklus berikutnya

IEEE 802.11 konstruksi waktu MAC PCF Superframe

IEEE 802.11 Format MAC Frame

Bidang MAC Frame (1)


Kendali frame:
Tipe rangka Kendali, manajemen, atau data Sediakan informasi kendali
Liputi apakah bingkai akan atau dari D, pemecahan menjadi kepingan informasi, dan keleluasaan pribadi informasi

Duration/Connection ID:
Jika janga waktu bidang digunakan sebagai, menandai adanya waktu di dalam saluran akan jadi dialokasikan untuk transmisi MAC yang sukses membingkai Dalam beberapa kendali membingkai, berisi koneksi atau asosiasi identifier

Alamat:
maksud/arti dan Jumlah bidang alamat tergantung pada konteks Jenis meliputi sumber, tujuan, memancarkan setasiun, dan setasiun menerima

Bidang MAC Frame(2)


Urutan Kendali:
4-bit membagi-bagi nomor jumlah subfield Karena pemecahan menjadi kepingan dan reassembly 12-bit urutan nomor jumlah Nomor Jumlah membingkai antara penerima dan pemancar diberi

Badan frame:
MSDU ( atau suatu fragmen LLC PDU atau MAC mengendalikan informasi)

Pemeriksa Urutan frame:


32-bit siklis pemborosan cek

Kontrol Frames
Membantu dalam penyerahan data dapat yang dipercaya Menggerakkan Save-Poll ( PS-POLL)
Dikirim Oleh stasiun manapun ke stasiun yang meliputi AP Permintaan AP memancarkan frame yang buffered untuk stasiun ini pada saat stasiun dalam gaya yang power-saving

Permintaan untuk Mengirimkan ( RTS) Clear untuk Mengirimkan ( CTS) Pengakuan ( ACK) Contention-Free ( CF)-END CF-END+ CF-ACK:

Frame pertama pada pertukaran frame dengan empat cara


Ke dua bingkai di (dalam) pertukaran dengan empat cara

Umumkan akhir contention-free periode bagian dari PCF Mengakui adanya CF-END Terakhir contention-free periode dan setasiun pelepasan/release dari pembatasan dihubungkan

Data Frames Data Carrying


Delapan data membingkai subtypes, dalam dua kelompok Pertama empat membawa upper-level data dari stasiun sumber ke stasiun tujuan Data
data paling sederhana Bingkai Dapat digunakan di perpaduan atau contention-free periode

Data+ CF-ACK
Yang hanya yang dikirim selama contention-free periode Membawa data dan mengakui adanya sebelumnya menerima data

Data+ CF-POLL
Digunakan oleh koordinator titik untuk mengirim data Juga untuk meminta stasiun mengirimkan frame data mungkin mempunyai buffered

Data+ CF-ACK+ CF-POLL


Berkombinasi Data+ CF-ACK dan Data+ CF-POLL

Data Frames Bukan Data Carrying


Empat bingkai data tersisa tidak membawa data pemakai Fungsi null
Membawa data, tempat pemungutan suara, atau pengakuan Pembawa manajemen kuasa menggigit di (dalam) bidang kendali bingkai ke AP Ditandai dengan adanya stasiun sedang mengubah ke lowpower status

Tiga bingkai lainnya( CF-ACK, CF-POLL, CF-ACK+ CFPOLL) sama seperti bersesuaian bingkai di (dalam) daftar terdahulu ( Data+ CF-ACK, Data+ CF-POLL, Data+ CF-ACK+ CF-POLL) tetapi tanpa data

Managemen Frames
Digunakan untuk mengatur komunikasi antar stasiun dan Aps E.G. manajemen asosiasi
Minta, menanggapi, asosiasi kembali, pemisahan, dan pengesahan

Lapisan fisik 802.11


Yang dikeluarkan dalam empat langkah-langkah Bagian pertama di 1997
IEEE 802.11 Meliputi MAC lapisan dan tiga spesifikasi lapisan phisik Dua pada 2.4-GHz rombongan dan [satu/ orang] inframerah Semua operasi pada 1 dan 2 Mbps

Dua komponen tambahan di 1999


IEEE 802.11a
5-GHz rombongan sampai kepada 54 Mbps

IEEE 802.11b
2.4-GHz rombongan pada 5.5 dan 11 Mbps

Yang paling Terbaru di 2002


IEEE 802.g meluas IEEE 802.11b ke yang lebih tinggi data tingkat tarip

Original 802.11 Physical Layer DSSS


Tiga media phisik Direct-Sequence menyebar spektrum
2.4 GHZ rombongan ALIRAN pada 1 Mbps dan 2 Mbps Sampai kepada tujuh saluran, masing-masing 1 Mbps atau 2 Mbps, dapat digunakan Gantung pada luas bidang yang dialokasikan oleh berbagai peraturan nasional
13 di kebanyakan Negara-Negara eropa Satu di Jepang Masing-Masing luas bidang saluran 5 MHZ

Masing-Masing luas bidang saluran 5 MHZ Pengcodean DBPSK untuk 1-Mbps dan DQPSK untuk 2-Mbps

Original 802.11 lapisan fisik FHSS


Frequency-Hopping spektrum di/tersebar
2.4 GHZ rombongan ALIRAN pada 1 Mbps dan 2 Mbps Gunakan berbagai saluran Isyarat yang meloncat dari satu menggali yang didasarkan pada yang lain suatu pseudonoise urutan 1-MHz saluran digunakan 23 saluran di Jepang 70 di AS E.G. tingkat tarip loncatan minimum Forusa adalah 2.5 loncatan per detik Loncatan minimum Jarak 6 MHZ di (dalam) Amerika Utara dan kebanyakan dari Eropa dan 5 MHZ di (dalam) Jepang Bit menyandi [sebagai/ketika/sebab] penyimpangan dari freknensi pembawa sekarang Empat penyimpangan berbeda dari frekwensi pusat menggambarkan empat 2-bit kombinasi

Skema hopping dapat disetel

Two-Level Gauss FSK modulasi untuk 1-Mbps Selama 2 Mbps, menggunakan

Original 802.11 Lapisan Phisik Inframerah


Omnidirectional Cakup sampai kepada 20 m 1 Mbps menggunakan 16-PPM ( posisi pulsa modulasi)
Masing-Masing kelompok 4 bit data memetakan ke dalam salah satu 16-PPM lambang Masing-Masing lambang terdiri dari 16 bit Masing-Masing 16-bit terdiri dari lima belas 0s dan satu biner 1

Untuk 2-Mbps, masing-masing kelompok 2 bit data dipetakan ke dalam salah satu empat 4-bit urutan
Masing-Masing urutan terdiri dari tiga 0s dan satu biner 1 Intensitas modul
Kehadiran sesuai dengan isyarat

802.11a
5-GHz frekuensi Gunakan frekuensi divisi orthogonal yang terdiri dari banyak bagian ( OFDM)
Yang tidak spread spektrum

Disebut multicarrier modulasi Berbagai isyarat pengangkut pada frekwensi berbeda Beberapa bit pada masing-masing saluran
serupa Ke FDM tetapi semua subchannels mempersembahkan kepada sumber tunggal

Data rate 6, 9, 12, 18, 24, 36, 48, dan 54 Mbps Sampai kepada 52 subcarriers yang diatur menggunakan BPSK, QPSK, 16-QAM, atau 64-QAM
Tergantung pada tingkat tarif Subcarrier frekwensi mengatur jarak 0.3125 MHZ Convolutional kode pada tingkat 1/2, 2/3, atau 3/4 menyediakan pemain depan koreksi kesalahan

802.11b
Merupakan perluasan 802.11 DS-SS 5.5 dan 11 Mbps Memotong tingkat tarip 11 MHZ
Sama seperti asli DS-SS Luas bidang yang diduduki sama Kode komplementer [yang] menyetem ( CCK) modulasi untuk mencapai yang lebih tinggi data menilai di (dalam) luas bidang sama pada tingkat tarip memotong sama CCK modulasi kompleks

Data diperlakukan di (dalam) blok 8 bit pada 1.375 MHZ


8 bits/symbol? 1.375 MHZ= 11 Mbps Sebanyak enam bit ini memetakan ke dalam salah satu 64 urutan kode Keluaran pemetaan, lebih dua bit tambahan, format masuk ke QPSK modulator

Ikhtisar pada slide berikutnya

Skema modulasi 11-Mbps CCK

802.11g
Persuasion Higher-speed key 802.11b Combines lapisan fisik menggunakan teknik pengkodean pada 802.11a dan 802.11b yang menyediakan layanan pada berbagai tingkat tarif data

Perlu untuk dibaca


Stallings bab 17 Web pada 802.11

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition


Chapter 18 Internet Protocols

Fungsi Protokol
Satuan kecil fungsi yang membentuk basis dari semua protokol Tidak semua protokol mempunyai semua fungsi - Mengurangi duplikasi usaha - mempunyai jenis fungsi yang sama di protokol pada tingkat yang berbeda Encapsulation Pemisahan dan perakitan kembali Kontrol koneksi Pengiriman tersusun pengiriman perintah Kontrol Alur Kontrol Kesalahan Pengalamatan Multiflexing Layanan transmisi

Encapsulation
Data pada umumnya ditransfer dalam blok-blok Protocol Data Unit( PDUs) Masing-Masing PDU berisi data dan kontrol informasi Beberapa PDU hanya mengendalikan Tiga kategori kontrol Alamat Pengirim dan/atau penerima Kode pendekteksian Kesalahan Misal Memeriksa urutan farme Kontrol protokol Informasi tambahan untuk menerapkan fungsi-fungsi protokol Penambahan kontrol informasi ke data adalah encapsulation Data diterima atau dihasilkan oleh kesatuan dan encapsulated ke dalam PDU berisi data dan kontrol informasi Misal: TFTP, HDLC, penyiaran ulang bingkai, ATM, AAL5 ( Gambar 11.15), LLC, IEEE 802.3, IEEE 802.11

Pemecahan dan Reassembly(Segmentation OSI)


Penukaran data antara dua kesatuan Ditanandai sebagai urutan beberapa PDU dari beberapa batasan ukuran Pesan Tingkatan Aplikasi Protokol tingkat yang lebih rendah mungkin harus memisahkan data ke dalam blok [yang] lebih kecil Jaringan komunikasi mungkin hanya menerima blok sampai suatu ukuran tertentu ATM 53 komposisi music 8 suara Ethernet 1526 komposisi music 8 suara Kontrol kesalahan yang lebih efisien Pengiriman ulang yang lebih kecil Lebih Adil Mencegah stasiun yang memonopoli medium Penyangga yang lebih kecil Ketetapan pos pemeriksaan dan operasi ulang

Kerugian Fragmentation
Membuat PDU-PDU sebesar mungkin sebab
PDU berisi beberapa kontrol informasi Blok yang lebih kecil, ongkos yang lebih besar

Kedatangan PDU menghasilkan gangguan


Blok yang lebih kecil, lebih banyak gangguan

Lebih kecil waktu memproses, lebih banyak PDU

Reassembly
Data yang terbagi-bagi harus dikumpulkan kembali ke dalam pesan lebih rumit Jika PDU-PDU rusak

PDUS and Fragmentation


(Copied from chapter 2 fig 2.4)

kontrol Koneksi
Pemindahan Data Tanpa Sambungan
Masing-Masing PDU diperlakukan sendiri-sendiri Misal: Datagram

Perpindahan data Connection-oriented


Lintasan yang sebetulnya

Lebih Disukai Connection-oriented untuk pertukaran data yang panjang Atau jika detil protokol harus terpecahkan secara dinamis Asosiasi yang logis, atau koneksi, yang dibentuk diantara kesatuan Terjadi tiga fasa
Penetapan koneksi Perpindahan data Penghentian koneksi Dapat menyela dan menyembuhkan pertahap untuk menangani kesalahan

Tahap Koneksi Mengorientasi Perpindahan

Penetapan Koneksi
Kesatuan setuju untuk menukar data Berdasarkan tipenya, satu setasiun mengeluarkan koneksi meminta
Dalam tampilan yang tanpa koneksi

Bisa melibatkan otoritas pusat Menerima kesatuan menerima atau menolak Bisa memasukkan negosiasi Sintaksis, ilmu semantik, dan pemilihan waktu Kedua-Duanya kesatuan harus menggunakan protokol yang sama Bisa mengiiinkan corak [yang] opsional Harus disetujui Misal protokol mungkin menetapkan MAX PDU ukuran 8000 komposisi music 8 suara; satu setasiun mungkin ingin membatasi untuk 1000 komposisi music 8 suara

Memindahkan dan Penghentian Data


Data dan kontrol informasi ditukar Misal: Kontrol Alur dan kontrol informasi Data mengalir melalui dua arah Satu sisi mungkin mengirimkan permintaan penghentian Atau otoritas pusat untuk mengakhiri

Peruntunan

Banyak protokol connection-oriented menggunakan peruntunan


Misal HDLC, IEEE 802.11

PDU menomori secara berurutan Masing-Masing sisi menjejaki angka-angka yangberikutnya Mendukunglah tiga fungsi utama
Kiriman tersusun kontrol Alur kontrol kesalahan

Tidak menemukan dalam semua protokol connection-oriented


Misal: Frame menyiarkan ulang dan ATM

Semua protokol connection-oriented termasuk beberapa cara dalam mengidentifikasi koneksi


Koneksi unik identifier Kombinasi alamat tujuan dan sumber

Penyerahan Yang Diperintah/Dipesan


PDUS mungkin tiba rusak
Alur berbeda melalui jaringan

PDU memesan harus dirawat Nomor PDUs secara sekuen Mudah untuk memesan lagi PDUs yang diterima Bidang nomor;jumlah urutan yang terbatas
Angka-Angka mengulangi modulo nomor yang maksimum Nomor urutan maksimum yang lebih besar dibanding nomor PDUS maksimum yang bisa terkemuka Sesungguhnya, nomor maksimum mungkin perlu untuk dua kali nomor PDUs maksimum yang bisa terkemuka

Misal: selective-repeat ARQ

Arus kontrol
Dilakukan dengan menerima kesatuan untuk membatasi jumlah atau tingkat data yang dikirim Stop-And-Wait
Masing-Masing PDU harus diakui sebelum yang dikirim berikutnya

Kredit
Jumlah data yang dapat dikirim tanpa pengakuan Misal HDLC sliding-window

Harus diterapkan di dalam beberapa protokol


kontrol lalu lintas jaringan Ruang;Spasi penyangga/bantalan Banjir aplikasi

Misal: menantikan akses disk

kontrol Kesalahan
Menjaga dari kerugian atau merusakkan Pendeteksian kesalahan dan retransmission
Pengirim memasukkan/menyisipkan error-detecting kode di dalam PDU
Fungsi bit lain di dalam PDU

Penerima memeriksa kode pada PDU yang datang/yang berikutnya Jika kesalahan, barang buangan Jika pemancar tidak mendapatkan pengakuan dalam waktu yang layak, retransmit

Error-Correction kode Memungkinkan penerima untuk mendeteksi dan mungkin kesalahan yang benar Kesalahan mengendalikan dilakukan pada berbagai lapisan protokol
Antara jaringan dan setasiun Di dalam jaringan

Pengalamatan
Tingkatan pengalamatan Lingkup pngalamatan Mengidentrifikasi koneksi Model pengalamatan

Konsep TCP/IP

Tingkatan pengalamatan

Mengukur dalam arsitektur komunikasi di mana kesatuan dinamai Alamat unik untuk masing-masing sistem akhir
Misal server atau stasiun-kerja

Dan masing-masing sistem intermediate


( Misal, penerus)

Network-Level alamat
IP menunjuk atau internet alamat OSI- jaringan melayani titik akses ( NSAP) Rute PDU yang digunakan untuk melalui/sampai jaringan

Pada data tujuan harus menyalurkan ke beberapa proses


Masing-Masing proses menugaskan suatu identifier TCP/IP pelabuhan Melayani titik akses dalam OSI

Lingkup Pengalamatan
Alamat global
Nonambiguas yang global Mengidentifikasi sistem yang unik Sinonim diijinkan Sistem mungkin punya lebih dari satu alamat yang global Applicabilas yang global Mungkin Pada manapun alamat global untuk mengidentifikasi alamat yang global lain, di dalam manapun sistem, atas pertolongan alamat global sistem yang lain Memungkinkan internet untuk mengarahkan data antara manapun dua sistem

Memerlukan alamat unik untuk masing-masing alat menghubungkan pada jaringan


MAC menunjuk pada IEEE 802 jaringan dan ATM alamat tuan rumah Memungkinkan jaringan untuk mengarahkan unit data melalui jaringan dan mengirimkan untuk berniat sistem Pemasangan jaringan menunjuk alamat

Menujukan lingkup hanya relevan untuk network-level alamat Pelabuhan atau SAP di atas jaringan mengukur adalah unik di dalam sistem
Tidak perlu serentak unik Misal: pelabuhan 80 server jaringan yang mendengarkan pelabuhan di TCP/IP

Pengidentifikasi Koneksi

Kesatuan sistem Suatu koneksi permintaan ke kesatuan 2 pada atas sistem B, menggunakan alamat B.2 yang global. B.2 menerima koneksi Koneksi identifier digunakan oleh kedua-duanya kesatuan untuk transmisi masa depan Ongkos Exploitasi yang dikurangi
biasanya lebih pendek Dibanding identifiers yang global

Penaklukan
Rute yang ditetapkan;perbaiki mungkin digambarkan Koneksi identifier mengidentifikasi rute ke sistem intermediate/antara

Terdiri Dari Banyak Bagian


Kesatuan mungkin ingin koneksi lebih dari satu secara serempak PDUs harus dikenali oleh koneksi identifier

Penggunaan informasi status Sekali ketika koneksi di/mendirikan;tetapkan, mengakhiri sistem dapat memelihara informasi status tentang koneksi
kesalahan dan Arus mengendalikan menggunakan angka-angka urutan

Adressing Mode
Pada umumnya alamat mengacu pada pelabuhan atau sistem tunggal
Alamat yang unicast atau individu

Menunjuk dapat mengacu pada pelabuhan atau kesatuan lebih dari satu
Berbagai penerima bersama untuk data Siaran untuk semua kesatuan di dalam daerah Multicast untuk subset spesifik kesatuan

Terdiri Dari Banyak Bagian


Hubungan paralel ke dalam sistem tunggal
Misal membingkai penyiaran ulang, kaleng mempunyai berbagai data menghubungkan koneksi yang mengakhiri di dalam sistem akhir yang tunggal koneksi Multiplexed di atas alat penghubung phisik tunggal

Mampu juga terpenuhi via nama pelabuhan


Juga mengijinkan berbagai koneksi bersama Misal:berbagai TCP koneksi untuk memberi sistem

Masing-Masing koneksi tentang pelabuhan penghembus yang berbeda

Multiplexing Dengan Tingkatantingkatan


Upward or inward multiplexing
Berbagai koneksi tingkat yang lebih tinggi membagi bersama koneksi [yang] tingkat yang lebih rendah tunggal
Lebih efisien menggunakan lower-level service Menyediakan beberapa koneksi tingkat yang lebih tinggi di mana hanya koneksi tingkat yang lebih rendah tunggal ada

Terdiri Dari Banyak Bagian mengarah ke bawah, atau pemisahan


Higher-Level koneksi membangun pada puncak berbagai koneksi [yang] tingkat yang lebih rendah Lalu lintas pada koneksi lebih tinggi dibagi antar koneksi lebih rendah

Keandalan, capaian, atau efisiensi.

Layanan Transmisi
Protokol mungkin menyediakan jasa tambahan ke kesatuan Misal: Prioritas
Basis koneksi Pada basis pesan
Misal:permintaan terminate-connection

Mutu layanan
Misal:throughput minimum atau ambang pintu penundaan [yang] maksimum

Keamanan
Mekanisme keamanan, membatasi akses

Jasa ini tergantung pada sistem dasar transmisi dan kesatuan tingkat yang lebih rendah

Internetworking Terminologi ( 1)
Jaringan Komunikasi
Fasilitas yang menyediakan data layanan pemindahan

Suatu internet
Koleksi jaringan komunikasi yang saling behubungan oleh penerus dan/atau jembatan

Internet- mencatat huruf besar I


Koleksi global beribu-ribu mesin individu dan jaringan

Intranet
perusahaan Internet yang beroperasi di dalam organisasi Menggunakan Internet ( TCP/IP dan http)technology untuk mengirimkan sumber daya dan dokumen

Terminologi Internetworking( 2)
Mengakhiri Sistem
Alat terhubung dengan salah satu dari jaringan dari suatu internet Mendukung jasa atau aplikasi pemakai akhir

Sistem Intermediate
Alat digunakan untuk menghubungkan dua jaringan Mengijinkan komunikasi antara sistem akhir jaringan berbeda yang dihubungkan

Internetworking Terminologi ( 3)
Jembatan
APAKAH digunakan untuk menghubungkan dua LANS yang menggunakan LAN protokol yang serupa Menunjuk saringan yang menyampaikan paket kepada jaringan diperlukan saja OSI lapisan 2 ( Mata Rantai Data)

Penerus
Menghubungkan dua orang ( mungkin berlainan) jaringan Menggunakan internet protokol hadir di masingmasing penerus dan sistem akhir OSI Lapisan 3 ( Jaringan)

Kebutuhan dalam Internetworkinglah


Mata rantai antara jaringan
Phisik minimum dan lapisan mata rantai

Penaklukan dan penyerahan data antar[a] memproses tentang jaringan yang berbeda status dan Jasa akuntansi info Tidak terikat pada arsitektur jaringan

Corak Arsitektur Jaringan


Menujukan Ukuran paket Mengakses mekanisme Timeouts Kesembuhan kesalahan Status yang melaporkan Penaklukan Pemakai mengakses kontrol Koneksi mendasarkan atau connectionless

Pendekatan Secara Arsitektur


Connection oriented Connectionless

Connection oriented
Berasumsi bahwa masing-masing jaringan adalah connection oriented Menghubungkan dua atau lebih jaringan
Nampak sebagai untuk masing-masing jaringan Koneksi logis yang disediakan antara ESS
Penggabungan koneksi logis ke seberang jaringan

Jaringan individu sirkit sebetulnya yang dihubungkan oleh IS

Memerlukan peningkatan jasa jaringan lokal


802, FDDI adalah datagram jasa

Koneksi Oriented adalah Fungsi


Penyiaran Penaklukan Misal X.75 digunakan untuk saling behubungan X.25 paket jaringan yang diswitch Connection oriented tidak sering digunakan
( IP dominan)

Operasi Connectionless
Sesuai dengan datagram mekanisme di dalam paket jaringan yang diswitch Masing-Masing NPDU memperlakukan secara terpisah Protokol lapisan jaringan yang umum untuk semua DTEs dan routers
yang diketahui Untuk umum sebagai internet protokol

Internet Protokol
Satu internet protokol seperti itu dikembangkan untuk ARPANET RFC 791 Menurunkan lapisan protokol diperlukan untuk mengakses jaringan tertentu

Internetworking Connectionless
Keuntungan
Fleksibilitas Sempurna Tidak ada ongkos exploitasi yang tak perlu

Tak Dapat Dipercaya


Tidak menjamin penyerahan Tidak menjamin order;pesanan penyerahan
Paket dapat mengambil rute berbeda

Keandalan adalah tanggung jawab dari lapisan berikutnya ( Misal:TCP)

Operasi IP

Disain Isu
Routing Datagram seumur hidup Pemecahan menjadi kepingan dan reassembly kontrol kesalahan Kontrol aliran

Internet sebagai network

Routing
Mengakhiri sistem dan router memelihara tabel routing
Menandai router berikutnya yang mana datagram harus dikirim Statis
Berisi rute alternatif

Dinamis
Tanggapan fleksibel untuk kesalahan

Sumber routing
Sumber menetapkan rute sebagai percontohan daftar router untuk diikuti Keamanan Prioritas

Merekam route

Datagram Seumur Hidup


Datagrams bisa pengulangan/jerat dengan tak terbatas
Mengkonsumsilah sumber daya Mengangkutlah protokol mungkin memerlukan senyawa/bentuk bagian atas pada [atas]

datagram hidup
Datagram ditandai dengan seumur hidup
Waktu Untuk Tinggal/Hidup di dalam IP Sekali ketika seumur hidup berakhir, datagram di/membuang ( tidak di/menyampaikan)

Meloncat gelar ningrat Waktu pengurangan untuk mempertahankan hidup melintas suatu masing-masing penerus
Gelar Ningrat waktu

Harus mengetahui berapa lama sejak penerus yang lalu (Ke Samping: membandingkan dengan LoganS Di/Yang Lari)

Pemecahan menjadi kepingan dan Re-Assembly


Ukuran paket yang berbeda Kapan ke re-assemble
Pada tujuan
Mengakibatkan paket menjadi lebih kecil ketika data menyilang internet

Intermediate/Antara re-assembly
Memerlukan penyangga besar pada router Penyangga mengisi dengan fragmen Semua fragmen harus berhasil menyamai router
Menghalangi dinamis menaklukkan

Pemecahan IP ( 1)
Ip re-assembles pada tujuan saja Menggunakan bidang header
Data Unit Identifier (ID)
Mengidentifikasi sistem akhir datagram yang dimulai
alamat tujuan dan Sumber Lapisan protokol yang membangitkan data ( Misal TCP) Identifikasi yang disediakan oleh lapisan itu

Panjangnya data
Panjangnya data pemakai di dalam komposisi music 8 suara

Pemecahan IP( 2)
Offset
Posisi fragmen data pemakai di dalam datagram yang asli Di dalam 64 bit ( 8 komposisi music 8 suara)

Lebih banyak flags


Menunjukkan bahwa ini bukan fragmen terakhir

Contoh Fragmentasi

Berhadapan Dengan Kegagalan


Re-Assembly mungkin gagal jika beberapa fragmen hilang Harus mendeteksi kegagalan Re-Assembly beristirahat
yang ditugaskan Ke fragmen pertama untuk tiba Jika timeout berakhir terutama sekali fragmen tiba, membuang data yang parsial

Menggunakan paket seumur hidup ( waktu untuk tinggal di IP)

kontrol Kesalahan
Tidak menjamin penyerahan router perlu mencoba untuk menginformasikan sumber jika paket dibuang
Misal:karena waktu untuk tinggal/hidup berakhir

Sumber mungkin memodifikasi strategi transmisi Menginformasikan protokol lapisan yang tinggi Datagram identifikasi diperlukan ( Memandang ICMP)

Arus kontrol
Mengijinkan router-router dan/atau stasiun-stasiun untuk membatasi tingkat data yang datang Terbatas di dalam sistem yang connectionless Mengirimkan arus untuk mengendalikan paket
Permintaan arus yang dikurangi

Misal:ICMP

Internet Protokol ( IP) Versi 4


Bagian Dari TCP/IP
Digunakan oleh Internet

Menetapkan alat penghubung dengan lapisan yang lebih tinggi


Misal:TCP

Menetapkan mekanisme dan format protokol RFC 791


Dapatkan dan pelajari! www.rfc-editor.org

Akankah ( secepatnya) jadi digantikan oleh IPV6

Layanan IP
Primitif
Berfungsi untuk dilakukan Format bergantung implementasi yang primitif

Misal subroutine call


Mengirim

Meminta transmisi unit data


Mengirimkan

Memberitahu pemakai kedatangan unit data Parameter


Data pass yang digunakan untuk dan kontrol info

Parameter ( 1)
Alamat sumber Alamat tujuan Protokol
penerima Misal TCP Jenis Layanan Menetapkan perawatan unit data selama transmisi melalui jaringan

Identifikasi
Sumber, tujuan pengalamatan dan protokol pemakai Dengan uniknya mengidentifikasi PDU Perlu untuk re-assembly dan pelaporan kesalahan Mengirimkan saja

Parameter ( 2)
Tanpa membagi-bagi indikator
Mampukah IP membagi-bagi data Jika tidak,tidak mungkin untuk mengirimkan Mengirimkan saja

Waktu untuk tinggal/hidup


Mengirimkan saja

Panjang data Data pilihan Data pemakai

Pilihan
Keamanan Sumber routing Merekam routing Identifikasi arus Timestamping

IPv4 Header

Bidang Header ( 1)
Versi
Sekarang ini 4 IP v6- kemudian

Panjangnya header Internet


Di dalam 32 kata bit Termasuk pilihan

Jenis layanan Total panjang O-F datagram, di dalam komposisi music 8 suara

Bidang Header ( 2)
Identifikasi
Nomor; urutan protokol pemakai dan alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi datagram dengan uniknya

Flags
Lebih banyak bit tanpa fragmen

Offset pemecahan menjadi kepingan Waktu untuk tinggal/hidup Protokol


Lapisan lebih tinggi berikutnya untuk menerima bidang data pada tujuan

Bidang Header ( 3)
Header Checksum
Reverified dan recomputed pada masing-masing router 16 bit melengkapi penjumlahan dari semua 16 katakata bit dalam header Mulailah nol selama kalkulasi

Alamat sumber Alamat tujuan Pilihan Lapisan


Untuk mengisi 32 bit panjang

Bidang Data
Membawa data pemakai dari lapisan berikutnya Bilangan bulat berbagai 8 bit panjang ( komposisi music 8 suara) Max panjangnya datagram ( header tambah data) 65,535 komposisi music 8 suara

IPv4 Address Formats

Alamat IP- Kelas A


32 bit internet alamat global Bagian Jaringan dan bagian host Kelas A
Mulai dengan biner 0 Semua 0 dipesan 01111111 ( 127)disediakan untuk loopback Mencakup 1.x.x.x ke 126.x.x.x Semua dialokasikan

Alamat IP- Kelas B


Mulai 10 Mencakup 128.x.x.x ke 191.x.x.x Ke Dua Komposisi music 8 suara juga tercakup di jaringan menunjuk 214= 16,384 kelas B menunjuk Semua dialokasikan

Alamat IP- Kelas C


Mulai 110 Mencakup 192.x.x.x ke 223.x.x.x Ke dua dan komposisi music 8 suara ketiga juga bagian dari jaringan menunjuk 221= 2,097,152 alamat Hampir semua dialokasikan
lihat IPV6

Subnets dan Topeng Subnet


Mengijinkanl kompleksitas INTERNETWORKED LANS sewenang-wenang di dalam organisasi Membatasi keseluruhan internet dari pertumbuhan angka-angka jaringan dan kompleksitas routing Lokasi menantikan istirahat internet seperti jaringan tunggal Masing-Masing LAN menugaskan subnet nomor Porsi host alamat menyekat ke dalam subnet nomor;jumlah tuan rumah dan nomor;jumlah Rute router lokal di dalam subnetted jaringan Subnet topeng menandai adanya bit yang merupakan subnet n

Routing Using Subnets

ICMP
Internet Control Message Protocol RFC 792 Perpindahan ( kontrol) pesan dari hosts dan routers ke hosts Umpan balik tentang permasalahan
Misal:waktu untuk tinggal/hidup berakhir

Encapsulated di dalam IP datagram


Tidak dapat dipercaya

Format Pesan ICMP

IP v6- Nomor Versi


IP v 1-3 digantikan dan digambarkan IP v4- versi yang sekarang IP v5- protokol arus IP v6- penggantian untuk IP v4
Selama pengembangan disebut IPNG Generasi yang Berikutnya

Mengapa Merubah IP?


Menunjuk kelelahan ruang spasi
Dua tingkatan yang menuju ( host dan jaringan) memboroskan ruang Alamat jaringan menggunakan sekalipun tidak menghubungkan ke Internet Pertumbuhan jaringan dan Internet Penggunaan TCP/IP yang diperluas Alamat tunggal saban tuan rumah

Kebutuhan untuk jenis layanan yang baru

RFCS IPV6
1752- Pujian/Rekomendasi untuk IP Protokol Generasi [yang] Berikutnya 2460- Keseluruhan spesifikasi 2373- menujukan struktur yang lain www.rfc-editor.org

Peningkatan IPV6 ( 1)
Ruang;Spasi alamat yang diperluas
128 bit

Mekanisme pilihan yang ditingkatkan


Memisahkan header opsional antara header IPV6 dan header lapisan pengangkutan Kebanyakan tidak diuji oleh rute intermediate

Kecepatan yang ditingkatkan dan penerus yang disederhanakan yang memproses Lebih mudah untuk meluas pilihan Menunjuk autoconfiguration
Tugas alamat yang dinamis

Peningkatan IPV6 ( 2)
Fleksibilitas yang menujukan yang ditingkatkan
Anycast yang dikirimkan ke salah satu satu set node Scalabilas yang ditingkatkan multicast alamat

Pendukung alokasi sumber daya


Menggantikan jenis layanan Label paket ke arus lalu lintas yang tertentu Mengijinkan penanganan yang khusus Misal:video waktu yang riil

Struktrur IPv6

Perluasan Header
Hop-By-Hop Pilihan
Memerlukan proses pada masing-masing router

Routing
serupa Ke v4 sumber yang menaklukkan

Fragmen Pengesahan Encapsulating muatan penghasil untung keamanan Pilihan tujuan


Karena node tujuan

Header IP v6

Bidang Header Ip V6 ( 1)
Versi
6

Jalur Kelas
prioritas atau paket kelas Meski demikian di bawah pengembangan Melihat RFC 2460

Aliran Label
Digunakan oleh hosts yang meminta penanganan khusus

Panjangnya muatan penghasil untung


Memasukkan semua perluasan header dan data pemakai yang lebih

Bidang Header Ip V6 ( 2)
Header yang Berikutnya
Mengidentifikasi jenis header
Perluasan atau lapisan berikutnya

Alamat Sumber Alamat tujuan

Alamat IPV6
128 bit panjang ditugaskan untuk menghubungkan Alat penghubung tunggal mungkin punya berbagai alamat yang unicast Tiga jenis alamat

Jenis alamat
Unicast
Alat Penghubung tunggal

Anycast
Satuan alat penghubung ( node yang berbeda secara khas) Dikirimkan ke tiap penghubung yang paling dekat

Multicast
Satuan alat penghubung Dikirimkan ke semua alat penghubung yang mengenali

IPv6 Extension Headers

Pilihan Hop-By-Hop

Header berikutnya Panjangnya header Pilihan


Pad1

Memasukkan satu byte lapisan ke dalam Options area header


Padn

Memasukkan N (? 2) bytes lapisan ke dalam Options areaheader Memastikan header adalah 8 bytes
Jumbo muatan penghasil untung

Di atas 216= 65,535 komposisi music 8 suara


Penerus siaga

Menceritakan kepada router bahwa muatan paket menjadi perhatian utama ke router Menyediakanlah pen;dukungan untuk RSPV ( bab 16)

Pemecahan Header
Pemecahan hanya diijinkan pada sumber Tidak ada pemecahan pada penerus intermediate Node harus menemukan alur untuk menemukan * MTU paling kecil jaringan intermediate Sumber membagi-bagi untuk bertemu MTU Jika tidak membatasi untuk 1280 komposisi music 8 suara

Pemecahan bidang Header

Header yang Berikutnya Memesan Offset pemecahan menjadi kepingan Memesan Lebih bayak flag Identifikasi

Routing Header
Daftar satu atau lebih node-node intermediate untuk dikunjungi Header Berikutnya Panjangnya perluasan Header Jenis routing Segmen ditinggalkan
yaitu. beberapa nodes masih dikunjungi

Pilihan Tujuan
Format sama sebagai Hop-By-Hop serudukan/palu air pilihan

William Stallings Edisi ke-7 Komunikasi Data Dan Komputer


Bab 19 Jenis-jenis Protokol Internetwork

Multicasting
Pengalamatan yang mengacu pada kelompok dari host-host dalam satu jaringan atau lebih Penggunaan
Multimedia Siaran Teleconferencing Database Distribusi komputasi Real time workgroups

Contoh Konfigurasi

Siaran and Multiple Unicast


Menyiarkan adalah suatu sayalinan dari paket untuk setiap jaringan - Memerlukan 13 salinan paket Berbagai Unicast
Paket hanya dikirimkan pada jaringan yang mempunyai host dalam group Ada 11 paket

Multicast yang benar


Menentukan paling sedikit alur untuk masingmasing jaringan yang mempunyai host di (dalam) group Mengirimkan paket tunggal Routers mereplika packet-paket pada poin-poin cabang di Spanning tree Memerlukan 8 paket

Contoh Multicast

Keperluan- keperluan untuk Multicasting (1)


Router mungkin memiliki lebih dari satu kopian paket Konvensi diperlukan untuk mengidentifikasi multicast alamat
IPv4 - Class D - start 1110 IPv6 - 8 bit sisipan, semua 1, 4 bit flags field, 4 bit scope field, 112 bit group identifier

Titik-titik harus di terjemahkan antara alamat IP multicast dan daftar dari jaringan yang berisi anggota group Router harus di terjemahkan antara alamat IP multicast dan alamat jaringan multicast

Requirements for Multicasting (2)


Mekanisme di butuhkan oleh host untuk masuk dan keluar dari group multicast Router harus mengubah info
Dimana jaringan termasuk anggota dari group Info dapat berkerja dalam jalur terpendek di setiap jaringan nya Router-router harus menentukan pola jalur berdasarkan dari alamat, sumber, dan tujuan Jalur algoritma bekerja di luar jalur terpendek

Spanning Tree dari Router C ke Group Multicast

Internet Group Management Protocol (IGMP)


RFC 3376 Host and router merubah info group multicast Menggunakan jaringan LAN untuk mentransmisikan info diantara beberapa host dan router

Prinsip kerja
Host-host mengirimkan pesan-pesan menuju router kepada pelanggan dan juga di tujukan kepada yang bukan pelanggan yang berasal dari kelompok multicast
Group di definisikan sebagai alamat multicast

Router-router akan memeriksa yang manakah dari kelompok multicast yang which multicast groups of interest to which hosts IGMP saat ini versi 3 IGMPv1
Host dapat bergabung dalam sautu group Router-router tersebut digunakan pewaktu untuk yang bukan anggota pelanggan

Pengoperasian IGMPv1 & v2


Penerima harus menjadi pelanggan, lalu di bentuk group-group Beberapa sumber tidak di haruskan untuk menjadi pelanggan yang kemudian di bentuk group Adapun host yang dapat mengirimkan traffic ke beberapa group multicast Permasalahan-permasalahan:
Group group multicast sebuah spamming Sekalipun level applikasi filter akan melewatkan paket-paket yang tidak di inginkan, namun filter akan mengambil yang berharga Penetapan distribusi trees bermasalah Lokasi dari sumber-sumber yang tidak di ketahui Menemukan secara global alamat-alamat multicast yang sulit

IGMP versi 3
Mengijinkan host-host untuk menetapkan daftar dari jalur mana saja yang ingin mereka terima
Jalur dari host-host lain terhalang pada routers

Mengijinkan host-host Mengijinkan host untuk memblock paket-paket dari sumber yang mengirimkan trafik yang tidak di inginkan

IGMP format pesan permintaan keanggotaan

Permintaan keanggotaan
Di kirimkan oleh router multicast Query yang umum
Kelompok yang mempunyai anggota yang telah terpasang jaringan

Group-permintaan tertentu
Dilakukan oleh group yang mempunyai anggotaanggota yang terpasang dalam sebuah jaringan

Group-dan-sumber query tertentu


Terpasang alat yang ingin mengirimkan paket menuju alamat multicast yang telah di tentukan Dari beberapa daftar sumber yang telah ditentukan

Kolom-kolom permintaan keanggotaan (1)


Jenis Waktu respon maksimum
Waktu maksimum sebelum pengiriman laporan dalam 1 unit/10 detik nya

Checksum
Algoritma sama sebagaimana IPv4

Alamat Group
Zero untuk alamat permintaan umum Multicast menggolongkan alamat untuk group yang specific atau group-and-source

S Flag
1 yang menyatakakan akan menerima jalur-jalur yang mempunyai waktu updates

Kolom-kolom permintaan keanggotaan (2)


QRV (query's robustness variable)
Nilai RV digunakan oleh permintaan pengirim Router akan mengadopsi nilai query yang diterima paling akhir Kecuali RV adalah zero, ketika kelalaian atau secara statis mengatur nilai yang di gunakan. RV akan menghitung jumlah yang di transmisikan ulang untuk meyakinkan bahwa laporan tidak luput / hilang

QQIC (querier's querier interval code)


Nilai QI digunakan oleh querier Ada pewaktu untuk mengirim queries ganda Routers bukanlah tolak ukur utuk mengadopsi lebih banyak QI yang diterima paling akhir QI yang tidak di gunakan bernilai zero, ketika nilai QI digunakan Number of Sources

Alamat sumber (sources)


Yang 32 bit alamat unicast untuk masing2 sumber

Susunan pesan IGMP Laporan Keanggotaan

Laporan-laporan Keanggotaan
Jenis Checksum Jumlah kelompok rekaman Group Records
32-bit alamat unicast per source

IGMP Format Pesanan Group Record

Group Record
Record Type
See later

Aux Panjang Data


Dalam 32-bit kata-kata

Jumlah Sumber Alamat Multicast Alamat-alamat sumber menunjukkan


Ada 32-bit alamat unicast dalam stiap sumber

Data pelengkap
Saat ini, tidak ada nilai data pelengkap yang terdefinisi

IGMP Operasi-Sambungan
Host menggunakan IGMP yang ingin membuat dirinya dikenal sebagai kelompok anggota dari host yang lain dan router dalam LAN IGMPv3 dapat sebagai group keanggotaan dengan kemampuan yang dalam penyaringanyang berkenaan dengan sumber

Untuk menggabung group, host mengirimkan kenggotaan IGMP dengan laporan pesan

EXCLUDE mode semua anggota group kecuali mereka yang telah terdaftar INCLUDE mode Hanya berasal dari anggota group yang telah terdaftar Mengirim pesan pada IP datagram dengan alamat group field dari IGMP pesan dan Sent in IP datagram with Group Address field of IGMP message and alamat tujuan menggunkan IP header yang sama Anggota current group yang akan menerima pelajarandari anggota yang baru Router mendengarkan semua keadaan alamat IP multicast untuk memeriksa semua laporan

Sistem kerja IGMP Menjaga daftar agar tetap valid


Routers secara periodic mengeluarkan pesan query IGMP yang umum
Dalam datagram dengan semua alamat host multicast Host yang akan meninggalkan groups harus membaca datagram dengan semua alamat host ini Host merespon dengan laporan pesan untuk setiap group yang terdapat dalam pengakuan keanggotaan

Router tidak perlu mengetahui setiap host dalam satu groupnya

Perlu mengetahui sedikitnya ada satu anggota kelompok yang masih aktif Setiap host yang berada dalam group delay waktu akan di set secara acak Host yang mendengarkan claim pembatalan keanggotaan yang lain, akan di laporakan Jika pewaktu telah habis, host akan mengirim laporan Hanya ada satu anggota dalam setiap laporan group yang di tujukan ke router

IGMP Operasi-- sisa-sisa


Host yang meninggalkan group, dengan mengirim pesan peninggalan group kepada semua router alamat multicast static Mengirimkan laporan keanggotaan dengan EXCLUDE pilihan dan daftar yang tidak ada dari alamat sumber Router akan menentukan bila ada beberapa anggota group yang menggunakan pesanan query tertentu

Keanggotaan Group dengan IPv6


IGMP ditetapkan untuk IPv4
Menggunakan 32-bit alamat

Jaringan IPv6 memerlukan kemampuan Kemampuan IGMP bergambung kedalam Internet Control Message Protocol version 6 (ICMPv6)
ICMPv6 termasuk juga sbg fungsi semua fungsional dari pada ICMPv4 dan IGMP

ICMPv6 termasuk group keanggotaan query dan kelompok keanggotaan pelaporan pesan
Petunjuk penggunaan nya sama seperti pada IGMP

Protokol-protokol Routing
Informasi routing
Sekitar keterlambatan dan topologi dalam jaringan

Algoritma routing
Digunakan untuk membuat jalur keputusan yang didasarkan pada informasi

Sistem-sistem yang otonomi


Kelompok dari suatu router Merubah informasi Protocol routing yang lazim Mengeset router-router dan jaringan yang di atur oleh organisasi tunggal Suatu jaringan yang di hubungkan
Ada sedikitnya satu jalur antaran beberapa pasang node

Router Protocol bagian dalam(IRP) Routing Protocol bagian luar(ERP)


Peninggalan informasi routing antara antara router dengan AS Boleh jadi lebih dari satu AS dalam setiap jaringan Algoritma routing dan tabel boleh berbeda antara AS yang berlainan Router memerlukan beberapa informasi tentang jaringan yang berada di luar area mereka Menggunakan protokol ruter bagian luar (ERP) IRP memerlukan model yang terperinci ERP mendukung ringkasan inforamsi dalam pencapaian

Applikasi dari IRP dan ERP

Pendekatan Routing Distance-vector


Setiap node (router atau host) merubah informasi dengan node-node tetangganya
Tetangga-tetngga tsb, kedua-duanya di hubungkan dalam jaringan yang sama

Generasi pertama algoritma routing adalah untuk ARPANET Digunakan oleh protokol Informasi Routing (RIP) Memerlukan transmisi informasi pada setiap router
Jarak vektor untuk semua tetangganya Berisi alur yang diperkirakan memberi beban kepada semua jaringan di (dalam) bentuk wujud Perubahan memerlukan banyak waktu untuk penyebaran

Pendekatan Routing Link-State


yang dirancang Untuk memperdaya kelemahan distance-vector Kapan penerus initialized, menentukan mata rantai berharga pada masing-masing alat penghubung Mengiklankan satuan biaya-biaya mata rantai untuk semua penerus lain di dalam topolo Tidak hanya penerus yang berdekatan Dari kemudian terpasang, memonitorlah biaya-biaya mata rantai I-F perubahan penting, penerus mengiklankan yang baru satuan biaya-biaya mata ranta Masing-Masing penerus dapat membangun topologi keseluruhan bentuk wujud Mampukah mengkalkulasi alur paling pendek untuk masing-masing jaringan tujuan Penerus membangun menaklukkan [meja], mendaftarkan loncatan pertama untuk masing-masing tujuan Penerus tidak menggunakan algoritma penaklukan [yang] dibagi-bagikan Menggunakan manapun algoritma penaklukan untuk menentukan alur yang paling pendek Dalam Praktek, Algoritma Dijkstra's Membuka alur paling pendek dulu ( OSPF) protokol menggunakan link-state yang menaklukkan. Juga generasi kedua yang menaklukkan algoritma untuk ARPANET

Protokol Router Bagian Luar Bukan Distance-Vector


Link-State dan distance-vector tidak efektif untuk protokol penerus bagian luar/ Distance-Vector mengasumsikan router membagi bersama jarak umum metrik mungkin punya prioritas yang berbeda
Mempunyai pembatasan yang melarang penggunaan dari AS yang lain Distance-Vector tidak memberi informasi apapun tentang AS yang dikunjungi

Protokol Router Bagian Luar Bukan Link-State


Perberbedaannya menggunakan ilmu meter yang berbeda dan mempunyai pembatasan berbeda Penggenangan mata rantai menyatakan informasi untuk semua penerus tak terkendali Protokol Penerus Bagian Luar/Lahir Path-Vector Tidaklah memerlukan menaklukkan ilmu tentang meter Menyediakanlah informasi tentang jaringan yang (mana) dapat dicapai oleh penerus ditentukan dan ASS yang dipotong untuk sampai ke sana Masing-Masing blok informasi mendaftar semua ASS yang yang dikunjungi pada [atas] rute ini
Memungkinkanlah penerus untuk melaksanakan kebijakan yang menaklukkan Misal. menghindarilah alur untuk menghindari pemindahan AS [yang] tertentu Misal: menghubungkanlah kecepatan, kapasitas, kecenderungan untuk menjadi terlampau banyak, dan keseluruhan mutu operasi, keamanan Misal: pengecilan jumlah pemindahan ASS Tidak ter/memasukkan perkiraan biaya atau jarak Mustahil untuk melaksanakan suatu algoritma penaklukan yang konsisten.

Protokol Router Bagian Luar PathVector


Tidak memerlukan penaklukan ilmu tentang meter Menyediakan informasi tentang jaringan yang dapat dicapai oleh penerus dipotong untuk sampai ke sana
Tidak memasukkan perkiraan biaya atau jarak

Masing-Masing blok informasi mendaftar semua yang dikunjungi pada rute ini
Memungkinkan router untuk melaksanakan kebijakan - Misal: menghindari alur untuk menghindari pemindahan AS yang tertentu Misal:menghubungkan kecepatan, kapasitas, kecenderungan untuk menjadi terlampau banyak, dan keseluruhan mutu operasi, keamanan Misal: pengecilan jumlah pemindahan ASS

Protokol Pintu Gerbang Perbatasan ( BGP)


Karena menggunakan dengan TCP/IP internets EGP Yang Lebih disukai (menyangkut) Internet Pesan dikirimkan kepada TCP koneksi
Terbuka Membaharui Menyimpan hidup Pemberitahuan

Prosedur

BGP Prosedur Membuka TCP koneksi Mengirimkan Pesan yang terbuka


Penerima memilih minimum untuk waktu pegangannya dan yang dikirim itu
Waktu maksimal antara Keep hidup dan/atau membaharui pesan Memasukkan waktu pegangan yang diusulkan

Didapatnya tetangga tetangga Reachabilas jaringan Reachabilas

Jenis Pesan
Menyimpan Hidup - Untuk menceritakan kepada router lain yangrouter ini masih di sini Membaharui
Info tentang rute tunggal melalui internet Daftar rute yang sedang menarik mundur Memasukkan alur info

Asal ( IGP atau EGP) AS_PATH ( daftar AS di/melintasi) Next_Hop ( IP alamat penerus penumpang) Multi_Exit_Disc ( Info tentang penerus yang internal ke AS) Local_Pref ( Menginformasikan penerus lain di dalam AS Atomic_Aggregate, Aggregator ( Menggunakan struktur pohon alamat untuk mengurangi jumlah info yang diperlukan)

BGP Messages

Multicasting
Pengalamatan yang mengacu pada kelompok dari host-host dalam satu jaringan atau lebih Penggunaan
Multimedia Siaran Teleconferencing Database Distribusi komputasi Real time workgroups

Contoh Konfigurasi

Siaran and Multiple Unicast


Menyiarkan adalah suatu sayalinan dari paket untuk setiap jaringan - Memerlukan 13 salinan paket Berbagai Unicast
Paket hanya dikirimkan pada jaringan yang mempunyai host dalam group Ada 11 paket

Multicast yang benar


Menentukan paling sedikit alur untuk masingmasing jaringan yang mempunyai host di (dalam) group Mengirimkan paket tunggal Routers mereplika packet-paket pada poin-poin cabang di Spanning tree Memerlukan 8 paket

Contoh Multicast

Keperluan- keperluan untuk Multicasting (1)


Router mungkin memiliki lebih dari satu kopian paket Konvensi diperlukan untuk mengidentifikasi multicast alamat
IPv4 - Class D - start 1110 IPv6 - 8 bit sisipan, semua 1, 4 bit flags field, 4 bit scope field, 112 bit group identifier

Titik-titik harus di terjemahkan antara alamat IP multicast dan daftar dari jaringan yang berisi anggota group Router harus di terjemahkan antara alamat IP multicast dan alamat jaringan multicast

Requirements for Multicasting (2)


Mekanisme di butuhkan oleh host untuk masuk dan keluar dari group multicast Router harus mengubah info
Dimana jaringan termasuk anggota dari group Info dapat berkerja dalam jalur terpendek di setiap jaringan nya Router-router harus menentukan pola jalur berdasarkan dari alamat, sumber, dan tujuan Jalur algoritma bekerja di luar jalur terpendek

Spanning Tree dari Router C ke Group Multicast

Internet Group Management Protocol (IGMP)


RFC 3376 Host and router merubah info group multicast Menggunakan jaringan LAN untuk mentransmisikan info diantara beberapa host dan router

Principle Operations
Hosts send messages to routers to subscribe to and unsubscribe from multicast group
Group defined by multicast address

Routers check which multicast groups of interest to which hosts IGMP currently version 3 IGMPv1
Hosts could join group Routers used timer to unsubscribe members

Operation of IGMPv1 & v2


Receivers have to subscribe to groups Sources do not have to subscribe to groups Any host can send traffic to any multicast group Problems:
Spamming of multicast groups Even if application level filters drop unwanted packets, they consume valuable resources Establishment of distribution trees is problematic Location of sources is not known Finding globally unique multicast addresses difficult

IGMP v3
Allows hosts to specify list from which they want to receive traffic
Traffic from other hosts blocked at routers

Allows hosts to block packets from sources that send unwanted traffic

IGMP Message Formats Membership Query

Membership Query
Sent by multicast router General query
Which groups have members on attached network

Group-specific query
Does group have members on an attached network

Group-and-source specific query


Do attached device want packets sent to specified multicast address From any of specified list of sources

Membership Query Fields (1)


Type Max Response Time
Max time before sending report in units of 1/10 second

Checksum
Same algorithm as IPv4

Group Address
Zero for general query message Multicast group address for group-specific or group-and-source

S Flag
1 indicates that receiving routers should suppress normal timer updates done on hearing query

Membership Query Fields (2)


QRV (querier's robustness variable)
RV value used by sender of query Routers adopt value from most recently received query Unless RV was zero, when default or statically configured value used RV dictates number of retransmissions to assure report not missed

QQIC (querier's querier interval code)


QI value used by querier Timer for sending multiple queries Routers not current querier adopt most recently received QI Unless QI was zero, when default QI value used

Number of Sources Source addresses


One 32 bit unicast address for each source

IGMP Message Formats Membership Report

Membership Reports
Type Checksum Number of Group Records Group Records
One 32-bit unicast address per source

IGMP Message Formats Group Record

Group Record
Record Type
See later

Aux Data Length


In 32-bit words

Number of Sources Multicast Address Source Addresses


One 32-bit unicast address per source

Auxiliary Data
Currently, no auxiliary data values defined

IGMP Operation - Joining


Host using IGMP wants to make itself known as group member to other hosts and routers on LAN IGMPv3 can signal group membership with filtering capabilities with respect to sources
EXCLUDE mode all group members except those listed INCLUDE mode Only from group members listed

To join group, host sends IGMP membership report message


Address field multicast address of group Sent in IP datagram with Group Address field of IGMP message and Destination Address encapsulating IP header same Current members of group will receive learn of new member Routers listen to all IP multicast addresses to hear all reports

IGMP Operation Keeping Lists Valid


Routers periodically issue IGMP general query message
In datagram with all-hosts multicast address Hosts that wish to remain in groups must read datagrams with this all-hosts address Hosts respond with report message for each group to which it claims membership

Router does not need to know every host in a group


Needs to know at least one group member still active Each host in group sets timer with random delay Host that hears another claim membership cancels own report If timer expires, host sends report Only one member of each group reports to router

IGMP Operation - Leaving


Host leaves group, by sending leave group message to all-routers static multicast address Send membership report message with EXCLUDE option and null list of source addresses Router determine if there are any remaining group members using group-specific query message

Group Membership with IPv6


IGMP defined for IPv4
Uses 32-bit addresses

IPv6 internets need functionality IGMP functions incorporated into Internet Control Message Protocol version 6 (ICMPv6)
ICMPv6 includes all of functionality of ICMPv4 and IGMP

ICMPv6 includes group-membership query and group-membership report message


Used in the same fashion as in IGMP

Routing Protocols
Routing Information
About topology and delays in the internet

Routing Algorithm
Used to make routing decisions based on information

Autonomous Systems (AS)


Group of routers Exchange information Common routing protocol Set of routers and networks managed by signle organization A connected network
There is at least one route between any pair of nodes

Interior Router Protocol (IRP) Exterior Routing Protocol (ERP)


Passes routing information between routers within AS May be more than one AS in internet Routing algorithms and tables may differ between different AS Routers need some info about networks outside their AS Used exterior router protocol (ERP) IRP needs detailed model ERP supports summary information on reachability

Application of IRP and ERP

Approaches to Routing Distance-vector


Each node (router or host) exchange information with neighboring nodes
Neighbors are both directly connected to same network

First generation routing algorithm for ARPANET Node maintains vector of link costs for each directly attached network and distance and next-hop vectors for each destination Used by Routing Information Protocol (RIP) Requires transmission of lots of information by each router
Distance vector to all neighbors Contains estimated path cost to all networks in configuration Changes take long time to propagate

Approaches to Routing Link-state


Designed to overcome drawbacks of distance-vector When router initialized, it determines link cost on each interface Advertises set of link costs to all other routers in topology
Not just neighboring routers

From then on, monitor link costs


If significant change, router advertises new set of link costs

Each router can construct topology of entire configuration


Can calculate shortest path to each destination network

Router constructs routing table, listing first hop to each destination Router does not use distributed routing algorithm
Use any routing algorithm to determine shortest paths In practice, Dijkstra's algorithm

Open shortest path first (OSPF) protocol uses link-state routing. Also second generation routing algorithm for ARPANET

Exterior Router Protocols Not Distance-vector


Link-state and distance-vector not effective for exterior router protocol Distance-vector assumes routers share common distance metric ASs may have different priorities
May have restrictions that prohibit use of certain other AS Distance-vector gives no information about ASs visited on route

Exterior Router Protocols Not Link-state


Different ASs may use different metrics and have different restrictions
Impossible to perform a consistent routing algorithm.

Flooding of link state information to all routers unmanageable

Exterior Router Protocols Path-vector


Dispense with routing metrics Provide information about which networks can be reached by a given router and ASs crossed to get there
Does not include distance or cost estimate

Each block of information lists all ASs visited on this route


Enables router to perform policy routing E.g. avoid path to avoid transiting particular AS E.g. link speed, capacity, tendency to become congested, and overall quality of operation, security E.g. minimizing number of transit ASs

Border Gateway Protocol (BGP)


For use with TCP/IP internets Preferred EGP of the Internet Messages sent over TCP connections
Open Update Keep alive Notification

Procedures
Neighbor acquisition Neighbor reachability Network reachability

BGP Messages

BGP Procedure
Open TCP connection Send Open message
Includes proposed hold time

Receiver selects minimum of its hold time and that sent


Max time between Keep alive and/or update messages

Message Types
Keep Alive
To tell other routers that this router is still here

Update
Info about single routes through internet List of routes being withdrawn Includes path info
Origin (IGP or EGP) AS_Path (list of AS traversed) Next_hop (IP address of boarder router) Multi_Exit_Disc (Info about routers internal to AS) Local_pref (Inform other routers within AS) Atomic_Aggregate, Aggregator (Uses address tree structure to reduce amount of info needed)

Uses of AS_Path and Next_Hop


AS_Path
Enables routing policy
Avoid a particular AS Security Performance Quality Number of AS crossed

Next_Hop
Only a few routers implement BGP
Responsible for informing outside routers of routes to other networks in AS

Notifikasi pesan
Kesalahan sintaksis dan Pengesahan Mbuka kesalahan pesan pilihan dan Sintaksis yang tidak dikenali pegangan tak dapat diterima Waktu Baharui kesalahan pesan kesalahan kebenaran dan Sintaksis Waktu berakhir Koneksi tertutup mesin status terbatas Kesalahan Berhenti Dekat yang digunakan untuk suatu koneksi walaupun tidak ada kesalahan

Perubahan informasi BGP Routing


Di dalam penerus membangun gambar-an topologi yang menggunakan IGP penerus Isu Baharui pesan ke penerus lain yang diluar menggunakan BGP Penerus ini menukar info dengan penerus lain Penerus harus kemudian memutuskan rute terbaik

Membuka pola pertama terkecil(1)


OSPF IGP Internet Penaklukan Yang digantikan Informasi Protokol ( SOBEKAN) Penggunaan Mata rantai Status Menaklukkan Algoritma
Masing-Masing penerus [menyimpan/pelihara] daftar status [dari;ttg] mata rantai lokal ke jaringan Mancarkan membaharui status info Lalu lintas sedikit/kecil [sebagai/ketika] pesan adalah kecil dan tidak mengirim sering RFC 2328 1. Rute menghitung pada [atas] paling sedikit biaya berdasar pada pemakai berharga metrik

Membuka pola pertama terkecil (2)


Topologi yang disimpan sebagai grafik diarahkan Tangkai pohon/bengkak urat atau PuncakRouter
1. 2. 3. Jaringan Pemindahan Potongan/Puntung Tepi grafik Tepi Hubungkan dua penerus Hubungkan penerus ke jaringan

Contoh AS

Diresi Grafik of AS

Operasi
DijkstraS algoritma yang digunakan untuk temukan paling sedikit berharga alur [bagi/kepada] semua jaringan lain Loncatan berikutnya digunakan di (dalam) penaklukan paket

SPF cabang untuk router 6

Arsitekture Integrated Service


Ubah di (dalam) lalu lintas permintaan memerlukan variasi mutu [jasa;layanan] Internet telepon, multimedia, multicast Kemampuan baru diperlukan di (dalam) penerus Alat-Alat permintaan [yang] baru Qos ISA RFC 1633

Internet Traffic
Elastis 1. Dapat mengatasi perubahan lebar/luas di (dalam) penundaan dan/atau throughput 2. FTP yang sensitip ke throughput 3. E-Mail yang tidak dapat merasakan untuk menunda 4. Jaringan Manajemen yang sensitip untuk menunda pada waktunya buntu berat/lebat 5. Web yang sensitip untuk menunda Inelastic
Tidak dengan mudah menyesuaikan ke variasi e.g. lalu lintas waktu riil

Kebutuhan untuk Inelastic Traffic


Throughput Penundaan Jitter Nunda variasi paket Kerugian

Merlukan perawatan istimewa untuk tertentu jenis lalu lintas lalu lintas Elastis untuk didukung juga

Pendekatan ISA
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Dikendalikan oleh: Penaklukan algoritma paket Barang buangan Berhubungan masing-masing paket dengan suatu arus Searah Kalengkah (adalah) multicast Pintu masuk Kendali Penaklukan Algoritma Queuing disiplin Mbuang kebijakan

Jalur ISA

Spesifikasi Token Bucket Traffic


tanda Pengisian kembali menilai R tingkat tarip data secara terus menerus Bisa menopang ember Ukuran B Jumlah bahwa tingkat tarip data dapat melebihi R untuk menyingkat periode Selama periode waktu T jumlah data yang dikirim tidak bisa melebihi RT+ B

Skema Token Bucket

Service ISA
Yang dijamin data yang diyakinkan Tingkat tarip Terikat[An] bagian atas pada [atas] queuing penundaan Tidak (ada) kerugian yang queuing waktu riil Playback Beban yang dikendalikan Dekati perilaku ke upaya terbaik pada [atas] jaringan dikosongkan Tidak (ada) [yang] terikat[an] bagian atas spesifik pada [atas] queuing penundaan penyerahan sangat tinggi Sukses Upaya terbaik

Peraturan Queuing
Tradisional FIFO
Tidak (ada) perawatan khusus untuk prioritas [yang] tinggi mengalir paket Paket besar dapat menghambat paket lebih kecil Koneksi tamak dapat mendesak lebih sedikit koneksi tamak Queuing adil Antrian merawat pada masing-masing pelabuhan keluaran Paket ditempatkan di (dalam) antrian untuk arus nya Protes [yang] menservis Lompati antrian kosong Dapat telah menimbang adil queuing

FIFO dan Fair Queue

Sumber Reservasi: RSVP


RFC 2205 Aplikasi Unicast dapat memesan/mencadangkan sumber daya di (dalam) penerus untuk temu Qos Jika penerus tidak bisa temu permintaan, aplikasi memberi tahu Multicast jadilah lebih menuntut Mei dikurangi Beberapa anggota kelompok tidak boleh memerlukan penyerahan dari sumber tertentu (di) atas memberi waktu e.g. pemilihan [satu/ orang] dari sejumlah saluran Beberapa anggota kelompok boleh hanya bisa menangani sebagian dari transmisi

Soft State
Satuan status info di (dalam) penerus yang berakhir kecuali jika disegarkan Aplikasi harus pada waktu tertentu memperbaharui permintaan selama transmisi

Karakteristik RSVP
Unicast Dan Multicast Simplex Penerima memulai reservasi Melihara status lembut di (dalam) internet Sediakan gaya reservasi berbeda Operasi transparan melalui/sampai penerus non-RSVP Dukung untuk IPV4 dan IPV6

pembedaan Services
Sediakan sederhana, mudah untuk menerapkan, ongkos exploitasi alat rendah untuk mendukung cakupan jasa jaringan membedakan pada [atas] basis capaian IP Paket memberi label untuk berbeda Qos yang menggunakan IPV4 ada Jenis [Jasa;Layanan] atau IPV6 lalu lintas Kelas kwalitas pelayanan Persetujuan mendirikan;tetapkan antar[a] pelanggan dan penyedia sebelum menggunakan D Bangun di (dalam) pengumpulan baik Scaling ke jaringan lebih besar dan beban yang diterapkan [Oleh/Dengan] queuing dan menyampaikan didasarkan pada D komposisi music 8 suara Tidak (ada) status info pada [atas] arus paket menyimpan

Service DS
digambarkan Di dalam daerahD Porsi internet [yang] berdekatan di mana [yang] konsisten satuan D kebijakan diatur Secara khas di bawah kendali [satu/ orang] organisasi yang digambarkan Oleh kwalitas pelayanan persetujuan ( SLA)

Parameter SLA
[jasa;layanan] yang terperinci Capaian Throughput yang diharapkan Netes jatuh kemungkinan Latency Batasan pada [atas] ingress dan jalan ke luar poin-poin lalu lintas Profil e.g. parameter ember tanda Disposisi lalu lintas lebih dari profil

Contoh Services
Level A - low latency Level B - low loss Level C - 90% dari traffic < 50ms latency Level D - 95% pada profile traffic yangterkirim Level E - yang dibagikan dua kali luas bidang tingkatan F lalu lintas Lalu lintas dengan hak yang lebih tinggi tetesan X kemungkinan penyerahan [yang] lebih tinggi dibandingkan dengan Y

DS Octet penyatuan code


Menggunakan Leftmost 6 bits 3 titik code penyatuan xxxxx0
standar

xxxx11
experimental atau penggunaan lokal

xxxx01
experimental atau lokal tetapi dialokasikan untuk standar dimasa depan

DS Octet tingkatan tertunggi


Seleksi jalur service Network Aturan Queuing

Field DS

Domain DS

Kofigurasi dan operasi DS


di dalam daerah, penafsiran D poin-poin kode adalah seragam Penerus di (dalam) daerah adalah tangkai pohon/bengkak urat atau bagian dalam/pedalaman seragam batas lalu lintas Pengaruh keadaan berfungsi Penggolong Meter penanda Pembentuk Penurun

Kondisi traffic DS

Per Hop Perilaku Expedited Forwarding


Spesifik PHBS menggambarkan, yang dihubungkan Dengan jasa dibedakan spesifik RFC 3246 menggambarkan penyampaian dipercepat ( GOSONG KARANG) PHB Dukung untuk [jasa;layanan] premi Low-Loss, low-delay, low-jitter, meyakinkan luas bidang, end-toend melayani melalui/sampai D daerah Ke endpoints [sebagai/ketika/sebab] point-to-point koneksi atau menyewa garis sulit Di (dalam) internet atau jaringan packet-switching Antrian ( penyangga/bantalan) pada masing-masing tangkai pohon/bengkak urat, atau penerus Akibatkan kerugian, keterlambatan, dan kerlipan Kecuali jika internet [yang] yang nyata sekali longgar, kepedulian diperlukan di (dalam) penanganan premi melayani lalu lintas

Kebutuhan tranmisi yang cepat


Configuring tangkai pohon/bengkak urat maka lalu lintas kumpulan mempunyai tingkat tarip keberangkatan minimum pengaruh keadaan Kumpulan ( via menjaga ketertiban dan membentuk) sedemikian sehingga kedatangan menilai kurang dari tangkai pohon/bengkak urat mengatur tingkat tarip keberangkatan minimum GOSONG KARANG PHB menyediakan dulu batas jaringan Penentu menyediakan detik/second perbatasan Tangkai pohon/bengkak urat mengendalikan lalu lintas kumpulan Batasi karakteristik ( tingkat tarip, burstiness) ke tingkatan sudah dikenal bagian dalam/pedalaman Tangkai pohon/bengkak urat tidak perlakukan lalu lintas sangat queuing efek Tidak (ada) kebijakan [yang] queuing spesifik pada bagian dalam/pedalaman tangkai pohon/bengkak urat di (dalam) RFC 3246 prioritas sederhana Rencana bisa mencapai itu EF lalu lintas memberi prioritas kemutlakan EF lalu lintas harus tidak meliputi bagian dalam/pedalaman tangkai pohon/bengkak urat Paket mengalir untuk PHB lalu lintas [yang] lain mengganggu

PHB yangb disarankan


Penyedia jasa terbaik Tidak memerlukan reservasi sumber daya Tidak memerlukan diskriminasi terperinci antar arus dari para pemakai berbeda alokasi Tegas/Eksplisit yang didasarkan pada Para pemakai menawarkan pilihan kelas [jasa;layanan] Masing-Masing kelas menguraikan lalu lintas profil berbeda Umpulkan tingkat tarip dan burstiness data Lalu lintas memonitor pada tangkai pohon/bengkak urat batas Masing-Masing paket ditandai di (dalam) atau ke luar dari profil Di dalam jaringan, tidak (ada) separasi lalu lintas dari para pemakai atau kelas berbeda [Yang] hanya pembedaan menjadi apakah paket ditandai di (dalam) atau ke luar Ketika terlampau banyak, ke luar paket [diteteskan/terjatuh] [sebelum/di depan] di (dalam) paket Para pemakai berbeda akan lihat tingkat yang berbeda [jasa;layanan] Sudahkah jumlah [yang] berbeda di (dalam) paket dalam jabatan antri

Keuntungan dari PHB yang disarankan


kemudahan
Cakupan kerja yang kecil karena internal node Menandai traffic pada batas node didasarkan pada profil dari traffic yang dibutuhkan pada level pelayanan yang berbeda pada kelas yang berbeda

C.f. ATM

AF PHB RFC 2597 (1)


Empat dari AF class didefinikan:
Profil dari empat traffic yang berbeda

Distiap kelasnya,paket ditandai oleh pelanggan atau layanan provider


Tiga nilai dari drop precedence
Menentukan paket penting yang berhubungan dengan AF class

Lebih simple daripada sumber reservasi Flexible Dengan titik interior DS,traffiic dari kelas yang berbeda dipisahkan
Perbedaan banyaknya sumber(jarak buffer, kecepatan data)

AF PHB RFC 2597 (2)


Dengan kelas,paket yang ditangani berdasarkan dari tingkatan yang lebih tinggi Tingkatan dari asuransi bergantung pada:
Berapa banyak sumber yangn dialokasikan untuk paket milik AF class Banyaknya jumlah kelas Kelas yang terlampau banyak dan dropnya tingkatan yang tertinggi

RFC 2597 bukanlah mekanisme mandat pada titik interiror untuk menangani kepadatan AF
Referensinya RED algoritma

Daftar Pustaka
Stallings bab 19 Comer, S. Internetworking dengan TCP/IP, volume 1, Prentice-Hall semua RFCs yang dimaksudkan ditambah semua yang berhubungan dengan topik ini Dari web site tentang TCP/IP, jalur protocol dan lain-lain

William Stallings Data and Computer Communications


Chapter 20 Transport Protocols

Koneksi yang diorientasi pada tata cara pengangkutan atau transportasi Kemungkinan terhubung Penetapan Penghentian pemeliharaan Keandalan TCP

Keandalan dalam layanan jaringan


Panjangnya pesan diasumsikan terserah Keandalan pengiriman diasumsikan hampir 100% oleh layanan jaringan
Keandalan paket dalam memilih jaringan yang menggunakan X.25 frame relay menggunakan LAPF control protocol IEEE 802.3 menggunakan koneksi yang diorientasikan pada layanan LLC

Layanan transportasi dari ujung ke ujung protokol antara dua sistem pada jaringan yang sama

Protokol Transportasi sederhana pada umumnya


Pengalamatan Multiplexing Flow Control Hubungan penetapan dan penghentian

Pengalamatan
Target pengguna ditetapkan oleh:
Idetifikasi pengguna
biasanya host, port
Disebut socket di TCP

Port menghadirkan transportasi service (TS) tertentu pengguna

Identifikasi Transport entity


Umumnya hanya satu per host Jika lebih dari satu, kemudian biasanya salah satu dari masingmasing jenis
menetapkan protokol transportasi (TCP, UDP)

Alamat host
Dipasang alat jaringan Didalam internet,

Nomer jaringan

Pencarian alamat
Ada 4 metode
Mengetahui alamat sebelum waktu yang ditetapkan
Koleksi perencanaan peralatan jaringan

Alamat dimengerti Menyebut server Proses pengiriman meminta ke alamat yang diketahui

Multiplexing
Para pemakai dikerjakan pada protokol transportasi yang sama Pemakai dikenali dengan nomer port atau service access point (SAP) Kemungkinan multiplex dengan layanan network menggunakan
multiplexing a single virtual X.25 sirkuit to a number of transport service user
X.25 charges per virtual circuit connection time

Flow Control
Delay yang panjang antara kesatuan pengiriman dibandingkan dengan waktu trasmisi sebenarnya
Delay dalam komunikasi dari informasi flow kontrol

Delay transmisi variabel


Sulit untuk digunakan dalam timeout

Flow may be controlled because: Aliran data dapat dikontrol karena:


User penerima tidak dapat melanjutkan Kesatuan pengiriman tidak dapat melanjutkan

Hasil dari buffer memenuhi

Mengkopi dengan Syarat Flow Control(1)


Do nothing
Segment yang overflow dibuang Kesatuan pengiriman akan mendapat ACk dan mentrasmisikan kembali
Akan ditambahkan pada data yang masuk

Menolak bagian selanjutnya


Bagian yang janggal Sambungan multiplex dikontrol di jumlah aliran data

Mengkopi dengan Syarat Flow Control(2)


Menggunakan sliding window protokol tertentu
Lihat bab 7 untuk detail operasinya Bekerja dengan baik di network yang diandalkan
Kegagalan menerima ACK didapat sebagai indikasi flow control

Tidak bekerja dengan baik di network yang tidak dapat diandalkan


Tidak dapat membedakan antara segmen yang hilang dengan flow control

Menggunakan credit scheme

Credit Scheme
Kontrol yang lebih besar di jaringan yang diandalkan Lebih efektif di jaringan yang tidak diandalkan Pasangan flow control dari ACK
Kemungkinan ACK tanpa granting credit dan sebaliknya

Setiap octet mempunyai nomor urut Setiap segmen transportasi mempunyai nomor urut, nomor permintaan dan ukuran window pada header

Penggunaan dari Header Fields


Ketika pengiriman, esq. number is that of first octet in segment ACK termasuk AN=i, W=j Semua octets melewati SN=i-1 acknowledged
Next expected octet is i

Meminta ijin untuk mengirim additional window dari W=j octets


i.e. octets through i+j-1

Credit Allocation

Pengiriman dan Penerimaan Sebenarnya

Establishment dan Termination


Mengijinkan semua yang ada sampai akhir Negosiasi dari parameter pilihan Alokasi triger dari kesatuan pengangkutan sumber Dengan persetujuan bersama

Diagram Bagian Koneksi

Connection Establishment

Not Listening
Menolak dengan RST (Reset) Permintaan antrian sampai hasilnya match Sinyal TS memberitahu user atas permintaan yang tetunda
May replace passive open with accept

Termination
Salah satu atau kedua sisi Dengan persetujuan bersama Pemberhentian yang tiba-tiba Atau pemberhentian yang lemah
Close wait state must accept incoming data until FIN received

Side Initiating Termination


Penguna TS menutup request Transport entity mengirim FIN, meminta termination Tempat koneksi di FIN WAIT state
Melanjutkan untuk menerima data dan mengirim data ke user Tidak mengirim data lagi

Ketika menerima FIN, memberitahukan user dan menutup koneksi

Side Not Initiating Termination


FIN received Inform TS user Place connection in CLOSE WAIT state
Continue to accept data from TS user and transmit it

TS user issues CLOSE primitive Transport entity sends FIN Menutup koneksi Semua data ditransmisikandari kedua sisi Kedua sisi setuju untuk diakhiri

Unreliable Network Service


E.g.
internet menggunakan IP, frame relay menggunakan LAPF IEEE 802.3 menggunakan unacknowledged connectionless LLC

Bagian bagiannya bisa hilang Bagian bagian yang tiba bisa sangat banyak/melebihi batas

Problems
Ordered Delivery Retransmission strategy Duplication detection Flow control Connection establishment Connection termination Crash recovery

Ordered Delivery
Segments boleh tiba out of order Number segments sequentially TCP numbers each octet sequentially Segments are numbered by the first octet number in the segment

Retransmission Strategy
Segment rusak saat pemindahan Segment gagal tiba Transmitter tidak mengetahui kegagalan Receiver must acknowledge successful receipt Menggunakan pengakuan kumulatif Time out yang menantikan ACK triggers re-transmission

Timer Value
Fixed timer
Based on understanding of network behavior Tidak bisa menyesuaikan untuk mengubah kondisi jaringan Too small leads to unnecessary re-transmissions Too large and response to lost segments is slow Should be a bit longer than round trip time

Adaptive scheme
May not ACK immediately Can not distinguish between ACK of original segment and re-transmitted segment Conditions may change suddenly

Duplication Detection
jika ACK hilang, bagiannya akan dikirimkan kembali Receiver harus mengenali salinan/duplikasinya Duplicate sebelumnya diterima untuk menutup koneksi
Receiver menggap ACK hilang dan Asks adalah salinannya Sender jangan bingung dengan banyaknya Asks Sequence number space large enough to not cycle within maximum life of segment

Duplicate diterima setelah menutup koneksi

Incorrect Duplicate Detection

Flow Control
Alokasi credit Masalah jika AN=i, W=0 menutup window kirim AN=i, W=j untuk kembali membuka, tapi window akan hilang Sender menganggap window tertutup, receiver menganggap window terbuka Menggunakan window timer jika waktunya berakhir, kirim sesuatu
Could be re-transmission of previous segment

Connection Establishment
Two way handshake
A mengirim SYN, B membalas dengan SYN Hilangnya SYN dapat diatasi dengan re-transmission
Can lead to duplicate SYNs

Ignore duplicate SYNs once connected

Kehilangan atau keterlambatan bagian data dapat menyebabkan masalah dalam koneksi. - Segment dari old connection - Start segment numbers fare removed from previous connection
Use SYN i Need ACK to include i Three Way Handshake

Two Way Handshake: Obsolete Data Segment

Two Way Handshake: Obsolete SYN Segment

Three Way Handshake: State Diagram

Three Way Handshake: Examples

Connection Termination
Entity in CLOSE WAIT state sends last data segment, followed by FIN FIN tiba sebelum bagian data yang terakhir Receiver menerima FIN
Tutup koneksi Kehilangan bagian data yang terakhir

Associate mengurutkan nomor dengan FIN Receiver menunggu semua bagian sebelum FIN mengurutkan nomor Loss of segments and obsolete segments
Must explicitly ACK FIN

Graceful Close
Kirim FIN i dan menerima AN i Menerima FIN j dan mengirim AN j Wait twice maximum expected segment lifetime

Failure Recovery
Setelah restart semua bagian,info akan hilang Koneksi terbuka setengah
Side that did not crash still thinks it is connected

Menutup koneksi menggunakan persistence timer


Wait for ACK for (time out) * (number of retries) ketika expired, tutup koneksi dan inform user

Send RST i in response to any i segment arriving User harus memutuskan kapan koneksi kembali
Masalah masalah dengan kehilangan data

TCP & UDP


Transmission Control Protocol
Connection oriented RFC 793

User Datagram Protocol (UDP)


Connectionless RFC 768

TCP Services
Tersedianya komunikasi antara pasangan suatu proses Macam-macam jarak dari jaringan yang tersedia dan tidak serta internet Dua pelabelan fasilitas
Data stream push
User TCP memerlukan transmisi semua data sampai menyentuh fleg Receiver akan mengirimkan dengan cara yang sama Menghindari penungguan sampai buffer penuh

Sinyal data yang penting


Indikasi datangnya data yang penting dalam aliran data User memutuskan bagaimana cara menanganinya

TCP Header

Item yang melewati IP


TCP melewati beberapa parameter sampai menuju IP
Lebih utama Normal delay/low delay Normal throughput/high throughput Normal reliability/high reliability Security

Mekanisme TCP(1)
Pembuatan koneksi
Three way handshake Antara pasangan port Satu port dapat disambungkan ke banyak tujuan

Mekanisme TCP(2)
Transfer data
Aliran logis dari octets Nomor octet modulo 223 Flow control oleh credit alokasi dari nomor octet Buffer data pada pengirim dan penerima

Mekanisme TCP (3)


Connection termination
Graceful close TCP users issues CLOSE primitive Transport entity sets FIN flag on last segment sent Abrupt termination by ABORT primitive
Entity abandons all attempts to send or receive data RST segment transmitted

Implementation Policy Options


Kirim Pengiriman Menerima Pengiriman kembali Mengakui

Mengirim
Jika tidak ditekan atau close, kesatuan sambungan TCP akan tepat dengan sendirinya Buffer data pada pengiriman buffer Kemungkinan mendirikan segmen per data batch Kemungkinan menunggu untuk kuantitas atau jumlah data

Pengirim
Jika tidak ditekan, terjadi pengiriman data dengan sendirinya Kemungkinan mengantarkan pada setiap segmen penerima Kemungkinan buffer data lebih dari satu segment

Penerima
Segments mungkin tiba out of order Tujuan
Hanya menerima segmen dalam pesanan Pembuangan segmen yang melebihi pesanan

Pada windows
Menerima semua segmen dengan menerima window

Pengiriman kembali
TCP mempertahankan antrian dari segmen pengiriman tetapi tidak diakui TCP akan mengirimkan kembali jika ACK tidak memberikan waktu
First only Batch Individual

Acknowledgement
Segera Kumulatif

Congestion Control
RFC 1122, kebutuhan untuk pemakai internet Manajemen waktu pengiriman kembali
Perkiraan waktu perjalanan dengan mengonservasi pola dari delay Pengesetan waktu lebih besar dari yang diperkirakan Simple average Exponential average RTT Variance Estimation (Algoritma Jacobson)

Use of Exponential Averaging

Jacobsons RTO Calculation

Exponential RTO Backoff


Since timeout is probably due to congestion (dropped packet or long round trip), maintaining RTO merupakan ide yang tidak baik RTO meningkat setiap kali suatu segment retransmitted RTO = q*RTO Commonly q=2
Binary exponential backoff

Algoritma Karn
Jika sebuah segmen dikirimkan kembali maka ACK mungkin akan:
Untuk copy pertama dari segmen
RTT lebih panjang dari yang diharapkan

Untuk copy kedua

No way to tell Tidak mengatur RTT untuk re-transmitted segments Calculate backoff ketika re-transmission terjadi menggunakan backoff RTO sampai ACK tiba untuk segment yang belum re-transmitted

Window Management
Start lambat
awnd = MIN[credit, cwnd] Start koneksi dengan cwnd=1 kenaikan cwnd pada masing-masing ACK, ke beberapa max

Dynamic window pada congestion


Ketika terjadi timeout Set slow start threshold to half current congestion window
ssthresh=cwnd/2

Set cwnd = 1 dan start lambat sampai cwnd=ssthresh


Increasing cwnd by 1 for every ACK

Untuk cwnd >=ssthresh, meningkat cwnd dengan 1 untuk setiap RTT

UDP
User datagram protocol RFC 768 Tidak ada koneksi service untuk prosedur tingkatan aplikasi
Tidak handal Kontrol pengiriman dan duplikasi tidak terjamin

Mengurangi eksploitasi Manajemen jaringan (Chapter 19)

Menggunakan UDP
Pengumpulan data Pemecahan data Respon permintaan Secara langsung

UDP Header

Required Reading
Stallings bab 20 RFCs

William Stallings Data and Computer Communications 7th Edition


Bab 21 Keamanan jaringan

Hal yang dibutuhkan dlm keamanan


Dapat dipercaya Berintegritas Tersedia

Menyerang pasif
Tidak terdengar dalam transmisi Untuk memperoleh information Pelepasan dari isi surat
Orang luar belajar isi dari transmisi.

Analisa
Dengan menangkap frekuensi dan panjang gelombang dari pesan ,enkripsi sama,komunikasi alami mungkin terkira.

Sulit untuk deteksi Dapat dicegah

Active Attacks
Penyamaran
pemberlakuan menjadi sebuah kesatuan yang berbeda

Mengulangi Modifikasi pesan Denial of pelayanan Mudah dideteksi


Deteksi mudah untuk pencegahan

Melindungi

Enkripsi Simetris(sederhana)

Komposisi
Text datar Algoratima Enkripsi Kunci rahasia Text Rahasia Algoritma deskripsi

Requirements for Security


Algoritma enkripsi kuat
Sama jika diketauhi, sebaiknya tidak dapat untuk dekripsi atau percobaan kunci Sama jika sejumlah kepingan text merupakan tersedia bersama dengan text sederhana

Pengirim dan Penerima harus memperoleh kerahasiaan kunci keamanan Salah satu kunci yang diketahui, semua komunikasi menggunakan kunci ini untuk bisa membaca

Penyerangan enkripsi
Analisa kript
Menyampaikan secara alami dari algoritma ditambah beberapa pengetahuan karakteristik dari text sederhana. Mencoba untuk menarik kesimpulan text sederhana atau kunci.

Pemaksaan
Mencoba setiap kemungkinan kunci sehingga text sederhana dicapai

Algorithms
Kepingan blok
Proses text sederhana dalam ukuran blok yang tetap menghasilkan kepingan dari text yang ukurannya sama. Standar enkripsi data (DES) Triple DES (TDES) Standar enkripsi sebelumnya.

Standar data enkripsi


Standar US 64 bit text blok datar 56 bit kunci dipecahkan di tahun 1998 oleh Electronic Frontier Foundation
Mesin khusus tujuan Kurang dari tiga hari DES sekarang tidak digunakan

Triple DEA
ANSI X9.17 (1985) Diresmikan dlm standar DEA th 1999 mengunakan 3 kunci dan 3 esekusi dari algoritma DEA Panjang kunci yang efektif 112 atau 168 bit Pelan Ukuran blok (64 bit) sangat kecil

Standar enkripsi sebelumnya


Institut standar dan teknologi nasional/National Institute of Standards and Technology (NIST) dalam 1997 disebut Advanced Encryption Standard (AES)
Kekuatan keamanan lebih besar sama dengan 3DES Efesiensi mutu Sandi rahasia simetris blok Panjang blok 128 bits Panjang kuncinya 128, 192, and 256 bits Evaluasi memasukkan keamanan, efisiensi komputional,keperluan memory, kecocokan dan fleksibelitas hardware dan software 2001, AES terbitan sebagai standar proses informasi federal (FIPS 197)

Deskripsi AES
Mengambil kunci sepanjang 128 bit Input adalah single 128-bit blok
Menggambarkan sebagai matrik kotak Blokn dikopi didalam array yang ditetapkan
dimodifikasi disetiap tingkatan

Setelah tingkatan terakhir, keadaan tersebut dikopi ke output matrix

128-bit kunci digambarkan sebagai kotak matrix dari byte


dikembangkan didalam array mengatur kata dari kunci Setiap 4 byte Mengatur 44 kata total kunci dari 128 bit

Pemesanan byte oleh kolom


Pertama empat byte dari 128 bit input text sederhana four bytes of 128-bit plaintext input menempati kolom pertama dimatrix Pertama empat byte dikembangkan kuncyu yang menempati kolom pertama dari w-matrix.

Enkripsi dan Dekripsi AES

Ulasan AES (1)


Kunci dikembangkan didalam array dari empat puluh dua 32 bit kata,w[i]
Empat kata jelas (128 bit) menjalankan sebagai deretan kunci dari setiap deretan array

Empaty tingkat perbedaan


Satu permutasi dan tiga subtitusi
Substitusi byte menggunakan tabel S-bax byte untuk melakukan subtitusi byte-byte dari blik. Penggeseran baris merupakan permutasi yang dlakukan baris oleh baris Kolom Campuran merupakan subtitusi yang merubah setiap byte dalam kolom sebagai fungsi dari semua dari byte dikolom Menambah rentetan kunci XOR bitwise dari edaran blok dengan porsi dari pengembangan kunci

Struktuir sederhana
Untuk kedua enkripsi dan dekripsi, both encryption and decryption, kepingan memulai menambah deretan stage kuncid Diikuti oleh 9 deretan, Setiap memasukkan semua 4 tingkatan Diikuti oleh persepuluh tingkatan dari tiga tingkatan

Deretan enkripsi AES

Ulasan AES (2)


Hanya menambah deretan tingkatan kunci menggunakan kunci Dengan menambah deretan tingkatan kunci diawal dan akhir Beberapa tingkatan yang lain awal dan akhir,dibalik tanpa kunci Bertambah tidak aman Menambah deretan tingkatan kunci tidak berat dengan sendirinya 3 deretan lainnya berebut bit mereka sendiri tidak menyediakan keamanan karena bukan kunci Setiap deretan memutarbalik dengan mudah Dekripsi menggunakan perkembangan kunci dalam perintah untuk memutar balik Tidak identik algoritma enkripsi Mudah memeriksa bahwa enkripsi menemukan kembali plaintext Tingkat terakhir dari enkripsi dan diskripsi diantara 3 tingkatan Untuk membuat kepingan kebalikkan

Lokasi Peralatan dari enkripsi

Hubungan enkripsi
Masing-masing hubungan komunikasi equipped at both ends Keamanan semua trafik Tingkat keamanan tinggi Banyak persyaratan dari peralatan enkripsi Pesan harus dienkripsi di masingmasing switch untuk membaca alamat (virtual circuit number) Security vulnerable at switches
Particularly on public switched network

Enkripsi End to End


Enkripsi dilakukan diakhir dari sistem Data dalam bentuk enkripsi yang melewati jaringan unaltered Tujuan membagi kunci dengan sumber untuk decrypt Host hanya dapat enkripsi data user
Jadi node switching tidak dapat membaca header atau paket routing

Pola lalu lintas tidak aman

Menggunakan sambungan end to end

Distribusi Key
Kunci diseleksi A dan dikirim ke B Three party memilih key dan mengirimkan ke A dan B Menggunakan old key untuk enkripsi dan transmisi new key dari A dan B Menggunakan old key untuk transmisi kunci baru dari third party ke A dan B

Distribusi key otomatik (diag)

Distribusi key otomatik


Session Key
Digunakan untuk durasi dari satu logical connection Merusak pada akhir session Digunakan untuk pemakai data

Permanent key
Digunakan untuk distribusi keys

Pusat distribusi key


Determinasi system yang boleh komunikasi Menyediakan key satu sesi untuk koneksi

Security service module (SSM)


Mennjukkan enkripsi end to end Mengandung keys untuk host

Traffic Padding
Menghasilkan potongat text yang berkesinambungan Jika tidak ada text datar untuk encoding, maka akan mengirim data acak Membuat ketidakmungkian analisa traffic

Autentikfikasi pesan
Protection against active attacks
Pemalsuan data Eavesdropping

Pesan adalah authentic jika datang dari source yang diminta Pengesahan mengijinkan receiver untuk mengklasivfikasi bahwa pesan itu asli atau authentic
Message belum diubah Message dari sumber yang asli Message timeline

Authentication Using Encryption


Mengasumsikan penerima dan pengirim yang hanya mengetahui kunci Message meliputi:
error detection code sequence number time stamp

Authentication Without Encryption


Authentication tag generated and appended to each message Message not encrypted Berfungsi untuk:
Messages broadcast ke multiple destinations
Have one destination responsible for authentication

One side heavily loaded


Encryption adds to workload Can authenticate random messages

Programs authenticated tanpa encryption bisa dieksekusi tanpa decoding

Message Authentication Code


Generate authentication code based on shared key and message Common key shared between A and B Jika hanya pengirim dan penerima yang mengetahui key dan code yang sesuai:
Receiver assured message has not altered Receiver assured message is from alleged sender If message has sequence number, receiver assured of proper sequence

Message Authentication Using Message Authentication Code

One Way Hash Function


Accepts variable size message and produces fixed size tag (message digest) Keuntungan pengesahan tanpa encryption
Encryption lambat Encryption hardware mahal Encryption hardware optimized to large data Algorithms covered by patents Algorithms subject to export controls (from USA)

Using One Way Hash

Secure Hash Functions


Hash function must have following properties:
Can be applied to any size data block Produce fixed length output Mudah untuk menghitung Not feasible to reverse Not feasible to find two message that give the same hash

SHA-1
Secure Hash Algorithm 1 Pesan masukan lebih kecil dari 264 bits
Diproses di 512 bit blocks

Keluaran 160 bit digest

Message Digest Generation Using SHA-1

Public Key Encryption


Dibangun di mathematical algorithms Asymmetric
Menggunakan dua separate keys

Ingredients
Plain text Encripsi algoritma Public dan private key Cipher text Deskripsi algoritma

Public Key Encryption Encryption

Public Key Encryption Authentication

Public Key Encryption Operation


One key made public
Digunakan untuk encryption

Other kept private


Digunakan untuk decryption

Infeasible to determine decryption key given encryption key and algorithm Either key can be used for encryption, the other for decryption

Steps
User generates pair of keys User places one key in public domain To send a message to user, encrypt using public key User decrypts menggunakan private key

Digital Signature
Sender encrypts message with their private key Receiver can decrypt using senders public key This authenticates sender, who is only person who has the matching key Does not give privacy of data
Decrypt key is public

RSA Algorithm

RSA Example

Public Key Certificate Use

Secure Sockets Layer Transport Layer Security


Service keamanan Transport Layer Security didefinisi di RFC 2246 SSL general-purpose service
Set of protocols that rely on TCP

Two implementation options


Part of underlying protocol suite
Transparent to applications

Embedded in specific packages


E.g. Netscape and Microsoft Explorer and most Web servers

Minor differences between SSLv3 and TLS

SSL Architecture
SSL menggunakan TCP untuk menyediakan keandalan end-to-end service keamanan SSL two layers of protocols Record Protocol provides basic security services to various higher-layer protocols
In particular, HTTP can operate on top of SSL

Three higher-layer protocols


Handshake Protocol Change Cipher Spec Protocol Alert Protocol Used in management of SSL exchanges (see later)

SSL Protocol Stack

SSL Connection and Session


Connection
Transport that provides suitable type of service Peer-to-peer Transient Every connection associated with one session

Session
Association antara client dan server Dibuat oleh Handshake Protocol Define set of cryptographic security parameters Used to avoid negotiation of new security parameters for each connection

Maybe multiple secure connections between parties May be multiple simultaneous sessions between parties
Not used in practice

SSL Record Protocol


Confidentiality
Handshake Protocol defines shared secret key Digunakan untuk symmetric encryption

Message Integrity
Handshake Protocol defines shared secret key Digunakan untuk membentuk message authentication code (MAC)

Each upper-layer message fragmented


214 bytes (16384 bytes) or less

Compression optionally applied Compute message authentication code Compressed message plus MAC encrypted using symmetric encryption Prepend header

SSL Record Protocol Operation

Record Protocol Header


Content Type (8 bits)
change_cipher_spec, alert, handshake, and application_data No distinction between applications (e.g., HTTP)
Content of application data opaque to SSL

Major Version (8 bits) SSL v3 is 3 Minor Version (8 bits) - SSLv3 value is 0 Compressed Length (16 bits)
Maximum 214 + 2048

Record Protocol then transmits unit in TCP segment Menerima data decrypted, verified, decompressed, dan reassembled dan kemudian dikirim

Change Cipher Spec Protocol


Menggunakan Record Protocol Satu pesan
Satu byte bernilai 1

Cause pending state to be copied into current state


Updates cipher suite to be used on this connection

Alert Protocol
Convey SSL-related alerts to peer entity Alert messages compressed and encrypted Dua byte
Byte pertama warning(1) atau fatal(2)
Jika fatal, SSL dengan seketika mengakhiri koneksi Other connections on session may continue No new connections on session

Byte kedua mengindikasi specific alert E.g. fatal alert is an incorrect MAC E.g. nonfatal alert is close_notify message

Handshake Protocol
autentifikasi Negotiate encryption and MAC algorithm and cryptographic keys Digunakan sebelum semua aplikasi data dikirim

Handshake Protocol Phase 1 Initiate Connection


versi acak
Versi tertinggi SSL dimengerti oleh client Client-menghasilkan structure yang acak 32-bit timestamp and 28 bytes from secure random number generator digunakan selama mengganti key untuk mencegah replay attacks
Panjang variable Nonzero indicates client wishes to update existing connection or create new connection on session Zero indicates client wishes to establish new connection on new session List of cryptographic algorithms supported by client Each element defines key exchange algorithm and CipherSpec Compression methods client supports

Session ID

CipherSuite

Compression Method

Handshake Protocol Phase 2, 3


Client menunggu selama server mengirimkan pesan helo
Prameter sama sebagai client helo

fase 2 tergantung skema enkripsi yang pokok Pesan terakhir dalam fase 2 server_done
Diperlukan

3 fase
Siap menerima dari server_done, client memeriksa sertifikat jika diperlukan dan mengecek parameter server_helo Client mengirimkan pesan ke server,tergantung kunci skema pokok umum

Handshake Protocol Phase 4


Pengaturan komplit Client mengirimkan pertukaran spesifikasi Menunggu salinan CipherSpec dalam pengukur CipherSpec
Bagian Handshake Protocol tidak dipertimbangkan Mengirim dengan menggunakan pertukaran protokol Cipher Spec

Client mengirimkan pesan yang terakhir dibawah algoritma baru, kunci dan rahasia Pesan yang terakhir memeriksa pertukaran kunci dan keautentikkan Server mengirimkan pertukaran CipherSpec-nya Menunggu Transfer pengukur CipherSpec Mengirimkan pesan terakhirnya Handshake komplit

Handshake Protocol Action

IPv4 and IPv6 security


IPSec Mengamankan kantor cabang mengkoneksi di internet Mengamankan jalan masuk di internet Konektifitas Extranet and intranet Mempertinggi perdagangan keamanan elektronik

Keleluasaan IPSec
autentikasi header Peralatan keamanan Dienkapsul Pertukaran kunci RFC 2401,2402,2406,2408

Assosiasi keamanan
Satu jalan menghubungkan antara pengirim dan penerima selama 2 jalan ,2 assosiasi dibutuhkan Parameter identifikasi 3 SA
Index parameter keamanan Alamat tujuan IP Pengidentifikasi keamanan protokol

Parameter SA
Urutan penghitug nomor Urutan penghitung luapan Anti-jawaban windows Informasi AH Informasi ESP Seumur hidup IPSec protocol mode
Tembusan, pengangkutan atau wildcard

Jalur kecil MTU

Autentik Header

Encapsulating Security Payload


ESP Pelayanan dapat dipercaya

Paket ESP

Required Reading
Stallings bab 21 Web sites di public/private key encryption RFCs mentioned
www.rfc-editor.org

William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Edisi 7


Bab 22 Distributed Applications

Electronic Mail
Paling banyak digunakan di aplikasi pada beberapa jaringan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
TCP/IP Pengiriman pesan text yang sederhana

Multi-purpose Internet Mail Extension (MIME)


Pengiriman dari tipe-tipe data yang lain Suara, gambar/photo, video

SMTP
RFC 821 Tidak sesuai untuk format pesan/data
Covered in RFC 822 (see later)

SMTP menggunakan info tertulis di envelope of mail


Message header

Isinya tidak terlihat


Message body

Kecuali:
Standard karakter message diset ke 7 bit ASCII Menambah log info untuk memulai dari message
menampilkan path taken

Dasar Pengoperasian
Mail diciptakan oleh user agen program (mail client)
Pesan terdiri dari:
Header containing recipients address and other info Body containing user data

Pesan diantrikan dan dikirimkan sebagai input ke SMTP sender program


Typically a server process (daemon on UNIX)

Mail Message Contents


Masing-masing pesan yang diantrikan memiliki:
Text pesan
RFC 822 header with message envelope and list of recipients Message body, composed by user

Daftar tujuan pesan


Derived by user agent from header Mungkin ditulis di header May require expansion of mailing lists May need replacement of mnemonic names with mailbox names

jika BCCs diketahui, user agen perlu untuk menyiapkan format pesan yang benar

SMTP Sender
Mengambil pesan dari antrian Dikirimkan ke tujuan host sendiri
Via SMTP transaction Over one or more TCP connections to port 25

Host memiliki bermacam-macam senders aktif Host should be able to create receivers on demand Ketika pengiriman selesai, sender menghapus tujuan dari daftar pesan Ketika semua tujuan telah diproses, pesan dihapus

Optimization
Jika tujuan pesan untuk multiple users ditentukan host, pesan dikirim hanya sekali
Pengiriman ke users ditangani pada host tujuan

Jika berbagai pesan siap diberikan host, sebuah koneksi TCP dapat digunakan
Saves overhead of setting up and dropping connection

Possible Errors
Host unreachable Host out of operation Koneksi TCP gagal selama proses transfer Sender can re-queue mail
Menyerah setelah beberapa saat

Faulty destination address


Kesalahan pengguna Target/yang dituju merubah alamat Redirect if possible Inform user if not

SMTP Protocol - Reliability


Digunakan untuk mengirimkan pesan dari sender to receiver melalui koneksi TCP Berusaha untuk memberikan layanan yang dapat dipercaya Tidak menjamin untuk mendapatkan kembali pesan yang hilang No end to end acknowledgement to originator Tidak menjamin adanya indikasi kesalahan dalam proses pengiriman Umumnya dapat dipercaya

SMTP Receiver
Menerima pesan yang datang Places in user mailbox or copies to outgoing queue for forwarding Receiver harus:
Verify local mail destinations Deal with errors
Transmission Lack of disk space

Pengirim bertanggung jawab pada pesan sampai receiver memberitahukan proses transfer selesai
Mengetahui surat yang sudah tiba di host, bukan pemakai

SMTP Forwarding
Sering digunakan untuk transfer secara direct dari pengirim host ke receiver host May go through intermediate machine via forwarding capability
Pengirim dapat menspesifikasi route Target user may have moved

Conversation
SMTP membatasi pembicaraan antara pengirim dan receiver Fungsi utama adalah untuk mengirimkan atau transfer pesan Berhenti menangani mail diluar lingkup SMTP
Mungkin berbeda antar sistem

SMTP Mail Flow

SMTP System Overview


Perintah and respon antara sender dan receiver Permulaan dengan sender
melakukan koneksi TCP

Sender mengirimkan perintah untuk receiver HELO<SP><domain><CRLF> Masing-masing perintah mengaktifkan satu balasan 250 requested mail action ok; completed

SMTP Replies
Digit terdepan menandai kategori
Positive completion reply (2xx) Positive intermediate reply (3xx) Transient negative completion reply (4xx) Permanent negative completion reply (5xx)

Operation Phases
Setup koneksi Sentral command-response pairs Pembatasan koneksi

Connection Setup
Pengrim membuka jalur koneksi TCP dengan receiver Sekali dikoneksikan, receiver mengidentifikasi dirinya sendiri
220 <domain> service ready

Sender mengidentifikasi dirinya sendiri


HELO

Receiver menerima identidikasi dari senders


250 OK

Jika servis mail tidak tersedia, langkah 2 diatas menjadi:


421 service tidak tersedia

Mail Transfer
Sender boleh mengirim satu pesan atau lebih ke receiver Perintah MAIL mengidentifikasi originator
Memberi alur kebalikan digunakan untuk error reporting Receiver returns 250 OK or appropriate fail/error message

Satu atau lebih perintah RCPT diidentifikasi penerima dari pesan


Memisahkan pesan untuk masing-masing penerima

DATA command mentransfer text pesan


Akhir dari pesan ditandai oleh line yang hanya berisi period (.)

Closing Connection
Dua langkah Sender mengirim QUIT dan menunggu jawaban Kemudian memerintahkan TCP menutup koneksi Receiver memerintahkan TCP menutup koneksi setelah mengirimkan balasan ke QUIT

Format for Text Messages RFC 882


Message ditampilkan mempunyai amplop dan isi Amplop berisi informasi yang diperlukan untuk transmisi dan pengiriman message Message is sequence of lines of text
Uses general memo framework Header biasanya kata kunci yang diikuti oleh tanda titik dua yang diikuti oleh argumentasi

Example Message
Date:Tue, 16 Jan 1996 10:37:17 (EST) From: William Stallings <ws@host.com> Subject:The syntax of RFC 822 To: Smith@otherhost.com Cc: Jones@Yet-another_host.com This is the main text, delimited from the header by a blank line.

Multipurpose Internet Mail Extension (MIME)


Extension to RFC822 SMTP tidak dapat transmit executables
Uuencode and other schemes are available
Not standardized

Tidak dapat mengirimkan text termasuk karakter internasional (e.g. , , , , , , )


butuh 8 bit ASCII

Servers bisa menolak mail jika melebihi ukuran standar/asli Terjemah dari ASCII dan EBCDIC tidak standar SMTP gateways ke X.400 tidak dapat menangani sama sekali data teks di X.400 messages Beberapa implemantasi SMTP tidak memenuhi standart
CRLF, truncate or wrap long lines, removal of white space, etc.

Overview of MIME
Lima bentuk header pesan baru
MIME version Content type Content transfer encoding Content Id Content Description

Jumlah format dibatasi Transfer encoding dibatasi

Content Types
Text body Multipart
Mixed, Parallel, Alternative, Digest

Message
RFC 822, Partial, External-body

Image
jpeg, gif

Video
mpeg

Audio
Basic

Application
Postscript octet stream

MIME Transfer Encodings


Reliable delivery across wide largest range of environments Isi transfer encoding field
Six values Three (7bit, 8bit, binary) no encoding done
Provide info about nature of data

Quoted-printable
Data largely printable ASCII characters Non-printing characters represented by hex code

Base64
Maps arbitrary binary input onto printable output

X-token
Named nonstandard encoding

Radix-64 Encoding

Hypertext Transfer Protocol HTTP


Underlying protocol of the World Wide Web Bukan protocol untuk pengiriman hypertext
For transmitting information with efficiency necessary for hypertext jumps

Dapat mentransfer plain text, hypertext, audio, images, dan Informasi Akses Internet

HTTP Overview
Transaction oriented client/server protocol Biasanya antara Web browser (clinet) dan Web server Menggunakan koneksi TCP Stateless
Each transaction treated independently Each new TCP connection for each transaction Terminate connection when transaction complete

Key Terms
Cache Client Connection Entity Gateway Message Origin server Proxy Resource Server Tunnel User agent

Examples of HTTP Operation

Intermediate HTTP Systems

HTTP Messages
Requests
Client to server

Responses
Server to client

Request line Response line General header Request header Response header Entity header Entity body

HTTP Message Structure

General Header Fields


Cache control Connection Data Forwarded Keep alive MIME version Pragma Upgrade

Request Methods
Request-Line = Method <SP> Request_URL <SP> HTTP-Version <CRLF> Methods:
Options Get Head Post Put Patch Copy Move Delete Link Unlink Trace Wrapped Extension-method

Request Header Field


Accept Accept charset Accept encoding Accept language Authorization From Host If modified since Proxy authentication Range Referrer Unless User agent

Response Messages
Status line followed by one or more general, response and entity headers, followed by optional entity body
Status-Line = HTTP-Version <SP> Status-Code <SP> Reason-Phrase <CRLF>

Status Codes
Informational Successful Redirection Kesalahan client Kesalahan server

Response Header Fields


Location Proxy authentication Public Retry after Server WWW-Authenticate

Entity Header Fields


Allow Content encoding Content language Content length Content MD5 Content range Content type Content version Derived from Expires Last modified Link Title Transfer encoding URL header Extension header

Entity Body
Arbitrary sequence of octets HTTP mengirimkan bermacam-macam tipe data seperti:
text binary data audio images video

Interpretation of data determined by header fields


Content encoding, content type, transfer encoding

Network Management - SNMP


Simple Network Management Protocol Networks menjadi sangat dibutuhkan Lebih komplek membuat kegagalan lebih mungkin Require automatic network management tools Standards required to allow multi-vendor networks Covering:
Services Protocols Management information base (MIB)

Network Management Systems


Collection of tools for network management Single operator interface Kuat, mudah dalam pengesetan perintah Performing most or all management tasks Minimal amount of separate equipment
i.e. use existing equipment

View entire network as unified architecture Active elements provide regular feedback

Key Elements
Management station or manager Agent Management information base Network management protocol

Management Station
System yang berdiri sendiri atau merupakan bagian dari shared system Interface for human network manager Set of management applications
Data analysis Fault recovery

Interface to monitor and control network Translate managers requirements into monitoring and control of remote elements Data base of network management information extracted from managed entities

Management Agent
Hosts, bridges, hubs, routers dilengkapi dengan agent software Allow them to be managed from management station Respond to requests for information Respond to requests for action Asynchronously supply unsolicited information

Management Information Base


MIB Representation of network resources as objects Each object a variable representing one aspect of managed object MIB is collection of access points at agent for management of station Objects standardized across class of system
Bridge, router etc.

Network Management Protocol


Menghubungkan antar management station dan agent TCP/IP menggunakan SNMP OSI menggunakan Common Management Information Protocol (CMIP) SNMPv2 (enhanced SNMP) untuk OSI and TCP/IP

Protocol Capabilities
Get Set Notify

Management Layout
Mungkin di pusatkan di simple network Mungkin didistribusikan di jaringan besar yang kompleks
Multiple management servers Each manages pool of agents Management may be delegated to intermediate manager

Example of Distributed Network Management Configuration

Network Management Protocol Architecture


Application-level protocol Part of TCP/IP protocol suite Runs over UDP Dari management station, tiga tipe SNMP messages issued
GetRequest, GetNextRequest, and SetRequest Port 161

Agent replies with GetResponse Agent may issue trap message in response to event that affects MIB and underlying managed
Port 162

SNMPv1 Configuration

Role of SNMP v1

SNMP v1
Spesifikasi SNMP dikeluarkan agustus 1988 Stand alone management stations and bridges, routers workstations etc supplied with agents Defines limited, easily implemented MIB of scalar variables and two dimensional tables Protocol yang diefektifkan Kemampuan yang terbatas Ketiadaan keamanan SNMP v2 1993, ditinjau kembali 1996
RFC 1901-1908

SNMP v2 (1)
Framework on which network management applications can be built
e.g fault management, performance monitoring, accounting

Protocol digunakan untuk management information Each player maintains local MIB
Structure defined in standard

menukar

Sedikitnya satu sistem yang bertanggung jawab untuk management


Houses management applications

SNPM v2 (2)
Support central atau distributed management Didalam sistem ditribusi, beberapa elements beroperasi seperti manager dan agent Pertukaran menggunakan SNMP v2 protocol
Simple request/response protocol Typically uses UDP
Ongoing reliable connection not required Reduces management overhead

SNMP v2 Managed Configuration

Structure of Management Information


SMI Defines general framework with which MIB defined and constructed Mengidentifikasi tipe data How resources are represented and named Encourages simplicity and extensibility Scalars and two dimensional arrays of scalars (tables) only

Protocol Operation
Pertukaran pesan Outer message header deals with security Tujuh jenis dari PDU

SNMP v2 PDU Formats

SNMP v3
Addresses security issues of SNMP v1/2 RFC 2570-2575 Proposed standard January 1998 Menggambarkan keseluruhan kemampuan keamanan dan arsitektur Untuk digunakan dengan SNMP v2

SNMP v3 Services
Authentication
Part of User-Based Security (UBS) Assures that message:
Datang dari identified source belum diubah belum delayed atau replayed

Privacy
Encrypted messages using DES

Access control Dapat mengatur agen untuk menyediakan sejumlah tingkatan


akses ke MIB Access to information Membatsi operations

Required Reading
Stallings chapter 22 WWW Consortium Loads of web sites on SNMP