Anda di halaman 1dari 15

GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH dan SEHAT PADA ANAK REMAJA USIA( 12-15 TH)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat tuhan yang maha esa karena atas rahmat dan ridho-Nya Penulis dapat menyelesaikan Proposal Riset Keperawatan yang berjudul Gambaran Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada anak Remaja Usia 12-15 Tahun di SMPN Kota Sukabumi untuk memenuhi tugas mata kuliah Riset Keperawatan Semester Ganjil V Proposal Penelitian ini rasanya tidak mungkin terselesaikan tanpa adanya bimbingan, arahan dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada beliau yang secara ikhlas telah meluangkan waktu, tenaga dan pemikirannya untuk kepentingan penyusunan Proposal Penelitian ini, ALLAH SWT Paasti melihat dan membalas kebaikan kepada orang yang secara ikhlas memberikan kebaikan. (Amin) Akhirnya dalam lembaran yang sangat terbatas ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada : 1. ALLAH SWT yang telah memberikan kefahaman ilmu serta memberikan kesabaran bagi penulis dalam penyusunan Propos 2.IBU mustikawati selaku dosen pembimbing riset keperawatan 3. Orang Tua dan Rekan-rekan yang telah membantu menyelesaikan Proposal ini Dalam segala kerendahan hati, penulis menyadari dalam penyusunan Proposal Penelitian ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharpkan adanya masukan atau saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan Proposal Penelitian ini, semoga Proposal Penelitian ini bermanfaat bagi semua pihak.

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR........................................................................................ i DAFTAR ISI....................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang................................................................................. 1 1. 2 Perumusan Masalah.......................................................................... 3 1. 3 Tujuan Penelitian 3 1.4 Manfaat Penelitian.. 3 BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN 2.1 Konsep Perilaku Hidup Bersih Sehat................................................... 5 2.1.1 Pengertian .............................................................................. 5 2.1.2 Tujuan PHBS.......................................................................... 6 2.1.3 Manfaat PHBS........................................................................ 6 2.1.4 Penerapan PHBS.................................................................... 6 2.2 Konsep Perilaku................................................................................ 7 2.2.1 Pengertian............................................................................... 7 2.2.2 Ciri-ciri Perilaku...................................................................... 7 2.2.3 Klasifikasi Perilaku.................................................................. 8 2.3 Konsep Remaja................................................................................. 11 2.3.1 Pengertian............................................................................... 11 2.3.2 Perkembangan remaja............................................................. 13 BAB III KERANGKA KONSEP 3.1 Kerangka Konsep............................................................................. 14 3.2 Variabel Penelitian............................................................................. 14 3.3 Definisi Operasional........................................................................... 14 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian................................................................................ 16 4.2 Populasi dan Sampel.......................................................................... 16 4.2.1 Populasi.................................................................................. 16 4.2.2 Sampel.................................................................................... 16 4.2.3 Sampling................................................................................. 16 4.3 Etika Penelitian.................................................................................. 17 4.4 Pengumpulan dan Pengolahan Data.................................................... 18 4.4.1 Instrumen................................................................................ 18 4.4.2 Prosedur Pengambilan Data..................................................... 19 4.4.3 Rencana Analisa dan Pengolahan Data..................................... 20 4.4.4 Jadwal Penelitian..................................................................... 21 4.5 Anggaran Biaya................................................................................. 21 DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... iii LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Sehat adalah hak asasi setiap manusia. Sehat juga merupakan karunia Tuhan yang harus disyukuri, sebab dengan kesehatan segalanya akan tampak indah serta tanpa kesehatan segalanya akan sia-sia. Kondisi sehat dapat dicapai bila mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Pada 27th United Nations General Assembly Special Session negara-negara peserta menegaskan kembali dan mendeklarasikan komitmen terhadap kesejahteraan anak. Komitmen tersebut dikenal sebagai A World Fit for Children (WFC). Selain berisi pernyataan tentang tekad berbagai negara untuk terus memperjuangkan kesejahteraan dan kemaslahatan anak, dokumen tersebut juga berisi hasil telaah terhadap kemajuan yang telah dicapai dan rencana aksi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Sebagai persetujuan komitmen terhadap deklarasi WFC tahun 2001, setiap negara yang terlibat dan meratifikasinya perlu menyusun suatu program nasional bagi anak. Dokumen tentang program nasional tersebut sangat diperlukan sebagai pedoman bagi berbagai pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ada 4 bidang pokok yang mendapat perhatian khusus dalam deklarasi WFC tahun 2001, yaitu promosi hidup sehat (promoting healthy lives), penyediaan pendidikan yang berkualitas (providing quality education), perlindungan terhadap perlakuan salah (abuse), eksploitasi, dan kekerasan (protecting against abuse, exploitation and violence), dan penanggulangan HIV/AIDS (combating HIV/AIDS). Dokumen ini berisi tentang Program Nasional bagi Anak Indonesia (PNBAI), yang mencakup keempat bidang tersebut, dan dengan masa pelaksanaan hingga tahun 2015. Kesehatan Indonesia diarahkan untuk mencapai visi Indonesia sehat 2010 yaitu masa depan di mana bangsa Indonesia hidup dalam lingkungan sehat, penduduknya berperilaku bersih dan sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata. Perilaku sehat adalah perilaku proaktif. Untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah faktor resiko, terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat (Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, 2002:1). Perilaku hidup bersih dan sehat juga perlu diterapkan sedini mungkin khususnya terhadap pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMP), karena pelajar merupakan generasi penerus harapan bangsa. Seperti yang kita ketahui, bahwa penerapan pola hidup bersih dan sehat di kalangan pelajar sangatlah sulit, terkadang walaupun mereka tahu apa itu arti dari sebuah hidup bersih dan sehat, tetapi mereka tetap mengabaikannya, dan seolah-olah mereka tidak tahu tentang arti hidup bersih dan sehat, misalkan : walaupun tersedia tempat sampah disekolah tetapi kebanyakan pelajar remaja selalu membuang sampah dimana saja, walaupun mereka tahu jajanan yang menurut kriteria bersih tetapi mereka tetap membeli jajanan sembarang selagi mereka anggap bahwa jajanan itu enak untuk dimakan. Jika kita ketahui bahwa perilaku sangatlah dipengaruhi oleh pengetahuan (Kognitif) seberapa jauh pengetahuan pelajar remaja mengenai pola hidup bersih dan sehat, sikap (Afektif) bagaimana mereka memandang pola hidup bersih dan sehat bila dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari mereka, serta praktik (Psikomotor) bagaimana cara mereka menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolahnya.

Sementara pada kenyataannya bahwa perilaku seseorang khususnya dikalangan remaja termasuk kategori sulit untuk merubahnya, sebagaimana kita ketahui bahwa perilaku individu tersebut tergantung pada bagaimana mereka bergaul, dan disanalah mereka membentuk perilaku mereka dengan baik ataupun buruk. Begitupun perilaku yang dimiliki siswa/siswi SMPN yang tidak peduli akan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain PHBS berkaitan dengan perilaku seseorang, PHBS juga sangat erat kaitannya dengan lingkungan yang dihuninya. Adapun alasan dipilihnya SMPN adalah karena meskipun SMPN merupakan sekolah yang memenuhi kriteria sehat, namun pada kenyataannya ketika kita melihat lebih dekat terdapat permasalahan mengenai kebersihan dan kesehatan diantaranya jamban yang kotor, terdapat sungai yang tercemar sebagai pusat pembuangan limbah warga sekitar, dan terdapat halaman yang dulunya merupakan tempat pembuangan sampah. Selain itu banyak pedagang yang kurang memperhatikan kebersihan, terutama pada dagangan yang dikonsumsi (seperti makanan, cemilan, minuman, dll.). Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti merasa tertarik melakukan penelitian dengan judul Gambaran Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada anak Remaja Usia 12-15 Tahun di SMPN Kota Sukabumi. 1.2 Perumusan Masalah Sebagaimana latar belakang tersebut maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalah yaitu : Bagaimana gambaran perilaku hidup bersih dan sehat pada anak remaja usia 10-12tahun di SMPN Kota ssukabumi 1.3 Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak remaja usia 12-15 tahun di SMPN Kota Sukabumi. 2. Tujuan Khusus 1. Mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan (kognitif) remaja terhadap PHBS. 2. Mengetahui bagaimana gambaran sikap (afektif) remaja terhadap PHBS. 3. Mengetahui bagaimana gambaran tindakan (psikomotor) remaja terhadap PHBS.

1.4 Manfaat Penelitia Bagi masyarakat Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pengetahuan serta acuan terhadap orang tua, guru atau selaku pengasuh anak dalam menerapkan pentingnya perilaku hidup bersih sehat pada anak usia sekolah (12-15) sedini mungkin agar terhindar dari penyakit. Ilmu Pengetahuan Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut. Profesi Perawat Hasil penelitian ini akan berguna bagi peneliti untuk menambah pengetahuan dalam proses pembelajaran dalam masa perkuliahan.

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAA 2.1 Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2.1.1 Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sendiri sehingga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatankegiatan kesehatan. Perilaku kesehatan ini dianggap penting karena menjadi penyebab masalah kesehatan. Selain itu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan impelementasi mewujudkan hak asasi manusia, bisa dilakukan sejak usia dini, pembiasaan dalam hidup sehari-hari, dan akan memberikan contoh bagi masyarakat lain.(WHO) PHBS merupakan wujud keberadaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat (Departemen Kesehatan RI Pusat Promosi Kesehatan, 2000:4) PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan sikap, perilaku melalui pendekatan pimpinan, bina suasana dan pemberdayaan masyarakat agar mengenali dan mengatasi masalah sendiri dalam tatanan rumah tangga, institusi pendidikan dan tempat ibadah, agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatanya (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2006:3). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya memberikan pengalaman belajar dan menciptakan suatu kondisi bagi perorangan/individu, keluarga, kelompok serta masyarakat

2.1.2 Tujuan PHBS Tujuan dari pelaksanaaan program PHBS adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat baik tatanan rumah tangga, institusi pendidikan dan tempat ibadah (Dinas Kesehatan, 2003:4). 2.1.3 Manfaat PHBS 1. Meningkatkan kesehatan dan tidak mudah sakit. 2. Anak Tumbuh Sehat dan Cerdas 3. Menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan 4. Membentuk perilaku yang tinggi akan kepedulian 2.1.4 Penerapan PHBS PHBS dapat diterapkan di banyak bidang, yakni seperti contohnya : 1. Di bidang Gizi dan Farmasi, beberapa perilaku bersih dan sehat diantaranya: a. Makan dengan gizi seimbang

b. Memberi bayi ASI eksklusif c. Mengkonsumsi garam beryodium d. Makan sayur dan buah-buahan setiap hari 2. Di Bidang KIA & KB, beberapa perilaku bersih dan sehat yakni: a. Memeriksakan kehamilan secara rutin b. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan c. Mengimunisasi Balita dengan lengkap d. dsb 3. Di Bidang Kesehatan Lingkungan, diantaranya: a. Rumah memiliki ventilasi b. Menggunakan air bersih c. Memiliki jamban yang telah memenuhi syarat kesehatan d. Cuci tangan dgn sabun dan air setelah Buang Air Besar (BAB) e. Menghuni rumah sehat f. Menggunakan air bersih g. Menggunakan jamban h. Memberantas jentik nyamuk i. Membuang sampah ditempatnya j. Cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas 4. Di Bidang Pemeliharaan Kesehatan, beberapa contohnya adalah: a. Punya jaminan pemeliharaan kesehatan b. Aktif sebagai Kader c. Memanfaatkan Puskesmas/Sarana Kesehatan lain d. dsb 5. Di Lingkungan sekolah sedini mungkin, contohnya adalah : a. Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat b. Tersedianya air bersih dan jamban yang bersih c. Tersebianya tempat sampah sesuai jenis sampahnya d. Tidak merokok e. Melakukan aktifitas fisik / olahraga setiap hari 2.2 Konsep Perilaku 2.2.1 Pengertian Perilaku Perilaku dari pandangan biologis adalah merupakan suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan. Perilaku manusia pada hakikatnya adalah suatu aktivitas dari pada manusia itu sendiri. Perilaku adalah apa yang dikerjakan oleh organisme tersebut, baik dapat diamati secara langsung atau tidak langsung (Soekidjo Notoatmodjo, 1997:118). Menurut ensiklopedi Amerika bahwa perilaku diartikan sebagai suatu aksi dan reaksi organisme terhadap lingkungan. Hal ini berarti bahwa perilaku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi yakni yang disebut rangsangan, dengan demikian suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi perilaku tertentu (Soekidjo Notoatmodjo, 1997:123). Robert Kwick (1994) dalam Soekidjo Notoatmodjo (1997:123) menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati bahkan dapat dipelajari. 2.2.2 Ciri-ciri Perilaku 1. Perilaku itu kasat mata tapi penyebabnya mungkin tidak dapat diamati secara langsung.

2. Perilaku mengenal berbagai tingkatan, ada perilaku sederhana (perilaku binatang atau sel) dan juga perilaku yang kompleks (perilaku sosial manusia). Ada perilaku yang sederhana seperti refleks tetapi ada juga yang melibatkan proses-proses mental fisiologis yang lebih tinggi. 3. Perilaku bervariasi menurut jenis tertentu yang bisa diklasifikasikan. Salah satu klasifikasi yang dikenal adalah kognitif, afektif dan psikomotorik masing-masing merujuk pada sifat rasional, emosional dan gerakan fisik dalam berfikir. 4. Perilaku bisa disadari dan tidak disadari, walau sebagian besar perilaku sehari-hari disadari tetapi terkadang kita bertanya pada diri sendiri kenapa berperilaku seperti itu. 2.2.3 Klasifikasi Perilaku Perilaku manusia sangat kompleks dan mempunyai ruang lingkup yang sangat luas. Benyamin Bloom (1908) dalam Soekidjo Notoatmodjo (2003:121) mengklasifikasikan perilaku manusia dalam 3 kategori. Ketiga kategori tesebut adalah sebagai berikut: 1. Pengetahuan (Kognitif) Pengetahuan merupakan suatu hasil tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu. Pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni penciuman, penglihatan, pendengaran, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Soekidjo Notoatmodjo, 2003:121). Menurut Soekidjo Notoatmodjo (2003:122) pengetahuan tercakup dalam kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu: 1. Tahu, diartikan sebagai pengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam pengetahuan masyarakat dalam mengingat kembali suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang diterima. 2. Memahami, diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat mempraktekan materi tersebut secara benar. Seseorang yang telah paham terhadap obyek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan terhadap obyek yang dipelajari. 3. Aplikasi, diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya. 4. Analisis, diartikan sebagai kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek kedalam komponen-komponen tetapi masih dalam satu struktur organisasi dan masih ada kaitanya satu sama lain. 5. Sintesis, menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagianbagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. 6. Evaluasi, berkaitan dengan kemampuan melakukan penilaian terhadap suatu materi atau obyek.

2. Sikap (Afektif) Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau obyek (Soekidjo Notoatmodjo, 2003:124). Sikap secara nyata menunjukan konotasi adanya kesesuaian antara reaksi terhadap stimulus tertentu dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap derajat sosial. Necomb, salah seorang ahli psikologis sosial menyatakan bahwa sikap itu merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi merupakan presdeposisi tindakan suatau perilaku, sikap masih merupakan reaksi tertutup bukan merupakan reaksi terbuka atau tingkah laku yang terbuka. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap obyek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap suatu obyek

(Soekidjo Notoatmodjo, 2003:124). Menurut Soekidjo Notoatmodjo (2003:126) sikap terdiri dari berbagai tindakan yaitu: 1. Menerima, diartikan bahwa seseorang atau subyek mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan obyek. 2. Merespon, diartikan memberikan jawaban bila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah indiksi dari sikap. 3. Menghargai, diartikan mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah suatu indikasi sikap tingkat tiga. 4. Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko merupakan sikap yang paling tinggi. 3. Praktik (Psikomotor) Praktik merupakan suatu sikap yang belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan, untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan antara lain adalah fasilitas. Selain faktor fasilitas, juga diperlukan faktor dukungan dari pihak lain (Soekidjo Notatmodjo, 2003:127). Menurut Soekidjo Notoatmodjo (2003:127) praktik mempunyai beberapa tingkatan yaitu: 1. Persepsi, diartikan dapat mengenal dan memilih berbagai obyek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil adalah merupakan praktik tingkat I 2. Respon terpimpin, diartikan dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai dengan contoh adalah merupakan indikator praktik tingkat II. 3. Mekanisme, diartikan apabila seseorang telah dapat melaksanakan sesuatu dengan benar secara otomatis, atau sesuatu itu sudah menjadi kebiasaan, maka ia telah mencapai praktik tingkat III. 4. Adopsi, merupakan suatu praktik atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik. Artinya tindakan itu sudah dimodifikasikan tanpa mengurangi kebenaran tindakan tersebut. 2.3 Konsep anak remaja 2.3.1 Pengertian anak Remaja Menurut Hurlock (1981)anak remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek. anak Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang. Menurut Erickson masa anak remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja

yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu: 1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan. 2. Ketidakstabilan emosi. 3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup. 4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua. 5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua. 6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya. 7. Senang bereksperimentasi. 8. Senang bereksplorasi. 9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan. 10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok. Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahanperubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja. 2.3.2 Perkembangan anak remaja Tidak ada seorangpun yang sanggup hidup tanpa tergantung kepada orang lain. Demikian pula remaja, mereka membutuhkan bimbingan dan tauladan agar dapat melalui masa- masa goncang akibat pertumbuhan fisik dan seksual yang cepat dengan sukses. Agar remaja dapat melalui masa- masa sulit itu maka diperlukan interaksi yang baik antara remaja dengan orangtua, remaja dengan guru di sekolah, dengan teman sebaya dan dengan orang dewasa lainnya. Guru menempati tempat teristimewa di dalam kehidupan remaja karena guru merupakan cerminan dari alam luar keluarganya. Mereka lebih suka terhadap guru- guru yang terbuka untuk mendengar dan memperhatikan keluhannya dan membantu mengatasi kesulitannya. Remaja kurang senang dengan guru yang tidak mau mendengar dan mengerti keluhannya, terutama guru yang selalu menganggap muridnya harus selalu patuh dan mengikuti apa yang dikehendakinya.

BAB III KERANGKA KONSEP 3.1. Kerangka Konsep 1. Pengetahuan (Kognitif) 2. Sikap (afektif) 3. Praktik (psikomotor) 3.2.Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono: 2007). Variabel dalam penelitian ini adalah perilaku hidup bersih dan sehat pada remaja. 3.3. Definisi Operasional Definisi operasonal adalah mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang diamati yang memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena ( Alimul Hidayat : 2007).

Variabel Sub Variabel Definisi Operasional Cara Ukur Hasil Ukur Skala Ukur Perilaku 1. Pengetahuan suatu hasil tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu Quisioner 1. Kategori Baik ; Menjawab benar 76% 100% dari yang diharapkan 2. Kategori Cukup ; Menjawab benar 56% 75 % dari jawaban yang diharapkan 3. Kategori Kurang ; Menjawab benar < 56% dari jawaban yang diharapkan Ordinal 2. Sikap reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau obyek Quisioner

1. Positif, jika menjawab diatas rata-rata 2. Negatif, jika menjawab dibawah rata-rata Nominal 3. Praktik/ Pelaksanaan suatu sikap yang belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan karena dibutuhkannya fasilitas Quisioner 3. Melaksanakan PHBS 4. Tidak melaksanakan PHBS Nominal

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Desain Penelitan Desain Penelitian adalah keseluruhan dari perencanaan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mengantisipasi beberapa kesulitan yang mungkin timbul selama proses penelitian (Burns & Grove, 1991). Berdasarkan tujuan penelitian, Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dimana peneliti hanya menggambarkan perilaku hidup bersih dan sehat pada remaja, serta ingin mengetahui kepedulian Anak remaja (12-15 tahun) atau siswa dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan SMPN Kota Sukabumi dengan cara melakukan observasi dan quisioner. 4.2. Populasi, Sampel dan Sampling 4.2.1 Populasi Populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti dan dianggap mewakili seluruh objek populasi ( Notoatmodjo, 1993). Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh siswa-siswi SMPN Kota Sukabumi. 4.2.2 Sampel Sampel adalah bagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi ( Srikandi K, 1997 : 18). Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakterstik yang dimiliki oleh populasi (A.Aziz Alimul, 2003). 4.2.3 Sampling Sampling adalah suatu proses dalam menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat mewakili populasi. Sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan menggunakan metode acak bertingkat (stratified random sampling) yang terbagi dalam : 1. Kelas I di ambil 12 orang 2. Kelas II di ambil 12 orang 3. Kelas III di ambil 12 orang Rumus : n = Keterangan : N = Populasi n = Sampel e = Angka Kekeliruan () = 5% 4.3. Etika Penelitian Dalam melakukan penelitian ini, peneliti mengajukan permohonan izin kepada Kepala Sekolah SMPN untuk mendapatkan persetujuan penelitian kemudian quesioner dikirim ke subjek yang diteliti dengan menekankan pada masalah etika yang meliputi : 1. Lembar persetujuan menjadi responden

Lembar persetujuan diberikan kepada subjek yang akan diteliti untuk menjelaskan maksud dan tujuan penelitian yang akan dilakukan, jika subjek bersedia diteliti maka harus menandatangani lembar persetujuan tersebut, jika subjek menolak untuk diteliti maka peneliti tidak akan memaksa dan menghormatinya. 2. Anonimity Untuk menjaga kerahasiaan identitas subjek peneliti tidak akan mencantumkan nama subjek pada lembar pengumpulan data yang diisi oleh subjek, lembar tersebut hanya diberi nomor kode tertentu. 3. Confidential Kerahasiaan informasi yang diberikan oleh subjek dijamin oleh peneliti. 4.4. Pengumpulan dan Pengolahan data 4.4.1 Instrumen Instrumen adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur konsep minat dalam suatu proyek riset. Sebuah instrument dapat berupa tes tertulis, wawancara terstruktur atau sepotong alat (bronsckopp 1999 : 170). Instrumen merupakan alat atau faslitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Observasi adalah pencatatan langsung terhadap hasil suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi pada objek perhatian. Quisioner Adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden alami arti laporan tentang pribadinya / hal-hal yang ingin kita ketahui. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan quisioner. Quisioner diberikan kepada siswa/siswi yang menjadi sample peneltian yang telah diplih. Quisioner ini berisi tentang pengetahuan, sikap serta praktik siswa/siswi SMPN dalam berperilaku hidup bersih sehat. Sebelum instrument ini digunakan maka akan diuji dulu validitas dan reliabilitasnya 1. Uji Validitas Alat ukur atau instrument yang dapat diterima sesuai standar yaitu alat ukur yang telah melalui uji validitas dengan menggunakan: Rumus korelasi product moment

Keterangan : N = jumlah responden/data pengamatan Kriteria valid jika r hit > r tab 2. Uji Reliabilitas Rumus untuk koefisiensi reliabilitas instrument dengan rumus Cronbach Alpha.

Keterangan : N = banyaknya butir, 2A = variansi sektor responden, serta 2i = variansi sektor butir. Tampak di sini bahwa selisih diantara variansi sektor responden dan jumlah variansi sektor butir turut menentukan koefisien reliabilitas itu. Reliabilitas jika r 0,6 menurut

4.4.2 Prosedur Pengambilan Data Metode Pengumpulan Data 1) Prosedur pengumpulan data a) Permohonan Izin penelitian (terlampir) b) Informed Consent c) Langkah Pengumpulan data : 1. Memohon perizinan Ketua STIKES Kota Sukabumi 2. Memohon perizinan kepada Kepala SMPN Kota Sukabumi 3. Memohon persetujuan sampel (informed consent) Pengambilan data dilakukan langsung pada siswa/siswi SMPN Kota Sukabumi dan bersedia untuk menjadi sampel. 4. Data yang diperoleh merupakan data prime

4.4.3 Rencana Analisa Dan Pengolahan Data pada penelitian ini penulis menentukan langkah-langkah pengumpulan data seperti yang telah dikemukakan. Pada poin ini cara pengumpulan data, kemudian setelah data terkumpul kemudian dilakukan uji tabulasi silang , data yang terkumpul dilakukan penyajian jumlah ceklist (v) pada lembar kuisioner. Analisa data tujuannya adalah untuk mengartikan informasi yang diperoleh. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisa data dengan tekhnik manual, yaitu menggunakan rumus : Rumus : P = keterangan : P = Persentasi M = Jumlah responden X = Jumlah siswa/siswi SMPN 3 Kota Sukabumi Pengolahan data dibagi 4 tahap, yaitu : i. Editing Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh atau yang dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul. ii. Cording Cording merupakan kegiatan pemberian kode numerik (angka) terhadap data yang terdiri atas beberapa katagori. Pemberian kode ini sangat penting bila pengolahan dan analisis data menggunakan komputer. Biasanya dalam pemberian kode dibuat juga daftar kode dan artinya dalam satu buku (code book) untuk memudahkan kembali melihat lokasi dan arti suatu kode dari suatu variabel. iii. Entry Data Data entry adalah kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan ke dalam master table atau data base komputer, kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau dengan membuat tabel kontigensi. iv. Melakukan Tehnik Analisis Dalam melakukan analisis, khususnya terhadap data penelitian akan menggunakan ilmu statistic terapan yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak dianalisis, apabila penelitiannya deskriptif,

maka akan menggunakan statistic deskriptif. 4.4.4 Jadwal Penelitian Lihat Tabel 4.1 pada lampiran 4.5. Anggaran Biaya a) Kesekretariatan - ATK Rp 200.000,- Pembuatan Proposal Rp. 50.000,- Foto Copy Rp. 100.000,- Rental Komputer Rp. 450.000,- Perizinan Rp. 150.000,b) Transportasi - Peneliti Rp. 300.000,- Pembimbing Rp. 400.000,c) Dokumentasi - Pengarsipan Rp. 250.000, - Penjilidan Rp. 100.000,- + Jumlah Rp. 2.000.000,Terbilang : Dua Juta Rupiah

DAFTAR PUSTAKA

@ Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi VI). Jakarta : rinekha cipta @Pariani, Siti.. Nursalam. 2001. Pendekatan Praktis Metodelogi Riset Keperawatan. Jakarta : CV. Sagung Seto. @Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rhineka Cipta. @Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika. @Notoatmodjo,Soekidjo 2003, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta. @Smet, Bart, 1994, Psikologi Kesehatan, Jakarta: PT Grasindo. Wikipedia ensiklopedia bebas.