Anda di halaman 1dari 50

MENGAPA VARIETAS ANGGREK BARU PERLU DILINDUNGI ?

HINDARWATI

PUSAT PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN


http://setjen.deptan.go.id/ppvt/

APA PVT

Perlindungan Khusus yang diberikan negara terhadap varietas tanaman yang dihasilkan oleh pemulia tanaman; HAK PVT: Hak Khusus yang diberikan negara kepada pemulia/ pemegang hak PVT untuk menggunakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada orang/ badan hukum lain untuk menggunakan-nya selama waktu tertentu.

MENGAPA PERLU PVT


VARIETAS BARU

DAYA SAING
KOMERSIALISASI PENDAPATAN
PERBAIKAN VARIETAS BERKESINAMBUNGAN

Trend setter pasar (eksotik dan novel) Meningkatkan produksi dan mutu Mengembangkan teknik budidaya yang ramah lingkungan (ketahanan terhadap OPT) Mengatasi lingkungan marjinal (toleran terhadap salinitas, polusi, kemasaman tanah, kekeringan dll.) Meningkatkan ketahanan produk selama periode transportasi dan pemasaran Meningkatkan efisiensi produksi (populasi/area, respon hara, toleran hari netral)

Membangun citra bangsa Meraih keunggulan komparatif dan kompetitif Menumbuhkan industri benih Mengurangi ketergantungan impor Mendorong pertumbuhan industri pendukung

Penyiapan fasilitas pendukung 1. Materi breeding (koleksi plasma nutfah) 2. Laboratorium dan rumah lindung 3. Biaya 4. Tenaga Proses perakitan 1. Induksi keragaman genetik 2. Seleksi 3. Evaluasi 4. Persiapan pelepasan varietas Komersialisasi varietas 1. Promosi 2. Kontrak penjualan 3. Delivery

Perlindungan varietas Menutup biaya investasi Perbaikan pelayanan Pengembangan usaha (reinvestment) Penciptaan kreasi inovatif Kesejahteraan pemulia tanaman

Hak perlindungan legal varietas baru Dasar hukum pemberian insentif Dukungan hukum terhadap pengembangan industri pemuliaan Penghargaan Pemerintah terhadap pemulia tanaman Mendorong investasi di bidang pemuliaan dan perbenihan

BAGAIMANA PERKEMBANGAN PVT DI INDONESIA

DASAR HUKUM

Undang-Undang No. 29 Tahun 2000 PP No.13 dan PP No.14 Keputusan Menteri Pertanian Peraturan Menteri Pertanian

PENGELOLAAN PVT

Pasal 64 UU No.29 Tahun 2000:

Kantor PVT menyelenggarakan administrasi, dokumentasi, pemeriksaan dan pelayanan informasi PVT.

Kantor PVT bertanggung jawab kepada Menteri Pertanian. Dasar Tupoksi PPVT:

Kepmentan No. 401/Kpts/Ot.210/6/2002 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat PVT.

BAGAN ORGANISASI
DEPARTEMEN PERTANIAN

SEKRETARIAT JENDERAL

PUSAT PVT
PEMBINAAN ADMINISTRATIF

BIDANG PELAYANAN TEKNIS

BIDANG PELAYANAN HUKUM

BAGIAN UMUM

SUBBIDANG PELAYANAN PERMOHONAN

SUBBIDANG PELAYANAN PENGUJIAN

SUBBIDANG SERTIFIKASI

SUBBIDANG PERTIMBANGAN HUKUM

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN PROGRAM DAN DATA

SUBBAGIAN
KERJA SAMA DAN HUBUNGAN MASYARAKAT

JABATAN FUNGSIONAL PEMERIKSA PVT

INSTITUSI PENDUKUNG

Intern

Pemeriksa PVT Komisi PVT Komisi Banding Tenaga Ahli

Balai Penelitian Lingkup Deptan Sarana Laboratorium dan Ahli KONSULTAN PVT

Ekstern

IMPLEMENTASI UU 29/2000 TENTANG PVT

Pasal 6 ayat 1 UU No. 29/2000 : bahwa pemegang hak PVT memiliki hak untuk menggunakan dan memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakan varietas berupa benih dan hasil panen yang digunakan untuk propagasi Pasal 6 ayat 2 UU No. 29/2000 : Ketentuan dalam ayat 1 berlaku juga untuk varietas turunan esensial, varietas yang tidak dapat dibedakan secara jelas dari varietas yang dilindungi dan varietas yang diproduksi dengan selalu menggunakan varietas yang dilindungi

Pasal 6 ayat 3 UU No. 29/2000 : hak untuk menggunakan varietas sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi kegiatan : memproduksi dan memperbanyak benih, menyiapkan untuk tujuan propagasi, mengiklankan, menawarkan, menjual atau memperdagangkan, mengekspor, mengimpor, mencadangkan untuk kegiatankegiatan tersebut Pasal 6 ayat 4 UU No. 29/2000 : penggunaan hasil panen untuk propagasi harus mendapat pesetujuan pemegang hak PVT

Pasal 8 ayat 1 UU No. 29/2000 : Pemulia yang menghasilkan varietas berhak untuk mendapatkan imbalan yang layak dengan memperhatikan manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari varietas tersebut Pasal 8 ayat 2 UU No. 29/2000 : Imbalan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat dibayarkan: 1. dalam jumlah tertentu dan sekaligus 2. berdasarkan persentase 3. dalam jumlah gabungan antara jumah tertentu dan sekaligus dengan hadiah atau bonus 4. dalam bentuk gabungan antara persentase dengan hadiah atau bonus yang besarnya ditetapkan sendiri oleh pihak-pihak yang bersangkutan Pasal 8 ayat 3 UU No. 29/2000 : Ketentuan sebagaimana pada ayat 1 sama sekali tidak menghapuskan hak pemulia untuk tetap dicantumkan namanya dalam sertifikat hak PVT

HAK PVT DIJAMIN UNDANG-UNDANG SEPANJANG MATA RANTAI PRODUK BENIH

Penemuan Varietas baru

Memperbanyak Varietas

1.

Menjual benih Varietas

2.

Membudidayakan Varietas

3.

Panen hasil Varietas

4.

P V T

L&R

L&R

L&R

L&R

PROSEDUR PENGGUNAAN HAK PVT


1.

2. 3.

Menentukan varietas yang paling unggul sehingga petani mau membeli karena diuntungkan; Mengajukan permohonan hak PVT ke Pusat PVT, Deptan; dan Merancang sistem dan prosedur penarikan royalti yang efektif dan menguntungkan para pihak.

VARIETAS YANG LAYAK DILINDUNGI

Unggul dan bernilai ekonomi; Plasma nutfah dan parent stock yang berharga dan berguna menghasilkan varietas hibrida atau varietas turunan esensial; Memenuhi persyaratan BUSS (baru, unik, seragam dan stabil)

PERSYARATAN PENGAJUAN HAK PVT

Siapkan materi tanaman untuk uji BUSS. Perlu dipersiapkan tanaman utuh pada berbagai stadia yang tepat untuk dibuat deskripsi varietas secara lengkap melalui pengamatan karakteristik batang, cabang, daun, bunga, buah, dllsb Siapkan bukti kepemililikan atas calon varietas yang akan dilindungi meliputi riwayat asal usul, proses pemuliaan dan seleksi harus terekam dengan baik dan dikemas sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai alat bukti yang kuat. Mengajukan permohonan hak PVT secara resmi ke Kantor PVT dengan mengisi formulir yang disediakan dan membayar biaya yg ditetapkan

PENGGUNAAN HAK PVT (UU 29/2000)


1.

Penggunaan langsung oleh pemegang Hak PVT

2.

Pemberian lisensi kepada pihak lain

PENGGUNAAN LANGSUNG

Pemulia/pemilik varietas langsung memasarkan benih varietas yang dilindungi. Pilihan ini umum dilaksanakan oleh industri benih. Pengembalian investasi diperoleh dengan adanya hak monopoli untuk memasarkan benih untuk jangka waktu tertentu.

PEMBERIAN LISENSI KEPADA PIHAK LAIN


1.
2.

3. 4.

Lisensi memproduksi benih; Lisensi menjual benih, mengekspor dan mengimpor benih; Lisensi membudidayakan varietas; Royalti terhadap hasil panen (bila hak pemulia tidak bisa dibayarkan melalui alternatif 1, 2 dan 3); tanaman hias.

MODEL USAHA BENIH MENURUT ALTERNATIF SEGMEN PASAR DENGAN MENDAYAGUNAKAN HAK PVT
Pasar 1 Pasar 2 Pasar 3

Pasar 4

Usaha Sendiri
Mitra Usaha Lisensi & royalti Dijual Hak PVT

var3

var8
var4 var9

var7
var1 var10

var5

var6

var2

Petani/pekebun Swasta

BUMN

Koperasi

CARA MENGOLEKSI ROYALTI


Koleksi langsung oleh Pemulia, dengan alternatif : Kontrak Pemulia Perusahaan pemasaran benih Kontrak Pemulia Perusahaan Perkebunan/Prosesor/Exportir, royalti dibayar bedasarkan luas areal atau hasil kebun atau hasil olahan varietas yang dilindungi

CARA MENGOLEKSI ROYALTI (lanjutan)


Koleksi tidak langsung dapat dilakukan melalui: Organisasi profesional; seperti Organisasi Pemulia di Inggris; Organisasi petani komoditas atau organisasi pedagang/prosesor komoditas; Pengurus pasar lelang bunga; seperti di Belanda; Lembaga berwenang (Kantor Sertifikasi Benih atau Dinas Terkait);

Cara koleksi royalti tidak langsung membutuhkan prakondisi dan mungkin diterapkan komoditas tertentu

TINGKAT ROYALTI UNTUK LISENSI VARIETAS


Kesepakatan para pihak, kecuali untuk lisensi wajib Tergantung siapa yang menghasilkan benih dasar, siapa yang bayar biaya PVT, tingkat keunggulan varietas, dsb Biasanya 7-10% dari nilai penjualan untuk benih tanaman semusim Perlu dilakukan benchmark dan disesuaikan dengan karakter komoditas

KETENTUAN PIDANA
Barang siapa dengan sengaja menggunakan varietas tanaman yang telah diberi hak PVT tanpa persetujuan pemegang hak PVT, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun dan denda paling banyak Rp. 2.500.000.000,- (Dua miliar lima ratus juta rupiah)

APA PENDAFTARAN VARIETAS TANAMAN


Adalah kegiatan mendaftarkan suatu varietas untuk kepentingan pengumpulan data mengenai varietas lokal, varietas yang dilepas dan varietas hasil pemuliaan yang tidak dilepas, serta data mengenai hubungan hukum antara varietas yang bersangkutan dengan pemiliknya dan/atau penggunanya.

MENGAPA VARIETAS PERLU DIDAFTARKAN


Varietas lokal atau varietas hasil pemuliaan dapat digunakan sebagai varietas asal untuk membuat varietas turunan esensial

MANFAAT PENDAFTARAN VARIETAS TANAMAN Varietas yang didaftarkan di Pusat PVT mendapatkan imbalan/royalti sesuai dengan perjanjian, jika digunakan sebagai varietas asal untuk perakitan varietas turunan esensial.

VARIETAS YANG DAPAT DIDAFTARKAN


Varietas Lokal Varietas Hasil Pemuliaan

SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN VARIETAS TANAMAN


Varietas telah diberi nama Deskripsi Varietas yang didaftarkan Mengisi Formulir Pendaftaran Varietas Foto yang disebut dalam deskripsi dicetak berwarna dalam kertas dof, yang diperlukan untuk memperjelas deskripsinya. Kelengkapan berkas persyaratan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pendaftaran Varietas Tanaman tidak dikenai biaya

CARA PENDAFTARAN VARIETAS LOKAL


Penamaan dan pendaftaran diajukan berdasarkan sebaran geografis : Satu Kabupaten/Kota diajukan oleh Bupati/Walikota Lebih dari satu Kabupaten/Kota oleh Gubernur Satu Propinsi oleh Gubernur Lintas Propinsi oleh Pusat PVT

Penggunaan imbalan varietas lokal

Peningkatan kesejahteraan masyarakat pemilik Varietas Lokal Konservasi Varietas Lokal yang bersangkutan dan upaya pelestarian plasma nutfah

PERKEMBANGAN KINERJA PUSAT PVT 2006 - 2007


120 100 80 60 40 2727 20 8 8 0 I II III 11 IV V 89 82
Pencapaian s/d TA. 2006 Pencapaian s/d TA. 2007

113 107

KETERANGAN : I. Permohonan Hak PVT II. Pendaftaran Varietas Tanaman III. Pengujian Substansi BUSS IV. Pemberian Hak PVT (Sertifikat Hak PVT) V. Pendaftaran Konsultan PVT

Contoh Varietas Lokal yang telah didaftarkan di Pusat PVT

Salak Madu (Kab. Sleman DIY)

Padi Pandanwangi (Kab. Cianjur)

Contoh Varietas Lokal yang telah didaftarkan di Pusat PVT

Sedap malam Roro Anteng (Kab. Pasuruan)

Durian Si Japang (Kab. Banjar-Kalsel)

Contoh Varietas Lokal yang telah didaftarkan di Pusat PVT

Mangga Bengkulu
(Prop. Bengkulu)

Waluh Juai
(Kab. Balangan-Kalsel)

Contoh Varietas Hasil Pemuliaan yang telah didaftarkan di Pusat PVT

Jahe Halina 4 (Balittro)

Mawar Mini Rosanda (Balithi)

CONTOH PERKEMBANGAN PVT DI NEGARA LAIN


Negara anggota: Amerika Latin: Argentina Asia: China, Republik Korea Afrika: Kenya Negara transisi: Polandia

Argentina

Introduksi PVT 1991 Keanggotaan UPOV 1994

Peningkatan dalam jumlah varietas, terutama varietas asing Peningkatan jumlah kegiatan persilangan, terutama persilangan perseorangan, dalam beberapa komoditas (kedelai, gandum) Peningkatan kontribusi dari beberapa komoditas (kedelai dan gandum) varietas yang dilindungi, menjadi indikasi perkembangan yang berkelanjutan dari varietas yang dilindungi dan merupakan indikasi adanya peningkatan pelayanan pertanian terhadap perlindungan varietas baru.

China

Introduksi PVT 1997 Keanggotaan UPOV 1999

Peningkatan kegiatan pemuliaan baik pihak swasta maupun pihak pemerintah dalam beberapa komoditas (padi,gandum) Investasi pada kegiatan pemuliaan swasta dan pemerintah meningkat Peningkatan yang cepat dalam pembayaran royalti menunjukkan peningkatan kontribusi dari varietas baru yang dilindungi, merupakan indikasi adanya peningkatan pelayanan pertanian terhadap perlindungan varietas baru.

Kenya

Introduksi PVT 1998 Keanggotaan UPOV 1999

Peningkatan investasi bidang pemuliaan di sektor swasta Peningkatan kerjasama penelitian antara institusi dalam dan luar negeri dalam bidang: sarana prasarana, pendanaan, pertukaran plasma nutfah dan komersialisasi varietas asing di dalam negeri Peningkatan jumlan varietas asing Indikasi perkembangan pertanian dari jumlah varietas yang dilepaskan.

Polandia

Introduksi PVT 1987 Keanggotaan UPOV 1989

Gerbera (1987-2002): Peningkatan ketersediaan jumlah varietas melalui introduksi varietas asing Penyatuan yang cepat dari varietas yang baru sebagai hasil dari pengembangan yang dinamis dari persilangan gerbera serta metode perbanyakan yang lebih teruji Peran serta dari pemuliaan lokal dan pengenalan varietas baru oleh pemulian lokal secara kontinyu Pemulia lokal lebih memberikan perhatian pada kebutuhan pasar Varietas yang lebih baik dan peralatan tanam dengan kualitas yang lebih baik

Republik Korea

Introduksi PVT 1997 KeanggotaanUPOV 2002

Peningkatan investasi dalam pemuliaan pada beberapa komoditas (apel, mawar, dll) Peningkatan dalam jumlah varietas baru dalam tanaman pangan utama (padi, barley, jagung, kedelai, kentang) Peningkatan jumlah varietas asing Aktivasi sektor pemuliaan padi dan keterlibatan para pemulia baru seperti: pemulia perseorangan, perguruan tinggi; menemukan tujuan baru untuk kegiatan pemuliaan padi (kualitas padi terbaik untuk dimasak dan diolah, penanaman langsung).