Anda di halaman 1dari 5

Elektroplating Perak

Oleh
Pakde jongko
PENGANTAR

Perak dalam bentuk murni merupakan logam yang lunak, putih dan kilap
yang mana sangat maleable, liat dan mampu poles. Umumnya perak tahan
terhadap asam kecuali asam nitrat dan asam kromat, dengan asam nitrat
akan segera larut, dengan asam kromat membentuk perak kromat
berwarna merah gelap. Pada suhu ruang konduktivitasnya tertinggi.
Pemanasan diudara yang bersih tidak akan teroksidasi tetapi karena
afinitasnya terhadap belerang membentuk tarnis (bercak, noda).

Pada tahun 1840 Elkington mematenkan metode pelapisan perak yang


kemudian menjadi awal industri lapis listrik. Larutan yang digunakan
menjadi dasar operasi sampai kini, yaitu perak sianid ganda dengan sianid
bebas berlebihan. Larutan lain yang juga digunakan adalah nitrat,
thiourea, thiousianat, sulfamat dan thiosulfat.

KOMPOSISI

Komposisi larutan lapis perak sianid beragam terhadap tujuan lapis perak
itu sendiri. Tujuan dekorasi beroperasi dengan kandungan perak rendah
daripada yang digunakan pada kepentingan tehnik. Konsentrasi perak yang
tinggi mengijinkan penggunaan rapat arus yang tinggi pula. Rumusan
susunan larutan seperti pada tabel.

Susunan larutan lapis listrik perak


High speed
g/1 Perak cerah
endapan tebal
Perak sebagai logam 20-45 35-115
Perak sianid 21-58 44-153
Kalium sianid(total) 50-78 68-235
Kalium sianid(bebas) 35-50 45-160
Kalium karbonat 15-90 15-90
Kalium nitrat - 40-60
Kalium hidoroksida - 4-30
Rapat Arus A/dm2
(agitasi) 0,5-1,5 0,5-10,0
Suhu 20-28 38-50
Brightener kebutuhan kebutuhan
karbon aktif yang diperlukan 1,2 g/l

Susunan Ag (CN) bervariasi sesuai kebutuhan dan maksud dari pelapisan,


penggunaan dekorasi lebih sedikit daripada tehnik.
Dalam bak, larutan-larutan AgCN akan membentuk komplek sianid ganda
dengan logam alkalisianid menjadi KAg(CN)2, Satu gr AgCN memerlukan 0,5
gr KCN, penambahan sianid bebas sesuai dengan rumusan diatas umumnya
persiapan diawali dengan menguraikan sejumlah KCN dalam setengah
volume larutan total (air) yang sudah dideionisasi. Kemudian AgCN
ditambahkan pelan-pelan disertai pengadukan untuk membentuk komplek
sianid. Kemudian garam lain ditambahkan hingga volume total air
terpenuhi. Selanjutnya larutan difilter dengan karbon aktif sebelum
penambahan brightener.

Umumnya bak larutan perak dipersiapkan seperti itu, apabila KAg(CN)2


sudah tersedia, cara peracikan larutan berbeda dari yang sudah
dikemukakan. Semua bahan yang dilarutkan dalam setengah dari volume
air total KAg(CN)2 dan brightener tidak ikut dilarutkan. Racikan tadi
dipanasi 70°C dan tambahkan karbon aktif 1,2 gr/l, diaduk selama ±1 jam.
Racikan ditambah air sampai mendekati volume operasi, kemudian
KAg(CN)2 dimasukkan disertai pengadukan sampai merata. Kemudian
ditambah brigtener, dengan metode tersebut perak tidak hilang dengan
adanya karbon aktif.

Kandungan perak dengan sianida tinggi menambah daya lontar (throwing


power), dikarenakan tambahan alkali sianid menaikkan konduktifitas,
polarisasi katoda, menambah korosi anoda serta tetap menjaga
pembentukan kompleks sianid. Kalium karbonat menambah konduktifitas
dan polarisasi anoda serta katoda, akibatnya daya lontar juga bertambah,
jika terlalu banyak makan akan menyebabkan endapan kasar dan tidak
merata. Kalium nitrat berguna dalam lapis high speed perak. Klorit,
format, asetat, posfat, borat, dan sulfat menambah kekerasan.

Fungsi zat yang ada dalam larutan pengaruh kandungan tambahan lawan
resistivitas lapis perak

KONSENTRASI TAHANAN
Efek KCO3 Efek NaCN Efek KNO3
Gr/lt Ohm/cm³ Gr/lt Ohm/cm³ Gr/lt Ohm/cm³
13.9 9.6 7.5 14 - -
75 6.2 30 11 75 9
1309 5.0 45 9 120 6.6

Bak perak relatif mudah dalam kontrol dan perawatannya, anoda dan
katoda yang berefisiensi 100% membuat larutan hampir seimbang untuk
jangka waktu lama.

Penjagaan terhadap pengotor organik yang ada dalam proses pralapis,


pengotor dapat mengakibatkan bercak, noda dan belang pada hasil akhir
benda kerja. Anoda baja, drag-in dapat menyebabkan perubahan warna,
untuk menghilangkan gangguan FeCN dengan pendinginan hingga 3°C
kemudian filtering presipitasi FeCN.

PROSES SEQUENCE LAPIS PERAK

Anoda yang terbaik adalah perak murni 99,9% ketidakmurnian anoda


mengakibatkan pembentukan selaput hitam dan belang. Tangki dibuat dari
bahan baja dilapis karet, neoprene, PVC atau polypropilene. Skema atau
urutan proses lapis perak dapat digambarkan sebagai berikut :

Cuci minyak
Cuci alkalin anodik
Perlakuan asam sulfat anodik
Aktivasi celup 1,2 N asam klorida
Strike nikel
Strike perak
lapis perak
Urutan proses lapis perak
Pralakuan dilaksanakan tetap sesuai prosedur standard, kecuali jika strike
perak digunakan strike perak digunakan untuk mengurangi resiko kegagalan
pelapisan. Bak strike berisi perak kandungan rendah dengan kandungan
sianid tinggi. Untuk logam ferro dilakukan dobel strike. Strike pertama
dengan kandungan logam rendah dan juga kandungan tembaga rendah
diikuti strike ke dua.

Strike dua untuk besi menjadi strike pertama untuk nikel dan logam non
ferro.
Strike pertama Untuk besi sebagai strike pertama

Perak sianid 1,5 - 2,5 g/l


Tembaga sianid 70 - 15 g/l
Kalium sianid 75 - 90 g/l
T°C 22 - 30° C
A 1,5 - 3,0 A/dm2
Tegangan 4 - 6 Volt

Strike kedua Untuk nikel dan non ferro juga


menjadi strike kedua untuk besi
Perak sianid 1,5 - 2,5 g/l
Kalium sianid 75 - 90 g/l
T°C 22 - 30° C
A 1,5 - 3,0 A/dm2