Anda di halaman 1dari 2

OSTEOID OSTEOMA:

Definisi: Merupakan tumor osteoblastik jinak terdiri dari inti osteoid dengan vaskularisasi tinggi dan merupakan tumor jinak tulang dengan potensi pertumbuhan yang terbatas. Insidens: Pria : Wanita = 2:1 10-25 tahun

Patologi: Didapat sebagai jaringan yang seluler, banyak vaskularisasinya. Jika nidus diangkat, terlihat gambaran lingkaran merah tulang trabekular biasanya kurang dari 1 cm. Kelainan terdiri atas jaringan seluler dengan tingkat vaskularisasi yang tinggi dari jaringan tulang yang belum matang serta jaringan osteoid

Gambar 1. Gambaran patologis dimana ditemukan lingkaran merah tulang trabekular

Lokasi: Dapat mengenai semua tulang, tetapi biasanya pada tulang panjang seperti Femur dan Tibia. Caput femur merupakan salah satu tempat yang paling sering didapat. Gejala klinis: Nyeri bersifat menetap/putus-putus yang tidak hilang oleh istirahat Nyeri biasanya di malam hari Nyeri dapat bersifat ringan sampai hebat Nyeri dapat berkurang dengan pemberian aspirin dosis rendah Kadang otot di sekitar tumor akan mengecil (atrofi) dan keadaan ini akan membaik setelah tumor diangkat.

Pemeriksaan penunjang: Radiologi Tampak sebagai daerah nidus radiolusen yang dikelilingi oleh pinggir sklerotik. Lesi
terletak di bagian tengah dari garis tulang. Ukuran lesi tidak lebih dari 1-2 cm. Pada foto x-ray ditemukan daerah yang bersifat radiolusen . Yang disebut nidus dengan diameter kurang dari 2 cm didaerah diafisis dikelilingi oleh suatu daerah sclerosis yang padat, serta penebalan kortikal yang merupakan reaksi pembentukan tulang. Nidus dapat berlokasi pada korteks celah intramedular atau periosteum tulang pada bagian metafisis atau diafisis dari tulang panjang (epifisis sangat jarang). Untuk lesi intrakortikal diagnosis juga dapat menjadi lebih sulit saat terdapat perluasan intraartikular atau terjadi pada spinal.

Gambar 2. Gambaran radiologis ditemukan daerah nidus radiolusen Terapi: Operatif, dengan melakukan eksisi lengkap daripada nidus, Pengangkatan tumor melalui pembedahan merupakan satu-satunya cara untuk mengurangi nyeri secara permanen. Pemberian aspirin, Bila penderita enggan menjalani pembedahan, untuk mengurangi nyerinya.